Manajemen Risiko di RS Bhayangkara Kediri
Manajemen Risiko di RS Bhayangkara Kediri
PROGRAM
MANAJEMEN RISIKO FASILITAS
RUMAH SAKIT BHAYANGKARA KEDIRI
BAB I
PENDAHULUAN
Manajemen risiko merupakan disiplin ilmu yang luas. Seluruh bidang
pekerjaan di dunia ini pasti menerapkannya sebagai sesuatu yang sangat penting.
Misalnya: perminyakan, perbankan, penerbangan, IT, ekspedisi luar angkasa, dan
lain-lain. Makin besar risiko suatu pekerjaan, maka makin besar perhatiannya
pada aspek manajemen risiko ini.
1
BAB II
LATAR BELAKANG
2
BAB III
TUJUAN
3
BAB IV
4
Banjir
Gunung Meletus
Kecelakaan transportasi
D. Proteksi Kebakaran
Hubungan pendek arus listrik
Ledakan gas
Kebocoran gas
Ledakan kompor gas
Percikan api dari colokan listrik
Kebakaran akibat puntung rokok
E. Peralatan Medis
Kesalahan pembacaan hasil pada alat medis karena belum terkalibrasi
Kesalahan penggunaan alat karena belum terkalibrasi
Kesalahan penggunaan alat medis yang baru karena belum dilakukan
pelatihan alat baru
F. Sistem Penunjang (Utilitas)
Pemadaman listrik
Kerusakan/meledaknya pompa air
Saluran air / IPAL mampet
Lift Macet
Kebocoran gas
Meledaknya tabung gas medis
Meledaknya sistem gas sentral
G. Identifikasi Resiko Pada Unit Independen ( Primkoppol dan Bank Jatim )
a). Keselamatan Dan Keamanan Rumah Sakit
Kehilangan barang milik pasien dan keluarga
Kehilangan kendaraan bermotor
Kehilangan sarana prasarana
Keselamatan saat ada renovasi/pembangunan
Terjatuh/terpeleset di tangga
Terpeleset di kamar mandi
Tersengat listrik
5
b). Penanggulangan Bencana
Wabah penyakit
Kebocoran gas
c). Proteksi Kebakaran
Hubungan pendek arus listrik
Ledakan gas
Kebocoran gas
Ledakan kompor gas
Percikan api dari colokan listrik
Kebakaran akibat puntung rokok
d). Sistem Penunjang (Utilitas)
Pemadaman listrik
Kerusakan/meledaknya pompa air
Saluran air / IPAL mampet
2. ANALISA RISIKO
Tabel 1. Analisis Risiko Berdasarkan Tingkat Bahaya
SKOR KETERANGAN
1 Kegagalan yang tidak disadari oleh pasien dan tidak
menimbulkan dampak dalam pelayanan kesehatan
2 Kegagalan dapat mempengaruhi proses pelayanan kesehatan
tetapi menimbulkan kerugian minor
3 Kegagalan menyebabkan kerugian yang lebih besar terhadap
pasien
4 Kegagalan menyebabkan kematian atau kecacatan
6
Tabel 3. Analisa Risiko Fasilitas
NO IDENTIFIKASI RISIKO SKOR SKOR TOTAL
BAHAYA PROBABILITAS SKOR
KESELAMATAN DAN KEAMANAN
1 Penculikan Bayi 4 1 4
2 Penyanderaan 4 1 4
3 Kehilangan barang milik
3 4 12
pasien dan keluarga
4 Kehilangan kendaraan
3 1 3
bermotor
5 Kehilangan sarana
3 1 3
prasarana RS
6 Keselamatan saat ada
4 1 4
renovasi/ pembangunan
7 Terjatuh/terpeleset di ram/
4 2 8
tangga
8 Terpeleset di kamar mandi 2 2 4
9 Tersengat listrik 4 1 4
BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN DAN LIMBAHNYA
10 Penanganan B3 yang
2 4 8
salah
11 Penyimpanan B3 tidak
1 1 1
pada tempatnya
12 B3 yang tidak diberi label 2 4 8
13 Tidak memakai APD
2 4 8
saat penanganan B3
KEJADIAN BENCANA
14 Wabah penyakit 4 1 4
15 Gempa bumi 4 1 4
16 Kebocoran gas 4 1 4
17 Ledakan bom 4 1 4
18 Banjir 4 1 4
19 Gunung Meletus 4 1 4
20 Kecelakaan transportasi 4 1 4
KEBAKARAN
21 Hubungan pendek arus
4 1 4
listrik
22 Ledakan gas 4 1 4
23 Kebocoran gas 4 1 4
7
