Modul Riset Operasional 2024
Modul Riset Operasional 2024
Disusun oleh:
Saddam Hussaen, Lc., M.M.
Jakarta, 2023
3
DAFTAR ISI
Pertemuan 1
Konsep Dasar Riset Operasional
A. Tujuan Pembelajaran
Mampu menguraikan konsep dasar riset operasi (C2, A2, P1, CPMK1)
B. Uraian Materi
1. Definisi Riset Operasional
Riset Operasional atau sering disingkat menjadi Riset Operasi saja,
merupakan terjemahan bahasa Inggris yaitu “Operation Research”. Secara
umum pengertian research (riset) dapat diartikan sebagai suatu proses yang
terorganisasi dalam mencari kebenaran akan masalah. Sedangkan kata
operations (operasi) didefinisikan sebagai tindakan-tindakan yang diterapkan
pada beberapa masalah. Dalam kenyataannya sangat sulit untuk
mendefinisikan riset operasi secara tegas karena batas-batasnya tidak jelas.
Riset Operasi memiliki berbagai macam arti bagi orang yang berbeda
kepentingan dan latar belakang disiplin ilmu. Ada yang beranggapan bahwa
Riset Operasi adalah sebuah Teknik analisis kuantitatif, dilain pihak ada yang
menganggapnya sebagai “scientific method” (metode ilmiah), sebagai dasar
pengambilan keputusan.
Riset Operasi telah banyak didefinisikan oleh para ahli, namun hanya
beberapa yang biasa digunakan dan diterima secara umum.
a. Morse dan Kimball (1951), mendefinisikan Riset Operasi sebagai metode
ilmiah yang memungkinkan para manajer mengambil keputusan mengenai
kegiatan yang mereka tangani dengan dasar kuantitatif.
b. Churchman, Arkoff dan Arnoff (1957), mengemukakan pengertian riset
operasi sebagai aplikasi metode-metode, teknik-teknik dan peralatan ilmiah
dalam menghadapi masalah-masalah yang timbul di dalam operasi
perusahaan dengan tujuan ditemukannya pemecahan yang optimum
masalah-masalah tersebut.
c. Miller dan M.K. Star (1960), mengartikan Riset Operasi sebagai peralatan
manajemen yang menyatukan ilmu pengetahuan, matematika, dan logika
dalam kerangka pemecahan masalah- masalah yang dihadapi sehari-hari,
5
5. Manajemen Sains
Management science, merupakan perumusan dan manipulasi sebuah
model. Pendekatan ini berhubungan dengan model- model logika-matematika
yang digunakan untuk mempelajari aspek-aspek problem-problem (masalah)
yang dapat ditangani secara kuantitatif.
Langkah-langkah Manajemen Sains
a. Observasi dan Pengamatan
Pada tahap ini analis mengadakan penelitian terhadap situasi yang dihadapi
untuk merumuskan problem, atau masalah yang sedang dihadapi dan
identifikasi terhadap semua fakta dan hubungan-hubungan problem
(masalah yang ingin dicarikan solusinya).
b. Perumusan Model
Konstruksi model merupakan hasil dari identifikasi terhadap hubungan antar
variabelvariabel yang ada dan batasan-batasan (Constraint) yang
8
C. Daftar Pustaka
Wijaya, andi. (2012). Pengantar Riset Operasi. Edisi 2, Mitra Wacana Media,
Jakarta
Taha, Hamdy.A. (2011). Operation Research:An Introduction,ed 9, Prentice Hall
Winston, Wayne. (2003). Operations Research Application and Algorithms
[Link]
Mulyono, Sri. (2007). Riset Operasi Edisi Revisi, Lembaga Penerbit Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia
10
Pertemuan 2
Linear Programming
A. Tujuan Pembelajaran
Mampu menjelaskan, menganalisis konsep dasar Linear Programming (C1,
C3, A3, P2, CPMK2)
B. Uraian Materi
1. Definisi
Program Linear / Linear programming adalah suatu cara untuk
menyelesaikan persoalan pengalokasian sumber-sumber yang terbatas
diantara beberapa aktivitas yang bersaing, dengan cara terbaik yang
mungkin dilakukan.
Linear programming adalah perencanaan aktivitas-aktivitas untuk
memperoleh suatu hasil yang optimum, yaitu suatu hasil yang mencapai
tujuan terbaik di antara seluruh alternative yang feasible
Program Linear adalah metode optimasi untuk menemukan nilai
optimum dari fungsi tujuan linear pada kondisi batas-batas tertentu.
Secara umum arti dari pemrograman linier adalah suatu Teknik
perencanaan yang bersifat analitis yang analisis-analisisnya memakai
model matematis, dengan tujuan menemukan beberapa kombinasi
alternatif pemecahan masalah.
c. Pembatasan (constraints)
d. Pembatas Tanda
𝑋1, 𝑋2, … Xi ≥ 0
Berikut ini adalah tabel 2.1 data model linear programming yang
Keterangan tabel:
Xj = banyaknya kegiatan j ( j = 1, 2, ..., n). Variabel Xj ini disebut juga dengan
variabel keputusan (decision variables)
Z = nilai fungsi tujuan yang diopotimalkan (maksimum atau minimum)
Cj = kenaikan nilai Z apabila ada pertambanhan tingkat kegiatan (Xj) dengan satu
satuan (unit) atau merupakan keuntungan per unit (masalah maksimasi), biaya
per unit (masalah minimasi) kegiatan j terhadap nilai Z.
