0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan27 halaman

Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran

Dokumen ini membahas kriteria pemilihan media pembelajaran yang penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pemilihan media harus mempertimbangkan karakteristik siswa, tujuan pembelajaran, dan kemampuan guru dalam menggunakan media tersebut. Selain itu, media yang tepat dapat mempermudah pemahaman materi dan mendukung interaksi aktif antara siswa dan guru.

Diunggah oleh

rennyrestanty
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan27 halaman

Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran

Dokumen ini membahas kriteria pemilihan media pembelajaran yang penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pemilihan media harus mempertimbangkan karakteristik siswa, tujuan pembelajaran, dan kemampuan guru dalam menggunakan media tersebut. Selain itu, media yang tepat dapat mempermudah pemahaman materi dan mendukung interaksi aktif antara siswa dan guru.

Diunggah oleh

rennyrestanty
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: [Link]

net/publication/369384151

KRITERIA PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN

Chapter · March 2023

CITATIO
N READS

1 20,135

1 author:

Muh Fitrah
Universitas Muhammadiyah Bima
29 PUBLICATIONS 353 CITATIONS

SEE PROFILE

All content following this page was uploaded by Muh Fitrah on 21 March 2023.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


BAGIAN 6
KRITERIA PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN
(Muh. Fitrah, [Link])

A. PENDAHULUAN

Salah satu indikator keberhasilan sekolah ialah


menyelenggarakan pembelajaran yang bermutu. Hal itu
ditunjukkan dengan gebrakan kepala sekolah sebagai
leader dalam menuntut guru untuk menjadi kunci dari
pembelajaran. Pembelajaran ialah alur guru dalam
menyembatani siswa mendapatkan ilmu pengetahuan baik
dilakukan secara formal maupun non formal. Menurut
Kustandi & Darmawan (2020) bahwa pembelajaran identik
dengan usaha yang dilakukan guru atau pendidik secara
sadar untuk membantu siswa.

Beragama cara yang dapat dilakukan oleh guru dalam


menjalankan pembelajaran didalam kelas. Salah satunya
ialah guru memilih media pembelajaran sebagai cara
terbaik untuk mensukseskan pembelajarannya. Seorang
guru hendaknya memiliki kemampuan dan keterampilan
untuk memilih dan bahkan mengembangkan media
pembelajaran yang tepat guna (Salim, dkk., 2020;
Oktaviani, 2021).

Media adalah alat yang tidak bisa dipisahkan dari proses


pembelajaran (Trisnawati & Soleha, 2020). Media sebagai
segala bentuk dan saluran yang dipergunakan untuk
proses informasi
(Richey, Silber, & Ely, 2008; Mediawati, 2011). Hodijah,
dkk., (2022) menekankan bahwa media merupakan suatu
alat yang memiliki fungsi untuk menyampaikan pesan
(Widodo, 2018). Keberadaan media dalam pembelajaran
tidak akan berfungsi bila proses belajar tidak dijalankan.

Berdasarkan konsep teori yang dikutip dari beberapa


literatur, maka dapat disimpulkan bahwa media ialah alat
penyampai pesan yang dibutuhkan pada zaman yang
terus berkembang dengan pesat dalam kegiatan
pembelajaran. Dengan adanya media tersebut,
harapannya ialah mampu memecahkan masalah dan
menjadi solusi dari perbedaan pola belajar.

Kita tahu bersama bahwa pembelajaran ialah suatu yang


sangat urgen di dalam pendidikan. Pembelajaran abad 21
ini sesungguhnya mendepankan kemampuan inovatif,
memecahkan masalah, dan sampai pada kemampuan
guru menggunakan teknologi yang berkembang (Fitrah,
2022). Pembelajaran merupakan proses interaksi antara
siswa dengan guru serta sumber belajar pada suatu
lingkungan belajar (Hodijah, dkk., 2022).

Sehingga dalam hal ini iakah media pembelajaran menjadi


salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas
mutu proses belajar mengajar. Beragam makna media
pembelajaran era ini baik dari sisi penelitian dan
pengabdian yang dilaksanakan di sekolah maupun luar
sekolah (les, kursus, dan bimbingan belajar). Media
pembelajaran ialah segala sesuatu yang dapat
menyampaikan pesan
melalui berbagai saluran yang dapat merangsang pikiran
sehingga mendorong terciptanya proses belajar (Abi
Hamid, dkk., 2020). Menjadi catatan terpenting guru atau
pengajar bahwa harus memiliki sikap yang konsisten untuk
memilih media yang tepat pada tiap konten pelajarannya.
Hal ini, Khalilullah (2012) menjelaskan bahwa sebelum
menyimpulkan penggunaan media pembelajaran, guru
tentunya melakukan seleksi terhadap media
pembelajaran.

