Pedoman Penyusunan RKA-SKPD 2026
Pedoman Penyusunan RKA-SKPD 2026
SURAT EDARAN
Nomor :
[Link]/9927/438.6.2/2025
Tentang
Penyusunan RKA-SKPD Tahun Anggaran 2026
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh BSrE sesuai dengan Undang
Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, tandatangan secara elektronik memiliki kekuatan hukum dan akibat
hukum yang sah.
-
subkegiatan;
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh BSrE sesuai dengan Undang
Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, tandatangan secara elektronik memiliki kekuatan hukum dan akibat
hukum yang sah.
-
2) Hasil dan manfaat yang diharapkan; dan
3) Efisiensi dalam pencapaian hasil dan keluaran.
2. Penyusunan RKA-SKPD dengan menggunakan pendekatan penganggaran
berdasarkan kinerja berpedoman pada:
a. Indikator kinerja, dengan rincian paling sedikit mencakup:
1) Indikator dan target kinerja hasil program;
2) Indikator dan target kinerja keluaran (output) kegiatan; dan
3) Indikator dan target kinerja keluaran (sub-output) subkegiatan;
b. Tolok ukur kinerja;
c. Sasaran kinerja;
d. Analisis standar belanja;
e. Standar harga satuan;
f. Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD); dan
g. SPM.
3. Penyusunan RKA SKPD TA 2026 mempedomani Peraturan Menteri Dalam
Negeri tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah TA 2026, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2025 tentang
Standar Harga Satuan Regional dan Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 27 Tahun
2025 tentang Standar Harga Satuan Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten
Sidoarjo Tahun Anggaran 2026;
4. Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Rekening Pendapatan, Belanja dan
Pembiayaan mempedomani Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor
[Link]-3406 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Menteri
Dalam Negeri Nomor 050-5889 Tahun 2021 tentang Hasil Verifikasi, Validasi
dan Inventarisasi Pemutakhiran Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur
Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah;
5. Penetapan target pajak daerah harus didasarkan pada data potensi pajak
daerah serta memperhatikan perkiraan asumsi makro, seperti pertumbuhan
rasio perpajakan daerah, pertumbuhan ekonomi, dan tingkat inflasi yang dapat
mempengaruhi target pendapatan pajak daerah;
6. Penetapan target retribusi daerah harus didasarkan pada data potensi retribusi
daerah serta memperhatikan perkiraan asumsi makro, seperti pertumbuhan
ekonomi, dan tingkat inflasi tahun 2026 dan tarif retribusi bersangkutan yang
dapat mempengaruhi target pendapatan retribusi daerah;
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh BSrE sesuai dengan Undang
Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, tandatangan secara elektronik memiliki kekuatan hukum dan akibat
hukum yang sah.
-
7. Dalam rangka mengoptimalkan pajak daerah dan retribusi daerah, SKPD
diharapkan melakukan kegiatan pemungutan dengan berbasis teknologi;
8. Penganggaran program dan kegiatan yang dibiayai dari Pendapatan Transfer
Khusus (Dana Alokasi Khusus/DAK, Pajak Rokok, DBHCHT, Bantuan Keuangan
Provinsi) termasuk sisa dari dana-dana tersebut harus sesuai petunjuk teknis
yang berlaku;
9. Belanja pegawai digunakan untuk menganggarkan kompensasi yang diberikan
kepada Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah, pimpinan dan anggota DPRD,
serta Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. Penganggaran belanja pegawai antara lain berupa gaji/uang representasi
dan tunjangan, tambahan penghasilan pegawai ASN, belanja penerimaan
lainnya pimpinan dan anggota DPRD serta Kepala Daerah dan Wakil Kepala
Daerah;
b. Belanja pegawai untuk Bupati dan Wakil Bupati dianggarkan pada RKA
Sekretariat Daerah, sedangkan untuk Pimpinan dan Anggota DPRD
dianggarkan pada RKA Sekretariat DPRD;
c. Penganggaran untuk gaji pokok dan tunjangan ASN disesuaikan dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan serta memperhitungkan
pemberian gaji ketiga belas dan tunjangan hari raya;
d. Penganggaran belanja pegawai untuk kebutuhan kenaikan gaji berkala,
kenaikan pangkat, tunjangan keluarga dan mutasi pegawai dengan
memperhitungkan acress yang besarnya maksimum 2,5% (dua koma lima
persen) dari jumlah belanja pegawai untuk gaji pokok dan tunjangan; dan
e. SKPD dilarang menganggarkan dalam jenis belanja pegawai untuk tenaga
non ASN dikarenakan belanja pegawai hanya diperuntukkan bagi PNS
Daerah, PPPK Daerah, Kepala Daerah dan DPRD.
