BAB 2: MEMBUAT IKLAN, SLOGAN, DAN POSTER
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA
A. Identifikasi
Komponen Keterangan
Satuan Pendidikan SMP [Nama Sekolah Anda]
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Fase/Kelas/Semester D / VIII (Delapan) / Ganjil
Nama Guru [Nama Guru Anda]
Alokasi Waktu 2 Pertemuan (4 x 40 Menit)
Dimensi Profil Pelajar Bernalar Kritis: Memperoleh dan memproses informasi dan
Pancasila gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran.<br>Kreatif:
Menghasilkan gagasan yang orisinal serta karya dan tindakan
yang orisinal.
B. Desain Pembelajaran
1. Capaian Pembelajaran (CP):
● Menyimak: Menganalisis gagasan, pandangan, arahan, dan/atau pesan dari teks
nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan); dan
menganalisis unsur intrinsik teks sastra berbentuk teks aural.
● Membaca dan Memirsa: Menganalisis informasi berupa gagasan, pandangan, arahan,
dan/atau pesan dari berbagai tipe teks berwujud teks visual dan/atau audiovisual untuk
menemukan makna yang tersurat dan tersirat; menginterpretasi informasi untuk
mengungkapkan kepedulian dan/atau pendapat pro/kontra dari berbagai tipe teks
berwujud teks visual dan/atau audiovisual; dan mengevaluasi kualitas dan/atau
kredibilitas dari berbagai tipe teks berwujud teks visual dan/atau audiovisual
menggunakan sumber informasi lain.
● Berbicara dan Mempresentasikan: Mempresentasikan gagasan, pandangan, arahan,
dan/atau pesan untuk tujuan pengajuan usul dan pemberian solusi dalam bentuk
monolog, dialog logis, dan/atau berbagai tipe teks secara kritis dan kreatif; dan
menyajikan ungkapan kepedulian dari berbagai tipe teks dan/atau teks multimodal.
● Menulis: Menulis gagasan, pandangan, arahan, pesan, pengalaman, dan/atau imajinasi
dalam berbagai tipe teks secara logis, kritis, kreatif, menarik, dan/atau indah; menulis
ungkapan kepedulian dan/atau pendapat pro/kontra dalam berbagai tipe teks berbentuk
teks multimodal; dan menggunakan kosakata baru yang memiliki makna denotatif,
konotatif, dan kiasan untuk menulis.
2. Topik Pembelajaran:
● Sub Bab 1: Mengenal Teks Iklan
3. Tujuan Pembelajaran:
● Peserta didik mampu menganalisis informasi berupa gagasan, pesan, dan arahan dari
teks iklan visual dan audiovisual untuk menemukan makna tersurat dan tersirat.
● Peserta didik mampu menginterpretasi informasi dalam teks iklan untuk
mengungkapkan pendapat pro/kontra secara logis.
● Peserta didik mampu mempresentasikan hasil analisis dan interpretasi teks iklan secara
kritis dan kreatif.
4. Praktik Pedagogis:
● Pembelajaran Berbasis Teks (Genre-Based Approach)
● Metode: Diskusi, tanya jawab, penugasan kelompok, presentasi.
5. Kemitraan Pembelajaran:
● Kemitraan antar kelompok peserta didik di dalam kelas untuk berdiskusi dan bertukar
gagasan.
● Guru sebagai fasilitator pembelajaran.
6. Lingkungan Pembelajaran:
● Lingkungan kelas yang kondusif dan interaktif.
● Pemanfaatan media cetak (koran/majalah) dan digital (proyektor/laptop) sebagai sumber
belajar.
7. Pemanfaatan Digital:
● Menayangkan contoh-contoh iklan dari platform digital seperti YouTube atau media
sosial.
● Peserta didik dapat menggunakan gawai untuk mencari contoh iklan yang relevan.
● Penggunaan aplikasi presentasi (opsional) untuk menyajikan hasil diskusi.
