GAGASAN FUTURISTIK TERTULIS KEBENCANAAN
USK GLOBAL AWARD ON DISASTER RESILIENCE 2023
HYDRO GUARD SOLUTIONS: INOVASI TERDEPAN DALAM
MENGATASI GENANGAN AIR HUJAN DAN MENDORONG
KONSERVASI AIR UNTUK PENGURANGAN RESIKO
BENCANA BANJIR
Disusun Oleh:
Phadlin Hasan (220110163) Angkatan 2022
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
LHOKSEUMAWE
SEPTEMBER 2023
i
DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN ................................................................................ i
DAFTAR ISI .......................................................................................................... ii
LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS KARYA ................................... iii
RINGKASAN ....................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 2
1.3 Tujuan ....................................................................................................... 2
1.4 Manfaat ..................................................................................................... 2
BAB II DESAIN DAN KONSEP ........................................................................ 3
2.1 Faktor-faktor Penyebab Banjir di Aceh.................................................... 3
2.2 Konsep Hydro Guard Solution ................................................................. 3
2.2.1 Penggunaan Drainase Jalan Berwawasan Lingkungan ..................... 4
2.2.2 Rainwater Harvesting dan Greenroof ............................................... 4
2.2.3 Lubang Resapan Biopori ................................................................... 5
2.3 Implementasi Hydro Guard Solution di Aceh .......................................... 6
BAB III METODE PELAKSANAAN................................................................. 7
3.1 Study Literatur .......................................................................................... 7
3.2 Kajian Teknologi, Dampak dan Konseptual ............................................ 7
3.3 Perencanaan Prototipe .............................................................................. 7
3.4 Evaluasi Dampak dan Desiminasi Hasil................................................... 8
BAB IV KESIMPULAN ....................................................................................... 9
REFERENSI ........................................................................................................ 10
LAMPIRAN GAMBAR...................................................................................... 11
CURRICULUM VITAE ..................................................................................... 13
ii
iii
HYDRO GUARD SOLUTIONS: INOVASI TERDEPAN DALAM
MENGATASI GENANGAN AIR HUJAN DAN MENDORONG
KONSERVASI AIR UNTUK PENGURANGAN RESIKO BENCANA
BANJIR
RINGKASAN
Bencana alam termasuk banjir merupakan ancaman serius terhadap keselamatan,
kehidupan, kesejahteraan dan lingkungan. Pada tahun 2022, Indonesia mengalami
3.544 kejadian bencana, di mana banjir merupakan peristiwa bencana yang paling
sering terjadi. Dampaknya melibatkan korban jiwa, luka-luka dan pengungsi
dalam jumlah yang signifikan. Terutama di perkotaan yang padat penduduk, risiko
banjir semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi dan
pembangunan infrastruktur. Menghadapi risiko banjir yang semakin meningkat,
inovasi dalam rekayasa lingkungan menjadi kunci penting dalam mengurangi
dampak banjir. Inovasi ini mencakup teknologi, praktik dan strategi yang
bertujuan untuk mengurangi aliran air permukaan, meningkatkan manajemen air
dan melindungi lingkungan alam. Dalam penulisan ini, metode pelaksanaan terdiri
dari beberapa tahapan. Studi literatur digunakan untuk mengumpulkan dan
menganalisis informasi serta penelitian terdahulu yang relevan dengan topik
penelitian, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi risiko banjir di Aceh dan
konsep Hydro Guard Solutions. Melakukan kajian teknologi, dampak dan
konseptual yang mencakup pendekatan inovatif dalam manajemen banjir, dengan
fokus pada pengurangan kerugian ekonomi, peningkatan kapasitas sistem drainase
dan perlindungan lingkungan alam. Perencanaan prototipe dilakukan dengan
mengimplementasikan konsep Hydro Guard Solutions, termasuk pemasangan
sistem drainase limpasan air, pemanenan air hujan, pembuatan lubang resapan
biopori dan integrasi desain atap hijau. Evaluasi dampak akan dilakukan untuk
menilai efektivitas konsep tersebut dalam mengurangi risiko banjir, perubahan
ekonomi dan partisipasi masyarakat dalam manajemen air. Hasil evaluasi akan
didiseminasi kepada pemangku kepentingan melalui berbagai media seperti
seminar, lokakarya dan publikasi ilmiah.
