0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan121 halaman

Kondisi Geografi dan Demografi Maluku Tenggara

Diunggah oleh

S M L
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan121 halaman

Kondisi Geografi dan Demografi Maluku Tenggara

Diunggah oleh

S M L
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

2.1. Kondisi Daerah

2.1.1. Aspek Geografi dan Demografi

a. Aspek Geografi

Kabupaten Maluku Tenggara terletak di Provinsi Maluku, yang secara


Geografis terletak pada koordinat 131° - 133° 5 Bujur Timur dan 5° – 6,5° Lintang
Selatan. Kondisi geografis Kabupaten Maluku Tenggara terdiri dari kawasan pesisir
dan pulau-pulau kecil yang memiliki banyak selat dan teluk serta garis pantai yang
panjang.

Luas wilayah  4.212.54 km2 dengan luas lautan  3.180.73 km2 dan luas
daratan  1.031,81 km2, Luas  4.212.54 km2 merupakan luas Kabupaten Maluku
Tenggara setelah terjadi beberapa kali pemekaran. Kabupaten Maluku Tenggara
secara administrasi berbatasan dengan:

1. Papua Barat Bagian Selatan di Sebelah Utara;

2. Laut Arafura di Sebelah Selatan;

3. Kota Tual dan Laut Banda di Sebelah Barat; dan

4. Perairan Kepulauan Aru di Sebelah Timur.

Dari sisi administrasi pemerintahan terdiri dari 11 kecamatan, 1 kelurahan


dan 190 Ohoi (Desa). Selain wilayah administratif Pemerintahan juga terbagi dalam
beberapa wilayah pemerintahan adat atau Ratschap yang dipimpin seorang Raja
(Rat). Setiap kepala Ratschap membawahi beberapa ohoi (desa/dusun) atau wilayah
adat.

Kepulauan Maluku Tenggara memiliki satu gugusan kepulauan yaitu Gugusan


Kepulauan Kei yang terdiri atas Kepulauan Kei Kecil (Nuhu Roa) dengan luas 465,11
km2 dan Pulau Kei Besar dengan luas 542 km2.

Topografi Pulau Kei Kecil lebih datar dengan ketinggian  100 m di atas
permukaan laut. Beberapa bukit rendah di Tengah dan Utara mencapai 115 m.
Topografi Pulau Kei Besar berbukit dan bergunung yang membujur sepanjang pulau
dengan ketinggian rata-rata 500-800 m dengan Gunung Dab sebagai Puncak
tertinggi sementara dataran rendah merupakan jalur sempit sepanjang pantai.

Ohoi-ohoi di Kabupaten Maluku Tenggara pada umumnya tersebar di


ketinggian 0-100 m. Sebaran rata-rata kedalaman (4 mil dari garis pantai di Kei Kecil
(Nuhu Roa) adalah ≤ 100 m atau rata-rata slop ≤ 1,5 0 yaitu di Pulau Kei Kecil Bagian
Barat. Untuk Pulau Kei Besar (Nuhu Yut), sebaran rata-rata kedalaman ≤ 100 m

1
berada di bagian Barat Laut sedangkan bagian Barat daya dan bagian Timur dengan
rata-rata kedalaman  300 m. Tingkat kemiringan daratan pulau (island flat) di Pulau
Kei Kecil berkisar antara 0 0-400 sedangkan untuk Pulau Kei Besar kemiringan daratan
pulau adalah curam (150 - 400) sampai dengan sangat curam (> 400).

Berdasarkan Peta Geologi Indonesia (1965) Kepulauan Maluku Tenggara


terbentuk/tersusun dari jenis tanah meliputi Podzolik, Rensina dan Lithosol
sedangkan jenis batuan meliputi Aluvium Undak, Terumbu Coral, Seklis Habluk,
Paleogen dan Ulagan Paleozoikum.

Dari sisi hidrologi, Kabupaten Maluku Tenggara memiliki Daerah Aliran Sungai
(DAS) utama yang meliputi:

1. Sungai Nen Mas II dan Sungai Warwut di Kecamatan Kei Kecil;

2. Sungai Wear Semawi dan Sungai Wear Hoarten di Kecamatan Kei Kecil Timur;

3. Sungai Jatwav di Kecamatan Kei Kecil Barat;

4. Sungai Wear Renfaal dan Sungai Wetuar serta Sungai Elralang di Kecamatan Kei
Besar;

5. Sungai Weduar di Kecamatan Kei Besar Selatan;

6. Sungai Wear Hollay dan Sungai Ur di Kecamatan Kei Besar Utara Timur.

Wilayah Kabupaten Maluku Tenggara memiliki enam buah danau yaitu Danau
Ablel yang terletak di Ohoi Namar/Ngilngof Kecamatan Manyeuw, Danau Met Nufit
yang terletak di Ohoi Matwaer Kecamatan Kei Kecil Barat, Danau Nuhuta yang
terletak di Pulau Nuhuta Kecamatan Kei Kecil Barat, Danau Witir yang terletak di
Pulau Witir Kecamatan Kei Kecil Barat, Danau Ohoidertawun yang terletak di
Ohoidertawun Kecamatan Kei Kecil dan Danau Nuhuyanan yang terletak di Pulau
Nuhuyanan Kecamatan Kei Besar serta beberapa mata air yang berada di
Kecamatan Kei Besar.

Iklim di kawasan Kabupaten Maluku Tenggara dipengaruhi oleh Laut Banda,


Laut Arafura, dan Samudra Indonesia serta dibayangi Pulau Irian di Bagian Timur dan
Benua Australia di bagian Selatan sehingga sewaktu-waktu terjadi perubahan.
Keadaan musim di Kabupaten Maluku Tenggara adalah sebagai berikut :

1) Keadaan musim teratur, Musim Timur atau musim kemarau berlangsung dari
Bulan Juli sampai Oktober;

2) Musim Barat atau musim hujan berlangsung dari Bulan Nopember sampai Juni.
Puncak musim hujan berlangsung pada Bulan Mei dan Desember;

3) Musim Pancaroba berlangsung dalam Bulan Juni/Juli dan Bulan


September/Oktober.

Angin kencang bertiup pada Bulan September dan Oktober diikuti dengan
hujan deras dan laut berombak besar sedangkan Bulan April sampai Oktober bertiup
Angin Timur Tenggara.

2
Curah Hujan antara 2.000-3.000 mm pertahun terdapat di Pulau Kei Kecil.
Sedangkan di Pulau Kei Besar di atas 3.000 mm pertahun. Tahun 2019 curah hujan
di Kabupaten Maluku Tenggara secara keseluruhan adalah 2.648,90 mm per tahun
atau rata-rata 220,742 mm per bulan, dengan jumlah hari hujan sebanyak 222 hari
atau rata-rata 19 hari hujan per bulan.

b. Aspek Demografi

Menurut BPS, penduduk adalah setiap orang yang menetap di suatu wilayah
selama enam bulan atau lebih dan atau yang berdomisili kurang dari enam bulan
tetapi bertujuan untuk menetap lebih dari enam bulan. Sumber utama data
kependudukan adalah sensus penduduk yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun
sekali.

Terakhir sensus penduduk dilaksanakan Tahun 2020, sehingga data penduduk


tahun 2020 sudah menggunakan data hasil sensus. Untuk data penduduk selain
pada tahun sensus, sumber data kependudukan adalah hasil proyeksi penduduk
yang dilakukan oleh BPS. Proyeksi penduduk merupakan suatu perhitungan ilmiah
yang didasarkan pada asumsi dari komponen-komponen perubahan penduduk, yaitu
kelahiran, kematian, dan migrasi. Proyeksi penduduk Kabupaten Maluku Tenggara
2010–2019 menggunakan data dasar penduduk hasil Sensus Penduduk Tahun 2010.

Jumlah penduduk Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020, sesuai data hasil
sensus adalah sebesar121.511 jiwa. Sedangkan menurut pencatatan sipil, sebanyak
127.843 jiwa. Kondisi kependudukan Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2016 –
2020 disajikan pada tabel berikut:

Tabel 2.1
Jumlah Penduduk, Rata-rata Kepadatan dan Komposisi Menurut Jenis Kelamin
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2017 – 2020
TAHUN
NO URAIAN 2016 2017 2018 2019 2020
BPS CAPIL BPS CAPIL BPS CAPIL BPS CAPIL BPS CAPIL
1 Jumlah Penduduk 9,086 125,328 99,284 125,704 99,591 126,309 99,790 127,345 121,511 127,843
(jiwa)
2 Rata-rata 96 121 96 122 97 122 97 123 118 124
Kepadatan
Penduduk
(jiwa/Km)
3 Komposisi 97 97 96 96 96 96 97 98 99 96
Menurut Jenis
Kelamin (Sex
Ratio)
 Laki-laki 48,674 61,834 48,649 61,595 48,800 61,891 49,032 63,107 60,488 62,643
 Perempuan 50,412 63,494 50,635 64,109 50,791 64,418 50,758 64,238 61,023 65,200
Sumber: BPS Maluku Tenggara 2021 dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil,
2021;

Laju Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Maluku Tenggara menurut BPS dalam


4 (empat) tahun terakhir (2016-2019) sebesar 0,29 persen. Laju Pertumbuhan
Penduduk Tahun 2020, belum dapat dihitung sehubungan dengan penggunaan

3
tahun dasar menurut tahun sensus 2020. Berikut disajikan jumlah penduduk dan laju
pertumbuhan penduduk.

Gambar 2.1
Jumlah Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk
Kabupaten Maluku Tenggara 2016–2020

Sumber: BPS Maluku Tenggara 2021, diolah

Persebaran Penduduk di Kabupaten Maluku Tenggara relatif tidak merata,


baik dalam lingkup kecamatan, maupun dalam lingkup perbandingan antar pulau
(Pulau Kei Kecil dan Pulau Kei Besar). Lebih dari 27 persen penduduk atau sekitar
33.987 jiwa mendiami Kecamatan Kei Kecil, urutan kedua 15,49 persen atau
sebanyak 18.818 jiwa mendiami Kecamatan Kei Besar. Kecamatan dengan sebaran
penduduk paling sedikit adalah Kecamatan Kei Besar Selatan Barat dengan 3.486
jiwa atau sebesar 2,87 persen.

Adapun dalam perbandingan antar pulau, Pulau Kei Kecil (termasuk pulau-
pulau kecil di pesisir barat) didiami 71.871 jiwa atau sebesar 59 persen, sedangkan
Pulau Kei Besar didiami 49.640 jiwa atau sebesar 41 persen. Berikut disajikan
persebaran penduduk dan persentase penduduk di tiap kecamatan Tahun 2020.

Gambar 2.2
Persebaran Penduduk di Tiap Kecamatan
Tahun 2020

Sumber: BPS Maluku Tenggara, 2021 (diolah)

4
Komposisi Penduduk di Maluku Tenggara menurut kelompok umur
menunjukkan bahwa penduduk usia produktif 15 s.d 64 tahun masih mendominasi.
Hal ini sekaligus bermakna bahwa Kabupaten Maluku Tenggara masih berada dalam
masa Bonus Demografi. Komposisi penduduk usia produktif di Kabupaten Maluku
Tenggara sebesar 66,32 persen. Penduduk tidak produktif sebesar 33,68 persen,
terdiri dari penduduk belum produktif (1-14 tahun) 26,58 persen dan penduduk yang
tidak lagi produktif (lebih dari 65 tahun) 7,10 persen.

Gambar berikut menampilkan data penduduk menurut jenis kelamin dan


kelompok umur berserta piramida penduduk Maluku Tenggara tahun 2020.

Gambar 2.3
Penduduk Maluku Tenggara menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur
Tahun 2020

Sumber: BPS Maluku Tenggara 2021 (diolah)

Rasio ketergantungan adalah suatu ukuran yang menjelaskan mengenai


beban yang harus ditanggung oleh penduduk usia produktif (15-64 tahun) terhadap
penduduk usia tidak produktif (1-14 tahun dan >65 tahun). Dari hasil perhitungan,
diperoleh persentase penduduk non produktif yang harus ditanggung oleh penduduk
produktif.

Dependency Ratio berguna untuk mengidentifikasi apakah suatu daerah


memiliki ketergantungan ekonomi yang tinggi atau tidak. Jika suatu daerah memiliki
angka ketergantungan yang tinggi, maka potensi pertumbuhan ekonominya tidak
akan terlalu tinggi. Sedangkan, jika dependency ratio suatu wilayah tergolong
rendah, maka potensi pertumbuhannya besar karena banyak terdapat masyarakat
usia produktif.

5
Tabel 2.2
Rasio Ketergantungan Maluku Tenggara Tahun 2020
Uraian Laki-laki Perempuan Total Interpretasi
 100 orang penduduk produktif di
DR (Dependency
51.05 50.51 50.78 Maluku Tenggara menanggung 51
Ratio)
penduduk tidak produktif
 100 orang penduduk produktif di
Maluku Tenggara menanggung 41
DR-Usia Muda 41.64 38.53 40.07
penduduk usia muda yang belum
produktif
 100 orang penduduk produktif di
Maluku Tenggara menanggung 11
DR-Lajut Usia 9.41 11.98 10.71
penduduk Lanjut Usia yang tidak lagi
produktif

2.1.2. Aspek Kesejahteraan Masyarakat

[Link]. Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi

Tingkat kepuasan dan kesejahteraan adalah dua pengertian yang saling


berkaitan. Tingkat kepuasan merujuk kepada keadaan individu atau kelompok,
sedangkan tingkat kesejahteraan mengacu kepada keadaan komunitas atau
masyarakat luas. Kesejahteraan adalah kondisi agregat dari kepuasan individu-
individu.

Menurut Undang-undang Nomor 11 Tahun 2009, Kesejahteraan Sosial adalah


kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar
dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan
fungsi sosialnya. Permasalahan kesejahteraan sosial yang berkembang dewasa ini
menunjukkan bahwa ada warga negara yang belum terpenuhi hak atas kebutuhan
dasarnya secara layak karena belum memperoleh pelayanan sosial dari negara.
Akibatnya, masih ada warga negara yang mengalami hambatan pelaksanaan fungsi
sosial sehingga tidak dapat menjalani kehidupan secara layak dan bermartabat.

Konsep kesejahteraan menurut Nasikun (1993) dapat dirumuskan sebagai


padanan makna dari konsep martabat manusia yang dapat dilihat dari empat
indikator yaitu : (1) rasa aman (security), (2) Kesejahteraan (welfare), (3) Kebebasan
(freedom), dan (4) jati diri (Identity), sementara menurut BPS (2000) untuk melihat
tingkat kesejahteraan rumah tangga suatu wilayah ada beberapa indikator yang
dapat dijadikan ukuran, antara lain adalah :

1. Tingkat pendapatan keluarga;


2. Komposisi pengeluaran rumah tangga dengan membandingkan pengeluaran
untuk pangan dengan non-pangan;
3. Tingkat pendidikan keluarga;
4. Tingkat kesehatan keluarga, dan;
5. Kondisi perumahan serta fasilitas yang dimiliki dalam rumah tangga.

6
Beberapa pengertian kesejahteraan sebagaimana dijelaskan diatas, dapat
dilihat dari serangkaian variabel penjelas kesejahteraan dan pemerataan ekonomi
yaitu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tingkat kemiskinan, persentase penduduk
diatas garis kemiskinan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Pertumbuhan
Ekonomi (PE), Pendapatan Perkapita (PP) Laju Inflasi (LI), Ketimpangan
pembangunan antarkecamatan dengan pendekatan Indeks Williamson (IW), dan
Angka kriminalitas yang tertangani (AKT).

1. Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

United Nations Development Programme (UNDP) dalam model


pembangunannya, menempatkan manusia sebagai titik sentral dalam semua proses
dan kegiatan pembangunan. Sejak tahun 1990, UNDP mengeluarkan laporan
tahunan perkembangan pembangunan manusia untuk negara–negara di dunia.
Salah satu alat ukur untuk melihat aspek-aspek yang relevan dengan pembangunan
manusia adalah melalui Human Development Index (HDI) yang dikenal dengan
istilah IPM (Indeks Pembangunan Manusia).

Dimensi pembentuk IPM meliputi aspek kesehatan, Pendidikan, dan Standar


layak hidup. Indikator kompositnya adalah, Usia Harapan Hidup untuk dimensi
Kesehatan, Rata-rata Lama Sekolah dan Harapan Lama Sekolah untuk Dimensi
Pendidikan dan Pengeluraan Riil Perkapita untuk dimensi standar hidup layak.

IPM Kabupaten Maluku Tenggara dalam 5 (lima) tahun terkahir menunjukkan


trend peningkatan. Tahun 2016 sebesar 64,20 naik menjadi 66,20 pada Tahun 2020.
Hal ini didorong oleh peningkatan pada indikator kompositnya. Dalam periode
tersebut, rata-rata pertumbuhan indikator komposit IPM sebesar 1,2 persen.
Pertumbuhan tertinggi terjadi pada indikator Pengeluaran Riil Perkapita sebesar 2,9
persen. Pertumbuhan paling lambat adalah indikator Usia Harapan Hidup yang
tumbuh sebesar 0,3 persen. Berikut disajikan data IPM Kabupaten Maluku Tenggara
Tahun 2016–2020, beserta indikator kompositnya.