C. Pengalaman Belajar
PERTEMUAN 1 (2 x 40 Menit)
Kegiatan Awal (10 Menit):
1. Guru membuka pelajaran dengan salam dan doa.
2. Guru memeriksa kehadiran peserta didik.
3. Apersepsi: Guru menayangkan sebuah iklan audiovisual yang populer dan menarik.
4. Guru mengajukan pertanyaan pemantik:
○ "Iklan apa yang baru saja kalian saksikan?"
○ "Apa yang menarik dari iklan tersebut?"
○ "Menurut kalian, apa tujuan pembuat iklan menayangkan iklan itu?"
5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
Kegiatan Inti (60 Menit):
1. Memahami:
○ Guru menjelaskan konsep dasar teks iklan: pengertian, fungsi, ciri-ciri, dan
unsur-unsur pembentuknya (sumber, pesan, media, penerima, efek, umpan
balik).
○ Guru menyajikan beberapa contoh iklan cetak dari koran/majalah dan iklan
audiovisual.
○ Peserta didik bersama guru menganalisis unsur-unsur dan makna
tersurat/tersirat dari iklan-iklan yang disajikan sebagai contoh.
2. Mengaplikasi:
○ Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok (4-5 orang per kelompok).
○ Setiap kelompok diberikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dan satu contoh
iklan (bisa cetak atau link video).
○ Tugas kelompok: Menganalisis iklan tersebut berdasarkan unsur-unsur
pembentuknya, pesan yang ingin disampaikan (tersurat dan tersirat), serta target
audiensnya.
Kegiatan Penutup (10 Menit):
1. Guru meminta beberapa kelompok untuk memberikan gambaran singkat hasil
diskusinya.
2. Guru memberikan penguatan materi dan umpan balik terhadap proses pembelajaran
hari ini.
3. Guru menyampaikan informasi mengenai kegiatan pada pertemuan berikutnya
(presentasi hasil analisis).
4. Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.
PERTEMUAN 2 (2 x 40 Menit)
Kegiatan Awal (10 Menit):
1. Guru membuka pelajaran, memeriksa kehadiran, dan mengajak berdoa.
2. Guru mereviu singkat materi pertemuan sebelumnya tentang unsur-unsur iklan.
3. Guru memberikan arahan teknis mengenai kegiatan presentasi kelompok.
Kegiatan Inti (60 Menit):
1. Mengaplikasi & Merefleksi:
○ Setiap kelompok secara bergiliran mempresentasikan hasil analisis iklannya di
depan kelas.
○ Saat presentasi, kelompok menjelaskan temuan mereka terkait unsur, pesan,
dan makna iklan. Kelompok juga diminta memberikan pendapat (pro/kontra)
mengenai cara iklan tersebut menyampaikan pesan (misalnya: apakah sudah
efektif, etis, atau menarik).
○ Kelompok lain diberikan kesempatan untuk bertanya, memberikan tanggapan,
atau menyanggah (merefleksikan pemahaman).
○ Guru bertindak sebagai fasilitator dan moderator, memastikan diskusi berjalan
kritis dan konstruktif.
Kegiatan Penutup (10 Menit):
1. Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran mengenai cara menganalisis
dan menginterpretasi teks iklan.
2. Refleksi: Guru mengajak peserta didik merefleksikan proses belajar dengan
pertanyaan: "Apa hal baru yang kalian pelajari hari ini tentang dunia periklanan?" dan
"Bagaimana pengetahuan ini bisa bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari?"
3. Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.
D. Asesmen Pembelajaran
1. Asesmen Awal (Diagnostik):
● Dilakukan pada kegiatan awal pertemuan pertama melalui tanya jawab pemantik untuk
mengukur pengetahuan awal peserta didik tentang iklan.
2. Asesmen pada Proses Pembelajaran (Formatif):
● Observasi: Penilaian sikap (Profil Pelajar Pancasila: bernalar kritis, kreatif) dan
keterampilan (keaktifan berdiskusi, kemampuan bekerja sama) selama kerja kelompok.
● Penilaian Kinerja: Penilaian saat peserta didik mempresentasikan hasil analisis
kelompok. Fokus pada kejelasan penyampaian, ketajaman analisis, dan kemampuan
menanggapi pertanyaan.
