0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan20 halaman

Metode Penelitian Deskriptif dan Verifikatif

Diunggah oleh

Jodie Kaulika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan20 halaman

Metode Penelitian Deskriptif dan Verifikatif

Diunggah oleh

Jodie Kaulika
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

METODE PENELITIAN

III.1 Metode Penelitian


Pengertian metode penelitian menurut Sugiyono (2011), adalah sebuah cara
ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan,
dibuktikan dan dikembangkan suatu pengetahuan sehingga pada gilirannya dapat
digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisifikasi masalah.
Metode penelitian yang digunakan penulis dalam dalam menyusun penelitian
ini adalah metode deskriptif dan verifikatif dengan pendekatan survey atau kuesioner
sebagai sumber data. Dengan menggunakan metode penelitian akan diketahui
hubungan yang signifikan antara variabel yang diteliti sehingga menghasilkan
kesimpulan yang akan memperjelas gambaran mengenai objek yang diteliti.
Pengertian metode deskriptif menurut Sugiyono (2011), adalah penelitian
yang dilakukan untuk mengetahui keberadaan variable mandiri, baik hanya pada satu
variable atau lebih (variable yang berdiri sendiri) tanpa membuat perbandingan dan
mencari hubungan variable itu dengan variable yang lain.
Pengertian metode verifikatif menurut Umi Narimawati (2010) yaitu
memeriksa benar tidaknya apabila dijelaskan untuk menguji suatu cara dengan atau
tanpa perbaikan yang telah dilaksanakan di tempat lain dengan mengatasi masalah
yang serupa dengan kehidupan.
Analisis verifikatif yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan regresi
sederhana (linear regression) namun sebelum melakukan analisis regresi, perlu
dilakukan pengujian asumsi klasik terlebih dahulu.
III.2 Desain Penelitian
Desain Penelitian menurut Moh. Nazir dalam Narimawati, Sri Dewi

Anggadini dan Linna Ismawati (2010:30) adalah:

36
37

“Desain Penelitian adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan

dan pelaksanaan penelitian.”

Desain penelitian merupakan rancangan penelitian yang digunakan sebagai

pedoman dalam melakukan proses penelitian. Desain penelitian akan berguna bagi

semua pihak yang terlibat dalam proses penelitian, karena langkah dalam melakukan

penelitian mengacu kepada desain penelitian yang telah dibuat.

Langkah-langkah desain penelitian menurut Narimawati (2010) adalah:

1. Menetapkan permasalahan sebagai indikasi dari fenomena penelitian,

selanjutnya menetapkan judul penelitian.

2. Mengidentifikasi permasalahan yang terjadi.

3. Menetapkan rumusan masalah.

4. Menetapkan tujuan penelitian

5. Menetapkan hipotesis penelitian, berdasarkan fenomena dan dukungan

teori.

6. Menetapkan konsep variabel sekaligus pengukuran variabel penelitian

yang digunakan.

7. Menetapkan sumber data, teknik penentuan sampel dan teknik

pengumpulan data.

8. Melakukan analisis data. Analisis data dilakukan dengan menggunakan

analisis kualitatif (metode deskriptif) dan analisis kuantitatif (metode

verifikatif).
38

9. Menyusun pelaporan hasil penelitian melalui data informasi yang

diperoleh dari perusahaan kemudian data menyimpulkan penelitian,

sehingga akan diperoleh penjelasan dan jawaban atas identifikasi masalah

dalam penelitian.

