PRODUK SNI
Bidang
Perumahan
dan Permukiman
KLASIFIKASI BIDANG SNI
I (dari Daftar Standar dan Pedoman)
RUMAH DAN GEDUNG
STRUKTUR DAN KONSTRUKSI BANGUNAN
(KESELAMATAN BANGUNAN)
PERUMAHAN
AIR BERSIH/AIR MINUM
SANITASI
1
RUMAH DAN GEDUNG
SNI 1726:2012
(Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung)
Tata cara ini digunakan untuk menentukan syarat-syarat perencanaan struktur gedung secara
umum dan untuk penentuan pengaruh gempa rencana untuk struktur-struktur bangunan
rumah dan gedung.
SNI ini memberikan persyaratan minimum perencanaan ketahanan gempa untuk struktur
bangunan gedung dan non gedung.
SNI 1729:2015
(Spesifikasi untuk gedung baja struktural)
Tata cara ini digunakan untuk mengarahkan terciptanya pekerjaan perencanaan dan
pelaksanaan baja yang memenuhi ketentuan minimum serta mendapatkan hasil pekerjaan
struktur yang aman, nyaman dan ekonomi.
Standar ini disusun dengan tujuan untuk memberikan acuan dalam sektor konstruksi
dan rekayasa sipil, khususnya terkait dengan gedung baja struktural. Standar ini
memberikan persyaratan umum, persyaratan desain, analisis, persyaratan desain komponen
struktur dan sambungan, sistem rangka-momen, sistem rangka-terbreis dan dinding-geser,
sistem rangka momen komposit, rangka terbreis komposit dan sistem dinding geser,
fabrikasi dan ereksi, pengendalian kualitas dan penjaminan kualitas, ketentuan
pengujian prakualifikasi dan kualifikasi siklik.
SNI 7972:2013
(Sambungan terprakualifikasi untuk rangka momen khusus dan menengah baja pada aplikasi
seismik)
Standar ini menetapkan desain, pendetailan, fabrikasi dan kriteria kualitas untuk sambungan
prakualifikasi menurut AISC Seismic Provisions for Structural Steel Buildings (selanjutnya
disebut sebagai AISC Seismic Provision) digunakan pada Rangka Momen Khusus (RMK) dan
Rangka Momen Menengah (RMM). Sambungan yang ada dalam Standar ini terprakualifikasi
memenuhi persyaratan AISC Specification for Structural Steel Buildings (selanjutnya disebut
sebagai AISC Specification) hanya bila dirancang dan dilaksanakan menurut persyaratan
Standar ini. Standar ini tidak menghalangi penggunaan tipe sambungan yang ada disini diluar
keterbatasan yang dinyatakan, atau penggunaan tipe sambungan lain, bila ada cukup bukti
kualifikasi yang memenuhi SNI Ketentuan Seismik untuk Bangunan Gedung Baja Struktural
dan diajukan kepada pihak yang berwenang.
2
SNI 7860:2015
(Ketentuan seismik untuk struktur baja bangunan gedung (ANSI/AISC 341-10,IDT))
Standar Nasional Indonesia mengenai “Ketentuan seismik untuk struktur baja bangunan
gedung” ini memberikan persyaratan umum, persyaratan desain, analisis, persyaratan desain
komponen struktur dan sambungan, sistem rangka-momen, sistem rangka-terbreis dan
dinding-geser, sistem rangka momen komposit, rangka terbreis komposit dan sistem dinding
geser, fabrikasi dan ereksi, pengendalian kualitas dan penjaminan kualitas, ketentuan
pengujian prakualifikasi dan kualifikasi siklik. Persyaratan tersebut dimaksudkan untuk
menjamin agar bangunan gedung baja yang didesain sesuai standar ini tidak akan runtuh
akibat gempa kuat. Standar ini merupakan adopsi identik dengan metode terjemahan dari
AISC 341-10 Specification for Structural Steel Buildings yang diterbitkan oleh the American
Institute of Steel Construction.
SNI 03-6386-2000
(Spesifikasi tingkat bunyi dan waktu dengung dalam bangunan gedung dan perumahan (kriteria
desain yang direkomendasikan))
Spesifikasi ini memberikan kriteria desain kondisi lingkungan akustik di dalam ruang hunian,
digunakan untuk bunyi mantap atau seolah-olah mantap seperti bising yang berasal dari
sistem tata udara dan lalu lintas kendaraan yang kontinu.