3. Asesmen pada Akhir Pembelajaran (Sumatif):
● Penilaian Produk: Menilai hasil kerja kelompok pada LKPD mengenai analisis teks
iklan.
● Tes Tulis (Opsional): Uji pemahaman singkat di akhir bab tentang konsep-konsep
dasar iklan, slogan, dan poster.
4. Kegiatan Pengayaan & Remedial:
● Pengayaan: Peserta didik yang sudah mencapai tujuan pembelajaran diminta untuk
membandingkan dua iklan dari produk sejenis, lalu mengevaluasi mana yang lebih
efektif dan kredibel disertai alasan yang logis.
● Remedial: Peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran diberikan
pendampingan oleh guru untuk kembali menganalisis sebuah iklan yang lebih
sederhana dengan menggunakan tabel analisis yang lebih terstruktur.
Lampiran: Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Judul Kegiatan: Analisis Teks Iklan Nama Kelompok: Anggota: Kelas:
Petunjuk:
1. Amati iklan yang telah diberikan oleh guru (berupa gambar atau video).
2. Diskusikan bersama kelompokmu.
3. Isilah tabel analisis di bawah ini berdasarkan hasil diskusimu!
No. Aspek Analisis Hasil Analisis dan
Penjelasan
1. Produk/Jasa yang Diiklankan
2. Unsur-unsur Iklan:
a. Sumber (Pemasang Iklan)
b. Pesan (Informasi Utama)
c. Media (Tempat Iklan Ditayangkan)
d. Penerima (Target Audiens)
3. Makna Tersurat (Pesan yang terlihat/terdengar jelas)
4. Makna Tersirat (Pesan tersembunyi/yang perlu ditafsirkan)
5. Pendapat Kelompok (Apakah iklan ini menarik/efektif?
Berikan alasanmu!)
Selamat Mengerjakan!
Lampiran 2: Materi Ajar
1. Pengertian Teks Iklan
Iklan adalah bentuk komunikasi atau pesan yang bertujuan untuk mempromosikan, membujuk,
atau menginformasikan khalayak (masyarakat luas) mengenai suatu produk, jasa, atau
gagasan. Iklan dapat disampaikan melalui berbagai media, seperti televisi, radio, internet,
koran, majalah, dan baliho.
Contoh: Iklan di televisi yang menampilkan kelezatan sebuah merek mi instan.
2. Fungsi Teks Iklan
Secara umum, iklan memiliki tiga fungsi utama:
● Fungsi Informatif (Memberi Informasi): Iklan berfungsi untuk memberitahukan kepada
konsumen tentang fitur, harga, atau keunggulan suatu produk.
○ Contoh: Iklan ponsel baru yang menjelaskan spesifikasi kamera, kapasitas
baterai, dan harganya.
● Fungsi Persuasif (Membujuk): Iklan bertujuan untuk memengaruhi atau membujuk
konsumen agar mencoba dan akhirnya membeli produk atau menggunakan jasa yang
ditawarkan.
○ Contoh: Iklan sabun mandi yang menjanjikan kulit lebih cerah dalam 7 hari,
sehingga penonton terbujuk untuk membelinya.
● Fungsi Mengingatkan (Reminder): Iklan ini ditujukan untuk menjaga agar merek
produk tetap segar di ingatan masyarakat. Biasanya dilakukan oleh produk yang sudah
terkenal.
○ Contoh: Iklan minuman bersoda terkenal saat hari raya, yang tidak menjelaskan
produknya secara detail, tetapi mengaitkan momen kebersamaan dengan produk
tersebut.
3. Ciri-Ciri Teks Iklan
Iklan yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
● Informatif dan Komunikatif: Pesan yang disampaikan jelas, mudah dipahami, dan
tidak bertele-tele.
● Bahasa Persuasif dan Menarik: Menggunakan kata-kata ajakan (imperatif) seperti
"Ayo!", "Beli sekarang!", atau menggunakan bahasa yang memancing rasa penasaran.
