Pengaruh Bonus Pack dan Diskon Harga
Pengaruh Bonus Pack dan Diskon Harga
DI KOTA BANDUNG
SKRIPSI
NPM: A10170430
BANDUNG
2021
PENGARUH BONUS PACK DAN PRICE DISCOUNT TERHADAP
DI KOTA BANDUNG
NPM: A10170430
Pembimbing
Mengetahui,
Prof. [Link]. M. Fani Cahyandito, SE., [Link]., CSP Mirza Hedismarlina Yuneline, ST., MBA., QWP., CRA
1. Karya tulis saya, Skripsi ini adalah asli dan belum pernah diajukan untuk
2. Karya tulis ini murni gagasan, rumusan, dan penelitian saya sendiri, tanpa
3. Dalam karya tulis ini tidak terdapat karya atau pendapat yang telah ditulis
yang diperoleh karena karya tulis ini, serta sanksi lainnya dengan norma
DI KOTA BANDUNG
Ditulis oleh:
Rafi Rizqullah Permana
Pembimbing:
Fitri Lestari, [Link].,M.M.
ABSTRAK
Phillip Works merupakan sebuah clothing brand yang cukup digandrungi
oleh anak muda Kota Bandung. Pendapatan pada distro Phillip Works setiap
tahunnya bersifat fluktuatif dan cenderung menurun, hal ini menjadi
permasalahan dikarenakan distro Phillip Works cukup digandrungi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh bonus pack dan price
discount terhadap impulse buying pada konsumen Phillip Works di Kota
Bandung.
Written by:
Rafi Rizqullah Permana
Advisor:
Fitri Lestari, [Link]., M.M.
ABSTRACT
Phillip Works is a clothing brand that is loved by young people in
Bandung. Income at the Phillip Works distribution every year is fluctuating and
tends to decline, this is a problem because the Phillip Works distribution is quite
loved. This study aims to determine how much influence the bonus pack and price
discount have on impulse buying for Phillip Works consumers in Bandung.
The research method used by the author is descriptive and verification
research, while the sample in this study is the consumer of Phillip Works in
Bandung. The sampling technique used purposive sampling with a total of 100
respondents. The data analysis technique used is the design of the Hypothesis Test
with Validity Test, Reliability Test, Normality Test, Multiple Regression Analysis,
Coefficient of Determination, F test and t test.
Based on the research results, bonus packs and price discounts have a
partial effect on impulse buying and bonus packs and price discounts have a
simultaneous effect on impulse buying.
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas nikmat dan karunianya, sehingga
saya sebagai penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini dengan tepat waktu, yang
berjudul “Pengaruh Bonus Pack dan Price Discount terhadap Impulse Buying
pada Konsumen Phillip Works di Kota Bandung”. Penelitian ini bertujuan untuk
kemampuan, yang dimiliki penulis dalam mengelola serta menyajikan Skripsi ini.
Oleh karena itu, segala kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis
harapkan untuk perbaikan dan penyempurnaan Skripsi ini. Selain itu, penulis
dorongan,bantuan, dan bimbingan baik secara moril maupun materil yang sangan
berarti selama penulisan Skripsi ini. Maka sudah sepantasnya pada kesempatan ini
1. Prof. [Link]. M. Fani Cahyandito, SE., [Link]., CSP selaku Ketua STIE
EKUITAS.
3. Dr. Hj. Neneng Hayati, SE., MM selaku Wakil Ketua II STIE EKUITAS.
4. Dr. Anton Mulyono Azis, SE., MT selaku Wakil Ketua III STIE
EKUITAS.
5. Ibu Mirza Hedismarlina Yuneline, ST., MBA., QWP selaku Ketua
6. Ibu Terra Saptina Maulani, SE., [Link] selaku Sekretaris Program Studi S1
penelitian ini.
8. Kedua orang tua penulis, Ibu Euis Sumiati dan Bapak Erwin Permana
pengertian, dukungan moril maupun materil serta doa yang tak pernah
Maulana sebagai sahabat sejak awal masuk kuliah hingga saat ini yang
11. Terimakasih banyak Malbi, Lita, Nurhadi, Titahs, Adittya, Shinta, Shafa,
Indra, Arif, Nurhadi, Dea, Nofen, Asep, Fauzan, Bintang, Aldi, Yosi,
Haikal, Farid, Rizal, Kumis Tempur, Team Hore, Qidiw Squad, sebagai
sahabat yang saya cintai dan saya sayangi yang sampai saat ini
memberikan dukungan.
12. Rekan-rekan konsentrasi Manajemen Pemasaran 2017 dan rekan-rekan S1
13. Serta semua pihak yang terkait lainnya yang telah membantu baik secara
Penulis menyadari bahwa Skripsi ini masih jauh dari kata sempurna dan
saran dan kritik yang membangun dari semua pihak untuk memperbaiki dan guna
Akhir kata penulis memohon maaf atas segala kekurangan yang ada di
dalam Skripsi ini, semoga dapat bermanfaat baik untuk referensi ataupun pihak-
PENDAHULUAN
Kota Bandung. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
13
Berdasarkan Tabel 1.1 bahwa diantara 14 subsektor yang ada, yang paling
fashion, karena fashion merupakan salah satu yang diminati banyak masyarakat
dan menjadi salah satu ladang usaha bagi pengusaha dalam mendirikan toko
fashion di kota ini, sehingga sangat berpengaruh terhadap trend anak muda zaman
sekarang khususnya di Kota Bandung. Di kota ini sangat banyak sekali yang
menjual produk pakaian seperti butik, factory outlet, distro dan clothing.
Salah satu distro yang ada di Kota Bandung, yang juga merupakan fokus
objek pada penelitian ini yaitu Phillip Works merupakan sebuah clothing brand
yang cukup digandrungi oleh anak muda Kota Bandung. Phillip Works sendiri
mengusung tema motor pada setiap jenis pakaiannya, sehingga segmentasi Phillip
Works yaitu anak muda dan orang tua yang mempunyai ketertarikan dalam dunia
14
Pada gambar 1.1 di atas dapat dilihat beberapa gambar katalog produk yang
terdapat pada sosial media Phillip Works. Berbagai jenis model produk yang
dijual seperti T-shirt, hoodie, jaket parka, jaket bomber, sarung tangan motor,
helm, topi dan jenis lainnya dengan range harga jual di atas Rp. 160.000.
Meskipun brand Phillip Works sedang ‘naik daun’ namun penulis menemukan
penurunan penjualan pada tahun 2019 yang sangat signifikan. Berikut data
penjualan pada tahun 2019 yang penulis peroleh dari pihak Phillip Works :
kenaikan dari tahun 2016 hingga 2018, namun pada tahun 2019 terjadi penurunan
penjualan yang cukup signifikan. Hal ini menjadi permasalahan, terlebih karena
produk Philip Works cukup terkenal dan digandrungi oleh anak muda Kota
Bandung dan luar Kota Bandung. Penurunan pendapatan yang dialami distro
turunnya minat pembelian oleh konsumen untuk membeli produk di distro Phillip
Works Bandung.
