0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan26 halaman

Pengukuran Cacah Radiasi Nuklir

Laporan praktikum ini membahas pengukuran cacah radiasi nuklir dengan tujuan menentukan counting rate dari bahan radioaktif dan penyerapan radiasi oleh bahan pelindung. Metode yang digunakan meliputi eksperimen dengan tabung sinar katoda dan kumparan Helmholtz untuk mengukur muatan spesifik elektron, dengan analisis data menggunakan metode kuadrat terkecil. Hasil percobaan menunjukkan nilai muatan spesifik elektron yang diperoleh adalah 1,79 × 10^11 C/kg dengan ralat relatif 0,9307%.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan26 halaman

Pengukuran Cacah Radiasi Nuklir

Laporan praktikum ini membahas pengukuran cacah radiasi nuklir dengan tujuan menentukan counting rate dari bahan radioaktif dan penyerapan radiasi oleh bahan pelindung. Metode yang digunakan meliputi eksperimen dengan tabung sinar katoda dan kumparan Helmholtz untuk mengukur muatan spesifik elektron, dengan analisis data menggunakan metode kuadrat terkecil. Hasil percobaan menunjukkan nilai muatan spesifik elektron yang diperoleh adalah 1,79 × 10^11 C/kg dengan ralat relatif 0,9307%.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA ATOM

PENGUKURAN CACAH RADIASI NUKLIR

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata kuliah Praktikum Fisika Atom

Yang dibimbing oleh Drs. Sutrisno, M.T.

Disusun oleh :

Nadela Widiasari (220321604193)


Rangga Putra Anugrah (220321604776)
Kelompok : 5B
Offering : GB1

DEPARTEMEN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
MEI 2025
PERCOBAAN PENGUKURAN CACAH RADIASI NUKLIR
A. TUJUAN
Percobaan pengukuran cacah radiasi nuklir ini memiliki tujuan yaitu:
1. Menenetukan counting rate (cacah radiasi) dari bahan radioaktif.
2. Menentukan penyerapan radioaktif dari bahan pelindung

B. DASAR TEORI
Pada tahun 1897, J.J. Thomson melakukan eksperimen untuk
menentukan rasio muatan terhadap massa elektron (e/m) menggunakan
tabung sinar katoda. Ia menerapkan medan listrik dan magnet, baik
secara terpisah maupun bersamaan, untuk melihat pengaruhnya
terhadap lintasan sinar. Ketika kedua medan diatur sehingga sinar tetap
lurus, Thomson menghitung nilai e/m berdasarkan keseimbangan gaya
listrik dan magnet. Hasilnya menunjukkan bahwa partikel dalam sinar
katoda memiliki nilai e/m jauh lebih besar daripada ion hidrogen,
menandakan bahwa partikel tersebut sangat kecil dan bermuatan
negatif. Partikel ini kemudian dikenal sebagai elektron (Taryana, 2024).
Penemuan Thomson tentang perbandingan muatan dan massa
elektron (e/m) menjadi dasar bagi eksperimen-eksperimen berikutnya
yang lebih akurat. Salah satu metode yang digunakan melibatkan medan
magnet dari koil Helmholtz. Dalam percobaan ini, elektron yang
dipercepat oleh tegangan anoda akan bergerak melingkar karena
pengaruh gaya Lorentz. Gaya magnet ini bertindak sebagai gaya
sentripetal yang menjaga lintasan melingkar elektron. Dengan
mengukur tegangan, arus listrik pada koil, dan jari-jari lintasan, nilai
e/m dapat dihitung secara eksperimen. Metode ini memberikan hasil
yang lebih tepat dan menjadi cara penting dalam memahami sifat dasar
elektron (Ishafit et al, 2024). Berdasarkan metode ini, nilai
perbandingan muatan terhadap massa elektron adalah:
e 11
=1 , 76 ×10 C /kg
m
Thomson mengindikasikan bahwa rasio antara muatan dan massa
(e/me/me/m) elektron bersifat independen terhadap jenis material yang
digunakan sebagai katoda (Hanam, 2024). Thomson mengukur muatan
spesifik elektron berdasarkan prinsip bahwa elektron yang bergerak
dalam medan listrik atau magnet akan mengalami gaya yang
menyebabkan penyimpangan lintasannya (Akhadi, 2023). Dalam
eksperimen ini, digunakan tabung katoda dan kumparan Helmholtz
yang berfungsi menghilangkan pengaruh medan magnet bumi serta
menghasilkan medan magnet konstan dalam ruang terbatas (Said,
2020).
Persamaan kecepatan elektron yang memenuhi hukum kekekalan
energi sebagai berikut:
1 2
m v =eV
2

v=
√ 2 eV
m
(Tim Praktikum Atom dan Molekul, 2022)

