0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan15 halaman

Peran Media Pembelajaran dalam Pendidikan Islam

Dokumen ini membahas pentingnya pendidikan Islam sebagai proses transformasi pengetahuan yang bertujuan membentuk pribadi Muslim seutuhnya. Penekanan pada media pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar di SMA Dharma Wanita 4 Sidoarjo menunjukkan bahwa penggunaan media yang tepat dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Selain itu, dokumen ini juga menyoroti perlunya interaksi antara pengalaman baru dan pengalaman sebelumnya untuk mencapai perubahan sikap dan perilaku siswa.

Diunggah oleh

Sumi Ati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan15 halaman

Peran Media Pembelajaran dalam Pendidikan Islam

Dokumen ini membahas pentingnya pendidikan Islam sebagai proses transformasi pengetahuan yang bertujuan membentuk pribadi Muslim seutuhnya. Penekanan pada media pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar di SMA Dharma Wanita 4 Sidoarjo menunjukkan bahwa penggunaan media yang tepat dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran. Selain itu, dokumen ini juga menyoroti perlunya interaksi antara pengalaman baru dan pengalaman sebelumnya untuk mencapai perubahan sikap dan perilaku siswa.

Diunggah oleh

Sumi Ati
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan pada dasarnya adalah sebuah proses transformasi pengetahuan

menuju arah perbaikan, penguatan dan penyempurnaan semua potensi manusia.

Oleh karena itu, pendidikan tidak mengenal ruang dan waktu, ia tidak dibatasi

oleh tebalnya tembok sekolah dan juga sempitnya waktu belajar di kelas.

Pendidikan berlangsung sepanjang hayat dan bisa dilakukan di mana saja dan

kapan saja manusia mau dan mampu melaukan proses kependidikan.

Dalam perspektif islam, proses pendidikan sering dikaitkan dengan proses

mencari ilmu yang dilakukan oleh manusia. Ilmu sebagai produk dari proses

pendidikan merupakan sarana untuk mengungkapkan, mengatasi, menyelesaikan

dan menjawab berbagai problematika yang sedang dihadapi dan yang akan

dihadapi oleh manusia.

Pendidikan Islam ialah pendidikan yang bertujuan untuk membentuk pribadi

Muslim seutuhnya, mengembangkan seluruh potensi manusia baik yang

berbentuk jasmaniah maupun rohaniah, menumbuh suburkan hubungan yang

harmonis setiap pribadi dengan Allah, manusia, dan alam semesta. Agar

terlaksana tujuan tersebut, maka manusia mesti memiliki dua syarat pokok pula.

Yaitu Keilmuan dan memiliki moral dan akhlak1.

Jadi pada dasarnya tujuan pendidikan Islam adalah untuk membentuk peserta

didik yang berakhlaq mulia, sebagai wujud keimanannya kepada Allah SWT dan

1
Dauly,Haidar Putra, Pendidikan Islam dalam Mencerdaskan Bangsa( Jakarta: Rineka Cipta,
2012),4.
2

wujud kepatuhannya terhadap syariat Islam. Kemudian ada dua fungsi pendidikan

Islam. Pertama, Pendidikan Islam sebagai media untuk mewariskan dan

mempertahankan budaya dan cita-cita masyarakat Islam. Kedua, pendidikan Islam

berfungsi sebagai aktivitas pendidikan untuk membekali peserta didik dengan

ipteks yang sesuai dengan ajaran Islam sebagai bekal untuk menghadapi masa

sekarang dan masa yang akan datang2

Masalah pendidikan dan pengajaran merupakan masalah yang cukup

kompleks dimana guru merupakan komponen yang sangat penting dalam kegiatan

pembelajaran. Tugas guru adalah menyampaikan materi pelajaran kepada siswa

melalui interaksi komunikasi dalam proses belajar mengajar yang dilakukannya.

Keberhasilan guru dalam menyampaikan materi sangat tergantung pada

kelancaran interaksi komunikasi antara guru dan siswanya. Ketidak lancaran

dalam komunikasi membawa akibat terhadap pesan atau meteri yang disampaikan

oleh guru.3

Dalam kegiatan belajar- mengajar guru berusaha menyampaikan sesuatu

yang hal yang disebut “pesan”. Sebaliknya, dalam kegiatan belajar siswa juga

berusaha memperoleh sesuatu hal. Pesan atau sesuatu hal tersebut dapat berupa

pengetahuan, wawasan, keterampilan, atau isiajaran yang lain seperti kesenian,

kesusilaan, dan agama.

