MERGER
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perubahan yang signifikan dalam lingkungan bisnis, seperti globalisasi,
deregulasi, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, serta fragmentasi pasar
telah menciptakan persaingan yang sangat ketat. Kondisi demikian menuntut
perusahaan untuk selalu mengembangkan strategi agar dapat bertahan. Respon
perusahaan-perusahaan terhadap meningkatnya persaingan ini sangat beragam. Ada
yang memilih untuk memfokuskan pada resources untuk segmen tertentu yang lebih
kecil, ada yang tetap bertahan dengan apa yang telah dilakukannya selama ini dan ada
pula yang menggabungkan diri menjadi perusahaan yang besar dalam dunia
perindustrian. Strategi merger merupakan salah satu alternatif untuk perluasan usaha
tersebut. Dengan bergabung, dua perusahaan atau lebih menjadi lebih mungkin untuk
saling menunjang kegiatan usaha, sehingga keuntungan yang akan diperoleh juga lebih
besar dibandingkan jika perusahaan tersebut melakukan usaha sendiri-sendiri.
Merger merupakan perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu Perseroan atau
lebih untuk menggabungkan diri dengan Perseroan lain yang telah ada yang
mengakibatkan aktiva dan pasiva dari Perseroan yang menggabungkan diri beralih
demi hukum kepada Perseroan yang menerima penggabungan. Selanjunya, status
badan hukum Perseroan yang menggabungkan diri akan berakhir demi hukum. Dalam
hubungannya dengan penanaman modal, Pemerintah melalui Peraturan Kepala BKPM
No.12 tahun 2009 (“Perka BKPM 12/2009”) mewajibkan perusahaan penanaman
modal yang akan tetap meneruskan kegiatan usaha setelah terjadinya merger untuk
memiliki Izin Usaha Penggabungan Perusahaan Penanaman Modal sebelum dapat
kembali melaksanakan kegiatan produksi/operasi komersial perusahaan merger.
Tindakan penggabungan, peleburan dan/atau pengambilalihan, disadari atau
tidak, akan mempengaruhi persaingan antar para pelaku usaha di dalam pasar
bersangkutan dan membawa dampak kepada konsumen dan masyarakat.
Penggabungan, peleburan atau pengambilalihan yang berakibat nilai aset dan/atau nilai
penjualannya melebihi jumlah tertentu wajib diberitahukan kepada Komisi, selambat-
lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal-tanggal penggabungan, peleburan atau
pengambilalihan.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Merger
Merger adalah proses difusi atau penggabungan dua perseroan dengan salah
satu diantaranya tetap berdiri dengan nama perseroannya sementara yang lain lenyap
dengan segala nama dan kekayaannya dimasukan dalam perseroan yang tetap berdiri
tersebut. Seluruh proses merger biasanya dirahasiakan dari masyarakat umum, dan
karyawan pada perusahaan yang terlibat. Karena sebagian besar upaya merger tidak
berhasil, dan kebanyakan dirahasiakan, sulit untuk memperkirakan berapa banyak
potensi merger terjadi pada tahun tertentu.
Merger mungkin dicari karena beberapa alasan, beberapa di antaranya
bermanfaat bagi para pemegang saham, beberapa di antaranya tidak. Salah satu
penggunaan merger, misalnya, adalah untuk menggabungkan perusahaan yang sangat
menguntungkan dengan perusahaan yang bangkrut untuk menggunakan untuk
mengimbangi keuntungan,dan untuk sementara bertujuan memperluas perusahaan
secara keseluruhan.
Peningkatan pasar merupakan salah satu tujuan merger, terutama antara
perusahaan besar. Dengan bergabung dengan pesaing utama, perusahaan dapat
mendominasi pasar dimana perusahaan tersebetu bersaing. Bentuk penggabungan ini
dapat menyebabkan masalah ketika dua perusahaan mendominasi bergabung, karena
dapat memicu litigasi mengenai hukum monopoli.
