MATEMATIKA LANJUT KELAS XII SEMESTER 5
Capaian Pembelajaran:
Peserta didik dapat memahami variabel diskrit acak dan fungsi peluang, dan menggunakannya dalam
memodelkan data. Mereka dapat menginterpretasi parameter distribusi data secara
statistik (seragam, binomial dan normal), menghitung nilai harapan distribusi binomial dan normal, dan
menggunakannya dalam penyelesaian masalah.
Tujuan Pembelajaran:
Peserta didik dapat dapat menginterpretasi parameter distribusi normal
Materi Pembelajaran
Lihat dan baca pada Buku Teks Pelajaran (BTP): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Matematika
Peminatan SMA/MA/SMK/MAK Kelas XII Edisi Revisi 2017, hal
Peta Konsep
Kegiatan Pembelajaran
Pendahuluan
Dikenalnya distribusi normal diawali oleh kemajuan yang pesat dalam pengukuran pada abad ke-19.
Pada waktu itu, para ahli Matematika dihadapkan pada suatu tantangan mengenai fenomena variabilitas
pengamat, yang artinya apabila seseorang mengadakan pengukuran berulang-ulang maka hasilnya akan
berbeda-beda. Yang menjadi permasalahan adalah nilai manakah yang dianggap paling tepat dari semua
hasil pengukuran tersebut. Kemudian berdasarkan kesepakatan, maka nilai rata-rata dianggap paling
tepat dan semua penyimpangan rata-rata dianggap suatu kesalahan atau error.
Abraham de Moivre adalah yang pertama kali memperkenalkan distribusi normal ini dan
kemudian dipopulerkan oleh Carl Fredreich Gauss. Sehingga nama lain distribusi ini adalah distribusi
Gauss. Gauss mengamati hasil dari percobaan yang dilakukan berulang-ulang, dan dia menemukan hasil
yang paling sering adalah nilai rata-rata. Penyimpangan baik ke kanan maupun ke kiri yang jauh dari
rata-rata, terjadinya semakin sedikit. Sehingga bila disusun maka akan terbentuk distribusi yang
simetris.
Terdapat dua manfaat penting dari distribusi normal. Pertama, distribusi normal memiliki
beberapa sifat yang mungkin untuk digunakan sebagai patokan dalam pengambilan kesimpulan
berdasarkan hasil sampel yang diperoleh. Pengukuran sampel digunakan untuk menafsirkan parameter
populasi.
Kedua, distribusi normal sangat sesuai dengan distribusi empiris, sehingga dapat dikatakan bahwa
semua kejadian alami akan membentuk distribusi ini. Karena alasan inilah sehingga distribusi ini dikenal
sebagai distribusi normal dan grafiknya dikenal sebagai kurva normal atau kurva Gauss.
Kegiatan Inti
Karakteristik distribusi normal antara lain:
1. Grafiknya selalu berada di atas sumbu x
2. Grafiknya simetris terhadap x =
3. Memiliki satu nilai modus
4. Grafiknya mendekati sumbu x (kurvanya berasimtot sumbu x)
5. Luas daerah grafik = satu unit persegi
❖ Berikut grafik kurva normal umum
❖ Kurva normal baku (standar)
❖ Perubahan bentuk dari normal umum menjadi normal baku dilakukan dengan langkah-langkah
sebagai berikut:
x−
1. Menentukan nilai zhitung dengan rumus z =
2. Menggambar kurvanya
3. Menuliskan nilai zhitung pada sumbu x, lalu tarik garis dari titik zhitung ke atas sehingga memotong
kurva.
4. Luas yang terdapat dalam tabel merupakan luas daerah antara garis tegak ke titik 0 di tengah
kurva.
5. Menentukan letak nilai z dalam tabel normal
6. Luas kurva normal = 1 karena ( ) = 0 , maka luas dari 0 ujung ke kiri = 0,5 dan luas dari 0 ke
ujung kanan = 0,5
7. Jika z adalah bilangan bulat, maka luas daerahnya dicari dengan menggunakan tabel kurva normal
baku.
Perhatikan tabel z dan contoh berikut
CONTOH 1:
a. Berapakah z = 2,34?
Jawab: 0,4904 atau 49,04% (ke kanan)
b. Berapakah z = –2,34?
Jawab: 0,4904 atau 49,04% (ke kiri)
c. Berapakah luas daerah antara z = –2,34 dan z = 2,34 atau (–2,34 < z < 2,34)
Jawab: 49,04% + 49,04% = 98,08%
d. Berapakah luas daerah antara z = 1,23 dan z = 2,34 atau (1,23 < z < 2,34)
z = 2,34 = 49,04 %
Jawab: z = 1,23 = 39,07 % _
9,97 %
e. Berapakah luas daerah antara z = 1,23 ke kanan?