Karena pada hakekatnya proses belajar –mengajar adalah suatu proses

komunikasi antara guru dan siswanya, proses komunikasi ini diwujudkan melalui

2
Novan Ardy Wiyani, Pendidikan Agama Islam Berbasis Pendidikan Karakter (Bandung:
Alfabet, 2013),122.
3
Asnawir dan Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), 1.
3

penyampain dan tukar menukar pesan dan informasi antara guru dan siswanya.

Agar pesan atau informasi bisa diserap dan mudah dipahami oleh siswa, maka

diperlukan sarana atau alat komunikasi. Adapun sarana atau alat yang digunakan

untuk memperlancar komonikasi dalam proses belajar mengajar disebut Media

pembelajaran.

Siswa yang belajar akan mengalami perubahan. Bila sebelum belajar,

kemampuannya hanya 35% misalnya, maka setelah belajar selama lima bulan

akan menjadi 100%. Hasil belajar tersebut meningkatkan kemampuan mental.

Pada umumnya hasil belajar tersebut meliputi ranah-ranah kognitif, afektif, dan

psikomotorik.

Kemampuan yang akan dicapai dalam pembelajaran adalah tujuan

pembelajaran. Ada kesenjangan antara kemampuan pra-belajar dengan

kemampuan yang akan dicapai. Kesenjangan tersebut dapat diatasi berkat belajar

bahan ajar tertentu4

Perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi semakin mendorong

upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil tekhnologi dalam

proses belajar.

Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh

sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan

perkembangan dan tuntutan zaman5.

Media pembelajaran merupakan salah satu unsur yang amat penting dalam

proses belajar mengajar, karena dapat dimuati pesan yang akan disampaikan

4
Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran (Jakarta:PT Rineka Cipta, 2006), 174.
5
Arsyad Azhar, Media Pembelajaran(Jakarta:Rajawali Pers, 2010), 2.
4

kepada siswa baik berupa alat ataupun bahan ajar. Selain itu media pembelajaran

merupakan salah satu cara untuk memotivasi dan berkomonikasi dengan siswa

agar lebih efektif semangat dan antusias dalam kegiatan bealajar dan

pembelajaran. Oleh karena itu penggunaan media pembelajaran sangat diperlukan.

Pembelajaran yang efektif memerlukan perencanaan yang baik. Media

yang akan digunakan dalam proses pembelajaran itu juga memerlukan

perencanaan yan baik. Meskipun demikian, kenyataan di lapangan menunjukkan

bahwa seorang guru memilih salah satu media dalam kegiatannya di kelas atas

dasar pertimbangan antara lain: (a) ia merasa sudah akrab dengan media itu-papan

tulis atau proyektor, (b) ia merasa bahwa media yang dipilihnya dapat

menggambarkan dengan lebih baik dari pada dirinya sendiri – misalnya diagram

pada flip chart, atau (c) media yang dipilihnya dapat menarik minat dan perhatian

siswa, serta menuntunnya pada penyajian yang lebih terstruktur dan terorganisasi.

Pertimbangan ini diharapkan oleh guru dapat memenuhi kebutuhannya dalam

mencapai tujuan yang telah ia tetapkan.6

Pada umumnya kedudukan Media Pembelajaran berfungsi sebagai alat

perantara atau alat pengatur pesan dalam kegiatan pembelajaran yaitu

memberikan stimulus kepada siswa agar siswa dapat memahami materi yang

disampaikan guru, dari konsep-konsep yang masih abstrak menjadi gambaran

yang lebih konkrit. Sikap dan perilaku seseorang akan mengalami perubahan.

Perubahan, setelah mereka mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru.

Penggunaan media dalam pembelajaran PAI akan membantu siswa memperoleh

6
Azhar Arsyad, Media Pembelajaran(Jakarta: PT RajaGrafindo Persada,2014), 67.
5

pengetahuan dan pengalaman baru lewat materi yang disampaikan oleh guru

dibandingkan dengan jika guru hanya melakukan pendekatan verbal. 7

Penggunaan media pembelajaran sebagai salah satu sumber belajar yang

digunakan secara sistematis dalam kegiatan pembelajaran akan dapat memberikan

interaksi antara pengalaman baru dan pengalaman sebelumnya, sehingga terjadi

perubahan tingkah laku pada diri siswa.

