0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
575 tayangan60 halaman

Evaluasi Program Cek Kesehatan Gratis

Diunggah oleh

Irvand Rafhael
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
575 tayangan60 halaman

Evaluasi Program Cek Kesehatan Gratis

Diunggah oleh

Irvand Rafhael
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MINI PROJECT

2025

STUDI EVALUATIF PELAKSANAAN PROGRAM CEK KESEHATAN


GRATIS DI PUSKESMAS TOBELO : Prespektif Masyarakat dan
Petugas Kesehatan

PENYUSUN :

dr. Rivaldy H. Wahab

DOKTER PENDAMPING

dr. Justian Stanley Tuhuteru

PROGRAM INTERNSHIP DOKTER INDONESIA


PUSKESMAS TOBELO
KABUPATEN HALMAHERA UTARA
2025
LEMBAR PENGESAHAN

Yang bertandatangan dibawah ini menyatakan bahwa :

Nama : dr. Rivaldy H. Wahab

Judul minipro : STUDI EVALUATIF PELAKSANAAN PROGRAM


CEK KESEHATAN GRATIS DI PUSKESMAS TOBELO : Prespektif
Masyarakat dan Petugas Kesehatan

Telah menyelesaikan Mini Project yang berjudul “STUDI


EVALUATIF PELAKSANAAN PROGRAM CEK KESEHATAN GRATIS DI
PUSKESMAS TOBELO : Prespektif Masyarakat dan Petugas Kesehatan”
dan telah disetujui serta telah dibacakan dihadapan supervisor pembimbing
dalam rangka program internship dokter Indonesia

Tobelo, Agustus 2025

Menyetujui,

Dokter Pendamping, Penulis,

dr. Justian Stanley Tuhuteru dr. Rivaldy H. Wahab

ii
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ........................................................................... ii

DAFTAR ISI ............................................................................................... iii

DAFTAR GAMBAR.....................................................................................v

DAFTAR TABEL ........................................................................................ vi

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 7

A. Latar Belakang................................................................................. 7

B. Tujuan Penulisan ........................................................................... 10

C. Manfaat Penelitian ......................................................................... 11

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ................................................................ 12

A. Program Cek Kesehatan gratis...................................................... 12

B. Gambaran Umum Puskesmas ....................................................... 16

C. Persepsi Masyarakat dan Petugas Kesehatan terhadap


Pelaksanaan Program ........................................................................... 18

D. Kelebihan dan Kekurangan Pelaksanaan Program Cek Kesehatan


Gratis ..................................................................................................... 21

E. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Pelaksanaan


Program ................................................................................................ 22

F. Tantangan dan Strategi dalam Pelaksanaan Program Kesehatan


Gratis ..................................................................................................... 25

G. Kerangka Teori .............................................................................. 27

BAB III METODE PENELITIAN .............................................................. 28

A. Metode Penelitian .......................................................................... 28

B. Variabel Penelitian ......................................................................... 30

C. Analisis data .................................................................................. 31

BAB IV HASIL PENELITIAN .................................................................. 33

iii
A. Deskripsi Umum ............................................................................ 33

B. Distribusi Jawaban Responden Terhadap Pelaksanaan Program


Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Tobelo Berdasarkan Perspektif
Masyarakat ............................................................................................ 34

C. Diagram Distribusi Jawaban Responden Terhadap Pelaksanaan


Program Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Tobelo Berdasarkan
Perspektif Masyarakat ........................................................................... 37

D. Distribusi Jawaban Responden Terhadap Pelaksanaan Program


Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Tobelo Berdasarkan Perspektif
Petugas Kesehatan ............................................................................... 42

E. Diagram Distribusi Jawaban Responden Terhadap Pelaksanaan


Program Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Tobelo Berdasarkan
Perspektif Petugas Kesehatan .............................................................. 45

BAB V PEMABAHSAN PENELITIAN .................................................... 51

A. Perspektif Masyarakat terhadap Pelaksanaan Program Cek


Kesehatan Gratis di Puskesmas Tobelo ............................................... 51

B. Perspektif Petugas Kesehatan terhadap Pelaksanaan Program Cek


Kesehatan Gratis di Puskesmas Tobelo ............................................... 52

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN ..................................................... 55

A. Kesimpulan .................................................................................... 55

B. Saran ............................................................................................. 55

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 57

LAMPIRAN…………………………………………………………………..….59

iv
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Presentasi kasus kematian di Indoensia yang merupakan

kasus yang dapat di cegah ....................................................................... 13

Gambar 2. Peta Wilayah Kerja Puskesmas Tobelo ................................. 16

Gambar 3. Kerangka Teori ...................................................................... 27

LAMPIRAN…………………………………………………………………...…59

v
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Distribusi Jawaban Responden Terhadap Pelaksanaan Program

Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Tobelo Berdasarkan Perspektif

Masyarakat ............................................................................................... 34

Tabel 2. Distribusi Jawaban Responden Terhadap Pelaksanaan Program

Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Tobelo Berdasarkan Perspektif

Petugas Kesehatan .................................................................................. 42

vi
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pemeriksaan kesehatan merupakan langkah penting dalam

mengidentifikasi risiko penyakit degeneratif sekaligus sebagai upaya

pencegahan berkelanjutan, termasuk rehabilitasi, guna

meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.1

Sebagai bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan

akses dan kualitas pelayanan kesehatan, terutama di daerah dengan

keterbatasan sumber daya, pemerintah meluncurkan program cek

kesehatan gratis. Program ini bertujuan untuk mendeteksi dini

berbagai masalah kesehatan sehingga intervensi dapat dilakukan

secara cepat dan tepat sasaran. Melalui pemeriksaan kesehatan

secara rutin, masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya

menjaga kesehatan, yang pada akhirnya berkontribusi pada

penurunan angka penyakit tidak menular di daerah pelaksanaan

program. 2

Pemeriksaan kesehatan sendiri adalah upaya penting untuk

menemukan kelainan pada tubuh dan penyakit. Melakukan

pengecekan kesehatan secara teratur memungkinkan pencegahan

dan pengobatan sedini mungkin, sehingga risiko penyakit dapat

dikurangi atau ditangani dengan lebih baik.3

Puskesmas Tobelo sebagai fasilitas pelayanan kesehatan

tingkat pertama di wilayah tersebut berperan aktif dalam

7
melaksanakan program ini. Puskesmas memiliki tanggung jawab

untuk menyediakan layanan kesehatan yang mudah diakses dan

berkualitas, termasuk layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat

kurang mampu.

Program cek kesehatan gratis memainkan peran penting

dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan

masyarakat, terutama di daerah dengan keterbatasan sumber daya.

Dalam konteks ini, Petugas Kesehatan berperan sebagai jembatan

antara puskesmas dan komunitas dengan memberikan pelayanan

langsung di tingkat rumah tangga. Petugas Kesehatan tidak hanya

memperkuat pelaksanaan layanan kesehatan berbasis komunitas

melalui edukasi kesehatan, akses perawatan yang tepat waktu, dan

penghubungan komunitas dengan fasilitas kesehatan, tetapi juga

menghadapi berbagai tantangan terkait beban kerja dan dukungan

program.4

Perspektif dari kedua belah pihak, baik masyarakat sebagai

pengguna layanan maupun petugas kesehatan sebagai pelaksana,

sangat penting dalam menilai efektivitas program cek kesehatan

gratis. Keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh keterlibatan

kedua pihak tersebut dalam proses evaluasi. Dengan memahami

perspektif masyarakat dan petugas kesehatan, dapat diidentifikasi

tiga tema utama perubahan perilaku dalam peran Petugas

Kesehatan, yaitu:4

8
1. Kapasitas - Program Petugas Kesehatan mendukung pendidikan

kesehatan dan promosi kesehatan di dalam komunitas.

2. Kesempatan - Program Petugas Kesehatan memfasilitasi layanan

kesehatan berbasis komunitas serta menghubungkannya dengan

puskesmas.

3. Motivasi - Program Petugas Kesehatan mencakup faktor pendorong

dan tantangan dalam menyediakan layanan kesehatan berbasis

komunitas.

