Modul Ajar Deep Learning Kelas 4 SD
Modul Ajar Deep Learning Kelas 4 SD
Pd
Modul Ajar
Pendekatan Deep Learning
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun : Widia Yuli Herni, [Link]
Satuan Pendidikan: SDN 15 Anduring
Tahun Ajaran : 2025/2026
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Fase :B
Kelas/Semester : 4/1
Alokasi Waktu : 18 JP (Jam Pelajaran)
"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai belajar, Bu/Pak Guru ingin tahu nih,
bagaimana kalian sudah melaksanakan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat di
rumah? Angkat tangannya ya kalau kalian sudah melakukan salah satu
kegiatannya!
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya langsung semangat tanpa
disuruh? Atau ada yang masih suka malas-malasan?"
2. Beribadah: "Nah, setelah bangun, siapa yang sudah salat subuh, berdoa,
atau beribadah sesuai keyakinannya? Apa yang kalian rasakan setelah
beribadah?"
3. Berolahraga: "Wah, ada yang sudah bergerak dan olahraga pagi ini?
Misalnya lari-lari kecil, stretching, atau bantu orang tua di rumah? Apa
manfaatnya buat badan kalian?"
4. Gemar Belajar: "Kemarin malam, siapa yang sudah meluangkan waktu
untuk membaca buku cerita, belajar pelajaran besok, atau mencari tahu
hal baru yang menarik? Apa yang kalian pelajari?"
Widia Yuli Herni, [Link]
5. Makan sehat dan Bergizi: "Untuk sarapan tadi, siapa yang sudah makan
makanan yang sehat dan bergizi? Ada sayur atau buahnya tidak?
Mengapa penting makan makanan sehat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan sekitar, siapa yang sudah
membantu orang tua, bermain dengan teman secara rukun, atau ikut
menjaga kebersihan lingkungan? Apa yang kalian lakukan?"
7. Tidur Cepat: "Dan yang terakhir, semalam siapa yang sudah tidur lebih
awal supaya badannya segar dan siap belajar hari ini? Mengapa kita
perlu tidur yang cukup?"
"Hebat sekali! Ingat ya, melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat ini
penting sekali untuk pertumbuhan dan kebaikan kalian. Yuk, kita lakukan
terus setiap hari!"
1. Mengidentifikasi ide pokok dari teks narasi yang dibacakan atau didengar
dengan tepat.
2. Meringkas informasi penting dari teks narasi yang dibacakan atau
didengar secara lisan maupun tertulis.
3. Menjelaskan pesan moral atau nilai-nilai yang terkandung dalam teks
narasi yang dibacakan atau didengar.
4. Mengemukakan pendapat pribadi terkait tokoh, alur, atau konflik dalam
teks narasi yang disimak.
5. Menghubungkan informasi dari teks narasi yang disimak dengan
pengalaman pribadi atau lingkungan sekitar.
6. Menuliskan kembali ringkasan cerita dari teks narasi yang telah disimak
menggunakan kosakata sendiri.
G. Model Pembelajaran
Model: PBL (Project-Based Learning) dipadukan dengan Discovery Learning.
Metode: Diskusi kelompok, tanya jawab, presentasi, simulasi, dan
penugasan.
Pendekatan Deep Learning: Pembelajaran akan berfokus pada
pemahaman konsep yang mendalam, koneksi antarmateri, aplikasi
dalam konteks nyata, serta pengembangan keterampilan berpikir tingkat
tinggi (analisis, sintesis, evaluasi).
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning (Fokus dan Kesadaran):
"Coba pejamkan mata sebentar, apa suara yang paling jelas kalian
dengar di ruangan ini? Apa artinya suara itu?"
"Ketika mendengarkan cerita, apakah telinga dan pikiran kita sama-sama
fokus? Mengapa fokus itu penting saat mendengarkan?"
Meaningful Learning (Makna dan Relevansi):
"Pernahkah kalian mendengarkan sebuah cerita yang membuat kalian
berpikir, 'Wah, ini mirip sekali dengan pengalamanku!'? Cerita apa itu
dan mengapa mirip?"
"Menurut kalian, apa manfaatnya kita mendengarkan cerita atau
informasi dari orang lain? Apa yang bisa kita pelajari?"
Joyful Learning (Kegembiraan dan Antusiasme):
"Kalau ada cerita yang paling kalian suka dengarkan, cerita apa itu?
Mengapa kalian suka sekali mendengarkannya?"
"Bagaimana perasaan kalian saat berhasil memahami isi cerita yang
panjang dan rumit?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk melatih siswa aktif, kreatif, dan
kolaboratif, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan
menyenangkan.
Pendahuluan (± 20 menit)
1. Pembukaan dan Salam (5 menit): Guru memulai pelajaran dengan salam,
menanyakan kabar siswa, dan mengajak siswa untuk melakukan
peregangan ringan agar tubuh dan pikiran segar.
2. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit): Guru mengawali dengan
menanyakan pelaksanaan 7 kegiatan Anak Indonesia Hebat seperti yang
sudah dijelaskan di bagian C, mendorong siswa untuk berbagi
pengalaman singkat. Guru memberikan apresiasi dan penguatan positif.
Widia Yuli Herni, [Link]
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa menyimak bukan hanya mendengar,
tetapi juga memahami dan memaknai. Keterampilan menyimak yang baik
akan membantu mereka tidak hanya dalam pelajaran Bahasa Indonesia,
tetapi juga dalam berkomunikasi sehari-hari, memahami instruksi, dan
memperoleh informasi dari berbagai sumber. Mereka akan menyadari
bahwa setiap cerita memiliki pesan dan nilai yang dapat diambil untuk
kehidupan, serta pentingnya menghubungkan apa yang didengar dengan
pengalaman pribadi.
