VISKOSITAS
Miftakhul Maulidina, [Link].
PENGERTIAN VISKOSITAS
Viskositas atau disebut juga kekentalan adalah tingkat ketahanan
suatu fluida terhadap tegangan yang diterimanya.
Viskositas itu disebabkan oleh adanya gaya kohesi antar partikel fluida.
Gaya kohesi adalah gaya tarik antarpartikel sejenis. Semakin tinggi
viskositas suatu fluida, semakin lama gerakan suatu benda di dalam fluida
tersebut. Sebaliknya, semakin rendah viskositas fluida, semakin cepat
gerakan suatu benda di dalam fluida.
Contoh, masukkan kelereng ke dalam oli dan air secara bersamaan. Kira-
kira, kelereng mana yang akan sampai dasar terlebih dahulu? Pasti
kelereng yang dimasukkan ke dalam air, kan?
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Viskositas
• Suhu
• Tekanan
• Penambahan Gas
Suhu
Suhu sangat berpengaruh pada tingkat kekentalan
suatu fluida.
Semakin tinggi suhu, semakin berkurang viskositas
fluida.
Artinya, suhu berbanding terbalik dengan viskositas.
Contoh, oli akan menjadi lebih cair saat dipanaskan.
Tekanan
Tekanan berbanding lurus dengan viskositas.
Artinya, semakin besar tekanan pada fluida, semakin
tinggi viskositasnya.
Sebaliknya, semakin kecil tekanan pada fluida, semakin
rendah viskositasnya.
Penambahan Gas
Penambahan gas juga mempengaruhi
viskositas fluida.
Dengan adanya penambahan gas, viskositas
fluida akan naik.
Rumus Viskositas
Menurut Stokes, jika suatu benda bergerak di dalam
fluida kental dengan kelajuan v, maka benda tersebut
akan mengalami gaya gesek dengan partikel fluida
sebesar Fs. Nah, rumus Fs inilah yang kemudian disebut
gaya Stokes.
Besarnya gaya Stokes berbanding lurus dengan koefisien
kekentalan fluida, jari-jari bola, dan kelajuan bendanya.
Rumus Viskositas
Fs = gaya gesek benda dengan partikel fluida (N)
η = koefisien viskositas (N.s/m2)
r = jari-jari bola (m)
v = kelajuan benda di dalam fluida (m/s)
Mencari Koefisien Viskositas
η = koefisien viskositas (N.s/m2)
r = jari-jari bola (m)
g = percepatan gravitasi Bumi (m/s2)
v = kecepatan terminal bola (m/s)
ρb = massa jenis benda/bola (kg/m3)
ρf = massa jenis fluida (kg/m3)
Penerapan Viskositas dalam Kehidupan Sehari-Hari
• Oli sebagai Pelumas
• Minyak Goreng
• Air Mengalir Melalui Pipa
• Cat Tembok
Oli sebagai Pelumas
Oli merupakan zat pelumas yang biasa digunakan pada
kendaraan bermotor. Dengan adanya pelumas inilah mesin
motor bisa meminimalisir gesekan antara piston dan
dinding silinder.
Semakin lama digunakan, tingkat kekentalan oli akan
berkurang. Jika oli tersebut kamu paksakan untuk bekerja,
maka mesin kendaraanmu bisa berasap karena daya
pelumas oli semakin berkurang seiring berkurangnya
viskositas.
Minyak Goreng
Jika dibandingkan dengan air, minyak goreng tentu
memiliki tekstur yang lebih kental.
Saat minyak kamu gunakan untuk memasak, pasti
tingkat kekentalannya akan berkurang.
Jika kekentalan minyak berkurang, maka daya pakainya
juga tidak akan maksimal.
Air Mengalir Melalui Pipa
Air tergolong fluida cair atau memiliki viskositas sangat
rendah.
Itulah mengapa, air mudah dialirkan melalui pipa, bahkan
pipa yang ukurannya sempit.
Coba bandingkan dengan oli, apakah bisa oli mengalir
melalui pipa yang sangat sempit? Tentu saja bisa, namun
butuh waktu yang cukup lama.
Cat Tembok
Agar hasil polesan cat bisa terserap sempurna, maka kita
atur kekentalan cat sedemikian sehingga optimal untuk
digunakan.
Jika cat terlalu kental, maka akan sulit untuk diratakan di
dinding.
Sebaliknya, jika terlalu encer, warna cat tidak akan terlihat
jelas.
LATIHAN SOAL
Soal 1
Sebuah bola yang terbuat dari baja memiliki massa jenis 7.860 kg/m3 dan jari-
jari 3 mm. Lalu, bola baja tersebut dimasukkan ke dalam oli yang koefisien
viskositasnya 0,2 Pa.s. Jika massa jenis oli 860 kg/m3, berapakah kecepatan
terminal bola baja tersebut?
Diketahui :
η = 0,2 Pa.s
r = 3 mm = 0,003 m
g = 10 m/s2
ρb = 7.860 kg/m3
ρf = 860 kg/m3
Ditanya: v =…?
Jawaban
Kecepatan terminal bisa kamu tentukan dari rumus berikut.
Jadi, kecepatan terminal bola baja tersebut di dalam oli adalah 0,7 m/s.
Soal 2
Pada percobaan Hukum Stokes di laboratorium, Andi
menjatuhkan bola kecil berdiameter 4 mm ke dalam cairan yang
koefisien viskositasnya 1,5 Pa.s. Jika bola kecil tersebut bergerak
dengan kelajuan 1,5 m/s, tentukan besarnya gaya gesek antara
bola dan partikel-partikel cairan!
Diketahui :
d = 4 mm ↔ r = 2 mm = 0,002 m
η = 1,5 Pa.s
v = 1,5 m/s
Ditanya: Fs =…?
Jawaban
Besarnya gaya gesek yang dialami bola dirumuskan sebagai berikut.
Jadi, besarnya gaya gesek antara bola dan partikel-partikel cairan
adalah 0,085 N.