0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan42 halaman

Modul Ajar Deep Learning Kelas 4 SD

Diunggah oleh

widiaherni47
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan42 halaman

Modul Ajar Deep Learning Kelas 4 SD

Diunggah oleh

widiaherni47
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Widia Yuli Herni, S.

Pd

Modul Ajar
Pendekatan Deep Learning

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun : Widia Yuli Herni, [Link]
 Satuan Pendidikan: SDN 15 Anduring
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
 Fase :B
 Kelas/Semester : 4/1
 Alokasi Waktu : 18 JP (Jam Pelajaran)

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilih dimensi profil kelulusan yang sesuai:
 Keimanan dan Ketakwaan
 Kewargaan
 Penalaran Kritis
 Kreativitas
 Kolaborasi
 Kemandirian
 Kesehatan
 Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan
Anak Indonesia Hebat:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai belajar, Bu/Pak Guru ingin tahu nih,
bagaimana kalian sudah melaksanakan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat di
rumah? Angkat tangannya ya kalau kalian sudah melakukan salah satu
kegiatannya!
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya langsung semangat tanpa
disuruh? Atau ada yang masih suka malas-malasan?"
2. Beribadah: "Nah, setelah bangun, siapa yang sudah salat subuh, berdoa,
atau beribadah sesuai keyakinannya? Apa yang kalian rasakan setelah
beribadah?"
3. Berolahraga: "Wah, ada yang sudah bergerak dan olahraga pagi ini?
Misalnya lari-lari kecil, stretching, atau bantu orang tua di rumah? Apa
manfaatnya buat badan kalian?"
4. Gemar Belajar: "Kemarin malam, siapa yang sudah meluangkan waktu
untuk membaca buku cerita, belajar pelajaran besok, atau mencari tahu
hal baru yang menarik? Apa yang kalian pelajari?"
Widia Yuli Herni, [Link]

5. Makan sehat dan Bergizi: "Untuk sarapan tadi, siapa yang sudah makan
makanan yang sehat dan bergizi? Ada sayur atau buahnya tidak?
Mengapa penting makan makanan sehat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan sekitar, siapa yang sudah
membantu orang tua, bermain dengan teman secara rukun, atau ikut
menjaga kebersihan lingkungan? Apa yang kalian lakukan?"
7. Tidur Cepat: "Dan yang terakhir, semalam siapa yang sudah tidur lebih
awal supaya badannya segar dan siap belajar hari ini? Mengapa kita
perlu tidur yang cukup?"
"Hebat sekali! Ingat ya, melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat ini
penting sekali untuk pertumbuhan dan kebaikan kalian. Yuk, kita lakukan
terus setiap hari!"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:
 ELEMEN: Menyimak
 Peserta didik mampu memahami ide pokok (gagasan) suatu pesan lisan,
informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau
didengar), dan instruksi lisan yang berkaitan dengan hal-hal menarik di
lingkungan sekitar. Peserta didik mampu memahami dan memaknai teks
narasi yang dibacakan atau dari media audio.
Tujuan Pembelajaran:

Setelah mengikuti proses pembelajaran ini, peserta didik diharapkan


mampu:

1. Mengidentifikasi ide pokok dari teks narasi yang dibacakan atau didengar
dengan tepat.
2. Meringkas informasi penting dari teks narasi yang dibacakan atau
didengar secara lisan maupun tertulis.
3. Menjelaskan pesan moral atau nilai-nilai yang terkandung dalam teks
narasi yang dibacakan atau didengar.
4. Mengemukakan pendapat pribadi terkait tokoh, alur, atau konflik dalam
teks narasi yang disimak.
5. Menghubungkan informasi dari teks narasi yang disimak dengan
pengalaman pribadi atau lingkungan sekitar.
6. Menuliskan kembali ringkasan cerita dari teks narasi yang telah disimak
menggunakan kosakata sendiri.

E. Sarana dan Prasarana


1. Pengeras Suara (Speaker) atau Laptop/Komputer dengan proyektor untuk
memutar audio/video.
2. Buku cerita atau teks narasi audio yang menarik dan sesuai usia siswa.
3. Papan tulis/Whiteboard dan spidol/kapur.
4. Alat tulis dan buku catatan siswa.
5. Kartu kata kunci atau gambar-gambar pendukung.

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler (tanpa kesulitan belajar yang signifikan).
Widia Yuli Herni, [Link]

 Jumlah peserta didik disesuaikan dengan kapasitas kelas.

G. Model Pembelajaran
 Model: PBL (Project-Based Learning) dipadukan dengan Discovery Learning.
 Metode: Diskusi kelompok, tanya jawab, presentasi, simulasi, dan
penugasan.
 Pendekatan Deep Learning: Pembelajaran akan berfokus pada
pemahaman konsep yang mendalam, koneksi antarmateri, aplikasi
dalam konteks nyata, serta pengembangan keterampilan berpikir tingkat
tinggi (analisis, sintesis, evaluasi).

H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning (Fokus dan Kesadaran):
 "Coba pejamkan mata sebentar, apa suara yang paling jelas kalian
dengar di ruangan ini? Apa artinya suara itu?"
 "Ketika mendengarkan cerita, apakah telinga dan pikiran kita sama-sama
fokus? Mengapa fokus itu penting saat mendengarkan?"
Meaningful Learning (Makna dan Relevansi):
 "Pernahkah kalian mendengarkan sebuah cerita yang membuat kalian
berpikir, 'Wah, ini mirip sekali dengan pengalamanku!'? Cerita apa itu
dan mengapa mirip?"
 "Menurut kalian, apa manfaatnya kita mendengarkan cerita atau
informasi dari orang lain? Apa yang bisa kita pelajari?"
Joyful Learning (Kegembiraan dan Antusiasme):
 "Kalau ada cerita yang paling kalian suka dengarkan, cerita apa itu?
Mengapa kalian suka sekali mendengarkannya?"
 "Bagaimana perasaan kalian saat berhasil memahami isi cerita yang
panjang dan rumit?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk melatih siswa aktif, kreatif, dan
kolaboratif, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan
menyenangkan.

Pendahuluan (± 20 menit)
1. Pembukaan dan Salam (5 menit): Guru memulai pelajaran dengan salam,
menanyakan kabar siswa, dan mengajak siswa untuk melakukan
peregangan ringan agar tubuh dan pikiran segar.
2. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit): Guru mengawali dengan
menanyakan pelaksanaan 7 kegiatan Anak Indonesia Hebat seperti yang
sudah dijelaskan di bagian C, mendorong siswa untuk berbagi
pengalaman singkat. Guru memberikan apresiasi dan penguatan positif.
Widia Yuli Herni, [Link]

3. Apersepsi (Mindful, Meaningful, Joyful) (5 menit): Guru menampilkan


sebuah gambar atau memutar cuplikan suara singkat (misalnya suara
alam, suara kota ramai, atau potongan dialog film anak-anak) dan
mengajak siswa untuk menyimak dengan seksama. Guru mengajukan
pertanyaan pemantik (sesuai bagian H) untuk membangun koneksi
dengan pengalaman siswa dan memicu rasa ingin tahu.
4. Penyampaian Tujuan Pembelajaran (5 menit): Guru menjelaskan tujuan
pembelajaran hari ini, yaitu tentang pentingnya menyimak untuk
memahami ide pokok dan makna dari sebuah cerita atau informasi
yang didengar. Guru menghubungkan tujuan ini dengan kehidupan
sehari-hari, misalnya saat mendengarkan nasihat orang tua atau
berita di televisi.

Inti (± 140 menit per JP x 9 pertemuan = 1260 menit)

Karena alokasi waktu 18 JP, diasumsikan 1 JP = 35 menit, sehingga total 9


pertemuan.

Pertemuan 1-3: Memahami Ide Pokok dalam Teks Lisan


1. Pengenalan Konsep Ide Pokok (15 menit): Guru menjelaskan apa itu ide
pokok dengan analogi sederhana (misalnya, ide pokok itu seperti "inti"
sebuah buah, yang paling penting). Guru memberikan beberapa
contoh ide pokok dari kalimat-kalimat pendek.
2. Aktivitas Menyimak Aktif (Teks Singkat) (20 menit): Guru memutarkan
rekaman audio teks narasi pendek (misalnya dongeng fabel singkat
atau cerita pengalaman) sebanyak dua kali. Siswa diminta untuk
mencatat kata kunci yang mereka dengar.
3. Diskusi Kelompok Kecil (Kolaborasi & Penalaran Kritis) (30 menit): Siswa
dibagi menjadi kelompok kecil (3-4 orang). Setiap kelompok berdiskusi
untuk menemukan ide pokok dari teks yang didengar dan
menuliskannya di papan tulis mini atau kertas flipchart. Guru
berkeliling membimbing diskusi.
4. Presentasi Kelompok & Umpan Balik (25 menit): Setiap kelompok
mempresentasikan ide pokok yang mereka temukan. Guru
memberikan umpan balik konstruktif dan mengoreksi jika ada
kesalahan.
5. Latihan Mandiri (15 menit): Siswa diberikan lembar kerja berisi
beberapa teks pendek untuk disimak (dibacakan guru) dan
menentukan ide pokoknya secara individu.
Pertemuan 4-6: Meringkas Informasi Penting dan Pesan Moral
1. Review Ide Pokok & Pengantar Meringkas (15 menit): Guru mengulas
kembali konsep ide pokok dan memperkenalkan pentingnya
meringkas untuk memahami informasi secara menyeluruh.
2. Menyimak Teks Narasi yang Lebih Panjang (30 menit): Guru
memutarkan audio teks narasi yang lebih panjang dan kompleks
(misalnya cerita rakyat atau legenda) sebanyak dua kali. Siswa
diminta untuk mencatat detail-detail penting.
3. Aktivitas 'Peta Cerita' (Kreativitas & Analisis) (45 menit): Dalam
kelompok, siswa membuat "peta cerita" (story map) yang mencakup
tokoh, latar, alur awal-inti-akhir, dan masalah/solusi dalam cerita. Ini
melatih mereka mengorganisir informasi.
4. Menemukan Pesan Moral (20 menit): Setiap kelompok diminta untuk
berdiskusi tentang pesan moral atau nilai-nilai yang dapat dipetik dari
cerita.
Widia Yuli Herni, [Link]

Guru membimbing diskusi agar siswa dapat menghubungkan cerita dengan


kehidupan nyata.
5. Simulasi/Role Play (Komunikasi & Mandiri) (20 menit): Siswa secara
berpasangan atau kelompok kecil dapat memerankan salah satu adegan
penting dari cerita atau membuat dialog singkat tentang pesan
moralnya.
Pertemuan 7-9: Mengemukakan Pendapat dan Menuliskan Kembali Cerita
1. Diskusi Reflektif (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang cerita yang
sudah disimak, menanyakan pandangan siswa tentang karakter,
keputusan tokoh, atau akhir cerita.
2. Debat Sederhana (Penalaran Kritis & Komunikasi) (45 menit): Guru
membagi kelas menjadi dua kelompok untuk melakukan debat
sederhana tentang suatu isu atau pilihan yang ada dalam cerita
(misalnya, "Setujukah kalian dengan tindakan tokoh X?"). Siswa harus
memberikan alasan yang logis.
3. Menghubungkan dengan Pengalaman Pribadi (30 menit): Guru meminta
siswa untuk menemukan satu bagian dari cerita yang paling berkesan
dan menghubungkannya dengan pengalaman pribadi atau situasi di
lingkungan sekitar mereka. Siswa dapat berbagi di depan kelas.
4. Proyek Menulis Ringkasan Cerita (Produk Akhir) (50 menit): Secara
individu, siswa menuliskan kembali ringkasan cerita dari teks narasi yang
telah disimak dengan menggunakan kosakata mereka sendiri. Guru
menekankan pentingnya menggunakan kalimat efektif dan jelas. Guru
memberikan bimbingan individual.
5. Pameran Mini (Kemandirian & Kreativitas) (20 menit): Hasil ringkasan cerita
terbaik dapat dipajang di dinding kelas, atau siswa dapat membacakan
ringkasan mereka secara bergantian.
Penutup (± 15 menit per pertemuan)
1. Review Materi (5 menit): Guru bersama siswa merangkum poin-poin
penting yang telah dipelajari hari ini, khususnya tentang menyimak, ide
pokok, dan meringkas.
2. Refleksi Diri (5 menit): Guru mengajukan pertanyaan reflektif (sesuai
bagian M) untuk membantu siswa menginternalisasi pembelajaran dan
merencanakan perbaikan di masa depan.
3. Pemberian Tugas/Tindak Lanjut (5 menit): Guru memberikan tugas
membaca atau menyimak teks di rumah untuk pertemuan berikutnya,
atau menugaskan siswa mencari cerita rakyat daerah asal mereka untuk
didiskusikan di kelas.
4. Penutupan dan Doa: Guru menutup pelajaran dengan salam dan doa.