Teks narasi adalah jenis teks yang menceritakan sebuah peristiwa atau
kejadian, baik itu nyata maupun fiksi. Contohnya adalah dongeng, cerita
rakyat, legenda, atau pengalaman pribadi. Ketika menyimak teks narasi,
kita tidak hanya mencari ide pokok, tetapi juga mencoba memahami alur
ceritanya (apa yang terjadi di awal, tengah, dan akhir), siapa saja tokohnya,
di mana cerita itu terjadi (latar), dan masalah apa yang dihadapi serta
bagaimana cara mengatasinya. Semua detail ini membantu kita
membangun gambaran utuh tentang cerita di dalam pikiran kita.
Setelah menyimak sebuah teks narasi dengan baik, kita bisa lebih dari
sekadar memahami ceritanya. Kita juga bisa menemukan pesan moral atau
nilai-nilai baik
Widia Yuli Herni, [Link]
yang ingin disampaikan oleh cerita tersebut. Misalnya, cerita tentang Kancil
dan Buaya mungkin mengajarkan kita tentang kecerdikan, atau cerita
tentang Maling Kundang mengajarkan tentang pentingnya menghormati
orang tua. Selain itu, menyimak juga melatih kita untuk mengemukakan
pendapat. Kita bisa memikirkan "Apakah saya setuju dengan tindakan tokoh
itu?", "Bagaimana kalau ceritanya berakhir lain?", atau "Apa pelajaran yang
bisa saya ambil dari cerita ini?". Dengan demikian, menyimak membantu
kita menjadi pendengar yang kritis dan mampu menghubungkan cerita
dengan kehidupan nyata.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. "Apa hal paling menarik yang saya pelajari tentang menyimak hari ini?"
2. "Bagian mana dari kegiatan menyimak dan memahami cerita yang paling
saya pahami? Bagian mana yang masih perlu saya latih?"
3. "Bagaimana cara saya akan menggunakan kemampuan menyimak ini
dalam kehidupan sehari-hari di luar sekolah?"
Refleksi Pendidik:
1. "Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Jika tidak, bagian
mana yang perlu diperbaiki pada pertemuan berikutnya?"
2. "Metode atau strategi pembelajaran apa yang paling efektif dalam
meningkatkan pemahaman dan keaktifan siswa dalam menyimak? Apa
yang kurang efektif?"
3. "Bagaimana saya dapat lebih memotivasi siswa yang masih kesulitan
dalam menyimak atau mengungkapkan pendapat mereka?"
Nama Anggota:
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Kriteria Skala 1 Skala 5 (Sangat
Skala Skala
2 Skala
3 4 (Baik)
Penilaia n (Sangat Baik)
(Kurang) (Cukup)
Kurang)
Mampu
Mampu
mengide Mampu
Tidak dapatHanya mengident
nt ifikasi mengide
mengide mampu ifikasi ide
ide n tifikasi
n tifikasi mengide pokok dan
Pemaha man pokok ide
ide n tifikasi seluruh
Ide dan pokok
pokok sebagian informasi
Pokok & sebagian dan
dan kecil ide penting
Isi Cerita besar sebagian
informasi pokok dengan sangat
informasi besar
penting dan akurat dan
penting, informasi
dalam informasi mendalam
namun penting
cerita. penting. .
ada dengan
beberap akurat.
a yang
terlewat.
Mampu
Mampu
menemu
Mampu menemuk an
Mampu k an dan
menemuk dan menjelask
menemu menjelas
Tidak an dan an pesan
k an kan
mampu menjelask moral dengan
pesan pesan
menemu an pesan sangat jelas,
moral, moral
Analisis k an moral relevan,
Pesan tetapi dengan
atau dengan mendalam
Moral penjelas jelas dan
menjela cukup , dan memberikan
a nnya relevan,
s kan jelas, contoh aplikasi.
tidak serta
pesan namun
relevan memberi
moral kurang
atau k an
dari mendalam
kurang alasan
cerita. .
jelas. yang
masuk
akal.
Tidak
Keterlib atan aktif
Sesekali Berpartisi pasi
Berpartisi pasi
Selalu berpartisip
dalam berpartisi berpartisi aktif dalam aktif dan asi aktif,
Diskusi pasi dalam pasi, diskusi, konstrukti memberik an
Kelomp namun mendenga f, ide-ide
sering
Widia Yuli Herni, [Link]
Mampu
Mampu Mampu mengemu
mengemu mengemu kakan
Tidak Mampu
kakan kakan pendapat
mampu mengemu
Kemam pendapat pendapat dengan
mengemu kakan
puan dengan dengan sangat
kakan pendapat,
Berpen alasan yang jelas, logis, jelas, logis,
pendapat tetapi
dapat cukup jelas, dan kritis, dan
(Penala atau alasan alasanny a
meskipun didukung mampu
ran Kritis) yang tidak kurang terkadang oleh alasan memperta
logis. kuat atau
masih ragu. yang kuat hankan
tidak
dari cerita. argumenn
relevan.
ya dengan
baik.
Presentasi
Presenta si sangat
Presenta si Presentasi
terstruktu terstruktur,
Presenta si kurang cukup
dengan jelas,
Present tidak terstruktu terstruktur
baik, jelas, komunikati
asi terstruktu dan ada , jelas, dan
dan f, disampaik
Kelomp ok r, tidak beberapa penyampa
disampai an dengan
(Komun jelas, dan bagian iannya
ikasi) kan dengan sangat
kurang yang tidak cukup
percaya percaya
percaya jelas atau percaya
diri. diri, dan
diri. gagap. diri.
melibatkan
audiens.
P. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada
pemahaman mendalam, menghubungkan konsep-konsep, dan
menerapkan pengetahuan dalam berbagai konteks, bukan hanya
menghafal.
2. Ide Pokok: Gagasan utama atau inti dari sebuah paragraf, teks, atau
pesan yang disampaikan.
3. Teks Narasi: Jenis teks yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian
secara berurutan dari waktu ke waktu, baik fiksi maupun nonfiksi.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Panduan Pembelajaran
dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah.
Jakarta: Kemendikbudristek.