Gambar 2.4
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Maluku Tenggara
Tahun 2016 – 2020

7
Sumber: BPS Maluku Tenggara 2021, diolah
1. Angka Harapan Hidup (AHH)

Keberhasilan program kesehatan dan program pembangunan sosial ekonomi


pada umumnya dapat dilihat dari peningkatan usia harapan hidup penduduk dari
suatu negara/daerah. AHH Kabupaten Maluku Tenggara terus mengalami
peningkatan dari waktu ke waktu. Peningkatan ini menunjukkan adanya peningkatan
kualitas hidup dan kesejahteraan penduduk. Pada tahun 2014 AHH Kabupaten
Maluku Tenggara sebesar 64,95 tahun meningkat menjadi 65,07 pada tahun 2020.
Angka ini menunjukkan bahwa, dengan pola kematian yang sama, maka seorang
bayi yang dilahirkan pada tahun 2020, rata-rata akan mencapai usia 65 tahun lebih.

2. Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS)

Anak adalah generasi penerus bangsa ini. Kualitas anak akan menentukan
masa depan bangsa. Salah satu indikator kualitas anak adalah pendidikan. Semakin
baik pendidikan yang ditempuh oleh seorang anak, semakin tinggi kualitas anak
tersebut. Salah satu aspek dari pendidikan yang sangat penting bagi kualitas
seorang anak adalah kemampuan dalam membaca dan menulis serta berkomunikasi
dengan orang lain, baik itu secara lisan maupun tulisan. Aspek lain yang sama juga
pentingnya adalah partisipasi seorang anak untuk bersekolah sesuai umurnya dalam
jenjang pendidikan formal yang ada. Untuk mengukur kedua aspek tersebut
biasanya digunakan Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-Rata Lama Sekolah
(RLS).

HLS Kabupaten Maluku Tenggara pada tahun 2016 sebesar 12,4 naik menjadi
12,81 pada tahun 2020. Artinya bahwa pada tahun 2020 harapan lama sekolah yang
bisa dicapai setiap anak usia sekolah di Kabupaten Maluku Tenggara adalah 12
tahun lebih atau rata-rata setara dengan SMA Kelas 3 sampai dengan tahun pertama
kuliah. Selain itu RLS juga mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun
2016 rata-rata lama sekolah sebesar 9,17 naik menjadi 9,56 pada tahun 2020.
Artinya bahwa pada tahun 2016 rata-rata lama sekolah penduduk Kabupaten Maluku
Tenggara baru mencapai 8 tahun atau setara dengan SMP Kelas 2 namun pada
tahun 2020 sudah mencapai 9,56 tahun atau setara SMA kelas 1.

3. Pengeluaran Riil Perkapita

Pengeluaran riil perkapita Kabupaten Maluku Tenggara mengalami


peningkatan dari waktu ke waktu. Hal ini sekaligus menggambarkan tingkat
kesejahteraan dari aspek ekonomi semakin membaik. Selain itu, gambaran ini juga
sekaligus menunjukkan adanya peningkatan dalam aspek pendapatan penduduk
yang berkorelasi dengan tingkat pengeluaran yang samakin tinggi. Pengeluaran riil
perkapita yang disesuaikan/Purchasing Power Parity (PPP) Kabupaten Maluku
Tenggara pada Tahun 2016 sebesar Rp. 6,850,000.- naik menjadi Rp.7.690.000,-
pada Tahun 2020.

Tren dan pertumbuhan komponen pembentuk IPM Kabupaten Maluku


Tenggara tahun 2016 s.d 2020, disajikan pada Gambar berikut:

8
Gambar 2.4.1
Indeks Komponen IPM Kabupaten Maluku Tenggara dan Pertumbuhannya
Tahun 2016-2020

Sumber: BPS Maluku Tenggara, 2021

Dengan adanya peningkatan capaian kinerja indikator-indikator komponen


IPM, secara umum dapat disimpulkan bahwa kinerja pembangunan kualitas manusia
di Kabupaten Maluku Tenggara mengalami peningkatan. Walaupun tidak mengalami
peningkatan yang cukup signifikan, Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah
mampu meningkatkan kualitas manusia Kabupaten Maluku Tenggara.

2. Persentase Penduduk di Atas Garis Kemiskinan

Penduduk miskin didefinisikan sebagai penduduk yang pendapatannya


(pendekatan pengeluaran) lebih kecil dari pendapatan yang dibutuhkan untuk hidup
secara layak di wilayah tempat tinggalnya. Kebutuhan untuk hidup layak tersebut
diterjemahkan sebagai suatu jumlah rupiah yang dapat memenuhi kebutuhan
konsumsi makanan setara 2.100 kalori sehari, perumahan, pakaian, kesehatan,
pendidikan, transportasi, dan lain-lain. Jumlah rupiah tersebut kemudian disebut
sebagai garis kemiskinan.

Kemiskinan merupakan salah satu indikator kinerja utama dalam RPJMD 2018-
2023. Dalam hubungan dengan pencapaian target RPJMD, maka Tingkat Kemiskinan
sebesar 22,75 persen sesuai target RPJMD.

9
Tujuan pertama yang tercantum dalam Sustainable Development Goals
(SDGs) yaitu mengakhiri kemiskinan. SDGs merupakan suatu bentuk aksi dunia
terhadap beragam permasalahan di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Kemiskinan diangkat sebagai tujuan utama tentu bukan tanpa alasan.


Peningkatan kesejahteraan yang terukur dari penurunan tingkat kemiskinan
merupakan cerminan keberhasilan pembangunan yang didambakan setiap negara,
termasuk Indonesia.

Kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk


memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi
pengeluaran. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata
pengeluaran perkapita perbulan di bawah garis kemiskinan (BPS 2016). Kemiskinan
yang diukur dengan metode ini, diasumsikan sebagai pengukuran kemiskinan secara
makro.

Adapun Garis Kemiskinan adalah representasi dari jumlah rupiah minimum


yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pokok makanan dan bukan makanan
untuk setiap orang dalam waktu 1 (satu) bulan. Setiap orang yang pengeluaran
bulanannya lebih rendah dari Garis Kemiskinan dikategorikan sebagai penduduk di
bawah garis kemiskinan. Perbandingan Garis Kemiskinan dan Presentase Penduduk
Miskin di Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2016–2020 disajikan pada gambar
berikut:

Gambar 2.5
Garis Kemiskinan dan Tingkat Kemiskinan
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2016 – 2020

Sumber: BPS Maluku Tenggara 2021, diolah

Garis kemiskinan (GK) di Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020 sebesar


Rp517.821,00. Artinya setiap penduduk Maluku Tenggara yang rata-rata
pengeluaran perbulan kurang dari angka tersebut dikategorikan penduduk miskin.
Dengan besaran GK Rp517.821,00, persentase penduduk miskin di Kabupaten
Maluku Tenggara Tahun 2020 sebesar 22,57 persen.

10
Jika dikombinasikan dengan jumlah penduduk Maluku Tenggara tahun 2020
sebanyak 121.511 jiwa, maka diperoleh total penduduk miskin di Kabupaten Maluku
Tenggara tahun 2020 sebanyak 27.425 orang. Angka ini meningkat dari tahun 2019
sebanyak 22.690 orang. Analisis ini menunjukkan bahwa secara statistik, persentase
penduduk miskin di Kabupaten Maluku Tenggara pada tahun 2020 lebih kecil dari
pada tahun 2019, meskipun secara riil jumlah orang miskin, mengalami kenaikan.

Adapun dalam perbandingan dengan Kabupaten dan Kota lain di Provinsi


Maluku, Kabupaten Maluku Tenggara berada di posisi kelima, kabupaten/kota yang
berkontribusi paling besar bagi kemiskinan Provinsi Maluku. Kabupaten Maluku
Tenggara berkontribusi sebesar 7,85 persen, penyumbang terbesar Kabupaten
Maluku Tengah dengan kontribusi 23,82 persen. Jumlah Penduduk, Tingkat
Kemiskinan, Jumlah Penduduk Miskin dan Kontribusi kemiskinan Kabupaten dan Kota
di Provinsi Maluku tahun 2020 disajikan pada tabel berikut:

Tabel 2.3
Jumlah Penduduk, Tingkat Kemiskinan, Jumlah Penduduk Miskin
dan Kontribusi kemiskinan Kabupaten dan Kota di Provinsi Maluku
Tahun 2020

JUMLAH KONTRIBUSI
JUMLAH TINGKAT
NO KAB/KOTA PENDUDUK KAB/KOTA KE
PENDUDUK KEMISKINAN
MISKIN PROVINSI
1 Kepulauan Tanimbar 123,572 27.11 33,500 9.59
2 Maluku Tenggara 121,511 22.57 27,425 7.85
3 Maluku Tengah 419,420 19.83 83,171 23.82
4 Buru 135,238 16.64 22,504 6.44
5 Aru 102,237 26.26 26,847 7.69
6 SBB 209,856 25.11 52,695 15.09
7 SBT 137,972 23.04 31,789 9.10
8 MBD 81,928 29.15 23,882 6.84
9 Bursel 75,410 15.75 11,877 3.40
10 Ambon 347,288 4.51 15,663 4.48
11 Tual 88,280 22.51 19,872 5.69
PROVINSI MALUKU 1,842,712 18.95 349,225 100
Sumber: BPS Maluku Tenggara 2021, diolah

3. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)

Salah satu masalah utama pembangunan adalah pengangguran.


Pengangguran merupakan besaran penduduk usia kerja (15-64 tahun) yang
termasuk dalam Angkatan Kerja namun tidak dapat ditampung oleh lapangan
pekerjaan. Dengan demikian, didalam sistem pasar tenaga kerja terjadi surplus
penawaran tenaga kerja. Kesenjangan antara penawaran tenaga kerja dan
permintaan tenaga kerja inilah yang disebut sebagai pengangguran.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) memberikan indikasi tentang penduduk


usia kerja yang termasuk dalam kelompok pengangguran. TPT diukur sebagai

11
persentase pengangguran terhadap jumlah penduduk yang termasuk angkatan
kerja.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menunjukkan gap antara pencari kerja


dengan lapangan kerja yang tersedia pada satu periode tertentu di wilayah tertentu.
TPT memperbandingkan jumlah angkatan kerja yang tidak bekerja terhadap total
angkatan kerja.

Di Kabupaten Maluku Tenggara, pada Tahun 2020 Jumlah angkatan kerja


sebanyak 46.185 orang. Yang bekerja sebanyak 43.897 orang sedangkan yang tidak
bekerja sebanyak 2.288 orang. Sehingga tingkat pengangguran terbuka (TPT) di
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020 sebesar 4,95 persen.

Tabel 2.4
Aspek Ketenagakerjaan Kabupaten Maluku Tenggara
Tahun 2020
JENIS KELAMIN
URAIAN JUMLAH
LAKI-LAKI PEREMPUAN
[Link] Kerja 25,252.00 20,933.00 46,185.00
 Bekerja 23,836.00 20,061.00 43,897.00
 Tidak Bekerja 1,416.00 872.00 2,288.00
Tingkat Pengguran Terbuka 5.61% 4.17% 4.95%
[Link] Angkatan Kerja 8,862.00 15,749.00 24,611.00
 Sekolah 2,682.00 3,440.00 6,122.00
 Mengurus Rumah Tangga 2,141.00 10,226.00 12,367.00
 Lainnya 4,039.00 2,083.00 6,122.00
[Link] Penduduk Usia Produktif (3=1+2) 34,114.00 36,682.00 70,796.00
Sumber: BPS Maluku Tenggara 2020 (diolah)

TPT pada Tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 2,5 persen. Dari 2,45
persen di Tahun 2019 menjadi 4,95 persen di Tahun 2020. Kenaikan ini didorong
oleh meningkatnya jumlah angkatan kerja yang tidak bekerja dan/atau kehilangan
lapangan pekerjaan, dari 1.013 orang pada tahun 2019 naik menjadi 2.288 orang di
tahun 2020. Di sisi lainnya, jumlah angkatan kerja juga meningkat, dan penduduk
yang bekerja juga mengalami peningkatan dari 38.254 orang menjadi 43.897 orang.

Fluktuasi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) selama periode 2015-2020,


disajikan pada gambar berikut:

12
Gambar 2.6
Tingkat Pengangguran Terbuka
Kabupaten Maluku Tenggara 2016–2020

Sumber: BPS Maluku Tenggara Tahun 2020

4. Pertumbuhan Ekonomi

Perekonomian Daerah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi


tingkat kesejahteraan. Jumlah Produksi dan peningkatannya diharapkan mampu
meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga juga berimplikasi pada peningkatan
kesejahteraan rakyat.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbagi dua yaitu PDRB Atas Dasar
Harga Berlaku (ADHB) yang menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang
dihitung menggunakan harga pada tahun berjalan, serta PDRB Atas Dasar Harga
Konstan (ADHK) menunjukkan nilai tambah barang dan jasa tersebut yang dihitung
menggunakan harga yang berlaku pada satu tahun tertentu sebagai tahun dasar
(saat ini masih menggunakan tahun dasar 2010).

PDRB menurut harga berlaku digunakan untuk mengetahui kemampuan


sumber daya ekonomi, pergeseran, dan struktur ekonomi suatu daerah. Sementara
itu, PDRB konstan digunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi secara riil
dari tahun ke tahun atau pertumbuhan ekonomi yang tidak dipengaruhi oleh faktor
harga. Pertumbuhan ekonomi yang dalam hal ini Laju PDRB diperoleh dari
perhitungan PDRB ADHK.

Laju Pertumbuhan menunjukkan perkembangan agregat pendapatan dari satu


waktu tertentu terhadap waktu sebelumnya. PDRB ADHB, PDRB ADHK dan LPE dapat
digambarkan sebagai berikut:

13
Gambar 2.9
PDRB ADHK, PDRB ADHB dan Laju Pertumbuhan Ekonomi
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2016-2020

Sumber: BPS Maluku Tenggara, 2020

PDRB Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Tahun 2020 sebesar


Rp3.[Link],00, mengalami peningkatan sebesar 0.92 persen dibandingkan
tahun 2019 sebesar Rp3.[Link],00. Persentase kenaikan pada PDRB tahun
2020 sebesar 0,92 persen lebih rendah dibandingkan pada tahun 2019 yang sebesar
8 persen.

PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) Tahun 2020 sebesar


Rp1.[Link],00. Mengalami penurunan sebesar 0.29 persen dibandingkan
tahun 2019 sebesar Rp1.[Link],00. Persentase pertumbuhan PDRB ADHK
juga digunakan untuk menggambarkan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE).
Pertumbuhan Ekonomi tahun 2020 mengalami perlambatan sebesar 0,29 persen.
Perlambatan ini dipengaruhi variable eksternal Covid-19.

PDRB Kabupaten Maluku Tenggara merupakan agregasi dari nilai sektoral


lapangan usaha ekonomi di Kabupaten Maluku Tenggara. PDRB Kabupaten Maluku
Tenggara menurut lapangan usaha dirinci menjadi 17 kategori lapangan usaha. Nilai
PDRB dari ke-17 kategori tersebut masih didominasi oleh kategori lapangan usaha
pertanian, kehutanan dan perikanan.

Dampak pandemi Covid-19 pada tahun 2020, 12 lapangan usaha dari total 17
Lapangan Usaha PDRB mengalami kontraksi (output agregat negatif). Secara
lengkap disajikan pada gambar di bawah ini:

Gambar 2.10
14
Perbandingan Pertumbuhan Dan Kontraksi Lapangan Usaha PDRB ADHB
Tahun 2020

Sumber: BPS Maluku Tenggara, 2021 (diolah)

Lapangan Usaha yang mengalami kontraksi paling besar adalah Lapangan


Usaha Transportasi dan Pergudangan. Lapangan Usaha ini, berkontraksi sebesar
13,85 persen. Kebijakan pembatasan sosial dan kepanikan yang terjadi akibat Covid-
19, mengakibatkan aktivitas perjalanan masyarakat turun secara signifikan. Hal ini
juga mempengaruhi pertumbuhan di sektor lapangan usaha Akomodasi dan Makan
Minum yang berkontraksi sebesar 5,34 persen.

Jumlah isian hotel dan penginapan menurun secara drastis, yang juga
berdampak pada usaha rumah makan. Rumah makan tidak beroperasi secara
maksimal. Kunjungan yang sangat terbatas, mengakibatkan produktivitas usaha
rumah makan sangat rendah.

Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan positif sebanyak 5 (lima)


Lapangan Usaha. Lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah,
pengadaan listrik dan gas sebesar 5,95 persen, diikuti Jasa Kesehatan dan kegiatan
sosial sebesar 4,93 persen. Hal ini turut dipengaruhi adanya alokasi anggaran dan
aktivitas pencegahan serta penanganan Covid-19 yang menjadi prioritas. Di samping
itu, Lapangan usaha Informasi dan Komunikasi juga mengalami pertumbuhan, yaitu
sebesar 1,73 persen. Selain kebijakan perluasan akses telekomunikasi dan infomasi,
pelaksanaan virtual meeting yang berkembang dalam masa pandemic juga menjadi
faktor pendorong.