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif (Sepanjang Pembelajaran):
1. Observasi Guru: Mengamati keaktifan siswa dalam diskusi kelompok,
kemampuan menyimak, dan partisipasi dalam tanya jawab.
2. Catatan Anecdotal: Mencatat respons siswa yang signifikan, baik positif
maupun yang memerlukan bimbingan lebih lanjut.
3. Penilaian Diri dan Antar Teman: Melalui rubrik sederhana untuk kegiatan
diskusi kelompok dan presentasi.
4. Lembar Kerja: Penilaian ide pokok dan ringkasan dari teks-teks singkat
yang diberikan selama kegiatan inti.
Widia Yuli Herni, [Link]

Asesmen Sumatif (Akhir Unit Pembelajaran):


1. Tes Tertulis:
o Pilihan Ganda/Isian Singkat: Mengidentifikasi ide pokok dan
informasi penting dari teks narasi yang dibacakan/didengar.
o Uraian: Menjelaskan pesan moral dan mengemukakan pendapat
pribadi tentang cerita.
2. Proyek Menulis Ringkasan Cerita: Penilaian kualitas ringkasan cerita yang
dibuat siswa secara individu (sesuai rubrik LKPD).
3. Presentasi Kelompok/Individu: Penilaian kemampuan siswa
mempresentasikan hasil diskusi atau ringkasan mereka dengan jelas dan
percaya diri.

K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa menyimak bukan hanya mendengar,
tetapi juga memahami dan memaknai. Keterampilan menyimak yang baik
akan membantu mereka tidak hanya dalam pelajaran Bahasa Indonesia,
tetapi juga dalam berkomunikasi sehari-hari, memahami instruksi, dan
memperoleh informasi dari berbagai sumber. Mereka akan menyadari
bahwa setiap cerita memiliki pesan dan nilai yang dapat diambil untuk
kehidupan, serta pentingnya menghubungkan apa yang didengar dengan
pengalaman pribadi.

L. Materi Bahan Ajar


Apa Itu Menyimak dan Ide Pokok?

Menyimak adalah kegiatan mendengarkan dengan penuh perhatian dan


pemahaman terhadap sesuatu yang dibicarakan atau disampaikan. Ini
berbeda dengan sekadar mendengar, karena menyimak melibatkan pikiran
dan perasaan kita untuk menangkap makna. Salah satu hal penting yang
harus kita cari saat menyimak adalah ide pokok. Ide pokok adalah gagasan
utama atau inti dari sebuah pesan atau cerita. Ibarat sebuah pohon, ide
pokok adalah batangnya, sedangkan kalimat-kalimat lain adalah ranting
dan daunnya yang menjelaskan batang tersebut. Dengan menemukan ide
pokok, kita bisa memahami apa yang paling penting dari informasi yang
kita dengar.

Memahami Teks Narasi Melalui Menyimak

Teks narasi adalah jenis teks yang menceritakan sebuah peristiwa atau
kejadian, baik itu nyata maupun fiksi. Contohnya adalah dongeng, cerita
rakyat, legenda, atau pengalaman pribadi. Ketika menyimak teks narasi,
kita tidak hanya mencari ide pokok, tetapi juga mencoba memahami alur
ceritanya (apa yang terjadi di awal, tengah, dan akhir), siapa saja tokohnya,
di mana cerita itu terjadi (latar), dan masalah apa yang dihadapi serta
bagaimana cara mengatasinya. Semua detail ini membantu kita
membangun gambaran utuh tentang cerita di dalam pikiran kita.

Mengambil Pelajaran dan Berpendapat

Setelah menyimak sebuah teks narasi dengan baik, kita bisa lebih dari
sekadar memahami ceritanya. Kita juga bisa menemukan pesan moral atau
nilai-nilai baik
Widia Yuli Herni, [Link]

yang ingin disampaikan oleh cerita tersebut. Misalnya, cerita tentang Kancil
dan Buaya mungkin mengajarkan kita tentang kecerdikan, atau cerita
tentang Maling Kundang mengajarkan tentang pentingnya menghormati
orang tua. Selain itu, menyimak juga melatih kita untuk mengemukakan
pendapat. Kita bisa memikirkan "Apakah saya setuju dengan tindakan tokoh
itu?", "Bagaimana kalau ceritanya berakhir lain?", atau "Apa pelajaran yang
bisa saya ambil dari cerita ini?". Dengan demikian, menyimak membantu
kita menjadi pendengar yang kritis dan mampu menghubungkan cerita
dengan kehidupan nyata.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. "Apa hal paling menarik yang saya pelajari tentang menyimak hari ini?"
2. "Bagian mana dari kegiatan menyimak dan memahami cerita yang paling
saya pahami? Bagian mana yang masih perlu saya latih?"
3. "Bagaimana cara saya akan menggunakan kemampuan menyimak ini
dalam kehidupan sehari-hari di luar sekolah?"
Refleksi Pendidik:
1. "Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Jika tidak, bagian
mana yang perlu diperbaiki pada pertemuan berikutnya?"
2. "Metode atau strategi pembelajaran apa yang paling efektif dalam
meningkatkan pemahaman dan keaktifan siswa dalam menyimak? Apa
yang kurang efektif?"
3. "Bagaimana saya dapat lebih memotivasi siswa yang masih kesulitan
dalam menyimak atau mengungkapkan pendapat mereka?"

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Nama Kelompok:

Nama Anggota:

Tugas Kelompok: Diskusi dan Analisis Teks Narasi Petunjuk:


1. Simaklah dengan seksama teks narasi audio yang akan diputar oleh
Bapak/Ibu Guru.
2. Diskusikan dalam kelompok untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di
bawah ini.
3. Siapkan presentasi singkat untuk membagikan hasil diskusi kelompok
kalian.
Pertanyaan Diskusi:
1. Apa judul dari teks narasi yang kalian dengar?
2. Siapa saja tokoh utama dalam cerita ini?
3. Di mana (latar) cerita ini sebagian besar terjadi?
4. Apa ide pokok atau inti dari cerita ini?
5. Apa masalah utama yang dihadapi oleh tokoh dalam cerita ini?
Widia Yuli Herni, [Link]

6. Bagaimana masalah tersebut diselesaikan?


7. Sebutkan satu pesan moral atau nilai baik yang bisa kalian ambil dari
cerita ini. Jelaskan mengapa kalian memilih pesan moral tersebut.
8. Jika kalian adalah salah satu tokoh dalam cerita, tindakan apa yang akan
kalian lakukan secara berbeda? Mengapa?

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Kriteria Skala 1 Skala 5 (Sangat
Skala Skala
2 Skala
3 4 (Baik)
Penilaia n (Sangat Baik)
(Kurang) (Cukup)
Kurang)

Mampu
Mampu
mengide Mampu
Tidak dapatHanya mengident
nt ifikasi mengide
mengide mampu ifikasi ide
ide n tifikasi
n tifikasi mengide pokok dan
Pemaha man pokok ide
ide n tifikasi seluruh
Ide dan pokok
pokok sebagian informasi
Pokok & sebagian dan
dan kecil ide penting
Isi Cerita besar sebagian
informasi pokok dengan sangat
informasi besar
penting dan akurat dan
penting, informasi
dalam informasi mendalam
namun penting
cerita. penting. .
ada dengan
beberap akurat.
a yang
terlewat.
Mampu
Mampu
menemu
Mampu menemuk an
Mampu k an dan
menemuk dan menjelask
menemu menjelas
Tidak an dan an pesan
k an kan
mampu menjelask moral dengan
pesan pesan
menemu an pesan sangat jelas,
moral, moral
Analisis k an moral relevan,
Pesan tetapi dengan
atau dengan mendalam
Moral penjelas jelas dan
menjela cukup , dan memberikan
a nnya relevan,
s kan jelas, contoh aplikasi.
tidak serta
pesan namun
relevan memberi
moral kurang
atau k an
dari mendalam
kurang alasan
cerita. .
jelas. yang
masuk
akal.
Tidak
Keterlib atan aktif
Sesekali Berpartisi pasi
Berpartisi pasi
Selalu berpartisip
dalam berpartisi berpartisi aktif dalam aktif dan asi aktif,
Diskusi pasi dalam pasi, diskusi, konstrukti memberik an
Kelomp namun mendenga f, ide-ide
sering
Widia Yuli Herni, [Link]

Kriteria Skala 1 Skala 5


Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilaia n (Sangat (Sangat
(Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

ok (Kolabo diskusi tidak fokus rkan, dan mendeng orisinal,


rasi) kelompok atau memberik arkan sangat
dan kurang mendomi an dengan kolaboratif
mendeng nasi kontribusi baik, serta , dan
arkan diskusi. yang cukup. mendoro membantu
anggota ng anggota
lain. partisipas lain
anggota mencapai
lain. tujuan.

Mampu
Mampu Mampu mengemu
mengemu mengemu kakan
Tidak Mampu
kakan kakan pendapat
mampu mengemu
Kemam pendapat pendapat dengan
mengemu kakan
puan dengan dengan sangat
kakan pendapat,
Berpen alasan yang jelas, logis, jelas, logis,
pendapat tetapi
dapat cukup jelas, dan kritis, dan
(Penala atau alasan alasanny a
meskipun didukung mampu
ran Kritis) yang tidak kurang terkadang oleh alasan memperta
logis. kuat atau
masih ragu. yang kuat hankan
tidak
dari cerita. argumenn
relevan.
ya dengan
baik.

Presentasi
Presenta si sangat
Presenta si Presentasi
terstruktu terstruktur,
Presenta si kurang cukup
dengan jelas,
Present tidak terstruktu terstruktur
baik, jelas, komunikati
asi terstruktu dan ada , jelas, dan
dan f, disampaik
Kelomp ok r, tidak beberapa penyampa
disampai an dengan
(Komun jelas, dan bagian iannya
ikasi) kan dengan sangat
kurang yang tidak cukup
percaya percaya
percaya jelas atau percaya
diri. diri, dan
diri. gagap. diri.
melibatkan
audiens.

Total Skor: /25

Nilai Akhir: (Total Skor / 25) * 100


Widia Yuli Herni, [Link]

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran dengan
sangat baik, dapat diberikan tugas untuk menulis cerita pendek
berdasarkan ide pokok yang mereka buat sendiri, atau mencari dan
menganalisis teks narasi yang lebih kompleks (misalnya artikel berita
atau cuplikan novel anak).
 Mereka juga dapat menjadi "mentor sebaya" bagi teman-teman yang
masih kesulitan.
Remedial:
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru akan
memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil.
 Guru dapat memberikan teks narasi yang lebih pendek dan sederhana
untuk disimak dan dianalisis, dengan fokus pada satu aspek saja
(misalnya hanya mencari ide pokok).
 Pengulangan penjelasan konsep dengan menggunakan analogi atau
visualisasi yang berbeda.

P. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada
pemahaman mendalam, menghubungkan konsep-konsep, dan
menerapkan pengetahuan dalam berbagai konteks, bukan hanya
menghafal.
2. Ide Pokok: Gagasan utama atau inti dari sebuah paragraf, teks, atau
pesan yang disampaikan.
3. Teks Narasi: Jenis teks yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian
secara berurutan dari waktu ke waktu, baik fiksi maupun nonfiksi.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Panduan Pembelajaran
dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah.
Jakarta: Kemendikbudristek.
2. Haryono, D. (2018). Teknik Menulis Kreatif: Panduan Praktis untuk Penulis
Pemula. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
3. Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta.

Mengetahui Padang, Juli 2025


Kepala SDN 15 Anduring Guru Kelas IV A

DESRA SULASTRI, [Link] WIDIA YULI HERNI, [Link].