15
Penjualan yang fluktuatif dikarenakan adanya beberapa faktor, yaitu
promosi yang dilakukan oleh Phillip Works, serta banyaknya pesaing yang ada.
Promosi yang lebih banyak yang dilakukan oleh kompetitor menjadi salah satu
faktor yang menyebabkan konsumen lebih memilih produk lain ketimbang Phillip
Works, karena konsumen cenderung memilih produk yang memiliki promosi yang
jadi penentu untuk memilih produk fashion namun peran harga yg rendah menjadi
konsumen selalu merencanakan terlebih dahulu tentang barang apa yang akan
demikian ada kalanya proses pembelian yang dilakukan oleh konsumen timbul
begitu saja saat ia melihat suatu barang atau jasa (Rofidi, 2017).
karakter unik, yaitu berpikir jangka pendek, tidak terencana, gagap teknologi,
orientasi pada konteks, suka merek luar negeri, religius, gengsi, kuat di subkultur,
16
Indonesia memiliki karakter unplanned. Mereka biasanya suka bertindak “last
Konsumen saat ini menjadi lebih impulsif karena adanya berbagai faktor.
(2018), dengan ditopang oleh basis konsumen dan daya beli yang kuat membuat
konsep pola belanja di Indonesia saat ini berubah dan berkembang sebagai sebuah
cerminan gaya hidup yang lebih modern dan lebih berorientasi rekreasi yang
mendapatkan konsumen yang bersifat impulse buying. Dalam kondisi ini promosi
penjualan (sales promotion) yang merupakan salah satu elemen dari bauran
free sample, bonus pack serta penataan in-store display (Ndubisi & Moi, 2006).
Price discount dan bonus pack merupakan promosi penjualan yang paling
Tsiros, & Rao, 2012). Chen, dkk (2012) menambahkan jika, price discount adalah
yang sama dengan harga yang berkurang, sedangkan bonus pack merupakan
17
Xu, Y., dan Huang, J.S. (Xu & Huang, 2014), dalam penelitiannya yang
berjudul “Effects of Price Discounts and Bonus Packs on Online Impulse Buying”,
menyatakan bahwa variabel price discount akan lebih memicu impulse buying
memiliki harga yang murah, sedangkan variabel bonus pack akan lebih memicu
sebagai variabel dependen dan kemudian variabel bonus pack dan price discount
dimensi teori impulse buying dari Delbert Hawkins (2010), berikut merupakan
Tabel 1.3 Hasil Survei Pra penelitian Impulse Buying Konsumen Phillip
Works Kota Bandung
No Pertanyaan Ya Tidak Persentase Persentase
Ya Tidak
1 Saya membeli produk Phillip 7 23 23% 77%
Works tanpa adanya
pertimbangan sebelumnya
2 Saya membeli produk Phillip 19 11 63% 37%
Works karena terpengaruh
oleh teman
3 Saya melakukan pembelian 27 3 90% 10%
karena adanya nilai
kesukaan / ciri khas pada
18
produk Phillip Works
Sumber: Survey Pra penelitian 2020
impulse buying dapat dilihat apabila mayoritas konsumen setuju atas indikator-
sebesar 23% menyetujui dan sebagian besar 77% responden menyatakan tidak
memprioritaskan pembelian untuk hal lain yang bersifat lebih urgent ketimbang
membeli hanya berdasarkan adanya promosi pada Phillip Works. Indikator kedua
yaitu pembelian produk Phillip Works karena dipengaruhi oleh teman, sebanyak
63% responden menyatakan setuju dan sisanya sebanyak 37% menyatakan tidak
setuju, hal ini dikarenakan umumnya responden yang datang tidak seorang diri,
pembelian karena nilai kesukaan / ciri khas menunjukkan apabila sebanyak 90%
setuju dan sisanya sebanyak 10% responden tidak setuju, hal ini karena pembelian
oleh konsumen didasarkan adanya kesukaan atau ciri khas dari produk Phillip
Works.
pertimbangan tertentu dalam perilaku impulse buying, selain itu dalam pembelian
oleh distro Phillip Works di Kota Bandung masih belum dapat memancing
19
konsumen untuk melakukan impulse buying tanpa mempertimbangkan faktor-
faktor lainnya. Hal ini tercermin pada penjualan yang fluktuatif setiap tahunnya
dan juga berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan pegawai Phillip Works,
yang menyatakan apabila dalam masa promosi, baik itu berupa bonus dalam
kemasan atau potongan harga hanya memancing konsumen untuk datang, namun
buying di dalamnya.
pack. Pengambilan pertanyaan variabel bonus pack didasarkan pada dimensi teori
bonus pack dari Belch & Belch dalam Amanda (2014). Berikut merupakan hasil
Tabel 1.4 Hasil Survei Pra penelitian Bonus Pack Konsumen Phillip Works
Kota Bandung
No Pertanyaan Ya Tidak Persentase Persentase
Ya Tidak
1 Saya selalu membeli produk Phillip 7 23 23% 77%
Works yang bermuatan ekstra
2 Saya sering melakukan pembelian 10 20 33% 67%
produk Phillip Works yang
bermuatan ekstra
3 Saya senang melihat produk Phillip 21 9 70% 30%
Works yang bermuatan ekstra,
namun tidak langsung membelinya
Sumber: Survey Pra-penelitian 2020
Berdasarkan tabel 1.4 di atas dapat dilihat hasil pra survey terhadap
pertama mengenai selalu membeli produk Phillip Works yang bermuatan ekstra
sebesar 77% tidak setuju dan sisanya sebesar 23% setuju, hal ini menunjukkan
apabila konsumen sebagian besar tidak menyetujui untuk selalu membeli produk
20
dengan bermuatan ekstra, hal ini konsumen tidak semata-mata langsung tertarik
dan selalu membeli atas adanya promosi bonus pack yang ditawarkan oleh Phillip
Works. Pada indikator kedua mengenai seringnya membeli produk Phillip Works
yang bermuatan ekstra menunjukkan 67% responden menyatakan tidak setuju dan
sisanya sebesar 33% tidak setuju, hal ini konsumen tidak sering dalam melakukan
pembelian ketika ada promosi yang bermuatan ekstra (bonus pack). Pada indikator
menunjukkan hasil sebanyak70% responden setuju dan sisanya tidak setuju, hal
Sehingga dapat disimpulkan apabila bonus pack yang ditawarkan oleh distro
konsumen untuk datang pada distro Phillip Works, namun mayoritas konsumen
keuntungan berupa kelebihan manfaat atau barang lebih dari pembelian normal,
implisit atau tidak masih belum maksimal dan sebanding dengan kuantitas
dimensi dari Kotler & Amstrong (2012) untuk lebih lengkapnya dapat dilihat
21
Tabel 1.5 Hasil Survei Pra penelitian Price Discount Konsumen Phillip
Berdasarkan tabel 1.5 di atas dapat dilihat hasil pra survey terhadap
67% responden tidak setuju dan sisanya sebanyak 33% responden setuju, hal ini
ketika Phillip Works mengadakan promosi potongan harga. Pada indikator kedua
sebanyak 30% tidak setuju, hal ini menunjukkan apabila konsumen merasa di
untung kan dengan adanya potongan harga yang ditawarkan oleh Phillip Works.