Secara komperehensif biasanya guru memiliki alasan


tersendiri dalam memilih media pembelajaran, baik
tugasnya sebagai guru mata pelajaran maupun guru
kelas, hal ini didasari pada konsep pembelajaran sebagai
sebuah sistem yang memiliki banyak domain penting
sebagai pemicu keberhasilan menjawab tujuan
pembelajarannya dan meningkatkan profesionalisme
seorang guru.

B. INTERPRETASI KRITERIA PEMILIHAN


MEDIA PEMBELAJARAN

Media sesungguhnya salah satu komponen yang sangat


fundamental didalam proses belajar mengajar, karena
kunci untuk menyampaikan pesan yang dapat
mempermudah pemahaman materi tiap kali pertemuan.
Media yang dipilih memang didasarkan pertimbangan
yang sangat matang sehingga dalam proses kegiatan belajar
mengajar dapat dilaksanakan secara mudah dan sesuai
indikator capaian pembelajaran yang hendak dicapai. Arif,
dkk (2007) menjelaskan bahwa secara umum pemilihan
media dapat dilakukan dengan
mempertimbangkan faktor-faktor berikut: kemampuan
mengakomodasikan penyajian stimulus yang tepat,
kemampuan mengakomodasi respon siswa yang tepat,
kemampuan mengakomodasi umpan balik, dan pemilihan
media utama dan media skunder untuk penyajian
informasi dan stimulus.

Media pembelajaran dan kesiapan pembelajar menjadi


titik kunci keberhasilan pembelajaran (Handayani, 2021).
Akan tetapi beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa
kegagalan terjadi dalam pembelajaran salah satunua
terjadi dikarenakan ketidaktepatan memilih media
pembelajaran (Oktaviani, 2021). Dasar pertimbangan
untuk memilih suatu media sangatlah sederhana, yaitu
dapat memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan yang
diinginkan atau tidak (Arif, dkk., 2007). Untuk itu, terdapat
alasan dasar guru memilih media dalam proses belajar,
antara lain:
1. Media dapat digunakan sebagai alat untuk
mendemonstrasikan sebuah konsep dan lain- lain
(Chotib, 2018).
2. Media adalah untuk lebih memperjelas pesan
pembelajaran dan memberikan penjelasan yang lebih
konkrit (Marpanaji, Mahali, & Putra, 2018).
3. Salah satu aspek yang harus diupayakan oleh guru
dalam pembelajaran adalah siswa harus berperan secara
aktif baik secara fisik, mental, dan emosional
(Marpanaji, Mahali, & Putra, 2018).
4. Media pembelajaran dipilih untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran (Marpanaji, Mahali, & Putra,
2018).
C. PRINSIP-PRINSIP PEMILIHAN MEDIA

Prinsip pemilihan media pembelajaran sangatlah penting


dikarenakan akan berpengaruh pada hasil atau output
pembelajaran. Ketepatan pemilihan media harus
memenuhi beberapa prinsip. Menurut Astriani (2018)
prinsip-prinsip pemilihan media pembelajaran ada
beberapa prinsip, antara lain: prinsip efektivitas dan
efisiensi dalam konsep pembelajaran, taraf berfikir siswa,
prinsip interaktivitas media pembelajaran, ketersediaan
media pembelajaran, kemampuan guru dalam
menggunakan media pembelajaran, alokasi waktu,
fleksibelitas, dan keamanan penggunaan media
pembelajaran.

D. KRITERIA PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN

Media pembelajaran memang komponen yang penting


dalam mendukung keberhasilan pembelajaran, terlebih lagi
pada era digital. Guna mencapai mutu dan kualitas media
pembelajaran yang efisien dan memberikan pengaruh
yang relevan dalam proses belajar mengajar, maka mesti
memiliki indikator atau kriteria pemilihan media
pembelajaran yang tepat. Arsyad (2013) menjelaskan
bahwa kriteria pemilihan media bersumber dari konsep
bahwa media pembelajaran merupakan bagian dari sistem
instruksional secara keseluruhan. Meskipun demikian,
tidak semua media pembelajaran cocok dan tepat
digunakan untuk semua topik pembelajaran dan siswa
yang memiliki karakteristik berbeda-beda serta dari
pemilihan
model, pendekatam, strategi, teknik, dan metode
pembelajaran, lingkungan sekolah dan lainnya.

