PERAN MEDIA SEARCHING MELALUI BLENDED LEARNING
TERHADAP PENINGKATAN LITERASI DIGITAL MAHASISWA
PENDIDIKAN FISIKA
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Dapat Melaksanakan Penelitian Guna
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Pada Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Universitas Abulyatama
Oleh:
M. RENDHI WAHYU ARIFIN
22115002
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ABULYATAMA ACEH BESAR
TAHUN 2025/2026
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah......................................................................................
1.2 Rumusan Masalah................................................................................................
1.3 Tujuan Penelitian..................................................................................................
1.4 Manfaat Penelitian................................................................................................
BAB II KAJIAN TEORI
2.1 Deskripsi Teori.......................................................................................................
2.1.1 Konsep Blended Learning...................................................................................
2.1.2 Media Searching.................................................................................................
2.1.3 Literasi Digital....................................................................................................
2.2 Penelitian yang Relevan.........................................................................................
2.3 Kerangka Berpikir...................................................................................................
2.4 Hipotesis..................................................................................................................
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian......................................................................................
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian...................................................................................
3.3 Variabel Penelitian....................................................................................................
3.4 Populasi dan Sampel.................................................................................................
3.5 Instrumen Penelitian..................................................................................................
3.6 Teknik Pengumpulan Data........................................................................................
3.7 Teknik Analisis Data.................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
1.1. Pendahuluan
1.1.1 Latar Belakang Masalah
Perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah
membawa transformasi signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor
pendidikan. Era digital menuntut institusi pendidikan untuk beradaptasi dan
berinovasi dalam proses pembelajaran guna memenuhi tuntutan perubahan,
perkembangan, konsekuensi, dan permintaan globalisasi (Naufal, 2021). Salah satu
inovasi yang kian relevan dan banyak diterapkan adalah blended learning, sebuah
model pembelajaran hibrida yang mengintegrasikan pengalaman belajar tatap muka
dengan aktivitas pembelajaran daring. Model ini menawarkan fleksibilitas dan potensi
peningkatan akses terhadap sumber belajar, namun efektivitasnya sangat bergantung
pada kemampuan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi secara optimal.
Meskipun istilah blended learning sering digunakan, terdapat ambiguitas tentang apa
yang sebenarnya dimaksud, namun pada dasarnya mencakup setiap jenis pendidikan
yang mengintegrasikan pembelajaran tatap muka dan online (Hrastinski, 2019).
Di tengah melimpahnya informasi dan konten digital, media searching
aktivitas pencarian, penemuan, dan pemilihan berbagai bentuk media digital (teks,
gambar, video, audio, simulasi, infografis, dll.) telah menjadi keterampilan esensial
dalam pembelajaran modern. Mahasiswa secara rutin menggunakan mesin pencari
dan platform daring untuk menemukan materi kuliah, referensi, video tutorial, atau
simulasi yang mendukung pemahaman mereka. Namun, besarnya volume informasi
ini juga menghadirkan tantangan. Kemampuan untuk mengidentifikasi media yang
relevan, mengevaluasi validitas dan kredibilitasnya, serta memanfaatkan informasi
tersebut secara etis dan efektif, menjadi sangat krusial. Inilah inti dari literasi digital,
sebuah kompetensi abad ke-21 yang melampaui sekadar kemampuan teknis (Tekedere
& Göker, 2023), melainkan bentuk kemampuan untuk mendapatkan, memahami, dan
menggunakan informasi yang berasal dari berbagai sumber dalam bentuk digital
(Naufal, 2021). Literasi digital juga diperlukan untuk mengatasi masalah ledakan
informasi dan membantu masyarakat memilah serta memilih informasi yang sesuai
dengan keadaan sebenarnya (Nurul Fauziah Amri et al., 2024).
Dalam konteks Program Studi Pendidikan Fisika, yang seringkali melibatkan
konsep abstrak dan memerlukan visualisasi mendalam, kemampuan mahasiswa untuk
mencari dan memproses informasi melalui berbagai media menjadi sangat vital.