10. Penganggaran belanja barang dan jasa digunakan untuk menganggarkan
pengadaan barang/jasa yang nilai manfaatnya kurang dari dua belas bulan,
termasuk barang/jasa yang akan diserahkan atau dijual kepada
masyarakat/pihak lain dalam rangka melaksanakan program dan kegiatan
pemerintah daerah guna pencapaian sasaran prioritas daerah yang tercantum
dalam RPJMD terkait. Selanjutnya, penganggaran belanja barang dan jasa
memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a. Belanja barang dan jasa diuraikan dalam objek belanja barang, belanja jasa,
Jalan Gubernur Suryo Nomor 1 Sidoarjo Provinsi Jawa Timur
Telp. (031) 8921946,8941145,Fax.8946924
Email : bupati@[Link] Website : [Link]
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh BSrE sesuai dengan Undang
Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, tandatangan secara elektronik memiliki kekuatan hukum dan akibat
hukum yang sah.
-
belanja pemeliharaan, belanja perjalanan dinas, dan Belanja Uang dan/atau
Jasa untuk diberikan kepada Pihak Ketiga/Pihak Lain/Masyarakat;
b. Penganggaran belanja barang pakai habis, barang tak habis pakai, dan
barang bekas dipakai disesuaikan dengan kebutuhan nyata yang didasarkan
atas pelaksanaan tugas dan fungsi SKPD, jumlah pegawai dan volume
pekerjaan serta memperhitungkan estimasi sisa persediaan barang Tahun
Anggaran 2025 sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
c. Penganggaran honorarium memperhatikan asas kepatutan, kewajaran,
rasionalitas dan efektivitas dalam pencapaian sasaran program dan kegiatan
sesuai dengan kebutuhan dan waktu pelaksanaan kegiatan dalam rangka
mencapai target kinerja kegiatan, dan besarannya mengacu kepada
Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2025 tentang Standar Harga
Satuan Regional dan Peraturan Bupati Sidoarjo Nomor 27 Tahun 2025
tentang Standar Harga Satuan Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten
Sidoarjo Tahun Anggaran 2026;
d. Belanja barang untuk dijual/diberikan kepada masyarakat/pihak ketiga/pihak
lain merupakan pengeluaran anggaran belanja daerah untuk pengadaan
barang yang dimaksudkan untuk dijual/diberikan kepada masyarakat/pihak
ketiga/pihak lain dikaitkan dengan tugas fungsi dan strategi pencapaian
target kinerja perangkat daerah yang tujuan kegiatannya tidak termasuk
dalam kriteria hibah dan bantuan sosial, meliputi belanja pengadaan tanah,
peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi, dan jaringan
untuk diberikan kepada masyarakat/pihak ketiga/pihak lain;
e. Belanja barang untuk dijual/diberikan kepada masyarakat/pihak ketiga/pihak
lain memperhatikan asas kepatutan, kewajaran, rasionalitas dan efektivitas
dalam pencapaian sasaran program, kegiatan dan subkegiatan
pemerintahan daerah guna mencapai target kinerja yang ditetapkan
berdasarkan Visi dan Misi Kepala Daerah yang tertuang dalam RPJMD dan
dijabarkan dalam rencana kerja pemerintah daerah;
f. Pengadaan belanja barang untuk dijual/diserahkan kepada
masyarakat/pihak ketiga/pihak lain pada tahun anggaran berkenaan
dimaksud dianggarkan sebesar harga beli/bangun atas barang yang akan
diserahkan kepada masyarakat/pihak ketiga/pihak lain ditambah seluruh
belanja yang terkait dengan pengadaan/pembangunan sampai siap
diserahkan;
Jalan Gubernur Suryo Nomor 1 Sidoarjo Provinsi Jawa Timur
Telp. (031) 8921946,8941145,Fax.8946924
Email : bupati@[Link] Website : [Link]
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh BSrE sesuai dengan Undang
Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, tandatangan secara elektronik memiliki kekuatan hukum dan akibat
hukum yang sah.