Optimalisasi beban kerja dan dukungan program sangat

penting agar Petugas Kesehatan dapat melaksanakan tugas mereka

dengan efektif. Evaluasi yang melibatkan perspektif masyarakat

sebagai pengguna layanan dan petugas kesehatan sebagai

pelaksana tidak hanya memberikan gambaran komprehensif

mengenai kualitas pelayanan dan tingkat kepuasan, tetapi juga

menyediakan masukan yang berguna untuk perbaikan program

secara berkelanjutan. Selain itu, diperlukan upaya lebih lanjut guna

mengatasi tantangan program serta faktor budaya yang dapat

menghambat peningkatan perilaku pencarian layanan kesehatan

yang positif.

Dalam rangka mengevaluasi program cek kesehatan gratis di

Puskesmas Tobelo, penting untuk memahami persepsi masyarakat

sebagai penerima layanan serta petugas kesehatan sebagai

pelaksana program. Persepsi kedua pihak ini akan memberikan

9
gambaran mengenai kepuasan, kemudahan akses, serta kendala

yang mungkin terjadi selama proses pelaksanaan.

Selain itu, diperlukan pula identifikasi mengenai kelebihan

dan kekurangan dari pelaksanaan program cek kesehatan gratis. Hal

ini penting untuk mengetahui sejauh mana program ini berjalan

efektif dan efisien, serta aspek apa saja yang masih perlu diperbaiki

agar manfaatnya dapat lebih dirasakan oleh masyarakat.

Faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan program juga

perlu dikaji guna mendapatkan pemahaman yang lebih

komprehensif. Keberhasilan pelaksanaan program cek kesehatan

gratis tidak hanya dipengaruhi oleh kesiapan fasilitas dan tenaga

kesehatan, tetapi juga oleh dukungan masyarakat, koordinasi

antarpetugas, serta kebijakan yang diterapkan.

Berdasarkan hal tersebut, mini project ini bertujuan untuk

mengevaluasi pelaksanaan program cek kesehatan gratis di

Puskesmas Tobelo dengan melibatkan perspektif masyarakat dan

petugas kesehatan. Hasil dari evaluasi ini diharapkan dapat

memberikan gambaran yang menyeluruh mengenai pelaksanaan

program cek kesehatan gratis di Puskesmas Tobelo serta menjadi

dasar perbaikan dalam pengembangan program pelayanan

kesehatan di masa mendatang.

B. Tujuan Penulisan

1. Mengetahui persepsi masyarakat dan petugas kesehatan terhadap


pelaksanaan program cek kesehatan gratis di Puskesmas Tobelo.

10
2. Mengetahui kelebihan dan kekurangan pelaksanaan program cek

kesehatan gratis di Puskesmas Tobelo.

3. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan

pelaksanaan program cek kesehatan gratis di Puskesmas Tobelo.

C. Manfaat Penelitian
1. Pemerintah

Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan kajian oleh

pemerintah dalam menyusun upaya promotif dan preventif untuk

peningkatan kesehatan bagi masyarakat, setelah mengetahui

gambaran dari manfaat dari cek kesehatan gratis

2. Masyarakat

Dari hasil penelitian ini mampu memberikan informasi yang

lengkap serta meningkatkan kesadaran kepada masyarakat

mengenai peran dari masyarakat itu sendiri untuk menjaga

kesehatan, setelah mengetahui manfaat dari cek kesehatan gratis

3. Peneliti

Dari hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan dengan baik untuk

menambah pengetahuan dan pengalaman dalam mengkaji

permasalahan dengan kerangka berpikir yang sistematik. Dan

memberikan wawasan yang luas terhadap peneliti mengenai

manfaat pengetahuan tentang manfaat dari cek kesehatan gratis

11
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Program Cek Kesehatan gratis

Program cek kesehatan gratis merupakan layanan kesehatan

tanpa biaya yang diberikan kepada masyarakat dengan tujuan

utama meningkatkan aksesibilitas serta deteksi dini penyakit.

Sebagai bagian dari upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan

akses dan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya di daerah

dengan keterbatasan sumber daya, program ini dilaksanakan

terutama di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama seperti

puskesmas yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan

masyarakat.5

Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,

sebagian besar kasus kematian yang terjadi di Indonesia disebabkan

oleh penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui deteksi dini

dan pengelolaan kesehatan yang tepat. Oleh karena itu, program cek

kesehatan gratis menjadi langkah strategis untuk menekan angka

kesakitan dan kematian tersebut.5

12
Gambar 1. Presentasi kasus kematian di Indoensia yang merupakan

kasus yang dapat di cegah.5

Program ini tidak hanya menyediakan pemeriksaan

kesehatan rutin yang mudah dijangkau, tetapi juga menyertakan

edukasi kesehatan guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan

pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan tindakan preventif.

Dengan deteksi dini berbagai masalah kesehatan, intervensi dapat

dilakukan secara cepat dan tepat sasaran, sehingga berkontribusi

pada penurunan angka penyakit tidak menular serta menekan angka

kesakitan dan kematian di wilayah pelaksanaan program.2

Berdasarkan data Situasi Kesehatan Indonesia dari

Kementerian Kesehatan, beban masalah kesehatan terjadi pada

seluruh siklus kehidupan, mulai dari bayi, balita, dan anak pra-

sekolah hingga dewasa dan lansia. Pada kelompok bayi, balita, dan

anak pra-sekolah, tercatat angka stunting mencapai 21,5%. Di

kelompok anak sekolah dan remaja, terdapat masalah kesehatan

13
berupa anemia sebesar 15,6% dan gangguan kesehatan jiwa

sebesar 34,9%. Sementara itu, pada kelompok dewasa dan lansia,

masalah kesehatan yang umum ditemukan adalah obesitas sebesar

23,4%, hipertensi sebesar 30,8%, dan gula darah tinggi sebesar

24,3%. Meskipun begitu, baru sekitar 39,8% masyarakat yang telah

menjalani skrining penyakit tidak menular. Pada kelompok penduduk

berusia di atas 20 tahun, sebagian besar belum melakukan

pemeriksaan kesehatan, seperti 80,82% tidak pernah mengukur

lingkar perut, 62,6% tidak pernah memeriksa gula darah, 61,6% tidak

pernah memeriksa kolesterol, 36,61% tidak memantau berat badan,

dan 32,6% tidak pernah mengukur tekanan darah.6

Untuk menangani masalah tersebut, pemeriksaan kesehatan

gratis dilaksanakan dalam rangka pencegahan dan deteksi dini.

Upaya ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit melalui

manajemen faktor risiko serta memastikan apabila penyakit

terdeteksi pada fase awal agar dapat dikelola secara optimal dan

tidak menimbulkan keparahan atau kematian.6

Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) merupakan upaya

pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan

pentingnya kesehatan melalui identifikasi faktor risiko, deteksi

kondisi pra-penyakit, dan deteksi penyakit lebih awal. Pemeriksaan

kesehatan gratis ini dilakukan dengan mengikuti siklus hidup yang

mencakup bayi baru lahir (2 hari), balita dan anak usia pra-sekolah

(1-6 tahun), usia sekolah dan remaja (7-17 tahun), dewasa (18-59

14
tahun), serta lansia (≥60 tahun). Pelaksanaan program PKG ini

memanfaatkan tiga momentum, yaitu PKG Ulang Tahun, PKG

Sekolah, dan PKG Khusus. 6

PKG Ulang Tahun, yang dimulai pada Februari 2025,

ditujukan untuk masyarakat berusia 0-6 tahun dan 18 tahun ke atas

yang berulang tahun ditambah satu bulan, dan pelaksanaannya

dilakukan di puskesmas dan klinik. Kemudian, PKG Sekolah

dilaksanakan pada bulan Juli 2025, bertepatan dengan tahun ajaran

baru, dan ditujukan bagi usia 7-17 tahun di sekolah. Selanjutnya,

PKG Khusus ditujukan bagi ibu hamil dan balita yang dilakukan

sesuai jadwal di puskesmas dan posyandu. Masyarakat yang

berulang tahun pada bulan Januari hingga Maret 2025 dikecualikan

dari ketentuan tersebut, namun tetap dapat memanfaatkan

pemeriksaan gratis di FKTP hingga 30 April 2025. 6

Pelaksanaan program ini biasanya difokuskan pada fasilitas

pelayanan kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas, yang

merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Melalui

pemeriksaan kesehatan gratis, masyarakat diberikan kesempatan

untuk memonitor kondisi kesehatannya secara rutin tanpa terbebani

biaya, sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan mencegah

terjadinya komplikasi penyakit. 6

15
B. Gambaran Umum Puskesmas

Puskesmas Tobelo dengan wilayah kerja yang merupakan daerah

dengan laju pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi. Dimana jumlah

penduduk pada tahun 2024 berdasarkan Kantor Statistik Kecamatan

sebanyak 33.620 Jiwa / 8.947 KK.