Pembelajaran fisika dianggap sulit karena konsepnya yang abstrak dan minimnya
inovasi, sehingga memerlukan media pembelajaran yang mampu menjelaskan konsep
tersebut dengan lebih mudah dan menarik (SAPUTRI & MANGGALANI, 2024).
Blended learning menyediakan ruang yang lebih luas bagi mahasiswa fisika untuk
mengeksplorasi sumber belajar di luar kelas, seperti video eksperimen, simulasi fisika
interaktif (misalnya, simulasi PhET), atau artikel ilmiah terbaru yang ditemukan via
media searching. Studi tentang pemanfaatan media pembelajaran berbasis game
edukasi seperti Kahoot! juga menunjukkan potensi peningkatan hasil belajar
mahasiswa (Verdian et al., 2021). Namun, jika kemampuan literasi digital mahasiswa,
khususnya dalam media searching, belum optimal, hal ini justru dapat menghambat
proses belajar dan memengaruhi perilaku pencarian informasi mereka. Mahasiswa
mungkin kesulitan menemukan media yang tepat, terpapar misinformasi, atau merasa
kewalahan, yang pada akhirnya dapat menghambat peningkatan literasi digital mereka
sendiri.
Penelitian ini penting untuk menganalisis secara mendalam peran media
searching dalam peningkatan literasi digital mahasiswa Pendidikan Fisika dalam
konteks blended learning. Hal ini didukung oleh temuan bahwa tingkat literasi digital
dan strategi pencarian informasi online secara signifikan memprediksi kompetensi
pembelajaran seumur hidup (Kaur, 2013). Dengan memahami hubungan ini,
diharapkan dapat diperoleh wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana literasi
digital memengaruhi perilaku pencarian informasi mahasiswa, serta rekomendasi
strategis bagi pengembangan kurikulum dan metode pengajaran yang lebih efektif di
program studi Pendidikan Fisika, guna mempersiapkan calon guru fisika yang tidak
hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga cakap dalam memanfaatkan teknologi
untuk pembelajaran di masa depan (Socrates & Mufit, 2022).
1.2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, beberapa masalah
yang dapat diidentifikasi dalam penelitian ini adalah:
1. Mahasiswa Pendidikan Fisika seringkali dihadapkan pada konsep fisika yang
abstrak, memerlukan media pembelajaran yang mudah dipahami.
2. Meskipun penggunaan media digital dan pencarian informasi cenderung mudah
dilakukan, kemampuan literasi digital yang kuat diperlukan untuk
menggunakannya secara etis dan efektif, serta mengevaluasi konten informasi
secara kritis.
3. Terdapat potensi kesenjangan antara kemudahan akses media digital dan
kemampuan mahasiswa dalam melakukan media searching yang efektif dan kritis
untuk mendukung pembelajaran fisika dalam lingkungan blended learning.
4. Belum optimalnya pemanfaatan media searching yang didasari literasi digital
dapat menghambat peningkatan literasi digital mahasiswa sendiri serta efektivitas
pembelajaran dalam blended learning.
5. Perlunya pemahaman lebih lanjut mengenai bagaimana peran media searching
secara spesifik berkontribusi pada peningkatan literasi digital mahasiswa pada
program studi Pendidikan Fisika dalam model pembelajaran blended learning.
1.3. Pembatasan Masalah
Mengingat luasnya cakupan masalah yang teridentifikasi, penelitian ini
dibatasi pada:
1. Variabel Penelitian: Penelitian ini akan berfokus pada Media Searching sebagai
variabel bebas dan Literasi Digital sebagai variabel terikat.
2. Subjek Penelitian: Penelitian akan dilakukan pada mahasiswa Program Studi
Pendidikan Fisika di [Nama Universitas Anda, contoh: Universitas Syiah Kuala]
yang mengikuti perkuliahan dengan model blended learning.