SNI 1727:2013
(Beban minimum untuk perancanagan bangunan gedung dan struktur lain)
Tata cara ini digunakan untuk memberikan beban yang diijinkan untuk rumah dan gedung,
termasuk beban-beban hidup untuk atap miring, gedung parkir bertingkat dan landasan
helikopter pada atap gedung tinggi dimana parameter-parameter pesawat helikopter yang
dimuat praktis sudah mencakup semua jenis pesawat yang biasa dioperasikan. Termasuk
juga reduksi beban hidup untuk perencanaan balok induk dan portal serta peninjauan
gempa, yang pemakaiannya optional, bukan keharusan, terlebih bila reduksi tersebut
membahayakan konstruksi atau unsur konstruksi yang ditinjau.
3
STRUKTUR DAN KONSTRUKSI BANGUNAN
(KESELAMATAN BANGUNAN)
SNI 2847:2013
(Persyaratan beton struktural untuk bangunan gedung)
Tata cara ini digunakan dalam perencanaan dan pelaksanaan struktur beton untuk bangunan
gedung, atau struktur bangunan lain yang mempunyai kesamaan karakter dengan struktur
bangunan gedung.
SNI 03-1736-2000
(Tata cara perencanaan sistem proteksi pasif untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan
gedung)
Tata cara ini digunakan untuk perencanaan struktur bangunan terhadap pencegahan bahaya
kebakaran pada bangunan rumah dan gedung.
Standar ini ditujukan untuk mengamankan dan menyelamatkan jiwa, harta benda dan
kelangsungan fungsi bangunan. Berisi ketentuan-ketentuan yang memperkecil risiko bahaya
kebakaran pada bangunan itu sendiri, maupun risiko perambatan api terhadap banguna-
bangunan yang berdekatan sehingga pada saat terjadi kebakaran, bangunan tersebut masih
stabil dan tahan terhadap robohnya bangunan, serta mencakup juga ketentuan-ketentuan
pencegahan perluasan api antara bagian-bagian bangunan.
Standar ini menetapkan kriteria minimal untuk perancangan sistem propasif sehingga
mencegah menanggulangi bahaya kebakaran pada bangunan gedung dapat tercapai.
4
SNI 03-1746-2000
(Tata cara perencanaan dan pemasangan sarana jalan keluar untuk penyelamatan terhadap bahaya
kebakaran pada bangunan gedung)
Standar ini ditujukan untuk keselamatan jiwa dari bahaya kebakaran. Standar ini mencakup
aspek: konstruksi, proteksi dan penghunian, untuk meminimalkan bahaya kebakaran
terhadap jiwa, termasuk asap, gas, dan kepanikan. Standar ini menetapkan kriteria minimal
untuk perancangan fasilitas diri dengan cepat dari dalam bangunan, atau bila dikendaki ke
dalam daerah aman di dalam bangunan.
SNI 03-2396-2001
(Tata cara perancangan sistem pencahayaan alami pada bangunan gedung)
Standar tata cara perancangan sistem pencahayaan alami pada bangunan gedung ini
dimaksudkan sebagai pedoman bagi para perancang dan pelaksana pembangunan gedung di
dalam merancang sistem pencahayaan alami siang hari, dan bertujuan agar diperoleh sistem
pencahayaan alami siang hari yang sesuai dengan syarat kesehatan, kenyamanan dan sesuai
dengan ketentuan-ketentuan lain yang berlaku. Standar ini mencakup persyaratan minimal
sistem, pencahayaan alami siang hari dalam bangunan gedung.
SNI 03-3989-2000
(Tata cara perencanaan dan pemasangan sistem springkler otomatik untuk pencegahan bahaya
kebakaran pada bangunan gedung)
Digunakan untuk memberikan persyaratan minimum pada pemasangan springkler dalam
upaya pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung.
Standar ini mencakup persyaratan minimal terhadap instalasi pemadam kebakaran sistem
springkler otomatis dengan instalasi pipa basah dengan sasaran penyediaan instalasi
pemadam kebakaran pada bangunan gedung bertingkat, bangunan industri dan bangunan-
bangunan lainnya sesuai dengan klasifikasi sifat hunian.
Sarana pemadam kebakaran sistem springkler dimaksudkan untuk melindungi jiwa dan harta
benda dari bahaya kebakaran. Penggunaan sarana pemadam kebakaran yang sesuai standar,
bertujuan untuk menjamin agar dapat bekerja secara efektif dan effisien.
