1
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan pada dasarnya adalah sebuah proses transformasi pengetahuan
menuju arah perbaikan, penguatan dan penyempurnaan semua potensi manusia.
Oleh karena itu, pendidikan tidak mengenal ruang dan waktu, ia tidak dibatasi
oleh tebalnya tembok sekolah dan juga sempitnya waktu belajar di kelas.
Pendidikan berlangsung sepanjang hayat dan bisa dilakukan di mana saja dan
kapan saja manusia mau dan mampu melaukan proses kependidikan.
Dalam perspektif islam, proses pendidikan sering dikaitkan dengan proses
mencari ilmu yang dilakukan oleh manusia. Ilmu sebagai produk dari proses
pendidikan merupakan sarana untuk mengungkapkan, mengatasi, menyelesaikan
dan menjawab berbagai problematika yang sedang dihadapi dan yang akan
dihadapi oleh manusia.
Pendidikan Islam ialah pendidikan yang bertujuan untuk membentuk pribadi
Muslim seutuhnya, mengembangkan seluruh potensi manusia baik yang
berbentuk jasmaniah maupun rohaniah, menumbuh suburkan hubungan yang
harmonis setiap pribadi dengan Allah, manusia, dan alam semesta. Agar
terlaksana tujuan tersebut, maka manusia mesti memiliki dua syarat pokok pula.
Yaitu Keilmuan dan memiliki moral dan akhlak1.
Jadi pada dasarnya tujuan pendidikan Islam adalah untuk membentuk peserta
didik yang berakhlaq mulia, sebagai wujud keimanannya kepada Allah SWT dan
1
Dauly,Haidar Putra, Pendidikan Islam dalam Mencerdaskan Bangsa( Jakarta: Rineka Cipta,
2012),4.
2
wujud kepatuhannya terhadap syariat Islam. Kemudian ada dua fungsi pendidikan
Islam. Pertama, Pendidikan Islam sebagai media untuk mewariskan dan
mempertahankan budaya dan cita-cita masyarakat Islam. Kedua, pendidikan Islam
berfungsi sebagai aktivitas pendidikan untuk membekali peserta didik dengan
ipteks yang sesuai dengan ajaran Islam sebagai bekal untuk menghadapi masa
sekarang dan masa yang akan datang2
Masalah pendidikan dan pengajaran merupakan masalah yang cukup
kompleks dimana guru merupakan komponen yang sangat penting dalam kegiatan
pembelajaran. Tugas guru adalah menyampaikan materi pelajaran kepada siswa
melalui interaksi komunikasi dalam proses belajar mengajar yang dilakukannya.
Keberhasilan guru dalam menyampaikan materi sangat tergantung pada
kelancaran interaksi komunikasi antara guru dan siswanya. Ketidak lancaran
dalam komunikasi membawa akibat terhadap pesan atau meteri yang disampaikan
oleh guru.3
Dalam kegiatan belajar- mengajar guru berusaha menyampaikan sesuatu
yang hal yang disebut “pesan”. Sebaliknya, dalam kegiatan belajar siswa juga
berusaha memperoleh sesuatu hal. Pesan atau sesuatu hal tersebut dapat berupa
pengetahuan, wawasan, keterampilan, atau isiajaran yang lain seperti kesenian,
kesusilaan, dan agama.
Karena pada hakekatnya proses belajar –mengajar adalah suatu proses
komunikasi antara guru dan siswanya, proses komunikasi ini diwujudkan melalui
2
Novan Ardy Wiyani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Pendidikan Karakter (Bandung:
Alfabet, 2013),122.
3
Asnawir dan Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), 1.
3
penyampain dan tukar menukar pesan dan informasi antara guru dan siswanya.
Agar pesan atau informasi bisa diserap dan mudah dipahami oleh siswa, maka
diperlukan sarana atau alat komunikasi. Adapun sarana atau alat yang digunakan
untuk memperlancar komonikasi dalam proses belajar mengajar disebut Media
pembelajaran.
