BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
3.1 Definisi Perawatan
Perawatan (maintenance) adalah perlakuan pemeliharaan suatu barang agar
tidak terjadi kerusakan lagi sehingga barang tersebut dapat digunakan lagi sesuai
kebutuhannya. Perawatan juga suatu perlakuan dari setiap tindakan yang
dilakukan demi menjaga suatu barang atau untuk memperbaikinya hingga dalam
kondisi yang dapat diterima, perawatan disini adalah pemeliharaan dan perbaikan.
Perawatan sendiri bertujuan agar masa pakai suatu barang dapat digunakan dan
beroperasi dalam jangka waktu lama.
Perawatan adalah suatu konsepsi dari semua aktivitas yang diperlukan untuk
menjaga atau mempertahankan kualitas peralatan agar tetap berfungsi dengan baik
seperti dalam kondisi sebelumnya. Kegiatan perawatan dilakukan untuk perbaikan
yang bersifat kualitas, meningkatkan suatu kondisi ke kondisi lain yang lebih
baik. (Supandi, 1990).
3.1.1 Jenis Perawatan
Gambar 3.1: Bagan Sistematika Pemeliharaan
Sumber: [Link]
pemeliharaan/.
11
12
Disebutkan bahwa perawatan mencakup tiga hal pekerjaan yakni
Preventive maintenance, Corrective maintenance dan Emergency
maintenance.. Pemeliharaan dimaksudkan sebagai aktivitas untuk mencegah
terjadinya kerusakan, sedangkan istilah perbaikan dimaksudkan sebagai
tindakan untuk memperbaiki kerusakan.
Secara umum ada tiga jenis pemeliharaan diantaranya :
1. Pemerliharaan Prefentive (Preventive Maintenance)
a. Pre Maintenance
Persiapan pemeliharaan agar dalam pelaksanaan
pemeliharaan nantinya lebih lancar dan memenuhi sasaran.
Kegiatan pra pemeliharaan ini antara lain seperti : penyusunan
program pemeliharaan, penyediaan peralatan dan bahan
pemeliharaan sesuai dengan fasilitas obyek pemeliharaan,
penyiapan lokasi seperti fondasi / lantai dan tata letak (lay-out)
yang memadai, penyiapan sarana penunjang seperti : listrik, air
dan udara kempa, persiapan tenaga pelaksana pemeliharaan
(organisasi) dan administrasi pemeliharaan. (Rengkodriders, 2011).
b. Pemeliharaan Rutin (Routine Maintenance)
Pemeliharaanyang dilakukan setiap hari. Kegiatan yang
dilakukannya seperti: Pencegahan korosi, pelumasan bagi yang
memerlukan, kebersihan dan keamanan fasilitas.
c. Pemeliharaan Berkala (Periodic Maintenance)
Pemeliharaan yang dilakukan secara berkala sesuai dengan
jadwal yang sudah ditentukan. Pemeliharaan tersebut berdasarkan
kepentingan perlakuan terhadap objek.
2. Perbaikan (Corrective Maintenance)
a. Perbaikan Ringan (Light Repairing)
Perbaikan dari kerusakan-kerusakan yang ringan. Biasanya
perbaikan yang tidak memerlukan waktu yang lama serta biaya
yang tinggi.
13
b. Perbaikan Sedang (Medium Maintenance)
Perbaikan ini dilakukan biasanya terjadi karena kerusakan
yang cukup besar jadi dalam perbaikannya memerlukan perbaikan
dengan waktu yang cukup lama dan biaya yang cukup tinggi.
c. Perbaikan Besar (Overhaul)
Perbaikan ini dapat diartikan sebagai perbaikan atau
pemerliharaan yang menyeluruh yang diakibatkan pemakaian yang
cukup lama sehingga perbaikan ini memerlukan waktu yang tidak
dapat diprediksi karena perbaikan ini biasanya membutuhkan
tenaga ahli atau teknisi ahli.
