Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Kompetensi
Kompetensi menurut Spencer & Spencer dalam Palan (2007) adalah
sebagai karakteristik dasar yang dimiliki oleh seorang individu yang berhubungan
secara kausal dalam memenuhi kriteria yang diperlukan dalam menduduki suatu
[Link] terdiri dari 5 tipe karakteristik, yaitu motif (kemauan
konsisten sekaligus menjadi sebab dari tindakan), faktor bawaan (karakter dan
respon yang konsisten), konsep diri (gambaran diri), pengetahuan (informasi
dalam bidang tertentu) dan keterampilan (kemampuan untuk melaksanakan tugas).
Hal ini sejalan dengan pendapat Becker and Ulrich dalam Suparno
(2005:24) bahwa competency refers to an individual’s knowledge, skill, ability or
personality characteristics that directly influence job performance. Artinya,
kompetensi mengandung aspek-aspek pengetahuan, ketrampilan (keahlian) dan
kemampuan ataupun karakteristik kepribadian yang mempengaruhi kinerja.
Berbeda dengan Fogg (2004:90) yang membagi Kompetensi kompetensi
menjadi 2 (dua) kategori yaitu kompetensi dasar dan yang membedakan
kompetensi dasar (Threshold) dan kompetensi pembeda (differentiating) menurut
kriteria yang digunakan untuk memprediksi kinerja suatu pekerjaan. Kompetensi
dasar (Threshold competencies) adalah karakteristik utama, yang biasanya berupa
pengetahuan atau keahlian dasar seperti kemampuan untuk membaca, sedangkan
kompetensi differentiating adalah kompetensi yang membuat seseorang berbeda
dari yang lain.
Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442
Kompetensi berasal dari kata “competency” merupakan kata benda yang
menurut Powell (1997:142) diartikan sebagai 1) kecakapan, kemampuan,
kompetensi 2) wewenang. Kata sifat dari competence adalah competent yang
berarti cakap, mampu, dan [Link] kompetensi ini pada prinsipnya
sama dengan pengertian kompetensi menurut Stephen Robbin (2007:38) bahwa
kompetensi adalah “kemampuan (ability) atau kapasitas seseorang untuk
mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan, dimana kemampuan ini
ditentukan oleh 2 (dua) faktor yaitu kemampuan intelektual dan kemampuan fisik.
Pengertian kompetensi sebagai kecakapan atau kemampuan juga
dikemukakan oleh Robert A. Roe (2001:73) sebagai berikut;Competence is
defined as the ability to adequately perform a task, duty or role. Competence
integrates knowledge, skills, personal values and attitudes. Competence builds on
knowledge and skills and is acquired through work experience and learning by
doing“ Kompetensi dapat digambarkan sebagai kemampuan untuk melaksanakan
satu tugas, peran atau tugas, kemampuan mengintegrasikan pengetahuan,
ketrampilan-ketrampilan, sikap-sikap dan nilai-nilai pribadi, dan kemampuan
untuk membangun pengetahuan dan keterampilan yang didasarkan pada
pengalaman dan pembelajaran yang dilakukan.
Secara lebih rinci, Spencer dan Spencer dalam Palan (2007:84)
mengemukakan bahwa kompetensi menunjukkan karakteristik yang mendasari
perilaku yang menggambarkan motif, karakteristik pribadi (ciri khas), konsep diri,
nilai-nilai, pengetahuan atau keahlian yang dibawa seseorang yang berkinerja
unggul (superior performer) di tempat kerja.
Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442
Pernyataan di atas mengandung makna bahwa kompetensi adalah
karakteristik seseorang yang berkaitan dengan kinerja efektif dan atau unggul
dalam situasi pekerjaan [Link] dikatakan sebagai karakteristik dasar
(underlying characteristic) karena karakteristik individu merupakan bagian yang
mendalam dan melekat pada kepribadian seseorang yang dapat dipergunakan
untuk memprediksi berbagai situasi pekerjaan [Link] dikatakan
berkaitan antara perilaku dan kinerja karena kompetensi menyebabkan atau dapat
memprediksi perilaku dan kinerja.