Nilai PDRB (ADHK dan ADHB) dalam periode 2016 s.d 2020, disajikan pada
Tabel berikut:

Tabel 2.6

15
PDRB ADHK Kabupaten Maluku Tenggara
Tahun 2016–2020
Tahun
Kode Komponen
2016 2017 2018 2019 2020
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 517,544.17 541,348.40 568,089.15 597,473.14 608,210.00
B Pertambangan dan Penggalian 8,123.55 8,684.97 9,217.52 9,713.90 9,711.00
C Industri Pengolahan 22,980.40 24,447.68 25,686.98 26,883.49 26,339.00
D Pengadaan Listrik, Gas 1,825.94 1,855.33 1,921.75 1,963.16 2,080.00
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, 6,242.31 6,608.39 6,954.22 7,360.49 7,490.00
Limbah dan Daur Ulang
F Konstruksi 171,991.00 181,952.70 193,587.73 206,075.43 205,220.00
G Perdagangan Besar dan Eceran, dan 217,249.95 234,635.52 250,629.88 265,819.59 258,140.00
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
H Transportasi dan Pergudangan 49,525.18 52,929.70 56,305.69 58,728.84 50,590.00
I Penyediaan Akomodasi dan Makan 38,020.14 39,290.01 41,119.36 42,914.15 40,620.00
Minum
J Informasi dan Komunikasi 23,057.26 23,860.50 24,806.79 25,664.61 26,110.00
K Jasa Keuangan 69,847.85 75,696.84 81,997.19 87,683.09 87,290.00
L Real Estate 3,480.20 3,561.93 3,631.36 3,698.79 3,690.00
M,N Jasa Perusahaan 7,429.43 7,638.94 7,870.58 8,077.00 8,030.00
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan 357,927.50 382,473.64 409,159.51 437,904.41 437,830.00
dan Jaminan Sosial Wajib
P Jasa Pendidikan 83,674.30 88,643.94 93,776.39 99,454.63 99,450.00
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 53,956.94 56,832.85 59,362.57 62,750.47 65,850.00
R,S,T, Jasa lainnya 27,837.20 28,452.03 29,580.42 30,560.56 30,180.00
U
PDRB ADHK 1,660,713.31 1,758,913.37 1,863,697.09 1,972,725.73 1,966,830.00
Sumber: BPS Kabupaten Maluku Tenggara 2021.

Tabel 2.7
PDRB ADHB Kabupaten Maluku Tenggara
Tahun 2016–2020
Tahun
Kode Komponen
2016 2017 2018 2019 2020
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 760,385.41 826,062.51 884,255.66 947,486.33 978,262.00
B Pertambangan dan Penggalian 11,734.92 12,895.66 13,882.40 14,852.20 15,030.00
C Industri Pengolahan 34,396.48 37,994.51 41,015.56 43,549.96 43,345.00
D Pengadaan Listrik, Gas 2,054.17 2,333.89 2,445.60 2,520.68 2,690.00
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, 9,261.09 10,274.25 10,964.96 11,794.19 12,125.00
Limbah dan Daur Ulang
F Konstruksi 274,570.29 298,858.01 327,898.91 355,287.23 359,330.00
G Perdagangan Besar dan Eceran, dan 302,059.60 341,403.40 373,328.08 403,035.72 393,349.00
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
H Transportasi dan Pergudangan 73,062.02 82,521.43 89,483.70 97,849.09 83,800.00
I Penyediaan Akomodasi dan Makan 59,969.97 64,235.29 68,158.82 72,373.79 68,880.00
Minum
J Informasi dan Komunikasi 28,385.29 30,116.79 32,815.73 34,632.84 35,740.00
K Jasa Keuangan 95,353.85 107,784.74 121,281.79 131,655.52 130,280.00
L Real Estate 4,683.57 4,894.48 5,080.33 5,210.04 5,230.00
M,N Jasa Perusahaan 9,702.62 10,329.80 11,005.71 11,432.78 11,540.00

16
Tahun
Kode Komponen
2016 2017 2018 2019 2020
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan 590,353.33 659,696.48 728,861.62 798,719.99 812,290.00
dan Jaminan Sosial Wajib
P Jasa Pendidikan 127,215.61 139,187.86 148,070.75 158,378.98 161,020.00
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 75,541.24 82,692.09 88,243.53 95,172.62 100,860.00
R,S,T,U Jasa lainnya 40,352.79 42,303.52 44,474.67 46,667.21 46,630.00

PDRB ADHB 2,499,082.25 2,753,584.70 2,991,267.79 3,230,619.16 3,260,401.00


Sumber: BPS Kabupaten Maluku Tenggara 2021.

1. Struktur Ekonomi

Struktur perekonomian Maluku Tenggara didominasi oleh sektor pertanian,


kehutanan dan perikanan, terutama pada Sub Sektor Perikanan. Hal ini terlihat
dengan angka kontribusi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan terhadap
penyusunan PDRB Kabupaten Maluku Tenggara tahun 2020 sebesar 30 persen.

Kontribusi Lapangan Usaha ini, mengalami peningkatan dari tahun 2019 yang
tercatat sebesar 29,32 persen. Lapangan usaha yang berkontirbusi terbesar kedua
adalah Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar
24,91 persen. Adapun lapangan usaha dengan kontibusi paling kecil adalah
pengadaan listrik dan gas yang tercatat sebesar 0,08 persen.

Tabel 2.8
Kontribusi Lapangan Usaha PDRB Kabupaten Maluku Tenggara
Tahun 2016 – 2020
Tahun
Kode Komponen
2016 2017 2018 2019 2020
A Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 30.42 30.00 29.56 29.32 30.00
B Pertambangan dan Penggalian 0.47 0.46 0.46 0.46 0.46
C Industri Pengolahan 1.37 1.38 1.37 1.34 1.32
D Pengadaan Listrik, Gas 0.08 0.08 0.08 0.07 0.08
E Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, 0.37 0.37 0.36 0.36 0.37
Limbah dan Daur Ulang
F Konstruksi 10.98 10.85 10.96 10.99 11.02
G Perdagangan Besar dan Eceran, dan 12.08 12.39 12.48 12.47 12.06
Reparasi Mobil dan Sepeda Motor
H Transportasi dan Pergudangan 2.92 2.99 2.99 3.02 2.57
I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 2.40 2.33 2.27 2.24 2.11
J Informasi dan Komunikasi 1.13 1.09 1.09 1.07 1.09
K Jasa Keuangan 3.81 3.91 4.05 4.07 3.99
L Real Estate 0.18 0.17 0.17 0.16 0.16
M,N Jasa Perusahaan 0.38 0.37 0.36 0.35 0.35
O Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan 23.62 23.95 24.36 24.72 24.91
Jaminan Sosial Wajib
P Jasa Pendidikan 5.09 5.05 4.95 4.90 4.93
Q Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 3.02 3.00 2.95 2.94 3.09
R,S,T,U Jasa lainnya 1.61 1.53 1.48 1.44 1.43
PDRB ADHB 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00

17
Sumber: BPS Kabupaten Maluku Tenggara 2021.

Dari data kontribusi pada Tabel di atas, diperoleh gambaran kontribusi sektor
bagi total PDRB Maluku Tenggara. Berikut lima sektor dominan pembentuk struktur
ekonomi daerah tahun 2020.

Gambar 2.11
Sektor Dominan Perekonomian
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020

Sumber: BPS Maluku Tenggara 2021, (diolah)

2. Perkembangan Ekonomi Sektoral

PDRB Kabupaten Maluku Tenggara menurut lapangan usaha dirinci menjadi


17 kategori lapangan usaha dan sebagian besar kategori dirinci lagi menjadi sub
kategori. Pemecahan menjadi sub kategori atau sub lapangan usaha ini disesuaikan
dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2009. Perkembangan
setiap lapangan usaha diuraikan di bawah ini.

1) Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan

Lapangan usaha ini mencakup Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan


Perikanan yang terdiri atas tanaman pangan, tanaman hortikultura, tanaman
perkebunan, peternakan, dan jasa pertanian dan perburuan, Lapangan Usaha
kehutanan dan Penebangan Kayu, dan Lapangan Usaha Perikanan. Lapangan
usaha ini masih menjadi tumpuan penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Maluku
Tenggara.

Pada tahun 2020 Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan


memberi kontribusi terhadap total PDRB atas dasar harga berlaku sebesar
30,004 persen, naik jika dibandingkan kontribusi tahun 2019 sebesar 29,328
persen. Pertumbuhan sektor ini cenderung melambat dan naik sebesar 0,676
persen pada tahun 2020.
2) Pertambangan dan Penggalian

18
Pada Kategori Pertambangan dan Penggalian, hanya terdapat Lapangan usaha
Pertambangan dan Penggalian Lainnya yang berkontribusi sebesar 0,46 persen
pada tahun 2020, dan tidak terjadi perubahan bila dibanding dengan tahun 2019
yang juga bekontribusi sebesar 0,46 persen terhadap PDRB.

Secara keseluruhan maka pertumbuhan pada lapangan usaha ini sejak tahun
2016 hingga 2020, mengalami rata-rata pertumbuhan yang cenderung rendah
yakni sebesar 0,10 persen. Walaupun demikian lapangan usaha Pertambangan
dan Penggalian menunjukkan fluktuasi yang rendah setiap tahunnya, artinya
bahwa cakupan Pertambangan dan Penggalian tidak dikelola dalam skala besar
namun kontuinitas tetap dilaksanakan.

3) Industri Pengolahan

Pada tahun 2020 Lapangan Usaha Industri Pengolahan memberi kontribusi


terhadap total PDRB atas dasar harga berlaku sebesar 1,32 persen, menurun jika
dibandingkan kontribusi tahun 2019 sebesar 1,34 persen. Pertumbuhan sektor
ini cenderung sama tidak terjadi perubahan yang berarti.

4) Pengadaan Listrik dan Gas

Kategori Pengadaan Listrik dan Gas berkontribusi sebesar 0,08 persen terhadap
perekonomian Kabupaten Maluku Tenggara pada tahun 2020. Dari kontribusi
tersebut, seluruhnya disumbangkan oleh Lapangan Usaha Ketenagalistrikan.

Pertumbuhan ekonomi kategori Pengadaan Listrik dan Gas pada tahun 2019
adalah sebesar 0,07 persen, artinya bahwa ada tejadi penurunan pertumbuhan
namun lapangan usaha ini tetap berkontribusi PDRB saat ini.

5) Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang

Kategori Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan daur Ulang mencakup
kegiatan ekonomi pengumpulan, pengolahan dan penditribusian air melalui
berbagai saluran pipa untuk kebutuhan rumah tangga dan industri. Termasuk
juga kegiatan pengumpulan, penjernihan dan pengolahan air dan sungai, danau,
mata air, hujan dll. Tidak termasuk pengoperasian peralatan irigasi untuk
keperluan pertanian. Peranan kategori Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah,
Limbah dan daur Ulang terhadap perekonomian di Kabupaten Maluku Tenggara
selama tahun 2020 sebesar 0,37 persen.

Sedangkan rata-rata laju pertumbuhannya terhitung sejak tahun 2016 hingga


2020 adalah sebesar 0,37 persen.

6) Konstruksi

Pada tahun 2020 kategori konstruksi menyumbang sebesar 11,02 persen


terhadap total perekonomian Kabupaten Maluku Tenggara, dan terjadi kenaikan
bila dibanding dengan tahun 2019 yaitu 10,99 persen atau terjadi kenaikan
sebesar 0,23 persen. Tren kontribusi kategori ini juga terlihat mengalami

19
fluktuasi dari tahun ke tahun namun tidak terjadi perubahan signifikan terhadap
pertumbuhan.

7) Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor

Selama tahun 2020, Kategori Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil
dan Sepeda Motor menyumbang sebesar 12,04 persen, dan bila dibanding
dengan tahun 2019 yaitu 12,47 persen dan terjadi penurunan sebesar 0,43
persen.

Rata-rata laju pertumbuhan Kategori Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi


Mobil dan Sepeda Motor terhitung sejak tahun 2016 hingga 2020 adalah berkisar
12,30 persen dan kondisi fluktuatif juga berpengaruh namun dari sisi
pertumbuhan maka turut menggambarkan tren pertumbuhan.

8) Transportasi dan Pergudangan

Kategori Transportasi dan Pergudangan terdiri dari 6 lapangan usaha, yaitu


Angkutan Rel, Angkutan Darat, Angkutan Laut, Angkutan Sungai, Danau, dan
Penyeberangan, Angkutan Udara, serta Pergudangan dan Jasa Penunjang
Angkutan.

Secara keseluruhan Kategori Transportasi dan Pergudangan mencatat rata-rata


pertumbuhan yang positif selama periode lima tahun terakhir (2016-2020) yaitu
sebesar 2,90 persen. Pertumbuhan pada tahun 2020 tercatat sebesar 2,57
persen. Lapangan Usaha pada kategori ini juga menunjukan pertumbuhan yang
positif pada tahun 2020 walaupun ada sedikit mengalami penurunanan jika
dibandingkan dengan tahun 2019 yakni sebesar 3,02 persen.

9) Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum

Pada tahun 2020 Lapangan Usaha kategori Penyediaan Akomodasi dan Makan
Minum memberi kontribusi terhadap total PDRB atas dasar harga berlaku
sebesar 2,11 persen, turun jika dibandingkan kontribusi tahun 2019 sebesar 2,24
persen. Pertumbuhan sektor ini cenderung menunjukan pertumbuhan yang
positif.

10) Informasi dan komunikasi

Kategori informasi dan komunikasi memiliki peranan sebagai penunjang aktivitas


di setiap bidang, baik pemerintahan, pelayanan masyarakat, maupun untuk
kepentingan perekonomian. Dalam era globalisasi, peranan kategori ini sangat
vital dan menjadi indikator kemajuan suatu bangsa atau daerah. Pada tahun
2020, kategori Informasi dan Komunikasi berkontribusi terhadap PDRB
Kabupaten Maluku Tenggara sebesar 1,09 persen. Kategori ini juga menunjukkan
kenaikan dari sisi nilai ekonominya, dan dalam hal kontribusi, tahun 2019 masih
lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya yang berkontribusi lebih besar.

11) Jasa Keuangan dan Asuransi

20
Kategori Jasa Keuangan dan Asuransi memberikan kontribusi terhadap PDRB di
tahun 2020 sebesar 3,99 persen dan menggambar rata-rata pertumbuhan yang
terus meningkat walaupun terjadi sedikit penurunan, maupun terjadi fluktuasi di
tahun-tahun lainnya. dan bila dibanding dengan tahun 2019 yaitu 4,07 persen
dan terjadi penurunan sebesar 0,07 persen.

12) Real Estate

Kategori ini meliputi kegiatan persewaan, agen dan atau perantara dalam
penjualan atau pembelian real estat serta penyediaan jasa real estat lainnya
bisa dilakukan atas milik sendiri atau milik orang lain yang dilakukan atas dasar
balas jasa kontrak. Kategori ini juga mencakup kegiatan pembangunan gedung,
pemeliharaan atau penyewaan bangunan. Real estate adalah property berupa
tanah dan bangunan.

Output untuk persewaan bangunan tempat tinggal diperoleh dari perkalian


antara pengeluaran konsumsi rumah tangga per kapita untuk sewa rumah,
kontrak rumah, sewa beli rumah dinas, perkiraan sewa rumah, pajak dan
pemeliharaan rumah dengan jumlah penduduk pertengahan tahun.

Kategori real estat memberikan kontribusi yang relatif stabil bagi PDRB
Kabupaten Maluku Tenggara dengan kontribusi pada tahun 2020 yaitu sebesar
0,16 persen dan bila dibandingkan dengan tahun 2019 maka dapat dilihat tidak
terjadi perubahan yang signifikan.

13) Jasa Perusahaan

Selama 5 tahun terakhir, kontribusi kegiatan ekonomi pada kategori jasa


perusahaan relatif tidak mengalami perlambatan dan pada tahun 2020
memberikan kontribusi kepada PDRB sebesar 0,35 persen dan tidak terjadi
perubahan yang signifikan di tahun 2019 sebesar 0,35 persen, namun secara
keseluruhan terjadi penurunan karena kontribusi di tahun 2016 hingga 2020
lebih tinggi otomatis menggambarkan perlambatan dalam kontribusi lapangan
usaha terhadap PDRB.

14) Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib.

Kategori ini meliputi kegiatan yang sifatnya pemerintahan, yang umumnya


dilakukan oleh administrasi pemerintahan termasuk juga perundang-undangan
dan penterjemahan hukum yang berkaitan dengan pengadilan dan menurut
peraturannya. Selama tahun 2016-2020 peranannya relatif stabil dengan
menunjukkan sedikit penurunan dan selalu memiliki tren yang fluktuatif, yaitu
dari sebesar 24,72 persen di tahun 2019 dan masuk di tahun 2020, mengalami
pertumbuhan menjadi 24,91 persen.

15) Jasa Pendidikan

Pada tahun 2020 jasa pendidikan menyumbang sebesar 4,93 persen terhadap
total perekonomian Kabupaten Maluku Tenggara, bila dibanding dengan tahun
2019 sebesar 4,90 persen dimana terjadi kenaikan sebesar 0,03 persen.

21
16) Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial

Kategori ini mencakup kegiatan penyediaan jasa kesehatan dan kegiatan sosial
yang cukup luas cakupannya. Pada tahun 2020, kontribusinya terhadap
perekonomian Kabupaten Maluku Tenggara sebesar 3,09 persen maka terjadi
kenaikan sebesar 0,14 persen jika dibandingkan dengan tahun 2019.

17) Jasa Lainnya

Kontribusi Jasa Lainnya terhadap perekonomian Kabupaten Maluku Tenggara


tahun 2020 relatif meningkat yaitu berkisar 1,43 persen. Meskipun demikian laju
pertumbuhannya selama kurun waktu 2016-2020 tercatat selalu mengalami
penurunan.