3. Pemeliharaan Darurat (Emergency Maintenance)
Pemeliharaan yang dilakukan yang diakibatkan oleh
kecelakaan dan biasanya perbaikan seperti ini bersifat sementara.
3.1.2 Tujuan Perawatan
Tujuan dilakukannya kegiatan perawatan (maintenance) adalah
sebagai berikut :
1. Timbulnya mutu produk serta kepuasan pelanggan melalui
penyesuaian, pelayanan (service) dan pengoperasian peralatan
secara tepat.
2. Menghemat biaya produksi atau kerusakan yang secara langsung
berhubungan dengan pelayanan dan perbaikan.
3. Memperpanjang waktu/masa pakai suatu mesin atau peralatan.
4. Mencegah adanya gangguan yang terjadi pada saat proses
pengoperasian.
5. Menjaga agar sistem selalu aman dan meminimalisir gangguan
keamanan.
6. Meningkatkan kapasitas, produktivitas, dan efisiensi dari sistem
yang ada.
3.2 Definisi AC (Air Conditioner)
AC (Air Conditioner) merupakan mesin pendingin ruangan. Mesin itu
bertujuan memberikan udara yang sejuk dan segar didalam ruangan untuk
14
memberikan rasa nyaman bagi para penghuninya terutama di wilayah yang panas
dan padat misalkan di perkotaan/perhotelan.
AC atau Air Conditioners, adalah suatu rangkaian mesin yang memiliki
fungsi sebagai pendingin udara yang berada di sekitar mesin pendingin tersebut.
(Ariffandi Saputra, 2012)
Pengkondisian udara (Air Conditioner), teknik pengkondisian udara untuk
mengatur suhu, sirkulasi, kelembaban dan kebersihan udara didalam ruangan.
Pengkondisian udara mempertahankan kondisi udara didalam sehingga penghuni
ruangan menjadi nyaman. (Putut, 2012 : 2 – 3).
3.2.1 Jenis – jenis AC (Air Conditioner)
Secara umum dalam penggunaannya ada 4 jenis AC yang sering
dipergunakan untuk pendingin ruangan, diantaranya :
1. AC Window
Jenis AC ini adalah jenis yang paling banyak digunakan karena
pertimbangan keterbatasan ruangan. Relatif murah untuk kapasitas
kecil, dan pemasangan yang mudah. Hanya saja menimbulkan sedikit
kebisingan karena letak kompresor AC berdekatan dengan ruangan.
Pada bagian kondensor dari AC tidak perlu diletakkan diluar ruangan,
karena pendingin ini cocok untuk ruangan yang kecil. Selain itu juga
semua komponen seperti filter udara, evaporator, blower, kompresor,
kondensor, refrigerant filter, expansion valve dan controll unit
terpasang pada satu tempat/satu base plate, yang kemudian
dimasukkan kedalam kotak plat sehingga menjadi satu unit.
2. AC Split
AC Split merupakan sistem untuk mengalirkan udara dingin
dibantu dengan sistem ducting, sehingga jangkauannya merata dan
lebih luas. Mesin tata udara ini terbagi menjadi dua unit/bagian. Bagian
luar ruangan (Outdoor Unit) yang berisi kondensor dan kompresor, dan
di dalam ruangan (Indoor Unit) berisi evaporator dan kipas udara.
Penggunaan sistem split bisanya unit kompresor diletakkan di atap
untuk mengurangi kebisingan didalam ruangan.
15
3. AC Sentral
Jenis AC ini sering digunakan di gedung-gedung yang memiliki
banyak ruangan seperti perhotelan dan mall. Udara dari ruangan
didinginkan pada cooling plant di luar ruangan dan kemudian udara
yang telah dingin dialirkan kembali kedalam ruangan tersebut. AC
sentral mempunyai dua unit terpisah. Bagian dalam (Indoor Unit)
adalah evaporator dan bagian luar (Outdoor Unit) adalah kompresor
dan kondensor.