Gambar 2. Peta Wilayah Kerja Puskesmas Tobelo

Puskesmas Tobelo didirikan sejak Tahun 2001, baru pada usia 22 tahun
(tahun 2023) mencapai Puskesmas Terakreditasi Dasar.

Kepemimpinan Puskesmas Tobelo periode Tahun 2001 – sekarang

1. Theodorus Djiko Tahun 2001 – 2003


2. Dr. Devie Bitjoli,[Link] Tahun 2003 – 2007
3. Arnol Saya Tahun 2007 – 2012

16
4. dr. Justian Tuhuteru Tahun 2012 – 2016
5. Martinus Mailoa,AmdKep Tahun 2016 – 2017
6. dr. Doto Ray Ray Tahun 2017 – 2019
7. dr. Justian Tuhuteru Tahun 2019 - 2024
8. Selfinus Wogono Tahun 2024 - Sekarang

Hingga di usianya yang sudah menginjak 22 tahun ini, Puskesmas


Tobelo telah meraih beberapa penghargaan diantaranya :

• Puskesmas Ramah Anak, Tingkat Kabupaten oleh Menteri PPA,


Tahun 2016
• Terbaik 1 Katergori Puskesmas Terakreditasi, Tahun 2018
Puskesmas Tobelo juga telah berusaha meningkatkan dan
menyediakan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu dengan
tersedianya fasilitas-fasilitas pelayanan seperti poliklinik umum, gigi,
MTBS (untuk pasien Balita), Geriatri (usia > 60 tahun), KIA/KB, Paru,
Klinik Sanitasi, konsultasi gizi dan konseling, serta penyediaan sarana
pemeriksaan laboratorium.

Visi, Misi, Motto


ü Visi
Puskesmas Tobelo mempunyai visi sebagai berikut :

”MEWUJUDKAN MASYARAKAT KECAMATAN TOBELO


SEHAT DAN MANDIRI”
ü Misi
Untuk dapat mewujudkan visi Puskesmas Tobelo, maka
dibuatlah misi dari Puskesmas Tobelo. Adapun misi dari Puskesmas
Tobelo adalah :
• Memberikan Pelayanan Kesehatan Dasar secara Prima
• Meningkatkan disiplin dan profesionalisme sumber daya
manusia
• Mengembangkan sarana dan prasarana yg mengutamakan
kualitas pelayanan

17
• Meningkatkan akses dan keterjangkauan masyarakat terhadap
pelayanan kesehatan
• Meningkatkan peran aktif masyarakat terhadap kesehatan
ü Motto
Untuk terus dapat menjalankan misi Puskesmas Tobelo, maka
dibuatlah motto Puskesmas Tobelo. Adapun motto dari Puskesmas
Tobelo adalah :
”Kesehatan Bukan Segalanya, Tapi Tanpa Kesehatan
Segalanya Tak Berarti Apa-Apa”

C. Persepsi Masyarakat dan Petugas Kesehatan terhadap

Pelaksanaan Program

Persepsi masyarakat terhadap pelayanan kesehatan gratis

pada umumnya bersifat positif, terutama karena kemudahan akses

dan tidak adanya beban biaya. Hal ini diperkuat oleh temuan

Mayasari et al. (2025), yang menunjukkan bahwa masyarakat

memberikan apresiasi tinggi terhadap program dan berharap

kegiatan serupa dapat dilaksanakan kembali secara berkala.

Antusiasme peserta, terutama dalam sesi tanya jawab dan kegiatan

sosialisasi, mencerminkan adanya nilai manfaat yang dirasakan

secara langsung dan partisipasi aktif dari masyarakat.4,7,8

Lebih lanjut, pemahaman terhadap keterlibatan masyarakat

dapat dijelaskan melalui pendekatan Health Belief Model (HBM),

yang menyatakan bahwa individu akan lebih cenderung mengikuti

program kesehatan apabila mereka merasa memiliki kerentanan

terhadap penyakit (perceived susceptibility), menganggap penyakit

18
tersebut serius (perceived severity), melihat manfaat dari tindakan

pencegahan (perceived benefits), dan hambatan terhadap tindakan

tersebut dapat diminimalkan (perceived barriers). Dalam konteks

program cek kesehatan gratis, persepsi bahwa layanan ini

bermanfaat dan mudah diakses turut meningkatkan motivasi

masyarakat untuk berpartisipasi.4,7,8

Namun demikian, persepsi negatif tetap menjadi catatan

penting. Keluhan terkait antrian panjang, keterbatasan alat medis,

serta kualitas pelayanan yang belum merata masih menjadi

hambatan yang bisa mengurangi kepuasan dan partisipasi

masyarakat. Selain itu, faktor budaya lokal dan tingkat kepercayaan

terhadap pelayanan kesehatan formal juga turut memengaruhi

penerimaan program. Beberapa kelompok masyarakat mungkin

masih mengandalkan pengobatan tradisional atau bersikap skeptis

terhadap layanan gratis karena anggapan bahwa "gratis berarti

kualitasnya rendah. 4,7,8

Pengaruh media sosial juga memainkan peranan penting

dalam membentuk persepsi masyarakat, baik secara positif maupun

negatif. Informasi yang tersebar melalui platform digital dapat

memperkuat kesadaran preventif dan membangun antusiasme

terhadap program. Namun di sisi lain, informasi yang kurang akurat

atau pengalaman negatif yang viral juga dapat menimbulkan

persepsi yang keliru dan memicu penolakan. 4,7,8

19
Selain persepsi masyarakat, pandangan petugas kesehatan

terhadap pelaksanaan program juga merupakan komponen krusial.

Kesiapan sumber daya manusia, ketersediaan alat dan bahan

medis, serta dukungan logistik dan manajemen menjadi faktor

penentu keberhasilan pelaksanaan. Petugas kesehatan yang

merasa didukung secara administratif dan teknis cenderung lebih

termotivasi dan profesional dalam memberikan layanan. Namun,

realitas di lapangan sering kali menunjukkan tantangan berupa

beban kerja yang tinggi, keterbatasan pelatihan tentang pendekatan

promotif, serta kurangnya insentif yang memadai. Hal ini dapat

berakibat pada menurunnya kualitas layanan dan semangat

pelaksanaan program. 4,7,8

Oleh karena itu, sinergi antara persepsi masyarakat dan

kesiapan petugas kesehatan menjadi kunci dalam menjamin kualitas

dan keberlanjutan program cek kesehatan gratis. Komunikasi dua

arah yang efektif, pelatihan rutin bagi petugas, dan pendekatan

berbasis budaya lokal dapat meningkatkan partisipasi masyarakat,

kepuasan pengguna layanan, serta motivasi tenaga kesehatan.

Keberhasilan program sangat ditentukan oleh kemampuan semua

pihak untuk membangun rasa saling percaya, saling memahami, dan

saling mendukung dalam pelaksanaan layanan kesehatan berbasis

komunitas. 4,7,8

20
D. Kelebihan dan Kekurangan Pelaksanaan Program Cek

Kesehatan Gratis

Program cek kesehatan gratis memiliki peran penting dalam

meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar

serta kesadaran akan pentingnya pemeriksaan rutin. Program ini

membawa sejumlah manfaat, antara lain deteksi dini penyakit yang

memungkinkan penanganan lebih cepat dan efektif, pencegahan

melalui edukasi risiko kesehatan, serta peningkatan kesadaran

masyarakat untuk menjaga gaya hidup sehat. Selain itu, program ini

juga membantu mengurangi beban biaya kesehatan, terutama bagi

masyarakat kurang mampu, sehingga kualitas hidup secara

keseluruhan dapat meningkat.9

Namun, pelaksanaan program ini masih menghadapi

beberapa kendala yang menghambat partisipasi masyarakat secara

maksimal. Di antaranya adalah keterbatasan tenaga kesehatan dan

fasilitas pendukung, kurang optimalnya sosialisasi yang menjangkau

seluruh lapisan masyarakat, serta masalah operasional lainnya

seperti kurangnya logistik dan insentif bagi petugas kesehatan.