Siswa yang belajar akan mengalami perubahan. Bila sebelum belajar,
kemampuannya hanya 35% misalnya, maka setelah belajar selama lima bulan
akan menjadi 100%. Hasil belajar tersebut meningkatkan kemampuan mental.
Pada umumnya hasil belajar tersebut meliputi ranah-ranah kognitif, afektif, dan
psikomotorik.
Kemampuan yang akan dicapai dalam pembelajaran adalah tujuan
pembelajaran. Ada kesenjangan antara kemampuan pra-belajar dengan
kemampuan yang akan dicapai. Kesenjangan tersebut dapat diatasi berkat belajar
bahan ajar tertentu4
Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi semakin mendorong
upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil tekhnologi dalam
proses belajar.
Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh
sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan
perkembangan dan tuntutan zaman5.
Media pembelajaran merupakan salah satu unsur yang amat penting dalam
proses belajar mengajar, karena dapat dimuati pesan yang akan disampaikan
4
Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran (Jakarta:PT Rineka Cipta, 2006), 174.
5
Arsyad Azhar, Media Pembelajaran(Jakarta:Rajawali Pers, 2010), 2.
4
kepada siswa baik berupa alat ataupun bahan ajar. Selain itu media pembelajaran
merupakan salah satu cara untuk memotivasi dan berkomonikasi dengan siswa
agar lebih efektif semangat dan antusias dalam kegiatan bealajar dan
pembelajaran. Oleh karena itu penggunaan media pembelajaran sangat diperlukan.
Pembelajaran yang efektif memerlukan perencanaan yang baik. Media
yang akan digunakan dalam proses pembelajaran itu juga memerlukan
perencanaan yan baik. Meskipun demikian, kenyataan di lapangan menunjukkan
bahwa seorang guru memilih salah satu media dalam kegiatannya di kelas atas
dasar pertimbangan antara lain: (a) ia merasa sudah akrab dengan media itu-papan
tulis atau proyektor, (b) ia merasa bahwa media yang dipilihnya dapat
menggambarkan dengan lebih baik dari pada dirinya sendiri – misalnya diagram
pada flip chart, atau (c) media yang dipilihnya dapat menarik minat dan perhatian
siswa, serta menuntunnya pada penyajian yang lebih terstruktur dan terorganisasi.
Pertimbangan ini diharapkan oleh guru dapat memenuhi kebutuhannya dalam
mencapai tujuan yang telah ia tetapkan.6
Pada umumnya kedudukan Media Pembelajaran berfungsi sebagai alat
perantara atau alat pengatur pesan dalam kegiatan pembelajaran yaitu
memberikan stimulus kepada siswa agar siswa dapat memahami materi yang
disampaikan guru, dari konsep-konsep yang masih abstrak menjadi gambaran
yang lebih konkrit. Sikap dan perilaku seseorang akan mengalami perubahan.
Perubahan, setelah mereka mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru.
Penggunaan media dalam pembelajaran PAI akan membantu siswa memperoleh
6
Azhar Arsyad, Media Pembelajaran(Jakarta: PT RajaGrafindo Persada,2014), 67.
5
pengetahuan dan pengalaman baru lewat materi yang disampaikan oleh guru
dibandingkan dengan jika guru hanya melakukan pendekatan verbal. 7
Penggunaan media pembelajaran sebagai salah satu sumber belajar yang
digunakan secara sistematis dalam kegiatan pembelajaran akan dapat memberikan
interaksi antara pengalaman baru dan pengalaman sebelumnya, sehingga terjadi
perubahan tingkah laku pada diri siswa.