NIP. 19691203 199011 2 002 NIP. 199307042019022001
Widia Yuli Herni, [Link]

Modul Ajar
Pendekatan Deep Learning

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun : Widia Yuli Herni, [Link]
 Satuan Pendidikan: SDN 15 Anduring
 Tahun Ajaran : 2025/2026
 Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
 Fase :B
 Kelas/Semester : 4/1
 Alokasi Waktu : 18 JP

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilih dimensi profil kelulusan yang sesuai:
 Keimanan dan Ketakwaan
 Kewargaan
 Penalaran Kritis
 Kreativitas
 Kolaborasi
 Kemandirian
 Kesehatan
 Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan
Anak Indonesia Hebat:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai belajar, Bu/Pak Guru ingin tahu nih,
bagaimana kalian sudah melaksanakan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat di
rumah? Angkat tangannya ya kalau kalian sudah melakukan salah satu
kegiatannya!
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya langsung semangat tanpa
disuruh? Atau ada yang masih suka malas-malasan?"
2. Beribadah: "Nah, setelah bangun, siapa yang sudah salat subuh, berdoa,
atau beribadah sesuai keyakinannya? Apa yang kalian rasakan setelah
beribadah?"
3. Berolahraga: "Wah, ada yang sudah bergerak dan olahraga pagi ini?
Misalnya lari-lari kecil, stretching, atau bantu orang tua di rumah? Apa
manfaatnya buat badan kalian?"
4. Gemar Belajar: "Kemarin malam, siapa yang sudah meluangkan waktu
untuk membaca buku cerita, belajar pelajaran besok, atau mencari tahu
hal baru yang menarik? Apa yang kalian pelajari?"
Widia Yuli Herni, [Link]

5. Makan sehat dan Bergizi: "Untuk sarapan tadi, siapa yang sudah makan
makanan yang sehat dan bergizi? Ada sayur atau buahnya tidak?
Mengapa penting makan makanan sehat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan sekitar, siapa yang sudah
membantu orang tua, bermain dengan teman secara rukun, atau ikut
menjaga kebersihan lingkungan? Apa yang kalian lakukan?"
7. Tidur Cepat: "Dan yang terakhir, semalam siapa yang sudah tidur lebih
awal supaya badannya segar dan siap belajar hari ini? Mengapa kita
perlu tidur yang cukup?"
"Hebat sekali! Ingat ya, melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat ini
penting sekali untuk pertumbuhan dan kebaikan kalian. Yuk, kita lakukan
terus setiap hari!"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:
 ELEMEN: Membaca dan Memirsa
 Peserta didik mampu membaca kata-kata baru dengan pola kombinasi
huruf yang telah dikenali dengan fasih. Peserta didik mampu memaknai
kosakata baru dan/atau kosakata Bahasa Indonesia serapan dari bahasa
daerah dari teks yang dibaca atau tayangan yang dipirsa mengenai hal-
hal menarik di lingkungan sekitar. Peserta didik mampu memahami
pesan dan informasi tentang kehidupan sehari-hari, teks narasi, dan puisi
anak dalam bentuk cetak atau elektronik. Peserta didik mampu
memahami ide pokok dan ide pendukung pada teks informatif dan teks
narasi.
Tujuan Pembelajaran:

Setelah mengikuti proses pembelajaran ini, peserta didik diharapkan


mampu:

1. Membaca kata-kata baru dengan kombinasi huruf yang telah dikenali


secara fasih.
2. Memaknai kosakata baru dan/atau kosakata serapan dari bahasa daerah
dari teks yang dibaca atau tayangan yang dipirsa.
3. Mengidentifikasi pesan dan informasi penting dari teks informatif, narasi,
dan puisi anak yang dibaca atau dipirsa.
4. Menentukan ide pokok dan ide pendukung dari teks informatif dan teks
narasi yang dibaca atau dipirsa.
5. Menghubungkan informasi yang diperoleh dari teks atau tayangan dengan
kehidupan sehari-hari atau pengalaman pribadi.
6. Menyajikan kembali informasi atau ringkasan cerita dari teks narasi atau
tayangan dalam bentuk lisan atau tulisan dengan bahasa sendiri.

E. Sarana dan Prasarana


1. Buku bacaan (cerita rakyat, fabel, puisi anak, teks informatif sederhana).
2. Perangkat pemirsa (TV/layar proyektor, laptop/komputer) untuk tayangan
video/gambar.
3. Media cetak (majalah anak, koran anak, poster informatif).
4. Alat tulis dan buku catatan siswa.
5. Kartu kosakata atau flashcard bergambar.
Widia Yuli Herni, [Link]

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler (tanpa kesulitan belajar yang signifikan).
 Jumlah peserta didik disesuaikan dengan kapasitas kelas.

G. Model Pembelajaran
 Model: Inquiry-Based Learning (Pembelajaran Berbasis Inkuiri)
dipadukan dengan Project-Based Learning (PBL).
 Metode: Diskusi kelompok, tanya jawab, eksplorasi mandiri, presentasi,
dan penugasan.
 Pendekatan Deep Learning: Pembelajaran akan difokuskan pada proses
penemuan informasi secara mandiri, analisis kritis terhadap berbagai
jenis teks dan tayangan, sintesis ide-ide, serta aplikasi pemahaman
dalam konteks nyata melalui proyek-proyek yang relevan.

H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning (Fokus dan Kesadaran):
 "Ketika kita membaca buku atau melihat tayangan di TV, apakah mata
kita saja yang bekerja, atau pikiran kita juga?"
 "Mengapa penting bagi kita untuk benar-benar fokus saat membaca atau
melihat sesuatu?"
Meaningful Learning (Makna dan Relevansi):
 "Pernahkah kalian membaca atau melihat sesuatu yang membuat kalian
berpikir, 'Wah, ini bermanfaat sekali untukku!'? Apa itu dan mengapa
bermanfaat?"
 "Menurut kalian, apa gunanya kita memahami isi buku atau tayangan
yang kita lihat? Apa yang bisa kita pelajari dari sana?"
Joyful Learning (Kegembiraan dan Antusiasme):
 "Cerita atau tayangan apa yang paling membuat kalian penasaran dan
ingin tahu lebih banyak? Mengapa kalian suka sekali?"
 "Bagaimana perasaan kalian saat berhasil menemukan jawaban dari
pertanyaan yang tadinya tidak kalian tahu setelah membaca atau
melihat sesuatu?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk melatih siswa aktif, kreatif, dan
kolaboratif, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan
menyenangkan.

Pendahuluan (± 20 menit)
1. Pembukaan dan Salam (5 menit): Guru memulai pelajaran dengan salam,
menanyakan kabar siswa, dan mengajak siswa melakukan peregangan
ringan atau ice breaking singkat untuk membangkitkan semangat.
Widia Yuli Herni, [Link]

2. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit): Guru mengawali dengan


menanyakan pelaksanaan 7 kegiatan Anak Indonesia Hebat seperti yang
sudah dijelaskan di bagian C, mendorong siswa untuk berbagi
pengalaman singkat. Guru memberikan apresiasi dan penguatan positif.
3. Apersepsi (Mindful, Meaningful, Joyful) (5 menit): Guru menampilkan
sebuah gambar misterius atau cuplikan video singkat (misalnya tentang
suatu peristiwa di lingkungan sekitar atau adegan dari cerita yang
menarik) tanpa suara atau teks. Guru meminta siswa untuk
memperhatikan dengan seksama dan mengajukan pertanyaan pemantik
(sesuai bagian H) untuk membangun rasa ingin tahu tentang pentingnya
membaca dan memirsa.
4. Penyampaian Tujuan Pembelajaran (5 menit): Guru menjelaskan tujuan
pembelajaran hari ini, yaitu tentang pentingnya membaca dan memirsa
untuk memahami informasi, menemukan ide pokok, dan mengambil
pesan dari berbagai jenis teks atau tayangan. Guru menghubungkan
tujuan ini dengan kehidupan sehari-hari, misalnya saat membaca
petunjuk permainan atau menonton berita di TV.
Inti (± 140 menit per JP x 9 pertemuan = 1260 menit)

Karena alokasi waktu 18 JP, diasumsikan 1 JP = 35 menit, sehingga total 9


pertemuan.

Pertemuan 1-3: Membaca Fasih dan Memaknai Kosakata Baru


1. Diagnostik Awal & Pembiasaan Membaca (20 menit): Guru meminta siswa
membaca beberapa kalimat pendek atau paragraf sederhana secara
bergantian untuk mengamati kefasihan membaca. Guru
memperkenalkan kegiatan "membaca senyap" atau "membaca
berpasangan" setiap awal sesi.
2. Eksplorasi Kosakata Baru (Discovery Learning) (40 menit): Guru
menampilkan sebuah teks bacaan informatif atau narasi pendek yang
mengandung beberapa kosakata baru yang relevan dengan lingkungan
sekitar. Siswa secara mandiri atau berpasangan diminta untuk
menggarisbawahi kata-kata yang tidak mereka pahami.
3. Aktivitas "Detektif Kata" (Kolaborasi & Kreativitas) (40 menit): Dalam
kelompok kecil, siswa mencoba menebak makna kosakata baru
berdasarkan konteks kalimat. Mereka dapat menggunakan kamus
sederhana atau bertanya kepada guru. Guru menyediakan flashcard
kosakata dan meminta siswa membuat kalimat baru dengan kosakata
tersebut.
4. Permainan Kosakata (20 menit): Guru mengadakan permainan tebak kata
atau menyusun kalimat dari kartu-kartu kosakata baru untuk
memperkuat pemahaman dan ingatan siswa.
5. Latihan Membaca Berulang (20 menit): Siswa membaca ulang teks yang
sama dengan kefasihan yang lebih baik setelah memahami kosakata
baru.
Pertemuan 4-6: Memahami Pesan, Informasi, dan Ide Pokok dari Teks/Tayangan
1. Review Kosakata & Pengantar Ide Pokok (15 menit): Guru mengulas
kosakata baru dari pertemuan sebelumnya dan memperkenalkan konsep
ide pokok serta ide pendukung pada teks informatif dan narasi, dengan
analogi sederhana (misalnya, ide pokok adalah pohon besar, ide
pendukung adalah cabang-cabangnya).
2. Aktivitas "Pencarian Harta Karun Informasi" (Inkuiri) (40 menit): Guru
menyediakan beberapa teks informatif pendek (misalnya, tentang
hewan,
Widia Yuli Herni, [Link]

tanaman, atau profesi) atau menayangkan video dokumenter singkat. Siswa


diberikan lembar kerja dengan pertanyaan-pertanyaan yang mengarah
pada identifikasi ide pokok, informasi penting, dan pesan utama. Mereka
bekerja secara mandiri atau berpasangan untuk "menemukan" jawaban.
3. Analisis Teks Narasi/Puisi Anak (40 menit): Guru membacakan atau
menampilkan teks narasi (dongeng/fabel) atau puisi anak. Siswa diminta
untuk mengidentifikasi pesan moral, karakter, dan alur cerita (untuk
narasi) atau perasaan dan makna (untuk puisi).
4. Diskusi Kelompok & Presentasi Ide Pokok (30 menit): Siswa membentuk
kelompok dan mempresentasikan ide pokok, informasi penting, atau
pesan moral yang mereka temukan dari teks/tayangan yang berbeda.
Guru memberikan umpan balik dan penguatan.
5. Aplikasi Konsep (Penalaran Kritis) (15 menit): Guru meminta siswa untuk
mengidentifikasi ide pokok dari paragraf-paragraf sederhana yang ada di
buku pelajaran mereka sendiri.
Pertemuan 7-9: Menghubungkan Informasi dan Menyajikan Kembali
1. Diskusi Interaktif (15 menit): Guru memimpin diskusi tentang relevansi
informasi yang telah dipelajari dengan kehidupan sehari-hari siswa.
"Bagaimana informasi ini bisa kita gunakan?"
2. Proyek Mini: "Majalah Kelas Kita" (PBL & Kreativitas) (60 menit): Siswa
dibagi menjadi kelompok-kelompok. Setiap kelompok memilih satu topik
menarik dari lingkungan sekitar (misalnya, kebersihan lingkungan, jenis-
jenis permainan tradisional, atau pentingnya menjaga kesehatan).
Mereka akan mencari informasi dari berbagai sumber (buku, internet,
wawancara sederhana dengan guru/teman), mengidentifikasi ide pokok
dan ide pendukung, lalu menyajikannya dalam bentuk poster, buletin
sederhana, atau presentasi PowerPoint mini yang berisi ringkasan
informasi dan gambar yang relevan.
3. Menuliskan Kembali Informasi/Ringkasan Cerita (40 menit): Secara individu,
siswa menuliskan ringkasan singkat dari salah satu teks narasi atau
tayangan yang paling mereka sukai selama unit pembelajaran. Mereka
harus menggunakan bahasa dan kosakata sendiri.
4. Pameran Mini & Presentasi Akhir (Komunikasi & Kemandirian) (45 menit):
Kelompok mempresentasikan hasil proyek "Majalah Kelas Kita" mereka di
depan kelas. Siswa lain dapat memberikan pertanyaan atau komentar.
Guru memberikan penilaian dan umpan balik.
Penutup (± 15 menit per pertemuan)
1. Review Materi (5 menit): Guru bersama siswa merangkum poin-poin
penting yang telah dipelajari hari ini, khususnya tentang membaca,
memirsa, kosakata baru, ide pokok, dan cara menyajikan informasi.
2. Refleksi Diri (5 menit): Guru mengajukan pertanyaan reflektif (sesuai
bagian M) untuk membantu siswa menginternalisasi pembelajaran dan
merencanakan perbaikan di masa depan.
3. Pemberian Tugas/Tindak Lanjut (5 menit): Guru memberikan tugas
membaca buku cerita atau menonton tayangan edukatif di rumah, serta
mencatat kosakata baru atau ide pokok yang mereka temukan.
4. Penutupan dan Doa: Guru menutup pelajaran dengan salam dan doa.
Widia Yuli Herni, [Link]

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif (Sepanjang Pembelajaran):
1. Observasi Guru: Mengamati kefasihan membaca siswa, keaktifan dalam
diskusi kelompok, kemampuan menemukan kosakata baru, dan
partisipasi dalam tanya jawab.
2. Catatan Anecdotal: Mencatat respons siswa yang signifikan, baik positif
maupun yang memerlukan bimbingan lebih lanjut.
3. Penilaian Diri dan Antar Teman: Melalui rubrik sederhana untuk kegiatan
diskusi kelompok dan presentasi.
4. Lembar Kerja: Penilaian lembar kerja "Detektif Kata" atau "Pencarian
Harta Karun Informasi" yang mengukur pemahaman kosakata dan
identifikasi ide pokok.
Asesmen Sumatif (Akhir Unit Pembelajaran):
1. Tes Tertulis:
o Pilihan Ganda/Isian Singkat: Mengidentifikasi makna kosakata baru,
ide pokok, dan informasi penting dari teks informatif, narasi, atau
puisi yang dibaca/dipirsa.
o Uraian: Menjelaskan pesan moral, menghubungkan informasi
dengan kehidupan sehari-hari, atau meringkas sebuah teks.
2. Proyek "Majalah Kelas Kita": Penilaian produk dan presentasi kelompok
(sesuai rubrik LKPD).
3. Membaca Teks: Penilaian individu terhadap kefasihan membaca dan
pemahaman isi teks yang diberikan.