aij = banyaknya sumber i yang di perlukan guna menghasilkan setiap unit output
kegiatan j (i = 1, 2, ..., m, dan j = 1,2, ..., n)
bi = banyaknya sumber (fasilitas) i yang tersedia untuk dialokasikan ke setiap unit
kegiatan (i = 1,2, ..., m)
Dengan demikian dapat dibuat 2 model linear programming
a. Model Pemrograman Linear Minimum
1) Tentukan variabel keputusan: x , x , ..., x
1 2 n
Jawaban
a. Variabel keputusan:
X1 = banyaknya boneka yang dibuat setiap minggu
X2 = banyaknya kereta api yang dibuat setiap minggu
b. Fungsi Tujuan
Pendapatan/minggu: 27X1 + 21X2
Ongkos material/minggu: 10X1 + 9X2
Ongkos tenaga kerja/minggu: 14X1 + 10X2
Hal yang dimaksimumkan adalah
(27X1 + 21X2) - (10X1 + 9X2) - (14X1 + 10X2) = 3X1 + 2X2
Sehingga didapat fungsi Tujuan: Maksimumkan Z = 3X1 + 2X2
c. Pembatas
Pembatas 1 : Setiap minggu tidak lebih dari 100 jam kerja waktu
pemolesan yang dapat digunakan
Pembatas 2 : Setiap minggu tidak lebih dari 80 jam kerja waktu
pengerjaan kayu yang dapat digunakan
Pembatas 3 : Karena permintaan yang terbatas, maka tidak lebih dari
40 lusin boneka yang dapat dibuat setiap minggu.
Dituliskan dalam persamaan matematis
Pembatas 1: 2𝑥1 + 𝑥2≤100
Pembatas 2: 𝑥1 + 𝑥2≤80
Pembatas 3: 𝑥1 ≤40
Dengan pembatas tanda 𝑋1≥0 𝑋2≥0
𝑥1≤40
𝑥1≥0
𝑥2≥0
D. Daftar Pustaka
Wijaya, andi. (2012). Pengantar Riset Operasi. Edisi 2, Mitra Wacana Media,
Jakarta
Taha, Hamdy.A. (2011). Operation Research:An Introduction,ed 9, Prentice Hall
Winston, Wayne. (2003). Operations Research Application and Algorithms
[Link]
Mulyono, Sri. (2007). Riset Operasi Edisi Revisi, Lembaga Penerbit Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia
20
Pertemuan 3
Metode Grafik
A. Tujuan Pembelajaran
Mampu menjelaskan, menganalisis,dan menerapkan metode grafik (C1, C3,
A3, P2, CPMK2)
B. Uraian Materi
1. Definisi
Metode grafik hanya dipergunakan untuk model linier programming yang
memuat 2 variabel keputusan, dengan cara menggambarkan grafik garis-
garis kendalanya. Metode grafik hanya bisa digunakan untuk
menyelesaikan permasalahan dimana hanya terdapat dua variabel
keputusan. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Metode grafik
adalah satu cara yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah
optimalisasi dalam programasi linier. Keterbatasan metode ini adalah
variabel yang bisa digunakan terbatas (hanya dua), penggunaan 3 variabel
akan sangat sulit dilakukan.
2. Jenis Metode Grafik
Metode Grafik, terdiri dari dua fase yaitu:
a. Menentukan ruang/daerah penyelesaian (solusi) yang feasible.
b. Menentukan solusi optimal dari semua titik di ruang /daerah feasible.
Jawaban
Fungsi tujuan: Z = 300X + 500Y
Fungsi kendala
2x ≤ 8
3y ≤ 15
6x + 5y ≤ 30
x≥0
y≥ 0
2x = 8 3y = 15
x =4 y =5
6x + 5y = 30
x = 0; y = 6 (0,6)
y = 0; x = 5 (5,0)
Soal2
Perusahaan ali furniture akan membuat meja dan kursi eksklusif. Untuk
pembuatan satu unit meja diperlukan waktu selama 4 jam kerja. Untuk
pembuatan satu unit kursi diperlukan waktu selama 3 jam kerja. Setelah
25
selesai dibuat, meja dan kursi tersebut kemudian di cat. Satu unit meja
memerlukan waktu pengecatan 2 jam, sedangkan Satu unit kursi
memerlukan waktu pengecatan 1 jam. Jumlah waktu yang tersedia untuk
pembuatan meja dan kursi adalah 240 jam/minggu sedangkan Jumlah
waktu pengecatan adalah 100 jam/minggu. Setiap unit meja memberikan
keuntungan sebesar Rp. 700.000 sedangkan Setiap unit kursi memberikan
keuntungan sebesar Rp. 500.000. berapa banyaknya meja dan kursi yang
sebaiknya diproduksi agar keuntungan perusahaan maksimum?
Jawab
Fungsi tujuan
Z = 700.000x + 500.000y
Fungsi Tujuan
4x + 3y ≤ 240
2x + y ≤ 100
x≥0
y≥0
4x + 3y = 240
x = 0; 3y = 240 y = 0; 4x = 240
y = 80 (0, 80) x = 60 (60, 0)
2x + y = 100
y = 0; 2x = 100 x = 0; y = 100
x = 50 (50, 0) y = 100 (0, 100)
Z = 700.000x + 500.000y
(0,80) ~ 700.000(0) + 500.000(80) = 4jt
(50,0) ~ 700.000(50) + 500.000(0) = 35jt
(30,40) ~ 700.000(30) + 500.000(40) = 41jt
Dengan demikian Perusahaan harus membuat meja sebanyak 30 Unit dan
kursi sebanyak 40 unit dengan keuntungan sebesar 41 Jt.