C. ALAT DAN BAHAN


Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan
pengukuran cacah raadiasi nuklir, antara lain:
Tabel 1. Alat dan bahan percobaan
No Nama Alat Gambar Fungsi
1 Counter pencacah Untuk
radiasi mengukur nilai
cacah radiasi
yang dihasilkan
2 Aluminium foil Untuk
melindungi dan
menyaring
radiasi beta
D. SKEMA PERCOBAAN
Berikut merupakan set alat percobaan yang digunakan dalam
percobaan penentuan muatan spesifik elektron.

Gambar 2. Skema Percobaan Penentuan Muatan Spesifik Elektron

Gambar 3. Skema Percobaan Langsung Penentuan Muatan


Spesifik Elektron

E. PROSEDUR PERCOBAAN
Prosedur dalam melakukan percobaan penentuan muatan spesifik
elektron, yaitu sebagai berikut:
1. Persiapan
a. Sebelum melakukan percobaan, memeriksa semua kelengkapan
peralatan percobaan yang akan digunakan.
b. Memeriksa bahwa semua unit dalam keadaan off dan skala
sumber terkecil serta skala alat ukur terbesar.
c. Menyusun set alat rangkaian eksperimen seperti pada gambar
set alat percobaan.
d. Menggelapkan ruang percobaan (mematikan lampu ruangan).
2. Percobaan
a. Menghidupkan sumber daya untuk koil Helmholtz samapi kira-
kira 2 A. Bersamaan dengan ini, menghidupkan pula sumber
daya untuk tegangan anoda tabung lucutan secara perlahan
sambil mengamati apakah sudah terjadi berkas elektron anoda-
katoda.
b. Jika berkas elektron pada ujung anoda-katoda, menaikkan secara
perlahan tegangan anoda sampai berkas elektron keluar.
Mengusahakan agar berkas tidak lurus sehingga menumbuk
dinding tabung, mengatur sedemikian hingga berbentuk
melingkar. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengatur secara
bersamaan anatar tegangan pada koil Helmholtz dan tegangan
anoda pada tabung lucutan.
c. Menentukan jari-jari lingkaran lintasan berkas elektron tersebut
(mulai dari terkecil) misalnya r 1=0,0250 m. Mencatat tegangan
anoda dan arus koil pada saat itu pada tabel pengamatan.
d. Mengulangi langkah (c) di atas untuk minimum 6 jari-jari
lingkaran berkas elektron yang berbeda. (misal r n =¿ 0,0275 m,
0,0300 m, 0,0325 m, 0,0350 m dan seterusnya, minimal 10
data).

F. DATA PENGAMATAN

No V ± ∆ V (V ) I ± ∆ I ( A) r ± ∆ r (m)
1 189 ± 0,5 2 ± 00,5 0,0250± 0,0025
2 205 ± 0,5 2 ± 00,5 0,0275± 0,0025
3 234± 0,5 2 ± 00,5 0,0300± 0,0025
4 265± 0,5 2 ± 00,5 0,0325± 0,0025
5 304 ± 0,5 2 ± 00,5 0,0350± 0,0025
6 347 ± 0,5 2 ± 00,5 0,0375± 0,0025
7 384 ± 0,5 2 ± 00,5 0,0400± 0,0025
8 428 ± 0,5 2 ± 00,5 0,0425± 0,0025
9 483 ± 0,5 2 ± 00,5 0,0450± 0,0025
10 538 ± 0,5 2 ± 00,5 0,0475± 0,0025
Tabel 2. Data pengamatan
Nst amperemeter : 0,01 A
Nst Voltmeter :1V
Nst diameter : 0,5 cm
Variabel bebas : Tegangan (V)
Variabel terikat : Jari – jari (r)
Variabel kontrol : Arus (A)

G. ANALISIS DATA
1. Metode Analisis
Pada percobaan penentuan muatan spesifik elektron ini
menggunakan metode kuadrat terkecil, karena persamaan fisisnya
merupakan pekami mencari panjang persamaan garis yang dapat
ditemukan dengan persamaan berikut.
V
I
2
=( )( 12 ) (7 , 79× 10
e
m
−4 2 2
) r

