Metode Penelitian Deskriptif dan Verifikatif
Metode Penelitian Deskriptif dan Verifikatif
METODE PENELITIAN
36
37
pedoman dalam melakukan proses penelitian. Desain penelitian akan berguna bagi
semua pihak yang terlibat dalam proses penelitian, karena langkah dalam melakukan
teori.
yang digunakan.
pengumpulan data.
verifikatif).
38
dalam penelitian.
Tabel 3.1
Desain Penelitian
Tabel 3.2
Operasional Variabel
No. Variabel Konsep Variabel Indikator
1 Strategi Bauran komunikasi pemasaran 1. Periklanan
Komunikasi adalah sarana dimana perusahaan 2. Personal Selling
Pemasaran menginfomrasikan, membujuk, 3. Publisitas
(X) dan mengingatkan konsumen 4. Promosi Penjualan
secara langsung maupun tidak 5. Direct Marketing
langsung tentang produk dan
merek yang dijual Kotler dan
Keller (2016)
2 Minat Minat Menggunakan adalah 1. Ketertarikan pada obyek
Menggunakan kencenderungan dan kegairahan minat
Konsumen (Y) yang tinggi atau keinginan yang 2. Perasaan senang
besar terhadap sesuatu 3. Kecenderungan untuk
(Muhibbin (2010) menggunakan
Sumber: Peneliti (2019)
2
Z
n= 2
4( Moe)
Keterangan :
n = Ukuran sampel
Z = 1,96 score pada tingkat signifikansi tertentu (derajat keyakinan ditentukan 95%)
2
(1 , 96)
n=
4(10 %)2
survei, yaitu dengan cara mengumpulkan data pokok (data primer) dari suatu sampel
dengan menggunakan instrumen kuesioner dengan cara memberikan daftar
pertanyaan tertulis kepada responden.
Data dalam penelitian ini harus diuji secara verifikasi oleh sebab itu jawaban
deskriptif yang didapat oleh responden perlu diverifikasi terlebih dahulu dengan
menggunakan skala likert. Skala likert adalah salah satu cara untuk menentukan skor
dengan memberikan pertanyaan kepada responden dan memilih salah satu jawaban
yang ada. Pengujian variabel-variabel yang diteliti, pada setiap jawaban akan
diberikan skor (Uma Sekaran, 2006).
Yang dijadikan sebagai responden dalam penelitian ini adalah 100 Konsumen
IndiHome yang ada di Kawasan Dago Bandung. Untuk melengkapi fenomena yang
terjadi serta permasalahan perusahaan diperlukan pula teknik wawancara atau
interview dengan Konsumen IndiHome serta diperlukan juga data sekunder yang
diperlukan yang diperoleh melalui penelitian kepustakaan (library research) yang
dianggap menunjang pembahasan dan analisis penelitian lapangan.
III.6 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen
III.6.1 Uji Validitas
Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat mengukur apa
yang ingin diukur, sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi validias suatu alat
pengukur, maka alat pengukur tersebut semakin mengenai sasarannya, atau semakin
menunjukkan apa yang seharusnya diukur. Menurut Sugiyono (2011) instrumen yang
valid merupakan instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur apa yang
seharusnya diukur”. Sebelum kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data,
terlebih dahulu diuji validitasnya terhadap responden.
Sebelum kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data, terlebih dahulu
diuji validitasnya terhadap responden dengan menggunakan rumus teknik korelasi
Product Moment sebagai berikut:
44
N ( ∑ XY )−( ∑ X ∑ Y )
r=
√ N (∑ X −(∑ x ) )¿ ¿ ¿
2 2
Keterangan:
r = koefisien validitas item yang dicari
X = skor yang diperoleh dari subjek tiap item
Y = skor yang diperoleh dari subjek seluruh item
∑X = jumlah skor dalam distribusi X
r j=
2 rb
1+ r b
Keterangan:
rj = reliabilitas internal seluruh instrumen
rb = korelasi product moment antara belahan ganjil dan genap
45
ini seluruh variabel dimulai dengan menggunakan skala ordinal. Pada kuesioner
setiap item ditentukan peringkat dengan lima alternatif jawaban. Dari setiap pilihan
jawaban responden merupakan nilai skor jawaban, sehingga variabel diperoleh dari
berikut:
a. Dari data yang berkala ordinal, lalu dikelompokan jawaban pada masing-
masing item
b. Untuk setiap item hitung frekuensi jawaban (f), berapa jumlah responden,
responden
kumulatif tiap kategori, kemudian hitung dengan nilai skala (scale value)
h. Mengubah scale value (NK) terkecil menjadi sama dengan 1 (satu) dan
Tabel 3.3
Skor Kuesioner
Penilaian
Alternatif Jawaban
Positif Negatif
Sangat Setuju (SS) 5 1
Setuju (S) 4 2
Ragu-ragu (RR) 3 3
Tidak Setuju (TS) 2 4
Sangat Tidak Setuju (STS) 1 5
Sumber: Sugiyono (2015)
Melalui perhitungan tersebut, diketahui tingkat jawaban responden pada setiap
pertanyaan dengan tafsiran daerah sebagai berikut:
Rancangan hipotesis pada analisis statistic deskriptif pada penelitian ini adalah
H0: Tidak ada pengaruh antara Strategi Promosi terhadap Minat Menggunakan
Ha1: Ada pengaruh antara Strategi Promosi terhadap Minat Menggunakan Konsumen
1. Uji Normalitas
regresi yang baik adalah model regresi yang memiliki distribusi normal atau
Significance), yaitu:
Jika probabilitas > 0,05 maka distribusi dari populasi adalah normal.
