-1-
SALINAN
LAMPIRAN III
KEPUTUSAN KEPALA BADAN STANDAR,
KURIKULUM, DAN ASESMEN PENDIDIKAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN,
RISET, DAN TEKNOLOGI
NOMOR 033/H/KR/2022
TENTANG
CAPAIAN PEMBELAJARAN PADA PENDIDIKAN
ANAK USIA DINI, JENJANG PENDIDIKAN
DASAR, DAN JENJANG PENDIDIKAN
MENENGAH PADA KURIKULUM MERDEKA
CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN KELOMPOK KEJURUAN
UNTUK SMK/MAK PADA KURIKULUM MERDEKA
Capaian Pembelajaran untuk semua mata pelajaran dalam kelompok umum,
mata pelajaran Matematika, mata pelajaran Bahasa Inggris, dan mata
pelajaran Informatika dalam kelompok kejuruan untuk SMK/MAK mengacu
pada Capaian Pembelajaran untuk SMA/MAK. Adapun Capaian Pembelajaran
mata pelajaran dalam kelompok kejuruan lainnya sebagai berikut.
1. CAPAIAN PEMBELAJARAN PROJEK ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN
SOSIAL
A. Rasional
Ilmu adalah terjemahan dari science (sains). Kata Sains diambil dari
bahasa latin yaitu “Scientia“, secara etimologi (bahasa) kata sains
memiliki arti “Pengetahuan”, dalam hal ini pengetahuan yang
diperoleh melalui pembelajaran dan pembuktian atau pengetahuan
yang melingkupi suatu kebenaran umum dari hukum-hukum alam
yang terjadi, didapatkan dan dibuktikan melalui metode ilmiah.
Ilmu (pengetahuan ilmiah/keilmuan) adalah pengetahuan yang
tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan
pemikiran, dapat ditelaah dengan kritis oleh setiap orang yang ingin
mengetahuinya.
-2-
Mata pelajaran Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial berfungsi
untuk membekali peserta didik agar mampu menyelesaikan
permasalahan di kehidupan nyata pada abad 21 ini yang berkaitan
dengan fenomena alam dan sosial di sekitarnya secara ilmiah dengan
menerapkan konsep sains. Atau dengan kata lain, setelah
mempelajari mata pelajaran Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan
Sosial, peserta didik dapat memperoleh kecakapan untuk mengambil
keputusan yang tepat secara ilmiah agar dapat hidup lebih nyaman,
lebih sehat, dan lebih baik.
Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial meliputi integrasi antara
social sciences dan natural sciences menjadi kunci keberhasilan dalam
proses pembelajaran. Segala aspek kehidupan bersosial dalam
kebhinekaan, keberagaman agama, dan saling bergotong royong
tercakup dalam social sciences. Adapun interaksi antara manusia
dengan alam, serta melihat berbagai fenomena yang terjadi dengan
alam, mampu dijelaskan secara logis dan ilmiah dengan natural
science. Sehingga melalui integrasi keduanya (social science dan
natural science), kita mampu memanfaatkan kekayaan sumber daya
alam dengan arif dan bijaksana.
Permasalahan yang melibatkan aspek manusia dengan manusia
lainnya dan manusia dengan alam, terjadi akibat kurangnya
kesadarpahaman akan sains. Kita sebagai makhluk sosial tidak hanya
membutuhkan manusia lain dalam masyarakat, tetapi juga sangat
bergantung dengan alam. Oleh karena itu sains hadir untuk
memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan fenomena alam
dan sosial di sekitar secara ilmiah. Pada akhirnya peserta didik
setelah mempelajari mata pelajaran sains dapat memperoleh
kecakapan untuk mengambil keputusan yang tepat secara ilmiah agar
dapat hidup lebih nyaman, lebih sehat, dan lebih baik.
B. Tujuan
Mata pelajaran Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial bertujuan
untuk membekali peserta didik dengan dasar-dasar pengetahuan,
keterampilan, dan sikap (hardskill dan softskill), diantaranya:
1. menerapkan pola pikir, perilaku, dan membangun karakter
peserta didik untuk peduli dan bertanggung jawab terhadap
dirinya, masyarakat, dan alam semesta, serta permasalahan yang
-3-
dihadapi;
2. mampu menelaah manfaat potensial dan risiko dari penggunaan
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial;
3. mampu membuat keputusan yang lebih berdasar dengan
menggunakan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial serta teknologi;
dan
4. mampu menemukan solusi dari masalah yang dihadapi melalui
sains baik masalah individu maupun masyarakat.
