0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan20 halaman

Program Bimbingan Konseling SMP 2023/2024

Dokumen ini adalah Program Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 1 Gebang untuk tahun pelajaran 2023/2024, disusun oleh Anne Cyntia Dewi, S.Pd. Program ini bertujuan untuk membantu peserta didik mencapai kematangan dan kemandirian dalam aspek pribadi, sosial, belajar, dan karir, serta memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan siswa berdasarkan asesmen yang dilakukan. Visi dan misi program ini berlandaskan pada pengembangan iman dan taqwa, serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan produktif.

Diunggah oleh

samhani20
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan20 halaman

Program Bimbingan Konseling SMP 2023/2024

Dokumen ini adalah Program Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 1 Gebang untuk tahun pelajaran 2023/2024, disusun oleh Anne Cyntia Dewi, S.Pd. Program ini bertujuan untuk membantu peserta didik mencapai kematangan dan kemandirian dalam aspek pribadi, sosial, belajar, dan karir, serta memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan siswa berdasarkan asesmen yang dilakukan. Visi dan misi program ini berlandaskan pada pengembangan iman dan taqwa, serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan produktif.

Diunggah oleh

samhani20
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM BIMBINGAN DAN KONSELING

TAHUN PELAJARAN 2023/2024

KELAS IX

Disusun oleh:
ANNE CYNTIA DEWI, [Link].

PEMERINTAH KABUPATEN CIREBON


DINAS PENDIDIKAN

SMP NEGERI 1 GEBANG


2023/2024

0
LEMBAR PENGESAHAN

Program bimbingan dan konseling SMP NEGERI 1 GEBANG Tahun Pelajaran


2023/2024 ini telah disetujui dan disahkan pada:

Hari : .....................................................
Tanggal : .....................................................

Mengetahui dan menyetujui,


Kepala Sekolah, Guru BK,

IWAN MUKHAMAD MAKYAR S., [Link]. ANNE CYNTIA DEWI, [Link].


NIP. 19710104 199512 1 001 NIP. 19970220 202221 2 001

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan program bimbingan dan
konseling ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Kami sangat berharap
Program ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita. Kami
juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam program ini terdapat kekurangan dan jauh dari
kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan
makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang
sempurna tanpa saran yang membangun. Semoga program sederhana ini dapat dipahami bagi
siapapun yang membacanya. Sekiranya program yang telah disusun ini dapat berguna bagi
kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang
membangun demi perbaikan di masa depan.

Gebang, Juli 2023


Penyusun

Anne Cyntia Dewi, [Link].

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL
LEMBAR PENGESAHAN.........................................................................................................i
KATA PENGANTAR................................................................................................................ii
DAFTAR ISI.............................................................................................................................iii
A. Rasional...........................................................................................................................1
B. Visi dan Misi...................................................................................................................3
C. Deskripsi Kebutuhan.......................................................................................................4
D. Tujuan Layanan Bimbingan dan Konseling....................................................................5
E. Komponen Program Bimbingan dan Konseling.............................................................5
1. Layanan Dasar.............................................................................................................5
2. Layanan Perencanaan Individual dan Peminatan........................................................6
3. Layanan Responsif.......................................................................................................8
4. Dukungan Sistem.........................................................................................................9
F. Bidang Layanan Bimbingan dan Konseling..................................................................10
1. Bimbingan dan konseling pribadi..............................................................................10
2. Bimbingan dan konseling sosial................................................................................10
3. Bimbingan dan konseling belajar..............................................................................11
4. Bimbingan dan konseling karir..................................................................................12
G. Pengembangan Tema/Topik..........................................................................................13
H. Evaluasi, Pelaporan dan Tindak Lanjut.........................................................................13
1. Evaluasi......................................................................................................................13
2. Pelaporan...................................................................................................................14
3. Tindak Lanjut.............................................................................................................14
I. Anggaran Biaya.............................................................................................................14
J. Action Plan....................................................................................................................15
RENCANA ANGGARAN BIAYA.........................................................................................16

iii
A. Rasional
Pendidikan merupakan usaha sadar yang sistematis-sistematik selalu bertolak dari
sejumlah landasan serta mengindahkan sejumlah asas-asas tertentu. Landasan dan asas
tersebut sangat penting karena pendidikan merupakan pilar utama terhadap
pengembangan manusia dan masyarakat suatu bangsa tertentu. Landasan-landasan
pendidikan tersebut akan memberikan pijakan dan arah terhadap pembentukan manusia
indonesia, dan serentak dengan itu, mendukung perkembangan masyarakat, bangsa dan
negara. Pendidikan akan ditinjau sebagai landasan bimbingan dan konseling dari tiga segi
yaitu pendidikan sebagai upaya pengembangan manusia dan bimbingan merupakan salah
satu bentuk kegiatan pendidikan, pendidikan sebagai inti proses bimbingan dan konseling,
dan pendidikan lebih lanjut sebagai inti tujuan pelayanan bimbingan dan konseling.
Terkait dengan pentingnya bidang bimbingan dalam pendidikan, Phenix (Syamsu yusuf,
2012:4) terdapat tiga bidang utama pendidikan yaitu pertama bidang administratif dan
kepemimpinan yang menyangkut kegiatan pegelolaan program secara efisien. Pada
bidang ini terletak tanggungjawab kepemimpinan yang terkait dengan kegiatan
perencanaan, organisasi, deskripsi jabatan atau pembagian tugas, pembiayaan, penyediaan
fasisilitas atau sarana dan prasarana, supervisi, evaluasi program. Kedua, bidang
instruksional dan kurikuler terkait dengan kegiatan pengajaran yang bertujuan untuk
memberikan pengetahuan, keterampilan, dan pengembangan. Ketiga, bidang pembinaan
siswa (bimbingan dan konseling) terkait dengan program pemberian layanan bantuan
kepada peserta didik dalam mencapai perkembangan yang optimal, agar tercapainya suatu
tujuan tersebut maka diperlukan adanya kurikulum untuk mengatur jalannya proses
bimbingan dan konseling.

