0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
70 tayangan10 halaman

Modul Ajar Matematika: Matriks Deep Learning

Modul ajar ini ditujukan untuk siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Tempilang, berfokus pada konsep dan operasi matriks dalam matematika. Materi mencakup pengenalan matriks, operasi dasar, serta aplikasi dalam berbagai bidang seperti fisika dan ekonomi, dengan penekanan pada pengembangan keterampilan penalaran kritis, kreativitas, dan kolaborasi. Pembelajaran dirancang melalui metode interaktif dan penggunaan teknologi untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi.

Diunggah oleh

Fidiya Fidiya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
70 tayangan10 halaman

Modul Ajar Matematika: Matriks Deep Learning

Modul ajar ini ditujukan untuk siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Tempilang, berfokus pada konsep dan operasi matriks dalam matematika. Materi mencakup pengenalan matriks, operasi dasar, serta aplikasi dalam berbagai bidang seperti fisika dan ekonomi, dengan penekanan pada pengembangan keterampilan penalaran kritis, kreativitas, dan kolaborasi. Pembelajaran dirancang melalui metode interaktif dan penggunaan teknologi untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi.

Diunggah oleh

Fidiya Fidiya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR DEEP LEARNING

MATA PELAJARAN : MATEMATIKA


BAB: 3. MATRIKS

A. IDENTITAS MODUL
Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Tempilang
Nama Penyusun : Fidiya, S. Pd
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Fase /Semester : XI/ F / Ganjil
Alokasi Waktu : 14 JP (7 Pertemuan @ 2 JP)
Tahun Pelajaran : 2025 / 2026

B. IDENTIFIKASI KESIAPAN PESERTA DIDIK


Peserta didik diasumsikan telah memiliki pengetahuan dasar tentang bilangan real, sistem
persamaan linear dua atau tiga variabel, serta konsep dasar tentang pola dan susunan
bilangan. Mereka juga diharapkan memiliki kemampuan dasar dalam melakukan operasi
hitung aritmatika (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian) dengan teliti.
Pemahaman tentang pentingnya ketelitian dalam perhitungan akan menjadi modal awal
yang baik untuk memahami konsep matriks.

C. KARAKTERISTIK MATERI PELAJARAN


Materi Matriks merupakan jenis pengetahuan konseptual, prosedural, dan sedikit
metakognitif. Materi ini relevan dengan kehidupan nyata dalam berbagai bidang seperti
ekonomi (analisis input-output), teknologi informasi (grafika komputer, pengolahan
citra), dan fisika (transformasi ruang). Tingkat kesulitan materi ini bersifat menengah,
membutuhkan pemahaman konsep yang kuat sebelum beralih ke operasi yang lebih
kompleks. Struktur materi tersusun secara hierarkis, dimulai dari pengenalan konsep
dasar, jenis-jenis, operasi dasar, hingga aplikasi yang lebih mendalam seperti determinan
dan invers. Nilai dan karakter yang diintegrasikan meliputi ketelitian, ketekunan, berpikir
logis, dan kolaborasi dalam memecahkan masalah.

D DIMENSI PROFIL LULUSAN PEMBELAJARAN


● Penalaran Kritis: Peserta didik akan diajak untuk menganalisis berbagai masalah
matematika dan kehidupan nyata yang dapat dimodelkan dengan matriks,
mengevaluasi solusi, dan menyimpulkan secara logis.
● Kreativitas: Peserta didik didorong untuk menemukan berbagai cara dalam
menyelesaikan masalah matriks dan mengaplikasikan konsep matriks dalam situasi
baru.
● Kolaborasi: Melalui diskusi kelompok dan proyek, peserta didik akan belajar bekerja
sama, berbagi ide, dan membangun pemahaman bersama.
● Kemandirian: Peserta didik akan dilatih untuk bertanggung jawab atas proses
belajarnya sendiri, mencari sumber belajar tambahan, dan memecahkan masalah
secara mandiri.
● Komunikasi: Peserta didik akan mengkomunikasikan ide, proses, dan hasil
penyelesaian masalah matriks secara lisan maupun tertulis dengan jelas dan
sistematis.
DESAIN PEMBELAJARAN

A. CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) NOMOR : 32 TAHUN 2024


Pada akhir fase F, peserta didik mampu menerapkan konsep matriks dan operasi matriks
(penjumlahan, pengurangan, perkalian), menentukan determinan dan invers matriks
persegi berordo 2x2 dan 3x3, serta menggunakan matriks untuk menyelesaikan masalah
kontekstual yang berkaitan dengan sistem persamaan linear dan transformasi geometri.

B. LINTAS DISIPLIN ILMU YANG RELEVAN


● Fisika: Transformasi geometri (rotasi, translasi, dilatasi) dan sistem persamaan linear
dalam analisis rangkaian listrik.
● Ekonomi: Analisis input-output, teori permainan.
● Informatika: Grafika komputer, kriptografi sederhana, pengolahan citra digital.
● Teknik: Pemecahan sistem persamaan linear dalam berbagai aplikasi rekayasa.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan 1: Menemukan Konsep dan Jenis-Jenis Matriks (Alokasi Waktu: 2 JP)
● Peserta didik mampu menjelaskan pengertian matriks dan elemen-elemennya dengan
tepat setelah melakukan eksplorasi data tabel (Meaningful Learning).
● Peserta didik mampu mengidentifikasi ordo suatu matriks dan posisi elemennya
dengan benar setelah mengamati contoh-contoh di sekitar (Mindful Learning).
● Peserta didik mampu mengklasifikasikan jenis-jenis matriks (matriks baris, kolom,
persegi, identitas, nol, diagonal, segitiga) berdasarkan karakteristiknya melalui
diskusi kelompok (Kolaborasi, Joyful Learning).
Pertemuan 2 dan 3: Kesamaan Dua Matriks serta Penjumlahan dan Pengurangan
Antarmatriks (Alokasi Waktu: 4 JP)
● Peserta didik mampu menentukan kesamaan dua matriks dengan memeriksa ordo dan
elemen-elemen yang bersesuaian setelah memahami konsep dasar (Penalaran Kritis).
● Peserta didik mampu melakukan operasi penjumlahan matriks dengan benar setelah
memahami syarat dan langkah-langkahnya (Meaningful Learning).
● Peserta didik mampu melakukan operasi pengurangan matriks dengan benar setelah
memahami syarat dan langkah-langkahnya (Meaningful Learning).
● Peserta didik mampu menyelesaikan masalah kontekstual sederhana yang melibatkan
penjumlahan dan pengurangan matriks dengan cermat (Kemandirian).
Pertemuan 4 dan 5: Perkalian Matriks (Alokasi Waktu: 4 JP)
● Peserta didik mampu menjelaskan syarat perkalian dua matriks dengan tepat setelah
mengamati pola (Penalaran Kritis).
● Peserta didik mampu melakukan perkalian skalar dengan matriks dengan benar
(Meaningful Learning).
● Peserta didik mampu melakukan perkalian dua matriks dengan ordo 2x2 dan 2x3
dengan teliti (Mindful Learning).
● Peserta didik mampu menyelesaikan masalah kontekstual yang melibatkan perkalian
matriks dengan akurat (Kreativitas).
Pertemuan 6 dan 7: Determinan dan Invers Matriks (Alokasi Waktu: 4 JP)
● Peserta didik mampu menentukan determinan matriks ordo 2x2 dan 3x3 dengan
metode Sarrus atau kofaktor secara mandiri (Penalaran Kritis, Kemandirian).
● Peserta didik mampu menentukan invers matriks ordo 2x2 dan 3x3 dengan benar
setelah memahami konsep dan rumus (Meaningful Learning).
● Peserta didik mampu menggunakan determinan dan invers matriks untuk
menyelesaikan sistem persamaan linear dua dan tiga variabel dengan tepat (Penalaran
Kritis).
● Peserta didik mampu memecahkan masalah kontekstual yang melibatkan determinan
dan invers matriks dalam kehidupan sehari-hari (Kreativitas).