NO IDENTIFIKASI RISIKO SKOR SKOR TOTAL
BAHAYA PROBABILITAS SKOR
24 Ledakan kompor gas 4 1 4
25 Percikan api dari colokan
4 1 4
listrik
26 Kebakaran akibat
4 1 4
puntung rokok
PERALATAN MEDIS
27 Kesalahan pembacaan
hasil pada alat medis 4 1 4
karena belum terkalibrasi
28 Kesalahan penggunaan
alat karena belum 4 1 4
terkalibrasi
29 Kesalahan penggunaan
alat medis yang baru
karena belum dilakukan 4 1 4
pelatihan alat baru
SISTEM UTILITAS
30 Pemadaman listrik 2 2 4
31 Kerusakan/meledaknya
2 2 4
pompa air
32 Saluran air / IPAL mampet 2 1 2
33 Lift Macet 2 1 2
34 Kebocoran gas 4 1 4
35 Meledaknya tabung gas
4 1 4
medis
36 Meledaknya sistem gas
4 1 4
sentral
8
3. EVALUASI RISIKO
Evaluasi risiko dilihat dari analisa risiko yang dilakukan sehingga dapat
dibuatkan suatu prioritas penanganan risiko sebagai berikut:
Tabel 4. Evaluasi Risiko
NO RISIKO
1 Kehilangan barang milik pasien dan keluarga
2 Terjatuh/terpeleset di RAM/tangga
3 Penanganan B3 yang salah
4 B3 yang tidak diberi label
5 Tidak memakai APD saat penanganan B3
6 Penculikan Bayi
7 Penyanderaan
8 Keselamatan saat ada renovasi/pembangunan
9 Terpeleset di kamar mandi
10 Tersengat listrik
11 Wabah penyakit
12 Gempa bumi
13 Kebocoran gas
14 Ledakan bom
15 Banjir
16 Gunung Meletus
17 Kecelakaan transportasi
18 Hubungan pendek arus listrik
19 Ledakan gas
20 Kebocoran gas
21 Ledakan kompor gas
22 Percikan api dari colokan listrik
23 Kebakaran akibat puntung rokok
24 Kesalahan pembacaan hasil pada alat medis karena belum
terkalibrasi
25 Kesalahan penggunaan alat karena belum terkalibrasi
26 Kesalahan penggunaan alat medis yang baru karena belum
dilakukan pelatihan alat baru
27 Kebocoran gas
28 Meledaknya tabung gas medis
29 Meledaknya sistem gas sentral
30 Pemadaman listrik
9
NO RISIKO
31 Kerusakan pompa air
32 Lift Macet
33 Kehilangan kendaraan bermotor
34 Kehilangan sarana prasarana RS
35 Saluran air / IPAL mampet
36 Penyimpanan B3 tidak pada tempatnya
2) Inventarisasi daftar B3
10
4) Pelatihan penanggulangan kontaminasi dan tumpahan B3
5) Pelaporan B3
6) Pengadaan APD
7) Monitoring B3
C. Penanggulangan Bencana
Beberapa hal dapat dilakukan untuk meminimalisir bahaya yang berhubungan
dengan keadaan darurat bencana adalah:
1) Membentuk Tim Siaga Bencana.
2) Membuat standar prosedur operasional tentang pencegahan dan
penanggulangan bencana.
3) Melakukan pelatihan siaga bencana dan evakuasi ( Jadwal pelatihan,
peserta, pelaporan ), yang melibatkan semua unsur di Rumah Sakit.
4) Menyediakan fasilitas : rambu – rambu penunjuk arah lokasi pelayanan,
jalan keluar, jalan masuk, arah evakuasi bencana, pintu emergency,
denah dan gambar arah evakuasi di setiap gedung.
5) Melakukan simulasi keadaan darurat bencana.
D. Proteksi Kebakaran
Beberapa hal dapat dilakukan untuk meminimalisir bahaya yang berhubungan
dengan kebakaran adalah:
1) Menyediakan APAR yang mencukupi kwalitas dan kwantitasnya.
2) Melakukan pemliharaan APAR secara berkala.
3) Melakukan Patroli Asap secara rutin.
4) Melakukan pemasangan larangan merokok dan penegakan aturan larangan
merokok.
5) Mengusulkan alat deteksi asap / api pada tempat – tempat yang rawan
kebakaran, misalnya, laboratorium, Instalasi Gizi / Dapur, Radiologi dan
tempat perawatan Intensif.
