PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM
(DEEP LEARNING)
Satuan Pendidikan : ……………….
Mata Pelajaran : Konsentrasi Keahlian Akuntansi
Elemen : Akuntansi Keuangan
Nama Guru : Bulan Purnama
Kelas/ Semester : XI/Gasal
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (6 Pertemuan)
Tahun Ajaran : 2025 /2026
IDENTIFIKASI PESERTA DIDIK: Peserta didik kelas XI SMK pada konsentrasi keahlian
akuntansi telah memiliki dasar pemahaman mengenai pengelolaan kartu
piutang. Meskipun demikian, kesiapan dalam memahami konsep utang usaha
mungkin bervariasi, mengingat utang memiliki perspektif yang berbeda dari
piutang. Minat peserta didik pada pengelolaan keuangan bisnis diharapkan
semakin meningkat setelah mempelajari piutang. Latar belakang mereka
yang beragam menuntut pendekatan yang adaptif, dengan penekanan pada
aplikasi praktis dan simulasi. Kebutuhan belajar meliputi penguatan
pemahaman konsep utang, identifikasi dokumen, pembukuan mutasi,
konfirmasi, hingga pelaporan utang, dengan fokus pada ketelitian dan
tanggung jawab.
MATERI PELAJARAN: Materi pelajaran "Mengelola Kartu Utang"
mencakup jenis pengetahuan konseptual (definisi utang usaha, karakteristik
utang, jenis-jenis dokumen transaksi utang) , prosedural (langkah-langkah
mempersiapkan dokumen, mengidentifikasi data, membukukan mutasi,
melakukan konfirmasi, menyusun laporan), dan metakognitif (evaluasi
efisiensi pengelolaan utang). Relevansinya dengan kehidupan nyata peserta
didik sangat tinggi, karena pengelolaan utang adalah aktivitas fundamental
dalam setiap entitas bisnis untuk menjaga likuiditas dan kepercayaan
pemasok. Tingkat kesulitan materi ini bersifat menengah, membutuhkan
ketelitian dan pemahaman alur transaksi yang serupa namun berlawanan
dengan piutang. Struktur materi disusun secara sistematis, dimulai dari
persiapan dokumen, identifikasi, pembukuan, konfirmasi, hingga pelaporan.
Integrasi nilai dan karakter ditekankan pada ketelitian, kejujuran, tanggung
jawab, dan kemandirian dalam pengelolaan kewajiban keuangan.
DIMENSI PROFIL LULUSAN:
1. Kemandirian
2. Kolaborasi
3. Penalaran Kritis
4. Kreativitas
DESAIN CAPAIAN PEMBELAJARAN: Peserta didik mampu mengelola kartu
PEMBELAJARAN piutang, utang, persediaan, kas kecil, bank, aktiva tetap, laporan HPP,
pencatatan utang wesel dan obligasi, serta menganalisis jenis-jenis modal
perusahaan.
TOPIK PEMBELAJARAN: Mengelola Kartu Utang
TUJUAN PEMBELAJARAN:
Mempersiapkan dokumen terkait utang usaha.
Mengidentifikasi data utang usaha dari faktur pemasok.
Membukukan mutasi utang ke kartu utang.
Melakukan konfirmasi saldo utang kepada pemasok.
Menyusun laporan utang untuk keperluan pembayaran terjadwal.
PRAKTIK PEDAGOGIS:
1. Pembelajaran Berbasis Proyek
2. Diskusi kelompok, eksplorasi kasus, wawancara (simulasi), dan
presentasi
MITRA PEMBELAJARAN:
1. Praktisi Akuntansi (misalnya, staf bagian utang dari perusahaan
lokal)
2. Pebisnis/Wirausaha (misalnya, pemilik toko grosir atau distributor)
3. Komunitas Alumni Akuntansi SMK
LINGKUNGAN PEMBELAJARAN:
1. Ruang Fisik: Laboratorium Komputer Akuntansi, Ruang Kelas,
Perpustakaan Sekolah
2. Ruang Virtual: Google Classroom, Zoom/Google Meet untuk diskusi
daring, platform simulasi akuntansi (jika tersedia)
3. Budaya Belajar: Kolaboratif, berpartisipasi aktif, dan memiliki rasa
ingin tahu yang tinggi, serta teliti dan bertanggung jawab dalam
pengelolaan kewajiban.
PEMANFAATAN DIGITAL:
1. Perencanaan: Canva, Miro
2. Pelaksanaan: Video pembelajaran, E-modul, Aplikasi akuntansi
simulasi
3. Asesmen: Google Form, Quizizz, Kahoot
PENGALAMAN Pertemuan 1: Mempersiapkan Dokumen Terkait Utang Usaha (Alokasi
BELAJAR Waktu: 6 JP)
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru terkait pentingnya
pengelolaan kewajiban keuangan yang baik.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas, seperti
"Selain piutang, apakah ada jenis hutang lain yang sering terjadi
dalam transaksi bisnis?".
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan video singkat tentang proses pembelian bahan
baku secara kredit oleh sebuah perusahaan.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Dokumen apa saja yang
kalian lihat dalam transaksi pembelian kredit tersebut?" untuk
menstimulasi pemikiran peserta didik tentang dokumen terkait utang.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan umum tentang
jenis-jenis dokumen transaksi pembelian secara kredit.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk
menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kelengkapan dokumen
dalam transaksi utang. a. "Mengapa penting untuk memiliki catatan
yang lengkap saat terjadi pembelian kredit?" b. "Dokumen apa saja
yang menurut kalian paling penting dalam sebuah transaksi utang
usaha?" c. Guru memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
dan menghubungkan dengan peran peserta didik sebagai calon
akuntan yang bertanggung jawab. d. "Bagaimana kelengkapan
dokumen ini membantu dalam mengelola utang usaha?"
Kegiatan Inti MEMAHAMI (Berkesadaran, Bermakna)
Orientasi pada Siswa pada Masalah: Peserta didik disajikan kasus
simulasi tentang sebuah perusahaan yang kesulitan memverifikasi
tagihan pemasok karena dokumen pembelian yang tidak terorganisir.
Guru memancing pertanyaan, "Bagaimana cara kita mengatasi
masalah ini agar utang usaha dapat diverifikasi dengan baik?"
Mengorganisasi Siswa untuk Belajar: Peserta didik dibagi menjadi
beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan studi kasus yang
berbeda mengenai jenis-jenis dokumen yang terkait dengan utang
usaha.
Peserta didik berdiskusi, membaca artikel, dan mengeksplorasi
sumber informasi pada buku, e-book, artikel, dan situs web melalui
internet tentang jenis-jenis dokumen yang digunakan dalam
pengelolaan kartu utang (faktur pembelian, nota debit, bukti kas
keluar/bank, dll.).
a. "Apa definisi dari setiap dokumen transaksi utang usaha?" b.
"Bagaimana fungsi setiap dokumen tersebut dalam pencatatan
utang?" c. "Apa konsekuensi jika suatu dokumen tidak ada atau tidak
lengkap?"
Peserta didik membuat peta konsep tentang klasifikasi dokumen-
dokumen pengelolaan kartu utang dan alur penggunaannya.
MENGAPLIKASI (Bermakna, Menggembirakan)
Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok: Peserta
didik dalam kelompok menganalisis contoh-contoh dokumen
transaksi utang (faktur pemasok, bukti pembayaran, nota retur
pembelian) yang disediakan oleh guru (bisa berupa fotokopian atau
simulasi digital).
Peserta didik melakukan simulasi "mempersiapkan dokumen terkait
utang usaha" dengan mengisi template dokumen kosong berdasarkan
skenario transaksi pembelian kredit yang diberikan.
Peserta didik menyimak penjelasan dari praktisi akuntansi (jika
memungkinkan melalui rekaman video atau sesi daring) tentang
pentingnya kelengkapan dan keabsahan dokumen utang dalam
praktik bisnis.