Tabel 3.1

Desain Penelitian

Tujuan Desain Penelitian


Penelitian Jenis Metode yang Unit Analisis Time
Penelitian digunakan Horizon
T–1 Descriptive Descriptive Konsumen Cross
dan survey IndiHome Sectional
T–1 Descriptive Descriptive Konsumen Cross
dan survey IndiHome Sectional
T–3 Verifikatif Descriptive Konsumen Cross
dan survey IndiHome Sectional
Sumber: Peneliti (2019)

Desain penelitian ini menggunakan pendekatan paradigma hubungan antara

masing-masing variabel bebas yang mempunyai hubungan dengan satu variabel

tergantung. Desain penelitian tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

Strategi Komunikasi Minat Menggunakan


Pemasaran Konsumen

Sumber: Hasil olah Peneliti (2019)

Gambar 3.1 Desain Penelitian

III.3 Operasionalisasi Variabel


Sebelum mengadakan penilaian dalam penelitian, penulis harus menentukan
operasi variabel. Hal ini dimaksudkan agar dapat mempermudah dalam melakukan
39

penelitian. Menurut Sugiyono (2010) menyatakan bahwa variabel penelitian adalah


suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai
variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan.
Operasional variabel diperlukan untuk menentukan jenis indikator serta skala
dari variabel-variabel yang terkait dalam penelitian, sehingga pengujian hipotesis
dengan alat bantu statistik dapat dilakukan secara benar sesuai dengan judul
penelitian. Berdasarkan judul yang dikemukakan diatas, maka variable-variabel yang
diteliti dapat dibedakan menjadi dua yaitu; variabel independent dan variabel
dependen

III.3.1 Variabel Bebas (Independent)


Menurut Sugiyono (2013) menyatakan bahwa definisi variabel bebas dalam
penelitian adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab
perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).
Pada judul penelitian ini dapat ditentukan bahwa Strategi Komunikasi
Pemasaran merupakan variabel bebas atau independen dalam objek penelitiannya.

III.3.2 Variabel Terikat (Dependent)


Definisi dari variabel terikat menurut Sugiyono (2013) menyatakan bahwa
variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat
karena adanya variabel bebas. Maka, variabel terikat dalam penelitian ini adalah
Minat Menggunakan Konsumen.
Opersional variabel diperlukan untuk menetukan jenis, indikator, serta skala
dari variabel-variabel yang terkait dalam penelitian. Berikut disajikan rincian
operasional variable pada tabel 3.2 berikut;
40

Tabel 3.2
Operasional Variabel
No. Variabel Konsep Variabel Indikator
1 Strategi Bauran komunikasi pemasaran 1. Periklanan
Komunikasi adalah sarana dimana perusahaan 2. Personal Selling
Pemasaran menginfomrasikan, membujuk, 3. Publisitas
(X) dan mengingatkan konsumen 4. Promosi Penjualan
secara langsung maupun tidak 5. Direct Marketing
langsung tentang produk dan
merek yang dijual Kotler dan
Keller (2016)
2 Minat Minat Menggunakan adalah 1. Ketertarikan pada obyek
Menggunakan kencenderungan dan kegairahan minat
Konsumen (Y) yang tinggi atau keinginan yang 2. Perasaan senang
besar terhadap sesuatu 3. Kecenderungan untuk
(Muhibbin (2010) menggunakan
Sumber: Peneliti (2019)

III.4 Sumber Data dan Teknik Penentuan Data

III.4.1 Sumber Data


Sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini akan diperoleh melalui
penelitian lapangan (field research). Melalui penelitian lapangan ini, diharapkan
dapat diolah dapat primer. Berikut penjelasan dari data primer dan sekunder;

III.4.1.1 Data Primer


Sumber data primer merupakan sumber data dimana data tersebut diperoleh
secara langsung dari subjek yang berhubungan dengan objek penelitian. Dalam
penelitian ini, data primer diperoleh melalui wawancara dan kuesioner yang dijawab
oleh Konsumen IndiHome di Dago Bandung

