0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan83 halaman

Modul Ajar IPAS: Panca Indra Kelas 4

Diunggah oleh

widiaherni47
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan83 halaman

Modul Ajar IPAS: Panca Indra Kelas 4

Diunggah oleh

widiaherni47
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Widia Yuli Herni, S.

Pd

Modul Ajar IPAS


Pendekatan Deep Learning
Panca Indra
A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun :Widia Yuli Herni, [Link]
 Satuan Pendidikan: SDN 15 Anduring
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : IPAS
 Fase :B
 Kelas/Semester : 4/1
 Alokasi Waktu : 12 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


 [✓] Kesehatan: Peserta didik mampu menjaga kesehatan fisik dan
mentalnya melalui kebiasaan baik.
 [✓] Kemampuan Berkomunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan
ide dan informasi dengan jelas dan efektif.
 [✓] Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok
untuk mencapai tujuan bersama.
 [✓] Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan ide-ide baru dan
inovatif.
 [✓] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis informasi,
mengevaluasi argumen, dan menarik kesimpulan yang logis.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat dengan
pendekatan personal dan reflektif:
1. Bangun Tidur: "Anak-anak, siapa yang tadi pagi bangunnya segar dan
siap belajar? Coba ceritakan, apa yang kalian rasakan saat bangun
tidur tadi?"
2. Beribadah: "Setelah bangun, apa yang kalian lakukan pertama kali?
Apakah kalian sudah beribadah sesuai keyakinan masing-masing hari
ini? Apa makna ibadah bagi kalian?"
3. Berolahraga: "Ada yang suka bergerak di pagi hari? Olahraga apa
yang sudah kalian lakukan atau ingin kalian lakukan? Mengapa
olahraga penting untuk tubuh kita?"
4. Gemar Belajar: "Apakah ada hal baru yang kalian pelajari hari ini,
bahkan sebelum pelajaran dimulai? Mengapa penting bagi kita untuk
terus belajar dan mencari tahu hal baru?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Sarapan apa kalian tadi? Apakah makanan
itu sehat dan bergizi? Menurut kalian, mengapa kita perlu makan
makanan yang sehat?"
Widia Yuli Herni, [Link]

6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan sekitar, apa saja


kegiatan yang sudah kalian lakukan untuk membantu orang lain atau
lingkungan? Bagaimana rasanya ketika kita bisa membantu sesama?"
7. Tidur Cepat: "Semalam, jam berapa kalian tidur? Bagaimana rasanya
jika kita tidur cukup? Mengapa tidur cukup itu penting untuk
kesehatan dan konsentrasi kita di sekolah?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:
Peserta didik memahami bentuk dan fungsi pancaindra.
Tujuan Pembelajaran:
 Peserta didik mengidentifikasi nama-nama panca indra (mata, telinga,
hidung, lidah, kulit) dengan benar.
 Peserta didik menjelaskan fungsi masing-masing panca indra
(penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecap, peraba) dengan
tepat.
 Peserta didik menghubungkan panca indra dengan objek atau sensasi
yang dirasakan melalui kegiatan observasi dan eksperimen
sederhana.
 Peserta didik mengidentifikasi cara merawat panca indra dengan baik.
 Peserta didik mengembangkan rasa syukur atas anugerah panca indra
melalui refleksi.

E. Sarana dan Prasarana


1. Benda-benda dengan berbagai tekstur, bau, rasa, suara, dan warna
(kapas, amplas, jeruk, kopi, kerincingan, gambar).
2. Video interaktif tentang panca indra.
3. Papan tulis/Whiteboard dan spidol.
4. Lembar kerja peserta didik (LKPD).
5. Proyektor/Layar.

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, tidak ada kesulitan dalam
memahami materi ajar.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL)
 Metode: Diskusi Kelompok, Eksperimen Sederhana, Observasi,
Presentasi, Bermain Peran.

Pendekatan Deep Learning akan diintegrasikan melalui:


Widia Yuli Herni, [Link]

o Pembelajaran Berbasis Masalah Nyata: Peserta didik akan


menghadapi "masalah" atau pertanyaan yang menantang
pemahaman mereka tentang panca indra.
o Eksplorasi Mendalam: Kegiatan akan mendorong peserta didik
untuk menggali lebih dalam fungsi dan keterkaitan panca indra
melalui pengalaman langsung.
o Koneksi Antar Konsep: Peserta didik diajak untuk melihat
hubungan antara satu panca indra dengan panca indra lainnya,
serta hubungannya dengan kehidupan sehari-hari.
o Refleksi Kritis: Peserta didik akan diminta merefleksikan
pemahaman mereka dan bagaimana mereka dapat
menggunakan panca indra secara bertanggung jawab.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Pernahkah kalian benar-benar memperhatikan
suara di sekitar kita? Atau, bagaimana bau hujan setelah lama tidak
turun? Apa yang kalian rasakan saat menyentuh daun yang halus
atau batu yang kasar?"
 Meaningful Learning: "Pernahkah kalian membayangkan bagaimana
rasanya jika salah satu panca indra kita tidak berfungsi? Seberapa
penting panca indra bagi kita untuk belajar dan memahami dunia di
sekitar kita?"
 Joyful Learning: "Jika panca indra kita bisa berbicara, kira-kira apa
yang akan mereka katakan tentang apa yang sudah mereka rasakan
hari ini? Apa hal paling menarik yang ingin kalian coba dengan panca
indra kalian hari ini?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa,
dan memeriksa kehadiran.
2. Ice Breaking (10 menit): Guru mengajak peserta didik melakukan
permainan "Tebak Suara" atau "Tebak Bau" dengan mata tertutup
untuk memancing rasa ingin tahu tentang panca indra.
3. Apersepsi (10 menit): Guru mengajukan pertanyaan pemantik
(mindful, meaningful, joyful learning) untuk mengaitkan pengetahuan
awal peserta didik dengan materi panca indra.
4. Motivasi (5 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
manfaat mempelajari panca indra dalam kehidupan sehari-hari. Guru
juga mengaitkan dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat, terutama
"Gemar Belajar" dan "Kesehatan", dengan menekankan pentingnya
panca indra untuk belajar dan menjalani hidup sehat.

Inti (10 JP)


Pertemuan 1-2 (4 JP): Mengenal Panca Indra dan Fungsinya
1. Eksplorasi (60 menit):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
Widia Yuli Herni, [Link]

o Setiap kelompok diberikan "Kotak Misteri" berisi berbagai


benda dengan karakteristik berbeda (misal: kapas, amplas,
lemon, kopi, bel, cermin kecil).
o Secara bergantian, anggota kelompok diminta untuk
mengamati, mencium, menyentuh, dan (jika aman) mengecap
benda-benda tersebut. Mereka mencatat apa yang mereka
rasakan dan panca indra apa yang mereka gunakan.
2. Elaborasi (60 menit):
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil observasi mereka,
menjelaskan benda apa yang mereka rasakan dan panca indra
apa yang terlibat.
o Guru memandu diskusi kelas untuk mengidentifikasi nama-
nama panca indra (mata, telinga, hidung, lidah, kulit) dan
fungsi utamanya (melihat, mendengar, mencium, mengecap,
meraba).
o Guru menayangkan video singkat edukatif tentang panca indra
dan fungsinya untuk memperkuat pemahaman.
3. Koneksi (60 menit):
o Peserta didik diminta untuk membuat peta pikiran (mind map)
sederhana tentang panca indra, menghubungkan nama panca
indra, fungsinya, dan contoh benda/sensasi yang dirasakan. Ini
melatih kreativitas dan penalaran kritis mereka.
Pertemuan 3-4 (4 JP): Eksperimen Sederhana dan Merawat Panca Indra
1. Aplikasi dan Kolaborasi (90 menit):
o Setiap kelompok merancang sebuah "stasiun panca indra"
sederhana di dalam kelas. Contoh: stasiun "bau-bauan" (bunga,
sabun), stasiun "rasa" (gula, garam), stasiun "sentuhan" (es
batu, air hangat).
o Anggota kelompok saling mencoba stasiun panca indra yang
dibuat oleh kelompok lain dan mencatat pengalaman mereka.
Ini mendorong kolaborasi dan komunikasi.
o Setelah mencoba semua stasiun, setiap kelompok
mendiskusikan bagaimana panca indra mereka bekerja dan
pentingnya merawatnya.
2. Refleksi dan Kreativitas (90 menit):
o Peserta didik mendiskusikan cara-cara merawat panca indra
(misal: tidak melihat terlalu dekat, menjaga kebersihan telinga,
tidak mencium bahan kimia berbahaya, makan makanan
sehat).
o Setiap kelompok membuat poster atau brosur sederhana
tentang "Tips Merawat Panca Indra" secara kreatif. Ini melatih
kreativitas dan komunikasi dalam menyampaikan pesan.
o Guru berkeliling dan memberikan umpan balik konstruktif.
Pertemuan 5 (2 JP): Proyek "Dunia Panca Indraku"
1. Proyek Akhir (90 menit):
o Peserta didik secara individu atau berpasangan membuat
proyek kecil berjudul "Dunia Panca Indraku".
o Proyek bisa berupa:
Widia Yuli Herni, [Link]

Buku Mini: Cerita pendek tentang petualangan


menggunakan panca indra.
 Kolase: Menggunakan gambar-gambar yang mewakili
berbagai sensasi panca indra.
 Presentasi Sederhana: Menjelaskan panca indra favorit
mereka dan mengapa.
o Proyek ini mendorong kemandirian, kreativitas, dan komunikasi.
o Guru membimbing dan memberikan dukungan selama proses
pengerjaan proyek.

Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang hal-hal penting
yang telah dipelajari tentang panca indra, termasuk bagaimana
panca indra membantu mereka belajar dan berinteraksi dengan
dunia. Guru juga mengaitkan kembali dengan 7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik
tentang kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan
mengapa.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru memberikan tugas singkat (misal:
mencari tahu lebih banyak tentang penyakit yang berhubungan
dengan panca indra atau cara menjaga kesehatan panca indra di
rumah).
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa
dan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
 Observasi Guru: Pengamatan keaktifan peserta didik dalam diskusi
kelompok, saat melakukan eksperimen, dan saat merancang stasiun
panca indra. (Penilaian terhadap dimensi kolaborasi, komunikasi, dan
kreativitas).
 Penilaian Diri/Teman Sebaya: Melalui rubrik sederhana tentang
partisipasi dalam kelompok dan kontribusi ide.
 Peta Pikiran Panca Indra: Penilaian pemahaman konsep dan
kemampuan menghubungkan informasi.
 Poster/Brosur Tips Merawat Panca Indra: Penilaian kreativitas dan
kemampuan menyampaikan informasi penting.

Asesmen Sumatif:
 Proyek "Dunia Panca Indraku": Penilaian pemahaman mendalam
tentang fungsi panca indra, kemampuan mengaplikasikan
pengetahuan, dan keterampilan presentasi (menggunakan rubrik
penilaian analitik terlampir di LKPD).
 Tes Tertulis (Pilihan Ganda/Isian Singkat): Untuk mengukur
pemahaman faktual tentang nama dan fungsi panca indra serta cara
merawatnya.

K. Pemahaman Bermakna
Memahami panca indra bukan hanya tentang mengetahui nama dan
Widia Yuli Herni, [Link]

fungsinya, tetapi juga tentang menyadari betapa pentingnya panca indra


dalam membantu kita memahami dan berinteraksi dengan dunia di sekitar
kita. Panca indra memungkinkan kita untuk menikmati keindahan alam,
berkomunikasi dengan
Widia Yuli Herni, [Link]

sesama, belajar hal baru, dan melindungi diri dari bahaya. Dengan
memahami dan merawat panca indra dengan baik, kita dapat menjalani
hidup yang lebih bermakna dan penuh pengalaman. Panca indra adalah
jendela kita menuju dunia.

L. Materi Bahan Ajar


Mengenal Jendela Dunia: Panca Indra Kita
Panca indra adalah alat tubuh yang memungkinkan kita merasakan dan
memahami dunia di sekitar kita. Ada lima jenis panca indra utama yang
kita miliki, yaitu mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit. Setiap indra
memiliki tugas dan fungsi yang berbeda- beda, tetapi semuanya bekerja
sama untuk memberikan informasi yang lengkap tentang lingkungan.
Misalnya, mata kita digunakan untuk melihat berbagai bentuk, warna, dan
ukuran benda. Telinga kita membantu kita mendengar suara, mulai dari
bisikan lembut hingga musik yang keras.

Fungsi dan Cara Kerja Panca Indra


Hidung kita memiliki peran penting dalam mencium berbagai aroma, baik
itu aroma makanan lezat, bau bunga yang harum, atau bahkan bau asap
yang berbahaya.
Lidah kita memungkinkan kita untuk merasakan berbagai rasa seperti
manis, asam, asin, dan pahit dari makanan dan minuman. Terakhir, kulit
kita adalah indra peraba yang paling luas, memungkinkan kita merasakan
sentuhan, suhu, tekanan, dan bahkan rasa sakit. Setiap indra memiliki sel-
sel khusus yang mendeteksi rangsangan dari luar dan mengirimkan sinyal
ke otak untuk diinterpretasikan.

Pentingnya Merawat Panca Indra


Karena panca indra sangat penting bagi kehidupan kita, kita harus
menjaganya dengan baik. Beberapa cara merawat panca indra adalah
dengan menjaga kebersihan, menghindari paparan yang merusak
(misalnya suara terlalu keras atau cahaya yang terlalu terang), dan
mengonsumsi makanan yang bergizi. Dengan merawat panca indra, kita
dapat memastikan bahwa mereka tetap berfungsi optimal sehingga kita
bisa terus belajar, bereksplorasi, dan menikmati segala keindahan yang
ditawarkan dunia.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa hal baru yang paling menarik yang kalian pelajari tentang panca
indra hari ini?
2. Bagaimana perasaan kalian saat melakukan kegiatan eksperimen
dengan panca indra?
3. Hal apa yang akan kalian lakukan untuk menjaga kesehatan panca
indra kalian mulai sekarang?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan
pembelajaran hari ini? Jika tidak, mengapa?
Widia Yuli Herni, [Link]

2. Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Jika ada kendala,


apa yang bisa diperbaiki di pertemuan selanjutnya?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam
memfasilitasi deep learning pada peserta didik?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Nama Kelompok:

Anggota Kelompok:

Tugas Diskusi Kelompok: "Panca Indra di Kehidupan Sehari-hari" Diskusikan


dalam kelompok kalian, bagaimana panca indra membantu kita dalam
kegiatan sehari-hari berikut. Tuliskan jawaban kalian pada kolom yang
tersedia.

Kegiatan Sehari- hariPanca Indra yang


Bagaimana Panca Indra
Digunakan Membantu?

Makan bakso pedas

Menyeberang jalan

Membaca buku

Bermain musik

Memilih buah di
pasar
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Tema:
"Panca Indra dan Dunia Kita"
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala Skala
2 Skala
3 4 (Baik)
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup)
Kurang) Baik)

Kualitas
Diskusi
Kelomp
ok

1. Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota


Kedala man kelompo kelompok kelompok kelompok kelompok
Pemaha k tidak menunjukk menunju menunjukk menunjuk
man menunju an kkan an kan
Materi kkan pemaham pemaha pemaham pemaham
pemaha an yang man an yang an
Widia Yuli Herni, [Link]

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

man sangat yang baik dan mendalam


tentang terbatas cukup mampu dan
panca tentang tentang mengaitka mampu
indra dan panca panca n konsep. mengaplik
fungsiny indra dan indra dan asikan
a. fungsinya. fungsinya konsep
. dengan
kreatif.

Kerja sama
sangat
Kerja
baik,
Tidak sama Kerja sama
semua
ada kerja Sedikit cukup baik,
2. anggota
sama, kerja sama, baik, semua
Kolabor berpartisip
ada sebagian namun anggota
asi dalam asi penuh,
dominas i besar masih ada berpartisip
Kelomp saling
individu anggota anggota asi aktif
ok menginspi
atau pasif. yang dan saling
rasi, dan
konflik. kurang mendukun
berkontrib
aktif. g.
usi
signifikan.

Anggota
Anggota
kelompok Anggota
Anggota kelompok
Anggota memberik kelompok
kelompo memberi
kelompok an ide-ide memberik
3. k tidak kan ide
memberik yang an ide-ide
Kontrib memberi yang
an sedikit relevan orisinal
usi kan ide cukup
ide, namun dan dan
Ide/Argu atau relevan,
kurang mengemb argument
men argume n namun
relevan. angkan asi yang
yang kurang
argumen kuat serta
relevan. dikemba
dengan logis.
ngkan.
baik.

Kualitas
Present
asi

Penyam Penyampa Penyamp Penyampa Penyamp


4.
paian ian kurang aian ian jelas, aian
Kejelasa n
tidak jelas, cukup lugas, dan sangat
jelas, sering jelas, mudah jelas,
Widia Yuli Herni, [Link]

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

Penyam sulit terputus, namun dimengerti persuasif,


paian dimenge dan masih ada oleh menarik,
rti, dan mengguna bagian audiens. dan
berbelit- kan bahasa yang mengguna
belit. yang kurang kan
membingu lugas. bahasa
ngkan. yang
efektif.

Menguasa
i materi
Tidak dengan
mengua Menguasai sangat
Kurang Cukup
sai materi baik,
menguasai menguas
5. materi, dengan mampu
materi, ai materi,
Pengua sering baik, menjelask
banyak namun
saan membac menjawab an konsep
ragu, dan masih
Materi a teks, pertanyaa secara
sering terlihat
Present atau n dengan mendalam
bergantun kurang
asi menjaw tepat, dan , dan
g pada percaya
ab di luar percaya menjawab
catatan. diri.
konteks. diri. pertanyaa
n dengan
analisis
tajam.
Present
Presenta Presentasi Presentasi
asi Presentasi
si cukup menarik, sangat
monoton sedikit
menarik, mengguna kreatif,
6. , tanpa menarik,
menggun kan media inovatif,
Kreativit media namun
akan yang interaktif,
as atau cara kurang
media relevan, dan
Present penyam bervariasi
sederhan dan berhasil
asi paian dalam
a, namun penyampai memikat
yang penyampai
kurang an cukup perhatian
menarik. an.
inovatif. bervariasi. audiens.

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, dapat
diberikan tugas tambahan untuk mengeksplorasi lebih lanjut:
Widia Yuli Herni, [Link]

o Mencari tahu tentang penyakit yang berhubungan dengan panca


indra dan cara pencegahannya.
o Meneliti bagaimana teknologi membantu orang dengan
keterbatasan panca indra (misalnya, Braille, alat bantu dengar).
o Membuat karya seni yang menggambarkan pengalaman
menggunakan panca indra (misalnya, puisi tentang bau hujan,
lukisan tentang warna-warni pelangi).
Remedial:
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, dapat
diberikan bimbingan khusus:
o Mengulang penjelasan materi dengan menggunakan contoh yang
lebih sederhana atau media yang berbeda.
o Melakukan kegiatan praktikum atau observasi panca indra secara
langsung dengan pendampingan guru atau teman sebaya.
o Mengerjakan lembar kerja tambahan yang berfokus pada konsep
dasar panca indra dan fungsinya.

P. Glosarium
1. Panca Indra: Lima alat indra yang dimiliki manusia untuk merasakan
rangsangan dari luar, yaitu mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit.
2. Deep Learning (Pendekatan): Pendekatan pembelajaran yang berfokus
pada pemahaman konsep secara mendalam, koneksi antar ide, dan
kemampuan mengaplikasikan pengetahuan dalam berbagai situasi,
bukan hanya menghafal fakta.
3. Project-Based Learning (PBL): Model pembelajaran yang mengorganisir
kegiatan belajar di sekitar proyek. Peserta didik terlibat dalam desain,
perencanaan, dan penyelesaian proyek yang menuntut mereka untuk
menggunakan pengetahuan dan keterampilan dalam konteks nyata.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas
IV Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan
Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Slameto. (2015). Belajar dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya. Jakarta:
Rineka Cipta.