Semakin sadarnya orang akan pentingnya media yang membantu

pembelajaran sudah mulai dirasakan. Pengelolaan alat bantu pembelajaran sudah

sangat dibutuhkan. Bahkan pertumbuhan ini bersifat gradual. Metamorfosis dari

perpustakaan yang menekankan pada penyediaan media cetak, menjadi

permintaan dan pemberian layanan secara multi sensori dari beragamnya

kemampuan individu untuk menyerap informasi, menjadikan pelayanan yang

diberikan mutlak wajib bervariatif dan secara luas. Selain itu, dengan semakin

meluasnya kemajuan di bidang komunikasi dan teknologi, serta diketemukannya

dinamika proses belajar, maka pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran

semakin menuntut dan memperoleh media pendidikan yang bervariasi secara luas

pula. Karena memang belajar adalah proses internal dalam diri manusia maka

guru bukanlah merupakan satu-satunya sumber belajar, namun merupakan salah

satu komponen dari sumber belajar yang disebut orang.8 Proses komunikasi

tersebut selalu mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman dan

majunya ilmu pengetahuan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

7
Muhaimin,dkk, Paradigma Pendidikan Islam Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di
Sekolah (Bandung: PT Rosdakarya, 2002), 200.
8
Supriyanto, Teknologi Pendidikan (http:[Link], diakses 2 Oktober 2006).
6

semakin mendorong upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil teknologi

dalam kegiatan pembelajaran. Dua unsur penting dalam pembelajaran adalah

metode mengajar dan media pengajaran.

Kedua aspek ini saling berkaitan dalam menunjang keberhasilan proses

belajar mengajar. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan

mempengaruhi jenis media pengajaran yang sesuai, meskipun masih ada beberapa

aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan

pengajaran, jenis tugas, dan respon yang diharapkan siswa setelah pengajaran

berlangsung dan konteks pembelajaran termasuk karakteristik siswa. Meskipun

demikian dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pengajaran adalah

sebagai salah satu alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi

dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru. Hamalik

mengemukakan bahwa pemakaian media pengajaran dalam proses belajar

mengajar dapat membangkitan keingintahuan dan minat baru bagi siswa, serta

membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar mengajar dan bahkan

membawa pengaruh psikologis terhadap siswa.9 Yunus dalam bukunya

Attarbiyatu watta’liim mengungkapkan bahwasannya media pembelajaran paling

besar pengaruhnya bagi indera dan lebih dapat menjamin pemahaman. Orang

yang mendengarkan saja tidaklah sama tingkat pemahamannya dan lamanya

bertahan apa yang dipahaminya dibandingkan dengan mereka yang melihat, atau

melihat dan mendengarkannya.

9
Azhar Arsyad, Media Pembelajaran (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2013), 15.
7

Lebih jauh lagi kemampuan intelektual dari masing-masing siswa berbeda-

beda. Sebagian siswa bisa belajar secara mandiri dengan cara mendengar,

membaca, melihat, menonton video, mengikuti demonstrasi keahlian tertentu dsb.

Sendiri tanpa orang lain membantunya, Namun sebagian lainnya siswa perlu

berinteraksi/ berkolaborasi dengan lingkungan belajar lainnya seperti dengan

teman-teman lainnya, guru, lingkungan kelas, sekolah dan bahkan perlu bekerja

sama dalam suatu kelompok kerja.10

Disamping itu, hadirnya media pembelajaran sebagai salah satu komponen

dalam proses belajar mengajar amat diperlukan, mengingat bahwa kedudukan

media ini bukan hanya sekedar alat bantu mengajar, tapi merupakan bagian

integral dalam pembelajaran. Selain dapat menggantikan sebagian tugas guru

sebagai penyaji materi (penyalur pesan) media juga memiliki potensi-potensi yang

unik, yang dapat membantu siswa dalam belajar.

