0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan6 halaman

Analisa Interaksi Keperawatan Tn. S

Dokumen ini adalah analisis proses interaksi antara perawat dan klien Tn. S dalam konteks keperawatan kesehatan jiwa, yang berfokus pada pengendalian emosi marah. Klien menunjukkan kooperatif dan mampu menyebutkan teknik untuk mengendalikan marah, seperti bernapas dalam dan memukul bantal, serta menyetujui rencana tindak lanjut untuk latihan lebih lanjut.

Diunggah oleh

maizamuna octaviani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan6 halaman

Analisa Interaksi Keperawatan Tn. S

Dokumen ini adalah analisis proses interaksi antara perawat dan klien Tn. S dalam konteks keperawatan kesehatan jiwa, yang berfokus pada pengendalian emosi marah. Klien menunjukkan kooperatif dan mampu menyebutkan teknik untuk mengendalikan marah, seperti bernapas dalam dan memukul bantal, serta menyetujui rencana tindak lanjut untuk latihan lebih lanjut.

Diunggah oleh

maizamuna octaviani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG

KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

ANALISA PROSES INTERAKSI

Inisial Klien : Tn. S


Nama Mahasiswa : Lisa Tri Eriana Dewi
Status Interaksi P-K : Pertemuan Ke-3, SP 1 Resiko Perilaku Kekerasan
Tanggal : 10 Juli 2025
Lingkungan : Perawat dan klien duduk berdampingan, lingkungan tenang
Jam : 09.00 – 09.30 WIB
Ruangan : Janoko, RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang
Deskripsi Klien : Klien tampak tenang, kooperatif, dan ada kontak mata. Klien menyangkal adanya . Klien juga mampu menyebutkan cara
untuk mengendalikan marah dan emosi nya dengan melakukan nafas dalam, memukul bantal dan meminum obat
Tujuan :
a. Klien mau mengungkapkan perasaan tentang rasa marahnya.
b. Klien dapat mengendalikan marah dann emosi nya dengan melakukan teknik nafas dalam.
Komunikasi Verbal Komunikasi non-verbal Analisa berpusat pada Analisa berpusat pada klien Rasional
perawat
P : Assalamu’alaikum Pak S P : Tersenyum, kontak mata +, P: Perawat bersikap ramah Salam terapeutik untuk
salaman dalam menyapa klien dengan K: Klien merasa diperhatikan menghargai klien.
berjabat tangan oleh perawat
K : Senyum, kontak mata +,
menjabat tangan
K : Wa’alaikumsalam mbak
Lisa P : Tersenyum, kontak mata +, P: Perawat merasa senang K: Klien senang
berjabat tangan

K : Senyum, kontak mata +,


berjabat tangan

P: Bagaimana perasaan Bapak P : Kontak mata + P: Menanyakan perasaan klien Sebagai bentuk empati perawat
hari ini? K: Klien merasa diperhatikan terhadap kondisi klien
K: Tersenyum kebutuhannya oleh perawat

P: Perawat berpikir klien siap K: Klien bisa mengikuti


K: Baik Mba. P: Kontak mata untuk diajak interaksi interaksi dengan optimal

K: Tersenyum
P : Bapak S, bagaimana P : Tersenyum, kontak mata + P: Perawat melakukan kontrak K: Klien mempunyai Perawat melakukan kontrak
kalau kita ngobrol-ngobrol agar klien kooperatif gambaran tentang topik yang dengan klien agar klien mau
sebentar selama 30 menit? K : Mendengarkan, kontak mata akan didiskusikan bekerjasama.
Kita akan ngobrol-ngobrol +
tentang cara lain untuk K : Klien merasa diperhatikan
mengendalikan marah. P: Berharap klien kooperatif
Tempatnya disini saja. Apa P : Tersenyum, kontak mata +
Bapak bersedia? K : Menyetujui dengan senang,
menganggukan kepala
K: Iya Mba.
P: Coba Bapak sebutkan, cara P : Kontak mata + P: Perawat menggali cara yang Evaluasi untuk mengetahui
yang bisa Bapak lakukan jika telah digunakan klien untuk K: Klien berpikir cara yang pengetahuan klien
Bapak sedang merasa marah? mengendalikan marah nya efektif untuk mengendalikan
Bagaimana caranya? marah nya

K : Diam, memperhatikan

K: Tarik nafas dalam mba. P: Perawat berharap klien


Saya menarik nafas dalam P: Melihat klien mampu memilih cara yang K: Klien mampu menyebutkan
dari hidung kemudian saya adaptif untuk mengendalikan cara untuk mengontrol marah
keluarkan dari mulut pelan – marah nya nya
pelan.