Soal3
PT. auto indah memproduksi dua jenis mobil yaitu mobil sedan dan truk.
Untuk dapat meraih konsumen berpenghasilan tinggu, perusahaan ini
memutuskan untuk melakukan promosi dalam dua macam acara tv, yaitu
pada acara hiburan dan acara olahraga. Promosi pada acara hiburan akan
disaksikan oleh 7 juta pemirsa wanita dan 2 pemirsa pria. Promosi pada
acara olahraga akan disaksikan oleh 2 juta pemirsa wanita dan 12 juta
pemirsa pria. Biaya promosi pada acara hiburan 5juta/menit, sedangkan
pada acara olahraga biayanya adalah 10juta/menit. Jika perusahaan
menginginkan promosinya disaksikan sedikitnya 28 juta permirsa wanita
dan sedikitnya 24 juta permirsa pria, bagaimanakah strategi promosi itu
sebaiknya?
Jawaban
Minimumkan z = 5x1 + 10x2
Berdasarkan:
7x1 + 2x2 ≥ 28
2x1 + 12x2 ≥ 24
X1 ≥ 0
X2 ≥ 0
7x1 + 2x2 = 28
x1= 0; 2x2 = 28 x2= 0; 7x1 = 28
x2 = 14 (0,14) x1= 4 (4,0)
27
2x1 + 12x2 = 24
x1= 0; 12x2 = 24 x2= 0; 2x1 = 24
x2 = 2 (0,2) x1= 12 (12,0)
z = 5x1 + 10x2
z = 5(3,6) + 10(1,4)
z = 18 +14
z = 32
pakaian gamis dibutuhkan 2 meter katun, 4 meter linen dan 6 meter satin
per unit pakaian. Keuntungan pakaian model kebaya Rp 5.000,00 dan
model pakaian gamis Rp 8.000,00 per unit. Tentukan berapa unit
masing-masing pakaian harus dibuat agar didapat keuntungan
maksimum?
3. Sebuah perusahaan mebel ingin mengirim hasil produksinya yang terdiri
atas 600 lemari lipat dan 200 tempat tidur. Dalam pengiriman tersebut
manajer perusahaan membutuhkan dua jenis angkutan yaitu truk besar
dan truk kecil. Truk besar dapat memuat 12 lemari dan 8 tempat tidur ,
sedangkan truk kecil dapat memuat 4 lemari lipat dan 10 tempat tidur .
Sewa sebuah truk besar Rp 250.000,00 untuk truk kecil Rp 200.000,00.
Berapakah jumlah truk besar dan truk kecil yang harus disewa untuk
biaya yang dikeluarkan minimum.
4. Bapak Budi adalah seorang petani dengan luas kebun tidak kurang dari
2000 m2 yang akan ditanami pisang seluas 400 m2 sampai dengan
1200 m2 dan papaya 800 m2 sampai dengan 1200 m2. Biaya tanam
pisang membutuhkan Rp 6.000,00/ m2 sedangkan untuk menanam
jpepaya biaya Rp 3.000,00/ m2. Tentukan berapa pohon yang harus
ditanam masing-masing pisang dan pepaya, untuk mendapatkan hasil
yang dengan biaya tanam yang minimum.
5. Maksimasi
Z = 12x1 + 16x2
Fungsi Tujuan 10x1 + 20x2 ≤ 120
8x1 + 8x2 ≤ 80
X1 ≥ 0
X2 ≥ 0
D. Daftar Pustaka
Wijaya, andi. (2012). Pengantar Riset Operasi. Edisi 2, Mitra Wacana Media,
Jakarta
Taha, Hamdy.A. (2011). Operation Research:An Introduction,ed 9, Prentice Hall
Winston, Wayne. (2003). Operations Research Application and Algorithms
[Link]
Mulyono, Sri. (2007). Riset Operasi Edisi Revisi, Lembaga Penerbit Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia
30
Pertemuan 4
Metode Simplek
A. Tujuan Pembelajaran
Mampu menjelaskan, menganalisis,dan menerapkan metode Simpleks (C1,
C3, A3, P2, CPMK2)
B. Uraian Materi
1. Sejarah
Metode penyelesaian program linier dengan metode simpleks pertama kali
dikemukakan oleh George Dantzig pada tahun 1947. Metode ini menjadi
terkenal ketika ditemukan alat hitung elektronik dan menjadi popular ketika
munculnya computer. Proses perhitungan metode ini dengan melakukan
iterasi berulang ulang sampai tercapai hasil optimal dan proses
perhitungan ini menjadi mudah dengan computer. Selanjutnya berbagai
alat dan metode dikembangkan untuk menyelesaikan masalah program
linier bahkan sampai pada masalah riset operasi hingga tahun 1950-an
seperti program dinamika, teori antrian dan persediaan
2. Definisi
Metode Simpleks merupakan salah satu teknik penyelesaian dalam
program linier yang digunakan sebagai teknik pengambilan keputusan
dalam permasalah yang berhubungan dengan pengalokasian sumber daya
yang optimal. Metode Simpleks digunakan untuk mencari nilai optimal dari
program linier yang melibatkan banyak constraint (pembatas) dan banyak
variable (lebih dari dua variable). Penemuan metode ini merupakan
lompatan besar dalam riset operasi dan digunakan sebagai prosedur
penyelesaian dari setiap program computer.
Metode Simpleks adalah suatu metode yg secara matematis dimulai dari
suatu pemecahan dasar yg feasibel (basic feasible solution) ke pemecahan
dasar feasibel lainnya dan dilakukan secara berulang-ulang (iteratif)
sehingga akhirnya diperoleh suatu pemecahan dasar yang optimal.