Guru dan praktisi (jika hadir) menumbuhkan kesadaran kepada
peserta didik tentang risiko kesalahan dalam pengelolaan utang akibat
dokumen yang tidak akurat.
Peserta didik berdiskusi dengan teman melalui platform daring dan
guru pendamping untuk merancang prosedur standar persiapan
dokumen utang yang efisien.
Peserta didik mengembangkan "proyek mini" berupa contoh set
dokumen lengkap untuk satu siklus transaksi utang usaha (misalnya:
membuat contoh faktur pembelian, bukti pembayaran kas/bank, dan
memo retur pembelian).
MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)
Mengembangkan dan Menyajikan Hasil: Peserta didik melakukan
uji coba proyek mini mereka dengan saling bertukar dokumen antar
kelompok untuk diperiksa kelengkapan dan keakuratannya.
Peserta didik mempresentasikan hasil proyek mini mereka dan
mendapatkan umpan balik dari teman dan guru.
Peserta didik membuat jurnal refleksi individu terhadap proses
persiapan dokumen utang yang telah dilakukan, termasuk kesulitan
yang dihadapi dan cara mengatasinya.
Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian tujuan
pembelajaran terkait persiapan dokumen utang.
Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
setelah belajar, misalnya pentingnya sistematisasi arsip dokumen
utang.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai
pentingnya persiapan dokumen dalam pengelolaan kartu utang.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya (materi identifikasi data utang) dan strategi belajar yang
akan digunakan (contoh: mencari studi kasus identifikasi utang dari
faktur pemasok).
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyek mini mereka.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 2: Mengidentifikasi Data Utang Usaha dari Faktur Pemasok
(Alokasi Waktu: 6 JP)
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang pentingnya
ketelitian dalam mengidentifikasi data kewajiban.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan: "Dari faktur pemasok yang kalian siapkan sebelumnya,
informasi penting apa saja yang bisa kalian dapatkan tentang utang
usaha?"
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan contoh kasus sederhana tentang kesalahan
identifikasi jumlah utang pada sebuah faktur.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Apa dampak dari kesalahan
identifikasi data ini terhadap kewajiban pembayaran perusahaan?"
untuk menstimulasi pentingnya akurasi.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan umum tentang
elemen-elemen penting dalam faktur pemasok.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk
menumbuhkan kesadaran akan detail-detail yang harus diidentifikasi.
a. "Apa saja data kunci yang harus diidentifikasi dari faktur pemasok
untuk mencatat utang?" b. "Bagaimana cara memastikan bahwa data
utang yang diidentifikasi akurat?" c. Guru memaparkan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai dan menghubungkan dengan tugas
seorang akuntan dalam memverifikasi kewajiban. d. "Mengapa
identifikasi data ini menjadi langkah krusial sebelum melakukan
pencatatan utang?"
Kegiatan Inti MEMAHAMI (Berkesadaran, Bermakna)
Orientasi pada Siswa pada Masalah: Peserta didik disajikan
beberapa faktur pemasok yang rumit atau memiliki beberapa
informasi yang kurang jelas. Guru memancing pertanyaan,
"Bagaimana cara kita menyaring dan menentukan data utang usaha
yang relevan dari faktur-faktur ini?"
Mengorganisasi Siswa untuk Belajar: Peserta didik dibagi menjadi
beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan set faktur pemasok
yang berbeda untuk diidentifikasi data utangnya.
Peserta didik berdiskusi, membaca studi kasus, dan mengeksplorasi
sumber informasi umum tentang teknik identifikasi data utang usaha
dari faktur pemasok, termasuk nama pemasok, tanggal faktur, nomor
faktur, jumlah utang, termin pembayaran, dan potongan pembelian.
a. "Bagaimana membedakan utang usaha dari jenis kewajiban lain
dalam dokumen?" b. "Apa saja informasi yang wajib ada untuk
mencatat utang usaha?" c. "Bagaimana menangani faktur pemasok
yang informasinya kurang lengkap?"
Peserta didik membuat checklist identifikasi data utang usaha yang
efektif dari faktur pemasok.
MENGAPLIKASI (Bermakna, Menggembirakan)
Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok: Peserta
didik dalam kelompok menggunakan checklist yang telah dibuat
untuk mengidentifikasi data utang usaha dari faktur-faktur simulasi
yang diberikan guru.
Peserta didik melakukan simulasi "mengidentifikasi data utang
usaha" dengan mengekstrak informasi penting dari berbagai contoh
faktur pemasok.
Peserta didik berdiskusi tentang studi kasus riil (misalnya, melalui
video atau artikel) mengenai dampak kesalahan identifikasi data
utang terhadap laporan keuangan dan reputasi perusahaan.
Guru menumbuhkan kesadaran kepada peserta didik tentang
pentingnya kehati-hatian dalam identifikasi data utang untuk
menghindari pembayaran ganda atau keterlambatan.
Peserta didik berdiskusi dengan teman melalui platform daring dan
guru pendamping untuk mengatasi tantangan dalam mengidentifikasi
data dari faktur yang kompleks.
Peserta didik mengembangkan "proyek kecil" berupa tabel ringkasan
data utang usaha dari 10 faktur pemasok yang berbeda, menunjukkan
hasil identifikasi mereka.
MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)
Mengembangkan dan Menyajikan Hasil: Peserta didik saling
menukarkan hasil identifikasi data utang antar kelompok untuk diuji
akurasinya.
Peserta didik mempresentasikan hasil identifikasi data mereka dan
mendapatkan umpan balik dari teman dan guru.
Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang tantangan
dalam identifikasi data utang dan strategi yang digunakan untuk
mengatasinya.
Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap keterampilan
identifikasi data utang yang telah dicapai.
Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
setelah belajar, misalnya pentingnya melakukan verifikasi silang
terhadap data.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai
pentingnya identifikasi data utang usaha yang akurat.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya (materi pembukuan mutasi utang) dan strategi belajar
yang akan digunakan (contoh: mempersiapkan studi kasus
pembukuan utang).
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai ketelitian dalam
identifikasi data.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 3: Membukukan Mutasi Utang ke Kartu Utang (Alokasi
Waktu: 6 JP)
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang pentingnya
pencatatan kewajiban yang sistematis.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan: "Setelah data utang diidentifikasi, langkah selanjutnya
apa yang harus dilakukan dengan data tersebut agar mudah dilacak?"
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menunjukkan contoh kartu utang yang telah
terisi dan yang masih kosong.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Apa fungsi dari kartu utang
ini dalam sebuah perusahaan?" untuk menstimulasi pemikiran tentang
kegunaan alat pencatatan kewajiban.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan umum tentang
pengertian kartu utang dan kolom-kolomnya.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk
menumbuhkan kesadaran akan struktur kartu utang. a. "Apa saja
informasi yang harus dicatat dalam kartu utang?" b. "Bagaimana cara
mencatat transaksi penambahan dan pengurangan utang?" c. Guru
memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan
menghubungkan dengan tugas pembukuan akuntan. d. "Mengapa
penting untuk mencatat setiap mutasi utang secara teratur?"
Kegiatan Inti MEMAHAMI (Berkesadaran, Bermakna)
Orientasi pada Siswa pada Masalah: Peserta didik disajikan kasus
di mana sebuah perusahaan mengalami kesulitan dalam mengetahui
saldo utang kepada pemasok karena tidak ada pencatatan yang
terpusat. Guru memancing pertanyaan, "Bagaimana cara membuat
catatan utang yang terpusat dan mudah dilacak untuk setiap
pemasok?"
Mengorganisasi Siswa untuk Belajar: Peserta didik dibagi menjadi
beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan daftar transaksi utang
dan kartu utang kosong.