Berdasarkan persamaan garis lurus y = bx + a, maka didapatkan


linearisasi grafik sebagai berikut:
V
y= 2
I
2
x=r

b=( me )( 12 )( 7 ,79 ×10 −4 2


)

Ralat kuadrat kecil digunakan untuk mengetahui nilai besaran dari


kemiringan garis, muatan spesifik elektron, dan ralat relatif dengan
menggunakan rumus sebagai berikut:

 Menentukan nilai a
a=¿ ¿
 Menentukan nilai b
n ∑ xy−∑ x ∑ y
b=
n¿¿
 Menentukan nilai S y

S y=
√ 1
n−2
¿¿

 Menentukan nilai Sa

Sa =S y
√ ∑ x2 ¿
n¿¿
 Menentukan nilai Sb


n
Sb =S y
n ∑ x −( ∑ x )
2 2

 Menentukan nilai Ra

Ra = | Sa
a
×100 % |
 Menentuka nilai Rb

Rb = | Sb
b
×100 % |
 Menentukan nilai muatan spesifik elektron ( Ra )

Rb = | Sb
b
×100 % |
 Menentukan besar muatan spesifik elektron (e/m)
e 2b
=
m (7 ,79 × 10−4 )2

 Menentukan ketidakpastian muatan spesifik elektron (e/m)

√| |
2

Se =

e
m
Sb
( )
m ∂b
√| |
2

Se =

( 2b
(7 , 79× 10− 4)2
Sb
)
m
∂b

 Menentukan ralat relatif muatan spesifik elektron (e/m)


Se
m
Re= ×100 %
m e
m

2. Sajian Hasil
Berdasarkan hasil analisis data, berikut sajian hasil dari
percobaan penentuan muatan spesifik elektron:
a. Hasil perhitungan dengan menggunakan metode kuadrat
terkecil
Nilai S y 1,521131737
Nilai a `10,449
Nilai Sa 1,346
Nilai b 54210,45
Nilai Sb 905,668
Nilai Ra 13 % (2 AP)
Nilai Rb 1 , 67 %(3 AP)

Tabel 3. Hasil analisis dengan kuadrat terkecil

b. Hasil perhitungan muatan spesifik elektron

( )
11
e 1 ,79 × 10 C/ Kg
Nilai
m
S 9
1 , 66 ×10 C /Kg
Nilai ( )
e
m

R 0,9307 % (4 AP)
Nilai ( me )

Tabel 4. Hasil analisis muatan spesifik elektron


V
Grafik Hubungan antara (r ¿¿ 2) ¿dengan ( 2
)
I

Grafik Hubungan r^2 dengan V/I^2


160
140
120 f(x) = 54170.1175073845 x + 10.4489332789781
R² = 0.997695378526202
100
80
V/I^2

60
40
20
0
0.0004 0.0006 0.0008 0.001 0.0012 0.0014 0.0016 0.0018 0.002 0.0022 0.0024

r^2

Grafik 1. Grafik Hubungan Kuadrat Jari-Jari dengan


Perbandingan Tegangan dan Kuadrat Arus

H. PEMBAHASAN
Ketika suatu muatan elektron bergerak dalam ruang yang berada di
bawah pengaruh medan magnet atau medan listrik, muatan tersebut
akan mengalami gaya yang menyebabkan penyimpangan lintasannya.
Fenomena ini dapat dianggap sebagai pergerakan muatan listrik dalam
medan magnet atau medan listrik. Pada praktikum ini, digunakan
tabung katoda dan kumparan Helmholtz untuk menghasilkan medan
magnet yang konstan. Kumparan Helmholtz berfungsi untuk
menghilangkan pengaruh medan magnet bumi sehingga medan magnet
yang diberikan kepada elektron lebih terkendali dan merata dalam
ruang eksperimen yang terbatas.
Elektron yang dilepaskan dari katoda akan dipercepat menuju anoda
yang memiliki perbedaan tegangan. Setelah memasuki medan magnet,
elektron akan mengalami gaya Lorentz yang mengakibatkan
lintasannya berubah menjadi melingkar. Besar jari-jari lintasan ini
bergantung pada perbedaan potensial dan kuat medan magnet yang
diberikan. Jika kuat arus tetap tetapi beda potensial anoda-katoda
semakin kecil, maka jari-jari lintasan elektron juga akan semakin kecil.
Hal ini sesuai dengan hubungan matematis yang menunjukkan bahwa
jari-jari lintasan elektron sebanding dengan akar kuadrat dari beda
potensial.
Pada praktikum ini, analisis dilakukan menggunakan metode kuadrat
terkecil, ralat rambat, dan grafik hubungan antara beda potensial, kuat
arus, dan jari-jari lintasan elektron. Dari hasil analisis data didapatkan
nilai a sebesar a=(10 , 44 ± 1, 34) dengan ralat relatif sebesar 13% (2
AP). Didapatkan juga nilai b sebesar b=(54210 , 45± 905 , 66) dengan
ralat relatif sebesar 1,67% (3 AP). Berdasarkan hasil perhitungan,