III.4.1.2 Data Sekunder


Data sekunder merupakan sumber data penelitian dimana subjeknya tidak
berhubungan langsung dengan objek penelitian, tetapi sifatnya membantu. Sumber ini
41

diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat dan dapat


dipertanggungjawabkan kebenarannya untuk digunakan sebagai bahan penelitian.
Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari buku-buku, literatur,
dan jurnal.
III.4.1.3 Jenis Data
Metode pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai teknik, sumber
dan cara. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan
kuantitatif, berikut penjelasannya;
A. Data Kualitatif
Data kualitatif yaitu data yang disajikan dalam bentuk kata verbal bukan
dalam bentuk angka. (Noeng Muhadjir, 1996 dalam Kaulika 2016). Yang termasuk
data kualitatif dalam penelitian ini yaitu gambaran umum objek penelitian, meliputi:
Nama objek penelitian, permasalahan objek penelitian, bidang usaha objek penelitian,
dan jenis produk objek penelitian.
B. Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah jenis data yang dapat diukur atau dihitung secara
langsung, yang berupa informasi atau penjelasan yang dinyatakan dengan bilangan
atau berbentuk angka. (Sugiyono, 2013). Dalam hal ini data kuantitatif yang
diperlukan adalah: Jumlah Karyawan, populasi dan sampel, dan hasil angket.
III.4.2 Teknik Penentuan Data
Menurut Sugiyono (2016) pengertian populasi adalah wilayah generalisasi
yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu
yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen indihome yang berada di
daerah Dago Bandung, sehingga populasi tidak diketahui besarnya.
Teknik Penentuan Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Sampling Purposive dengan pendekatan rumus Rao Purba. Sampling Purposive
menurut Sugiyono (2004), adalah:
42

“Sampling Purposive” adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan


tertentu. Misalnya akan melakukan penelitian tentang Minat Menggunakan
Konsumen, maka sampel sumber datanya adalah orang – orang yang dilayani oleh
yang ahli dalam pelayanan.”
Ukuran populasi dalam penelitian sangat banyak dan tidak dapat diketahui
dengan pasti, maka besar sampel yang digunakan menurut Rao Purba dalam (Kharis,
2011:50) menggunakan rumus sebagai berikut:

2
Z
n= 2
4( Moe)

Keterangan :

n = Ukuran sampel

Z = 1,96 score pada tingkat signifikansi tertentu (derajat keyakinan ditentukan 95%)

Moe = Margin of error, tingkat kesalahan maksimum adalah 10%

Dengan menggunakan rumus diatas, maka diperoleh perhitungan sebagai


berikut:

2
(1 , 96)
n=
4(10 %)2

n = 96,04 atau dibulatkan menjadi 96


Maka sampel penelitian ini adalah 100 Konsumen IndiHome yang ada di
Kawasan Dago Bandung

III.5 Teknik Pengumpulan Data


Pendekatan survey menurut F.C., Dane (2000) dalam Mamang dan Sopiah
(2010) adalah penelitian yang mengumpulkan data pada saat tertentu. Pendekatan
43

survei, yaitu dengan cara mengumpulkan data pokok (data primer) dari suatu sampel
dengan menggunakan instrumen kuesioner dengan cara memberikan daftar
pertanyaan tertulis kepada responden.
Data dalam penelitian ini harus diuji secara verifikasi oleh sebab itu jawaban
deskriptif yang didapat oleh responden perlu diverifikasi terlebih dahulu dengan
menggunakan skala likert. Skala likert adalah salah satu cara untuk menentukan skor
dengan memberikan pertanyaan kepada responden dan memilih salah satu jawaban
yang ada. Pengujian variabel-variabel yang diteliti, pada setiap jawaban akan
diberikan skor (Uma Sekaran, 2006).
Yang dijadikan sebagai responden dalam penelitian ini adalah 100 Konsumen
IndiHome yang ada di Kawasan Dago Bandung. Untuk melengkapi fenomena yang
terjadi serta permasalahan perusahaan diperlukan pula teknik wawancara atau
interview dengan Konsumen IndiHome serta diperlukan juga data sekunder yang
diperlukan yang diperoleh melalui penelitian kepustakaan (library research) yang
dianggap menunjang pembahasan dan analisis penelitian lapangan.
III.6 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen
III.6.1 Uji Validitas
Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat mengukur apa
yang ingin diukur, sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi validias suatu alat
pengukur, maka alat pengukur tersebut semakin mengenai sasarannya, atau semakin
menunjukkan apa yang seharusnya diukur. Menurut Sugiyono (2011) instrumen yang
valid merupakan instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur apa yang
seharusnya diukur”. Sebelum kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data,
terlebih dahulu diuji validitasnya terhadap responden.
Sebelum kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data, terlebih dahulu
diuji validitasnya terhadap responden dengan menggunakan rumus teknik korelasi
Product Moment sebagai berikut:
44