Peserta didik berdiskusi, membaca panduan, dan mengeksplorasi
sumber informasi umum tentang teknik pembukuan mutasi utang ke
dalam kartu utang, termasuk pencatatan pembelian kredit,
pembayaran, retur pembelian, dan potongan pembelian.
a. "Bagaimana alur pencatatan dari faktur pemasok ke kartu utang?"
b. "Apa perbedaan pencatatan untuk transaksi penambahan dan
pengurangan utang?" c. "Bagaimana memastikan saldo akhir kartu
utang selalu akurat?"
Peserta didik membuat alur proses pembukuan mutasi utang.
MENGAPLIKASI (Bermakna, Menggembirakan)
Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok: Peserta
didik dalam kelompok menggunakan data utang yang telah
diidentifikasi pada pertemuan sebelumnya untuk membukukan
mutasi ke dalam kartu utang secara manual atau menggunakan
lembar kerja elektronik sederhana.
Peserta didik melakukan simulasi "membukukan mutasi utang" dari
berbagai skenario transaksi (pembelian, pembayaran, retur) ke dalam
kartu utang.
Peserta didik menyimak video tutorial atau demonstrasi dari guru
mengenai penggunaan perangkat lunak sederhana (misalnya
spreadsheet) untuk pembukuan kartu utang.
Guru menumbuhkan kesadaran kepada peserta didik tentang
pentingnya konsistensi dan akurasi dalam pembukuan utang untuk
menghasilkan laporan yang valid dan menghindari sanksi.
Peserta didik berdiskusi dengan teman melalui platform daring dan
guru pendamping untuk memecahkan masalah dalam pencatatan
transaksi utang yang rumit (misalnya, pembayaran sebagian atau
potongan pembelian).
Peserta didik mengembangkan "proyek praktikum" berupa pengisian
kartu utang untuk 3-5 pemasok dengan minimal 5 transaksi per
pemasok selama satu periode akuntansi.
MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)
Mengembangkan dan Menyajikan Hasil: Peserta didik saling
mengoreksi hasil pembukuan kartu utang antar kelompok dan
memberikan umpan balik konstruktif.
Peserta didik mempresentasikan hasil pembukuan kartu utang mereka
dan menjelaskan proses yang dilakukan.
Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang keterampilan
pembukuan utang dan tantangan yang dihadapi.
Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap kemampuan mereka
dalam membukukan mutasi utang.
Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
setelah belajar, misalnya pentingnya pengecekan berkala terhadap
saldo utang.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai teknik
pembukuan mutasi utang.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya (materi konfirmasi saldo utang) dan strategi belajar yang
akan digunakan (contoh: mencari contoh surat konfirmasi utang).
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai ketelatenan
dalam pembukuan.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 4: Melakukan Konfirmasi Saldo Utang kepada Pemasok
(Alokasi Waktu: 12 JP)
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang pentingnya
verifikasi kewajiban dalam akuntansi.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan: "Setelah semua utang dicatat, bagaimana kita tahu
catatan kita sudah benar dan sesuai dengan catatan pemasok?"
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menampilkan contoh surat konfirmasi utang
dan responsnya.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mengapa perusahaan perlu
melakukan konfirmasi saldo utang kepada pemasoknya?" untuk
menstimulasi pemikiran tentang tujuan verifikasi kewajiban.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan umum tentang
tujuan dan metode konfirmasi utang.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk
menumbuhkan kesadaran akan pentingnya konfirmasi. a. "Apa saja
metode yang bisa digunakan untuk mengkonfirmasi saldo utang?" b.
"Apa yang harus dilakukan jika ada perbedaan antara catatan
perusahaan dan pemasok?" c. Guru memaparkan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai dan menghubungkan dengan praktik audit
kewajiban. d. "Bagaimana konfirmasi utang dapat mencegah
terjadinya sengketa dengan pemasok?"
Kegiatan Inti MEMAHAMI (Berkesadaran, Bermakna)
Orientasi pada Siswa pada Masalah: Peserta didik disajikan
skenario di mana perusahaan menemukan perbedaan saldo utang
dengan catatan pemasok. Guru memancing pertanyaan, "Bagaimana
prosedur yang harus kita ikuti untuk mengatasi perbedaan saldo utang
ini dan memastikan kebenarannya?"
Mengorganisasi Siswa untuk Belajar: Peserta didik dibagi menjadi
beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan data saldo utang dan
skenario perbedaan saldo untuk diselidiki.
Peserta didik berdiskusi, membaca artikel, dan mengeksplorasi
sumber informasi umum tentang prosedur dan jenis-jenis konfirmasi
utang (positif, negatif, siklus).
a. "Apa saja tahapan dalam melakukan konfirmasi utang?" b.
"Bagaimana menyusun surat konfirmasi utang yang efektif?" c. "Apa
saja faktor yang menyebabkan perbedaan saldo utang?"
Peserta didik membuat flowchart alur proses konfirmasi saldo utang.
MENGAPLIKASI (Bermakna, Menggembirakan)
Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok: Peserta
didik dalam kelompok menggunakan data kartu utang yang telah
dibukukan untuk menyiapkan surat konfirmasi utang ke beberapa
"pemasok" (bisa diperankan oleh kelompok lain atau guru).
Peserta didik melakukan simulasi "melakukan konfirmasi saldo
utang" dengan mengirimkan surat konfirmasi, menerima respons
(simulasi), dan menganalisis perbedaan yang mungkin timbul.
Peserta didik menyimak paparan dari narasumber (misalnya, staf
bagian keuangan dari distributor atau alumni) mengenai pengalaman
mereka dalam melakukan konfirmasi utang dan tips mengatasinya.
Guru menumbuhkan kesadaran kepada peserta didik tentang aspek
etika dan komunikasi yang baik dalam proses konfirmasi utang untuk
menjaga hubungan bisnis.
Peserta didik berdiskusi dengan teman melalui platform daring dan
guru pendamping untuk menyusun strategi penyelesaian perbedaan
saldo utang.
Peserta didik mengembangkan "proyek simulasi" berupa pelaksanaan
konfirmasi utang kepada 3 "pemasok" yang berbeda, termasuk
analisis perbedaan dan usulan penyelesaian.
MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)
Mengembangkan dan Menyajikan Hasil: Peserta didik
mempresentasikan hasil simulasi konfirmasi utang, termasuk laporan
perbedaan saldo dan langkah-langkah penyelesaiannya.
Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman, guru, dan
narasumber (jika hadir) mengenai efektivitas proses konfirmasi yang
dilakukan.
Peserta didik membuat jurnal refleksi individu terhadap pengalaman
melakukan konfirmasi utang, termasuk pelajaran yang didapat dari
penyelesaian perbedaan saldo.
Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap kemampuan mereka
dalam melakukan konfirmasi dan menyelesaikan perbedaan saldo
utang.
Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
setelah belajar, misalnya pentingnya rekonsiliasi data secara berkala.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai
pentingnya konfirmasi saldo utang dan cara mengatasi perbedaannya.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya (materi penyusunan laporan utang) dan strategi belajar
yang akan digunakan (contoh: mencari format laporan utang).
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai kemampuan
mereka dalam menyelesaikan masalah konfirmasi.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 5: Menyusun Laporan Utang untuk Keperluan Pembayaran
Terjadwal (Alokasi Waktu: 6 JP)
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang bagaimana data
akuntansi menjadi informasi yang berharga untuk manajemen kas.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan: "Setelah semua data utang dicatat dan dikonfirmasi,
untuk apa semua informasi itu digunakan dalam pembayaran?"