Semakin sadarnya orang akan pentingnya media yang membantu
pembelajaran sudah mulai dirasakan. Pengelolaan alat bantu pembelajaran sudah
sangat dibutuhkan. Bahkan pertumbuhan ini bersifat gradual. Metamorfosis dari
perpustakaan yang menekankan pada penyediaan media cetak, menjadi
permintaan dan pemberian layanan secara multi sensori dari beragamnya
kemampuan individu untuk menyerap informasi, menjadikan pelayanan yang
diberikan mutlak wajib bervariatif dan secara luas. Selain itu, dengan semakin
meluasnya kemajuan di bidang komunikasi dan teknologi, serta diketemukannya
dinamika proses belajar, maka pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran
semakin menuntut dan memperoleh media pendidikan yang bervariasi secara luas
pula. Karena memang belajar adalah proses internal dalam diri manusia maka
guru bukanlah merupakan satu-satunya sumber belajar, namun merupakan salah
satu komponen dari sumber belajar yang disebut orang.8 Proses komunikasi
tersebut selalu mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman dan
majunya ilmu pengetahuan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
7
Muhaimin,dkk, Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di
Sekolah (Bandung: PT Rosdakarya, 2002), 200.
8
Supriyanto, Teknologi Pendidikan (http:[Link], diakses 2 Oktober 2006).
6
semakin mendorong upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil teknologi
dalam kegiatan pembelajaran. Dua unsur penting dalam pembelajaran adalah
metode mengajar dan media pengajaran.
Kedua aspek ini saling berkaitan dalam menunjang keberhasilan proses
belajar mengajar. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan
mempengaruhi jenis media pengajaran yang sesuai, meskipun masih ada beberapa
aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan
pengajaran, jenis tugas, dan respon yang diharapkan siswa setelah pengajaran
berlangsung dan konteks pembelajaran termasuk karakteristik siswa. Meskipun
demikian dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pengajaran adalah
sebagai salah satu alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi
dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru. Hamalik
mengemukakan bahwa pemakaian media pengajaran dalam proses belajar
mengajar dapat membangkitan keingintahuan dan minat baru bagi siswa, serta
membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar mengajar dan bahkan
membawa pengaruh psikologis terhadap siswa.9 Yunus dalam bukunya
Attarbiyatu watta’liim mengungkapkan bahwasannya media pembelajaran paling
besar pengaruhnya bagi indera dan lebih dapat menjamin pemahaman. Orang
yang mendengarkan saja tidaklah sama tingkat pemahamannya dan lamanya
bertahan apa yang dipahaminya dibandingkan dengan mereka yang melihat, atau
melihat dan mendengarkannya.
9
Azhar Arsyad, Media Pembelajaran (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2013), 15.
7
Lebih jauh lagi kemampuan intelektual dari masing-masing siswa berbeda-
beda. Sebagian siswa bisa belajar secara mandiri dengan cara mendengar,
membaca, melihat, menonton video, mengikuti demonstrasi keahlian tertentu dsb.
Sendiri tanpa orang lain membantunya, Namun sebagian lainnya siswa perlu
berinteraksi/ berkolaborasi dengan lingkungan belajar lainnya seperti dengan
teman-teman lainnya, guru, lingkungan kelas, sekolah dan bahkan perlu bekerja
sama dalam suatu kelompok kerja.10
Disamping itu, hadirnya media pembelajaran sebagai salah satu komponen
dalam proses belajar mengajar amat diperlukan, mengingat bahwa kedudukan
media ini bukan hanya sekedar alat bantu mengajar, tapi merupakan bagian
integral dalam pembelajaran. Selain dapat menggantikan sebagian tugas guru
sebagai penyaji materi (penyalur pesan) media juga memiliki potensi-potensi yang
unik, yang dapat membantu siswa dalam belajar.
Dalam proses pembelajaran PAI di SMA Dharma Wanita 4 Sidoarjo,
kehadiran media memiliki arti yang sangat penting. Mengingat selama ini hasil
dari pembelajaran PAI dinilai masih kurang. Karena para guru kurang
memperhatikan komponen-komponen lain yang dapat membantu proses
pembelajaran, diantaranya metode mengajar yang digunakan masih monoton,
tanpa menggunakan media yang dapat memberikan gambaran lebih konkrit
tentang materi yang disampaikan. Sehingga seringkali tujuan dari pembelajaran
belum bisa tercapai dengan maksimal. Mengenai pentingnya penggunaan media,
dalam agama Islam sudah tidak asing lagi, karena merupakan sarana untuk
10
Endarta, Pembelajaran Berpusat pada Siswa (http:[Link], diakses 20 Juni
2017).