K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa membaca dan memirsa bukan sekadar
melihat atau melafalkan kata, melainkan proses aktif untuk mencari, memahami,
dan memaknai informasi. Mereka akan menyadari bahwa informasi ada di
mana-mana (buku, TV, internet, lingkungan sekitar) dan memiliki kekuatan
untuk membantu mereka belajar hal baru, memecahkan masalah, serta
memahami dunia di sekitar mereka. Keterampilan ini penting untuk menjadi
pembelajar seumur hidup yang mandiri dan kritis dalam menerima
informasi.

L. Materi Bahan Ajar


Membaca Fasih dan Memahami Kosakata

Membaca fasih berarti membaca dengan lancar, tepat, dan ekspresif. Ini
penting agar kita bisa memahami apa yang kita baca. Sama pentingnya
dengan membaca fasih, kita juga perlu memahami kosakata. Kosakata
adalah kumpulan kata-kata yang kita ketahui dan gunakan. Semakin
banyak kosakata yang kita miliki, semakin mudah kita memahami berbagai
jenis teks. Ketika menemukan kata baru, kita bisa menjadi "detektif kata"
dengan melihat kalimat di sekitarnya untuk menebak maknanya, atau
mencari di kamus. Memahami kosakata juga termasuk memahami kata-
kata serapan dari bahasa daerah, yang akan memperkaya pengetahuan
kita tentang kekayaan bahasa Indonesia.

Menemukan Ide Pokok dan Informasi Penting


Widia Yuli Herni, [Link]

Setiap teks, baik itu teks informatif yang memberikan fakta atau teks narasi
yang bercerita, pasti memiliki ide pokok. Ide pokok adalah gagasan utama
atau inti dari sebuah paragraf atau seluruh teks. Selain ide pokok, ada juga
ide pendukung yang berupa kalimat-kalimat penjelasan yang memperkuat
ide pokok. Untuk menemukan ide pokok dan informasi penting, kita perlu
membaca atau memirsa dengan cermat, fokus pada apa yang paling sering
dibahas atau ditegaskan. Pada teks informatif, ide pokok seringkali
menjelaskan tentang apa suatu hal. Sedangkan pada teks narasi, ide pokok
bisa berupa inti masalah atau pesan utama cerita.

Mengambil Pesan dan Menghubungkan dengan Kehidupan

Setelah kita mampu membaca fasih, memahami kosakata, serta


menemukan ide pokok dan informasi penting, langkah selanjutnya adalah
memaknai dan menghubungkan apa yang kita baca atau mirsa dengan
kehidupan kita. Teks narasi, seperti dongeng atau cerita rakyat, seringkali
mengandung pesan moral atau nilai- nilai baik yang bisa kita pelajari untuk
menjadi pribadi yang lebih baik. Teks informatif memberikan kita
pengetahuan yang bisa kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya
tentang cara merawat tumbuhan atau menjaga kebersihan.
Dengan demikian, membaca dan memirsa tidak hanya menambah
pengetahuan, tetapi juga membantu kita berpikir kritis dan menjadi warga
negara yang peduli.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. "Apa hal baru yang paling menarik yang saya pelajari tentang cara
membaca atau memahami tayangan hari ini?"
2. "Bagian mana dari kegiatan membaca dan memahami teks/tayangan
yang paling saya pahami? Bagian mana yang masih saya merasa sulit
dan perlu saya latih lagi?"
3. "Bagaimana saya akan menggunakan kemampuan membaca dan
memirsa ini untuk mencari tahu hal-hal yang saya sukai di rumah?"
Refleksi Pendidik:
1. "Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Jika tidak, bagian
mana yang perlu diperbaiki pada pertemuan berikutnya?"
2. "Metode atau strategi pembelajaran apa yang paling efektif dalam
meningkatkan pemahaman membaca dan memirsa siswa? Apa yang
kurang efektif dan perlu disesuaikan?"
3. "Bagaimana saya dapat lebih memotivasi siswa untuk gemar membaca
dan memirsa berbagai jenis informasi secara mandiri di luar jam
pelajaran?"

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Nama Kelompok:

Nama Anggota:
Widia Yuli Herni, [Link]

Tugas Kelompok: Proyek "Majalah Kelas Kita" Petunjuk:


1. Pilihlah salah satu topik dari daftar yang diberikan guru (misalnya:
Pentingnya Menjaga Kebersihan Lingkungan, Makanan Sehat Favoritku,
atau Permainan Tradisional di Daerahku).
2. Carilah informasi dari buku-buku di perpustakaan, artikel pendek di
internet (dengan bimbingan guru), atau sumber lain yang tersedia.
3. Baca dan pahami informasi yang kalian temukan. Garisbawahi kata-kata
baru dan coba maknainya.
4. Identifikasi ide pokok dan informasi penting dari setiap sumber yang kalian
baca.
5. Sajikan informasi tersebut dalam bentuk poster informatif, buletin
sederhana, atau presentasi mini dengan bahasa kalian sendiri. Gunakan
gambar atau ilustrasi yang menarik.
6. Siapkan presentasi singkat untuk membagikan hasil proyek kalian di
depan kelas.

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
Kriteria Skala 1 Skala 5
Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilaia n (Sangat (Sangat
(Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

Membaca
Membaca
Cukup lancar,
sangat
lancar, jarang
Membaca Sering lancar dan
kadang terbata-
sangat terbata- ekspresif,
berhenti bata,
Kefasih an terbata- bata, butuh mampu
pada kata mampu
Memba ca bata dan bantuan memakna
sulit, mulai memaha mi
sulit memaha mi seluruh
memaha mi sebagian
memaha mi kata- kata kosakata
beberapa besar kata
kata- kata. baru. baru
kata baru. baru dari
dengan
konteks.
baik.

Hanya Mampu Mampu


Tidak Mampu
mampu mengiden mengiden
Pemaha mampu mengiden
mengiden tifikasi ide tifikasi ide
man Ide mengiden tifikasi ide
tifikasi pokok dan pokok dan
Pokok & tifikasi ide pokok dan
sebagian sebagian seluruh
Informa si pokok dan sebagian
Penting kecil ide besar informasi
informasi besar
pokok dan informasi penting
penting dari informasi
informasi penting, dengan
penting
penting. namun sangat
Widia Yuli Herni, [Link]

Kriteria Skala 1 Skala 5


Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilaia n (Sangat (Sangat
(Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

teks/tayan ada yang dengan akurat dan


gan. terlewat. akurat. mendala
m.

Berpartisi
Selalu
pasi aktif
Tidak aktif Berpartisi berpartisi
Sesekali dan
berpartisi pasi aktif pasi aktif,
berpartisi konstruktif
Keterlib pasi dalam dalam memberik
pasi, ,
atan dalam diskusi diskusi, an ide-ide
namun mendeng
Diskusi kelompok mendeng orisinal,
sering tidak arkan
Kelomp ok dan kurang arkan, dan sangat
(Kolabo fokus atau dengan
mendeng memberik kolaborati
rasi) mendomi baik, serta
arkan an f, dan
nasi mendoron
anggota kontribusi membant u
diskusi. g
lain. yang anggota
partisipasi
cukup. lain
anggota
mencapai
lain.
tujuan.

Informasi
disajikan
Informasi sangat
Informasi Informasi
Penyaji an Informasi cukup terstruktur
kurang terstruktur
Kembali disajikan terstruktur , sangat
terstruktur dengan
Informa si tidak jelas, , cukup jelas,
, ada baik, jelas,
(Kreativ tidak jelas, dan sangat
beberapa dan
itas & terstruktur ada usaha kreatif, dan
bagian disajikan
Komuni , dan tidak untuk mampu
yang tidak dengan
kasi) menarik. membuat menarik
jelas, dan kreatif
penyajian perhatian
kurang serta
menarik. audiens
menarik. menarik.
dengan
baik.

Sangat Membutu Mampu Mampu Sangat


Keman tergantun g hkan mencari mencari mandiri
dirian pada banyak dan dan dalam
dalam guru/tema bimbinga n memaha mi memaha mi mencari
Mencari n dalam untuk informasi informasi dan
Informa si mencari mencari dengan secara memaha
dan dan sedikit mandiri. mi
memaha memaha informasi
Widia Yuli Herni, [Link]

Kriteria Skala 1 Skala 5


Skala 2 Skala 3 Skala 4
Penilaia n (Sangat (Sangat
(Kurang) (Cukup) (Baik)
Kurang) Baik)

mi mi bimbinga n. dari
informasi. informasi. berbagai
sumber
secara
efektif.
Total Skor: /25

Nilai Akhir: (Total Skor / 25) * 100

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran dengan
sangat baik, dapat diberikan tugas untuk merancang dan membuat buku
cerita sederhana berdasarkan pengamatan mereka terhadap lingkungan
sekitar, lengkap dengan gambar dan kosakata baru.
 Mereka juga dapat menjadi "pustakawan cilik" yang membantu teman-
teman menemukan buku yang sesuai minat di perpustakaan kelas.
Remedial:
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru akan
memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil.
 Guru dapat memberikan teks bacaan yang lebih pendek dan sederhana
dengan gambar yang mendukung untuk dilatih kefasihan membaca dan
pemahaman kosakatanya.
 Pemberian latihan membaca berulang dan permainan kosakata yang lebih
intensif.

P. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada
pemahaman mendalam, menghubungkan konsep, dan menerapkan
pengetahuan dalam berbagai konteks, bukan hanya menghafal.
2. Membaca Fasih: Kemampuan membaca dengan lancar, tepat dalam
melafalkan kata, dan sesuai dengan intonasi yang benar.
3. Teks Informatif: Jenis teks yang bertujuan untuk memberikan fakta, data,
atau informasi objektif kepada pembaca tentang suatu topik.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Panduan Pembelajaran
dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah.
Jakarta: Kemendikbudristek.
2. Tarigan, H. G. (2015). Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.
Bandung: Angkasa.

Mengetahui Padang, Juli 2025


Kepala SDN 15 Anduring Guru Kelas IV A

DESRA SULASTRI, [Link] WIDIA YULI HERNI, [Link].