SNI 03-6572-2001
(Tata cara perancangan sistem ventilasi dan pengkondisian udara pada bangunan gedung)
Standar ini dimaksudkan sebagai pedoman minimal bagi semua pihak yang terlibat dalam
perancangan, pembangunan dan pengelolaan gedung, dan bertujuan untuk memperoleh
kenyamanan dan keamanan bagi tamu dan penghuni yang berada maupun yang menempati
gedung tersebut.
SNI 03-6574-2001
(Tata cara perancangan pencahayaan darurat, tanda arah dan sistem peringatan bahaya pada
bangunan gedung)
Standar pencahayaan darurat, tanda arah dan sistem peringatan bahaya pada bangunan
gedung ini dimaksudkan sebagai standar minimal bagi semua pihak yang terlibat dalam
perencanaan, pembangunan dan pemeliharaan gedung.
5
SNI 03-6575-2001
(Tata cara perancangan sistem pencahayaan buatan pada bangunan gedung)
Petunjuk teknis sistem pencahayaan buatan dimaksudkan untuk digunakan sebagai
pegangan bagi para perancang dan pelaksana pembangunan gedung di dalam merancang
sistem pencahayaan buatan dan sebagai pegangan bagi para pemilik/pengelola gedung di
dalam mengoperasikan dan memelihara sistem pencahayaan buatan.
Standar ini juga dimaksudkan agar diperolehnya sistem pencahayaan buatan yang sesuai
dengan syarat kesehatan, kenyamanan, keamanan dan memenuhi ketentuan yang berlaku
untuk bangunan gedung.
SNI 03-7015-2004
(Sistem proteksi petir pada bangunan gedung)
Standar ini menetapkan persyaratan untuk sistem proteksi petir yang berlaku secara umum
pada bangunan gedung dan peralatan yang ada di dalamnya. Tujuan standar ini adalah
memberikan petunjuk untuk perancangan, instalasi, pemeliharaan sistem efektif untuk
proteksi bangunan gedung dan peralatan listrik terhadap petir dan inspeksi sistem proteksi
petir.
Standar ini tidak mencakup penerapan pada :
a) sistem rel kereta api;
b) sistem transmisi, distribusi, dan pembangkitan listrik di luar bangunan;
c) sistem telekomunikasi di luar bangunan ; dan
d) instalasi kendaraan, kapal laut, pesawat udara, dan lepas pantai.
6
PERUMAHAN
SNI 03-2453-2002
(Tata cara perencanaan sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan)
Tata cara ini digunakan sebagai acuan dalam merencanakan teknik sumur resapan air hujan
serta persyaratannya, antara lain mengurangi limpasan permukaan yang sangat berlebihan
dan sekaligus untuk menambah potensi air tanah.
Tata cara ini memuat pengertian, persyaratan umum, dan teknis mengenai batas muka air
tanah (mat), nilai permeabilitas tanah, jarak terhadap bangunan, perhitungan dan
penentuan sumur resapan air hujan. Air hujan yang ditampung dan diresapkan pada sumur
resapan dari bidang tadah. Tinggi hujan harian rata-rata dengan periode ulang 5 tahunan,
dan penampungan dalam jam/hari.
SNI 03-2459-2002
(Spesifikasi sumur resapan air hujan untuk lahan pekarangan)
Maksud spesifikasi ini adalah untuk dipakai sebagai acuan bagi perencana dalam pembuatan
sumur resapan air hujan yang digunakan di lahan pekarangan. Adapun tujuan dari spesifikasi
ini adalah untuk digunakan dalam memilih, bentuk, ukuran, bahan bangunan dan konstruksi
sumur resapan air hujan di lahan pekarangan.
7
AIR BERSIH/AIR MINUM
SNI 8153:2015
(Sistem plambing pada bangunan gedung)
Standar ini mencakup spesifikasi peralatan plambing dan perencanaan, pemasangan,
perubahan, perbaikan, penggantian, penambahan, dan perawatan sistem plambing sesuai
dengan peraturan yang berlaku dengan memperhatikan peraturan lain yang berhubungan.
Standar sistem plambing ini berlaku bagi sistem plambing yang baru dipasang setelah
standar ini dinyatakan efektif berlaku, dan bagi sistem plambing lama yang mengalami
perbaikan sebagian maka bagian tersebut harus mematuhi standar plambing ini dengan
memperhatikan aspek kenyamanan dan keamanan.
