Produksi Olahan Rempah: Wedang Uwuh
Produksi Olahan Rempah: Wedang Uwuh
1. IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun
2. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menerapkan teknik produksi olahan jahe/kunyit/temulawak/cengkeh/ka
yu manis/pala dan komoditas lainnya dengan cara memilih dan menangani
bahan baku dan bahan tambahan untuk pengolahan hasil tanaman
rempah.
2. Mengaplikasikan cara memilih dan mengoperasikan peralatan
3. Menerapkan teknik pengendalian proses dan penilaian mutu hasil dengan
menggunakan metode konvensional dan/atau alat modern
[Link] BERMAKNA
Peserta didik mampu menerapkan teknik produksi olahan
jahe/kunyit/temulawak/cengkeh/ka yu manis/pala dan komoditas lainnya
dengan cara memilih dan menangani bahan baku dan bahan tambahan untuk
pengolahan hasil tanaman rempah yang akan diterapkan pada kehidupan sehari-
harinya.
5. MODEL PEMBELAJARAN
Moda : Tatap muka (luring)
Model Pembelajaran : Project Based Learning (PjBL)
Metode : Ceramah, penugasan, praktik, dan diskusi
Media Pembelajaran : Vidio pembelajaran, Canva, Jurnal.
Mengesahkan
Kepala Sekolah Guru Mapel
Materi Ajar
Wedang uwuh adalah minuman tradisional khas Imogiri, Yogyakarta yang terbuat dari
rempah-rempah alami (jahe, secang, daun cengkeh, daun pala, daun kayu manis dan gagang
cengkeh) yang kaya antioksidan baik untuk Kesehatan tubuh, tanpa pengawet dan higienis.
Berikut ini manfaat dari wedang uwuh: Segar dan nikmat, kaya antioksidan, untuk kehangatan,
untuk relaksasi, untuk meredakan batuk dan masuk angin, untuk aroma terapi, menghilangkan
lelah dan menjaga stamina (Profil CV Progress Jogja, 2016). Wedang uwuh merupakan minuman
disajikan panas atau hangat memiliki rasa manis dan pedas dengan warna merah cerah dan
aroma harum. Rasa pedas karena bahan jahe, sedangkan warna merah karena adanya secang
(Munawaroh, 2014).
Waktu yang dibutuhkan : 1 – 2 jam (tiap pertemuan) Persiapan yang dilakukan sebelum
pembelajaran dimulai:
Memahami materi pembelajaran yang akan disampaikan untuk :
Menayangkan video pembelajaran [Link]
LK 1 : Pemilihan dan penanganan bahan baku dan bahan tambahan untuk proses
produksi wedang uwuh
LK 2 : Penyiapan dan pengoperasikan peralatan untuk proses produksi olahan wedang
uwuh
Mengkoordinasikan laboratorium pengolahan untuk kegiatan praktik
Menyiapkan lembar kerja peserta didik (LKPD)
Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran.
URUTAN KEGIATAN
Pertemuan ke-1
Setelah melaksanakan pembelajaran melalui Project Based Learning (PjBL) melalui belajar
mandiri dan diskusi kelompok siswa dapat :
Menerapkan teknik produksi olahan jahe/kunyit/temulawak/cengkeh/ka yu manis/pala
dan komoditas lainnya dengan cara memilih dan menangani bahan baku dan bahan
tambahan untuk pengolahan hasil tanaman rempah berupa wedang uwuh.
Pertemuan 2
Tujuan pembelajaran
Setelah melaksanakan pembelajaran melalui Project Based Learning (PjBL) melalui belajar
mandiri dan diskusi kelompok siswa dapat :
Mengaplikasikan cara memilih dan mengoperasikan peralatan untuk pembuatan
wedang uwuh
Menerapkan teknik pengendalian proses dan penilaian mutu hasil dengan
menggunakan metode konvensional dan/atau alat modern
STRATEGI ASSESMEN
REFLEKSI GURU
Apakah dalam pemberian materi dengan metode yang telah dilakukan serta penjelasan
teknis atau intruksi yang disampaikan untuk pembelajaran yang akan dilakukan dapat
dipahami oleh peserta didik?
Bagian manakah pada rencana pembelajaran yang perlu diperbaiki?
Bagaimana tanggapan peserta didik terhadap materi atau bahan ajar, pengelolaan kelas,
latihan dan penilaian yang telah dilakukan dalam pembelajaran?