Pada indikator ketiga mengenai promosi price discount pada Phillip Works lebih
baik dari kompetitor lainnya menunjukkan hasil sebanyak 73% tidak setuju dan
sisanya sebanyak 27% setuju, hal ini berarti konsumen merasa kualitas price
22
discount pada Phillip Works masih kurang dari promosi serupa yang dilakukan
promosi yang dilakukan oleh distro Phillip Works di Kota Bandung yaitu berupa
harga yang diberikan oleh distro Phillip Works masih kurang dibandingkan dari
kompetitor lainnya. Hal ini dikarenakan oleh potongan harga yang cenderung
kecil jika dibandingkan dengan iklan pada media sosial. Selain itu produk diskon
yang ditawarkan juga terbatas, sehingga barang yang dipromosikan tidak banyak
yang sesuai dengan keinginan atau selera pembeli. Sehingga konsumen merasa
cukup kecewa karena menganggap kualitas promosi potongan harga masih kurang
dari kompetitor distro lainnya yang berada pada wilayah lokasi distro Phillip
Works, dan pada akhirnya kuantitas pengunjung yang datang pada distro Phillip
banyak faktor, beberapa diantaranya yang akan dibahas dalam penelitian ini
adalah price discount dan bonus pack. Hasil wawancara dengan pihak konsumen
menyatakan bahwa potongan harga atau bonus yang didapatkan dari setiap
tidak terencana (impulse buying) karena konsumen merasa hal tersebut merupakan
23
mempertimbangkan apakah pembelian tersebut dapat mengganggu pembelian
Dengan demikian, setelah uraian latar belakang di atas, penelitian ini ingin
mengetahui perihal “Pengaruh Bonus Pack dan Price Discount terhadap Impulse
4. Seberapa besar pengaruh Bonus Pack dan Price Discount terhadap Impulse
1. Untuk mengetahui Bonus Pack pada distro Phillip Works di Kota Bandung.
Bandung.
Bandung.
4. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Bonus Pack dan price discount
Bandung.
1. Bagi Perusahaan
24
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran yang
berguna dalam upaya peningkatan penjualan pada distro Phillip Works, terlebih
2. Bagi Akademis
menambah literatur penelitian tentang pengaruh dari price discount dan bonus
menambah literatur penelitian tentang pengaruh dari price discount dan bonus
Penelitian ini dapat menjadi referensi atau masukan bagi peneliti lain yang
akan meneliti masalah yang serupa, serta dapat dijadikan bahan acuan bagi
Tempat yang dijadikan objek penelitian oleh penulis adalah Distro Phillip
Works di Kota Bandung. Adapun waktu penelitian yang akan dilakukan dimulai
25
BAB II
PENELITIAN
nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan,
dengan tujuan menangkap nilai dari pelanggan sebagai imbalan nya (Kotler &
Amstrong, 2012).
dalam era persaingan saat ini. Kegiatan perusahaan yang baik dan tepat sasaran
mampu berkembang dan produk yang dihasilkan dapat diterima oleh konsumen.
which individuals and groups obtain what they need and want through creating,
offering, and freely exchanging products and services of value with others”.
26
Pemasaran yaitu proses menciptakan kebutuhan bagi masyarakat baik
Pada saat ini kegiatan pemasaran mempunyai peranan yang penting dalam
istilah yang lain tersebut hanya merupakan satu bagian, satu kegiatan dalam
27
2.1.2 Manajemen Pemasaran
Amstrong, 2012).
dan terkendali. Dan juga pemasaran sangat luas mencakup usaha perusahaan yang
28
[Link] Strategi Pemasaran
perusahaan tahu bahwa mereka tidak dapat melayani semua konsumen dalam
pasar tertentu dengan baik setidaknya tidak semua konsumen dengan cara yang
sama. Ada terlalu banyak jenis konsumen dengan ragam kebutuhan dan sebagian
besar perusahaan berada dalam posisi untuk melayani beberapa segmen dengan
lebih baik daripada segmen lainnya. Oleh karena itu, masing-masing perusahaan
strategi untuk melayani segmen terpilih dengan baik. Proses ini melibatkan
daya tarik masing-masing segmen pasar dan memilih suatu atau lebih
29
pemasaran, perusahaan merancang bauran pemasaran terintegrasi yang
terdiri dari beberapa faktor di bawah kendali nya yaitu Produk (Product),
pemasaran terdiri dari semua hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk
dikelompokkan menjadi empat kelompok variabel yang disebut “4P” yaitu Produk
a. Produk (Product) berarti suatu sifat yang kompleks baik dapat diraba
atau kebutuhannya..
b. Harga (Price) adalah jumlah uang yang harus dibayarkan pelanggan untuk
30
adalah “ marketing channel are set of independent organization in value in
“arus informasi atau persuasi satu arah yang dibuat untuk mengarahkan
dalam pemasaran”.
Menurut Paul & Olson (2014), ada empat tipe utama promosi: iklan,
pemasaran, promosi dirasakan konsumen sebagai aspek sosial dan aspek fisik
31
mendorong pembelian suatu produk/jasa tertentu secara lebih cepat dan/atau lebih
besar oleh konsumen atau pedagang. Promosi penjualan mencakup kiat untuk
uang, potongan harga, premi, hadiah, hadiah langganan, percobaan gratis, etalase,
keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini. Menurut Kotler &
barang, jasa, ide, atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan
mereka.
32
tersebut, termasuk orang yang kepentingan utamanya adalah pemasaran. Tidak
mengherankan jika studi tentang perilaku konsumen ini memiliki akar utama
informasi tentang produk atau jasa yang ingin digunakan, jadi sebagai pemasar
harus mengetahui apa saja yang diperlukan konsumen untuk menarik perhatian
konsumen agar konsumen membeli barang atau jasa yang sedang ditawarkan
salah satu dari strategi yang harus dilakukan pemasar adalah promosi.