8
menyampaikan ajaran Allah. Sebagaimana yang dicontohkan nabi Muhammad
SAW dalam menanamkan ajaran agama dengan menggunakan media yang tepat
yakni melalui media perbuatan nabi sendiri dengan jalan memberi contoh kedaan
yang baik dan selalu menunjukkan sifat-sifat terpuji, sebagaimana yang
diungkapkan dalam Al-Qur'an surat al-Ahzab: 21:
Artinya: Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang
baik bagi kamu (yaitu) orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan
(kedatangan) hari kiamat dan dia banyak mengingat Allah.11
Dalam pendidikan Islam , nilai-nilai Alquran merupakan elemen dasar
dalam kurikulum dan lembaga pendidikan, tidak boleh tidak, harus prihatin
membawa anak didiknya sesuai dengan nilai-nilai Quran tersebut, praktek-praktek
harus dilakukan opel para pendidik dan pertimbangan-pertimbangan nilai tidak
dapat terbatasidengan penelitian-penelitian ilmiah.12
Media Pembelajaran membawa dan membangkitkan rasa senang dan
gembira bagi murid-murid dan memperbaruhi semangat mereka, membantu
memantapkan pengetahuan pada benak para siswa serta menghidupkan pelajaran.
Hamalik mengemukakan bahwa pemakaian media pengajar dalam proses belajar
mengajar membangkitkan kemajuan dan minat yang baru, membangkitkan
11
Al-Qur'an dan terjemahnya (Surabaya: Penerbit Mahkota, 1989), 210.
12
Abdurrahman Saleh Abdullah, Teori-teori Pendidikan Berdasarkan Al-Quran (Jakarta:Rineka
Cipta, 2007), 22.
9
motivasi dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh
psikologis terhadap siswa.13
Dari pernyataan diatas semakin jelas bahwa penggunaan media
pembelajaran di SMA Dharma Wanita 4 Sidoarjo pada tahap orientasi pengajaran
akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan
serta isi materi pelajaran pada saat itu.
Dalam proses pendidikan di SMA Dharma Wanita 4 Sidoarjo banyak sekali
media yang digunakan seperti media garafis, media audio, media visual dan masih
banyak lagi. Sedangkan landasan penggunaan media menurut Mahfud
Shalahuddin ada beberapa landasan penggunaan media yaitu dasar religius, dasar
psikologis, dan dasar teknologis.
Pemerolehan pengetahuan dan keterampilan, perubahan-perubahan sikap
dan perilaku dapat terjadi karena interaksi antara pengalaman baru dengan
pengalama yang pernah dialami sebelumnya. Menurut Bruner (1996:10-11) ada
tiga tingkatan utama modus belajar, yaitu pengalaman langsung (enactive),
pengalaman pictorial/ gambar (iconic), dan pengalaman abstract (symbolic).14
Untuk pemilihan kriteria media menurut Arif S. Sadiman dalam bukunya
Media Pendidikan yaitu "Faktor yang perlu dipertimbngkan dalam pemilihan
media adalah tujuan instruksional yang ingin dicapai, karakteristik siswa, jenis
rangsangan belajar yang diinginkan, keadaan latar belakang dan lingkungan
siswa, situasi kondisi tempat dan luas jangkauan yang ingin dilayani. Faktor-
13
Azhar Arsyad, Media Pembelajaran (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2013), 15.
14
Azhar Arsyad, Media Pembelajaran (Jakarta : PT RajaGrafindo Persada, 2009),7.
10
faktor tersebut pada akhirnya harus diterjemahkan dalam norma / kriteria
keputusan pemilihan".15
Media pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA Dharma Wanita 4
Sidoarjo dapat digunakan untuk peningkatan interaksi belajar mengajar. Oleh
karena itu harus diperhatikan prinsip-prinsip penggunaannya. Dan penggunaan
media pembelajaran ini juga harus bermanfaat bagi peserta didik khususnya dan
pendidik karena keduanya akan mendapat pengetahuan yang baru.