B. Fungsi Merger
Ada 7 fungsi Merger yaitu sebagai berikut:
1. Adanya merger akan dapat meningkatkan pendapatan perusahaan. Peningkatan
pendapatan perusahaan dikarenakan perusahaan melakukan pemasaran yang baik,
strategi yang lebih dan terfokus, serta penguasaan pasar.
2. Salah satu alasan utama mengapa perusahaan mau melakukan merger karena
perusahaan akan mengalami efisiensi dalam biaya operasi dibandingkan dengan dua
perusahaan yang terpisah. Salah satu contoh penurunan biaya dapat dilakukan
dengan melakukan pemasaran secara bersama untuk produk berbeda dibandingkan
dengan dua perusahaan terpisah. Operasi perusahaan dapat diefisienkan, terutama
dalam bidang sumber daya manusia yang menangani kepegawaian.
3. Kapitalisasi pasar perusahaan mengalami peningkatan bila perusahaan melakukan
merger. Bila perusahaan berdiri sendiri, maka kapitalisasinya tidak mengalami
peningkatan secara cepat dikarenakan pertumbuhan laba yang kecil. Tetapi, dengan
merger perusahaan, maka kapitalisasi saham perusahaan lebih besar dikarenakan
adanya harapan investor terhadap perusahaan yang akan mengalami peningkatan
pendapatan sesuai dengan tujuan merger tersebut.
4. Adanya merger akan memberi peningkatan kualitas sumber daya manusia di
perusahaan merger. Pegawai yang baik akan bekerja dan mentransfer pengetahuan
kepada pegawai yang belum memahami. Artinya, antarpegawai akan saling
memberi pengetahuan untuk meningkatkan kemajuan perusahaan.
5. Adanya merger bagi dua perusahaan akan memperbaiki posisi keuangan perusahaan
serta kualitas neraca perusahaan. Semakin baiknya posisi dan kualitas neraca
perusahaan, baik dalam rangka memasarkan produk perusahaan maupun
mendapatkan bahan baku. Kualitas neraca perusahaan juga memberikan citra yang
baik kepada investor dan akhirnya meningkatkan nilai saham perusahaan di bursa.
6. Keuntungan pajak merupakan salah satu tindakan merger. Bila perusahaan
melakukan merger atau akuisisi, maka perusahaan dapat memperoleh keuntungan
pajak dengan adanya kerugian operasi dari perusahaan yang diakuisisi. Laba bersih
yang besar pada perusahaan yang mengakuisisi mengakibatkan perusahaan
membayar pajak yang tinggi, tetapi dengan masuknya perusahaan yang rugi
mengakibatkan pajak yang dibayarkan berkurang. Keuntungan pajak juga dapat
diperoleh dengan cara meningkatkan kapasitas utang perusahaan yang belum
terpenuhi. Perusahaan menggunakan seluruh utangnya sehingga pajak yang
dibayarkan mengalami penurunan.
7. Adanya merger akan memberi kualitas keputusan yang diambil menjadi lebih
berkualitas. Pengambil keputusan perusahaan merger akan diperoleh dari pegawai
yang berkualitas karena pegawai yang tinggal di perusahaan merger adalah mereka
yang mempunyai kualitas. Akibatnya, pegawai yang mengambil keputusan akan
selalu mempertimbangkan keputusannya untuk kepentingan perusahaan dan umum,
serta tidak melanggar peraturan yang ada.
C. Tipe-Tipe Marger
Merger berdasarkan aktivitas ekonomik dapat diklasifikasikan dalam lima tipe, yaitu:
1. Merger Horisontal
Merger horisontal adalah merger antara dua atau lebih perusahaanyang bergerak
dalamindustri yang sama. Sebelum terjadi merger perusahaan-perusahaan ini bersaing
satu sama lain dalam pasar/industri yang sama. Salah satu tujuan utama merger
danakuisisi horisontal adalahuntuk mengurangi persaingan atau untuk meningkatkan
efisiensi melalui penggabungan aktivitas produksi,pemasaran dan distribusi, riset dan
pengembangan dan fasilitas administrasi. Efek dari merger horisontal ini adalah
semakin terkonsentrasinya struktur pasar pada industri [Link] hanya terdapat
sedikit pelaku usaha, maka struktur pasar bisa mengarah pada bentuk oligopoli, bahkan
akan mengarah pada monopoli.