Kurikulum sebagai rencana pembelajaran. Kurikulum adalah suatu program


pendidikan yang disediakan untuk membelajarkan siswa. Program tersebut membuat para
siswa melakukan berbagai kegiatan belajar, sehingga terjadi perubahan dan
perkembangan tingkah laku siswa, sesuai dengan tujuan pendidikan dan pembelajaran.
Kurikulum 2013 memuat program peminatan peserta didik yang merupakan suatu proses
pemilihan dan pengambilan keputusan oleh peserta didik yang didasarkan atas
pemahaman potensi diri dan peluang yang ada pada satuan pendidikan. Muatan
peminatan peserta didik meliputi peminatan kelompok mata pelajaran, mata pelajaran,
lintas peminatan, pendalaman peminatan, dan estrakulikuler. Layanan bimbingan dan

1
konseling membantu pserta didik untuk memahami, mengarahkan, menerima, mengambil
keputusan, dan merealisasikan keputusan dirinya secara bertanggungjawab sehingga
mencapai kesuksesan, kesejahteraan, dan kebahagiaan dalam kehidupannya. Bimbingan
dan konseling membantu peserta didik/konseli dalam memilih, meraih, dan
mempertahankan karir untuk mewujudkan kehidupan yang produktif dan sejahtera
(Permendikbud No.111 Tahun 2014).

Sesuai arah dan spirit kurikulum 2013, paradigma bimbingan dan konseling
memandang bahwa setiap peserta didik/konseli memiliki potensi untuk berkembang
secara optimal. Perkembangan optimal bukan sebatas tercapainya prestasi sesuai dengan
kapasitas intelektual dan minat yang dimiliki, melainkan sebagai sebuah kondisi
perkembangan yang secara sehat dan bertanggungjawab serta memiliki daya adaptasi
tinggi terhadap dinamika kehidupan yang dihadapinya. Layanan bimbingan dan konseling
mencakup kegiatan yang bersifat perncegahan,perbaikan dan penyembuhan,
pemeliharaan dan pengembangan. Layanan bimbingan dan konseling dalam implementasi
kurikulum 2013 dilaksanakan oleh konselor/guru bimbingan dan konseling sesuai dengan
tugas pokoknya dalam upaya membantu tercapainya tujuan pendidikan nasional, dan
khususnya membantu peserta didik/konseli mencapai perkembangan diri yang optimal,
mandiri, sukses, sejahtera dan bahagia dalam kehidupannya. Untuk mencapai tujuan
tersebut diperlukan kolaborasi dan sinergisitas kerja antara konselor atau guru bimbingan
dan konseling, guru mata pelajaran, pimpinan sekolah, staf administrasi, orangtua, dan
pihak lain yang dapat membantu kelancaran proses dan pengembangan peserta
didik/konseli secara utuh dan optimal dalam bidang pribadi, sosial, belajar, dan karir
(Permendikbud No.111 Tahun 2014).

Program layanan BK dibuat sesuai dengan kebutuhan peserta didik berdasarkan


data hasil assesmen Tes Gaya Belajar, Tes Kecerdasan Majemuk, Tes Bakat dan Minat,
Daftar Cek Masalah (DCM), Tes Myers-Briggs Type Indicator (MBTI). Ditambah
dengan sering adanya masalah terkait bidang sosial seperti pacaran, bullying, kenakalan
remaja, pergaulan remaja. Begitu juga dalam bidang belajar yaitu sulit untuk mengatur
waktu belajar dan sulit berkonsentrasi saat belajar serta pada bidang pribadi yaitu sulitnya
memanajemen waktu antara bermain dan sekolah. Sekolah juga mempunyai visi yang
berbunyi mewujudkan kenyamanan dalam berfikir dan bertindak sukses dalam berkarya
unggul dalam prestasi dengan berlandasan IMAN dan TAQWA (IMTAQ).