Rendahnya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan program

juga menjadi tantangan tersendiri yang perlu diatasi agar manfaat

program dapat dirasakan secara luas.9

Oleh karena itu, keberhasilan program cek kesehatan gratis

sangat bergantung pada perbaikan dalam aspek sosialisasi yang

lebih efektif, peningkatan kapasitas tenaga medis dan fasilitas, serta

21
pemberian insentif yang memadai kepada petugas kesehatan.

Dengan demikian, partisipasi masyarakat dapat meningkat dan

kualitas pelayanan pun lebih optimal, sehingga tujuan utama

program dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dapat tercapai

secara berkelanjutan.9

E. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Pelaksanaan

Program

Keberhasilan program pemeriksaan kesehatan gratis

dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.

Faktor internal mencakup kapasitas tenaga kesehatan yang

kompeten, kesiapan logistik, serta ketersediaan fasilitas dan

peralatan medis yang memadai. Input sumber daya manusia (SDM)

sangat krusial, termasuk jumlah petugas yang proporsional dengan

beban kerja, serta pelatihan berkala yang meningkatkan

keterampilan teknis dan komunikasi mereka. Pelatihan ini juga

berfungsi sebagai sarana standarisasi layanan agar pelayanan yang

diberikan tetap berkualitas dan profesional.9,10

Faktor eksternal meliputi tingkat kesadaran masyarakat

terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan, dukungan keluarga

dan lingkungan sekitar, serta kebijakan pemerintah maupun swasta

yang mendukung keberlangsungan program. Program yang berhasil

umumnya memiliki aksesibilitas yang baik—lokasi kegiatan mudah

dijangkau, jadwal pelaksanaan fleksibel, serta dilengkapi

22
transportasi atau mobilisasi yang memadai—sehingga mampu

mencakup berbagai lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan

dan daerah terpencil. 9,10

Ketersediaan alat kesehatan yang lengkap, steril, dan modern

berperan penting dalam menunjang pemeriksaan yang akurat. Di

samping itu, pendanaan yang cukup dari pemerintah, lembaga

swasta, maupun organisasi non-pemerintah sangat menentukan

kelangsungan operasional program. Dana dibutuhkan untuk

penyediaan alat, logistik, insentif petugas, dan kebutuhan

administratif lainnya. 9, 10

Partisipasi aktif kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan

pemuka agama juga menjadi salah satu pilar penting keberhasilan

program. Kader dan tokoh lokal yang dikenal masyarakat sering kali

menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara petugas kesehatan

dan warga. Peran mereka dalam menyebarluaskan informasi,

mengajak warga untuk ikut serta, serta memberikan kepercayaan

kepada masyarakat tidak dapat diremehkan. 10,11

Sosialisasi dan edukasi kesehatan yang dilakukan sebelum

dan selama kegiatan harus dirancang dengan bahasa yang mudah

dipahami dan relevan dengan konteks lokal. Hal ini dapat

meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat deteksi dini

penyakit, serta mengurangi kecemasan atau salah persepsi

terhadap proses pemeriksaan. Kualitas layanan juga harus dijaga

23
melalui pelayanan yang ramah, prosedur yang jelas, waktu tunggu

yang efisien, dan hasil pemeriksaan yang dapat dipercaya. 10,11

Tidak kalah penting, sistem pemantauan dan evaluasi

(monitoring dan feedback) yang terstruktur diperlukan untuk menilai

efektivitas program. Evaluasi berkala membantu mengidentifikasi

hambatan di lapangan, mengukur tingkat keberhasilan, serta

memberikan masukan untuk perbaikan pada kegiatan selanjutnya.

Sistem pencatatan data yang baik—baik secara manual maupun

digital—memungkinkan proses evaluasi yang lebih objektif dan

berkelanjutan. 10,11

Terakhir, komunikasi yang efektif antara petugas kesehatan

dan masyarakat, serta pengalaman positif selama pelaksanaan

pemeriksaan, merupakan faktor kunci dalam membangun

kepercayaan jangka panjang. Apabila masyarakat merasa dihargai

dan puas, maka partisipasi pada kegiatan serupa di masa

mendatang akan meningkat. 10,11

Dengan demikian, keberhasilan dan keberlanjutan program

pemeriksaan kesehatan gratis sangat ditentukan oleh kombinasi

berbagai faktor yang saling menunjang, mulai dari input SDM,

sarana-prasarana, keterlibatan masyarakat, hingga monitoring

program yang berkelanjutan. 10,11

24
F. Tantangan dan Strategi dalam Pelaksanaan Program Kesehatan

Gratis

Pelaksanaan program kesehatan gratis, seperti cek

kesehatan di Puskesmas, merupakan bentuk upaya promotif dan

preventif dalam pelayanan kesehatan primer. Meskipun memiliki

potensi besar untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,

implementasinya tidak jarang menghadapi berbagai tantangan, baik

dari sisi petugas kesehatan maupun masyarakat sebagai penerima

manfaat.12,13

1. Tantangan dari Sisi Petugas Kesehatan

Beberapa kendala yang umum dialami oleh petugas

kesehatan di lapangan antara lain adalah keterbatasan

sumber daya manusia (SDM) yang menyebabkan beban kerja

tinggi, serta kurangnya pelatihan terkait pendekatan promotif

dan preventif berbasis komunitas. Studi di berbagai wilayah

menunjukkan bahwa kurangnya tenaga kesehatan

berdampak langsung terhadap kualitas interaksi dan

efektivitas layanan. Selain itu, terbatasnya sarana dan

prasarana, seperti alat kesehatan atau ketersediaan ruang

khusus untuk pelayanan cek kesehatan, juga menghambat

pelaksanaan program secara optimal. 12,13

2. Tantangan dari Sisi Masyarakat

Dari perspektif masyarakat, kendala utama terletak

pada rendahnya pengetahuan tentang manfaat program

25
kesehatan gratis. Banyak warga yang menganggap bahwa

pemeriksaan kesehatan hanya perlu dilakukan saat sudah

muncul gejala penyakit. Selain itu, beberapa masyarakat

mengeluhkan waktu pelaksanaan program yang tidak sesuai

dengan jam kerja mereka, sehingga enggan untuk hadir.

Faktor kepercayaan terhadap petugas dan kualitas pelayanan

juga menjadi salah satu penentu partisipasi. 12,13

3. Strategi Mengatasi Tantangan

Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut,

diperlukan pendekatan multidimensi. Salah satunya adalah

penguatan peran kader kesehatan dan tokoh masyarakat

dalam menjembatani komunikasi antara Puskesmas dan

warga. Sosialisasi yang konsisten melalui media lokal,

pengumuman di tempat ibadah, dan edukasi dari rumah ke

rumah terbukti dapat meningkatkan partisipasi masyarakat.


12,13

Dari sisi petugas, penyediaan pelatihan berkelanjutan

dan penjadwalan pelayanan yang fleksibel dapat membantu

mengurangi beban kerja dan meningkatkan efisiensi.

Kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan dari pemerintah

daerah dan organisasi masyarakat, juga sangat diperlukan

dalam memastikan keberlanjutan dan dampak jangka

panjang dari program ini. 12,13

26
G. Kerangka Teori

Berdasarkan tinjauan pustaka diatas, maka diperoleh kerangka teori,

yaitu:

manfaat dari cek kseheatan gratis

Efektivitas

Cek Kesehatan
Gratis

Tujuan Sasaran Mekanisme Evaluasi

Masyarakat Kuisioner dan


wawancara

Petugas Kesehan

Gambar 3. Kerangka Teori

27
BAB III
METODE PENELITIAN

A. Metode Penelitian

• Desain penelitian

Penelitian ini menggunakan desain studi evaluatif dengan

pendekatan mixed methods, yaitu gabungan antara metode

kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk

mengukur persepsi masyarakat dan petugas kesehatan terhadap

pelaksanaan program cek kesehatan gratis, sedangkan

pendekatan kualitatif digunakan untuk mendalami aspek

kelebihan, kekurangan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi

keberhasilan program.

• Lokasi penelitian

Penelitian dilakukan di Puskesmas Tobelo, yang merupakan

salah satu fasilitas kesehatan primer yang melaksanakan

program cek kesehatan gratis di wilayah tersebut.

• Populasi dan sampel penelitian

Populasi penelitian terdiri dari dua kelompok utama, yaitu

masyarakat yang menerima layanan cek kesehatan gratis di

Puskesmas Tobelo dan petugas kesehatan yang melaksanakan

program tersebut. Sampel penelitian diambil secara purposive

dengan jumlah sebanyak 200 orang masyarakat dan 60 petugas

kesehatan yang aktif terlibat dalam pelaksanaan program.