sebesar =(1 ,79 × 10 ±1 , 66 ×10 )C/𝑘𝑔 dengan


e e 11 9
diperoleh nilai
m m
e
ralat relatif sebesar 0,9307% (4 AP), sedangkan nilai teoritis adalah
m
1,7587 × 1011 𝐶/𝑘𝑔, sehingga terdapat perbedaan antara hasil analisis
pada percobaan dengan teori. Untuk grafik hubungan antara r 2 dengan
V
2 didapatkan grafik berbentuk linier dengan persamaan
I
y=54170 x +10,449 dan nilai R2 sebesar 0,9977, sehingga dapat
dikatakan bahwa hubungan antara kuadrat jari-jari dengan tegangan per
kuadrat arus adalah berbanding lurus. Di mana ketika nilai jari-jari
kuadrat semakin besar, maka tegangan per arus kuadrat akan semakin
besar, dan begitu pula sebaliknya.
Ketidaksesuaian hasil percobaan dengan teori dapat disebabkan oleh
beberapa faktor, antara lain kesalahan dalam pengukuran jari-jari
lintasan elektron, ketidakstabilan medan magnet akibat pengaruh medan
luar, serta fluktuasi tegangan anoda yang memengaruhi energi kinetik
elektron. Selain itu, keterbatasan alat ukur dan ketelitian praktikan
dalam membaca skala juga dapat mempengaruhi hasil akhir. Oleh
karena itu, dalam percobaan selanjutnya, diperlukan peningkatan dalam
ketelitian pengukuran serta kalibrasi alat untuk mendapatkan hasil yang
lebih akurat dan mendekati nilai teoritis.
I. KESIMPULAN
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan
bahwa Elektron yang bergerak dalam ruang di bawah pengaruh medan
magnet akan mengalami gaya Lorentz yang menyebabkan lintasannya
menyimpang dan membentuk gerak melingkar. Medan magnet dalam
percobaan ini dihasilkan oleh koil Helmholtz, yang berfungsi untuk
menghilangkan pengaruh medan magnet bumi dan menciptakan medan
magnet yang konstan. Elektron yang dipercepat dari katoda menuju
anoda akan bergerak dalam medan magnet yang sama, sehingga
kecepatannya berubah arah tetapi tetap konstan dalam magnitudo,
menyebabkan gerak melingkar. Berdasarkan percobaan didapatkan nilai
besar muatan spesifik elektron sebesar sebesar
e
=( 1, 79 ×10 ± 1 ,66 × 10 ) C /kg dengan ralat relatif sebesar 0,9307%
11 9
m
(4 AP), serta didapatkan grafik hubungan antara kuadrat jari-jari
dengan tegangan per kuadrat arus berbentuk linier.

J. DAFTAR PUSTAKA

Akhadi, M. (2023). Berburu Partikel Subatomik. Deebuplish Digital.