Apakah dalam berjalannya proses pembelajaran sesuai dengan yang diharapkan?
Apakah arahan dan penguatan materi yang telah dipelajari dapat dipahami oleh peserta
didik?
REFLEKSI SISWA
Apakah anda mudah menerima dan memahami materi yang disampaikan oleh guru?
Apakah informasi yang anda terima merupakan hal yang baru dan menarik bagi anda
untuk lebih memperdalam informasi tersebut dari berbagai sumber?
Apakah ada yang menarik dari materi yang anda pelajari? Bagian manakah yang menurut
Anda merasa tertarik ?
Apakah anda terinspirasi untuk menangani rempah-rempah dengan metode yang lain ?
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2003. Bahan Pelatihan Teknologi Susu dan Daging. La Lan du Brein,Rennes, Perancis.
[Link]
upaya-pengembangan-kesehatan-tradisional-di diy#:~:text=Berbagai%20jenis%20herbal
%20yang%20menjadi,(daun%20dan%20buah%20pala). diakses pada 15 november 2023
[Link] . diakses pada 15
november 2023
[Link]
dari-jahe-hingga-secang- . diakses pada 15 november 2023
ASSESMEN
Pengayaan
Pengayaan dilaksanakan kepada peserta didik yang telah mencapai KKM (tuntas).
Bentuk pengayaan tergantung hasil yang peserta didik. Adapun bentuk pengayaan yang dapat
dilakukan adalah :
a. Kegiatan eksplorasi bagi peserta didik yang nilai ketuntasan mendekati KKM (75 - 85)
b. Keterampilan proses jika nilai peserta didik baik ( 86-90)
c. Pemecahan masalah jika nilai peserta didik sangat baik > 9
PROGRAM PENGAYAAN
Mata Pelajaran :
Kelas :
CP :
No Nama Nilai Awal Bentuk Pengayaan Hasil Pengayaan
1.
2.
3.
4.
dst
Remedial
Remedial peserta didik yang memiliki nilai kurang dari KKM yaitu 75 dilaksanakan dengan
berbagai cara berikut :
a. Pemberian tugas-tugas latihan secara khusus bagi peserta didik yang nilainya C (65 – 74)
b. Pemanfaatan tutor sebaya bagi peserta didik yang nilai C- (55 - 64)
Pemberian bimbingan secara khusus bagi peserta didik yang nilai D kurang dari 55
PROGRAM REMEDIAL
Mata Pelajaran :
Kelas :
CP :
No Nama Nilai Remidial Soal Bentuk Remidial Hasil
Awal Nomer Remidial
1.
2.
3.
4.
dst
RUBRIK PENILAIAN
[Link] Penilian Sikap
1). Sikap selama berdiskusi
No Aspek Penilaian
4 3 2 1
1 Terlibat penuh
2 Bertanya
3 Menjawab
4 Memberi gagasan orisinil
5 Kerjasama
6 Tertib
3. Aspek Menjawab
Skor 4 : Memberikan jawaban dari pertanyaan dalam kelompok dengan bahasa yang jelas
Skor 3 : Memberikan jawaban dari pertanyaan dalam kelompok dengan bahasa yang kurang
jelas
Skor 2 : Kadang-kadang memberikan jawaban dari pertanyaan kelompoknya
Skor 1 : Diam tidak pernah menjawab pertanyaan
No Aspek Skor
4 3 2 1
1 Terlibat Penuh
2 Bertanya kritis
3 Menjawab
4 MemberikanGagasan/Ide
5 Kerja Sama
6 Tertib
No Aspek Skor
4 3 2 1
1 Kejelasan Presentasi
2 Pengetahuan
3 Penampilan
1. Kejelasan Presentasi
Skor 4 : Sistematika penjelasan logis dengan bahasa dan suarayang sangat jelas
Skor 3 : Sistematika penjelasan logis dan bahasa sangat jelas tetapisuara kurang jelas
Skor 2 : Sistematika penjelasan tidak logis meskipun menggunakanbahasa dan suara cukup jelas
Skor 1 : Sistematika penjelasan tidak logis meskipun menggunakanbahasa dan suara cukup jelas
2. Pengetahuan
Skor 4 : Menguasai materi presentasi dan dapat menjawab pertanyaan dengan baik dan
kesimpulan mendukung topikyang dibahas
Skor 3 : Menguasai materi presentasi dan dapat menjawab pertanyaan dengan baik dan
kesimpulan mendukung topikyang dibahas
Skor 2 : Penguasaan materi kurang meskipun bisa menjawab seluruh pertanyaan dan kesimpulan
tidak berhubungandengan topik yang dibahas
Skor 1 : Materi kurang dikuasai serta tidak bisa menjawab seluruh pertanyaan dan kesimpulan
tidak mendukung topik
3. Penampilan
Skor 4 : Penampilan menarik, sopan dan rapi, dengan penuh percaya diri serta menggunakan alat
bantu
Skor 3 : Penampilan cukup menarik, sopan, rapih dan percaya diri menggunakan alat bantu
Skor 2 : Penampilan kurang menarik, sopan, rapi tetapi kurang percaya diri serta menggunakan
alat bantu
Skor 1 : Penampilan kurang menarik, sopan, rapi tetapi tidak percaya diri dan tidak
menggunakan alat bantu
d.