Mengetahui Padang, Juli 2025


Kepala SDN 15 Anduring Guru Kelas IV A

DESRA SULASTRI, [Link] WIDIA YULI HERNI, [Link].


NIP. 19691203 199011 2 002 NIP. 199307042019022001
Widia Yuli Herni, [Link]

Modul Ajar IPAS


Pendekatan Deep Learning
Siklus Hidup Makhluk Hidup dan
Pelestarian Sumber Daya Alam

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun :Widia Yuli Herni, [Link]
 Satuan Pendidikan: SDN 15 Anduring
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : IPAS
 Fase :B
 Kelas/Semester : 4/1
 Alokasi Waktu : 12 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


 [✓] Kewargaan: Peserta didik memiliki kesadaran akan hak dan
kewajiban sebagai warga negara serta peduli terhadap lingkungan
dan masyarakat.
 [✓] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis informasi,
mengevaluasi argumen, dan menarik kesimpulan yang logis
mengenai isu lingkungan.
 [✓] Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan ide-ide baru dan
inovatif dalam mencari solusi pelestarian lingkungan.
 [✓] Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok
untuk mencapai tujuan bersama dalam upaya pelestarian.
 [✓] Kemandirian: Peserta didik mampu mengambil inisiatif dan
bertanggung jawab dalam belajar dan bertindak untuk pelestarian
alam.
 [✓] Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan
informasi dengan jelas dan efektif mengenai pentingnya pelestarian
sumber daya alam.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia
Hebat dengan pendekatan personal dan reflektif, mengaitkannya
dengan tema pembelajaran:
1. Bangun Tidur: "Anak-anak, pagi ini kalian bangun dengan segar, kan?
Lingkungan yang sehat membantu kita bangun dengan nyaman. Apa
yang bisa kita lakukan agar lingkungan kita tetap bersih dan
nyaman?"
2. Beribadah: "Setelah bangun, kalian beribadah sesuai keyakinan
masing- masing. Dalam ajaran agama kita, seringkali diajarkan untuk
menjaga alam. Bagaimana ibadah kita mengingatkan kita untuk
merawat ciptaan Tuhan?"
Widia Yuli Herni, [Link]

3. Berolahraga: "Olahraga penting untuk tubuh yang sehat. Lingkungan


yang asri dan bersih membuat kita nyaman berolahraga. Bagaimana
kita bisa menjaga lingkungan agar selalu mendukung kita beraktivitas
fisik?"
4. Gemar Belajar: "Hari ini kita akan belajar banyak tentang makhluk
hidup dan lingkungan. Mengapa penting bagi kita untuk terus belajar
tentang alam di sekitar kita?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Makanan sehat dan bergizi berasal dari
alam yang lestari. Apa yang bisa kita lakukan agar sumber makanan
kita tetap tersedia dan sehat di masa depan?"
6. Bermasyarakat: "Di lingkungan sekitar, apakah kalian pernah melihat
atau terlibat dalam kegiatan menjaga kebersihan atau menanam
pohon? Bagaimana rasanya ketika kita ikut berkontribusi untuk
lingkungan bersama- sama?"
7. Tidur Cepat: "Tidur cukup membuat kita segar esok hari. Saat kita
tidur, alam juga 'beristirahat'. Bagaimana kita bisa membantu alam
untuk terus lestari dan 'beristirahat' dengan baik?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:

Peserta didik memahami siklus hidup makhluk hidup dan upaya


pelestariannya; masalah yang berkaitan dengan pelestarian sumber
daya alam sebagai upaya mitigasi perubahan iklim.

Tujuan Pembelajaran:
 Peserta didik mengidentifikasi tahapan siklus hidup beberapa jenis
makhluk hidup (hewan dan tumbuhan) dengan benar.
 Peserta didik menjelaskan pentingnya pelestarian makhluk hidup dan
sumber daya alam bagi keberlangsungan hidup.
 Peserta didik mengidentifikasi masalah-masalah yang mengancam
kelestarian sumber daya alam (misalnya, pencemaran, penebangan
liar) di lingkungan sekitar.
 Peserta didik merancang ide-ide sederhana untuk upaya pelestarian
makhluk hidup dan sumber daya alam di lingkungan sekolah atau
rumah.
 Peserta didik menghubungkan tindakan manusia dengan dampaknya
terhadap lingkungan dan perubahan iklim.
 Peserta didik mengembangkan sikap peduli dan bertanggung jawab
terhadap lingkungan melalui kegiatan nyata.

E. Sarana dan Prasarana


1. Gambar/Poster/Video siklus hidup berbagai makhluk hidup (kupu-
kupu, ayam, tanaman).
2. Media tanam sederhana (pot kecil, biji kacang hijau/tanaman cepat
tumbuh).
3. Bahan-bahan daur ulang (botol plastik, koran, kardus).
4. Akses internet untuk mencari informasi dan video edukasi.
5. Lingkungan sekolah (taman/halaman) sebagai tempat observasi.
Widia Yuli Herni, [Link]

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, tidak ada kesulitan dalam
memahami materi ajar.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL)
 Metode: Observasi Langsung, Diskusi Kelompok, Eksperimen
Sederhana, Kunjungan Lapangan (mini), Presentasi.

Pendekatan Deep Learning akan diintegrasikan melalui:

o Pembelajaran Berbasis Masalah Nyata: Peserta didik akan


menganalisis masalah pelestarian lingkungan yang relevan
dengan kehidupan mereka.
o Eksplorasi Mendalam: Kegiatan akan mendorong peserta didik
untuk menggali detail siklus hidup dan dampak tindakan
manusia terhadap lingkungan melalui pengalaman langsung.
o Koneksi Antar Konsep: Peserta didik diajak untuk
menghubungkan siklus hidup dengan pelestarian, serta dampak
aktivitas manusia terhadap perubahan iklim.
o Refleksi Kritis: Peserta didik akan didorong untuk merefleksikan
peran mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan dan
menjadi agen perubahan.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Pernahkah kalian mengamati bagaimana kupu-
kupu berubah dari ulat? Atau, bagaimana biji kecil bisa tumbuh
menjadi tanaman besar? Apa yang kalian rasakan saat melihat
keindahan alam di sekitar kita?"
 Meaningful Learning: "Menurut kalian, mengapa penting bagi kita
untuk menjaga kelestarian hewan dan tumbuhan? Apa yang akan
terjadi jika semua pohon di hutan ditebang atau semua hewan di laut
punah? Bagaimana tindakan kecil kita bisa berdampak besar pada
lingkungan?"
 Joyful Learning: "Jika kalian bisa menciptakan taman impian, tanaman
dan hewan apa yang akan kalian rawat di sana? Apa yang paling
ingin kalian lakukan hari ini untuk membantu bumi kita tetap indah
dan sehat?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa,
dan memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (10 menit): Guru mengajak peserta didik menonton video
singkat tentang keindahan alam atau hewan/tumbuhan yang sedang
tumbuh. Guru mengajukan pertanyaan pemantik (mindful,
meaningful, joyful learning) untuk
Widia Yuli Herni, [Link]

mengaitkan pengetahuan awal peserta didik dengan materi siklus


hidup dan pelestarian.
3. Motivasi (10 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
manfaat mempelajari siklus hidup makhluk hidup dan upaya
pelestarian sumber daya alam. Guru juga mengaitkan dengan 7
Kegiatan Anak Indonesia Hebat, terutama "Gemar Belajar", "Makan
Sehat dan Bergizi", dan "Bermasyarakat" untuk menumbuhkan
kepedulian terhadap lingkungan.
4. Menjelaskan Proyek (5 menit): Guru secara singkat memperkenalkan
proyek yang akan dilakukan selama beberapa pertemuan: "Proyek
Penyelamat Lingkungan Cilik".

Inti (10 JP)


Pertemuan 1-2 (4 JP): Menjelajahi Siklus Hidup Makhluk Hidup
1. Observasi dan Eksplorasi (60 menit):
o Guru menayangkan gambar/video siklus hidup beberapa
makhluk hidup (misal: kupu-kupu, ayam, tanaman kacang
hijau). Peserta didik diminta mengamati dan mencatat tahapan-
tahapan yang terjadi.
o Gambar
o Secara berkelompok, peserta didik ditugaskan untuk memilih
satu jenis makhluk hidup dan membuat diagram siklus
hidupnya di kertas manila. Ini melatih kreativitas dan kolaborasi.
o Peserta didik melakukan observasi langsung di sekitar sekolah
(taman/halaman) untuk mencari contoh tanaman atau
serangga dan mengamati tahapan hidup sederhana yang bisa
mereka lihat (misal: biji, tunas, daun, bunga pada tanaman).
2. Eksperimen Sederhana (60 menit):
o Setiap kelompok menanam biji kacang hijau dalam pot kecil
dan mencatat perkembangannya setiap hari selama beberapa
hari ke depan. Ini adalah eksperimen jangka pendek yang
melatih kemandirian dan penalaran kritis dalam mengamati
perubahan.
3. Diskusi dan Elaborasi (60 menit):
o Setiap kelompok mempresentasikan diagram siklus hidup yang
telah mereka buat.
o Guru memandu diskusi tentang persamaan dan perbedaan
siklus hidup antar makhluk hidup serta pentingnya setiap
tahapan.
o Guru menjelaskan mengapa menjaga kelestarian makhluk
hidup itu penting untuk keseimbangan alam.
Pertemuan 3-4 (4 JP): Tantangan Pelestarian Sumber Daya Alam
1. Identifikasi Masalah (90 menit):
o Guru mengajak peserta didik menonton video atau melihat
gambar tentang masalah lingkungan di Indonesia (misalnya,
tumpukan sampah, hutan gundul, sungai tercemar).
o Dalam kelompok, peserta didik mengidentifikasi masalah-
masalah tersebut dan mendiskusikan dampaknya terhadap
makhluk hidup dan lingkungan. Ini melatih penalaran kritis dan
kolaborasi.
Widia Yuli Herni, [Link]

o Guru memandu diskusi untuk menghubungkan masalah


lingkungan dengan konsep perubahan iklim sederhana
(misalnya, emisi dari sampah yang menumpuk).
2. Mencari Solusi dan Ide Proyek (90 menit):
o Guru menantang setiap kelompok untuk memikirkan ide-ide
solusi sederhana yang bisa mereka lakukan di lingkungan
sekolah atau rumah untuk mengatasi masalah pelestarian
sumber daya alam. Ini adalah awal dari proyek "Penyelamat
Lingkungan Cilik" yang melatih kreativitas dan kemampuan
berkomunikasi.
o Setiap kelompok memilih satu ide proyek yang paling mungkin
mereka lakukan (misal: kampanye hemat air, membuat tempat
sampah terpilah, menanam tanaman di pot bekas).
o Peserta didik mulai merancang rencana proyek mereka (apa
yang akan dilakukan, siapa yang bertanggung jawab, alat dan
bahan yang dibutuhkan).
Pertemuan 5 (2 JP): Presentasi Ide Proyek dan Komitmen Aksi
1. Presentasi Proyek (60 menit):
o Setiap kelompok mempresentasikan ide proyek "Penyelamat
Lingkungan Cilik" mereka di depan kelas. Mereka menjelaskan
masalah yang ingin diatasi, solusi yang ditawarkan, dan
langkah- langkah pelaksanaannya. Ini melatih komunikasi dan
kemandirian.
o Kelompok lain memberikan umpan balik dan saran yang
konstruktif.
2. Komitmen Aksi (30 menit):
o Peserta didik secara individu atau kelompok menuliskan satu
komitmen pribadi tentang apa yang akan mereka lakukan
untuk menjaga lingkungan di rumah atau sekolah. Komitmen ini
bisa ditempel di papan pajangan kelas.
o Guru memberikan apresiasi dan motivasi.

Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang hal-hal penting
yang telah dipelajari tentang siklus hidup makhluk hidup, pentingnya
pelestarian, dan peran mereka sebagai agen perubahan. Guru juga
mengaitkan kembali dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik
tentang kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan
mengapa, serta apa yang mereka rasakan setelah merancang proyek
pelestarian.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru menginstruksikan peserta didik untuk
mulai menjalankan proyek "Penyelamat Lingkungan Cilik" mereka di
rumah atau sekolah, dan mencatat hasilnya untuk dilaporkan di
pertemuan selanjutnya.
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa
dan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
Widia Yuli Herni, [Link]

 Observasi Guru: Pengamatan keaktifan peserta didik dalam diskusi


kelompok, saat melakukan observasi/eksperimen, dan saat
merancang ide proyek. (Penilaian terhadap dimensi kolaborasi,
komunikasi, kreativitas, dan penalaran kritis).
 Diagram Siklus Hidup: Penilaian pemahaman tahapan siklus hidup.
 Catatan Observasi Perkembangan Tanaman: Penilaian kemampuan
mengamati dan mencatat.
 Rencana Proyek "Penyelamat Lingkungan Cilik": Penilaian kreativitas,
penalaran kritis dalam identifikasi masalah dan solusi, serta
kemampuan merancang.

Asesmen Sumatif:
 Presentasi Ide Proyek "Penyelamat Lingkungan Cilik": Penilaian
pemahaman mendalam tentang masalah lingkungan dan solusi,
kemampuan mengaplikasikan pengetahuan, dan keterampilan
presentasi (menggunakan rubrik penilaian analitik terlampir di LKPD).
 Tes Tertulis (Pilihan Ganda/Isian Singkat): Untuk mengukur
pemahaman faktual tentang siklus hidup, pentingnya pelestarian, dan
identifikasi masalah lingkungan.

K. Pemahaman Bermakna
Memahami siklus hidup makhluk hidup dan pelestarian sumber daya
alam bukan hanya sekadar menghafal fakta, tetapi juga tentang
menyadari bahwa kita semua adalah bagian dari ekosistem yang saling
terhubung. Setiap tindakan kita, sekecil apa pun, dapat memengaruhi
makhluk hidup lain dan kelestarian lingkungan.
Dengan menjaga alam, kita tidak hanya melindungi masa depan bumi,
tetapi juga memastikan bahwa generasi mendatang dapat menikmati
keindahan dan manfaat yang sama. Kita adalah "penjaga" bumi ini, dan
sudah menjadi tugas kita untuk merawatnya dengan penuh tanggung
jawab.

L. Materi Bahan Ajar


Misteri Kehidupan: Siklus Hidup Makhluk Hidup
Setiap makhluk hidup di bumi, baik itu hewan maupun tumbuhan,
memiliki perjalanan hidup yang unik yang disebut siklus hidup. Siklus
hidup adalah serangkaian tahapan pertumbuhan dan perkembangan
yang dilalui oleh suatu organisme, mulai dari kelahiran hingga mati.
Misalnya, kupu-kupu memulai hidupnya sebagai telur kecil, kemudian
menetas menjadi ulat yang rakus makan, lalu berubah menjadi pupa
yang diam, hingga akhirnya menjadi kupu-kupu dewasa yang indah.
Demikian pula, biji kecil dapat tumbuh menjadi tunas, lalu tanaman
muda, hingga menjadi tanaman dewasa yang berbunga dan berbuah.

Pentingnya Pelestarian Makhluk Hidup dan Sumber Daya Alam


Keberadaan semua makhluk hidup dan sumber daya alam sangat
penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem di bumi. Tumbuhan
menghasilkan oksigen yang kita hirup, hewan membantu penyerbukan
tanaman, dan air serta tanah menjadi kebutuhan dasar bagi semua
kehidupan. Jika salah satu bagian dari siklus ini terganggu, misalnya
Widia Yuli Herni, [Link]

karena pencemaran atau penebangan hutan secara berlebihan,


Widia Yuli Herni, [Link]

maka akan berdampak pada seluruh rantai kehidupan dan bahkan dapat
menyebabkan perubahan iklim yang ekstrem. Oleh karena itu, melestarikan
makhluk hidup dan sumber daya alam adalah tanggung jawab kita
bersama.

Mitigasi Perubahan Iklim Melalui Aksi Sederhana


Masalah seperti perubahan iklim global seringkali terasa besar dan jauh,
namun sebenarnya berakar dari tindakan kita sehari-hari. Contohnya,
membuang sampah sembarangan dapat menyebabkan penumpukan yang
menghasilkan gas berbahaya, atau penggunaan energi berlebihan yang
meningkatkan emisi karbon. Kita dapat berkontribusi dalam upaya mitigasi
perubahan iklim melalui aksi-aksi sederhana seperti mengurangi
penggunaan plastik, menanam pohon, menghemat energi dan air, serta
mendaur ulang sampah. Setiap langkah kecil kita akan menjadi bagian dari
solusi besar untuk bumi yang lebih sehat.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa hal baru yang paling kalian pahami tentang siklus hidup makhluk
hidup dan pentingnya menjaga lingkungan?
2. Bagaimana perasaan kalian saat merancang ide proyek "Penyelamat
Lingkungan Cilik"?
3. Satu hal apa yang akan kalian ubah dalam kebiasaan sehari-hari
kalian untuk lebih peduli lingkungan?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dan menunjukkan
pemahaman mendalam selama kegiatan pembelajaran? Jika tidak,
strategi apa yang bisa saya coba selanjutnya?
2. Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik, terutama dalam
mendorong penalaran kritis dan kreativitas?
3. Bagian mana dari kegiatan pembelajaran yang paling efektif dalam
menumbuhkan rasa peduli dan tanggung jawab peserta didik
terhadap lingkungan?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Nama Kelompok:

Anggota Kelompok:

Tugas Diskusi Kelompok: "Jejak Langkah Lingkungan Kita"


Diskusikan dalam kelompok kalian, masalah lingkungan apa yang paling
sering kalian temui di sekitar sekolah atau rumah. Kemudian, identifikasi
dampaknya dan berikan ide solusi sederhananya.
Widia Yuli Herni, [Link]

Masalah Lingkungan
Dampaknya bagi Makhluk
Ide Solusi Sederhana yang
yang Ditemui Hidup dan Lingkungan
Bisa Kita Lakukan

Menyumbat aliran air,


Memungut sampah,
Contoh: Banyak
mencemari tanah, memilah sampah,
sampah plastik di
berbahaya bagi hewan membuat tempat
selokan
air sampah daur ulang

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Ide Proyek
"Penyelamat Lingkungan Cilik"
Tema: "Siklus Hidup dan Pelestarian Lingkungan"
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala Skala
2 Skala
3 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

Kualitas
Diskusi
Kelompok

Anggota
kelompok
Anggota Anggota Anggota menunjuk
kelompo kelompok kelompok kan
k tidakAnggota menunju menunju pemaha
menunju kelompok kkan kkan man
1.
kkan menunjukk pemaha pemaha mendala
Kedalaman
pemaha an man man baik m,
Pemahama
man pemahama cukup dan mampu
n Masalah
tentang n terbatas tentang mampu menganal
masalah tentang masalah menjelas isis akar
lingkung masalah lingkunga kan masalah
an yang lingkungan. n dan dampak dan
diidentifik dampakn secara dampakn
asi. ya. detail. ya
kompreh
ensif.
Ide solusi
Ide solusi
Ide solusi
Ide solusi
Ide solusi
2. relevan, sangat
tidak kurang cukup
Kualitas Ide kreatif, relevan,
relevan relevan relevan
Solusi dan inovatif,
atau atau sulit dan bisa
realistis dan
diterapkan. diterapka
untuk berpoten
Widia Yuli Herni, [Link]

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

tidak n dengan diterapka si


realistis. bantuan. n. memberik
an
dampak
signifikan
.