3. Konteks Pembelajaran: Penelitian ini akan berfokus pada peran media searching
dalam peningkatan literasi digital mahasiswa dalam konteks pembelajaran fisika
yang menerapkan model blended learning.
4. Aspek Literasi Digital: Aspek literasi digital yang ditinjau mencakup kemampuan
mahasiswa dalam menemukan, mengevaluasi konten informasi, dan menggunakan
berbagai bentuk media digital (teks, gambar, video, simulasi, dll.) untuk tujuan
pembelajaran fisika.
1.4. Perumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah di atas, rumusan masalah dalam penelitian
ini adalah:
1. Bagaimana peran media searching dalam peningkatan literasi digital mahasiswa
pendidikan fisika pada blended learning?
1.5. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk menganalisis peran media searching dalam peningkatan literasi digital
mahasiswa pendidikan fisika pada blended learning.
1.6. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, baik secara teoritis
maupun praktis, sebagai berikut:
1. Manfaat Teoritis:
o Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan,
khususnya dalam bidang pendidikan teknologi dan literasi digital, dengan
memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran media
searching dalam pengembangan literasi digital di lingkungan blended
learning, khususnya pada konteks pendidikan fisika.
o Hasil penelitian ini dapat menjadi landasan bagi penelitian selanjutnya
yang mengkaji lebih lanjut aspek-aspek literasi digital dan pemanfaatan
teknologi dalam pembelajaran.
2. Manfaat Praktis:
o Bagi Mahasiswa Pendidikan Fisika: Hasil penelitian ini dapat
meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya literasi digital dan
mendorong mereka untuk melakukan media searching secara lebih efektif
dan kritis guna mendukung pembelajaran fisika. Proses pembelajaran
secara mandiri akan lebih mudah dilakukan ketika memiliki keterampilan
dalam berliterasi digital.
o Bagi Dosen Pendidikan Fisika: Penelitian ini dapat memberikan masukan
mengenai strategi pengajaran yang efektif untuk mengintegrasikan media
searching dan mengembangkan literasi digital mahasiswa dalam model
blended learning.
o Bagi Program Studi Pendidikan Fisika: Hasil penelitian dapat menjadi
bahan pertimbangan dalam pengembangan kurikulum, perancangan mata
kuliah, atau program pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan literasi
digital mahasiswa dan mengoptimalkan implementasi blended learning.
o Bagi Institusi Pendidikan: Penelitian ini dapat berkontribusi pada upaya
institusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang adaptif terhadap
perkembangan teknologi dan menghasilkan lulusan yang kompeten di era
digital.
BAB II
2.1 Deskripsi Teori
2.1.1 Konsep Blended Learning
Blended learning didefinisikan sebagai model pembelajaran yang
mengintegrasikan pengalaman belajar tatap muka di kelas dengan aktivitas
pembelajaran daring (Hrastinski, 2019). Pendekatan ini muncul sebagai salah satu
cara untuk mengimplementasikan konsep e-learning yang trennya terus meningkat,
menawarkan perpaduan antara pembelajaran mandiri (self-paced) dan pembelajaran
kolaboratif. Dengan menggabungkan kedua metode ini, blended learning memberikan
fleksibilitas dan akses yang lebih luas ke berbagai sumber belajar (Kaur, 2013).
2.1.2 Media Searching
Media searching mengacu pada kegiatan pencarian, penemuan, dan pemilihan
berbagai bentuk media digital seperti teks, gambar, video, simulasi, dan infografis
yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran. Kegiatan ini merupakan bagian penting
dari perilaku pencarian informasi di era digital, yang juga memerlukan evaluasi kritis
terhadap sumbernya (SAPUTRI & MANGGALANI, 2024). Khususnya dalam mata
pelajaran fisika, media searching menjadi sangat penting untuk menemukan media
yang dapat menjelaskan konsep abstrak, misalnya melalui simulasi interaktif PhET
(Verdian et al., 2021).
