0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
459 tayangan31 halaman

RPP Pembelajaran Deep Learning Akuntansi

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran untuk kelas XI SMK dalam mata pelajaran akuntansi, berfokus pada pengelolaan kartu piutang. Materi mencakup pemahaman konsep, prosedur, dan evaluasi terkait piutang, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengelola dokumen dan data piutang secara efektif. Metode pembelajaran meliputi diskusi, proyek, dan kolaborasi dengan praktisi akuntansi, serta pemanfaatan teknologi digital.

Diunggah oleh

syifapaskib
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
459 tayangan31 halaman

RPP Pembelajaran Deep Learning Akuntansi

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran untuk kelas XI SMK dalam mata pelajaran akuntansi, berfokus pada pengelolaan kartu piutang. Materi mencakup pemahaman konsep, prosedur, dan evaluasi terkait piutang, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengelola dokumen dan data piutang secara efektif. Metode pembelajaran meliputi diskusi, proyek, dan kolaborasi dengan praktisi akuntansi, serta pemanfaatan teknologi digital.

Diunggah oleh

syifapaskib
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERENCANAAN PEMBELAJARAN MENDALAM

(DEEP LEARNING)

Satuan Pendidikan : ……………….


Mata Pelajaran : Konsentrasi Keahlian Akuntansi
Elemen : Akuntansi Keuangan
Nama Guru : Bulan Purnama
Kelas/ Semester : XI/Gasal
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (6 Pertemuan)
Tahun Ajaran : 2025 /2026

IDENTIFIKASI PESERTA DIDIK: Peserta didik kelas XI SMK pada konsentrasi keahlian
akuntansi umumnya memiliki latar belakang pendidikan SMP dengan
pemahaman dasar matematika. Beberapa mungkin memiliki minat awal pada
bidang ekonomi atau bisnis, sementara yang lain mungkin masih mencari
arah minat mereka. Pengetahuan awal peserta didik mengenai konsep
akuntansi seperti piutang masih sangat bervariasi, ada yang memiliki
pemahaman sekilas dari pelajaran ekonomi umum, namun sebagian besar
belum memahami secara mendalam. Kebutuhan belajar mereka mencakup
pemahaman konsep dasar yang kuat, latihan praktis untuk aplikasi, serta
stimulasi berpikir kritis dan kolaboratif. Pembelajaran akan difokuskan pada
penguatan fundamental akuntansi dan kaitannya dengan praktik nyata di
dunia usaha.

MATERI PELAJARAN: Materi pelajaran "Mengelola Kartu Piutang"


mencakup jenis pengetahuan konseptual (definisi piutang, jenis-jenis
dokumen transaksi piutang), prosedural (langkah-langkah mempersiapkan
dokumen, mengidentifikasi data, membukukan mutasi, melakukan
konfirmasi, menyusun laporan), dan metakognitif (evaluasi efisiensi
pengelolaan piutang). Relevansinya dengan kehidupan nyata peserta didik
sangat tinggi, karena pengelolaan piutang adalah aktivitas inti dalam setiap
entitas bisnis, baik skala kecil maupun besar, dan akan menjadi dasar penting
bagi karir akuntan atau wirausaha. Tingkat kesulitan materi ini bersifat
menengah, membutuhkan ketelitian dan pemahaman alur transaksi. Struktur
materi disusun secara sistematis, dimulai dari persiapan, identifikasi,
pembukuan, konfirmasi, hingga pelaporan. Integrasi nilai dan karakter
ditekankan pada ketelitian, kejujuran, tanggung jawab, dan kemandirian
dalam pengelolaan data keuangan.

DIMENSI PROFIL LULUSAN:

1. Kemandirian
2. Kolaborasi
3. Penalaran Kritis
4. Kreativitas
DESAIN CAPAIAN PEMBELAJARAN: Peserta didik mampu mengelola kartu
PEMBELAJARAN piutang, utang, persediaan, kas kecil, bank, aktiva tetap, laporan HPP,
pencatatan utang wesel dan obligasi, serta menganalisis jenis-jenis modal
perusahaan.

TOPIK PEMBELAJARAN: Mengelola Kartu Piutang

TUJUAN PEMBELAJARAN:

 Mempersiapkan dokumen pengelolaan kartu piutang.


 Mengidentifikasi data piutang berdasarkan dokumen transaksi.
 Membukukan mutasi piutang ke dalam kartu piutang.
 Melakukan konfirmasi saldo piutang kepada pelanggan.
 Menyusun laporan piutang sebagai dasar pengambilan keputusan.

PRAKTIK PEDAGOGIS:

1. Pembelajaran Berbasis Proyek


2. Diskusi kelompok, eksplorasi kasus, wawancara (simulasi), dan
presentasi

MITRA PEMBELAJARAN:

1. Praktisi Akuntansi (misalnya, akuntan dari perusahaan lokal)


2. Pebisnis/Wirausaha (misalnya, pemilik UMKM)
3. Komunitas Alumni Akuntansi SMK

LINGKUNGAN PEMBELAJARAN:

1. Ruang Fisik: Laboratorium Komputer Akuntansi, Ruang Kelas,


Perpustakaan Sekolah
2. Ruang Virtual: Google Classroom, Zoom/Google Meet untuk diskusi
daring, platform simulasi akuntansi (jika tersedia)
3. Budaya Belajar: Kolaboratif, berpartisipasi aktif, dan memiliki rasa
ingin tahu yang tinggi, serta teliti dan bertanggung jawab.

PEMANFAATAN DIGITAL:

1. Perencanaan: Canva, Miro


2. Pelaksanaan: Video pembelajaran, E-modul, Aplikasi akuntansi
simulasi
3. Asesmen: Google Form, Quizizz, Kahoot

PENGALAMAN Pertemuan 1: Mempersiapkan Dokumen Pengelolaan Kartu Piutang


BELAJAR (Alokasi Waktu: 6 JP)
Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran dan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru terkait pentingnya
pencatatan keuangan yang rapi.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas, seperti
"Pernahkah kalian mendengar istilah piutang atau uang yang
dipinjamkan?".
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan video singkat tentang kegiatan jual beli kredit
di suatu usaha kecil.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Apa saja dokumen yang
kalian lihat dalam transaksi jual beli kredit tersebut?" untuk
menstimulasi pemikiran peserta didik tentang dokumen transaksi.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan umum tentang
jenis-jenis dokumen transaksi penjualan kredit.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk
menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kelengkapan dokumen
dalam transaksi piutang. a. "Mengapa penting untuk memiliki catatan
yang lengkap saat terjadi penjualan kredit?" b. "Dokumen apa saja
yang menurut kalian paling penting dalam sebuah transaksi piutang?"
c. Guru memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan
menghubungkan dengan peran peserta didik sebagai calon akuntan. d.
"Bagaimana kelengkapan dokumen ini membantu dalam mengelola
piutang?"

Kegiatan Inti MEMAHAMI (Berkesadaran, Bermakna)

 Orientasi pada Siswa pada Masalah: Peserta didik disajikan kasus


simulasi tentang sebuah perusahaan yang kesulitan melacak piutang
karena dokumen yang tidak terorganisir. Guru memancing
pertanyaan, "Bagaimana cara kita mengatasi masalah ini agar piutang
dapat terlacak dengan baik?"
 Mengorganisasi Siswa untuk Belajar: Peserta didik dibagi menjadi
beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan studi kasus yang
berbeda mengenai jenis-jenis dokumen yang terkait dengan piutang.
 Peserta didik berdiskusi, membaca artikel, dan mengeksplorasi
sumber informasi pada buku, e-book, artikel, dan situs web melalui
internet tentang jenis-jenis dokumen yang digunakan dalam
pengelolaan kartu piutang (faktur penjualan, bukti kas masuk/bank,
nota kredit, dll.). a. "Apa definisi dari setiap dokumen transaksi
piutang?" b. "Bagaimana fungsi setiap dokumen tersebut dalam
pencatatan piutang?" c. "Apa konsekuensi jika suatu dokumen tidak
ada atau tidak lengkap?"
 Peserta didik membuat peta konsep tentang klasifikasi dokumen-
dokumen pengelolaan kartu piutang dan alur penggunaannya.

