Ricko Febrianto
"analisis implementasi kurikulum merdeka dalam meningkatkan kemandirian belajar
siswa sekolah dasar"
Latar belakang
Pendidikan di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menyiapkan generasi
yang dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan globalisasi. Salah satu
upaya besar pemerintah untuk merespons tantangan ini adalah melalui penerapan Kurikulum
Merdeka yang bertujuan untuk memberi kebebasan kepada siswa dan guru dalam proses
pembelajaran. Kurikulum ini menekankan pada pengembangan kompetensi dasar melalui
pendekatan yang lebih fleksibel dan berorientasi pada kebutuhan siswa.
Namun, meskipun tujuan mulia dari Kurikulum Merdeka sudah jelas,
implementasinya di lapangan, terutama di tingkat Sekolah Dasar (SD), menghadapi berbagai
tantangan. Salah satu tujuan utama dari Kurikulum Merdeka adalah untuk meningkatkan
kemandirian belajar siswa, yang diharapkan akan mempersiapkan mereka untuk menjadi
individu yang mampu berpikir kritis dan kreatif. Oleh karena itu, penting untuk menganalisis
bagaimana penerapan kurikulum ini berpengaruh terhadap kemandirian belajar siswa di
tingkat sekolah dasar.
Rumusan masalah
1. Bagaimana implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah dasar dalam praktik
sehari-hari?
2. Apa saja faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan Kurikulum Merdeka di
sekolah dasar?
3. Sejauh mana implementasi Kurikulum Merdeka mampu meningkatkan kemandirian belajar siswa
sekolah dasar?
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
1. Menggambarkan proses implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar.
2. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan
implementasi Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah dasar.
3. Menilai dampak implementasi Kurikulum Merdeka terhadap kemandirian belajar
siswa di sekolah dasar.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan mix methods atau metode campuran, yang
menggabungkan kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara
dengan kepala sekolah, guru, orang tua, dan siswa. Observasi langsung terhadap proses
pembelajaran juga dilakukan untuk melihat implementasi kurikulum di lapangan. Data
kuantitatif diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada siswa dan guru untuk
mendapatkan informasi mengenai pandangan mereka terhadap pelaksanaan Kurikulum
Merdeka dan pengaruhnya terhadap kemandirian belajar.
Daftar putaka
Kemendikbudristek. (2021). Panduan Implementasi Kurikulum Merdeka. Jakarta:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
suryadi, D. (2022). "Kurikulum Merdeka dan Perubahan Paradigma Pembelajaran di
Indonesia." Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 8(2), 145-158.
Supriyadi, Y., & Widyastuti, E. (2021). "Dampak Kurikulum Merdeka Terhadap
Pengembangan Kemandirian Siswa." Jurnal Pendidikan Dasar, 7(1), 56-72.
Wahyuni, D. (2022). "Kemandirian Belajar Siswa: Teori, Praktik, dan Implementasi dalam
Kurikulum Merdeka." Jurnal Pendidikan dan Keterampilan, 10(3), 203-215.
Iskandar, M. (2020). Pendidikan Berbasis Proyek dan Dampaknya Terhadap
Kemandirian Siswa. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Prayitno, B. (2022). "Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar Anak pada
Kurikulum Merdeka." Jurnal Pendidikan Keluarga, 3(2), 85-94.