Kata Kunci: Banjir, Konservasi Air, Pengurangan Resiko Bencana
iv
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bencana pada umumnya mengacu pada kejadian atau situasi yang
menimbulkan ancaman terhadap keselamatan, kehidupan, kesejahteraan dan
lingkungan. Salah satu jenis bencana alam yang sering terjadi adalah banjir,
situasi terjadi dimana air meluap dan membanjiri wilayah yang biasanya kering
atau berada di bawah permukaan air, menyebabkan kerusakan dan dampak yang
serius (Risnawati, 2020). Berdasarkan laporan dari Badan Nasional
Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat 2.216 insiden bencana alam yang
terjadi di Indonesia dari tanggal 1 Januari hingga 2 Agustus 2023, dengan
sebagian besar kejadian berupa banjir 758 insiden dan cuaca ekstrem 731 insiden
(Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 2022). Di berbagai belahan dunia,
terutama di perkotaan yang padat penduduk, risiko banjir semakin meningkat
seiring dengan pertumbuhan populasi dan pembangunan infrastruktur.
Menurut Peraturan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
(PUPR) Nomor 28 Tahun 2015, pengelolaan wilayah sungai di tingkat pusat,
provinsi, kabupaten/kota dan partisipasi masyarakat dalam pengalihan alur sungai
dan/atau pemanfaatan ruas bekas sungai dapat memiliki dampak yang serius.
Dampaknya dapat merusak infrastruktur kritis, merugikan ekonomi, mengancam
keselamatan manusia dan bahkan menyebabkan hilangnya nyawa (Raharjo,2021).
Menghadapi risiko banjir yang semakin meningkat, inovasi dalam
rekayasa lingkungan menjadi salah satu kunci untuk mengurangi dampak banjir
(Supriatna, 2023). Inovasi ini mencakup berbagai teknologi, praktik dan strategi
yang dirancang untuk mengurangi aliran air permukaan, meningkatkan
manajemen air dan melindungi lingkungan alam. Beberapa inovasi ini mencakup
penggunaan drainase limpasan air pada area jalan untuk mengurangi genangan air
di perkotaan dan sistem pemananen air hujan (rainwater harvesting) yang
bertujuan untuk memanfaatkan air hujan yang dapat digunakan ulang, lubang
resapan biopori dapat meningkatkan peresapan air ke dalam tanah dan konsep atap
hijau (greenroof) yang dapat menyerap air hujan, mengurangi aliran air pada
permukaan dan meningkatkan efisiensi energi.
2
Melalui pemanfaatan inovasi-inovasi ini, diharapkan dapat mengurangi
risiko banjir dengan mengurangi aliran permukaan air, meningkatkan
penyimpanan air dan memperbaiki manajemen air secara keseluruhan. Menilik
seluruh dinamika dan fenomena tersebut, maka diusulkan lah gagasan inovasi
sebagai problem solving yang berjudul ”Hydro Guard Solutions: Inovasi
Terdepan dalam Mengatasi Genangan Air Hujan dan Mendorong Konservasi Air
untuk Pengurangan Resiko Bencana Banjir”. Gagasan inovasi ini memperhatikan
capaian tujuan yang berorientasi pada 17 pilar tujuan Indonesia SDGs 2030,
seperti air bersih dan sanitasi layak sebagai tujuan ke-6, energi bersih dan
terjangkau sebagai tujuan ke-7, penanganan perubahan iklim sebagai tujuan ke-13
dan kemitraan untuk mencapai tujuan sebagai tujuan ke-17.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan konteks latar belakang yang telah diuraikan, rumusan
masalah yang dapat dirumuskan adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana dampak dan faktor penyebab banjir di Aceh?