MENGAPLIKASI (Bermakna, Menggembirakan)

 Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok: Peserta


didik dalam kelompok menganalisis contoh-contoh dokumen
transaksi piutang (faktur, bukti pembayaran, nota retur) yang
disediakan oleh guru (bisa berupa fotokopian atau simulasi digital).
 Peserta didik melakukan simulasi "mempersiapkan dokumen
pengelolaan kartu piutang" dengan mengisi template dokumen
kosong berdasarkan skenario transaksi yang diberikan.
 Peserta didik menyimak penjelasan dari praktisi akuntansi (jika
memungkinkan melalui rekaman video atau sesi daring) tentang
pentingnya kelengkapan dan keabsahan dokumen piutang dalam
praktik bisnis.
 Guru dan praktisi (jika hadir) menumbuhkan kesadaran kepada
peserta didik tentang risiko kesalahan dalam pengelolaan piutang
akibat dokumen yang tidak akurat.
 Peserta didik berdiskusi dengan teman melalui platform daring dan
guru pendamping untuk merancang prosedur standar persiapan
dokumen piutang yang efisien.
 Peserta didik mengembangkan "proyek mini" berupa contoh set
dokumen lengkap untuk satu siklus transaksi piutang (misalnya:
membuat contoh faktur, bukti penerimaan kas, dan memo retur).

MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)

 Mengembangkan dan Menyajikan Hasil: Peserta didik melakukan


uji coba proyek mini mereka dengan saling bertukar dokumen antar
kelompok untuk diperiksa kelengkapan dan keakuratannya.
 Peserta didik mempresentasikan hasil proyek mini mereka dan
mendapatkan umpan balik dari teman dan guru.
 Peserta didik membuat jurnal refleksi individu terhadap proses
persiapan dokumen yang telah dilakukan, termasuk kesulitan yang
dihadapi dan cara mengatasinya.
 Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap pencapaian tujuan
pembelajaran terkait persiapan dokumen.
 Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
setelah belajar, misalnya pentingnya sistematisasi arsip dokumen.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai


pentingnya persiapan dokumen dalam pengelolaan kartu piutang.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya (materi identifikasi data piutang) dan strategi belajar yang
akan digunakan (contoh: mencari studi kasus identifikasi piutang dari
laporan keuangan sederhana).
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai pencapaian
proyek mini mereka.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 2: Mengidentifikasi Data Piutang Berdasarkan Dokumen


Transaksi (Alokasi Waktu: 6 JP)

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang pentingnya
ketelitian dalam mengidentifikasi data.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan: "Dari dokumen yang kalian siapkan sebelumnya,
informasi penting apa saja yang bisa kalian dapatkan?"
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan contoh kasus sederhana tentang kesalahan
identifikasi data pada sebuah kuitansi.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Apa dampak dari kesalahan
identifikasi data ini terhadap pencatatan keuangan?" untuk
menstimulasi pentingnya akurasi.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan umum tentang
elemen-elemen penting dalam dokumen transaksi piutang.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk
menumbuhkan kesadaran akan detail-detail yang harus diidentifikasi.
a. "Apa saja data kunci yang harus diidentifikasi dari setiap dokumen
transaksi piutang?" b. "Bagaimana cara memastikan bahwa data yang
diidentifikasi akurat?" c. Guru memaparkan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai dan menghubungkan dengan tugas seorang
akuntan. d. "Mengapa identifikasi data ini menjadi langkah krusial
sebelum melakukan pencatatan?"

Kegiatan Inti MEMAHAMI (Berkesadaran, Bermakna)

 Orientasi pada Siswa pada Masalah: Peserta didik disajikan


beberapa dokumen transaksi piutang yang rumit atau memiliki
beberapa informasi yang kurang jelas. Guru memancing pertanyaan,
"Bagaimana cara kita menyaring dan menentukan data piutang yang
relevan dari dokumen-dokumen ini?"
 Mengorganisasi Siswa untuk Belajar: Peserta didik dibagi menjadi
beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan set dokumen
transaksi yang berbeda untuk diidentifikasi.
 Peserta didik berdiskusi, membaca studi kasus, dan mengeksplorasi
sumber informasi umum tentang teknik identifikasi data piutang dari
berbagai jenis dokumen (faktur, memo kredit, bukti penerimaan kas).
a. "Bagaimana membedakan piutang dari jenis transaksi lain dalam
dokumen?" b. "Apa saja informasi yang wajib ada untuk mencatat
piutang?" c. "Bagaimana menangani dokumen yang informasinya
kurang lengkap?"
 Peserta didik membuat checklist identifikasi data piutang yang efektif
dari dokumen transaksi.

MENGAPLIKASI (Bermakna, Menggembirakan)

 Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok: Peserta


didik dalam kelompok menggunakan checklist yang telah dibuat
untuk mengidentifikasi data piutang dari dokumen-dokumen simulasi
yang diberikan guru.
 Peserta didik melakukan simulasi "mengidentifikasi data piutang"
dengan mengekstrak informasi penting (nama pelanggan, tanggal
transaksi, nomor faktur, jumlah, termin pembayaran) dari berbagai
contoh dokumen.
 Peserta didik berdiskusi tentang studi kasus riil (misalnya, melalui
video atau artikel) mengenai dampak kesalahan identifikasi data
piutang terhadap laporan keuangan.
 Guru menumbuhkan kesadaran kepada peserta didik tentang
pentingnya kehati-hatian dalam identifikasi data untuk menghindari
kerugian.
 Peserta didik berdiskusi dengan teman melalui platform daring dan
guru pendamping untuk mengatasi tantangan dalam mengidentifikasi
data dari dokumen yang kompleks.
 Peserta didik mengembangkan "proyek kecil" berupa tabel ringkasan
data piutang dari 10 transaksi yang berbeda, menunjukkan hasil
identifikasi mereka.

MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)

 Mengembangkan dan Menyajikan Hasil: Peserta didik saling


menukarkan hasil identifikasi data piutang antar kelompok untuk
diuji akurasinya.
 Peserta didik mempresentasikan hasil identifikasi data mereka dan
mendapatkan umpan balik dari teman dan guru.
 Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang tantangan
dalam identifikasi data dan strategi yang digunakan untuk
mengatasinya.
 Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap keterampilan
identifikasi data yang telah dicapai.
 Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
setelah belajar, misalnya pentingnya melakukan verifikasi ganda
terhadap data.
Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai


pentingnya identifikasi data yang akurat.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya (materi pembukuan mutasi piutang) dan strategi belajar
yang akan digunakan (contoh: mempersiapkan studi kasus
pembukuan piutang).
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai ketelitian dalam
identifikasi data.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 3: Membukukan Mutasi Piutang ke dalam Kartu Piutang


(Alokasi Waktu: 6 JP)

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang pentingnya
pencatatan yang sistematis.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan: "Setelah data diidentifikasi, langkah selanjutnya apa
yang harus dilakukan dengan data tersebut?"
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menunjukkan contoh kartu piutang yang telah
terisi dan yang masih kosong.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Apa fungsi dari kartu
piutang ini dalam sebuah perusahaan?" untuk menstimulasi
pemikiran tentang kegunaan alat pencatatan.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan umum tentang
pengertian kartu piutang dan kolom-kolomnya.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk
menumbuhkan kesadaran akan struktur kartu piutang. a. "Apa saja
informasi yang harus dicatat dalam kartu piutang?" b. "Bagaimana
cara mencatat transaksi penambahan dan pengurangan piutang?" c.
Guru memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai dan
menghubungkan dengan tugas pembukuan. d. "Mengapa penting
untuk mencatat setiap mutasi piutang secara teratur?"

