0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan16 halaman

Pengertian dan Karakteristik Kompetensi

Dokumen ini membahas pengertian dan karakteristik kompetensi, serta faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi seseorang. Kompetensi didefinisikan sebagai kemampuan yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan karakteristik pribadi yang mempengaruhi kinerja. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan pentingnya kompetensi dalam manajemen dan bagaimana kompetensi dapat digunakan dalam proses rekrutmen dan pengembangan karyawan.

Diunggah oleh

robot idup
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan16 halaman

Pengertian dan Karakteristik Kompetensi

Dokumen ini membahas pengertian dan karakteristik kompetensi, serta faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi seseorang. Kompetensi didefinisikan sebagai kemampuan yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan karakteristik pribadi yang mempengaruhi kinerja. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan pentingnya kompetensi dalam manajemen dan bagaimana kompetensi dapat digunakan dalam proses rekrutmen dan pengembangan karyawan.

Diunggah oleh

robot idup
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Dicetak pada tanggal 2020-01-27

Id Doc: 589c891e81944d4610494442

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Kompetensi

Kompetensi menurut Spencer & Spencer dalam Palan (2007) adalah

sebagai karakteristik dasar yang dimiliki oleh seorang individu yang berhubungan

secara kausal dalam memenuhi kriteria yang diperlukan dalam menduduki suatu

[Link] terdiri dari 5 tipe karakteristik, yaitu motif (kemauan

konsisten sekaligus menjadi sebab dari tindakan), faktor bawaan (karakter dan

respon yang konsisten), konsep diri (gambaran diri), pengetahuan (informasi

dalam bidang tertentu) dan keterampilan (kemampuan untuk melaksanakan tugas).

Hal ini sejalan dengan pendapat Becker and Ulrich dalam Suparno

(2005:24) bahwa competency refers to an individual’s knowledge, skill, ability or

personality characteristics that directly influence job performance. Artinya,

kompetensi mengandung aspek-aspek pengetahuan, ketrampilan (keahlian) dan

kemampuan ataupun karakteristik kepribadian yang mempengaruhi kinerja.

Berbeda dengan Fogg (2004:90) yang membagi Kompetensi kompetensi

menjadi 2 (dua) kategori yaitu kompetensi dasar dan yang membedakan

kompetensi dasar (Threshold) dan kompetensi pembeda (differentiating) menurut

kriteria yang digunakan untuk memprediksi kinerja suatu pekerjaan. Kompetensi

dasar (Threshold competencies) adalah karakteristik utama, yang biasanya berupa

pengetahuan atau keahlian dasar seperti kemampuan untuk membaca, sedangkan

kompetensi differentiating adalah kompetensi yang membuat seseorang berbeda

dari yang lain.


Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442

Kompetensi berasal dari kata “competency” merupakan kata benda yang

menurut Powell (1997:142) diartikan sebagai 1) kecakapan, kemampuan,

kompetensi 2) wewenang. Kata sifat dari competence adalah competent yang

berarti cakap, mampu, dan [Link] kompetensi ini pada prinsipnya

sama dengan pengertian kompetensi menurut Stephen Robbin (2007:38) bahwa

kompetensi adalah “kemampuan (ability) atau kapasitas seseorang untuk

mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan, dimana kemampuan ini

ditentukan oleh 2 (dua) faktor yaitu kemampuan intelektual dan kemampuan fisik.

Pengertian kompetensi sebagai kecakapan atau kemampuan juga

dikemukakan oleh Robert A. Roe (2001:73) sebagai berikut;Competence is

defined as the ability to adequately perform a task, duty or role. Competence

integrates knowledge, skills, personal values and attitudes. Competence builds on

knowledge and skills and is acquired through work experience and learning by

doing“ Kompetensi dapat digambarkan sebagai kemampuan untuk melaksanakan

satu tugas, peran atau tugas, kemampuan mengintegrasikan pengetahuan,

ketrampilan-ketrampilan, sikap-sikap dan nilai-nilai pribadi, dan kemampuan

untuk membangun pengetahuan dan keterampilan yang didasarkan pada

pengalaman dan pembelajaran yang dilakukan.