Dalam proses pembelajaran PAI di SMA Dharma Wanita 4 Sidoarjo,

kehadiran media memiliki arti yang sangat penting. Mengingat selama ini hasil

dari pembelajaran PAI dinilai masih kurang. Karena para guru kurang

memperhatikan komponen-komponen lain yang dapat membantu proses

pembelajaran, diantaranya metode mengajar yang digunakan masih monoton,

tanpa menggunakan media yang dapat memberikan gambaran lebih konkrit

tentang materi yang disampaikan. Sehingga seringkali tujuan dari pembelajaran

belum bisa tercapai dengan maksimal. Mengenai pentingnya penggunaan media,

dalam agama Islam sudah tidak asing lagi, karena merupakan sarana untuk

10
Endarta, Pembelajaran Berpusat pada Siswa (http:[Link], diakses 20 Juni
2017).
8

menyampaikan ajaran Allah. Sebagaimana yang dicontohkan nabi Muhammad

SAW dalam menanamkan ajaran agama dengan menggunakan media yang tepat

yakni melalui media perbuatan nabi sendiri dengan jalan memberi contoh kedaan

yang baik dan selalu menunjukkan sifat-sifat terpuji, sebagaimana yang

diungkapkan dalam Al-Qur'an surat al-Ahzab: 21:

Artinya: Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang

baik bagi kamu (yaitu) orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan

(kedatangan) hari kiamat dan dia banyak mengingat Allah.11

Dalam pendidikan Islam , nilai-nilai Alquran merupakan elemen dasar

dalam kurikulum dan lembaga pendidikan, tidak boleh tidak, harus prihatin

membawa anak didiknya sesuai dengan nilai-nilai Quran tersebut, praktek-praktek

harus dilakukan opel para pendidik dan pertimbangan-pertimbangan nilai tidak

dapat terbatasidengan penelitian-penelitian ilmiah.12

Media Pembelajaran membawa dan membangkitkan rasa senang dan

gembira bagi murid-murid dan memperbaruhi semangat mereka, membantu

memantapkan pengetahuan pada benak para siswa serta menghidupkan pelajaran.

Hamalik mengemukakan bahwa pemakaian media pengajar dalam proses belajar

mengajar membangkitkan kemajuan dan minat yang baru, membangkitkan

11
Al-Qur'an dan terjemahnya (Surabaya: Penerbit Mahkota, 1989), 210.
12
Abdurrahman Saleh Abdullah, Teori-teori Pendidikan Berdasarkan Al-Quran (Jakarta:Rineka
Cipta, 2007), 22.
9

motivasi dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh

psikologis terhadap siswa.13

Dari pernyataan diatas semakin jelas bahwa penggunaan media

pembelajaran di SMA Dharma Wanita 4 Sidoarjo pada tahap orientasi pengajaran

akan sangat membantu keefektifan proses pembelajaran dan penyampaian pesan

serta isi materi pelajaran pada saat itu.

Dalam proses pendidikan di SMA Dharma Wanita 4 Sidoarjo banyak sekali

media yang digunakan seperti media garafis, media audio, media visual dan masih

banyak lagi. Sedangkan landasan penggunaan media menurut Mahfud

Shalahuddin ada beberapa landasan penggunaan media yaitu dasar religius, dasar

psikologis, dan dasar teknologis.

Pemerolehan pengetahuan dan keterampilan, perubahan-perubahan sikap

dan perilaku dapat terjadi karena interaksi antara pengalaman baru dengan

pengalama yang pernah dialami sebelumnya. Menurut Bruner (1996:10-11) ada

tiga tingkatan utama modus belajar, yaitu pengalaman langsung (enactive),

pengalaman pictorial/ gambar (iconic), dan pengalaman abstract (symbolic).14

Untuk pemilihan kriteria media menurut Arif S. Sadiman dalam bukunya

Media Pendidikan yaitu "Faktor yang perlu dipertimbngkan dalam pemilihan

media adalah tujuan instruksional yang ingin dicapai, karakteristik siswa, jenis

rangsangan belajar yang diinginkan, keadaan latar belakang dan lingkungan

siswa, situasi kondisi tempat dan luas jangkauan yang ingin dilayani. Faktor-

13
Azhar Arsyad, Media Pembelajaran (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2013), 15.
14
Azhar Arsyad, Media Pembelajaran (Jakarta : PT RajaGrafindo Persada, 2009),7.
10

faktor tersebut pada akhirnya harus diterjemahkan dalam norma / kriteria

keputusan pemilihan".15

Media pembelajaran pendidikan agama Islam di SMA Dharma Wanita 4

Sidoarjo dapat digunakan untuk peningkatan interaksi belajar mengajar. Oleh

karena itu harus diperhatikan prinsip-prinsip penggunaannya. Dan penggunaan

media pembelajaran ini juga harus bermanfaat bagi peserta didik khususnya dan

pendidik karena keduanya akan mendapat pengetahuan yang baru.