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menunjukkan berbagai contoh laporan
keuangan sederhana, khususnya bagian utang atau daftar utang jatuh
tempo.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana sebuah laporan
utang dapat membantu pemilik usaha merencanakan pembayaran
secara terjadwal?" untuk menstimulasi pemikiran tentang fungsi
pelaporan.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan umum tentang
tujuan dan format laporan utang.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk
menumbuhkan kesadaran akan informasi yang terkandung dalam
laporan. a. "Informasi apa saja yang harus disajikan dalam laporan
utang?" b. "Siapa saja pihak yang membutuhkan laporan utang ini
untuk pembayaran?" c. Guru memaparkan tujuan pembelajaran yang
akan dicapai dan menghubungkan dengan peran akuntan sebagai
penyedia informasi untuk manajemen likuiditas. d. "Bagaimana
laporan utang yang baik dapat mempengaruhi reputasi perusahaan
dalam membayar kewajiban?"
Kegiatan Inti MEMAHAMI (Berkesadaran, Bermakna)
Orientasi pada Siswa pada Masalah: Peserta didik disajikan
skenario di mana seorang manajer keuangan ingin mengetahui jadwal
pembayaran utang yang akan jatuh tempo dalam satu bulan ke depan
namun tidak ada laporan yang tersedia. Guru memancing pertanyaan,
"Bagaimana kita bisa menyajikan informasi utang ini dalam bentuk
yang mudah dipahami oleh manajer untuk perencanaan
pembayaran?"
Mengorganisasi Siswa untuk Belajar: Peserta didik dibagi menjadi
beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan data saldo utang dan
mutasi dari kartu utang yang telah dibuat di pertemuan sebelumnya.
Peserta didik berdiskusi, membaca contoh laporan, dan
mengeksplorasi sumber informasi umum tentang struktur dan
komponen laporan utang (daftar utang, jatuh tempo, analisis utang
berdasarkan pemasok).
a. "Apa saja jenis-jenis laporan utang yang umum digunakan untuk
keperluan pembayaran?" b. "Bagaimana menyajikan informasi utang
agar mudah dipahami oleh manajemen?" c. "Bagaimana laporan
utang dapat digunakan untuk mengelola arus kas keluar?"
Peserta didik membuat kerangka format laporan utang yang
komprehensif untuk pembayaran terjadwal.
MENGAPLIKASI (Bermakna, Menggembirakan)
Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok: Peserta
didik dalam kelompok menggunakan data dari kartu utang yang telah
dibukukan dan dikonfirmasi untuk menyusun laporan utang, seperti
daftar utang berdasarkan jatuh tempo.
Peserta didik melakukan simulasi "menyusun laporan utang"
menggunakan spreadsheet atau perangkat lunak akuntansi sederhana.
Peserta didik menyimak video atau presentasi dari seorang
pebisnis/wirausaha (misalnya dari distributor) tentang bagaimana
mereka menggunakan laporan utang dalam mengambil keputusan
terkait jadwal pembayaran dan negosiasi dengan pemasok.
Guru menumbuhkan kesadaran kepada peserta didik tentang
bagaimana laporan keuangan yang akurat dapat menjadi alat strategis
untuk menjaga hubungan baik dengan pemasok.
Peserta didik berdiskusi dengan teman melalui platform daring dan
guru pendamping tentang cara terbaik menyajikan informasi utang
agar informatif dan mudah diinterpretasikan untuk perencanaan
pembayaran.
Peserta didik mengembangkan "proyek laporan" berupa penyusunan
laporan utang lengkap dari data yang telah diolah, disertai dengan
analisis singkat untuk keperluan pembayaran terjadwal.
MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)
Mengembangkan dan Menyajikan Hasil: Peserta didik
mempresentasikan laporan utang yang telah mereka susun,
menjelaskan komponen-komponennya dan implikasinya untuk
perencanaan pembayaran.
Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman, guru, dan
pebisnis/wirausaha (jika hadir) mengenai relevansi dan kejelasan
laporan yang disajikan.
Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang proses
penyusunan laporan utang dan bagaimana laporan tersebut dapat
memberikan wawasan manajemen kas.
Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap kemampuan mereka
dalam menyusun laporan utang dan menganalisisnya untuk
perencanaan pembayaran.
Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
setelah belajar, misalnya pentingnya keterampilan presentasi data
keuangan untuk manajemen likuiditas.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai
penyusunan laporan utang sebagai dasar perencanaan pembayaran
terjadwal.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya (evaluasi keseluruhan bab 2) dan strategi belajar yang
akan digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai kemampuan
mereka dalam menyajikan data keuangan secara informatif.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
Pertemuan 6: Evaluasi dan Penguatan Konsep Mengelola Kartu Utang
(Alokasi Waktu: 6 JP)
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)
1. Peserta didik menjawab salam guru.
2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yaitu mereview dan
menguatkan pemahaman Bab 2.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang pentingnya
penguasaan konsep pengelolaan kewajiban dalam akuntansi.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan: "Apa saja yang sudah kalian pelajari tentang pengelolaan
kartu utang dari awal sampai akhir?"
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menampilkan rangkuman visual dari alur
pengelolaan kartu utang (misalnya, infografis atau mind map).
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana semua tahapan
pengelolaan utang ini saling berkaitan satu sama lain dalam menjaga
kelangsungan bisnis?" untuk menstimulasi pemikiran holistik.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan umum yang
merangkum keseluruhan materi pengelolaan kartu utang.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk
menumbuhkan kesadaran akan keterkaitan antar konsep. a. "Apa saja
tahapan penting dalam pengelolaan utang?" b. "Kesalahan di tahap
mana yang bisa berdampak pada tahap berikutnya dalam pengelolaan
utang?" c. Guru memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai,
yaitu penguatan pemahaman menyeluruh. d. "Mengapa penting untuk
menguasai seluruh siklus pengelolaan utang?"
Kegiatan Inti MEMAHAMI (Berkesadaran, Bermakna)
Orientasi pada Siswa pada Masalah: Peserta didik disajikan kasus
komprehensif di mana sebuah perusahaan menghadapi berbagai
masalah dalam pengelolaan utang, mulai dari dokumen yang tidak
lengkap hingga keterlambatan pembayaran yang mengancam
hubungan dengan pemasok. Guru memancing pertanyaan,
"Bagaimana kita dapat mengidentifikasi akar masalahnya dan
merancang solusi terintegrasi untuk seluruh proses pengelolaan
utang?"
Mengorganisasi Siswa untuk Belajar: Peserta didik dibagi menjadi
beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan studi kasus
komprehensif yang mencakup seluruh siklus pengelolaan utang.
Peserta didik berdiskusi, membaca studi kasus, dan mengeksplorasi
sumber informasi umum untuk mengidentifikasi keterkaitan antara
setiap tahapan pengelolaan kartu utang.
a. "Bagaimana persiapan dokumen mempengaruhi identifikasi data
utang?" b. "Apa hubungan antara pembukuan mutasi utang dan
konfirmasi saldo utang?" c. "Bagaimana semua tahapan ini
berkontribusi pada penyusunan laporan utang yang akurat dan tepat
waktu?"
Peserta didik membuat diagram alir atau peta pikiran yang
menggambarkan seluruh siklus pengelolaan kartu utang.
MENGAPLIKASI (Bermakna, Menggembirakan)
Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok: Peserta
didik dalam kelompok menganalisis studi kasus komprehensif,
mengidentifikasi masalah di setiap tahapan pengelolaan utang, dan
merumuskan solusi terintegrasi.
Peserta didik melakukan simulasi "audit mini" terhadap sebuah siklus
pengelolaan utang, mengidentifikasi potensi kesalahan dan
merekomendasikan perbaikan.
Peserta didik menyimak video atau presentasi dari praktisi akuntansi
yang menjelaskan tentang tantangan riil dalam pengelolaan utang dan
bagaimana mereka mengatasinya untuk menjaga reputasi dan
likuiditas perusahaan.