2
Jadi, berdasarkan uraian diatas pada kurikulum 2013 dijelaskan bahwa bimbingan
dan konseling sangat dibutuhkan yaitu konselor/guru bimbingan dan konseling
mempunyai tugas pokok dalam upaya membantu tercapainya tujuan pendidikan nasional,
dan khususnya membantu peserta didik/konseli mencapai perkembangan diri yang
optimal, mandiri, sukses, sejahtera dan bahagia dalam kehidupannya. Sehingga
berdasarkan asesmen kebutuhan peserta didik untuk mengembangkan diri baik dalam
bidang pribadi, sosial, belajar maupun karir. Selain itu untuk menyelesaikan dan
mencegah perilaku pacaran, bullying, kenakalan remaja, pergaulan remaja dan dapat
mengatur waktu belajar serta berkonsentrasi dalam belajar serta manajemen waktu antara
bermain dan sekolah. Bimbingan dan konseling juga merupakan salah satu pendukung
terwujudnya visi sekolah yaitu mewujudkan kenyamanan dalam berfikir dan bertindak
sukses dalam berkarya unggul dalam prestasi dengan berlandasan IMAN dan TAQWA
(IMTAQ). Bimbingan dan konseling bersifat dinamis, dengan memberikan layanan
secara tatap muka sesuai dengan prokes yang berlaku, cara menyikapi dan memberikan
layanan BK sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

B. Visi dan Misi


1. Visi dan Misi Sekolah
Visi:
Mewujudkan kenyamanan dalam berfikir dan bertindak sukses dalam berkarya
unggul dalam prestasi dengan berlandasan IMAN dan TAQWA (IMTAQ).
Misi:
a. Melaksanakan pengembangan kegiatan bidang agama
b. Melaksanakan pengembangan SDM pendidikan
c. Melaksanakan pengembangan perangkat pembelajaran
d. Melaksanakan pengembangan model pembelajaran
e. Melaksanakan pengembangan kelas unggulan
f. Melaksanakan pengembangan fasilitas pendidikan
g. Mengadakan pengembangan media pendidikan
h. Melaksanakan pengembangan otonomi sekolah (kemandirian, penggalangan dan
kerjasama stakeholders, dll)
i. Melaksanakan pengembangan kegiatan bidang olahraga
j. Melaksanakan pengembangan kegiatan bidang kesenian
k. Melaksanakan pengembangan kegiatan bidang kebersihan hidup
2. Visi dan Misi Bimbingan dan Konseling
Visi:
Mewujudkan layanan bimbingan dan konseling yang memberikan kenyamanan
dalam berfikir dan bertindak sukses dalam berkarya unggul serta prestasi dengan
berlandasan iman dan taqwa.

3
Misi:
a. Memberikan layanan bimbingan dan konseling dalam suasana yang agamis
sesuai dengan pengembangan dalam kegiatan bidang agama
b. Memberikan layanan bimbingan dan konseling untuk siswa terkait mengarahkan
dalam mengembangan potensi yang dimiliki baik dalam akademik maupun non
akademik dalam menunjang pengembangan SDM Pendidikan
c. Menyediakan layanan bimbingan dan konseling untuk siswa agar siap mengikuti
setiap pembelajaran baik dalam bidang akademik, olahraga, maupun kesenian
memiliki kecerdasan kompetensi sehingga mampu bersaing ditaraf nasional
d. Memberikan layanan bimbingan dan konseling yang mampu mencetak insan
santun dan berkepribadian budaya bangsa, serta peduli lingkungan

C. Deskripsi Kebutuhan
Kebutuhan peserta didik/konseli dapat diidentifikasi berdasarkan asumsi teoretik
dan hasil asesmen kebutuhan yang dilakukan. Guru Bimbingan dan Konseling terlebih
dahulu menyusun daftar kebutuhan (Need Assesment). Tujuan penyusunan instrumen
tersebut untuk mengetahui kebutuhan dan permasalahan siswa.
Ada beberapa contoh aplikasi instrumen yang dapat digunakan untuk mengetahui
kebutuhan siswa, antara lain Daftar Cek Masalah (DCM), Inventori Tugas
Perkembangan (ITP), Alat Ungkap Masalah (AUM), Analisis Tugas Perkembangan
(ATP), dan lain-lain. Selain itu pengalaman Konselor dalam melaksanakan program
pelayanan konseling dan masukan dari berbagai pihak terkait juga dapat digunakan
sebagai dasar penyusunan daftar kebutuhan konseli. Kali ini, guru BK menggunakan
asesmen berupa Angket Kebutuhan Peserta Didik (AKPD), buku kasus serta catatan
piket harian.
Berdasarkan SKKPD untuk jenjang kelas IX, aspek perkembangan yang harus
dipenuhi yaitu landasan hidup religius, landasan perilaku etis, kesadaran
bertanggungjawab, wawasan dan persiapan karir, kematangan perilaku ekonomis, peran
sosial pria dan wanita, kematangan intelektual, kematangan emosional, penerimaan diri
dan pengembangannya, serta kematangan hubungan teman sebaya. Sedangkan data
kebutuhan yang dicari dari lingkungan (dalam hal ini orang tua, guru mata pelajaran dan
wali kelas) diperoleh keterangan bahwa lingkungan, masalah siswa yang sering muncul
dalam bidang sosial yaitu berpacaran, bullying, kenakalan remaja. Sedangkan dalam
bidang belajar yaitu kesulitan dalam mengatur waktu belajar dan konsentrasi belajar dan
dalam bidang pribadi yakni kesulitan memanajemen waktu antara bermain dan
bersekolah.

4
Hasil di atas kemudian dianalisis dan diinterpretasikan dalam sebuah rencana
kegiatan layanan bimbingan dan konseling, yang disusun dengan sebelumnya telah
dikategorikan ke dalam 4 (empat) bidang layanan bimbingan dan konseling, yaitu
pribadi, sosial, belajar dan karir. Adapun tabel yang menerangkan informasi tentang
rencana kegiatan layanan bimbingan dan konseling ada dalam lampiran program ini.