2.1.3 Literasi Digital
Literasi digital adalah kemampuan individu untuk memperoleh, memahami,
dan menggunakan informasi yang berasal dari berbagai sumber digital secara efektif
dan kritis (Naufal, 2021). Literasi ini melampaui sekadar kemampuan teknis dalam
menggunakan perangkat, tetapi juga mencakup kemampuan untuk berpikir kritis,
mengevaluasi validitas informasi, dan memilah kebenaran dari sumber yang beragam
(Nurul Fauziah Amri et al., 2024). Tingkat literasi digital yang kuat dan strategi
pencarian informasi online yang efektif telah terbukti menjadi prediktor signifikan
terhadap kompetensi pembelajaran sepanjang hayat (Tekedere & Göker, 2023).
2.2 Penelitian yang Relevan
Hrastinski (2019) dalam studinya membahas ambiguitas istilah blended learning
dan menyerukan agar peneliti mendefinisikan dengan jelas apa yang mereka
maksud dengan istilah tersebut. Hal ini relevan dengan penelitian ini untuk
memperjelas konteks blended learning yang digunakan.
Kaur (2013) memberikan gambaran umum tentang blended learning, strategi, dan
tantangannya, yang menjadi dasar teoritis mengapa model pembelajaran ini dipilih
sebagai konteks penelitian.
Naufal (2021) dan Tekedere & Göker (2023) secara terpisah mendefinisikan
literasi digital dan perannya dalam pengembangan pengetahuan serta kaitannya
dengan kompetensi pembelajaran seumur hidup, yang merupakan landasan bagi
penelitian ini untuk mengukur variabel literasi digital.
Nurul Fauziah Amri et al. (2024) menganalisis literasi digital dalam pembelajaran
dan menekankan pentingnya keterampilan evaluasi kritis, yang akan menjadi salah
satu indikator kunci dalam mengukur literasi digital mahasiswa.
Verdian et al. (2021) menyoroti penggunaan media simulasi PhET dalam
pembelajaran fisika. Ini memberikan contoh konkret tentang bagaimana media
searching dapat memberikan manfaat langsung untuk mata pelajaran fisika.
SAPUTRI & MANGGALANI (2024) dan Socrates & Mufit (2022) menunjukkan
bahwa pembelajaran fisika sering dianggap sulit karena konsepnya yang abstrak
dan kurangnya inovasi. Hal ini memperkuat urgensi penelitian ini, yaitu untuk
melihat bagaimana media searching dapat menjadi solusi inovatif dalam
pembelajaran.
2.3 Kerangka Berpikir
Penelitian ini berfokus pada peran media searching dalam meningkatkan
literasi digital mahasiswa Pendidikan Fisika dalam konteks blended learning.
Kerangka berpikirnya dapat diuraikan sebagai berikut:
Blended learning mendorong mahasiswa untuk belajar secara mandiri dan
aktif mencari informasi di luar kelas tatap muka. Dalam proses belajar mandiri ini,
media searching menjadi aktivitas utama untuk menemukan sumber belajar digital
seperti video, simulasi, dan artikel. Kualitas dan strategi dalam melakukan media
searching ini secara langsung memengaruhi pengembangan literasi digital mahasiswa.
Mahasiswa yang memiliki strategi media searching yang baik akan lebih
mampu menemukan sumber yang kredibel, mengevaluasi keabsahannya, dan
menggunakan informasi tersebut secara efektif untuk memahami konsep fisika yang
abstrak. Sebaliknya, media searching yang tidak terarah dapat menghambat proses
ini. Dengan demikian, media searching tidak hanya berfungsi sebagai alat, melainkan
juga sebagai praktik yang secara langsung mengasah keterampilan literasi digital
mahasiswa.
Pola pikir ini mengarah pada asumsi bahwa semakin efektif dan terstruktur
aktivitas media searching yang dilakukan, semakin tinggi pula tingkat literasi digital
mahasiswa.
2.4 Hipotesis
Berdasarkan kerangka berpikir di atas, hipotesis dalam penelitian ini adalah:
H0: Tidak ada peran signifikan antara media searching dalam peningkatan literasi
digital mahasiswa pendidikan fisika pada blended learning.