NIP. 19691203 199011 2 002 NIP. 199307042019022001
Widia Yuli Herni, [Link]
Widia Yuli Herni, [Link]

Modul Ajar
Pendekatan Deep Learning

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun: Widia Yuli Herni, [Link]
 Satuan Pendidikan: SDN 15 Anduring
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
 Fase: B
 Kelas/Semester: 4/2
 Alokasi Waktu: 18 JP

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilih dimensi profil kelulusan yang sesuai:
 Keimanan dan Ketakwaan
 Kewargaan
 Penalaran Kritis
 Kreativitas
 Kolaborasi
 Kemandirian
 Kesehatan
 Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan Anak
Indonesia Hebat:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai belajar, Bu/Pak Guru ingin tahu nih,
bagaimana kalian sudah melaksanakan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat di
rumah? Angkat tangannya ya kalau kalian sudah melakukan salah satu
kegiatannya!
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya langsung semangat tanpa
disuruh? Atau ada yang masih suka malas-malasan?"
2. Beribadah: "Nah, setelah bangun, siapa yang sudah salat subuh, berdoa,
atau beribadah sesuai keyakinannya? Apa yang kalian rasakan setelah
beribadah?"
3. Berolahraga: "Wah, ada yang sudah bergerak dan olahraga pagi ini?
Misalnya lari-lari kecil, stretching, atau bantu orang tua di rumah? Apa
manfaatnya buat badan kalian?"
4. Gemar Belajar: "Kemarin malam, siapa yang sudah meluangkan waktu
untuk membaca buku cerita, belajar pelajaran besok, atau mencari tahu
hal baru yang menarik? Apa yang kalian pelajari?"
Widia Yuli Herni, [Link]

5. Makan sehat dan Bergizi: "Untuk sarapan tadi, siapa yang sudah makan
makanan yang sehat dan bergizi? Ada sayur atau buahnya tidak?
Mengapa penting makan makanan sehat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan sekitar, siapa yang sudah
membantu orang tua, bermain dengan teman secara rukun, atau ikut
menjaga kebersihan lingkungan? Apa yang kalian lakukan?"
7. Tidur Cepat: "Dan yang terakhir, semalam siapa yang sudah tidur lebih
awal supaya badannya segar dan siap belajar hari ini? Mengapa kita
perlu tidur yang cukup?"
"Hebat sekali! Ingat ya, melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat ini penting
sekali untuk pertumbuhan dan kebaikan kalian. Yuk, kita lakukan terus setiap
hari!"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:
 ELEMEN: Berbicara dan Mempresentasikan
 Peserta didik mampu berbicara dengan pilihan kata dan sikap
tubuh/gestur yang santun, menggunakan volume dan intonasi yang tepat
sesuai konteks. Peserta didik mampu terlibat secara aktif dalam suatu
percakapan dan diskusi sesuai tata cara. Peserta didik mampu
menceritakan kembali suatu informasi yang dibaca atau didengar dari
teks narasi mengenai hal-hal menarik di lingkungan sekitar.
Tujuan Pembelajaran:

Setelah mengikuti proses pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:

1. Menggunakan pilihan kata yang santun dan sikap tubuh/gestur yang sesuai
saat berbicara atau berinteraksi.
2. Mengatur volume suara dan intonasi dengan tepat sesuai konteks
percakapan atau presentasi.
3. Terlibat secara aktif dan konstruktif dalam percakapan dan diskusi dengan
mematuhi tata cara yang baik.
4. Menceritakan kembali informasi yang dibaca atau didengar dari teks narasi
secara runtut dan jelas.
5. Menyajikan ide atau pendapat pribadi dengan percaya diri dan didukung
alasan yang logis dalam diskusi.
6. Melakukan presentasi sederhana mengenai hal-hal menarik di lingkungan
sekitar dengan bahasa yang mudah dipahami.

E. Sarana dan Prasarana


1. Cermin kecil atau cermin dinding untuk latihan ekspresi dan gestur.
2. Mikrofon mainan atau alat peraga mikrofon untuk latihan volume suara.
3. Kartu situasi atau gambar-gambar ilustrasi untuk memancing percakapan
dan cerita.
4. Teks narasi (cetak atau digital) yang menarik dan sesuai usia siswa.
5. Papan tulis/Whiteboard dan spidol/kapur.
Widia Yuli Herni, [Link]

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler (tanpa kesulitan belajar yang signifikan).
 Jumlah peserta didik disesuaikan dengan kapasitas kelas.

G. Model Pembelajaran
 Model: Role-Playing (Bermain Peran) dipadukan dengan Collaborative
Learning (Pembelajaran Kolaboratif).
 Metode: Simulasi, diskusi kelompok, presentasi, tanya jawab, dan latihan
berbicara.
 Pendekatan Deep Learning: Pembelajaran akan berfokus pada praktik
langsung dan berulang (melalui simulasi dan bermain peran) untuk
menginternalisasi keterampilan berbicara, memahami nuansa
komunikasi non-verbal, melatih berpikir kritis dalam berdiskusi, serta
menyajikan pemahaman secara lisan yang bermakna.

H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning (Fokus dan Kesadaran):
 "Coba bayangkan, kalau kita berbicara tapi teman kita tidak mendengar
atau tidak paham, bagaimana perasaan kita? Mengapa volume suara dan
kejelasan kata itu penting?"
 "Ketika kalian berbicara, apakah kalian memperhatikan ekspresi wajah
dan gerakan tangan kalian? Mengapa hal itu juga bisa 'berbicara'?"
Meaningful Learning (Makna dan Relevansi):
 "Pernahkah kalian merasa senang sekali saat bisa menjelaskan sesuatu
kepada teman sampai teman itu benar-benar paham? Apa yang kalian
ceritakan?"
 "Menurut kalian, apa gunanya kita bisa berbicara dan menyampaikan
pendapat dengan baik? Kapan kita membutuhkannya dalam kehidupan
sehari-hari?"
Joyful Learning (Kegembiraan dan Antusiasme):
 "Kalau ada kesempatan jadi pembawa acara di panggung sekolah, kira-
kira cerita apa yang ingin kalian sampaikan ke semua orang? Mengapa?"
 "Bagaimana perasaan kalian saat teman-teman mendengarkan dengan
penuh perhatian cerita yang kalian sampaikan?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk melatih siswa aktif, kreatif, dan
kolaboratif, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan
menyenangkan.

Pendahuluan (± 20 menit)
1. Pembukaan dan Salam (5 menit): Guru memulai pelajaran dengan salam,
menanyakan kabar siswa, dan mengajak siswa melakukan peregangan
Widia Yuli Herni, [Link]

ringan atau ice breaking singkat yang melibatkan suara atau gerakan
(misalnya, membuat suara hewan atau menirukan ekspresi wajah) untuk
menyiapkan diri.
2. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit): Guru mengawali dengan
menanyakan pelaksanaan 7 kegiatan Anak Indonesia Hebat seperti yang
sudah dijelaskan di bagian C, mendorong siswa untuk berbagi
pengalaman singkat. Guru memberikan apresiasi dan penguatan positif.
3. Apersepsi (Mindful, Meaningful, Joyful) (5 menit): Guru memutarkan
cuplikan video singkat tentang seseorang yang sedang berbicara atau
berpresentasi (bisa kartun atau cuplikan berita anak-anak). Guru
mengajak siswa mengamati gesture, ekspresi wajah, volume, dan intonasi
pembicara. Guru mengajukan pertanyaan pemantik (sesuai bagian H)
untuk membangun kesadaran akan pentingnya berbicara dan
mempresentasikan dengan baik.
4. Penyampaian Tujuan Pembelajaran (5 menit): Guru menjelaskan tujuan
pembelajaran hari ini, yaitu tentang pentingnya berbicara dengan
santun, jelas, dan percaya diri, serta bagaimana menceritakan kembali
sesuatu yang telah dibaca atau didengar. Guru menghubungkan tujuan
ini dengan kehidupan sehari-hari, misalnya saat bercerita pengalaman
kepada teman, atau berbicara di depan kelas.
Inti (± 140 menit per JP x 9 pertemuan = 1260 menit)

Karena alokasi waktu 18 JP, diasumsikan 1 JP = 35 menit, sehingga total 9


pertemuan.

Pertemuan 1-3: Berbicara Santun, Volume, dan Intonasi


1. Pengenalan Konsep Komunikasi Efektif (20 menit): Guru menjelaskan
pentingnya pilihan kata yang santun, volume suara yang pas, dan
intonasi yang tepat agar pesan tersampaikan dengan baik. Guru
memberikan contoh penggunaan kata santun dalam percakapan sehari-
hari.
2. Latihan Mimik dan Gestur (Joyful & Aktif) (30 menit): Guru mengajak siswa
berlatih mimik wajah (senyum, terkejut, sedih) dan gestur sederhana
(mengangguk, mengangkat tangan) di depan cermin atau berpasangan.
Guru memberikan kartu berisi situasi emosi dan siswa meniru
ekspresinya.
3. Simulasi Percakapan Santun (Role-Playing & Kolaborasi) (40 menit): Siswa
dibagi berpasangan atau kelompok tiga. Guru memberikan skenario
percakapan sehari-hari (misalnya, meminta bantuan, mengucapkan
terima kasih, meminta maaf). Siswa memerankan percakapan tersebut
dengan memperhatikan pilihan kata santun, volume, dan intonasi.
4. Latihan Volume dan Intonasi dengan Mikrofon (30 menit): Siswa bergantian
menggunakan mikrofon mainan atau alat peraga untuk berbicara dengan
volume dan intonasi yang berbeda (misalnya, berbicara seperti
membisik, berbicara normal, berbicara dengan semangat). Guru
memberikan umpan balik langsung.
5. Refleksi Diri (Mindful) (20 menit): Siswa merefleksikan bagaimana
perasaan mereka saat berbicara dengan baik dan saat melakukan
kesalahan, serta apa yang bisa diperbaiki.
Pertemuan 4-6: Terlibat Aktif dalam Percakapan dan Diskusi
1. Aturan Diskusi yang Baik (15 menit): Guru menjelaskan aturan dasar
dalam berdiskusi (mendengarkan, tidak memotong, berbicara
bergantian, menghargai pendapat, menyampaikan pendapat dengan
jelas).
Widia Yuli Herni, [Link]

2. Diskusi Panel Kecil (Kolaborasi & Penalaran Kritis) (50 menit): Siswa dibagi
menjadi kelompok-kelompok. Guru memberikan topik diskusi sederhana
yang relevan dengan lingkungan sekitar (misalnya, "Bagaimana menjaga
kebersihan kelas?", "Permainan apa yang paling menyenangkan?", "Apa
makanan sehat favoritmu?"). Setiap kelompok memilih juru bicara dan
berdiskusi, kemudian mempresentasikan hasil diskusinya. Kelompok lain
boleh bertanya dan memberikan pendapat.
3. Permainan "Rantai Cerita" (Kreativitas & Komunikasi) (40 menit): Guru
memulai sebuah kalimat awal cerita. Setiap siswa bergantian
menambahkan satu kalimat untuk melanjutkan cerita, sambil
memperhatikan alur dan tata bahasa. Ini melatih mereka berbicara
spontan dan mendengarkan.
4. Skenario 'Memecahkan Masalah' (Penalaran Kritis) (35 menit): Guru
memberikan kartu berisi skenario masalah sederhana (misalnya,
"Temanmu lupa membawa bekal", "Ada sampah berserakan di taman").
Siswa dalam kelompok berdiskusi mencari solusi dan
mempresentasikannya.
Pertemuan 7-9: Menceritakan Kembali Informasi dan Presentasi Sederhana
1. Review Menceritakan Kembali (15 menit): Guru mengulas kembali
pentingnya menceritakan kembali informasi secara runtut dan jelas.
2. Menyimak dan Menceritakan Kembali Teks Narasi (Meaningful Learning) (45
menit): Guru membacakan atau memutarkan audio teks narasi
(dongeng/fabel/cerita pengalaman). Setelah itu, siswa secara individu
atau berpasangan diminta untuk menceritakan kembali isi cerita dengan
bahasa sendiri, memperhatikan urutan kejadian.
3. Proyek Presentasi Pribadi: "Kisah Lingkungan Sekitarku" (PBL &
Kemandirian) (60 menit): Setiap siswa memilih satu hal menarik di
lingkungan sekitar mereka (misalnya, tempat wisata, jajanan khas, tokoh
masyarakat, atau hewan peliharaan). Mereka mencari informasi
tambahan (bisa dari orang tua, buku, atau pengamatan), kemudian
menyiapkan presentasi singkat (2-3 menit) untuk menceritakan tentang
hal tersebut di depan kelas. Guru menekankan penggunaan pilihan kata
santun, volume, intonasi, dan gesture yang tepat.
4. Presentasi Akhir & Umpan Balik (40 menit): Siswa mempresentasikan
proyeknya di depan kelas secara bergantian. Teman-teman dan guru
memberikan umpan balik konstruktif mengenai cara berbicara dan
kejelasan informasi.
Penutup (± 15 menit per pertemuan)
1. Review Materi (5 menit): Guru bersama siswa merangkum poin-poin
penting yang telah dipelajari hari ini, khususnya tentang pentingnya
berbicara dengan santun, intonasi yang tepat, berdiskusi, dan
menceritakan kembali.
2. Refleksi Diri (5 menit): Guru mengajukan pertanyaan reflektif (sesuai
bagian M) untuk membantu siswa menginternalisasi pembelajaran dan
merencanakan perbaikan di masa depan.
3. Pemberian Tugas/Tindak Lanjut (5 menit): Guru memberikan tugas
"Observasi Pembicara" di rumah, meminta siswa mengamati bagaimana
orang dewasa berbicara (misalnya orang tua, guru, atau pembawa acara
TV) dan mencatat hal-hal baik yang bisa ditiru.
4. Penutupan dan Doa: Guru menutup pelajaran dengan salam dan doa.
Widia Yuli Herni, [Link]

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif (Sepanjang Pembelajaran):
1. Observasi Guru: Mengamati partisipasi siswa dalam simulasi percakapan,
diskusi kelompok, penggunaan pilihan kata, volume, intonasi, dan gesture.
2. Catatan Anecdotal: Mencatat respons siswa yang signifikan, baik positif
maupun yang memerlukan bimbingan lebih lanjut, terkait kemampuan
berbicara dan mempresentasikan.
3. Penilaian Diri dan Antar Teman: Melalui rubrik sederhana untuk kegiatan
diskusi kelompok dan latihan presentasi.
4. Penugasan Lisan: Penilaian saat siswa menceritakan kembali teks narasi
secara individu.
Asesmen Sumatif (Akhir Unit Pembelajaran):
1. Proyek Presentasi Pribadi "Kisah Lingkungan Sekitarku": Penilaian
kemampuan siswa mempresentasikan informasi secara lisan (sesuai
rubrik LKPD).
2. Simulasi Percakapan Berpasangan: Guru memberikan skenario percakapan
yang lebih kompleks, dan siswa dinilai berdasarkan kriteria pilihan kata,
volume, intonasi, dan gesture.
3. Tes Lisan Menceritakan Kembali: Siswa diberikan teks narasi baru (yang
belum pernah dibaca di kelas) dan diminta untuk menceritakan kembali
isi ceritanya secara lisan.