2. Haryono, D. (2018). Teknik Menulis Kreatif: Panduan Praktis untuk Penulis
Pemula. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
3. Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Modul Ajar
Pendekatan Deep Learning
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun : Widia Yuli Herni, [Link]
Satuan Pendidikan: SDN 15 Anduring
Tahun Ajaran : 2025/2026
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Fase :B
Kelas/Semester : 4/1
Alokasi Waktu : 18 JP
"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai belajar, Bu/Pak Guru ingin tahu nih,
bagaimana kalian sudah melaksanakan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat di
rumah? Angkat tangannya ya kalau kalian sudah melakukan salah satu
kegiatannya!
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya langsung semangat tanpa
disuruh? Atau ada yang masih suka malas-malasan?"
2. Beribadah: "Nah, setelah bangun, siapa yang sudah salat subuh, berdoa,
atau beribadah sesuai keyakinannya? Apa yang kalian rasakan setelah
beribadah?"
3. Berolahraga: "Wah, ada yang sudah bergerak dan olahraga pagi ini?
Misalnya lari-lari kecil, stretching, atau bantu orang tua di rumah? Apa
manfaatnya buat badan kalian?"
4. Gemar Belajar: "Kemarin malam, siapa yang sudah meluangkan waktu
untuk membaca buku cerita, belajar pelajaran besok, atau mencari tahu
hal baru yang menarik? Apa yang kalian pelajari?"
Widia Yuli Herni, [Link]
5. Makan sehat dan Bergizi: "Untuk sarapan tadi, siapa yang sudah makan
makanan yang sehat dan bergizi? Ada sayur atau buahnya tidak?
Mengapa penting makan makanan sehat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan sekitar, siapa yang sudah
membantu orang tua, bermain dengan teman secara rukun, atau ikut
menjaga kebersihan lingkungan? Apa yang kalian lakukan?"
7. Tidur Cepat: "Dan yang terakhir, semalam siapa yang sudah tidur lebih
awal supaya badannya segar dan siap belajar hari ini? Mengapa kita
perlu tidur yang cukup?"
"Hebat sekali! Ingat ya, melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat ini
penting sekali untuk pertumbuhan dan kebaikan kalian. Yuk, kita lakukan
terus setiap hari!"
G. Model Pembelajaran
Model: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Inkuiri)
dipadukan dengan Project-Based Learning (PBL).
Metode: Diskusi kelompok, tanya jawab, eksplorasi mandiri, presentasi,
dan penugasan.
Pendekatan Deep Learning: Pembelajaran akan difokuskan pada proses
penemuan informasi secara mandiri, analisis kritis terhadap berbagai
jenis teks dan tayangan, sintesis ide-ide, serta aplikasi pemahaman
dalam konteks nyata melalui proyek-proyek yang relevan.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning (Fokus dan Kesadaran):
"Ketika kita membaca buku atau melihat tayangan di TV, apakah mata
kita saja yang bekerja, atau pikiran kita juga?"
"Mengapa penting bagi kita untuk benar-benar fokus saat membaca atau
melihat sesuatu?"
Meaningful Learning (Makna dan Relevansi):
"Pernahkah kalian membaca atau melihat sesuatu yang membuat kalian
berpikir, 'Wah, ini bermanfaat sekali untukku!'? Apa itu dan mengapa
bermanfaat?"
"Menurut kalian, apa gunanya kita memahami isi buku atau tayangan
yang kita lihat? Apa yang bisa kita pelajari dari sana?"
Joyful Learning (Kegembiraan dan Antusiasme):
"Cerita atau tayangan apa yang paling membuat kalian penasaran dan
ingin tahu lebih banyak? Mengapa kalian suka sekali?"
"Bagaimana perasaan kalian saat berhasil menemukan jawaban dari
pertanyaan yang tadinya tidak kalian tahu setelah membaca atau
melihat sesuatu?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk melatih siswa aktif, kreatif, dan
kolaboratif, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan
menyenangkan.
Pendahuluan (± 20 menit)
1. Pembukaan dan Salam (5 menit): Guru memulai pelajaran dengan salam,
menanyakan kabar siswa, dan mengajak siswa melakukan peregangan
ringan atau ice breaking singkat untuk membangkitkan semangat.
Widia Yuli Herni, [Link]
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa membaca dan memirsa bukan sekadar
melihat atau melafalkan kata, melainkan proses aktif untuk mencari, memahami,
dan memaknai informasi. Mereka akan menyadari bahwa informasi ada di
mana-mana (buku, TV, internet, lingkungan sekitar) dan memiliki kekuatan
untuk membantu mereka belajar hal baru, memecahkan masalah, serta
memahami dunia di sekitar mereka. Keterampilan ini penting untuk menjadi
pembelajar seumur hidup yang mandiri dan kritis dalam menerima
informasi.
Membaca fasih berarti membaca dengan lancar, tepat, dan ekspresif. Ini
penting agar kita bisa memahami apa yang kita baca. Sama pentingnya
dengan membaca fasih, kita juga perlu memahami kosakata. Kosakata
adalah kumpulan kata-kata yang kita ketahui dan gunakan. Semakin
banyak kosakata yang kita miliki, semakin mudah kita memahami berbagai
jenis teks. Ketika menemukan kata baru, kita bisa menjadi "detektif kata"
dengan melihat kalimat di sekitarnya untuk menebak maknanya, atau
mencari di kamus. Memahami kosakata juga termasuk memahami kata-
kata serapan dari bahasa daerah, yang akan memperkaya pengetahuan
kita tentang kekayaan bahasa Indonesia.
Setiap teks, baik itu teks informatif yang memberikan fakta atau teks narasi
yang bercerita, pasti memiliki ide pokok. Ide pokok adalah gagasan utama
atau inti dari sebuah paragraf atau seluruh teks. Selain ide pokok, ada juga
ide pendukung yang berupa kalimat-kalimat penjelasan yang memperkuat
ide pokok. Untuk menemukan ide pokok dan informasi penting, kita perlu
membaca atau memirsa dengan cermat, fokus pada apa yang paling sering
dibahas atau ditegaskan. Pada teks informatif, ide pokok seringkali
menjelaskan tentang apa suatu hal. Sedangkan pada teks narasi, ide pokok
bisa berupa inti masalah atau pesan utama cerita.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. "Apa hal baru yang paling menarik yang saya pelajari tentang cara
membaca atau memahami tayangan hari ini?"