Jawab: 10,93%
f. Berapakah luas daerah antara z = 1,23 ke kiri?
Jawab: 100% – 10,93% = 89,07%
CONTOH 2:
Tentukan nilai z jika diketahui luas daerah di bawah kurva normal sebagai berikut:
a. 0,9082
b. 0,8830
c. 0,0162
Penyelesaian:
a. L = 0,9082 − 0,5 = 0,4082
Berdasarkan tabel z di atas, nilai z dengan luas daerah 0,4082 adalah 1,33
b. L = 0,8830 − 0,5 = 0,3830
Berdasarkan tabel z di atas, nilai z dengan luas daerah 0,4082 adalah 1,19
c. L = 1 − 0,0162 = 0,9838
L = 0,9838 − 0,5 = 0,4838
Berdasarkan tabel z di atas, nilai z dengan luas daerah 0,4838 adalah -2,14
ATAU
Gunakan tabel z berikut
Berdasarkan tabel z di atas, nilai z dengan luas daerah 0,0162 adalah -2,14
CONTOH 3:
Sebuah perusahaan bola lampu pijar mengetahui bahwa lampunya (sebelum putus) terdistribusi secara
normal dengan rata-rata umurnya 800 jam dan standar deviasinya 40 jam. Carilah probabilitas bahwa
sebuah bohlam produksinya akan:
a. Berumur antara 778 jam dan 834 jam
b. Berumur kurang dari 750 jam atau lebih dari 900 jam
Penyelesaian:
= 800
= 40
a. Diketahui: dan P(778 < x < 834)
x1 = 778
x 2 = 834
x−
778 − 800
Untuk x1 = 778 → z1 = = = −0,55
40
x − 834 − 800
Untuk x2 = 834 → z1 = = = 0,85
40
P(778 x 834) = P(−0,55 z 0,85)
= P( z 0,85) − P(−0,55) = 0,8023 − 0,2912
= 0,5111
b. Berumur kurang dari 750 jam atau lebih dari 900 jam
= 800
Diketahui dan P(x < 750 atau x > 900)
= 40
x − 750 − 800
Untuk x1 = 750 → z1 = = = −1,25
40
x − 900 − 800
Untuk x 2 = 900 → z1 = = = 2,5
40
P( x 750 atau x 900) = P( z −1,25) + P( z 2,5)
= P( z −1,25) + 1 − P( z 2,5)
= 1 + P( z −1,25) − P( z 2,5)
= 1 + 0,1056 − 0,9938
= 0,1118
CONTOH 4:
CONTOH 5:
1. Berat badan mahasiswa di suatu perguruan tinggi memiliki distribusi normal dengan rata-rata 60 dan
standar deviasi (simpangan baku) 10. Tentukan nilai variable normal standar bagi mahasiswa yang
memiliki berat badan 70 dan 50
2. Di suatu 'Baby Day Care" didapatkan data rata-rata berat badan bayi di tempat tersebut adalah 3750
gram dan standar deviasinya 325 gram. Berapakah nilai z hitung untuk nilai berat badan 4500 gram
3. Suatu jenis baterei mobil rata-rata berumur 3 tahun dngan simpangan baku 0,5 tahun. Jika dianggap
umur baterei berdistribusi normal, tentukan peluang suatu baterei tertentu akan berumur kurang
dari 2,3 tahun
4. Rata-rata tinggi seekor kucing jenis tertentu adalah 30 cm dan simpangan bakunya 4,1 cm. Tentukan
persentase kucing yang tingginya lebih dari 35 cm jika tingginya diukur sampai sentimeter terdekat
5. Nilai mutu rata-rata (NMR) 300 mahasiswa tingkat persiapan mengikuti suatu sebaran normal
dengan nilai tengah 2,1 dan simpangan baku 0,8. Berapakah banyak mahasiswa tersebut yang
mencapai NMR antara 2,5 dan 3,5?
6. Sebuah penelitian terhadap 150 orang laki-laki yang berumur 40 – 60 tahun didapatkan rata-rata
kadar kolesterol mereka 215 mg dan simpangan baku 45 mg. Tentukan probabilitas mendapatkan
responden dengan kadar kolesterol antara 200 – 275 mg.
z 0,02 0,03
– 1,2 0,1112 0,1093
– 1,1 0,1314 0,1292
1,1 0,3686 0,3708
1,2 0,122 0,3907