Kerja
sama
sangat
Kerja Kerja
baik,
sama sama
Tidak ada semua
cukup baik,
kerja Sedikit kerja anggota
3. baik, semua
sama, sama, berpartisi
Kolaborasi namun anggota
ada sebagian pasi
dalam masih ada berpartisi
dominasi besar penuh,
Kelompok anggota pasi aktif
individu anggota saling
yang dan saling
atau pasif. menginsp
kurang menduku
konflik. irasi, dan
aktif. ng.
berkontri
busi
signifikan
.
Kualitas
Presentasi

Penyamp
Penyampai Penyamp
aian
Penyam an kurang aian Penyamp
sangat
paian jelas, cukup aian jelas,
jelas,
4. tidak sering jelas, lugas, dan
persuasif,
Kejelasan jelas, terputus, namun mudah
menarik,
Penyampaian sulit dan masih ada dimenger
dan
dimenger menggunak bagian ti oleh
menggun
ti, dan an bahasa yang audiens.
akan
berbelit- yang kurang
bahasa
belit. membingun lugas.
yang
gkan.
efektif.

5. Tidak Kurang Cukup Menguas Menguas


Penguasaan menguas menguasai menguas ai materi ai materi
Materi ai materi, materi, ai materi, dengan dengan
sering banyak namun baik, sangat
Widia Yuli Herni, [Link]

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

Presentasi membac ragu, dan masih menjawa baik,


a teks, sering terlihat b mampu
atau bergantung kurang pertanya menjelas
menjawa pada percaya an dengan kan
b di luar catatan. diri. tepat, dan konsep
konteks. percaya secara
diri. mendala
m, dan
menjawa
b
pertanya
an dengan
analisis
tajam.

Presenta
si
Presenta Presenta menarik, Presenta
Presentasi
si si cukup menggun si sangat
sedikit
monoton, menarik, akan kreatif,
6. menarik,
tanpa menggun media inovatif,
Kreativitas namun
media akan yang interaktif,
Presentasi kurang
atau cara media relevan, dan
bervariasi
penyamp sederhan dan berhasil
dalam
aian yang a, namun penyamp memikat
penyampai
menarik. kurang aian perhatian
an.
inovatif. cukup audiens.
bervarias
i.

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, dapat
diberikan tugas tambahan untuk mengeksplorasi lebih lanjut:
o Mencari tahu tentang siklus hidup makhluk hidup langka atau
hewan endemik di Indonesia dan upaya pelestariannya.
o Merancang kampanye mini tentang pelestarian lingkungan di
media sosial sekolah atau majalah dinding.
o Membuat karya seni (misalnya, puisi, lagu, gambar) yang
bertema pelestarian alam atau siklus hidup.
Remedial:
Widia Yuli Herni, [Link]

 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, dapat


diberikan bimbingan khusus:
o Mengulang penjelasan materi dengan menggunakan media
yang lebih visual atau konkret.
o Melakukan observasi siklus hidup sederhana di rumah dengan
pendampingan orang tua (misal: mengamati pertumbuhan
kecambah).
o Mengerjakan lembar kerja tambahan yang berfokus pada
tahapan siklus hidup atau identifikasi masalah lingkungan
dasar.

P. Glosarium
1. Siklus Hidup: Serangkaian tahapan pertumbuhan dan perkembangan
yang dilalui oleh suatu organisme dari awal kehidupan hingga mati
dan bereproduksi.
2. Mitigasi Perubahan Iklim: Upaya mengurangi risiko dan dampak dari
perubahan iklim, baik melalui pengurangan emisi gas rumah kaca
maupun adaptasi terhadap dampaknya.
3. Sumber Daya Alam: Segala sesuatu yang berasal dari alam dan
dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, seperti air,
tanah, hutan, dan hasil tambang.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas IV Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan
Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Suara Pembaharuan. (2018). Pendidikan Lingkungan Hidup. Jakarta:
Penerbit Erlangga.

Mengetahui Padang, Juli 2025


Kepala SDN 15 Anduring Guru Kelas IV A

DESRA SULASTRI, [Link] WIDIA YULI HERNI, [Link].


NIP. 19691203 199011 2 002 NIP. 199307042019022001
Widia Yuli Herni, [Link]

Modul Ajar IPAS


Pendekatan Deep Learning
Perubahan Wujud Zat dan Energi

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun :Widia Yuli Herni, [Link]
 Satuan Pendidikan: SDN 15 Anduring
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : IPAS
 Fase :B
 Kelas/Semester : 4/1
 Alokasi Waktu : 12 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


 [✓] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis fenomena
perubahan wujud zat dan energi serta menemukan pola
hubungannya.
 [✓] Kreativitas: Peserta didik mampu merancang eksperimen
sederhana dan membuat visualisasi perubahan wujud dan energi.
 [✓] Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok
untuk melakukan eksperimen dan diskusi.
 [✓] Kemandirian: Peserta didik mampu melakukan observasi dan
mencatat hasil eksperimen secara mandiri.
 [✓] Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan hasil observasi
dan kesimpulan dengan jelas dan efektif.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
dengan pendekatan personal dan reflektif, mengaitkannya dengan tema
pembelajaran:
1. Bangun Tidur: "Anak-anak, pagi ini kalian bangun dan merasakan
suhu ruangan. Tahukah kalian, suhu ini ada hubungannya dengan
energi? Apa yang membuat kita merasa hangat atau dingin?"
2. Beribadah: "Saat beribadah, kita sering menggunakan air. Air bisa
berubah wujud, lho! Pernahkah kalian melihat uap air saat memasak
air wudu atau saat hujan?"
3. Berolahraga: "Ketika berolahraga, tubuh kita mengeluarkan keringat
dan terasa hangat. Itu adalah salah satu contoh perubahan energi
dalam tubuh kita. Energi apa yang kalian rasa paling banyak kalian
gunakan saat berolahraga?"
4. Gemar Belajar: "Hari ini kita akan belajar banyak tentang bagaimana
benda bisa berubah dan bagaimana energi bekerja. Mengapa
menurut kalian
Widia Yuli Herni, [Link]

penting sekali untuk mengetahui perubahan-perubahan ini dalam


kehidupan sehari-hari?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Makanan yang kita makan diolah oleh tubuh
menjadi energi. Energi inilah yang membuat kita bisa bergerak dan
berpikir. Apa yang terjadi pada makanan di dalam tubuh kita
sehingga bisa menghasilkan energi?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan, kalian mungkin pernah
melihat orang tua memasak, menyetrika, atau menyalakan lampu. Itu
semua melibatkan perubahan energi. Bagaimana kita bisa
menggunakan energi dengan bijak agar bermanfaat bagi banyak
orang?"
7. Tidur Cepat: "Saat kita tidur, tubuh kita juga membutuhkan energi
untuk memperbaiki diri. Bayangkan jika tidak ada energi, apakah kita
bisa hidup? Apa yang membuat tubuh kita berenergi setelah tidur
cukup?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:

Peserta didik memahami proses perubahan wujud zat dan perubahan


bentuk energi; sumber dan bentuk energi serta proses perubahan
bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran:
 Peserta didik mengidentifikasi tiga wujud zat (padat, cair, gas) dan
memberikan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.
 Peserta didik menjelaskan proses perubahan wujud zat (mencair,
membeku, menguap, mengembun, menyublim, mengkristal) dengan
benar.
 Peserta didik melakukan eksperimen sederhana untuk mengamati
perubahan wujud zat.
 Peserta didik mengidentifikasi berbagai sumber energi (matahari,
listrik, angin, air) yang ada di sekitar.
 Peserta didik menjelaskan berbagai bentuk energi (panas, cahaya,
bunyi, gerak, listrik) dan memberikan contohnya.
 Peserta didik menjelaskan proses perubahan bentuk energi dalam
kehidupan sehari-hari (misalnya, listrik menjadi cahaya dan panas
pada lampu).
 Peserta didik mengembangkan kesadaran akan pentingnya
penggunaan energi secara hemat dan bijak.

E. Sarana dan Prasarana


1. Es batu, air, lilin/spiritus, piring, gelas, teko, korek api.
2. Berbagai benda yang dapat menunjukkan perubahan energi (senter,
baterai, radio kecil, mainan bertenaga baterai).
3. Video interaktif tentang perubahan wujud zat dan energi.
4. Papan tulis/Whiteboard dan spidol.
5. Lembar kerja peserta didik (LKPD).
Widia Yuli Herni, [Link]

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, tidak ada kesulitan dalam
memahami materi ajar.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis
Inkuiri)
 Metode: Eksperimen, Observasi, Diskusi Kelompok, Demonstrasi,
Penyelidikan.

Pendekatan Deep Learning akan diintegrasikan melalui:

o Penyelidikan Mandiri: Peserta didik akan diajak untuk


menyelidiki fenomena perubahan wujud zat dan energi melalui
eksperimen langsung.
o Konstruksi Pengetahuan: Peserta didik akan membangun
pemahaman mereka sendiri melalui pengamatan, analisis, dan
diskusi.
o Koneksi Konseptual: Peserta didik akan diajak menghubungkan
konsep-konsep perubahan wujud dan energi dengan aplikasi
dalam kehidupan nyata.
o Refleksi Kritis: Peserta didik akan merefleksikan hasil
eksperimen dan implikasinya terhadap pemahaman mereka
tentang dunia.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Perhatikan lilin yang menyala. Apa yang terjadi
pada lilinnya? Mengapa air yang tadinya dingin bisa menjadi uap saat
direbus? Apa yang membuat benda-benda di sekitar kita bergerak,
berbunyi, atau bersinar?"
 Meaningful Learning: "Mengapa kita perlu tahu tentang perubahan
wujud benda atau bagaimana energi berubah? Apa manfaatnya bagi
kehidupan kita sehari-hari? Bagaimana kita bisa menghemat energi di
rumah dan di sekolah?"
 Joyful Learning: "Jika kalian bisa menciptakan mesin yang mengubah
satu bentuk energi menjadi bentuk energi lain, mesin apa yang akan
kalian buat dan untuk apa? Eksperimen apa yang paling kalian ingin
coba hari ini untuk melihat keajaiban perubahan?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa,
dan memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (10 menit): Guru mengajak peserta didik melakukan
permainan singkat "Apa yang Berubah?" dengan menunjukkan
beberapa benda dan bertanya apa yang bisa berubah dari benda
tersebut (misal: es batu yang
Widia Yuli Herni, [Link]

mencair, lilin yang meleleh). Guru mengajukan pertanyaan pemantik


(mindful, meaningful, joyful learning).
3. Motivasi (10 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
manfaat mempelajari perubahan wujud zat serta energi dalam
kehidupan sehari-hari, dari memasak hingga menyalakan lampu.
Guru juga mengaitkan dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat,
terutama "Gemar Belajar" dan "Bermasyarakat" (penggunaan energi
yang bijak).
4. Pengenalan Topik (5 menit): Guru memperkenalkan bahwa hari ini kita
akan menjadi "ilmuwan cilik" yang akan menyelidiki bagaimana
benda-benda di sekitar kita bisa berubah dan bagaimana energi
bekerja.

Inti (10 JP)


Pertemuan 1-2 (4 JP): Menyelidiki Perubahan Wujud Zat
1. Eksplorasi (60 menit):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diberikan beberapa benda dan peralatan (es
batu, piring, lilin, korek api, teko berisi air panas).
o Guru meminta setiap kelompok melakukan eksperimen
sederhana:
 Mengamati es batu yang mencair di suhu ruangan.
 Membakar lilin dan mengamati lilin yang meleleh.
 Mendekatkan piring dingin ke uap air dari teko panas
untuk mengamati pengembunan.
Peserta didik mencatat pengamatan mereka: apa yang terjadi
o
pada benda, bagaimana wujudnya berubah, dan apa yang
menyebabkan perubahan itu. Ini melatih observasi dan
penalaran kritis.
2. Elaborasi dan Konstruksi Pengetahuan (60 menit):
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil eksperimen dan
pengamatan mereka.
o Guru memandu diskusi kelas untuk mengidentifikasi wujud zat
(padat, cair, gas) dan jenis-jenis perubahan wujud zat (mencair,
membeku, menguap, mengembun). Guru menggunakan istilah-
istilah ilmiah dengan penjelasan yang sederhana.
o Guru menayangkan video animasi tentang partikel zat dan
bagaimana mereka bergerak saat terjadi perubahan wujud
untuk membantu pemahaman konsep abstrak.
3. Aplikasi (60 menit):
o Peserta didik diajak untuk mencari contoh perubahan wujud zat
lain yang sering mereka temui di rumah atau lingkungan sekitar
(misal: embun di pagi hari, air mendidih saat memasak mie,
pembuatan agar- agar).
Setiap
o kelompok membuat poster sederhana yang
menggambarkan satu contoh perubahan wujud zat beserta
penjelasannya. Ini melatih kreativitas dan komunikasi.
Pertemuan 3-4 (4 JP): Mengungkap Misteri Energi dan Perubahannya
1. Eksplorasi dan Observasi (90 menit):
Widia Yuli Herni, [Link]

o Guru membawa berbagai benda yang menunjukkan bentuk dan


perubahan energi (senter, baterai, radio kecil, mobil mainan,
peluit).
o Peserta didik diminta mengamati dan mencoba
mengoperasikan benda-benda tersebut. Guru mengajukan
pertanyaan: "Apa yang membuat benda ini bekerja? Energi apa
yang digunakannya? Apakah ada energi lain yang muncul saat
benda ini bekerja?"
oPeserta didik dalam kelompok mendiskusikan berbagai bentuk
energi (panas, cahaya, bunyi, gerak, listrik) dan sumber-sumber
energi (matahari, air, angin, listrik, bahan bakar). Ini melatih
penalaran kritis dan kolaborasi.
2. Demonstrasi dan Elaborasi (90 menit):
o Guru melakukan demonstrasi sederhana tentang perubahan
bentuk energi (misal: menyalakan lampu dengan baterai,
menggosok tangan hingga hangat, menggunakan kalkulator
bertenaga surya).
o Guru memandu diskusi tentang bagaimana energi dapat
berubah dari satu bentuk ke bentuk lain, memberikan contoh
aplikasi dalam kehidupan sehari-hari (misal: setrika mengubah
listrik menjadi panas, radio mengubah listrik menjadi bunyi).
o Peserta didik secara individu mengisi LKPD tentang contoh
perubahan bentuk energi di rumah dan di sekolah.
Pertemuan 5 (2 JP): Proyek "Hemat Energi di Rumahku"
1. Aplikasi dan Proyek (90 menit):
o Peserta didik secara individu atau berpasangan merancang
sebuah kampanye kecil atau poster berjudul "Hemat Energi di
Rumahku".
o Kampanye/poster harus berisi:
 Minimal 3 contoh penggunaan energi di rumah.
 Minimal 3 cara menghemat energi tersebut.
 Gambar atau ilustrasi yang menarik.
o Proyek ini mendorong kemandirian, kreativitas, dan komunikasi
dalam menyampaikan pesan penting.
o Guru membimbing dan memberikan umpan balik selama proses
pengerjaan proyek.

Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang hal-hal penting
yang telah dipelajari tentang perubahan wujud zat dan energi, serta
bagaimana mereka dapat menggunakan pengetahuan ini untuk
bertindak bijak. Guru juga mengaitkan kembali dengan 7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik
tentang kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan
mengapa, serta apa yang mereka rasakan setelah merancang
kampanye hemat energi.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru menugaskan peserta didik untuk
Widia Yuli Herni, [Link]

mengamati perubahan wujud zat atau perubahan energi lain di


rumah dan menceritakannya di pertemuan selanjutnya.
Widia Yuli Herni, [Link]

4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa
dan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
 Observasi Guru: Pengamatan keaktifan peserta didik dalam diskusi
kelompok, saat melakukan eksperimen, dan saat merancang poster.
(Penilaian terhadap dimensi kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan
penalaran kritis).
 Catatan Eksperimen Perubahan Wujud: Penilaian pemahaman proses
perubahan wujud dan kemampuan observasi.
 Poster Perubahan Wujud Zat: Penilaian kreativitas dan kemampuan
menjelaskan konsep.
 LKPD Identifikasi Perubahan Bentuk Energi: Penilaian pemahaman
berbagai bentuk dan perubahan energi.
Asesmen Sumatif:
 Proyek "Hemat Energi di Rumahku": Penilaian pemahaman mendalam
tentang konsep energi, kemampuan mengaplikasikan pengetahuan,
dan keterampilan menyampaikan pesan (menggunakan rubrik
penilaian analitik terlampir di LKPD).
 Tes Tertulis (Pilihan Ganda/Isian Singkat): Untuk mengukur
pemahaman faktual tentang wujud zat, perubahan wujud, sumber
energi, dan perubahan bentuk energi.

K. Pemahaman Bermakna
Memahami proses perubahan wujud zat dan berbagai bentuk energi
adalah kunci untuk memahami bagaimana dunia di sekitar kita bekerja.
Dari es yang meleleh menjadi air, hingga listrik yang diubah menjadi
cahaya lampu, semua adalah bagian dari fenomena alam yang
menakjubkan. Pengetahuan ini membantu kita mengerti mengapa kita
bisa memasak, mengapa alat elektronik bisa berfungsi, dan bagaimana
kita dapat menggunakan sumber daya alam secara lebih efisien dan
bertanggung jawab. Dengan memahami energi, kita dapat menjadi agen
perubahan yang cerdas dan hemat.

L. Materi Bahan Ajar


Misteri Perubahan: Wujud Zat di Sekitar Kita
Benda-benda di sekitar kita ada dalam tiga wujud utama: padat, cair,
dan gas. Benda padat memiliki bentuk dan volume yang tetap, seperti
meja atau batu. Benda cair memiliki volume yang tetap tetapi bentuknya
berubah mengikuti wadahnya, seperti air dalam gelas. Sedangkan benda
gas tidak memiliki bentuk maupun volume yang tetap, dan akan
memenuhi seluruh ruang tempatnya berada, seperti udara di dalam
balon. Ketiga wujud ini bisa saling berubah, misalnya es batu (padat)
mencair menjadi air (cair) ketika panas, dan air (cair) bisa menguap
menjadi uap air (gas) saat dipanaskan lagi.
Energi di Balik Perubahan
Widia Yuli Herni, [Link]

Perubahan wujud zat terjadi karena adanya perubahan energi,


khususnya energi panas. Energi adalah kemampuan untuk melakukan
usaha atau kerja. Ada banyak bentuk energi yang bisa kita temui dalam
kehidupan sehari-hari, seperti energi panas (dari matahari atau api),
energi cahaya (dari lampu atau senter), energi bunyi (dari musik atau
suara), energi gerak (dari angin atau kendaraan), dan energi listrik (yang
mengalir di kabel). Energi ini berasal dari berbagai sumber energi,
seperti matahari, air, angin, dan bahan bakar.
Transformasi Energi dan Penggunaannya
Energi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan, tetapi bisa berubah
bentuk dari satu jenis ke jenis lainnya. Misalnya, saat kita menyalakan
lampu, energi listrik diubah menjadi energi cahaya dan sebagian menjadi
energi panas. Ketika kita memasak air dengan kompor gas, energi kimia
dari gas diubah menjadi energi panas.
Memahami bagaimana energi berubah membantu kita menggunakan
energi dengan lebih efisien. Menghemat energi berarti menggunakan
sumber daya alam secara bijak, menjaga ketersediaannya untuk masa
depan, dan membantu mengurangi dampak negatif terhadap
lingkungan.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa hal baru yang paling membuat kalian terkejut atau menarik
tentang perubahan wujud zat atau energi?
2. Bagaimana perasaan kalian saat melakukan eksperimen dan melihat
langsung perubahan wujud benda atau energi?
3. Satu kebiasaan baru apa yang akan kalian terapkan di rumah atau
sekolah untuk menghemat energi?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik menunjukkan pemahaman tentang
konsep perubahan wujud zat dan energi secara mendalam? Jika tidak,
bagian mana yang perlu diperkuat?
2. Apakah kegiatan eksperimen dan proyek berhasil memicu rasa ingin
tahu dan melatih keterampilan berpikir kritis peserta didik?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam
memfasilitasi deep learning pada peserta didik?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Nama Kelompok:

Anggota Kelompok:

Tugas Diskusi Kelompok: "Detektif Perubahan di Sekitarku"


Diskusikan dalam kelompok kalian, temukan 3 contoh perubahan wujud
zat dan 3 contoh perubahan bentuk energi yang sering kalian jumpai di
rumah atau sekolah. Jelaskan apa yang terjadi dan mengapa.
Widia Yuli Herni, [Link]

Contoh di Kehidupan
Jenis Perubahan Sehari- hari Apa yang Terjadi dan Mengapa?

