Forensik Digital Telegram untuk Cybercrime
Forensik Digital Telegram untuk Cybercrime
ABSTRAK
Telegram merupakan aplikasi pesan instan populer yang mengalami peningkatan pengguna dari 60,2% pada tahun
2023 menjadi 61,3% pada tahun 2024. Namun, peningkatan penggunaan ini juga membuka peluang terjadinya
kejahatan digital seperti penipuan online. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis forensik digital pada aplikasi
Telegram di smartphone Android dengan bentuk kejahatannya adalah penipuan penjualan handphone. Metode
penelitian menggunakan kerangka kerja NIST yang terdiri dari empat tahapan: Collection, Examination, Analysis,
dan Reporting. Alat forensik yang digunakan adalah MOBILedit Forensic Express dan FTK Imager. MOBILedit
unggul dalam mengekstraksi berbagai jenis data, termasuk gambar, video, dan pesan suara, meskipun memerlukan
smartphone yang di-rooting. Sementara itu, FTK Imager efektif untuk memulihkan percakapan dengan cepat tetapi
terbatas pada data teks dan tidak optimal untuk multimedia. Skenario penelitian mensimulasikan kasus penipuan
online dalam penjualan produk iPhone melalui Telegram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MOBILedit
Forensic berhasil menemukan bukti digital berupa video, foto, dan voice note, sedangkan FTK Imager hanya
mampu memulihkan bukti chat. Kedua alat berhasil mengombinasikan bukti keberadaan data digital yang telah
dihapus, memungkinkan identifikasi jejak kejahatan digital pada aplikasi Telegram. Temuan ini menunjukkan
pentingnya pemilihan alat forensik yang sesuai untuk memaksimalkan pengumpulan bukti digital, serta
memberikan implikasi bahwa metode dan alat forensik yang tepat dapat menjadi solusi dalam mengungkap kasus
kejahatan digital secara efektif, khususnya pada platform pesan instan.
ABSTRACT
Telegram is a popular instant messaging application that has seen an increase in users from 60.2% in 2023 to
61.3% in 2024. However, this increase in usage also opens up opportunities for digital crimes such as online
fraud. This research aims to conduct a digital forensic analysis on the Telegram application on Android
smartphones with the form of crime being mobile phone sales fraud. The research method uses the NIST framework
which consists of four stages: Collection, Examination, Analysis, and Reporting. The forensic tools used are
MOBILedit Forensic Express and FTK Imager. MOBILedit excels at extracting various types of data, including
images, videos, and voice messages, although it requires a rooted smartphone. Meanwhile, FTK Imager is effective
for recovering conversations quickly but is limited to text data and not optimal for multimedia. The research
scenario simulates a case of online fraud in the sale of iPhone products via Telegram. The results of the study
show that MOBILedit Forensic managed to find digital evidence in the form of videos, photos, and voice notes,
while FTK Imager was only able to recover chat evidence. Both tools successfully combine evidence of the
existence of digital data that has been deleted, allowing the identification of traces of digital crime on the Telegram
application. These findings show the importance of selecting appropriate forensic tools to maximize digital
evidence collection, as well as provide implications that the right forensic methods and tools can be a solution in
effectively uncovering digital crime cases, especially on instant messaging platforms.
41
DOI : [Link] Some rights reserved BY-NC-SA 4.0 International License
RABIT (Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab)
Volume 10 No. 1 | Januari 2025 : Hal : 41-50
PENDAHULUAN
Teknologi informasi dan komunikasi di era
l l l
Januari 2024, Telegram telah menjadi salah Penulis akan melakukan forensik digital pada
l l l l l
satu platform komunikasi dengan tingkat kasus penipuan online shop melalui Telegram l l l l l l l l
peningkatan dari 60,2% pada tahun 2023 Salah satu jenis kejahatan cyber yang paling l l l l
menjadi 61,3% di tahun 2024 [5]. Hal ini umum terjadi di Telegram adalah penipuan,
l l l l l l l
munculnya pihak-pihak
l yang l
biasanya menghilang dan sulit dilacak berkat l l l
perdagangan narkoba.
l
utama, yaitu teknologi, manusia, dan
l l l l
42
RABIT (Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab)
Volume 10 No. 1 | Januari 2025 : Hal : 41-50
lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan l l l l l l menggabungkan evaluasi dua tools forensik,
langkah untuk melakukan analisis digital l l l l yaitu MOBILedit Forensic dan FTK Imager,
forensik terhadap aplikasi Telegram [6].
l l l l untuk menganalisis beragam jenis data digital,
Menurut penilitian [2] Dengan judul Analisis
l l l l l l l termasuk chat, gambar, video, dan voice note,
Bukti Digital pada Telegram Messenger
l l l l l l dalam satu investigasi terpadu. Metode l l
kasus penipuan di toko online. Studi ini l l l l l perangkat mobile yang memastikan bahwa
l l l
Digital forensik adalah bidang ilmu yang l l adalah disiplin ilmu yang bertujuan untuk l l l l l l
digunakan sebagai bukti yang sah di l l l metode yang diakui. Mobile Forensic sendiri
l l l l l l
l l l l l
43
RABIT (Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab)
Volume 10 No. 1 | Januari 2025 : Hal : 41-50
6 Telegram
l l Aplikasi instan messenger l l l
d. Reporting l
Smartphone l
l l l l
l l l l l l
l l l l l l
tersangka [9].