5. Pendapatan Perkapita

PDRB perkapita merupakan gambaran dan rata-rata pendapatan yang


diterima oleh setiap penduduk selama satu tahun di suatu wilayah/daerah. PDRB
Pekapita merupakan perbandingan antara total PDRB (ADHB) suatu wilayah dengan
jumlah penduduk wilayah tersebut dalam rentang waktu tertentu. Data PDRB
Perkapita menunjukkan tingkat kesejahteraan suatu wilayah. Semakin besar PDRB
Perkapita, maka asumsinya tingkat kesejahteraan semakin baik. Nilai PDRB Perkaita
dihitung dalam satuan waktu tahunan. Komponen hitung dan Nilai PDRB Perkapita
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2016–2020, disajikan pada tabel berikut:

Tabel 2.9
PDRB Perkapita Maluku Tenggara Tahun 2020
TAHUN
NO URAIAN
2016 2017 2018 2019 2020
1 PDRB ADHB 2,499,082,250,000 2,753,584,700,000 2,991,267,790,000 3,230,619,160,000 3,260,401,000,000
Jumlah
2 99,086 99,284 99,591 99,790 121,511
Penduduk
PDRB Perkapita
3 25,221,345.60 27,734,425.49 30,035,523.19 32,374,177.37 26,832,146.88
(1/2)
PDRB Perkapita Kabupaten
Maluku Tenggara Tahun 2020
mengalami penurunan yang
cukup tajam. Tahun 2019
sebesar 32,37 juta rupiah, turun
menjadi 26,83 juta rupiah.

Terdapat dua hal yang


diasumsikan sebagai penyebab
penurunan dimaksud, yaitu:

(1) Perlambatan peningkatan nilai PDRB ADHB yang disebabkan variable ekternal
Covid-19;

(2) Peningkatan data jumlah penduduk, penyesuaian hasil sensus tahun 2020. Jika
sebelumnya data penduduk menggunakan tahun dasar sensus 2010 dan

22
proyeksinya, maka data penduduk tahun 2020 sudah menggunakan data
sensus tahun 2020.

6. Inflasi

Inflasi merupakan suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan


terus-menerus, kenaikan harga dari satu atau dua barang saja tidak dapat disebut
inflasi kecuali bila kenaikan itu meluas pada barang lainnya. Secara umum Inflasi
terjadi sebagai akibat dari, 1) Tarikan Permintaan dan 2) Dorongan Penawaran.
Permintaan yang tinggi melebihi penawaran (pasokan) akan mengakibatkan harga
naik. Hal ini umumnya terjadi pada bulan-bulan dimana terdapat hari besar
keagamaan.

Adapun dorongan penawaran secara umum terjadi karena pasokan barang


berkurang. Mengakibatkan jumlah permintaan yang normal tidak terpenuhi. Hal ini
umumnya terjadi pada kondisi, bencana alam, krisis sosial/ekonomi, kegagalan
produksi dan wabah penyakit.

Inflasi harus terjaga dan stabil dalam posisi yang rendah, baik dalam
perhitungan tahun ke tahun, maupun dalam perhitungan bulanan. Inflasi yang
rendah dan stabil merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang
berkesinambungan yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi peningkatan
kesejahteraan masyarakat. Pentingnya pengendalian inflasi didasarkan pada
pertimbangan bahwa inflasi yang tinggi dan tidak stabil memberikan dampak negatif
kepada kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Inflasi Kabupaten Maluku Tenggara dihitung dengan sampel hitung Kota Tual.
Dalam periode 2016–2020, terjadi fluktuasi Inflasi sebagaimana disajikan pada
gambar berikut:

Gambar 2.12
Laju Inflasi Kabupaten Maluku Tenggara
Tahun 2016–2020

Sumber: BPS Maluku Tenggara Tahun 2021.

23
Tahun 2020 dalam perhitungan tahun ke tahun (yoy), Laju Inflasi Kabupaten
Maluku Tenggara sebesar 2,06 persen, mengalami perlambatan dibanding Tahun
2019 sebesar 2,34 persen. Adapun laju inflasi Kabupaten Maluku Tenggara sebesar
2,06 persen, masih berada dalam rentang sasaran Inflasi sesuai PMK No. 124 / PMK.
010 / 2017 yaitu untuk tahun 2020 sebesar 3 (tiga) persen dan maksimal 4 (empat)
persen.

Tahun 2020 sangat dipengaruhi pandemi Covid-19, yang menyebabkan inflasi


bulanan sepanjang Tahun 2020, sangat fluktuatif. Sepanjang Tahun 2020, terjadi
deflasi pada 6 (enam) bulan, yaitu pada bulan Februari, Maret, Juli, Agustus, Oktober
dan Desember. Pada 6 (enam) bulan lainnya, terjadi inflasi.

Perhitungan inflasi bulanan menunjukkan inflasi tertinggi di Tahun 2020


terjadi pada Bulan Juni sebesar 1,07 persen dan pada Bulan November sebesar 1,15
persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi pada bulan Agustus sebesar 0,57 persen.
Komponen yang paling berpengaruh pada Laju Inflasi dan/atau Deflasi di Kabupaten
Maluku Tenggara pada Tahun 2020 adalah Komponen Bahan Makanan. Komponen
bahan makanan yang dipengaruhi oleh kondisi alam/cuaca, sangat berdampak pada
perubahan harga. Fluktuasi perubahan harga pada perhitungan bulanan di
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020 beserta perbandingannya dengan Tahun
2019, disajikan pada Gambar berikut:

Gambar 2.13
Laju Inflasi Bulanan Kabupaten Maluku Tenggara
Tahun 2019 dan 2020

Sumber: BPS [Link] Tenggara 2021 (diolah)

7. Ketimpangan Pembangunan Antarkecamatan (Indeks Williamson)

Untuk mengukur tingkat ketimpangan pembangunan antarkecamatan di


Kabupaten Maluku Tenggara digunakan perhitungan Indeks Williamson. Indeks
Williamson merupakan ukuran ketimpangan pendapatan untuk menganalisis
seberapa besarnya kesenjangan antarwilayah/daerah. Dasar perhitungannya dengan

24
menggunakan PDRB per kapita dalam kaitannya dengan jumlah penduduk per
daerah.

Gambar 2.14
Indeks Williamson Kabupaten Maluku Tenggara
Tahun 2016–2020

Sumber: Bappelitbangda Kab. Malra, 2020

Hasil perhitungan Indeks Williamson Maluku Tenggara tahun 2016 hingga


2020 menunjukkan nilai indeks yang semakin menurun dari waktu ke waktu. Hal ini
sekaligus menunjukan bahwa kesenjangan antar kecamatan di Maluku Tenggara
dalam periode tersebut mengalami penyempitan dan/atau terjadi pergerakkan ke
arah pemerataan. Nilai indeks tahun 2020 sebesar 0.29 bermakna, kesenjangan di
Maluku Tenggara berada pada kategori sedang.

Dari angka IW di atas, dapat dikatakan bahwa ketimpangan pembangunan


antarkecamatan di Kabupaten Maluku Tenggara pada tahun 2015 sampai dengan
tahun 2020, termasuk ketimpangan kategori sedang. Hasil analisis ini juga
menjelaskan bahwa hasil-hasil pembangunan di daerah dari tahun ke tahun telah
memberikan dampak positif bagi penduduk di semua kecamatan dan dampak
pengganda pembangunan sudah tidak hanya dinikmati oleh penduduk yang tinggal
di wilayah pusat pertumbuhan akan tetapi sudah tersebar ke kecamatan lain
meskipun tingkat pemerataannya masih perlu terus ditingkatkan.

8. Angka Kriminalitas Tertangani (AKT)

Angka kriminalitas tertangani di suatu daerah merupakan salah satu indikator


untuk mengukur Risiko Daerah, yang berpengaruh pada tingkat kepercayaan
investor dalam menentukan pilihan untuk berinvestasi di daerah tersebut.

Angka kriminalitas tertangani sesuai dengan formulasinya diukur dalam


satuan per 10.000 penduduk. Angka Kriminalitas tertangani di Kabupaten Maluku
Tenggara Tahun 2016 sebesar 1,72 per 10.000 penduduk dengan jumlah kasus
sebanyak 130 kasus kriminal yang tertangani, sedangka pada Tahun 2019 Angka
Kriminalitasi Tertangani sebesar 2,51 per 10.000 penduduk dan jumlah kasus

25
sebanyak 25 kasus. Hal ini bermakna, di dalam populasi 10.000 penduduk Maluku
Tenggara tahun 2019, terjadi minimal 3 kasus kriminal yang diselesaikan.

Gambaran angka kriminalitasi tertangani di Kabupaten Maluku Tenggara


Tahun 2016 s.d 2019 disajikan pada Tabel berikut.

Tabel 2.9
Angka Kriminalitas Tertangani di Kabupaten Maluku Tenggara
2016 – 2019
TAHUN
URAIAN
2016 2017 2018 2019
 Kasus Tertangani 17 10 13 25
 Jumlah Penduduk 99,086 99,284 99,591 99,790
 Angka Kriminalitas Tertangani (per 10.000 Pddk) 1.72 1.01 1.31 2.51
Sumber: BPS Maluku Tenggara 2020, diolah

[Link]. Fokus Kesejahteraan Sosial

Analisis capaian kinerja fokus kesejahteraan sosial dilakukan terhadap


pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, seni, budaya dan olahraga.

1. Pendidikan

Analisis capaian kinerja bidang pendidikan meliputi Persentase PAUD Aktif,


Persentase anak balita terdidik, Angka Partisipasi Kasar (APK), Angka Partisipasi
Murni (APM), Rata – Rata Nilai Kelulusan SD/SMP, Persentase SD dan SMP
menerapkan MBS, Angka Kelulusan Siswa Kejar Paket, dan Lembaga Kursus Aktif.

1) Persentase PAUD Aktif

Menggambarkan aktivitas pengelolaan PAUD (Paud yang aktif) dibandingkan


dengan keselurahan PAUD (Paud yang dikelola Pemerintah, Ohoi maupun
Swasta). Hingga tahun 2019 Persentase PAUD Aktif di Kabupaten Maluku
Tenggara adalah 100 persen dari total PAUD sebanyak 195 PAUD Aktif di Maluku
Tenggara Tahun 2017 – 2019.

2) Angka Partisipasi Kasar (APK)

APK adalah perbandingan antara jumlah penduduk yang bersekolah pada tingkat
pendidikan tertentu dengan jumlah penduduk usia sekolah pada tingkatan
tersebut. Angka ini menunjukkan bahwa akses pendidikan di Kabupaten Maluku
Tenggara semakin baik, dengan indikasi daya tampung yang cukup tinggi
terutama pada tingkat SD.

3) Angka Partisipasi Murni (APM)

APM adalah perbandingan antara jumlah penduduk usia sekolah pada tingkatan
tertentu yang bersekolah dengan jumlah penduduk usia sekolah pada tingkatan
tersebut. Angka ini menunjukkan keadaan dimana penduduk usia sekolah
mengikuti pendidikan tepat waktu.

26
4) Perkembangan Angka Melek Huruf, Angka Rata-rata Lama Sekolah, Angka
Partisipasi Kasar, Angka Pendidikan yang Ditamatkan, dan Angka Partisipasi
Murni Kabupaten Maluku Tenggara tahun 2018 – 2023 dapat dilihat pada tabel
berikut (MANA TABELNYA ?)

5) Rata – Rata Nilai Kelulusan SD/SMP

Rata – rata Nilai kelulusan di setiap tingkatan pendidikan di Kabupaten Maluku


Tenggara selama periode analisis rata-rata 100 persen. Artinya bahwa setiap
siswa yang mengikuti pendidikan pada jenjang tersebut bisa menyelesaikan
studinya tepat waktu dengan baik.

6) Persentase SD dan SMP menerapkan MBS

Persentase SD dan SMP menerapkan MBS yakni persentase perbandingan


indikator kinerja antara target dan realisasi dimana indikatornya adalah
ketersediaan SD dan SMP yang mampu menerapkan manajemen sekolah yang
efektif dan efisien. Target indikator jumlah SD yang menerapkan manajemen
berbasis sekolah adalah 142 SD dan realisasi capaian Tahun 2019 adalah 142 SD
atau 100 persen. Dan Target indikator jumlah SMP yang menerapkan
manajemen berbasis sekolah adalah 48 SD dan realisasi capaian Tahun 2019
adalah 48 SD atau 100 persen.

7) Angka Kelulusan Siswa Kejar Paket

Pelayanan kejar paket merupakan upaya untuk meningkatkan capaian kinerja


kelulusan pada tingkatan pendidikan tertentu. Tahun 2020 persentase angka
kelulusan siswa kejar paket yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah adalah
sebesar 100 persen. Gambaran target dan capaian kinerja indikator ini disajikan
pada tabel 2.13.

8) Lembaga Kursus Aktif

Lembaga Kursus Aktif merupakan indikator kinerja untuk menjawab kebutuhan


SDM yang berkompoten pada kemampuan teknis dan ketrampilan kerja.

Tabel 2.10
Capaian Kinerja Indikator Bidang Pendidikan
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020

Baseline 2020 Capaian


No Indikator Ket
(Thn 2017) Target Realisasi (%)
1 Persentase PAUD Aktif 100 100 - 100
2 (1) APK SD/Sederajat
111.4 100 87,36 87,36
(2) APM SD/Sederajat
97.81 98 87,36 89,14
(3) APK SMP/Sederajat
86.46 88 109,08 123,95
(4) APM SMP/Sederajat 75.10 77 109,08 141,66
3 Rata – Rata Nilai Kelulusan 51.30 55.32 52,42 94,75

27
Baseline 2020 Capaian
No Indikator Ket
(Thn 2017) Target Realisasi (%)
SD/SMP
(1) Rata – Rata Nilai Kelulusan
62.19
SD
(2) Rata – Rata Nilai Kelulusan
42.65
SMP
4 Persentase SD dan SMP
100 100
menerapkan MBS
(1) Persentase SD menerapkan
93.75 100 100
MBS
(2) Persentase SMP menerapkan
100
MBS
(1) Angka Kelulusan Siswa Kejar
100 100 100 100
5 Paket
(2) Lembaga Kursus Aktif
20 22 n.a n.a
Sumber: Evaluasi RPJMD Tahun 2018-2023

2. Kesehatan

Analisis capaian kinerja bidang Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara antara


lain mengenai Usia Harapan Hidup, Angka Kelangsungan Hidup Bayi, Angka
Kematian Ibu melahirkan, dan persentase gizi buruk.

1) Pengunaan Obat Rasional (POR)

Penggunaan Obat Rasional (POR) adalah apabila pasien menerima pengobatan


sesuai dengan kebutuhan klinisnya, dalam dosis yang sesuai dengan kebutuhan,
dalam periode waktu yang sesuai dan dengan biaya yang terjangkau oleh dirinya
dan kebanyakan masyarakat.

2) Angka Penderita Penyakit

Penderita penyakit menular mengalami penurunan karena upaya pengendalian


yang dilakukan dengan upaya penurunan insidens, prevalens, morbiditas atau
mortalitas dari suatu penyakit hingga level yang dapat diterima secara lokal.
Angka kesakitan dan kematian penyakit merupakan indikator dalam menilai
derajat kesehatan suatu masyarakat.

3) Selain penyakit menular penyakit tidak menularpun semakin meningkat karena


pola hidup masyarakat sehingga upaya Pengendalian PTM di Puskesmas
diwujudkan dengan adanya Puskesmas Pandu PTM. Puskesmas Pandu PTM
adalah Puskesmas yang melaksanakan pencegahan dan pengendalian PTM
secara komprehensif dan terintegrasi melalui Upaya Kesehatan Masyarakat
(UKM) dan Upaya Kesehatan Perorangan (UKP). Peningkatan peran serta
masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian PTM, baik secara perorangan
maupun kelompok dilakukan melalui kegiatan Upaya Kesehatan Berbasis
Masyarakat (UKMB) dengan membentuk dan mengembangkan Pos Pembinaan
Terpadu (Posbindu) PTM.

4) Angka Kasus Keracunan Obat dan Makanan Industri Rumahan


28
Tidak terdapat kasus keracunan obat dan makanan industri rumahan hal ini
disebabkan karena kegiatan infeksi dan monitoring yang dilakukan oleh dinas
Kesehatan, Puskesmas dan Balai POM dalam memonitoring dan memeriksa
Sarana Industri Rumahan dan Kios Sembako yang dilakukan secara intensif.

5) Cakupan Ohoi Siaga Kategori Purnama dan Mandiri

Belum terdapat Ohoi Siaga dengan Kategori Purnama dan Mandiri di Kabupaten
Maluku Tenggara hal ini disebabkan karena Ohoi Siaga belum terpenuhi standar
yaitu pelayanan secara aktif, ambulans ohoi dan dana sehat di Ohoi. Sehingga
ohoi siaga masih berada pada strata Pratama.

6) Angka Kasus Penyakit Menular dan Tidak Menular

Angka kasus Penyakit menular masih ditemukan karena tingkat kepatuhan


penderita dan keluarga dalam menghabiskan obat program masih rendah
sehingga masih terdapat Penderita penyakit menular yang putus obat selain itu
juga kesehatan lingkungan sebagai faktor penularan penyakit kurang
diperhatikan.

7) Masyarakat belum memanfaatkan Puskesmas Pandu PTM sebagai sarana


monitoring kesehatannya secara berkala sehingga penyakit tidak menular yang
dideteksi dapat dilayani sesuai dengan SOP penanganan penyakit tersebut.

8) Jumlah Puskesmas Terakreditasi

Pada tahun 2017 sebanyak tiga Puskesmas telah ter Akredtiasi (Puskesmas
Debut, Puskesmas Ibra dan Puskesmas Mataholat). Pada tahun 2018
Pelaksanaan Akreditasi Puskesmas dilakukan sebanyak empat Puskesmas
(Puskesmas Ohoijang-Watdek, Puskesmas Kolser, Puskesma Ohoira dan
Puskesmas Elat) dan Pada tahun 2019 pelaksanaan Akreditasi pada lima
Puskesmas (Puskesmas Rumaat, Puskesmas Danar, Puskesmas Weduar,
Puskesmas Larat Kei dan Puskesmas Hollat) dan Puskesmas Mun, Puskesmas
Watsin dan Puskesmas Banda Ely yang direncanakan Akreditasinya pada tahun
2020 di tunda ke Tahun 2021.