Secara lebih rinci, Spencer dan Spencer dalam Palan (2007:84)

mengemukakan bahwa kompetensi menunjukkan karakteristik yang mendasari

perilaku yang menggambarkan motif, karakteristik pribadi (ciri khas), konsep diri,

nilai-nilai, pengetahuan atau keahlian yang dibawa seseorang yang berkinerja

unggul (superior performer) di tempat kerja.


Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442

Pernyataan di atas mengandung makna bahwa kompetensi adalah

karakteristik seseorang yang berkaitan dengan kinerja efektif dan atau unggul

dalam situasi pekerjaan [Link] dikatakan sebagai karakteristik dasar

(underlying characteristic) karena karakteristik individu merupakan bagian yang

mendalam dan melekat pada kepribadian seseorang yang dapat dipergunakan

untuk memprediksi berbagai situasi pekerjaan [Link] dikatakan

berkaitan antara perilaku dan kinerja karena kompetensi menyebabkan atau dapat

memprediksi perilaku dan kinerja.

Menurut Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negeri Nomor: 46A

tahun 2003, tentang pengertian kompetensi adalah :kemampuan dan karakteristik

yang dimiliki oleh seorang Pegawai Negeri Sipil berupa pengetahuan,

keterampilan, dan sikap perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas

jabatannya, sehingga Pegawai Negeri Sipil tersebut dapat melaksanakan tugasnya

secara profesional, efektif dan efisien.

Dari uraian pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kompetensi

yaitu sifat dasar yang dimiliki atau bagian kepribadian yang mendalam dan

melekat kepada seseorang serta perilaku yang dapat diprediksi pada berbagai

keadaan dan tugas pekerjaan sebagai dorongan untuk mempunyai prestasi dan

keinginan berusaha agar melaksanakan tugas dengan [Link]

dalam kompetensi-kompetensi inilah yang membedakan seorang pelaku unggul

dari pelaku yang berprestasi terbatas. Kompetensi terbatas dan kompetensi

istimewa untuk suatu pekerjaan tertentu merupakan pola atau pedoman dalam

pemilihan karyawan (personal selection), perencanaan pengalihan tugas


Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442

(succession planning), penilaian kerja (performance appraisal) dan

pengembangan (development)

Dengan kata lain, kompetensi adalah penguasaan terhadap seperangkat

pengetahuan, ketrampilan, nilai nilai dan sikap yang mengarah kepada kinerja dan

direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak sesuai dengan profesinya.

Selanjutnya, Wibowo (2007:86), kompetensi diartikan sebagai kemampuan untuk

melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dilandasi oleh

keterampilan dan pengetahuan kerja yang dituntut oleh pekerjaan tersebut.

Dengan demikian kompetensi menunjukkan keterampilan atau pengetahuan yang

dicirikan oleh profesionalisme dalam suatu bidang tertentu sebagai suatu yang

[Link] sebagai karakteristik seseorang berhubungan dengan

kinerja yang efektif dalam suatu pekerjaan atau situasi.

Dari semua pengertian kompetensi tersebut di atas, terlihat bahwa fokus

kompetensi adalah untuk memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan kerja guna

mencapai kinerja [Link] demikian kompetensi adalah segala sesuatu

yang dimiliki oleh seseorang berupa pengetahuan ketrampilan dan faktor-faktor

internal individu lainnya untuk dapat mengerjakan sesuatu pekerjaan. Dengan kata

lain, kompetensi adalah kemampuan melaksanakan tugas berdasarkan

pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki setiap individu.

2.1.1 Karakteristik Kompetensi


Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442

Menurut Thoha (1996:88) ada 5 tipe karakteristik dasar dari kompetensi

a. Motif (Motive) yaitu sesuatu yang secara terus menerus dipikirkan atau

diinginkan oleh seseorang yang menyebabkan adanya tindakan. Motif ini

menggerakan, mengerahkan dan memiliki prilaku terhadap tindakan

tertentu atau tujuan dan perbedaan orang lain.

b. Sifat (Trait) yaitu karakteristik fisik dan respon yang konsisten terhadap

situasi dan informasi.

c. Konsep pribadi (Self Concept) yaitu pelaku, nilai – nilai dan kesan pribadi

seseorang.

d. Pengetahuan (Knowledge) yaitu informasi mengenai seseorang yang

memiliki bidang substansi tertentu.

e. Ketrampilan (Skill) yaitu kemampuan untuk melakukan tugas fisik

danmental tertentu.