D. TOPIK PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL


● Aplikasi Matriks dalam Penjadwalan: Bagaimana matriks dapat digunakan untuk
mengatur jadwal piket kelas, jadwal pelajaran, atau susunan tim dalam suatu
perlombaan.
● Matriks dalam Kode Rahasia (Kriptografi Sederhana): Penggunaan operasi
matriks untuk menyandikan dan menguraikan pesan.
● Simulasi Pergerakan Objek: Penggunaan matriks dalam menggambarkan
pergeseran (translasi), putaran (rotasi), atau perubahan ukuran (dilatasi) suatu objek
dalam grafika komputer.
● Analisis Data Keuangan Sederhana: Penggunaan matriks untuk mengelola data
penjualan, pembelian, atau stok barang.

E. KERANGKA PEMBELAJARAN
PRAKTIK PEDAGOGIK
● Eksplorasi Lapangan (Opsional/Modifikasi): Untuk materi awal, peserta didik
dapat diajak mengidentifikasi data-data yang dapat disajikan dalam bentuk tabel
(misalnya, jadwal pelajaran, daftar nilai, data belanja harian). Ini bisa dilakukan di
lingkungan sekolah atau melalui observasi data sederhana yang mereka temui.
● Wawancara (Opsional/Modifikasi): Peserta didik dapat "mewawancarai" atau
mengumpulkan informasi dari buku atau sumber digital tentang bagaimana matriks
digunakan di bidang ekonomi atau teknologi. (Misalnya, mencari contoh kasus nyata
penggunaan matriks dalam grafika komputer atau analisis ekonomi).
● Presentasi: Setiap kelompok akan mempresentasikan hasil proyek atau diskusi
mereka mengenai pemahaman konsep, penyelesaian masalah, atau aplikasi matriks.
MITRA PEMBELAJARAN:
● Lingkungan Sekolah: Guru mata pelajaran lain (Fisika, Ekonomi, Informatika)
sebagai narasumber singkat atau pemberi contoh aplikasi matriks di bidang mereka.
Perpustakaan sekolah untuk mencari sumber belajar.
● Lingkungan Luar Sekolah: Ahli teknologi informasi atau praktisi ekonomi (melalui
video tutorial, artikel, atau wawancara daring jika memungkinkan) untuk
menunjukkan aplikasi nyata matriks.
● Masyarakat: Data-data sederhana dari lingkungan masyarakat (misalnya data sensus,
data penjualan di warung) yang dapat diolah menggunakan matriks.
LINGKUNGAN BELAJAR:
● Ruang Fisik: Kelas yang diatur secara fleksibel untuk diskusi kelompok dan
presentasi. Tersedia papan tulis/whiteboard untuk menjelaskan konsep dan
menyelesaikan soal.
● Ruang Virtual: Pemanfaatan platform Google Classroom untuk berbagi materi,
penugasan, dan pengumpulan proyek. Forum diskusi daring (misalnya di Google
Classroom atau grup chat khusus) untuk pertanyaan dan berbagi ide di luar jam
pelajaran.
● Budaya Belajar: Mendorong suasana kolaboratif di mana peserta didik aktif
berpartisipasi, berani bertanya, berbagi pengetahuan, dan mengembangkan rasa ingin
tahu terhadap aplikasi matriks.
PEMANFAATAN DIGITAL:
● Perpustakaan Digital: Mengarahkan peserta didik untuk mencari referensi tambahan
tentang matriks dari perpustakaan digital nasional atau platform edukasi lainnya.
● Forum Diskusi Daring: Menggunakan Google Classroom atau grup chat untuk
diskusi materi, tanya jawab, dan berbagi sumber belajar antarpeserta didik dan guru.
● Penilaian Daring: Penggunaan Google Forms atau platform kuis online (seperti
Kahoot atau Quizizz) untuk asesmen formatif dan sumatif.
● Kahoot/Mentimeter: Digunakan untuk kuis interaktif atau survei cepat untuk
mengecek pemahaman dan menjaga suasana belajar yang menyenangkan.
● Google Classroom: Sebagai platform utama untuk pengelolaan materi, tugas,
pengumuman, dan komunikasi.

F. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI


KEGIATAN PENDAHULUAN (15 MENIT)
● Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning): Guru memulai dengan mengajak
peserta didik untuk melakukan peregangan ringan atau teknik pernapasan singkat
(misalnya 1-2 menit) untuk membantu mereka fokus dan menenangkan pikiran
sebelum memulai pembelajaran. Guru dapat bertanya, "Apa yang kalian rasakan saat
ini? Mari kita hadir sepenuhnya di kelas ini."
● Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning): Guru mengajukan pertanyaan
pemantik yang menghubungkan materi matriks dengan pengalaman sehari-hari
peserta didik atau contoh aplikasi sederhana. Misalnya, "Pernahkah kalian melihat
data yang disusun dalam bentuk tabel di koran atau internet? Apa fungsi penyusunan
data seperti itu?" atau "Bagaimana cara kita mengatur barang-barang di rak agar
mudah ditemukan?". Guru memberikan apersepsi dengan mengaitkan materi
sebelumnya (sistem persamaan linear sederhana) dengan topik matriks.
● Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning): Guru menampilkan video singkat
atau gambar-gambar menarik yang menunjukkan aplikasi matriks dalam kehidupan
nyata (misalnya grafika game, efek film). Guru memberikan fun fact atau tebak-
tebakan ringan yang berkaitan dengan bilangan atau pola. Guru mengumumkan
tujuan pembelajaran hari ini dengan antusias dan menjelaskan bagaimana
pembelajaran akan dilakukan secara interaktif.
KEGIATAN INTI (BERDIFERENSIASI)
MENEMUKAN KONSEP DAN JENIS-JENIS MATRIKS (PERTEMUAN 1)
Memahami (Understanding) - Berkesadaran & Bermakna:
● Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok kecil heterogen (berdasarkan gaya
belajar atau minat).
● Setiap kelompok diberikan studi kasus nyata (misalnya data harga barang di beberapa
toko, data absensi kelas, data hasil survei sederhana) yang disajikan dalam bentuk
tabel.
● Diferensiasi Konten: Kelompok dengan kesiapan awal yang lebih tinggi bisa
diberikan data yang lebih kompleks, sementara kelompok lain diberikan data yang
lebih sederhana.
● Peserta didik diminta untuk mengidentifikasi pola penyusunan data, jumlah baris dan
kolom, serta informasi yang terkandung dalam setiap "sel" tabel.
● Guru membimbing diskusi untuk menarik kesimpulan tentang pengertian matriks dan
elemen-elemennya.
● Diferensiasi Proses: Peserta didik dapat memilih cara mereka mendokumentasikan
hasil temuan: mencatat di buku, membuat peta konsep, atau membuat presentasi
singkat.
Mengaplikasi (Applying) - Menggembirakan:
● Peserta didik secara individu atau berpasangan diminta untuk membuat 3 contoh
matriks dari data-data sederhana di sekitar mereka (misalnya data nilai ulangan, data
stok alat tulis di tas, data jumlah anggota keluarga).
● Mereka diminta untuk menentukan ordo dan menyebutkan posisi elemen-elemen
tertentu.
● Diferensiasi Produk: Beberapa peserta didik dapat menyajikan contoh matriks mereka
di papan tulis, yang lain bisa menggunakan alat digital sederhana (misalnya slide
presentasi).
Merefleksi (Reflecting) - Berkesadaran & Bermakna:
● Guru meminta peserta didik untuk merangkum secara lisan atau tulisan tentang apa
yang mereka pelajari mengenai konsep dan jenis matriks.
● Guru memberikan kuis singkat (misalnya 3 soal) menggunakan Kahoot atau Google
Forms untuk mengecek pemahaman cepat.
● Guru memberikan umpan balik langsung dan mengidentifikasi area yang masih perlu
diperkuat.