K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa kemampuan berbicara dan
mempresentasikan bukanlah sekadar mengeluarkan suara, melainkan keterampilan
penting untuk menyampaikan ide, perasaan, dan informasi secara efektif kepada
orang lain. Mereka akan menyadari bahwa berbicara dengan santun, jelas, dan
percaya diri akan membantu mereka dalam berinteraksi sosial, belajar, dan
memecahkan masalah. Pemahaman ini akan menumbuhkan rasa percaya diri
dan mendorong mereka untuk menjadi komunikator yang baik dalam berbagai
situasi.

L. Materi Bahan Ajar


Berbicara Efektif: Kata Santun, Volume, Intonasi, dan Gestur

Berbicara bukan hanya tentang mengeluarkan suara, tetapi juga tentang


bagaimana suara itu disampaikan. Ada beberapa hal penting agar apa yang
kita sampaikan mudah dipahami dan orang lain senang mendengarnya.
Pertama, gunakanlah pilihan kata yang santun. Kata-kata santun adalah kata-
kata yang baik, sopan, dan tidak menyakiti perasaan orang lain. Kedua,
perhatikan volume suara. Volume suara harus pas, tidak terlalu keras (seperti
berteriak) dan tidak terlalu pelan (seperti berbisik), agar semua orang bisa
mendengar. Ketiga, gunakan intonasi yang tepat. Intonasi adalah naik
turunnya nada suara kita, yang bisa menunjukkan apakah kita bertanya,
senang, atau sedang bersemangat. Terakhir, perhatikan sikap tubuh atau
gestur. Gerakan tangan, ekspresi wajah, dan cara kita berdiri juga bisa
membantu menyampaikan pesan dan membuat kita terlihat lebih percaya diri.

Berdiskusi dan Menceritakan Kembali Informasi


Widia Yuli Herni, [Link]

Selain berbicara satu arah, kita juga sering terlibat dalam percakapan dan
diskusi. Diskusi adalah kegiatan bertukar pikiran untuk mencari solusi atau
pemahaman bersama. Dalam diskusi, penting untuk mendengarkan pendapat
teman dengan baik, tidak memotong pembicaraan, dan menyampaikan
pendapat kita secara jelas dan sopan. Ingatlah bahwa setiap orang punya hak
untuk berpendapat, dan kita harus menghargai perbedaan itu. Selain
berdiskusi, kita juga sering diminta menceritakan kembali informasi yang
sudah kita baca atau dengar. Saat menceritakan kembali, pastikan ceritanya
runtut (sesuai urutan kejadian), jelas, dan menggunakan bahasa kita sendiri
agar lebih mudah dipahami. Ini menunjukkan bahwa kita benar-benar
memahami informasi tersebut.

Pentingnya Berbicara dan Mempresentasikan

Kemampuan berbicara dan mempresentasikan sangat penting dalam


kehidupan kita sehari-hari. Dengan kemampuan ini, kita bisa menyampaikan
keinginan kita kepada orang tua, bercerita pengalaman seru kepada teman-
teman, bertanya kepada guru jika ada yang tidak mengerti, atau bahkan
memimpin kelompok saat bermain. Saat kita bisa berbicara dan
mempresentasikan dengan baik, kita akan merasa lebih percaya diri. Orang
lain juga akan lebih mudah memahami kita dan mau mendengarkan kita. Jadi,
berlatih berbicara adalah cara yang hebat untuk menjadi anak Indonesia yang
hebat dan komunikator yang handal!

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. "Apa hal baru yang paling menarik yang saya pelajari tentang cara
berbicara atau menceritakan sesuatu hari ini?"
2. "Bagian mana dari kegiatan berbicara dan presentasi yang paling saya
pahami dengan baik? Bagian mana yang masih saya rasa sulit dan perlu
saya latih lagi?"
3. "Bagaimana cara saya akan menggunakan kemampuan berbicara dan
presentasi ini untuk berbagi cerita atau menyampaikan pendapat di
rumah atau dengan teman-teman?"
Refleksi Pendidik:
1. "Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik untuk sebagian besar
siswa? Jika tidak, bagian mana yang perlu diperbaiki pada pertemuan
berikutnya atau dalam remedial?"
2. "Metode atau strategi pembelajaran apa yang paling efektif dalam
meningkatkan keberanian dan kemampuan berbicara siswa? Apa yang
kurang efektif dan perlu disesuaikan?"
3. "Bagaimana saya dapat menciptakan lebih banyak kesempatan bagi
siswa untuk berbicara dan mempresentasikan di kelas agar mereka
semakin terbiasa dan percaya diri?"

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Nama Peserta Didik:
Widia Yuli Herni, [Link]

Kelas:

Tugas Mandiri: Proyek Presentasi Pribadi "Kisah Lingkungan Sekitarku" Petunjuk:


1. Pilih satu hal menarik yang ada di lingkungan sekitar rumah atau
sekolahmu (contoh: taman kota, warung makan favorit, cerita tentang
tetangga yang baik, atau hewan peliharaanmu).
2. Carilah informasi lebih lanjut tentang hal tersebut (misalnya, bertanya
kepada orang tua, mengamati, atau mencari di buku/internet jika ada).
3. Siapkan cerita atau informasi yang akan kamu sampaikan dalam bentuk
presentasi singkat (2-3 menit) di depan kelas. Kamu boleh membawa
gambar atau benda yang berhubungan dengan ceritamu.
4. Saat presentasi, perhatikan pilihan kata yang santun, volume suara yang
pas, intonasi yang tepat, dan sikap tubuh/gestur yang mendukung
ceritamu.
5. Berlatihlah di rumah sebelum maju ke depan kelas.

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Diskusi Kelompok dan Presentasi Siswa
| Kriteria Penilaian | Skala 1 (Sangat Kurang) | Skala 2 (Kurang) | Skala 3
(Cukup) | Skala 4 (Baik) | Skala 5 (Sangat Baik) |

|: |:
|: |
: |:
|:
_
|

| Pilihan Kata & Kesantunan Berbicara | Menggunakan pilihan kata yang sering
kurang santun atau tidak sesuai konteks. | Terkadang menggunakan pilihan
kata yang kurang santun atau kurang tepat. | Menggunakan pilihan kata yang
cukup santun dan sesuai konteks. | Menggunakan pilihan kata yang santun dan
tepat sesuai konteks secara konsisten. | Menggunakan pilihan kata yang
sangat santun, tepat, dan variatif, menunjukkan pemahaman mendalam. |

| Volume & Intonasi Suara | Volume terlalu pelan/keras atau intonasi monoton,
sehingga sulit dipahami. | Volume atau intonasi kurang stabil, kadang sulit
dipahami.
| Volume dan intonasi cukup baik, meskipun ada beberapa bagian yang kurang
tepat. | Volume dan intonasi tepat, jelas, dan sesuai dengan pesan yang
disampaikan. | Volume dan intonasi sangat tepat, jelas, ekspresif, dan
membuat audiens tertarik. |

| Sikap Tubuh/Gestur | Sikap tubuh kaku, kurang interaktif, atau gestur tidak
mendukung pesan. | Sikap tubuh kurang luwes, gestur kadang tidak sesuai. |
Sikap tubuh cukup baik, gestur sederhana yang mendukung pesan. | Sikap
tubuh luwes, gestur natural, dan mendukung pesan secara efektif. | Sikap
tubuh sangat luwes, gestur ekspresif, dan sangat efektif dalam memperkuat
pesan. |
Widia Yuli Herni, [Link]

| Keterlibatan dalam Diskusi (Kolaborasi) | Tidak aktif berpartisipasi dalam


diskusi kelompok dan kurang mendengarkan anggota lain. | Sesekali
berpartisipasi, namun sering tidak fokus atau mendominasi diskusi. |
Berpartisipasi aktif dalam diskusi, mendengarkan, dan memberikan kontribusi
yang cukup. | Berpartisipasi aktif dan konstruktif, mendengarkan dengan baik,
serta mendorong partisipasi anggota lain. | Selalu berpartisipasi aktif,
memberikan ide-ide orisinal, sangat kolaboratif, dan membantu anggota lain
mencapai tujuan. |

| Kemampuan Menceritakan Kembali/Presentasi | Cerita/informasi tidak runtut,


tidak jelas, dan banyak bagian penting yang hilang. | Cerita/informasi kurang
runtut, beberapa bagian penting hilang atau tidak jelas. | Cerita/informasi
cukup runtut dan jelas, meskipun ada sedikit kebingungan. | Cerita/informasi
runtut, jelas, dan disampaikan dengan detail yang memadai. | Cerita/informasi
sangat runtut, sangat jelas, detail, dan disampaikan dengan narasi yang
menarik. |

Total Skor: /25

Nilai Akhir: (Total Skor / 25) * 100

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran dengan
sangat baik, dapat diberikan tugas untuk menjadi 'reporter cilik' di kelas,
mewawancarai teman atau guru tentang topik tertentu, dan menyajikan
hasilnya di depan kelas.
 Mereka juga dapat melatih kemampuan bercerita di depan umum dengan
mengikuti lomba mendongeng di sekolah atau komunitas.
Remedial:
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru akan
memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil.
 Guru dapat memberikan skenario percakapan yang lebih sederhana
dengan bimbingan langsung untuk melatih pilihan kata, volume, dan
intonasi.
 Pengulangan latihan menceritakan kembali cerita pendek dengan bantuan
kartu gambar berurutan untuk membantu merunutkan informasi.

P. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada
pemahaman mendalam, menghubungkan konsep, dan menerapkan
pengetahuan dalam berbagai konteks, bukan hanya menghafal.
2. Intonasi: Nada bicara yang naik turun saat mengucapkan kalimat, yang
dapat mengubah makna atau menunjukkan emosi.
3. Gestur: Gerakan tubuh, terutama tangan dan kepala, yang digunakan
untuk membantu menyampaikan pesan atau mengekspresikan diri saat
berbicara.
Widia Yuli Herni, [Link]

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Panduan Pembelajaran
dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah.
Jakarta: Kemendikbudristek.
2. Nurhadi. (2004). Dimensi-dimensi Pembelajaran Bahasa. Jakarta: Bumi
Aksara.
3. Tarigan, H. G. (2013). Berbicara Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.
Bandung: Angkasa.
Widia Yuli Herni, [Link]

Modul Ajar
Pendekatan Deep Learning

A. Identitas Penulis
 Nama Penyusun: Widia Yuli Herni, [Link]
 Satuan Pendidikan: SDN 15 Anduring
 Tahun Ajaran: 2025/2026
 Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
 Fase: B
 Kelas/Semester: 4/2
 Alokasi Waktu: 18 JP

B. 8 Dimensi Profil Kelulusan


Pilih dimensi profil kelulusan yang sesuai:
 Keimanan dan Ketakwaan
 Kewargaan
 Penalaran Kritis
 Kreativitas
 Kolaborasi
 Kemandirian
 Kesehatan
 Komunikasi

C. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat


Berikut adalah cara guru menanyakan tentang pelaksanaan 7 kegiatan Anak
Indonesia Hebat:

"Anak-anak hebat, sebelum kita mulai belajar, Bu/Pak Guru ingin tahu nih,
bagaimana kalian sudah melaksanakan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat di
rumah? Angkat tangannya ya kalau kalian sudah melakukan salah satu
kegiatannya!
1. Bangun tidur: "Siapa yang tadi pagi bangunnya langsung semangat tanpa
disuruh? Atau ada yang masih suka malas-malasan?"
2. Beribadah: "Nah, setelah bangun, siapa yang sudah salat subuh, berdoa,
atau beribadah sesuai keyakinannya? Apa yang kalian rasakan setelah
beribadah?"
3. Berolahraga: "Wah, ada yang sudah bergerak dan olahraga pagi ini?
Misalnya lari-lari kecil, stretching, atau bantu orang tua di rumah? Apa
manfaatnya buat badan kalian?"
4. Gemar Belajar: "Kemarin malam, siapa yang sudah meluangkan waktu
untuk membaca buku cerita, belajar pelajaran besok, atau mencari tahu
hal baru yang menarik? Apa yang kalian pelajari?"
Widia Yuli Herni, [Link]

5. Makan sehat dan Bergizi: "Untuk sarapan tadi, siapa yang sudah makan
makanan yang sehat dan bergizi? Ada sayur atau buahnya tidak?
Mengapa penting makan makanan sehat?"
6. Bermasyarakat: "Di rumah atau di lingkungan sekitar, siapa yang sudah
membantu orang tua, bermain dengan teman secara rukun, atau ikut
menjaga kebersihan lingkungan? Apa yang kalian lakukan?"
7. Tidur Cepat: "Dan yang terakhir, semalam siapa yang sudah tidur lebih
awal supaya badannya segar dan siap belajar hari ini? Mengapa kita
perlu tidur yang cukup?"
"Hebat sekali! Ingat ya, melakukan 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat ini penting
sekali untuk pertumbuhan dan kebaikan kalian. Yuk, kita lakukan terus setiap
hari!"