9) Cakupan Pelayanan Kesehatan Dasar Bagi Masyarakat Miskin

Pelayanan kesehatan masyarakat miskin mengalami peningkatan karena selain


kesadaran masyarakat, pelayanan yang diberikan dibiayai oleh jaminan
kesehatan sehingga masyarakat memanfaatkannya dengan baik.

10) Persentase Gedung Puskesmas dan Pustu Dalam Kondisi Baik.

Persentase bangunan dalam kondisi baik masih rendah hal ini akan menghambat
pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Selain itu juga karena pembangunan
sarana Puskesmas dan Puskesmas Pembatu masih tertumpuh pada alokasi dana
DAK, persyaratan yang harus terpenuhi dalam Pembangunannya adalah
Sertifikat Tanah dimana sebagian besar bangunan belum memiliki Sertifikat
Tanah.

29
11) Persentase Pemenuhan Peralatan Medis Puskesmas dan Pustu sesuai kebutuhan

Persentase pemenuhan peralatan medis puskesmas dan pustu masih rendah hal
ini disebabkan karena pengadaan Peralatan Kesehatan tidak tersedia melalui
Dana DAK maupun Dana APBD, pengadaannya melalui Dana JKN dengan alokasi
yang terbatas namun peruntukannya lebih banyak pada Belanja Modal
dibandingkan dengan belanja peralatan Kesehatan sesuai kebutuhan Puskesmas
tersebut.

12) Persentase Kematian Ibu Melahirkan

Angka kematian ibu melahirkan merupakan indikator capaian kinerja pelayanan


penanganan ibu melahirkan hingga selesai masa nifas. AKI per 100.000
kelahiran hidup menunjukkan bahwa setiap 100.000 kelahiran hidup terdapat
berapa jumlah kematian ibu dalam periode 1 tahun tertentu.

13) Persentase Kematian Bayi

Kematian bayi adalah kematian yang terjadi antara saat setelah bayi lahir
sampai bayi belum berusia tepat satu tahun. Banyak faktor yang dikaitkan
dengan kematian bayi. Secara garis besar, dari sisi penyebabnya, kematian bayi
ada dua macam yaitu endogen dan eksogen. Kematian bayi endogen atau yang
umum disebut dengan kematian neo-natal adalah kematian bayi yang terjadi
pada bulan pertama setelah dilahirkan, dan umumnya disebabkan oleh faktor-
faktor yang dibawa anak sejak lahir, yang diperoleh dari orang tuanya pada saat
konsepsi atau didapat selama kehamilan. Kematian bayi eksogen atau kematian
post neo-natal, adalah kematian bayi yang terjadi setelah usia satu bulan sampai
menjelang usia satu tahun yang disebabkan oleh faktor-faktor yang bertalian
dengan pengaruh lingkungan luar. Angka kematian bayi (AKB) menggambarkan
keadaan sosial ekonomi masyarakat dimana angka kematian itu dihitung.

14) Kegunaan AKHB untuk pengembangan perencanaan berbeda antara kematian


neo-natal dan kematian bayi yang lain. Karena kematian neo-natal disebabkan
oleh faktor endogen yang berhubungan dengan kehamilan maka program-
program untuk mengurangi angka kematian neo-natal adalah yang
bersangkutan dengan program pelayanan kesehatan ibu hamil, misalnya
program pemberian pil besi dan suntikan anti tetanus. Sedangkan angka
kematian Post-Neo Natal dan angka kematian anak serta kematian balita dapat
berguna untuk mengembangkan program imunisasi, serta program-program
pencegahan penyakit menular terutama pada anak-anak, program penerangan
tentang gizi dan pemberian makanan sehat untuk anak dibawah usia 5 tahun.

15) Angka kelangsungan hidup bayi (AKHB) adalah probabilitas bayi hidup sampai
dengan usia 1 tahun. Angka kelangsungan hidup bayi = (1- angka kematian
bayi). AKB dihitung dengan jumlah kematian bayi usia dibawah 1 tahun dalam
kurun waktu setahun per 1.000 kelahiran hidup pada tahun yang sama.

16) Persentase Kematian Balita

30
Kematian bayi adalah kematian anak kurang dari satu tahun. Kematian bayi
diukur sebagai tingkat kematian bayi, yang merupakan jumlah kematian anak di
bawah satu tahun per 1000 kelahiran. Di Kabupaten Maluku Tenggara AKB
sebesar 20/1000 KH.

17) Persentase Balita Gizi Buruk

Persentase balita gizi buruk adalah persentase balita dalam kondisi gizi buruk
terhadap jumlah balita. Keadaan tubuh anak atau bayi dilihat dari berat badan
menurut umur. Klasifikasi status gizi dibuat berdasarkan penurunan menjadi
7/1000 KH di tahun 2019, untuk kematian bayi adalah kematian neonatal
dengan penyebab terbanyak adalah Asfiksia dengan persentase 44.44 persen.
standar WHO. Apa y ???

18) Gizi buruk adalah bentuk terparah dari proses terjadinya kekurangan gizi
menahun. Status gizi balita secara sederhana dapat diketahui dengan
membandingkan antara berat badan menurut umur maupun menurut panjang
badannya dengan rujukan (standar) yang telah ditetapkan. Apabila berat badan
menurut umur sesuai dengan standar, anak disebut gizi baik. Kalau sedikit di
bawah standar disebut gizi kurang. Apabila jauh di bawah standar dikatakan gizi
buruk.

19) Persentase balita gizi buruk Kabupaten Maluku Tenggara pada tahun 2017 tidak
ditemukan atau dengan realisasi 0 persen. Meskipun demikian, tetap perlu
diwaspadai angka dari gizi kurang yang berpotensi menjadi gizi buruk.
Diharapkan pada tahun-tahun mendatang angka ini tetap dipertahankan. Usia
Harapan Hidup, Angka Kelangsungan Hidup Bayi, Angka Kematian Ibu
melahirkan, dan persentase gizi buruk secara umum dapat dilihat pada tabel
berikut.

20) Jumlah Desa/Ohoi ODF

Jumlah Desa/Ohoi ODF atau Open Defecation Free adalah Desa/Ohoi yang
menerapkan kondisi ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air
besar sembarangan, Pembuangan tinja yang tidak memenuhi syarat sangat
berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan, sehingga untuk
memutuskan rantai penularan ini harus dilakukan rekayasa pada akses ini.

21) Persentase Desa Melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

Desa/Ohoi melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah


desa/ohoi yang melaksanakan pendekatan untuk memobilisasi masyarakat
guna membebaskan secara tuntas kebiasaan buang air besar
sembarangan dengan pemberdayaan masyarakat melalui pemicuan. Persentase
Desa Melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat diperoleh dari jumlah
desa yang melaksanakan sanitasi total berbasis masyarakat dibagi jumlah
keseluruhan desa/ohoi kabupaten dikalikan 100.

31
Tabel 2.11
Capaian Kinerja Indikator Kesehatan
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020

Baseline 2020
No Indikator Capaian (%) Ket
(Thn 2017) Target (T) Realisasi (R)
1 Pengunaan Obat Rasional - 95 n.a
(POR)
2 Angka Penderita Penyakit - 100 n.a

3 Angka Kasus Keracunan 1 1 n.a


Obat dan Makanan Industri
Rumahan
4 Cakupan Ohoi Siaga 61 69 25
Kategori Purnama dan
Mandiri
5 Angka Kasus Penyakit 9.900 9.900 4.937
Menular dan Tidak Menular

6 Jumlah Puskesmas 4 6 5
Terakreditasi
7 Cakupan Pelayanan 100 100 100
Kesehatan Dasar Bagi
Masyarakat Miskin
8 (1) Persentase Gedung 43 47 109.3
Puskesmas dan Pustu
Dalam Kondisi Baik
(2) Persentase Pemenuhan 38 42 110,52
Peralatan Medis
Puskesmas dan Pustu
sesuai kebutuhan

9 (1) Persentase Kematian 3 3 2


Ibu Melahirkan
(2) Persentase Kematian 12 11 13
Bayi
(3) Persentase Kematian 18 16 2
Balita
10 Persentase Balita Gizi Buruk 0.11 0.07 0.08

11 (1) Jumlah Desa ODF 20 25 27

(2) Persentase Desa 20 25 27


Melaksanakan Sanitasi
Total Berbasis
Masyarakat
Sumber: Evaluasi RPJMD 2018-2023

3. Ketenagakerjaan

Kesempatan kerja berarti peluang atau keadaan yang menunjukkan


tersedianya lapangan pekerjaan sehingga semua orang yang bersedia dan sanggup
bekerja dalam proses produksi dapat memperoleh pekerjaan sesuai dengan
keahlian, keterampilan dan bakatnya masing-masing. Kesempatan Kerja (demand
for labour) adalah suatu keadaan yang menggambarkan/ketersediaan pekerjaan
32
(lapangan kerja untuk diisi oleh para pencari kerja). Dengan demikian kesempatan
kerja dapat diartikan sebagai permintaan atas tenaga kerja.

Rasio penduduk yang bekerja adalah perbandingan jumlah penduduk yang


bekerja terhadap jumlah angkatan kerja. Rasio penduduk yang bekerja di
Kabupaten Maluku Tenggara mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Keadaan
ini dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.12
Capaian Kinerja Indikator Ketenagakerjaan
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
2020
Baseline Capaian
No Indikator Realisasi Ket
(Thn 2017) Target (T) (%)
(R)
1 Jumlah Tenaga Kerja terampil 32 40 -
2 Besaran tenaga kerja 10 10 10 100
yang mendapatkan
pelatihan kewirausahaan
3 Besaran Kasus Yang diselesaikan 96 100 100 100
Dengan Perjanjian Bersama (PB)
Sumber: RPJMD 2018-2023

4. Seni Dan Budaya

Pembangunan bidang seni dan budaya diukur melalui beberapa indikator


yang ditetapkan dalam RPJMD, 2018-2023 yaitu penyelenggaraan festival seni dan
budaya; sarana penyelenggaraan seni dan budaya, jumlah grup kesenian, jumlah
sanggar seni. Hasil evaluasi capaian kinerja pembangunan bidang seni dan budaya
secara umum dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.13
Capaian Kinerja Indikator Seni dan Budaya
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
Baseline 2019 Capaian
No Indikator Ket
(Thn 2017) Target (T) Target (T) (%)
1
Persentase Nilai Budaya 60 68 15 15
Terlestarikan
2 Persentase Situs/Warisan 45 60 30 50
Budaya dan Cagar Budaya
Yang dilestarikan
3 Jumlah Kegiatan Kelembagaan - - -
Adat
4 Jumlah Ohoi Sadar Perikanan 1 1 1 100
Lestari
Sumber: RPJMD 2018-2023

2.1.3. Aspek Pelayanan Umum

Pelayanan umum yang dikaji pada bagian ini adalah capaian kinerja
pelayanan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat
Daerah (OPD) baik pelayanan urusan wajib maupun pelayanan yang merupakan
urusan pilihan.

33
[Link]. Fokus Layanan Urusan Wajib

Analisis capaian kinerja layanan urusan wajib meliputi semua urusan


pemerintahan daerah yang wajib dilaksanakan yaitu.

1. Pendidikan

Pembangunan bidang pendidikan di Kabupaten Maluku Tenggara mengalami


kemajuan yang cukup signifikan. Hal ini dapat dilihat dari capaian kinerja indikator
pembangunan bidang pendidikan yang dapat dijabarkan sebagai berikut.

1) Rata-Rata Nilai Kelulusan SD/SMP Sederajat

Rata – rata Nilai kelulusan di setiap tingkatan pendidikan di Kabupaten Maluku


Tenggara selama periode analisis rata-rata 100 persen. Artinya bahwa setiap
siswa yang mengikuti pendidikan pada jenjang tersebut bisa menyelesaikan
studinya tepat waktu dengan baik.

2) Angka Partisipasi Sekolah (APS)

APS adalah proporsi proporsi anak sekolah pada usia jenjang pendidikan tertentu
dalam kelompok usia yang sesuai dengan jejang pendidikan tersebut.
Meningkatnya APS menunjukkan adanya keberhasilan di bidang pendidikan,
terutama yang berkaitan dengan upaya memperluas jangkauan pelayanan
pendidikan.

3) Persentase PAUD Aktif

Menggambarkan aktivitas pengelolaan PAUD (Paud yang aktif) dibandingkan


dengan keselurahan PAUD (Paud yang dikelola Pemerintah, Ohoi maupun
Swasta). Hingga tahun 2020 Persentase PAUD Aktif di Kabupaten Maluku
Tenggara adalah 100 persen dari total PAUD sebanyak 182 Persentase PAUD
Aktif di Maluku Tenggara Tahun 2018 – 2020.

4) Guru yang Bersertifikasi

Sampai dengan tahun 2020, jumlah guru SD yang bersertifikasi sebanyak 282
orang dan guru SMP sebanyak 147 orang. Perkembangan capaian kinerja
pembangunan bidang pendidikan di Kabupaten Maluku Tenggara disajikan pada
tabel berikut.

5) Fasilitas Pendidikan

Fasilitas pendidikan berupa gedung sekolah di Kabupaten Maluku Tenggara


untuk semua tingkatan pendidikan relatif dalam kondisi baik. Meskipun
demikian, masih terdapat gedung SD sederajat, dan SMP sederajat yang perlu
direhab ringan dan ditambahkan RKB sesuai Kebutuhan.

6) Rasio Ketersediaan Sekolah/Penduduk Usia SD/SMP

Analisa Rasio Ketersediaan Sekolah Terhadap Penduduk Usia Sekolah digunakan


untuk mengukur ketersediaan sekolah pada jenjang pendidikan (SD/MI,
SMP/MTs) untuk setiap 10.000 penduduk usia sekolah. Sesuai data Dinas

34
Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, pada tahun 2020 jumlah sekolah SD/MI
yang tersedia sebanyak 155 unit dan SMP/MI sebanyak 57 unit. Sementara itu
jumlah penduduk usia 7-12 tahun dan 13-15 tahun menurut data dari Dinas
Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara masing-masing adalah 11.751 jiwa
untuk usia SD/MI dan 4.718 untuk usia SMP/MTs. Berdasarkan data tersebut di
atas, maka rasio ketersediaan SD/MI terhadap penduduk usia 7-15 tahun pada
tahun 2020 adalah sebesar 128,73. Guru Berpendidikan S1/D-IV Guru yang
Berpendidikan S1/DIV di setiap jenjang merupakan indikasi kualitas pendidikan
di suatu daerah. Semakin tinggi tingkat pendidikan guru, semakin tinggi pula
kualitas output yang dihasilkan suatu jenjang pendidikan tertentu.

7) Persentase SD/SMP Yang Menerapkan Kurikulum Baru (K-13 dan Muatan Lokal)

Indikator persentase sekolah yang menerapkan inovasi kurilkulum diarahkan


atas dasar adanya kebutuhan akan perubahan rancangan dan proses pendidikan
dalam rangka memenuhi dinamika kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara,
sebagaimana termaktub dalam tujuan pendidikan Nasional. Dewasa ini
perkembangan pendidikan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari perkembangan
ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Perubahan ini dimungkinkan karena
berkembangnya tuntutan baru dalam masyarakat, dunia kerja, dan dunia ilmu
pengetahuan yang berimplikasi pada tuntutan perubahan kurikulum secara terus
menerus. Hal itu dimaksudkan agar pendidikan selalu dapat menjawab tuntutan
perubahan sesuai dengan jamannya. Dengan demikian keluaran pendidikan
akan mampu memberikan kontribusi secara optimal dalam upaya membangun
masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society). Untuk tahun
2020, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tenggara telah
merencanakan target indikator persentase sekolah yang menerapkan inovasi
kurikulum adalah 190 sekolah. Realisasi capaian sampai akhir tahun 2020
adalah 190 sekolah yang telah memiliki kurikulum 13 dan Kurikulum Muatan
Lokal.

Tabel 2.14
Capaian Kinerja Indikator Layanan Pendidikan
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
Tahun 2020 Capaian
No Indikator Realisasi Ket
(%)
Target (T) (R)
1 Rata-Rata Nilai Kelulusan SD Sederajat 64.13 64.09 99.93
2 Rata-Rata Nilai Kelulusan SMP Sederajat 46.5 43.31 93.14
3 Angka Partisipasi Sekolah (APS) 7-12 Tahun 99.46 75.1 75.51
4 Angka Partisipasi Sekolah (APS) 13-15 Tahun 72.45 73.13 100.94
5 Persentase PAUD Aktif 27 67 248.15
6 Guru SD Bersertifikasi (%) 44.66 27.5 61.58
7 Guru SMP Bersertifikasi (%) 33.79 30.8 91.15
Persentase Ruang Kelas SD Sederajat Kondisi
37.81 82 216.87
8 Bangunan Baik
Persentase Ruang Kelas SMP Sederajat Kondisi
41.29 85 205.86
9 Bangunan Baik

35
Tahun 2020 Capaian
No Indikator Realisasi Ket
(%)
Target (T) (R)
10
Rasio Ketersediaan Sekolah/Penduduk Usia SD 89.78 88.15 98.18
11
Rasio Ketersediaan Sekolah/Penduduk Usia SMP 59.87 54.05 90.28
12
Guru SD Berpendidikan S1/D-IV 57.31 57.7 100.68
13
Guru SMP Berpendidikan S1/D-IV 86.32 82.1 95.11
Persentase SD Yang Menerapkan Kurikulum Lokal
10 n.a -
14 Budaya Kei
Persentase SMP Yang Menerapkan Kurikulum Lokal
10 n.a -
15 Budaya Kei
Rata-rata 121.34
Sumber: Hasil Evaluasi Kinerja Tahun 2020

2. Kesehatan

Indikator Kinerja bidang kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kualitas


pelayanan kesehatan masyarakat serta menjamin pelayanan kesehatan secara
merata, mudah dan murah kepada seluruh warga masyarakat. Kesehatan
merupakan salah satu urusan yang ditetapkan dengan SPM. Hal ini berarti, kualitas
pelayanan kesehatan harus terjaga dan terdistribusi secara merata serta dinikmati
oleh seluruh masyarakat di seluruh pelosok dan dari kelas sosial apapun.