● Singkat, Padat, dan Jelas: Kalimat yang digunakan efektif, tidak panjang, dan
langsung ke tujuan.
● Menonjolkan Keunggulan: Fokus pada kelebihan produk atau jasa yang diiklankan.
○ Contoh Kalimat Iklan: "Minum Le Minerale, ada manis-manisnya." (Singkat,
menarik, dan menonjolkan keunikan rasa).
4. Unsur-Unsur Pembentuk Iklan
Sebuah proses komunikasi dalam iklan melibatkan unsur-unsur berikut:
1. Sumber (Pemasang Iklan): Pihak yang berinisiatif dan mendanai pemasangan iklan.
Bisa berupa perusahaan, lembaga, atau perorangan.
○ Contoh: PT Indofood adalah sumber dari iklan Indomie.
2. Pesan: Informasi yang ingin disampaikan kepada khalayak, baik berupa pesan verbal
(kata-kata) maupun nonverbal (gambar, suara).
○ Contoh: Pesan dari iklan Indomie adalah bahwa Indomie adalah mi instan yang
lezat dan menjadi selera orang Indonesia.
3. Media: Sarana atau saluran yang digunakan untuk menyampaikan iklan.
○ Contoh: Televisi, YouTube, Instagram, koran, radio.
4. Penerima (Target Audiens): Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran iklan.
○ Contoh: Target audiens iklan mainan adalah anak-anak, sedangkan iklan mobil
adalah orang dewasa.
5. Efek: Perubahan yang terjadi pada diri penerima setelah melihat iklan, misalnya
perubahan pengetahuan, sikap, atau tindakan (membeli).
○ Contoh: Setelah melihat iklan diskon di sebuah toko online, seseorang menjadi
ingin berbelanja di sana.
6. Umpan Balik (Feedback): Respons atau tanggapan dari penerima pesan.
○ Contoh: Meningkatnya penjualan produk setelah iklan ditayangkan, atau
banyaknya komentar positif di media sosial tentang iklan tersebut.
Lampiran 2: Materi Ajar
1. Pengertian Teks Iklan
Iklan adalah segala bentuk pesan promosi yang bertujuan untuk memperkenalkan,
mempromosikan, membujuk, atau menginformasikan khalayak (masyarakat luas) mengenai
suatu produk (barang), jasa (layanan), atau gagasan (ide). Tujuannya adalah untuk
memengaruhi audiens agar melakukan tindakan tertentu, seperti membeli produk,
menggunakan jasa, atau mendukung sebuah ide. Iklan dapat disampaikan melalui berbagai
media, seperti televisi, radio, internet (media sosial, situs web), media cetak (koran, majalah),
dan media luar ruang (baliho, spanduk).
● Contoh 1 (Produk): Iklan di televisi yang menampilkan kelezatan, kemudahan
memasak, dan berbagai varian rasa dari mi instan merek Indomie.
● Contoh 2 (Jasa): Iklan aplikasi ojek online seperti Gojek di YouTube, yang
menunjukkan kemudahan memesan transportasi, makanan, atau layanan lainnya hanya
dengan beberapa klik di ponsel.
● Contoh 3 (Gagasan): Iklan Layanan Masyarakat dari Kementerian Kesehatan yang
mengajak masyarakat untuk menerapkan 3M (Mencuci tangan, Memakai masker,
Menjaga jarak) untuk mencegah penyebaran penyakit.
2. Fungsi Teks Iklan
Secara umum, iklan memiliki tiga fungsi utama yang sering kali bekerja bersamaan:
● Fungsi Informatif (Memberi Informasi): Iklan berfungsi untuk memberikan
pengetahuan dan informasi kepada konsumen. Informasi ini bisa berupa harga, fitur,
keunggulan, cara kerja, atau ketersediaan produk/jasa.
○ Penjelasan Lengkap: Pada tahap awal peluncuran produk baru, fungsi ini
sangat penting. Konsumen perlu tahu apa produk itu, apa gunanya, dan apa
yang membuatnya berbeda dari yang lain.