Hanam, E. S. (2024). Elektron dalam Atom. CV. Mega Press
Nusantara.
Ishafit, M., Habibi, M., & Sulhadi, S. (2024). Remote laboratory using
square Helmholtz coil in studying magnetic fields. Indonesian
Review of Physics, 7(1), 14–18.
Said, M. L. (2020). HUBUNGAN POTENSIAL PEMERCEPAT
TERHADAP KUAT ARUS DAN JEJARI BERKAS
ELEKTRON DALAM NISBAH MUATAN LISTRIK e/m. Jft,
1(1), 62–72.
Taryana, E. (2024). “Atom dan Molekul” Fisika Kuantum. CV. Gita
Lentera.
Tim Praktikum Fisika Atom dan Molekul. 2022. Modul Praktikum
Fisika Atom dan Molekul. Universitas Negeri Malang:
Departemen Fisika FMIPA.
K. LAMPIRAN
a. Perhitungan
2 2
No x y x y xy
1 0,000625 47,25 3,91×10−7 2232,5625 0,02953125
0,03875781
2 0,00075625 51,25 5,72 ×10−7 2626,5625
3
3 0,0009 58,5 8,10 ×10−7 3422,25 0,05265
0,06997656
4 0,00105625 66,25 1,12 ×10−6 4389,0625
3
5 0,001225 76 1,50 ×10−6 5776 0,0931
0,12199218
6 0,00140625 86,75 1,98 ×10−6 7525,5625
8
7 0,0016 96 2,56 ×10−6 9216 0,1536
8 0,00180625 107 3,26 ×10−6 11449 0,19326875
9 0,002025 120,75 4,10 ×10−6 14580,5625 0,24451875
0,30346562
10 0,00225625 134,5 5,09 ×10−6 18090,25
5
1,30086093
Σ 0,01365625 844,25 2,14 ×10−5 79307,8125
8
712758,062 1,69223917
Σ2 0,000186493 4,57 ×10−10 6289729124
5 9

 Menentukan nilai a
a=¿ ¿
−5
(844 ,25)(2 , 14 ×10 )−0.01365625(1,300860938)
a=
10(2 , 14 ×10−5)− ( 0,000186493 )
a=10 , 4 49
 Menentukan nilai b
n ∑ xy−∑ x ∑ y
b=
n¿¿
10 (1,300860938)−(0,01365625)(844 , 25)
b=
10(2 ,14 ×10−5 )−( 0,000186493 )
b=54210 , 45
 Menentukan nilai S y

√ [
( ) ∑ y −( )]
2 2

S y=
1 2 ∑ x 2 ( ∑ y ) −2 ∑ x ∑ xy ∑ y+ n (∑ xy )
2
n−2 n ∑ x −( ∑ x )
2
S y=
√( ) [ 1
10−2

S y =1,521131737
79307,8125−
(
(2, 14 × 10−5 )(712758,0625)−2(0,01365625)(1,300860938)(1,30086
10(2 , 14 ×10−5)− ( 0,000186493 )

 Menentukan nilai Sa

Sa =S y
√ ∑ x2 ¿
n¿¿

Sa =1,521131737

Sa =1,346
√ 2 ,14 × 10−5
−5
10 (2 ,14 × 10 )−( 0,000186493 )

 Menentukan nilai Sb


n
Sb =S y
n ∑ x 2− ( ∑ x )
2

Sb =1,521131737
√ −5
10
10 (2 ,14 × 10 )−( 0,000186493 )
Sb =905,668
 Menentukan nilai Ra

Ra = | Sa
a
×100 % |
Ra = |10,449
1,346
×100 %|

Ra =13 %(2 AP)


Jadi didapatkan nilai a sebesar a=(10 , 44 ± 1, 34) dengan ralat relatif
sebesar 13% (2 AP).
 Menentukan nilai Rb

Rb = | Sb
b
×100 % |
Rb = |54210
905,668
, 45
×100 %|
Rb =1 ,67 % (3 AP)
Jadi didapatkan nilai b sebesar b=(54210 , 45± 905 , 66) dengan ralat relatif
sebesar 1,69% (3 AP).
V
Grafik Hubungan antara r 2 dengan 2
I

Grafik Hubungan r^2 dengan V/I^2


160
140
120 f(x) = 54170.1175073845 x + 10.4489332789781
R² = 0.997695378526202
100
80
V/I^2

60
40
20
0
0.0004 0.0006 0.0008 0.001 0.0012 0.0014 0.0016 0.0018 0.002 0.0022 0.0024

r^2

Grafik 2. Grafik Hubungan Kuadrat Jari-Jari dengan


Perbandingan Tegangan dan Kuadrat Arus
Jadi didapatkan persamaan grafiknya yaitu y=54170 x +10,449
dengan R2 sebesar 0,9977.
 Menentukan besar muatan spesifik elektron (e/m)
e 2b
=
m (7 ,79 × 10−4 )2
4
e 2(5 , 24 × 10 )
=
m (7 ,79 × 10−4 )2
e 11
=1 , 79 ×10 C / Kg
m