Apabila pelayanan kesehatan yang diberikan berkualitas, merata, mudah dan


murah, maka akan tercapai peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang lebih
baik. Gambaran capaian kinerja indikator urusan wajib kesehatan di Kabupaten
Maluku Tenggara disajikan pada tabel berikut.

Tabel 2.15
Capaian Kinerja Indikator Layanan Kesehatan
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
N Tahun 2020 Capaian
Indikator Ket
o Target (T) Realisasi (R) (%)
1 Angka Kematian Bayi Per 1000 Kelahiran Hidup 11/1000KH 7/1000KH 136.36
2 Angka Kematian Ibu Per 100.000 Kelahiran Hidup 110/100rb KH 78/100rb KH 170,9
3 Persentase Kematian Balita 11 2 118.18
4 Persentase Balita Gizi Buruk 0.07 0.08 114.29
5 Angka Kematian Penyakit Tidak Menular 55 99.3 180.55
6 Cakupan Desa Siaga Aktif 69 25 36.23
7 Rasio Posyandu Per Satuan Balita 1.25 1.22 97.60
8 Rasio Puskesmas, Poliklinik, Pustu Per Satuan 0.44 0.0034 0.77
Penduduk
9 Rasio Dokter Per Satuan Penduduk 0.017 0.00026 1.53
10 Rasio Tenaga Medis Per Satuan Penduduk 0.56 0.0033 0.59
11 Cakupan Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga 30 70.3 234.33
Kesehatan Yang Memiliki Kompetensi Kebidanan
12 Cakupan Desa/Kelurahan Universal Child 76.44 78.8 103.09
Immunization (UCI)
13 Tingkat Kematian Akibat Malaria 7.61 1.08 14.19
14 Tingkat Kematian Akibat DBD 5 0 -
15 Cakupan Puskesmas 136.36 100 73.34

36
N Tahun 2020 Capaian
Indikator Ket
o Target (T) Realisasi (R) (%)
16 Cakupan Pembantu Puskesmas 20.31 100 492.37
17 Jumlah Puskesmas Terakreditasi 6 5 83.33
Rata-rata 103.39
Sumber: Hasil Evaluasi Kinerja Tahun 2020

3. Pekerjaan Umum

Keberhasilan pembangunan bidang urusan wajib pekerjaan umum di


Kabupaten Maluku Tenggara dapat dilihat dari capaian kinerja indikator
pembangunan bidang urusan wajib pekerjaan umum antara lain Persentase ohoi
terhubung Jalan ke Ibukota Kecamatan/Kabupaten kondisi baik, Persentase Jalan
Kabupaten dalam kondisi mantap sesuai standard geometrik jalan, Persentase
rumah tinggal bersanitasi, Jumlah titik genangan air, Luasan lahan pertanian
teririgasi, Persentase Rumah Tangga berakses air bersih, Persentase areal kawasan
kumuh dan Rasio Elektrifikasi. Capaian kinerja indikator bidang urusan wajib
pekerjaan umum disajikan pada tabel berikut.

Tabel 2.16
Capaian Kinerja Tahunan Indikator Bidang Pekerjaan Umum
Kabupaten Maluku Tenggara
Tahun 2020
Baseline Capaian
No Indikator Target Realisasi Ket
(Thn2017) (%)
(T) (R)
1 Persentase ohoi terhubung Jalan ke 77.60 77.60 -
Ibukota Kecamatan/Kabupaten
kondisi baik
2 Persentase Jalan Kabupaten dalam 35.88 39.36 40,27 102.31%
kondisi mantap sesuai standard
geometrik jalan
3 Persentase rumah tinggal 90 93 61,88 66.54%
bersanitasi
4 Jumlah titik genangan air perkotaan 6 5 4 80.00%
5 Luasan lahan pertanian teririgasi - 0 n.a n.a
6 Persentase Rumah Tangga 59.49 68.33 66,29 97.01%
berakses air bersih
7 Luas areal kawasan kumuh (Ha) - 10 15 150.00%
8 Rasio Elektrifikasi - 72 n.a n.a
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

4. Perumahan Rakyat Dan Kawasan Pemukiman

Keberhasilan pembangunan bidang urusan perumahan di Kabupaten Maluku


Tenggara dapat dilihat dari capaian indikator kinerja Persentase Rumah Layak Huni,
Rasio permukiman layak huni dan berkurangnya Luasan permukiman kumuh di

37
kawasan perkotaan. Capaian kinerja indikator Bidang Urusan Perumahan Kabupaten
Maluku Tenggara selama kurun waktu 2018-2023 dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.17
Perkembangan Capaian Kinerja Bidang Perumahan Rakyat dan
Kawasan Pemukiman di Kabupaten Maluku Tenggara
Tahun 2020
Tahun 2020
Baseline Capaian
No Indikator Target Realisasi Ket
(Thn 2017) (%)
(T) (R)
1
Persentase Rumah Layak Huni 74.58 79.36 72,3 91,10
2
Rasio permukiman layak huni - 90 18 20,00
Luasan permukiman kumuh di
3 - 9 18 200
kawasan perkotaan
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

5. Penataan Ruang

Keberhasilan Penataan Ruang di Kabupaten Maluku Tenggara dapat dilihat


dari capaian indikator penataan ruang antara lain luas RTH publik sebesar 20 % dari
luas wilayah seluas 5.843 m² dan Persentase bangunan baru ber-IMB. Capaian
kinerja indikator bidang penataan ruang di Kabupaten Maluku Tenggara selama
kurun waktu 2018-2023 dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.18
Perkembangan Capaian Kinerja Bidang Penataan Ruang
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
Baseline 2020
Capaia
No Indikator (Thn Target Realisasi Ket
n (%)
2017) (T) (R)
Luas RTH publik sebesar 20% dari luas
1 10.59 10.78 11,5 106,6
wilayah
2 Persentase bangunan baru ber-IMB 100 100 85 85
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

6. Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat

Berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara


dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Upaya-
upaya tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman
wawasan kebangsaan dan pemantapan ideologi bagi seluruh komponen masyarakat.

Upaya lain yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara


dalam rangka mengantisipasi ancaman keamanan dan ketertiban adalah
meningkatkan koordinasi dan jalinan hubungan dengan BIN, Intel Kodim, Intel
Kejaksaan, dan Intel Polres melalui forum Komunitas Intelijen Daerah (KOMINDA).
Capaian kinerja indikator bidang Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri dan
Satuan Pamong Praja di Kabupaten Maluku Tenggara dapat dilihat pada tabel
berikut.

38
Tabel 2.19
Indikator KESBANGPOL dan SATPOL PP
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
Baseline 2020
Capaian
No Indikator (Thn Target (T) Realisasi Ket
(%)
2017) (R)
1 Tingkat Penyelesaian Pelanggaran K3 100 100 -
(Ketertiban, Ketentraman, Keindahan)
2 Tingkat Waktu Tanggap (Response - 85 -
Time Rate) Daerah Layanan Wilayah
Manajemen Kebakaran (WMK)
3 Persentase Penegakan PERDA 100 100 -
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

7. Sosial

Pelaksanaan urusan sosial diarahkan pada upaya meningkatkan


kesejahteraan sosial masyarakat, penyandang masalah kesejahteraan sosial,
perlindungan anak terlantar, korban kekerasan dalam rumah tangga, karang taruna,
korban bencana, lansia, dan anak sekolah. Upaya yang telah dilakukan adalah
dengan pemberian bantuan, subsidi, pembinaan, pendampingan terhadap anak,
panti asuhan, penyandang cacat, dan lansia rawan sosial. Capaian kinerja indikator
bidang urusan sosial di Kabupaten Maluku Tenggara dapat disajikan pada tabel
berikut.

Tabel 2.20
Perkembangan Capaian Kinerja Bidang 2020
2020
Baseline Capaian
No Indikator Target Realisasi Ket
(Thn 2017) (%)
(T) (R)
Persentase PMKS Yang Memperoleh
1 100 100 100
Bantuan Sosial
2 Persentase PMKS Yang Tertangani 100 100 100
Persentase Korban Bencana Yang
3 Menerima Bantuan Sosial Selama 100 100 100
Masa Tanggap Darurat
Persentase Penyandang Cacat Fisik
Dan Mental, Serta Lanjut Usia Tidak
4 100 100 100
Potensial Yang Menerima Jaminan
Sosial
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

[Link]. Fokus Layanan Urusan Wajib Non Dasar

1. Ketenagakerjaan

Kualitas sumberdaya manusia merupakan salah satu faktor penentu tingkat


permintaan tenaga kerja di suatu daerah. Semakin tinggi permintaan tenaga kerja
dari suatu daerah menunjukkan semakin tinggi kualitas tenaga kerja di daerah
tersebut.

39
Pelaksanaan urusan ketenagakerjaan di Kabupaten Maluku Tenggara
diarahkan untuk mengurangi angka pengangguran, menyelesaikan sengketa
pengusaha pekerja, menempatkan pencari kerja, menyelesaikan perselisihan buruh
dan pengusaha terhadap kebijakan pemerintah daerah dan mengawasi penerapan
keselamatan dan perlindungan pekerjaan tenaga kerja (K3). Capaian kinerja
indikator bidang ketenagakerjaan di Kabupaten Maluku Tenggara selama kurun
waktu 2018-2023 dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.21
Perkembangan Capaian indikator Kinerja Bidang Ketenagakerjaan
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
Baseline 2020
Capaia
No Indikator (Thn Target Realisasi Ket
n (%)
2017) (T) (R)
Rasio kesempatan kerja terhadap penduduk
1 - 30 -
usia 15 tahun ke atas
Proporsi tenaga kerja yang berusaha sendiri
2 dan pekerja bebas keluarga terhadap total - 10 -
kesempatan kerja
Besaran kasus yang diselesaikan dengan
3 100 100 100
Perjanjian Bersama (PB)
Keselamatan dan perlindungan
4 - 90 -
ketenagakerjaan
Besaran tenaga kerja yang mendapatkan
5 - 10 -
pelatihan berbasis kompetensi
Besaran tenaga kerja yang mendapatkan
6 - 10 -
pelatihan berbasis masyarakat
Besaran tenaga kerja yang mendapatkan
7 - 10 -
pelatihan kewirausahaan
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

2. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A)

Peran perempuan dalam pembangunan bisa ditingkatkan apabila kaum


perempuan dapat diberdayakan dalam berbagai aspek perikehidupan. Keterlibatan
perempuan di lembaga pemerintahan, politik, dan swasta merupakan wujud
pengakuan atas hak-hak perempuan yang sejajar dengan kaum laki-laki. Kesetaraan
gender selain berdampak pada perempuan secara tidak langsung berdampak pada
anak. Hal ini mengingat sangat erat kaitannya antara perempuan sebagai ibu yang
merupakan pendidik bagi anak dan besarnya peran perempuan dalam pengambilan
keputusan di dalam rumah tangga. Selain itu, pemberdayaan perempuan
memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga.

Capaian Indikator kinerja pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak


dapat dilihat dari persentase perempuan di lembaga pemerintahan, partisipasi
perempuan di lembaga swasta, rasio Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT),
partisipasi angkatan kerja perempuan serta penyelesaian pengaduan perlindungan
perempuan dan anak dari tindakan kekerasan. Perkembangan capaian kinerja
indikator bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Kabupaten
Maluku Tenggara dapat dilihat pada tabel berikut.

40
Tabel 2.22
Capaian Kinerja Indikator DPPKB
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
Baseline 2020
Capaian
No Indikator (Thn Realisasi Ket
Target (T) (%)
2017) (R)
Persentase Perempuan Yang Menduduki
1 - 30 -
Jabatan Di Lembaga Pemerintah
2 Angka Partisipasi Tenaga Kerja Perempuan - 25 -
Persentase Perempuan Dalam Organisasi
3 25 25 -
Politik
4 Rasio KDRT - 10 -
5 Partisipasi Angkatan Kerja Perempuan - 70 -
Cakupan Perempuan Dan Anak Korban
Kekerasan Yang Mendapatkan Penanganan
6 - 76 -
Pengaduan Oleh Petugas Terlatih Di Dalam
Unit Pelayanan Terpadu
7 Cakupan Pemenuhan Hak Anak - 90 -
8 Cakupan Desa Ramah Anak - 100 -
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

3. Pangan

Urusan pangan daerah tidak hanya fokus pada peningkatan ketersediaan


pangan, pemerataan distribusi pangan dengan harga terjangkau dan tercapainya
pola konsumsi pangan yang aman beragam, bergizi dan imbang, namun juga
meningkatkan peran masyarakat dan pihak swasta dalam mendukung pangan
daerah. Untuk menjamin ketersediaan dan pemerataan distribusi pangan dengan
harga terjangkau maka Pemerintah Kabupaten Maluku Teggara menetapkan
beberapa regulasi tentang pangan, termasuk kebijakan pendukung program one day
no rice (sehari tanpa nasi), yang diterapkan dalam acara-acara resmi pemerintahan
daerah dengan hanya mengkonsumsi pangan lokal seperti enbal, keladi, petatas dan
berbagai pangan lokal lainnya. Capaian Indikator pangan dan ketersediaan pangan
daerah dapat disajikan pada tabel berikut.

Tabel 2.23
Regulasi Ketahanan Pangan dan Ketersediaan Pangan Utama
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
Baseline 2020
Capaia
No Indikator (Thn Realisasi Ket
Target (T) n (%)
2017) (R)
Pencapaian skor Pola Pangan Harapan
1 75 75.5 80,6
(PPH)
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

4. Pertanahan

Urusan pertanahan Kabupaten Maluku Tenggara tahun 2018 diukur melalui


indikator jumlah persil tanah yang dibebaskan, persentase masalah pertanahan yang
diselesaikan dan jumlah sertifikat pengadaan tanah. Perkembangan capaian
indikator tersebut di atas disajikan pada tabel berikut.

41
Tabel 2.24
Perkembangan Capaian Kinerja Bidang Pertanahan
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
Baseline 2020
Capaian
No Indikator (Thn Realisasi Ket
Target (T) (%)
2017) (R)
1 Penyelesaian izin lokasi 95 95.3 100
Persentase Persil Tanah milik Pemda
2 - 95 n.a
bersertifikat
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

5. Lingkungan Hidup

Lingkungan hidup merupakan tujuan Millenium Development Goals (MDGs)


2018 sebagai tempat kelangsungan hidup makhluk hidup yang didalamnya terdapat
air, tanah dan udara yang harus bersih dan berada pada ambang batas minimal
pengaruh pencemaran sehingga tidak berpengaruh buruk pada kesehatan dan
aktivitas masyarakat. Penataan lingkungan hidup untuk memenuhi hajat hidup orang
banyak dapat dilakukan melalui penanganan persampahan, penduduk berakses air
bersih, luasan permukiman perkotaan yang tertata dan penanganan pencemaran
status mutu air.

Penanganan masalah persampahan di Kabupaten Maluku Tenggara, terutama


di wilayah Kota Langgur terus ditingkatkan. Meningkatnya volume sampah
perkotaan sebagai akibat dari bertambahnya jumlah penduduk perkotaan dan
meningkatnya aktifitas industri rumahan perlu ditangani secara serius sehingga
tidak menimbulkan permasalahan lingkungan.

Dalam hal sistem penanganan sampah perkotaan, dilakukan kegiatan


pengurangan sampah yang meliputi kegiatan pembatasan timbunan sampah,
pendaurulangan sampah dan pemanfaatan kembali sampah. Sistem pengelolaan
sampah di Kota Langgur menggunakan sistem sanitary landfill yang mana
pengelolaan sampah dilaksanakan oleh unit BPKP2 (Badan Pengelola Kebersihan
Pertamanan dan Pemakaman), sistem pengelolaanya dibagi menjadi beberapa
tahapan yaitu.

1) Penampungan sampah

Masyarakat diwajibkan membuang sampah ke kontener-kontener sampah yang


ditempatkan pada sisi jalan-jalan utama dalam Kota Langgur atau tempat-
tempat yang telah ditentukan untuk tempat sampah sementara.
Timbulan sampah Kota Langgur Tahun 2018 sebanyak 6.107.220 ton /tahun.
Volume sampah yang ditangani dan masuk TPA sebesar, 9.804.002 M³ dengan
demikian volume sampah yang sudah ditangani 43 persen dari produksi sampah
kota langgur, sedangkan sampah yang belum mendapat penanganan secara
baik sebesar 57 persen.

2) Pembuangan Sampah

42
Setelah sampah dikumpulkan oleh petugas sampah dari kontainer-kontainer
sampah kemudian diangkut ke TPA di Desa Isso untuk diolah lebih lanjut.
Kapasitas TPA Isso berskala regional sehingga dapat melayani sampah-sampah
dari Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual. Sarana dan prasarana pada
TPA tersebut sudah sangat lengkap dan telah diresmikan penggunaannya.

3) Proses pengomposan.