Kegiatan Inti MEMAHAMI (Berkesadaran, Bermakna)


 Orientasi pada Siswa pada Masalah: Peserta didik disajikan kasus
di mana sebuah perusahaan mengalami kesulitan dalam mengetahui
saldo piutang pelanggan karena tidak ada pencatatan yang terpusat.
Guru memancing pertanyaan, "Bagaimana cara membuat catatan
piutang yang terpusat dan mudah dilacak untuk setiap pelanggan?"
 Mengorganisasi Siswa untuk Belajar: Peserta didik dibagi menjadi
beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan daftar transaksi
piutang dan kartu piutang kosong.
 Peserta didik berdiskusi, membaca panduan, dan mengeksplorasi
sumber informasi umum tentang teknik pembukuan mutasi piutang
ke dalam kartu piutang, termasuk pencatatan penjualan kredit,
pelunasan, retur, dan penghapusan piutang. a. "Bagaimana alur
pencatatan dari dokumen transaksi ke kartu piutang?" b. "Apa
perbedaan pencatatan untuk transaksi penambahan dan pengurangan
piutang?" c. "Bagaimana memastikan saldo akhir kartu piutang selalu
akurat?"
 Peserta didik membuat alur proses pembukuan mutasi piutang.

MENGAPLIKASI (Bermakna, Menggembirakan)

 Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok: Peserta


didik dalam kelompok menggunakan data piutang yang telah
diidentifikasi pada pertemuan sebelumnya untuk membukukan
mutasi ke dalam kartu piutang secara manual atau menggunakan
lembar kerja elektronik sederhana.
 Peserta didik melakukan simulasi "membukukan mutasi piutang" dari
berbagai skenario transaksi (penjualan, pelunasan, retur) ke dalam
kartu piutang.
 Peserta didik menyimak video tutorial atau demonstrasi dari guru
mengenai penggunaan perangkat lunak sederhana (misalnya
spreadsheet) untuk pembukuan kartu piutang.
 Guru menumbuhkan kesadaran kepada peserta didik tentang
pentingnya konsistensi dan akurasi dalam pembukuan untuk
menghasilkan laporan yang valid.
 Peserta didik berdiskusi dengan teman melalui platform daring dan
guru pendamping untuk memecahkan masalah dalam pencatatan
transaksi yang rumit (misalnya, pelunasan sebagian atau diskon).
 Peserta didik mengembangkan "proyek praktikum" berupa pengisian
kartu piutang untuk 3-5 pelanggan dengan minimal 5 transaksi per
pelanggan selama satu periode akuntansi.

MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)

 Mengembangkan dan Menyajikan Hasil: Peserta didik saling


mengoreksi hasil pembukuan kartu piutang antar kelompok dan
memberikan umpan balik konstruktif.
 Peserta didik mempresentasikan hasil pembukuan kartu piutang
mereka dan menjelaskan proses yang dilakukan.
 Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang keterampilan
pembukuan dan tantangan yang dihadapi.
 Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap kemampuan mereka
dalam membukukan mutasi piutang.
 Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
setelah belajar, misalnya pentingnya pengecekan berkala terhadap
saldo.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai teknik


pembukuan mutasi piutang.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya (materi konfirmasi saldo piutang) dan strategi belajar
yang akan digunakan (contoh: mencari contoh surat konfirmasi
piutang).
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai ketelatenan
dalam pembukuan.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 4: Melakukan Konfirmasi Saldo Piutang kepada Pelanggan


(Alokasi Waktu: 12 JP)

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang pentingnya
verifikasi dalam dunia akuntansi.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan: "Setelah semua piutang dicatat, bagaimana kita tahu
catatan kita sudah benar dan sesuai dengan catatan pelanggan?"
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menampilkan contoh surat konfirmasi piutang
dan responsnya.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Mengapa perusahaan perlu
melakukan konfirmasi saldo piutang kepada pelanggannya?" untuk
menstimulasi pemikiran tentang tujuan verifikasi.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan umum tentang
tujuan dan metode konfirmasi piutang.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk
menumbuhkan kesadaran akan pentingnya konfirmasi. a. "Apa saja
metode yang bisa digunakan untuk mengkonfirmasi saldo piutang?"
b. "Apa yang harus dilakukan jika ada perbedaan antara catatan
perusahaan dan pelanggan?" c. Guru memaparkan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai dan menghubungkan dengan praktik
audit. d. "Bagaimana konfirmasi piutang dapat mencegah terjadinya
penyelewengan?"

Kegiatan Inti MEMAHAMI (Berkesadaran, Bermakna)

 Orientasi pada Siswa pada Masalah: Peserta didik disajikan


skenario di mana perusahaan menemukan perbedaan saldo piutang
dengan catatan pelanggan. Guru memancing pertanyaan, "Bagaimana
prosedur yang harus kita ikuti untuk mengatasi perbedaan saldo
piutang ini dan memastikan kebenarannya?"
 Mengorganisasi Siswa untuk Belajar: Peserta didik dibagi menjadi
beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan data saldo piutang
dan skenario perbedaan saldo untuk diselidiki.
 Peserta didik berdiskusi, membaca artikel, dan mengeksplorasi
sumber informasi umum tentang prosedur dan jenis-jenis konfirmasi
piutang (positif, negatif, siklus). a. "Apa saja tahapan dalam
melakukan konfirmasi piutang?" b. "Bagaimana menyusun surat
konfirmasi piutang yang efektif?" c. "Apa saja faktor yang
menyebabkan perbedaan saldo piutang?"
 Peserta didik membuat flowchart alur proses konfirmasi saldo
piutang.

MENGAPLIKASI (Bermakna, Menggembirakan)

 Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok: Peserta


didik dalam kelompok menggunakan data kartu piutang yang telah
dibukukan untuk menyiapkan surat konfirmasi piutang ke beberapa
"pelanggan" (bisa diperankan oleh kelompok lain atau guru).
 Peserta didik melakukan simulasi "melakukan konfirmasi saldo
piutang" dengan mengirimkan surat konfirmasi, menerima respons
(simulasi), dan menganalisis perbedaan yang mungkin timbul.
 Peserta didik menyimak paparan dari narasumber (misalnya, akuntan
dari UMKM atau alumni) mengenai pengalaman mereka dalam
melakukan konfirmasi piutang dan tips mengatasinya.
 Guru menumbuhkan kesadaran kepada peserta didik tentang aspek
etika dan komunikasi yang baik dalam proses konfirmasi piutang.
 Peserta didik berdiskusi dengan teman melalui platform daring dan
guru pendamping untuk menyusun strategi penyelesaian perbedaan
saldo piutang.
 Peserta didik mengembangkan "proyek simulasi" berupa pelaksanaan
konfirmasi piutang kepada 3 "pelanggan" yang berbeda, termasuk
analisis perbedaan dan usulan penyelesaian.

MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)

 Mengembangkan dan Menyajikan Hasil: Peserta didik


mempresentasikan hasil simulasi konfirmasi piutang, termasuk
laporan perbedaan saldo dan langkah-langkah penyelesaiannya.
 Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman, guru, dan
narasumber (jika hadir) mengenai efektivitas proses konfirmasi yang
dilakukan.
 Peserta didik membuat jurnal refleksi individu terhadap pengalaman
melakukan konfirmasi piutang, termasuk pelajaran yang didapat dari
penyelesaian perbedaan saldo.
 Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap kemampuan mereka
dalam melakukan konfirmasi dan menyelesaikan perbedaan saldo
piutang.
 Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
setelah belajar, misalnya pentingnya rekonsiliasi data secara berkala.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai


pentingnya konfirmasi saldo piutang dan cara mengatasi
perbedaannya.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya (materi penyusunan laporan piutang) dan strategi belajar
yang akan digunakan (contoh: mencari format laporan piutang).
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai kemampuan
mereka dalam menyelesaikan masalah konfirmasi.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 5: Menyusun Laporan Piutang Sebagai Dasar Pengambilan


Keputusan (Alokasi Waktu: 6 JP)

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang bagaimana data
akuntansi menjadi informasi yang berharga.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan: "Setelah semua data piutang dicatat dan dikonfirmasi,
untuk apa semua informasi itu digunakan?"
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menunjukkan berbagai contoh laporan
keuangan sederhana, khususnya bagian piutang.
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana sebuah laporan
piutang dapat membantu pemilik usaha membuat keputusan
penting?" untuk menstimulasi pemikiran tentang fungsi pelaporan.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan umum tentang
tujuan dan format laporan piutang.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk
menumbuhkan kesadaran akan informasi yang terkandung dalam
laporan. a. "Informasi apa saja yang harus disajikan dalam laporan
piutang?" b. "Siapa saja pihak yang membutuhkan laporan piutang
ini?" c. Guru memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
dan menghubungkan dengan peran akuntan sebagai penyedia
informasi. d. "Bagaimana laporan piutang yang baik dapat
mempengaruhi keberlangsungan usaha?"

