Modul Ajar IPAS: Panca Indra Kelas 4
Modul Ajar IPAS: Panca Indra Kelas 4
Pd
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL)
Metode: Diskusi Kelompok, Eksperimen Sederhana, Observasi,
Presentasi, Bermain Peran.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Pernahkah kalian benar-benar memperhatikan
suara di sekitar kita? Atau, bagaimana bau hujan setelah lama tidak
turun? Apa yang kalian rasakan saat menyentuh daun yang halus
atau batu yang kasar?"
Meaningful Learning: "Pernahkah kalian membayangkan bagaimana
rasanya jika salah satu panca indra kita tidak berfungsi? Seberapa
penting panca indra bagi kita untuk belajar dan memahami dunia di
sekitar kita?"
Joyful Learning: "Jika panca indra kita bisa berbicara, kira-kira apa
yang akan mereka katakan tentang apa yang sudah mereka rasakan
hari ini? Apa hal paling menarik yang ingin kalian coba dengan panca
indra kalian hari ini?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa,
dan memeriksa kehadiran.
2. Ice Breaking (10 menit): Guru mengajak peserta didik melakukan
permainan "Tebak Suara" atau "Tebak Bau" dengan mata tertutup
untuk memancing rasa ingin tahu tentang panca indra.
3. Apersepsi (10 menit): Guru mengajukan pertanyaan pemantik
(mindful, meaningful, joyful learning) untuk mengaitkan pengetahuan
awal peserta didik dengan materi panca indra.
4. Motivasi (5 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
manfaat mempelajari panca indra dalam kehidupan sehari-hari. Guru
juga mengaitkan dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat, terutama
"Gemar Belajar" dan "Kesehatan", dengan menekankan pentingnya
panca indra untuk belajar dan menjalani hidup sehat.
Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang hal-hal penting
yang telah dipelajari tentang panca indra, termasuk bagaimana
panca indra membantu mereka belajar dan berinteraksi dengan
dunia. Guru juga mengaitkan kembali dengan 7 Kegiatan Anak
Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik
tentang kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan
mengapa.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru memberikan tugas singkat (misal:
mencari tahu lebih banyak tentang penyakit yang berhubungan
dengan panca indra atau cara menjaga kesehatan panca indra di
rumah).
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa
dan salam.
Asesmen Sumatif:
Proyek "Dunia Panca Indraku": Penilaian pemahaman mendalam
tentang fungsi panca indra, kemampuan mengaplikasikan
pengetahuan, dan keterampilan presentasi (menggunakan rubrik
penilaian analitik terlampir di LKPD).
Tes Tertulis (Pilihan Ganda/Isian Singkat): Untuk mengukur
pemahaman faktual tentang nama dan fungsi panca indra serta cara
merawatnya.
K. Pemahaman Bermakna
Memahami panca indra bukan hanya tentang mengetahui nama dan
Widia Yuli Herni, [Link]
sesama, belajar hal baru, dan melindungi diri dari bahaya. Dengan
memahami dan merawat panca indra dengan baik, kita dapat menjalani
hidup yang lebih bermakna dan penuh pengalaman. Panca indra adalah
jendela kita menuju dunia.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa hal baru yang paling menarik yang kalian pelajari tentang panca
indra hari ini?
2. Bagaimana perasaan kalian saat melakukan kegiatan eksperimen
dengan panca indra?
3. Hal apa yang akan kalian lakukan untuk menjaga kesehatan panca
indra kalian mulai sekarang?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan
pembelajaran hari ini? Jika tidak, mengapa?
Widia Yuli Herni, [Link]
Anggota Kelompok:
Menyeberang jalan
Membaca buku
Bermain musik
Memilih buah di
pasar
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Tema:
"Panca Indra dan Dunia Kita"
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala Skala
2 Skala
3 4 (Baik)
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup)
Kurang) Baik)
Kualitas
Diskusi
Kelomp
ok
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Kerja sama
sangat
Kerja
baik,
Tidak sama Kerja sama
semua
ada kerja Sedikit cukup baik,
2. anggota
sama, kerja sama, baik, semua
Kolabor berpartisip
ada sebagian namun anggota
asi dalam asi penuh,
dominas i besar masih ada berpartisip
Kelomp saling
individu anggota anggota asi aktif
ok menginspi
atau pasif. yang dan saling
rasi, dan
konflik. kurang mendukun
berkontrib
aktif. g.
usi
signifikan.
Anggota
Anggota
kelompok Anggota
Anggota kelompok
Anggota memberik kelompok
kelompo memberi
kelompok an ide-ide memberik
3. k tidak kan ide
memberik yang an ide-ide
Kontrib memberi yang
an sedikit relevan orisinal
usi kan ide cukup
ide, namun dan dan
Ide/Argu atau relevan,
kurang mengemb argument
men argume n namun
relevan. angkan asi yang
yang kurang
argumen kuat serta
relevan. dikemba
dengan logis.
ngkan.
baik.
Kualitas
Present
asi
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Menguasa
i materi
Tidak dengan
mengua Menguasai sangat
Kurang Cukup
sai materi baik,
menguasai menguas
5. materi, dengan mampu
materi, ai materi,
Pengua sering baik, menjelask
banyak namun
saan membac menjawab an konsep
ragu, dan masih
Materi a teks, pertanyaa secara
sering terlihat
Present atau n dengan mendalam
bergantun kurang
asi menjaw tepat, dan , dan
g pada percaya
ab di luar percaya menjawab
catatan. diri.
konteks. diri. pertanyaa
n dengan
analisis
tajam.
Present
Presenta Presentasi Presentasi
asi Presentasi
si cukup menarik, sangat
monoton sedikit
menarik, mengguna kreatif,
6. , tanpa menarik,
menggun kan media inovatif,
Kreativit media namun
akan yang interaktif,
as atau cara kurang
media relevan, dan
Present penyam bervariasi
sederhan dan berhasil
asi paian dalam
a, namun penyampai memikat
yang penyampai
kurang an cukup perhatian
menarik. an.
inovatif. bervariasi. audiens.
P. Glosarium
1. Panca Indra: Lima alat indra yang dimiliki manusia untuk merasakan
rangsangan dari luar, yaitu mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit.
2. Deep Learning (Pendekatan): Pendekatan pembelajaran yang berfokus
pada pemahaman konsep secara mendalam, koneksi antar ide, dan
kemampuan mengaplikasikan pengetahuan dalam berbagai situasi,
bukan hanya menghafal fakta.
3. Project-Based Learning (PBL): Model pembelajaran yang mengorganisir
kegiatan belajar di sekitar proyek. Peserta didik terlibat dalam desain,
perencanaan, dan penyelesaian proyek yang menuntut mereka untuk
menggunakan pengetahuan dan keterampilan dalam konteks nyata.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS Kelas
IV Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan
Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Slameto. (2015). Belajar dan Faktor-Faktor yang Memengaruhinya. Jakarta:
Rineka Cipta.
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun :Widia Yuli Herni, [Link]
Satuan Pendidikan: SDN 15 Anduring
Tahun Ajaran : 2025/2026
Mata Pelajaran : IPAS
Fase :B
Kelas/Semester : 4/1
Alokasi Waktu : 12 JP (Jam Pelajaran)
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mengidentifikasi tahapan siklus hidup beberapa jenis
makhluk hidup (hewan dan tumbuhan) dengan benar.
Peserta didik menjelaskan pentingnya pelestarian makhluk hidup dan
sumber daya alam bagi keberlangsungan hidup.
Peserta didik mengidentifikasi masalah-masalah yang mengancam
kelestarian sumber daya alam (misalnya, pencemaran, penebangan
liar) di lingkungan sekitar.
Peserta didik merancang ide-ide sederhana untuk upaya pelestarian
makhluk hidup dan sumber daya alam di lingkungan sekolah atau
rumah.
Peserta didik menghubungkan tindakan manusia dengan dampaknya
terhadap lingkungan dan perubahan iklim.