Untuk mendapatkan nilai optimum adalah dengan menganalisis sumber-
sumber daya apakah telah digunakan secara penuh (scarce) atau secara
berlebih (Abundant) digunakan dengan pendekatan tabel simplek optimal.
Nilai tersebut dapat dilihat pada bagian kolom NK (atau nilai kanan pada
31
b. Variabel Non Basis: variable yang nilainya diatur menjadi nol pada
sembarang iterasi.
c. Variabel Basis: variabel yang nilainya bukan nol pada sembarang
iterasi. Solusi atau Nilai Kanan (NK) : nilai sumber daya pembatas yang
masih tersedia.
d. Variabel Slack: variabel yang ditambahkan ke model matematika
kendala untuk mengkonversi pertidaksamaan ≤ menjadi =
e. Variabel surplus: variabel yang dikurangkan dari model matematika
untuk mengkonversikan pertidaksamaan ≥ menjadi persamaan =
f. Variabel buatan: variabel yang ditambahkan ke dalam model
matematika kendala dengan bentuk ≥ atau = untuk difungsikan sebagai
variabel basis awal.
g. Kolom Pivot (Kolom Kerja): kolom yang memuat variabel masuk.
h. Baris Pivot (Baris Kerja): salah satu baris dari antara variabel baris
yang memuat variabel keluar.
i. Elemen Pivot (Elemen Kerja): elemen yang terletak pada perpotongan
kolom dan baris pivot.
j. Variabel masuk: variabel yang terpilih untuk menjadi variabel basis
pada iterasi berikutnya.
k. Variabel keluar: variabel yang keluar dari variabel basis pada iterasi
berikutnya dan digantikan dengan variabel masuk.
l. Solusi layak (feasible) X1=0, X2=0 z = 0
m. Kolom kunci pilih unsur baris 0 yang nilainya paling negative
n. Baris kunci diperoleh dengan memilih baris dengan nilai ratio yang
paling kecil
o. Unsur kunci (PIVOT)… pertemuan kolom dan baris
yang tidak digunakan atau tersisa pada sumber daya tersebut. Hal ini
karena ada kemungkinan kapasitas yang tersedia tidak produksi
d. Fungsi kendala dengan tanda ≥ diubah ke bentuk ≤ dengan cara
mengkalikan dengan -1, lalu diubah ke bentuk persamaan = dengan
ditambahkan variabel slack. Kemudian karena nilai kanan nya
negative, dikalikan lagi dengan -1 dan ditambahkan artificial variabel
(M). Artificial variabel ini secara fisik tidak mempunyai arti, dan hanya
digunakan untuk kepentingan perhitungan saja.
e. Fungsi kendala dengan tanda = harus ditambah artificial variable (M)
Penyelesaian
Definisi variabel keputusan :
Keputusan yang akan diambil adalah berapakan jumlah meja kursi yang
dihasilkan.
X1 = jumlah meja yang akan dihasilkan (dalam satuan unit)
X2 = jumlah kursi yang akan dihasilkan (dalam satuan unit)
4. Melakukan Iterasi
Dengan menentukan bariskunci baru dan baris-baris lainnya termasuk
Z.
Membuat baris kunci baru (Baris Kunci Lama/ Elemen Cell Baris)
38
39
Hasil
Karena nilai-nilai pada baris Z sudah tidak ada yang negatif, berarti
iterasi selesai.
Solusi yang diperoleh adalah:
X1 = Meja = 12 dan X2 = Kursi = 6
Nilai fungsi tujuan Z (laba) = 132 (dalam puluhan ribu rupiah).
40
5. Simpleks Minimasi
Biasanya digunakan untuk mencari biaya minimum dalam suatu produksi
untuk mendapatkan biaya terendah suatu produk.
Mengubah fungsi tujuan minimasi menjadi fungsi maksimal dengan
mengalikan fungsi tujuan minimasi dengan -1.