Untuk sistem freon, unit AC sentral yang dikenal biasa disebut
dengan split duct. Prinsip kerjanya hampir sama dengan sistem AC
split biasa, akan tetapi lubang udaranya menggunakan sistem
ducting/pipa dan pada tiap-tiap keluaran udaranya menggunakan
diffuser. Untuk mengatur besar kecilnya udara yang keluar digunakan
damper. Prinsip kerja secara sederhana pada unit penanganan udara ini
adalah menyedot udara dari ruangan (return air) yang kemudian
dicampur dengan udara segar dari lingkungan (fresh air) dengan
komposisi yang bisa diubah-ubah sesuai keinginan.
4. Standing AC
Jenis AC ini biasa digunakan pada kegiatan-kegiatan situasional,
karena fungsinya yang mudah dipindahkan dan tempat posisi AC yang
berdiri.
3.2.2 Prinsip Kerja AC (Air Conditioner)
Bahan utama dari AC (Air Conditioner) adalah
pendingin/refrigeran (freon). AC adalah alat yang menghasilkan udara
dingin dengan cara menyerap udara panas di sekitar ruangan, dan proses
udara menjadi dingin adalah akibat dari adanya pemindahan panas. Pada AC
dibagi menjadi dua ruang, ruang dalam (Indoor Unit) dan ruang luar
(Outdoor Unit). Dibagian ruang dalam memiliki udara yang dingin karena
adanya proses pendinginan, sedangkan pada bagian luar digunakan untuk
melepaskan panas ke udara sekitar. Gambaran umum prinsip kerja AC
16
yaitu: penyerapan panas dilakukan oleh evaporator, pemompaan panas oleh
kompresor, dan pelepasan panas oleh kondensor.
Didalam mesin Air Conditioner (AC) bentuk refrigeran berubah
bentuk dari bentuk gas ke bentuk cair. Pada kompresor refrigeran masih
berupa uap, tekanan dan panasnya dinaikkan dengan cara dimampatkan oleh
piston dalam silinder kompresor. Kemudian uap panas tersebut didinginkan
pada saluran pipa kondensor agar menjadi cairan. Pada saluran pipa
kondensor diberi kipas untuk mempercepat proses pendinginan. Proses
pelepasan panas ini disebut teknik pengembunan. Selanjutnya cairan
refrigeran dimasukkan ke dalam evaprator dan dikurangi tekanannya
sehingga menguap dan menyerap panas udara sekitar. Didalam AC bagian
dalam ruangan, udara dingin disebarkan menggunakan kipas blower. Dalam
bentuk uap (gas) refrigeran dihisap lagi oleh kompresor. Demikian proses
tersebut berulang terus sampai gas habis terpakai dan harus diisi kembali.
3.2.3 Komponen Pada Sistem AC (Air Conditioner)
Adapun komponen – komponen penyusun yang terdapat pada
sistem AC adalah sebagai berikut :
1. Kompresor
Gambar 3.2 : Kompresor AC.
Sumber : [Link]/2013/05/ganti-kompresor-ac-
[Link]#[Link]=0.
17
Fungsi dari kompresor adalah untuk memompakan
refrigeran/freon yang masih dalam bentuk gas, agar tekanannya
meningkat sehingga secara otomatis akan menaikkan suhu dari
refrigeran. Dengan adanya kompresor refrigeran dapat dialirkan ke
seluruh sistem pendingin. Sistem kerjanya dengan mengubah tekanan,
dari sisi tekanan rendah refrigeran ke sisi bertekanan tinggi. Saat
beroperasi, refrigeran yang dihisap dari evaporaor dengan suhu dan
tekanan rendah dimampatkan/menekannya (mengkompres) sehingga
suhu dan tekanannya naik. Gas yang telah kompres kemudain ditekan
keluar dari kompresor lalu dialirkan ke kondensor, tinggi rendahnya
suhu dapat diukur dengan thermostat. Jenis kompresor yang biasa
digunakan adalah tipe hermetik. Kompresornya dapat menggunakan
jenis torak, rotari, dan sudu.