2. "Bagian mana dari kegiatan membaca dan memahami teks/tayangan
yang paling saya pahami? Bagian mana yang masih saya merasa sulit
dan perlu saya latih lagi?"
3. "Bagaimana saya akan menggunakan kemampuan membaca dan
memirsa ini untuk mencari tahu hal-hal yang saya sukai di rumah?"
Refleksi Pendidik:
1. "Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Jika tidak, bagian
mana yang perlu diperbaiki pada pertemuan berikutnya?"
2. "Metode atau strategi pembelajaran apa yang paling efektif dalam
meningkatkan pemahaman membaca dan memirsa siswa? Apa yang
kurang efektif dan perlu disesuaikan?"
3. "Bagaimana saya dapat lebih memotivasi siswa untuk gemar membaca
dan memirsa berbagai jenis informasi secara mandiri di luar jam
pelajaran?"
Nama Anggota:
Widia Yuli Herni, [Link]
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Kriteria Skala 1 Skala 5
Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilaia n (Sangat (Sangat
(Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)
Membaca
Membaca
Cukup lancar,
sangat
lancar, jarang
Membaca Sering lancar dan
kadang terbata-
sangat terbata- ekspresif,
berhenti bata,
Kefasih an terbata- bata, butuh mampu
pada kata mampu
Memba ca bata dan bantuan memakna
sulit, mulai memaha mi
sulit memaha mi seluruh
memaha mi sebagian
memaha mi kata- kata kosakata
beberapa besar kata
kata- kata. baru. baru
kata baru. baru dari
dengan
konteks.
baik.
Berpartisi
Selalu
pasi aktif
Tidak aktif Berpartisi berpartisi
Sesekali dan
berpartisi pasi aktif pasi aktif,
berpartisi konstruktif
Keterlib pasi dalam dalam memberik
pasi, ,
atan dalam diskusi diskusi, an ide-ide
namun mendeng
Diskusi kelompok mendeng orisinal,
sering tidak arkan
Kelomp ok dan kurang arkan, dan sangat
(Kolabo fokus atau dengan
mendeng memberik kolaborati
rasi) mendomi baik, serta
arkan an f, dan
nasi mendoron
anggota kontribusi membant u
diskusi. g
lain. yang anggota
partisipasi
cukup. lain
anggota
mencapai
lain.
tujuan.
Informasi
disajikan
Informasi sangat
Informasi Informasi
Penyaji an Informasi cukup terstruktur
kurang terstruktur
Kembali disajikan terstruktur , sangat
terstruktur dengan
Informa si tidak jelas, , cukup jelas,
, ada baik, jelas,
(Kreativ tidak jelas, dan sangat
beberapa dan
itas & terstruktur ada usaha kreatif, dan
bagian disajikan
Komuni , dan tidak untuk mampu
yang tidak dengan
kasi) menarik. membuat menarik
jelas, dan kreatif
penyajian perhatian
kurang serta
menarik. audiens
menarik. menarik.
dengan
baik.
mi mi bimbinga n. dari
informasi. informasi. berbagai
sumber
secara
efektif.
Total Skor: /25
P. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada
pemahaman mendalam, menghubungkan konsep, dan menerapkan
pengetahuan dalam berbagai konteks, bukan hanya menghafal.
2. Membaca Fasih: Kemampuan membaca dengan lancar, tepat dalam
melafalkan kata, dan sesuai dengan intonasi yang benar.
3. Teks Informatif: Jenis teks yang bertujuan untuk memberikan fakta, data,
atau informasi objektif kepada pembaca tentang suatu topik.
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Panduan Pembelajaran
dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah.
Jakarta: Kemendikbudristek.
2. Tarigan, H. G. (2015). Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.
Bandung: Angkasa.
Modul Ajar
Pendekatan Deep Learning
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun: Widia Yuli Herni, [Link]
Satuan Pendidikan: SDN 15 Anduring
Tahun Ajaran: 2025/2026
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Fase: B
Kelas/Semester: 4/2
Alokasi Waktu: 18 JP
"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai belajar, Bu/Pak Guru ingin tahu nih,
bagaimana kalian sudah melaksanakan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat di
rumah? Angkat tangannya ya kalau kalian sudah melakukan salah satu
kegiatannya!
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya langsung semangat tanpa
disuruh? Atau ada yang masih suka malas-malasan?"
2. Beribadah: "Nah, setelah bangun, siapa yang sudah salat subuh, berdoa,
atau beribadah sesuai keyakinannya? Apa yang kalian rasakan setelah
beribadah?"
3. Berolahraga: "Wah, ada yang sudah bergerak dan olahraga pagi ini?
Misalnya lari-lari kecil, stretching, atau bantu orang tua di rumah? Apa
manfaatnya buat badan kalian?"
4. Gemar Belajar: "Kemarin malam, siapa yang sudah meluangkan waktu
untuk membaca buku cerita, belajar pelajaran besok, atau mencari tahu
hal baru yang menarik? Apa yang kalian pelajari?"
Widia Yuli Herni, [Link]
5. Makan sehat dan Bergizi: "Untuk sarapan tadi, siapa yang sudah makan
makanan yang sehat dan bergizi? Ada sayur atau buahnya tidak?
Mengapa penting makan makanan sehat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan sekitar, siapa yang sudah
membantu orang tua, bermain dengan teman secara rukun, atau ikut
menjaga kebersihan lingkungan? Apa yang kalian lakukan?"
7. Tidur Cepat: "Dan yang terakhir, semalam siapa yang sudah tidur lebih
awal supaya badannya segar dan siap belajar hari ini? Mengapa kita
perlu tidur yang cukup?"
"Hebat sekali! Ingat ya, melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat ini penting
sekali untuk pertumbuhan dan kebaikan kalian. Yuk, kita lakukan terus setiap
hari!"