Perubahan Wujud Zat

Es batu menjadi air karena


1. Mencair
menerima panas dari udara.

2. Menguap

3. Mengembun

Perubahan Bentuk
Energi

Lampu menyala dan terasa


1. Listrik ke Cahaya
hangat karena energi listrik
+ Panas
diubah.

2. Gerak ke Bunyi

3. Kimia ke Panas
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Proyek
"Hemat Energi di Rumahku"
Tema: "Perubahan Wujud Zat dan Energi: Hemat untuk Masa Depan"
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala Skala
2 Skala
3 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

Kualitas
Diskusi
Kelompo k

Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota


kelompo kelompok kelompok kelompok kelompok
1. k tidak menunjukk menunju menunju menunjuk
Kedalam menunju an kkan kkan kan
an kkan pemahama pemaha pemaha pemaha
Pemaha pemaha n yang man man yang man
man man sangat yang baik dan mendala
Konsep tentang terbatas cukup mampu m dan
perubah tentang tentang menjelas mampu
an konsep. konsep kan mengaitk
dan an
Widia Yuli Herni, [Link]

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

wujud/en contohny konsep berbagai


ergi. a. dengan konsep
benar. dengan
cermat.

Contoh
Contoh
Contoh Contoh Contoh sangat
2. yang
kurang cukup relevan relevan,
Kualitas diberikan
relevan relevan, dan orisinal,
Contoh tidak
atau namun penjelasa dan
dan relevan
penjelasan penjelasa n rinci penjelasa
Penjelas atau
sangat n kurang serta n sangat
an penjelas
minim. rinci. akurat. rinci serta
an salah.
analitis.

Kerja
sama
sangat
Kerja Kerja
baik,
sama sama
Tidak ada semua
cukup baik,
kerja Sedikit anggota
3. baik, semua
sama, kerja sama, berpartisi
Kolabora namun anggota
ada sebagian pasi
si dalam masih ada berpartisi
dominasi besar penuh,
Kelompok anggota pasi aktif
individu anggota saling
yang dan saling
atau pasif. menginsp
kurang menduku
konflik. irasi, dan
aktif. ng.
berkontri
busi
signifikan
.
Kualitas
Presentasi
Proyek

Penyampai Penyamp Penyamp


Penyam Penyamp
4. an kurang aian aian
paian aian jelas,
Kejelasan jelas, cukup sangat
tidak lugas, dan
Penyam sering jelas, jelas,
jelas, mudah
paian terputus, namun persuasif,
sulit dimenger
Pesan dan masih ada menarik,
dimenger
menggunak bagian dan
ti, dan
an bahasa menggun
Widia Yuli Herni, [Link]

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

berbelit- yang yang ti oleh akan


belit. membingun kurang audiens. bahasa
gkan. lugas. yang
efektif.

Menguas
ai materi
dengan
Menguasa sangat
i materi baik,
Tidak
Kurang Cukup dengan mampu
menguas
menguasai menguasa baik, menjelas
ai materi,
5. materi, i materi, mampu kan ide
sering
Penguas banyak namun menjelas proyek
membaca
aan Materi ragu, dan masih kan ide secara
teks, atau
Proyek sering terlihat proyek mendala
menjawa
bergantung kurang dengan m, dan
b di luar
pada percaya tepat, dan menjawab
konteks.
catatan. diri. percaya pertanyaa
diri. n dengan
analisis
tajam.

Proyek
Proyek menarik, Proyek
Proyek Proyek
cukup menggun sangat
monoton, sedikit
menarik, akan kreatif,
6. tanpa menarik,
menggun media inovatif,
Kreativitas media namun
akan yang interaktif,
dan atau cara kurang
media relevan, dan
Desain penyamp bervariasi
sederhana dan berhasil
Proyek aian yang dalam
, namun desain memikat
menarik. penyampai
kurang cukup perhatian
an.
inovatif. bervariasi. audiens.

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, dapat
diberikan tugas tambahan untuk mengeksplorasi lebih lanjut:
Widia Yuli Herni, [Link]

o Mencari tahu tentang energi terbarukan (surya, angin, air) dan


manfaatnya.
o Membuat model sederhana yang menunjukkan perubahan
bentuk energi (misalnya, dinamo sepeda, kincir angin
sederhana).
o Menulis laporan sederhana tentang cara menghemat energi di
lingkungan sekitar (sekolah atau kompleks perumahan).
Remedial:
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, dapat
diberikan bimbingan khusus:
o Mengulang penjelasan materi dengan menggunakan contoh
yang lebih konkret dan relevan dengan kehidupan sehari-hari
peserta didik.
o Melakukan eksperimen ulang secara langsung dengan
pendampingan guru atau teman sebaya yang lebih paham.
o Mengerjakan lembar kerja tambahan yang berfokus pada
identifikasi dasar wujud zat dan contoh-contoh perubahan
energi.

P. Glosarium
1. Wujud Zat: Bentuk fisik suatu materi yang dapat berupa padat, cair,
atau gas.
2. Energi: Kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja; dapat
berubah bentuk namun tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.
3. Inquiry-Based Learning: Model pembelajaran yang mendorong peserta
didik untuk mengajukan pertanyaan, menyelidiki, dan menemukan
jawaban sendiri melalui eksperimen dan observasi.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas IV Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan
Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Purwanto, B. (2018). Sains untuk Anak-anak: Seri Fisika Dasar. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama.

Mengetahui Padang, Juli 2025


Kepala SDN 15 Anduring Guru Kelas IV A

DESRA SULASTRI, [Link] WIDIA YULI HERNI, [Link].


NIP. 19691203 199011 2 002 NIP. 199307042019022001
Widia Yuli Herni, [Link]

Modul Ajar IPAS


Pendekatan Deep Learning
Gejala Kemagnetan, Gaya, dan
Pengaruhnya

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun :Widia Yuli Herni, [Link]
 Satuan Pendidikan: SDN 15 Anduring
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : IPAS
 Fase :B
 Kelas/Semester : 4/1
 Alokasi Waktu : 12 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


 [✓] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis gejala
kemagnetan dan pengaruh gaya terhadap benda.
 [✓] Kreativitas: Peserta didik mampu merancang eksperimen
sederhana dan menciptakan benda berbasis magnet.
 [✓] Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok
untuk melakukan eksperimen dan diskusi.
 [✓] Kemandirian: Peserta didik mampu melakukan observasi dan
mencatat hasil eksperimen secara mandiri.
 [✓] Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan hasil observasi
dan kesimpulan dengan jelas dan efektif.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
dengan pendekatan personal dan reflektif, mengaitkannya dengan tema
pembelajaran:
1. Bangun Tidur: "Anak-anak, saat bangun tidur, pernahkah kalian
merasa seperti ada 'tarikan' untuk kembali tidur? Itu mirip seperti
gaya, lho! Gaya apa yang membuat kita tetap di tempat tidur?"
2. Beribadah: "Ketika beribadah, kita bergerak dan kadang membawa
sesuatu. Apa yang membuat benda itu bisa kita angkat atau
pindahkan? Ada gaya apa di situ?"
3. Berolahraga: "Saat kita bermain bola, menendang atau melemparnya,
bola itu bergerak. Gaya apa yang membuat bola itu bergerak dan
berubah arah? Bagaimana tubuh kita mengeluarkan gaya?"
Widia Yuli Herni, [Link]

4. Gemar Belajar: "Hari ini kita akan menjelajahi kekuatan tak terlihat
seperti magnet dan berbagai gaya. Mengapa menurut kalian penting
sekali untuk mengetahui tentang kekuatan-kekuatan ini dalam
kehidupan sehari-hari?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Makanan memberi kita energi untuk
bergerak dan melakukan banyak hal. Gerakan dan tindakan kita
adalah hasil dari gaya. Bagaimana energi dari makanan diubah
menjadi gaya gerak tubuh kita?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan, kalian mungkin pernah
melihat orang mendorong gerobak, menarik tali, atau menggunakan
magnet untuk menempelkan catatan di kulkas. Bagaimana
pemahaman tentang gaya dan magnet bisa membantu kita dalam
kehidupan bermasyarakat?"
7. Tidur Cepat: "Tidur cukup membuat kita segar esok hari. Saat kita
beristirahat, ada banyak gaya di sekitar kita yang tetap bekerja,
seperti gaya gravitasi yang menahan kita di tempat tidur. Apa lagi
gaya yang bekerja saat kita tidur?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:

Peserta didik memahami gejala kemagnetan dalam kehidupan sehari-


hari, jenis gaya dan pengaruhnya terhadap arah, gerak, dan bentuk
benda.

Tujuan Pembelajaran:
 Peserta didik mengidentifikasi benda-benda yang dapat ditarik oleh
magnet dan benda yang tidak dapat ditarik magnet.
 Peserta didik menjelaskan sifat-sifat dasar magnet (kutub, tarik-
menarik, tolak-menolak) melalui eksperimen sederhana.
 Peserta didik mengidentifikasi berbagai jenis gaya (gaya otot, gaya
gravitasi, gaya gesek, gaya pegas) yang bekerja dalam kehidupan
sehari- hari.
 Peserta didik menjelaskan pengaruh gaya terhadap arah, gerak, dan
bentuk benda melalui observasi dan percobaan.
 Peserta didik merancang dan membuat alat sederhana yang
memanfaatkan konsep magnet atau gaya.
 Peserta didik mengembangkan sikap ingin tahu dan teliti dalam
melakukan penyelidikan ilmiah.

E. Sarana dan Prasarana


1. Berbagai jenis magnet (batang, U, cincin) dan benda-benda dari
berbagai bahan (besi, paku, klip kertas, pensil, karet, uang logam).
2. Mainan pegas/ketapel, bola, mobil mainan, tali, timbangan
sederhana.
3. Video interaktif tentang magnet dan berbagai jenis gaya.
4. Papan tulis/Whiteboard dan spidol.
5. Lembar kerja peserta didik (LKPD).
Widia Yuli Herni, [Link]

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, tidak ada kesulitan dalam
memahami materi ajar.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan)
 Metode: Eksperimen, Observasi, Diskusi Kelompok, Demonstrasi,
Penyelidikan.

Pendekatan Deep Learning akan diintegrasikan melalui:

o Eksplorasi Mandiri: Peserta didik akan menemukan sendiri


konsep magnet dan gaya melalui serangkaian eksperimen.
o Generalisasi Konsep: Peserta didik akan diajak untuk
merumuskan sifat-sifat magnet dan pengaruh gaya
berdasarkan hasil pengamatan mereka.
o Koneksi dengan Kehidupan Nyata: Peserta didik akan
menghubungkan penemuan mereka dengan fenomena sehari-
hari yang melibatkan magnet dan gaya.
o Refleksi Kritis: Peserta didik akan merefleksikan pemahaman
mereka dan bagaimana ilmu tentang magnet dan gaya
berguna.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Pernahkah kalian melihat magnet menempel pada
kulkas tanpa perekat? Atau, mengapa saat kita melompat, kita selalu
kembali ke bawah? Apa yang membuat mobil mainan bisa bergerak
dan berhenti?"
 Meaningful Learning: "Mengapa kita perlu tahu tentang magnet dan
berbagai gaya? Apakah ada manfaatnya dalam hidup kita? Bisakah
kita membuat sesuatu yang bergerak tanpa harus menyentuhnya?"
 Joyful Learning: "Jika kalian punya kekuatan super, gaya apa yang
paling ingin kalian miliki? Jika kalian bisa membuat mainan yang
menggunakan magnet, mainan apa yang akan kalian buat?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa,
dan memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (10 menit): Guru memulai dengan demonstrasi sederhana:
menempelkan klip kertas dengan magnet atau menjatuhkan
penghapus dan menanyakan mengapa jatuh. Guru mengajukan
pertanyaan pemantik (mindful, meaningful, joyful learning) untuk
memancing rasa ingin tahu.
3. Motivasi (10 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
manfaat mempelajari gejala kemagnetan dan jenis-jenis gaya dalam
kehidupan sehari- hari, dari mainan hingga alat elektronik. Guru juga
mengaitkan dengan 7
Widia Yuli Herni, [Link]

Kegiatan Anak Indonesia Hebat, terutama "Gemar Belajar" dan


"Berolahraga".
4. Pengenalan Topik (5 menit): Guru memperkenalkan bahwa hari ini kita
akan menjadi "ilmuwan cilik" yang akan melakukan penyelidikan dan
penemuan tentang kekuatan tak terlihat yaitu magnet dan gaya.

Inti (10 JP)


Pertemuan 1-2 (4 JP): Menjelajahi Misteri Magnet
1. Eksplorasi dan Penemuan (60 menit):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diberikan berbagai jenis magnet (batang, U,
cincin) dan kotak berisi berbagai benda (paku, klip kertas, koin,
pensil, karet gelang, uang kertas, kunci, sendok plastik).
o Guru meminta setiap kelompok melakukan eksperimen:
 Mencoba menarik benda-benda tersebut dengan magnet
dan mengelompokkan benda magnetis (ditarik magnet)
dan non- magnetis (tidak ditarik magnet).
 Mencoba mendekatkan dua magnet dan mengamati apa
yang terjadi (tarik-menarik atau tolak-menolak).
Peserta didik mencatat pengamatan mereka dalam LKPD. Ini
o
melatih
observasi dan penalaran kritis.
2. Elaborasi dan Generalisasi (60 menit):
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil eksperimen dan
penemuan mereka.
o Guru memandu diskusi kelas untuk merumuskan sifat-sifat
dasar magnet:
 Magnet hanya menarik benda-benda tertentu (terbuat
dari besi, baja, nikel, kobalt).
 Magnet memiliki dua kutub (utara dan selatan).
 Kutub senama (sama) akan tolak-menolak, kutub tak
senama (berbeda) akan tarik-menarik.
 Gaya magnet bisa menembus benda tipis (kertas, plastik).
o Guru menayangkan video singkat tentang medan magnet untuk
memperkuat pemahaman.
3. Aplikasi dan Kreativitas (60 menit):
o Peserta didik diminta mencari contoh penggunaan magnet
dalam kehidupan sehari-hari (kompas, kulkas, pengunci tas,
mainan).
Setiap kelompok merancang sebuah "permainan magnet"
o
sederhana atau "alat ajaib" yang memanfaatkan sifat magnet.
Ini melatih kreativitas dan kolaborasi.
Pertemuan 3-4 (4 JP): Mengenal Berbagai Jenis Gaya dan Pengaruhnya
1. Eksplorasi dan Observasi (90 menit):
o Guru menyiapkan beberapa "stasiun gaya" di kelas:
Widia Yuli Herni, [Link]

 Stasiun Gaya Otot: mendorong meja, mengangkat buku.


 Stasiun Gaya Gravitasi: menjatuhkan bola, mengamati
benda jatuh.
 Stasiun Gaya Gesek: mendorong balok di permukaan
kasar dan licin.
 Stasiun Gaya Pegas: menarik karet gelang, mainan pegas.
o Secara berkelompok, peserta didik mengunjungi setiap stasiun,
melakukan percobaan, dan mencatat pengamatan mereka
tentang bagaimana gaya mempengaruhi arah, gerak, atau
bentuk benda. Ini melatih penalaran kritis dan kemandirian.
2. Elaborasi dan Diskusi (90 menit):
o Setiap kelompok mempresentasikan hasil pengamatan mereka
dari stasiun gaya.
o Guru memandu diskusi kelas untuk memperkenalkan dan
menjelaskan berbagai jenis gaya (gaya otot, gaya gravitasi,
gaya gesek, gaya pegas).
o Guru menekankan bagaimana gaya dapat:
 Membuat benda diam menjadi bergerak.
 Mengubah arah gerak benda.
 Mengubah kecepatan gerak benda.
 Mengubah bentuk benda.
o Peserta didik diajak mengidentifikasi contoh gaya dalam
kegiatan sehari-hari mereka (misalnya, gaya otot saat menulis,
gaya gesek saat mengerem sepeda).
Pertemuan 5 (2 JP): Proyek "Kreasi Gaya dan Magnetku"
1. Aplikasi dan Proyek (90 menit):
o Peserta didik secara individu atau berpasangan merancang dan
membuat sebuah "Kreasi Gaya dan Magnetku".
o Proyek bisa berupa:
 Mainan sederhana yang menggunakan magnet (misal:
pancing magnet).
 Model yang menunjukkan pengaruh gaya (misal: ketapel
sederhana, mobil dari botol yang bergerak karena
dorongan).
 Poster interaktif tentang jenis-jenis gaya dengan
contohnya.
o Proyek ini mendorong kemandirian, kreativitas, dan komunikasi
dalam mempraktikkan konsep yang telah dipelajari.
o Guru membimbing dan memberikan dukungan selama proses
pengerjaan proyek.

Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang hal-hal penting
yang telah dipelajari tentang magnet dan gaya, serta bagaimana
mereka dapat
Widia Yuli Herni, [Link]

mengamati fenomena ini di sekitar mereka. Guru juga mengaitkan


kembali dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik
tentang kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan
mengapa, serta apa yang mereka rasakan setelah membuat proyek.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru menugaskan peserta didik untuk
mencari lebih banyak contoh gaya dan penggunaan magnet di
rumah.
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa
dan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
 Observasi Guru: Pengamatan keaktifan peserta didik dalam diskusi
kelompok, saat melakukan eksperimen, dan saat merancang
"permainan magnet" atau "alat ajaib". (Penilaian terhadap dimensi
kolaborasi, komunikasi, kreativitas, dan penalaran kritis).
 Catatan Eksperimen Magnet: Penilaian pemahaman sifat magnet dan
kemampuan observasi.
 LKPD Pengamatan Stasiun Gaya: Penilaian pemahaman pengaruh gaya
terhadap benda.
 Rancangan "Permainan Magnet" / "Alat Ajaib": Penilaian kreativitas dan
penerapan konsep.
Asesmen Sumatif:
 Proyek "Kreasi Gaya dan Magnetku": Penilaian pemahaman mendalam
tentang konsep magnet dan gaya, kemampuan mengaplikasikan
pengetahuan dalam bentuk produk, dan keterampilan presentasi
(menggunakan rubrik penilaian analitik terlampir di LKPD).
 Tes Tertulis (Pilihan Ganda/Isian Singkat): Untuk mengukur
pemahaman faktual tentang gejala kemagnetan, jenis gaya, dan
pengaruhnya terhadap benda.

K. Pemahaman Bermakna
Memahami gejala kemagnetan dan berbagai jenis gaya adalah kunci
untuk mengerti bagaimana benda-benda di dunia ini berinteraksi. Dari
benda yang menempel pada kulkas karena magnet, hingga bola yang
melambung tinggi karena tendangan, semua adalah hasil dari gaya
yang bekerja. Pengetahuan ini tidak hanya membuat kita lebih peka
terhadap lingkungan sekitar, tetapi juga membantu kita memahami cara
kerja berbagai alat dan teknologi, serta mengapa benda bisa bergerak,
berubah arah, atau bahkan berubah bentuk. Kita dapat melihat bahwa
gaya ada di mana- mana, menggerakkan dan membentuk dunia kita.