a. Kompresor torak (Reciprocating compressor)
Sistem kerja dari kompresor torak adalah pada saat langkah
hisap piston, gas refrigeran yang bertekanan rendah ditarik masuk
melalui katup hisap yang terletak pada piston atau di kepala
kompresor. Pada saat langkah buang, piston menekan refrigeran
kemudian mendorongnya keluar melalui katup buang yang
biasanya terletak pada kepala silinder.
b. Kompresor rotari
Rotor merupakan bagian yang berputar didalam stator.
Langkah hisap terjadi pada saat katup mulai terbuka kemudian
berakhir setelah katup tertutup. Saat katup tertutup dimulai langkah
tekan sampai katup pengeluran membuka, secara bersamaan pada
katup juga sudah terjadi langkah hisap, demikian seterusnya.
c. Kompresor sudu
Kompresor jenis ini paling banyak digunakan pada lemari
es, freezer, dan juga digunakan sebagai kompresor pembantu untuk
bagian tekanan rendah sistem kompresi bertingkat besar.
18
2. Evaporator
Gambar 3.3 : Evaporator AC.
Sumber : [Link]
[Link].
Evaporator merupakan alat penukar panas. Evaporaor berfungsi
untuk menyerap dan mengalirkan panas dari udara ke refrigeran
melalui sirip – sirip pendingin evaporator, sehingga udara disekitar
evaporator menjadi dingin. Udara panas disekitar ruanganan ber-AC
diserap oleh evaporator dan masuk melalui sirip – sirip, dan ketika
keluar dari sirip suhu udara menjadi rendah dari kondisi awal atau
menjadi dingin. Sirkulasi udara di ruangan indoor diatur oleh blower.
3. Kondensor
Gambar 3.4 : Kondensor AC.
Sumber : Dokumentasi Pribadi.
19
Fungsi dari kondensor adalah untuk mendinginkan atau
menyerap panas pada refrigeran yang telah dikompresikan oleh
kompresor dan mengubah refrigeran yang awalnya berbentuk gas
menjadi cair. Didepan kompresor dilengkapi dengan kipas yang
berfungsi untuk mempercepat proses pendinginan refrigeran. Selain itu
juga kondensor didesain berliku dan lengkapi dengan sirip – sirip. Oleh
karena itu pembersihan pada sirip – sirip kondensor sangat penting
agar perpindahan panas refrigeran tidak terganggu dan jika sirip – sirip
kondensor dibiarkan kotor maka akan mengakibatkan AC menjadi
kurang dingin.
4. Blower
Gambar 3.5 : Blower AC.
Sumber : [Link]
Blower berbentuk seperti tabung bersirip. Blower berfungsi
untuk mengalirkan/menghembuskan udara dingin yang ada disekitar
evaporator menuju ke ruangan.
5. Dryer/recevier
Gambar 3.6 : Dryer/recevier AC.
Sumber : [Link]
[Link].
20
Fungsi dari dryer/receiver adalah untuk menampung aliran
refrigeran dan juga berfungsi sebagai filter untuk menyaring uap dan
kotoran yang masuk ke dalam siklus sistem AC.
Dryer/recevier berfungsi menampung refrigeran cair untuk
sementara, yang selanjutnya mengalirkannya ke evaporator melalui
expansion valve (Triyono, 2010:7).
6. Expansion valve
Gambar 3.7 : Expansion valve AC.
Sumber : [Link]
[Link].
Fungsi dari expansion valve adalah untuk
mengabutkan/mengembunkan refrigeran kedalam evaporator agar
refrigeran yang awalnya cair dapat diubah menjadi gas. Jika refrigeran
tidak mengalami pengabutan pada expansion valve sebelum masuk ke
evaporaor, maka evaporator akan sulit untuk mendinginkan udara yang
ada disekitarnya.