28
• Kriteria Inklusi dan Eksklusi

• Kriteria Inklusi

Masyarakat:

o Masyarakat yang telah mengikuti program cek kesehatan

gratis di Puskesmas Tobelo minimal satu kali

o Berusia ≥ 18 tahun dan mampu memberikan informasi

secara mandiri.

o Bersedia berpartisipasi dalam penelitian dengan

menandatangani informed consent.

Petugas Kesehatan:

o Petugas kesehatan yang secara langsung terlibat dalam

pelaksanaan program cek kesehatan gratis di

Puskesmas Tobelo.

o Bekerja di Puskesmas

o Bersedia berpartisipasi dalam penelitian dengan

menandatangani informed consent.

o Berdomisili di wilayah kerja Puskesmas Tobelo

• Kriteria Eksklusi

Masyarakat:

o Masyarakat yang tidak dapat berkomunikasi secara

efektif (misalnya mengalami gangguan bicara atau

pendengaran tanpa pendamping).

o Masyarakat yang memiliki gangguan mental atau kognitif

yang menghambat partisipasi aktif dalam wawancara.

29
o Masyarakat yang tidak berada di wilayah Tobelo pada

saat pengambilan data.

• Petugas Kesehatan:

o Petugas kesehatan yang sedang cuti, sakit, atau tidak

aktif bekerja pada saat penelitian berlangsung.

o Petugas yang tidak terlibat langsung dalam program cek

kesehatan gratis (misalnya tenaga administrasi non-

kesehatan).

• Instrumen penelitian

Instrumen utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah

kuesioner tertutup untuk mengumpulkan data kuantitatif mengenai

persepsi masyarakat dan petugas kesehatan. Selain itu, wawancara

mendalam dengan petugas kesehatan dan beberapa perwakilan

masyarakat dilakukan untuk memperoleh data kualitatif terkait

kelebihan, kekurangan, dan faktor pendukung atau penghambat

dalam pelaksanaan program cek kesehatan gratis.

B. Variabel Penelitian
• Variabel independen

Pelaksanaan program cek kesehatan gratis di Puskesmas

Tobelo, yang meliputi aspek pelaksanaan kegiatan, ketersediaan

sumber daya, serta prosedur layanan.

• Variabel dependen

30
Persepsi masyarakat dan petugas kesehatan terhadap

pelaksanaan program cek kesehatan gratis, mencakup tingkat

kepuasan, kemudahan akses, dan kualitas pelayanan.

• Variabel kontrol

Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan

program, seperti ketersediaan sumber daya (tenaga, alat, dana),

kualitas pelayanan, dukungan manajemen, dan tingkat partisipasi

masyarakat.

C. Analisis data

• Analisis deskriptif

Analisis Deskriptif dilakukan untuk menggambarkan

karakteristik demografis dan persepsi responden berdasarkan

data kuantitatif yang diperoleh dari kuesioner. Hasil analisis

ini berupa frekuensi, persentase, rata-rata, dan standar

deviasi.

• Analisis kualitatif

Analisis Kualitatif diambil dari data wawancara dan

dianalisis dengan metode content analysis untuk

mengidentifikasi tema-tema utama terkait kelebihan,

kekurangan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi

keberhasilan pelaksanaan program cek kesehatan gratis.

31
Teknik triangulasi digunakan untuk memastikan validitas data

dari berbagai sumber.

32
BAB IV
HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Umum

Penelitian ini merupakan studi evaluatif dengan pendekatan


mixed methods yang bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan
program cek kesehatan gratis di Puskesmas Tobelo dari perspektif
masyarakat dan petugas kesehatan. Pendekatan kuantitatif
digunakan untuk mengukur persepsi responden terkait tingkat
kepuasan, kemudahan akses, dan kualitas pelayanan, sedangkan
pendekatan kualitatif digunakan untuk mendalami kelebihan,
kekurangan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan
program.
Populasi penelitian meliputi masyarakat penerima layanan
cek kesehatan gratis dan petugas kesehatan yang terlibat langsung
dalam program tersebut. Sampel diambil secara purposive sampling,
terdiri dari 75 orang masyarakat dan 45 orang petugas kesehatan
yang memenuhi kriteria inklusi.
Variabel yang dianalisis meliputi karakteristik demografis
responden, persepsi terhadap pelaksanaan program, dan faktor
pendukung atau penghambat program. Data kuantitatif dianalisis
secara deskriptif (frekuensi, persentase, rata-rata, standar deviasi)
dan inferensial sesuai kebutuhan, sedangkan data kualitatif
dianalisis menggunakan content analysis dengan teknik triangulasi.
Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan
narasi deskriptif yang menguraikan pandangan masyarakat serta
petugas kesehatan terhadap pelaksanaan program cek kesehatan
gratis di Puskesmas Tobelo.

33
B. Distribusi Jawaban Responden Terhadap Pelaksanaan Program

Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Tobelo Berdasarkan

Perspektif Masyarakat

Tabel 1. Distribusi Jawaban Responden Terhadap Pelaksanaan

Program Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Tobelo Berdasarkan

Perspektif Masyarakat

No Pertanyaan Kategori Jawaban Frequency Percent


1 Sudah berapa 1 kali 37 49.3
kali mengikuti 2–3 kali 32 42.7
program cek >3 kali 6 8.0
kesehatan
gratis ini? Total 75 100.0
2 Bagaimana Pemberitahuan dari 31 41.3
Anda Puskesmas
mengetahui Media Sosial 14 18.7
adanya Teman/Keluarga 30 40.0
program ini?
Total 75 100.0
3 Seberapa Sulit 1 1.3
mudah Anda Cukup 23 30.7
mengakses Sangat mudah 51 68.0
layanan ini?
Total 75 100.0
4 Apakah waktu Ya 46 61.3
pelayanan Tidak 6 8.0
sesuai dengan Sebagian sesuai 23 30.7
waktu luang
Anda? Total 75 100.0
5 Bagaimana Biasa saja 15 20.0
keramahan Ramah 31 41.3
petugas Sangat ramah 29 38.7
kesehatan
saat Total 75 100.0
melayani?
6 Apakah Cukup 6 8.0
pemeriksaan Baik 34 45.3
dilakukan Sangat baik 35 46.7
secara
menyeluruh Total 75 100.0
dan
profesional?

34
No Pertanyaan Kategori Jawaban Frequency Percent
7 Apakah hasil Dijelaskan secara singkat 10 13.3
cek kesehatan Dijelaskan cukup jelas 25 33.3
dijelaskan Dijelaskan sangat jelas 40 53.3
dengan jelas?
Total 75 100.0
8 Seberapa Tidak puas 1 1.3
puas Anda Netral 11 14.7
terhadap Puas 28 37.3
program ini
secara Sangat puas 35 46.7
keseluruhan? Total 75 100.0
9 Apakah Tidak sama sekali 1 1.3
program ini Cukup 13 17.3
membantu Ya 26 34.7
Anda lebih
peduli Sangat membantu 35 46.7
terhadap Total 75 100.0
kesehatan?
10 Apa yang Jadwal pelayanan lebih 10 13.3
menurut Anda fleksibel
perlu Lokasi pelayanan lebih 4 5.3
ditingkatkan dekat
dari program Sosialisasi/pemberitahuan 26 34.7
ini? lebih luas
Pemeriksaan lebih 24 32.0
lengkap
Lain-lain 11 14.7
Total 75 100.0
*Sumber data primer

Berdasarkan hasil penelitian, distribusi lama bekerja


responden di Puskesmas menunjukkan bahwa sebagian besar
responden telah bekerja lebih dari 3 tahun (75,6%), diikuti oleh
responden yang bekerja kurang dari 1 tahun (13,3%), dan 1–3 tahun
(11,1%).
Terkait pengalaman mengikuti pelatihan program, hanya
26,7% responden yang pernah mengikuti pelatihan, sedangkan
mayoritas (73,3%) belum pernah mengikuti.
Untuk penilaian terhadap perencanaan program, mayoritas
responden menilai perencanaan program dalam kategori baik