Menurut Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negeri Nomor: 46A
tahun 2003, tentang pengertian kompetensi adalah :kemampuan dan karakteristik
yang dimiliki oleh seorang Pegawai Negeri Sipil berupa pengetahuan,
keterampilan, dan sikap perilaku yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas
jabatannya, sehingga Pegawai Negeri Sipil tersebut dapat melaksanakan tugasnya
secara profesional, efektif dan efisien.
Dari uraian pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa kompetensi
yaitu sifat dasar yang dimiliki atau bagian kepribadian yang mendalam dan
melekat kepada seseorang serta perilaku yang dapat diprediksi pada berbagai
keadaan dan tugas pekerjaan sebagai dorongan untuk mempunyai prestasi dan
keinginan berusaha agar melaksanakan tugas dengan [Link]
dalam kompetensi-kompetensi inilah yang membedakan seorang pelaku unggul
dari pelaku yang berprestasi terbatas. Kompetensi terbatas dan kompetensi
istimewa untuk suatu pekerjaan tertentu merupakan pola atau pedoman dalam
pemilihan karyawan (personal selection), perencanaan pengalihan tugas
Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442
(succession planning), penilaian kerja (performance appraisal) dan
pengembangan (development)
Dengan kata lain, kompetensi adalah penguasaan terhadap seperangkat
pengetahuan, ketrampilan, nilai nilai dan sikap yang mengarah kepada kinerja dan
direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak sesuai dengan profesinya.
Selanjutnya, Wibowo (2007:86), kompetensi diartikan sebagai kemampuan untuk
melaksanakan atau melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang dilandasi oleh
keterampilan dan pengetahuan kerja yang dituntut oleh pekerjaan tersebut.
Dengan demikian kompetensi menunjukkan keterampilan atau pengetahuan yang
dicirikan oleh profesionalisme dalam suatu bidang tertentu sebagai suatu yang
[Link] sebagai karakteristik seseorang berhubungan dengan
kinerja yang efektif dalam suatu pekerjaan atau situasi.
Dari semua pengertian kompetensi tersebut di atas, terlihat bahwa fokus
kompetensi adalah untuk memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan kerja guna
mencapai kinerja [Link] demikian kompetensi adalah segala sesuatu
yang dimiliki oleh seseorang berupa pengetahuan ketrampilan dan faktor-faktor
internal individu lainnya untuk dapat mengerjakan sesuatu pekerjaan. Dengan kata
lain, kompetensi adalah kemampuan melaksanakan tugas berdasarkan
pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki setiap individu.
2.1.1 Karakteristik Kompetensi
Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442
Menurut Thoha (1996:88) ada 5 tipe karakteristik dasar dari kompetensi
a. Motif (Motive) yaitu sesuatu yang secara terus menerus dipikirkan atau
diinginkan oleh seseorang yang menyebabkan adanya tindakan. Motif ini
menggerakan, mengerahkan dan memiliki prilaku terhadap tindakan
tertentu atau tujuan dan perbedaan orang lain.
b. Sifat (Trait) yaitu karakteristik fisik dan respon yang konsisten terhadap
situasi dan informasi.
c. Konsep pribadi (Self Concept) yaitu pelaku, nilai – nilai dan kesan pribadi
seseorang.
d. Pengetahuan (Knowledge) yaitu informasi mengenai seseorang yang
memiliki bidang substansi tertentu.
e. Ketrampilan (Skill) yaitu kemampuan untuk melakukan tugas fisik
danmental tertentu.
2.1.2 Faktor yang Mempengaruhi Kompetensi
Michael Zwell (2000:56-68) mengungkapkan bahwa terdapat beberapa
faktor yang dapat mempengaruhi kecakapan kompetensi seseorang.
1. Keyakinan dan nilai-nilai
Keyakinan orang tentang dirinya maupun terhadap orang lain akan sangat
mempengaruhi perilaku. Apabila orang percaya bahwa mereka tidak
kreatif dan inovatif, mereka tidak akan berusaha berpikir tentang cara baru
atau berbeda dalam melakukan sesuatu. Untuk itu setiap orang harus
berpikir positif tentang dirinya, maupun terhadap orang lain dan
menunjukkan ciri orang yang berpikir ke depan.
Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442
2. Keterampilan
Dengan memperbaiki ketrampilan, individu akan meningkat kecakapannya
dalam kompetensi.
3. Pengalaman
Keahlian dari banyak kompetensi memerlukan [Link]
pengalaman dalam mengorganisasi orang, komunikasi dihadapan
kelompok, menyelesaikan masalah, dan [Link] yang tidak
pernah berhubungan dengan organisasi besar dan kompleks tidak mungkin
mengembangkan kecerdasan organisasional untuk memahami dinamika
kekuasaan dan pengaruh dalam [Link] yang pekerjaannya
memerlukan sedikit pemikiran strategis kurang mengembangkan
kompetensi daripada mereka yang telah menggunakan penmikiran
stragtegis bertahun-tahun.
4. Karakteristik kepribadian
Kepribadian bukanlah sesuatu yang tidak dapat [Link]
seseorang dapat berubah sepanjang [Link] meresponse dan
berinteraksi dengan kekuatan dan lingkungan [Link] dapat
berubah, kepribadian cenderung berubah dengan tidak [Link]
bijaksana mengharapkan orang memperbaiki kompetensinya dengan
mengubah kepribadiannya.
5. Motivasi
Dengan memberikan dorongan, apresiasi terhadap pekerjaan bawahan,
memberikan pengakuan dan perhatian individual dari atasan dapat
memberikan pengaruh positiv terhadap motifasi seseorang bawahan.
Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442
6. Isu Emosional
Hambatan emosional dapat membatasi penguasaan [Link],
takut membuat kesalahan, menjadi malu, merasa tidak disukai atau tidak
menjadi bagian, semubanya cenderung membatasi motivasi dan inisiatif.
7. Kemampuan Intelektual
Kompetensi tergantung pada pemikiran kognitif seperti, pemikiran
analitis, dan pemikiran konseptual.
8. Budaya Organisasi
Budaya organsiasi mempengaruhi kompetensi sumberdaya manusia dalam
kegiatan sebagai berikut; 1) proses Recruitment dan seleksi karyawan, 2)
Sistem penghargaan, 3) Praktik pengambilan Keputusan, 4) Filosofi
organisasi (misi-visi, dan nilai-nilai organisasi), 5) Kebiasaan dan
prosedure, 6) Komitmen pada pelatihan dan pengembangan , 7) Proses
Organisastional.
2.1.3 Kompetensi yang diperlukan oleh Manajer
Conseptual Skill ( Keterampilan konseptual)
Kemampuan konseptual adalah kemampuan untuk mengkoordinasikan dan
mengintegrasikan seluruh kepentingan dan kegiatan organisasi, ini
mencakup kemampuan manajer untuk melihat organisasi secara
keseluruhan dan memahami hubungan yang saling bergantung.
Humanity Skill (Keterampilan Berhubungan dengan Orang Lain)
Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442
Keterampilan ini berarti kemampuan untuk bekerjasama dan berinteraksi
dengan orang lain. Karena dengan komunikasi dan interaksi yang baik
dengan orang lain maka akan berdampak baik pula bagi manajer tersebut.
Tehnikal Skill (Keahlian Tehnikal)
Keahlian tehnikal atau tehnis adalah keahlian khusus yang harus dimiliki
oleh manajer berkaitan dengan tanggung jawab utama yang harus
dijalankan. Dalam koperasi terdapat 3 pengurus yaitu : ketua,sekretaris, dan
bendahara. Masing-masing pengurus memiliki tugas dan tangggung jawab
yang berbeda.
Keterampilan Pengambilan Keputusan
Kemampuan ini merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan
menentukan cara terbaik dalam memecahkannya.