Kegiatan Inti MEMAHAMI (Berkesadaran, Bermakna)

 Orientasi pada Siswa pada Masalah: Peserta didik disajikan


skenario di mana seorang manajer ingin mengetahui kinerja
penagihan piutang perusahaan namun tidak ada laporan yang
tersedia. Guru memancing pertanyaan, "Bagaimana kita bisa
menyajikan informasi piutang ini dalam bentuk yang mudah
dipahami oleh manajer untuk pengambilan keputusan?"
 Mengorganisasi Siswa untuk Belajar: Peserta didik dibagi menjadi
beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan data saldo piutang
dan mutasi dari kartu piutang yang telah dibuat di pertemuan
sebelumnya.
 Peserta didik berdiskusi, membaca contoh laporan, dan
mengeksplorasi sumber informasi umum tentang struktur dan
komponen laporan piutang (umur piutang, daftar saldo, analisis
piutang ragu-ragu). a. "Apa saja jenis-jenis laporan piutang yang
umum digunakan?" b. "Bagaimana menyajikan informasi piutang
agar mudah dipahami oleh manajemen?" c. "Bagaimana laporan
piutang dapat digunakan untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan
kredit?"
 Peserta didik membuat kerangka format laporan piutang yang
komprehensif.

MENGAPLIKASI (Bermakna, Menggembirakan)

 Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok: Peserta


didik dalam kelompok menggunakan data dari kartu piutang yang
telah dibukukan dan dikonfirmasi untuk menyusun laporan piutang,
seperti daftar saldo piutang dan analisis umur piutang.
 Peserta didik melakukan simulasi "menyusun laporan piutang"
menggunakan spreadsheet atau perangkat lunak akuntansi sederhana.
 Peserta didik menyimak video atau presentasi dari seorang
pebisnis/wirausaha (misalnya dari UMKM) tentang bagaimana
mereka menggunakan laporan piutang dalam mengambil keputusan,
seperti kebijakan pemberian kredit atau strategi penagihan.
 Guru menumbuhkan kesadaran kepada peserta didik tentang
bagaimana laporan keuangan yang akurat dapat menjadi alat strategis
bagi perusahaan.
 Peserta didik berdiskusi dengan teman melalui platform daring dan
guru pendamping tentang cara terbaik menyajikan informasi piutang
agar informatif dan mudah diinterpretasikan.
 Peserta didik mengembangkan "proyek laporan" berupa penyusunan
laporan piutang lengkap dari data yang telah diolah, disertai dengan
analisis singkat untuk pengambilan keputusan.

MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)

 Mengembangkan dan Menyajikan Hasil: Peserta didik


mempresentasikan laporan piutang yang telah mereka susun,
menjelaskan komponen-komponennya dan implikasinya untuk
pengambilan keputusan.
 Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman, guru, dan
pebisnis/wirausaha (jika hadir) mengenai relevansi dan kejelasan
laporan yang disajikan.
 Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang proses
penyusunan laporan piutang dan bagaimana laporan tersebut dapat
memberikan wawasan bisnis.
 Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap kemampuan mereka
dalam menyusun laporan piutang dan menganalisisnya untuk
pengambilan keputusan.
 Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
setelah belajar, misalnya pentingnya keterampilan presentasi data
keuangan.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai


penyusunan laporan piutang sebagai dasar pengambilan keputusan.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya (evaluasi keseluruhan bab 1) dan strategi belajar yang
akan digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai kemampuan
mereka dalam menyajikan data keuangan secara informatif.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

Pertemuan 6: Evaluasi dan Penguatan Konsep Mengelola Kartu


Piutang (Alokasi Waktu: 6 JP)

Kegiatan Awal (Berkesadaran, Bermakna)

1. Peserta didik menjawab salam guru.


2. Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan
dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa.
3. Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar.
4. Peserta didik menyimak tujuan pembelajaran yaitu mereview dan
menguatkan pemahaman Bab 1.
5. Peserta didik menyimak motivasi dari guru tentang pentingnya
penguasaan konsep dasar dalam akuntansi.
6. Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan
pertanyaan: "Apa saja yang sudah kalian pelajari tentang pengelolaan
kartu piutang dari awal sampai akhir?"
7. Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan
yang akan dilakukan.
8. Guru memulai dengan menampilkan rangkuman visual dari alur
pengelolaan kartu piutang (misalnya, infografis atau mind map).
9. Guru memberikan pertanyaan pemantik "Bagaimana semua tahapan
pengelolaan piutang ini saling berkaitan satu sama lain?" untuk
menstimulasi pemikiran holistik.
10. Peserta didik melakukan literasi melalui bahan bacaan umum yang
merangkum keseluruhan materi pengelolaan kartu piutang.
11. Guru tanya jawab dengan peserta didik mengenai bahan bacaan untuk
menumbuhkan kesadaran akan keterkaitan antar konsep. a. "Apa saja
tahapan penting dalam pengelolaan piutang?" b. "Kesalahan di tahap
mana yang bisa berdampak pada tahap berikutnya?" c. Guru
memaparkan tujuan pembelajaran yang akan dicapai, yaitu penguatan
pemahaman menyeluruh. d. "Mengapa penting untuk menguasai
seluruh siklus pengelolaan piutang?"

Kegiatan Inti MEMAHAMI (Berkesadaran, Bermakna)

 Orientasi pada Siswa pada Masalah: Peserta didik disajikan kasus


komprehensif di mana sebuah perusahaan menghadapi berbagai
masalah dalam pengelolaan piutang mulai dari dokumen yang hilang
hingga laporan yang tidak akurat. Guru memancing pertanyaan,
"Bagaimana kita dapat mengidentifikasi akar masalahnya dan
merancang solusi terintegrasi untuk seluruh proses pengelolaan
piutang?"
 Mengorganisasi Siswa untuk Belajar: Peserta didik dibagi menjadi
beberapa kelompok. Setiap kelompok diberikan studi kasus
komprehensif yang mencakup seluruh siklus pengelolaan piutang.
 Peserta didik berdiskusi, membaca studi kasus, dan mengeksplorasi
sumber informasi umum untuk mengidentifikasi keterkaitan antara
setiap tahapan pengelolaan kartu piutang. a. "Bagaimana persiapan
dokumen mempengaruhi identifikasi data?" b. "Apa hubungan antara
pembukuan mutasi dan konfirmasi saldo?" c. "Bagaimana semua
tahapan ini berkontribusi pada penyusunan laporan piutang yang
akurat?"
 Peserta didik membuat diagram alir atau peta pikiran yang
menggambarkan seluruh siklus pengelolaan kartu piutang.

