IMPROCARE EDUCATION
“Tak Kenal Maka Tak Sayang”
Lutfi Yuliono
Operational Manager
087802874342
PT Mahaka Improcare Indonesia
Istana Mentari Blok B2/17,Sidoarjo – Jawa Timur
(031) 99712947
[Link]
[Link]
Urban Pest Awarness
Hama pemukiman adalah berbagai jenis hama yang hidup dilingkungan pemukiman
yang umumnya berupa suatu kompleks [Link] itu dibangun terutama
untuk kepentingan kenyamanan hidup manusia,tetapi pada kenyataannya banyak
mahluk lainya ikut memanfaatkan kondisi itu sebagai habitat,tempat istirahat serta
tempat mencari makan.
Dengan kata lain hama pemukiman adalah berbagai jenis hama yang hidup atau
berada dilingkungan pemukiman manusia,yang keberadaanya dapat merupakan
gangguan atau bahkan bahaya bagi para pemukim.
Tikus Got (Rattus norvegicus ) Mencit (Mus musculus )
Hidung tumpul, badan besar, ekor lebih Berukuran kecil, mudah dijumpai di
pendek dari badan. rumah
TIKUS
Tikus atap (Rattus rattus ) Cecurut (Suncus murinus )
Pemakan serangga, hidung runcing, ekor
Hidung runcing, badan kecil, ekor lebih sangat pendek
penjang dari badan.
Siklus Hidup dan Ambang batas Populasi
Population Threshold
1 Bulan 3 Bulan
1 Pasang 12 individu 36 individu
3 Pasang 36 individu 108 individu
5 Pasang 60 individu 180 individu
Umur tikus rata-rata 3 tahun. Dalam satu tahun tikus betina beranak 4-5
kali,dengan masa bunting 3-4 minggu. Tiap kali melahirkan rata-rata 12 ekor
terdiri dari 6 jantan dan 6 betina.
SEKS & REPRODUKSI TIKUS
• Seks bebas : Betina kawin dengan beberapa jantan berbeda.
• Jantan dominan,dapat kawin dengan 20 betina berbeda dalam
periode 6jam.
• Betina dapat kawin pada periode merawat anak,sangat umum masih
menyusui tetapi beranak lagi.
• Pola reproduksi deret ukur.
Pembawa Penyakit
• Penyakit PES atau Black death
• Penyakit Leptospirosis
KECOA
Kecoa Amerika (Periplaneta americana) Kecoa Jerman (Blattela germanica)
Panjang sekitar 4 cm, warna merah Panjang sekitar 0,8 cm, warna terang,
keclokatan dengan garis batas kuning pada terdapat dua garis hitam pada bagian
bagian kepala belakang kepala.
Siklus Hidup
Seekor kecoa betina dapat menghasilkan sekitar 300 hingga 400 keturunan dalam masa hidupnya. Total umur seekor kecoa
bervariasi, tetapi biasanya berkisar antara 3-4 bulan hingga 2 tahun tergantung jenis spesies dan kondisi lingkungan.
Pembawa Penyakit
Kecoa menjadi penyebab penyebaran penyakit disentri, diare, cholera, virus hepatitis A, polio serta inang sementara bagi
beberapa spesies cacing.
Lalat
Lalat rumah (Musca domestica) Lalat daging (Sarcophaga spp.)
Lalat hijau (Chrysomya megacephala)
Siklus Hidup
Lalat melewati 4 fase dalam siklus hidupnya yaitu telur, larva, pupa, imago (dewasa). Seluruh waktu siklus hidup lalat
diperlukan 7-22 hari, tergantung pada suhu setempat, kelembaban dan makanan yang tersedia. Dari satu ekor lalat betina
dewasa dapat dihasilkan telur sebanyak 120 - 150 butir setiap peneluran.
Pembawa Penyakit
Berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh lalat sebagai vektor mekanik yaitu disentri, kholera, tifus, kecacingan, gatal
pada kulit dan diare.
Rayap
Rayap tanah (Macrotermes gilvus) Rayap kayu (Captotermes curvignathus)
Pada kasta prajurit mempunyai kepala besar,
berwarna coklat kemerahan. Sering Dicirikan warna lebih terang, ukuran kepala
ditemukan di sekitar permukaan tanah. pada kasta prajurit lebih kecil. Sasaran area
Namun tidak menutup kemungkinan yang diserang adalah bangunan-bangunan
menyerah area bangunan yang mengandung selulosa (kayu, kertas)
Siklus Hidup
Siklus hidup perkembangan rayap adalah melalui telur, nimfa, dewasa. Ratu rayap dapat memproduksi telur setiap tiga detik,
siang dan malam sekitar 30.000 telur setiap harinya. Ratu rayap merupakan serangga dengan umur terpanjang di dunia,
karena dapat hidup 15-25 tahun pada kondisi ideal.