Peserta didik mengembangkan sikap peduli dan bertanggung jawab
terhadap lingkungan melalui kegiatan nyata.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL)
Metode: Observasi Langsung, Diskusi Kelompok, Eksperimen
Sederhana, Kunjungan Lapangan (mini), Presentasi.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Pernahkah kalian mengamati bagaimana kupu-
kupu berubah dari ulat? Atau, bagaimana biji kecil bisa tumbuh
menjadi tanaman besar? Apa yang kalian rasakan saat melihat
keindahan alam di sekitar kita?"
Meaningful Learning: "Menurut kalian, mengapa penting bagi kita
untuk menjaga kelestarian hewan dan tumbuhan? Apa yang akan
terjadi jika semua pohon di hutan ditebang atau semua hewan di laut
punah? Bagaimana tindakan kecil kita bisa berdampak besar pada
lingkungan?"
Joyful Learning: "Jika kalian bisa menciptakan taman impian, tanaman
dan hewan apa yang akan kalian rawat di sana? Apa yang paling
ingin kalian lakukan hari ini untuk membantu bumi kita tetap indah
dan sehat?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa,
dan memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (10 menit): Guru mengajak peserta didik menonton video
singkat tentang keindahan alam atau hewan/tumbuhan yang sedang
tumbuh. Guru mengajukan pertanyaan pemantik (mindful,
meaningful, joyful learning) untuk
Widia Yuli Herni, [Link]
Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang hal-hal penting
yang telah dipelajari tentang siklus hidup makhluk hidup, pentingnya
pelestarian, dan peran mereka sebagai agen perubahan. Guru juga
mengaitkan kembali dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik
tentang kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan
mengapa, serta apa yang mereka rasakan setelah merancang proyek
pelestarian.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru menginstruksikan peserta didik untuk
mulai menjalankan proyek "Penyelamat Lingkungan Cilik" mereka di
rumah atau sekolah, dan mencatat hasilnya untuk dilaporkan di
pertemuan selanjutnya.
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa
dan salam.
Asesmen Sumatif:
Presentasi Ide Proyek "Penyelamat Lingkungan Cilik": Penilaian
pemahaman mendalam tentang masalah lingkungan dan solusi,
kemampuan mengaplikasikan pengetahuan, dan keterampilan
presentasi (menggunakan rubrik penilaian analitik terlampir di LKPD).
Tes Tertulis (Pilihan Ganda/Isian Singkat): Untuk mengukur
pemahaman faktual tentang siklus hidup, pentingnya pelestarian, dan
identifikasi masalah lingkungan.
K. Pemahaman Bermakna
Memahami siklus hidup makhluk hidup dan pelestarian sumber daya
alam bukan hanya sekadar menghafal fakta, tetapi juga tentang
menyadari bahwa kita semua adalah bagian dari ekosistem yang saling
terhubung. Setiap tindakan kita, sekecil apa pun, dapat memengaruhi
makhluk hidup lain dan kelestarian lingkungan.
Dengan menjaga alam, kita tidak hanya melindungi masa depan bumi,
tetapi juga memastikan bahwa generasi mendatang dapat menikmati
keindahan dan manfaat yang sama. Kita adalah "penjaga" bumi ini, dan
sudah menjadi tugas kita untuk merawatnya dengan penuh tanggung
jawab.
maka akan berdampak pada seluruh rantai kehidupan dan bahkan dapat
menyebabkan perubahan iklim yang ekstrem. Oleh karena itu, melestarikan
makhluk hidup dan sumber daya alam adalah tanggung jawab kita
bersama.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa hal baru yang paling kalian pahami tentang siklus hidup makhluk
hidup dan pentingnya menjaga lingkungan?
2. Bagaimana perasaan kalian saat merancang ide proyek "Penyelamat
Lingkungan Cilik"?
3. Satu hal apa yang akan kalian ubah dalam kebiasaan sehari-hari
kalian untuk lebih peduli lingkungan?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dan menunjukkan
pemahaman mendalam selama kegiatan pembelajaran? Jika tidak,
strategi apa yang bisa saya coba selanjutnya?
2. Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik, terutama dalam
mendorong penalaran kritis dan kreativitas?
3. Bagian mana dari kegiatan pembelajaran yang paling efektif dalam
menumbuhkan rasa peduli dan tanggung jawab peserta didik
terhadap lingkungan?
Anggota Kelompok:
Masalah Lingkungan
Dampaknya bagi Makhluk
Ide Solusi Sederhana yang
yang Ditemui Hidup dan Lingkungan
Bisa Kita Lakukan
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Ide Proyek
"Penyelamat Lingkungan Cilik"
Tema: "Siklus Hidup dan Pelestarian Lingkungan"
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala Skala
2 Skala
3 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Kualitas
Diskusi
Kelompok
Anggota
kelompok
Anggota Anggota Anggota menunjuk
kelompo kelompok kelompok kan
k tidakAnggota menunju menunju pemaha
menunju kelompok kkan kkan man
1.
kkan menunjukk pemaha pemaha mendala
Kedalaman
pemaha an man man baik m,
Pemahama
man pemahama cukup dan mampu
n Masalah
tentang n terbatas tentang mampu menganal
masalah tentang masalah menjelas isis akar
lingkung masalah lingkunga kan masalah
an yang lingkungan. n dan dampak dan
diidentifik dampakn secara dampakn
asi. ya. detail. ya
kompreh
ensif.
Ide solusi
Ide solusi
Ide solusi
Ide solusi
Ide solusi
2. relevan, sangat
tidak kurang cukup
Kualitas Ide kreatif, relevan,
relevan relevan relevan
Solusi dan inovatif,
atau atau sulit dan bisa
realistis dan
diterapkan. diterapka
untuk berpoten
Widia Yuli Herni, [Link]
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Kerja
sama
sangat
Kerja Kerja
baik,
sama sama
Tidak ada semua
cukup baik,
kerja Sedikit kerja anggota
3. baik, semua
sama, sama, berpartisi
Kolaborasi namun anggota
ada sebagian pasi
dalam masih ada berpartisi
dominasi besar penuh,
Kelompok anggota pasi aktif
individu anggota saling
yang dan saling
atau pasif. menginsp
kurang menduku
konflik. irasi, dan
aktif. ng.
berkontri
busi
signifikan
.
Kualitas
Presentasi
Penyamp
Penyampai Penyamp
aian
Penyam an kurang aian Penyamp
sangat
paian jelas, cukup aian jelas,
jelas,
4. tidak sering jelas, lugas, dan
persuasif,
Kejelasan jelas, terputus, namun mudah
menarik,
Penyampaian sulit dan masih ada dimenger
dan
dimenger menggunak bagian ti oleh
menggun
ti, dan an bahasa yang audiens.
akan
berbelit- yang kurang
bahasa
belit. membingun lugas.
yang
gkan.
efektif.
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Presenta
si
Presenta Presenta menarik, Presenta
Presentasi
si si cukup menggun si sangat
sedikit
monoton, menarik, akan kreatif,
6. menarik,
tanpa menggun media inovatif,
Kreativitas namun
media akan yang interaktif,
Presentasi kurang
atau cara media relevan, dan
bervariasi
penyamp sederhan dan berhasil
dalam
aian yang a, namun penyamp memikat
penyampai
menarik. kurang aian perhatian
an.
inovatif. cukup audiens.
bervarias
i.
P. Glosarium
1. Siklus Hidup: Serangkaian tahapan pertumbuhan dan perkembangan
yang dilalui oleh suatu organisme dari awal kehidupan hingga mati
dan bereproduksi.
2. Mitigasi Perubahan Iklim: Upaya mengurangi risiko dan dampak dari
perubahan iklim, baik melalui pengurangan emisi gas rumah kaca
maupun adaptasi terhadap dampaknya.
3. Sumber Daya Alam: Segala sesuatu yang berasal dari alam dan
dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, seperti air,
tanah, hutan, dan hasil tambang.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas IV Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan
Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Suara Pembaharuan. (2018). Pendidikan Lingkungan Hidup. Jakarta:
Penerbit Erlangga.