C. Karakteristik
Mata pelajaran Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial memiliki
objek kajian berupa benda konkret dan non konkret yang terdapat di
alam dan dikembangkan berdasarkan pengalaman empirik, yaitu
pengalaman nyata yang dirasakan oleh setiap orang dan memiliki
langkah-langkah sistematis serta menggunakan cara berpikir yang
logis dan ilmiah.
Goodman dan Stivers (2010) mendefinisikan Project Based Learning
(PjBL) sebagai pendekatan pengajaran yang dibangun di atas
kegiatan pembelajaran dan tugas nyata yang memberikan tantangan
bagi peserta didik yang terkait dengan kehidupan sehari-hari untuk
dipecahkan secara berkelompok.
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial dikemas dalam
bentuk projek (project-based learning) yang mengintegrasikan
beberapa elemen konten/materi. Tiap projek dilaksanakan untuk
mencapai elemen kompetensi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial
yang terdiri dari tiga elemen dan dikontekskan dengan karakteristik
masing- masing bidang keahlian.
Pada elemen mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial
tersebut tercakup 7 (tujuh) aspek, yaitu: makhluk hidup dan
lingkungannya; zat dan perubahannya; energi dan perubahannya;
bumi dan antariksa; keruangan dan konektivitas antar ruang dan
waktu; interaksi, komunikasi, sosialisasi, institusi sosial dan
dinamika sosial; serta perilaku ekonomi dan kesejahteraan.
Pembelajaran yang dilaksanakan pada mata pelajaran Ilmu
Pengetahuan Alam dan Sosial berbasis projek.
-4-
Pada model PjBL peserta didik tidak hanya memahami konten, tetapi
juga menumbuhkan keterampilan pada peserta didik bagaimana
berperan di masyarakat. Keterampilan yang ditumbuhkan dalam PjBl
diantaranya keterampilan komunikasi dan presentasi, keterampilan
manajemen organisasi dan waktu, keterampilan penelitian dan
penyelidikan, keterampilan penilaian diri dan refleksi, partisipasi
kelompok dan kepemimpinan, dan pemikiran kritis.
Penilaian kinerja pada PjBL dapat dilakukan secara individual atau
kelompok dengan memperhitungkan proses dan kualitas produk
yang dihasilkan, kedalaman pemahaman konten yang ditunjukkan,
dan kontribusi yang diberikan pada proses realisasi projek yang
sedang berlangsung. PjBL juga memungkinkan Peserta didik untuk
merefleksikan ide dan pendapat mereka sendiri, dan membuat
keputusan yang mempengaruhi hasil projek dan proses pembelajaran
secara umum, dan mempresentasikan hasil akhir produk.
Berikut adalah aspek IPAS dan deskripsinya pada semua bidang
keahlian.
Aspek IPAS Deskripsi
Makhluk hidup dan Aspek ini meliputi keterkaitan antara makhluk hidup
lingkungannya yang terdiri dari manusia, tumbuhan dan hewan yang
saling bergantung kepada lingkungannya baik berupa
tanah, air, energi. Hubungan makhluk hidup dan
lingkungannya dapat digambarkan sebagai individu -
populasi - komunitas - ekosistem - biosfer.
Pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup.
Zat dan Aspek ini meliputi jenis dan sifat zat yang dibedakan
Perubahannya secara kimia dan fisika, ciri-ciri dari perubahan zat
secara fisika, kimia dan biologi, serta unsur senyawa
campuran. Berbagai jenis zat dapat dibedakan dari sifat
dan perubahan secara fisika dan kimia. Zat dapat
tersusun atas unsur, senyawa dan campuran yang
dalam kehidupan sehari-hari dapat ditinjau secara
perspektif ekonomi kreatif dan sosial.
Energi dan Aspek ini meliputi dasar-dasar besaran dan
Perubahannya pengukuran, energi dan perubahannya berkaitan
dengan segala sesuatu yang mampu membuat sebuah
benda untuk melakukan sebuah usaha dan bentuk.