D. Tujuan Layanan Bimbingan dan Konseling


Tujuan umum layanan bimbingan dan konseling adalah membantu peserta
didik/konseli agar dapat mencapai kematangan dan kemandirian dalam kehidupannya
serta menjalankan tugas-tugas perkembangannya yang mencakup aspek pribadi, sosial,
belajar, karir secara utuh dan optimal. Tujuan khusus layanan bimbingan dan konseling
adalah membantu konseli agar mampu: (1) memahami dan menerima diri dan
lingkungannya; (2) merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir dan
kehidupannya di masa yang akan datang; (3) mengembangkan potensinya seoptimal
mungkin; (4) menyesuaikan diri dengan lingkungannya; (5) mengatasi hambatan atau
kesulitan yang dihadapi dalam kehidupannya dan (6) mengaktualiasikan dirinya secara
bertanggung jawab.

E. Komponen Program Bimbingan dan Konseling


1. Layanan Dasar
1) Pengertian
Layanan dasar diartikan sebagai proses pemberian bantuan kepada
seluruh konseli melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara
klasikal atau kelompok yang dirancang dan dilaksanakan secara sistematis
dalam rangka mengembangkan kemampuan penyesuaian diri yang efektif sesuai
dengan tahap dan tugas-tugas perkembangan (yang dituangkan sebagai standar
kompetensi kemandirian).
2) Tujuan
Layanan dasar bertujuan membantu semua konseli agar memperoleh
perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh
keterampilan hidup, atau dengan kata lain membantu konseli agar mereka dapat
mencapai tugas-tugas perkembangannya secara optimal. Secara rinci tujuan
pelayanan ini dapat dirumuskan sebagai upaya untuk membantu konseli agar (1)
memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya (pendidikan,

5
pekerjaan, sosial budaya dan agama), (2) mampu mengembangkan keterampilan
untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang
layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya, (3) mampu memenuhi
kebutuhan dirinya dan mampu mengatasi masalahnya sendiri, dan (4) mampu
mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya.
Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan oleh Konselor atau Guru
Bimbingan dan Konseling dalam komponen layanan dasar antara lain; asesmen
kebutuhan, bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, pengelolaan media
informasi, dan layanan bimbingan dan konseling lainnya.
3) Fokus Pengembangan
Untuk mencapai tujuan tersebut, fokus pengembangan kegiatan yang
dilakukan diarahkan pada perkembangan aspek-aspek pribadi, sosial, belajar,
dan karir. Dalam hal ini dilakukan berbagai kegiatan sebagai wujud dari upaya
penyelenggaraan layanan dasar diantaranya berupa kegiatan layanan bertopik
landasan hidup religius, kematangan intelektual, kemandirian perilaku
ekonomis, persiapan diri untuk hidup berkeluarga, kematangan emosional,
belajar, masa depan jabatan, penyesuaian kurikulum, hubungan sosial. Selain itu
untuk menyelesaikan dan mencegah perilaku pacaran, bullying, kenakalan
remaja, dan dapat mengatur waktu belajar serta berkonsentrasi dalam belajar
serta manajemen waktu antara bermain dan sekolah.
2. Layanan Perencanaan Individual dan Peminatan
1) Pengertian
Peminatan adalah program kurikuler yang disediakan untuk
mengakomodasi pilihan minat, bakat dan/atau kemampuan peserta didik/konseli
dengan orientasi pemusatan, perluasan, dan/atau pendalaman mata pelajaran
dan/atau muatan kejuruan. Peminatan peserta didik dalam Kurikulum 2013
mengandung makna: (1) suatu pembelajaran berbasis minat peserta didik sesuai
kesempatan belajar yang ada dalam satuan pendidikan; (2) suatu proses
pemilihan dan penetapan peminatan belajar yang ditawarkan oleh satuan
pendidikan; (3) merupakan suatu proses pengambilan pilihan dan keputusan
oleh peserta didik tentang peminatan belajar yang didasarkan atas pemahaman
potensi diri dan pilihan yang tersedia pada satuan pendidikan serta prospek
peminatannya; (4)merupakan proses yang berkesinambungan untuk
memfasilitasi peserta didik mencapai keberhasilan proses dan hasil belajar serta