2. Merger Vertikal
Merger vertikal adalah integrasi yang melibatkan perusahaan-perusahaan yang
bergerak dalam tahapan-tahapan proses produksiatau operasi. Merger dan akuisisi tipe
ini dilakukan jika perusahaanyang berada pada industri hulu memasuki industri hilir
atau [Link] danakuisisi vertikal dilakukan oleh perusahaan-perusahaan
yang bermaksud untuk mengintegrasikan usahanya terhadap pemasok dan/atau
pengguna produk dalam rangka stabilisasi pasokan dan [Link] semua
perusahaan memiliki bidang usaha yang lengkap mulai dari penyediaan input sampai
pemasaran. Untuk menjamin bahwa pasokan input berjalan dengan lancar
maka perusahaan tersebut bisa mengakuisisi atau merger dengan pemasok. Merger dan
akuisisi vertikalini dibagi dalam dua bentuk yaitu integrasi kebelakang atau ke bawah
(backward / downwardintegration) dan integrasi ke depan atau ke atas
(forward/upward integration).
3. Merger Konglomerat
Merger konglomerat adalah merger dua atau lebih perusahaan yang masing-
masing bergerak dalam industri yang tidak terkait. Mergerdan akuisisi konglomerat
terjadi apabila sebuah perusahaan berusaha mendiversifikasi bidang bisnisnya dengan
memasukibidang bisnis yang berbeda sama sekali dengan bisnis [Link]
merger dan akuisisi konglomerat ini dilakukan secara terus menerus oleh perusahaan,
maka terbentuklah sebuah konglomerasi. Sebuah konglomerasi memiliki bidang bisnis
yang sangat beragam dalam industri yang berbeda.
4. Merger Ekstensi Pasar
Merger ekstensi pasar adalah merger yang dilakukan oleh dua atau lebih
perusahaan untuk secara bersama-sama memperluas area pasar. Tujuan merger dan
akuisisi ini terutama untuk memperkuat jaringan pemasaran bagi produk masing-
masing [Link] dan akusisi ekstensi pasar sering dilakukan oleh perusahan-
perusahan lintas Negara dalam rangka ekspansidan penetrasi pasar. Strategi ini
dilakukan untuk mengakses pasar luar negeri dengan cepat tanpa harus membangun
fasilitas produksi dari awaldi negara yang akan dimasuki. Merger dan akuisisi ekstensi
pasar dilakukan untuk mengatasi keterbatasan ekspor karena kurang memberikan
fleksibilitas penyediaan produk terhadap konsumen luar negeri.
5. Merger Ekstensi Produk
Merger ekstensi produk adalah merger yang dilakukan oleh duaatau lebih
perusahaanuntuk memperluas lini produk masing-masing perusahaan. Setelah merger
perusahaan akanmenawarkanlebih banyak jenis dan lini produk sehingga akan
menjangkau konsumen yang lebih luas. Merger dan akuisisi ini dilakukan dengan
memanfaatkan kekuatan departemen riset dan pengembangan masing-masing untuk
mendapatkan sinergi melalui efektivitas riset sehingga lebih produktif dalam inovasi.
D. Alasan-alasan Melakukan Merger
Ada beberapa alasan perusahaan melakukan penggabungan Merger yaitu :
1. Pertumbuhan atau diversifikasi
Perusahaan yang menginginkan pertumbuhan yang cepat, baik ukuran, pasar saham,
maupun diversifikasi usaha dapat melakukan merger maupun akuisisi. Perusahaan
tidak memiliki resiko adanya produk baru. Selain itu, jika melakukan ekspansi dengan
merger dan akuisisi, maka perusahaan dapat mengurangi perusahaan pesaing atau
mengurangi persaingan.