21
7. Kipas Propeller
Gambar 3.8 : Kipas Propeller AC.
Sumber : [Link]/p/[Link].
Pada sistem AC ada dua jenis kipas yaitu kipas sentrifugal
(blower) dan kipas propeller. Fungsi dari kipas adalah untuk
mengalirkan udara dalam sistem. Kipas sentrifugal (blower) berada
didalam ruangan dan berfungsi untuk meniupkan udara dingin. Kipas
propeller berada diluar ruangan yang berfungsi untuk membuang udara
panas.
8. Refrigeran
Gambar 3.9 : Pendingin (Refrigerant/freon).
Sumber : Dokumentasi Pribadi.
22
Refrigeran atau biasanya disebut freon merupakan bahan
pendingin yang bisa berubah wujud dari gas menjadi cair ataupun
sebaliknya. Fungsi dari refrigeran adalah untuk menyerap panas dari
benda atau udara yang didinginkan dan membawanya kemudian
membuangnya ke udara sekeliling diluar benda atau ruangan yang
diinginkan. Terdapat berbagai macam refrigeran antara lain R11, R12,
R13, R21, R22, R113, R114, R407, R410, dan lain – lain tergantung
kebutuhan. Untuk memilih atau mengganti tipe refrigeran maka juga
harus mengganti beberapa komponen, sebab beberapa komponen juga
harus diganti karena berpengaruh pada kinerja sistem pendingin secara
keseluruhan.
Menurut Ari Darmawan (2006:7-8). Jenis – jenis refrigeran
antara lain CFC (chloro fluoro carbon), HCFC (hydro chloro fluoro
carbon), dan HFC (hydro fluoro carbon).
CFC adalah singkatan dari chloro fluoro carbon. Refrigeran ini
terdiri dari unsur chlor (Cl), fluor (F) dan karbon (C). Contoh dari
refrigeran ini adalah R11 (CFC-11), R12(CFC-12). Karena tidak
mengandung hidrogen, CFC adalah senyawa yang sangat stabil dan
tidak mudah bereaksi dengan zat lain meskipun terlepas ke atmosfer.
Karena mengandung chlor, CFC merusak lapisan ozon di atmosfer.
CFC mempunyai nilai potensi merusak ozon (Ozone Depletion
Potential = ODP) yang tinggi yaitu ODP = 1. Lapisan ozon merupakan
lapisan yang melindungi makhluk hidup dari pancaran sinar ultraviolet,
maka itu perlu dijaga.
HCFC merupakan singkatan dari hydro chloro fluoro carbon.
Meskipun masih mengandung chlor (Cl) yang merusak ozon, tetapi zat
ini sudah mengandung hidrogen (H), sehingga membuat zat ini kurang
stabil jika berada di atmosfer. Refrigeran ini sebagian besar akan
teruarai pada lapisan atmosfer bawah dan hanya sedikit yang mencapai
lapisan ozon. Karena itu HCFC mempunyai ODP yang rendah yaitu
0,056, sebagai contoh adalah R22 (HCFC-22).
23
Dan refrigeran HFC (hydro fluoro carbon), tidak mengandung
unsur chlor (Cl), maka tidak akan merusak lapisan ozon dengan nilai
ODP = 0. Refrigeran jenis ini adalah R-134a (HFC-134a), R-152a
(HFC-152a) dan R-123 (HFC-123).
Menurut Triyono (2010:28). Syarat untuk memilih refrigeran
yang ideal harus memiliki sifat sebagai berikut :
a. Titik didihnya rendah.
b. Penguapan panasnya tinggi.
c. Dalam bentuk cair kekntalannya rendah.
d. Kepadatan dalam bentuk gas tinggi.
e. Tidak berbau.
f. Tidak beracun.
g. Tidak mudah terbakar.
h. Tidak menimbulkan korosi.
i. Nilai konduktifitas termalnya tinggi.
j. Susunan kimianya stabil, tidak mudah terurai saat
mendapatkan tekanan, terurai maupun saat penguapan.