 Menentukan ketidakpastian muatan spesifik elektron S e


m

|√ ( ) |
2
e

m
Se = Sb
m ∂b

√| |
2

Se =

( 2b
(7 , 79× 10− 4)2 )S
b
m
∂b
|√ ( |
2

Se =

2(54210 , 45)
(7 , 79× 10− 4)2 ) 905,668
m ∂(54210 , 45)
11
S e =1, 66 ×10 C / Kg
m

 Menentukan ralat relatif muatan spesifik elektron R e


m

Se
m
Re= ×100 %
m e
m
11
1 , 66 ×10
Re= 11
×100 %
m 1 , 79 ×10
R e =0,9307 % (4 AP)
m

Jadi, diperoleh nilai muatan spesifik elektron yaitu


e
=( 1, 79 ×10 ± 1 ,66 × 10 ) C / Kgdengan ralat relatif sebesar 0,9307% (4
11 11
m
AP).
b. Tugas
1. Buatlah tabel (namakan Tabel 2) hasil analisis yang memuat V/I 2 dan
r2
Jawab:
2 2
No x y x y xy
1 0,000625 47,25 3,91×10−7 2232,5625 0,02953125
2 0,00075625 51,25 5,72 ×10−7 2626,5625 0,038757813
3 0,0009 58,5 8,10 ×10−7 3422,25 0,05265
4 0,00105625 66,25 1,12 ×10−6 4389,0625 0,069976563
5 0,001225 76 1,50 ×10−6 5776 0,0931
6 0,00140625 86,75 1,98 ×10−6 7525,5625 0,121992188
7 0,0016 96 2,56 ×10−6 9216 0,1536
8 0,00180625 107 3,26 ×10−6 11449 0,19326875
9 0,002025 120,75 4,10 ×10−6 14580,5625 0,24451875
10 0,00225625 134,5 5,09 ×10−6 18090,25 0,303465625
Σ 0,01365625 844,25 2,14 ×10−5 79307,8125 1,300860938
Σ2 0,000186493 712758,0625 4,57 ×10−10 6289729124 1,692239179

Tabel 5. Tabel Hasil Analisis V/I2 dan r2


2. Buatlah grafik antara V/I2 – r2
Jawab:

Grafik hubungan (r 2) dengan ( )


V
I
2

Grafik Hubungan r^2 dengan V/I^2


160
140
120 f(x) = 54170.1175073845 x + 10.4489332789781
R² = 0.997695378526202
100
80
V/I^2

60
40
20
0
0.0004 0.0006 0.0008 0.001 0.0012 0.0014 0.0016 0.0018 0.002 0.0022 0.0024

r^2
3. Buatlah garis kecocokan terbaik (the best fit)
Jawab:

Grafik Hubungan r^2 dengan V/I^2


160
140
120 f(x) = 54170.1175073845 x + 10.4489332789781
100 R² = 0.997695378526202
80
V/I^2

60
40
20
0
04 06 08 1 12 14 16 18 2 22 24
00 00 00 00 00 00 00 00 00 00 00
0. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0.

r^2

Garis kecocokan pada gambar diatas menunjukkan grafik

hubungan antara (r 2) dengan ( ) menghasilkan persamaan


V
I
2

y=54170 x ±10,449 dan nilai R2 sebesar 0,997.


4. Tentukan nilai (e/m) dari kemiringan grafik tersebut lengkap dengan
ralatnya
Jawab:
Berdasarkan hasil perhitungan analisis data yang telah dilakukan
didapatkan nilai a sebesar a=(10 , 44 ± 1, 34) dengan ralat relatif
sebesar 13% (2 AP). Didapatkan juga nilai b sebesar
b=(54210 , 45± 905 , 66) dengan ralat relatif sebesar 1,67% (3 AP).
e
Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh nilai sebesar
m

=(1 ,79 × 10 ±1 , 66 ×10 )C/𝑘𝑔 dengan ralat relatif sebesar


e 11 9
m
0,9307% (4 AP).
5. Dapatkan persamaan (4) berdasarkan hukum Biot-Savart. Mulailah
dengan meninjau dua buah koil (Helmholtz) searah z yang terpisah
sejauh 2a = R. Selanjutnya analisislah pada pusat jari-jari.
Jawab:

Dari gambar tersebut dapat dijelaskan bahwa jika titik p tepat


berada di
tengah-tengah kumparan (Z=a), karena arus searah maka induksi
magnet pada titik p sama dengan nol. Induksi magnet di titik p
adalah:
2
μ0 NIR
BZ ( Z )= ¿
2
2 2
d BZ −3 μ0 NIR
2
= ¿
dZ 2