Proses pengemposan dilakukan dengan menggunakan metode composting yang


menggunakan pengurai EM4. Pemilahan sampah dilakukan pada sumber
sampah (perumnas ohoijang) dengan menggunakan bak sampah 3R (Reduce,
Reuse, Recycling) sebanyak 50 Unit pada 50 KK. Sampah-sampah yang telah
dipilah oleh masyarakat pada masing-masing wadah bak sampah 3R. sampah
anorganik diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir dan dipungut oleh pemulung
dan dijual kepada pengumpul. Sedangkan sampah organik dimasukan ketempat
pengolahan composting dan diolah menjadi kompos.

Untuk luas pemukiman yang tertata, baru dilaksanakan pada tahun 2014 dan
hingga tahun 2018 baru sebesar 30 persen dari seluruh luas area pemukiman
yang tersedia. Sedangkan terkait penanganan pencemaran status mutu air,
maka dari jumlah kawasan pemukiman atau industri dan sumber data air, telah
dilaksanakan pemantauan mutu air sehingga menjamin tersedianya air yang
berkualitas baik untuk digunakan oleh rumah tangga maupun industri.

Terkait dengan indikator Tempat Pembuangan Sampah (TPS) per satuan


penduduk kawasan perkotaan, pada tahun 2018 tercapai kinerja sebesar 0,0050
yang artinya setiap 10.000 penduduk perkotaan baru terdapat 50 tempat
pembuangan sampah. Hal ini sudah perlu terus ditingkatkan pada masa
mendatang.

Sehubungan dengan hutan dan lahan kritis yang direhabilitasi, sampai dengan
tahun 2016 telah terehabilitasi hutan dan lahan seluas 5,07 ha. Selain indikator
tersebut, indikator lain yang mencapai kinerja 100 persen adalah cakupan
pengawasan terhadap AMDAL dan penegakkan hukum lingkungan. Capaian
kinerja indikator bidang Lingkungan Hidup di Kabupaten Maluku Tenggara
selama kurun waktu 2018-2023 dapat dilihat pada tabel berikut.

43
Tabel 2.25
Perkembangan Capaian Kinerja Bidang Lingkungan Hidup
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
Baseline 2020
Capaian
No Indikator (Thn Target Realisasi Ket
(%)
2017) (T) (R)
1 Indeks Kualitas Lingkungan Hidup - 85 76,5
2 Indeks kualitas Air - 95 -
3 Indeks kualitas Udara - 100 -
4 Indeks kualitas Tutupan Lahan - 100 -
5 Persentase ohoi sadar lingkungan - 90 -
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

6. Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Administrasi kependudukan merupakan rangkaian kegiatan penataan dan


penertiban dalam penerbitan dokumen dan data kependudukan melalui pendaftaran
penduduk, pencatatan sipil, pengelolaan informasi administrasi kependudukan serta
pendayagunaan yang hasilnya untuk pelayanan publik dan pembangunan sektor
lain. Data administrasi kependudukan akan menjadi rujukan penting bagi kebijakan-
kebijakan di sektor lain bidang politik, sosial dan ekonomi.

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan dalam rangka penanganan


kependudukan di Maluku Tenggara antara lain Pembangunan dan Pengembangan
Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) secara terpadu, implementasi
sistem administrasi kependudukan dimulai dari pembangunan, updating dan
pemeliharaan, serta koordinasi pelaksanaan kebijakan kependudukan,pelayanan KTP
Nasional dan penyelenggaraan pelayanan pencatatan sipil.

Seluruh pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Maluku Tenggara


selama empat tahun ini dilakukan secara gratis. Hal ini dimaksudkan untuk
mendorong masyarakat tertib administrasi kependudukan, sekaligus membantu
masyarakat terutama bagi masyarakat kurang mampu. Capaian kinerja indikator
bidang Kependudukan dan Catatan Sipil di Kabupaten Maluku Tenggara selama
kurun waktu 2018-2023 dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.26
Capaian Kinerja Bidang Kependudukan dan Catatan Sipil
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
Baseline 2020
Capaian
No Indikator (Thn Target Realisasi Ket
(%)
2017) (T) (R)
Persentase penduduk ber KTP per satuan
1 25.63 95.33 86,60 90,84
penduduk
2 Persentase bayi berakte kelahiran 71 74 100 135
3 Persentase pasangan berakte nikah 20 22 45 204
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

7. Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

44
Pemberdayaan masyarakat dikenal sebagai alih daya kepada mereka yang
tidak berdaya agar mampu secara mandiri membuat keputusan atau tindakan yang
terbaik untuk kehidupan ke depan. Dalam terminologi pembangunan, pemberdayaan
diartikan sebagai upaya untuk memampukan, melibatkan dan memberikan
tanggungjawab yang jelas kepada masyarakat dalam pengelolaan pembangunan
bagi kepentingan peningkatan kesejahteraan keluarga dengan memanfaatkan
sumberdaya yang dimiliki. Di tingkat desa, Pemberdayaan masyarakat dilakukan
oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), Pemberdayaan dan
Kesejahteraan Keluarga (PKK), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan Posyandu
aktif. Keadaan kelompok binaan PKK, jumlah LSM Jumlah PKK dan Posyandu Aktif
serta pemeliharaan pasca program pemberdayaan masyarakat dapat dilihat pada
tabel berikut.

Tabel 2.27
Capaian Kinerja Indikator Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
Baseline 2020
Capaian
No Indikator (Thn Target Realisasi Ket
(%)
2017) (T) (R)
1 Jumlah ohoi memiliki kepala ohoi definitif 30 40 68 170
Jumlah ohoi yang mampu menyusun
2 dokumen perencanaan ohoi secara 10 16 45 281
mandiri
Jumlah ohoi yang mampu menyusun
3 APB ohoi dan Laporan Keuangan secara 15 21 190
mandiri
Jumlah ohoi yang mampu menyusun
4 85 89 -
Statistik desa secara mandiri
5 Persentase BUMO efektif - 20 5
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

8. Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Penyelenggaraan program keluarga berencana dan keluarga sejahtera di


Kabupaten Maluku Tenggara menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Hal ini
terlihat dari capaian indikator kinerja bidang keluaraga berencana dan keluarga
sejahtera.

Peningkatan kualitas SDM dan kesejahteraan keluarga dicapai melalui


pelaksanaan berbagai program pembangunan, salah satu diantaranya adalah
program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB). Capaian kinerja indikator
bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Kabupaten Maluku Tenggara
disajikan pada tabel berikut.

45
Tabel 2.28
Capaian Kinerja Bidang Keluarga Berencana
dan Keluarga Sejahtera Kabupaten Maluku Tenggara
Tahun 2020
2020
Baseline Capaian
No Indikator Target Realisasi Ket
(Thn 2017) (%)
(T) (R)
Laju pertumbuhan penduduk
1 1.19 0.28 0.30 107,14
(LPP)
Rata-rata jumlah anak per
2 4 4 4 100
keluarga
3 Cakupan perserta KB aktif 88.48 90.78 - n.a
Cakupan Pasangan Usia Subur
4 yang ingin ber-KB tidak terpenuhi 18 18,1 20,6 113
(Unmet Need dan DO)
Angka pemakaian
5 kontrasepsi/CPR bagi perempuan 79.78 82.08 62,3 75
menikah usia 19-49
Cakupan PUS peserta KB anggota
6 73.53 75.74 n.a n.a
Bina Keluarga Balita (BKB)
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

9. Perhubungan

Seiring meningkatnya jumlah sarana angkutan publik, baik laut, darat maupun
udara serta meningkatnya arus penumpang dan barang maka perlu disediakan
prasarana dan sarana penunjang perhubungan yang memadai agar terciptanya
kenyamanan dan keselamatan penumpang dalam perjalanan. Meningkatnya sarana
dan prasarana transportasi darat bertujuan untuk menciptakan kenyamanan dan
keselamatan penumpang yang menggunakan moda transportasi darat. Beberapa
capaian kinerja indikator kinerja bidang perhubungan sampai dengan tahun 2018
yaitu pembangunan 40 persen prasarana perhubungan darat berupa terminal, halte,
rambu-rambu, marka jalan dan prasarana penunjang lainnya. Jumlah rambu-rambu
terpasang dan terawat sebanyak 22 rambu terutama dijalan protokoler. Jumlah halte
terbangun sebanyak 3 halte, panjang marka jalan 2.000 m, persentase pengaman
jalan/guarddrill terbangun 45 persen, Persentase kendaraan yang diuji kir,
Persentase Uji petik kelayakan kapal penumpang, Persentase angkutan laut/sungai
memiliki ijin operasi masing-masing 100 persen, Jumlah dermaga/ tambatan perahu
terbangun 4 unit dan Jumlah ijin trayek sebanyak 260 izin.

Capaian kinerja indikator bidang perhubungan di Kabupaten Maluku Tenggara


selama kurun waktu 2018-2023 dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.29
Perkembangan Capaian Kinerja Bidang Perhubungan
di Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
2020
Baseline Capaian
No Indikator Target Realisasi Ket
(Thn 2017) (%)
(T) (R)
1 Angka Kecelakaan Angkutan Laut 2 1 -
2 Angka Kecelakaan Lalulintas 15 14 -

46
2020
Baseline Capaian
No Indikator Target Realisasi Ket
(Thn 2017) (%)
(T) (R)
Angkutan
darat
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

10. Komunikasi dan Informatika

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menghadirkan berbagai


pilihan masyarakat dalam mengakses informasi dari berbagai belahan dunia tanpa
batas waktu. Perkembangan tersebut menghadirkan berbagai layanan informasi dan
komunikasi seperti wartel, warnet, dan sistem informasi lainnya.

Di Kabupaten Maluku Tenggara saat ini telah hadir 2jaringan komunikasi


seluler yaitu Telkomcell dan Indosat yang mengkover seluruh wilayah Kabupaten
Maluku Tenggara. selain itu, dari sisi informasi, terdapat 5 jenis surat kabar nasional
dan lokal yaitu Koran Kompas, Koran Ambon Ekspres, Dhara Pos, Fox Populi, dan
Tragedi Maluku.

Masyarakat juga dengan mudah mengakses informasi melalui siaran RRI.


Selain itu, siaran TV yang dapat diakses oleh masyarakat Maluku Tenggara saat ini
sebanyak 16 siaran TV. Perkembangan Komunikasi dan Informatika di Kabupaten
Maluku Tenggara selama kurun waktu 2018-2023 dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.30
Perkembangan Komunikasi dan Informatika
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
2020
Baseline Capaian
No Indikator Target Realisasi Ket
(Thn 2017) (%)
(T) (R)
1 Jumlah ohoi akses telepon seluler 81 110 -
2 Jumlah ohoi akses internet 21 27 -
3 Jumlah PD memiliki website aktif 12 15 10
Persentase informasi publik yang
4 80 100 100
diumumkan
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

11. Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah

Pengembangan koperasi, usaha kecil dan menengah di Kabupaten Maluku


Tenggara diarahkan untuk meningkatkan usaha masyarakat dibidang perkoperasian,
menyehatkan koperasi dan menciptakan koperasi mandiri. Selain itu, memberikan
bantuan modal dan fasilitasi kredit perbankan untuk meningkatkan usaha kecil dan
menengah. Capaian kinerja indikator bidang Koperasi Usaha Kecil dan Menengah di
Kabupaten Maluku Tenggara selama kurun waktu 2018-2023 dapat dilihat pada
tabel berikut.

47
Tabel 2.31
Perkembangan Capaian Kinerja Bidang Koperasi, Usaha Kecil
dan Menengah Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
Baseline 2020
Capaian
No Indikator (Thn Target Realisasi Ket
(%)
2017) (T) (R)
1 Pertumbuhan Usaha Mikro 3.57 3.83 5,47 142,81
2 Persentase koperasi aktif 84.57 84.62 84,62 100
3 Jumlah KSP/USP sehat 4 4 4 100
4 Jumlah koperasi Bekualitas 1 1 1 100
5 Jumlah koperasi Mandiri 1 - 1 100
Angka usaha mikro yang mendapat bantuan
6 51 69 151 118,8
permodalan
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023 dan Dinas Koperasi UKM

12. Penanaman Modal

Perkembangan penanaman modal di Kabupaten Maluku Tenggara dapat


dilihat dari besaran nilai investasi dan rasio daya serap tenaga kerja. Nilai investasi
berkolerasi positif dengan tingkat penyerapan tenaga kerja. Semakin tinggi nilai
investasi semakin besar tingkat penyerapan tenaga kerja yang menggambarkan
kondisi perekonomian daerah dalam keadaan kondusif. Capaian kinerja bidang
penanaman modal Kabupaten Maluku Tenggara dapat disimak pada tabel berikut.

Tabel 2.32
Perkembangan Capaian Kinerja Bidang Penanaman Modal
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
Baseline 2020
Capaia
No Indikator (Thn Target Realisasi Ket
n (%)
2017) (T) (R)
Jumlah Kerjasama
1 - 2 2 100
Investasi
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023 dan Dinas PMPTSP

13. Kepemudaan dan Olahraga

Kegiatan kepemudaan di Kabupaten Maluku Tenggara diselenggaraan dalam


bentuk perlombaan atau pertandingan bola voli, sepak bola, bulu tangkis, tinju dan
kegiatan olahraga lainnya. Selain olahraga, organisasi kepemudaan di Kabupaten
Maluku Tenggara sering menggelar seminar, dan menyelenggarakan forum-forum
diskusi ilmiah yang bertemakan isu-isu sentral seputar pembangunan daerah.
Indikator daerah urusan wajib kepemudaan dan olahraga Kabupaten Maluku
Tenggara dapat dilihat pada tabel berikut.

48
Tabel 2.33
Perkembangan Capaian kinerja Indikator Bidang
Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Maluku Tenggara
Tahun 2020
2020
Baseline Capaian
No Indikator Target Realisasi Ket
(Thn 2017) (%)
(T) (R)
Persentase organisasi pemuda yang
1 100 100 100 100
aktif
Jumlah organisasi kepemudaan
2 - 24 12 50
yang dibina
Jumlah medali yang diperoleh dalam
3 berbagai event olahraga tingkat - 8 19 237,5
provinsi dan nasional
Jumlah Ohoi yang berpartisipasi
4 9 11 48 396,69
dalam event Gala Desa
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023 & Dinas Pemuda dan Olahraga

14. Statistik

Berdasarkan Undang-undang nomor 25 tahun 2004 tentang sistim


perencanaan pembangunan nasional disebutkan bahwa perencanaan pembangunan
daerah harus didasarkan pada data yang akurat dan memadai. Oleh karena itu
ketersediaan data dan informasi statistik yang handal merupakan salah satu kunci
keberhasilan perencanaan. Data dan informasi statistik berkualitas tidak saja
menjadi tujuan pemerintah tetapi juga dibutuhkan oleh kalangan swasta, perguruan
tinggi dan masyarakat untuk pengembangan usaha dan kebutuhan lainnya.

Masyarakat menuntut ketersediaan data dan informasi statistik yang


beragam, rinci, mudah dipahami, dan tepat waktu. Tuntutan kebutuhan data dan
informasi belum sepenuhnya terpenuhi namun secara bertahap terus diupayakan
ketersediaannya. Data statistik yang disediakan oleh daerah selama ini yaitu
Kabupaten Maluku Tenggara Dalam Angka, Kecamatan dalam Angka, PDRB
Kabupaten Maluku Tenggara, PDRB Kecamatan, Indikator Kesejahteraan Masyarakat
(IKM) Kabupaten Maluku Tenggara. Data statistik Kabupaten Maluku Tenggara dapat
dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.34
Ketersediaan Data Statistik Kabupaten Maluku Tenggara
Tahun 2020
2020
Baseline Capaian
No Indikator Target Realisasi Ket
(Thn 2017) (%)
(T) (R)
1 Data dan Informasi Statistik Daerah Ada Ada Ada 100

Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

49
15. Persandian

Dalam rangka meningkatkan pelayanan persandian untuk pengamanan data


dan informasi pemerintah daerah, maka penanganan urusan persandian mencakup
seluruh data dan informasi pada OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Maluku
Tenggara, termasuk data yang boleh publikasi dan data yang hanya dapat diakses
oleh Pemerintah Daerah (data yang dikecualikan).

Tabel 2.35
Perkembangan Capaian kinerja Indikator Bidang Persandian
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
2020
Baseline Capaian
No Indikator Target Realisasi Ket
(Thn 2017) (%)
(T) (R)
Jumlah Perangkat Daerah yang
menerapkan sandi
1 - - -
dalam penyediaan data dan
informasi berbasis elektronik
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

16. Kebudayaan

Kebudayaan Kei perlu dilestarikan untuk tetap hidup dan mekar ditengah-
tengah kemajuan bangsa yang terbuka dalam menerima masuknya budaya asing.
Kebudayaan Kei di Kabupaten Maluku Tenggara terpatri melalui seni nyanyi (ngel-
ngel) dan tari (sosoi). Indikator pembangunan bidang kebudayaan meliputi jumlah
sarana penyelenggaraan seni dan budaya berupa Tiva, Suling, Gong, jumlah Grup
Kesenian dan jumlah Sanggar Seni. Capaian kinerja indikator bidang Kebudayaan di
Kabupaten Maluku Tenggara selama kurun waktu 2018-2023 dapat dilihat pada
tabel berikut.

