Pengukuran Cacah Radiasi Nuklir
Pengukuran Cacah Radiasi Nuklir
Disusun oleh :
DEPARTEMEN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
MEI 2025
PERCOBAAN PENGUKURAN CACAH RADIASI NUKLIR
A. TUJUAN
Percobaan pengukuran cacah radiasi nuklir ini memiliki tujuan yaitu:
1. Menenetukan counting rate (cacah radiasi) dari bahan radioaktif.
2. Menentukan penyerapan radioaktif dari bahan pelindung
B. DASAR TEORI
Pada tahun 1897, J.J. Thomson melakukan eksperimen untuk
menentukan rasio muatan terhadap massa elektron (e/m) menggunakan
tabung sinar katoda. Ia menerapkan medan listrik dan magnet, baik
secara terpisah maupun bersamaan, untuk melihat pengaruhnya
terhadap lintasan sinar. Ketika kedua medan diatur sehingga sinar tetap
lurus, Thomson menghitung nilai e/m berdasarkan keseimbangan gaya
listrik dan magnet. Hasilnya menunjukkan bahwa partikel dalam sinar
katoda memiliki nilai e/m jauh lebih besar daripada ion hidrogen,
menandakan bahwa partikel tersebut sangat kecil dan bermuatan
negatif. Partikel ini kemudian dikenal sebagai elektron (Taryana, 2024).
Penemuan Thomson tentang perbandingan muatan dan massa
elektron (e/m) menjadi dasar bagi eksperimen-eksperimen berikutnya
yang lebih akurat. Salah satu metode yang digunakan melibatkan medan
magnet dari koil Helmholtz. Dalam percobaan ini, elektron yang
dipercepat oleh tegangan anoda akan bergerak melingkar karena
pengaruh gaya Lorentz. Gaya magnet ini bertindak sebagai gaya
sentripetal yang menjaga lintasan melingkar elektron. Dengan
mengukur tegangan, arus listrik pada koil, dan jari-jari lintasan, nilai
e/m dapat dihitung secara eksperimen. Metode ini memberikan hasil
yang lebih tepat dan menjadi cara penting dalam memahami sifat dasar
elektron (Ishafit et al, 2024). Berdasarkan metode ini, nilai
perbandingan muatan terhadap massa elektron adalah:
e 11
=1 , 76 ×10 C /kg
m
Thomson mengindikasikan bahwa rasio antara muatan dan massa
(e/me/me/m) elektron bersifat independen terhadap jenis material yang
digunakan sebagai katoda (Hanam, 2024). Thomson mengukur muatan
spesifik elektron berdasarkan prinsip bahwa elektron yang bergerak
dalam medan listrik atau magnet akan mengalami gaya yang
menyebabkan penyimpangan lintasannya (Akhadi, 2023). Dalam
eksperimen ini, digunakan tabung katoda dan kumparan Helmholtz
yang berfungsi menghilangkan pengaruh medan magnet bumi serta
menghasilkan medan magnet konstan dalam ruang terbatas (Said,
2020).
Persamaan kecepatan elektron yang memenuhi hukum kekekalan
energi sebagai berikut:
1 2
m v =eV
2
v=
√ 2 eV
m
(Tim Praktikum Atom dan Molekul, 2022)
E. PROSEDUR PERCOBAAN
Prosedur dalam melakukan percobaan penentuan muatan spesifik
elektron, yaitu sebagai berikut:
1. Persiapan
a. Sebelum melakukan percobaan, memeriksa semua kelengkapan
peralatan percobaan yang akan digunakan.
b. Memeriksa bahwa semua unit dalam keadaan off dan skala
sumber terkecil serta skala alat ukur terbesar.
c. Menyusun set alat rangkaian eksperimen seperti pada gambar
set alat percobaan.
d. Menggelapkan ruang percobaan (mematikan lampu ruangan).
2. Percobaan
a. Menghidupkan sumber daya untuk koil Helmholtz samapi kira-
kira 2 A. Bersamaan dengan ini, menghidupkan pula sumber
daya untuk tegangan anoda tabung lucutan secara perlahan
sambil mengamati apakah sudah terjadi berkas elektron anoda-
katoda.
b. Jika berkas elektron pada ujung anoda-katoda, menaikkan secara
perlahan tegangan anoda sampai berkas elektron keluar.