1. Menggunakan pilihan kata yang santun dan sikap tubuh/gestur yang sesuai
saat berbicara atau berinteraksi.
2. Mengatur volume suara dan intonasi dengan tepat sesuai konteks
percakapan atau presentasi.
3. Terlibat secara aktif dan konstruktif dalam percakapan dan diskusi dengan
mematuhi tata cara yang baik.
4. Menceritakan kembali informasi yang dibaca atau didengar dari teks narasi
secara runtut dan jelas.
5. Menyajikan ide atau pendapat pribadi dengan percaya diri dan didukung
alasan yang logis dalam diskusi.
6. Melakukan presentasi sederhana mengenai hal-hal menarik di lingkungan
sekitar dengan bahasa yang mudah dipahami.
G. Model Pembelajaran
Model: Role-Playing (Bermain Peran) dipadukan dengan Collaborative
Learning (Pembelajaran Kolaboratif).
Metode: Simulasi, diskusi kelompok, presentasi, tanya jawab, dan latihan
berbicara.
Pendekatan Deep Learning: Pembelajaran akan berfokus pada praktik
langsung dan berulang (melalui simulasi dan bermain peran) untuk
menginternalisasi keterampilan berbicara, memahami nuansa
komunikasi non-verbal, melatih berpikir kritis dalam berdiskusi, serta
menyajikan pemahaman secara lisan yang bermakna.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning (Fokus dan Kesadaran):
"Coba bayangkan, kalau kita berbicara tapi teman kita tidak mendengar
atau tidak paham, bagaimana perasaan kita? Mengapa volume suara dan
kejelasan kata itu penting?"
"Ketika kalian berbicara, apakah kalian memperhatikan ekspresi wajah
dan gerakan tangan kalian? Mengapa hal itu juga bisa 'berbicara'?"
Meaningful Learning (Makna dan Relevansi):
"Pernahkah kalian merasa senang sekali saat bisa menjelaskan sesuatu
kepada teman sampai teman itu benar-benar paham? Apa yang kalian
ceritakan?"
"Menurut kalian, apa gunanya kita bisa berbicara dan menyampaikan
pendapat dengan baik? Kapan kita membutuhkannya dalam kehidupan
sehari-hari?"
Joyful Learning (Kegembiraan dan Antusiasme):
"Kalau ada kesempatan jadi pembawa acara di panggung sekolah, kira-
kira cerita apa yang ingin kalian sampaikan ke semua orang? Mengapa?"
"Bagaimana perasaan kalian saat teman-teman mendengarkan dengan
penuh perhatian cerita yang kalian sampaikan?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk melatih siswa aktif, kreatif, dan
kolaboratif, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan
menyenangkan.
Pendahuluan (± 20 menit)
1. Pembukaan dan Salam (5 menit): Guru memulai pelajaran dengan salam,
menanyakan kabar siswa, dan mengajak siswa melakukan peregangan
Widia Yuli Herni, [Link]
ringan atau ice breaking singkat yang melibatkan suara atau gerakan
(misalnya, membuat suara hewan atau menirukan ekspresi wajah) untuk
menyiapkan diri.
2. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit): Guru mengawali dengan
menanyakan pelaksanaan 7 kegiatan Anak Indonesia Hebat seperti yang
sudah dijelaskan di bagian C, mendorong siswa untuk berbagi
pengalaman singkat. Guru memberikan apresiasi dan penguatan positif.
3. Apersepsi (Mindful, Meaningful, Joyful) (5 menit): Guru memutarkan
cuplikan video singkat tentang seseorang yang sedang berbicara atau
berpresentasi (bisa kartun atau cuplikan berita anak-anak). Guru
mengajak siswa mengamati gesture, ekspresi wajah, volume, dan intonasi
pembicara. Guru mengajukan pertanyaan pemantik (sesuai bagian H)
untuk membangun kesadaran akan pentingnya berbicara dan
mempresentasikan dengan baik.
4. Penyampaian Tujuan Pembelajaran (5 menit): Guru menjelaskan tujuan
pembelajaran hari ini, yaitu tentang pentingnya berbicara dengan
santun, jelas, dan percaya diri, serta bagaimana menceritakan kembali
sesuatu yang telah dibaca atau didengar. Guru menghubungkan tujuan
ini dengan kehidupan sehari-hari, misalnya saat bercerita pengalaman
kepada teman, atau berbicara di depan kelas.
Inti (± 140 menit per JP x 9 pertemuan = 1260 menit)
2. Diskusi Panel Kecil (Kolaborasi & Penalaran Kritis) (50 menit): Siswa dibagi
menjadi kelompok-kelompok. Guru memberikan topik diskusi sederhana
yang relevan dengan lingkungan sekitar (misalnya, "Bagaimana menjaga
kebersihan kelas?", "Permainan apa yang paling menyenangkan?", "Apa
makanan sehat favoritmu?"). Setiap kelompok memilih juru bicara dan
berdiskusi, kemudian mempresentasikan hasil diskusinya. Kelompok lain
boleh bertanya dan memberikan pendapat.
3. Permainan "Rantai Cerita" (Kreativitas & Komunikasi) (40 menit): Guru
memulai sebuah kalimat awal cerita. Setiap siswa bergantian
menambahkan satu kalimat untuk melanjutkan cerita, sambil
memperhatikan alur dan tata bahasa. Ini melatih mereka berbicara
spontan dan mendengarkan.
4. Skenario 'Memecahkan Masalah' (Penalaran Kritis) (35 menit): Guru
memberikan kartu berisi skenario masalah sederhana (misalnya,
"Temanmu lupa membawa bekal", "Ada sampah berserakan di taman").
Siswa dalam kelompok berdiskusi mencari solusi dan
mempresentasikannya.
Pertemuan 7-9: Menceritakan Kembali Informasi dan Presentasi Sederhana
1. Review Menceritakan Kembali (15 menit): Guru mengulas kembali
pentingnya menceritakan kembali informasi secara runtut dan jelas.