Energi dan perubahannya mencakup perubahan energi
kimia, listrik, panas dan mekanik serta energi
terbarukan.
Bumi dan Aspek bumi dan antariksa berkaitan dengan materi
Antariksa gravitasi universal. Struktur Bumi yang terdiri dari
interior bumi, litosfer, lempeng tektonik, dan gempa
bumi. Struktur bumi meliputi hidrosfer, atmosfer, dan
medan magnet bumi. Materi ini juga mencakup iklim,
cuaca, musim, perubahan iklim serta mitigasi bencana.
-5-
Aspek IPAS Deskripsi
Keruangan dan Aspek ini berkaitan dengan pemahaman terhadap
konektivitas antar kondisi sosial dan lingkungan alam dalam konteks
ruang dan waktu lokal dan regional, nasional, hingga global. Selain itu,
aspek ini juga terkait dengan pembelajaran tentang
kondisi geografis Indonesia dan pengaruhnya terhadap
aktivitas sosial, ekonomi, dan politik. Mempelajari
konektivitas dan interaksi, mengasah kemampuan
berpikir kritis,
memahami efek sebab dan akibat.
Interaksi, Aspek ini berkaitan dengan pembentukan identitas
Komunikasi, diri, merefleksikan keberadaan diri di tengah
Sosialisasi, keberagaman dan kelompok yang berbeda-beda, serta
Institusi mempelajari dan menjalankan peran sebagai warga
Sosial, dan Indonesia dan bagian dari warga dunia. Mempelajari
Dinamika Sosial tentang interaksi dan institusi sosial, peluang dan
tantangannya, mempelajari dinamika/problematika
sosial, faktor penyebab dan solusinya untuk
mewujudkan pembangunan berkelanjutan bagi
kemaslahatan
manusia dan bumi.
Perilaku Ekonomi Aspek ini berkaitan tentang peran diri, masyarakat
dan Kesejahteraan serta negara dalam memenuhi kebutuhan bersama.
Menganalisis faktor-faktor penyebab kelangkaan,
permintaan, penawaran, harga pasar, bentuk-bentuk
pasar, serta inflasi. Mengidentifikasi peran lembaga
keuangan, nilai, serta fungsi uang konvensional dan
digital). Mendeskripsikan pengelolaan, sumber-sumber
pendapatan dan pengeluaran keuangan keluarga,
perusahaan serta negara. Mengidentifikasi hak dan
kewajiban dalam jasa keuangan. Aspek ini menjadi
salah satu ruang berlatih bagi peserta didik untuk
memberikan kontribusi ke masyarakat, memenuhi
kebutuhan hidup di tingkat lokal namun dalam
perspektif global.
D. Capaian Pembelajaran
Projek Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial terdiri dari tiga elemen
kompetensi yang mengacu pada kompetensi literasi saintifik, yaitu
menjelaskan fenomena secara ilmiah, mendesain dan mengevaluasi
penyelidikan ilmiah, menerjemahkan data dan bukti-bukti secara
ilmiah. Berikut ini adalah elemen dan capaian pembelajaran pada
semua bidang keahlian:
Elemen Capaian Pembelajaran
Menjelaskan Peserta didik diharapkan dapat memahami
fenomena secara pengetahuan ilmiah dan menerapkannya; atau
ilmiah membuat prediksi sederhana disertai dengan
pembuktiannya.
Peserta didik menjelaskan fenomena-fenomena yang
terjadi di lingkungan sekitarnya dilihat dari berbagai
aspek seperti makhluk hidup dan lingkungannya; zat
dan perubahannya; energi dan perubahannya; bumi
dan antariksa; keruangan dan konektivitas antar ruang
dan waktu; interaksi, komunikasi, sosialisasi, institusi
sosial dan dinamika sosial; serta perilaku ekonomi dan
-6-
Elemen Capaian Pembelajaran
kesejahteraan. Peserta didik juga mengaitkan
fenomena-fenomena tersebut dengan
keterampilan teknis pada bidang keahliannya.