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun :Widia Yuli Herni, [Link]
Satuan Pendidikan: SDN 15 Anduring
Tahun Ajaran : 2025/2026
Mata Pelajaran : IPAS
Fase :B
Kelas/Semester : 4/1
Alokasi Waktu : 12 JP (Jam Pelajaran)
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mengidentifikasi tiga wujud zat (padat, cair, gas) dan
memberikan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta didik menjelaskan proses perubahan wujud zat (mencair,
membeku, menguap, mengembun, menyublim, mengkristal) dengan
benar.
Peserta didik melakukan eksperimen sederhana untuk mengamati
perubahan wujud zat.
Peserta didik mengidentifikasi berbagai sumber energi (matahari,
listrik, angin, air) yang ada di sekitar.
Peserta didik menjelaskan berbagai bentuk energi (panas, cahaya,
bunyi, gerak, listrik) dan memberikan contohnya.
Peserta didik menjelaskan proses perubahan bentuk energi dalam
kehidupan sehari-hari (misalnya, listrik menjadi cahaya dan panas
pada lampu).
Peserta didik mengembangkan kesadaran akan pentingnya
penggunaan energi secara hemat dan bijak.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis
Inkuiri)
Metode: Eksperimen, Observasi, Diskusi Kelompok, Demonstrasi,
Penyelidikan.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Perhatikan lilin yang menyala. Apa yang terjadi
pada lilinnya? Mengapa air yang tadinya dingin bisa menjadi uap saat
direbus? Apa yang membuat benda-benda di sekitar kita bergerak,
berbunyi, atau bersinar?"
Meaningful Learning: "Mengapa kita perlu tahu tentang perubahan
wujud benda atau bagaimana energi berubah? Apa manfaatnya bagi
kehidupan kita sehari-hari? Bagaimana kita bisa menghemat energi di
rumah dan di sekolah?"
Joyful Learning: "Jika kalian bisa menciptakan mesin yang mengubah
satu bentuk energi menjadi bentuk energi lain, mesin apa yang akan
kalian buat dan untuk apa? Eksperimen apa yang paling kalian ingin
coba hari ini untuk melihat keajaiban perubahan?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa,
dan memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (10 menit): Guru mengajak peserta didik melakukan
permainan singkat "Apa yang Berubah?" dengan menunjukkan
beberapa benda dan bertanya apa yang bisa berubah dari benda
tersebut (misal: es batu yang
Widia Yuli Herni, [Link]
Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang hal-hal penting
yang telah dipelajari tentang perubahan wujud zat dan energi, serta
bagaimana mereka dapat menggunakan pengetahuan ini untuk
bertindak bijak. Guru juga mengaitkan kembali dengan 7 Kegiatan
Anak Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik
tentang kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan
mengapa, serta apa yang mereka rasakan setelah merancang
kampanye hemat energi.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru menugaskan peserta didik untuk
Widia Yuli Herni, [Link]
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa
dan salam.
K. Pemahaman Bermakna
Memahami proses perubahan wujud zat dan berbagai bentuk energi
adalah kunci untuk memahami bagaimana dunia di sekitar kita bekerja.
Dari es yang meleleh menjadi air, hingga listrik yang diubah menjadi
cahaya lampu, semua adalah bagian dari fenomena alam yang
menakjubkan. Pengetahuan ini membantu kita mengerti mengapa kita
bisa memasak, mengapa alat elektronik bisa berfungsi, dan bagaimana
kita dapat menggunakan sumber daya alam secara lebih efisien dan
bertanggung jawab. Dengan memahami energi, kita dapat menjadi agen
perubahan yang cerdas dan hemat.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa hal baru yang paling membuat kalian terkejut atau menarik
tentang perubahan wujud zat atau energi?
2. Bagaimana perasaan kalian saat melakukan eksperimen dan melihat
langsung perubahan wujud benda atau energi?
3. Satu kebiasaan baru apa yang akan kalian terapkan di rumah atau
sekolah untuk menghemat energi?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik menunjukkan pemahaman tentang
konsep perubahan wujud zat dan energi secara mendalam? Jika tidak,
bagian mana yang perlu diperkuat?
2. Apakah kegiatan eksperimen dan proyek berhasil memicu rasa ingin
tahu dan melatih keterampilan berpikir kritis peserta didik?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam
memfasilitasi deep learning pada peserta didik?
Anggota Kelompok:
Contoh di Kehidupan
Jenis Perubahan Sehari- hari Apa yang Terjadi dan Mengapa?
2. Menguap
3. Mengembun
Perubahan Bentuk
Energi
2. Gerak ke Bunyi
3. Kimia ke Panas
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Proyek
"Hemat Energi di Rumahku"
Tema: "Perubahan Wujud Zat dan Energi: Hemat untuk Masa Depan"
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala Skala
2 Skala
3 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Kualitas
Diskusi
Kelompo k
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Contoh
Contoh
Contoh Contoh Contoh sangat
2. yang
kurang cukup relevan relevan,
Kualitas diberikan
relevan relevan, dan orisinal,
Contoh tidak
atau namun penjelasa dan
dan relevan
penjelasan penjelasa n rinci penjelasa
Penjelas atau
sangat n kurang serta n sangat
an penjelas
minim. rinci. akurat. rinci serta
an salah.
analitis.
Kerja
sama
sangat
Kerja Kerja
baik,
sama sama
Tidak ada semua
cukup baik,
kerja Sedikit anggota
3. baik, semua
sama, kerja sama, berpartisi
Kolabora namun anggota
ada sebagian pasi
si dalam masih ada berpartisi
dominasi besar penuh,
Kelompok anggota pasi aktif
individu anggota saling
yang dan saling
atau pasif. menginsp
kurang menduku
konflik. irasi, dan
aktif. ng.
berkontri
busi
signifikan
.
Kualitas
Presentasi
Proyek
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Menguas
ai materi
dengan
Menguasa sangat
i materi baik,
Tidak
Kurang Cukup dengan mampu
menguas
menguasai menguasa baik, menjelas
ai materi,
5. materi, i materi, mampu kan ide
sering
Penguas banyak namun menjelas proyek
membaca
aan Materi ragu, dan masih kan ide secara
teks, atau
Proyek sering terlihat proyek mendala
menjawa
bergantung kurang dengan m, dan
b di luar
pada percaya tepat, dan menjawab
konteks.
catatan. diri. percaya pertanyaa
diri. n dengan
analisis
tajam.
Proyek
Proyek menarik, Proyek
Proyek Proyek
cukup menggun sangat
monoton, sedikit
menarik, akan kreatif,
6. tanpa menarik,
menggun media inovatif,
Kreativitas media namun
akan yang interaktif,
dan atau cara kurang
media relevan, dan
Desain penyamp bervariasi
sederhana dan berhasil
Proyek aian yang dalam
, namun desain memikat
menarik. penyampai
kurang cukup perhatian
an.
inovatif. bervariasi. audiens.
P. Glosarium
1. Wujud Zat: Bentuk fisik suatu materi yang dapat berupa padat, cair,
atau gas.
2. Energi: Kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja; dapat
berubah bentuk namun tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.
3. Inquiry-Based Learning: Model pembelajaran yang mendorong peserta
didik untuk mengajukan pertanyaan, menyelidiki, dan menemukan
jawaban sendiri melalui eksperimen dan observasi.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas IV Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan
Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Purwanto, B. (2018). Sains untuk Anak-anak: Seri Fisika Dasar. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama.
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun :Widia Yuli Herni, [Link]
Satuan Pendidikan: SDN 15 Anduring
Tahun Ajaran : 2025/2026
Mata Pelajaran : IPAS
Fase :B
Kelas/Semester : 4/1
Alokasi Waktu : 12 JP (Jam Pelajaran)
4. Gemar Belajar: "Hari ini kita akan menjelajahi kekuatan tak terlihat
seperti magnet dan berbagai gaya. Mengapa menurut kalian penting
sekali untuk mengetahui tentang kekuatan-kekuatan ini dalam
kehidupan sehari-hari?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Makanan memberi kita energi untuk
bergerak dan melakukan banyak hal. Gerakan dan tindakan kita
adalah hasil dari gaya. Bagaimana energi dari makanan diubah
menjadi gaya gerak tubuh kita?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan, kalian mungkin pernah
melihat orang mendorong gerobak, menarik tali, atau menggunakan
magnet untuk menempelkan catatan di kulkas. Bagaimana
pemahaman tentang gaya dan magnet bisa membantu kita dalam
kehidupan bermasyarakat?"