Dalam menyampaikan pesan pendidikan agama diperlukan media

pembelajaran. Media pembelajaran pendidiakan agama adalah

pengantar/perantara pesan guru kepada penerima pesan yaitu siswa. Media

pengajaran ini sangat diperlukan dalam merangsang pikiran, perasaan, perhatian

dan minat serta perhatian sehingga terjadi proses belajar mengajar serta dapat

memperlancar penyampaian pendidikan agama islam.

Media Pembelajaran menurut Kemp & Dayton dapat memenuh tiga fungsi

utama apabila media itu digunakan untuk perorangan, kelompok, atau kelompok

pendengar yang besar jumlahnya, yaitu: (1) memotivasi minat atau tindakan, (2)

menyajikan informasi, dan (3) memberi intruksi. Untuk memenuhi fungsi

motivasi, media pembelajaran dapat direalisasikan dengan teknik drama atau

hiburan. Hasil yang diharapkan adalah melahirkan minat dan merangsang para

siswa.

Pendidikan Agama merupakan bidang studi yang harus diajarkan di sekolah

formal mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi, dalam hal ini termasuk

15
Arief S. Sadiman, dkk. Media pendidikan (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 1986), 83- 84.
11

di SMA Dharma Wanita 4 Sidoarjo. Pendidikan agama dapat dikatakan berhasil

apabila memenuhi tiga aspek, yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Dalam penyampain Pendidikan Agama tidak terlepas pula dari suatu proses, yang

disebut dengan proses belajar mengajar atau proses pendidikan. Oleh karena itu

menggunakan media dalam penyampaian pendidikan agama ini mutlak diperlukan

dan guru agama harus bisa dan mampu memilih dan menggunakan media

pembelajaran yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai agar anak

memperoleh hasil yang bagus.

Salah satu prinsip penggunaan media pembelajaran di SMA Dharma

Wanita 4 Sidoarjo bahwa dalam penggunaan media siswa harus dipersiapkan dan

diperlakukan sebagai peserta yang aktif serta harus ikut bertanggung jawab

selama kegiatan pembelajaran, merupakan upaya dalam menimbulkan motivasi

dalam bentuk menimbulkan atau menggugah minat siswa agar mau belajar,

mengikat perhatian sisawa agar senantiasa terikat kepada kegiatan belajar

mengajar.

Sehubungan dengan uraian diatas maka penulis mencoba mengangkat

tentang Penggunaan Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Motivasi Belajar

Siswa dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Dharma Wanita 4

Kecamatan Taman Sidoarjo. Dalam hal ini penulis ingin membuktikan sebesar

apakah pengaruh media terhadap motivasi belajar siswa.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media di SMA

Dharma Wanita 4 bukan hanya sekedar upaya membantu guru dalam mengajar,

tapi lebih daripada itu sebagai usaha yang ditujukan untuk memudahkan siswa
12

dalam mempelajari pengajaran agama. Sehingga dalam hal ini penulis menulis

tentang “Pengaruh Pemanfaatan Media Pembelajaran untuk Meningkatkan

Motivasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di

Sekolah Menengah Atas Dharma Wanita 4 Kec. Taman Kota Sidoarjo”

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat diambil rumusan masalah

sebagai berikut:

1. Bagaimana penggunaan media pembelajaran untuk meningkatkan motivasi

belajar siswa pada mata pelajaran PAI di Sekolah Menengah Atas Dharma

Wanita 4 Kec. Taman Kota Sidoarjo?

2. Bagaimana kendala penggunaan media pembelajaran untuk meningkatkan

motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di Sekolah Menengah Atas

Dharma Wanita 4 Kec. Taman Kota Sidoarjo?

3. Bagaimana mengatasi kendala penggunaan media pembelajaran untuk

meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di Sekolah

Menengah Atas Dharma Wanita 4 Kec. Taman Kota Sidoarjo?