L. Materi Bahan Ajar


Kekuatan Tak Terlihat: Gejala Kemagnetan
Magnet adalah benda yang memiliki kemampuan menarik benda lain
yang terbuat dari bahan tertentu, seperti besi, baja, nikel, dan kobalt.
Benda-benda yang dapat ditarik magnet disebut benda magnetis,
sedangkan yang tidak dapat ditarik magnet
Widia Yuli Herni, [Link]

disebut benda non-magnetis. Magnet memiliki dua ujung yang disebut kutub,
yaitu kutub utara dan kutub selatan. Jika dua kutub magnet yang sama
didekatkan, mereka akan tolak-menolak. Sebaliknya, jika dua kutub magnet
yang berbeda didekatkan, mereka akan tarik-menarik. Gaya tarik magnet
ini bahkan bisa menembus benda tipis seperti kertas atau plastik.
Berbagai Jenis Gaya yang Bekerja
Selain magnet, ada banyak jenis gaya lain yang bekerja di sekitar kita. Gaya
adalah tarikan atau dorongan yang dapat menyebabkan perubahan pada
benda. Beberapa jenis gaya yang sering kita temui antara lain: Gaya Otot,
yaitu gaya yang dihasilkan oleh otot tubuh kita saat bergerak, seperti
mendorong meja atau menarik tali. Gaya Gravitasi, yaitu gaya tarik bumi
yang membuat semua benda jatuh ke bawah dan menahan kita tetap di
permukaan bumi. Gaya Gesek, yaitu gaya yang muncul ketika dua
permukaan saling bersentuhan dan menghambat gerakan, seperti saat kita
mengerem sepeda. Serta Gaya Pegas, yaitu gaya yang dihasilkan oleh
benda elastis yang diregangkan atau ditekan, seperti pada ketapel atau
per.
Pengaruh Gaya Terhadap Benda
Gaya memiliki banyak pengaruh terhadap benda. Pertama, gaya dapat
membuat benda diam menjadi bergerak. Contohnya, saat kita mendorong
gerobak yang diam, gerobak itu akan bergerak. Kedua, gaya dapat
mengubah arah gerak benda. Saat kita menendang bola, kita bisa mengubah
arah gerak bola. Ketiga, gaya dapat mengubah kecepatan gerak benda,
seperti saat kita mengerem sepeda untuk memperlambatnya atau
mengayuh sepeda lebih kencang untuk mempercepatnya.
Keempat, gaya juga dapat mengubah bentuk benda, misalnya saat kita
meremas kertas atau menekan plastisin hingga berubah bentuk.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa eksperimen tentang magnet atau gaya yang paling kalian sukai
hari ini? Mengapa?
2. Hal apa yang paling penting yang kalian pelajari tentang bagaimana
gaya memengaruhi benda?
3. Bagaimana kalian akan menggunakan pengetahuan tentang magnet
atau gaya dalam kehidupan sehari-hari?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan penemuan
dan eksperimen? Jika ada yang pasif, bagaimana cara saya dapat
lebih melibatkan mereka di lain waktu?
2. Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik, terutama dalam
mendorong penalaran kritis dan kreativitas peserta didik?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam
memfasilitasi deep learning pada peserta didik?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Nama Kelompok:
Widia Yuli Herni, [Link]

Anggota Kelompok:

Tugas Diskusi Kelompok: "Penyelidikan Gaya di Sekolahku"


Diskusikan dalam kelompok kalian, temukan 3 contoh kegiatan di sekolah
yang melibatkan gaya. Identifikasi jenis gayanya dan jelaskan pengaruh
gaya tersebut terhadap benda.

Kegiatan di
Jenis Gaya yang
Pengaruh Gaya terhadap Benda
Sekolah Bekerja

Contoh: Bermain
Gaya Otot, Gaya
Gaya otot membuat ayunan bergerak,
ayunan
Gravitasi gaya gravitasi menariknya ke
bawah.

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Proyek
"Kreasi Gaya dan Magnetku"
Tema: "Kekuatan di Balik Gerak dan Bentuk Benda"
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala Skala
2 Skala
3 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

Kualitas
Diskusi
Kelompok

Anggota
Anggota
Anggota kelompok
kelompok
Anggota kelompok menunju
Anggota menunju
kelompok menunju kkan
kelompok kkan
tidak kkan pemaha
1. menunjukk pemaha
menunju pemaha man
Kedalaman an man yang
kkan man mendala
Pemaham pemaham baik dan
pemaha yang m dan
an Konsep an yang mampu
man cukup mampu
sangat menjelas
tentang tentang mengaitk
terbatas kan
magnet konsep an
tentang konsep
atau gaya. dan berbagai
konsep. dengan
contohny konsep
benar.
a. dengan
cermat.
2. Identifikasi Identifikasi Identifikasi Identifikasi Identifikasi
Kualitas gaya/pen gaya/peng gaya/pen gaya/pen gaya/pen
Identifikasi aruh
Widia Yuli Herni, [Link]

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

Gaya/Pen garuh kurang garuh garuh garuh


garuh salah atau tepat atau cukup tepat dan sangat
tidak sangat tepat, penjelasa tepat,
relevan. minim. namun n rinci orisinal,
penjelasa serta dan
n kurang akurat. penjelasa
rinci. n sangat
rinci
serta
analitis.

Kerja
sama
sangat
Kerja Kerja baik,
sama sama semua
Tidak ada
Sedikit cukup baik, anggota
kerja
3. kerja sama, baik, semua berpartisi
sama, ada
Kolaborasi sebagian namun anggota pasi
dominasi
dalam besar masih ada berpartisi penuh,
individu
Kelompok anggota anggota pasi aktif saling
atau
pasif. yang dan saling mengins
konflik.
kurang menduku pirasi,
aktif. ng. dan
berkontri
busi
signifikan
.
Kualitas
Presentasi
Proyek

Penyampa
Penyamp Penyamp
ian kurang
aian Penyamp aian
Penyamp jelas,
cukup aian jelas, sangat
aian tidak sering
4. jelas, lugas, dan jelas,
jelas, sulit terputus,
Kejelasan namun mudah persuasif
dimenger dan
Penyamp masih ada dimengert ,
ti, dan mengguna
aian bagian i oleh menarik,
berbelit- kan bahasa
Konsep yang audiens. dan
belit. yang
kurang menggun
membingu
lugas. akan
ngkan.
bahasa
Widia Yuli Herni, [Link]

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

yang
efektif.

Menguas
ai materi
dengan
Menguas sangat
ai materi baik,
Tidak
Kurang Cukup dengan mampu
menguas
menguasai menguas baik, menjelas
ai materi,
materi, ai materi, mampu kan ide
5. sering
banyak namun menjelas proyek
Penguasa membac
ragu, dan masih kan ide secara
an Materi a teks,
sering terlihat proyek mendala
Proyek atau
bergantun kurang dengan m, dan
menjawa
g pada percaya tepat, dan menjawa
b di luar
catatan. diri. percaya b
konteks.
diri. pertanya
an
dengan
analisis
tajam.
Proyek
Proyek
sangat
Proyek sedikit Proyek
Proyek kreatif,
monoton, menarik, menarik,
cukup inovatif,
6. tidak fungsi berfungsi
menarik, berfungsi
Kreativita s berfungsi terbatas, dengan
berfungsi dengan
dan Fungsi , atau atau baik, dan
sederhan sangat
Proyek tanpa kurang desain
a, namun baik, dan
media bervariasi cukup
kurang berhasil
yang dalam bervarias
inovatif. memikat
menarik. penyampai i.
perhatian
an.
audiens.

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, dapat
diberikan tugas tambahan untuk mengeksplorasi lebih lanjut:
o Mencari tahu tentang prinsip kerja alat-alat yang menggunakan
magnet (misalnya, bel listrik, kompas).
Widia Yuli Herni, [Link]

o Menyelidiki gaya-gaya lain yang ada di sekitar kita (misalnya,


gaya dorong, gaya angkat).
o Mencoba membuat eksperimen gaya atau magnet yang lebih
kompleks dan mendokumentasikannya.
Remedial:
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, dapat
diberikan bimbingan khusus:
o Mengulang penjelasan materi dengan menggunakan contoh
yang lebih konkret dan mudah diamati.
o Melakukan eksperimen sederhana secara langsung dengan
pendampingan guru atau teman sebaya yang lebih paham.
o Mengerjakan lembar kerja tambahan yang berfokus pada
identifikasi benda magnetis/non-magnetis atau contoh-contoh
pengaruh gaya.

P. Glosarium
1. Magnet: Benda yang dapat menarik benda lain yang terbuat dari
bahan tertentu (besi, baja, nikel, kobalt) karena memiliki medan
magnet.
2. Gaya: Tarikan atau dorongan yang dapat menyebabkan perubahan
pada benda (misalnya, mengubah arah, gerak, atau bentuk benda).
3. Discovery Learning: Model pembelajaran yang mendorong peserta
didik untuk menemukan konsep dan prinsip sendiri melalui kegiatan
eksperimen dan observasi.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas IV Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan
Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Suripto, A. (2017). Konsep Dasar IPA Fisika untuk SD. Bandung: Remaja
Rosdakarya.

Mengetahui Padang, Juli 2025


Kepala SDN 15 Anduring Guru Kelas IV A

DESRA SULASTRI, [Link] WIDIA YULI HERNI, [Link].


NIP. 19691203 199011 2 002 NIP. 199307042019022001
Widia Yuli Herni, [Link]

Modul Ajar IPAS


Pendekatan Deep Learning
Peran, Tugas, Tanggung Jawab, dan
Interaksi Sosial

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun :Widia Yuli Herni, [Link]
 Satuan Pendidikan: SDN 15 Anduring
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : IPAS
 Fase :B
 Kelas/Semester : 4/2
 Alokasi Waktu : 12 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


 [✓] Kewargaan: Peserta didik memiliki kesadaran akan hak dan
kewajiban sebagai anggota masyarakat serta peduli terhadap
lingkungan sosial.
 [✓] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis peran, tugas,
dan tanggung jawab individu dalam berbagai interaksi sosial.
 [✓] Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok
untuk menyelesaikan masalah sosial dan menciptakan lingkungan
yang harmonis.
 [✓] Kemandirian: Peserta didik mampu memahami dan menjalankan
perannya sendiri dalam interaksi sosial dengan penuh tanggung
jawab.
 [✓] Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan ide dan
informasi tentang interaksi sosial dengan jelas dan efektif.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
dengan pendekatan personal dan reflektif, mengaitkannya dengan tema
pembelajaran:
1. Bangun Tidur: "Anak-anak, pagi ini kalian bangun dan bersiap untuk
berinteraksi dengan keluarga di rumah. Apa peran kalian di rumah
setelah bangun tidur? Ada tugas apa yang biasa kalian lakukan?"
2. Beribadah: "Saat kita beribadah, kita merasakan ketenangan. Dalam
kehidupan bermasyarakat, ketenangan juga penting. Bagaimana kita
bisa menciptakan ketenangan dan kerukunan dalam interaksi sosial
kita?"
3. Berolahraga: "Saat berolahraga bersama teman, kita belajar kerja
sama dan menghargai satu sama lain. Bagaimana kegiatan bersama
seperti olahraga ini melatih kita untuk berinteraksi dengan baik?"
Widia Yuli Herni, [Link]

4. Gemar Belajar: "Hari ini kita akan belajar tentang peran kita di
masyarakat dan bagaimana kita berinteraksi. Mengapa penting bagi
kita untuk memahami peran dan tanggung jawab kita dalam
kelompok atau masyarakat?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Makanan sehat dan bergizi seringkali
disiapkan bersama di rumah. Siapa yang punya peran menyiapkan
makanan di rumah kalian? Bagaimana pembagian tugas itu membuat
semuanya berjalan lancar?"
6. Bermasyarakat: "Di lingkungan sekitar, kalian pasti sering bertemu
tetangga, teman, atau orang dewasa. Bagaimana cara kalian
menyapa atau berinteraksi dengan mereka? Mengapa interaksi yang
baik itu penting?"
7. Tidur Cepat: "Tidur cukup membuat kita segar untuk berinteraksi esok
hari. Bayangkan jika semua orang di sekitar kita tidak menjalankan
perannya dengan baik, apa yang akan terjadi? Bagaimana ini
memengaruhi interaksi kita?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:

Peserta didik memahami peran, tugas, dan tanggung jawab serta


interaksi sosial yang terjadi di sekitar tempat tinggal dan sekolah.

Tujuan Pembelajaran:
 Peserta didik mengidentifikasi berbagai peran, tugas, dan tanggung
jawab individu di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat
sekitar.
 Peserta didik menjelaskan pentingnya menjalankan peran dan
tanggung jawab masing-masing dalam interaksi sosial.
 Peserta didik mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial yang
terjadi di lingkungan tempat tinggal dan sekolah (misalnya, kerja
sama, tolong- menolong, musyawarah).
 Peserta didik menjelaskan dampak positif dan negatif dari berbagai
bentuk interaksi sosial.
 Peserta didik merancang ide kegiatan kolaboratif untuk meningkatkan
interaksi sosial yang positif di lingkungan sekolah atau rumah.
 Peserta didik mengembangkan sikap toleransi, empati, dan rasa
tanggung jawab sosial.

E. Sarana dan Prasarana


1. Gambar/Poster/Video tentang berbagai profesi atau aktivitas sosial di
lingkungan sekitar.
2. Kartu peran (untuk permainan peran) dengan berbagai tugas.
3. Papan tulis/Whiteboard dan spidol.
4. Lembar kerja peserta didik (LKPD).
5. Lingkungan sekolah (kelas, halaman, kantin) sebagai tempat
observasi.
Widia Yuli Herni, [Link]

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, tidak ada kesulitan dalam
memahami materi ajar.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (Pembelajaran Berbasis
Masalah)
 Metode: Diskusi Kelompok, Permainan Peran (Role Play), Observasi,
Studi Kasus, Presentasi.

Pendekatan Deep Learning akan diintegrasikan melalui:

o Analisis Masalah Nyata: Peserta didik akan menganalisis


masalah- masalah yang muncul akibat ketidaksesuaian peran
atau interaksi sosial yang kurang baik.
o Pengembangan Solusi: Peserta didik akan mencari solusi kreatif
dan bertanggung jawab untuk meningkatkan interaksi sosial
yang positif.
o Koneksi Diri dengan Masyarakat: Peserta didik akan melihat
relevansi peran dan interaksi sosial dengan kehidupan mereka
sendiri dan masyarakat yang lebih luas.
o Refleksi Etis: Peserta didik akan merefleksikan nilai-nilai moral
dan etika dalam berinteraksi dengan orang lain.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Perhatikan teman sebangku kalian. Apa peran dia
di kelas ini? Apa yang terjadi jika ada teman yang tidak menjalankan
tugasnya? Bagaimana perasaan kalian ketika teman membantu
kalian?"
 Meaningful Learning: "Mengapa kita tidak bisa hidup sendiri? Mengapa
kita membutuhkan orang lain? Apa gunanya kita punya peran dan
tanggung jawab di rumah dan di sekolah?"
 Joyful Learning: "Jika kalian bisa menjadi 'agen perubahan' di sekolah,
perubahan apa yang ingin kalian lakukan untuk membuat interaksi
antar teman menjadi lebih menyenangkan dan saling membantu?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa,
dan memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (10 menit): Guru memutar video singkat atau menampilkan
gambar tentang kegiatan sosial di lingkungan sekitar (misalnya, kerja
bakti, gotong royong, atau anak-anak yang saling membantu di
sekolah). Guru mengajukan pertanyaan pemantik (mindful,
meaningful, joyful learning).
3. Motivasi (10 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
manfaat mempelajari peran, tugas, tanggung jawab, serta interaksi
sosial dalam
Widia Yuli Herni, [Link]

menciptakan lingkungan yang harmonis. Guru juga mengaitkan


dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat, terutama "Bermasyarakat"
dan "Gemar Belajar" untuk menumbuhkan kesadaran sosial.
4. Penyajian Masalah (5 menit): Guru menyajikan sebuah skenario
masalah sederhana yang terkait dengan interaksi sosial (misalnya,
ada teman yang sering datang terlambat saat kerja kelompok, atau
sampah berserakan di kelas karena tidak ada yang piket). Guru
meminta peserta didik memikirkan mengapa ini terjadi.

Inti (10 JP)


Pertemuan 1-2 (4 JP): Mengenali Peran, Tugas, dan Tanggung Jawab
1. Eksplorasi Peran (60 menit):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diminta untuk mendaftar berbagai peran yang
ada di keluarga mereka, di sekolah, dan di lingkungan sekitar
(misal: ayah, ibu, anak, guru, kepala sekolah, petugas
kebersihan, ketua RT).
Untuk setiap peran, mereka mendiskusikan apa saja tugas dan
o
tanggung jawab yang melekat pada peran tersebut.
2. Permainan Peran (60 menit):
o Guru menyiapkan beberapa kartu peran dengan skenario
sederhana (misal: "Seorang anak yang membantu ibunya
menyiapkan makan malam", "Seorang ketua kelas yang
memimpin diskusi", "Seorang petugas kebersihan yang
membersihkan sekolah").
Secara
o bergantian, kelompok memainkan peran dan
mendemonstrasikan tugas dan tanggung jawabnya. Kelompok
lain mengamati dan memberikan umpan balik. Ini melatih
kolaborasi, komunikasi, dan empati.
3. Diskusi dan Elaborasi (60 menit):
o Guru memandu diskusi kelas untuk mengidentifikasi pentingnya
setiap individu menjalankan peran dan tanggung jawabnya.
o Apa yang terjadi jika ada yang tidak menjalankan perannya?
(misal: pekerjaan tidak selesai, terjadi kekacauan, orang lain
merasa dirugikan).
o Guru menekankan bahwa setiap peran, sekecil apa pun,
memiliki makna penting dalam sebuah komunitas.
Pertemuan 3-4 (4 JP): Memahami Bentuk dan Dampak Interaksi Sosial
1. Observasi dan Studi Kasus (90 menit):
o Guru menayangkan video atau menyajikan beberapa kasus
cerita pendek tentang berbagai bentuk interaksi sosial (misal:
kerja bakti di lingkungan, musyawarah kelas untuk memilih
ketua, pertengkaran antar teman, saling menolong saat ada
yang kesulitan).
o Dalam kelompok, peserta didik mengidentifikasi bentuk
interaksi yang terjadi (kerjasama, persaingan, konflik, asimilasi,
akomodasi, dsb.) dan mendiskusikan dampak positif dan negatif
dari interaksi tersebut. Ini melatih penalaran kritis.
Widia Yuli Herni, [Link]

o Peserta didik juga diminta mengamati interaksi sosial yang


terjadi di lingkungan sekolah selama istirahat atau di kantin dan
mencatatnya.
2. Identifikasi Masalah Interaksi dan Solusi (90 menit):
o Guru meminta setiap kelompok untuk mengidentifikasi satu
masalah interaksi sosial yang sering terjadi di lingkungan
sekolah atau di antara teman-teman.
o Kemudian, kelompok berdiskusi dan merancang ide solusi untuk
mengatasi masalah tersebut agar interaksi menjadi lebih positif
dan harmonis. (Misal: membuat aturan piket yang jelas,
mengadakan sesi "rujuk" jika ada yang bertengkar, membuat
jadwal diskusi kelompok). Ini melatih kreativitas dan kolaborasi.
Pertemuan 5 (2 JP): Proyek "Aksi Sosial Positif di Sekolahku"
1. Rancangan Proyek (90 menit):
o Setiap kelompok mengembangkan ide solusi dari pertemuan
sebelumnya menjadi sebuah rencana proyek aksi sosial yang
lebih konkret berjudul "Aksi Sosial Positif di Sekolahku".
o Rencana proyek harus mencakup: nama proyek, tujuan,
langkah- langkah pelaksanaan, siapa yang terlibat, dan hasil
yang diharapkan. (Misal: Proyek "Kelas Bersih Tanggung Jawab
Bersama": membuat jadwal piket bergambar, mengadakan
lomba kebersihan kelas).
o Proyek ini mendorong kemandirian, kreativitas, dan komunikasi
dalam merancang perubahan positif.
o Guru membimbing dan memberikan dukungan selama proses
pengerjaan proyek.

Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang hal-hal penting
yang telah dipelajari tentang peran, tanggung jawab, dan interaksi
sosial. Guru menekankan bahwa setiap individu memiliki peran
penting dalam menciptakan lingkungan yang positif. Guru juga
mengaitkan kembali dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik
tentang kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan
mengapa, serta apa yang mereka rasakan setelah merancang proyek
aksi sosial.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru mendorong peserta didik untuk benar-
benar mencoba menerapkan ide proyek mereka di kelas atau di
rumah, dan melaporkan hasilnya di pertemuan selanjutnya.
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa
dan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
 Observasi Guru: Pengamatan keaktifan peserta didik dalam diskusi
kelompok, saat permainan peran, dan saat mengidentifikasi
masalah/solusi interaksi. (Penilaian terhadap dimensi kolaborasi,
komunikasi, kreativitas, dan penalaran kritis).
Widia Yuli Herni, [Link]

 Catatan Hasil Permainan Peran: Penilaian pemahaman peran dan


tanggung jawab.
 LKPD Identifikasi Interaksi Sosial: Penilaian pemahaman bentuk dan
dampak interaksi.
 Rancangan Ide Solusi Interaksi: Penilaian kreativitas dan penalaran
kritis.
Asesmen Sumatif:
 Presentasi Rencana Proyek "Aksi Sosial Positif di Sekolahku": Penilaian
pemahaman mendalam tentang peran dan interaksi sosial,
kemampuan menganalisis masalah, merancang solusi, dan
keterampilan presentasi (menggunakan rubrik penilaian analitik
terlampir di LKPD).
 Tes Tertulis (Pilihan Ganda/Isian Singkat): Untuk mengukur
pemahaman faktual tentang peran, tugas, tanggung jawab, dan
bentuk-bentuk interaksi sosial.

K. Pemahaman Bermakna
Memahami peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial
adalah fondasi penting untuk menjadi anggota masyarakat yang baik.
Kita tidak hidup sendiri; setiap individu memiliki peranan dan terhubung
dengan orang lain. Dengan menjalankan peran kita dengan penuh
tanggung jawab dan berinteraksi secara positif, kita dapat menciptakan
lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang harmonis, nyaman,
dan saling mendukung. Belajar tentang ini membantu kita menjadi
pribadi yang peduli, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama demi
kebaikan bersama.

L. Materi Bahan Ajar


Pentingnya Peran dan Tanggung Jawab dalam Interaksi Sosial
Setiap orang memiliki peran yang berbeda di berbagai lingkungan,
seperti peran sebagai anak di rumah, sebagai siswa di sekolah, atau
sebagai tetangga di masyarakat. Setiap peran ini datang dengan tugas
dan tanggung jawab tertentu. Misalnya, sebagai anak, tugas kita
mungkin membantu pekerjaan rumah; sebagai siswa, tugas kita adalah
belajar dan mengerjakan PR. Jika setiap orang memahami dan
menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, maka interaksi
sosial akan berjalan lancar dan harmonis. Sebaliknya, jika ada yang
tidak peduli dengan perannya, bisa timbul masalah dan
ketidaknyamanan dalam hubungan dengan orang lain.
Berbagai Bentuk Interaksi Sosial
Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu satu
dengan individu lain, atau antara kelompok satu dengan kelompok lain.
Ada berbagai bentuk interaksi sosial yang terjadi setiap hari. Bentuk
yang paling sering kita temui adalah kerja sama, di mana orang-orang
saling membantu untuk mencapai tujuan bersama, seperti kerja bakti
atau belajar kelompok. Ada juga tolong-menolong yang merupakan
bentuk kerja sama saat seseorang membutuhkan bantuan. Namun, ada
juga interaksi yang kurang positif seperti pertengkaran atau persaingan
yang tidak sehat, yang dapat menimbulkan konflik jika tidak dikelola
dengan baik.
Widia Yuli Herni, [Link]

Dampak Interaksi Sosial dan Peran Kita


Interaksi sosial memiliki dampak yang besar dalam kehidupan kita.
Interaksi yang positif, seperti kerja sama dan tolong-menolong, dapat
menciptakan suasana yang
Widia Yuli Herni, [Link]

rukun, saling menghargai, dan membuat pekerjaan lebih mudah


diselesaikan. Kita merasa nyaman dan didukung. Sebaliknya, interaksi yang
negatif dapat menimbulkan permusuhan, kesalahpahaman, dan
ketidaknyamanan. Oleh karena itu, kita memiliki tanggung jawab untuk
selalu berinteraksi secara positif, dengan berbicara santun, bersikap ramah,
saling menghormati, dan menyelesaikan masalah melalui musyawarah.
Peran aktif kita dalam menciptakan interaksi positif sangat penting bagi diri
sendiri dan orang lain.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa hal baru yang paling kalian sadari tentang peran dan tanggung
jawab kalian di rumah atau sekolah?
2. Bagaimana perasaan kalian saat melakukan permainan peran atau
merancang proyek aksi sosial?
3. Satu hal apa yang akan kalian lakukan mulai sekarang untuk
membuat interaksi kalian dengan teman atau keluarga menjadi lebih
baik?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik menunjukkan pemahaman tentang
pentingnya peran dan tanggung jawab dalam interaksi sosial? Jika
tidak, bagaimana cara saya dapat memperkuat pemahaman
tersebut?
2. Apakah kegiatan pembelajaran berhasil memicu empati dan
keinginan peserta didik untuk menciptakan interaksi positif?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam
memfasilitasi deep learning tentang nilai-nilai sosial pada peserta
didik?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Nama Kelompok:

Anggota Kelompok:

Tugas Diskusi Kelompok: "Skenario Interaksi Sosial"


Diskusikan dalam kelompok kalian, bagaimana kalian akan bereaksi atau
bertindak dalam skenario berikut agar tercipta interaksi sosial yang
positif. Jelaskan peran kalian dan dampaknya.

Peran yang
Tindakan Kalian dan
Skenario Interaksi Bisa Kalian
Dampaknya Terhadap
Sosial Ambil
Interaksi
Menawarkan bantuan,
Contoh: Teman sebangku menjelaskan kembali materi.
Teman yang
kesulitan memahami Dampaknya: teman merasa
membantu
pelajaran. terbantu, hubungan makin
akrab.
Widia Yuli Herni, [Link]

Peran yang
Tindakan Kalian dan
Skenario Interaksi Bisa Kalian
Dampaknya Terhadap
Sosial Ambil
Interaksi
1. Ada teman yang
sering membuang
sampah sembarangan
di kelas.

2. Kalian melihat
teman bertengkar
karena masalah kecil.

3. Guru meminta kalian


kerja kelompok untuk
tugas sulit.
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi
Rencana Proyek "Aksi Sosial Positif di Sekolahku"
Tema: "Membangun Interaksi Sosial yang Harmonis"
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

Kualitas
Diskusi
Kelompo k

Anggota
Anggota Anggota
kelompok
Anggota kelompok kelompok
menunju
kelompo Anggota menunju menunjuk
kkan
1. k tidak kelompok kkan kan
pemaha
Kedalam menunju menunjukk pemaha pemaham
man yang
an Pemaha kkan an man yang an
baik dan
man Peran pemaha pemahama cukup mendala
mampu
& Tanggun man n yang tentang m,
menjelas
g Jawab tentang sangat peran dan mampu
kan peran
peran terbatas fungsinya. mengaitk
dengan
atau tentang an peran
benar.
tanggung peran. dengan
jawab. dampak
sosial.

2. Analisis Analisis Analisis Analisis Analisis


Kualitas interaksi interaksi interaksi interaksi interaksi
Analisis salah kurang cukup tepat dan sangat
Widia Yuli Herni, [Link]

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

Interaksi atau tidak tepat atau tepat, penjelas tepat,


Sosial relevan. sangat namun an rinci orisinal,
minim. penjelas serta dan
an kurang akurat penjelasa
rinci. tentang n sangat
dampak. rinci serta
analitis
tentang
dinamika
sosial.

Kerja
sama
Kerja Kerja sangat
sama sama baik,
Tidak ada
cukup baik, semua
kerja Sedikit kerja
3. baik, semua anggota
sama, sama,
Kolabora namun anggota berpartisi
ada sebagian
si dalam masih ada berpartisi pasi
dominasi besar
Kelompok anggota pasi aktif penuh,
individu anggota
yang dan saling saling
atau pasif.
kurang menduku menginsp
konflik.
aktif. ng. irasi, dan
berkontrib
usi
signifikan.
Kualitas
Presentasi
Proyek

Penyamp
Penyampai Penyamp
aian
Penyamp an kurang aian Penyamp
sangat
aian jelas, cukup aian
4. jelas,
tidak sering jelas, jelas,
Kejelasan persuasif,
jelas, sulit terputus, namun lugas, dan
Penyamp menarik,
dimenger dan masih ada mudah
aian Pesan dan
ti, dan menggunak bagian dimenger
menggun
berbelit- an bahasa yang ti oleh
akan
belit. yang kurang audiens.
bahasa
membingun lugas.
yang
gkan.
efektif.
Widia Yuli Herni, [Link]

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

Menguasa
i materi
dengan
Menguasa
sangat
i materi
Tidak baik,
Kurang Cukup dengan
menguas mampu
menguasai menguas baik,
ai materi, menjelas
5. materi, ai materi, mampu
sering kan ide
Penguas banyak namun menjelas
membaca proyek
aan Materi ragu, dan masih kan ide
teks, atau secara
Proyek sering terlihat proyek
menjawab mendalam
bergantung kurang dengan
di luar , dan
pada percaya tepat, dan
konteks. menjawab
catatan. diri. percaya
pertanyaa
diri.
n dengan
analisis
tajam.

Proyek
sangat
Proyek kreatif,
Proyek
Proyek menarik, inovatif,
sedikit Proyek
monoton, relevan, sangat
menarik, cukup
6. tidak dan relevan,
relevansi menarik,
Kreativitas relevan, desain dan
terbatas, cukup
dan atau cukup berpotens
atau kurang relevan,
Kelayakan tanpa bervarias i
bervariasi namun
Proyek media i serta memberik
dalam kurang
yang layak an
penyampai inovatif.
menarik. dilaksana dampak
an.
kan. positif
yang
nyata.

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, dapat
diberikan tugas tambahan untuk mengeksplorasi lebih lanjut:
o Melakukan wawancara singkat dengan berbagai orang di
sekolah (misalnya, kepala sekolah, petugas kebersihan,
pustakawan) tentang peran dan tanggung jawab mereka.
Widia Yuli Herni, [Link]

o Menulis cerita pendek tentang pentingnya kerja sama dalam


mencapai tujuan.
o Mencari tahu tentang organisasi sosial di lingkungan sekitar
dan peran mereka dalam masyarakat.
Remedial:
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, dapat
diberikan bimbingan khusus:
o Mengulang penjelasan materi dengan menggunakan contoh-
contoh yang lebih konkret dan dekat dengan kehidupan
mereka.
o Melakukan simulasi peran sederhana secara langsung dengan
pendampingan guru.
o Mengerjakan lembar kerja tambahan yang berfokus pada
identifikasi peran dasar di keluarga dan sekolah.

P. Glosarium
1. Interaksi Sosial: Hubungan timbal balik antara individu, kelompok,
atau individu dengan kelompok dalam masyarakat.
2. Peran: Kedudukan atau fungsi yang harus dilakukan seseorang dalam
suatu kelompok atau masyarakat.
3. Tanggung Jawab: Kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seseorang
sesuai dengan perannya.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas IV Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan
Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Soekanto, S. (2012). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

Mengetahui Padang, Juli 2025


Kepala SDN 15 Anduring Guru Kelas IV A

DESRA SULASTRI, [Link] WIDIA YULI HERNI, [Link].


NIP. 19691203 199011 2 002 NIP. 199307042019022001
Widia Yuli Herni, [Link]

Modul Ajar IPAS


Pendekatan Deep Learning
Geografi Lokal, Keanekaragaman, dan
Kearifan Lokal

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun :Widia Yuli Herni, [Link]
 Satuan Pendidikan: SDN 15 Anduring
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : IPAS
 Fase :B
 Kelas/Semester : 4/2
 Alokasi Waktu : 16 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


 [✓] Kewargaan: Peserta didik memiliki pemahaman mendalam
tentang identitas lokal dan nasional serta peduli terhadap pelestarian
budaya dan lingkungan.
 [✓] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis keterkaitan
antara bentang alam, profesi, dan kebudayaan lokal.
 [✓] Kreativitas: Peserta didik mampu menghasilkan ide-ide baru
dalam melestarikan kearifan lokal dan budaya.
 [✓] Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok
untuk mengumpulkan informasi dan mempresentasikan hasil belajar.
 [✓] Kemandirian: Peserta didik mampu mencari informasi tentang
daerahnya sendiri secara mandiri.
 [✓] Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan informasi
tentang daerahnya dengan jelas dan efektif.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat
dengan pendekatan personal dan reflektif, mengaitkannya dengan tema
pembelajaran:
1. Bangun Tidur: "Anak-anak, pagi ini kalian bangun di kota/kabupaten
Karangsari, provinsi Jawa Timur. Tahukah kalian, di mana tepatnya
kota kita ini berada di peta Indonesia? Bagaimana rasanya tinggal di
daerah yang indah ini?"
2. Beribadah: "Saat beribadah, kita belajar bersyukur atas segala ciptaan
Tuhan, termasuk kekayaan alam dan budaya di daerah kita.
Bagaimana ibadah kita mengingatkan kita untuk menjaga warisan
leluhur dan alam sekitar?"
Widia Yuli Herni, [Link]

3. Berolahraga: "Di daerah kita, mungkin ada olahraga tradisional atau


permainan rakyat. Pernahkah kalian mencobanya? Bagaimana
olahraga ini membuat kita lebih dekat dengan budaya daerah?"
4. Gemar Belajar: "Hari ini kita akan menjelajahi tempat tinggal kita lebih
dalam, dari bentang alamnya hingga budayanya. Mengapa penting
bagi kita untuk mengenal dan mencintai daerah kita sendiri?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Makanan khas daerah kita seringkali
menggunakan bahan-bahan alami dari bentang alam sekitar. Apa
makanan khas daerah kalian yang paling kalian suka? Dari mana
asalnya bahan-bahan makanan itu?"
6. Bermasyarakat: "Di lingkungan sekitar, kalian pasti menemukan
keanekaragaman budaya, seperti bahasa atau tradisi. Bagaimana kita
bisa hidup rukun dengan perbedaan-perbedaan ini? Apa yang bisa
kita lakukan untuk melestarikan kearifan lokal?"
7. Tidur Cepat: "Tidur cukup membuat kita segar untuk belajar dan
beraktivitas. Bayangkan jika semua pengetahuan tentang daerah
kita, seperti cerita rakyat atau adat istiadat, hilang begitu saja.
Bagaimana perasaan kalian? Apa yang bisa kita lakukan agar ini tidak
terjadi?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:

Peserta didik mengenal letak kota/kabupaten dan provinsi tempat


tinggalnya melalui peta konvensional/digital; ragam bentang alam serta
keterkaitannya dengan profesi masyarakat; keanekaragaman hayati,
keragaman budaya, kearifan lokal, sejarah keluarga dan masyarakat
tempat tinggalnya, dan upaya pelestariannya.

Tujuan Pembelajaran:
 Peserta didik menunjukkan letak kota/kabupaten Karangsari dan
provinsi Jawa Timur pada peta konvensional atau digital.
 Peserta didik mengidentifikasi ragam bentang alam di sekitar tempat
tinggalnya (dataran rendah, dataran tinggi, pantai, sungai, gunung)
dan memberikan contohnya.
 Peserta didik menjelaskan keterkaitan antara bentang alam dengan
jenis profesi masyarakat di sekitarnya.
 Peserta didik mengidentifikasi keanekaragaman hayati (hewan dan
tumbuhan khas) dan keragaman budaya (adat istiadat, pakaian adat,
kesenian daerah) di daerahnya.
 Peserta didik menjelaskan contoh kearifan lokal yang masih
diterapkan di masyarakat tempat tinggalnya.
 Peserta didik mengumpulkan informasi tentang sejarah singkat
keluarga atau masyarakat di tempat tinggalnya.
 Peserta didik merancang ide-ide sederhana untuk upaya pelestarian
keanekaragaman hayati, keragaman budaya, dan kearifan lokal.
 Peserta didik mengembangkan sikap bangga terhadap daerah asal dan
semangat melestarikan kekayaan lokal.
Widia Yuli Herni, [Link]

E. Sarana dan Prasarana


1. Peta Provinsi Jawa Timur dan Peta Indonesia (konvensional/digital).
2. Video/Foto tentang bentang alam, profesi, budaya, dan kearifan lokal
daerah Lumajang dan sekitarnya.
3. Alat dan bahan untuk membuat poster/maket sederhana (kertas
karton, spidol, pensil warna, plastisin, barang bekas).
4. Akses internet/komputer untuk mencari informasi dan video edukasi.
5. Narasumber lokal (jika memungkinkan, untuk sesi wawancara).

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, tidak ada kesulitan dalam
memahami materi ajar.

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL)
 Metode: Penyelidikan Lapangan (mini), Wawancara (sederhana),
Observasi, Diskusi Kelompok, Pembuatan Proyek (Peta
Interaktif/Pameran Mini), Presentasi.

Pendekatan Deep Learning akan diintegrasikan melalui:

o Penyelidikan Otentik: Peserta didik akan melakukan penyelidikan


langsung terhadap lingkungan dan budaya sekitar mereka.
o Pembelajaran Berbasis Konteks Lokal: Materi akan sangat
relevan dengan kehidupan peserta didik, mendorong
pemahaman mendalam.
o Sintesis Informasi: Peserta didik akan menggabungkan berbagai
jenis informasi (geografi, budaya, sejarah) untuk membentuk
pemahaman yang komprehensif.
o Koneksi Emosional: Kegiatan akan mendorong rasa bangga dan
kepemilikan terhadap warisan lokal.
o Pengembangan Produk Nyata: Peserta didik akan menghasilkan
proyek yang menunjukkan pemahaman mendalam mereka
tentang daerahnya.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Pejamkan mata sejenak, bayangkan rumah kalian,
sekolah kalian, sawah di dekat rumah, atau gunung yang terlihat dari
kejauhan. Apa yang kalian rasakan saat membayangkan tempat-
tempat itu? Bisakah kalian menggambarkannya?"
 Meaningful Learning: "Jika ada orang dari negara lain datang ke sini,
apa yang paling ingin kalian tunjukkan atau ceritakan tentang daerah
kita? Mengapa penting bagi kita untuk tahu tentang tempat tinggal
kita, budaya, dan sejarah keluarga kita?"
Widia Yuli Herni, [Link]

 Joyful Learning: "Jika kalian adalah seorang pemandu wisata di


daerah kita, ke mana saja kalian akan mengajak tamu? Apa cerita
paling menarik yang akan kalian sampaikan tentang Karangsari dan
Jawa Timur?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa,
dan memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (15 menit): Guru memulai dengan menunjukkan peta
Indonesia. Guru bertanya: "Di mana pulau Jawa? Di mana Provinsi
Jawa Timur? Di mana letak kota/kabupaten kita?" Guru bisa
menggunakan peta digital interaktif. Guru mengajukan pertanyaan
pemantik (mindful, meaningful, joyful learning).
3. Motivasi (15 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
manfaat mempelajari lebih dalam tentang daerah tempat tinggal
mereka, dari geografinya hingga budayanya. Guru mengaitkan
dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat, terutama "Gemar Belajar"
dan "Bermasyarakat" untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan
kepedulian sosial.
4. Pengenalan Proyek (15 menit): Guru memperkenalkan proyek utama
selama tema ini: "Pameran Mini: Aku Cinta Daerahku". Setiap
kelompok akan membuat sebuah diorama, poster interaktif, atau
presentasi digital yang berisi informasi lengkap tentang Karangsari
dan Jawa Timur, termasuk bentang alam, profesi, budaya, kearifan
lokal, dan sejarah singkat.