2.1.2 Faktor yang Mempengaruhi Kompetensi

Michael Zwell (2000:56-68) mengungkapkan bahwa terdapat beberapa

faktor yang dapat mempengaruhi kecakapan kompetensi seseorang.

1. Keyakinan dan nilai-nilai

Keyakinan orang tentang dirinya maupun terhadap orang lain akan sangat

mempengaruhi perilaku. Apabila orang percaya bahwa mereka tidak

kreatif dan inovatif, mereka tidak akan berusaha berpikir tentang cara baru

atau berbeda dalam melakukan sesuatu. Untuk itu setiap orang harus

berpikir positif tentang dirinya, maupun terhadap orang lain dan

menunjukkan ciri orang yang berpikir ke depan.


Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442

2. Keterampilan

Dengan memperbaiki ketrampilan, individu akan meningkat kecakapannya

dalam kompetensi.

3. Pengalaman

Keahlian dari banyak kompetensi memerlukan [Link]

pengalaman dalam mengorganisasi orang, komunikasi dihadapan

kelompok, menyelesaikan masalah, dan [Link] yang tidak

pernah berhubungan dengan organisasi besar dan kompleks tidak mungkin

mengembangkan kecerdasan organisasional untuk memahami dinamika

kekuasaan dan pengaruh dalam [Link] yang pekerjaannya

memerlukan sedikit pemikiran strategis kurang mengembangkan

kompetensi daripada mereka yang telah menggunakan penmikiran

stragtegis bertahun-tahun.

4. Karakteristik kepribadian

Kepribadian bukanlah sesuatu yang tidak dapat [Link]

seseorang dapat berubah sepanjang [Link] meresponse dan

berinteraksi dengan kekuatan dan lingkungan [Link] dapat

berubah, kepribadian cenderung berubah dengan tidak [Link]

bijaksana mengharapkan orang memperbaiki kompetensinya dengan

mengubah kepribadiannya.

5. Motivasi

Dengan memberikan dorongan, apresiasi terhadap pekerjaan bawahan,

memberikan pengakuan dan perhatian individual dari atasan dapat

memberikan pengaruh positiv terhadap motifasi seseorang bawahan.


Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442

6. Isu Emosional

Hambatan emosional dapat membatasi penguasaan [Link],

takut membuat kesalahan, menjadi malu, merasa tidak disukai atau tidak

menjadi bagian, semubanya cenderung membatasi motivasi dan inisiatif.

7. Kemampuan Intelektual

Kompetensi tergantung pada pemikiran kognitif seperti, pemikiran

analitis, dan pemikiran konseptual.

8. Budaya Organisasi

Budaya organsiasi mempengaruhi kompetensi sumberdaya manusia dalam

kegiatan sebagai berikut; 1) proses Recruitment dan seleksi karyawan, 2)

Sistem penghargaan, 3) Praktik pengambilan Keputusan, 4) Filosofi

organisasi (misi-visi, dan nilai-nilai organisasi), 5) Kebiasaan dan

prosedure, 6) Komitmen pada pelatihan dan pengembangan , 7) Proses

Organisastional.

2.1.3 Kompetensi yang diperlukan oleh Manajer

Conseptual Skill ( Keterampilan konseptual)

Kemampuan konseptual adalah kemampuan untuk mengkoordinasikan dan

mengintegrasikan seluruh kepentingan dan kegiatan organisasi, ini

mencakup kemampuan manajer untuk melihat organisasi secara

keseluruhan dan memahami hubungan yang saling bergantung.

Humanity Skill (Keterampilan Berhubungan dengan Orang Lain)


Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442

Keterampilan ini berarti kemampuan untuk bekerjasama dan berinteraksi

dengan orang lain. Karena dengan komunikasi dan interaksi yang baik

dengan orang lain maka akan berdampak baik pula bagi manajer tersebut.