2. Sinergi
Sinergi dapat tercapai ketika merger menghasilkan tingkat skala ekonomi (economies
of scale). Tingkat skala ekonomi terjadi karena perpaduan biaya overhead
meningkatkan pendapatan yang lebih besar daripada jumlah pendapatan perusahaan
ketika tidak merger. Sinergi tampak jelas ketika perusahaan yang melakukan merger
berada dalam bisnis yang sama karena fungsi dan tenaga kerja yang berlebihan dapat
dihilangkan.
3. Meningkatkan dana
Banyak perusahaan tidak dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi internal,
tetapi dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi eksternal. Perusahaan
tersebut menggabungkan diri dengan perusahaan yang memiliki likuiditas tinggi
sehingga menyebabkan peningkatan daya pinjam perusahaan dan penurunan kewajiban
keuangan. Hal ini memungkinkan meningkatnya dana dengan biaya rendah.
4. Menambah ketrampilan manajemen atau teknologi
Beberapa perusahaan tidak dapat berkembang dengan baik karena tidak adanya
efisiensi pada manajemennya atau kurangnya teknologi. Perusahaan yang tidak dapat
mengefisiensikan manajemennya dan tidak dapat membayar untuk mengembangkan
teknologinya, dapat menggabungkan diri dengan perusahaan yang memiliki
manajemen atau teknologi yang ahli
5. Pertimbangan pajak
Perusahaan dapat membawa kerugian pajak sampai lebih 20 tahun ke depan atau
sampai kerugian pajak dapat tertutupi. Perusahaan yang memiliki kerugian pajak dapat
melakukan akuisisi dengan perusahaan yang menghasilkan laba untuk memanfaatkan
kerugian pajak. Pada kasus ini perusahaan yang mengakuisisi akan menaikkan
kombinasi pendapatan setelah pajak dengan mengurangkan pendapatan sebelum pajak
dari perusahaan yang diakuisisi. Bagaimanapun merger tidak hanya dikarenakan
keuntungan dari pajak, tetapi berdasarkan dari tujuan memaksimisasi kesejahteraan
pemilik.
6. Meningkatkan likuiditas pemilik
Merger antar perusahaan memungkinkan perusahaan memiliki likuiditas yang lebih
besar. Jika perusahaan lebih besar, maka pasar saham akan lebih luas dan saham lebih
mudah diperoleh sehingga lebih likuid dibandingkan dengan perusahaan yang lebih
kecil.
7. Melindungi diri dari pengambilalihan
Hal ini terjadi ketika sebuah perusahaan menjadi incaran pengambilalihan yang tidak
bersahabat. Target firm mengakuisisi perusahaan lain, dan membiayai
pengambilalihannya dengan hutang, karena beban hutang ini, kewajiban perusahaan
menjadi terlalu tinggi untuk ditanggung oleh bidding firm yang berminat.
E. Kelebihan Dan Kekurangan Merger
1. Kelebihan merger
Pengambilalihan melalui merger lebih sederhana dan lebih murah dibanding
pengambilalihan yang lain
2. Kekurangan Merger
Harus ada persetujuan dari para pemegang saham masing-masing perusahaan,
sedangkan untuk mendapatkan persetujuan tersebut di perlukan waktu yang lama.
F. Faktor-Faktor yang Mendorong Perusahaan untuk Melakukan Merger
Motivasi perusahaan untuk melakukan alternatif strategi merger antara lain :
1. Untuk mendapatkan kesempatan beroperasi dalam skala usaha yang hemat,
2. Guna meningkatkan pangsa pasar,
3. Menghilangkan tidak efisien melalui operasional dan pengendalian financial yang
lebih baik,
4. Kesempatan menggabungkan sumber daya ataupun pasar yang dimiliki masing-
masing Bank. Selain itu masih terdapat beberapa faktor yang mendorong motivasi
untuk merger, seperti: upaya diversifikasi, menurunkan biaya dana, dan menaikkan
harga saham secara emosi (bootstrapping of earning per share) karena adanya
pengumuman akan merger bagi Bank publik.