8
SNI 6773:2008
(Spesifikasi unit paket instalasi pengolahan air)
Spesifikasi Unit Paket Instalasi Pengolahan Air ini berisi mengenai persyaratan umum dan
ketentuan-ketentuan yang diperlukan dan merupakan sumber informasi untuk para
perencana, produsen dan pengelola. Spesifikasi ini dapat digunakan sebagai acuan bagi
perencana, pelaksana, dan pengawasan mutu dalam pembuatan/memproduksi unit paket
instalasi pengolahan air, baik dalam jumlah satuan ataupun secara masal.
Standar ini menetapkan mengenai komponen, ukuran, bahan, peralatan, struktur dan kinerja
dari paket unit instalasi pengolahan air minum untuk kapasitas maksimum 50 l/det.
SNI 6774:2008
(Tata cara perencanaan unit paket instalasi pengolahan air)
Standar ini mencakup ketentuan-ketentuan mengenai kriteria perencanaan, air baku,
kapasitas instalasi, unit operasi, struktur dan bahan serta cara pengerjaan dalam
merencanakan unit paket instalasi pengolahan air agar diperoleh unit IPA yang optimal
dengan kapasitas maksimum 50 L/detik.
SNI 6775:2008
(Tata cara pengoperasian dan pemeliharaan unit paket instalasi pengolahan air)
Standar ini mencakup cara pengoperasian, pemeliharaan, teknisi, bahan dan peralatan.
Standar ini digunakan untuk pengoperasian dan pemeliharaan unit paket Instalasi
Pengolahan Air (IPA) agar diperoleh kontinuitas, kualitas dan kuantitas air hasil olahanya
yang sesuai dengan perencanaan. ini dapat digunakan sebagai acuan bagi pengelola,
operator dan teknisi dalam pengoperasian, pemeliharaan, teknisi, bahan dan peralatan unit
paket IPA.
SNI 7504:2011
(Spesifikasi material fiberglass reinforced plastic unit instalasi pengolaha air)
Standar ini menetapkan ketentuan bahan untuk IPA yang menggunakan bahan dari plastik
yang diperkuat dengan serat gelas (fiberglass reinforced plastic). Standar ini mengatur tebal
pelat, persyaratan material, sifat fisik dan mekanis unit instalasi pengolahan air dengan
kapasitas maksimum 50 L/detik.
9
SANITASI
SNI 03-2398-2002
(Tata cara perencanaan Tangki Septik dengan sistem resapan)
Tata cara ini memuat istilah dan definisi, persyaratan tangki septik dan sistem resapan yang
berlaku bagi pembuangan air limbah rumah tangga untuk daerah air tanah rendah dan
jumlah pemakai maksimal 10 Kepala keluarga (1 Kepala Keluarga sama dengan 5 jiwa).
SNI 2398:2017
(Tata cara perencanaan Tangki Septik dengan pengolahan lanjutan (sumur resapan, bidang resapan,
up flow filter, kolam sanita))
Tata cara ini mengatur kriteria dan perencanaan teknis tangki septik sebagai pengolahan
awal air limbah rumah tangga dilanjutkan dengan bidang resapan, sumur resapan, up flow
filter, dan taman sanita. Tangki septik dengan pengolahan lanjutan ini untuk jumlah pemakai
maksimal 50 jiwa.
10
SNI 8455:2017
(Perencanaan pengolahan air limbah rumah tangga dengan sistem reaktor anaerobik bersekat
(SARB))
Standar ini mengatur tentang persyaratan umum, kriteria perencanaan, operasi dan
pemeliharaan Sistem Reaktor Anaerobik Bersekat (SRAB), untuk pengolahan air limbah
rumah tangga tercampur atau terpisah dengan pelayanan 5 KK sampai 200 KK. SRAB terdiri
dari unit pendahuluan, unit reaktor anaerobik bersekat dan unit pengolahan lanjutan.
Standar ini bertujuan untuk mengurangi pencemar pada sumber-sumber air, tanah dan
lingkungan permukiman, yang pada akhirnya akan menciptakan lingkungan permukiman
bersih dan sehat.
Teknologi penerapan pengolahan air limbah rumah tangga di perkotaan telah mempunyai
banyak sistem, sistem kinerja IPAL yang berupa reaktor anaerobik sistem bersekat/ baffle
tersebut diharapkan dapat berfungsi untuk menghasilkan efluen dengan kualitas yang
ditetapkan sesuai baku mutu air limbah rumah tangga sebelum dibuang ke badan air dan
atau untuk pemanfaatan kembali.