7. Tidur Cepat: "Tidur cukup membuat kita segar esok hari. Saat kita
beristirahat, ada banyak gaya di sekitar kita yang tetap bekerja,
seperti gaya gravitasi yang menahan kita di tempat tidur. Apa lagi
gaya yang bekerja saat kita tidur?"
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mengidentifikasi benda-benda yang dapat ditarik oleh
magnet dan benda yang tidak dapat ditarik magnet.
Peserta didik menjelaskan sifat-sifat dasar magnet (kutub, tarik-
menarik, tolak-menolak) melalui eksperimen sederhana.
Peserta didik mengidentifikasi berbagai jenis gaya (gaya otot, gaya
gravitasi, gaya gesek, gaya pegas) yang bekerja dalam kehidupan
sehari- hari.
Peserta didik menjelaskan pengaruh gaya terhadap arah, gerak, dan
bentuk benda melalui observasi dan percobaan.
Peserta didik merancang dan membuat alat sederhana yang
memanfaatkan konsep magnet atau gaya.
Peserta didik mengembangkan sikap ingin tahu dan teliti dalam
melakukan penyelidikan ilmiah.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Discovery Learning (Pembelajaran Penemuan)
Metode: Eksperimen, Observasi, Diskusi Kelompok, Demonstrasi,
Penyelidikan.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Pernahkah kalian melihat magnet menempel pada
kulkas tanpa perekat? Atau, mengapa saat kita melompat, kita selalu
kembali ke bawah? Apa yang membuat mobil mainan bisa bergerak
dan berhenti?"
Meaningful Learning: "Mengapa kita perlu tahu tentang magnet dan
berbagai gaya? Apakah ada manfaatnya dalam hidup kita? Bisakah
kita membuat sesuatu yang bergerak tanpa harus menyentuhnya?"
Joyful Learning: "Jika kalian punya kekuatan super, gaya apa yang
paling ingin kalian miliki? Jika kalian bisa membuat mainan yang
menggunakan magnet, mainan apa yang akan kalian buat?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa,
dan memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (10 menit): Guru memulai dengan demonstrasi sederhana:
menempelkan klip kertas dengan magnet atau menjatuhkan
penghapus dan menanyakan mengapa jatuh. Guru mengajukan
pertanyaan pemantik (mindful, meaningful, joyful learning) untuk
memancing rasa ingin tahu.
3. Motivasi (10 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
manfaat mempelajari gejala kemagnetan dan jenis-jenis gaya dalam
kehidupan sehari- hari, dari mainan hingga alat elektronik. Guru juga
mengaitkan dengan 7
Widia Yuli Herni, [Link]
Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang hal-hal penting
yang telah dipelajari tentang magnet dan gaya, serta bagaimana
mereka dapat
Widia Yuli Herni, [Link]
K. Pemahaman Bermakna
Memahami gejala kemagnetan dan berbagai jenis gaya adalah kunci
untuk mengerti bagaimana benda-benda di dunia ini berinteraksi. Dari
benda yang menempel pada kulkas karena magnet, hingga bola yang
melambung tinggi karena tendangan, semua adalah hasil dari gaya
yang bekerja. Pengetahuan ini tidak hanya membuat kita lebih peka
terhadap lingkungan sekitar, tetapi juga membantu kita memahami cara
kerja berbagai alat dan teknologi, serta mengapa benda bisa bergerak,
berubah arah, atau bahkan berubah bentuk. Kita dapat melihat bahwa
gaya ada di mana- mana, menggerakkan dan membentuk dunia kita.
disebut benda non-magnetis. Magnet memiliki dua ujung yang disebut kutub,
yaitu kutub utara dan kutub selatan. Jika dua kutub magnet yang sama
didekatkan, mereka akan tolak-menolak. Sebaliknya, jika dua kutub magnet
yang berbeda didekatkan, mereka akan tarik-menarik. Gaya tarik magnet
ini bahkan bisa menembus benda tipis seperti kertas atau plastik.
Berbagai Jenis Gaya yang Bekerja
Selain magnet, ada banyak jenis gaya lain yang bekerja di sekitar kita. Gaya
adalah tarikan atau dorongan yang dapat menyebabkan perubahan pada
benda. Beberapa jenis gaya yang sering kita temui antara lain: Gaya Otot,
yaitu gaya yang dihasilkan oleh otot tubuh kita saat bergerak, seperti
mendorong meja atau menarik tali. Gaya Gravitasi, yaitu gaya tarik bumi
yang membuat semua benda jatuh ke bawah dan menahan kita tetap di
permukaan bumi. Gaya Gesek, yaitu gaya yang muncul ketika dua
permukaan saling bersentuhan dan menghambat gerakan, seperti saat kita
mengerem sepeda. Serta Gaya Pegas, yaitu gaya yang dihasilkan oleh
benda elastis yang diregangkan atau ditekan, seperti pada ketapel atau
per.
Pengaruh Gaya Terhadap Benda
Gaya memiliki banyak pengaruh terhadap benda. Pertama, gaya dapat
membuat benda diam menjadi bergerak. Contohnya, saat kita mendorong
gerobak yang diam, gerobak itu akan bergerak. Kedua, gaya dapat
mengubah arah gerak benda. Saat kita menendang bola, kita bisa mengubah
arah gerak bola. Ketiga, gaya dapat mengubah kecepatan gerak benda,
seperti saat kita mengerem sepeda untuk memperlambatnya atau
mengayuh sepeda lebih kencang untuk mempercepatnya.
Keempat, gaya juga dapat mengubah bentuk benda, misalnya saat kita
meremas kertas atau menekan plastisin hingga berubah bentuk.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa eksperimen tentang magnet atau gaya yang paling kalian sukai
hari ini? Mengapa?
2. Hal apa yang paling penting yang kalian pelajari tentang bagaimana
gaya memengaruhi benda?
3. Bagaimana kalian akan menggunakan pengetahuan tentang magnet
atau gaya dalam kehidupan sehari-hari?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan penemuan
dan eksperimen? Jika ada yang pasif, bagaimana cara saya dapat
lebih melibatkan mereka di lain waktu?
2. Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik, terutama dalam
mendorong penalaran kritis dan kreativitas peserta didik?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam
memfasilitasi deep learning pada peserta didik?
Anggota Kelompok:
Kegiatan di
Jenis Gaya yang
Pengaruh Gaya terhadap Benda
Sekolah Bekerja
Contoh: Bermain
Gaya Otot, Gaya
Gaya otot membuat ayunan bergerak,
ayunan
Gravitasi gaya gravitasi menariknya ke
bawah.
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Proyek
"Kreasi Gaya dan Magnetku"
Tema: "Kekuatan di Balik Gerak dan Bentuk Benda"
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala Skala
2 Skala
3 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Kualitas
Diskusi
Kelompok
Anggota
Anggota
Anggota kelompok
kelompok
Anggota kelompok menunju
Anggota menunju
kelompok menunju kkan
kelompok kkan
tidak kkan pemaha
1. menunjukk pemaha
menunju pemaha man
Kedalaman an man yang
kkan man mendala
Pemaham pemaham baik dan
pemaha yang m dan
an Konsep an yang mampu
man cukup mampu
sangat menjelas
tentang tentang mengaitk
terbatas kan
magnet konsep an
tentang konsep
atau gaya. dan berbagai
konsep. dengan
contohny konsep
benar.
a. dengan
cermat.