35
(48,9%) dan sangat baik (28,9%), sementara sisanya (22,2%)
menilai cukup.
Dari segi kecukupan tenaga, alat, dan waktu pelaksanaan
program, sebagian besar responden menilai cukup (64,4%), diikuti
sangat mencukupi (13,3%), kurang mencukupi (20,0%), dan tidak
mencukupi (2,2%).
Beban kerja akibat program ini dirasakan bertambah oleh
mayoritas responden (60,0%), bahkan 13,3% menyatakan sangat
bertambah. Sebanyak 22,2% menyatakan beban kerja sedikit
bertambah, dan hanya 4,4% yang merasa tidak ada penambahan
beban kerja.
Terkait manfaat program, mayoritas responden (80,0%)
menyatakan program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,
sedangkan 20,0% menyatakan cukup bermanfaat.
Mengenai umpan balik masyarakat, sebagian besar
responden (86,7%) menerima umpan balik positif, dan 13,3% belum
mengetahui adanya umpan balik.
Adapun kendala yang dialami dalam pelaksanaan program
antara lain partisipasi masyarakat yang rendah (62,2%), alat atau
fasilitas yang kurang memadai (22,2%), kurangnya pelatihan
(11,1%), dan waktu pelaksanaan yang tidak cukup (4,4%).
Saran peningkatan program yang diajukan responden
meliputi perlunya sosialisasi lebih luas kepada masyarakat (53,3%),
peningkatan dukungan logistik (20,0%), penyesuaian jadwal
program (13,3%), dan peningkatan pelatihan petugas (13,3%).

36
C. Diagram Distribusi Jawaban Responden Terhadap Pelaksanaan

Program Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Tobelo

Berdasarkan Perspektif Masyarakat

1. Sudah berapa kali mengikuti program cek kesehatan gratis


ini?

Sudah berapa kali mengikuti program cek


kesehatan gratis ini?

1 kali 2–3 kali >3 kali

2. Bagaimana Anda mengetahui adanya program ini?

Bagaimana Anda mengetahui adanya program


ini?

Pemberitahuan dari Puskesmas Media Sosial Teman/Keluarga

37
3. Seberapa mudah Anda mengakses layanan ini?

Seberapa mudah Anda mengakses layanan ini?

Sulit Cukup Sangat mudah

4. Apakah waktu pelayanan sesuai dengan waktu luang Anda?

Apakah waktu pelayanan sesuai dengan waktu


luang Anda?

Ya Tidak Sebagian sesuai

38
5. Bagaimana keramahan petugas kesehatan saat melayani?

Bagaimana keramahan petugas kesehatan saat


melayani?

Biasa saja Ramah Sangat ramah

6. Apakah pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan


profesional?

Apakah pemeriksaan dilakukan secara


menyeluruh dan profesional?

Cukup Baik Sangat baik

39
7. Apakah hasil cek kesehatan dijelaskan dengan jelas?

Apakah hasil cek kesehatan dijelaskan dengan


jelas?

Dijelaskan secara singkat Dijelaskan cukup jelas Dijelaskan sangat jelas

8. Seberapa puas Anda terhadap program ini secara


keseluruhan?

Seberapa puas Anda terhadap program ini secara


keseluruhan?

Tidak puas Netral Puas Sangat puas

40
9. Apakah program ini membantu Anda lebih peduli terhadap
kesehatan?

Apakah program ini membantu Anda lebih peduli


terhadap kesehatan?

Tidak sama sekali Cukup Ya Sangat membantu

10. Apa yang menurut Anda perlu ditingkatkan dari program ini?

Apa yang menurut Anda perlu ditingkatkan dari


program ini?

Jadwal pelayanan lebih fleksibel Lokasi pelayanan lebih dekat


Sosialisasi/pemberitahuan lebih luas Pemeriksaan lebih lengkap
Lain-lain

41
D. Distribusi Jawaban Responden Terhadap Pelaksanaan Program

Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Tobelo Berdasarkan

Perspektif Petugas Kesehatan

Tabel 2. Distribusi Jawaban Responden Terhadap Pelaksanaan

Program Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Tobelo Berdasarkan

Perspektif Petugas Kesehatan

No Pertanyaan Kategori Frequency Percent


Jawaban
1 Lama bekerja di < 1 tahun 6 13.3
Puskesmas 1–3 tahun 5 11.1
> 3 tahun 34 75.6
Total 45 100.0
2 Pernah mengikuti Ya 12 26.7
pelatihan terkait Tidak 33 73.3
program ini Total 45 100.0
3 Pendapat tentang Cukup 10 22.2
perencanaan Baik 22 48.9
program ini Sangat baik 13 28.9
Total 45 100.0
4 Tenaga, alat, dan Tidak
1 2.2
waktu mencukupi? mencukupi
Kurang
9 20.0
mencukupi
Cukup 29 64.4
Sangat
6 13.3
mencukupi
Total 45 100.0
5 Beban kerja Tidak
2 4.4
meningkat karena bertambah
program ini Sedikit
10 22.2
bertambah
Bertambah 27 60.0
Sangat
6 13.3
bertambah
Total 45 100.0
6 Cukup
9 20.0
bermanfaat

42
No Pertanyaan Kategori Frequency Percent
Jawaban
Program ini Sangat
36 80.0
bermanfaat bagi bermanfaat
masyarakat? Total 45 100.0
7 Menerima umpan Ya, positif 39 86.7
balik dari Belum tahu 6 13.3
masyarakat? Total 45 100.0
8 Kendala selama Alat/fasilitas
10 22.2
pelaksanaan kurang memadai
program Waktu
pelaksanaan 2 4.4
tidak cukup
Kurangnya
5 11.1
pelatihan
Partisipasi
masyarakat 28 62.2
rendah
Total 45 100.0
9 Saran untuk Tingkatkan
peningkatan program pelatihan 6 13.3
petugas
Jadwal program
6 13.3
disesuaikan
Perlu lebih
banyak
9 20.0
dukungan
logistik
Sosialisasi lebih
luas ke 24 53.3
masyarakat
Total 45 100.0
*Sumber data primer

Berdasarkan hasil penelitian, mayoritas responden


masyarakat (49,3%) telah mengikuti program cek kesehatan gratis
sebanyak 1 kali, diikuti 42,7% yang mengikuti 2–3 kali, dan 8,0%
yang telah mengikuti lebih dari 3 kali.
Informasi mengenai program ini paling banyak diperoleh
melalui pemberitahuan dari Puskesmas (41,3%), diikuti dari teman
atau keluarga (40,0%), dan media sosial (18,7%).

43
Dari segi aksesibilitas, sebagian besar responden menilai
layanan ini sangat mudah diakses (68,0%), 30,7% menilai cukup
mudah, dan hanya 1,3% yang merasa sulit mengakses.
Mayoritas responden (61,3%) menyatakan waktu pelayanan
sesuai dengan waktu luang mereka, 30,7% menyatakan sebagian
sesuai, dan 8,0% menyatakan tidak sesuai.
Terkait keramahan petugas kesehatan, 41,3% menilai
petugas ramah, 38,7% menilai sangat ramah, dan 20,0% menilai
biasa saja.
Penilaian terhadap pemeriksaan menunjukkan 46,7% menilai
sangat baik, 45,3% menilai baik, dan 8,0% menilai cukup.
Hasil pemeriksaan kesehatan dinilai sangat jelas oleh 53,3%
responden, cukup jelas oleh 33,3%, dan dijelaskan secara singkat
oleh 13,3% responden.
Secara keseluruhan, tingkat kepuasan terhadap program ini
tinggi, dengan 46,7% menyatakan sangat puas, 37,3% puas, 14,7%
netral, dan hanya 1,3% yang tidak puas.
Program ini dinilai sangat membantu meningkatkan
kepedulian terhadap kesehatan oleh 46,7% responden, membantu
oleh 34,7%, cukup membantu oleh 17,3%, dan hanya 1,3% yang
merasa tidak terbantu sama sekali.
Adapun saran perbaikan yang diajukan meliputi peningkatan
sosialisasi atau pemberitahuan program (34,7%), pemeriksaan yang
lebih lengkap (32,0%), jadwal pelayanan yang lebih fleksibel
(13,3%), lokasi yang lebih dekat (5,3%), serta masukan lainnya
(14,7%).

44
E. Diagram Distribusi Jawaban Responden Terhadap Pelaksanaan

Program Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Tobelo

Berdasarkan Perspektif Petugas Kesehatan

1. Lama bekerja di Puskesmas

Lama bekerja di Puskesmas

< 1 tahun 1–3 tahun > 3 tahun

2. Pernah mengikuti pelatihan terkait program ini

Pernah mengikuti pelatihan terkait program ini

Ya Tidak

45
3. Pendapat tentang perencanaan program ini

Pendapat tentang perencanaan program ini

Cukup Baik Sangat baik

4. Tenaga, alat, dan waktu mencukupi?

Tenaga, alat, dan waktu mencukupi?