6
perkembangan optimal dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional; dan
(5) layanan peminatan peserta didik merupakan wilayah garapan profesi
bimbingan dan konseling, yang tercakup pada layanan perencanaan
[Link] Perencanaan individual adalah bantuan kepada peserta
didik/konseli agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas-aktivitas
sistematik yang berkaitan dengan perencanaan masa depan berdasarkan
pemahaman tentang kelebihan dan kekurangan dirinya, serta pemahaman
terhadap peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya. Pemahaman
konseli secara mendalam, penafsiran hasil asesmen, dan penyediaan informasi
yang akurat sesuai dengan peluang dan potensi yang dimiliki konseli amat
diperlukan sehingga peserta didik/konseli mampu memilih dan mengambil
keputusan yang tepat di dalam mengembangkan potensinya secara optimal,
termasuk keberbakatan dan kebutuhan khusus peserta didik/konseli.
2) Tujuan
Peminatan dan perencanaan individual secara umum bertujuan untuk
membantu konseli agar (1) memiliki pemahaman tentang diri dan
lingkungannya, (2) mampu merumuskan tujuan, perencanaan, atau pengelolaan
terhadap perkembangan dirinya, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar,
maupun karir, dan (3) dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman,
tujuan, dan rencana yang telah dirumuskannya. Tujuan peminatan dan
perencanaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi
peserta didik/konseli untuk merencanakan, memonitor, dan mengelola rencana
pendidikan, karir, dan pengembangan pribadi- sosial oleh dirinya sendiri.
Isi layanan perencanaan individual meliputi memahami secara khusus
tentang potensi dan keunikan perkembangan dirinya sendiri. Dengan demikian
meskipun peminatan dan perencanaan individual ditujukan untuk seluruh
peserta didik/konseli, layanan yang diberikan lebih bersifat individual karena
didasarkan atas perencanaan, tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh
masing-masing peserta didik/konseli.
Layanan peminatan peserta didik secara khusus ditujukan untuk
memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan kompetensi
sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik
sesuai dengan minat, bakat dan/atau kemampuan akademik dalam sekelompok

7
mata pelajaran keilmuan, maupun kemampuan dalam bidang keahlian, program
keahlian, dan paket keahlian.
3) Fokus Pengembangan
Untuk mencapai tujuan tersebut, fokus pengembangan kegiatan yang
dilakukan diarahkan pada pengembangan aspek-aspek pribadi, sosial, belajar,
dan karir. Dalam hal ini dilakukan berbagai kegiatan sebagai wujud dari upaya
penyelenggaraan layanan dasar diantaranya berupa kegiatan layanan bertopik
landasan hidup religius, kematangan intelektual, kemandirian perilaku
ekonomis, persiapan diri untuk hidup berkeluarga, kematangan emosional,
belajar, masa depan jabatan, penyesuaian kurikulum, hubungan sosial. Selain itu
untuk menyelesaikan dan mencegah perilaku pacaran, bullying, kenakalan
remaja, dan dapat mengatur waktu belajar serta berkonsentrasi dalam belajar
serta manajemen waktu antara bermain dan sekolah.
3. Layanan Responsif
1) Pengertian
Layanan responsif adalah pemberian bantuan kepada peserta
didik/konseli yang menghadapi masalah dan memerlukan pertolongan dengan
segera, agar peserta didik/konseli tidak mengalami hambatan dalam proses
pencapaian tugas-tugas perkembangannya. Strategi layanan responsif
diantaranya konseling individual, konseling kelompok, konsultasi, kolaborasi,
kunjungan rumah, dan alih tangan kasus (referral).
2) Tujuan
Layanan responsif bertujuan untuk membantu peserta didik/konseli yang
sedang mengalami masalah tertentu menyangkut perkembangan pribadi, sosial,
belajar, dan karir. Bantuan yang diberikan bersifat segera, karena dikhawatirkan
dapat menghambat perkembangan dirinya dan berlanjut ke tingkat yang lebih
serius. Konselor atau Guru Bimbingan dan Konseling hendaknya membantu
peserta didik/konseli untuk memahami hakikat dan ruang lingkup masalah,
mengeksplorasi dan menentukan alternatif pemecahan masalah yang terbaik
melalui proses interaksi yang unik. Hasil dari layanan ini, peserta didik/konseli
diharapkan dapat mengalami perubahan pikiran, perasaa, kehendak, atau
perilaku yang terkait dengan perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir.
3) Fokus Pengembangan

8
Untuk memahami kebutuhan dan masalah peserta didik/konseli dapat
diperoleh melalui asesmen kebutuhan dan analisis perkembangan peserta
didik/konseli, dengan menggunakan berbagai instrumen, misalnya angket
konseli, pedoman wawancara, pedoman observasi, angket sosiometri, daftar
hadir peserta didik/konseli, inventori tugas-tugas perkembangan (ITP) dsb.
4. Dukungan Sistem
1) Pengertian
Ketiga komponen program (layanan dasar, layanan peminatan dan
perencanan individual, dan responsif) sebagaimana telah disebutkan sebelumnya
merupakan pemberian layanan bimbingan dan konseling kepada peserta
didik/konseli secara langsung. Sedangkan dukungan sistem merupakan
komponen pelayanan dan kegiatan manajemen, tata kerja, infrastruktur
(misalnya Teknologi Informasi dan Komunikasi), dan pengembangan
kemampuan profesional konselor atau guru bimbingan dan konseling secara
berkelanjutan, yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada peserta
didik/konseli atau memfasilitasi kelancaran perkembangan peserta didik/konseli
dan mendukung efektivitas dan efisiensi pelaksanaan layanan bimbingan dan
konseling.
2) Tujuan
Komponen program dukungan sistem bertujuan memberikan dukungan
kepada konselor atau guru bimbingan dan konseling dalam memperlancar
penyelenggaraan komponen-komponen layanan sebelumnya dan mendukung
efektivitas dan efisiensi pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling.
Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar
penyelenggaraan program pendidikan pada satuan pendidikan. Dukungan sistem
meliputi kegiatan pengembangan jejaring, kegiatan manajemen, pengembangan
keprofesian secara berkelanjutan.
3) Fokus Pengembangan
Pengembangan jejaring menyangkut kegiatan konselor atau guru
bimbingan dan konseling yang meliputi konsultasi kepada kepala sekolah,
menyelenggarakan program kerjasama dengan pihak-pihak terkait,
berpartisipasi dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan satuan
pendidikan.