Dalam menyampaikan pesan pendidikan agama diperlukan media
pembelajaran. Media pembelajaran pendidiakan agama adalah
pengantar/perantara pesan guru kepada penerima pesan yaitu siswa. Media
pengajaran ini sangat diperlukan dalam merangsang pikiran, perasaan, perhatian
dan minat serta perhatian sehingga terjadi proses belajar mengajar serta dapat
memperlancar penyampaian pendidikan agama islam.
Media Pembelajaran menurut Kemp & Dayton dapat memenuh tiga fungsi
utama apabila media itu digunakan untuk perorangan, kelompok, atau kelompok
pendengar yang besar jumlahnya, yaitu: (1) memotivasi minat atau tindakan, (2)
menyajikan informasi, dan (3) memberi intruksi. Untuk memenuhi fungsi
motivasi, media pembelajaran dapat direalisasikan dengan teknik drama atau
hiburan. Hasil yang diharapkan adalah melahirkan minat dan merangsang para
siswa.
Pendidikan Agama merupakan bidang studi yang harus diajarkan di sekolah
formal mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi, dalam hal ini termasuk
15
Arief S. Sadiman, dkk. Media pendidikan (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 1986), 83- 84.
11
di SMA Dharma Wanita 4 Sidoarjo. Pendidikan agama dapat dikatakan berhasil
apabila memenuhi tiga aspek, yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Dalam penyampain Pendidikan Agama tidak terlepas pula dari suatu proses, yang
disebut dengan proses belajar mengajar atau proses pendidikan. Oleh karena itu
menggunakan media dalam penyampaian pendidikan agama ini mutlak diperlukan
dan guru agama harus bisa dan mampu memilih dan menggunakan media
pembelajaran yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai agar anak
memperoleh hasil yang bagus.
Salah satu prinsip penggunaan media pembelajaran di SMA Dharma
Wanita 4 Sidoarjo bahwa dalam penggunaan media siswa harus dipersiapkan dan
diperlakukan sebagai peserta yang aktif serta harus ikut bertanggung jawab
selama kegiatan pembelajaran, merupakan upaya dalam menimbulkan motivasi
dalam bentuk menimbulkan atau menggugah minat siswa agar mau belajar,
mengikat perhatian sisawa agar senantiasa terikat kepada kegiatan belajar
mengajar.
Sehubungan dengan uraian diatas maka penulis mencoba mengangkat
tentang Penggunaan Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Motivasi Belajar
Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Dharma Wanita 4
Kecamatan Taman Sidoarjo. Dalam hal ini penulis ingin membuktikan sebesar
apakah pengaruh media terhadap motivasi belajar siswa.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media di SMA
Dharma Wanita 4 bukan hanya sekedar upaya membantu guru dalam mengajar,
tapi lebih daripada itu sebagai usaha yang ditujukan untuk memudahkan siswa
12
dalam mempelajari pengajaran agama. Sehingga dalam hal ini penulis menulis
tentang “Pengaruh Pemanfaatan Media Pembelajaran untuk Meningkatkan
Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di
Sekolah Menengah Atas Dharma Wanita 4 Kec. Taman Kota Sidoarjo”
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat diambil rumusan masalah
sebagai berikut:
1. Bagaimana penggunaan media pembelajaran untuk meningkatkan motivasi
belajar siswa pada mata pelajaran PAI di Sekolah Menengah Atas Dharma
Wanita 4 Kec. Taman Kota Sidoarjo?
2. Bagaimana kendala penggunaan media pembelajaran untuk meningkatkan
motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di Sekolah Menengah Atas
Dharma Wanita 4 Kec. Taman Kota Sidoarjo?
3. Bagaimana mengatasi kendala penggunaan media pembelajaran untuk
meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di Sekolah
Menengah Atas Dharma Wanita 4 Kec. Taman Kota Sidoarjo?
C. Tujuan Penelitian
Ditinjau dari rumusan masalah, maka tujuan yang hendak dicapai dalam
penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui penggunaan media pembelajaran terhadap motivasi
belajar siswa pada mata pelajaran PAI di Sekolah Menengah Atas Dharma
Wanita 4 Kec. Taman Kota Sidoarjo.