Tidak mencukupi Kurang mencukupi Cukup Sangat mencukupi

46
5. Beban kerja meningkat karena program ini

Beban kerja meningkat karena program ini

Tidak bertambah Sedikit bertambah Bertambah Sangat bertambah

6. Program ini bermanfaat bagi masyarakat?

Program ini bermanfaat bagi masyarakat?

Cukup bermanfaat Sangat bermanfaat

47
7. Menerima umpan balik dari masyarakat?

Menerima umpan balik dari masyarakat?

Ya, positif Belum tahu

8. Kendala selama pelaksanaan program

Kendala selama pelaksanaan program

Alat/fasilitas kurang memadai Waktu pelaksanaan tidak cukup


Kurangnya pelatihan Partisipasi masyarakat rendah

48
9. Saran untuk peningkatan program

Saran untuk peningkatan program

Tingkatkan pelatihan petugas Jadwal program disesuaikan


Perlu lebih banyak dukungan logistik Sosialisasi lebih luas ke masyarakat

Penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program cek


kesehatan gratis di Puskesmas Tobelo mendapatkan respon yang
baik dari masyarakat maupun petugas kesehatan. Dari sisi
masyarakat, sebagian besar responden pernah mengikuti program
ini, dengan mayoritas mengikuti sebanyak satu kali hingga dua
sampai tiga kali. Informasi mengenai adanya program lebih banyak
diperoleh dari pemberitahuan langsung pihak Puskesmas dan dari
keluarga atau teman, sementara sebagian kecil mengetahuinya
dari media sosial.
Akses layanan dinilai sangat mudah oleh sebagian besar
responden, dan waktu pelayanan dianggap cukup sesuai dengan
waktu luang mereka. Petugas kesehatan dinilai ramah hingga
sangat ramah, pemeriksaan dilakukan secara baik hingga sangat
baik, dan hasil pemeriksaan umumnya dijelaskan dengan jelas.
Secara keseluruhan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap
program ini tinggi, dengan mayoritas responden menyatakan puas
hingga sangat puas. Selain itu, masyarakat menilai program ini
bermanfaat dalam meningkatkan kepedulian mereka terhadap

49
kesehatan. Namun demikian, masih terdapat masukan dari
responden agar program ditingkatkan, terutama dalam hal
sosialisasi, kelengkapan pemeriksaan, serta fleksibilitas jadwal
pelayanan.
Dari sisi petugas kesehatan, mayoritas responden sudah
bekerja lebih dari tiga tahun di Puskesmas, namun sebagian besar
belum pernah mendapatkan pelatihan terkait program ini.
Perencanaan program dinilai baik hingga sangat baik, meskipun
masih ada keterbatasan dari sisi tenaga, sarana, dan waktu
pelaksanaan. Sebagian besar petugas mengakui adanya
penambahan beban kerja akibat program, meski tetap menilai
bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Petugas
juga melaporkan adanya umpan balik positif dari masyarakat,
walaupun tantangan masih ada, terutama partisipasi masyarakat
yang rendah, kurangnya fasilitas, dan keterbatasan pelatihan.
Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa
program cek kesehatan gratis di Puskesmas Tobelo memiliki
dampak positif baik bagi masyarakat maupun petugas kesehatan.
Meski demikian, masih diperlukan perbaikan dalam aspek sumber
daya, sarana prasarana, serta sosialisasi agar keberlangsungan
program dapat lebih optimal.

50
BAB V
PEMABAHASAN PENELITIAN

A. Perspektif Masyarakat terhadap Pelaksanaan Program Cek

Kesehatan Gratis di Puskesmas Tobelo

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petugas


kesehatan di Puskesmas telah bekerja lebih dari tiga tahun (75,6%),
yang mengindikasikan adanya pengalaman kerja yang memadai
dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan. Tingginya proporsi
tenaga kerja berpengalaman ini seharusnya menjadi modal penting
dalam pelaksanaan program kesehatan, termasuk program cek
kesehatan gratis. Namun, rendahnya persentase petugas yang
pernah mengikuti pelatihan terkait program ini (26,7%) menunjukkan
adanya kesenjangan dalam pembekalan kompetensi teknis.
Kurangnya pelatihan dapat berdampak pada kualitas pelaksanaan
program, baik dari segi teknis pemeriksaan maupun manajemen
kegiatan.
Penilaian terhadap perencanaan program secara umum
cukup positif, dengan mayoritas responden menilai baik (48,9%) dan
sangat baik (28,9%). Hal ini menunjukkan bahwa perencanaan yang
disusun sudah sesuai dengan kebutuhan lapangan. Meski demikian,
masih ada 22,2% responden yang menilai cukup, yang dapat
menjadi indikasi perlunya perbaikan pada tahap persiapan dan
koordinasi program.
Dari aspek sumber daya, sebagian besar responden menilai
kecukupan tenaga, alat, dan waktu pelaksanaan program pada
kategori cukup (64,4%). Meskipun jarang yang menilai tidak
mencukupi (2,2%), adanya 20,0% yang menilai kurang mencukupi
menunjukkan bahwa kendala fasilitas dan waktu masih menjadi

51
tantangan yang perlu diatasi, terutama pada program dengan target
peserta yang besar.
Beban kerja akibat pelaksanaan program ini dirasakan
bertambah oleh sebagian besar petugas (60,0%), bahkan 13,3%
menyatakan sangat bertambah. Hal ini menunjukkan bahwa
meskipun program membawa manfaat, tambahan beban kerja dapat
memengaruhi motivasi dan kinerja jika tidak diimbangi dengan
dukungan yang memadai, seperti pembagian tugas atau insentif.
Dari sisi manfaat, mayoritas responden (80,0%) mengakui
bahwa program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Temuan ini
sejalan dengan umpan balik positif yang diterima (86,7%),
menunjukkan bahwa program memiliki nilai yang dirasakan langsung
oleh penerima manfaat. Namun, kendala seperti rendahnya
partisipasi masyarakat (62,2%) dan kurangnya fasilitas (22,2%)
menjadi faktor yang dapat mengurangi efektivitas capaian program.
Saran yang diajukan responden, seperti perlunya sosialisasi
yang lebih luas (53,3%) dan peningkatan dukungan logistik (20,0%),
mencerminkan kebutuhan akan strategi promosi dan manajemen
sumber daya yang lebih optimal. Dengan memperhatikan masukan
ini, diharapkan pelaksanaan program di masa mendatang dapat
lebih efektif, partisipasi masyarakat meningkat, dan manfaat
program dapat dirasakan lebih merata.
.
B. Perspektif Petugas Kesehatan terhadap Pelaksanaan Program

Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Tobelo

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petugas


kesehatan di Puskesmas Tobelo memiliki pengalaman kerja lebih
dari 3 tahun (75,6%). Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besar
responden telah memiliki pengalaman yang cukup lama dalam
pelayanan kesehatan, sehingga pemahaman terhadap alur kerja dan
kebutuhan pelayanan di lapangan relatif baik. Meski demikian, masih
terdapat 13,3% responden dengan masa kerja kurang dari 1 tahun

52
dan 11,1% dengan masa kerja 1–3 tahun, yang mungkin
memerlukan pendampingan lebih intensif dalam memahami
pelaksanaan program.
Dari sisi pelatihan, hanya 26,7% responden yang pernah
mengikuti pelatihan terkait program cek kesehatan gratis, sementara
mayoritas (73,3%) belum pernah mendapat pelatihan. Kondisi ini
dapat mempengaruhi efektivitas pelaksanaan program, mengingat
pelatihan sangat penting untuk meningkatkan keterampilan teknis
dan pemahaman petugas mengenai tujuan, prosedur, serta indikator
keberhasilan program.
Penilaian terhadap perencanaan program menunjukkan
bahwa mayoritas responden menilai dalam kategori baik (48,9%)
dan sangat baik (28,9%). Hal ini menandakan bahwa proses
perencanaan telah berjalan cukup optimal, meski masih ada 22,2%
yang menilai cukup, yang dapat menjadi indikator perlunya
peningkatan koordinasi, keterlibatan petugas, atau perbaikan
mekanisme penyusunan rencana.
Dari segi ketersediaan sumber daya, sebagian besar
responden menilai kecukupan tenaga, alat, dan waktu dalam
kategori cukup (64,4%), sedangkan 20,0% menilai kurang
mencukupi, dan hanya 13,3% yang menilai sangat mencukupi.
Bahkan terdapat 2,2% yang menilai tidak mencukupi. Temuan ini
menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan dan
ketersediaan sumber daya yang dapat berpengaruh terhadap
kelancaran pelaksanaan program.
Terkait beban kerja, sebagian besar responden merasa
beban kerja bertambah (60,0%) atau sangat bertambah (13,3%). Hal
ini wajar mengingat program tambahan sering kali membutuhkan
alokasi waktu dan tenaga ekstra. Namun, adanya 22,2% responden
yang merasa beban hanya sedikit bertambah dan 4,4% yang tidak
merasakan perubahan dapat menjadi indikasi bahwa beban kerja
tidak dirasakan secara merata di semua bagian atau jabatan.