2. Apa peran inovasi Hydro Guard Solutions dalam mengurangi dampak
risiko banjir yang semakin meningkat di Aceh?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut:
1. Menganalisis dampak dan faktor-faktor penyebab banjir di Aceh.
2. Mengkaji peran inovasi Hydro Guard Solutions dalam mengurangi
dampak risiko banjir yang semakin meningkat di Aceh.
1.4 Manfaat
Adapun manfaat yang dicapai dalam penulisan ini adalah sebagai berikut:
1. Memberikan informasi terkait dampak dan faktor-faktor penyebab
terjadinya banjir di Aceh.
2. Menyediakan inovasi yang kompeherensif terhadap pengurangan bencana
banjir melalui gagasan Hydro Guard Solutions dalam mengurangi risiko
banjir yang semakin meningkat di Aceh.
3
BAB II
DESAIN DAN KONSEP
2.1 Faktor-faktor Penyebab Banjir di Aceh
Banjir adalah fenomena kompleks yang dapat dipicu oleh berbagai faktor,
baik alamiah maupun hasil aktivitas manusia. Dalam konteks ilmiah, faktor-faktor
penyebab banjir di Aceh dapat digolongkan menjadi beberapa kategori utama.
Pertama, curah hujan yang tinggi dalam waktu singkat menjadi penyebab utama
banjir (Kasih et al., 2023). Ketika curah hujan berlebihan, aliran air permukaan
meningkat secara signifikan dan tanah tidak memiliki kemampuan untuk
menyerap air dengan cepat, sehingga air meluber ke daerah rendah dan
menyebabkan banjir. Kedua, kapasitas drainase yang terbatas, terutama di kota-
kota, sering menjadi penyebab banjir. Ketika sistem drainase tidak mampu
mengatasi aliran air dengan efisien, air hujan dapat menggenangi jalan,
pemukiman dan area perkotaan lainnya. Pembangunan ke dalam tanah,
meningkatkan aliran permukaan dan secara substansial meningkatkan risiko banjir
perkotaan (Fadhliani et al., 2023).
Gambar 2. 1 Banjir yang berdampak pada rumah hunian dan jalan
2.2 Konsep Hydro Guard Solution
Konsep Hydro Guard Solutions adalah sebuah pendekatan inovatif yang
dirancang untuk mengatasi risiko banjir dan masalah terkait air dalam lingkungan
perkotaan. Konsep ini berfokus pada penggunaan teknologi, strategi dan praktik
yang berkelanjutan dalam manajemen air, dengan tujuan mengurangi aliran air
permukaan, meningkatkan penyimpanan air dan melindungi lingkungan alam.
4
2.2.1 Penggunaan Drainase Jalan Berwawasan Lingkungan
Pengadaan dan pemeliharaan drainase jalan memiliki manfaat yang sangat
penting dalam mengatasi masalah banjir dan mengurangi dampak kerusakan
akibat genangan air hujan di perkotaan. Drainase jalan yang baik membantu
mengarahkan aliran air hujan secara efisien, mencegah genangan air di permukaan
jalan dan menghindari terjadinya kerusakan pada infrastruktur jalan. Selain itu,
drainase jalan yang terawat dengan baik juga membantu memperpanjang umur
jalan itu sendiri. Dengan mengurangi risiko banjir dan kerusakan jalan, pengadaan
dan pemeliharaan drainase jalan berkontribusi positif dalam menghemat biaya
perbaikan jalan, serta meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan secara
keseluruhan. Oleh karena itu, pengadaan dan pemeliharaan drainase jalan
merupakan langkah penting dalam upaya mengatasi masalah banjir dan
menciptakan lingkungan yang lebih tahan terhadap bencana.