-
g. Penganggaran jasa/honorarium/kompensasi bagi ASN dan Non ASN seperti
honorarium narasumber/tenaga ahli, honorarium tim pelaksana kegiatan
dianggarkan dalam sub kegiatan yang besarannya mempedomani Peraturan
Bupati tentang Pedoman Pelaksanaan APBD dan Peraturan Bupati tentang
Penghasilan Pegawai Non ASN;
h. Penganggaran belanja jasa Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja
(PPPK ) Paruh Waktu dialokasikan pada jenis belanja barang dan jasa yang
besarannya mempedomani ketentuan yang berlaku;
i. Penganggaran untuk Jaminan Kesehatan bagi kepala desa dan perangkat
desa dianggarkan dalam RKA Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa;
j. Peningkatan kompetensi melalui pendidikan dan pelatihan atau kegiatan
sejenis memperhatikan:
1) Diprioritaskan pelaksanaannya di dalam wilayah Kabupaten Sidoarjo;
2) Dalam hal pelaksanaannya di luar wilayah Kabupaten Sidoarjo, dilakukan
secara selektif sepanjang terdapat kebutuhan atau terbatasnya kapasitas
sumber daya serta lembaga pengembangan SDM yang kompeten; dan
3) Mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi, efektivitas, dan
efisiensi pendanaan penyelenggaraan sertifikasi/uji kompetensi, dan
pengembangan kompetensi SDM Aparatur atau sejenisnya dapat
dilaksanakan secara virtual maupun hybrid.
k. Penganggaran pemeliharaan barang milik daerah yang berada dalam
penguasaan pengelola barang, pengguna barang atau kuasa pengguna
barang berpedoman pada daftar kebutuhan pemeliharaan barang sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai BMD;
l. Penganggaran belanja perjalanan dinas dalam rangka kunjungan kerja atau
studi banding, baik perjalanan dinas dalam negeri maupun perjalanan dinas
luar negeri, dilakukan secara selektif, dan dibatasi frekuensi, jumlah hari dan
jumlah peserta serta memperhatikan ketersediaan anggaran dan target
kinerja dari perjalanan dinas dimaksud sehingga relevan dengan substansi
kebijakan pemerintah daerah dan penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Hasil kunjungan kerja atau studi banding dilaporkan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan;
m. Belanja uang untuk diberikan kepada pihak ketiga/pihak lain/masyarakat
memperhatikan asas kepatutan, kewajaran, rasionalitas dan efektivitas
dalam pencapaian sasaran program, kegiatan dan subkegiatan
Jalan Gubernur Suryo Nomor 1 Sidoarjo Provinsi Jawa Timur
Telp. (031) 8921946,8941145,Fax.8946924
Email : bupati@[Link] Website : [Link]
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh BSrE sesuai dengan Undang
Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, tandatangan secara elektronik memiliki kekuatan hukum dan akibat
hukum yang sah.
-
pemerintahan daerah guna mencapai target kinerja yang ditetapkan
berdasarkan Visi dan Misi Kepala Daerah yang tertuang dalam RPJMD dan
dijabarkan dalam RKPD, dalam bentuk:
(1) Pemberian hadiah yang bersifat perlombaan;
(2) Penghargaan atas suatu prestasi;
(3) Pemberian beasiswa kepada masyarakat;
(4) Penanganan dampak sosial kemasyarakatan akibat penggunaan
tanah milik Pemerintah Daerah untuk pelaksanaan pembangunan
proyek strategis nasional dan non proyek strategis nasional sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
(5) TKDD yang penggunaannya sudah ditentukan sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan;
(6) Bantuan fasilitasi premi asuransi pertanian;
(7) Uang yang diberikan kepada RT atau dengan sebutan lain;
(8) Uang yang diberikan kepada RW atau dengan sebutan lain;
(9) Uang yang diberikan kepada karang taruna;
(10) Uang yang diberikan kepada Lembaga Pemberdayaan Masyarakat;
(11) Uang yang diberikan kepada Posyandu;
(12) Imbal Jasa Penjaminan; dan/atau
(13) Bantuan premi nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam.
n. Pengadaan belanja jasa yang akan diserahkan atau dijual kepada
masyarakat/pihak lain dalam rangka melaksanakan program, kegiatan dan
sub kegiatan Pemerintahan Daerah berdasarkan Visi dan Misi Kepala
Daerah yang tertuang dalam RPJMD dan dijabarkan dalam RKPD.
