100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
63 tayangan2 halaman

Penguatan Pendidikan Karakter di Kelas

Dokumen ini adalah refleksi tentang pendidikan nilai dan karakter yang diajarkan oleh Lalu Moh. Padli di MIS NW Tanjung Sanggar. Materi menarik mencakup penguatan pendidikan karakter melalui integrasi nilai dalam pembelajaran dan keterlibatan orang tua serta masyarakat. Tantangan yang dihadapi termasuk kurangnya dukungan orang tua dan pengaruh media sosial, sementara rencana aksi meliputi integrasi nilai karakter dalam RPP dan program rutin untuk menanamkan kepedulian sosial.

Diunggah oleh

hurnaen21
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
63 tayangan2 halaman

Penguatan Pendidikan Karakter di Kelas

Dokumen ini adalah refleksi tentang pendidikan nilai dan karakter yang diajarkan oleh Lalu Moh. Padli di MIS NW Tanjung Sanggar. Materi menarik mencakup penguatan pendidikan karakter melalui integrasi nilai dalam pembelajaran dan keterlibatan orang tua serta masyarakat. Tantangan yang dihadapi termasuk kurangnya dukungan orang tua dan pengaruh media sosial, sementara rencana aksi meliputi integrasi nilai karakter dalam RPP dan program rutin untuk menanamkan kepedulian sosial.

Diunggah oleh

hurnaen21
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS REFLEKSI MODUL PROFESIONAL

Nama Guru : LALU MOH. PADLI


Sekolah/Madrasah : MIS NW Tanjung Sanggar
LPTK : Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati
Program : Guru Kelas MI
Topik : Pendidikan Nilai dan Pendidikan Karakter

1. Materi yang menarik

Materi yang menurut saya paling menarik adalah tentang Penguatan Pendidikan
Karakter (PPK) berbasis kelas, budaya sekolah, dan masyarakat. Materi ini
menjelaskan bahwa pendidikan karakter tidak hanya diajarkan melalui teori, tetapi juga
harus ditanamkan melalui pembiasaan, keteladanan, dan keterlibatan semua unsur sekolah
dan masyarakat. Hal ini penting karena pembentukan karakter anak tidak dapat dilepaskan
dari lingkungan sekitar mereka.

2. Analisis implementasi/penerapan materi

Implementasi pendidikan nilai dan karakter dapat dilakukan dengan cara:

 Mengintegrasikan nilai karakter ke dalam mata pelajaran, misalnya menekankan


kejujuran dalam ujian atau kerja kelompok.
 Menciptakan budaya sekolah yang menanamkan kebiasaan positif seperti disiplin,
peduli lingkungan, dan gotong royong.
 Melibatkan orang tua dan masyarakat agar nilai yang ditanamkan di sekolah dapat
berlanjut di rumah dan lingkungan sekitar.

Jika ketiga pendekatan ini dilaksanakan secara konsisten, maka pendidikan karakter akan
lebih efektif dan berkesinambungan.

3. Pengalaman praktis dari proses pembelajaran yang mendukung/bertentangan


dengan materi

Dalam pengalaman saya, penerapan nilai kerjasama dan disiplin di kelas sering berhasil
ketika diberikan tugas kelompok. Siswa terlihat saling membantu dan membagi peran.
Namun, ada juga pengalaman yang kurang sesuai, misalnya ketika nilai jujur belum
sepenuhnya terbentuk; masih ada siswa yang mencontek saat ujian. Hal ini menunjukkan
bahwa pendidikan karakter memang membutuhkan proses panjang dan pembiasaan yang
konsisten.

4. Tantangan yang dihadapi dan hikmah (lesson learn) yang didapatkan

Tantangan:

 Kurangnya keterlibatan orang tua dalam mendukung pendidikan karakter di rumah.


 Perbedaan latar belakang siswa yang menyebabkan perbedaan pemahaman nilai.
 Pengaruh negatif dari media sosial yang bertolak belakang dengan nilai yang
ditanamkan.

Hikmah:

 Pendidikan karakter tidak bisa instan, tetapi membutuhkan keteladanan, konsistensi,


dan sinergi antara guru, orang tua, dan masyarakat.
 Guru harus selalu menjadi teladan karena perilaku guru lebih kuat daripada sekadar
nasihat.

5. Rencana aksi penerapan materi tersebut dalam kegiatan pembelajaran

 Mengintegrasikan nilai karakter dalam setiap RPP, misalnya menekankan nilai


tanggung jawab saat mengerjakan proyek kelompok.
 Membuat program rutin seperti “Jumat Berbagi” untuk menanamkan kepedulian
sosial.
 Melibatkan orang tua melalui pertemuan rutin untuk menyamakan persepsi tentang
pendidikan karakter anak.
 Menyediakan penghargaan bagi siswa yang menunjukkan perilaku baik (misalnya
siswa paling disiplin, paling peduli lingkungan).
 Menggunakan pendekatan projek berbasis Profil Pelajar Pancasila agar nilai-nilai
karakter dapat dipraktikkan secara nyata.

Anda mungkin juga menyukai