Contoh:
Fungsi tujuan ~ Z(min) = 3x1 + 4x2
Dikalikan (-1)
Fungsi tujuan ~ -Z = -3x1 - 4x2
Pada fungsi ini harus dirubah menjadi ‘<=‘ dan menjadi tanda “=“,
mengubah persamaaan menjadi “<=“ maka harus dikalikan
dengan -1 menjadi: -8x1 - 4x2 = -32
kemudian diubah menjadi “=“ maka menjadi: -8x1 - 4x2 +s2 = -32
dikarenakan persamaan sebelah kanan bernilai negative maka
harus diubah menjadi positive menjadi: 8x1 + 4x2 - s2 = 32
variable s bernilai negative tidak memungkinkan didalam metode
simpleks sehingga harus ditambahkan variable artificial sehingga
persamaan menjadi: 8x1 + 4x2 - s2 + R2 = 32
Rumus: Baris lama - (koefisien pada kolom kunci * nilai baru baris kunci)
Rumus: Baris lama - (koefisien pada kolom kunci * nilai baru baris kunci)
1. Fungsi tujuan:
Maksimalkan Z = 20X1 + 15X2 + 10X3
Fungsi Kendala:
3 X1 + 4 X2 + 5X3 ≤ 25
5 X1 + 6 X2 + 7X3 ≤ 35
7X2 ≤ 15
2. Fungsi tujuan:
Maksimalkan Z = 30X1 + 25X2 + 20X3
Fungsi Kendala:
6 X1 + 8 X2 + 10X3≤ 40
5 X1 + 7X2 ≤ 25
7 X2 + 9X3 ≤ 35
3. Fungsi tujuan:
Maksimalkan Z = 20X1 + 30X2 + 40X3
Fungsi Kendala:
5 X1 + 6 X2 ≤ 30
3 X1 + 4 X2 + 5 X3 ≤ 40
2 X2 + 3 X3 ≤ 35
46
4. Fungsi tujuan:
Maksimalkan Z = 10X1 + 15X2 + 20X3
Fungsi Kendala:
2 X2 + 5 X3 ≤ 15
6 X1 + 3 X3 ≤ 30
4 X1 + 5 X2 ≤ 60
5. Fungsi Tujuan
Maksimalkan Z = 54X1 + 23X2 + 15X3
Fungsi Batasan:
5X1 + 3X2 ≤ 30
5X2 + 8X3 ≤ 40
3X1 + 5X2 + 7X3 ≤ 70
D. Daftar Pustaka
Wijaya, andi. (2012). Pengantar Riset Operasi. Edisi 2, Mitra Wacana Media,
Jakarta
Taha, Hamdy.A. (2011). Operation Research:An Introduction,ed 9, Prentice Hall
Winston, Wayne. (2003). Operations Research Application and Algorithms
[Link]
Mulyono, Sri. (2007). Riset Operasi Edisi Revisi, Lembaga Penerbit Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia
47
Pertemuan 5
Penyelesaian awal Metode Transportasi
A. Tujuan Pembelajaran
Mampu menjelaskan, menganalisis,dan menerapkan penyelesaian awal (C1,
C3, A3, P2, CPMK3)
B. Uraian Materi
1. Definisi
Metode transportasi adalah pengembangan dari persoalan LP, model
transportasi adalah pembahasan tentang penentuan rencana biaya
minimum (minimum cost) untuk transportasi (pengangkutan) single
commodity dari sejumlah lokasi sumber (sources) seperti pabrik, lokasi
penambangan, pelabuhan,dan lain lain ke sejumlah lokasi tujuan
(destinations) seperti gudang, pusat distribusi, tempat pemasaran, dan
sebagainya.
Metode Transportasi merupakan suatu metode yang digunakan untuk
memilih jalur pengiriman atau distribusi sejumlah barang/produk yang sama
dari lokasi sumber barang (Supply) menuju lokasi kemana barang tersebut
akan dikirimkan (Demand), dengan biaya sekecil mungkin atau minimum
cost.
Sederhananya, permasalahan transportasi membahas masalah
pendistribusian suatu komoditas atau produk dari sejumlah sumber (supply)
ke sejumlah tujuan (destination, demand), dengan tujuan meminimumkan
ongkos pengangkutan yang terjadi.
∑ Xij = dj Untuk j = 1, 2, . . . , n
j=1
m n
∑ ai = ∑ bj
i=1 j=1
Catatan:
a. Penyelesaian soal transportasi dilakukan dengan matrik yang terdiri dari
Baris (B) dan Kolom (K).
b. Setiap asal barang ditampilkan melalui Baris dan tujuan pengiriman
ditampilkan melalui Kolom. Sehingga matrik yang diperlukan adalah
(B x K).
Tabel 5.2. Model Transportasi
Keterangan:
Baris = sumber = supply
Kolom = tujuan = demand
C32 : biaya dari sumber 3 ke tujuan 2
A : kapasitas sumber A
P : kapasitas tujuan P
Jika, ∑Qs = ∑Qd maka tidak perlu penambahan dummy,
52
jika tidak sama ∑Qs ≠ ∑Qd maka harus disamakan terlebuh dahulu
dengan menambahkan dummy.
Tabel 5.3. Model Transportasi dengan dummy
Z = 1000 (155) + 400 (142) + 700 (148) + 100 (152) + 50 (0) = 431.110
Z = 200 (155) + 700 (150) + 50 (147) + 50 (0) + 1200 (142) + 800 (134)
= 420.950
D. Daftar Pustaka
Wijaya, andi. (2012). Pengantar Riset Operasi. Edisi 2, Mitra Wacana Media,
Jakarta
Taha, Hamdy.A. (2011). Operation Research:An Introduction,ed 9, Prentice Hall
Winston, Wayne. (2003). Operations Research Application and Algorithms
[Link]
Mulyono, Sri. (2007). Riset Operasi Edisi Revisi, Lembaga Penerbit Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia
59
Pertemuan 6
Stepping Stone
A. Tujuan Pembelajaran
Mampu menjelaskan, menganalisis,dan menentukan Solusi Optimum (C1,
C3, A3, P2, CPMK3)
B. Uraian Materi
1. Definisi
Metode Stepping Stone adalah suatu metode yang dapat digunakan untuk
menyelesaikan problem transportasi dengan cara “coba-coba” dan
pedoman alokasinya adalah sudut barat laut (sudut kiri atas) dari tabel
permasalahan dengan menyesuaikan kapasitas pabrik dan kebutuhan atau
permintaan.
a. Arah yang diambil boleh searah atau berlawanan arah jarum jam.
b. Hanya ada satu jalur tertutup untuk setiap kotak kosong.
c. Jalur harus mengikuti kotak terisi, kecuali pada kotak kosong yang
sedang dievaluasi.
d. Baik kotak terisi maupun kotak kosong dapat dilewati dalam
penyusunan jalur tertutup.
e. Suatu jalur dapat melintasi dirinya.
f. Sebuah penambahan dan pengurangan yang sama besar harus
kelihatan pada setiap baris dan kolom pada jalur itu.