Inti (14 JP)


Pertemuan 1-3 (6 JP): Mengenal Bentang Alam dan Profesi Lokal
1. Eksplorasi Peta dan Bentang Alam (90 menit):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Setiap kelompok diberikan peta Provinsi Jawa Timur dan peta
Kabupaten Lumajang (jika ada). Mereka diminta
mengidentifikasi dan menandai lokasi SDN 15 Anduring.
o Guru menayangkan video/gambar berbagai bentang alam
(gunung, pantai, dataran rendah, sungai, sawah) yang ada di
Jawa Timur, khususnya sekitar Lumajang.
Peserta didik mencatat karakteristik masing-masing bentang
o
alam. Ini melatih penalaran kritis dan observasi.
2. Keterkaitan Bentang Alam dan Profesi (90 menit):
o Guru memandu diskusi tentang hubungan antara bentang alam
dengan jenis-jenis profesi masyarakat yang ada di sana (misal:
petani di dataran rendah/sawah, nelayan di pantai, penambang
di gunung, pedagang di kota).
o Peserta didik mengidentifikasi profesi yang paling banyak
ditemui di sekitar tempat tinggal mereka dan
menghubungkannya dengan bentang alam.
Widia Yuli Herni, [Link]

o Setiap kelompok memilih satu bentang alam dan profesi terkait,


lalu membuat sketsa atau mind map untuk proyek mereka.
3. Observasi Lingkungan (90 menit):
o Jika memungkinkan dan aman, guru mengajak peserta didik
berkeliling sekitar lingkungan sekolah (misal: ke sawah
terdekat, sungai, atau hanya mengamati dari kejauhan) untuk
melihat langsung contoh bentang alam dan aktivitas profesi.
o Peserta didik mencatat hasil observasi mereka.
Pertemuan 4-6 (6 JP): Menggali Keanekaragaman Budaya, Kearifan Lokal, dan
Sejarah
1. Keanekaragaman Hayati dan Budaya (90 menit):
o Guru menampilkan gambar/video tentang keanekaragaman
hayati khas Jawa Timur (misal: harimau jawa - meskipun punah,
burung, bunga rafflesia - contoh kekayaan hayati Indonesia,
dsb) dan keragaman budaya (tari remo, reog ponorogo, wayang
kulit, baju adat, bahasa daerah).
o Peserta didik mengidentifikasi beberapa contoh
keanekaragaman hayati dan budaya di daerah mereka.
o Guru bisa mengundang narasumber lokal (jika memungkinkan)
untuk bercerita tentang tradisi atau kesenian daerah.
2. Kearifan Lokal dan Sejarah (90 menit):
o Guru menjelaskan konsep kearifan lokal (kebiasaan atau
pengetahuan masyarakat turun-temurun yang baik untuk
lingkungan/masyarakat, misal: menjaga kebersihan sungai,
gotong royong).
o Peserta didik berdiskusi dan mencari contoh kearifan lokal yang
masih ada di lingkungan mereka.
o Guru bercerita singkat tentang sejarah berdirinya SDN 15
Anduring atau sejarah singkat daerah Lumajang. Peserta didik
juga bisa ditugaskan untuk bertanya kepada orang tua atau
kakek nenek tentang sejarah keluarga atau lingkungan mereka.
o Ini melatih komunikasi dan kolaborasi serta menumbuhkan
kewargaan.
3. Merancang Pelestarian (90 menit):
o Setelah memahami berbagai kekayaan daerah, setiap
kelompok mendiskusikan upaya pelestarian yang bisa mereka
lakukan untuk menjaga keanekaragaman hayati, keragaman
budaya, dan kearifan lokal.
o Mereka mulai mengumpulkan ide dan bahan untuk proyek
"Pameran Mini: Aku Cinta Daerahku", fokus pada bagian
keanekaragaman dan pelestarian. Ini melatih kreativitas.
Pertemuan 7 (2 JP): Persiapan dan Finalisasi Proyek "Pameran Mini: Aku Cinta
Daerahku"
1. Penyelesaian Proyek (90 menit):
o Setiap kelompok bekerja sama untuk menyelesaikan proyek
mereka.
Widia Yuli Herni, [Link]

o Mereka memastikan semua informasi (letak geografis, bentang


alam, profesi, keanekaragaman, kearifan lokal, sejarah, dan
upaya pelestarian) terangkum dengan baik dan menarik dalam
proyek (diorama/poster/presentasi digital).
o Guru berkeliling memberikan bimbingan, umpan balik, dan
memastikan semua anggota kelompok berkontribusi (kolaborasi
dan kemandirian).

Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang apa yang telah
mereka pelajari tentang daerahnya. Bagaimana perasaan mereka
setelah mengetahui begitu banyak hal tentang tempat tinggalnya?
Guru juga mengaitkan kembali dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia
Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik
tentang kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan
mengapa, serta apa yang mereka rasakan setelah menyelesaikan
proyek.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru menyiapkan jadwal untuk "Pameran
Mini: Aku Cinta Daerahku" di kelas atau di area sekolah yang dapat
dilihat oleh siswa lain atau orang tua. Peserta didik diharapkan bisa
menjelaskan proyek mereka kepada pengunjung pameran.
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa
dan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
 Observasi Guru: Pengamatan keaktifan peserta didik dalam diskusi
kelompok, saat melakukan observasi lapangan, dan saat merancang
proyek. (Penilaian terhadap dimensi kolaborasi, komunikasi,
kreativitas, dan penalaran kritis).
 Catatan Hasil Observasi Lingkungan/Wawancara: Penilaian kemampuan
mengumpulkan informasi dan mencatat.
 Mind Map/Sketsa Awal Proyek: Penilaian pemahaman awal tentang
keterkaitan bentang alam dan profesi.
 Partisipasi Diskusi Identifikasi Kearifan Lokal/Sejarah: Penilaian
pemahaman dan kemampuan komunikasi.
Asesmen Sumatif:
 Proyek "Pameran Mini: Aku Cinta Daerahku" (Diorama/Poster
Interaktif/Presentasi Digital): Penilaian pemahaman mendalam tentang
geografi lokal, keanekaragaman hayati, keragaman budaya, kearifan
lokal, sejarah, serta upaya pelestariannya. Penilaian juga mencakup
kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan presentasi (menggunakan
rubrik penilaian analitik terlampir di LKPD).
 Tes Tertulis (Pilihan Ganda/Isian Singkat): Untuk mengukur
pemahaman faktual tentang letak geografis, jenis bentang alam,
profesi, keanekaragaman budaya, dan kearifan lokal.
Widia Yuli Herni, [Link]

K. Pemahaman Bermakna
Mengenal dan memahami tempat tinggal kita lebih dalam adalah
seperti menemukan harta karun tersembunyi. Dari letak geografis di
peta, ragam bentang alam yang indah, hingga kekayaan budaya,
kearifan lokal, dan sejarah masyarakatnya, semua itu membentuk
identitas kita sebagai warga daerah. Dengan memahami hal ini, kita
tidak hanya menjadi lebih bangga akan asal-usul kita, tetapi juga
menyadari pentingnya melestarikan warisan alam dan budaya agar tetap
lestari untuk generasi mendatang. Kita adalah bagian dari sejarah dan
masa depan daerah kita.

L. Materi Bahan Ajar


Mengenal Jati Diri: Kota, Provinsi, dan Bentang Alam Kita
Setiap dari kita tinggal di sebuah daerah yang memiliki nama dan letak
geografis tertentu. Kita tinggal di Kota/Kabupaten Karangsari, yang
merupakan bagian dari Provinsi Jawa Timur. Provinsi Jawa Timur
memiliki berbagai macam bentang alam yang indah dan beragam,
seperti dataran rendah yang subur untuk pertanian, dataran tinggi
dengan pegunungan yang menjulang, garis pantai yang panjang, serta
sungai-sungai yang mengalir. Ragam bentang alam ini sangat
memengaruhi kehidupan masyarakat, termasuk jenis pekerjaan atau
profesi yang digeluti penduduknya. Misalnya, di daerah pantai, banyak
penduduk menjadi nelayan, sementara di dataran rendah, banyak yang
menjadi petani.
Kekayaan Alam dan Budaya Daerah Kita
Selain bentang alam yang beragam, daerah kita juga kaya akan
keanekaragaman hayati, yaitu berbagai jenis hewan dan tumbuhan yang
hidup di dalamnya. Kita juga memiliki keragaman budaya yang sangat
istimewa, mulai dari bahasa daerah, pakaian adat, tarian tradisional,
alat musik, hingga berbagai jenis makanan khas.
Semua ini adalah warisan dari leluhur kita yang harus kita jaga.
Keanekaragaman ini menjadi cerminan identitas daerah kita yang unik
dan berwarna.
Menjaga Warisan: Kearifan Lokal dan Sejarah
Di tengah keragaman ini, masyarakat kita juga memiliki kearifan lokal,
yaitu nilai- nilai luhur, pengetahuan, atau kebiasaan turun-temurun yang
baik dan bijaksana dalam mengelola lingkungan atau mengatur
kehidupan sosial. Contohnya, tradisi gotong royong dalam membangun
sesuatu atau kebiasaan menjaga kebersihan sungai. Kearifan lokal ini
seringkali lahir dari pengalaman dan sejarah panjang masyarakat di
daerah kita. Mempelajari sejarah keluarga dan masyarakat di sekitar
kita membantu kita memahami akar budaya dan nilai-nilai yang
membentuk kita saat ini, serta menumbuhkan rasa memiliki dan
tanggung jawab untuk melestarikan semua kekayaan ini.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa fakta paling menarik yang kalian temukan tentang
kota/kabupaten Karangsari atau Provinsi Jawa Timur?
Widia Yuli Herni, [Link]

2. Bagaimana perasaan kalian setelah mengetahui begitu banyak


tentang kebudayaan dan kearifan lokal daerah kita?
Widia Yuli Herni, [Link]

3. Satu hal apa yang ingin kalian lakukan untuk membantu melestarikan
kekayaan alam atau budaya di daerah kalian?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik menunjukkan pemahaman mendalam
tentang keterkaitan antara geografi, budaya, dan profesi di daerah
mereka? Jika tidak, bagaimana cara saya dapat memperkuat
pemahaman tersebut?
2. Apakah kegiatan proyek berhasil memicu rasa bangga dan keinginan
peserta didik untuk melestarikan warisan lokal?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam
memfasilitasi deep learning tentang identitas lokal dan tanggung jawab
sosial pada peserta didik?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Nama Kelompok:

Anggota Kelompok:

Tugas Diskusi Kelompok: "Jejak Langkah di Karangsari"


Diskusikan dalam kelompok kalian, bagaimana bentang alam di sekitar
Karangsari memengaruhi kehidupan masyarakat dan profesi mereka.
Kemudian, identifikasi satu contoh kearifan lokal yang terkait dengan
bentang alam tersebut.

Bagaimana Bentang
Kearifan Lokal
Profesi Alam
Bentang Alam di yang Terkait
Masyarakat Memengaruhi
Karangsari/Lumajang (jika ada)
yang Terkait Profesi? (minimal
2 poin)

Tradisi "Bersih
Tanah subur cocok
Desa"
untuk menanam
Contoh: Dataran Rendah sebelum
Petani Padi padi. Air mudah
(persawahan) menanam
didapat dari
padi
sungai/irigasi.

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Proyek
"Pameran Mini: Aku Cinta Daerahku"
Tema: "Mengenal dan Melestarikan Kekayaan Daerahku"
Widia Yuli Herni, [Link]

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala Skala
2 Skala
3 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

Kualitas
Diskusi
Kelompo k

Anggota
kelompok
Anggota Anggota
menunjuk
kelompok Anggota kelompok
kan
tidak Anggota kelompok menunju
pemaha
menunjuk kelompok menunju kkan
1. man
kan menunjukk kkan pemaha
Kedalam an mendala
pemaha an pemaha man baik
Pemaha m dan
man pemahama man dan
man mampu
tentang n sangat cukup mampu
Konsep mengaitk
geografi, terbatas tentang menjelas
Lokal an
budaya, tentang konsep kan
berbagai
atau konsep lokal dan konsep
konsep
kearifan lokal. contohny lokal
lokal
lokal a. dengan
secara
daerah. benar.
kompreh
ensif.
Analisis
keterkaita
n sangat
Analisis
tepat,
keterkaita Analisis Analisis
orisinal,
n Analisis keterkaita keterkait
2. dan
bentang keterkaitan n cukup an tepat
Kualitas penjelasa
alam dan kurang tepat, dan
Analisis n sangat
profesi/bu tepat atau namun penjelasa
Keterkait rinci serta
daya salah sangat penjelasa n rinci
an analitis
atau tidak minim. n kurang serta
tentang
relevan. rinci. akurat.
hubunga
n
kompleks
.
Tidak ada
Sedikit kerja
Kerja sama
Kerja sama Kerja sama
3.
kerja sama, cukup baik, sangat
Kolabora si
sama, ada sebagian baik, semua baik,
dalam
dominasi besar namun anggota semua
Kelompo k
individu anggota masih berpartisi anggota
pasif.
Widia Yuli Herni, [Link]

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

atau ada pasi aktif berpartisi


konflik. anggota dan saling pasi
yang menduku penuh,
kurang ng. saling
aktif. menginsp
irasi, dan
berkontri
busi
signifikan
.

Kualitas
Presenta
si Proyek

Penyamp
Penyampai Penyamp
aian
an kurang aian Penyamp
sangat
4. Penyamp jelas, cukup aian jelas,
jelas,
Kejelasan aian tidak sering jelas, lugas, dan
persuasif,
Penyam jelas, sulit terputus, namun mudah
menarik,
paian dimenger dan masih ada dimenger
dan
Informasi ti, dan mengguna bagian ti oleh
menggun
berbelit- kan bahasa yang audiens.
akan
belit. yang kurang
bahasa
membingu lugas.
yang
ngkan.
efektif.

Menguasa
i materi
Menguasa
dengan
i materi
sangat
Tidak Kurang Cukup dengan
baik,
menguasa menguasai menguasa baik,
mampu
5. i materi, materi, i materi, mampu
menjelas
Penguas sering banyak namun menjelas
kan ide
aan Materi membaca ragu, dan masih kan ide
proyek
Proyek teks, atau sering terlihat proyek
secara
menjawab bergantung kurang dengan
mendala
di luar pada percaya tepat, dan
m, dan
konteks. catatan. diri. percaya
menjawab
diri.
pertanya
an
Widia Yuli Herni, [Link]

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

dengan
analisis
tajam.

Proyek
Proyek sangat
Proyek menarik, kreatif,
Proyek Proyek cukup menggun inovatif,
6. monoton, sedikit menarik, akan interaktif,
Kreativit tanpa menarik, menggun media dan
as dan media kurang akan yang berhasil
Kualitas atau cara bervariasi media relevan, memikat
Produk penyamp dalam sederhan dan perhatian
Proyek aian yang penyampai a, namun desain audiens
menarik. an. kurang cukup dengan
inovatif. bervarias produk
i. berkualita
s tinggi.

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, dapat
diberikan tugas tambahan untuk mengeksplorasi lebih lanjut:
o Membuat "peta harta karun" budaya daerah, yang
menunjukkan lokasi tempat-tempat bersejarah atau kesenian
tradisional.
o Mengadakan mini-wawancara dengan tokoh masyarakat atau
seniman lokal tentang kearifan lokal atau sejarah daerah.
o Mendesain brosur wisata sederhana tentang daerah
Karangsari/Lumajang.
Remedial:
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, dapat
diberikan bimbingan khusus:
o Mengulang penjelasan materi dengan menggunakan peta fisik
dan gambar-gambar yang lebih konkret.
o Melakukan identifikasi sederhana tentang bentang alam atau
profesi yang paling dekat dengan tempat tinggal mereka.
o Mengerjakan lembar kerja tambahan yang berfokus pada
pengenalan dasar peta dan contoh-contoh budaya lokal.
Widia Yuli Herni, [Link]

P. Glosarium
1. Bentang Alam: Bentuk permukaan bumi yang bervariasi, seperti
gunung, pantai, dataran rendah, atau sungai.
2. Kearifan Lokal: Kebiasaan atau nilai-nilai luhur yang diwariskan secara
turun-temurun oleh suatu masyarakat dan berguna dalam kehidupan.
3. Keanekaragaman Hayati: Berbagai jenis makhluk hidup (tumbuhan dan
hewan) beserta ekosistem tempat hidupnya.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas IV Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan
Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Setiawan, A. (2019). Geografi Sosial Budaya. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.

Mengetahui Padang, Juli 2025


Kepala SDN 15 Anduring Guru Kelas IV A

DESRA SULASTRI, [Link] WIDIA YULI HERNI, [Link].


NIP. 19691203 199011 2 002 NIP. 199307042019022001
Widia Yuli Herni, [Link]

Modul Ajar IPAS


Pendekatan Deep Learning
Kebutuhan, Keinginan, dan Uang

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun :Widia Yuli Herni, [Link]
 Satuan Pendidikan: SDN 15 Anduring
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : IPAS
 Fase :B
 Kelas/Semester : 4/2
 Alokasi Waktu : 12 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


 [✓] Penalaran Kritis: Peserta didik mampu menganalisis perbedaan
antara kebutuhan dan keinginan serta membuat keputusan finansial
sederhana.
 [✓] Kreativitas: Peserta didik mampu menyajikan ide-ide kreatif
tentang cara menabung atau menggunakan uang dengan bijak.
 [✓] Kolaborasi: Peserta didik mampu bekerja sama dalam kelompok
untuk mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan bersama.
 [✓] Kemandirian: Peserta didik mampu merencanakan pengeluaran
dan menabung secara mandiri.
 [✓] Komunikasi: Peserta didik mampu menyampaikan pemahaman
mereka tentang nilai uang dan pentingnya menabung.

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Guru menanyakan pelaksanaan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat dengan
pendekatan personal dan reflektif, mengaitkannya dengan tema
pembelajaran:
1. Bangun Tidur: "Anak-anak, pagi ini saat bangun, hal pertama apa
yang kalian butuhkan? Sarapan, minum air, atau mainan baru?
Mengapa sarapan lebih penting daripada mainan baru di pagi hari?"
2. Beribadah: "Saat beribadah, kita belajar bersyukur. Bersyukur atas
apa yang kita miliki. Apa yang paling kalian syukuri saat ini, apakah
itu sesuatu yang kalian butuhkan atau hanya kalian inginkan?"
3. Berolahraga: "Ketika berolahraga, kita butuh pakaian dan sepatu yang
nyaman. Ini adalah kebutuhan. Apakah membeli baju olahraga yang
paling mahal adalah kebutuhan atau keinginan?"
4. Gemar Belajar: "Hari ini kita akan belajar tentang apa itu kebutuhan
dan keinginan, serta bagaimana uang membantu kita mendapatkan
keduanya. Mengapa penting sekali bagi kita untuk bisa membedakan
keduanya?"
Widia Yuli Herni, [Link]

5. Makan Sehat dan Bergizi: "Makanan adalah kebutuhan dasar kita.


Mengapa penting untuk makan makanan sehat dan bergizi setiap
hari? Apakah membeli camilan yang tidak sehat itu kebutuhan atau
keinginan?"
6. Bermasyarakat: "Di masyarakat, ada banyak orang dengan kebutuhan
dan keinginan yang berbeda. Bagaimana kita bisa saling membantu
memenuhi kebutuhan dasar, terutama bagi mereka yang kurang
beruntung?"
7. Tidur Cepat: "Tidur cukup adalah kebutuhan agar tubuh kita sehat.
Bayangkan jika kita tidak punya uang untuk membeli makanan atau
tempat tinggal. Apa yang akan terjadi? Mengapa uang itu penting?"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:

Peserta didik memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan, nilai


mata uang dan fungsinya.