2. Identifikasi Identifikasi Identifikasi Identifikasi Identifikasi
Kualitas gaya/pen gaya/peng gaya/pen gaya/pen gaya/pen
Identifikasi aruh
Widia Yuli Herni, [Link]
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Kerja
sama
sangat
Kerja Kerja baik,
sama sama semua
Tidak ada
Sedikit cukup baik, anggota
kerja
3. kerja sama, baik, semua berpartisi
sama, ada
Kolaborasi sebagian namun anggota pasi
dominasi
dalam besar masih ada berpartisi penuh,
individu
Kelompok anggota anggota pasi aktif saling
atau
pasif. yang dan saling mengins
konflik.
kurang menduku pirasi,
aktif. ng. dan
berkontri
busi
signifikan
.
Kualitas
Presentasi
Proyek
Penyampa
Penyamp Penyamp
ian kurang
aian Penyamp aian
Penyamp jelas,
cukup aian jelas, sangat
aian tidak sering
4. jelas, lugas, dan jelas,
jelas, sulit terputus,
Kejelasan namun mudah persuasif
dimenger dan
Penyamp masih ada dimengert ,
ti, dan mengguna
aian bagian i oleh menarik,
berbelit- kan bahasa
Konsep yang audiens. dan
belit. yang
kurang menggun
membingu
lugas. akan
ngkan.
bahasa
Widia Yuli Herni, [Link]
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
yang
efektif.
Menguas
ai materi
dengan
Menguas sangat
ai materi baik,
Tidak
Kurang Cukup dengan mampu
menguas
menguasai menguas baik, menjelas
ai materi,
materi, ai materi, mampu kan ide
5. sering
banyak namun menjelas proyek
Penguasa membac
ragu, dan masih kan ide secara
an Materi a teks,
sering terlihat proyek mendala
Proyek atau
bergantun kurang dengan m, dan
menjawa
g pada percaya tepat, dan menjawa
b di luar
catatan. diri. percaya b
konteks.
diri. pertanya
an
dengan
analisis
tajam.
Proyek
Proyek
sangat
Proyek sedikit Proyek
Proyek kreatif,
monoton, menarik, menarik,
cukup inovatif,
6. tidak fungsi berfungsi
menarik, berfungsi
Kreativita s berfungsi terbatas, dengan
berfungsi dengan
dan Fungsi , atau atau baik, dan
sederhan sangat
Proyek tanpa kurang desain
a, namun baik, dan
media bervariasi cukup
kurang berhasil
yang dalam bervarias
inovatif. memikat
menarik. penyampai i.
perhatian
an.
audiens.
P. Glosarium
1. Magnet: Benda yang dapat menarik benda lain yang terbuat dari
bahan tertentu (besi, baja, nikel, kobalt) karena memiliki medan
magnet.
2. Gaya: Tarikan atau dorongan yang dapat menyebabkan perubahan
pada benda (misalnya, mengubah arah, gerak, atau bentuk benda).
3. Discovery Learning: Model pembelajaran yang mendorong peserta
didik untuk menemukan konsep dan prinsip sendiri melalui kegiatan
eksperimen dan observasi.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas IV Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan
Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Suripto, A. (2017). Konsep Dasar IPA Fisika untuk SD. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun :Widia Yuli Herni, [Link]
Satuan Pendidikan: SDN 15 Anduring
Tahun Ajaran : 2025/2026
Mata Pelajaran : IPAS
Fase :B
Kelas/Semester : 4/2
Alokasi Waktu : 12 JP (Jam Pelajaran)
4. Gemar Belajar: "Hari ini kita akan belajar tentang peran kita di
masyarakat dan bagaimana kita berinteraksi. Mengapa penting bagi
kita untuk memahami peran dan tanggung jawab kita dalam
kelompok atau masyarakat?"
5. Makan Sehat dan Bergizi: "Makanan sehat dan bergizi seringkali
disiapkan bersama di rumah. Siapa yang punya peran menyiapkan
makanan di rumah kalian? Bagaimana pembagian tugas itu membuat
semuanya berjalan lancar?"
6. Bermasyarakat: "Di lingkungan sekitar, kalian pasti sering bertemu
tetangga, teman, atau orang dewasa. Bagaimana cara kalian
menyapa atau berinteraksi dengan mereka? Mengapa interaksi yang
baik itu penting?"
7. Tidur Cepat: "Tidur cukup membuat kita segar untuk berinteraksi esok
hari. Bayangkan jika semua orang di sekitar kita tidak menjalankan
perannya dengan baik, apa yang akan terjadi? Bagaimana ini
memengaruhi interaksi kita?"
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mengidentifikasi berbagai peran, tugas, dan tanggung
jawab individu di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat
sekitar.
Peserta didik menjelaskan pentingnya menjalankan peran dan
tanggung jawab masing-masing dalam interaksi sosial.
Peserta didik mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial yang
terjadi di lingkungan tempat tinggal dan sekolah (misalnya, kerja
sama, tolong- menolong, musyawarah).
Peserta didik menjelaskan dampak positif dan negatif dari berbagai
bentuk interaksi sosial.
Peserta didik merancang ide kegiatan kolaboratif untuk meningkatkan
interaksi sosial yang positif di lingkungan sekolah atau rumah.
Peserta didik mengembangkan sikap toleransi, empati, dan rasa
tanggung jawab sosial.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Problem-Based Learning (Pembelajaran Berbasis
Masalah)
Metode: Diskusi Kelompok, Permainan Peran (Role Play), Observasi,
Studi Kasus, Presentasi.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Perhatikan teman sebangku kalian. Apa peran dia
di kelas ini? Apa yang terjadi jika ada teman yang tidak menjalankan
tugasnya? Bagaimana perasaan kalian ketika teman membantu
kalian?"
Meaningful Learning: "Mengapa kita tidak bisa hidup sendiri? Mengapa
kita membutuhkan orang lain? Apa gunanya kita punya peran dan
tanggung jawab di rumah dan di sekolah?"
Joyful Learning: "Jika kalian bisa menjadi 'agen perubahan' di sekolah,
perubahan apa yang ingin kalian lakukan untuk membuat interaksi
antar teman menjadi lebih menyenangkan dan saling membantu?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa,
dan memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (10 menit): Guru memutar video singkat atau menampilkan
gambar tentang kegiatan sosial di lingkungan sekitar (misalnya, kerja
bakti, gotong royong, atau anak-anak yang saling membantu di
sekolah). Guru mengajukan pertanyaan pemantik (mindful,
meaningful, joyful learning).
3. Motivasi (10 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
manfaat mempelajari peran, tugas, tanggung jawab, serta interaksi
sosial dalam
Widia Yuli Herni, [Link]
Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang hal-hal penting
yang telah dipelajari tentang peran, tanggung jawab, dan interaksi
sosial. Guru menekankan bahwa setiap individu memiliki peran
penting dalam menciptakan lingkungan yang positif. Guru juga
mengaitkan kembali dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik
tentang kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan
mengapa, serta apa yang mereka rasakan setelah merancang proyek
aksi sosial.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru mendorong peserta didik untuk benar-
benar mencoba menerapkan ide proyek mereka di kelas atau di
rumah, dan melaporkan hasilnya di pertemuan selanjutnya.
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa
dan salam.
K. Pemahaman Bermakna
Memahami peran, tugas, dan tanggung jawab serta interaksi sosial
adalah fondasi penting untuk menjadi anggota masyarakat yang baik.
Kita tidak hidup sendiri; setiap individu memiliki peranan dan terhubung
dengan orang lain. Dengan menjalankan peran kita dengan penuh
tanggung jawab dan berinteraksi secara positif, kita dapat menciptakan
lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang harmonis, nyaman,
dan saling mendukung. Belajar tentang ini membantu kita menjadi
pribadi yang peduli, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama demi
kebaikan bersama.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa hal baru yang paling kalian sadari tentang peran dan tanggung
jawab kalian di rumah atau sekolah?
2. Bagaimana perasaan kalian saat melakukan permainan peran atau
merancang proyek aksi sosial?
3. Satu hal apa yang akan kalian lakukan mulai sekarang untuk
membuat interaksi kalian dengan teman atau keluarga menjadi lebih
baik?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik menunjukkan pemahaman tentang
pentingnya peran dan tanggung jawab dalam interaksi sosial? Jika
tidak, bagaimana cara saya dapat memperkuat pemahaman
tersebut?