Guru menumbuhkan kesadaran kepada peserta didik tentang
pentingnya sistem kontrol internal yang kuat dalam pengelolaan
utang untuk menghindari penipuan atau kesalahan.
Peserta didik berdiskusi dengan teman melalui platform daring dan
guru pendamping untuk merancang sistem pengelolaan utang yang
lebih efisien dan efektif.
Peserta didik mengembangkan "proyek akhir mini" berupa presentasi
solusi komprehensif untuk studi kasus pengelolaan utang, mencakup
perbaikan di setiap tahapan.
MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)
Mengembangkan dan Menyajikan Hasil: Peserta didik
mempresentasikan analisis studi kasus dan solusi yang mereka
tawarkan untuk perbaikan pengelolaan utang.
Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai kelengkapan dan relevansi solusi yang diberikan.
Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang keseluruhan
pembelajaran Bab 2, termasuk pemahaman holistik yang telah
dicapai dan area yang masih perlu diperdalam.
Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap penguasaan konsep
dan keterampilan dalam mengelola kartu utang secara menyeluruh.
Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
setelah belajar, misalnya kesiapan untuk mempelajari bab-bab
akuntansi berikutnya.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)
1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan keseluruhan pembelajaran
mengenai pengelolaan kartu utang, menekankan keterkaitan antar
tahapan.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya untuk bab berikutnya (Mengelola Persediaan, Kas Kecil,
dan Transaksi Bank) dan strategi belajar yang akan digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai penguasaan
materi dan kemampuan berpikir komprehensif mereka.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.
ASESMEN Asesmen pada Awal Pembelajaran:
PEMBELAJARAN
Kuis singkat (pilihan ganda)
Asesmen pada Proses Pembelajaran:
Kuis singkat (pilihan ganda)
Asesmen pada Akhir Pembelajaran:
Proyek/Praktik
Mengetahui, Pekalongan, Juli 2025
Kepala Sekolah, Guru Mapel
Matahari Bulan Purnama
BAHAN AJAR
BAB 2: MENGELOLA KARTU UTANG
Untuk Siswa SMK Kelas X Konsentrasi Keahlian Akuntansi
A. Pendahuluan
Setelah mempelajari pengelolaan piutang, kini kita akan beralih ke sisi sebaliknya dalam
transaksi kredit, yaitu utang. Dalam operasional bisnis, perusahaan tidak hanya menjual
secara kredit, tetapi juga seringkali membeli barang atau jasa dari pemasok secara kredit.
Utang yang timbul dari transaksi ini dikenal sebagai utang usaha atau utang dagang.
Pengelolaan kartu utang yang efektif sangat krusial untuk menjaga reputasi perusahaan di
mata pemasok, memastikan likuiditas yang baik, dan menghindari denda atau sanksi akibat
keterlambatan pembayaran. Sebagai calon akuntan, kalian akan memegang peran penting
dalam menjaga kewajiban perusahaan tercatat dan terkelola dengan baik.
B. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:
1. Mempersiapkan dokumen terkait utang usaha.
2. Mengidentifikasi data utang usaha dari faktur pemasok.
3. Membukukan mutasi utang ke kartu utang.
4. Melakukan konfirmasi saldo utang kepada pemasok.
5. Menyusun laporan utang untuk keperluan pembayaran terjadwal.
C. Materi Pembelajaran Inti
1. Mempersiapkan Dokumen Terkait Utang Usaha
Pengertian Utang Usaha: Utang usaha (Accounts Payable) adalah kewajiban
perusahaan untuk membayar sejumlah uang kepada pihak lain (pemasok) atas
pembelian barang atau jasa secara kredit. Utang usaha biasanya merupakan kewajiban
jangka pendek yang harus dilunasi dalam waktu kurang dari satu tahun.
Jenis Dokumen Terkait Utang Usaha: Sebelum mencatat utang, ada beberapa
dokumen penting yang harus disiapkan dan dipahami, antara lain:
o Faktur Pembelian (Purchase Invoice): Bukti transaksi pembelian barang
atau jasa secara kredit dari pemasok. Ini adalah dokumen utama yang
menunjukkan jumlah utang yang timbul.
Contoh: PT. Damai membeli bahan baku dari PT. Sumber Makmur
seharga Rp 10.000.000 secara kredit. Faktur pembelian akan
diterbitkan oleh PT. Sumber Makmur dan diterima oleh PT. Damai.
o Bukti Kas Keluar / Bukti Bank Keluar (Cash Payment Voucher / Bank
Payment Voucher): Dokumen yang menunjukkan adanya pembayaran uang
tunai atau transfer bank kepada pemasok sebagai pelunasan utang.
Contoh: PT. Damai melunasi utangnya sebesar Rp 10.000.000 kepada
PT. Sumber Makmur. PT. Damai akan menerbitkan bukti kas keluar
atau bukti bank keluar.
o Nota Debet (Debit Memo): Dokumen yang diterbitkan oleh pembeli untuk
mengurangi jumlah utang kepada pemasok, biasanya karena pengembalian
barang (retur pembelian) atau adanya potongan harga setelah pembelian.
Contoh: PT. Damai mengembalikan sebagian bahan baku yang rusak
senilai Rp 1.000.000 kepada PT. Sumber Makmur. PT. Damai akan
menerbitkan Nota Debet sebesar Rp 1.000.000 untuk mengurangi
utangnya.
o Surat Konfirmasi Utang: Dokumen yang diterima dari pemasok untuk
memverifikasi kebenaran saldo utang perusahaan.
Pentingnya Kelengkapan Dokumen: Dokumen yang lengkap dan valid sangat
krusial untuk mencegah perselisihan dengan pemasok, mendukung keakuratan
pencatatan, sebagai bukti sah dalam proses pembayaran, dan sebagai alat kontrol
internal.
2. Mengidentifikasi Data Utang Usaha dari Faktur Pemasok
Setelah dokumen disiapkan, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi data penting dari
faktur pemasok untuk dicatat ke dalam kartu utang. Data yang perlu diidentifikasi meliputi:
Nama Pemasok: Kepada siapa perusahaan memiliki utang.
Tanggal Faktur: Kapan faktur diterbitkan oleh pemasok.
Nomor Faktur: Nomor referensi faktur dari pemasok.
Jumlah Utang: Nominal uang yang harus dibayar.
Syarat Pembayaran (Termin): Informasi mengenai batas waktu pembayaran utang
(misalnya, 2/10, n/30).
Contoh Identifikasi Data: Misalkan ada Faktur Pembelian dari PT. Sentosa No.
FP005:
o Tanggal: 20 Juni 2025
o Pemasok: PT. Sentosa
o Keterangan: Pembelian perlengkapan kantor
o Jumlah: Rp 3.500.000
o Syarat: n/30 Dari faktur ini, kita mengidentifikasi perusahaan berutang Rp
3.500.000 kepada PT. Sentosa, transaksi terjadi 20 Juni 2025, dan jatuh tempo
dalam 30 hari.
3. Membukukan Mutasi Utang ke Kartu Utang
Pengertian Kartu Utang: Kartu utang adalah buku pembantu (subsidiary ledger)
yang merinci saldo utang perusahaan kepada setiap pemasok. Setiap pemasok
memiliki satu kartu utang tersendiri. Kartu utang ini membantu perusahaan melacak
detail transaksi individu dengan pemasok, melengkapi akun Utang Usaha di buku
besar umum.
Manfaat Kartu Utang:
o Menyediakan informasi saldo utang setiap pemasok secara rinci.
o Memudahkan proses perencanaan pembayaran.
o Memudahkan verifikasi saldo utang.
o Sebagai alat kontrol internal dan menghindari pembayaran ganda.
Proses Pembukuan Mutasi (Sistem Perpetual): Dalam pengelolaan kartu utang,
mutasi (perubahan) utang dicatat secara terus-menerus. Setiap kali ada transaksi yang
memengaruhi utang, langsung dicatat di kartu utang pemasok yang bersangkutan.