9. Manifold Gauge dua laluan
Gambar 3.10 : Manifold Gauge.
Sumber : Dokumentasi Pribadi.
24
Merupakan alat yang berfungsi untuk mengisi atau
mengosongkan refrigeran. Selain itu manifold gauge juga berfungsi
untuk mendeteksi kerusakan – kerusakan yang terjadi paada sistem
AC. Pada pemeriksaan refrigeran menggunakan manifold gauge untuk
melihat kondisi dan jumlah refrigeran. Yang dapat dilihat dari
manifold gauge adalah tekanan evaporator atau tekanan isap (suction)
kompresor, dan tekanan kompresor atau tekanan keluaran (discharge)
kompresor.
Dengan demikian manifold gauge memiliki dua sisi yaitu
tekanan rendah (katup berwarna biru) dan tekanan tinggi (katup
berwarna merah). Masing – masing dihubungkan dengan sisi isap dan
keluaran dari kompresor melalui selang penghubung (hose), pada tiap
sisi dipasang pengukur tekanan (pressure gauge).
Pada saat pengosongan refrigeran dari sistem dan proses
vakum kedua katup terbuka, sehingga refrigeran dari sisi isap akan
mengalir melalui selang penghubung berwarna biru dan refrigeran dari
sisi keluaran kompresor akan melalui selang penghubung berwarna
merah memasuki manifold gauge dan keluar menuju tangki
penampung, mesin recovery, atau pompa vakum melalui selang
penghubung warna kuning. Pengosaongan bisa juga dilakukan pada
satu sisi dengan cara membuka katup pada satu sisi saja. Pengisian
dilakukan dengan cara yang sama yaitu dengan membuka katup salah
satu sisi. Sedangkan selang yang tadinya ke pompa vakum
dihubungkan ke tabung refrigeran pengisi. (Ari Darmawan, 2006 : 42).
25
10. Saringan (Filter)
Gambar 3.11 : Saringan/filter pada evaporator AC.
Sumber : Dokumentasi Pribadi.
Filter atau saringan merupakan alat penyaring udara dari
kotoran, debu dan partikel – partikel yang masuk di evaporator
sehingga mampu menghasilkan udara yang bersih.
11. Strainer/filter
Gambar 3.12 : Strainer AC.
Sumber : Dokumentasi Pribadi.
Stariner atau saringan/filter refrigeran didalam sistem AC.
Berfungsi untuk menyaring kotoran yang terbawa oleh refrigeran, jika
ada kotoran yang lolos dari saringan atau strainer rusak akan dapat
menyebabkan penyumbatan pada pipa kapiler dan akibatnya sirkulasi
26
refrigeran menjadi terganggu sehingga suhu AC yang
dihasilakan menjadi tidak dingin.
12. Pipa Kapiler
Gambar 3.13 : Pipa Kapiler AC.
Sumber : [Link]
Pipa kapiler merupakan salah satu alat ekspansi. Alat ini
mempunyai dua kegunaan yaitu untuk menurunkan tekanan refrigeran
cair dan untuk mengatur aliran refrigeran ke evaporator. Digunakan
untuk menurunkan tekanan refrigeran agar dapat menguap di
evaporator pada temperatur yang rendah. Tekanan refrigeran dapat
diturunkan sebagai akibat adanya gesekan pada pipa kapiler yang
panjang dan berdiameter kecil. Ukuran pipa kapiler biasanya
dinyatakan dengan angka 10, 20, dan seterusnya hingga 90. Angka
tersebut menunjukkan diameter pipa tersebut, grade 10 menunjukkan
diameter pipa 0,010 inci.