MENGAPLIKASI (Bermakna, Menggembirakan)

 Membimbing Penyelidikan Individual pada Kelompok: Peserta


didik dalam kelompok menganalisis studi kasus komprehensif,
mengidentifikasi masalah di setiap tahapan pengelolaan piutang, dan
merumuskan solusi terintegrasi.
 Peserta didik melakukan simulasi "audit mini" terhadap sebuah siklus
pengelolaan piutang, mengidentifikasi potensi kesalahan dan
merekomendasikan perbaikan.
 Peserta didik menyimak video atau presentasi dari praktisi akuntansi
yang menjelaskan tentang tantangan riil dalam pengelolaan piutang
dan bagaimana mereka mengatasinya.
 Guru menumbuhkan kesadaran kepada peserta didik tentang
pentingnya sistem kontrol internal yang kuat dalam pengelolaan
piutang.
 Peserta didik berdiskusi dengan teman melalui platform daring dan
guru pendamping untuk merancang sistem pengelolaan piutang yang
lebih efisien dan efektif.
 Peserta didik mengembangkan "proyek akhir mini" berupa presentasi
solusi komprehensif untuk studi kasus pengelolaan piutang,
mencakup perbaikan di setiap tahapan.

MEREFLEKSI (Berkesadaran, Bermakna)

 Mengembangkan dan Menyajikan Hasil: Peserta didik


mempresentasikan analisis studi kasus dan solusi yang mereka
tawarkan untuk perbaikan pengelolaan piutang.
 Peserta didik mendapatkan umpan balik dari teman dan guru
mengenai kelengkapan dan relevansi solusi yang diberikan.
 Peserta didik membuat jurnal refleksi individu tentang keseluruhan
pembelajaran Bab 1, termasuk pemahaman holistik yang telah
dicapai dan area yang masih perlu diperdalam.
 Peserta didik melakukan evaluasi diri terhadap penguasaan konsep
dan keterampilan dalam mengelola kartu piutang secara menyeluruh.
 Peserta didik menemukan solusi dan atau peran lanjutan mereka
setelah belajar, misalnya kesiapan untuk mempelajari bab-bab
akuntansi berikutnya.

Kegiatan Penutup (Berkesadaran)

1. Guru dan Peserta didik menyimpulkan keseluruhan pembelajaran


mengenai pengelolaan kartu piutang, menekankan keterkaitan antar
tahapan.
2. Guru mengajak peserta didik merencanakan pembelajaran
selanjutnya untuk bab berikutnya (Mengelola Kartu Utang) dan
strategi belajar yang akan digunakan.
3. Guru memuliakan peserta didik dengan menghargai penguasaan
materi dan kemampuan berpikir komprehensif mereka.
4. Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam
penutup.

ASESMEN Asesmen pada Awal Pembelajaran:


PEMBELAJARAN Kuis singkat (pilihan ganda)

Asesmen pada Proses Pembelajaran:


Kuis singkat (pilihan ganda)

Asesmen pada Akhir Pembelajaran:


Proyek/Praktik

Mengetahui, Pekalongan, Juli 2025


Kepala Sekolah, Guru Mapel

Matahari Bulan Purnama


BAHAN AJAR

BAB 1: MENGELOLA KARTU PIUTANG

Untuk Siswa SMK Kelas X Konsentrasi Keahlian Akuntansi

A. Pendahuluan

Selamat datang di materi "Mengelola Kartu Piutang"! Dalam dunia bisnis, transaksi tidak
selalu dilakukan secara tunai. Seringkali, perusahaan memberikan pinjaman kepada
pelanggannya dalam bentuk kredit. Piutang inilah yang perlu dikelola dengan baik agar tidak
menimbulkan kerugian bagi perusahaan.

Memahami pengelolaan kartu piutang adalah keterampilan dasar yang sangat penting bagi
calon akuntan. Dengan menguasai materi ini, kalian akan mampu membantu perusahaan
dalam melacak dan menagih piutang secara efektif, yang pada akhirnya akan menjaga
kesehatan keuangan perusahaan.

B. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:

1. Mempersiapkan dokumen pengelolaan kartu piutang.


2. Mengidentifikasi data piutang berdasarkan dokumen transaksi.
3. Membukukan mutasi piutang ke dalam kartu piutang.
4. Melakukan konfirmasi saldo piutang kepada pelanggan.
5. Menyusun laporan piutang sebagai dasar pengambilan keputusan.

C. Materi Pembelajaran Inti

1. Mempersiapkan Dokumen Pengelolaan Kartu Piutang

 Pengertian Piutang: Piutang adalah hak perusahaan untuk menerima pembayaran


uang atau aset lain dari pihak lain (pelanggan) sebagai akibat dari transaksi penjualan
barang atau jasa secara kredit. Sumber lain menyebutkan piutang sebagai klaim
perusahaan terhadap pelanggan atas uang yang akan diterima di masa depan karena
penjualan barang atau jasa secara kredit.
 Jenis Dokumen Terkait Piutang: Sebelum mencatat piutang, ada beberapa dokumen
penting yang harus disiapkan dan dipahami, antara lain:
o Faktur Penjualan (Sales Invoice): Bukti transaksi penjualan barang atau jasa
secara kredit. Ini adalah dokumen utama yang menunjukkan jumlah piutang
yang timbul.
 Contoh: PT. Sejahtera menjual 10 unit laptop kepada Toko Maju
seharga Rp 5.000.000 per unit secara kredit. Faktur penjualan akan
diterbitkan oleh PT. Sejahtera.
o Bukti Kas Masuk / Bukti Bank Masuk (Cash Receipt Voucher / Bank
Receipt Voucher): Dokumen yang menunjukkan adanya penerimaan uang
tunai atau transfer bank dari pelanggan sebagai pelunasan piutang.
 Contoh: Toko Maju melunasi piutangnya sebesar Rp 50.000.000. PT.
Sejahtera akan menerbitkan bukti kas masuk atau bukti bank masuk.
o Nota Kredit (Credit Memo): Dokumen yang diterbitkan oleh penjual untuk
mengurangi jumlah piutang pelanggan, biasanya karena pengembalian barang
(retur penjualan) atau adanya potongan harga setelah penjualan.
 Contoh: Toko Maju mengembalikan 1 unit laptop yang rusak. PT.
Sejahtera akan menerbitkan Nota Kredit sebesar Rp 5.000.000 untuk
mengurangi piutang Toko Maju.
o Surat Konfirmasi Piutang: Dokumen yang dikirimkan kepada pelanggan
untuk memverifikasi kebenaran saldo piutang.
 Pentingnya Kelengkapan Dokumen: Dokumen yang lengkap dan valid sangat
krusial untuk mencegah perselisihan, mendukung keakuratan pencatatan, dan sebagai
bukti sah dalam proses penagihan atau audit.

2. Mengidentifikasi Data Piutang Berdasarkan Dokumen Transaksi

Setelah dokumen disiapkan, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi data penting dari
dokumen tersebut untuk dicatat ke dalam kartu piutang. Data yang perlu diidentifikasi
meliputi:

 Nama Pelanggan: Siapa yang memiliki utang kepada perusahaan.


 Tanggal Transaksi: Kapan transaksi kredit terjadi atau kapan pelunasan dilakukan.
 Nomor Dokumen: Nomor referensi faktur, bukti kas masuk, atau nota kredit.
 Jenis Transaksi: Penjualan, pelunasan, retur, atau lainnya.
 Jumlah Transaksi: Nominal uang yang terlibat dalam transaksi.
 Syarat Pembayaran (Termin): Informasi mengenai batas waktu pembayaran
piutang (misalnya, 2/10, n/30 artinya potongan 2% jika dilunasi dalam 10 hari, jatuh
tempo 30 hari).
 Contoh Identifikasi Data: Misalkan ada Faktur Penjualan No. FJ001:
o Tanggal: 15 Juni 2025
o Pelanggan: UD. Bahagia
o Keterangan: Penjualan barang dagangan
o Jumlah: Rp 15.000.000
o Syarat: 2/10, n/30 Dari faktur ini, kita mengidentifikasi UD. Bahagia berutang
Rp 15.000.000, transaksi terjadi 15 Juni 2025, dan ada syarat pembayaran.