KESAMAAN DUA MATRIKS SERTA PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN


ANTARMATRIKS (PERTEMUAN 2 DAN 3)
Memahami (Understanding) - Berkesadaran & Bermakna:
● Guru memberikan contoh pasangan matriks dan meminta peserta didik untuk
menganalisis kapan dua matriks dikatakan sama.
● Guru menjelaskan konsep penjumlahan dan pengurangan matriks, menekankan syarat
ordo yang sama.
● Diferensiasi Konten: Peserta didik yang kesulitan bisa diberikan "cheat sheet"
langkah-langkah penjumlahan/pengurangan.
Mengaplikasi (Applying) - Menggembirakan:
● Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan latihan soal yang
bervariasi (dari mudah hingga kompleks) tentang kesamaan matriks, penjumlahan,
dan pengurangan.
● Diferensiasi Proses: Setiap kelompok dapat diberikan peran berbeda (misalnya,
kelompok A fokus pada penyelesaian soal, kelompok B membuat soal dan
menyelesaikannya, kelompok C membuat rangkuman konsep).
● Guru menyediakan "challenge zone" berupa soal-soal aplikasi matriks dalam konteks
yang lebih menarik (misalnya, menghitung total biaya belanja dari beberapa toko).
Merefleksi (Reflecting) - Berkesadaran & Bermakna:
● Setiap kelompok mempresentasikan salah satu hasil kerja mereka.
● Guru mendorong peserta didik untuk berani bertanya atau mengoreksi jawaban
teman.
● Guru memberikan kasus "matriks yang tidak dapat dijumlahkan/dikurangkan" dan
meminta peserta didik menjelaskan alasannya.

PERKALIAN MATRIKS (PERTEMUAN 4 DAN 5)


Memahami (Understanding) - Berkesadaran & Bermakna:
● Guru memulai dengan perkalian skalar dengan matriks, kemudian secara bertahap
menjelaskan perkalian dua matriks dengan visualisasi (misalnya, menggunakan warna
untuk menyoroti baris dan kolom yang dikalikan).
● Diferensiasi Konten: Guru menyediakan video tutorial alternatif untuk peserta didik
yang membutuhkan penjelasan visual tambahan.
Mengaplikasi (Applying) - Menggembirakan:
● Peserta didik diberikan "proyek mini" untuk membuat tabel data sederhana dan
mengaplikasikan perkalian matriks (misalnya, menghitung total pendapatan dari
penjualan beberapa jenis produk dalam beberapa hari).
● Diferensiasi Produk: Hasil proyek bisa berupa infografis, presentasi slide, atau
laporan singkat.
● Guru menggunakan Mentimeter untuk mengumpulkan pertanyaan atau kesulitan yang
dihadapi peserta didik secara anonim, kemudian membahasnya bersama.
Merefleksi (Reflecting) - Berkesadaran & Bermakna:
● Peserta didik menuliskan satu tantangan terbesar dalam perkalian matriks dan
bagaimana mereka mengatasinya.
● Guru memberikan umpan balik individual atau klasikal berdasarkan hasil proyek
mini.

DETERMINAN DAN INVERS MATRIKS (PERTEMUAN 6 & 7)