suara (voice note), file gambar, dan video adalah
l
l l l l l
44
RABIT (Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab)
Volume 10 No. 1 | Januari 2025 : Hal : 41-50
HASIL
Dalam penelitian ini, skenario kasus yang l l
korban pesan l
penipuan l l
sudah di sepakati
l l
kepada pelaku l l l
45
RABIT (Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab)
Volume 10 No. 1 | Januari 2025 : Hal : 41-50
Gambar 4 dalam skenario penelitian ini l l l telah terpasang dua alat forensik.
l l l l
Collection
Gambar 6. ekstraksi MobileEdit Forensik
Perangkat keras yang digunakan pada
l l l l
l l l
Redmi 4A. l
dihapus.
l l l l l l
l l l l l l l l
l l l l l
46
RABIT (Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab)
Volume 10 No. 1 | Januari 2025 : Hal : 41-50
dianalisis terdiri dari percakapan antara Penipu l l milik korban. Hasil analisis menunjukkan l l l
dan korban. Teknik forensik yang digunakan l l l bahwa percakapan Telegram yang ditemukan
l l l l l
digital yang ditemukan pada aplikasi Telegram l l l l ini, dapat disimpulkan bahwa teks percakapan l l l
n
018c171f0 Hallo Selamat Sama dan l
ini dengan l
kaka Nadia ?
0253512d0 Sore kakak iya Sama dan l
iBox jogja
Kemarin kaka l
cari hp iPhone l
11 apa betul ? l l
kemaren terbukti l l l l
barangnya
Gambar 9. Bukti digital berupa pesan suara
sudah sold out
l l l l l
l l
kebetulan hari l l l
ini Iphone l
11nya sudah l
ready ka ada
Gambar 10. buktik digital berupa chat pada
l
warna toska ,
l l l
FTK Imager
ungun, dan
l
l l
putih ka
Berdasarkan hasil analisis terhadap data digital
l
l l
47
RABIT (Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab)
Volume 10 No. 1 | Januari 2025 : Hal : 41-50
0298d8705 Boleh lihat l Sama dan 099375f90 Ini paling Sama dan
dulu foto l l terbukti
l l warna putih ka l terbukti
l l
Iphone 11 l ditemukan
l l kayaknya saya
04fd65908 Ini yg warna Sama dan ambil yg ungu l l
ungu l l terbukti
l l aja
113812427 Untuk warna
l l Sama dan 03d3474a0 Boleh ka untuk l l l Sama dan
0 ungu sama l l terbukti
l l pmbelian hari l terbukti
l l
pembelian hari
l l - Mengirim foto l Tidak
ini bukti Transfer l l ditemukan
l l
18e438b50
l Hmm kira2 ada Sama dan - Mengirimkan l Tidak
seri lain gayal terbukti
l l voice note l l ditemukan
l l
pertimbangan l no resinya ya l
48
RABIT (Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab)
Volume 10 No. 1 | Januari 2025 : Hal : 41-50
18e438b40 l Kakaknya nipu l Sama dan Telegram. Hal ini memastikan bahwa setiap
l l l l
19ebc6590 l Saya sudah tf l Sama dan dengan baik, sehingga dapat digunakan
l l l
Reporting
Reporting merupakan tahap akhir dalam
l l l
Tabel 3. Hasil akuisi barang bukti digital pada
l l l
mendokumentasikan temuan
l secara l l l l l
X = tidak berhasil ditemukan l l l
V = berhasil ditemukan l l l
49
RABIT (Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab)
Volume 10 No. 1 | Januari 2025 : Hal : 41-50
instan lain, seperti WhatsApp, Signal, atau Telegram Dengan Framework Nist 800-101,”
l l l l
Line, untuk mengidentifikasi bagaimana alat Cyber Security dan Forensik Digital, vol. 5,
l l l l
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, “Peran [11] D. Mualfah and R. A. Ramadhan, “Analisis l
2023–2054, 2023. l l l l l l
10.22219/repositor.v2i10.1066. l
National Institute of Standards and l l
Telegram Dengan Network Forensic,” JIKO Technology), vol. 3, no. 3, pp. 283–290, 2022,
l
doi: 10.37859/coscitech.v3i3.4359.
l l l l l
[4] N. Citra Dewi, T. Sutabri, and F. Digital Forensik Aplikasi Dompet Digital Dan l l
(Jurnal Informatika dan Komputer), vol. 7, no. Teknologi Informasi dan Komputer), vol. 6,
l l l
[Link] l l
of Standards and Technology (NIST) l
warganet-indonesia-sepanjang-2022-iJklw l l l
l l l l l l
[Link] l l
Kuncoro, “Analisis
l Forensik Untuk l l l
50