Mendesain dan Peserta didik dapat menentukan dan mengikuti
mengevaluasi prosedur yang tepat untuk melakukan penyelidikan
penyelidikan ilmiah, menjelaskan cara penyelidikan yang tepat bagi
Ilmiah suatu pertanyaan ilmiah, serta diharapkan dapat
mengidentifikasi kekurangan atau kesalahan pada
desain percobaan ilmiah.
Menerjemahkan Peserta didik dapat menerjemahkan data dan bukti dari
data dan bukti- berbagai sumber untuk membangun sebuah argumen
bukti secara ilmiah serta dapat mempertahankannya dengan penjelasan
ilmiah. Peserta didik diharapkan dapat
mengidentifikasi kesimpulan yang benar diambil dari
tabel hasil, grafik, atau sumber data lain.
Peserta didik merencanakan dan melaksanakan aksi
sebagai tindak lanjut, mengkomunikasikan proses dan
hasil pembelajarannya, melakukan refleksi diri
terhadap tahapan kegiatan yang dilakukan.
Ketiga elemen tersebut disampaikan dalam bentuk satu projek.
Dalam satu projek dapat terdiri dari satu aspek atau gabungan dari
beberapa aspek. Masing-masing aspek mempunyai lingkup yang
berbeda disesuaikan dengan proporsi dan karakteristik bidang
keahliannya.
-7-
VI. CAPAIAN PEMBELAJARAN FISIKA SMA/MA/PROGRAM PAKET C
A. Rasional Mata Pelajaran Fisika SMA/MA/Program Paket C
Fisika adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan alam yang
mengkaji sifat-sifat materi dalam ruang dan waktu beserta konsep-
konsep gaya dan energi terkait. Fisika mengkaji fenomena alam mulai
dari skala atomik hingga jagat raya dengan menggunakan nalar
ilmiah secara objektif dan kuantitatif yang terwujud dalam proses
pengamatan, pengukuran, perancangan model hubungan antar
variabel yang terlibat yang mencerminkan keteraturan alam, serta
penarikan kesimpulan yang terwujud dalam suatu teori yang valid
dan dapat diaplikasikan. Fisika mendasari perkembangan khasanah
bidang ilmu pengetahuan alam lainnya serta perkembangan
teknologi modern yang memudahkan kehidupan manusia diawali
dari perkembangan mekanik dan permesinan, otomotif, komputer
dan otomasi, serta teknologi informasi dan komunikasi.
Sebagai ilmu yang mempelajari fenomena alam, fisika juga
memberikan pelajaran yang baik kepada manusia untuk hidup
selaras berdasarkan hukum alam serta mengelola sumber daya alam
dan lingkungan dengan bijak. Pemahaman yang baik tentang fisika
mendukung upaya mitigasi dan pengurangan dampak bencana alam
secara optimal.
Pada proses pembelajaran fisika, peserta didik dilatih untuk
melakukan penelitian sederhana mengenai fenomena alam. Peserta
didik belajar menemukan permasalahan, membuat hipotesis,
merancang percobaan sederhana, melakukan percobaan,
menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan
hasil percobaan baik secara tertulis maupun secara lisan. Dari proses
pembelajaran fisika peserta dilatih untuk memiliki penalaran ilmiah,
kemampuan berfikir kritis serta keterampilan memecahkan masalah
yang semuanya sejalan dengan upaya pengembangan profil pelajar
Pancasila yakni beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri,
bernalar kritis, dan kreatif.
Pada tingkat SMA/MA/Program Paket C, fisika diajarkan sebagai
mata pelajaran tersendiri dengan beberapa pertimbangan. Pertama,
-8-
pemahaman fisika yang benar dan mendalam berguna untuk
memecahkan masalah di dalam kehidupan sehari-hari. Kedua,
pemahaman fisika yang kuat menjadi jembatan keberhasilan peserta
didik dalam menempuh studi lanjut di perguruan tinggi baik pada
ilmu-ilmu dasar/sains maupun ilmu-ilmu keteknikan/rekayasa dan
teknologi.