Memahami (Understanding) - Berkesadaran & Bermakna:
● Guru menjelaskan konsep determinan dan invers matriks (ordo 2x2 dan 3x3),
mengaitkannya dengan penyelesaian sistem persamaan linear.
● Diferensiasi Konten: Guru menyiapkan lembar kerja dengan panduan langkah-
langkah yang berbeda tingkat detailnya sesuai kebutuhan peserta didik.
Mengaplikasi (Applying) - Menggembirakan:
● Peserta didik bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan masalah-masalah
kontekstual yang dimodelkan dengan sistem persamaan linear dan diselesaikan
menggunakan determinan atau invers matriks (misalnya, masalah campuran barang,
harga tiket, atau masalah gerak).
● Diferensiasi Proses: Kelompok dapat memilih metode penyelesaian SPL (misalnya,
eliminasi/substitusi dulu baru dibandingkan dengan matriks).
● Peserta didik yang sudah mahir dapat membantu teman-temannya (peer teaching).
Merefleksi (Reflecting) - Berkesadaran & Bermakna:
● Peserta didik diminta untuk menuliskan mengapa determinan dan invers matriks itu
penting dalam matematika dan kehidupan nyata (Jurnal Reflektif).
● Diskusi kelas tentang kesulitan yang dihadapi dan strategi untuk mengatasinya.
● Guru memberikan penguatan materi dan meluruskan miskonsepsi.

KEGIATAN PENUTUP (15 MENIT)


● Umpan Balik Konstruktif: Guru mengajak peserta didik untuk berbagi pengalaman
belajar yang paling berkesan hari ini. Guru memberikan apresiasi terhadap usaha dan
partisipasi peserta didik. Guru memberikan umpan balik spesifik terhadap performa
kelompok atau individu, menyoroti kekuatan dan area yang perlu ditingkatkan.
● Menyimpulkan Pembelajaran: Peserta didik dan guru secara kolaboratif merangkum
poin-poin penting dari materi yang telah dipelajari. Guru dapat menggunakan
Mentimeter untuk membuat word cloud dari kata kunci yang mereka pelajari.
● Perencanaan Pembelajaran Selanjutnya: Guru mengarahkan peserta didik untuk
mengidentifikasi topik yang masih menarik atau yang ingin mereka dalami lebih
lanjut terkait matriks. Guru memberikan gambaran singkat tentang materi selanjutnya
(misalnya, aplikasi matriks dalam transformasi geometri) dan tugas mandiri untuk
mempersiapkan pertemuan berikutnya.

G. ASESMEN PEMBELAJARAN
ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN
● Observasi: Guru mengamati partisipasi dan interaksi peserta didik selama diskusi
awal dan kegiatan pemantik untuk melihat pengetahuan dasar mereka tentang
penyusunan data dan operasi hitung sederhana.
● Kuesioner: Memberikan kuesioner singkat berisi pertanyaan: "Seberapa yakin Anda
dengan kemampuan Anda dalam operasi hitung dasar (penjumlahan, pengurangan,
perkalian)?" atau "Apa yang Anda ketahui tentang penyajian data dalam bentuk
tabel?".
● Tes Diagnostik: 3-5 soal pilihan ganda atau isian singkat tentang pengetahuan
prasyarat (misalnya, menyelesaikan sistem persamaan linear dua variabel sederhana,
mengidentifikasi baris dan kolom pada tabel).

ASESMEN PROSES PEMBELAJARAN


TUGAS HARIAN:
● Pertemuan 1: Masing-masing kelompok membuat contoh matriks dari data sehari-hari
dan menentukan ordo serta elemennya. (Penilaian: kelengkapan, ketepatan,
kreativitas).
● Pertemuan 2: Lembar kerja kelompok tentang kesamaan matriks, penjumlahan, dan
pengurangan matriks. (Penilaian: ketepatan perhitungan, kerja sama kelompok).
● Pertemuan 3: Proyek mini perkalian matriks (misalnya, menghitung total bahan baku
yang dibutuhkan dari beberapa jenis masakan). (Penilaian: ketepatan perhitungan,
pemahaman konsep, penyajian).
● Diskusi Kelompok: Guru mengamati keaktifan setiap anggota kelompok, kemampuan
berargumen, dan kontribusi dalam diskusi. (Penilaian: rubrik diskusi kelompok).
● Presentasi: Penilaian terhadap kemampuan kelompok dalam menyampaikan konsep,
menjawab pertanyaan, dan mengkomunikasikan hasil kerja. (Penilaian: rubrik
presentasi).