Dari J. Paul Peter dan Jerry [Link] (2014), menyatakan promosi konsumen
a. Contoh gratis (sampling). Konsumen diberi contoh dalam jumlah yang lebih
kecil. Bila dalam mode fashion jarang yang menggunakan promosi ini
sebelum membeli.
harga normal.
c. Paket bonus (bonus packs). Paket bonus berisikan tambahan produk yang
ditentukan
33
e. Kupon (coupons), Konsumen mendapatkan potongan beberapa sen atau
cenderung lebih detail dalam mencari informasi tentang model-model fashion apa
yang tengah trend saat ini. Maka jika disederhanakan untuk pengambilan
keputusan konsumen untuk memilih produk atau jasa apa saja yang ingin
1. Internal Stimuli
34
Pada saat seorang konsumen memasuki sebuah toko, konsumen merasakan
rangsangan melalui unsur panca indra mereka, dalam penelitian yang dilakukan
, berpendapat bahwa dari semua panca indera, aroma adalah yang paling
dekat terkait dengan emosi karena penciuman otak mendeteksi aroma. Musik
salah satu faktor penting dalam stimuli internal toko, dimana musik dapat
membuat konsumen terasa terhibur lebih dapat merasakan pada saat mereka
Penelitian yang dilakukan Turley dan Chebat dalam Ballantine et al. (2010)
hiburan bagi pembeli. Pencahayaan termasuk hal penting bagi stimuli internal
barang yang dipajang, otomatis pengunjung akan tertarik kepada barang yang
Levy and weitz (2010) yang mengemukakan “pengaruh keadaan toko adalah
dari karakter keadaan toko, seperti arsitektur, tata letak, penanda, pemanjangan,
Beberapa teori yang ada maka dapat di ambil kesimpulan bahwa suasana
toko merupakan suatu karakteristik atau elemen yang harus dipertimbangkan dan
sangat penting bagi setiap pelaku bisnis khususnya bagi pebisnis ritel. Suasana
toko berperan sebagai salah satu faktor yang menentukan kenyamanan konsumen
35
ingin berlamalama berada di dalam toko. Secara tidak langsung suasana toko juga
2. Eksternal Stimuli
aroma, dan musik. Faktor desain seperti tata letak dan faktor-faktor social
pada acara produk, shopping cart, dan lorong yang disusun beserta ukuran
dan bentuk barang, dan hubungan spasial di antara mereka. Berbagai macam
b. Staf toko: perhatian dan niat baik serta konsultasi yang efisien. Karyawan
jual.
Potongan harga atau diskon adalah pengurangan harga barang yang di jual
dari harga jual yang telah ditetapkan sebelumnya oleh penjual. Pemberian
potongan harga atau diskon bisa berwujud uang atau bisa juga tambahan
barang. Sementara yang di maksud dengan daftar harga ialah suatu daftar
36
yang berisikan atau memuat harga barang-barang untuk kepentingan penjual
sebuah muatan ekstra dari sebuah produk dengan harga normal. Menurut Mishra
& Mishra (2011), bonus pack merupakan strategi promosi penjualan berbasis
Menurut Kotler & Amstrong (2012), definisi bonus dalam kemasan adalah
”reduce price pack is a single package sold a reduce price “artinya bonus dalam
pembelian dengan menawarkan produk atau jasa gratis dengan harga yang sudah
dikurangi untuk mendorong pembelian produk lain. Bonus dalam kemasan salah
satu dari sekian banyak teknik yang digunakan dalam promosi penjualan. Bonus
adalah merupakan salah satu strategi dalam promosi penjualan yang menawarkan
produk atau jasa dengan gratis dengan harga yang sudah dikurangi untuk
37
Menurut Clow and Baack dalam (Syazkia, 2018) mengemukakan bonus
besar.
Saat ini konsumen lebih sadar dari pada sistem pembelajaran yang
cepat dan merupakan cara yang paling cepat diterima oleh perusahaan untuk
38
menambah kesadaran produk. Selanjutnya teknik menyelamatkan produsen dari
harga dapat merusak ekuitas merek, terutama apabila terdapat harga kualitas yang
kuat dan positif. Dan juga melalui bonus dalam kemasan, produsen berkeyakinan
bahwa tawaran ekstra akan sampai kepada konsumen dari pada sistem penyerapan
berpindah untuk pencari produk lain yang menawarkan bonus dalam kemasan
(Rofidi, 2017). Untuk mengatasi hal tersebut, maka perlu adanya hal yang di
a. Kenaikan margin penjualan Kenaikan marjin penjualan dalam hal ini bahwa
kenaikan laba dan keuntungan yang didapat dari produk dengan produk
39
d. Potensial kerugian bahwa perusahaan harus melihat dan mengevaluasi serta
diskon meliputi diskon tunai (cash discount), pengurangan harga bagi pembeli
yang membayar tagihan mereka dengan segera. Sedangkan potongan harga adalah
Menurut Peter & Olson (2014), potongan harga (price discount) melibatkan
mengenalkan produk dengan harga tinggi. Belch & Belch (2009) dalam Amanda
diantaranya: dapat memicu konsumen untuk membeli dalam jumlah yang banyak,
lebih besar.
diberikan oleh penjual kepada pembeli sebagai penghargaan atas aktivitas tertentu
dari pembeli yang menyenangkan bagi penjual. Para konsumen tertarik untuk
mendapatkan harga yang pantas. Harga yang pantas berarti nilai yang di persepsi
40
Berdasarkan pendapat yang telah diuraikan tersebut, peneliti menyimpulkan
bahwa potongan harga adalah rencana jangka panjang yang dilakukan oleh
dengan harga tinggi atau dari harga resmi terhadap pembelian selama periode
waktu tertentu.
pembelian.
Menurut Kotler (2012), ada beberapa macam bentuk dari price discount,
yaitu:
a. Diskon
41
Diskon tunai biasanya ditetapkan sebagai suatu persentase harga yang tidak
perlu dibayar. Bila mana faktur dibayar dalam beberapa hari tertentu, dan
diskon. Contoh yang umum adalah “2/10, net 30,” yang berarti bahwa
Diskon seperti itu biasa digunakan dalam banyak hal industri dan bertujuan
jumlah besar. Contohnya adalah, “$10 per unit untuk kurang dari 100 unit;
dapat diberikan atas dasar tidak kumulatif (berdasarkan tiap pesanan yang
42
untuk membeli lebih banyak dari seorang penjual dan tidak membeli dari
banyak sumber.
mereka yang berbeda, tetapi produsen harus memberi diskon dalam tiap
saluran perdagangan.
e. Potongan (Allowance)
43
tambah paling umum terjadi dalam industri mobil dan juga terdapat pada
a. Kelebihan kapasitas.