2.1.4 Manfaat Kompetensi
Kompetensi pengurus sangat diperlukan setiap organisasi terutama
untuk meningkatkan kinerja. Menurut Prihadi (2004:57) manfaat kompetensi
adalah:
1) Prediktor kesuksesan kerja. Model kompetensi yang akurat akan dapat
menentukan dengan tepat pengetahuan serta ketrampilan apa saja yang
dibutuhkan untuk berhasil dalam suatu pekerjaan. Apabila seseorang
pemegang posisi mampu memiliki kompetensi yang dipersyaratkan pada
posisinya maka ia dapat diprediksikan akan sukses.
Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442
2) Merekrut karyawan yang andal. Apabila telah berhasil ditentukan
kompetensi- kopentensi apa saja yang diperlukan suatu posisi tertentu,
maka dengan mudah dapat dijadikan kriteria dasar dalam rekrutmen
karyawan baru.
3) Dasar penilaian dan pengembangan [Link] kompetensi
pekerjaan yang akurat juga dapat dipakai sebagai tolak ukur kemampuan
seseorang. Dengan demikian, berdasarkan sistem kompetensi ini dapat
diketahui apakah seseorang telah bagaimana mengembangkannya, dengan
pelatihan dan pembinaan atau perlu dimutasikan kebagian lain.
Pentingnya kompetensi dalam mendorong suatu organisasi mencapai
posisi kompetitif juga ditekankan oleh Glick (2004:62) bahwa suatu organisasi
perlu memperhatikan keberhasilannya di masa depan sebagai persiapan untuk
pengembangan dan kerjasama. Menurutnya kompetensi seseorang dapat
ditunjukkan dalam bentuk kemampuan individu untuk menerapkan pengetahuan
ke dalam bentuk tindakan
Dalam penerapan kompetensi ini, tentunya tiap organisasi memiliki
perspektif berbeda berdasarkan nilai strategisnya bagi organisasi
[Link] dan Bolton (2002:49) mengilustrasikan cakupan konsep
kompetensi dalam literatur organisasi bahwa kompetensi merujuk pada individu
maupun [Link] individu mencakup pengetahuan teknis dan
keterampilan (knowledge technical and skills) kinerja, serta kompetensi
penyumbang individu.
Menurut Mathis and Jackson (2002:99), kompetensi ketrampilan dan
pengetahuan cenderung lebih nyata (visible) dan relatif berada di permukaan
Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442
(ujung) sebagai karakteristik yang dimiliki manusia. Kompetensi pengetahuan
dan keahlian relatif mudah untuk dikembangkan, misalnya dengan program
pelatihan untuk meningkatkan tingkat kemampuan sumber daya manusia.
2.2 Pengertian Manajemen
Manajemen berasal dari bahasa Inggris “management” dengan kata kerja
to manage yang secara umum berarti [Link] dalam bahasa Prancis
kuno, management, yang artinya seni melaksanakan dan mengatur.
Istilah manajemen mengandung tiga pengertian yaitu :
1. Dalam Encylopedia of the Social Sience dikatakan bahwa manajemen adalah
suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan
dan diawasi.
2. Selanjutnya, Hilman mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk
mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha
individu untuk mencapai tujuan yang sama. Manajemen adalah kolektivitas
orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain,
segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan
tertentu disebut manajemen.
3. Menurut pengertian yang ketiga, manajemen adalah seni (Art) atau suatu ilmu
pnegetahuan. Mengenai ini pun sesungguhnya belum ada keseragaman
pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan
segolongan yang lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu.
Sesungguhnya kedua pendapat itu sama mengandung kebenarannya.
Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442
Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja,
yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah
tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.
Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk
melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari mary ini
mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan
organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja
yang pelu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu
oleh dirinya sendiri.
Menurut Ricky W. Griffin : sebuah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals)
secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai
dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan
secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
2.2.1Konsep Dasar Manajemen
1. Manajemen Sebagai Ilmu
Suatu bidang Ilmu Pengetahuan (science) yang berusaha secara sistematis
untuk memahami mengapa dan bagaimana manusia bekerja bersama untuk
mencapai tujuan dan membuat sistem kerjasama ini bermanfaat bagi
kemanusiaan.