K: menutup telinga

P: Wah..Bagus Pak. Apakah P: Kontak mata +, tersenyum P: Perawat menganalisa Reinforcement positif digunakan
cara itu berhasil? keefektifan cara yang untuk membangkitkan rasa
K: Kontak mata +, tersenyum digunakan klien percaya diri klien. Validasi
Klien: Klien menilai cara yang digunakan untuk menyamakan
ia gunakan persepsi antara klien dan
P: Montak mata + perawat
K: Iya mba. Saya jadi sedikit
lebih tenang P: Merasakan klien berhasil
K: Menganggukkan kepala, dengan cara yang dipilihnya
tersenyum
K: Klien merasa senang
P : Bagaimana dengan minum P: kontak mata +, tersenyum P: Perawat menggali cara yang Evaluasi untuk mengetahui
obatnya Bapak? Bapak telah digunakan klien untuk psikomotor klien
meminumnya teratur? K: kontak mata +, tersenyum mengendalikan marahnya
Apakah ada bedanya sebelum
minum obat dan sesudah
minum obat? K: Klien berpikir cara yang
P: kontak mata +, mengangguk- efektif untuk mengendalikan
K: obatnya diminum Mba, angguk, tersenyum P: Perawat berharap klien marah nya
sehari dua kali pagi dan sore. mampu meminum obat teratur
Ada bedanya, setelah minum K: kontak mata + dan
obat saya lebih tenang. Tetapi
saya jadi sering mengantuk

K: Klien mampu menyebutkan


waktu minum obat,warna obat
P: Nah Bapak ada cara lain P: Kontak mata + P: Perawat menjelaskan cara Menginformasikan kepada
lagi yang bisa Bapak coba lain K: Klien tertarik untuk pasien.
untuk mengendalikan marah K: Tersenyum, kontak mata + mendengarkan

K: Apa itu mba?


P: Tersenyum, kontak mata +
K: Kontak mata +, kening P: Perawat merasa klien ingin
mengerut tahu cara lain K: Klien penasaran

P: Caranya adalah dengan P: Kontak mata +, menjelaskan P: Perawat menjelaskan cara Memberikan pilihan cara efektif
memukul bantal. Misalnya, lain yang bisa digunakan klien K: Klien merasa tidak terlalu bagi klien untuk mengendalikan
jika Bapak sedang marah K: Kontak mata +, susah marah nya
nanti Bapak bisa mengambil mendengarkan
bantal kemudian pukul bantal
itu hingga Bapak mulai
merasa lega. Atau Bapak
sudah merasa puas
K: Klien memahami penjelasan
K: O... Begitu ya mba. perawat

P: Tersenyum, kontak mata + P: Klien mempunyai cara lain


yang bisa digunakan untuk
mengendalikan marahnya
K: Menganggukkan kepala
P: Bapak sekarang coba P: tersenyum, kontak mata+ P: Perawat mengevaluasi salah memberikan motivasi dan
lakukan pukul bantal seperti K: kontak mata+, fokus satu cara menghindari mengevaluasi cara meminta
yang tadi saya contohkan. halusinasi yang telah diajarkan K: Klien berpikir cara yang teman untuk diajak ngobrol yang
P: kontak mata + efektif untuk mengendalikan diajarkan
K: iya mba K: kontak mata + marah nya

P: Perawat berharap klien


mampu mempraktekkan cara
yng diajarkan

K: Klien mampu
mempraktekkan cara yng
diajarkan

P: bagus sekali ya Bapak S P: tersenyum, kontak mata+ P: Perawat menganalisa Memeberikan reinforcement
K: kontak mata + keefektifan cara yang positif
digunakan klien Klien: Klien menilai cara yang
P: tersenyum, ia gunakan
K: terima kasih ya mba, saya K: tersenyum,
sudah menjadi lebih lega
sekarang
P: Merasakan klien berhasil
dengan cara yang dipilihnya
K: Klien merasa senang

P: Baiklah kalau begitu, saya P: Kontak mata +, tersenyum P: Perawat ingin mendapatkan Kontrak kegiatan dilakukan agar
rasa cukup dulu karena sudah persetujuan klien K: Klien mau untuk klien mempunyai gambaran apa
30 menit. Bapak S bisa K: Kontak mata + melakukan interaksi yang akan dibicarakan dalam
mencoba cara yang sudah berikutnya. pertemuan selanjutnya
saya ajarkan. Nanti siang kita
ngobrol-ngobrol lagi dan
membuat jadwal agar Bapak
bisa melatihnya. Nanti jam
13.00 di tempat ini lagi
bagaimana? Apa Bapak S
setuju? P: Kontak mata + P: Klien kooperatif K: Klien menyepakati kontrak
K: Menganggukkan kepala yang telah dibuat
K: Iya Mba

P: Kalau begitu saya tinggal P: Kontak mata +, tersenyum P: Perawat bersikap sopan dan Diharapkan klien berespon baik
dulu ya. Assalamu’alaikum. K: Tersenyum ramah terhadap pertemuan tersebut
K: Perawat bersikap sopan
K: Iya mba P: Kontak mata +, tersenyum
Wa’alaikumsalam. K: Tersenyum, kontak mata + P: Klien menghargai perawat
K: Klien percaya kepada
perawat

Kesan perawat:
Klien kooperatif. Klien sudah memiliki cara efektif untuk mengendalikan marah nya. Klien sudah mengenal secara kognitif dan psikomotor cara
mengontrol marah, hanya klien masih perlu bimbingan dalam pelaksanaannya.

Anda mungkin juga menyukai