B. Tujuan Mata Pelajaran Fisika SMA/MA/Program Paket C
Dengan mempelajari ilmu fisika, peserta didik dapat:
1. membentuk sikap religius melalui fisika dengan menyadari
keteraturan dan keindahan alam serta mengagungkan kebesaran
Tuhan Yang Maha Esa;
2. memupuk integritas dan sikap, jujur, adil, bertanggung jawab,
menghormati martabat individu, kelompok, dan komunitas, serta
berkebhinekaan global;
3. memperdalam pemahaman tentang prinsip-prinsip fisis alam
semesta yang konsisten sehingga memiliki kemampuan berfikir
kritis dilengkapi dengan keterampilan penalaran kuantitatif;
4. memiliki sikap ilmiah, mengembangkan rasa ingin tahu,
pengalaman untuk dapat merumuskan masalah secara kreatif,
mengajukan dan menguji hipotesis melalui percobaan,
merancang dan merakit instrumen percobaan, mengumpulkan,
mengolah, dan menafsirkan data, serta mengomunikasikan hasil
percobaan baik lisan maupun tulisan secara mandiri; dan
5. memahami kekuatan dan keterbatasan diri untuk mendukung
pembelajaran dan pengembangan diri, memiliki keinginan dalam
mengembangkan pengalaman belajar, dan menjadi pemelajar
sepanjang hayat.
C. Karakteristik Mata Pelajaran Fisika SMA/MA/Program Paket C
Mata pelajaran fisika diorganisasikan dalam 2 (dua) kategori,
pemahaman fisika dan keterampilan proses.
Elemen Deskripsi
Merupakan materi-materi yang perlu dikuasai
peserta didik untuk memiliki pengetahuan dan
keterampilan dasar untuk diterapkan dalam
Pemahaman Fisika kehidupan sehari-hari. Pemahaman fisika yang
dikuasai adalah pengukuan, mekanika, fluida,
getaran dan gelombang, termodinamika, listrik
magnet, fisika modern dan radioaktifitas, teknologi
-9-
digital,dan keberlangsungan energi dan
lingkungan alam sekitar.
Merupakan keterampilan saintifik dan rekayasa
yang meliputi (1) mengamati, (2) mempertanyakan
dan memprediksi, (3) merencanakan dan
Keterampilan Proses melakukan penyelidikan, (4) memproses dan
menganalisis data dan informasi, (5) mencipta (6)
mengevaluasi dan merefleksi dan (7)
mengomunikasikan hasil
D. Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Fisika SMA/MA/Program
Paket C Setiap Fase
1. Fase E (Umumnya untuk kelas X SMA/MA/Program Paket C)
Pada akhir fase E, peserta didik memiliki kemampuan untuk
responsif terhadap isu-isu global dan berperan aktif dalam
memberikan penyelesaian masalah. Kemampuan tersebut antara
lain mengamati, mempertanyakan dan memprediksi,
merencanakan dan melakukan penyelidikan, memproses dan
menganalisis data dan informasi, mengevaluasi dan refleksi,
mengkomunikasikan hasil dalam bentuk projek sederhana atau
simulasi visual menggunakan apilkasi teknologi yang tersedia
terkait dengan energi alternatif, pemanasan global, pencemaran
lingkungan, nano teknologi, bioteknologi, kimia dalam kehidupan
sehari-hari, pemanfaatan limbah dan bahan alam, pandemi akibat
infeksi virus. Semua upaya tersebut diarahkan pada pencapaian
tujuan pembangunan yang berkelanjutan
(Sustainable Development Goals/SDGs). Melalui
pengembangan sejumlah pengetahuan tersebut dibangun
pula berakhlak mulia dan sikap ilmiah seperti jujur, obyektif,
bernalar kritis, kreatif, mandiri, inovatif, bergotong royong dan
berkebhinekaan global.
Fase E Berdasarkan Elemen
Elemen Capaian Pembelajaran
Pemahaman Fisika Peserta didik mampu mendeskripsikan gejala
alam dalam cakupan keterampilan proses dalam
pengukuran, perubahan iklim dan pemanasan
global, pencemaran lingkungan, energi alternatif,
dan pemanfaatannya.
Keterampilan 1. Mengamati
Proses Peserta didik mampu mengoptimalkan
potensi menggunakan ragam alat bantu untuk
melakukan pengukuran dan pengamatan.
2. Mempertanyakan dan memprediksi
- 10 -
Elemen Capaian Pembelajaran
Peserta didik mampu mempertanyakan dan
memprediksi berdasarkan hasil observasi,
mampu merumuskan permasalahan yang ada
dan mampu mengajukan pertanyaan kunci
untuk menyelesaikan masalah.
