0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan11 halaman

Penyakit Menular Umum pada Anak

Dokumen ini menjelaskan berbagai penyakit menular yang umum terjadi pada anak, seperti ISPA, konjungtivitis, gastroenteritis, campak, kutu rambut, kudis, kurap, gondongan, dan DBD. Setiap penyakit disertai dengan gejala, cara penularan, dan langkah pencegahan yang dapat diambil untuk melindungi anak. Selain itu, penting untuk menjaga kebersihan dan memastikan anak mendapatkan vaksinasi yang tepat waktu.

Diunggah oleh

fennyaugusta13
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan11 halaman

Penyakit Menular Umum pada Anak

Dokumen ini menjelaskan berbagai penyakit menular yang umum terjadi pada anak, seperti ISPA, konjungtivitis, gastroenteritis, campak, kutu rambut, kudis, kurap, gondongan, dan DBD. Setiap penyakit disertai dengan gejala, cara penularan, dan langkah pencegahan yang dapat diambil untuk melindungi anak. Selain itu, penting untuk menjaga kebersihan dan memastikan anak mendapatkan vaksinasi yang tepat waktu.

Diunggah oleh

fennyaugusta13
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

2.

Cacar air

ISPA adalah infeksi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus atau
bakteri. Salah satu penyebab penyakit menular ini adalah influenza.
Virus penyebab ISPA menyerang sistem pernapasan dan menimbulkan beberapa
gejala, seperti hidung tersumbat, bersin, batuk, dan sakit tenggorokan. Terkadang,
anak juga mengalami demam tinggi selama beberapa hari, lemas, dan sakit kepala.
Pada kasus yang lebih berat, ISPA bisa berkembang menjadi pneumonia.
Bila anak terkena flu, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan, seperti
memastikan anak banyak beristirahat, memberikan makanan bergizi, dan memenuhi
kebutuhan cairannya agar anak tidak dehidrasi.
Selain itu, Anda juga dapat memberikan obat flu anak yang banyak dijual di pasaran
sesuai dengan gejala yang dialami anak.
3. Konjungtivitis (mata merah)
Mata merah atau konjungtivitis merupakan penyakit menular yang
disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Mata merah terjadi karena
adanya peradangan di konjungtiva, yaitu jaringan yang melapisi bagian
dalam kelopak dan bagian putih mata.

Gejalanya meliputi mata berair, nyeri saat mengedipkan mata,


bengkak pada kelopak mata, dan mata terasa gatal. Pada kasus yang
lebih parah, peradangan dapat menyebabkan terbentuknya nanah.

Konjungtivitis yang disebabkan oleh infeksi virus dapat sembuh dengan


sendirinya. Namun, bila kondisi ini disebabkan oleh bakteri, diperlukan
pengobatan antibiotik sesuai resep dokter.

Untuk menghindarkan anak dari penyakit menular di sekolah ini, Anda


cukup mengajarkannya untuk mencuci tangan dengan benar.
astroenteritis
4. G
Gastroenteritis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi
virus pada saluran pencernaan. Kondisi ini dapat menimbulkan gejala
berupa diare, demam, lemas, dan sakit perut.
Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko anak terkena
gastroenteritis, yaitu kebersihan lingkungan sekolah yang buruk, kontak
dengan teman penderita diare, atau konsumsi makanan dan minuman
yang telah terkontaminasi virus dan bakteri.
Untuk mencegah anak dari penyakit ini, Anda dapat mengajarkannya
untuk menjalani pola hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan
setiap usai dari toilet atau akan makan, menjaga kebersihan rumah, dan
mengonsumsi makanan bergizi.
5. CAMPAK
Campak atau dikenal juga dengan sebutan rubella
merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh
virus. Gejala dari penyakit ini dapat berupa demam,
batuk, hidung berair, sakit tenggorokan, mata merah,
dan ruam di sekujur tubuh.
Virus penyakit campak sangat mudah menyebar
melalui udara yang telah terkontaminasi oleh
percikan cairan yang keluar dari mulut atau hidung
penderita saat batuk atau bersin. Oleh karena itu,
anak rentan tertular penyakit ini dari temannya yang
sudah terinfeksi.
Untuk mencegah anak tertular penyakit campak,
pastikan anak telah mendapatkan vaksin MR dan
vaksin MMR tepat waktu. Bila ia belum mendapatkan
vaksin ini sama sekali, cobalah konsultasikan kepada
dokter.
6. Kutu rambut

Kutu rambut merupakan parasit yang hidup dengan


mengisap darah dari kulit kepala manusia. Meskipun
tidak berbahaya, kutu rambut sangatlah menular dan
dapat menyebabkan gatal dan iritasi di kulit kepala.
Si Kecil rentan terkena kutu rambut jika melakukan
kontak dengan penderita, misalnya duduk
bersebelahan atau bermain bersama anak lain yang
memiliki kutu rambut. Selain itu, berbagi pakai barang-
barang pribadi, seperti sisir, ikat rambut, dan topi,
juga bisa menjadi sarana penularan kutu rambut.
7. Kudis
Kudis disebabkan oleh tungau yang hidup dan bersarang di lapisan kulit paling
luar. Gejalanya berupa kulit gatal di malam hari dan muncul benjolan kecil
kemerahan. Tungau penyebab kudis berukuran sangat kecil sehingga sulit dilihat
oleh mata.

