MAKALAH RADIOTERAPI
DISUSUN OLEH JULIUS TRIAWAN
PROGRAM D3 RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI
STIKes CIREBON
2015
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat, karunia, taufik
serta hidayahnya sehingga tugas saya ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
Diharapkan bisa sebagai pedoman untuk menambah pengetahuan tentang radioterapi, dan
menambah sedikit pengetahuan tentang tujuannya , tekniknya , dan sumber radiasinya. Saya
mengharapkan saran dan kritik dari dosen pembimbing bagi perbaikan penyajian makalah ini.
Semoga makalah ini bermanfaat.
Cirebon, Maret 2015
Penyusun
Julius Triawan
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang
BAB II PEMBAHASAN
1. Pengertian Radioterapi
2. Tujuan Radioterapi
3. Teknik Radioterapi
4. Sumber Radiasi
BAB III PENUTUP
Kesimpulan
Latar Belakang
Perkembangan ilmu pengetahuan diikuti dengan perkembangan teknologi. Didunia kesehatan,
peralatan teknologi yang digunakan semakin canggih. Radiologi memegang peranan penting
dalam upaya penegakan diagnosa suatu penyakit dan mempelajari tentang radiasi terutama di
bidang radiodiagnostik dan radioterapi yang bertujuan untuk penyembuhan dari sakit yang
dideritanya ataupun sekedar meningkatkan kualitas hidup penderita. Salah satunya adalah
pengobatan dalam melawan penyakit keganasan, yang di anggap mematikan yaitu kanker.
Beberapa metode dapat diterapkan dalam penanganan penyakit tumor ganas atau kanker ini,
yaitu operasi, kemoterapi, dan radioterapi. Metode- metode tersebut dapat dilakukan secara
mandiri ataupun bisa dikombinasikan. Mengenai hal tersebut akan di tentukan oleh dokter
berdasarkan jenis kanker dan tingkat keganasan (stadium) yang diderita. Radioterapi merupakan
tindakan medis yang dilakukan pada pasien dengan menggunakan radiasi pengion untuk
mematikan sel kanker semaksimal mungkin dengan kerusakan pada sel normal seminimal
mungkin. Tindakan terapi ini menggunakan sumber radiasi tertutup. Banyak pemeriksaan kanker
yang dapat kita lakukan dengan menggunakan radioterapi, salah satunya adalah pemeriksaan
kanker nasofaring atau KNF menggunakan pesawat Linac yang banyak dilakukan di RSPAD
Gatot Soebroto. Untuk mengetahui lebih jelas lagi tentang teknik pemeriksaan kanker
nasofaring, maka saya membuat makalah dengan judul “Teknik Pemeriksaan Kanker Nasofaring
di Instalasi Radionuklir RSPAD Gatot Soebroto”. B. Tujuan Penulisan a. Tujuan Umum 1
This preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.
View Full Document
Tujuan dari penulisan laporan ini adalah untuk mengetahui prosedur pemeriksaan Radioterapi
Kanker Nasofaring di RSPAD Gatot Soebroto. b. Tujuan Khusus Tujuan dari penulisan laporan
ini untuk menambah ilmu pengetahuan dan juga untuk memenuhi tugas akhir praktek kerja
lapangan di Instalasi Radionuklir RSPAD Gatot Soebroto periode I (satu) tanggal 12 Mei 2014
sampai 31 Mei 2014. C. Manfaat Penulisan Manfaat yang diharapkan dari penulisan makalah
yang dilakukan oleh penulis, antara lain: 1. Bagi penulis untuk memenuhi tugas Laporan Kasus
PKL serta menambah wawasan pengetahuan bagi penulis terutama tentang teknik pemeriksaan
Radioterapi Kanker Nasofaring. 2. Bagi pembaca memberikan gambaran yang jelas tentang
teknik pemeriksaan Radioterapi Kanker Nasofaring.
BAB II KAJIAN TEORI A.
Pengertian Radioterapi Radioterapi adalah metode pengobatan di bidang kesehatan dimana
radiasi pengion digunakan untuk mengobati penyakit keganasan yang 2
bertujuan mematikan atau menghambat pertumbuhan sel tumor/kanker. Tindakan terapi ini
menggunakan sumber radiasi tertutup. Radiasi pengion dapat bersumber dari unsur radioaktif
(radionuklida) berupa sinar gamma ataupun dari suatu pembangkit radiasi (generator sinar-x)
berupa sinar-X, elektron, dan lain sebagainya. Contoh sumber radiasi gamma dari Unsur
radioaktif: Cobalt (Co-60), Caesium (Cs-137) dan Iridium (Ir- 192). Sedangkan contoh sumber
radiasi berupa pembangkit LINAC (Linear Accelerator).