44
banyak penjualan yang dihasilkan perusahan yang membuat perdagangan
sadar sebagai hasil dari suatu pertimbangan atau niat membeli yang terbentuk
customers on the spot after seeing the merchandise”. Pengertian tersebut dapat
diartikan sebagai keputusan pembelian yang dibuat oleh konsumen pada saat itu
Menurut Rook dan Fisher (1995) dalam Lestari (2019), pembelian impulsif
tiba-tiba, dan otomatis. Pembelian impulsif terjadi karena adanya rasa urgensi
yang kuat dimana kondisi efektif segera menciptakan perilaku pembeli tanpa
disebabkan oleh berbagai aspek, seperti produk yang menarik, promosi seperti
merencanakan terlebih dahulu tentang barang apa yang akan dibelinya, jumlah,
45
harga, tempat pembelian, dan lain sebagainya. Namun demikian ada kalanya
proses pembelian yang dilakukan oleh konsumen timbul begitu saja saat ia
melihat suatu barang atau jasa. Konsumen melakukan pembelian pada barang atau
jasa yang bersangkutan karena merasa tertarik. Model atau tipe pembelian tersebut
dinamakan tipe pembelian yang tanpa direncanakan atau impulse buying (Rofidi,
2017).
pembelian tak terencana adalah pembelian yang dilakukan secara spontanitas atau
suatu barang, impulse buying terjadi karena adanya emosi positif atau penilaian
sebelumnya.
46
5. Konsumen seringkali membeli secara impulsif tanpa memperhatikan
dikembangkan oleh Engel, Blackwell, dan Miniard dalam (Danang, 2013) terdiri
1. Spontanitas pembelian
seketika.
Desakan untuk membeli dapat menjadi begitu sulit ditolak sehingga akibat
dorongan yang kuat untuk membeli sesuatu dengan segera yang lebih bersifat
47
pembelian, apabila perilaku impulsif lebih mendominasi dalam proses keputusan
penelitian. Tujuannya untuk mengetahui hasil yang telah dilakukan oleh peneliti
mengenai pengaruh bonus pack dan price discount terhadap impulse buying.
penelitian penulis:
48
2 Yin Xu & Jin Effects Of Price Metode Bonus Pack tidak
Song Huang Discounts And Penelitian mempengaruhi impulse
(2014) Bonus Packs On kuantitatif. buying, pada hasil
Online Impulse
Penelitian ini penelitian
Buying
merupakan menunjukkan apabila
penelitian sales promosi
desktiptif merupakan faktor yang
verifikatif paling mempengaruhi
(kausal), keputusan pembelian
menggunakan impulsif, namun
model regresi variabel price diskon
linear berganda berpengaruh terhadap
impulse buying.
3 Rivie C. T. The Influence Of Metode Hasil penelitian
Waan & Price Discount, Penelitian menunjukkan Diskon
Willem J.F. Bonus Pack, And kuantitatif. Harga, Bonus Kemasan,
Alfa Tumbuan In-Store Display dan Tampilan dalam
Penelitian ini
(2015) On Impulse Toko memiliki pengaruh
merupakan
Buying Decision terhadap keputusan
penelitian
In Hypermart Pembelian Impulsif
desktiptif
Kairagi Manado secara bersama. Bonus
verifikatif Kemasan dan Tampilan
(kausal), dalam Toko memiliki
menggunakan pengaruh parsial yang
model regresi signifikan terhadap
linear berganda keputusan Pembelian
Impulsif sementara
Diskon Harga memiliki
pengaruh parsial tetapi
tidak signifikan terhadap
keputusan Pembelian
Impulsif
4 Sri Wilujeng Pengaruh Price Metode Price discount tidak
(2017) Discount Dan Penelitian berpengaruh signifikan
49
Bonus Pack kuantitatif. terhadap pembelian
Terhadap Penelitian ini konsumen secara impulse
Impulse Buying merupakan buying di Indomaret
Konsumen Kecamatan Sukun Kota
penelitian
Indomaret Di Malang. Bonus pack
desktiptif
Kecamatan secara positif dan
verifikatif
Sukun Kota signifikan berpengaruh
(kausal),
Malang terhadap pembelian
menggunakan konsumen secara impulse
model regresi buying di Indomaret
linear berganda Kecamatan Sukun Kota
Malang.
5 Sri Isfantin Pengaruh Price Metode Hasil penelitian ini
Puji Lestari Discount dan Penelitian menunjukkan bahwa
50
Bangunan Ud verifikatif
Aryan Kec. (kausal),
Plemahan Kab. menggunakan
Kediri
model regresi
linear berganda
Sumber: Diolah oleh Penulis (2020)
sebagai pola pikir yang menunjukkan hubungan antara variabel yang akan diteliti
yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu
jenis dan jumlah hipotesis, dan teknik analisis statistik yang akan digunakan.
yaitu variabel Bonus Pack (X1) dan Price Discount (X2) sebagai variabel
dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya pengalaman yang bersifat hedonic.
Nilai hedonic dapat dipuaskan dengan perasaan emosional yang timbul dari
menggunakan promosi penjualan dalam berbagai cara yang intensif untuk menarik
harga diskon merupakan salah satu faktor yang dapat memotivasi pelanggan untuk
51
aktivitas belanja untuk mendapatkan promosi penjualan (bonus pack), mencari
yang dilakukan oleh Lestari (2018) yang menunjukkan adanya pengaruh dari
bonus pack dan price discount terhadap impulse buying, hasil penelitian ini juga
sejalan dengan hasil penelitian oleh Rofidi (2017) dan Xu & Huang (2014), yang
menunjukkan adanya pengaruh secara simultan dari variabel bebas yaitu bonus
pack dan price discount terhadap impulse buying pada distro Phillip Works di
52
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran
53
Perilaku pembelian yang tidak direncanakan (impulse buying) merupakan
pangsa pasar yang terbesar dalam pasar modern, hal ini menarik bagi produsen
minat beli dan minat konsumen secara emosional sebab konsumen yang tertarik
secara emosional dalam proses keputusan pembelian tidak akan lagi melibatkan
Clow dan Baack dalam Waani dan Alfa (2015), menyatakan bahwa ketika
jumlah tambahan atau ekstra item ditempatkan dalam paket produk khusus, itu
adalah paket bonus. Adanya muatan ekstra dari sebuah produk dengan harga
akan berfikir dua kali untuk tidak membeli. “beli satu dapat gratis satu” hanya
dengan membeli satu produk konsumen bisa mendapat satu produk tambahan.
Sejak isi produk ditambahkan dan tidak ada biaya extra, konsumen dapat dibujuk
untuk membeli produk tersebut. Jika mereka merasa mendapatkan nilai yang lebih
impulse buying adalah penelitian yang dilakukan oleh Waani & Tumbuan (2015)
yang menunjukkan adanya pengaruh bonus pack terhadap impulse buying. Hasil
penelitian ini juga didukung oleh hasil dari penelitian Wilujeng (2017) yang juga
menunjukkan adanya hasil secara positif dari bonus pack terhadap impulse
buying.
Dapat disimpulkan apabila besar kecilnya bonus pack pada suatu barang,
54
akan berujung pada keputusan pembelian yang tidak direncana atau impulse
buying.