WC = 8 - 5 + 10 - 19 = - 6 HC = 10 – 20 + 10 – 19 = -19
HA = 15 – 20 + 5 – 20 = -20 OA = 25 – 10 + 5 – 20 = 0
62
WA = 20 – 5 + 20 – 15 = 20
WC = 8 – 5 + 10 – 19 = -6
HC = 10 – 20 + 10 – 19 = -19
OA = 25 – 10 + 20 – 15 = 20
63
WA = 20 – 5 + 10 – 19 + 10 – 15 = 1
WC = 8 – 5 + 10 – 19 = -6
HB = 20 – 10 + 19 – 10 = 19
OA = 25 – 10 + 10 – 15 = 1
64
WA = 20 – 8 + 10 – 15 = 7
HB = 20 – 10 + 8 – 5 = 13
OC = 19 -8 + 5 – 10 = 6
OA = 25 – 10 + 5 – 8 + 10 – 5 = 7
Karena sudah tidak terdapat nilai negative, maka proses dianggap selesai.
Sollusi optimal yang dihasilkan
Z = 60 (5) + 30 (8) + 50 (15) + 10 (10) + 50 (10) = 1890
Pertanyaan:
Buatlah model transportasi untuk pertanyaan tersebut diatas?
gudang adalah 135, 127, 158, 145 ton. Ongkos kirim dari pabrik ke gudang
dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Pertanyaan:
Buatlah model transportasi untuk pertanyaan tersebut diatas?
3. Ada sebuah perusahaan yang memiliki tiga buah pabrik dan tiga buah
gudang. Dimana kapasitas untuk pabrik A sebesar 130.000 unit, kapasitas
pabrik B sebesar 100.000 unit dan kapasitas pabrik C sebesar 140.000 unit.
Untuk kapasitas gudang I sebesar 150.000 unit, kapasitas gudang II
sebesar 120.000 unit dan kapasitas gudang II sebesar 80.000 unit. Ongkos
kirim dari pabrik A ke gudang I sebesar $2, pabrik A ke gudang II sebesar
$0.5, pabrik A ke gudang III sebesar $0.4. Ongkos kirim dari pabrik B ke
gudang I sebesar $1.4, pabrik B ke gudang IB sebesar $1.5, pabrik 2 ke
gudang III sebesar $0.7. Ongkos kirim dari pabrik C ke gudang I sebesar
$0.4, pabrik C ke gudang II sebesar $0.9, pabrik C ke gudang III sebesar
$1,5.
Pertanyaan:
Buatlah model transportasi untuk pertanyaan tersebut diatas!
Pertanyaan:
Buatlah model transportasi untuk pertanyaan tersebut diatas!
D. Daftar Pustaka
Wijaya, andi. (2012). Pengantar Riset Operasi. Edisi 2, Mitra Wacana Media,
Jakarta
Taha, Hamdy.A. (2011). Operation Research:An Introduction,ed 9, Prentice Hall
Winston, Wayne. (2003). Operations Research Application and Algorithms
[Link]
Mulyono, Sri. (2007). Riset Operasi Edisi Revisi, Lembaga Penerbit Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia
67
1. Terdapat bangunan tempat penyimpanan peti kemas seluas 1.750 m2. Untuk peti kemas
kecil membutuhkan lahan sekitar 5 m2 ,sedangkan peti kemas besar 18m2. Kapasitas
maksimum hanya 210 peti kemas. Biaya penyimpanan peti kemas kecil Rp 8.500,00/hari
2. Pak Ali dalam berproduksi di perusahaannya membutuhkan 20 jenis kayu dan 30 jenis
rotan per minggu. Proses produksii setiap kursi memerlukan 2 jenis kayu dan 2 rotan
,pada proses pembuatan meja memerlukan 3 jenis kayu dan 4jenis rotan. Hasil kursi akan
terjual sebesar Rp 500.000,00 per unit dan meja terjual Rp 600.000,00 per unit.
3. Seorang pedagang kue menjual kue bolu dan kue coklat. Harga pembelian untuk satu
bahan kue bolu Rp2.000,00 dan satu bahan kue coklat Rp5000,00. Dengan modal
Rp500.000,00 dan isi etalase tidak lebih 500 biji. Jika pkue bolu laku Rp300,00/potong
4. Ibu Lily dalam memproduksi dua jenis pakaian, memiliki persediaan bahan sutra 42 meter,
dan 35 meter bahan wol. Bahan yang tersedia tersebut bu Lili akanmerrancang 2 jenis
paka yaitu kebaya dan gamis untuk dipasarkan. Pada proses pembuatan pakaian kebaya
memerlukan 2 meter kain sutra dan 1 meter bahan wol, sedangkan pakaian gamis
memerlukan 1 meter bahan sutra dan 3 meter bahan wol. Jika kedua pakaian tersebut
terjual pakaian kebaya akan laku dengan keuntungan Rp. 500.000,00/ potong, dan
5. Terdapat dua buah mesin yaitu mesin pemotongan dan mesin menghaluskan untuk
memproduksi dua jenis barang yaitu kusen pintu dan kusen jendela. Setiap membuat
barang kusen pintu diperlukan 6 jam pada mensin pemotongan dan 4 jam mesin
penghalus, sedangkan untuk kusen jendela diperlukan 4 jam mesin pemotongan dan 8
jam kerja mesin penghalusan. Lama bekerja dari kedua mesin tidak lebih dari 36 jam. Jika
setiap hari kedua mesin dapat menghasilkan x kusen pintu dan y kusen jendela.