H1: Terdapat peran signifikan antara media searching dalam peningkatan literasi
digital mahasiswa pendidikan fisika pada blended learning.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis dan Desain Penelitian
Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif, yang bertujuan untuk
menguji hipotesis dan hubungan antar variabel melalui data numerik. Desain
penelitian yang digunakan adalah deskriptif-korelasional. Metode deskriptif dipilih
untuk memberikan gambaran yang sistematis dan akurat mengenai karakteristik
masing-masing variabel, yaitu tingkat media searching dan tingkat literasi digital
yang dimiliki oleh mahasiswa. Sementara itu, metode korelasional diterapkan untuk
menganalisis secara mendalam hubungan serta peran yang signifikan antara variabel
bebas (media searching) dan variabel terikat (literasi digital). Melalui desain ini,
peneliti tidak hanya akan mendeskripsikan kondisi yang ada, tetapi juga dapat
mengukur sejauh mana satu variabel memengaruhi atau berhubungan dengan variabel
lainnya.
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Tempat Penelitian: Penelitian ini akan dilaksanakan di lingkungan akademik
Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Abulyatama. Lokasi ini dipilih karena memiliki populasi mahasiswa
yang relevan dengan topik penelitian, yaitu mahasiswa yang secara aktif terlibat
dalam pembelajaran fisika dengan model blended learning.
Waktu Penelitian: Penelitian ini direncanakan akan berlangsung selama satu
semester akademik, dimulai pada bulan September 2025 hingga Januari 2026
. Rentang waktu ini dinilai memadai untuk melaksanakan seluruh tahapan
penelitian, mulai dari persiapan instrumen, pengumpulan data, hingga analisis dan
penarikan kesimpulan.
3.3 Variabel Penelitian
Dalam penelitian ini, terdapat dua variabel utama yang akan diukur dan dianalisis:
Variabel Bebas (X): Variabel ini adalah Media Searching, yang didefinisikan
sebagai aktivitas sistematis mahasiswa dalam mencari, menyeleksi, dan
menggunakan berbagai bentuk media digital (seperti artikel, video, simulasi
interaktif, atau infografis) sebagai sumber belajar pendukung mata kuliah fisika.
Indikator variabel ini mencakup frekuensi pencarian, variasi sumber yang
digunakan, dan strategi yang diterapkan dalam proses pencarian.
Variabel Terikat (Y): Variabel ini adalah Literasi Digital, yang merujuk pada
kompetensi mahasiswa dalam memperoleh, memahami, mengevaluasi, dan
memanfaatkan informasi digital secara kritis dan etis untuk mendukung proses
pembelajarannya. Variabel ini mencakup dimensi keterampilan teknis,
kemampuan berpikir kritis terhadap konten, dan pemahaman etika digital.
3.4 Populasi dan Sampel
Populasi: Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi
Pendidikan Fisika Universitas Abulyatama angkatan 2023, yang sedang mengikuti
mata kuliah fisika dengan penerapan model blended learning.
Sampel: Teknik pengambilan sampel yang akan digunakan adalah purposive
sampling, di mana sampel dipilih berdasarkan kriteria tertentu yang relevan
dengan tujuan penelitian. Kriteria utama adalah mahasiswa yang aktif dalam
perkuliahan fisika dengan model blended learning, yang memungkinkan peneliti
untuk mendapatkan data yang valid. Jumlah sampel akan dihitung menggunakan
rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%, untuk memastikan sampel
representatif dan cukup untuk analisis statistik.
3.5 Instrumen Penelitian
Instrumen utama yang akan digunakan untuk mengumpulkan data adalah
kuesioner (angket). Kuesioner ini akan disusun dengan merujuk pada teori dan
indikator variabel yang telah ditetapkan. Pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner akan
menggunakan skala Likert. Contoh : 1 = Sangat Setuju 2 = Tidak Setuju 3 = Netral 4
= Setuju 5 = Sangat Setuju, yang memungkinkan responden untuk memberikan
respons berjenjang. Sebelum kuesioner disebarkan ke sampel, instrumen ini akan
melewati tahap uji validitas dan reliabilitas pada sekelompok kecil mahasiswa dengan
karakteristik serupa untuk memastikan pertanyaan-pertanyaan akurat dan konsisten
dalam mengukur variabel yang dimaksud.