○ Contoh Lengkap: Sebuah iklan ponsel Samsung Galaxy S25 Ultra tidak hanya
menampilkan gambar ponselnya, tetapi juga secara rinci menjelaskan spesifikasi
utamanya: "Kamera 200MP untuk foto malam yang jernih, Baterai 5000mAh
tahan hingga 2 hari, dan S-Pen terintegrasi untuk produktivitas."
● Fungsi Persuasif (Membujuk): Iklan bertujuan untuk membangun preferensi,
meyakinkan, dan membujuk konsumen agar mencoba dan akhirnya membeli produk
atau menggunakan jasa yang ditawarkan. Fungsi ini sering menggunakan bahasa yang
emosional dan psikologis.
○ Penjelasan Lengkap: Iklan persuasif sering kali menghubungkan produk
dengan perasaan positif seperti kebahagiaan, kesuksesan, atau keamanan.
Tujuannya adalah menciptakan keinginan pada diri konsumen.
○ Contoh Lengkap: Iklan sabun mandi Lifebuoy tidak hanya mengatakan "sabun
ini membersihkan," tetapi juga, "Lindungi keluarga tercinta dari kuman
berbahaya. Mandi dengan Lifebuoy, berikan perlindungan total untuk mereka
yang Anda sayangi." Kalimat "lindungi keluarga tercinta" adalah bujukan
emosional.
● Fungsi Mengingatkan (Reminder): Iklan ini ditujukan untuk menjaga agar merek
produk tetap segar di ingatan masyarakat dan mendorong pembelian ulang. Fungsi ini
efektif untuk produk yang sudah mapan dan dikenal luas.
○ Penjelasan Lengkap: Iklan pengingat tidak perlu menjelaskan produk secara
detail. Tujuannya hanya untuk muncul di saat yang tepat (misalnya, musim
liburan atau saat makan siang) agar konsumen teringat dan memilih produk
tersebut.
○ Contoh Lengkap: Iklan Coca-Cola saat Lebaran. Iklan tersebut sering kali
hanya menampilkan suasana kebersamaan keluarga yang hangat sambil minum
Coca-Cola, dengan slogan "Rasakan Momennya". Iklan ini mengingatkan bahwa
Coca-Cola adalah bagian dari momen spesial.
3. Ciri-Ciri Teks Iklan
Iklan yang baik dan efektif memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
● Informatif dan Komunikatif: Pesan yang disampaikan harus jelas, padat informasi, dan
mudah dipahami oleh target audiensnya. Tidak boleh menimbulkan kebingungan.
○ Contoh: "Diskon 50% untuk semua produk. Hanya hari ini!" Pesan ini sangat
informatif (ada diskon 50%) dan komunikatif (jelas batas waktunya).
● Bahasa Persuasif dan Menarik: Menggunakan kata-kata yang dapat memengaruhi
pikiran dan perasaan audiens. Sering kali menggunakan kata ajakan (imperatif), bahasa
yang berkonotasi positif, atau majas.
○ Contoh: "Ayo, wujudkan rumah impianmu bersama kami!" (menggunakan kata
ajakan). "Kulit selembut sutra, secerah pagi hari." (menggunakan majas
perumpamaan).
● Singkat, Padat, dan Jelas: Dalam iklan, terutama di media seperti radio atau televisi,
waktu sangat terbatas. Oleh karena itu, kalimat harus efektif, tidak bertele-tele, dan
langsung menuju keunggulan utama.
○ Contoh Kalimat Iklan: Daripada mengatakan, "Produk kami adalah deterjen
yang memiliki kemampuan untuk membersihkan noda yang sulit dihilangkan,"
iklan akan berkata, "Rinso, berani kotor itu baik. Hilangkan noda dalam satu kali
kucek!" Kalimat ini lebih singkat, padat, dan mudah diingat.
● Menonjolkan Keunggulan (Unique Selling Proposition): Iklan harus fokus pada apa
yang membuat produk atau jasa tersebut istimewa dan lebih baik daripada pesaingnya.