Mengusahakan agar berkas tidak lurus sehingga menumbuk
dinding tabung, mengatur sedemikian hingga berbentuk
melingkar. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengatur secara
bersamaan anatar tegangan pada koil Helmholtz dan tegangan
anoda pada tabung lucutan.
c. Menentukan jari-jari lingkaran lintasan berkas elektron tersebut
(mulai dari terkecil) misalnya r 1=0,0250 m. Mencatat tegangan
anoda dan arus koil pada saat itu pada tabel pengamatan.
d. Mengulangi langkah (c) di atas untuk minimum 6 jari-jari
lingkaran berkas elektron yang berbeda. (misal r n =¿ 0,0275 m,
0,0300 m, 0,0325 m, 0,0350 m dan seterusnya, minimal 10
data).
F. DATA PENGAMATAN
No V ± ∆ V (V ) I ± ∆ I ( A) r ± ∆ r (m)
1 189 ± 0,5 2 ± 00,5 0,0250± 0,0025
2 205 ± 0,5 2 ± 00,5 0,0275± 0,0025
3 234± 0,5 2 ± 00,5 0,0300± 0,0025
4 265± 0,5 2 ± 00,5 0,0325± 0,0025
5 304 ± 0,5 2 ± 00,5 0,0350± 0,0025
6 347 ± 0,5 2 ± 00,5 0,0375± 0,0025
7 384 ± 0,5 2 ± 00,5 0,0400± 0,0025
8 428 ± 0,5 2 ± 00,5 0,0425± 0,0025
9 483 ± 0,5 2 ± 00,5 0,0450± 0,0025
10 538 ± 0,5 2 ± 00,5 0,0475± 0,0025
Tabel 2. Data pengamatan
Nst amperemeter : 0,01 A
Nst Voltmeter :1V
Nst diameter : 0,5 cm
Variabel bebas : Tegangan (V)
Variabel terikat : Jari – jari (r)
Variabel kontrol : Arus (A)
G. ANALISIS DATA
1. Metode Analisis
Pada percobaan penentuan muatan spesifik elektron ini
menggunakan metode kuadrat terkecil, karena persamaan fisisnya
merupakan pekami mencari panjang persamaan garis yang dapat
ditemukan dengan persamaan berikut.
V
I
2
=( )( 12 ) (7 , 79× 10
e
m
−4 2 2
) r
Menentukan nilai a
a=¿ ¿
Menentukan nilai b
n ∑ xy−∑ x ∑ y
b=
n¿¿
Menentukan nilai S y
S y=
√ 1
n−2
¿¿
Menentukan nilai Sa
Sa =S y
√ ∑ x2 ¿
n¿¿
Menentukan nilai Sb
√
n
Sb =S y
n ∑ x −( ∑ x )
2 2
Menentukan nilai Ra
Ra = | Sa
a
×100 % |
Menentuka nilai Rb
Rb = | Sb
b
×100 % |
Menentukan nilai muatan spesifik elektron ( Ra )
Rb = | Sb
b
×100 % |
Menentukan besar muatan spesifik elektron (e/m)
e 2b
=
m (7 ,79 × 10−4 )2
√| |
2
Se =
∂
e
m
Sb
( )
m ∂b
√| |
2
Se =
∂
( 2b
(7 , 79× 10− 4)2
Sb
)
m
∂b
2. Sajian Hasil
Berdasarkan hasil analisis data, berikut sajian hasil dari
percobaan penentuan muatan spesifik elektron:
a. Hasil perhitungan dengan menggunakan metode kuadrat
terkecil
Nilai S y 1,521131737
Nilai a `10,449
Nilai Sa 1,346
Nilai b 54210,45
Nilai Sb 905,668
Nilai Ra 13 % (2 AP)
Nilai Rb 1 , 67 %(3 AP)
( )
11
e 1 ,79 × 10 C/ Kg
Nilai
m
S 9
1 , 66 ×10 C /Kg
Nilai ( )
e
m
R 0,9307 % (4 AP)
Nilai ( me )
60
40
20
0
0.0004 0.0006 0.0008 0.001 0.0012 0.0014 0.0016 0.0018 0.002 0.0022 0.0024
r^2
H. PEMBAHASAN
Ketika suatu muatan elektron bergerak dalam ruang yang berada di
bawah pengaruh medan magnet atau medan listrik, muatan tersebut
akan mengalami gaya yang menyebabkan penyimpangan lintasannya.
Fenomena ini dapat dianggap sebagai pergerakan muatan listrik dalam
medan magnet atau medan listrik. Pada praktikum ini, digunakan
tabung katoda dan kumparan Helmholtz untuk menghasilkan medan
magnet yang konstan. Kumparan Helmholtz berfungsi untuk
menghilangkan pengaruh medan magnet bumi sehingga medan magnet
yang diberikan kepada elektron lebih terkendali dan merata dalam
ruang eksperimen yang terbatas.