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang
Radioterapi adalah metoda pengobatan penyakit penyakit (maligna) dengan
menggunakan sinar peng-ion. Metoda pengobatan ini mulai digunakan orang sebagai salah satu
regimen pengobatan tumor ganas, segera setelah ditemukannya sinar—X oleh WC Rontgen,
sifat-sifat radioaktivitas oleh Becquerel dan radium oleh Pierre dan Marie Curie, yaitu pada akhir
abad ke 19. Pada saat tsb. para medisi amat berbesar hati melihat suksesnya hasil pengobatan
pada berbagai jenis kanker kulit serta neoplasma-neoplasma yang letaknya superfisial. Bahkan
mereka menggunakan sinar ini untuk kelainankelainan yang sama sekali tidak ada hubungannya
dengan proses neoplastik seperti acne, artritis, verruca atau untuk epilasi dari rambut-rambut
yang tidak dikehendaki (1). Mereka mengatakan bahwa keajaiban di dunia pengobatan kanker
telah ditemukan ("miraculous cure"). Tetapi gambaran ini berubah sama-sekali, ketika ditemukan
bahwa tumor-tumor yang semula hilang karena terapi radiasi kembali muncul dan kerusakan
pada jaringan sehat akibat radiasi mulai tampak. Setelah itu selama kurang lebih 25 tahun
radioterapi memasuki jaman kegelapan di dalam evolusinya, bahkan hampir ditinggalkan orang
kalau saja pionir-pionir dari "Fondation Curie" di Paris yang dipimpin oleh Claude Regaud tidak
segera berhasil memecahkan misteri sinar ini.
BAB II PEMBAHASAN
1. Pengertian Radioterapi
adalah terapi menggunakan radiasi yang bersumber dari energi radioaktif. Radioterapi yaitu
suatu jenis pengobatan yang menggunakan atau memanfaatkan sinar pengion (sinar-X, sinar-
Gamma) dan partikel lain (neutron, proton, dll) untuk mematikan sel-sel kanker tanpa akibat
fatal pada jaringan sehat disekitarnya. Terapi radiasi ini akan mematikan sel-sel kanker jika
mencapai dosis tertentu. Radioterapi merupakan salah satu terapi atau pengobatan penyakit
kanker / keganasan.
Enam puluh hingga tujuh puluh persen pasien kanker memerlukan terapi radiasi dalam salah satu
terapinya. Masyarakat umum banyak yang tidak mengetahui tentang radiasi, sehingga merasa
takut atau khawatir ketika dianjurkan untuk menjalani terapi radiasi oleh dokter.
2. Tujuan Radioterapi
Tujuan radioterapi adalah untuk pengobatan secara radikal, sebagai terapi paliatif yaitu untuk
mengurangi dan menghilangkan rasa sakit atau tidak nyaman akibat kanker dan sebagai adjuvant
yakni bertujuan untuk mengurangi risiko kekambuhan dari kanker. Dengan pemberian setiap
terapi, maka akan semakin banyak sel-sel kanker yang mati dan tumor akan mengecil. Sel-sel
kanker yang mati akan hancur, dibawa oleh darah dan diekskresi keluar dari tubuh. Sebagian
besar sel-sel sehat akan bisa pulih kembali dari pengaruh radiasi.
3. Teknik Radioterapi
Ada beberapa teknik radioterapi, diantaranya Eksternal Radiasi dan Brakhiterapi/ internal radiasi
Eksternal Radiasi (Sinar dari luar)
Disebut sinar luar karena sumber radiasi di letakkan di luar tubuh / di luar target yang akan
disinar sehingga ada jarak antara sumber radiasi dan target radiasi, berkisar antara 80-100 cm.
Untuk jenis pesawat Cobalt 60, menggunakan jarak 80cm. Untuk linier accelerator (LINAC)
menggunakan jarak 100 cm.
Brakhiterapi/ internal radiasi (Sinar dari dalam)
Sumber radiasi diletakkan di dalam tumor atau menempel di tumor (kanker). Contoh pada
penderita kanker payudara yaitu dengan menanam biji radioaktif ke dalam jaringan payudara di
samping kanker. Brakhiterapi hanya dapat dilakukan pada jenis dan stadium kanker tertentu.
Mungkin diberikan bersamaan dengan radiasi eksternal untuk menambah power radiasi yang
ditujukan ke tumor.
4. Sumber Radiasi
Berdasarkan asalnya sumber radiasi pengion dapat dibedakan menjadi dua yaitu sumber
radiasi alam yang sudah ada di alam ini sejak terbentuknya, dan sumber radiasi buatan yang
sengaja dibuat oleh manusia untuk berbagai tujuan.