Gambar 2. 2 Drainase berwawasan lingkungan Hydro Guard Solution
2.2.2 Rainwater Harvesting dan Greenroof
Pemanenan Air Hujan (Rainwater Harvesting) dalam Perencanaan Ruang
Bangunan (PRB) adalah suatu sistem yang dirancang untuk mengumpulkan,
menyimpan dan mengelola air hujan yang jatuh pada atap atau permukaan
bangunan. Tujuan utama dari RWH dalam PRB adalah memanfaatkan air hujan
sebagai sumber air alternatif yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan
seperti kebutuhan air bersih, irigasi, pengisian kolam, atau bahkan keperluan non-
potabel dalam bangunan (Wahyuni, 2019). Dalam konteks perencanaan ruang
bangunan, rainwater harvesting juga dapat diintegrasikan dengan desain atap
hijau (greenroof) atau sistem lainnya untuk mengoptimalkan penggunaan air
hujan dan menciptakan bangunan yang lebih ramah lingkungan serta efisien
dalam penggunaan sumber daya air (Suheri et al., 2022).
5
Gambar 2. 3 Rainwater Harvesting, Greenroof dan Perpipaan
Kombinasi pemanenan air hujan (RWH) dan desain atap hijau dalam
perencanaan ruang bangunan bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih
berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan air hujan untuk
berbagai keperluan dalam bangunan dan mengintegrasikan atap hijau untuk
optimalisasi pemanfaatan air hujan. Hal ini dapat mengurangi tekanan pada
sumber daya air bawah tanah dan risiko banjir.
2.2.3 Lubang Resapan Biopori
Lubang Resapan Biopori (LRB) adalah metode inovatif dalam mengelola
air hujan yang berfungsi tidak hanya mengatasi banjir dengan meningkatkan
resapan air ke dalam tanah melalui lubang vertikal berdiameter sekitar 10-30 cm
dan kedalaman 100 cm, selain itu inovasi dapat menghasilkan kompos yang
berguna sebagai pupuk organik (Wibowo et al., 2022). LRB diisi dengan sampah
organik seperti sisa makanan, daun-daunan atau pangkasan rumput, yang
kemudian diurai oleh organisme tanah seperti cacing dan fauna tanah lainnya
menjadi kompos atau humus. Dengan cara ini, LRB memiliki dampak positif
ganda dalam mengurangi masalah banjir dan memproduksi pupuk alami yang
mendukung pertanian, sambil menjaga keseimbangan air tanah dan lingkungan
yang lebih ramah. Teknik ini dapat diterapkan di berbagai lokasi, seperti
perumahan, saluran air dan lahan pertanian, sehingga dapat memberikan manfaat
signifikan dalam pengelolaan lingkungan dan sumber daya air.
6
Gambar 2. 4 Lubang Resapan Biopori
2.3 Implementasi Hydro Guard Solution di Aceh
BPBD Aceh Utara melaporkan bahwa hujan intensitas tinggi selama dua
hari mengakibatkan banjir di 87 desa di 23 kecamatan di Aceh Utara. Lima orang
meninggal karena terseret arus banjir, sementara 20.103 rumah dan 5 ruko milik
warga terendam di 297 Desa di Kabupaten Aceh Utara (Badan Penanggulangan
Bencana Daerah, 2023). Keberhasilan implementasi di Aceh dapat diukur dengan
mengamati penurunan jumlah banjir, kerugian ekonomi dan korban jiwa akibat
banjir sebagai parameter utama. Peningkatan kapasitas sistem drainase perkotaan,
adopsi teknologi pemanenan air hujan, serta kesadaran masyarakat tentang
manajemen air juga akan menjadi faktor penilaian penting. Keterlibatan aktif
pemerintah daerah, partisipasi masyarakat dan harmonisasi kebijakan yang
mendukung pendekatan Hydro Guard Solutions dalam perencanaan tata ruang
menjadi indikator keberhasilan pada aspek lingkungan.
