0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan1 halaman

Pembelajaran Diferensiasi di Kelas 3 SD

Diunggah oleh

difanndun
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan1 halaman

Pembelajaran Diferensiasi di Kelas 3 SD

Diunggah oleh

difanndun
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

saya mengajar dikelas 3 sekolah Dasar Negeri Tuabolok kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao
saya pernah menghadapi berbagai masalah diantaranya adalah terdapat peserta didik kurang dalam
proses pembelajaran,peserta didik masih banyak diam dan tidak semangat saat [Link] beberapa
peserta didik yang sibuk dengan teman sebangku bahkan ada juga peserta didik yang menggambar
apapun pada buku tulis yang menyebabkan hasil belajar rendah.

Salah satu yang paling terkesan adalah Tingkat kemampuan adalah Tingkat kemampuan membaca dan
menulis pada peserta didik di kelas 3 yang saya ajar. Didalam satu kelas ada peserta didik yang sudah
sangat lancer membaca dan menulis, namun terdapat juga peserta didik yang masih kesulitan
memahami teks [Link] ini membuat pembelajaran kurang efektif karna peserta didik yang
lambat sering tertinggal , sementara peserta didik yang lebih cepat merasa bosan.

[Link] saya dalam menyelesaikan permasalahan tersebut adalah, dengan mengidentifikasi akar
permasalahannya melalui metode dan strategi pembelajaran serta media yang digunakan apakah sudah
sesuai dengan karakteristik kebutuhan peserta didik atau tidak. Dengan membuat asesmen
awal/asesmen diagnostik untuk mengetahui Tingkat kemampuan awal peserta didik, seperti gaya
belajar, dan karakteristik peserta [Link] hasil dari asesmen diagnostik dibuat buku profiling
siswa hingga memudahkan saya dalam membuat rancangan pembelajaran yang disesuaikan dengan
kebutuhan peserta didik, sehingga pembelajaran lebih bervariasi serta efektif. Untuk mengatasi
permasalahan ini saya menerapkan pembelajaran berdiferensiasi, saya membagi peserta didik kedalam
kelompok kelompok kecil berdasarkan Tingkat kemampuan mereka. Siswa yang lebih cepat diberikan
tugas yang lebih menantang. Sementara siswa yang masih kesulitan saya berikan bantuan tambahan
seperti Latihan membaca yang lebih sederhana dan bimbingan individu, saya juga menggunakan
metode Teaching at Right level (tarl) yang berfokus pada memberikan materi yang disesuaikan pada
Tingkat kemampuan pemahaman peserta, dan bahkan bukan hanya berdasarkan kurikulum, selain itu
saya juga mencoba untuk menciptakan lingkungan kelas yang mendukung dengan mendorong peserta
didik agar saling membantu , seperti siswa yang lancar dalam membacanya dapat membantu teman
temannya yang masih kesulitan. Sehingga mereka mersa lebih percaya diri dan tidak malu untuk
bertanya.

[Link] dari Upaya yang saya lakukan sebagai guru kelas 3 SD, Setelah beberapa minggu dengan
menerapkan strategi ini, dampaknya adalah pembelajaran lebih aktif dan menyenangkan, saya melihat
peningkatan yang signitifkan, terlihat juga raut wajah senang peserta didik selama pembelajaran sedang
berlangsung, siswa yang tadinya dalam kesulitan dalam membaca mulai menunjukan perkembangan
dan siswa yang lebih cepat merasa lebih terlihat karna mereka mendapatkan tantangan yang sesuai
dengan [Link] secara umum suasana kelas menjadi lebih inklusif serta positif, Dimana
semua peserta didik merasa dihargai dan dilibatkan.

4. pengalaman ini mengajarkan saya bahwa pada dasarnya setiap peserta didik memiliki kebutuhan
belajar yang berbeda [Link] penting bagi seorang guru seperti saya untuk peka terhadap hal ini.
Sebagai seorang guru saya terus belajar bawasannya dengan memberikan perhatian khusus serta
strategi pembelajaran yang tepat. Semua peserta didik dapat berkembang sesuai dengan kemampuan
mereka , selain itu menciptakan kolaborasi antar peserta didik diperlukan untuk membantu
meningkatkan saling percaya di antara mereka dan memperkuat ikatan antara peserta didik. Ternyata
pembelajaran yang berdiferensiasi sangat efektif dalam menciptakan kelas yang inklusif dan harmonis.

Anda mungkin juga menyukai