9
F. Bidang Layanan Bimbingan dan Konseling
1. Bimbingan dan konseling pribadi
a) Pengertian
Suatu proses pemberian bantuan dari konselor atau guru bimbingan dan
konseling kepada peserta didik/konseli untuk memahami, menerima,
mengarahkan, mengambil keputusan, dan merealisasikan keputusannya secara
bertanggung jawab tentang perkembangan aspek pribadinya, sehingga dapat
mencapai perkembangan pribadinya secara optimal dan mencapai kebahagiaan,
kesejahteraan dan keselamatan dalam kehidupannya.
b) Tujuan
Bimbingan dan konseling pribadi dimaksudkan untuk membantu peserta
didik/konseli agar mampu (1) memahami potensi diri dan memahami kelebihan
dan kelemahannya, baik kondisi fisik maupun psikis, (2) mengembangkan potensi
untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupannya, (3) menerima kelemahan
kondisi diri dan mengatasinya secara baik, (4) mencapai keselarasan
perkembangan antara cipta-rasa-karsa, (5) mencapai kematangan/kedewasaan
cipta-rasa-karsa secara tepat dalam kehidupanya sesuai nilai-nilai luhur, dan (6)
mengakualisasikan dirinya sesuai dengan potensi diri secara optimal berdasarkan
nilai-nilai luhur budaya dan agama.
c) Ruang Lingkup
Secara garis besar, lingkup materi bimbingan dan konseling pribadi
meliputi pemahaman diri, pengembangan kelebihan diri, pengentasan kelemahan
diri, keselarasan perkembangan cipta-rasa-karsa, kematangan/kedewasaan cipta-
rasa-karsa, dan aktualiasi diri secara bertanggung jawab. Materi bimbingan dan
konseling pribadi tersebut dapat dirumuskan berdasarkan analisis kebutuhan
pengembangan diri peserta didik, kebijakan pendidikan yang diberlakukan, dan
kajian pustaka.
2. Bimbingan dan konseling sosial
a) Pengertian
Suatu proses pemberian bantuan dari konselor kepada peserta didik/konseli
untuk memahami lingkungannya dan dapat melakukan interaksi sosial secara
positif, terampil berinteraksi sosial, mampu mengatasi masalah-masalah sosial
yang dialaminya, mampu menyesuaikan diri dan memiliki keserasian hubungan

10
dengan lingkungan sosialnya sehingga mencapai kebahagiaan dan kebermaknaan
dalam kehidupannya.
b) Tujuan
Bimbingan dan konseling sosial bertujuan untuk membantu peserta
didik/konseli agar mampu (1) berempati terhadap kondisi orang lain, (2)
memahami keragaman latar sosial budaya, (3) menghormati dan menghargai
orang lain, (4) menyesuaikan dengan nilai dan norma yang berlaku, (5)
berinteraksi sosial yang efektif, (6) bekerjasama dengan orang lain secara
bertanggung jawab, dan (8) mengatasi konflik dengan orang lain berdasarkan
prinsip yang saling menguntungkan.
c) Ruang Lingkup
Secara umum, lingkup materi bimbingan dan konseling sosial meliputi
pemahaman keragaman budaya, nilai-nilai dan norma sosial, sikap sosial positif
(empati, altruistis, toleran, peduli, dan kerjasama), keterampilan penyelesaian
konflik secara produktif, dan keterampilan hubungan sosial yang efektif.
3. Bimbingan dan konseling belajar
a) Pengertian
Proses pemberian bantuan konselor atau guru bimbingan dan konseling
kepada peserta didik/ konseli dalam mengenali potensi diri untuk belajar,
memiliki sikap dan keterampilan belajar, terampil merencanakan pendidikan,
memiliki kesiapan menghadapi ujian, memiliki kebiasaan belajar teratur dan
mencapai hasil belajar secara optimal sehingga dapat mencapai kesuksesan,
kesejahteraan, dan kebahagiaan dalam kehidupannya.
b) Tujuan
Bimbingan dan konseling belajar bertujuan membantu peserta didik untuk
(1) menyadari potensi diri dalam aspek belajar dan memahami berbagai hambatan
belajar; (2) memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif; (3) memiliki motif
yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat; (4) memiliki keterampilan belajar yang
efektif; (5) memiliki keterampilan perencanaan dan penetapan pendidikan
selanjutnya; dan (6) memiliki kesiapan menghadapi ujian.
c) Ruang Lingkup
Lingkup bimbingan dan konseling belajar terdiri atas sikap, pengetahuan,
dan keterampilan yang menunjang efisiensi dan keefektivan belajar pada satuan
pendidikan dan sepanjang kehidupannya; menyelesaikan studi pada satuan