2. Menyimak dan Menceritakan Kembali Teks Narasi (Meaningful Learning) (45
menit): Guru membacakan atau memutarkan audio teks narasi
(dongeng/fabel/cerita pengalaman). Setelah itu, siswa secara individu
atau berpasangan diminta untuk menceritakan kembali isi cerita dengan
bahasa sendiri, memperhatikan urutan kejadian.
3. Proyek Presentasi Pribadi: "Kisah Lingkungan Sekitarku" (PBL &
Kemandirian) (60 menit): Setiap siswa memilih satu hal menarik di
lingkungan sekitar mereka (misalnya, tempat wisata, jajanan khas, tokoh
masyarakat, atau hewan peliharaan). Mereka mencari informasi
tambahan (bisa dari orang tua, buku, atau pengamatan), kemudian
menyiapkan presentasi singkat (2-3 menit) untuk menceritakan tentang
hal tersebut di depan kelas. Guru menekankan penggunaan pilihan kata
santun, volume, intonasi, dan gesture yang tepat.
4. Presentasi Akhir & Umpan Balik (40 menit): Siswa mempresentasikan
proyeknya di depan kelas secara bergantian. Teman-teman dan guru
memberikan umpan balik konstruktif mengenai cara berbicara dan
kejelasan informasi.
Penutup (± 15 menit per pertemuan)
1. Review Materi (5 menit): Guru bersama siswa merangkum poin-poin
penting yang telah dipelajari hari ini, khususnya tentang pentingnya
berbicara dengan santun, intonasi yang tepat, berdiskusi, dan
menceritakan kembali.
2. Refleksi Diri (5 menit): Guru mengajukan pertanyaan reflektif (sesuai
bagian M) untuk membantu siswa menginternalisasi pembelajaran dan
merencanakan perbaikan di masa depan.
3. Pemberian Tugas/Tindak Lanjut (5 menit): Guru memberikan tugas
"Observasi Pembicara" di rumah, meminta siswa mengamati bagaimana
orang dewasa berbicara (misalnya orang tua, guru, atau pembawa acara
TV) dan mencatat hal-hal baik yang bisa ditiru.
4. Penutupan dan Doa: Guru menutup pelajaran dengan salam dan doa.
Widia Yuli Herni, [Link]
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa kemampuan berbicara dan
mempresentasikan bukanlah sekadar mengeluarkan suara, melainkan keterampilan
penting untuk menyampaikan ide, perasaan, dan informasi secara efektif kepada
orang lain. Mereka akan menyadari bahwa berbicara dengan santun, jelas, dan
percaya diri akan membantu mereka dalam berinteraksi sosial, belajar, dan
memecahkan masalah. Pemahaman ini akan menumbuhkan rasa percaya diri
dan mendorong mereka untuk menjadi komunikator yang baik dalam berbagai
situasi.
Selain berbicara satu arah, kita juga sering terlibat dalam percakapan dan
diskusi. Diskusi adalah kegiatan bertukar pikiran untuk mencari solusi atau
pemahaman bersama. Dalam diskusi, penting untuk mendengarkan pendapat
teman dengan baik, tidak memotong pembicaraan, dan menyampaikan
pendapat kita secara jelas dan sopan. Ingatlah bahwa setiap orang punya hak
untuk berpendapat, dan kita harus menghargai perbedaan itu. Selain
berdiskusi, kita juga sering diminta menceritakan kembali informasi yang
sudah kita baca atau dengar. Saat menceritakan kembali, pastikan ceritanya
runtut (sesuai urutan kejadian), jelas, dan menggunakan bahasa kita sendiri
agar lebih mudah dipahami. Ini menunjukkan bahwa kita benar-benar
memahami informasi tersebut.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. "Apa hal baru yang paling menarik yang saya pelajari tentang cara
berbicara atau menceritakan sesuatu hari ini?"
2. "Bagian mana dari kegiatan berbicara dan presentasi yang paling saya
pahami dengan baik? Bagian mana yang masih saya rasa sulit dan perlu
saya latih lagi?"
3. "Bagaimana cara saya akan menggunakan kemampuan berbicara dan
presentasi ini untuk berbagi cerita atau menyampaikan pendapat di
rumah atau dengan teman-teman?"
Refleksi Pendidik:
1. "Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik untuk sebagian besar
siswa? Jika tidak, bagian mana yang perlu diperbaiki pada pertemuan
berikutnya atau dalam remedial?"
2. "Metode atau strategi pembelajaran apa yang paling efektif dalam
meningkatkan keberanian dan kemampuan berbicara siswa? Apa yang
kurang efektif dan perlu disesuaikan?"
3. "Bagaimana saya dapat menciptakan lebih banyak kesempatan bagi
siswa untuk berbicara dan mempresentasikan di kelas agar mereka
semakin terbiasa dan percaya diri?"
Kelas:
Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
| Kriteria Penilaian | Skala 1 (Sangat Kurang) | Skala 2 (Kurang) | Skala 3
(Cukup) | Skala 4 (Baik) | Skala 5 (Sangat Baik) |
|: |:
|: |
: |:
|:
_
|
| Pilihan Kata & Kesantunan Berbicara | Menggunakan pilihan kata yang sering
kurang santun atau tidak sesuai konteks. | Terkadang menggunakan pilihan
kata yang kurang santun atau kurang tepat. | Menggunakan pilihan kata yang
cukup santun dan sesuai konteks. | Menggunakan pilihan kata yang santun dan
tepat sesuai konteks secara konsisten. | Menggunakan pilihan kata yang
sangat santun, tepat, dan variatif, menunjukkan pemahaman mendalam. |
| Volume & Intonasi Suara | Volume terlalu pelan/keras atau intonasi monoton,
sehingga sulit dipahami. | Volume atau intonasi kurang stabil, kadang sulit
dipahami.
| Volume dan intonasi cukup baik, meskipun ada beberapa bagian yang kurang
tepat. | Volume dan intonasi tepat, jelas, dan sesuai dengan pesan yang
disampaikan. | Volume dan intonasi sangat tepat, jelas, ekspresif, dan
membuat audiens tertarik. |
| Sikap Tubuh/Gestur | Sikap tubuh kaku, kurang interaktif, atau gestur tidak
mendukung pesan. | Sikap tubuh kurang luwes, gestur kadang tidak sesuai. |
Sikap tubuh cukup baik, gestur sederhana yang mendukung pesan. | Sikap
tubuh luwes, gestur natural, dan mendukung pesan secara efektif. | Sikap
tubuh sangat luwes, gestur ekspresif, dan sangat efektif dalam memperkuat
pesan. |
Widia Yuli Herni, [Link]
P. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada
pemahaman mendalam, menghubungkan konsep, dan menerapkan
pengetahuan dalam berbagai konteks, bukan hanya menghafal.