Elektron yang dilepaskan dari katoda akan dipercepat menuju anoda
yang memiliki perbedaan tegangan. Setelah memasuki medan magnet,
elektron akan mengalami gaya Lorentz yang mengakibatkan
lintasannya berubah menjadi melingkar. Besar jari-jari lintasan ini
bergantung pada perbedaan potensial dan kuat medan magnet yang
diberikan. Jika kuat arus tetap tetapi beda potensial anoda-katoda
semakin kecil, maka jari-jari lintasan elektron juga akan semakin kecil.
Hal ini sesuai dengan hubungan matematis yang menunjukkan bahwa
jari-jari lintasan elektron sebanding dengan akar kuadrat dari beda
potensial.
Pada praktikum ini, analisis dilakukan menggunakan metode kuadrat
terkecil, ralat rambat, dan grafik hubungan antara beda potensial, kuat
arus, dan jari-jari lintasan elektron. Dari hasil analisis data didapatkan
nilai a sebesar a=(10 , 44 ± 1, 34) dengan ralat relatif sebesar 13% (2
AP). Didapatkan juga nilai b sebesar b=(54210 , 45± 905 , 66) dengan
ralat relatif sebesar 1,67% (3 AP). Berdasarkan hasil perhitungan,
J. DAFTAR PUSTAKA
Menentukan nilai a
a=¿ ¿
−5
(844 ,25)(2 , 14 ×10 )−0.01365625(1,300860938)
a=
10(2 , 14 ×10−5)− ( 0,000186493 )
a=10 , 4 49
Menentukan nilai b
n ∑ xy−∑ x ∑ y
b=
n¿¿
10 (1,300860938)−(0,01365625)(844 , 25)
b=
10(2 ,14 ×10−5 )−( 0,000186493 )
b=54210 , 45
Menentukan nilai S y
√ [
( ) ∑ y −( )]
2 2
S y=
1 2 ∑ x 2 ( ∑ y ) −2 ∑ x ∑ xy ∑ y+ n (∑ xy )
2
n−2 n ∑ x −( ∑ x )
2
S y=
√( ) [ 1
10−2
S y =1,521131737
79307,8125−
(
(2, 14 × 10−5 )(712758,0625)−2(0,01365625)(1,300860938)(1,30086
10(2 , 14 ×10−5)− ( 0,000186493 )
Menentukan nilai Sa
Sa =S y
√ ∑ x2 ¿
n¿¿
Sa =1,521131737
Sa =1,346
√ 2 ,14 × 10−5
−5
10 (2 ,14 × 10 )−( 0,000186493 )
Menentukan nilai Sb
√
n
Sb =S y
n ∑ x 2− ( ∑ x )
2
Sb =1,521131737
√ −5
10
10 (2 ,14 × 10 )−( 0,000186493 )
Sb =905,668
Menentukan nilai Ra
Ra = | Sa
a
×100 % |
Ra = |10,449
1,346
×100 %|
Rb = | Sb
b
×100 % |
Rb = |54210
905,668
, 45
×100 %|
Rb =1 ,67 % (3 AP)
Jadi didapatkan nilai b sebesar b=(54210 , 45± 905 , 66) dengan ralat relatif
sebesar 1,69% (3 AP).
V
Grafik Hubungan antara r 2 dengan 2
I
60
40
20
0
0.0004 0.0006 0.0008 0.001 0.0012 0.0014 0.0016 0.0018 0.002 0.0022 0.0024
r^2
|√ ( ) |
2
e
∂
m
Se = Sb
m ∂b
√| |
2
Se =
∂
( 2b
(7 , 79× 10− 4)2 )S
b
m
∂b
|√ ( |
2
Se =
∂
2(54210 , 45)
(7 , 79× 10− 4)2 ) 905,668
m ∂(54210 , 45)
11
S e =1, 66 ×10 C / Kg
m
Se
m
Re= ×100 %
m e
m
11
1 , 66 ×10
Re= 11
×100 %
m 1 , 79 ×10
R e =0,9307 % (4 AP)
m
60
40
20
0
0.0004 0.0006 0.0008 0.001 0.0012 0.0014 0.0016 0.0018 0.002 0.0022 0.0024
r^2
3. Buatlah garis kecocokan terbaik (the best fit)
Jawab:
60
40
20
0
04 06 08 1 12 14 16 18 2 22 24
00 00 00 00 00 00 00 00 00 00 00
0. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0. 0.
r^2
Karena Z = a, maka
2 2
d BZ −3 μ0 NIR
2
= ¿
dZ 2
d. Laporan Sementara