Penyakit ini sangat mudah menular melalui kontak fisik atau kegiatan berbagi
pakai dengan anak penderita kudis, misalnya bersalaman, memakai barang pribadi
anak yang memiliki kudis, sampai menggantung baju di dekat baju penderita. Tak
heran bila kudis menjadi penyakit menular yang sering dialami anak-anak yang
tinggal di asrama sekolah.
8. Kurap
Kurap adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jamur.
Penyakit ini ditandai dengan munculnya bercak merah yang
bersisik dan terasa gatal.

Ada beberapa alasan anak rentan terkena kurap, yaitu tinggal


di tempat yang lembap, mandi di kamar mandi umum, tidak
membersihkan diri setelah berenang di kolam renang umum,
sampai suka berbagi pakai peralatan dengan anak penderita
kurap.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengobati penyakit


kurap adalah dengan mengoleskan krim antijamur di kulit yang
terinfeksi penyakit kurap.
9. Gondongan
Gondongan memiliki ciri-ciri berupa bengkak di pipi, leher, dan rahang.
Kondisi ini terjadi karena membengkaknya kelenjar liur akibat infeksi
virus. Virus dapat menyebar melalui bersin, batuk, berbagi alat makan,
atau tidak mencuci tangan setelah bersentuhan dengan penderita.

Untuk beberapa kasus, gondongan juga disertai dengan gejala lain,


seperti demam, lemas, kehilangan nafsu makan, sakit kepala, dan nyeri
otot. Penyakit menular ini tidak membutuhkan pengobatan khusus dan
bisa sembuh dalam beberapa minggu.

Namun, sebagai langkah pencegahan, Anda bisa membawa anak untuk


mendapatkan vaksinasi MMR.
Selain berbagai penyakit di atas, penyakit lain seperti flu singapura
pada anak juga bisa menular di lingkungan sekolah.
10. Demam Berdarah Dengue (DBD)
Penyakit ini disebabkan virus dengue yang dibawa nyamuk Aedes aegypti betina. Gejala
umum penyakit DBD adalah demam tinggi, sakit pada persendian, muncul bintik merah di
kulit, trombosit turun drastis, serta perdarahan.

Penularan: Virus dengue masuk ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk


Aedes aegypti. Jumlah nyamuk Aedes aegypti biasanya meningkat pada awal
musim hujan.

Pencegahan:

Tutup tempat-tempat yang menampung air.

Kuras bak mandi minimal satu kali dalam seminggu.

Bersihkan pekarangan rumah dari barang bekas yang berpotensi menjadi


tempat berkembang biaknya jentik nyamuk Aedes aegypti.

Bersihkan genangan air di sekitar rumah agar tidak dihinggapi nyamuk


Aedes aegypti.
Cara Mencegah Penyakit Menular
di Sekolah
Agar anak tidak mudah sakit dan terhindar dari berbagai
penyakit menular, ada beberapa langkah pencegahan yang
dapat Anda lakukan, yaitu:
Ajarkan anak pola hidup bersih dan sehat dengan membiasakan diri mencuci
tangan setiap saat, terutama saat akan makan dan usai dari toilet.
Pastikan anak mendapatkan vaksin sesuai jadwal.
Ajarkan anak agar tidak berbagi barang-barang pribadi dengan teman-
temannya.
Jika anak tinggal di asrama, bekali ia dengan barang pribadi yang cukup,
seperti seprai, alat makan, dan handuk, agar tidak perlu meminjam kepada anak
lain.
Jaga kebersihan lingkungan rumah dan sekolah, terutama kebersihan makanan
dan toilet.

Saat anak terkena penyakit menular yang sering terjadi di sekolah, biarkan ia
beristirahat hingga demamnya mereda dan gejalanya membaik. Tujuannya adalah
agar ia tidak menularkan penyakit kepada teman-temannya di sekolah.
Bila anak Anda menunjukkan gejala yang diduga berkaitan dengan penyakit menular
di sekolah yang telah disebutkan di atas, jangan ragu untuk membawanya ke dokter
agar dapat dilakukan pemeriksaan dan diberikan penanganan yang sesuai.
1. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)

ISPA adalah infeksi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus atau bakteri. Salah satu
penyebab penyakit menular ini adalah influenza.

Virus penyebab ISPA menyerang sistem pernapasan dan menimbulkan beberapa


gejala, seperti hidung tersumbat, bersin, batuk, dan sakit tenggorokan. Terkadang,
anak juga mengalami demam tinggi selama beberapa hari, lemas, dan sakit kepala.
Pada kasus yang lebih berat, ISPA bisa berkembang menjadi pneumonia.

Bila anak terkena flu, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan, seperti memastikan
anak banyak beristirahat, memberikan makanan bergizi, dan memenuhi kebutuhan
cairannya agar anak tidak dehidrasi.
Selain itu, Anda juga dapat memberikan obat flu anak yang banyak dijual di pasaran
sesuai dengan gejala yang dialami anak.

Selain itu, Anda juga dapat memberikan obat flu anak yang banyak dijual di pasaran
sesuai dengan gejala yang dialami anak.

Anda mungkin juga menyukai