2. Apakah kegiatan pembelajaran berhasil memicu empati dan
keinginan peserta didik untuk menciptakan interaksi positif?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam
memfasilitasi deep learning tentang nilai-nilai sosial pada peserta
didik?
Anggota Kelompok:
Peran yang
Tindakan Kalian dan
Skenario Interaksi Bisa Kalian
Dampaknya Terhadap
Sosial Ambil
Interaksi
Menawarkan bantuan,
Contoh: Teman sebangku menjelaskan kembali materi.
Teman yang
kesulitan memahami Dampaknya: teman merasa
membantu
pelajaran. terbantu, hubungan makin
akrab.
Widia Yuli Herni, [Link]
Peran yang
Tindakan Kalian dan
Skenario Interaksi Bisa Kalian
Dampaknya Terhadap
Sosial Ambil
Interaksi
1. Ada teman yang
sering membuang
sampah sembarangan
di kelas.
2. Kalian melihat
teman bertengkar
karena masalah kecil.
Kualitas
Diskusi
Kelompo k
Anggota
Anggota Anggota
kelompok
Anggota kelompok kelompok
menunju
kelompo Anggota menunju menunjuk
kkan
1. k tidak kelompok kkan kan
pemaha
Kedalam menunju menunjukk pemaha pemaham
man yang
an Pemaha kkan an man yang an
baik dan
man Peran pemaha pemahama cukup mendala
mampu
& Tanggun man n yang tentang m,
menjelas
g Jawab tentang sangat peran dan mampu
kan peran
peran terbatas fungsinya. mengaitk
dengan
atau tentang an peran
benar.
tanggung peran. dengan
jawab. dampak
sosial.
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Kerja
sama
Kerja Kerja sangat
sama sama baik,
Tidak ada
cukup baik, semua
kerja Sedikit kerja
3. baik, semua anggota
sama, sama,
Kolabora namun anggota berpartisi
ada sebagian
si dalam masih ada berpartisi pasi
dominasi besar
Kelompok anggota pasi aktif penuh,
individu anggota
yang dan saling saling
atau pasif.
kurang menduku menginsp
konflik.
aktif. ng. irasi, dan
berkontrib
usi
signifikan.
Kualitas
Presentasi
Proyek
Penyamp
Penyampai Penyamp
aian
Penyamp an kurang aian Penyamp
sangat
aian jelas, cukup aian
4. jelas,
tidak sering jelas, jelas,
Kejelasan persuasif,
jelas, sulit terputus, namun lugas, dan
Penyamp menarik,
dimenger dan masih ada mudah
aian Pesan dan
ti, dan menggunak bagian dimenger
menggun
berbelit- an bahasa yang ti oleh
akan
belit. yang kurang audiens.
bahasa
membingun lugas.
yang
gkan.
efektif.
Widia Yuli Herni, [Link]
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Menguasa
i materi
dengan
Menguasa
sangat
i materi
Tidak baik,
Kurang Cukup dengan
menguas mampu
menguasai menguas baik,
ai materi, menjelas
5. materi, ai materi, mampu
sering kan ide
Penguas banyak namun menjelas
membaca proyek
aan Materi ragu, dan masih kan ide
teks, atau secara
Proyek sering terlihat proyek
menjawab mendalam
bergantung kurang dengan
di luar , dan
pada percaya tepat, dan
konteks. menjawab
catatan. diri. percaya
pertanyaa
diri.
n dengan
analisis
tajam.
Proyek
sangat
Proyek kreatif,
Proyek
Proyek menarik, inovatif,
sedikit Proyek
monoton, relevan, sangat
menarik, cukup
6. tidak dan relevan,
relevansi menarik,
Kreativitas relevan, desain dan
terbatas, cukup
dan atau cukup berpotens
atau kurang relevan,
Kelayakan tanpa bervarias i
bervariasi namun
Proyek media i serta memberik
dalam kurang
yang layak an
penyampai inovatif.
menarik. dilaksana dampak
an.
kan. positif
yang
nyata.
P. Glosarium
1. Interaksi Sosial: Hubungan timbal balik antara individu, kelompok,
atau individu dengan kelompok dalam masyarakat.
2. Peran: Kedudukan atau fungsi yang harus dilakukan seseorang dalam
suatu kelompok atau masyarakat.
3. Tanggung Jawab: Kewajiban yang harus dilaksanakan oleh seseorang
sesuai dengan perannya.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas IV Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan
Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Soekanto, S. (2012). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun :Widia Yuli Herni, [Link]
Satuan Pendidikan: SDN 15 Anduring
Tahun Ajaran : 2025/2026
Mata Pelajaran : IPAS
Fase :B
Kelas/Semester : 4/2
Alokasi Waktu : 16 JP (Jam Pelajaran)
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik menunjukkan letak kota/kabupaten Karangsari dan
provinsi Jawa Timur pada peta konvensional atau digital.
Peserta didik mengidentifikasi ragam bentang alam di sekitar tempat
tinggalnya (dataran rendah, dataran tinggi, pantai, sungai, gunung)
dan memberikan contohnya.
Peserta didik menjelaskan keterkaitan antara bentang alam dengan
jenis profesi masyarakat di sekitarnya.
Peserta didik mengidentifikasi keanekaragaman hayati (hewan dan
tumbuhan khas) dan keragaman budaya (adat istiadat, pakaian adat,
kesenian daerah) di daerahnya.
Peserta didik menjelaskan contoh kearifan lokal yang masih
diterapkan di masyarakat tempat tinggalnya.
Peserta didik mengumpulkan informasi tentang sejarah singkat
keluarga atau masyarakat di tempat tinggalnya.
Peserta didik merancang ide-ide sederhana untuk upaya pelestarian
keanekaragaman hayati, keragaman budaya, dan kearifan lokal.
Peserta didik mengembangkan sikap bangga terhadap daerah asal dan
semangat melestarikan kekayaan lokal.
Widia Yuli Herni, [Link]
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Project-Based Learning (PBL)
Metode: Penyelidikan Lapangan (mini), Wawancara (sederhana),
Observasi, Diskusi Kelompok, Pembuatan Proyek (Peta
Interaktif/Pameran Mini), Presentasi.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Pejamkan mata sejenak, bayangkan rumah kalian,
sekolah kalian, sawah di dekat rumah, atau gunung yang terlihat dari
kejauhan. Apa yang kalian rasakan saat membayangkan tempat-
tempat itu? Bisakah kalian menggambarkannya?"
Meaningful Learning: "Jika ada orang dari negara lain datang ke sini,
apa yang paling ingin kalian tunjukkan atau ceritakan tentang daerah
kita? Mengapa penting bagi kita untuk tahu tentang tempat tinggal
kita, budaya, dan sejarah keluarga kita?"
Widia Yuli Herni, [Link]
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa,
dan memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (15 menit): Guru memulai dengan menunjukkan peta
Indonesia. Guru bertanya: "Di mana pulau Jawa? Di mana Provinsi
Jawa Timur? Di mana letak kota/kabupaten kita?" Guru bisa
menggunakan peta digital interaktif. Guru mengajukan pertanyaan
pemantik (mindful, meaningful, joyful learning).
3. Motivasi (15 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
manfaat mempelajari lebih dalam tentang daerah tempat tinggal
mereka, dari geografinya hingga budayanya. Guru mengaitkan
dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat, terutama "Gemar Belajar"
dan "Bermasyarakat" untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan
kepedulian sosial.
4. Pengenalan Proyek (15 menit): Guru memperkenalkan proyek utama
selama tema ini: "Pameran Mini: Aku Cinta Daerahku". Setiap
kelompok akan membuat sebuah diorama, poster interaktif, atau
presentasi digital yang berisi informasi lengkap tentang Karangsari
dan Jawa Timur, termasuk bentang alam, profesi, budaya, kearifan
lokal, dan sejarah singkat.
Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang apa yang telah
mereka pelajari tentang daerahnya. Bagaimana perasaan mereka
setelah mengetahui begitu banyak hal tentang tempat tinggalnya?
Guru juga mengaitkan kembali dengan 7 Kegiatan Anak Indonesia
Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik
tentang kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan
mengapa, serta apa yang mereka rasakan setelah menyelesaikan
proyek.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru menyiapkan jadwal untuk "Pameran
Mini: Aku Cinta Daerahku" di kelas atau di area sekolah yang dapat
dilihat oleh siswa lain atau orang tua. Peserta didik diharapkan bisa
menjelaskan proyek mereka kepada pengunjung pameran.
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa
dan salam.
K. Pemahaman Bermakna
Mengenal dan memahami tempat tinggal kita lebih dalam adalah
seperti menemukan harta karun tersembunyi. Dari letak geografis di
peta, ragam bentang alam yang indah, hingga kekayaan budaya,
kearifan lokal, dan sejarah masyarakatnya, semua itu membentuk
identitas kita sebagai warga daerah. Dengan memahami hal ini, kita
tidak hanya menjadi lebih bangga akan asal-usul kita, tetapi juga
menyadari pentingnya melestarikan warisan alam dan budaya agar tetap
lestari untuk generasi mendatang. Kita adalah bagian dari sejarah dan
masa depan daerah kita.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Apa fakta paling menarik yang kalian temukan tentang
kota/kabupaten Karangsari atau Provinsi Jawa Timur?
Widia Yuli Herni, [Link]
3. Satu hal apa yang ingin kalian lakukan untuk membantu melestarikan
kekayaan alam atau budaya di daerah kalian?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik menunjukkan pemahaman mendalam
tentang keterkaitan antara geografi, budaya, dan profesi di daerah
mereka? Jika tidak, bagaimana cara saya dapat memperkuat
pemahaman tersebut?
2. Apakah kegiatan proyek berhasil memicu rasa bangga dan keinginan
peserta didik untuk melestarikan warisan lokal?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam
memfasilitasi deep learning tentang identitas lokal dan tanggung jawab
sosial pada peserta didik?
Anggota Kelompok:
Bagaimana Bentang
Kearifan Lokal
Profesi Alam
Bentang Alam di yang Terkait
Masyarakat Memengaruhi
Karangsari/Lumajang (jika ada)
yang Terkait Profesi? (minimal
2 poin)
Tradisi "Bersih
Tanah subur cocok
Desa"
untuk menanam
Contoh: Dataran Rendah sebelum
Petani Padi padi. Air mudah
(persawahan) menanam
didapat dari
padi
sungai/irigasi.
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Proyek
"Pameran Mini: Aku Cinta Daerahku"
Tema: "Mengenal dan Melestarikan Kekayaan Daerahku"
Widia Yuli Herni, [Link]
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala Skala
2 Skala
3 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Kualitas
Diskusi
Kelompo k
Anggota
kelompok
Anggota Anggota
menunjuk
kelompok Anggota kelompok
kan
tidak Anggota kelompok menunju
pemaha
menunjuk kelompok menunju kkan
1. man
kan menunjukk kkan pemaha
Kedalam an mendala
pemaha an pemaha man baik
Pemaha m dan
man pemahama man dan
man mampu
tentang n sangat cukup mampu
Konsep mengaitk
geografi, terbatas tentang menjelas
Lokal an
budaya, tentang konsep kan
berbagai
atau konsep lokal dan konsep
konsep
kearifan lokal. contohny lokal
lokal
lokal a. dengan
secara
daerah. benar.
kompreh
ensif.
Analisis
keterkaita
n sangat
Analisis
tepat,
keterkaita Analisis Analisis
orisinal,
n Analisis keterkaita keterkait
2. dan
bentang keterkaitan n cukup an tepat
Kualitas penjelasa
alam dan kurang tepat, dan
Analisis n sangat
profesi/bu tepat atau namun penjelasa
Keterkait rinci serta
daya salah sangat penjelasa n rinci
an analitis
atau tidak minim. n kurang serta
tentang
relevan. rinci. akurat.
hubunga
n
kompleks
.
Tidak ada
Sedikit kerja
Kerja sama
Kerja sama Kerja sama
3.
kerja sama, cukup baik, sangat
Kolabora si
sama, ada sebagian baik, semua baik,
dalam
dominasi besar namun anggota semua
Kelompo k
individu anggota masih berpartisi anggota
pasif.
Widia Yuli Herni, [Link]
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Kualitas
Presenta
si Proyek
Penyamp
Penyampai Penyamp
aian
an kurang aian Penyamp
sangat
4. Penyamp jelas, cukup aian jelas,
jelas,
Kejelasan aian tidak sering jelas, lugas, dan
persuasif,
Penyam jelas, sulit terputus, namun mudah
menarik,
paian dimenger dan masih ada dimenger
dan
Informasi ti, dan mengguna bagian ti oleh
menggun
berbelit- kan bahasa yang audiens.
akan
belit. yang kurang
bahasa
membingu lugas.
yang
ngkan.
efektif.
Menguasa
i materi
Menguasa
dengan
i materi
sangat
Tidak Kurang Cukup dengan
baik,
menguasa menguasai menguasa baik,
mampu
5. i materi, materi, i materi, mampu
menjelas
Penguas sering banyak namun menjelas
kan ide
aan Materi membaca ragu, dan masih kan ide
proyek
Proyek teks, atau sering terlihat proyek
secara
menjawab bergantung kurang dengan
mendala
di luar pada percaya tepat, dan
m, dan
konteks. catatan. diri. percaya
menjawab
diri.
pertanya
an
Widia Yuli Herni, [Link]
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
dengan
analisis
tajam.
Proyek
Proyek sangat
Proyek menarik, kreatif,
Proyek Proyek cukup menggun inovatif,
6. monoton, sedikit menarik, akan interaktif,
Kreativit tanpa menarik, menggun media dan
as dan media kurang akan yang berhasil
Kualitas atau cara bervariasi media relevan, memikat
Produk penyamp dalam sederhan dan perhatian
Proyek aian yang penyampai a, namun desain audiens
menarik. an. kurang cukup dengan
inovatif. bervarias produk
i. berkualita
s tinggi.
P. Glosarium
1. Bentang Alam: Bentuk permukaan bumi yang bervariasi, seperti
gunung, pantai, dataran rendah, atau sungai.
2. Kearifan Lokal: Kebiasaan atau nilai-nilai luhur yang diwariskan secara
turun-temurun oleh suatu masyarakat dan berguna dalam kehidupan.
3. Keanekaragaman Hayati: Berbagai jenis makhluk hidup (tumbuhan dan
hewan) beserta ekosistem tempat hidupnya.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas IV Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan
Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Setiawan, A. (2019). Geografi Sosial Budaya. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun :Widia Yuli Herni, [Link]
Satuan Pendidikan: SDN 15 Anduring
Tahun Ajaran : 2025/2026
Mata Pelajaran : IPAS
Fase :B
Kelas/Semester : 4/2
Alokasi Waktu : 12 JP (Jam Pelajaran)
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik mengidentifikasi perbedaan antara kebutuhan dan
keinginan dengan memberikan contoh yang relevan.
Peserta didik mengklasifikasikan daftar benda atau layanan ke dalam
kategori kebutuhan atau keinginan.
Peserta didik menjelaskan fungsi uang sebagai alat tukar, alat
pembayaran, dan alat penyimpan nilai.
Peserta didik mengidentifikasi nilai berbagai pecahan mata uang
Rupiah (kertas dan logam) dan menggunakannya dalam simulasi
transaksi sederhana.
Peserta didik membuat rencana sederhana untuk menghemat atau
menabung uang untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan tertentu.
Peserta didik mengembangkan sikap bijak dalam mengelola uang dan
prioritas pengeluaran.
G. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis
Inkuiri)
Metode: Diskusi Kelompok, Permainan Simulasi (Role Play), Studi
Kasus, Brainstorming, Presentasi.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning: "Jika kalian punya uang Rp10.000, apa yang akan
kalian beli? Apakah itu sesuatu yang harus kalian punya, atau hanya
kalian inginkan?"