Gula yang digunakan
pada saat pembuatan
wedang uwuh
ditunjukkan oleh huruf
?
3. Bahan-bahan yang
ada dalam wedang
uwuh harus
dilakukan pengecilan
ukuran terlebih
dahulu, fungsi
pengecilan adalah?
a. agar mudah dikemas
b. agar mudah
dilarutkan
c. menambah cita rasa
d. menambah estetika
4. Untuk wedang
uwuh terdiri dari
berbagai macam
rempah dan juga
gula batu. Antara
lain seperti secang,
gagang cengkeh,
daun pala, jahe,
daun manis jangan
hingga gula batu.
Bahan utama apa
yang membuat
wedang berwarna
merah?
a. Serai
b. Kayu Secang
c. Kayu manis
d. Gula aren
5. Bagaimana cara
menguji mutu
wedang uwuh?
a. Dengan melihat
warna
b. Dengan melihat
kekeringan
bahan
c. Dengan aroma
wedang uwuh
d. Dengan uji
organoleptik
10
1. Apakah kalian
tahu bagian
rempah-
rempahyang
digunakan untuk
produk wedang
uwuh simplisia ?
2. Apakah
kalian tahu
rempah-
rempah yang
dapat
digunakan
untuk
membuat
produk
wedang uwuh
simplisia?
3. Apakah kalian
tahu cara
penanganan
rempah-rempah
untuk bahan baku
wedang uwuh ?
4. Apakah kalian
tau peralatan
yang dugunakan
untuk
pembuatan
wedang uwuh?
5. Apakah kalian
tau bagaimana
cara menguji
mutu wedang
uwuh?
Sikap
1. Beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia Peserta didik
senantiasa ingat kepada Tuhan Yang Maha Esa disetiap tindakan dan kegiatan yang
dilakukan serta menjaga akhlak nya disetiap kegiatan pembelajaran
2. Mandiri dalam menyelesaikan tugas atau mengatasi kendala dalam membuat produk
olahan rempah tanpa bantuan.
3. Berpikir kritis dalam mencari solusi dari permasalahan yang muncul dalam produksi
olahan tanaman rempah
A. TOPIK
B. Alokasi Waktu
6X 45 menit (6 JP)
C. Tujuan Pembelajaran
Setelah melalui kegiatan pembelajaran : kajian referensi (pustaka & internet), diskusi dan
praktik, peserta didik dapat :
Melakukan proses pemilihan bahan baku dan bahan tambahan produk simplisia
wedang uwuh
Melakukan penanganan bahan baku dan bahan tambahan produk simplisia
wedang uwuh.
Mengoperasikan peralatan untuk pembuatan simplisia wedang uwuh
D. Alat dan Bahan
E. Prosedur Kerja
Pastikan bahan baku benar-benar sudah kering (jika dipatahkan tidak alot)
c. Menilai mutu
Nilailah mutu simplisia yang dihasilkan secara visual : kebersihan dan tingkat
kekeringannya
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
KEGIATAN KELOMPOK
Mata Pelajaran : AGRITEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN
Kelas/Fase : XII / Fase F
Materi Pokok : Praktik Pembuatan wedang uwuh
Anggota Kelompok 1.
2.
3.
4.
5.
LKPD.