3. Membukukan Mutasi Piutang ke dalam Kartu Piutang

 Pengertian Kartu Piutang: Kartu piutang adalah buku pembantu (subsidiary ledger)
yang merinci saldo piutang setiap pelanggan. Setiap pelanggan memiliki satu kartu
piutang tersendiri. Kartu piutang ini merupakan bagian dari sistem akuntansi
perusahaan yang digunakan untuk melacak detail transaksi individu dengan
pelanggan, melengkapi akun Piutang Usaha di buku besar umum.
 Manfaat Kartu Piutang:
o Menyediakan informasi saldo piutang setiap pelanggan secara rinci.
o Memudahkan proses penagihan.
o Memudahkan verifikasi saldo piutang.
o Sebagai alat kontrol internal.
 Proses Pembukuan Mutasi (Sistem Perpetual): Dalam pengelolaan kartu piutang,
mutasi (perubahan) piutang dicatat secara terus-menerus. Setiap kali ada transaksi
yang memengaruhi piutang, langsung dicatat di kartu piutang pelanggan yang
bersangkutan.

Kolom-kolom umum pada Kartu Piutang:

o Tanggal
o Keterangan/Nomor Dokumen
o Ref (referensi jurnal)
o Debet (penambahan piutang, misal dari penjualan kredit)
o Kredit (pengurangan piutang, misal dari pelunasan atau retur)
o Saldo (saldo akhir piutang setelah transaksi)
 Contoh Pembukuan Mutasi: Berikut adalah contoh kartu piutang untuk UD.
Bahagia:

KARTU PIUTANG Nama Pelanggan: UD. Bahagia Alamat: Jl. Merdeka No. 10
Batas Kredit: Rp 20.000.000 (jika ada)

Tanggal Keterangan Ref Debet (Rp) Kredit Saldo (Rp)


(Rp)
2025-06-15 Penjualan JPK 15.000.000 15.000.000
No. FJ001
2025-06-20 Pelunasan JKM 15.000.000 0
No.
BKM001
2025-07-01 Penjualan JPK 10.000.000 10.000.000
No. FJ002
2025-07-05 Retur Penj. JURP 2.000.000 8.000.000
No. NK001
Keterangan Ref: JPK =
Jurnal Penjualan Kredit,
JKM = Jurnal Kas Masuk,
JURP = Jurnal Umum
Retur Penjualan.

Ekspor ke Spreadsheet

4. Melakukan Konfirmasi Saldo Piutang kepada Pelanggan

 Pengertian Konfirmasi Piutang: Konfirmasi piutang adalah proses memverifikasi


saldo piutang perusahaan dengan pihak pelanggan. Ini melibatkan pengiriman surat
kepada pelanggan untuk menanyakan apakah saldo piutang mereka di buku
perusahaan sesuai dengan catatan mereka. Konfirmasi piutang adalah prosedur audit
yang umum dilakukan untuk memastikan keakuratan laporan keuangan.
 Tujuan Konfirmasi:
o Memastikan keakuratan saldo piutang yang dicatat perusahaan.
o Mendeteksi adanya kesalahan pencatatan, baik di pihak perusahaan maupun
pelanggan.
o Mencegah dan mendeteksi potensi kecurangan.
 Jenis Konfirmasi:
o Konfirmasi Positif: Pelanggan diminta untuk membalas surat konfirmasi,
baik saldo sesuai maupun tidak sesuai. Digunakan untuk saldo besar atau
piutang yang berisiko.
o Konfirmasi Negatif: Pelanggan diminta membalas hanya jika saldo tidak
sesuai. Digunakan untuk saldo kecil atau piutang yang dianggap berisiko
rendah.
 Proses Konfirmasi:

1. Siapkan daftar saldo piutang pelanggan.


2. Pilih pelanggan yang akan dikonfirmasi (misal, secara acak, saldo terbesar,
atau yang sudah jatuh tempo).
3. Kirimkan surat konfirmasi berisi saldo piutang perusahaan kepada pelanggan.
4. Pelanggan membalas surat konfirmasi.
5. Periksa balasan konfirmasi. Jika ada perbedaan, lakukan penelusuran dan
rekonsiliasi.
 Contoh Surat Konfirmasi Piutang:

PT. ANUGERAH JAYA Jl. Raya Perjuangan No. 123 Jakarta

Jakarta, 27 Juni 2025

Kepada Yth. UD. Bahagia Jl. Merdeka No. 10 Jakarta

Perihal: Konfirmasi Saldo Piutang Usaha per 31 Mei 2025

Dengan hormat,

Untuk kepentingan pencocokan data keuangan, dengan ini kami memberitahukan


bahwa saldo piutang usaha Saudara/i pada pembukuan kami per tanggal 31 Mei 2025
adalah sebesar Rp 8.000.000 (Delapan Juta Rupiah).

Mohon Saudara/i berkenan untuk memverifikasi saldo tersebut dan


mengembalikannya kepada kami dalam amplop balasan terlampir, setelah
menandatangani dan mencantumkan keterangan di bawah ini:

[ ] Saldo tersebut di atas adalah benar. [ ] Saldo tersebut di atas adalah tidak benar.
(Apabila tidak benar, mohon jelaskan
perbedaannya) .................................................................................................................
............... ..........................................................................................................................
......

Atas perhatian dan kerja sama Saudara/i, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

(Nama Manajer Akuntansi) PT. Anugerah Jaya

5. Menyusun Laporan Piutang Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan


 Jenis-jenis Laporan Piutang: Setelah semua mutasi dicatat dan saldo dikonfirmasi,
informasi ini disajikan dalam bentuk laporan untuk membantu manajemen dalam
pengambilan keputusan. Laporan piutang dapat berupa:
o Daftar Saldo Piutang (Accounts Receivable Listing): Laporan yang
menyajikan daftar semua pelanggan beserta saldo piutangnya pada suatu
tanggal tertentu.
o Analisis Umur Piutang (Aging Schedule of Accounts Receivable): Laporan
yang mengelompokkan piutang berdasarkan lamanya piutang tersebut belum
tertagih (misalnya, 1-30 hari, 31-60 hari, 61-90 hari, di atas 90 hari). Ini sangat
penting untuk menilai kualitas piutang dan merencanakan penagihan.
 Pentingnya Laporan Piutang bagi Pengambilan Keputusan: Laporan piutang
memberikan informasi penting bagi manajemen untuk:
o Menilai Kebijakan Kredit: Apakah kebijakan pemberian kredit terlalu
longgar atau terlalu ketat.
o Merencanakan Arus Kas Masuk: Dengan mengetahui piutang yang akan
jatuh tempo.
o Mengukur Efektivitas Penagihan: Piutang yang sudah lama menunjukkan
masalah dalam proses penagihan.
o Menilai Risiko Piutang Tak Tertagih: Semakin lama umur piutang, semakin
besar risiko tidak tertagihnya.
o Mengalokasikan Sumber Daya Penagihan: Memfokuskan upaya penagihan
pada piutang yang sudah lewat jatuh tempo.
 Contoh Analisis Umur Piutang:

PT. ANUGERAH JAYA ANALISIS UMUR PIUTANG Per 31 Mei 2025

Nama Total Saldo 1-30 Hari 31-60 Hari 61-90 Hari > 90 Hari
Pelanggan (Rp) (Rp) (Rp) (Rp) (Rp)
UD. Bahagia 8.000.000 8.000.000
CV. Makmur 12.000.000 7.000.000 5.000.000
Toko Jaya 5.000.000 5.000.000
TOTAL 25.000.000 8.000.000 7.000.000 5.000.000 5.000.000

Analisis: Dari laporan ini, manajemen bisa melihat bahwa ada Rp 5.000.000 piutang
yang sudah sangat lama (lebih dari 90 hari) dari Toko Jaya, yang membutuhkan
perhatian khusus dalam penagihan. Piutang dari UD. Bahagia masih dalam kondisi
baik (belum jatuh tempo terlalu lama).