Meaningful Learning: "Mengapa kita tidak bisa membeli semua yang
kita inginkan? Mengapa penting bagi kita untuk tahu bedanya
kebutuhan dan keinginan?"
Joyful Learning: "Kalau kalian bisa punya tabungan sebanyak-
banyaknya, hal apa yang paling ingin kalian wujudkan dengan uang
itu? Mengapa itu penting untuk kalian?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan (1 JP)
1. Pembukaan (5 menit): Guru menyapa peserta didik, memimpin doa,
dan memeriksa kehadiran.
2. Apersepsi (15 menit): Guru memulai dengan menunjukkan dua
gambar: satu gambar anak sedang makan nasi dan lauk pauk
sederhana, satu gambar anak sedang bermain robot mahal. Guru
bertanya: "Manakah yang lebih penting? Mengapa? Apa bedanya?"
Guru mengajukan pertanyaan pemantik (mindful, meaningful, joyful
learning).
3. Motivasi (15 menit): Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
manfaat mempelajari perbedaan kebutuhan dan keinginan, serta
fungsi uang dalam kehidupan sehari-hari. Guru mengaitkan dengan 7
Kegiatan Anak Indonesia Hebat, terutama "Makan Sehat dan Bergizi"
(kebutuhan dasar) dan "Gemar Belajar" (mengelola keuangan).
4. Pengenalan Topik (5 menit): Guru memperkenalkan bahwa hari ini kita
akan menjadi "manajer keuangan cilik" yang akan belajar
membedakan apa yang
Widia Yuli Herni, [Link]
Penutup (1 JP)
1. Refleksi (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang apa yang telah
mereka pelajari tentang kebutuhan, keinginan, dan bagaimana
mengelola uang. Guru menekankan pentingnya menjadi pribadi yang
bijak dalam keuangan. Guru juga mengaitkan kembali dengan 7
Kegiatan Anak Indonesia Hebat.
2. Umpan Balik (10 menit): Peserta didik memberikan umpan balik
tentang kegiatan pembelajaran yang paling mereka sukai dan
mengapa, serta apa yang mereka rasakan setelah merancang
rencana keuangan.
3. Tindak Lanjut (10 menit): Guru mendorong peserta didik untuk mulai
menerapkan rencana menabung mereka di rumah dan menceritakan
pengalamannya di pertemuan selanjutnya.
4. Doa dan Salam Penutup (5 menit): Guru menutup pelajaran dengan doa
dan salam.
K. Pemahaman Bermakna
Memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan adalah pelajaran
hidup yang sangat penting. Kebutuhan adalah hal-hal dasar yang harus
kita miliki untuk hidup, seperti makanan, air, pakaian, dan tempat
tinggal. Sedangkan keinginan adalah hal-hal yang menyenangkan,
namun tidak mutlak harus ada. Uang menjadi alat yang sangat penting
untuk mendapatkan keduanya. Dengan memahami fungsi uang dan
bagaimana mengelolanya dengan bijak, kita bisa memprioritaskan
pengeluaran, menabung untuk masa depan, dan mencapai tujuan
finansial. Ini akan membantu kita menjadi pribadi yang mandiri dan
bertanggung jawab dalam mengelola sumber daya.
Meskipun uang sangat penting, kita tidak bisa membeli semua yang kita
inginkan. Sumber daya kita terbatas. Oleh karena itu, kita perlu
mengelola uang dengan bijak. Cara terbaik adalah dengan selalu
memprioritaskan kebutuhan di atas keinginan. Setelah kebutuhan dasar
terpenuhi, barulah kita bisa memikirkan keinginan. Salah satu cara bijak
mengelola uang adalah dengan menabung.
Menabung berarti menyisihkan sebagian uang yang kita miliki untuk
tujuan tertentu di masa depan, misalnya membeli sesuatu yang kita
inginkan, atau untuk keadaan darurat. Dengan menabung, kita belajar
disiplin dan bertanggung jawab atas keuangan kita sendiri.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. Satu pelajaran paling berharga apa yang kalian dapatkan tentang
uang hari ini?
2. Bagaimana perasaan kalian saat melakukan simulasi "Pasar Mini" dan
harus menghitung kembalian?
3. Apakah kalian sekarang merasa lebih siap untuk menabung uang
saku kalian? Mengapa?
Refleksi Pendidik:
1. Apakah semua peserta didik dapat membedakan antara kebutuhan
dan keinginan dengan baik? Jika tidak, strategi apa yang bisa saya
gunakan untuk memperkuat pemahaman ini?
2. Apakah simulasi "Pasar Mini" efektif dalam membantu peserta didik
memahami fungsi dan nilai uang?
3. Bagian mana dari modul ajar ini yang paling efektif dalam
memfasilitasi deep learning tentang literasi keuangan dasar pada
peserta didik?
Kelas:
Kebutuhan /
No. Benda/Layanan Alasan
Keinginan
Kebutuhan /
No. Benda/Layanan Alasan
Keinginan
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
Rencana Menabungku
Aku ingin menabung untuk membeli:
(Nama Barang
Keinginan/Tujuan Menabung)
Kualitas
Pemaha
man
Konsep
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Peserta
didik
Peserta memaha
didik mi fungsi
Peserta Peserta
Peserta memahami dan nilai
2. didik didik
didik fungsi dan mata
Pemaha tidak memaha
memahami nilai mata uang
man memaha mi cukup
fungsi/nilai uang secara
Fungsi mi fungsi fungsi
uang dengan kompreh
dan Nilai atau nilai dan nilai
sangat baik, serta ensif,
Uang mata mata
terbatas. dapat termasuk
uang. uang.
menggunak peran
annya. uang
dalam
ekonomi.
Rencana
menabun
Rencana Rencana
g sangat
3. menabu Rencana menabu Rencana
realistis,
Perenca ng tidak menabung ng cukup menabung
detail,
naan ada atau sangat realistis, realistis dan
dan
Keuanga n tidak sederhana namun terstruktur
menunju
Pribadi realistis dan kurang detailnya dengan
kkan
sama realistis. kurang. baik.
pemikira
sekali.
n jangka
panjang.
Kualitas
Presenta
si
Widia Yuli Herni, [Link]
Skala 1 Skala 5
Aspek Skala 2 Skala 3 Skala 4
(Sangat (Sangat
Penilaian (Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Penyam
Penyampai
Penyam paian
an kurang
Penyam paian sangat
jelas, sering
paian cukup Penyampai jelas,
4. terputus,
tidak jelas, an jelas, persuasif
Kejelasa n dan
jelas, namun lugas, dan ,
Penyam mengguna
sulit masih mudah menarik,
paian Ide kan bahasa
dimenge ada dimengerti dan
yang
rti, dan bagian oleh menggun
membingu
berbelit- yang audiens. akan
ngkan.
belit. kurang bahasa
lugas. yang
efektif.
Tidak
percaya Sangat
Cukup
diri, Percaya diri, percaya
Kurang percaya
menghin mampu diri,
percaya diri,
5. Rasa dari menyampai antusias,
diri, sering namun
Percaya kontak kan ide dan
ragu, dan masih
Diri mata, dengan mampu
butuh terlihat
atau tenang dan mengins
dorongan. sedikit
berbicar jelas. pirasi
gugup.
a sangat audiens.
pelan.
P. Glosarium
1. Kebutuhan: Hal-hal dasar yang mutlak diperlukan untuk bertahan
hidup dan beraktivitas.
2. Keinginan: Hal-hal yang diharapkan atau didambakan untuk
kesenangan atau kenyamanan, tetapi tidak mutlak diperlukan.
3. Mata Uang: Alat pembayaran atau tukar yang sah dan diterima secara
umum di suatu negara (di Indonesia: Rupiah).
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2021). Buku Guru IPAS
Kelas IV Sekolah Dasar. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan
Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan
Menengah. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi.
3. Rahayu, A. (2018). Pendidikan Keuangan untuk Anak Usia Sekolah Dasar.
Bandung: Alfabeta.