2. Intonasi: Nada bicara yang naik turun saat mengucapkan kalimat, yang
dapat mengubah makna atau menunjukkan emosi.
3. Gestur: Gerakan tubuh, terutama tangan dan kepala, yang digunakan
untuk membantu menyampaikan pesan atau mengekspresikan diri saat
berbicara.
Widia Yuli Herni, [Link]
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Panduan Pembelajaran
dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah.
Jakarta: Kemendikbudristek.
2. Nurhadi. (2004). Dimensi-dimensi Pembelajaran Bahasa. Jakarta: Bumi
Aksara.
3. Tarigan, H. G. (2013). Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.
Bandung: Angkasa.
Widia Yuli Herni, [Link]
Modul Ajar
Pendekatan Deep Learning
A. Identitas Penulis
Nama Penyusun: Widia Yuli Herni, [Link]
Satuan Pendidikan: SDN 15 Anduring
Tahun Ajaran: 2025/2026
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Fase: B
Kelas/Semester: 4/2
Alokasi Waktu: 18 JP
"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai belajar, Bu/Pak Guru ingin tahu nih,
bagaimana kalian sudah melaksanakan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat di
rumah? Angkat tangannya ya kalau kalian sudah melakukan salah satu
kegiatannya!
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya langsung semangat tanpa
disuruh? Atau ada yang masih suka malas-malasan?"
2. Beribadah: "Nah, setelah bangun, siapa yang sudah salat subuh, berdoa,
atau beribadah sesuai keyakinannya? Apa yang kalian rasakan setelah
beribadah?"
3. Berolahraga: "Wah, ada yang sudah bergerak dan olahraga pagi ini?
Misalnya lari-lari kecil, stretching, atau bantu orang tua di rumah? Apa
manfaatnya buat badan kalian?"
4. Gemar Belajar: "Kemarin malam, siapa yang sudah meluangkan waktu
untuk membaca buku cerita, belajar pelajaran besok, atau mencari tahu
hal baru yang menarik? Apa yang kalian pelajari?"
Widia Yuli Herni, [Link]
5. Makan sehat dan Bergizi: "Untuk sarapan tadi, siapa yang sudah makan
makanan yang sehat dan bergizi? Ada sayur atau buahnya tidak?
Mengapa penting makan makanan sehat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan sekitar, siapa yang sudah
membantu orang tua, bermain dengan teman secara rukun, atau ikut
menjaga kebersihan lingkungan? Apa yang kalian lakukan?"
7. Tidur Cepat: "Dan yang terakhir, semalam siapa yang sudah tidur lebih
awal supaya badannya segar dan siap belajar hari ini? Mengapa kita
perlu tidur yang cukup?"
"Hebat sekali! Ingat ya, melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat ini penting
sekali untuk pertumbuhan dan kebaikan kalian. Yuk, kita lakukan terus setiap
hari!"
G. Model Pembelajaran
Model: Writing Process Approach (Pendekatan Proses Menulis)
dipadukan dengan Discovery Learning.
Metode: Brainstorming, diskusi kelompok, penulisan draf, revisi, editing,
presentasi/pameran tulisan, dan umpan balik teman sebaya.
Pendekatan Deep Learning: Pembelajaran akan berfokus pada
pemahaman tahap-tahap penulisan, eksplorasi ide secara mendalam,
penggunaan bahasa yang presisi (denotatif), serta refleksi kritis terhadap
tulisan sendiri dan tulisan orang lain. Siswa didorong untuk menemukan
"suara" mereka sendiri dalam menulis dan mengaplikasikan kaidah
kebahasaan secara kontekstual.
H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning (Fokus dan Kesadaran):
"Coba pejamkan mata sebentar, bayangkan kalian ingin menceritakan
sesuatu yang sangat seru kepada teman yang jauh. Bagaimana kalian
bisa menceritakannya tanpa bertemu langsung?"
"Ketika kita menulis, apakah kita hanya asal menulis saja, atau kita harus
memikirkan apa yang ingin kita sampaikan agar orang lain mengerti?"
Meaningful Learning (Makna dan Relevansi):
"Pernahkah kalian menulis surat untuk seseorang yang kalian sayangi,
atau membuat daftar belanja untuk Ibu? Apa gunanya menulis itu?"
"Menurut kalian, mengapa penting bagi kita untuk bisa menulis dengan
baik dan benar? Apa manfaatnya bagi masa depan kita?"
Joyful Learning (Kegembiraan dan Antusiasme):
"Kalau kalian bisa menulis cerita apa pun, cerita tentang apa yang ingin
kalian tulis? Mengapa cerita itu?"
"Bagaimana perasaan kalian saat berhasil menulis sebuah cerita atau
puisi yang bagus dan teman-teman kalian menyukainya?"
I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk melatih siswa aktif, kreatif, dan
kolaboratif, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan
menyenangkan.
Pendahuluan (± 20 menit)
1. Pembukaan dan Salam (5 menit): Guru memulai pelajaran dengan salam,
menanyakan kabar siswa, dan mengajak siswa melakukan "senam jari"
ringan untuk menyiapkan tangan mereka menulis.