Kerusakan Akibat Rayap
Culex sp. Anopheles sp.
Nyamuk
Aedes sp.
Mansonia sp.
Siklus Hidup
Siklus hidup nyamuk berupa telur, larva, pupa, dan dewasa. Nyamuk dapat mengeluarkan hingga 100 telur. Mulai dari telur
hingga dewasa nyamuk membutuhkan waktu 2-3 minggu.
Vektor Penyakit
Nyamuk menjadi serangga yang berperan sebagai vektor penyakit diantaranya DBD, malaria, virus zika, chikungunya, kaki
gajah.
GOOD PEST MANAGEMENT PRACTICES
Semarang,7 April 2021
PENDAHULUAN
Hama di lingkungan industri memiliki ancaman
risiko yang sangat tinggi karena dapat
menyebabkan kontaminasi & merusak persediaan
bahan baku,makanan,fasilitas serta menimbulkan
penyakit.
Langkah preventif seperti deteksi dini dan
pemantauan berkelanjutan sangat penting dalam
meminimalkan resiko serangan hama dengan
menggunakan pendekatan program pengendalian
hama terpadu(Intregated Pest Management)
METODE PENGENDALIAN
• Prevention : Berbagai langkah dan tindakan agar hama tidak bersarang di
dalam lingkungan [Link] langkah pencegahan,kami akan memberikan
berbagai rekomendasi langkah tindakan agar hama tidak datang dan
bersarang.
• Exclusion : Berbagai langkah dan tindakan untuk menghalangi akses masuk
hama kedalam lingkungan tempat tinggal kita.
• Sanitation : Menjaga kebersihan lingkungan dengan tujuan menghilangkan
tempat mencari makan,tempat bersarang,dan tempat berkembang biak
hama.
• Treatment : Melakukan segala tindakan yang diperlukan untuk
mengendalikan hama,disesuaikan dengan karakteristik masing masing
hama dan area menggunakan beberapa metode
treatment(Kimiawi,Biologis,Fisik,Clean Waste,Mekanik)
PENYEBAB MUNCULNYA HAMA
Pyramida Of Pest Tempat yang
nyaman
Sumber Sumber
air makanan
ENTRY OF PEST
Spot Spot yang berpotensi menjadi akses
masuknya hama dan menjadi tempat
bersarang.
Toilet & Tempat cuci tangan bersih Tidak ada sampah yang tertahan
Floor drain tidak tertutup
Point - Point yang seringkali terlewatkan
LANGKAH KOMPREHENSIF IPM
➢ Inspeksi
➢ Identifikasi hama dan kondisi kondisi penunjang
➢ Analisa
➢ Sanitasi,Ekslusi dan treatment jika diperlukan.
➢ Monitoring
➢ Dokumentasi
➢ Evaluasi
Jalur tikus ditandai dengan
adanya bercak hitam yang
ditinggalkan pada jalur yang
dilalui.
Kotoran Cicak
Jalur rayap.
Kotoran Tikus
EVALUASI
Grafik Population
8
8 7
6 6
5 5
4 3 4 5
TIKUS
2 LALAT
2 2
2 KECOA
0 1
JANUARI
FEBRUARI
MARET
APRIL
CARA PENGENDALIAN NON-PESTISIDA
• Sanitasi Lingkungan : Hilangkan tempat berkembang biak dan tempat
beristirahat hama(Pengendalian Fisik)
• Penggunaan musuh musuh alami hama(Pengendalian biotik)
• Pemasangan Screening berupa kassa halus pada lubang lubang
ventilasi(Pengendalian preventif)
• Dengan penerapan peraturan(Legal Control)
PRINSIP-PRINSIP PENGENDALIAN HAMA
• Bioekologi hama : Identitas,perilaku,Habitat,status resistensi,dinamika
populasi.
• Kondisi dan situasi lingkungan pemukiman.
• Karakteristik penduduk.
• Kesesuaian metode pengendalian dengan kondisi lapangan.
Harus didasari oleh fakta lapangan.
KEUNTUNGAN PROGRAM IPM
➢Pencegahan hama
➢Kesadaran konsumen
➢Penggunaan pestisida yang lebih sedikit(Tepat)
➢Memperbaiki program pemeliharaan dalam industri pangan
➢Pemecahan masalah hama dalam jangka panjang
➢Perlindungan yang efektif dan ramah lingkungan