11
pendidikan, memilih studi lanjut, dan makna prestasi akademik dan non akademik
dalam pendidikan, dunia kerja dan kehidupan masyarakat.
4. Bimbingan dan konseling karir
a) Pengertian
Proses pemberian bantuan konselor atau guru bimbingan dan konseling
kepada peserta didik/ konseli untuk mengalami pertumbuhan, perkembangan,
eksplorasi, aspirasi dan pengambilan keputusan karir sepanjang rentang hidupnya
secara rasional dan realistis berdasar informasi potensi diri dan kesempatan yang
tersedia di lingkungan hidupnya sehingga mencapai kesuksesan dalam
kehidupannya.
b) Tujuan
Bimbingan dan konseling karir bertujuan menfasilitasi perkembangan,
eksplorasi, aspirasi dan pengambilan keputusan karir sepanjang rentang hidup
peserta didik/konseli. Dengan demikian, peserta didik akan (1) memiliki
pemahaman diri (kemampuan, minat dan kepribadian) yang terkait dengan
pekerjaan; (2) memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karir
yang menunjang kematangan kompetensi karir; (3) memiliki sikap positif
terhadap dunia kerja; (4) memahami relevansi kemampuan menguasai pelajaran
dengan persyaratan keahlian atau keterampilan bidang pekerjaan yang menjadi
cita-cita karirnya masa depan; (5) memiliki kemampuan untuk membentuk
identitas karir, dengan cara mengenali ciri-ciri pekerjaan, persyaratan kemampuan
yang dituntut, lingkungan sosiopsikologis pekerjaan, prospek kerja, dan
kesejahteraan kerja; memiliki kemampuan merencanakan masa depan, yaitu
merancang kehidupan secara rasional untuk memperoleh peran-peran yang sesuai
dengan minat, kemampuan, dan kondisi kehidupan sosial ekonomi; membentuk
pola-pola karir; mengenal keterampilan, kemampuan dan minat; memiliki
kemampuan atau kematangan untuk mengambil keputusan karir.
c) Ruang Lingkup
Ruang lingkup bimbingan karir terdiri atas pengembangan sikap positif
terhadap pekerjaan, pengembangan keterampilan menempuh masa transisi secara
positif dari masa bersekolah ke masa bekerja, pengembangan kesadaran terhadap
berbagai pilihan karir, informasi pekerjaan, ketentuan sekolah dan pelatihan kerja,
kesadaran akan hubungan beragam tujuan hidup dengan nilai, bakat, minat,
kecakapan, dan kepribadian masing-masing. Untuk itu secara berurutan.

12
G. Pengembangan Tema/Topik
Tema/topik ini merupakan rincian lanjut dari identifikasi diskripsi kebutuhan peserta
didik dalam aspek perkembangan pribadi, sosial, belajar dan karir. Pengembangan
tema/topik yang telah terinci dalam bagian sebelumnya, selanjutnya rincian tindak
lanjutanya adalah penyusunan Rencana Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling
(RPLBK). RPLBK yang telah dikembangkan terdapat dalam lampiran.
Berikut ini adalah tabel yang menerangkan tentang pembagian tema/topik layanan
berdasarkan SKKPD siswa SMP.
No. Aspek Perkembangan Tema/Topik
1 Landasan religius a. Sembahyang dan berdoa
b. Belajar Agama
c. Keimanan
d. Sabar
2 Landasan perilaku etis a. Jujur
b. Membina hubungan baik dengan lawan jenis sesuai
etika
3 Kematangan emosional a. Tidak Cemas
b. Pengendalian emosi
c. Menumbuhkan rasa simpati dan empati
4 Pengembangan pribadi a. Kepribadian manusia
b. Mecintai lingkungan
c. Mengendalikan diri kearah positif
d. Percaya diri
5 Kesadaran tanggungjawab a. Tanggung jawab atas tindakan pribadi
b. Partisipasi pada lingkungan
6 Kematangan hubungan a. Kemampuan menyikapi kenakalan remaja
teman sebaya b. Memahami bullying/cyberbullying
7 Kesadaran gender a. Kesiapan menikah
b. Pemahaman dampak pacaran
8 Kematangan intelektual a. Kesiapan menghadapi ujian
b. Kemampuan mengatur waktu belajar
c. Kesungguhan belajar
d. Kemampuan meningkatkan keterampilan belajar
9 Perilaku a. Kesiapan menghadapi kegagalan
kewirausahaan/kemandirian b. Perencanaan Karir
perilaku ekonomis c. Manajemen Uang
10 Wawasan dan persiapan karir a. Pemahaman jenis pekerjaan
b. Kesungguhan belajar
c. Upaya meniingkatkan keahlian
d. Perencanaan belajar

H. Evaluasi, Pelaporan dan Tindak Lanjut


1. Evaluasi
Evaluasi dalam bimbingan dan konseling merupakan proses pembuatan
pertimbangan secara sistematis mengenai keefektivan dalam mencapai tujuan
program bimbingan dan konseling berdasar pada ukuran (standar) tertentu. Dengan