1. Pertanyaan mendasar
Pertanyaan yang memantik perlunya disusun projek
10
B. Bahan utama dan pendukung yang dibutuhkan untuk pembuatan wedang uwuh
No Nama bahan Banyaknya Fungsinya
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
C. Langkah kerja pembuatan wedang uwuh
No Kegiatan Keterangan
1
10
2. Penetapan target dan schedule projek
Buatlah jadwal pengerjaan proyek bersama kelompok, tentukan waktu pembuatan produk wedang
uwuh
Wedang uwuh merupakan salah satu produk olahan hasil tanaman rempah. Wedang uwuh menjadi salah
satu produk yang banyak diminati untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Wedang uwuh merupakan salah
satu minuman tradisional yang mengandung beberapa jenis rempah-rempah. Untuk memproduksi wedang
uwuh diperlukan beberapa jenis rempah-rempah:
1. Jahe
Jahe merupakan salah satu rimpang yang digunakan sebagai bahan utama dari wedang uwuh.
Jahe bisa digunakan untuk menghangatkan tubuh karena sifatnya panas. Rempah ini banyak dimanfaatkan
dalam bidang kesehatan. Jahe tak hanya digunakan untuk keperluan memasak namun juga untuk
kecantikan hingga kesehatan. Sejak dulu, jahe memang dikenal sebagai tanaman untuk obat alami.
Secara umum, jahe memiliki tiga jenis, jahe putih besar, jahe putih kecil, dan jahe merah
2. Kayu Manis
Kayu manis juga menjadi bahan utama dalam wedang uwuh. Rasa rempah yang satu ini
menyegarkan. Aroma kayu manis membuat wedang secang makin menggoda untuk segera dinikmati.
Kayu manis berasal dari ekstrak kulit kayu pohon kayu manis. Rempah ini banyak digunakan sebagai
penambah aroma masakan dan kue, bumbu masak, minuman tradisional, dan lain sebagainya. Manfaatnya
adalah untuk mengendalikan kadar gula, menurunkan risiko penyakit jantung, melawan bakteri penyebab
infeksi, dan melindungi tubuh dari radikal bebas.
3. Kayu Secang
Bahan yang satu ini membuat wedang uwuh jadi berwarna merah. Kayu secang
sudah lama dikenal sebagai bahan yang bisa mengobati batuk darah, sifilis, hingga radang.
Kayu secang juga memiliki khasiat sebagai antikanker, antioksidan, melancarkan pernapasan, hingga
memperlancar peredaran [Link] secang biasa diolah menjadi teh herbal atau juga minuman
tradisional lain. Umumnya, batang kayu secang akan diserut dan dijemur dahulu supaya bisa digunakan
sebagai bahan minuman.
4. Cengkeh
Tanaman cengkih adalah tanaman asli Indonesia. Biasanya, tanaman ini banyak digunakan sebagai
bumbu masakan di negara-negara Eropa dan Asia. Cengkih juga menjadi bahan utama rokok kretek khas
Indonesia. Selain itu, cengkih juga dimanfaatkan sebagai obat dalam industri farmasi Minyak cengkih juga
banyak digunakan dokter gigi sebagai penghilang rasa sakit. Daun cengkih yang ditumbuk juga bisa
digunakan sebagai pestisida nabati yang efektif.
5. Kapulaga
Kapulaga, yang berupa buah, jika sudah kering akan dimanfaatkan sebagai bahan jamu, juga diambil
minyak atsirinya untuk bahan penyedap atau pengharum makanan dan minuman.
Aroma sedap itu, berasal dari kandungan minyak atsiri pada kapulaga. Minyak atsiri merupakan kombinasi
dari berbagai macam yang membentuk aroma khas, antara lain borneol (suatu terpena) yang berbau
kamper seperti tercium dalam getah pohon kamper, alfa-terpinilasetat yang harum seperti bau jeruk
pettigrain, limonen yang juga harum seperti bau jeruk keprok, alfa terpinen yang harum seperti jeruk sitrun
cineol, yang sedap agak pedas menghangatkan seperti minyak kayu putih.
6. Serei
Sereh atau serai adalah jenis tanaman yang memiliki bentuk mirip dengan rerumputan. Sereh
memiliki aroma khas seperti wangi lemon atau jeruk nipis. Karena aromanya yang nikmat, sereh sering
kali digunakan sebagai aromaterapi atau essential oil. Selain untuk dijadikan wewangian, sereh juga
sering dijadikan sebagai bahan makanan dan minuman. Daun sereh juga terkenal untuk dijadikan teh
herbal. Di Indonesia, sereh biasa digunakan sebagai bumbu dapur untuk menyedapkan dan
mengharumkan makanan. Tak hanya wangi dan cita rasanya yang digemari, sereh juga kaya nutrisi bergizi
yang dibutuhkan tubuh. Seperti vitamin, kalium, magnesium, hingga zat besi.