N ( ∑ XY )−( ∑ X ∑ Y )
r=
√ N (∑ X −(∑ x ) )¿ ¿ ¿
2 2

Keterangan:
r = koefisien validitas item yang dicari
X = skor yang diperoleh dari subjek tiap item
Y = skor yang diperoleh dari subjek seluruh item
∑X = jumlah skor dalam distribusi X

∑Y = jumlah skor dalam distribusi Y

∑ X2 = jumlah kuadrat pada masing-masing skor X

∑Y2 = jumlah kuadrat pada masing-masing skor Y


N = jumlah responden
Koefisien validitas dianggap valid jika memenuhi kriteria dimana r hitung >r tabel
pada tingkat α = 5%.

III.6.2 Uji Reliabilitas


Menurut Sugiyono (2011) instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila
digunakan dengan menggunakan teknik belah dua (split half) yaitu pengujian
reliabilitas internal yang dilakukan dengan membelah item-item instrumen menjadi
dua kelompok (ganjil dan genap), kemudian di jumlahkan, dicari korelasinya dan
kemudian dianalisis dengan menggunakan rumus. Menurut Ghozali dalam
Rachmatullah (2013), instrumen memiliki tingkat reliabilitas tinggi jika nilai
koefisien yang diperoleh ≥ 0,60. Rumus koefisien Spearman Brown sebagai berikut:

r j=
2 rb
1+ r b
Keterangan:
rj = reliabilitas internal seluruh instrumen
rb = korelasi product moment antara belahan ganjil dan genap
45

Koefisien reliabilitas dianggap reliabel jika memiliki Cronbach’s Alpha ≥ 0,6.


III.7 Uji MSI (Method of Successive Intervals)
Sebagaimana yang telah dijelaskan pada operasional variabel, pada penelian

ini seluruh variabel dimulai dengan menggunakan skala ordinal. Pada kuesioner

setiap item ditentukan peringkat dengan lima alternatif jawaban. Dari setiap pilihan

jawaban responden merupakan nilai skor jawaban, sehingga variabel diperoleh dari

data skor jawaban dari setiap item.

Selanjutnya teknik analisis jalur mengharuskan syarat data yang mempunyai

tingkat pengukuran sekurang-kurangnya interval. Karena itu melalui metode of

successive intervals dilakukan transformasi data dengan langkah kerja sebagai

berikut:

a. Dari data yang berkala ordinal, lalu dikelompokan jawaban pada masing-

masing item

b. Untuk setiap item hitung frekuensi jawaban (f), berapa jumlah responden,

mana yang mendapatkan nilai 1,2,3,4,5.

c. Tentukan proporsi (p) dengan cara membagi frekuensi dengna jumlah

responden

d. Hitung frekuensi kumulatif (pk)

e. Hitung nilai Z, untuk setiap proporso kumulatif yang diperoleh dengan

menggunakan tabel normal

f. Melalui tabel kurva ordinal normal, maka akan diperoleh kepadatan

(density) dari setiap kategori item.


46

g. Setelah diperoleh seluruh nilai batas (daerah kepadatan) proporso

kumulatif tiap kategori, kemudian hitung dengan nilai skala (scale value)

untuk setiap pilihan jawaban melalui persamaan berikut:

(density at lower limit −density at upper limit )


Nilai Skala (NK) =
(area blow upper limit −areabelow lower limit )

h. Mengubah scale value (NK) terkecil menjadi sama dengan 1 (satu) dan

mentransformasikan masing-masing skala menurut perubahan skala

terkecil sehingga diperoleh transformed scale value (TSV).

i. Menyiapkan pasangan data dari variabel independen dan dependen dari

semua sampel penelitian untuk pengujian hipotesis

Jika data penelitian sudah berkala interval selanjutnya akan ditentukan

pasangan data variabel independen dengan variabel dependen serta ditentukan

persamaan yang berlaku untuk pasangan-pasangan tersebut.