Kolom-kolom umum pada Kartu Utang:
o Tanggal
o Keterangan/Nomor Dokumen
o Ref (referensi jurnal)
o Kredit (penambahan utang, misal dari pembelian kredit)
o Debet (pengurangan utang, misal dari pembayaran atau retur)
o Saldo (saldo akhir utang setelah transaksi)
Contoh Pembukuan Mutasi: Berikut adalah contoh kartu utang untuk PT. Sentosa:
KARTU UTANG Nama Pemasok: PT. Sentosa Alamat: Jl. Industri No. 5 Batas
Kredit: (jika ada)
Tanggal Keterangan Ref Kredit Debet Saldo
(Rp) (Rp) (Rp)
2025-06-20 Faktur Pemb. JPB 3.500.000 3.500.000
No. FP005
2025-07-15 Pelunasan JKK 3.500.000 0
No. BKK001
2025-07-25 Faktur Pemb. JPB 5.000.000 5.000.000
No. FP006
2025-07-28 Retur Pemb. JURP 500.000 4.500.000
No. ND002
Keterangan Ref: JPB =
Jurnal Pembelian, JKK =
Jurnal Kas Keluar, JURP =
Jurnal Umum Retur
Pembelian.
Ekspor ke Spreadsheet
4. Melakukan Konfirmasi Saldo Utang kepada Pemasok
Pengertian Konfirmasi Utang: Konfirmasi utang adalah proses memverifikasi saldo
utang perusahaan dengan pihak pemasok. Ini melibatkan penerimaan surat dari
pemasok atau pengiriman surat kepada pemasok untuk menanyakan apakah saldo
utang perusahaan di buku mereka sesuai dengan catatan perusahaan kita. Konfirmasi
utang adalah prosedur audit yang umum dilakukan untuk memastikan keakuratan
laporan keuangan, khususnya kewajiban.
Tujuan Konfirmasi:
o Memastikan keakuratan saldo utang yang dicatat perusahaan.
o Mendeteksi adanya kesalahan pencatatan, baik di pihak perusahaan maupun
pemasok.
o Mencegah pembayaran ganda atau keterlambatan pembayaran.
Jenis Konfirmasi (Serupa dengan Piutang, namun lebih sering menerima
konfirmasi dari pihak eksternal):
o Konfirmasi Positif: Pemasok diminta untuk membalas surat konfirmasi, baik
saldo sesuai maupun tidak sesuai. Digunakan untuk saldo besar atau utang
yang berisiko.
o Konfirmasi Negatif: Pemasok diminta membalas hanya jika saldo tidak
sesuai. Digunakan untuk saldo kecil atau utang yang dianggap berisiko rendah.
Proses Konfirmasi (dari sisi perusahaan yang menerima/mengirim konfirmasi):
1. Terima surat konfirmasi dari pemasok atau siapkan surat konfirmasi untuk
dikirimkan.
2. Bandingkan saldo utang yang tercantum dalam surat konfirmasi dengan saldo
di kartu utang perusahaan.
3. Jika ada perbedaan, lakukan penelusuran dan rekonsiliasi untuk menemukan
penyebabnya.
4. Sesuaikan catatan jika ada kesalahan di pihak perusahaan.
Contoh Surat Konfirmasi Utang (yang diterima dari pemasok):
PT. SUMBER BARU Jl. Maju Jaya No. 45 Surabaya
Surabaya, 20 Juni 2025
Kepada Yth. PT. Damai Jl. Harmoni No. 7 Jakarta
Perihal: Konfirmasi Saldo Utang Usaha per 31 Mei 2025
Dengan hormat,
Untuk kepentingan pencocokan data keuangan, dengan ini kami memberitahukan
bahwa saldo utang usaha Saudara/i pada pembukuan kami per tanggal 31 Mei 2025
adalah sebesar Rp 4.500.000 (Empat Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).
Mohon Saudara/i berkenan untuk memverifikasi saldo tersebut dan
mengembalikannya kepada kami dalam amplop balasan terlampir, setelah
menandatangani dan mencantumkan keterangan di bawah ini:
[ ] Saldo tersebut di atas adalah benar. [ ] Saldo tersebut di atas adalah tidak benar.
(Apabila tidak benar, mohon jelaskan
perbedaannya) .................................................................................................................
............... ..........................................................................................................................
......
Atas perhatian dan kerja sama Saudara/i, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
(Nama Manajer Keuangan) PT. Sumber Baru
5. Menyusun Laporan Utang untuk Keperluan Pembayaran Terjadwal
Jenis-jenis Laporan Utang: Setelah semua mutasi dicatat dan saldo dikonfirmasi,
informasi ini disajikan dalam bentuk laporan untuk membantu manajemen dalam
perencanaan pembayaran dan pengelolaan likuiditas. Laporan utang dapat berupa:
o Daftar Saldo Utang (Accounts Payable Listing): Laporan yang menyajikan
daftar semua pemasok beserta saldo utang perusahaan pada suatu tanggal
tertentu.
o Analisis Umur Utang (Aging Schedule of Accounts Payable): Laporan
yang mengelompokkan utang berdasarkan lamanya utang tersebut belum
dibayar sejak tanggal jatuh tempo (misalnya, 1-30 hari, 31-60 hari, 61-90 hari,
di atas 90 hari). Ini sangat penting untuk memprioritaskan pembayaran dan
menghindari denda.
Pentingnya Laporan Utang bagi Pengambilan Keputusan Pembayaran: Laporan
utang memberikan informasi penting bagi manajemen untuk:
o Merencanakan Arus Kas Keluar: Dengan mengetahui utang yang akan
jatuh tempo, perusahaan dapat mempersiapkan dana.
o Memastikan Pembayaran Tepat Waktu: Menghindari keterlambatan
pembayaran yang dapat merusak hubungan dengan pemasok atau dikenakan
denda.
o Mengoptimalkan Penggunaan Diskon Pembelian: Jika ada syarat diskon,
laporan utang dapat menunjukkan kapan diskon tersebut harus dimanfaatkan.
o Menilai Kinerja Pembayaran Perusahaan: Apakah perusahaan efisien
dalam mengelola kewajibannya.
o Negosiasi dengan Pemasok: Informasi dari laporan utang dapat digunakan
sebagai dasar negosiasi.
Contoh Analisis Umur Utang:
PT. DAMAI ANALISIS UMUR UTANG Per 31 Mei 2025
Nama Total Saldo 1-30 Hari 31-60 Hari 61-90 Hari > 90 Hari
Pemasok (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
PT. Sentosa 4.500.000 4.500.000
CV. 8.000.000 8.000.000
Bersama
Toko 2.000.000 2.000.000
Amanah
TOTAL 14.500.000 4.500.000 8.000.000 2.000.000 0
Analisis: Dari laporan ini, manajemen bisa melihat bahwa sebagian besar utang (Rp
8.000.000) akan jatuh tempo dalam 31-60 hari kepada CV. Bersama, sehingga perlu
disiapkan dana. Ada juga utang yang mendekati jatuh tempo (61-90 hari) sebesar Rp
2.000.000 kepada Toko Amanah yang perlu segera diperhatikan.
D. Rangkuman
Mengelola kartu utang adalah siklus penting dalam akuntansi yang melibatkan persiapan
dokumen, identifikasi data dari faktur pemasok, pembukuan mutasi, konfirmasi saldo, hingga
penyusunan laporan utang. Setiap tahapan ini saling berkaitan dan krusial untuk menjaga
akurasi data kewajiban perusahaan, mengelola arus kas keluar, dan menjaga hubungan baik
dengan pemasok. Dengan menguasai materi ini, kalian memiliki fondasi kuat untuk menjadi
akuntan yang kompeten dan bertanggung jawab.