Gambar 2. 5 Hydro Guard Solution di Aceh
7
BAB III
METODE PELAKSANAAN
3.1 Study Literatur
Studi literatur adalah bagian penting dalam sebuah penelitian yang
bertujuan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi serta penelitian
terdahulu yang relevan dengan topik yang sedang diteliti. Dalam konteks
penelitian tentang studi literatur dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam
tentang masalah banjir, faktor-faktor yang mempengaruhi risiko banjir di Aceh,
serta konsep dan teknologi Hydro Guard Solutions yang telah dijelaskan
sebelumnya. Selain itu, studi literatur juga dapat membantu mengidentifikasi
celah pengetahuan yang masih perlu diteliti lebih lanjut dalam penelitian ini.
Informasi dari studi literatur akan menjadi dasar yang kuat untuk merumuskan
kerangka konsep, metode penelitian dan analisis data dalam penelitian selanjutnya.
3.2 Kajian Teknologi, Dampak dan Konseptual
Kajian teknologi, dampak dan konseptual dalam penelitian ini
mencerminkan pendekatan inovatif dan berkelanjutan terhadap manajemen banjir
di Aceh. Dampak yang dicapai melalui implementasi konsep ini termasuk
pengurangan kerugian ekonomi, peningkatan kapasitas sistem drainase dan
perlindungan terhadap lingkungan alam. Dalam konsep ini juga ditekankan
pentingnya harmonisasi kebijakan dan partisipasi masyarakat dalam upaya
menghadapi risiko banjir. Dengan demikian, kajian ini membahas sebuah solusi
holistik yang bertujuan untuk mencapai tujuan berkelanjutan Indonesia SDGs
2030, dengan berfokus pada aspek teknologi, dampak sosial-ekonomi dan
kerangka konseptual.
3.3 Perencanaan Prototipe
Perencanaan prototipe dalam penelitian ini akan melibatkan tahap
implementasi praktis dari konsep Hydro Guard Solutions. Ini akan mencakup
pemasangan sistem drainase limpasan air pada area jalan, pemanenan air hujan,
pembuatan lubang resapan biopori dan integrasi desain atap hijau pada lokasi
tertentu di wilayah perkotaan Aceh yang berisiko tinggi terkena banjir.
8
Mulai
Curah Hujan
Drainase Jalan Pengadaan Pemeliharaan
Genangan Air Tanah LRB Kompos
Greenroof
Selesai
Rainwater Harvesting Vegetasi
Tangki Air
Floor Drain
Perpipaan Penjernihan
Gambar 3. 1 Diagram Alir Kerja Prototipe Hydro Guard Solutions
Melalui diagram alir kerja prototipe Hydro Guard Solutions, banjir
disebabkan oleh curah hujan yang tinggi genangan air pada area jalan dapat
diatasi dengan memperbaiki drainase jalan raya, termasuk pengadaan dan
pemeliharaan jaringan drainase. Genangan air tanah dapat diatasi dengan
membuat lubang resapan biopori untuk menghasilkan kompos yang berguna bagi
greenroof. Air hujan yang terkumpul dari rainwater harvesting dan greenroof
dapat dialirkan melalui floor drain ke pipa, kemudian disaring sebelum
dimasukkan kembali ke tangki air bawah tanah.
3.4 Evaluasi Dampak dan Desiminasi Hasil
Evaluasi dampak dalam penelitian ini mencakup analisis pengurangan
risiko banjir, perubahan ekonomi dan partisipasi masyarakat dalam manajemen air
sebagai akibat dari implementasi inovasi Hydro Guard Solutions di wilayah
perkotaan Aceh. Data yang terkumpul akan dianalisis secara komprehensif untuk
menilai efektivitas konsep tersebut dalam mengatasi masalah banjir. Hasil
evaluasi ini akan didiseminasi kepada pemangku kepentingan, termasuk
pemerintah daerah, komunitas lokal dan lembaga terkait, melalui berbagai media
seperti seminar, lokakarya dan publikasi ilmiah.