13
2. Untuk mengetahui kendala penggunaan media pembelajaran dalam
meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di Sekolah
Menengah Atas Dharma Wanita 4 Kec. Taman Kota Sidoarjo.
3. Untuk mengetahui bagaimana mengatasi kendala penggunaan media
pembelajaran dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata
pelajaran PAI di Sekolah Menengah Atas Dharma Wanita 4 Kec. Taman
Kota Sidoarjo.
D. Kegunaan Penelitian
Hasil dari penelitian ini, diharapkan memiliki kegunaan sebagai berikut :
1. Bagi Peneliti dapat menambah wawasan baru dalam bidang Pendidikan.
Sehingga ketika sudah terjun kelapangan dapat mengaplikasikan
pengetahuan dan wawasan yang telah diperoleh selama penelitian guna
mengefektifkan proses pembelajaran Pendidikan agama islam.
2. Bagi Sekolah hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan agar fasilitas
yang menunjang proses pembelajaran dapat lebih diperhatikan demi
kelangsungan kegiatan proses belajar mengajar yang sekaligus dapat
mencapai hasil yang optimal selama pelaksanaan pembelajaran Pendidikan
agama islam
3. Bagi lembaga UNMUSA dapat memberikan kontribusi pemikiran dalam
upaya meningkatkan minat belajar mahasiswa dalam mempelajari
pendidikan agama Islam
14
E. Penelitian Terdahulu
Peningkatan motivasi Siswa di Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum
dan Madrasah Bi’rul Ulum, oleh Khoiron Rochmad, NIM : 2001.1.79.011,
hasil penelitian ini adalah upaya dalam pengembanangan di Madrasah
Tsanawiyah Darul Ulum dan Madrasah Bi’rul Ulum mutlak dilakukan. Salah
satunya adalah dengan memberikan kesempatan dan dorongan kepada Siswa
untuk melanjutkan studinya yang lebih tinggi, mengikuti seminar, diklat atau
kursus yang dapat meningkatkan Motivasi Siswa.
Kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan Motivasi Siswa
di SMU Bina Bangsa Surabaya, oleh : Drs. H. Askuri, NIM : 2001.1.79.0036,
penelitian ini mengungkap upaya kepala sekolah dalam meningkatkan
motivasi siswa dalam belajar di kelas. Hasil kesimpulan bahwa peningkatan
motivasi siswa dipengaruhi oleh dedikasi loyalitas dan motivasi kepala
sekolah dan guru terhadap siswa.
Pengaruh penggunaan media pembelajaran VCD dan media cetak
terhadap prestasi belajar Biolagi ditinjau dari motivasi belajar siswa SMP
kelas VIII di SMP Negeri 1 Kabupaten Banjamegara, oleh Tri Retno
Herminingsih, NIM : S8105036, hasil Peneliti ini adalah Dapat memperkuat
teori media pembelajaran dan teori – teori mengenai motivasi belajar.
Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Komputer Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPA Kelas VIII MTs NU Hasyim
Asy’ari 03 Honggosoco Jekulo Kabupaten Kudus, oleh M. Kafit, NIM.
S.810908327, hasil peneliti ini adalah dengan menggunakan media
15
pembelajaran komputer siswa lebih tertarik, dan lebih termotivasi, selain itu
dengan menggunakan media pembelajaran komputer siswa yang lamban
dalam daya penerimaannya dapat menyesuaikan diri, dengan adanya program
pembelajaran interaktif, siswa dapat mengerjakan soal-saol latihan tanpa
tergantung pada guru, dengan media pembelajaran komputer.
Yang membedakan penelitian ini dengan penelitian – penelitian sebelumnya
adalah obyek penelitian, peneliti perlu mengangkat lebih mendalam tentang
“Pengaruh Pemanfaatan Media Pembelajaran terhadap Motivasi Siswa pada
Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Atas
Dharma Wanita 4 Kec. Taman Kota Sidoarjo” sehingga dapat mencapai
tujuan yang diharapkan.