Tehnikal Skill (Keahlian Tehnikal)

Keahlian tehnikal atau tehnis adalah keahlian khusus yang harus dimiliki

oleh manajer berkaitan dengan tanggung jawab utama yang harus

dijalankan. Dalam koperasi terdapat 3 pengurus yaitu : ketua,sekretaris, dan

bendahara. Masing-masing pengurus memiliki tugas dan tangggung jawab

yang berbeda.

Keterampilan Pengambilan Keputusan

Kemampuan ini merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan

menentukan cara terbaik dalam memecahkannya.

2.1.4 Manfaat Kompetensi

Kompetensi pengurus sangat diperlukan setiap organisasi terutama

untuk meningkatkan kinerja. Menurut Prihadi (2004:57) manfaat kompetensi

adalah:

1) Prediktor kesuksesan kerja. Model kompetensi yang akurat akan dapat

menentukan dengan tepat pengetahuan serta ketrampilan apa saja yang

dibutuhkan untuk berhasil dalam suatu pekerjaan. Apabila seseorang

pemegang posisi mampu memiliki kompetensi yang dipersyaratkan pada

posisinya maka ia dapat diprediksikan akan sukses.


Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442

2) Merekrut karyawan yang andal. Apabila telah berhasil ditentukan

kompetensi- kopentensi apa saja yang diperlukan suatu posisi tertentu,

maka dengan mudah dapat dijadikan kriteria dasar dalam rekrutmen

karyawan baru.

3) Dasar penilaian dan pengembangan [Link] kompetensi

pekerjaan yang akurat juga dapat dipakai sebagai tolak ukur kemampuan

seseorang. Dengan demikian, berdasarkan sistem kompetensi ini dapat

diketahui apakah seseorang telah bagaimana mengembangkannya, dengan

pelatihan dan pembinaan atau perlu dimutasikan kebagian lain.

Pentingnya kompetensi dalam mendorong suatu organisasi mencapai

posisi kompetitif juga ditekankan oleh Glick (2004:62) bahwa suatu organisasi

perlu memperhatikan keberhasilannya di masa depan sebagai persiapan untuk

pengembangan dan kerjasama. Menurutnya kompetensi seseorang dapat

ditunjukkan dalam bentuk kemampuan individu untuk menerapkan pengetahuan

ke dalam bentuk tindakan

Dalam penerapan kompetensi ini, tentunya tiap organisasi memiliki

perspektif berbeda berdasarkan nilai strategisnya bagi organisasi

[Link] dan Bolton (2002:49) mengilustrasikan cakupan konsep

kompetensi dalam literatur organisasi bahwa kompetensi merujuk pada individu

maupun [Link] individu mencakup pengetahuan teknis dan

keterampilan (knowledge technical and skills) kinerja, serta kompetensi

penyumbang individu.

Menurut Mathis and Jackson (2002:99), kompetensi ketrampilan dan

pengetahuan cenderung lebih nyata (visible) dan relatif berada di permukaan


Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442

(ujung) sebagai karakteristik yang dimiliki manusia. Kompetensi pengetahuan

dan keahlian relatif mudah untuk dikembangkan, misalnya dengan program

pelatihan untuk meningkatkan tingkat kemampuan sumber daya manusia.

2.2 Pengertian Manajemen

Manajemen berasal dari bahasa Inggris “management” dengan kata kerja

to manage yang secara umum berarti [Link] dalam bahasa Prancis

kuno, management, yang artinya seni melaksanakan dan mengatur.

Istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu :

1. Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah

suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan

dan diawasi.

2. Selanjutnya, Hilman mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk

mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha

individu untuk mencapai tujuan yang sama. Manajemen adalah kolektivitas

orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain,

segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan

tertentu disebut manajemen.

3. Menurut pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau suatu ilmu

pnegetahuan. Mengenai ini pun sesungguhnya belum ada keseragaman

pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan

segolongan yang lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu.

Sesungguhnya kedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya.


Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442

Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja,

yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah

tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.

Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk

melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari mary ini

mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan

organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja

yang pelu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu

oleh dirinya sendiri.

Menurut Ricky W. Griffin : sebuah proses perencanaan, pengorganisasian,

pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals)

secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai

dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan

secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.

2.2.1Konsep Dasar Manajemen

1. Manajemen Sebagai Ilmu

Suatu bidang Ilmu Pengetahuan (science) yang berusaha secara sistematis

untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk

mencapai tujuan dan membuat sistem kerjasama ini bermanfaat bagi

kemanusiaan.