C. Tujuan Penelitian

Ditinjau dari rumusan masalah, maka tujuan yang hendak dicapai dalam

penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui penggunaan media pembelajaran terhadap motivasi

belajar siswa pada mata pelajaran PAI di Sekolah Menengah Atas Dharma

Wanita 4 Kec. Taman Kota Sidoarjo.


13

2. Untuk mengetahui kendala penggunaan media pembelajaran dalam

meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI di Sekolah

Menengah Atas Dharma Wanita 4 Kec. Taman Kota Sidoarjo.

3. Untuk mengetahui bagaimana mengatasi kendala penggunaan media

pembelajaran dalam meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata

pelajaran PAI di Sekolah Menengah Atas Dharma Wanita 4 Kec. Taman

Kota Sidoarjo.

D. Kegunaan Penelitian

Hasil dari penelitian ini, diharapkan memiliki kegunaan sebagai berikut :

1. Bagi Peneliti dapat menambah wawasan baru dalam bidang Pendidikan.

Sehingga ketika sudah terjun kelapangan dapat mengaplikasikan

pengetahuan dan wawasan yang telah diperoleh selama penelitian guna

mengefektifkan proses pembelajaran Pendidikan agama islam.

2. Bagi Sekolah hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan agar fasilitas

yang menunjang proses pembelajaran dapat lebih diperhatikan demi

kelangsungan kegiatan proses belajar mengajar yang sekaligus dapat

mencapai hasil yang optimal selama pelaksanaan pembelajaran Pendidikan

agama islam

3. Bagi lembaga UNMUSA dapat memberikan kontribusi pemikiran dalam

upaya meningkatkan minat belajar mahasiswa dalam mempelajari

pendidikan agama Islam


14

E. Penelitian Terdahulu

Peningkatan motivasi Siswa di Madrasah Tsanawiyah Darul Ulum

dan Madrasah Bi’rul Ulum, oleh Khoiron Rochmad, NIM : 2001.1.79.011,

hasil penelitian ini adalah upaya dalam pengembanangan di Madrasah

Tsanawiyah Darul Ulum dan Madrasah Bi’rul Ulum mutlak dilakukan. Salah

satunya adalah dengan memberikan kesempatan dan dorongan kepada Siswa

untuk melanjutkan studinya yang lebih tinggi, mengikuti seminar, diklat atau

kursus yang dapat meningkatkan Motivasi Siswa.

Kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan Motivasi Siswa

di SMU Bina Bangsa Surabaya, oleh : Drs. H. Askuri, NIM : 2001.1.79.0036,

penelitian ini mengungkap upaya kepala sekolah dalam meningkatkan

motivasi siswa dalam belajar di kelas. Hasil kesimpulan bahwa peningkatan

motivasi siswa dipengaruhi oleh dedikasi loyalitas dan motivasi kepala

sekolah dan guru terhadap siswa.

Pengaruh penggunaan media pembelajaran VCD dan media cetak

terhadap prestasi belajar Biolagi ditinjau dari motivasi belajar siswa SMP

kelas VIII di SMP Negeri 1 Kabupaten Banjamegara, oleh Tri Retno

Herminingsih, NIM : S8105036, hasil Peneliti ini adalah Dapat memperkuat

teori media pembelajaran dan teori – teori mengenai motivasi belajar.

Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran Komputer Untuk

Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPA Kelas VIII MTs NU Hasyim

Asy’ari 03 Honggosoco Jekulo Kabupaten Kudus, oleh M. Kafit, NIM.

S.810908327, hasil peneliti ini adalah dengan menggunakan media


15

pembelajaran komputer siswa lebih tertarik, dan lebih termotivasi, selain itu

dengan menggunakan media pembelajaran komputer siswa yang lamban

dalam daya penerimaannya dapat menyesuaikan diri, dengan adanya program

pembelajaran interaktif, siswa dapat mengerjakan soal-saol latihan tanpa

tergantung pada guru, dengan media pembelajaran komputer.

Yang membedakan penelitian ini dengan penelitian – penelitian sebelumnya

adalah obyek penelitian, peneliti perlu mengangkat lebih mendalam tentang

“Pengaruh Pemanfaatan Media Pembelajaran terhadap Motivasi Siswa pada

Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Atas

Dharma Wanita 4 Kec. Taman Kota Sidoarjo” sehingga dapat mencapai

tujuan yang diharapkan.

Anda mungkin juga menyukai