III.8 Rancangan Analisis dan Pengujian Hipotesis


III.8.1 Rancangan Analisis
III.8.1.1 Analisis Deskriptif
Dalam pengukuran variabel ini semua diukur dengan menggunakan kuesioner.
Kuesioner tersebut diukur dengan menggunakan skala Likert Jenis skala pengukuran
yang digunakan adalah skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap,
pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial
(Sugiyono, 2015). Variabel-variabel tersebut diukur oleh instrumen pengukur dalam
bentuk kuesioner yang memenuhi pernyataan-pernyataan skala likert. Adapun skor
menggunakan skala likert menurut Sugiyono (2015) adalah sebagai berikut:
47

Tabel 3.3
Skor Kuesioner
Penilaian
Alternatif Jawaban
Positif Negatif
Sangat Setuju (SS) 5 1
Setuju (S) 4 2
Ragu-ragu (RR) 3 3
Tidak Setuju (TS) 2 4
Sangat Tidak Setuju (STS) 1 5
Sumber: Sugiyono (2015)
Melalui perhitungan tersebut, diketahui tingkat jawaban responden pada setiap
pertanyaan dengan tafsiran daerah sebagai berikut:

Gambar 3.1 Garis Kontinum


Sumber: Sugiyono (2015)

Rancangan hipotesis pada analisis statistic deskriptif pada penelitian ini adalah
H0: Tidak ada pengaruh antara Strategi Promosi terhadap Minat Menggunakan

Konsumen pada PT Telkom Indonesia

Ha1: Ada pengaruh antara Strategi Promosi terhadap Minat Menggunakan Konsumen

pada PT Telkom Indonesia


48

III.8.1.2 Analisis Verifikatif


A. Uji Asumsi Klasik

1. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah model regresi mempunyai

distribusi normal ataukah tidak. Asumsi normalitas merupakan persyaratan yang

sangat penting pada pengujian kebermaknaan (signifikansi) koefisien regresi. Model

regresi yang baik adalah model regresi yang memiliki distribusi normal atau

mendekati normal, sehingga layak dilakukan pengujian secarastatistik.

Menurut Singgih Santoso dalam Kaulika (2016:51), menjelaskan bahwa

dasar pengambilan keputusan bisa dilakukan berdasarkan probabilitas (Asymptotic

Significance), yaitu:

 Jika probabilitas > 0,05 maka distribusi dari populasi adalah normal.

 Jika probabilitas < 0,05 maka populasi tidak berdistribusi secara normal

Selain itu uji normalitas digunakan untuk mengetahui bahwa data yang diambil

berasal dari populasi berdistribusi normal. Uji yang digunakan untuk menguji

kenormalan adalah uji Kolmogorov-Smirnov. Berdasarkan sampel ini akan diuji

hipotesis nol bahwa sampel tersebut berasal dari populasi berdistribusi normal

melawan hipotesis tandingan bahwa populasi berdistribusi tidak normal.

2. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model terjadi

ketidaksamaan variance dari residual atau satu pengamatan ke pengamatan yang lain.
49

Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut

hemoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model yang baik

adalah yang homokedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Deteksi adanya

heterokedastisitas dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik. Apabila

terlihat titik-titik yang menyebar secara acak, tidak membentu suatu pola tertentu

yang jelas, maka tidak terdapat heteroskedastisitas.

Heteroskedastisitas akan menyebabkan penaksiran koefisien-koefisien regresi

menjadi tidak efisien dan hasil taksiran dapat menjadi kurang atau melebihi dari yang

semestinya. Menurut Gujarati (2003) untuk menguji ada tidaknya heteroskedastisitas

digunakan uji-rank Spearman yaitu dengan mengkorelasikan masing-masing variabel

bebas terhadap nilai absolut dari residual. Jika nilai koefisien korelasi dari masing-

masing variabel bebas terhadap nilai absolut dari residual (error) ada yang signifikan,

maka kesimpulannya terdapat heteroskedastisitas (varian dari residual tidak

homogen).