Menurut Mowen dan Minor 2002 dalam (Lestari S. P., 2018) pembelian
yang tidak terencana (impulse buying) adalah tindakan membeli yang dilakukan
sebelum memasuki toko. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Schiffman dan
Kanuk 2000 dalam (Lestari S. P., 2018), yang menyatakan bahwa impulse buying
tertarik dan promosi yang diberikan di rasa cocok, seperti cash back, price
Selain itu, penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Allen, dkk
55
buying karena nominal uang cukup mempengaruhi konsumen dalam melakukan
serupa yaitu penelitian yang dilakukan oleh Xu & Huang (2014), yang juga
karena potongan harga merupakan hal yang sangat sensitive, terlebih apabila
Dapat disimpulkan apabila besar kecilnya price discount pada suatu barang,
akan berujung pada keputusan pembelian yang tidak direncana atau impulse
buying.
mengujinya melalui penelitian, oleh karena itu, hipotesis disajikan hanya sebagai
Hipotesis 1:
56
H0: Tidak terdapat pengaruh secara parsial variabel bonus pack terhadap impulse
buying.
H1: Terdapat pengaruh secara parsial variabel bonus pack terhadap impulse
buying.
Hipotesis 2:
H0: Tidak terdapat pengaruh secara parsial variabel price discount terhadap
impulse buying.
H2: Terdapat pengaruh secara parsial variabel price discount terhadap impulse
buying.
Hipotesis 3:
H0: Tidak terdapat pengaruh secara simultan antara variabel bonus pack dan
H3: Terdapat pengaruh secara simultan antara variabel bonus pack dan price
57
BAB III
OBJEK DAN METODE PENELITIAN
“Objek Penelitian merupakan Suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang,
objek atau kegiatan yang mempunyai variabel tertentu yang ditetapkan untuk
Objek dalam penelitian ini adalah distro Phillip Works yang bertempat di
Jl. Bahureksa No.1, Citarum, Kec. Bandung Wetan Kota Bandung. Lebih tepatnya
yang menjadi objek penelitian adalah konsumen yang datang pada distro Phillip
Phillip Works sendiri terbentuk mulai dari bulan November 2015. Pada awalnya
sendiri. Beranjak dari ide tersebut, owner mulai berusaha menyusun konsep dan
Phillip Works adalah projek ketiga yang akhirnya dapat berdiri hingga
58
pada projek pertama dan kedua. Namun owner tetap berusaha mencari jalan
keluar dan muncullah ide untuk membangun brand clothing yang bertemakan
motor. Berawal dari sebuah pemikiran dimana masyarakat Indonesia banyak yang
Pada awalnya Phillip Works dibentuk oleh 2 orang. Owner dan desainer.
bandung, dan untuk penjualan, Phillip Works ajukan ke pihak toko yang
belakang pembentukan nama Phillip Works adalah bahwa nama “phillip” mudah
diingat dan “works” diambil dari kata “werks” yang kental dengan aura motor
(motor werks). Atau dalam bahas inggris, (Bavarian Motor Works). Untuk
pembuatan logo, Phillip Works menggabungkan elemen motor dengan huruf awal
59
Visi Phillip Works:
Dapat menjadi brand yang dapat mengekspresikan para pecinta motor dengan
fashion yang terbaru serta terbaik dalam memenuhi asumsi para pecinta motor.
cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu, dimana
data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dibuktikan, dan dikembangkan
memperoleh, mengumpulkan, atau mencatat data baik berupa data primer maupun
kesimpulan atas data yang diperoleh untuk keperluan menyusun karya ilmiah.
deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara
adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau
generalisasi.
60
Pengertian metode verifikatif menurut Sugiyono (2016), metode verifikatif
tentang hubungan antara variabel yang diteliti dengan cara mengumpulakan data,
mengenai pengaruh bonus pack dan price discount terhadap impulse buying pada
mengenai pengaruh bonus pack dan price discount terhadap impulse buying serta
menguji teori dengan pengujian suatu hipotesis apakah diterima atau ditolak.
Variabel penelitian diartikan sebagai suatu atribut atau sifat atau nilai dari
orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh
61
Menurut Sugiyono (2016) pengertian variabel bebas yaitu:
Dalam hal ini variabel bebas yang berkaitan dengan masalah yang akan
diteliti adalah Bonus Pack sebagai variabel X1 dan Price Discount sebagai
variabel X2.
dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Dalam
hal ini variabel yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti adalah
Impulse Buying.
pack dan price discount sebagai variabel bebas dan impulse buying sebagai
variabel terikat. Agar variabel penelitian tersebut dapat memberikan data bagi
dilakukan operasional varibel yang secara rinci dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 3.1 Operasional Variabel Bonus Pack, Price Discount dan Impulse
Buying
No Skala
Variabel Dimensi Indikator Ukuran
Item
Bonus Pack 1. Manfaat Extra a. Mendapatkan a. Tingkat 1 Ordinal
(X1) Bonus pack manfaat atau mendapatkan
merupakan suatu bonus dari manfaat atau
penawaran pada pembelian. bonus dari
konsumen, pembelian.
62
dimana b. Mendapatkan 2 b. Tingkat 2
konsumen produk dengan mendapatkan 2
mendapatkan harga untuk 1 produk dengan
sebuah muatan produk. harga untuk 1
ekstra dari sebuah produk
produk (bonus)
2. Strategi a. Menunjukan a. Tingkat 3
dengan membayar
bertahan berapa besar loyalitas
harga normal.
terhadap loyalitas konsumen
(Belch & Belch
promosi konsumen pada pada suatu
(2015))
produk baru suatu produk. produk
b. Menunjukan b. Tingkat 4
berapa besar kuantitas
kuantitas mempengaruhi
mempengaruhi ketertarikan
ketertarikan konsumen
konsumen pada pada produk.
produk.
63
Price Discount (X2) 1. Jumlah Lebih a. Membeli produk a. Tingkat
6
Banyak dalam jumlah kuantitas
potongan harga
lebih banyak jika pembelian
(price discount)
harga produk lebih banyak
melibatkan rencana
diberikan karena adanya
jangka panjang
potongan harga. potongan
untuk menurunkan harga
harga secara
sistematis setelah b. Membeli produk c. Tingkat 7
dalam jumlah konsumen
mengenalkan
lebih banyak jika Membeli
produk dengan
harga produk produk dalam
harga tinggi.
diberikan jumlah lebih
Menurut Peter &
potongan harga banyak jika
Olson (2014) dengan jumlah harga produk Ordinal
tertentu. diberikan
potongan
harga dengan
jumlah
tertentu.
2. Mengantisipa a. Membuat a. Tingkat 8
si promosi Konsumen Tidak konsumen
pesaing beralih terhadap tidak akan
produk pesaing. beralih karena
adanya
potongan
harga
64
b. Membuat b. Tingkat 9
konsumen konsumen
tertarik namun tertarik namun
masih masih
mempertimbangk mempertimban
an produk lain. gkan produk
lain.