D. Capaian dan Tujuan Pembelajaran


Capaian Pembelajaran:
 ELEMEN: Menulis
 Peserta didik mampu menulis berbagai teks sederhana dengan rangkaian
kalimat yang beragam dan informasi mengenai hal-hal menarik di
lingkungan sekitar. Peserta didik mampu menggunakan kaidah
sederhana kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna
denotatif untuk menulis teks sesuai dengan konteks. Peserta didik
terampil menulis kalimat dalam tulisan Latin dan tegak bersambung.
Tujuan Pembelajaran:

Setelah mengikuti proses pembelajaran ini, peserta didik diharapkan mampu:

1. Menulis kalimat yang beragam (tunggal dan majemuk sederhana) untuk


menyampaikan ide.
2. Menggunakan kosakata baru yang bermakna denotatif dalam tulisan
sesuai konteks.
3. Menulis berbagai teks sederhana (deskripsi, narasi personal, informasi
singkat) tentang hal-hal menarik di lingkungan sekitar.
4. Menerapkan kaidah kebahasaan sederhana (huruf kapital, tanda baca,
ejaan) dengan benar dalam tulisan.
5. Terampil menulis dalam tulisan Latin dan tegak bersambung dengan rapi
dan terbaca.
6. Mengembangkan ide dan imajinasi menjadi tulisan yang bermakna dan
mudah dipahami pembaca.

E. Sarana dan Prasarana


1. Buku tulis dan alat tulis (pensil, pulpen, penghapus).
2. Buku panduan menulis atau contoh-contoh teks sederhana (cerita anak,
deskripsi benda, poster).
3. Kamus kecil atau daftar kosakata baru.
4. Papan tulis/Whiteboard dan spidol/kapur.
5. Media visual (gambar, foto, video singkat) untuk memancing ide menulis.
Widia Yuli Herni, [Link]

F. Target Peserta Didik


 Peserta didik reguler (tanpa kesulitan belajar yang signifikan).
 Jumlah peserta didik disesuaikan dengan kapasitas kelas.

G. Model Pembelajaran
 Model: Writing Process Approach (Pendekatan Proses Menulis)
dipadukan dengan Discovery Learning.
 Metode: Brainstorming, diskusi kelompok, penulisan draf, revisi, editing,
presentasi/pameran tulisan, dan umpan balik teman sebaya.
 Pendekatan Deep Learning: Pembelajaran akan berfokus pada
pemahaman tahap-tahap penulisan, eksplorasi ide secara mendalam,
penggunaan bahasa yang presisi (denotatif), serta refleksi kritis terhadap
tulisan sendiri dan tulisan orang lain. Siswa didorong untuk menemukan
"suara" mereka sendiri dalam menulis dan mengaplikasikan kaidah
kebahasaan secara kontekstual.

H. Pertanyaan Pemantik
Mindful Learning (Fokus dan Kesadaran):
 "Coba pejamkan mata sebentar, bayangkan kalian ingin menceritakan
sesuatu yang sangat seru kepada teman yang jauh. Bagaimana kalian
bisa menceritakannya tanpa bertemu langsung?"
 "Ketika kita menulis, apakah kita hanya asal menulis saja, atau kita harus
memikirkan apa yang ingin kita sampaikan agar orang lain mengerti?"
Meaningful Learning (Makna dan Relevansi):
 "Pernahkah kalian menulis surat untuk seseorang yang kalian sayangi,
atau membuat daftar belanja untuk Ibu? Apa gunanya menulis itu?"
 "Menurut kalian, mengapa penting bagi kita untuk bisa menulis dengan
baik dan benar? Apa manfaatnya bagi masa depan kita?"
Joyful Learning (Kegembiraan dan Antusiasme):
 "Kalau kalian bisa menulis cerita apa pun, cerita tentang apa yang ingin
kalian tulis? Mengapa cerita itu?"
 "Bagaimana perasaan kalian saat berhasil menulis sebuah cerita atau
puisi yang bagus dan teman-teman kalian menyukainya?"

I. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran ini dirancang untuk melatih siswa aktif, kreatif, dan
kolaboratif, serta menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan
menyenangkan.

Pendahuluan (± 20 menit)
1. Pembukaan dan Salam (5 menit): Guru memulai pelajaran dengan salam,
menanyakan kabar siswa, dan mengajak siswa melakukan "senam jari"
ringan untuk menyiapkan tangan mereka menulis.
Widia Yuli Herni, [Link]

2. 7 Kegiatan Anak Indonesia Hebat (5 menit): Guru mengawali dengan


menanyakan pelaksanaan 7 kegiatan Anak Indonesia Hebat seperti yang
sudah dijelaskan di bagian C, mendorong siswa untuk berbagi
pengalaman singkat. Guru memberikan apresiasi dan penguatan positif.
3. Apersepsi (Mindful, Meaningful, Joyful) (5 menit): Guru menampilkan
sebuah benda sederhana (misalnya pensil, bunga, atau mainan) dan
meminta siswa untuk memikirkannya sejenak. Kemudian, guru bertanya:
"Kalau kalian ingin menggambarkan benda ini kepada teman yang tidak
pernah melihatnya, bagaimana kalian menuliskannya agar dia bisa
membayangkannya?" Guru mengajukan pertanyaan pemantik (sesuai
bagian H) untuk membangun kesadaran akan kekuatan tulisan.
4. Penyampaian Tujuan Pembelajaran (5 menit): Guru menjelaskan tujuan
pembelajaran hari ini, yaitu tentang pentingnya menulis dengan jelas,
benar, dan beragam untuk menyampaikan ide dan informasi. Guru
menghubungkan tujuan ini dengan kehidupan sehari-hari, misalnya saat
menulis catatan, membuat jadwal, atau menceritakan pengalaman di
buku harian.
Inti (± 140 menit per JP x 9 pertemuan = 1260 menit)

Karena alokasi waktu 18 JP, diasumsikan 1 JP = 35 menit, sehingga total 9


pertemuan.

Pertemuan 1-3: Membangun Gagasan dan Menulis Kalimat Beragam


1. Eksplorasi Ide (Brainstorming & Kreativitas) (30 menit): Guru menampilkan
beberapa gambar (misalnya: pemandangan alam, kegiatan di pasar,
binatang peliharaan). Siswa secara individu diminta menuliskan kata-
kata atau frasa yang muncul di pikiran mereka terkait gambar tersebut.
Kemudian, dalam kelompok kecil, mereka saling berbagi ide.
2. Mengenal Kalimat Tunggal dan Majemuk Sederhana (30 menit): Guru
menjelaskan perbedaan kalimat tunggal (satu ide) dan kalimat majemuk
sederhana (dua ide yang digabungkan). Guru memberikan contoh dan
meminta siswa membuat beberapa contoh sendiri.
3. Menulis Kalimat Deskriptif (40 menit): Siswa diminta memilih satu objek di
kelas atau dari gambar yang ditampilkan. Mereka kemudian berlatih
menulis 3-5 kalimat deskriptif tentang objek tersebut, menggunakan
kalimat tunggal dan majemuk sederhana. Guru berkeliling memberikan
bimbingan.
4. Latihan Kosakata Denotatif (Discovery Learning) (20 menit): Guru
menampilkan beberapa kata (misalnya: indah, besar, cepat). Siswa diminta
mencari makna denotatif (makna sebenarnya) dari kata-kata tersebut,
lalu menggunakan kata-kata itu dalam kalimat deskriptif mereka.
5. Permainan "Sambung Kata Menjadi Kalimat" (20 menit): Guru menuliskan
satu kata, lalu siswa bergantian menambahkan satu kata lagi hingga
menjadi kalimat yang utuh dan bermakna.
Pertemuan 4-6: Menyusun Teks Sederhana (Narasi Personal dan Informasi Singkat)
1. Pengenalan Tahap Menulis: Pra-menulis, Draf, Revisi (20 menit): Guru
menjelaskan bahwa menulis itu berproses. Dimulai dari mencari ide (pra-
menulis), menulis pertama kali (draf), dan memperbaiki (revisi).
2. Pra-menulis: Membuat Peta Pikiran/Kerangka (Penalaran Kritis & Mandiri) (40
menit): Siswa memilih satu pengalaman pribadi menarik (misalnya:
liburan, ulang tahun, kunjungan ke tempat baru) atau topik
Widia Yuli Herni, [Link]

informatif sederhana (misalnya: Cara Menanam Bunga, Manfaat


Berolahraga). Mereka membuat peta pikiran atau kerangka sederhana
untuk merencanakan tulisan mereka, termasuk ide pokok dan detail
penting.
3. Menulis Draf Teks Narasi Personal/Informatif (50 menit): Berdasarkan peta
pikiran/kerangka, siswa mulai menulis draf pertama dari teks narasi
personal atau teks informatif mereka. Guru menekankan pada
penyampaian ide yang jelas, bukan kesempurnaan tata bahasa di awal.
4. Revisi Berpasangan (Kolaborasi & Komunikasi) (30 menit): Siswa saling
bertukar draf tulisan dengan teman sebangku. Mereka memberikan
masukan konstruktif tentang kejelasan ide, alur, dan apakah pesan sudah
tersampaikan. Guru memberikan panduan pertanyaan untuk revisi.
Pertemuan 7-9: Menyempurnakan Tulisan dan Keterampilan Menulis Tegak
Bersambung
1. Mengenal Kaidah Kebahasaan (Ejaan, Huruf Kapital, Tanda Baca) (25 menit):
Guru menjelaskan dan memberikan contoh penggunaan huruf kapital
pada awal kalimat dan nama diri, tanda titik di akhir kalimat, serta ejaan
kata yang benar.
2. Editing Draf (Kemandirian & Penalaran Kritis) (45 menit): Siswa mengedit
draf mereka secara mandiri, berfokus pada perbaikan tata bahasa, ejaan,
penggunaan huruf kapital, dan tanda baca berdasarkan pelajaran
sebelumnya. Guru berkeliling memberikan bimbingan.
3. Latihan Menulis Tegak Bersambung (40 menit): Guru memberikan contoh
kalimat dalam tulisan Latin dan meminta siswa menuliskannya kembali
dalam tulisan tegak bersambung. Guru menekankan kerapian dan
keterbacaan. Siswa juga menulis ulang sebagian draf mereka dalam
tulisan tegak bersambung.
4. Proyek Akhir: "Buku Ceritaku/Majalah Pengetahuanku" (PBL & Kreativitas)
(60 menit): Siswa menyempurnakan tulisan mereka, menambahkan
gambar atau ilustrasi jika diperlukan. Hasil akhir dapat berupa "buku
cerita mini" atau lembaran "majalah pengetahuan" yang akan
dipamerkan di kelas.
5. Pameran Karya & Apresiasi (20 menit): Siswa memamerkan tulisan
mereka di dinding kelas atau di meja masing-masing. Mereka saling
mengunjungi dan memberikan apresiasi. Beberapa siswa dapat
membacakan karya mereka di depan kelas.
Penutup (± 15 menit per pertemuan)
1. Review Materi (5 menit): Guru bersama siswa merangkum poin-poin
penting yang telah dipelajari hari ini, khususnya tentang proses menulis,
penggunaan kalimat beragam, kosakata, kaidah kebahasaan, dan tulisan
tegak bersambung.
2. Refleksi Diri (5 menit): Guru mengajukan pertanyaan reflektif (sesuai
bagian M) untuk membantu siswa menginternalisasi pembelajaran dan
merencanakan perbaikan di masa depan.
3. Pemberian Tugas/Tindak Lanjut (5 menit): Guru memberikan tugas menulis
singkat di rumah (misalnya, membuat catatan harian, menulis deskripsi
tentang benda kesayangan), serta mengingatkan untuk selalu berlatih
menulis rapi.
4. Penutupan dan Doa: Guru menutup pelajaran dengan salam dan doa.
Widia Yuli Herni, [Link]

J. Asesmen Formatif dan Sumatif


Asesmen Formatif (Sepanjang Pembelajaran):
1. Observasi Guru: Mengamati keaktifan siswa dalam brainstorming, diskusi
kelompok, proses revisi, dan latihan menulis.
2. Catatan Anecdotal: Mencatat respons siswa yang signifikan, baik positif
maupun yang memerlukan bimbingan lebih lanjut, terkait kemampuan
menulis dan penggunaan kaidah kebahasaan.
3. Penilaian Diri dan Antar Teman: Melalui rubrik sederhana untuk proses
revisi dan umpan balik antar teman.
4. Lembar Kerja: Penilaian draf tulisan, latihan kalimat beragam, dan latihan
kaidah kebahasaan.
Asesmen Sumatif (Akhir Unit Pembelajaran):
1. Proyek Akhir "Buku Ceritaku/Majalah Pengetahuanku": Penilaian produk
tulisan siswa berdasarkan rubrik yang komprehensif (sesuai rubrik LKPD).
2. Tes Tertulis:
o Menulis Teks Singkat: Menulis teks deskripsi atau narasi personal
sederhana tentang topik yang diberikan.
o Perbaikan Kalimat: Mengoreksi kalimat yang memiliki kesalahan
ejaan, huruf kapital, atau tanda baca.
o Menulis Tegak Bersambung: Menulis beberapa kalimat dalam tulisan
tegak bersambung dengan rapi.