Karena Z = a, maka
2 2
d BZ −3 μ0 NIR
2
= ¿
dZ 2

Turunan ini bernilai nol jika R 2 − 4a = 0, maka jarak antara


kedua kumparan adalah 2a=R. Artinya jarak antara kedua
kumparan harus sama dengan jari-
jari kumparan agar induksi magnet di titik p berubah.
8
BZ =−3 μ 0∋ ¿ ¿
R 3
2
5
Dalam eksperimen penentuan muatan spesifik (e/m) elektron,
diketahui bahwa hubungan antara medan dan arus listrik adalah
BZ = H = medan magnet yang digunakan, maka :
8 1
BZ =H =μ0 ∋ ¿ =μ0 0,7155 ¿
R 5 √5 R
6. Lukislah gaya-gaya yang bekerja pada elektron pada beberapa posisi
berbeda. Jelaskan berdasarkan hasil Anda bagaimana seharusnya
lintasan elektron tersebut.
Jawab:
Elektron melakukan penyerapan atau memancarkan energi
tertentu untuk bisa berpindah dari satu lintasan ke lintasan lainnya
(𝐸𝑎𝑤𝑎𝑙= 𝐸𝑎𝑘ℎ𝑖𝑟). Berikut disajikan gambar elektron beserta
uraian gaya-gaya yang bekerja padanya:

Apabila partikel bermuatan bergerak dalam arah tegak lurus


terhadap medan magnet seragam yang bekerja padanya selama
gerakannya, maka muatan akan bergerak dalam jalur melingkar.
Muatan positif yang bergerak dalam medan magnet kontinu 𝐵
(dengan arah penetrasi medan magnet) akan membentuk orbit
melingkar di bawah gaya Lorentz menuju pusat lingkaran. Pada
muatan negatif (gambar q), gaya Lorentz yang membentuk lingkaran
berarah ke pusat lingkaran dan disebut gaya sentripetal. Setiap benda
yang bergerak melingkar beraturan harus selalu menerima gaya agar
benda tersebut dapat berotasi.
7. Bagaimana agar gerak elektron membentuk lintasan spiral?
Jawab:
Agar elektron dapat berputar, mereka diberikan medan magnet kedua
dengan arah tegak lurus terhadap yang pertama. Perlakuan tersebut
bertujuan agar gaya Lorentz menyebabkan elektron bergerak dari satu
posisi melingkar ke posisi melingkar berikutnya, jadi jika kita mengamati
pergerakan elektron bentuk lintasannya adalah spiral. Sebenarnya dalam
gerak spiral elektron masih dapat dilakukan percobaan e/m elektron, tetapi
yang menjadi masalah adalah tingkat ketelitiannya dan sangat sulit untuk
dilakukan serta diamati.
8. Bagaimana jika dalam kondisi gerak melingkar, sebatang magnet batang
didekatkan pada tabung tersebut. Jelaskan apa yang terjadi.
Jawab:
Ketika salah satu kutub magnet batang didekatkan, maka akan timbul
medan magnet yang mempengaruhi pergerakan elektron. Pembelokan
gerak elektron bergantung pada kutub magnet yang didekatkan.
9. Gambarkan medan magnet dari koil Helmholtz dalam eksperimen Anda dan
medan magnet bumi? Gunakan magnet jarum (kompas). Bagaimana
pengaruhnya?
Jawab:

Pada gambar (a) terlihat medan magnet koil Helmholtz tampak


dibelokkan bahkan tegak lurus arah utara dan selatan bumi. Pada gambar
(b), arah medan magnet bumi juga menyimpang dari arah utara-selatan
geografis. Arus listrik dalam sebuah konduktor dapat menciptakan medan
magnet di sekitarnya menurut eksperimen Oersted. Apabila jarum magnet
(kompas) didekatkan dengan benang, jarum magnet akan dibelokkan. Hal
tersebut sama seperti ketika kita mendekatkan jarum kompas dengan
kumparan Helmholtz yang dialiri arus, jarum juga akan dibelokkan.
c. Dokumentasi

Gambar 4. Dokumentasi Saat Pelaksanaan Praktikum

d. Laporan Sementara

Gambar 5. Laporan Sementara


e. Cek Plagiasi

Gambar 6. Bukti Cek Plagiasi

Anda mungkin juga menyukai