3. Uji Linearitas

Asumsi linearitas merupakan salah satu asumsi dari analisis regresi, maksud

dari linearitas adalah apakah garis regresi antara X dan Y membentuk garis linear

atau tidak. Kalau tidak linear maka analisis regresi tidak dapat dilanjutkan (Sugiyono,

2007: 265). Uji linearitas digunakan untuk mengambil keputusan dalam memilih

jenis persamaan estimasi yang akan digunakan, apakah persamaan logaritma, kubik,

kuadratik, atau inverse (Sudarmanto, 2005).


50

Perhitungan statistik dalam pengujian ini menggunakan bantuan program

SPSS dengan melihat nilai F hitung dan nilai signifikansi pada tabel ANOVA. Model

regresi dalam bentuk fungsi linear jika F hitung lebih kecil dari F tabel, sebaliknya

dalam bentuk fungsi tidak linear jika F hitung lebih besar dari F tabel. Selain itu, uji

linearitas juga dapat diketahui dengan nilai signifikansinya. Kriteria yang dapat

digunakan yaitu dikatakan linear apabila signifikansinya lebih besar dari taraf

signifikansi yang ditentukan yaitu 5 % (Ghozali, 2011).

B. Uji Goodness of Fit


Analisis Koefisiensi Determinasi (KD) digunakan untuk melihat seberapa
besar variabel independen (X) berpengaruh terhadap variabel dependen (Y) yang
dinyatakan dalam persentase. Besarnya koefisien determinasi dihitung dengan
menggunakan rumus sebagai berikut:
2
KD=R ×100 %
Dimana:
KD = Koefisien Determinasi
R = Koefisien Korelasi
C. Pengujian Korelasi
Analisis korelasi pearson digunakan untuk mengetahui derajat hubungan
antara variabel bebas (independent) dengan variabel terikat (dependent).
Pengujiannya dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
n ( ∑ XiYi ) −( ∑ Xi )( ∑ Y )
r=
√ {n (∑ Xi )−(∑ Xi ) }{n(∑ Yi )−(∑ Yi ) }
2 2 2 2

Ketentuan untuk melihat tingkat keeratan korelasi digunakan acuan pada tabel
3.4 berikut:
51

Tabel 3.4
Tingkat Keeratan Korelasi
Interval Hubungan
0 – 0,20 Sangat rendah
0,21 – 0,40 Rendah
0,41 – 0,60 Sedang
0,61 – 0,80 Kuat
0,81 – 1 Sangat Kuat
Sumber: Ghozali (2011)
D. Analisis Regresi Sederhana
Analisis regresi digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh kompetensi
sumber daya manusia, pendidikan, dan pengalaman terhadap kualitas laporan
keuangan pemerintah daerah. Menurut Sekaran (2006) analisis regresi berganda
adalah teknik statistik untuk mengukur varians dalam variabel terikat dengan regresi
variabel bebas terhadapnya.
Metode regresi berganda dipandang mampu menghubungkan satu variabel
dependen dengan variabel independen dalam suatu metode prediktif tunggal. Berikut
ini persamaan yang digunakan dalam penelitian:
Y= α + βX +e
Keterangan:
Y : Minat Menggunakan Konsumen
α : Nilai Y pada perpotongan garis linear dengan sumbu vertikal Y
β : Koefisien Regresi Strategi Promosi
X : Strategi Promosi
℮ : Error term, yaitu tingkat kesalahan penduga dalam penelitian
III.8.2 Hipotesis Pengujian (Hipotesis Statistik)
Rancangan hipotesis pengujian pada penelitian ini untuk menguji ada tidaknya
pengaruh diantara variabel - variabel yang diajukan dimana Strategi Promosi variabel
52

independen serta Minat Menggunakan Konsumen sebagai variabel dependen masing


– masing adalah Xdan Y. Berikut adalah paparan hipotesis pengujian;
1 H01 = µ ≥ 0 Tidak ada pengaruh antara Strategi Promosi terhadap Minat
Menggunakan Konsumen pada PT Telkom Indonesia
Ha1 = µ < 0 Ada pengaruh antara pelatihan terhadap Minat Menggunakan
Konsumen pada PT Telkom Indonesia