ASESMEN FORMATIF
SATUAN PENDIDIKAN : SMK Nusantara
KELAS / SEMESTER : XI / Gasal
MATA PELAJARAN : Akuntansi Keuangan
TOPIK PEMBELAJARAN
Mengelola Kartu Utang
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Mempersiapkan dokumen terkait utang usaha.
2. Mengidentifikasi data utang usaha dari faktur pemasok.
3. Membukukan mutasi utang ke kartu utang.
4. Melakukan konfirmasi saldo utang kepada pemasok.
5. Menyusun laporan utang untuk keperluan pembayaran terjadwal.
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)
No Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
1 Menyebutkan jenis dokumen yang digunakan dalam pencatatan utang usaha.
2 Mengidentifikasi informasi penting dari faktur pembelian.
3 Membukukan transaksi pembelian secara kredit ke dalam kartu utang.
4 Menjelaskan cara melakukan konfirmasi saldo utang kepada pemasok.
5 Menyusun laporan utang berdasarkan kartu utang sebagai dasar pembayaran yang
terjadwal.
KISI-KISI SOAL
No IPK Materi Level Kognitif Bentuk
Soal
1 Menyebutkan dokumen Dokumen sumber C2 (Memahami) Pilihan
utang usaha utang usaha Ganda
2 Mengidentifikasi faktur Faktur pembelian C3 (Menerapkan) Pilihan
pemasok Ganda
3 Membukukan mutasi ke Pencatatan kartu C3 (Menerapkan) Pilihan
kartu utang utang Ganda
4 Menjelaskan konfirmasi Surat konfirmasi C4 (Menganalisis) Pilihan
saldo utang utang Ganda
5 Menyusun laporan utang Laporan utang C4 (Menganalisis) Pilihan
terjadwal Ganda
6– Gabungan (HOTS & Dunia kerja dan C4–C5 (Analisis– Pilihan
10 kontekstual) studi kasus Evaluasi) Ganda
SOAL PILIHAN GANDA (10 Soal)
1. Dokumen yang digunakan untuk mencatat utang usaha akibat pembelian barang secara
kredit adalah...
A. Faktur penjualan
B. Faktur pembelian
C. Bukti kas keluar
D. Nota kontan
E. Bukti memorial
2. Perhatikan kutipan faktur berikut:
Tanggal: 5 Juni 2025
Nama Pemasok: PT Sinar Terang
Barang: 50 unit @ Rp100.000
Diskon 10%
Biaya angkut ditanggung pembeli: Rp250.000
Berapakah jumlah utang yang harus dicatat?
A. Rp5.000.000
B. Rp4.750.000
C. Rp4.500.000
D. Rp4.750.000 + Rp250.000
E. Rp5.000.000 + Rp250.000
3. Dalam pencatatan kartu utang, pembayaran kepada pemasok dicatat sebagai...
A. Debit pada akun utang
B. Kredit pada akun kas
C. Kredit pada akun utang
D. Debit pada akun pembelian
E. Kredit pada akun modal
4. Tujuan dari melakukan konfirmasi saldo utang kepada pemasok adalah...
A. Menambah jumlah utang yang harus dibayar
B. Menganalisis kesalahan harga barang
C. Mencocokkan catatan saldo utang perusahaan dengan catatan pemasok
D. Mencatat retur pembelian
E. Mengurangi saldo utang dengan diskon
5. Laporan utang yang baik harus memuat informasi berikut, kecuali...
A. Nama pemasok
B. Jumlah utang
C. Umur utang
D. Tanggal pembayaran
E. Nomor rekening pelanggan
6. Sebuah perusahaan mencatat pembelian barang sebesar Rp8.000.000 secara kredit dari CV
Maju Jaya. Pada tanggal 10 Juni 2025, perusahaan melakukan pembayaran sebesar
Rp3.000.000. Berapa saldo utang yang masih tersisa?
A. Rp3.000.000
B. Rp8.000.000
C. Rp5.000.000
D. Rp11.000.000
E. Rp2.000.000
7. Perusahaan akan merencanakan pembayaran utang kepada 3 pemasok dengan total nilai
berbeda dan jatuh tempo berbeda. Langkah yang paling tepat untuk menentukan prioritas
pembayaran adalah...
A. Membayar semua secara bersamaan
B. Melihat hubungan baik dengan pemasok
C. Menganalisis umur utang dan skala prioritas dari laporan utang
D. Menunda semua pembayaran hingga akhir bulan
E. Membayar utang dengan nilai terkecil lebih dulu
8. Mengapa pencatatan kartu utang harus dilakukan secara akurat dan terjadwal?
A. Agar perusahaan tidak terlambat membayar dan menghindari denda keterlambatan
B. Untuk menaikkan jumlah piutang usaha
C. Agar pelanggan merasa puas
D. Untuk meningkatkan penjualan kredit
E. Agar biaya penyusutan dapat dikurangi
9. Jika terdapat selisih antara saldo utang dalam catatan perusahaan dan pemasok, tindakan
yang harus dilakukan adalah...
A. Menambah saldo utang dalam catatan sendiri
B. Mengabaikan selisih tersebut
C. Melakukan konfirmasi ulang dan mencocokkan dokumen transaksi
D. Membatalkan seluruh transaksi
E. Meminta retur barang tanpa alasan
10. Apa manfaat dari menyusun laporan utang yang dilengkapi dengan analisis umur utang?
A. Untuk menurunkan biaya operasional
B. Sebagai dasar perhitungan pajak
C. Untuk mengevaluasi efektivitas pembayaran dan merencanakan arus kas
D. Untuk meningkatkan utang jangka panjang
E. Agar laporan posisi keuangan menjadi lebih kecil
KUNCI JAWABAN
No Jawaban
1 B
2 D
3 A
4 C
5 E
6 C
7 C
8 A
9 C
10 C
RUBRIK PENILAIAN
Rentang Nilai Kategori
85 – 100 Sangat Baik (A)
75 – 84 Baik (B)
65 – 74 Cukup (C)
< 65 Perlu Bimbingan (D)
Perhitungan Skor:
Jumlah soal = 10
Skor per soal = 10
Total skor maksimal = 100
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN
SATUAN PENDIDIKAN : ………………
KELAS / SEMESTER : XI / GASAL
MATA PELAJARAN : Akuntansi Keuangan
TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu:
1. Mempersiapkan dokumen terkait utang usaha.
2. Mengidentifikasi data utang usaha dari faktur pemasok.
3. Membukukan mutasi utang ke kartu utang.
4. Melakukan konfirmasi saldo utang kepada pemasok.
5. Menyusun laporan utang untuk keperluan pembayaran terjadwal.
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)
No Tujuan Pembelajaran Indikator Pencapaian
1 Mempersiapkan dokumen terkait Mengidentifikasi faktur pembelian sebagai
utang usaha bukti utang usaha
2 Mengidentifikasi data utang usaha Menentukan informasi penting dari faktur
pemasok
3 Membukukan mutasi utang ke kartu Menyusun kartu utang berdasarkan data
utang transaksi selama satu periode
4 Melakukan konfirmasi saldo utang Membuat surat konfirmasi saldo dan
melakukan penyesuaian saldo
5 Menyusun laporan utang untuk Membuat laporan jatuh tempo dan menyusun
pembayaran terjadwal rekomendasi pembayaran
KISI-KISI SOAL (ASESMEN PROYEK)
No IPK Materi Level Bentuk Indikator Soal
Pokok Kognitif Soal
1 Membukukan mutasi Kartu C5 Proyek Menyusun kartu utang
utang ke kartu utang Utang (Evaluasi) dari data faktur dan
pembayaran kepada
pemasok
2 Melakukan Laporan C6 Proyek Membuat surat
konfirmasi saldo & Utang (Mencipta) konfirmasi utang dan
menyusun laporan laporan pembayaran
jatuh tempo
SOAL ASESMEN PROYEK
Stimulus:
Berikut adalah data transaksi utang usaha dari perusahaan CV Sentosa Jaya selama bulan
Maret 2025:
Tanggal No. Faktur Pemasok Keterangan Jumlah (Rp)
02/03 F101 PT ABC Pembelian Kredit 6.000.000
05/03 F102 PT Maju Bersama Pembelian Kredit 4.500.000
10/03 F103 PT ABC Pembayaran 2.000.000
15/03 F104 PT Sukses Abadi Pembelian Kredit 7.200.000
20/03 F105 PT Maju Bersama Pembayaran 1.500.000
25/03 F106 PT ABC Pembelian Kredit 3.500.000
Tugas Proyek:
1. Susunlah kartu utang untuk masing-masing pemasok berdasarkan data di atas.
2. Buatlah surat konfirmasi saldo utang kepada salah satu pemasok yang masih
memiliki saldo.