Sumber Radiasi Alam
Radiasi yang dipancarkan oleh sumber radiasi alam disebut juga sebagai radiasi latar
belakang. Radiasi ini setiap harinya memajan manusia dan merupakan radiasi terbesar yang
diterima oleh manusia yang tidak bekerja di tempat yang menggunakan radioaktif atau yang
tidak menerima radiasi berkaitan dengan kedokteran atau kesehatan. Radiasi latar belakang yang
diterima oleh seseorang dapat berasal dari tiga sumber utama yaitu :
1. Sumber radiasi kosmis
Radiasi kosmis berasal dari angkasa luar, sebagian berasal dari ruang antar bintang dan
matahari. Atmosfir bumi dapat mengurangi radiasi kosmik yang diterima oleh manusia. Tingkat
radiasi dari sumber kosmik ini bergantung kepada ketinggian, yaitu radiasi yang diterima akan
semakin besar apabila posisinya semakin tinggi. Tingkat radiasi yang diterima seseorang juga
tergantung pada letak geografisnya.
2. Sumber radiasi terestrial
Radiasi terestrial secara natural dipancarkan oleh radionuklida di dalam kerak bumi. Radiasi
ini dipancarkan oleh radionuklida yang disebut primordial yang ada sejak terbentuknya bumi.
Radionuklida yang ada dalam kerak bumi terutama adalah deret Uranium, yaitu peluruhan
berantai mulai dari Uranium-238, Plumbum-206, deret Actinium (U-235, Pb-207) dan deret
Thorium (Th-232, Pb-208).
Radiasi teresterial terbesar yang diterima manusia berasal dari Radon (R-222) dan Thoron
(Ra-220) karena dua radionuklida ini berbentuk gas sehingga bisa menyebar kemana-mana.
Tingkat radiasi yang diterima seseorang dari radiasi teresterial ini berbeda-beda dari satu
tempat ke tempat lain bergantung pada konsentrasi sumber radiasi di dalam kerak bumi.
Beberapa tempat di bumi yang memiliki tingkat radiasi diatas rata-rata misalnya Pocos de Caldas
dan Guarapari di Brazil, Kerala dan Tamil Nadu di India, dan Ramsar di Iran.
3. Sumber radiasi internal yang berasal dari dalam tubuh sendiri
Sumber radiasi ini ada di dalam tubuh manusia sejak dilahirkan, dan bisa juga masuk ke
dalam tubuh melalui makanan, minuman, pernafasan, atau luka. Radiasi internal ini terutama
diterima dari radionuklida C-14, H-3, K-40, Radon, selain itu masih ada sumber lain seperti Pb-
210, Po-210, yang banyak berasal dari ikan dan kerang-kerangan. Buah-buahan biasanya
mengandung unsur K-40.
Sumber Radiasi Buatan
Sumber radiasi buatan telah diproduksi sejak abad ke 20, dengan ditemuk-annya sinar-X
oleh WC Rontgen. Saat ini sudah banyak sekali jenis dari sumber radiasi buatan baik yang
berupa zat radioaktif dan sumber pembangkit radiasi (pesawat sinar-X dan akselerator).
Radioaktif dapat dibuat oleh manusia berdasarkan reaksi inti antara nuklida yang tidak
radioaktif dengan neutron atau biasa disebut sebagai reaksi fisi di dalam reactor atom.
Radionuklida buatan ini bisa memancarkan radiasi alpha, beta, gamma dan neutron.
Sumber pembangkit radiasi yang lazim dipakai yakni pesawat sinar-X dan akselerator.
Proses terbentuknya sinar-X adalah sebagai akibat adanya arus listrik pada filamen yang dapat
menghasilkan awan elektron di dalam tabung hampa. Sinar-X akan terbentuk ketika berkas
elektron ditumbukan pada bahan target.
BAB III PENUTUP
Kesimpulan
Radioterapi yaitu suatu jenis pengobatan yang menggunakan atau memanfaatkan sinar pengion
(sinar-X, sinar-Gamma) dan partikel lain (neutron, proton, dll) untuk mematikan sel-sel kanker
tanpa akibat fatal pada jaringan sehat disekitarnya. Terapi radiasi ini akan mematikan sel-sel
kanker jika mencapai dosis tertentu. Radioterapi merupakan salah satu terapi atau pengobatan
penyakit kanker / keganasan. Sinar yg sangat berbahaya dapat sangat berguna untuk kebutuhan
medik, antara lain untuk menegakan diagnosa dan terapi terapi.