K. Pemahaman Bermakna
Peserta didik akan memahami bahwa menulis adalah cara yang kuat untuk
mengungkapkan ide, perasaan, dan berbagi informasi dengan orang lain, bahkan
dengan mereka yang tidak ada di dekat kita. Mereka akan menyadari bahwa
menulis bukan hanya tentang keindahan tulisan tangan, tetapi juga tentang
kejelasan pesan, penggunaan bahasa yang tepat, dan kemampuan untuk
merangkai pikiran menjadi sebuah karya. Pemahaman ini akan menumbuhkan
kepercayaan diri mereka dalam berkomunikasi secara tertulis dan melihat
menulis sebagai alat yang kreatif dan bermanfaat.

L. Materi Bahan Ajar


Proses Menulis: Dari Ide Hingga Karya

Menulis bukanlah sekadar memegang pensil dan menggerakkannya di atas


kertas. Menulis adalah sebuah proses yang dimulai dari mencari dan
mengembangkan ide (pra-menulis), kemudian menuangkan ide-ide itu ke
dalam bentuk tulisan pertama (draf). Setelah itu, kita perlu membaca ulang
tulisan kita dan memperbaikinya agar lebih jelas dan mudah dibaca (revisi).
Terakhir, kita mengoreksi kesalahan ejaan, tanda baca, dan huruf kapital
(editing). Melalui proses ini, kita bisa menulis berbagai jenis teks sederhana,
mulai dari cerita tentang pengalaman kita, deskripsi benda di sekitar, hingga
informasi singkat yang bermanfaat.

Bahasa dalam Tulisan: Kosakata Denotatif dan Kaidah Kebahasaan

Agar tulisan kita mudah dipahami, kita perlu memilih kata-kata yang tepat.
Salah satunya adalah menggunakan kosakata denotatif, yaitu kata-kata yang
memiliki
Widia Yuli Herni, [Link]

makna sebenarnya, bukan makna kiasan. Misalnya, kata "pohon" secara


denotatif berarti tumbuhan berbatang kayu. Selain itu, ada kaidah kebahasaan
sederhana yang wajib kita perhatikan, seperti penggunaan huruf kapital pada
awal kalimat dan nama orang/tempat, serta tanda baca seperti titik (.) di akhir
kalimat. Ejaan yang benar juga sangat penting agar tulisan kita tidak
menimbulkan salah paham. Dengan memperhatikan hal-hal ini, tulisan kita
akan menjadi jelas, akurat, dan mudah dibaca oleh siapa pun.

Keterampilan Menulis Tangan: Latin dan Tegak Bersambung

Menulis yang baik juga berarti memiliki tulisan tangan yang rapi dan terbaca.
Di sekolah dasar, kita belajar dua jenis tulisan tangan: tulisan Latin (cetak) dan
tulisan tegak bersambung. Keduanya memiliki fungsi dan keindahan masing-
masing.
Tulisan Latin lebih sering kita lihat di buku dan media cetak, sedangkan tulisan
tegak bersambung membantu kita menulis lebih cepat dan sambung-
menyambung.
Penting untuk terus berlatih keduanya agar tangan kita terbiasa menulis
dengan rapi, sehingga ide-ide hebat yang ada di kepala kita bisa tersampaikan
dengan baik di atas kertas. Menulis adalah kekuatan yang luar biasa untuk
berbagi dunia kita dengan orang lain.

M. Refleksi
Refleksi Peserta Didik:
1. "Apa hal baru yang paling menarik yang saya pelajari tentang cara
menulis hari ini?"
2. "Bagian mana dari proses menulis yang paling saya pahami dengan baik?
Bagian mana yang masih saya rasa sulit dan perlu saya latih lagi?"
3. "Bagaimana saya akan menggunakan kemampuan menulis ini untuk
mengungkapkan ide atau cerita saya di luar sekolah?"
Refleksi Pendidik:
1. "Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik untuk sebagian besar
siswa? Jika tidak, bagian mana yang perlu diperbaiki pada pertemuan
berikutnya atau dalam remedial?"
2. "Metode atau strategi pembelajaran apa yang paling efektif dalam
meningkatkan kemampuan menulis dan kreativitas siswa? Apa yang
kurang efektif dan perlu disesuaikan?"
3. "Bagaimana saya dapat menciptakan lingkungan yang lebih mendukung
bagi siswa untuk berani menulis dan berbagi karya mereka tanpa rasa
takut salah?"

N. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)


Nama Peserta Didik:

Kelas:
Widia Yuli Herni, [Link]

Proyek Akhir: Menulis "Buku Harian Petualanganku" atau "Majalah Sains Mini"
Petunjuk:
1. Pilih salah satu dari dua pilihan proyek:
o Pilihan 1: Buku Harian Petualanganku (Menulis narasi personal)

Pikirkan satu pengalaman menarik atau petualangan seru yang


pernah kamu alami (misalnya, pergi berlibur, bermain di suatu
tempat baru, atau kejadian lucu di rumah). Tuliskan ceritamu
dalam 2-3 paragraf.
Pastikan ceritamu memiliki awal, inti, dan akhir.

o Pilihan 2: Majalah Sains Mini (Menulis teks informatif)

Pilih satu topik menarik di lingkungan sekitar yang ingin kamu


jelaskan (misalnya, Cara Pohon Tumbuh, Manfaat Air Hujan, atau
Mengapa Kita Harus Tidur Cukup). Tuliskan informasinya dalam 2-3
paragraf.
Gunakan fakta sederhana yang kamu ketahui atau cari dari buku.

2. Dalam tulisanmu, perhatikan hal-hal berikut:


o Gunakan kalimat yang beragam (jangan hanya kalimat pendek-
pendek).
o Gunakan kosakata yang tepat sesuai dengan makna sebenarnya.
o Tuliskan dengan rapi (boleh tulisan Latin atau tegak bersambung,
pilih salah satu).
o Periksa huruf kapital di awal kalimat dan nama diri.
o Gunakan tanda titik di akhir kalimat.
o Pastikan ejaan kata-katamu benar.
3. Kamu boleh menambahkan gambar atau ilustrasi yang sesuai dengan
ceritamu.
4. Setelah selesai, kamu akan memamerkan karyamu di kelas!

Rubrik Penilaian Analitik untuk Tugas Menulis Proyek Akhir


Skala 1 Skala 2 Skala 5
Kriteria Skala 3 Skala 4
(Sangat (Kurang (Sangat
Penilaian (Cukup) (Baik)
Kurang) ) Baik)

Ide Ide sangat


kurang jelas,
Ide tidak jelas, Ide jelas, alur/stru
Ide cukup
jelas, tidak alur/stru alur/strukt ktur
jelas,
Pengemb ada ktur tidak ur runtut, sangat
alur/struktur
angan Ide & alur/strukt runtut, dan runtut,
cukup runtut,
Isi Tulisan ur, atau atau informasi informas
dan
informasi informa si disajikan kaya dan
informasi
tidak terbatas dengan mendala
memadai.
relevan. . baik. m.
Widia Yuli Herni, [Link]

Skala 1 Skala 2 Skala 5


Kriteria Skala 3 Skala 4
(Sangat (Kurang (Sangat
Penilaian (Cukup) (Baik)
Kurang) ) Baik)

Menggu
Rangkai
nakan
Hanya an Menggunak
rangkaia
menggun kalimat an beberapa Menggun
n kalimat
akan monoto n, kalimat akan
sangat
kalimat kosakat a beragam, rangkaian
beraga m,
Rangkaia n tunggal, kurang kosakata kalimat
kosakat a
Kalimat & kosakata bervaria cukup beragam,
Kosakata kaya,
terbatas, si atau bervariasi kosakata
tepat
dan sering kurang dan sebagian bervariasi
makna
tidak tepat tepat besar tepat dan tepat
(denotati
maknanya maknan maknanya. maknanya
f), dan
. ya. .
menarik.

Cukup
Sedikit Hampir
banyak
Banyak Beberapa kesalahan tidak ada
kesalah
kesalahan kesalahan ejaan, huruf kesalah
Kaidah an ejaan,
ejaan, huruf ejaan, huruf kapital, an ejaan,
Kebahas huruf
kapital, dan kapital, atau atau tanda huruf
aan (Ejaan, kapital,
tanda baca tanda baca, baca yang kapital,
Huruf dan tanda
Kapital, yang namun tidak tidak dan tanda
baca yang
Tanda Baca) menggan kadang
menggangg menggan baca,
ggu u pemahama ggu sangat
mengga
pemaham n. pemaham rapi.
nggu.
an. an.

Tulisan
sangat
Tulisan
Tulisan rapi,
Tulisan rapi, mudah
kurang Tulisan sangat
sangat dibaca, dan
Kerapian & rapi, cukup rapi mudah
tidak rapi, konsisten
Keterbac kadang dan terbaca, dibaca,
sulit dibaca, dalam jenis
aan Tulisan sulit dengan dan
atau tidak tulisan
Tangan dibaca, sedikit estetik,
konsisten (Latin/sa
atau tidak ketidakkons menunju
(Latin/sa mbung).
konsiste istenan. kkan
mbung).
n. keteram
pilan yang
tinggi.
Widia Yuli Herni, [Link]

Skala 1 Skala 2 Skala 5


Kriteria Skala 3 Skala 4
(Sangat (Kurang (Sangat
Penilaian (Cukup) (Baik)
Kurang) ) Baik)

Sangat
kreatif
Sedikit
dalam
Tidak ada upaya
Kreatif penyajia
upaya untuk Cukup kreatif
dalam n, ilustrasi
untuk membu at dalam
penyajian, sangat
Kreativita s membuat tulisan penyajian,
ilustrasi relevan,
& Daya tulisan menarik ada ilustrasi
relevan dan menarik,
Tarik menarik , yang cukup
menduku dan
atau tidak ilustrasi relevan.
ng tulisan. memper
ada kurang
kuat
ilustrasi. relevan.
makna
tulisan.

Total Skor: /25

Nilai Akhir: (Total Skor / 25) * 100

O. Pengayaan dan Remedial


Pengayaan:
 Bagi peserta didik yang telah mencapai tujuan pembelajaran dengan
sangat baik, dapat diberikan tugas untuk menulis cerita bergambar atau
membuat komik sederhana yang berlatar belakang lingkungan sekitar
sekolah atau rumah mereka.
 Mereka juga dapat menjadi "editor cilik" yang membantu teman-teman
lain dalam mengoreksi tulisan mereka.
Remedial:
 Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, guru akan
memberikan bimbingan individual atau kelompok kecil.
 Guru dapat memberikan latihan menulis kalimat demi kalimat dengan fokus
pada satu kaidah kebahasaan saja (misalnya hanya fokus huruf kapital,
lalu diulang pada tanda baca).
 Pemberian lembar kerja dengan latihan menulis tegak bersambung yang
lebih terstruktur dan berulang.

P. Glosarium
1. Deep Learning: Pendekatan pembelajaran yang berfokus pada
pemahaman mendalam, menghubungkan konsep, dan menerapkan
pengetahuan dalam berbagai konteks, bukan hanya menghafal.
2. Denotatif: Makna sebenarnya atau makna lugas dari sebuah kata, tanpa
tambahan perasaan atau pikiran lain (contoh: "bunga" berarti bagian
tumbuhan yang berwarna-warni).
Widia Yuli Herni, [Link]

3. Teks Narasi Personal: Jenis tulisan yang menceritakan pengalaman pribadi


penulis secara berurutan, bisa berupa cerita harian, pengalaman liburan,
atau kejadian lucu.

Q. Daftar Pustaka
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2022). Panduan Pembelajaran
dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah.
Jakarta: Kemendikbudristek.
2. Tarigan, H. G. (2015). Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.
Bandung: Angkasa.
3. Semi, M. A. (2018). Dasar-dasar Keterampilan Menulis. Bandung: Angkasa.

Anda mungkin juga menyukai