Fungsi utama pipa kapiler ini sangat vital karena
menghubungkan dua bagian tekanan yang berbeda, yaitu tekanan
tinggi dan tekanan rendah. Akibat dari penurunan tekanan refrigeran
menyebabkan penurunan suhu, pada bagian inilah refrigeran mencapai
suhu terendah/terdingin. Ketika mengganti atau memasang pipa kapiler
27
baru, sebisa mungkin tidak bengkok karena bisa menyebabkan
penyumbatan. (Arta Sitepu, 2014).
3.3 Jenis Kerusakan Pada AC (Air Conditioner)
Kerusakan pada AC adalah salah satu penyebab karena kurangnya
perawatan yang dilakukan. AC merupakan peralatan elektronik yang rentan rusak,
hal itu karena AC merupakan benda yang memiliki kompenen yang didalamnya
saling berhubungan satu sama lain, maka dari itu harus adanya pengecekan secara
rutin pada AC. Jika salah satu komponennya mengalami kerusakan akan sangat
mempengaruhi komponen yang lain dan akan menimbulkan masalah pada
keluarnya udara pada AC. Beberapa kerusakan yang umumnya sering terjadi
adalah :
3.3.1 AC Tidak Dingin
AC yang tidak dingin dapat disebabkan oleh beberapa faktor dan
kemungkinan kerusakan yang terjadi. Berikut penyebab AC yang tidak
dingin :
1. AC Dalam Keadaan Kotor dan Suara Berisik
Pada komponen AC yang sering kotor adalah pada saringan
(filter) di evaporator dan kondensor yang merupakan saluran tempat
masuk keluarnya udara, kipas atau blower yang berfungsi yang
berfungsi mendorong udara dingin keluar didalam ruangan, jika bagian
saringan udara terlalu banyak tertutupi debu maka akan membuat kipas
atau blower bekerja tidak maksimal dalam menyalurkan udara yang
keluar serta menimbulkan suara yang berisik serta mengganggu.
2. Kurang Refrigeran/freon
Kekurangan refrigeran tentu saja membuat udara yang keluar
dari sistem pendingin tidak terlalu dingin karena refrigeran utamanya
adalah pendingin. Pemeriksaan dapat menggunakan manifold gauge,
jika menggunakan atau menunjukan pengukur tekanan rendah: 0,8
kg/cm2 dan pengukuran tekanan tinggi: 8,0 kg/cm2.
3. Kerusakan pada thermostat
28
Thermostat adalah alat yang digunakan untuk mendeteksi
temperatur ruangan saat beroperasi agar tetap pada kondisi temperatur
yang diinginkan. Jika thermostat rusak maka membuat AC tidak dapat
mengatur suhu ruangan secara otomatis, akibatnya bisa terlalu dingin
atau tidak dingin.
4. Kebocoran pada pipa freon/refrigeran
Pipa refrigeran yang bocor akan mengakibatkan aliran menjadi
tidak sempurna sehingga berpengaruh dengan suhu udara dingin yang
akan dihasilkan.
3.3.2 AC Mengalami Kebocoran/Tetesan Air
Pipa yang terdapat di AC mempunyai kapasitas penampungan air
yang terbatas, dan jika tidak dibersihkan secara rutin akan membuat aliran
air menjadi tidak sempurna dan mengakibatkan kebocoran. Kebocoran AC
juga bisa diakibatkan penyumbatan akibat kotoran yang menumpuk.
3.4 Perawatan dan Perbaikan AC (Air Conditioner)
Apabila jika AC ingin bekerja secara optimal dan agar sistem AC selalu
awet dan tidak mudah rusak maka diperlukannya perawatan secara berkala dan
servis pada komponen – komponen AC. Perawatan/pembersihan mencakup
komponen unit bagian dalam (indoor), misalnya filter dan evaporator AC dan
bagian luar (outdoor), kondensor, kipas propeller. Secara umum ada dua macam
pemeliharaan AC, untuk pembersihan unit indoor bisa dilakukan 2 minggu sekali
(servis kecil) dan untuk outdoor cukup 3 bulan (servis besar). Komponen –
komponen AC yang harus mendapatkan perawatan/pemeliharaan dan servis
diantaranya adalah :
3.4.1 Perawatan Kecil (Servis Mingguan)
Pada perawatan kecil dilakukan setiap 2 minggu sekali. Pekerjaan
yang dilakukan meliputi :