68
6. Ibu Tuti sebagai pembuat dua jenis mnuman yaitu jus dan punch untuk produk tersebut
ibu Tuti menyiapkan antara lain 2 kg buah apel dan 5 kg melon. Untuk membuat segelas
jus dibutuhkan 20 gram apel dan 40 gram melon, sedangkan untuk membuat segelas
punch dibutuhkan 25 gram apel dan 40 gram melon. Jika segelas jus dijual dengan harga
Rp. 10.000,00 dan segelas punch dijual dengan harga Rp. 15.000,00.
7. Perusahaan Pak Tony merencanakan untuk membuat 2 jenis barang yaitu TV dan lemari
es yang jumlahnya tidak boleh lebih dari 36 unit. Jika barang tersebut dijual akan memberi
profit masing-masing adalah Rp. 10000,- dan Rp. 7500,- per unit. Dari pengalaman lalu
diketahui poduksi TV harus dibuat sekurang-kurangnya 20 unit dan untuk produk lemari
es sekurang-kurangnya 12 unit. Setelah diketahui ternyata bahan baku yang ada untuk
kedua produk tersebut hanya bisa memproduksi paling sedikit 40 unit. Tentukan total
masing masing produk yang harus dibuat agar perusahaan pak Tony memperoleh laba
yang maksimum?
8. Seorang penjahit pakaian dengan persediaan bahan katun 32 meter, linen 22 meter dan
satin 30 meter. Model pakaian kebaya dibutuhkan 4 meter katun, 2 meter linen dan 2
meter satin per unit pakaian. Model pakaian gamis dibutuhkan 2 meter katun, 4 meter
linen dan 6 meter satin pe runit pakaian. Keuntungan pakaian model kebaya Rp 5.000,00
dan model pakaian gamis Rp 8.000,00 per unit. Tentukan berapa unit masing-masing
9. Mentukan Nilai X1 dan X2 pada model matematika dibawah ini? tentukan besarnya
Z = 12 X1 + 13 X2
Fungsi Batasan :
a. X1 ≤ 5
b. X2 ≤ 5
c. 4X1 + 5X2 ≤ 40
69
d. X1, X2 ≥ 0
10. Mentukan Nilai X1 dan X2 pada fungsi dibawah ini ? serta tentukan besarnya keuntungan
yang diperoleh ?
Z = 54 X1 + 23 X2
Fungsi Batasan :
a. 5X1 + 3X2 ≤ 30
b. 5X1 + 8X2 ≤ 40
c. X1, X2 ≥ 0
11. Mentukan Nilai X1 dan X2 untuk model matematika dibawah ini ? Dan tentukan nilai
optimumnya serta besarnya keuntungan yang diperoleh ?
Z = 98 X1 + 75 X2
Kendalan
a. 6X1 + 5X2 ≤ 60
b. 9X1 + 12X2 ≥ 36
c. X1 ≤ 7
d. X2 ≤ 9
e. X1, X2 ≥ 0
12. Mentukan Nilai X1 dan X2 untuk model matematika dibawah ini ? Dan tentukan besarnya
keuntungan yang diperoleh ?
Z = 1256 X1 + 2480 X2
Kendala:
a. 5X1 + 4X2 ≤ 40
b. 4X1 + 2X2 ≤ 24
c. 6X1 + 8X2 ≥ 24
d. 10X1 + 6X2 ≥ 30
70
e. X1, X2 ≥ 0
13. Mentukan Nilai X1 dan X2 untuk fungsi dibawah ini ? Dan tentukan besarnya keuntungan
yang diperoleh ?
a. 10X1 + 6X2 ≤ 60
b. 6X1 + 12X2 ≤ 60
c. 3X1 + 7X2 ≥ 21
d. 6X1 + 3X2 ≥ 24
e. X1, X2 ≥ 0
14. Sebuah perusahaan mebel ingin mengirim hasil produksinya yang terdiri atas 600 lemari
lipat dan 200 tempat tidur. Dalam pengiriman tersebut manajer perusahaan
membutuhkan dua jenis angkutan yaitu truk besar dan truk kecil. Truk besar dapat
memuat 12 lemari dan 8 tempat tidur , sedangkan truk kecil dapat memuat 4 lemari lipat
dan 10 tempat tidur . Sewa sebuah truk besar Rp 250.000,00 untuk truk kecil Rp
200.000,00. Berapakah jumlah truk besar dan truk kecil yang harus disewa untuk biaya
15. Bapak Budi adalah seorang petani dengan luas kebun tidak kurang dari 2000 m2 yang
akan ditanami pisang seluas 400 m2 sampai dengan 1200 m2 dan papaya 800 m2 sampai
dengan 1200 m2. Biaya tanam pisang membutuhkan Rp 6.000,00/ m2 sedangkan untuk
menanam jpepaya biaya Rp 3.000,00/ m2 Tentukan berapa pohon yang harus ditanam
masing-masing pisang dan pepaya, untuk mendapatkan hasil yang dengan biaya tanam
yang minimum?