11. Penganggaran Belanja Hibah dan Bantuan Sosial memperhatikan hal-hal sebagai
berikut :
a. Belanja Hibah dan Bantuan Sosial terkait urusan dan kewenangan daerah
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dianggarkan pada
SKPD;
b. Belanja Hibah dan Bantuan Sosial terkait hubungan antar lembaga
pemerintahan dan/atau instansi vertikal sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan dianggarkan pada SKPD yang melaksanakan urusan
Pemerintahan Umum (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik);
c. Belanja Hibah dan Bantuan Sosial yang bukan urusan dan kewenangan
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh BSrE sesuai dengan Undang
Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, tandatangan secara elektronik memiliki kekuatan hukum dan akibat
hukum yang sah.
-
Pemerintah Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan yang mendukung program dan kegiatan Pemerintah Daerah
dianggarkan pada Sekretariat Daerah;
d. Penganggaran bantuan sosial yang tidak dapat direncanakan sebelumnya
dianggarkan dalam Belanja Tidak Terduga;
e. Penganggaran belanja hibah dan bantuan sosial dalam rangka menunjang
program, kegiatan dan sub kegiatan Pemerintah Daerah berdasarkan hasil
evaluasi Kepala SKPD atas usulan tertulis dari calon penerima hibah dan
bantuan sosial, kecuali ditentukan lain sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
12. Belanja modal digunakan untuk menganggarkan pengeluaran yang dilakukan
dalam rangka pengadaan aset tetap dan aset lainnya. Kebijakan penganggaran
belanja modal memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. Belanja modal digunakan untuk menganggarkan pengeluaran yang
dilakukan dalam rangka pengadaan aset tetap dan aset lainnya serta
memenuhi kriteria mempunyai masa manfaat lebih dari dua belas bulan,
digunakan dalam kegiatan Pemerintahan Daerah, memenuhi batas minimal
kapitalisasi aset tetap, berwujud, biaya perolehan aset tetap dapat diukur
secara andal, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas,
dan diperoleh atau dibangun dengan maksud untuk digunakan;
b. Nilai aset tetap yang dianggarkan dalam belanja modal tersebut adalah
sebesar harga beli atau bangun aset ditambah seluruh belanja yang terkait
dengan pengadaan/ pembangunan aset sampai aset siap digunakan;
c. Segala biaya yang dikeluarkan setelah perolehan awal aset tetap (biaya
rehabilitasi/renovasi) sepanjang memenuhi batas minimal kapitalisasi
aset,dan memperpanjang masa manfaat atau yang memberikan manfaat
ekonomi dimasa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas,
atau peningkatan mutu produksi atau peningkatan kinerja dianggarkan
dalam belanja modal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan;
d. Alokasi belanja modal pada APBD Tahun Anggaran 2026 diprioritaskan
untuk pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana yang terkait
langsung dengan peningkatan pelayanan publik serta pertumbuhan ekonomi
daerah;
e. Penganggaran pengadaan barang milik daerah dilakukan sesuai dengan
Jalan Gubernur Suryo Nomor 1 Sidoarjo Provinsi Jawa Timur
Telp. (031) 8921946,8941145,Fax.8946924
Email : bupati@[Link] Website : [Link]
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh BSrE sesuai dengan Undang
Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, tandatangan secara elektronik memiliki kekuatan hukum dan akibat
hukum yang sah.
