SUMMARY NOTES–1812-PJK-03-01
SPT
Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) adalah surat yang oleh Wajib Pajak digunakan
untuk melaporkan penghitungan dan atau pembayaran pajak, objek pajak dan atau
bukan objek pajak dan atau harta dan kewajiban, menurut ketentuan peraturan
perundang-undangan perpajakan.
Jenis formulir SPT tahunan (jangka waktu pelaporannya setahun)
Ada beberapa formulir dalam pelaporan SPT tahunan ini, diantaranya adalah:
1. Formulir 1771
2. Formulir 1770
3. Formulir 1770S
Digunakan oleh Wajib Pajak Orang Pribadi yang penghasilan dari pekerjaannya lebih
dari satu pemberi kerja, atau penghasilannya lebih dari Rp60.000.000 setahun, atau
Wajib Pajak tersebut memiliki penghasilan lain. Formulir 1770S ini tidak bisa
digunakan oleh Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau
pekerjaan bebas.
4. Formulir 1770 SS
Formulir SPT Tahunan yang paling sederhana yang ditujukan Wajib Pajak Orang
Pribadi yang penghasilannya setahun hanya dari pekerjaan dan jumlahnya tidak
lebih dari Rp60.000.000 setahun.
5. Bukti Potong 172-A1 dan atau 1721-A2
Formulir keterangan dari pemberi kerja yang menjelaskan pajak dari wajib pajak
yang sudah dipotong oleh pemberi Kerja. Formulir ini dilampirkan saat SPT
dilaporkan.
Jenis SPT Masa (jangka waktu pelaporan setiap bulan)
1. SPT Masa Pajak Penghasilan Pasal 21 dan Pasal 26;
2. SPT Masa Pajak Penghasilan Pasal 22;
3. SPT Masa Pajak Penghasilan Pasal 23 dan Pasal 26;
4. SPT Masa Pajak Penghasilan Pasal 25;
5. SPT Masa Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat (2);
6. SPT Masa Pajak Penghasilan Pasal 15;
7. SPT Masa Pajak Pertambahan Nilai;
8. SPT Masa Pajak Pertambahan Nilai bagi Pemungut;
9. SPT Masa Pajak Pertambahan Nilai bagi Pengusaha Kena Pajak Pedagang Eceran
yang menggunakan nilai lain sebagai Dasar Pengenaan Pajak;
10. SPT Masa Pajak Penjualan atas Barang Mewah;
Pengisian dan Penyampaian SPT
Berikut ini adalah cara mengisi dan penyampaian SPT:
1. Setiap Wajib Pajak wajib mengisi SPT dalam bahasa Indonesia dengan
menggunakan huruf latin, angka arab, satuan mata uang rupiah, dan
Halaman | 1
SUMMARY NOTES–1812-PJK-03-01
menandatangani serta menyampaikannya ke kantor Direktorat Jenderal Pajak
tempat Wajib Pajak terdaftar atau dikukuhkan.
2. Wajib Pajak yang telah mendapat izin Menteri Keuangan untuk menyelenggarakan
pembukuan dengan menggunakan bahasa asing dan mata uang selain Rupiah,
wajib menyampaikan SPT dalam bahasa Indonesia dan mata uang selain Rupiah
yang diizinkan.
Fungsi SPT
Berikut ini merupakan fungsi SPT
1. Wajib Pajak PPh
Sebagai sarana WP untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan
penghitungan jumlah pajak yang sebenarnya terutang dan untuk melaporkan
tentang:
a. Pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri atau melalui
pemotongan atau pemungutan pihak lain dalam satu tahun pajak atau bagian
tahun pajak;
b. Penghasilan yang merupakan objek pajak dan atau bukan objek pajak; harta dan
kewajiban;
c. Pemotongan/pemungutan pajak orang atau badan lain dalam satu masa pajak.
2. Pengusaha Kena Pajak (PKP)
Sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan penghitungan
jumlah PPN dan PPnBM yang sebenarnya terutang dan untuk melaporkan tentang:
a. Pengkreditan Pajak Masukan terhadap Pajak Keluaran;
b. Pembayaran atau pelunasan pajak yang telah dilaksanakan sendiri oleh PKP dan
atau melalui pihak lain dalam satu masa pajak, yang ditentukan oleh ketentuan
peraturan perundang-undangan perpajakan yang berlaku.
3. Pemotong/Pemungut Pajak
Sebagai sarana untuk melaporkan dan mempertanggungjawabkan pajak yang
dipotong atau dipungut dan disetorkan.
Tempat Pengambilan SPT
Setiap WP harus mengambil sendiri formulir SPT di Kantor Pelayanan
Pajak (KPP), Kantor Penyuluhan dan Pengamatan Potensi Perpajakan (KP4), Kantor
Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP), Kantor Wilayah DJP, Kantor
Pusat DJP, atau melalui website DJP [Link] untuk
mencetak/menggandakan/fotokopi dengan bentuk dan isi yang sama dengan aslinya.
_________________
Penulis: Ai Annisaa Utami [Link] [Link].
Sumber Referensi:
Waluyo, 2014. Perpajakan [Link] : Salemba Empat
Undang - undang Republik Indonesia No 28 Tahun 2009 Tentang KetentuanUmum dan Tata cara
Perpajakan
Halaman | 2