Fungsi Kendala:
3 X1 + 4 X2 + 5X3 ≤ 25
71
5 X1 + 6 X2 + 7X3 ≤ 35
7X2 ≤ 15
Fungsi Kendala:
6 X1 + 8 X2 + 10X3≤ 40
5 X1 + 7X2 ≤ 25
7 X2 + 9X3 ≤ 35
Fungsi Kendala:
5 X1 + 6 X2 ≤ 30
3 X1 + 4 X2 + 5 X3 ≤ 40
2 X2 + 3 X3 ≤ 35
Fungsi Kendala:
2 X2 + 5 X3 ≤ 15
6 X1 + 3 X3 ≤ 30
4 X1 + 5 X2 ≤ 60
Fungsi Batasan:
5X1 + 3X2 ≤ 30
5X2 + 8X3 ≤ 40
72
Fungsi Kendala:
4 X1 + 6 X2 + 8X3 ≤ 40
6 X1 + 8 X2 + 10 X3 ≤ 60
8 X1 + 10 X2 + 12 X3 ≤ 80
Fungsi Kendala:
4X1 + 6X3 ≤ 16
6X2 + 6X3 ≤ 30
Fungsi Kendala:
2 X1 + 5 X2 ≤ 15
6 X2 + 2 X3 ≤ 30
4 X1 + 5 X3 ≤ 30
Fungsi Kendala:
3X1 + 5 X2 ≤ 50
4 X2 + 8 X3 ≤ 60
7 X1 + 5 X3 ≤ 30
73
Fungsi Kendala:
3X1 + 2 X3 ≤ 18
2 X1 + 4 X2 ≤ 20
6X1 +8X2 ≤ 40
Fungsi Kendala:
6 X1 + 8X2 ≤ 40
10 X1 + 12 X3 ≤ 60
8X2 ≤ 20
Fungsi Kendala:
5 X1 + 6 X2 ≤ 30
3 X2 + 4 X3 ≤ 40
5 X3 ≤ 60
Fungsi Kendala:
4X2 ≤30
4 X1 + 5 X2 + 7X3 ≤ 35
8X3 ≤ 20
74
Fungsi Kendala:
2 X1 + 5 X2 ≤ 20
3 X1 + 4 X3 ≤ 30
5X2 ≤ 50
Fungsi Kendala:
2 X1 + 3 X2 ≥ 20
3 X1 + 4 X2 ≥ 30
7X3 ≥ 14
SoalTransportasi
1. Ada sebuah perusahaan yang memiliki tiga buah pabrik dan tiga buah gudang. Dimana
kapasitas untuk pabrik A sebesar 130.000 unit, kapasitas pabrik B sebesar 100.000 unit dan
kapasitas pabrik C sebesar 140.000 unit. Untuk kapasitas gudang I sebesar 150.000 unit,
kapasitas gudang II sebesar 120.000 unit dan kapasitas gudang II sebesar 80.000 unit.
Ongkos kirim dari pabrik A ke gudang I sebesar $2, pabrik A ke gudang II sebesar $0.5,
pabrik A ke gudang III sebesar $0.4. Ongkos kirim dari pabrik B ke gudang I sebesar $1.4,
pabrik B ke gudang IB sebesar $1.5, pabrik 2 ke gudang III sebesar $0.7. Ongkos kirim dari
pabrik C ke gudang I sebesar $0.4, pabrik C ke gudang II sebesar $0.9, pabrik C ke gudang
2. Terdapat 4 buah pabrik yang berlokasi di pulau jawa dengan 4 lokasi penyimpanan yang
diantaranya : 100 ton, 85 ton, 130 ton, 143 ton. Dan kapasitas gudang 1 hingga 4 yang
memiliki kapasitas simpan, 130 ton, 70 ton, 132 ton, 126 ton.
Ongkos Kirim dari pabri ke Gudang, sebagai berikut (dalam puluhan dollar)
75
A B C D
1 10 10 8 8
2 7 8 10 8
3 12 14 10 6
4 6 12 12 11
3. Terdapat 3 buah pabrik dengan 3 buah gudang yang terdapat di Provinsi Banten. Dimana
kapasitas untuk tiap pabrik diantaranya 90, 70 dan 95 ton. Dan kapasitas gudang diantaranya
95, 123 dan 80 ton. Ongkos kirim (dalam puluhan ribu) dari pabrik ke Gudang sebagai
berikut:
A 10 15 16
B 12 14 18
C 12 9 10
4. Terdapat 4 buah pabrik dengan dengan 4 buah gudang. Dimana kapasitas dari tiap pabrik
adalah 190, 92, 175, 160 ton. Dan kapasitas dari tiap gudang adalah 135, 127, 158, 145 ton.
Ongkos kirim (Dalam puluhan ribu rupiah) dari pabrik ke gudang dapat dilihat pada tabel
dibawah ini.
A B C D
1 18 17 9 12
2 8 10 13 5
3 12 12 10 12
4 9 12 15 16
76
A B C TOTAL
8 10 15
1
250
5 7 4
2
195
3 2 9
3
450
TOTAL 500 300 95 895
A B C TOTAL
7 5 7
1 100
5 9 5
2 50
8 10 10
3 50
A B C TOTAL
15 5 7
1 120
10 25 5
2 50
20 5 10
3 80
TOTAL 90 100 60
77
A B C TOTAL
15 8 7
1 100
10 25 15
2 70
14 5 10
3 60
TOTAL 60 120 50
A B C TOTAL
20 18 17
1 100
10 25 15
2 70
20 9 10
3 60
TOTAL 60 120 50
A B C TOTAL
15 8 17
1 110
10 25 15
2 70
14 5 10
3 60
TOTAL 70 120 50
78
12. Hitunglah Biaya transportasi dari data dalam table berikut (Dalam Ribuan):
S T U TOTAL
27 23 31
P 150
10 45 40
Q 170
30 54 35
R 80
A B C TOTAL
2 4 5
1 580
5 9 8
2 670
10 12 11
3 125
7 6 8
4 500
A B C TOTAL
7 12 9
1 1400
15 4 12
2 1350
15 4 12
3 1780
12 15 7
4 2000
A B C D TOTAL
12 5 4 8 6500
1
9 10 11 7 10500
2
4 8 17 10 8940
3