Pemilihan media pembelajaran menjadi pekerjaan lanjutan


bagi guru (mata pelajaran maupun kelas) yang ingin
menerapkan media dalam proses belajar mengajar.
Menurut Ramli (2012), setidaknya ada beberapa kriteria
yang bisa menjadi pedoman dalam memilih media
pembelajaran, diantaranya yaitu:

1. Menganalisis kebutuhan dan karakteristik


Hal ini penting dilakukan oleh guru saat memikirkan
media pembelajaran yang tepat, ialah melakukan
analisis kebutuhan dan karakteristik. Analisis kebutuhan
dan karakteristik dalam hal ini berpusat pada
kebutuhan siswa dalam proses belajar mengajar. Tugas
utama guru ialah memenuhi kebutuhan unik setiap
siswa (Smaldino, Lawther, dan Russel, 2012). Hal ini
dilakukan salah satu alasannya adalah pada materi
yang sulit dipahami oleh siswa, guru dapat
memanfaatkan media pembelajaran yang dapat
membantu siswa dalam memahami materi (Irfan et al.,
2019). Sehingga harus dilakukan analisis kebutuhan
dan memetakan karakteristik media yang tepat. Dalam
hal ini pun bahwa Sudana dan Ahmad Rivai (2011) telah
mengklasifikasikan beberapa media pembelajaran,
antara lain dilhat dari: sifatnya, kemampuan
jangkauannya media, dan cara atau teknik
pmakaiannya.
2. Ketepatan dengan tujuan pembelajaran
Media pembelajaran dipilih atas dasar mencapai tujuan-
tujuan pembelajaran (Arief S. Sadiman, 2020). Dalam
proses belajar mengajar, tujuan instruksional
merupakan faktor yang sangat penting. Model
instrusional akan menuntut agar tujuan-tujuan tersebut
dirumuskan secara jelas dan tegas dalam bentuk
respon dan capaian pelajaran siswa. Sanjaya (2013)
mengungkapkan bahwa tujuan merupakan komponen
terpenting dalam pembelajaran. Tujuan ini merupakan
pernyataan yang menunjukkan perilaku yang harus
dapat dilakukan siswa setelah ia mengikuti proses
instruksional tertentu. Keberhasilan pencapaian tujuan
merupakan indikator keberhasilan pendidik merancang
dan memproses media pembelajaran.

3. Dukungan terhadap isi bahan pembelajaran (Naskah


Media) Naskah media adalah bentuk penyajian materi
pembelajaran melalui media rancangan yang
merupakan penjabaran dari pokok-pokok materi yang
telah disusun secara baik supaya materi pembelajaran
itu dapat disampaikan melalui media, maka materi
tersebut perlu dituangkan dalam tulisan atau gambar
yang disebut naskah program media (Nurrita, 2018).

4. Keterampilan dan kemampuan Guru Menggunakan


Media Keterampilan dan kemampuan
menjadi kunci suksesnya
komponen perangkat pembelajaran, yakni media
pembelajaran. Akan tetapi syarat utamanya adalah
guru mampu untuk menggunakan media pada proses
belajar mengajar. Fakta untuk
hal ini, masalah yang terjadi biasanya kurang
pengetahuan dan masih terbatas dari segi waktu dan
keterampilan untuk membuat media pembelajaran
(Rahim, Suherman, & Murtiani, 2019). Setelah dilakukan
penelitian, misalkan penelitian Angraini (2017) yang
menggambarkan bahwa guru telah mampu
menggunakan media pembelajaran dengan klasifikasi
media grafis.

5. Tersedianya waktu untuk menggunakannya


Medianya sesuai dengan perencanaan dan metode
pembelajaran yang digunakan (Oktari, 2017). Hal ini
sesuai dengan beberapa hasil penelitian terdahulu
menunjukkan bahwa kendala yang dihadapi guru pada
penggunaan media dalam proses pembelajaran adalah
waktu yang dibutuhkan untuk mengolah media dan
ketersediaan media dengan sub bahasan.