3.6 Teknik Pengumpulan Data
Data akan dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada
responden. Proses ini dapat dilakukan secara daring melalui Google form.
Pengumpulan data secara daring memungkinkan jangkauan yang lebih luas dan
efisien, sementara pengumpulan luring dapat memastikan tingkat partisipasi yang
tinggi. Peneliti akan menjelaskan tujuan penelitian kepada responden dan memastikan
kerahasiaan data yang diberikan.
3.7 Teknik Analisis Data
Data kuantitatif yang telah terkumpul akan dianalisis menggunakan perangkat
lunak statistik SPSS. Tahapan analisis data meliputi:
1. Uji Validitas dan Reliabilitas: Memastikan kualitas instrumen dengan uji korelasi
Product Moment (untuk validitas) dan Cronbach's Alpha (untuk reliabilitas).
2. Analisis Deskriptif: Menggambarkan karakteristik data melalui frekuensi,
persentase, rata-rata (mean), dan standar deviasi, yang akan memberikan
gambaran umum mengenai kondisi media searching dan literasi digital.
3. Uji Prasyarat Analisis: Meliputi uji normalitas (untuk memastikan data
terdistribusi normal) dan uji linearitas (untuk memastikan hubungan antar variabel
bersifat linear), yang merupakan syarat wajib sebelum melakukan analisis regresi.
4. Analisis Regresi Sederhana: Tahap akhir ini akan menguji hipotesis dengan
mengukur peran variabel media searching terhadap literasi digital, serta menentukan
seberapa besar kontribusi peran tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Andari, R. (2020). Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Game Edukasi Kahoot! Pada
Pembelajaran Fisika. ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi Dan Aplikasi Pendidikan Fisika, 6(1),
135.
Budiawan, R., Mandasari, R. I. M., Rosmiati, M., Cahyana, C., & Ananda, D. (2022). Literasi Digital
untuk Mendukung Revolusi Industri 4.0 pada Komunitas Persatuan Mulimah Kota Bandung. E-
Dimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 13(3), 492–495.
Hrastinski, S. (2019). What Do We Mean by Blended Learning? TechTrends, 63(5), 564–569.
Kaur, M. (2013). Blended Learning - Its Challenges and Future. Procedia - Social and Behavioral
Sciences, 93, 612–617.
Naufal, H. A. (2021). Literasi Digital. Perspektif, 1(2), 195–202.
Nurul Fauziah Amri, Rosalyn Anwar, C., & Monoarfa, M. (2024). Analisis Literasi Digital Dalam
Pembelajaran Mahasiswa Angkatan 2021 Prodi Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Makassar. Jurnal Teknologi Pendidikan, 4(2), 16–25.
SAPUTRI, V. A. M., & MANGGALANI, R. (2024). Pengaruh Literasi Digital Terhadap Perilaku
Pencarian Informasi Di Kalangan Mahasiswa. PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan
Psikologi, 3(4), 229–236.
Tekedere, H., & Göker, H. (2023). The Role of Online Information Searching Strategies and Digital
Literacy Levels in Predicting Students’ Lifelong Learning Competencies. Participatory
Educational Research, 10(4), 1–15.
Ummah, M. S. (2019). No 主観的健康感を中心とした在宅高齢者における 健康関連指標に関する共分散構造分析 Title. In
Sustainability (Switzerland) (Vol. 11, Issue 1).
[Link]
sequence=12&isAllowed=y%0A[Link]
Verdian, F., Jadid, M. A., & Rahmani, M. N. (2021). Studi Penggunaan Media Simulasi PhET dalam
Pembelajaran Fisika. Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Fisika, 1(2), 39–44.