SNI 19-6447-2000
(Metode pengujian kinerja instalasi pengolahan lumpur aktif)
Metode ini digunakan untuk memisahkan benda tersuspensi dan benda terlarut yang sukar
mengendap menjadi hasil olahan lumpur yang yang mudah mengendap, dengan
pencampuran air buangan dan lumpur aktif yang merupakan agregat mikro organik aerobik
melalui absorpsi biokimia, oksidasi atau asimilasi.
Pd T-04-2005-C
(Tata cara perencanaan dan pemasangan tangki biofilter pengolahan air limbah rumah tangga
dengan tangki biofilter)
Tata cara ini mencakup persyaratan, kriteria perencanaan dan cara pemasangan tangki
biofilterpengolahan air limbah rumah tangga dengan menggunakan tangki biofilter kapasitas
sampai 50 orang.
Pd T-02-2004-C
(Pengoperasian dan pemeliharaan instalasi pengolahan air limbah rumah tangga dengan tangki
biofilter)
Berisi pedoman teknis yang memuat pengertian, persyaratan umum, pengoperasian, dan
pemeliharaan instalasi pengolahan air limbah dengan menggunakan tangki biofilter.
SNI 7504:2011
(Spesifikasi material fiberglass reinforced plastic unit instalasi pengolahan air)
Standar ini menetapkan ketentuan bahan untuk IPA yang menggunakan bahan dari plastik
yang diperkuat dengan serat gelas (fiberglass reinforced plastic). Standar ini mengatur tebal
pelat, persyaratan material, sifat fisik dan mekanis unit instalasi pengolahan air dengan
kapasitas maksimum 50 L/detik.
11
SNI TERKAIT AHSP
II (Analisis Harga Satuan Pekerjaan)
SNI 2837:2008
(Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan plesteran untuk konstruksi bangunan gedung dan
perumahan)
Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan
untuk tiap satuan pekerjaan plesteran yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi
para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga
satuan pekerjaan plesteran untuk bangunan gedung dan perumahan.
Jenis pekerjaan plesteran yang ditetapkan meliputi pekerjaan plesteran dalam berbagai
ketebalan dan campuran, berapen dan penyelesaian akhir/ acian.
SNI 2836:2008
(Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan pondasi untuk konstruksi bangunan gedung dan
perumahan)
Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan
untuk tiap satuan pekerjaan pondasi yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi
para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga
satuan pekerjaan pondasi untuk bangunan gedung dan perumahan.
Jenis pekerjaan pondasi yang ditetapkan meliputi:
a) Pekerjaan pembuatan pondasi batu belah dalam berbagai komposisi campuran;
b) Pemasangan anstamping / batu kosong;
c) Pembuatan pondasi sumuran dan pondasi siklop.
SNI 7394:2008
(Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan beton untuk konstruksi bangunan gedung dan
perumahan)
Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan
untuk tiap satuan pekerjaan beton yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para
pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan
pekerjaan beton untuk bangunan gedung dan perumahan.
Jenis pekerjaan beton yang ditetapkan meliputi:
a) Pekerjaan pembuatan beton f’c = 7,4 MPa (K 100) sampai dengan f’c = 31,2 MPa (K 350)
untuk pekerjaan beton bertulang;
b) Pekerjaan pemasangan water stop dan bekisting berbagai komponen struktur bangunan;
c) Pekerjaan pembuatan pondasi, sloof, kolom, balok, dinding beton bertulang,
kolompraktis dan ring balok.
12
SNI 6897:2008
(Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan dinding untuk konstruksi bangunan gedung dan
perumahan)
Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan
untuk tiap satuan pekerjaan dinding yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi
para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga
satuan pekerjaan dinding untuk bangunan gedung dan perumahan.
Jenis pekerjaan dinding yang ditetapkan meliputi :
a) Pekerjaan dinding bata merah dengan berbagai ketebalan dan spesi;
b) Pekerjaan dinding hollow block dengan berbagai dimensi dan spesi;
c) Pekerjaan pemasangan terawang (roster) atau bata berongga.
SNI 7395:2008
(Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan penutup lantai dan dinding untuk konstruksi
bangunan gedung dan perumahan)
Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan
untuk tiap satuan pekerjaan penutup lantai dan dinding yang dapat dijadikan acuan dasar
yang seragam bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam
menghitung besarnya harga satuan pekerjaan penutup lantai dan dinding untuk bangunan
gedung dan perumahan.