6. Sesuai dengan taraf berfikir siswa


Pemilihan media juga harus melihat karakteristik siswa
(Cahyani, 2019), dalam hal ini ialah gaya belajar dan
tingkat perkembangan kemampuan berfikir siswa.

7. Mengadakan tes dan revisi


Evalusi media pembelajaran ialah suatu kegiatan yang
dilaksanakan untuk menentukan nilai dari media yang
digunakan dalam proses belajar mengajar (Nurrita,
2018). Hal ini ialah output efektivitas penggunaan
media pembelajaran. Penilaian dimaksudkan untuk
mengetahui tingkat ketercapaian tujuan yang telah
ditetapkan.
Menurut Kustandi & Bambang (2013) terdapat beberapa
kriteria dalam pemilihan media pembelajaran yaitu: sesuai
dengan tujuan yang ingin dicapai, tepat untuk mendukung
isi pelajaran, bersifat praktis luwes dan tahan lama, guru
terampil menggunakannya, pengelompokkan sasaran, dan
mutu teknis (Astriani, 2018). Senada dengan uraian dari
Sudjana dan Ahmad Rivai (2011) dan dalam hal ini hanya
dibedakan pada konsep memilih media pembelajaran
dengan kriteria kemudahan memperoleh media media,
mudah dibuat oleh guru pada waktu mengajar, tersedia
waktu untuk menggunakannya media, dan sesuai dengan
taraf berpikir siswa.

Sedangkan Dina Indriana (2011) mengungkapkan


beberapa faktor yang menentukan untuk memilih media
yaitu kesesuaian tujuan pembelajaran, kesesuaian dengan
materi yang diajarkan, kesesuaian dengan fasilitas
pendukung, kesesuaian dengan karakteristik siswa,
kesesuaian dengan gaya belajar siswa, dan kesesuaian
dengan teori yang digunakan (Zahwa & Syafi’i, 2022;
Setyosari 2009). Faktor- faktor yang perlu
dipertimbangkan antara lain: karakteristik siswa, strategi
belajarmengajar, organisasi kelompok belajar, alokasi
waktu dan sumber, dan prosedur penilaian.

Berdasarkan beberapa konsep kriteria pemilihan media


pembelajaran diatas maka dapat disimpulkan bahwa
media harus sesuai dengan materi yang diajarkan, sesuai
dengan karakteristik siswa, kemudahan memperoleh
media, skill guru mengaplikasikan media, praktis, luwes
dan digunakan berkelanjutan.
Keberhasilan pemanfaatan media pembelajaran untuk
mendukung tercapainya tujuan pembelajaran sangat
ditentukan oleh guru. Guru bertugas merancang proses
pembelajaran termasuk dalam memilih media dan bahan
ajar yang akan digunakan. Setiap pengajar wajib
mengetahui unsur-unsur perencanaan pembelajaran yang
baik (Ahmad Nursobah, 2019), dalam hal ini ialah salah
satunya merencanakan kriteria pemilihan media
pembelajaran. Setiap perencanaan selalu berkenaan
dengan pemikiran mengenai apa yang akan dilakukan
(Wahyuni, dkk, 2022).

Perencanaan media pembelajaran dapat membuat


pembelajaran berlangsung secara sistematis dan
pembelajaran tidak berlangsung seadanya, akan tetapi
berlangsung secara terarah dan terorganisir. Terlebih lagi,
bahwa era sekarang ini dengan teknologi yang
berkembang pesat terutama dalam dunia pendidikan,
guru harus piawai dalam menyesusaikan media belajar
mengajar menggunakan teknologi. Oleh karena itu guru
juga harus menyesuaikan diri dengan perkembangan
teknologi supaya bisa mengimbangi perkembangan siswa
pada era digital saat ini. Catatan pentingnya ialah guru
bila mana merencanakan media pembelajaran harus
melibatkan seluruh komponen sekolah secara internal
maupun eksternal (Munisah, 2020).

Pemilihan media adalah suatu kegaiatan dalam memilah


perangkat pendukung utama menyampaikan informasi.
Menurut Kustandi & Sucipto (2016) terdapat beberapa
faktor dalam mamilih media belajar yang akan digunakan,
sebagai berikut:
1. Anggaran
Sebagian sekolah tidak memberi fasilitas kepada siswa.
Sehingga guru di sekolah tidak menggunakan media
untuk mempermudah siswa dalam mempelajari materi
karena biaya yang dikeluarkan cukup mahal.