13
demikian evaluasi merupakan proses sistematis dalam mengumpulkan dan
menganalisis informasi tentang efisiensi, keefektivan, dan dampak dari program
dan layanan bimbingan dan konseling terhadap perkembangan pribadi, sosial
belajar, dan karir peserra didik/konseli. Evaluasi berkaitan dengan akuntabilitas
yaitu sebagai ukuran seberapa besar tujuan bimbingan dan konseling telah dicapai.
2. Pelaporan
Pelaporan proses dan hasil dari pelaksanaan program dimaksudkan untuk
menjawab pertanyaan bagaimana peserta didik berkembang sebagai hasil dari
layanan bimbingan dan konseling. Laporan akan digunakan sebagai pendukung
program lanjutan untuk menjamin keberhasilan pelaksanaan program selanjutnya.
Laporan jangka pendek akan menfasilitasi evaluasi aktivitas program jangka pendek.
Laporan jangka menengah dan jangka panjang akan merefleksikan kemajuan ke arah
perubahan dalam diri semua peserta didik. Isi dan format laporan sejalan dengan
kebutuhan untuk menyampaikan informasi secara efektif pada seluruh pemangku
kepentingan. Laporan juga akan menjadi informasi penting bagi pengembangan
profesionalitas yang diperlukan bagi konselor atau guru bimbingan dan konseling.
3. Tindak Lanjut
Tindak lanjut atas laporan program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling
akan menjadi alat penting dalam tindak lanjut untuk mendukung program sejalan
dengan yang direncanakan, mendukung setiap peserta didik yang dilayani,
mendukung digunakannya materi yang tepat, mendokumentasi proses, persepsi, dan
hasil program secara rinci, mendokumentasi dampak jangka pendek, menengah dan
jangka panjang, atas analisis keefektivan program digunakan untuk mengambil
keputusan apakah program dilanjutkan, direvisi, atau dihentikan, meningkatkan
program, seta digunakan untuk mendukung perubahan-perubahan dalam sistem
sekolah.
Laporan hasil kegiatan untuk mengetahui dampak layanan bimbingan dan
konseling terhadap siswa. Tujuan laporan hasil kegiatan yaitu memastikan bahwa
program telah diimplementasikan, dianalisa keefektifannya, dan ditingkatkan sesuai
dengan kebutuhan. Dalam penyusunan laporan hasil kegiatan ketersediaan sumber
data pendukung mempengaruhi keakuratan data laporan hasil kegiatan.
I. Anggaran Biaya
Perencanaan anggaran merupakan komponen penting dari pengelolaan bimbingan
dan konseling. Perlu dirancang dengan cermat berapa anggaran yang diperlukan untuk

14
mendukung implementasi [Link] biaya menyesuaikan dengan anggaran
sekolah yang dialokasikan untuk kegiatan bimbingan dan konseling. Perencanaan sarana
dan biaya disusun secara rasional berdasarkan kebutuhan.
Komponen anggaran berisi tentang :
1. Anggaran untuk semua aktivitas yang tercantum pada program Bimbingan dan
Konseling.
2. Anggaran untuk aktivitas pendukung (seperti untuk asesmen kebutuhan, kunjungan
rumah, pengadaan pustaka terapi/buku pendukung, mengikuti
diklat/seminar/workshop atau kegiatan profesi bimbingan dan konseling, studi
lanjut, kegiatan musyawarah guru bimbingan dan konseling, pengadaan instrumen
bimbingan dan konseling, dan lainnya yang relevan untuk operasional layanan
bimbingan dan konseling.
3. Anggaran untuk pengembangan dan peningkatan kenyamanan ruang atau pemberian
layanan bimbingan dan konseling (seperti pembenahan ruangan, pengadaan buku-
buku untuk konseling pustaka, penyiapan perangkat konseling kelompok).
J. Action Plan
Rencana kegiatan (action plans) diperlukan untuk menjamin program bimbingan
dan konseling dapat dilaksanakan secara efektif dan efesien. Rencana kegiatan adalah
uraian detil dari program yang menggambarkan struktur isi program, baik kegiatan untuk
memfasilitasi peserta didik/konseli mencapai kemandirian dalam kehidupannya.
Rencana kegiatan telah terinci dalam program layanan yaitu program tahunan dan
program semesteran. Kedua rancangan program ini terdapat pada bagian lampiran

15
RENCANA ANGGARAN BIAYA

No Rencana Pengeluaran Rincian Jumlah


1 Home Visit (Rp. 20.000) 50 x Rp. 20.000 Rp. 1000.000
2 ATK (Cetak Program, Buku Kasus, Agenda, Buku Tamu, Rp. 500.000
Surat Izin, Surat Pernyataan, Surat Panggilan, Dll.)
3 Banner Media Bimbingan dan Konseling Rp. 500.000
4 Karpet Ruang Konseling Rp. 500.000
5 Rak Sepatu 2 x Rp. 80.000 Rp. 160.000
6 Kabinet kayu (karpet dan peralatan yasinan) Rp. 700.000
7 Lemari kunci 4 Susun Rp. 400.000
8 Gelas, Sendok, Piring, Penampan Rp. 500.000
9 Banner Struktur Organigram BK Rp. 150.000
10 Sapu, Pel, Ember, Tempat Sampah Rp. 200.000
11 Sabun pel, sabun cuci piring, Tisue, dll Rp. 300.000
12 Rak Piring Rp. 100.000
13 Binder Dokumen 8 x Rp. 40.000 Rp. 320.000
Jumlah Rp. 5.330.000

16

Anda mungkin juga menyukai