Jika probabilitas < 0,05 maka populasi tidak berdistribusi secara normal
Selain itu uji normalitas digunakan untuk mengetahui bahwa data yang diambil
berasal dari populasi berdistribusi normal. Uji yang digunakan untuk menguji
hipotesis nol bahwa sampel tersebut berasal dari populasi berdistribusi normal
2. Uji Heteroskedastisitas
ketidaksamaan variance dari residual atau satu pengamatan ke pengamatan yang lain.
49
Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut
heterokedastisitas dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik. Apabila
terlihat titik-titik yang menyebar secara acak, tidak membentu suatu pola tertentu
menjadi tidak efisien dan hasil taksiran dapat menjadi kurang atau melebihi dari yang
bebas terhadap nilai absolut dari residual. Jika nilai koefisien korelasi dari masing-
masing variabel bebas terhadap nilai absolut dari residual (error) ada yang signifikan,
homogen).
3. Uji Linearitas
Asumsi linearitas merupakan salah satu asumsi dari analisis regresi, maksud
dari linearitas adalah apakah garis regresi antara X dan Y membentuk garis linear
atau tidak. Kalau tidak linear maka analisis regresi tidak dapat dilanjutkan (Sugiyono,
2007: 265). Uji linearitas digunakan untuk mengambil keputusan dalam memilih
jenis persamaan estimasi yang akan digunakan, apakah persamaan logaritma, kubik,
SPSS dengan melihat nilai F hitung dan nilai signifikansi pada tabel ANOVA. Model
regresi dalam bentuk fungsi linear jika F hitung lebih kecil dari F tabel, sebaliknya
dalam bentuk fungsi tidak linear jika F hitung lebih besar dari F tabel. Selain itu, uji
linearitas juga dapat diketahui dengan nilai signifikansinya. Kriteria yang dapat
digunakan yaitu dikatakan linear apabila signifikansinya lebih besar dari taraf
Ketentuan untuk melihat tingkat keeratan korelasi digunakan acuan pada tabel
3.4 berikut:
51
Tabel 3.4
Tingkat Keeratan Korelasi
Interval Hubungan
0 – 0,20 Sangat rendah
0,21 – 0,40 Rendah
0,41 – 0,60 Sedang
0,61 – 0,80 Kuat
0,81 – 1 Sangat Kuat
Sumber: Ghozali (2011)
D. Analisis Regresi Sederhana
Analisis regresi digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh kompetensi
sumber daya manusia, pendidikan, dan pengalaman terhadap kualitas laporan
keuangan pemerintah daerah. Menurut Sekaran (2006) analisis regresi berganda
adalah teknik statistik untuk mengukur varians dalam variabel terikat dengan regresi
variabel bebas terhadapnya.
Metode regresi berganda dipandang mampu menghubungkan satu variabel
dependen dengan variabel independen dalam suatu metode prediktif tunggal. Berikut
ini persamaan yang digunakan dalam penelitian:
Y= α + βX +e
Keterangan:
Y : Minat Menggunakan Konsumen
α : Nilai Y pada perpotongan garis linear dengan sumbu vertikal Y
β : Koefisien Regresi Strategi Promosi
X : Strategi Promosi
℮ : Error term, yaitu tingkat kesalahan penduga dalam penelitian
III.8.2 Hipotesis Pengujian (Hipotesis Statistik)
Rancangan hipotesis pengujian pada penelitian ini untuk menguji ada tidaknya
pengaruh diantara variabel - variabel yang diajukan dimana Strategi Promosi variabel
52
rs=
∑ X 2 +∑ Y 2−∑ di2
2 √ ¿¿ ¿
Untuk mencari ∑ X 2 dan ∑ Y 2 digunakan rumus:
3
−n
∑ X = n 12
2
−∑ Tx
3
−n
∑ Y 2= n 12 −∑ Ty
Keterangan:
rs = koefisien korelasi rank spearman
53
2
di = jumlah kuadrat dari selisih ranking antara dua variabel
n = banyaknya sampel atau responden
∑ X2 = jumlah kuadrat variabel X
hubungan tersebut nyata. Sedangkan bila nilai p-value lebih besar dari α (0,2), maka
terima H0 tolak Hα, hubungan tersebut tidak nyata
55
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Survey
tempat
penelitian
2 Melakukan
penelitian
3 Mencari
data
4 Membuat
proposal
5 Seminar
6 Revisi
7 Penelitian
lapangan
8 Bimbingan
9 Sidang
Sumber: Peneliti (2019)