2. Materi pembelajaran
Tidak hanya memperhatikan dana, seorang guru juga
harus memperhatikan tentang materi pebelajaran,
karena dalam setiap materi yang disampaikan itu beda
sehingga media yang akan digunakan juga akan
berbeda.

3. Siswa
Pemahaman yang dimiliki oleh setiap individu sangat
beragam. Sehigga seorang guru juga harus
memperhatikan pemahaman yang dimiliki oleh siswa.
Seorang guru juga dapat menangani dengan membuat
media semenarik mungkin agar seluruh perhatian siswa
yang memiliki pemahaman yang berbeda dapat tertuju
kepada media yang digunakan untuk menyampaikn
materi.

4. Jenis-jenis Media
Guru juga harus mengatahui jenis-jenis media terlebih
dahulu agar dapat menentukan jenis media mana yang
sesuai dengan materi yang diajarkan. Hal ini bertujuan
agar seorang pendidik dapat memberikan stimulus
respon dengan siswa dengan baik (Zahwa & Syafi’i,
2022).
E. KOMPILASI PENELITIAN TENTANG PEMILIHAN
MEDIA PEMBELAJARAN

Pemilihan media pembelajaran tidak kalah penting dengan


isu-isu lain di dalam dunia pendidikan. Beragam hasil
penelitian pada scope isu media pembelajaran di sekolah
baik pada tingkat rendah hingga perguruan tinggi telah
banyak dilakukan, antara lain penelitian dilakukan secara
kualitatif, kuantitatif, dan pengembangan media yang
sudah ada. Alwi (2017) meneliti tentang problematika
guru dalam mengembangkan sebuah media
pembelajaran. Dalam penelitiannya menggambarkan
bahwa masih ada guru yang kurang mampu
menggunakan media pembelajaran. Sedangkan Tafonao
(2018) meneliti tentang peranan media pembelajaran, hal
ini menunjukkan bahwa melalui media pembelajaran
dapat membuat proses belajar mengajar lebih efektif dan
efesien serta terjalin hubungan baik antara guru dengan
siswa dan membuat siswa tidak bosan ketika belajar
menggunakan media.

Kemudian dalam penelitian pengembangan media


pembelajaran, Nurrita (2018) tentang pengembangan
media pembelajaran untuk beberapa mata pelajaran, jenis
media dan tingkatan sekolah (Tarigan & Siagian, 2015;
Mustaqim, 2017; Ali, 2019; Maskur, Nofrizal, Syazali,
2017). Terlebih lagi pada pengembangan media
pembelajaran di era teknologi sudah banyak dilakukan,
misalkan penelitian dari Suryani (2016), Afriani & Fitria
(2021), Firmadani
(2020), Sudarsana, dkk (2018), Herayanti, Habibi, &
Fuaddunazmi (2017), Usmaedi, Fatmawati, & Karisman
(2020). Media berbasis teknologi dan informasi ini dapat
berupa hp, laptop, internet, dan sebagainya (Zahwa &
Syafi’i, 2022).

Berdasarkan keragaman penelitian-penelitian tersebut,


tentunya minat peneliti di Indonesia tentang media
pembelajaran sudah sangat jelas dan dirasa sangat urgen,
dalam mewujudkan suasana pembelajaran yang
menggembirakan dan dapat meningkat mutu serta
kualitas pembelajaran dikelas.

Lalu penelitian dengan scope pemilihan media


pembelajaran sudah dilakukan pula, antara lain penelitian
abidin (2017) bahwa proses penerapan pemilihan media
pembelajaran pada dasarnya merupakan salah satu
aplikasi teknologi pembelajaran. Untuk itu lebih lanjut
penelitian Mahnun (2012) yang menggambarkan bahwa
dalam pemilihan media harus sesuai dengan teorinya dan
guru harus memperhatikan kemampuan, sikap inovatif
dan ketersediaan sarana dan prasarana. Penelitian Sari
(2020) dalam pemilihan media pembelajaran terutama
menggunakan platform
teknologi seperti: zoom free, whatsapp group, google
classroom,
edmodo, google meeting free.
View publication stats

Anda mungkin juga menyukai