Tujuan Pembelajaran:
 Peserta didik mengidentifikasi perbedaan antara kebutuhan dan
keinginan dengan memberikan contoh yang relevan.
 Peserta didik mengklasifikasikan daftar benda atau layanan ke dalam
kategori kebutuhan atau keinginan.
 Peserta didik menjelaskan fungsi uang sebagai alat tukar, alat
pembayaran, dan alat penyimpan nilai.
 Peserta didik mengidentifikasi nilai berbagai pecahan mata uang
Rupiah (kertas dan logam) dan menggunakannya dalam simulasi
transaksi sederhana.
 Peserta didik membuat rencana sederhana untuk menghemat atau
menabung uang untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan tertentu.
 Peserta didik mengembangkan sikap bijak dalam mengelola uang dan
prioritas pengeluaran.

E. Sarana dan Prasarana


1. Gambar/Flashcard berbagai benda kebutuhan (makanan, pakaian,
tempat tinggal) dan keinginan (mainan, gadget terbaru).
2. Replika mata uang Rupiah (kertas dan logam) atau gambar mata
uang asli.
3. Papan tulis/Whiteboard dan spidol.
4. Lembar kerja peserta didik (LKPD) berupa tabel atau daftar.
5. Video/Animasi tentang sejarah uang atau cara menabung.

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler/tipikal: Umumnya, tidak ada kesulitan dalam
memahami materi ajar.
Widia Yuli Herni, [Link]

G. Model Pembelajaran
 Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis
Inkuiri)
 Metode: Diskusi Kelompok, Permainan Simulasi (Role Play), Studi
Kasus, Brainstorming, Presentasi.

Pendekatan Deep Learning akan diintegrasikan melalui:

o Penyelidikan Konseptual: Peserta didik akan menyelidiki dan


membedakan konsep abstrak kebutuhan dan keinginan.
o Aplikasi Praktis: Peserta didik akan mengaplikasikan
pemahaman tentang uang dalam simulasi kehidupan nyata.
o Pengambilan Keputusan: Peserta didik akan diajak untuk berpikir
kritis dalam membuat keputusan terkait prioritas pengeluaran.
o Koneksi Diri: Peserta didik akan merefleksikan kebiasaan
belanja dan menabung mereka sendiri.
o Pemecahan Masalah: Peserta didik akan mencari solusi untuk
memenuhi kebutuhan dengan sumber daya terbatas.

H. Pertanyaan Pemantik
 Mindful Learning: "Jika kalian punya uang Rp10.000, apa yang akan
kalian beli? Apakah itu sesuatu yang harus kalian punya, atau hanya
kalian inginkan?"
 Meaningful Learning: "Mengapa kita tidak bisa membeli semua yang
kita inginkan? Mengapa penting bagi kita untuk tahu bedanya
kebutuhan dan keinginan?"
 Joyful Learning: "Kalau kalian bisa punya tabungan sebanyak-
banyaknya, hal apa yang paling ingin kalian wujudkan dengan uang
itu? Mengapa itu penting untuk kalian?"

I. Kegiatan Pembelajaran

Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa,
dan memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (15 menit): Guru memulai dengan menunjukkan dua
gambar: satu gambar anak sedang makan nasi dan lauk pauk
sederhana, satu gambar anak sedang bermain robot mahal. Guru
bertanya: "Manakah yang lebih penting? Mengapa? Apa bedanya?"
Guru mengajukan pertanyaan pemantik (mindful, meaningful, joyful
learning).
3. Motivasi (15 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
manfaat mempelajari perbedaan kebutuhan dan keinginan, serta
fungsi uang dalam kehidupan sehari-hari. Guru mengaitkan dengan 7
Kegiatan Anak Indonesia Hebat, terutama "Makan Sehat dan Bergizi"
(kebutuhan dasar) dan "Gemar Belajar" (mengelola keuangan).
4. Pengenalan Topik (5 menit): Guru memperkenalkan bahwa hari ini kita
akan menjadi "manajer keuangan cilik" yang akan belajar
membedakan apa yang
Widia Yuli Herni, [Link]

kita perlukan dan apa yang kita inginkan, serta bagaimana


menggunakan uang dengan bijak.

Inti (10 JP)


Pertemuan 1-2 (4 JP): Membedah Kebutuhan vs. Keinginan
1. Identifikasi dan Klasifikasi (60 menit):
o Peserta didik dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
o Guru menyediakan daftar benda/layanan (misal: makanan, air
minum, buku pelajaran, mainan, smartphone terbaru, liburan
mewah, seragam sekolah, pensil warna baru, biskuit).
Setiap kelompok mendiskusikan dan mengklasifikasikan setiap
o
item ke dalam kategori kebutuhan (sesuatu yang harus ada
untuk bertahan hidup/penting) atau keinginan (sesuatu yang
menyenangkan tapi tidak harus ada).
o Peserta didik mengisi LKPD berupa tabel klasifikasi. Ini melatih
penalaran kritis dan kolaborasi.
2. Studi Kasus dan Prioritas (60 menit):
o Guru menyajikan beberapa skenario studi kasus (misal:
"Keluarga Budi hanya punya uang cukup untuk membeli beras
atau membeli es krim. Apa yang sebaiknya dibeli?" atau "Ani
punya uang saku Rp 5.000. Dia butuh pensil tapi juga ingin
membeli permen.")
o Dalam kelompok, peserta didik mendiskusikan keputusan yang
tepat dan alasannya, dengan menekankan prioritas kebutuhan.
o Guru memandu diskusi kelas untuk menyimpulkan pentingnya
membedakan dan memprioritaskan kebutuhan di atas
keinginan.
3. Refleksi Diri (60 menit):
o Peserta didik secara individu menuliskan 3 kebutuhan utama
mereka dan 3 keinginan utama mereka.
Kemudian, mereka menuliskan bagaimana cara mereka (atau
o
keluarga mereka) biasanya memenuhi kebutuhan dan
keinginan tersebut. Ini melatih kemandirian dan pemahaman diri.
Pertemuan 3-4 (4 JP): Mengenal Nilai dan Fungsi Uang
1. Eksplorasi Uang (90 menit):
o Guru menunjukkan berbagai replika mata uang Rupiah (kertas
dan logam) dari pecahan terkecil hingga terbesar.
o Peserta didik diminta mengidentifikasi nilai setiap pecahan
uang.
Guru menjelaskan fungsi uang:
o
 Alat tukar: untuk membeli barang dan jasa.
 Alat pembayaran: untuk membayar sesuatu (tagihan,
utang).
 Alat penyimpan nilai: untuk menabung di masa depan.
o Gambar
2. Simulasi Transaksi "Pasar Mini" (90 menit):
o Guru menyiapkan "pasar mini" di kelas dengan beberapa meja
yang menjual "barang" (benda sederhana atau gambar benda)
dengan harga yang tertera.
Widia Yuli Herni, [Link]

o Setiap peserta didik diberikan sejumlah replika uang (misal:


Rp10.000).
o Peserta didik secara bergantian berperan sebagai pembeli dan
penjual, melakukan transaksi jual beli dengan menghitung
kembalian.
o Ini adalah kegiatan yang menyenangkan dan bermakna untuk
melatih pengenalan nilai uang, berhitung, dan interaksi sosial
dalam konteks ekonomi sederhana.
Pertemuan 5 (2 JP): Merancang Rencana Keuangan Sederhana
1. Diskusi dan Perencanaan (90 menit):
o Guru memandu diskusi tentang pentingnya menabung untuk
mencapai tujuan (misal: membeli buku cerita, mainan, atau
membantu orang tua).
o Setiap peserta didik merancang rencana keuangan sederhana:
 Tuliskan satu keinginan yang ingin dicapai (misal:
membeli buku komik).
 Tuliskan harga barang tersebut.
 Tuliskan berapa banyak uang saku yang bisa ditabung
setiap hari/minggu.
 Hitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk
menabung.
o Ini melatih penalaran kritis, kemandirian, dan kreativitas dalam
membuat keputusan finansial pribadi.

Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang apa yang telah
mereka pelajari tentang kebutuhan, keinginan, dan bagaimana
mengelola uang. Guru menekankan pentingnya menjadi pribadi yang
bijak dalam keuangan. Guru juga mengaitkan kembali dengan 7
Kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik
tentang kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan
mengapa, serta apa yang mereka rasakan setelah merancang
rencana keuangan.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru mendorong peserta didik untuk mulai
menerapkan rencana menabung mereka di rumah dan menceritakan
pengalamannya di pertemuan selanjutnya.
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa
dan salam.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif:
 Observasi Guru: Pengamatan keaktifan peserta didik dalam diskusi
kelompok, saat simulasi pasar mini, dan saat merancang rencana
keuangan. (Penilaian terhadap dimensi kolaborasi, komunikasi,
penalaran kritis, dan kemandirian).
 LKPD Klasifikasi Kebutuhan vs. Keinginan: Penilaian pemahaman
konsep.
 Partisipasi Simulasi Pasar Mini: Penilaian pengenalan nilai uang dan
Widia Yuli Herni, [Link]

keterampilan berhitung sederhana.


Widia Yuli Herni, [Link]

 Rancangan Rencana Keuangan Sederhana: Penilaian kemampuan


perencanaan dan penerapan konsep.
Asesmen Sumatif:
 Presentasi Konsep "Kebutuhan dan Keinginan dalam Hidupku": Peserta
didik mempresentasikan hasil klasifikasi pribadi dan rencana
keuangan mereka, menjelaskan mengapa item tersebut penting bagi
mereka dan bagaimana mereka akan mengelolanya. (Menggunakan
rubrik penilaian analitik terlampir di LKPD). Penilaian pemahaman
mendalam, penalaran kritis, dan komunikasi.
 Tes Tertulis (Pilihan Ganda/Isian Singkat): Untuk mengukur
pemahaman faktual tentang perbedaan kebutuhan dan keinginan,
nilai pecahan mata uang, dan fungsi uang.

K. Pemahaman Bermakna
Memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan adalah pelajaran
hidup yang sangat penting. Kebutuhan adalah hal-hal dasar yang harus
kita miliki untuk hidup, seperti makanan, air, pakaian, dan tempat
tinggal. Sedangkan keinginan adalah hal-hal yang menyenangkan,
namun tidak mutlak harus ada. Uang menjadi alat yang sangat penting
untuk mendapatkan keduanya. Dengan memahami fungsi uang dan
bagaimana mengelolanya dengan bijak, kita bisa memprioritaskan
pengeluaran, menabung untuk masa depan, dan mencapai tujuan
finansial. Ini akan membantu kita menjadi pribadi yang mandiri dan
bertanggung jawab dalam mengelola sumber daya.

L. Materi Bahan Ajar


Kebutuhan dan Keinginan: Apa Bedanya?
Dalam hidup, kita sering kali mendengar istilah kebutuhan dan keinginan,
tetapi apa sebenarnya perbedaannya? Kebutuhan adalah segala sesuatu
yang harus ada atau harus kita miliki agar kita bisa bertahan hidup dan
beraktivitas dengan baik.
Contohnya adalah makanan untuk dimakan, air untuk diminum, pakaian
untuk melindungi tubuh, dan rumah sebagai tempat tinggal. Tanpa
kebutuhan ini, hidup kita akan sulit atau bahkan tidak mungkin.
Sebaliknya, keinginan adalah segala sesuatu yang kita inginkan atau
dambakan untuk membuat hidup kita lebih nyaman, senang, atau
mewah, tetapi tidak mutlak harus ada untuk bertahan hidup. Contoh
keinginan bisa berupa mainan baru, gadget mahal, liburan ke tempat
jauh, atau makanan ringan yang lezat. Membedakan keduanya
membantu kita mengatur prioritas.
Uang: Alat Ajaib dalam Hidup Kita
Untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan, kita membutuhkan uang.
Uang adalah alat tukar yang sah dan diterima secara umum. Di
Indonesia, mata uang kita adalah Rupiah, yang terdiri dari berbagai
pecahan, baik dalam bentuk kertas maupun koin. Uang memiliki
beberapa fungsi penting. Pertama, sebagai alat tukar atau alat
pembayaran, artinya kita menggunakan uang untuk membeli barang
atau membayar jasa yang kita butuhkan. Kedua, uang berfungsi sebagai
alat penyimpan nilai atau alat tabungan, yang berarti kita bisa menyimpan
uang untuk digunakan di masa depan.
Mengelola Uang dengan Bijak
Widia Yuli Herni, [Link]

Meskipun uang sangat penting, kita tidak bisa membeli semua yang kita
inginkan. Sumber daya kita terbatas. Oleh karena itu, kita perlu
mengelola uang dengan bijak. Cara terbaik adalah dengan selalu
memprioritaskan kebutuhan di atas keinginan. Setelah kebutuhan dasar
terpenuhi, barulah kita bisa memikirkan keinginan. Salah satu cara bijak
mengelola uang adalah dengan menabung.
Menabung berarti menyisihkan sebagian uang yang kita miliki untuk
tujuan tertentu di masa depan, misalnya membeli sesuatu yang kita
inginkan, atau untuk keadaan darurat. Dengan menabung, kita belajar
disiplin dan bertanggung jawab atas keuangan kita sendiri.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Satu pelajaran paling berharga apa yang kalian dapatkan tentang
uang hari ini?
2. Bagaimana perasaan kalian saat melakukan simulasi "Pasar Mini" dan
harus menghitung kembalian?
3. Apakah kalian sekarang merasa lebih siap untuk menabung uang
saku kalian? Mengapa?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik dapat membedakan antara kebutuhan
dan keinginan dengan baik? Jika tidak, strategi apa yang bisa saya
gunakan untuk memperkuat pemahaman ini?
2. Apakah simulasi "Pasar Mini" efektif dalam membantu peserta didik
memahami fungsi dan nilai uang?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam
memfasilitasi deep learning tentang literasi keuangan dasar pada
peserta didik?

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Nama:

Kelas:

Tugas Mandiri: "Daftar Kebutuhanku dan Keinginanku"


Petunjuk: Tuliskan 5 kebutuhan utama kalian dan 5 keinginan utama
kalian. Kemudian, berikan alasan mengapa kalian
mengklasifikasikannya demikian.

Kebutuhan /
No. Benda/Layanan Alasan
Keinginan

Penting untuk sumber tenaga


1. Nasi Kebutuhan
dan kesehatan tubuh.

Menyenangkan, tapi tidak


2. Mainan Robot Keinginan
esensial untuk bertahan hidup.
Widia Yuli Herni, [Link]

Kebutuhan /
No. Benda/Layanan Alasan
Keinginan

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.
Rencana Menabungku
Aku ingin menabung untuk membeli:
(Nama Barang
Keinginan/Tujuan Menabung)

Harga barang tersebut adalah: Rp.

Aku akan menabung sebesar: Rp. setiap


hari/minggu/bulan (coret yang tidak perlu)

Jadi, aku membutuhkan waktu sekitar hari/minggu/bulan untuk


mencapai tujuanku.

Rubrik Penilaian Analitik untuk Presentasi Konsep "Kebutuhan dan Keinginan


dalam Hidupku"
Tema: "Bijak Mengelola Kebutuhan dan Keinginan dengan Uang"
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

Kualitas
Pemaha
man
Konsep

1. Peserta Peserta Peserta Peserta Peserta


Pemaha didik didik didik didik didik
man tidak membedak membed membedaka membed
Kebutuh dapat an dengan akan n dengan akan
Widia Yuli Herni, [Link]

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

an & membed kurang dengan baik dan dengan


Keingina n akan tepat atau cukup memberika sangat
kebutuh memberika tepat dan n contoh jelas,
an dan n contoh memberi yang jelas memberi
keingina yang kan serta kan
n atau terbatas. contoh beralasan. contoh
memberi yang orisinal,
kan relevan. dan
contoh alasan
yang yang
salah. mendala
m.

Peserta
didik
Peserta memaha
didik mi fungsi
Peserta Peserta
Peserta memahami dan nilai
2. didik didik
didik fungsi dan mata
Pemaha tidak memaha
memahami nilai mata uang
man memaha mi cukup
fungsi/nilai uang secara
Fungsi mi fungsi fungsi
uang dengan kompreh
dan Nilai atau nilai dan nilai
sangat baik, serta ensif,
Uang mata mata
terbatas. dapat termasuk
uang. uang.
menggunak peran
annya. uang
dalam
ekonomi.
Rencana
menabun
Rencana Rencana
g sangat
3. menabu Rencana menabu Rencana
realistis,
Perenca ng tidak menabung ng cukup menabung
detail,
naan ada atau sangat realistis, realistis dan
dan
Keuanga n tidak sederhana namun terstruktur
menunju
Pribadi realistis dan kurang detailnya dengan
kkan
sama realistis. kurang. baik.
pemikira
sekali.
n jangka
panjang.

Kualitas
Presenta
si
Widia Yuli Herni, [Link]

Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

Penyam
Penyampai
Penyam paian
an kurang
Penyam paian sangat
jelas, sering
paian cukup Penyampai jelas,
4. terputus,
tidak jelas, an jelas, persuasif
Kejelasa n dan
jelas, namun lugas, dan ,
Penyam mengguna
sulit masih mudah menarik,
paian Ide kan bahasa
dimenge ada dimengerti dan
yang
rti, dan bagian oleh menggun
membingu
berbelit- yang audiens. akan
ngkan.
belit. kurang bahasa
lugas. yang
efektif.

Tidak
percaya Sangat
Cukup
diri, Percaya diri, percaya
Kurang percaya
menghin mampu diri,
percaya diri,
5. Rasa dari menyampai antusias,
diri, sering namun
Percaya kontak kan ide dan
ragu, dan masih
Diri mata, dengan mampu
butuh terlihat
atau tenang dan mengins
dorongan. sedikit
berbicar jelas. pirasi
gugup.
a sangat audiens.
pelan.

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran, dapat
diberikan tugas tambahan untuk mengeksplorasi lebih lanjut:
o Mencari tahu tentang jenis-jenis alat pembayaran selain uang
tunai (misalnya, kartu debit, uang elektronik).
o Membuat daftar anggaran sederhana untuk pengeluaran sehari-
hari.
o Menulis cerita pendek tentang seseorang yang berhasil
menabung untuk mewujudkan keinginannya.
Remedial:
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, dapat
diberikan bimbingan khusus:
o Mengulang penjelasan materi tentang perbedaan kebutuhan
dan keinginan dengan menggunakan contoh-contoh yang lebih
konkret dan relevan.
Widia Yuli Herni, [Link]

o Melakukan latihan identifikasi nilai mata uang dan berhitung


kembalian dengan bantuan guru.
o Mengerjakan lembar kerja tambahan yang berfokus pada
pengenalan dasar kebutuhan dan fungsi uang.

P. Glosarium
1. Kebutuhan: Hal-hal dasar yang mutlak diperlukan untuk bertahan
hidup dan beraktivitas.
2. Keinginan: Hal-hal yang diharapkan atau didambakan untuk
kesenangan atau kenyamanan, tetapi tidak mutlak diperlukan.
3. Mata Uang: Alat pembayaran atau tukar yang sah dan diterima secara
umum di suatu negara (di Indonesia: Rupiah).

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas IV Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan
Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Rahayu, A. (2018). Pendidikan Keuangan untuk Anak Usia Sekolah Dasar.
Bandung: Alfabeta.

Mengetahui Padang, Juli 2025


Kepala SDN 15 Anduring Guru Kelas IV A

DESRA SULASTRI, [Link] WIDIA YULI HERNI, [Link].


NIP. 19691203 199011 2 002 NIP. 199307042019022001

Anda mungkin juga menyukai