5. Berguna sebagai platform pertumbuhan perusahaan.
6. Mengurangi pengeluaran-pengeluaran organisasional dengan cara menghapuskan
penggandaan dan mentransfer pengetahuan diantara dan antar unit-unit bisnis atau
alur produk individu.
G. Merger Lintas Negara
Merger lintas negara adalah transaksi dimana dua perusahaan dengan tempat-
tempat operasi di beberapa negara yang berbeda menyetujui penyatuan kedua
perusahaan tersebut dimana kedua perusahaan mempunyain kedudukan yang sederajat.
[4] Mendorong keputusan untuk menyatukan operasi atas dasar kedudukan yang
sederajat adalah suatu kenyataan bahwa kedua perusahaan mempunyai kemampuan
yang jika digabungkan diharapkan bisa menciptakan keunggulan-keunggulan
kompetitif yang akan membantu keberhasilan di pasar global.
Alasan- alasan untuk melakukan Merger lintas negara:
Ada lebih dari satu alasan bagi perusahaan untuk melakukan merger lintas
negara antara lain : meningkatnya kekuatan pasar, penyelesaian hambatan masuk,
biaya pengembangan produk baru, meningkatnya kecepatan mencapai pasar, dan
meningkatnya diversifikasi. Dari lima alasan tersebut, satu yang paling mendorong
diambilnya keputusan untuk melakukan merger lintas negara adalah keinginan untuk
meningkatkan kekuatan pasar.
Kekuatan pasar adalah produk dari besar (ukuran) perusahaan, tingkat
ketahanan keunggulan kompetitif saat itu, dan kemampuannya membuat keputusan
saat ini yang akan menhasilkan keunggulan kompetitif baru untuk masa datang.[5]
Perusahaan dapat meningkatkan kekuatan pasar mereka melalui akuisisi lintas negara
maupun merger lintas negara.
H. Evaluasi Keberhasilan dan Kegagalan Merger
Membuat proyeksi keberhasilan merger penting dilaksanakan, sebelum merger
dilakukan secara legal. Tahapan diawali dengan due diligence (uji tuntas) atas
perusahaan yang akan dikonsolidasikan. Penilaian dilakukan atas sinergi yang akan
diperoleh, dilihat dari sinergi operasional dan sinergi finansial.
BAB III
PENUTUP
I. KESIMPULAN
Merger adalah hal yang sangat umum dilakukan agar perusahaan dapat
memenangkan persaingan, serta terus tumbuh dan berkembang. Namun merger dan
akuisisi juga mempunyai sisi gelap. Dia dianggap dapat membahayakan kegairahan
ekonomi pasar, karena dapat mematikan kompetisi. Lebih-lebih jika dilandasi oleh
hostile take over. Dalam proses merger dan akuisisi bukan hanya masalah aset yang
menjadi persoalan, tetapi yang bersifat intangible juga perlu mendapat perhatian
tersendiri.
Walaupun hasil analisis menunjukkan bahwa hasil merger akan lebih baik,
namun tetap memerlukan waktu penyesuaian, terutama untuk menyatukan budaya
kerja dari kedua perusahaan.
II. SARAN
Perusahaan harus ekstra hati-hati untuk menghindari kecongkakan manajemen
dalam merger. Cara terbaik untuk menghindari kecongkakan manajemen adalah
dengan memastikan bahwa proses evaluasi menyeluruh telah dilakukan sebelum
mengambil keputusan untuk menggabungkan perusahaan. Perusahaan harus memilih
dengan cermat organisasi atau individu yang akan digunakan sebagai penasehat
akuisisi yang mereka lakukan untuk tujuan yang sedang direncanakan.