Secara umum bahan rempah setelah dilakukan pemanenan perlu penanganan pasca panen. Secara
garis besar penanganan pasca panen ini dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu pengolahan
primer dan pengolahan sekunder.
o Pengolahan primer yaitu penanganan yang tujuannya untuk menghasilkan bahan setengah jadi atau
bahan yang siap olah. Perubahan yang terjadi pada produk hanya berupa perubahan fisik saja.
o Pengolahan sekunder yaitu penanganan yang tujuannya untuk menghasilkan produk olahan lebih
hilir. Pada pengolahan sekunder ini dilakukan suatu proses pengolahan sehingga terjadi perubahan
pada bahan baik fisik maupun kimiawi.
Sebelum dilakukan pengolahan, bahan rempah harus dilakukan penanganan pasca panen. Penanganan
yang perlu dilakukan antara lain pencucian yang bertujuan untuk menghilangkan kotoran yang menempel
pada bahan. Cara pencucian ini dapat menggunakan air yang bertekanan atau dengan merendam rimpang
dalam air kemudian disikat secara pelan-pelan. Selanjutnya rimpang ditiriskan dan dikering anginkan dalam
ruangan yang berventilasi untuk menghilangkan air yang melekat .
Simplisia
Simplisia adalah bahan alami yang digunakan untuk obat dan belum mengalami perubahan proses
apapun dan umumnya berbentuk bahan yang telah dikeringkan. Tujuan dari pembuatan simplisia adalah
memperpanjang umur simpan bahan baku tanpa mengurangi kualitasnya sehingga kontinuitas produksi
terjamin. Kualitas simplisia dipengaruhi oleh kualitas bahan baku, proses pembuatan dan penyimpanannya.
Mutu simplisia sangat ditentukan cara panen atau pengumpulan bahan baku maupun proses pasca panen.
Saat pengumpulan bahan baku, perlu diperhatikan bagian tanaman yang akan digunakan, umur dan
waktu panen serta asal atau lingkungan tempat tumbuhnya. Tahapan pasca panen meliputi sortasi basah,
pencucian, pengubahan bentuk/ perajangan, pengeringan, sortasi kering, pengepakan dan penyimpanan.
Peralatan yang digunakan dalam pengolahan produk herbal hendaknya yang tidak bereaksi terhadap
bahan pada saat proses pembuatan. Alat yang digunakan sebaiknya terbuat dari bahan yang tidak
menimbulkan kontaminasi dan tidak berbahaya bagi kesehatan. Logam, seperti besi, tembaga, dan timah
sebaiknya dihindari. Alat dari gelas, logam tahan karat, kayu, dan panci yang dilapisi email dianjurkan untuk
dipakai. Secara tradisional membuat minuman herbal atau jamu menggunakan alat tumbuk dari kayu atau
batu.
Untuk memberikan variasi produk, rempah-rempah juga dapat diolah menjadi produk lain, yaitu
serbuk instan. Salah satu teknologi alternatif yang sederhana dan murah yang dapat menghasilkan produk
serbuk instan adalah teknologi kristalisasi. Teknologi ini didasarkan pada pemanfaatan sifat gula pasir
(sukrosa) yang dapat kembali membentuk kristal setelah dicairkan. Secara umum, mekanismenya adalah
sebagai berikut:
1. Sukrosa dipanaskan akan mencair dan bercampur dengan bahan lainnya.
Sifat sukrosa sangat dipengaruhi oleh pH, jika pH larutan rendah (asam) maka proses kristalisasi tidak
akan terbentuk dan larutan menjadi liat. Jadi, semua bahan pangan pada dasarnya dapat dijadikan serbuk
instan asalkan larutannya memiliki pH yang tidak asam. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa pH
optimum yang dapat menghasilkan produk yang baik sekitar 6,7- 6,[Link] serbuk instan dengan
metode kristalisasi hanya membutuhkan bahan dan peralatan yang sederhana, seperti gula pasir, air bersih,
ingredien pangan, pewarna makanan, blender, kain kasa, takaran, timbangan, wajan, kompor dan pengaduk.