1. Membersihkan filter indoor.
29
Membersihkan filter indoor bisa dilakukan dengan melepas
filter pada evaporator kemudian mencucinya sampai bersih, kemudian
dikeringkan, dan setelah itu dipasang kembali.
2. Membersihkan blower. Bersihkanlah blower hingga bersih sampai
debu dan kotoran pada blower hilang.
3. Membersihkan evaporator.
Bersihkanlah evaporaor hingga benar – benar bersih dengan
disemprot menggunakan air. Penyemprotan dengan arah vertikal dan
horizontal dan dilakukan secara berulang – ulang hingga terlihat bersih,
apabila ada sirip – sirip evaporaor yang bengkok maka luruskan.
3.4.2 Perawatan Besar (Servis Bulanan)
Untuk perawatan besar dilakukan setiap 1 bulan sekali. Pekerjaan
yang dilakukan meliputi :
1. Membersihkan unit outdoor : kondensor, kipas propeller.
Pembersihan ini dilakukan agar sirkulasi udara berjalan dengan
lancar. Pembersihan dilakukan dengan cara disemprot menggunakan
air bersih. Penyemprotan dilakukan secara horizontal dan vertikal dan
dilakukan secara berulang – ulang pada kondensor AC sampai benar –
benar bersih, dan apabila pada sirip – sirip kondensor ada yang
bengkok maka dibetulkan atau diluruskan. Pembersihan pada kipas
cukup disemprot sampai bersih.
2. Memberi minyak pelumas pada kompresor.
Pemberian minyak pelumas pada kompresor berguna untuk
melumasi bagian – bagian kompresor agar tidak cepat aus karena
gesekan dan juga merdam panas pada bagian kompresor. Pada oli
sebagian kecil bercampur dengan refrigerant yang kemudian ikut
bersikulasi melewati kondensor dan evaporator. Dan sebab itu oli harus
memiliki persyaratan khusus yaitu :
a. Bersifat melumasi.
b. Tahan terhadap temperatur yang tinggi dan memiliki titik
beku yang rendah.
30
c. Memiliki struktur kimia yang stabil, tidak bereaksi dengan
refrigerant dan tidak berkorosi.
d. Tidak merusak tembaga pada suhu 121°C. Tidak
mengandung air dan kotoran.
e. Dan tidak menghantarkan arus listrik.
3. Pemeriksaan refrigerant/freon.
Pemeriksaan freon/refrigerant dilakukan untuk mengetahui
apakah isi refrigerant masih terisi atau berkurang. Manifold gauge
digunakan untuk pemeriksaan/mengukur tekanan refrigerant baik pada
saat pengisian maupun pada saat beroperasi.
4. Pemeriksaan sistem/pipa refrigerant
Pemeriksaan pipa refrigerant untuk mendeteksi apakah ada
terjadi kebocoran pada pipa saat sesudah atau sebelum pengisian
refrigerant. Saat sebelum diisi refrigerant, sistem yang akan diisi bisa
digantikan dengan gas nitrogen sebagai pendeteksi kebocoran.
Digunakannya gas nitrogen adalah karena gas ini bersifat inert dan
tidak mudah terbakar. Kemudian bagain yang dicurigai bocor bisa
dideteksi dengan diolesi busa sabun. Jika ada kebocoran maka busa
sabun akan menggelembung. Setelah selesai gas nitrogen kemudian
dikeluarkan dan sistem di vakum sebelum diisi refrigerant. Busa sabun
juga bisa untuk pemeriksaan kebocoran pada sistem yang sudah berisi
refrigerant.