53
Dari perspektif manfaat, program ini dinilai sangat bermanfaat
bagi masyarakat oleh mayoritas responden (80,0%), dan 20,0%
menyatakan cukup bermanfaat. Penilaian ini sejalan dengan data
umpan balik, di mana 86,7% responden menerima tanggapan positif
dari masyarakat. Artinya, program ini telah berhasil menjangkau dan
memberikan dampak positif bagi sebagian besar penerima manfaat,
walaupun masih ada 13,3% yang belum mengetahui adanya umpan
balik.
Kendala utama yang dihadapi adalah rendahnya partisipasi
masyarakat (62,2%), diikuti oleh keterbatasan alat atau fasilitas
(22,2%), kurangnya pelatihan petugas (11,1%), dan waktu
pelaksanaan yang tidak cukup (4,4%). Rendahnya partisipasi
masyarakat dapat disebabkan oleh kurangnya informasi, jadwal
yang kurang sesuai, atau persepsi masyarakat terhadap manfaat
program.
Sebagai tindak lanjut, saran peningkatan yang diajukan
meliputi perlunya sosialisasi yang lebih luas kepada masyarakat
(53,3%), peningkatan dukungan logistik (20,0%), penyesuaian
jadwal program (13,3%), dan peningkatan pelatihan petugas
(13,3%). Implementasi saran ini diharapkan dapat meningkatkan
efektivitas dan keberlanjutan program cek kesehatan gratis,
sehingga manfaat yang dirasakan masyarakat semakin maksimal
dan pelaksanaannya menjadi lebih efisien dari sisi sumber daya
maupun tenaga

54
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan


sebelumnya, dapat ditarik beberapa kesimpulan terkait pelaksanaan
program cek kesehatan gratis di Puskesmas Tobelo:
1. Persepsi masyarakat dan petugas kesehatan terhadap
pelaksanaan program cek kesehatan gratis di Puskesmas
Tobelo pada umumnya positif. Mayoritas masyarakat merasa
puas hingga sangat puas terhadap pelayanan, sementara
petugas kesehatan menilai program ini bermanfaat meskipun
menambah beban kerja.
2. Kelebihan program terletak pada akses layanan yang mudah,
keramahan petugas, serta pemeriksaan yang dinilai baik dan
jelas. Kekurangannya meliputi keterbatasan tenaga
kesehatan, sarana prasarana yang belum memadai,
rendahnya partisipasi masyarakat, dan kurangnya sosialisasi.
3. Faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan program
meliputi dukungan petugas kesehatan, perencanaan program
yang baik, kecukupan sarana dan prasarana, serta adanya
umpan balik positif dari masyarakat.

B. Saran

Sejalan dengan kesimpulan yang diperoleh, berikut adalah


beberapa saran yang diharapkan dapat menjadi masukan untuk
perbaikan dan pengembangan program cek kesehatan gratis di
Puskesmas Tobelo:
1 Perlu dilakukan evaluasi secara berkala terhadap
pelaksanaan program untuk memantau efektivitas dan
mengidentifikasi kendala.

55
2 Perlu peningkatan jumlah tenaga kesehatan, sarana
prasarana, serta sosialisasi yang lebih luas agar program
dapat menjangkau masyarakat lebih banyak.
3 Perlu dilakukan pengembangan berkelanjutan terhadap
pelaksanaan program cek kesehatan gratis di Puskesmas
Tobelo untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

56
DAFTAR PUSTAKA

1 Alyafei A, Easton-Carr R. The health belief model of behavior change


[Internet]. StatPearls - NCBI Bookshelf; 2024 [cited 2025 Jul 30].
Available from: [Link]
2 AshaRani PV, Devi F, Wang P, Abdin E, Zhang Y, Roystonn K, et al.
Factors influencing uptake of diabetes health screening: a mixed
methods study in Asian population. BMC Public Health. 2022;22(1).
doi:10.1186/s12889-022-13914-2
3 Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kemenkes. Survei
Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Jakarta: BKPK Kemenkes; 2024
[cited 2025 Jul 30]. Available from:
[Link]
4 Chien S, Chuang M, Chen I. Why people do not attend health
screenings: factors that influence willingness to participate in health
screenings for chronic diseases. Int J Environ Res Public Health.
2020;17(10):3495. doi:10.3390/ijerph17103495
5 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Sosialisasi Program
Hasil Terbaik Cepat: Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG). Jakarta:
Kementerian Kesehatan; 2025.
6 Mayasari E, Yunita J, Mitra M, Leonita E, Mianna R, Sari NP, et al.
Sosialisasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) sebagai upaya
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jurnal Medika.
2025;4(2):70–5. doi:10.31004/29qjq237
7 Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2022 tentang
Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun
2020 tentang Rencana Strategi Kementerian Kesehatan Tahun
2020–2024. Jakarta: Kemenkes RI; 2022 [cited 2025 Jul 30].
Available from:
[Link]
2022

57
8 Nabilah H, Azahra S, Danisha Maharani G, Mahardika Alba A, Indah
Melani A, Wasir R. Evaluation of free health screening program in
Indonesia: Opportunities and challenges in early detection of non-
communicable diseases. Jurnal Kesehatan Tambusai.
2025;6(2):6198–205.
9 Ndambo MK, Aron MB, Makungwa H, Munyaneza F, Nhlema B,
Connolly E. Perspectives of community and facility stakeholders on
community health workers in rural Malawi. Afr J Prim Health Care
Fam Med. 2024;16(1). doi:10.4102/phcfm.v16i1.4199
10 Nur Attriani A. Tantangan dan isu strategis sumber daya kesehatan
manusia kesehatan pada puskesmas di Indonesia. Jurnal Kesehatan
Tambusai. 2022;3(3):363–8.
11 Pramaswari AM, Fatah MZ. Program kegiatan pemeriksaan
kesehatan gratis pada masyarakat lansia sebagai upaya deteksi dini
penyakit tidak menular. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri).
2023;7(4):3447. doi:10.31764/jmm.v7i4.15945
12 PRIMASYS. Comprehensive case study from Indonesia [Internet].
2025 Jul 28 [cited 2025 Jul 30]. Available from:
[Link]
comprehensive-case-study-from-indonesia
13 Sriwidyastuti S, Ermawati E, Susilawati S, Sumarni S. Peningkatan
kesehatan dengan pemeriksaan kesehatan gratis di Desa Awo
Kecamatan Cina Kabupaten Bone. J Pengabdi Kpd Masyarakat
Nusantara. 2024;5(2). doi:10.55338/jpkmn.v5i2.3124

58
• Lampiran

KONSULTASI TUGAS MINIPRO

PENGISIAN KUISIONER DAN


WAWANCARA PASIEN

PENGISIAN KUISIONER DAN


WAWANCARA PETUGAS KESEHATAN

PEMERIKSAAN CEK KESEHATAN


GRATIS DI SEKOLAH DASAR

PEMERIKSAAN CEK KESEHATAN


GRATIS DI SEKOLAH DASAR

59
PENGISIAN KUISIONER DAN PENGISIAN KUISIONER DAN
WAWANCARA PETUGAS KESEHATAN WAWANCARA PETUGAS KESEHATAN

PEMERIKSAAN CEK KESEHATAN PEMERIKSAAN CEK KESEHATAN


GRATIS DI SEKOLAH DASAR GRATIS DI SEKOLAH DASAR

60

Anda mungkin juga menyukai