ASESMEN AKHIR PEMBELAJARAN


● Jurnal Reflektif (setelah seluruh bab selesai): Peserta didik menuliskan
pengalaman belajar mereka selama mempelajari bab matriks, tantangan yang
dihadapi, strategi mengatasinya, dan bagaimana mereka akan menggunakan
pengetahuan matriks di masa depan. (Penilaian: kedalaman refleksi, keterkaitan
dengan materi).

TES TERTULIS (10 SOAL PILIHAN GANDA DAN 5 SOAL ESAI/URAIAN):


1. Sebuah tabel menunjukkan data jumlah siswa laki-laki dan perempuan di kelas A,
B, dan C. Sajikan data tersebut dalam bentuk matriks! (Menemukan Konsep
Matriks)
2. Diberikan matriks $P = \\begin{pmatrix} 2 & -1 \\ 0 & 3 \\end{pmatrix}$.
Tentukan ordo matriks P dan nilai elemen P_21! (Jenis-Jenis Matriks)
3. Jika matriks $A = \\begin{pmatrix} x+1 & 4 \\ 2 & 3y \\end{pmatrix}$ sama
dengan matriks $B = \\begin{pmatrix} 5 & 4 \\ 2 & 9 \\end{pmatrix}$, tentukan
nilai x dan y! (Kesamaan Dua Matriks)
4. Hitunglah: $\\begin{pmatrix} 3 & -2 \\ 1 & 5 \\end{pmatrix} + \\begin{pmatrix} -
1 & 4 \\ 0 & 2 \\end{pmatrix}$! (Penjumlahan Antarmatriks)
5. Sebuah perusahaan memproduksi dua jenis roti, A dan B. Biaya bahan baku untuk
roti A adalah Rp 5.000 per buah dan roti B adalah Rp 7.000 per buah. Biaya
tenaga kerja untuk roti A adalah Rp 2.000 per buah dan roti B adalah Rp 3.000
per buah. Jika pada hari Senin perusahaan memproduksi 100 roti A dan 80 roti B,
serta pada hari Selasa memproduksi 120 roti A dan 90 roti B, buatlah matriks
biaya dan matriks produksi, lalu gunakan perkalian matriks untuk menghitung
total biaya bahan baku dan total biaya tenaga kerja untuk hari Senin dan Selasa!
(Perkalian Matriks Kontekstual)
6. Tentukan determinan dari matriks $M = \\begin{pmatrix} 3 & -1 \\ 2 & 4 \\
end{pmatrix}$! (Determinan Matriks)
7. Tentukan invers dari matriks $N = \\begin{pmatrix} 2 & 5 \\ 1 & 3 \\
end{pmatrix}$! (Invers Matriks)
8. Selesaikan sistem persamaan linear berikut menggunakan metode matriks (invers
atau Cramer):<br> 2x+3y=7<br> x−y=1 (Aplikasi Matriks SPL)
9. Dua siswa membeli alat tulis. Siswa A membeli 2 buku dan 3 pensil seharga Rp
15.000. Siswa B membeli 3 buku dan 1 pensil seharga Rp 12.000. Dengan
menggunakan konsep matriks, tentukan harga 1 buku dan 1 pensil! (Aplikasi
Matriks SPL Kontekstual)
10. Jelaskan mengapa matriks dapat menjadi alat yang sangat berguna dalam
memecahkan masalah di berbagai bidang! (Penalaran Kritis)

TUGAS AKHIR / PROYEK:


● Peserta didik dalam kelompok merancang sebuah proyek mini yang mengaplikasikan
konsep matriks dalam permasalahan nyata yang mereka temui di lingkungan sekitar
atau bidang minat mereka (misalnya, perencanaan anggaran sederhana, optimasi rute,
atau modifikasi citra digital sederhana). Proyek ini dapat disajikan dalam bentuk
laporan, presentasi, atau prototipe sederhana. (Penilaian: relevansi, kreativitas,
ketepatan aplikasi konsep, kolaborasi, komunikasi).

Anda mungkin juga menyukai