D. Rangkuman

Mengelola kartu piutang adalah siklus penting dalam akuntansi yang melibatkan persiapan
dokumen, identifikasi data, pembukuan mutasi, konfirmasi saldo, hingga penyusunan
laporan. Setiap tahapan ini saling berkaitan dan krusial untuk menjaga akurasi data keuangan
perusahaan dan mendukung pengambilan keputusan yang tepat. Dengan menguasai materi
ini, kalian memiliki fondasi kuat untuk menjadi akuntan yang kompeten dan bertanggung
jawab.
ASESMEN FORMATIF

SATUAN PENDIDIKAN : SMK Nusantara


KELAS / SEMESTER : XI / Gasal
MATA PELAJARAN : Akuntansi Keuangan

TOPIK PEMBELAJARAN

Mengelola Kartu Piutang

TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Mempersiapkan dokumen pengelolaan kartu piutang.


2. Mengidentifikasi data piutang berdasarkan dokumen transaksi.
3. Membukukan mutasi piutang ke dalam kartu piutang.
4. Melakukan konfirmasi saldo piutang kepada pelanggan.
5. Menyusun laporan piutang sebagai dasar pengambilan keputusan.

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)

No Indikator
1 Peserta didik dapat mengenali dan menyiapkan dokumen kartu piutang.
2 Peserta didik dapat mengidentifikasi transaksi piutang dari dokumen.
3 Peserta didik dapat mencatat mutasi piutang dalam kartu piutang.
4 Peserta didik dapat melakukan analisis dan konfirmasi saldo piutang.
5 Peserta didik dapat menyusun laporan piutang secara akurat.

KISI-KISI SOAL

No IPK Materi Level Kognitif Bentuk


Soal
1 Menyiapkan dokumen kartu Dokumen C2 (Memahami) Pilihan
piutang piutang Ganda
2 Mengidentifikasi transaksi Dokumen C3 (Menerapkan) Pilihan
piutang transaksi Ganda
3 Mencatat mutasi piutang Kartu piutang C3 (Menerapkan) Pilihan
Ganda
4 Menganalisis konfirmasi Surat konfirmasi C4 (Menganalisis) Pilihan
saldo piutang Ganda
5 Menyusun laporan piutang Laporan piutang C4 (Menganalisis) Pilihan
Ganda
6– Gabungan (HOTS & Kasus nyata C4–C5 (Analisis– Pilihan
10 kontekstual) dunia kerja Evaluasi) Ganda

SOAL PILIHAN GANDA

Soal 1
Dokumen utama yang digunakan untuk mencatat piutang usaha yang timbul dari penjualan
secara kredit adalah...
A. Kuitansi
B. Faktur penjualan
C. Nota debet
D. Bukti kas keluar
E. Surat jalan

Soal 2
Berikut ini adalah informasi dari faktur penjualan:
Tanggal: 10 Mei 2025
Nama Pelanggan: Toko Makmur
Barang: 10 unit @ Rp1.000.000
Diskon: 10%
Berapa nilai piutang yang dicatat dalam kartu piutang?
A. Rp10.000.000
B. Rp9.000.000
C. Rp1.000.000
D. Rp11.000.000
E. Rp8.000.000

Soal 3
Dalam kartu piutang, pembayaran dari pelanggan akan dicatat sebagai...
A. Kredit pada akun piutang
B. Debit pada akun kas
C. Debit pada akun piutang
D. Kredit pada akun penjualan
E. Debit pada akun beban

Soal 4
Surat konfirmasi piutang digunakan untuk...
A. Mengurangi saldo piutang
B. Mencatat transaksi baru
C. Mengonfirmasi kebenaran saldo piutang oleh pelanggan
D. Menambah beban usaha
E. Membuat jurnal penyesuaian

Soal 5
Fungsi laporan piutang adalah sebagai berikut, kecuali...
A. Mengetahui jumlah piutang usaha
B. Menentukan strategi penagihan
C. Membantu pengambilan keputusan manajemen
D. Menilai utang perusahaan
E. Menganalisis efektivitas kredit
Soal 6 kartu piutang pelanggan "UD Berkah":

Tanggal Keterangan Debit Kredit Saldo


01/06/25 Penjualan 5.000.00 5.000.000
0
05/06/25 Pembayaran 2.000.000 3.000.000
10/06/25 Retur Penjualan 1.000.000 2.000.000

Pertanyaan:
Berdasarkan data di atas, berapa sisa piutang pelanggan “UD Berkah” per 10 Juni 2025?
A. Rp2.000.000
B. Rp3.000.000
C. Rp5.000.000
D. Rp1.000.000
E. Rp4.000.000

Soal 7
Stimulus: Manajer keuangan ingin membuat keputusan untuk memberikan diskon pelunasan
lebih awal pada pelanggan dengan piutang lebih dari 60 hari.

Pertanyaan:
Langkah pertama yang harus dilakukan oleh bagian akuntansi adalah...
A. Memberikan diskon otomatis pada semua pelanggan
B. Menyusun surat konfirmasi pembayaran
C. Mengidentifikasi saldo piutang yang melebihi 60 hari
D. Menutup kartu piutang pelanggan
E. Meningkatkan penjualan tunai

Soal 8
Mengapa penting mencatat mutasi piutang secara akurat dan tepat waktu?
A. Untuk meningkatkan omzet penjualan
B. Agar pelanggan tidak melakukan komplain
C. Sebagai dasar perhitungan kas masuk
D. Untuk mencegah kesalahan pencatatan aktiva tetap
E. Agar laporan laba rugi menjadi lebih kecil

Soal 9
Apa dampak jika konfirmasi saldo piutang tidak dikirim secara berkala kepada pelanggan?
A. Perusahaan kehilangan kepercayaan dari supplier
B. Laporan piutang menjadi lebih lengkap
C. Potensi piutang tak tertagih meningkat
D. Beban gaji meningkat
E. Laba usaha meningkat

Soal 10
Bagaimana cara terbaik menyusun laporan piutang agar bermanfaat untuk pengambilan
keputusan manajemen?
A. Menyusunnya manual tanpa software
B. Mengelompokkan piutang berdasarkan nama pelanggan dan umur piutang
C. Menggabungkan piutang dan utang
D. Menyimpan laporan dalam bentuk arsip kertas
E. Membuat laporan piutang hanya saat audit

KUNCI JAWABAN

No Jawaban
1 B
2 B
3 A
4 C
5 D
6 A
7 C
8 C
9 C
10 B

RUBRIK PENILAIAN

Rentang Kategori
Nilai
85 – 100 Sangat Baik (A)
75 – 84 Baik (B)
65 – 74 Cukup (C)
< 65 Perlu Bimbingan (D)

Perhitungan:
Jumlah soal = 10
Skor per soal = 10
Total skor = 100
ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN

SATUAN PENDIDIKAN : ………………


KELAS / SEMESTER : XI / GASAL
MATA PELAJARAN : Akuntansi Keuangan

TUJUAN PEMBELAJARAN

Peserta didik mampu:

1. Mempersiapkan dokumen pengelolaan kartu piutang.


2. Mengidentifikasi data piutang berdasarkan dokumen transaksi.
3. Membukukan mutasi piutang ke dalam kartu piutang.
4. Melakukan konfirmasi saldo piutang kepada pelanggan.
5. Menyusun laporan piutang sebagai dasar pengambilan keputusan.