-
kemampuan keuangan dan kebutuhan daerah berdasarkan prinsip efisiensi,
efektif, transparan dan terbuka, bersaing, adil, dan akuntabel dengan
mengutamakan produk dalam negeri;
f. Penganggaran pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah didasarkan
pada perencanaan kebutuhan barang milik daerah dan daftar kebutuhan
pemeliharaan barang milik daerah yang disusun dengan memperhatikan
kebutuhan pelaksanaan tugas dan fungsi SKPD serta ketersediaan barang
milik daerah yang ada. Selanjutnya, perencanaan kebutuhan barang milik
daerah merupakan salah satu dasar bagi SKPD dalam pengusulan
penyediaan anggaran untuk kebutuhan barang milik daerah yang baru (new
initiative) dan angka dasar (baseline) serta penyusunan RKA-SKPD; dan
g. Pengadaan barang milik daerah dimaksud dalam pelaksanaannya juga harus
sesuai dengan standarisasi sarana dan prasarana kerja Pemerintah Daerah
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
13. Perencanaan dan penganggaran transformasi digital berpedoman pada SPBE
Pemerintah Daerah, Peta Rencana SPBE Pemerintah Daerah, Rencana
Strategis Pemerintah Daerah dan RPJMD;
14. Bagi SKPD yang akan melaksanakan pengembangan Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK) agar mengajukan usulan kepada Dinas Komunikasi dan
Informasi Kabupaten Sidoarjo terlebih dahulu sesuai ketentuan Peraturan Bupati
Sidoarjo Nomor 25 Tahun 2024 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis
Elektronik Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;
15. Melaksanakan proses penyusunan APBD secara transparan, akuntabel dan
menerapkan nilai-nilai anti korupsi.
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh BSrE sesuai dengan Undang
Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, tandatangan secara elektronik memiliki kekuatan hukum dan akibat
hukum yang sah.
-
Demikian untuk menjadi perhatian.
BUPATI SIDOARJO
Tembusan :
1. Sdr. Wakil Bupati Sidoarjo
2. Sdr. Sekretaris Daerah Kab. Sidoarjo
3. Sdr. Kepala BAPPEDA Kab. Sidoarjo
4. Sdr. Kepala BPKAD Kab. Sidoarjo
5. Sdr. Inspektur Kab. Sidoarjo
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh BSrE sesuai dengan Undang
Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, tandatangan secara elektronik memiliki kekuatan hukum dan akibat
hukum yang sah.
-
Lampiran Surat
Nomor :
[Link]//438.6.2/2025
Tanggal : 22 Agustus 2025
No Perangkat Daerah
1 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
2 Dinas Kesehatan
3 RSUD Sidoarjo
4 RSUD Sidoarjo Barat
5 Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air
6 Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang
7 Satuan Polisi Pamong Praja
8 Dinas Sosial
9 Dinas Tenaga Kerja
10 Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana
11 Dinas Pangan & Pertanian
12 Dinas Lingkungan Hidup & Kebersihan
13 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
14 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
15 Dinas Perhubungan
16 Dinas Komunikasi & Informatika
17 Dinas Koperasi dan Usaha Mikro
18 Dinas Penanaman Modal & Pelayanan Terpadu Satu Pintu
19 Dinas Kepemudaan, Olahraga & Pariwisata
20 Dinas Perpustakaan & Kearsipan
21 Dinas Perikanan
22 Dinas Perindustrian dan Perdagangan
23 Inspektorat
24 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
25 Badan Pengelolaan Keuangan & Aset Daerah
26 Badan Pelayanan Pajak Daerah
27 Badan Kepegawaian Daerah
28 Badan Penanggulangan Bencana Daerah
29 Sekretariat Daerah
30 Sekretariat DPRD
31 Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
32 Kecamatan Sidoarjo
33 Kecamatan Candi
34 Kecamatan Buduran
35 Kecamatan Wonoayu
36 Kecamatan Krian
37 Kecamatan Porong
38 Kecamatan Krembung
39 Kecamatan Jabon
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh BSrE sesuai dengan Undang
Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, tandatangan secara elektronik memiliki kekuatan hukum dan akibat
hukum yang sah.
-
No Perangkat Daerah
40 Kecamatan Balongbendo
41 Kecamatan Tarik
42 Kecamatan Taman
43 Kecamatan Waru
44 Kecamatan Gedangan
45 Kecamatan Sedati
46 Kecamatan Tanggulangin
47 Kecamatan Tulangan
48 Kecamatan Prambon
49 Kecamatan Sukodono
BUPATI SIDOARJO
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh BSrE sesuai dengan Undang
Undang No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, tandatangan secara elektronik memiliki kekuatan hukum dan akibat
hukum yang sah.
-