III.8.2.1 Uji Signifikansi


Tujuan dari penggunaan analisis rank spearman adalah untuk menentukan
hubungan antara kedua variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Untuk
mengukur hubungan kedua variabel tersebut berdasarkan jenis dan skala variabel,
digunakan analisis rank spearman dengan rumus sebagai berikut:
Rumus 1: Jika tidak terdapat rank yang sama:
6 ∑ di
2
rs=1− 3
n −n
Keterangan:
rs = koefisien rank spearman
2
di = jumlah kuadrat dari selisih ranking antara variabel
n = jumlah sampel atau responden
Rumus 2: Jika terdapat rank yang sama:

rs=
∑ X 2 +∑ Y 2−∑ di2
2 √ ¿¿ ¿
Untuk mencari ∑ X 2 dan ∑ Y 2 digunakan rumus:
3
−n
∑ X = n 12
2
−∑ Tx
3
−n
∑ Y 2= n 12 −∑ Ty

Keterangan:
rs = koefisien korelasi rank spearman
53

2
di = jumlah kuadrat dari selisih ranking antara dua variabel
n = banyaknya sampel atau responden
∑ X2 = jumlah kuadrat variabel X

∑Y2 = jumlah kuadrat variabel Y

∑ Tx 2 = banyaknya nilai X yang berangka sama untuk suatu peringkat

∑ Ty 2 = banyaknya nilai Y yang berangka sama untuk suatu peringkat


Sedangkan rumus faktor korelasi T adalah:
3
t −t
Tx=Ty=
12
Dimana:
t = banyaknya observasi berangka sama pada suatu ranking tertentu
Uji Rank Spearman yang berfungsi untuk menentukan besarnya hubungan
dua variabel yang berskala ordinal (Sarwono, 2006). Korelasi Rank Spearman
digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antar variable bebas dan terikat
yang berskala ordinal (non parametrik).
Adapun rumus koefisien korelasi Rank Spearman menurut Sarwono (2006)
adalah sebagai berikut:
1−6 ∑ di
2
ρ=rs=
n ( n2−1 )
Dimana:
ρ atau rs = koefisien korelasi Rank Spearman
di = Determinan
n = jumlah data / sampel
Hasil uji korelasi Rank Spearman juga menghasilkan nilai probabilitas atau p-
value. Penetapan taraf nyata α = 0,2 dipilih mengingat unit analisis yang diambil
adalah individu yang bersifat dinamis. Menurut Black dan Champion (1997)
sebagaimana dikutip Rahayu (2004), nilai kepercayaan dapat berkisar antara 0,01
hingga 0,3. Jika p-value lebih kecil dari nilai α = 0,2, maka tolak Ho terima Hα
54

hubungan tersebut nyata. Sedangkan bila nilai p-value lebih besar dari α (0,2), maka
terima H0 tolak Hα, hubungan tersebut tidak nyata
55

III.9 Lokasi dan Waktu Penelitian


III.9.1 Lokasi Penelitian
Penelitian ini berlokasi di Kota Bandung khususnya Kawasan Dago Adapun
jadwal penulisan sebagai berikut :

III.9.2 Waktu Penelitian


Tabel 3.5
Pelaksanaan Penelitian
No Uraian Waktu Kegiatan
Oktober November Desember Januari Februari Maret

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Survey
tempat
penelitian
2 Melakukan
penelitian
3 Mencari
data
4 Membuat
proposal
5 Seminar
6 Revisi
7 Penelitian
lapangan
8 Bimbingan
9 Sidang
Sumber: Peneliti (2019)

Anda mungkin juga menyukai