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)

No Tujuan Pembelajaran Indikator Pencapaian


1 Mempersiapkan dokumen Menentukan jenis dan fungsi dokumen
pengelolaan kartu piutang transaksi yang relevan dengan kartu piutang
2 Mengidentifikasi data piutang Mengklasifikasikan transaksi piutang dari
berdasarkan dokumen bukti transaksi
3 Membukukan mutasi piutang ke Menyusun kartu piutang berdasarkan mutasi
kartu piutang transaksi selama satu periode
4 Melakukan konfirmasi saldo piutang Membuat surat konfirmasi dan menyesuaikan
kepada pelanggan saldo berdasarkan hasil konfirmasi
5 Menyusun laporan piutang sebagai Membuat laporan piutang dan menarik
dasar pengambilan keputusan kesimpulan manajerial

KISI-KISI SOAL (ASESMEN PROYEK)

No IPK Materi Level Bentuk Indikator Soal


Pokok Kognitif Soal
1 Membukukan Pengelolaan C5 Proyek Membuat kartu
mutasi ke kartu Kartu Piutang (Evaluasi) piutang dari data
piutang transaksi selama
periode tertentu
2 Melakukan Konfirmasi C6 Proyek Menyusun surat
konfirmasi saldo dan Pelaporan (Mencipta) konfirmasi dan
dan menyusun laporan piutang untuk
laporan pengambilan
keputusan

SOAL ASESMEN

Perusahaan dagang CV Sukses Makmur memberikan penjualan kredit kepada beberapa


pelanggan selama bulan Oktober 2024. Berikut ini data transaksi penjualan dan pembayaran:
Tanggal No. Nama Keterangan Jumlah (Rp)
Faktur Pelanggan
01/10 F001 Toko Berkah Penjualan Kredit 5.000.000
05/10 F002 Toko Sentosa Penjualan Kredit 3.000.000
10/10 F003 Toko Berkah Pembayaran 2.000.000
15/10 F004 Toko Amanah Penjualan Kredit 4.500.000
20/10 F005 Toko Sentosa Pembayaran 1.000.000
25/10 F006 Toko Berkah Penjualan Kredit 2.500.000

Tugas Proyek:

1. Susunlah kartu piutang untuk masing-masing pelanggan berdasarkan data


transaksi di atas.
2. Buatlah surat konfirmasi saldo piutang untuk salah satu pelanggan (pilih satu).
3. Susun laporan piutang per 31 Oktober 2024 dan berikan analisis sederhana (150–
200 kata) tentang risiko keterlambatan pembayaran dan saran untuk manajemen.

KUNCI JAWABAN

1. Kartu Piutang (contoh untuk Toko Berkah):

Tanggal No. Keterangan Debit (Rp) Kredit (Rp) Saldo (Rp)


Transaksi
01/10 F001 Penjualan Kredit 5.000.000 5.000.000
10/10 F003 Pembayaran 2.000.000 3.000.000
25/10 F006 Penjualan Kredit 2.500.000 5.500.000

2. Surat Konfirmasi Piutang (inti isi):

Kepada Yth.
Toko Berkah
Dengan hormat,
Berdasarkan catatan kami, saldo piutang atas nama perusahaan Bapak/Ibu per 31 Oktober
2024 adalah sebesar Rp5.500.000. Mohon kesediaannya untuk mengonfirmasi kebenaran
saldo ini.
Hormat kami,
CV Sukses Makmur

3. Laporan Piutang dan Analisis:

Nama Saldo Piutang (Rp)


Pelanggan
Toko Berkah 5.500.000
Toko Sentosa 2.000.000
Toko Amanah 4.500.000
Total 12.000.000
Analisis Singkat:
CV Sukses Makmur menghadapi risiko keterlambatan pembayaran terutama dari pelanggan
dengan saldo tinggi. Hal ini dapat memengaruhi arus kas perusahaan. Disarankan untuk
memberikan insentif pembayaran lebih awal atau membatasi penjualan kredit kepada
pelanggan yang tidak kooperatif.

RUBRIK PENILAIAN

Aspek Penilaian Skor Kriteria Penilaian


Maksimal
Ketepatan menyusun kartu 30 Format benar, transaksi lengkap, saldo akurat
piutang
Surat konfirmasi piutang 20 Format surat resmi, data sesuai, bahasa
formal dan komunikatif
Laporan piutang dan 30 Ringkas, informatif, menyentuh aspek risiko
analisis manajerial dan saran
Kerapihan, istilah 20 Tata letak rapi, penggunaan istilah akurat,
akuntansi, presentasi estetika jika berbentuk digital
Total 100
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

SATUAN PENDIDIKAN : ................................................


KELAS / SEMESTER : XI / Gasal
MATA PELAJARAN : Akuntansi Keuangan
TOPIK PEMBELAJARAN : Mengelola Kartu Piutang

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah menyelesaikan kegiatan ini, peserta didik mampu:

1. Mempersiapkan dokumen pengelolaan kartu piutang.


2. Mengidentifikasi data piutang dari dokumen transaksi.
3. Membukukan mutasi piutang dalam kartu piutang.
4. Melakukan konfirmasi saldo piutang kepada pelanggan.
5. Menyusun laporan piutang sebagai dasar pengambilan keputusan.

ALAT DAN BAHAN

 Buku kas harian


 Faktur penjualan dan bukti pembayaran
 Format kartu piutang
 Komputer/kalkulator
 Alat tulis
 Data transaksi piutang fiktif

KEGIATAN PRAKTIK

Sebuah toko alat tulis “MITRA JAYA” melayani penjualan secara kredit kepada pelanggan
tetap. Sebagai staf bagian piutang, kamu diminta mencatat mutasi transaksi pelanggan ke
dalam kartu piutang, serta menyusun laporan piutang per akhir bulan.

DATA TRANSAKSI PELANGGAN: PT ALFA

Periode: Januari 2025


Saldo awal piutang: Rp3.500.000

Tanggal Jenis Transaksi Nomor Dokumen Jumlah (Rp)

03 Jan Penjualan Kredit FJ-001 2.000.000

08 Jan Pembayaran BYR-001 1.500.000


Tanggal Jenis Transaksi Nomor Dokumen Jumlah (Rp)

14 Jan Penjualan Kredit FJ-002 3.000.000

20 Jan Retur Penjualan RT-001 500.000

25 Jan Pembayaran BYR-002 2.000.000

TUGAS PRAKTIK

Langkah 1: Siapkan format kartu piutang berikut ini:

Tanggal Nomor Keteranga Debit (Rp) Kredit (Rp) Saldo (Rp)


Dokumen n
Saldo Awal 3.500.000

Langkah 2: Catat seluruh transaksi ke dalam kartu piutang tersebut secara berurutan.

Langkah 3: Lakukan konfirmasi saldo kepada pelanggan (tuliskan ringkasannya).

Langkah 4: Buat laporan piutang akhir bulan (jumlah piutang yang masih harus ditagih per
31 Januari 2025).

FORMAT JAWABAN

1. Kartu Piutang – PT ALFA


(Diisi lengkap oleh siswa sesuai format di atas)
2. Konfirmasi Saldo Piutang
Contoh:

"Berdasarkan pencatatan kami, saldo piutang PT ALFA per 31 Januari 2025 adalah sebesar
Rp4.500.000. Mohon konfirmasi atas saldo tersebut. Apabila terdapat perbedaan, harap
segera diberitahukan."

3. Laporan Piutang Akhir Bulan

Jumlah saldo piutang PT ALFA per 31 Januari 2025: Rp4.500.000

KUNCI JAWABAN

Isi Kartu Piutang:

Tangga No. Dokumen Keterangan Debit Kredit Saldo


l
Saldo Awal 3.500.000
03 Jan FJ-001 Penjualan 2.000.00 5.500.000
0
08 Jan BYR-001 Pembayaran 1.500.000 4.000.000
14 Jan FJ-002 Penjualan 3.000.00 7.000.000
0
20 Jan RT-001 Retur Penjualan 500.000 6.500.000
25 Jan BYR-002 Pembayaran 2.000.000 4.500.000

RUBRIK PENILAIAN

No Aspek Penilaian Skor Skor


Maksimal Diperoleh
1 Ketepatan mencatat ke dalam kartu piutang 40
2 Ketepatan saldo akhir dan laporan piutang 25
3 Kesesuaian format dan isi konfirmasi saldo 15
4 Kerapihan, kerapatan logika dan kelengkapan 20
penyajian
TOTAL SKOR 100

Anda mungkin juga menyukai