2. Manajemen Sebagai Seni

Management adalah seni untuk mencapai hasil yang maksimal dengan

usaha yang minimal, demikian pula mencapai kesejahteraan dan


Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442

kebahagiaan maksimal bagi pimpinan maupun pekerja serta memberikan

pelayanan yang sebagaik mungkin kepada masyarakat.

3. Manajemen sebagai Profesi

Manajemen sebagai Profesi merupakan suatu bidang pekerjaan yang

dilakukan oleh orang-orang yang memiliki keahlian dan ketrampilan

sebagai kader, pemimpin atau manajer pada suatu organisasi atau

perusahaan tertentu.

4. Manajemen sebagai Proses

Management adalah proses yang khas terdiri dari tindakan perencanaan,

pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian dimana dalam masing2

bidang tersebut digunakan ilmu pengetahuan & keahlian yang diikuti

secara berurutan dalam usaha mencapai sasaran & tujuan yang telah

ditetapkan.

2.2.2Fungsi-Fungsi Manajemen (Management Functions)

Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan

melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer

dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama

kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada

awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu

merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan.

Fungsi-fungsi manajemen adalah sebagai berikut:

Planning
Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442

Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai

dengan yang sangat rumit. Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa

perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil

yang diinginkan. Pembatasan yang terakhir merumuskan perencaan merupakan

penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut :

1. Tindakan apa yang harus dikerjakan ?

[Link] sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?

3. Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ?

4. kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?

5. Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?

6. Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ?

Menurut Stoner Planning adalah proses menetapkan sasaran dan tindakan

yang perlu untuk mencapai sasaran tadi.

Organizing

Organizing (organisasi) adalah dua orang atau lebih yang bekerja sama

dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah

sasaran.

Leading
Pekerjaan leading meliputi lima kegiatan yaitu :

1. Mengambil keputusan
Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442

2. Mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan

bawahan.

3. Memberi semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan supaya mereka

bertindak.

4. Memeilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya

5. Memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil

dalam usaha mencapai tujuan yang ditetapkan.

Directing/Commanding

Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan

dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada

bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat

dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah

ditetapkan semula.

Motivating
Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi

manajemen berupa pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan,

agar bawahan melakukan kegiatan secara suka rela sesuai apa yang diinginkan

oleh atasan.

Coordinating
Coordinating atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi

manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan,

percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan

dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang

terarahdalam upaya mencapai tujuan organisasi.


Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442

Controlling
Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah

salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu

mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke

jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskan semula.

Reporting
Adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan

atau hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian

dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi.

Staffing
Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan

personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja,

pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberi daya guna

maksimal kepada organisasi.

Forecasting
Forecasting adalah meramalkan, memproyrksikan, atau mengadakan

taksiran terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rancana

yang lebih pasti dapat dilakukan.

2.2.3 Manajemen Koperasi

Menurut UU No. 25/1992, Koperasi didefinisikan sebagai:“Badan usaha

yang beranggotakan orang seorang, atau Badan Hukum Koperasi, dengan melandaskan

kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi

rakyat yang berdasarkan azas kekeluargaan”.


Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442

Moh. Hatta, mendefinisikan bahwa :“Koperasi adalah usaha bersama untuk

memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong menolong”.

Dengan demikian Manajemen Koperasi dapat diartikan sebagai suatu

proses untuk mencapai tujuan melalui usaha bersama berdasarkan azas

kekeluargaan. Untuk mencapai tujuan Koperasi, perlu diperhatikan adanya sistem

Manajemen yang baik, agar tujuannya berhasil, yaitu dengan diterapkannya

fungsi-fungsi Manajemen.

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa untuk

mengembangkan koperasi KPN Wajar sangat dibutuhkan pengurus yang

berkompeten, yaitu pengurus yang memiliki pengetahuan dan kemampuan tentang

ekonomi terutama dibidang [Link] perkembangan koperasi sangat

tergantung pada kemampuan pengurus dalam melaksanakan penerapan fungsi-

fungsi manajemen koperasi.

Anda mungkin juga menyukai