3. Merencanakan dan melakukan penyelidikan
Peserta didik mengidentifikasi latar belakang
masalah, merumuskan tujuan, dan
menggunakan referensi dalam perencanaan
penyelidikan/penelitian.
Peserta didik membedakan variabel, termasuk
yang dikendalikan dan variabel bebas,
menggunakan instrumen yang sesuai dengan
tujuan penyelidikan.
Peserta didik menentukan langkah langkah kerja
dan cara pengumpulan data.
4. Memproses, menganalisis data dan informasi
Peserta didik menyiapkan peralatan/
instrumen yang sesuai untuk penelitian
ilmiah, menggunakan alat ukur secara teliti
dan benar, mengenal keterbatasan dan
kelebihan alat ukur yang dipakai.
Peserta didik menerapkan teknis/ proses
pengumpulan data, mengolah data sesuai
jenisnya/sesuai keperluan, menganalisis data
dan menyimpulkan hasil penelitian serta
memberikan rekomendasi tindak lanjut/saran
dari hasil penelitian.
5. Mencipta
Peserta didik mampu menggunakan hasil
analisis data dan informasi untuk
menciptakan ide solusi ataupun rancang
bangun untuk menyelesaikan suatu
permasalahan.
6. Mengevaluasi dan refleksi
Peserta didik berani dan santun dalam
mengajukan pertanyaan dan berargumentasi,
mengembangkan keingintahuan, dan memiliki
kepedulian terhadap lingkungan.
Peserta didik mengajukan argumentasi ilmiah
dan kritis berani mengusulkan perbaikan atas
suatu kondisi dan bertanggungjawab terhadap
usulannya.
Peserta didik bersikap jujur terhadap temuan
data/fakta.
7. Mengomunikasikan hasil
Peserta didik menyusun laporan tertulis hasil
penelitian serta mengomunikasikan hasil
penelitian, prosedur perolehan data, cara
mengolah dan cara menganalisis data serta
mengomunikasikan kesimpulan yang sesuai
untuk menjawab masalah penelitian
/penyelidikan secara lisan atau tulisan
- 11 -
Elemen Capaian Pembelajaran
Peserta didik menyajikan hasil pengolahan
data dalam bentuk tabel, grafik, diagram alur/
flowchart dan/atau peta konsep, menyajikan
data dengan simbol dan standar internasional
dengan benar, dan menggunakan media yang
sesuai dalam penyajian hasil pengolahan data.
Peserta didik mendeskripsikan
kecenderungan hubungan, pola, dan
keterkaitan variabel dan menggunakan
bahasa, simbol dan peristilahan yang sesuai
untuk bidang fisika.
2. Fase F (Umumnya untuk kelas XI dan XII SMA/MA/Program
Paket C)
Pada akhir fase F, peserta didik mampu menerapkan konsep dan
prinsip vektor kedalam kinematika dan dinamika gerak partikel,
usaha dan energi, fluida dinamis, getaran harmonis, gelombang
bunyi dan gelombang cahaya dalam menyelesaikan masalah, serta
menerapkan prinsip dan konsep energi kalor dan termodinamika
dengan berbagai perubahannya dalam mesin kalor. Peserta didik
mampu menerapkan konsep dan prinsip kelistrikan (baik statis
maupun dinamis) dan kemagnetan dalam berbagai penyelesaian
masalah dan berbagai produk teknologi, menerapkan konsep dan
prinsip gejala gelombang elektromagnetik dalam menyelesaikan
masalah. Peserta didik mampu menganalisis keterkaitan antara
berbagai besaran fisis pada teori relativitas khusus, gejala
kuantum dan menunjukkan penerapan konsep fisika inti dan
radioaktivitas dalam kehidupan sehari-hari dan teknologi. Peserta
didik mampu memberi penguatan pada aspek fisika sesuai dengan
minat untuk ke perguruan tinggi yang berhubungan dengan
bidang fisika. Melalui kerja ilmiah juga dibangun sikap ilmiah dan
profil pelajar pancasila khususnya mandiri, inovatif, bernalar
kritis, kreatif dan bergotong royong.