6) Pemeliharaan Hidran secara rutin.
11
7) Pemasangan arah dan denah evakuasi bencana kebakaran, banjir dan
gempa.
8) Melakukan sosialisasi mengenai pencegahan dan pengendalian
kebakaran.
9) Membentuk Tim di masing – masing ruangan untuk pencegahan.
Pengendalian Kebakaran.
10) Melakukan simulasi kebakaran dan keadaan darurat bencana secara
berkesinambungan.
E. Peralatan Medis
Beberapa hal dapat dilakukan untuk meminimalisir bahaya yang berhubungan
dengan Sarana dan Prasarana adalah :
1) Melakukan perencanaan kebutuhan alat medis yang meliputi jenis, spesifikasi
yang sesuai dengan kebutuhan.
2) Melakukan Pengadaan peralatan medis sesuai dengan peraturan yang berlaku.
3) Melakukan Penerimaan secara fisik dan sesuai administratif yang benar.
4) Melaksanakan Uji Fungsi untuk memastikan bahwa peralatan medis sesuai
dengan spesifikasinya sehingga dapat berfungsi dengan baik.
5) Melakukan pemeliharaan sesuai jadwal yang telah di programkan
6) Melakukan Kalibrasi alat secara berkala.
7) Menanggapi Kerusakan secepat mungkin
8) Melakukan Recal alat medis
5. PELAPORAN INSIDEN
Pelaporan insiden dilakukan oleh masing-masing unit. Jika terjadi insiden di salah
satu unit, maka unit yang bersangkutan wajib melaporkan insiden tersebut ke
Komite K3RS yang nantinya akan dilakukan investigasi dan evaluasi dari
kejadian tersebut. Hasil investigasi dan evaluasi akan dijadikan acuan penyusunan
program berikutnya dan disampaikan ke Direktur Rumah Sakit.
13
BAB V
CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
14
BAB VI
SASARAN
15
KEGIATAN INDIKATOR TARGET
2 Inventaris daftar B3 tahun Terinventarisnya daftar B3 tahun Terlaksana 100 %
2018 2018
18
BAB VII
JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
4 Pelatihan penanggulangan
kontaminasi dan tumpahan bahan √
berbahaya
5. Pelaporan tumpahan B3 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
19
No Kegiatan Waktu Pelaksanaan (Bulan)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
6. Pengadaan APD √
7. Monitoring B3 √
C Penanggulangan Bencana
20
No Kegiatan Waktu Pelaksanaan (Bulan)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
kebakaran
9 Membentuk Tim di masing –
masing ruangan untuk
pencegahan. Pengendalian
Kebakaran
10 Melakukan simulasi kebakaran dan
keadaan darurat bencana secara
berkesinambungan
E Peralatan Medis
1 Melakukan perencanaan
kebutuhan alat medis
2 Melakukan Pengadaan
peralatan medis
3 Melakukan Penerimaan
pengadaan peralatan medis
4 Melaksanakan Uji Fungsi
terhadap peralatan medis
5 Melakukan pemeliharaan secara
berkala sesuai Jadwal
6 Melakukan Kalibrasi alat
secara berkala
7 Menanggapi Kerusakan secepat
mungkin
8 Melakukan Recal alat medis
F Sistem Utilitas
22
BAB VIII
EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN
Evaluasi program ini dilakukan setiap setahun sekali. Laporan kegiatan program
disampaikan kepada Karumkit untuk digunakan sebagai monitoring dan evaluasi.
Evaluasi ini sebagai dasar untuk mengukur capaian program yang telah direncanakan,
sehingga dapat digunakan sebagai acuan untuk merencanakan kegiatan yang belum
terlaksana.
23
BAB IX
PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
1. Laporan Bulanan
Digunakan untuk melaporkan kegiatan program selama satu bulan yang sudah terlaksana
selama satu bulan
2. Laporan Triwulan
Digunakan untuk menganalisa pelaksanaan program yang sudah terlaksana selama tiga
bulan. Sehingga dapat digunakan sebagai acuan untuk merencanakan kegiatan yang
belum terlaksana pada bulan berikutnya.
3. Laporan Tahunan
Pelaporan dan evaluasi program keseluruhan dilaporkan pada akhir tahun program dan
dilaporkan kepada Kepala Rumah Sakit secara [Link] evaluasi akhir tahun program
dijadikan acuan untuk program tahun berikutnya.
A.
dr. W A H I D
PEMBINA NIP. 196705101999031001
24