Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks,
yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian,
moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang
sebagai anggota masyarakat. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menyatakan bahwa
kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Sementara itu, M. Selamet
Riyadi, budaya adalah suatu bentuk rasa cinta dari nenek moyang kita yang diwariskan
kepada seluruh keturunannya, dan menurut Koentjaraningrat, kebudayaan adalah keseluruhan
sistem gagasan dan tindakan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang
dimiliki manusia dengan belajar.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian bahwa kebudayaan adalah sesuatu
yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang
terdapat dalam pikiran manusia sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu
bersifat abstrak. Sementara itu, perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan
oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku, dan benda-benda yang
bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi,
seni, dan lain-lain, yang semuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam
melangsungkan kehidupan bermasyarakat.