Jenis pekerjaan penutup lantai dan dinding yang ditetapkan meliputi:
a) Pekerjaan pemasangan lantai keramik, ubin abu-abu,teraso dan marmer;
b) Pekerjaan pemasangan vinyl dan karpet;
c) Pekerjaan pemasangan pelapis dinding dengan bahan keramik;
d) Pekerjaan pemasangan plint dari ubin/keramik dan plint dari kayu.
SNI 7393:2008
(Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan besi dan alumunium untuk konstruksi bangunan
gedung dan perumahan)
Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan
untuk tiap satuan pekerjaan aluminium yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi
para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga
satuan pekerjaan besi dan aluminium untuk bangunan gedung dan perumahan.
Jenis pekerjaan besi dan aluminium yang ditetapkan meliputi:
a) Pekerjaan pemasangan rangka atap dan talang;
b) Pekerjaan pemasangan pintu atau jendela besi, pintu alluminium dan jendela nako,
pintu gulung, pintu lipat sunscreen, venation blinds dan vertical-horizontal blinds;
c) Pekerjaan pemasangan kawat nyamuk.
13
SNI 2839:2008
(Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan langit-langit untuk konstruksi bangunan gedung dan
perumahan)
Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan
untuk tiap satuan pekerjaan langit-langit yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam
bagi para pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya
harga satuan pekerjaan langit-langit untuk bangunan gedung dan perumahan. Jenis
pekerjaan langit-langit yang ditetapkan meliputi pekerjaan menutup rangka plafon dengan
berbagai bahan penutup dan list.
SNI 2835:2008
(Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan tanah untuk konstruksi bangunan gedung dan
perumahan)
Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan
untuk tiap satuan pekerjaan tanah yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para
pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan
pekerjaan tanah untuk bangunan gedung dan perumahan.
Jenis pekerjaan tanah yang ditetapkan meliputi:
a) Pekerjaan galian tanah biasa dan tanah keras dalam berbagai kedalaman;
b) Pekerjaan stripping atau pembuangan humus;
c) Pekerjaan pembuangan tanah;
d) Pekerjaan urugan kembali, urugan pasir, pemadatan tanah, perbaikan tanah sulit dan
urugan sirtu.
SNI 3434:2008
(Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan kayu untuk konstruksi bangunan gedung dan
perumahan)
Standar ini menetapkan indeks bahan bangunan dan indeks tenaga kerja yang dibutuhkan
untuk tiap satuan pekerjaan kayu yang dapat dijadikan acuan dasar yang seragam bagi para
pelaksana pembangunan gedung dan perumahan dalam menghitung besarnya harga satuan
pekerjaan kayu untuk bangunan gedung dan perumahan.
Jenis pekerjaan kayu yang ditetapkan meliputi:
a) Pekerjaan pembuatan atau pemasangan kusen pintu atau jendela jenis kayu kelas I, II
atau III;
b) Pekerjaan pembuatan pintu panel, pintu klamp, pintu kayu lapis (plywood, teakwood),
pintu atau jendela jalusi, pintu atau jendela kaca dan pintu teakwood;
c) Pekerjaan pembuatan kuda-kuda atap dan rangka atap jenis kayu kelas I, II atau III;
d) Pekerjaan pembuatan rangka langit-langit jenis kayu kelas II atau III;
e) Pekerjaan pembuatan rangka dinding dan pemasangan dinding pemisah jenis kayu kelas
I, II atau III;
f) Pekerjaan pemasangan listplank jenis kayu kelas I dan kayu kelas II.
14
SNI 03-3435-1994
(Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan penutup langit-langit untuk bangunan rumah dan
gedung)
Tata cara ini bertujuan untuk memperoleh keseragaman dasar perhitungan harga satuan
pekerjaan penutup langit-langit.
SNI 03-3435-1994
(Tata cara perhitungan harga satuan pekerjaan penutup atap untuk bangunan rumah dan gedung)
Tata cara ini bertujuan untuk memperoleh keseragaman dasar perhitungan harga satuan
pekerjaan penutup atap, serta dimaksudkan sebagai acuan pegangan dalam menghitung
harga satuan pekerjaan di bidang bangunan dan gedung.
Tata cara ini memuat indeks bahan bangunan yang diperlukan, indeks tenaga kerja yang
dibutuhkan untuk tiap satuan pekerjaan penutup atap yang meliputi atap genteng atap
asbes semen gelombang, atap fiberglass, atap logam, atap sirap dan lapisan alumunium foil.
15