2. Manajemen Sebagai Seni
Management adalah seni untuk mencapai hasil yang maksimal dengan
usaha yang minimal, demikian pula mencapai kesejahteraan dan
Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442
kebahagiaan maksimal bagi pimpinan maupun pekerja serta memberikan
pelayanan yang sebagaik mungkin kepada masyarakat.
3. Manajemen sebagai Profesi
Manajemen sebagai Profesi merupakan suatu bidang pekerjaan yang
dilakukan oleh orang-orang yang memiliki keahlian dan ketrampilan
sebagai kader, pemimpin atau manajer pada suatu organisasi atau
perusahaan tertentu.
4. Manajemen sebagai Proses
Management adalah proses yang khas terdiri dari tindakan perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian dimana dalam masing2
bidang tersebut digunakan ilmu pengetahuan & keahlian yang diikuti
secara berurutan dalam usaha mencapai sasaran & tujuan yang telah
ditetapkan.
2.2.2Fungsi-Fungsi Manajemen (Management Functions)
Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan
melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer
dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama
kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada
awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu
merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan.
Fungsi-fungsi manajemen adalah sebagai berikut:
Planning
Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442
Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai
dengan yang sangat rumit. Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa
perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil
yang diinginkan. Pembatasan yang terakhir merumuskan perencaan merupakan
penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut :
1. Tindakan apa yang harus dikerjakan ?
[Link] sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?
3. Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ?
4. kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?
5. Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?
6. Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ?
Menurut Stoner Planning adalah proses menetapkan sasaran dan tindakan
yang perlu untuk mencapai sasaran tadi.
Organizing
Organizing (organisasi) adalah dua orang atau lebih yang bekerja sama
dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah
sasaran.
Leading
Pekerjaan leading meliputi lima kegiatan yaitu :
1. Mengambil keputusan
Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442
2. Mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan
bawahan.
3. Memberi semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan supaya mereka
bertindak.
4. Memeilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya
5. Memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil
dalam usaha mencapai tujuan yang ditetapkan.
Directing/Commanding
Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan
dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada
bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat
dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah
ditetapkan semula.
Motivating
Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi
manajemen berupa pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan,
agar bawahan melakukan kegiatan secara suka rela sesuai apa yang diinginkan
oleh atasan.
Coordinating
Coordinating atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi
manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan,
percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan
dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang
terarahdalam upaya mencapai tujuan organisasi.
Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442
Controlling
Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah
salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu
mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke
jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskan semula.
Reporting
Adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan
atau hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian
dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi.
Staffing
Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan
personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja,
pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberi daya guna
maksimal kepada organisasi.
Forecasting
Forecasting adalah meramalkan, memproyrksikan, atau mengadakan
taksiran terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rancana
yang lebih pasti dapat dilakukan.
2.2.3 Manajemen Koperasi
Menurut UU No. 25/1992, Koperasi didefinisikan sebagai:“Badan usaha
yang beranggotakan orang seorang, atau Badan Hukum Koperasi, dengan melandaskan
kegiatannya berdasarkan prinsip-prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi
rakyat yang berdasarkan azas kekeluargaan”.
Dicetak pada tanggal 2020-01-27
Id Doc: 589c891e81944d4610494442
Moh. Hatta, mendefinisikan bahwa :“Koperasi adalah usaha bersama untuk
memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong menolong”.
Dengan demikian Manajemen Koperasi dapat diartikan sebagai suatu
proses untuk mencapai tujuan melalui usaha bersama berdasarkan azas
kekeluargaan. Untuk mencapai tujuan Koperasi, perlu diperhatikan adanya sistem
Manajemen yang baik, agar tujuannya berhasil, yaitu dengan diterapkannya
fungsi-fungsi Manajemen.
Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa untuk
mengembangkan koperasi KPN Wajar sangat dibutuhkan pengurus yang
berkompeten, yaitu pengurus yang memiliki pengetahuan dan kemampuan tentang
ekonomi terutama dibidang [Link] perkembangan koperasi sangat
tergantung pada kemampuan pengurus dalam melaksanakan penerapan fungsi-
fungsi manajemen koperasi.