○ Contoh Kalimat Iklan: "Minum Le Minerale, ada manis-manisnya." Ciri khas
"rasa manis" ini yang ditonjolkan sebagai pembeda dari air mineral lainnya. Iklan
Teh Botol Sosro dengan slogan "Apapun makanannya, minumnya Teh Botol
Sosro" menonjolkan keunggulannya sebagai minuman yang cocok untuk segala
situasi.
4. Unsur-Unsur Pembentuk Iklan
Sebuah proses komunikasi dalam iklan melibatkan unsur-unsur berikut. Mari kita analisis
menggunakan contoh iklan Gojek di televisi:
1. Sumber (Pemasang Iklan): Pihak yang memiliki ide, kebutuhan promosi, dan mendanai
pemasangan iklan.
○ Penjelasan: Sumber adalah 'otak' di balik iklan. Mereka yang punya tujuan agar
produk/jasanya dikenal dan digunakan.
○ Contoh Analisis: Dalam iklan Gojek, sumbernya adalah PT GoTo Gojek
Tokopedia Tbk.
2. Pesan: Informasi inti yang ingin disampaikan kepada khalayak. Pesan bisa disampaikan
secara verbal (kata-kata, slogan, narasi) dan nonverbal (visual, musik, ekspresi tokoh).
○ Penjelasan: Pesan adalah "apa" yang ingin dikatakan iklan. Pesan harus
dirancang semenarik mungkin agar diterima oleh audiens.
○ Contoh Analisis: Pesan utama iklan Gojek adalah: "Gojek adalah aplikasi
super (super app) yang memberikan kemudahan dan solusi untuk berbagai
kebutuhan sehari-hari, mulai dari transportasi (GoRide), pesan antar
makanan (GoFood), hingga pembayaran (GoPay)."
3. Media: Saluran atau sarana yang digunakan untuk menyebarkan pesan iklan kepada
audiens.
○ Penjelasan: Pemilihan media sangat penting dan harus disesuaikan dengan
siapa yang ingin dituju.
○ Contoh Analisis: Iklan Gojek ditayangkan di televisi (untuk menjangkau
audiens massa seperti keluarga), YouTube (untuk menjangkau audiens yang
lebih muda dan aktif di internet), dan baliho di jalan raya.
4. Penerima (Target Audiens): Individu atau kelompok masyarakat spesifik yang menjadi
sasaran utama iklan.
○ Penjelasan: Iklan tidak dibuat untuk semua orang. Pembuat iklan sudah
menentukan siapa yang paling mungkin tertarik dengan produk mereka.
○ Contoh Analisis: Target audiens iklan Gojek sangat luas, namun bisa
dikerucutkan pada masyarakat perkotaan yang dinamis, melek teknologi,
dan membutuhkan solusi cepat untuk mobilitas dan kebutuhan harian,
mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, hingga ibu rumah tangga.
5. Efek: Dampak atau perubahan yang diharapkan terjadi pada diri penerima setelah
melihat iklan.
○ Penjelasan: Efek adalah tujuan akhir dari iklan. Apakah audiens jadi tahu, jadi
suka, atau jadi membeli.
○ Contoh Analisis: Efek yang diharapkan dari iklan Gojek adalah:
■ Kognitif (Pengetahuan): Penerima menjadi tahu bahwa Gojek punya
banyak layanan selain ojek.
■ Afektif (Perasaan): Penerima merasa bahwa hidupnya akan lebih
mudah dan praktis jika menggunakan Gojek.
■ Konatif (Tindakan): Penerima mengunduh (atau lebih sering
menggunakan) aplikasi Gojek.
6. Umpan Balik (Feedback): Respons atau tanggapan dari penerima yang bisa diukur
oleh pemasang iklan.
○ Penjelasan: Umpan balik adalah cara pemasang iklan mengetahui apakah
iklannya berhasil atau tidak.
○ Contoh Analisis: Umpan balik dari iklan Gojek dapat berupa: peningkatan
jumlah unduhan aplikasi di Play Store/App Store, peningkatan jumlah
transaksi di layanan GoFood atau GoRide, dan percakapan positif (buzz)
tentang iklan tersebut di media sosial.