65
Levy, et al. (2013) dalamp
pembelian
3. Kegairahan a. Desakan a. Tingkat 17
dan mendadak untuk konsumen
Stimulasi membeli secara membeli 18
terus-menerus. secara
mendadak
secara terus
menerus
b. Keinginan b. Tingkat 19
membeli tiba- keinginan
20
tiba diikuti pembelian
emosi. yang disertai
emosi
66
yang
ditimbulkan.
kesimpulannya. Tujuan populasi juga bukan jumlah yang ada pada objek yang
dipelajari tetapi juga populasi yaitu agar dapat menentukan besarnya anggota
uraian di atas, maka populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang datang
pada distro Phillip Works di Kota Bandung. Adapun merujuk pada lamanya
perkiraan waktu penyebaran kuisoner selama 3 bulan yaitu pada bulan desember,
januari, februari, sehingga diambil lah populasi yaitu konsumen yang datang pada
distro Phillip Works dalam kurun waktu januari hingga maret. Berdasarkan data
yang diperoleh dari pihak Phillip Works jumlah konsumen yang datang dalam
kurun waktu 3 bulan tersebut yaitu kurang lebih sebanyak 1140 orang.
3.4.2 Sample
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari
semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan
waktu, maka penelitian dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi.
(Sugiyono, (2016)).
67
ini yaitu dengan menggunakan rumus Slovin. Menurut Sugiyono (2016),
pun tidak memerlukan tabel jumlah sampel, namun dapat dilakukan dengan rumus
sebagai berikut :
N
n=
1+ N ( e ) 2
Keterangan:
N = Ukuran populasi
sebesar 10%, maka kemudian dihitung menggunakan rumus slovin di atas, dengan
1140
n= =91 , 9
1+ ( 1140 ) ( 0 ,1 ) 2
Untuk itu berdasarkan rumus tersebut maka n yang didapat adalah 91,9 yang
kemudian dibulatkan oleh peneliti menjadi 100. Hal ini dilakukan untuk
mempermudah dalam pengolahan data dan untuk hasil pengujian yang lebih baik.
Dengan demikian pada penelitian ini setidaknya penulis harus mengambil sampel
68
sekurang-kurangnya sejumlah 100 orang.
yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. Dalam penelitian
ini sumber yang digunakan adalah data primer. Data primer dalam penelitian ini
yaitu berupa kuisioner yang dibagikan kepada konsumen yang datang pada distro
Hal ini berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data, siapa sumbernya,
dan apa alat yang [Link] pengumpulan data yang dapat digunakan
1. Wawancara
tatap muka dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti
2. Kuisoner
3. Observasi
69
Observasi adalah teknik pengumpulan data berkenaan dengan perilaku
manusia, proses kerja dan gelaja-gejala alam bila responden yang diamati tidak
terlalu besar.
pendapat dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial.
Dengan skala likert maka variabel yang akan diukur, dijabarkan menjadi indikator
item- item instrument yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan. Setiap
jawaban item instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradiasi dari
menghitung frekuensi, skor, dan presentase dengan memakai skala likert. Seperti
yang dikemukakan oleh Sugiyono (2016), skala likert digunakan untuk mengukur
pendapat dan presepsi seseorang atau sekelompok orang. Jawaban setiap item
instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif
sampai negatif.
70
Tabel 3.3 Pengkodean Skala Likert
Alternatif Kode Skoring
Sangat Baik SB 5
Baik B 4
Kurang Baik KB 3
Tidak Baik TB 2
Snagat Tidak Baik STB 1
Sumber: Sugiyono (2016:168)
Data sekunder adalah data yang diperoleh dari media cetak (materi kuliah,
makalah, dll) media elektronik (internet), serta dari data perusahaan dan studi
dilakukan deskripsi berdasarkan distribusi frekuensi dan nilai skor dari setiap
jawaban responden. Untuk memberikan interpretasi terhadap nilai skor yang telah
Responden
= 1 x 1 x 67 = 67
Responden
= 5 x 1 x 67 = 335
= 335 – 67 = 268
71
Jarak Interval = Interval : Jenjang
= 268 : 5 = 53.6
STB TB CB B SB
pengaruh Price Discount dan Bonus Pack terhadap Impulse Buying pada
dan kecermatan suatu alat ukur didalam melakukan fungsinya. Menurut Sugiyono
(2016) data yang valid adalah data “yang tidak berbeda” antara data yang
dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek
penelitian.
diukur atau sejauh mana alat ukur yang digunakan mengenai sasaran. Semakin
tinggi validitas suatu alat ukur, maka alat ukur tersebut semakin mengenai pada
72
sasarannya, atau semakin menunjukan apa yang seharusnya diukur. Suatu
menjalankan fungsi ukurannya atau memberikan hasil ukur sesuai dengan makna
kemukakan pada kuisoner tersebut harus dapat mengukur apa yang menjadi tujuan
di dalam penelitian.
Salah satu cara untuk menghitung validitas suatu alat tes yaitu dengan
melihat daya pembeda pertanyaan atau item (discriminally item). Daya pembeda
item dalam penelitian ini dilakukan dengan cara korelasi item total, korelasi item
total adalah konsisten antara skor item dengan skor secara keseluruhan yang dapat
dilihat dari besarnya koefisien korelasi antara setiap item dengan skor
𝒏 ∑ 𝒙𝒚 − (∑ 𝒙)(∑ 𝒚)
𝒓=
√[𝒏 ∑(𝒙)𝟐 − (∑ 𝒙)𝟐) (𝒏 ∑(𝒚)𝟐 − (∑ 𝒚)𝟐]
Dimana:
kritis tabel korelasi r. jika nilai rhitung > rtabel data tersebut signifikan (valid) dan
layak digunakan dalam pengujian hipotesis penelitian. Jika nilai rhitung < rtabel
berarti data tersebut tidak signifikan (tidak valid) dan tidak akan diikut sertakan
73
dan kecermatan suatu alat ukur didalam melakukan fungsinya. Menurut Sugiyono
(2016) data yang valid adalah data “yang tidak berbeda” antara data yang
dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek
penelitian.
Dimana:
n = jumlah sampel
X= skor item
angka kritis tabel korelasi r. jika nilai r hitung >r tabel data tersebut signifikan
(valid) dan layak digunakan dalam pengujian hipotesis penelitian. Jika nilai r
hitung <r tabel berarti data tersebut tidak signifikan (tidak valid) dan tidak akan
nilai variabel dependen, bila variabel nilai independen diubah (Sugiyono, (2016)
data yang diperoleh sebagai hasil penyebaran dari kuesioner bersifat ordinal,
74
sedangkan untuk keperluan analisis regresi minimal menggunakan skala interval.
Maka data yang berskala ordinal tersebut harus ditransformasi terlebih dahulu
disebarkan.
proporsi.
proporsi.