9
BAB IV
KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian ini maka diperoleh beberapa kesimpulan melalui
gagasan Hydro Guard Solutions yaitu:
1. Banjir menyebabkan kerusakan infrastruktur, ekonomi dan mengancam
keselamatan warga. Faktor-faktor utama yang meningkatkan risiko banjir
di Aceh meliputi curah hujan tinggi dalam waktu singkat, kapasitas
drainase yang terbatas, perubahan tata guna lahan yang tidak terencana,
serta pencemaran sungai oleh limbah industri atau domestik. Perubahan
iklim, topografi dan sungai yang tersumbat juga berkontribusi pada risiko
dan dampak banjir yang merusak.
2. Inovasi Hydro Guard Solutions memainkan peran penting dalam
mengurangi dampak risiko banjir di Aceh. Konsep ini mencakup
penggunaan drainase limpasan air pada area jalan yang berwawasan
lingkungan, pemanenan air hujan, lubang resapan biopori dan desain atap
hijau. Dengan menerapkan inovasi ini, aliran air permukaan dapat
dikurangi, penyimpanan air ditingkatkan dan manajemen air secara
keseluruhan ditingkatkan. Ini membantu mengurangi genangan air di
perkotaan, melindungi infrastruktur dan meningkatkan ketahanan terhadap
banjir. Selain itu, inovasi ini mendukung tujuan pembangunan
berkelanjutan Indonesia SDGs 2030, seperti air bersih dan sanitasi layak,
energi bersih dan terjangkau, penanganan perubahan iklim dan kemitraan
untuk mencapai tujuan. Oleh karena itu, Hydro Guard Solutions hadir
menawarkan solusi holistik untuk mengatasi risiko banjir yang semakin
meningkat di Aceh.
10
REFERENSI
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (2020). Rencana Nasional
Penanggulangan Bencana 2020-2024. BNPB, Jakarta, 1, 115.
Fadhliani, F., Ersa, N. S., & Hafli, T. M. (2022). Pengaruh Debit Limpasan Banjir
Terhadap Kawasan Matangkuli Pada Subdas Krueng Keureuto. TERAS
JURNAL: Jurnal Teknik Sipil, 12(2), 353-362.
Kasih, D., Afriyani, M. P., & Haikal, M. (2023). Penanganan Banjir di Kabupaten
Aceh Barat; Kajian Kewilayahan dan Kebijakan. SHIBGHAH: Journal of
Muslim Societies, 4(2), 98-108.
Raharjo, R. (2021). Panduan Keselamatan saat Bencana Banjir. DIVA PRESS.
Risnawati, K. (2020). Analisis Mitigasi Bencana Banjir Di Perumahan Swadaya
Mas Kelurahan Batua Kecamatan Manggala Kota Makassar. Plano
Madani: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 9(2), 9-17.
Suheri, A., Alfin, E., & Rahmatulloh, R. (2022). Model Panen Air Hujan untuk
Penanggulangan Banjir; Studi Kasus di Kawasan Sentul City-Bogor,
Indonesia. Sainsmath: Jurnal MIPA Sains Terapan, 1(1).
Supriatna, J. (2021). Pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Yayasan Pustaka
Obor Indonesia.
Wahyuni, S. (2019). Pembelajaran Rain Water Harvesting pada Mata Pelajaran
Biologi Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal
Pendidikan Biologi, 10(2), 74-84.
Wibowo, T., Istiana, A., & Zakiyah, E. Z. E. (2022). Pembuatan Biopori Untuk
Resapan Air Hujan Dan Pemanfaatan Sampah Organik. Bernas: Jurnal
Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(3), 387-392.
11
LAMPIRAN GAMBAR
Gambar Lampiran 1. Infografis Hydro Guard Solution
12
Gambar Lampiran 2. Area sumur Rainwater Harvesting
Gambar Lampiran 3. Model Perpipaan dan Penyimpanan dalam Konservasi Air
Hydro Guard Solution
13