Fase F Berdasarkan Elemen
Elemen Capaian Pembelajaran
Pemahaman Fisika Peserta didik mampu menerapkan konsep dan
prinsip vektor, kinematika dan dinamika gerak,
fluida, gejala gelombang bunyi dan gelombang
cahaya dalam menyelesaikan masalah, serta
menerapkan prinsip dan konsep kalor dan
termodinamika, dengan berbagai perubahannya
- 12 -
Elemen Capaian Pembelajaran
dalam mesin kalor. Peserta didik mampu
menerapkan konsep dan prinsip kelistrikan (baik
statis maupun dinamis) dan kemagnetan dalam
berbagai penyelesaian masalah dan berbagai
produk teknologi, menerapkan konsep dan
prinsip gejala gelombang elektromagnetik dalam
menyelesaikan masalah. Peserta didik mampu
memahami prinsip-prinsip gerbang logika dan
pemanafaatannya dalam sistem komputer dan
perhitungan digital lainnya. Peserta didik mampu
menganalisis keterkaitan antara berbagai besaran
fisis pada teori relativitas khusus, gejala kuantum
dan menunjukkan penerapan konsep fisika inti
dan radioaktivitas dalam kehidupan sehari-hari
dan teknologi.
Keterampilan 1. Mengamati
Proses Peserta didik mampu mengoptimalkan
potensi menggunakan ragam alat bantu untuk
melakukan pengamatan.
2. Mempertanyakan dan memprediksi
Peserta didik mampu mempertanyakan dan
memprediksi berdasarkan hasil observasi,
mampu merumuskan permasalahan yang ada
dan mampu mengajukan pertanyaan kunci
untuk menyelesaikan masalah.
3. Merencanakan dan melakukan penyelidikan
Peserta didik mengidentifikasi latar belakang
masalah, merumuskan tujuan, dan
menggunakan referensi dalam perencanaan
penelitian.
Peserta didik membedakan variabel, termasuk
yang dikendalikan dan variabel bebas,
menggunakan instrumen yang sesuai dengan
tujuan penelitian.
Peserta didik menentukan langkah langkah
kerja dan cara pengumpulan data.
4. Memproses, menganalisis data dan informasi
Peserta didik menyiapkan peralatan/
instrumen yang sesuai untuk penelitian
ilmiah, menggunakan alat ukur secara teliti
dan benar, mengenal keterbatasan dan
kelebihan alat ukur yang dipakai.
Peserta didik menerapkan teknis/ proses
pengumpulan data, mengolah data sesuai
jenisnya/sesuai keperluan, menganalisis data
dan menyimpulkan hasil penelitian serta
memberikan rekomendasi tindak lanjut/saran
dari hasil penelitian.
5. Mencipta
Peserta didik mampu menggunakan hasil
analisis data dan informasi untuk
menciptakan ide solusi ataupun rancang
- 13 -
Elemen Capaian Pembelajaran
bangun untuk menyelesaikan suatu
permasalahan.
6. Mengevaluasi dan refleksi
Peserta didik berani dan santun dalam
mengajukan pertanyaan dan berargumentasi,
mengembangkan keingintahuan, dan memiliki
kepedulian terhadap lingkungan.
Peserta didik mengajukan argumentasi ilmiah
dan kritis berani mengusulkan perbaikan atas
suatu kondisi dan bertanggungjawab terhadap
usulannya.
Peserta didik bersikap jujur terhadap temuan
data/fakta.
7. Mengomunikasikan hasil
Peserta didik menyusun laporan tertulis hasil
penelitian serta mengomunikasikan hasil
penelitian, prosedur perolehan data, cara
mengolah dan cara menganalisis data serta
mengomunikasikan kesimpulan yang sesuai
untuk menjawab masalah penelitian
/penyelidikan secara lisan atau tulisan
Peserta didik menyajikan hasil pengolahan
data dalam bentuk tabel, grafik, diagram alur/
flowchart dan/atau peta konsep, menyajikan
data dengan simbol dan standar internasional
dengan benar, dan menggunakan media yang
sesuai dalam penyajian hasil pengolahan data.
Peserta didik mendeskripsikan
kecenderungan hubungan, pola, dan
keterkaitan variabel dan menggunakan
bahasa, simbol dan peristilahan yang sesuai
untuk bidang fisika.