Widia Yuli Herni, [Link]
K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa menulis adalah cara yang kuat untuk
mengungkapkan ide, perasaan, dan berbagi informasi dengan orang lain, bahkan
dengan mereka yang tidak ada di dekat kita. Mereka akan menyadari bahwa
menulis bukan hanya tentang keindahan tulisan tangan, tetapi juga tentang
kejelasan pesan, penggunaan bahasa yang tepat, dan kemampuan untuk
merangkai pikiran menjadi sebuah karya. Pemahaman ini akan menumbuhkan
kepercayaan diri mereka dalam berkomunikasi secara tertulis dan melihat
menulis sebagai alat yang kreatif dan bermanfaat.
Agar tulisan kita mudah dipahami, kita perlu memilih kata-kata yang tepat.
Salah satunya adalah menggunakan kosakata denotatif, yaitu kata-kata yang
memiliki
Widia Yuli Herni, [Link]
Menulis yang baik juga berarti memiliki tulisan tangan yang rapi dan terbaca.
Di sekolah dasar, kita belajar dua jenis tulisan tangan: tulisan Latin (cetak) dan
tulisan tegak bersambung. Keduanya memiliki fungsi dan keindahan masing-
masing.
Tulisan Latin lebih sering kita lihat di buku dan media cetak, sedangkan tulisan
tegak bersambung membantu kita menulis lebih cepat dan sambung-
menyambung.
Penting untuk terus berlatih keduanya agar tangan kita terbiasa menulis
dengan rapi, sehingga ide-ide hebat yang ada di kepala kita bisa tersampaikan
dengan baik di atas kertas. Menulis adalah kekuatan yang luar biasa untuk
berbagi dunia kita dengan orang lain.
M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. "Apa hal baru yang paling menarik yang saya pelajari tentang cara
menulis hari ini?"
2. "Bagian mana dari proses menulis yang paling saya pahami dengan baik?
Bagian mana yang masih saya rasa sulit dan perlu saya latih lagi?"
3. "Bagaimana saya akan menggunakan kemampuan menulis ini untuk
mengungkapkan ide atau cerita saya di luar sekolah?"
Refleksi Pendidik:
1. "Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik untuk sebagian besar
siswa? Jika tidak, bagian mana yang perlu diperbaiki pada pertemuan
berikutnya atau dalam remedial?"
2. "Metode atau strategi pembelajaran apa yang paling efektif dalam
meningkatkan kemampuan menulis dan kreativitas siswa? Apa yang
kurang efektif dan perlu disesuaikan?"
3. "Bagaimana saya dapat menciptakan lingkungan yang lebih mendukung
bagi siswa untuk berani menulis dan berbagi karya mereka tanpa rasa
takut salah?"
Kelas:
Widia Yuli Herni, [Link]
Proyek Akhir: Menulis "Buku Harian Petualanganku" atau "Majalah Sains Mini"
Petunjuk:
1. Pilih salah satu dari dua pilihan proyek:
o Pilihan 1: Buku Harian Petualanganku (Menulis narasi personal)
Menggu
Rangkai
nakan
Hanya an Menggunak
rangkaia
menggun kalimat an beberapa Menggun
n kalimat
akan monoto n, kalimat akan
sangat
kalimat kosakat a beragam, rangkaian
beraga m,
Rangkaia n tunggal, kurang kosakata kalimat
kosakat a
Kalimat & kosakata bervaria cukup beragam,
Kosakata kaya,
terbatas, si atau bervariasi kosakata
tepat
dan sering kurang dan sebagian bervariasi
makna
tidak tepat tepat besar tepat dan tepat
(denotati
maknanya maknan maknanya. maknanya
f), dan
. ya. .
menarik.
Cukup
Sedikit Hampir
banyak
Banyak Beberapa kesalahan tidak ada
kesalah
kesalahan kesalahan ejaan, huruf kesalah
Kaidah an ejaan,
ejaan, huruf ejaan, huruf kapital, an ejaan,
Kebahas huruf
kapital, dan kapital, atau atau tanda huruf
aan (Ejaan, kapital,
tanda baca tanda baca, baca yang kapital,
Huruf dan tanda
Kapital, yang namun tidak tidak dan tanda
baca yang
Tanda Baca) menggan kadang
menggangg menggan baca,
ggu u pemahama ggu sangat
mengga
pemaham n. pemaham rapi.
nggu.
an. an.
Tulisan
sangat
Tulisan
Tulisan rapi,
Tulisan rapi, mudah
kurang Tulisan sangat
sangat dibaca, dan
Kerapian & rapi, cukup rapi mudah
tidak rapi, konsisten
Keterbac kadang dan terbaca, dibaca,
sulit dibaca, dalam jenis
aan Tulisan sulit dengan dan
atau tidak tulisan
Tangan dibaca, sedikit estetik,
konsisten (Latin/sa
atau tidak ketidakkons menunju
(Latin/sa mbung).
konsiste istenan. kkan
mbung).
n. keteram
pilan yang
tinggi.
Widia Yuli Herni, [Link]
Sangat
kreatif
Sedikit
dalam
Tidak ada upaya
Kreatif penyajia
upaya untuk Cukup kreatif
dalam n, ilustrasi
untuk membu at dalam
penyajian, sangat
Kreativita s membuat tulisan penyajian,
ilustrasi relevan,
& Daya tulisan menarik ada ilustrasi
relevan dan menarik,
Tarik menarik , yang cukup
menduku dan
atau tidak ilustrasi relevan.
ng tulisan. memper
ada kurang
kuat
ilustrasi. relevan.
makna
tulisan.
P. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada
pemahaman mendalam, menghubungkan konsep, dan menerapkan
pengetahuan dalam berbagai konteks, bukan hanya menghafal.
2. Denotatif: Makna sebenarnya atau makna lugas dari sebuah kata, tanpa
tambahan perasaan atau pikiran lain (contoh: "bunga" berarti bagian
tumbuhan yang berwarna-warni).
Widia Yuli Herni, [Link]
Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Panduan Pembelajaran
dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah.
Jakarta: Kemendikbudristek.
2. Tarigan, H. G. (2015). Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.
Bandung: Angkasa.
3. Semi, M. A. (2018). Dasar-dasar Keterampilan Menulis. Bandung: Angkasa.