3. Susun laporan utang per 31 Maret 2025, serta berikan analisis singkat (maks. 200
kata) tentang pengelolaan utang dan dampaknya terhadap likuiditas perusahaan.
KUNCI JAWABAN
1. Kartu Utang (contoh: PT ABC)
Tanggal No. Transaksi Keterangan Debit (Rp) Kredit (Rp) Saldo (Rp)
02/03 F101 Pembelian 6.000.000 6.000.000
Kredit
10/03 F103 Pembayaran 2.000.000 4.000.000
25/03 F106 Pembelian 3.500.000 7.500.000
Kredit
2. Surat Konfirmasi Saldo (inti isi):
Kepada Yth.
PT ABC
Dengan hormat,
Berdasarkan pembukuan kami, saldo utang kepada perusahaan Anda per 31 Maret 2025
adalah sebesar Rp7.500.000. Mohon kesediaannya untuk mengonfirmasi kesesuaian saldo
tersebut.
Hormat kami,
CV Sentosa Jaya
3. Laporan Utang dan Analisis Singkat:
Pemasok Saldo Utang
(Rp)
PT ABC 7.500.000
PT Maju Bersama 3.000.000
PT Sukses Abadi 7.200.000
Total 17.700.000
Analisis Singkat:
Utang usaha sebesar Rp17.700.000 menunjukkan kewajiban perusahaan yang harus segera
dijadwalkan pembayarannya. Penundaan pembayaran dapat menyebabkan terganggunya
hubungan dengan pemasok atau denda keterlambatan. Oleh karena itu, perusahaan perlu
menyusun jadwal pembayaran dan memastikan kas tersedia agar likuiditas tetap stabil.
RUBRIK PENILAIAN
Aspek Penilaian Skor Kriteria Penilaian
Maksimal
Ketepatan menyusun kartu 30 Format benar, lengkap, saldo akurat
utang
Surat konfirmasi utang 20 Format resmi, data sesuai, bahasa sopan
Laporan utang & analisis 30 Jelas, data konsisten, analisis menunjukkan
likuiditas pemahaman dampak finansial
Kerapihan, penggunaan 20 Format rapi, istilah akuntansi tepat, presentasi
istilah, penyajian menarik (jika berbasis digital)
Total 100
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN
SATUAN PENDIDIKAN : ................................................
KELAS / SEMESTER : XI / Gasal
MATA PELAJARAN : Akuntansi Keuangan
TOPIK PEMBELAJARAN : Mengelola Kartu Utang
TUJUAN PEMBELAJARAN
Peserta didik mampu:
1. Mempersiapkan dokumen transaksi terkait utang usaha.
2. Mengidentifikasi data utang usaha dari faktur pemasok.
3. Membukukan mutasi utang usaha ke dalam kartu utang.
4. Melakukan konfirmasi saldo utang kepada pemasok.
5. Menyusun laporan utang sebagai dasar pengambilan keputusan pembayaran secara
terjadwal.
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)
No Indikator Pencapaian Kompetensi
1 Siswa dapat mengidentifikasi informasi utang dari faktur
2 Siswa dapat mencatat mutasi utang ke dalam kartu utang
3 Siswa dapat menyusun laporan saldo utang akhir periode
4 Siswa dapat melakukan analisis keputusan pembayaran
KISI-KISI SOAL ASESMEN PROYEK
No Tujuan Pembelajaran IPK Level Kognitif Bentuk
Soal
1 Mengelola kartu utang Mengidentifikasi C2 (Memahami) Proyek
berdasarkan dokumen faktur
2 Membukukan mutasi utang ke Menyusun kartu C3 Proyek
kartu utang utang (Menerapkan)
3 Menyusun laporan utang dan Menyusun dan C4 Proyek
rencana pembayaran menganalisis (Menganalisis)
SOAL PROYEK
Perusahaan dagang "MITRA ABADI" melakukan beberapa pembelian barang dagang
secara kredit dari beberapa pemasok selama bulan Januari 2025. Siswa diminta bertindak
sebagai staf akuntansi untuk mengelola data utang usaha, mencatatnya ke dalam kartu
utang, serta menyusun laporan utang dan jadwal pembayaran.
DATA TRANSAKSI PEMBELIAN KREDIT
Pemasok: PT ANDALAN JAYA
Tangga Nomor Faktur Uraian Transaksi Nilai (Rp) Jatuh Tempo
l
3 Jan F-001 Pembelian ATK 5.000.000 30 Jan
10 Jan F-002 Pembelian kertas A4 3.000.000 5 Feb
18 Jan F-003 Pembelian tinta printer 2.500.000 10 Feb
22 Jan F-004 Retur barang rusak -1.000.000 -
28 Jan BYR-001 Pembayaran sebagian utang 5.000.000 -
TUGAS PROYEK
1. Susun Kartu Utang untuk PT ANDALAN JAYA
Format:
Tanggal No Dokumen Keterangan Debit (Rp) Kredit (Rp) Saldo (Rp)
Saldo Awal 0
2. Susun Laporan Utang Akhir Bulan Januari 2025
o Sisa saldo utang
o Jumlah utang jatuh tempo dan belum jatuh tempo
o Jadwal pembayaran yang disarankan
3. Analisis Singkat:
Berdasarkan laporan tersebut, buatlah saran prioritas pembayaran jika dana kas
terbatas.
KUNCI JAWABAN
1. Kartu Utang – PT ANDALAN JAYA
Tangga No Dokumen Keterangan Debit Kredit Saldo
l
Saldo Awal 0
3 Jan F-001 Pembelian ATK 5.000.000 5.000.000
10 Jan F-002 Pembelian Kertas 3.000.000 8.000.000
18 Jan F-003 Pembelian Tinta 2.500.000 10.500.000
22 Jan F-004 Retur Barang 1.000.000 9.500.000
28 Jan BYR-001 Pembayaran 5.000.000 4.500.000
2. Laporan Utang Akhir Bulan:
o Saldo Utang: Rp4.500.000
o Jatuh tempo 30 Jan (Rp5.000.000 - sudah dibayar sebagian)
o Belum jatuh tempo: Faktur F-002 & F-003
3. Saran Pembayaran:
o Prioritaskan pelunasan sisa Faktur F-001 (jika belum lunas penuh)
o Siapkan dana untuk F-002 (jatuh tempo awal Februari)
o Tunda pembayaran F-003 jika dana terbatas karena jatuh tempo masih lama
RUBRIK PENILAIAN
No Aspek Penilaian Skor Skor
Maksimal Diperoleh
1 Kelengkapan dan ketepatan isi kartu utang 35
2 Ketepatan penyusunan laporan utang akhir bulan 25
3 Kualitas analisis dan saran pembayaran 25
4 Kerapihan dan kerapatan penyajian (format, 15
bahasa, logika)
TOTAL SKOR 100