5. Gunakan tabel data distribusi normal, dihitung nilai Z untuk setiap proporsi
6. Tentukan nilai tinggi densitas untuk setiap nilai Z yang diperoleh (dengan
Keterangan:
75
b. Density at Upper Limit = Kepadatan Bawah Atas
apakah data penelitian memenuhi syarat untuk mengetahui apakah data penelitian
memenuhi syarat yang ditentukan sebelum uji hipotesis melalui Uji Regresi Linier
Sederhana maka perlu dilakukan pengujian atas beberapa asumsi klasik yang
1. Uji Normalitas
mengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak. Seperti diketahui
bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Jika asumsi ini dilanggar maka
uji statistic menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil. Untuk menguji apakah
distribusi variabel pengganggu atau residual normal ataukah tidak, maka dapat
dilakukan analisis grafik atau dengan melihat normal probability plot yang
76
a. Jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis
b. Jika data menyebar jauh dari diagonal dan tidak mengikuti arah garis
ini yaitu uji Kolmogorov-Smirnov. Dalam uji ini, pedoman yang digunakan dalam
pengambilan keputusan jika nilai signifikan>0, 05 maka distribusi normal dan jika
2. Uji Multikolinearitas
ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Jika variabel bebas saling
adalah variabel bebas yang nilai korelasi antar sesama variabel bebas sama
dengan nol. Model regresi yang baik seharusnya adalah yang tidak terjadi korelasi
adalah dengan cara melihat tabel VIF (Variance Inflation Factor). Jika nilai VIF
lebih dari 10 maka ada indikasi adanya multikolinieritas yang sebenarnya perlu
dihindari.
3. Uji Heteroskedastisitas
77
lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka
pada grafik scatterplot antara keduanya dimana sumbu Y adalah Y yang telah
1. Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu
2. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik yang menyebar di atas dan di
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis
regresi linear berganda. Regresi berganda berguna untuk membuktikan ada atau
78
tidaknya hubungan antara dua buah variabel bebas (X) atau lebih dengan sebuah
Dimana :
Y = Variabel terikat
a = Bilangan berkonstanta
X1 = Variabel bebas 1
X2 = Variabel bebas 2
Regresi linier berganda dengan dua variabel bebas dan metode kuadrat kecil
∑ 𝒚 = 𝒂 + 𝒃𝟏 ∑ 𝑿𝟏 + 𝒃𝟐 ∑ 𝑿𝟐
∑ 𝑿𝟏𝒀 = 𝒂 ∑ 𝑿𝟏 + 𝒃𝟏 ∑ 𝑿𝟏 + 𝒃𝟐 ∑ 𝑿𝟏𝑿𝟐
∑ 𝑿𝟐𝒀 = 𝒂 ∑ 𝑿𝟏 + 𝒃𝟏 ∑ 𝑿𝟏 + 𝒃𝟐 ∑ 𝑿𝟐𝟐
Untuk bisa membuat ramalan melalui regresi , maka data setiap variabel
harus tersedia. Selanjutnya berdasarkan data itu harus dapat menemuka persamaan
melalui perhitungan.
yang secara bersama-sama dan untuk mengukur seberapa besar variabel bebas
79
mampu menjelaskan variasi perubahan variabel terikat (Sugiyono, (2016)).
1. Jika nilai r > 0 artinya telah terjadi hubungan yang linier positif, yaitu
(dependent), atau semakin kecil variabel X maka semakin kecil pula nilai
variabel Y.
2. Jika nilai r < 0 artinya telah terjadi hubungan yang linier negatif yaitu
sebaliknya semakin besar nilai variabel X, maka semakin kecil nilai variabel
Y.
3. Jika r = 0 artinya tidak ada hubungan sama sekali antara variabel X dengan
variabel Y.
𝒏∑𝑿𝒀 − ∑ 𝑿∑𝒀
𝒓=
√(𝒏∑𝑿𝟐 − (∑ 𝑿)𝟐) × (𝒏∑𝒀𝟐 − (∑𝒀)𝟐)
Keterangan:
r = Koefisien Korelasi
n = Banyaknya responden
80
∑Y = Jumlah skor dalam variabel Y
besar kecilnya koefisien korelasi antar kedua variabel, adalah sebagai berikut:
korelasi terhadap suatu angka yang disebut dengan koefisien determinasi, yang
besarnya adalah kuadrat dari koefisien korelasi (R2). Koefisien ini disebut
Kd = r2 x 100%
Keterangan:
Kd = Koefisien Determinasi
81
Nilai kolerasi dapat bervariasi dari -1 melalui 0 hingga 1.
2. Bila r = +1, berarti bahwa kedua variabel mempunyai hubungan positif dan
tidaknya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, serta ada tidaknya
pengaruh antar variabel bebas. Hipotesis nol (H 0), tidak terdapat pengaruh yang
antara variabel bebas dengan variabel terikat, serta pengaruh signifikan antar
variabel bebas.
pengaruh antara variabel independent yaitu Bonus Pack (X1) dan Price Discount
(X2) terhadap Impulse Buying sebagai variabel dependent (Y), serta pengaruh
antar variabel dependent (X1 dan X2) dengan langkah-langkah sebagai berikut:
terhadap variabel terikat dan pengaruh antar variabel bebas. Uji t dapat diperoleh
82
untuk derajat bebas n – k dengan taraf signifikansi 5%.
2) Bentuk hipotesis secara parsial antar variabel bebas Bonus Pack terhadap
buying
impulse buying
buying
4) Kriteria Pengujian
Tolak H0 jika t hitung > nilai t tabel (α = 0.05) Terima H 0 jika t hitung <
Bila H0 diterima, maka hal ini diartikan bahwa pengaruh antar variabel
simultan terhadap variabel terikat. Uji F dapat diperoleh dengan alat bantu
software statistika atau dengan mencari nilai F hitung dengan rumus dibawah ini :
83
𝐹 = (𝑛 − 𝑘 − 𝑙)𝑅2𝑌𝑋1𝑋2
𝑘 (1 − 𝑅2𝑌𝑋1𝑋2)
tabel dengan tingkat signifikansi sebesar 0.05 yang mana akan diperoleh suatu
3) Kriteria Pengujian
Tingkat signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0.95 atau
H0 ditolak jika F hitung > F tabel H0 diterima jika F hitung < F tabel
Bila H0 diterima, maka hal ini diartikan bahwa pengaruh variabel
84
Sedangkan penolakan H0 menunjukkan pengaruh yang signifikan dari variabel
85
BAB IV
Bab ini menguraikan hasil analisis dari penelitian dan pembahasan dari data
yang telah diperoleh di lapangan. Analisis terdiri dari analisis deskriptif dan
analisis verifikatif untuk mengetahui bonus pack dan price discount dalam
Bandung.
bonus pack (X1), terdapat 5 pernyataan untuk variabel price discount (X2), dan
4.1.1
86