Tabel 2.36
Capaian Kinerja Bidang Kebudayaan
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
Baseline 2020
Capaian
No Indikator (Thn Target Realisasi Ket
(%)
2017) (T) (R)
1 Jumlah Tarian adat yang dilestarikan - 6 5
Jumlah Situs/Cagar budaya yang
2 - 20 3
dilestarikan
Jumlah Lagu Kei/Ngelngel yang
3 - 15 10
dilestarikan
Jumlah Pelaksanaan Festival Seni
4 1 4 5
Budaya
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

17. Perpustakaan

Perpustakaan merupakan sumber informasi dan sarana strategis dalam


peningkatan sumberdaya manusia. Keberadaan perpustakaan diharapkan dapat
meningkatkan Budaya dan minat baca masyarakat. Untuk meningkatkan kualitas
pelayanan perpustakaan, pemerintah daerah mengikutkan petugas dalam

50
kursus/bintek terkait dengan pustaka untuk meningkatkan kapasitas aparatur dalam
pelayanan. Capaian Kinerja indikator urusan perpustakaan dapat dilihat pada tabel
berikut.

Tabel 2.37
Capaian Kinerja Indikator Urusan Perpustakaan
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
Baseline 2020
Capaian
No Indikator (Thn Target Realisasi Ket
(%)
2017) (T) (R)
Jumlah pengunjung perpustakaan per
1 23.923 25.000 3.341 13,36
tahun
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

18. Kearsipan

Penyelenggaraan urusan kearsipan mempunyai fungsi strategis bagi


perkembangan daerah karena menangani arsip-arsip aktif, arsip inaktif dan
dokumentasi daerah. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan efektifitas
pengelolaan kearsipan diantaranya melalui pemberian bimbingan teknis pada
pengelola kearsipan serta penerapan Sistim Kearsipan Pola Baru (SKPB).

Penanganan arsip seharusnya sudah menjadi kebutuhan yang amat penting


dalam upaya penyelamatan arsip-arsip aktif maupun inaktif. Untuk itu perlu ada
upaya bersama dari para pejabat struktural untuk memulai dan melaksanakan
secara optimal dalam penyelamatan arsip-arsip penting. Pengelolaan arsip di
Kabupaten Maluku Tenggara dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.38
Pengelolaan Kearsipan Kabupaten Maluku Tenggara
Tahun 2020
2020
Baseline Capaian
No Indikator Target Realisasi Ket
(Thn 2017) (%)
(T) (R)
Persentase Perangkat Daerah
1 - 10 10 100
yang mengelola arsip secara baku
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

[Link]. Fokus Layanan Urusan Pilihan

Analisis capaian kinerja layanan urusan pilihan meliputi pariwisata, pertanian,


energi dan sumberdaya mineral, perdagangan, perindustrian, transmigrasi serta
kelautan dan perikanan.

1. Pariwisata

Penataan pembangunan sektor pariwisata di Kabupaten Maluku Tenggara


terus digalakan. Pembangunan infrastruktur jalan ke lokasi wisata merupakan
prioritas pemerintah daerah. Pemerintah daerah bersama swasta membangun
homestay sebagai pilihan tempat hunian wisatawan di beberapa lokasi wisata

51
terutama di Ngurbolat, Ngursarnadan dan pantai Ohoidertawun. Selain itu,
pengembangan Obyek Wisata terus dilaksanakan dimulai dari Revisi Rencana Induk
Pariwisata Daerah (RIPDA) dan Rencana Induk Pengembangan Obyek Wisata
(RIPOW) Kabupaten Maluku Tenggara serta pelatihan penduduk lokal dalam
pembuatan cendera mata (Handycraft) di lokasi-lokasi wisata.

Kegiatan-kegiatan tersebut berdampak pada peningakatn kunjungan


wisatawan baik nusantara maupun mancanegara. Capaian Kinerja indikator bidang
pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.39
Capaian Kinerja indikator Bidang Pariwisata
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
2020
Baseline Capaian
No Indikator Realisasi Ket
(Thn 2017) Target (T) (%)
(R)
1 Jumlah Wisatawan Domestik 127.646 131.000 -
2 Jumlah Wisatawan Asing 25.000 26.000 -
Cakupan Pengembangan Objek
3 - 15 12
Wisata
4 ALOS Wisatawan (hari) 6 6 6 100
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

2. Pertanian

Bahan pangan utama lokal Kabupaten Maluku Tenggara adalah ketela pohon
(enbal). Produktivitas bahan pangan ini dari waktu ke waktu mengalami peningkatan
seiring kebijakan pemerintah daerah dalam meningkatkan konsumsi pangan lokal
dan enbal sebagai bahan makanan pengganti beras bantuan pangan untuk keluarga
miskin (pangkin). Produktivitas bahan pangan lokal dan kontribusi sektor pertanian
terhadap PDRB dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.40
Capaian Kinerja Indikator Bidang Pertanian, Kehutanan dan Perikanan
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
2020
Baseline Capaian
No Indikator Target Realisasi Ket
(Thn 2017) (%)
(T) (R)
Pertumbuhan Produksi Komuditi
1 2.5 2.7 9,05 333
Pertanian Unggulan Daerah
2 Produktivitas Tanaman Pangan - 10 8,8 88
3 Pertumbuhan Populasi Ternak 2 2.1 1,5 71
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

3. Energi dan Sumber Daya Mineral

Sumber daya mineral yang dapat ditambang di Kabupaten Maluku Tenggara


adalah bahan galian golongan C yang meliputi pasir, batu dan tanah putih.
Kontribusinya terhadap pembentukan PDRB relatif sangat kecil yaitu sebesar 12,89

52
atau 0,47 persen pada tahun 2017. Dan meningkat menjadi 13,88 atau 0,46 persen
pada tahun 2018.

Table 2. 41
Capaian Kinerja Indikator Energi dan Sumber Daya Mineral
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
2020
Baseline Capaian
No Indikator Target Realisasi Ket
(Thn 2017) (%)
(T) (R)
Persentase rumah tangga pengguna
1 - 70 -
listrik
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

4. Perdagangan

Kinerja pembangunan bidang perdagangan dapat dilihat dari kontribusi sektor


atau kategori perdagangan terhadap PDRB Kabupaten Maluku Tenggara. semakin
tinggi kontribusi kategori perdagangan menunjukkan semakin membaiknya kondisi
pasar barang dan jasa di suatu daerah. Capaian Kinerja indikator bidang
perdagangan Kabupaten Maluku Tenggara dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.42
Capaian Kinerja Indikator Perdagangan
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
2020
Baseline Capaian
No Indikator Target Realisasi Ket
(Thn 2017) (%)
(T) (R)

1 Jumlah Jenis Komoditi ekspor - 3 -

Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

5. Perindustrian

Kinerja pembangunan bidang Perindustrian dapat dilihat dari seberapa besar


kontribusi sektor/kategori industri terhadap PDRB Kabupaten Maluku Tenggara.
Capaian kinerja indikator bidang Perindustrian dapat disimak pada tabel berikut.

Tabel 2.43
Capaian Kinerja indikator Perindustrian Kabupaten Maluku Tenggara
Tahun 2020
2020
Baseline Capaian
No Indikator Target Realisasi Ket
(Thn 2017) (%)
(T) (R)
Pertumbuhan kelompok pengrajin
1 - 1.7 0.9 52,94
produktif
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

6. Kelautan Perikanan

53
Luas wilayah Kabupaten Maluku Tenggara yang didominasi oleh laut
menjadikan Kabupaten Maluku Tenggara sebagai daerah yang kaya akan potensi
sumber daya laut, baik sumberdaya perikanan tangkap, perikanan budidaya maupun
sumber daya lainnya. Lebih dari 50 persen penduduk Kabupaten Maluku Tenggara
menyandarkan hidupnya pada hasil perikanan. Hal inilah yang mendorong
pemerintah daerah untuk menempatkan sektor perikanan sebagai sektor andalan
daerah dengan komiditi ungulannya adalah rumput laut.

Produksi perikanan tangkap Kabupaten Maluku Tenggara menunjukkan tren


yang terus meningkat dari tahun ke tahun seiring meningkatnya cakupan kelompok
budi daya yang dibina. Meskipun demikian dari sisi kontribusi, secara agregat sub
kategori perikanan memberikan andil yang cukup signifikan dengan nilai kontribusi
tahun 2017 sebesar 21,23 persen, ini mengalami penurunan bila dibanding tahun
2016 sebesar 21,56 persen namun secara keseluruhan memberikan dampak
signifikan pada PDRB Kabupaten Maluku Tenggara.

Tabel 2.45
Capaian Indikator Kinerja Bidang Perikanan dan Kelautan
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
Baseline 2020
Capaian
No Indikator (Thn Target Realisasi Ket
(%)
2017) (T) (R)
1 Pertumbuhan Produksi Ikan 0.5 0.4 0,6 150
2 Pertumbuhan Produksi Rumput Laut 5 5 23,71 474
Pertumbuhan Produksi Ikan Hasil
3 0.5 0.5 0,3 60
Budidaya
4 Jumlah TPI Layak Pakai 1 1 2 200
5 Jumlah Ohoi Sadar Perikanan Lestari 5 3 3 100
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

[Link]. Fokus Layanan Penunjang Urusan

1. Perencanaan Pembangunan

Ketersediaan Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah baik dokumen


perencanaan jangka panjang, perencanaan jangka menengah maupun perencanaan
jangka pendek merupakan pedoman bagi pemerintah daerah dan semua pemangku
kepentingan di daerah dalam penyelenggaraan pembangunan di daerah. Capaian
kinerja perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Maluku Tenggara dapat
dilihat pada tabel berikut.

54
Tabel 2.46
Perkembangan Capaian Indikator Kinerja Perencanaan Pembangunan
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
2020
Baseline Capaian
No Indikator Realisasi Ket
(Thn 2017) Target (T) (%)
(R)
Persentase Usulan Masyarakat Yang
1 Diakomodir Dalam dokumen 100 100 25 25
Perencanaan
Persentase Penjabaran Program
2 100 100 100 100
RPJMD kedalam RKPD
Persentase dokumen
3 perencanaan yang ditetapkan tepat 100 100 100 100
waktu
Persentase kesesuaian program dan
4 kegiatan antara RKPD, KUA PPA, 100 100 100 100
RAPBD dan Perda APBD
Persentase ketersediaan data dan
5 Informasi Perencanaan 100 100 75 75
Pembangunan
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

2. Keuangan

Keuangan daerah adalah semua hak dan kewajiban daerah dalam rangka
penyelenggaran pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang, termasukdi
dalamnya segala bentuk kekayaan yang berhubungan dengan hak dan kewajiban
daerah tersebut. Ruang lingkup keuangan daerah meliputi hak daerah untuk
memungut pajak dan retribusi daerah serta melalukan pinjaman daerah,
penyelengaraan urusan pemerintahan daerah dan membayar tagihan pihak ketiga,
hal-hal yang berkaitan dengan penerimaan dan pengeluaraan daerah, kekayaan
daerah dan kekayaan pihak lain yang dikuasi oleh pemerintah daerah dalam rangka
penyelengaraan pemerintahan daerah/dan kepentingan umum.

Tabel 2.47
Perkembangan Capaian Indikator Kinerja Keuangan
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
2020
Baseline Capaian
No Indikator Target Realisasi Ket
(Thn 2017) (%)
(T) (R)
Opini BPK Terhadap Laporan
1 WTP WTP WTP 100
Keuangan
Pertumbuhan Pendapatan Asli
2 4.5 ‘> 5 6 100
Daerah
3 Pertumbuhan Pajak Daerah 5 ‘> 7.5 5 60
4 Pertumbuhan Retribusi Daerah 2.0 2.5 7 280
5 Pertumbuhan Nilai Aset Daerah 2.0 ‘> 5.0 n.a n.a
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

3. Kepegawaian serta Pendidikan dan Pelatihan

55
Urusan penunjang kepegawaian pendidikan dan pelatihan dilaksanakan di
daerah untuk menjamin kelancaran pelaksanaan manajemen pegawai negeri sipil.
Urusan ini juga dilaksanakan untuk menjamin efesiensi dan efektivitas pelayanan
kepegawaian, pengembangan karier, dan peningkatan kompotensi. Capaian kinerja
Kepegawaian serta Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Maluku Tenggara dapat
dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.48
Perkembangan Capaian Indikator Kinerja Kepegawaian serta Pendidikan
dan Pelatihan Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
2020
Baseline Capaian
No Indikator Target Realisasi Ket
(Thn 2017) (%)
(T) (R)
1 Angka Pemenuhan Kebutuhan ASN - 71.0 85 119
Persentase Pejabat ASN yang
2 Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan 20 20 25 125
Struktural
Cakupan ASN yang Mengikuti
3 20 20 31 155
Pendidikan Dan Pelatihan Formal
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

4. Penelitian dan Pengembangan

Penelitian dan pengembangan merupakan salah satu urusan penunjang guna


memberikan rekomendasi akademik kepada pemerintah daerah dalam melakukan
kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah. Prioritas Penelitian dan
pengembangan di Kabupaten Maluku Tenggara fokus pada kajian-kajian terkait
potensi sumber daya alam dan inovasi-inovasi daerah yang bertujuan menunjang
percepatan pembangunan di bidang ekonomi, sumber daya alam dan pembangunan
manusia. Capaian kinerja Penelitian dan Pengembangan Pelatihan Kabupaten Maluku
Tenggara dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.49
Perkembangan Capaian Indikator Kinerja 2020
2020
Baseline Capaian
No Indikator Target Realisasi Ket
(Thn 2017) (%)
(T) (R)
Persentase Pemanfaatan Hasil
1 100 100 n.a
Kelitbangan
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

5. Pengawasan

Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah adalah usaha, tindakan,


dan kegiatan yang ditujukan untuk menjamin penyelenggaraan Pemerintahan
Daerah berjalan secara efisien dan efektif sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan. Fungis pengawasan di daerah dilaksanakan oleh Aparat
Pengawas Internal Pemerintah (APIP). Capaian kinerja Pengawasan Kabupaten
Maluku Tenggara dapat dilihat pada tabel berikut.

56
Tabel 2.50
Perkembangan Capaian Indikator Kinerja Pengawasan
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
2020
Baseline Capaian
No Indikator Target Realisasi Ket
(Thn 2017) (%)
(T) (R)
1 Tingkat Maturasi SPIP 4 4 2 50
2 Tingkat Kapabilitas APIP 2 2 2 100
Persentase Tindak Lanjut Hasil
3 80 80 76,86 95
Temuan
4 Persentase Pelanggaran Pegawai 2.5 2.0 - n.a
5 Jumlah Temuan BPK 0 0 - n.a
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

6. Sekretaris Dewan

Sekretariat DPRD adalah Lembaga Pemerintah yang bertugas mendukung


kinerja DPRD dalam melaksanakan fungsi legislasi, budgeting dan pengawasan,
serta menjembatani sinergitas kemitraan antara Pemerintah daerah dan DPRD
dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Sekretariat DPRD dipimpin oleh
sekretaris DPRD dan bertanggungjawab kepada Bupati. Capaian kinerj Sekretaris
Dewan Kabupaten Maluku Tenggara dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.51
Perkembangan Capaian Indikator Kinerja Sekretaris Dewan
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
Baseline 2020
Capaian
No Indikator (Thn Target Realisasi Ket
(%)
2017) (T) (R)
Persentase Ranperda yang ditetapkan
1 40 60 80 133
menjadi PERDA
Buku Rencana Kerja Tahunan Alat
2 Ada Ada Ada Ada
Kelengkapan Dewan
Buku Pokir DPRD sebagai Suplemen
3 Ada Ada Ada Ada
Penyusunan RKPD
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

7. Pemerintahan Umum

Pemerintahan umum adalah fungsi pemerintahan yang merupakan


implementasi dari kewenangan Presiden yang dilimpahkan kepada Pemerintah
Daerah. Urusan Pemerintahan Umum diselenggarakan dengan tujuan yang berkaitan
dengan pemeliharaan ideology pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, menjamin
keserasian hubungan yang berdasarkan Suku, Agama, Ras dan antar golongan,
termasuk juga kelancaran penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam
mendukung pilar kehidupan berbangsa dan bernegara serta menfasilitasi kehidupan
yang [Link] kinerja Pemerintahan Umum Kabupaten Maluku Tenggara
dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.52
Perkembangan Capaian Indikator Kinerja Lain -Lain

57
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
Baseline 2020 Capaian
No Indikator Ket
(Thn 2017) Target (T) Realisasi (R) (%)
1 Nilai SAKIP 55.82/CC 61/B B 100
2 Nilai Penilaian Mandiri 49.8 52 n.a
Pelaksanaan Reformasi
Birokrasi (PMPRB)
3 Rata-rata Nilai SKM 73.84/ 76/Baik 78,42/Baik 102
(Survey Kepuasan Kurang Baik
Masyarakat) pada
Perangkat Daerah yang
melaksanakan Pelayanan
publik
4 Nilai LPPD 2.73/ 2.85/Tinggi 2,83/Tinggi 99,29
Tinggi
5
Nilai IDM 137
 Desa Mandiri 1 1 1 100
 Desa Maju 3 4 5 125
 Desa Berkembang 26 30 56 186
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

2.1.4. Aspek Daya Saing Daerah

Analisis tentang aspek daya saing daerah difokuskan pada kemampuan


ekonomi daerah, fasilitas wilayah/infrastruktur, iklim berinvestasi dan sumber daya
manusia.

[Link]. Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah

1. Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Umum,


Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian

Analisis tentang kemampuan ekonomi daerah difokuskan pada pengeluaran


konsumsi rumah tangga per kapita, pengeluaran konsumsi non pangan per kapita,
produktivitas total daerah, Jumlah jenis pajak daerah dan Jumlah jenis retribusi
daerah.

Pengeluaran rumah tangga merupakan salah satu dibanding yang dapat


memberikan gambaran tentang keadaan kesejahteraan penduduk. Semakin tinggi
pendapatan maka porsi pengeluaran akan bergeser dari pengeluaran untuk
makanan ke pengeluaran bukan makanan. Pergeseran pola pengeluaran terjadi
karena elastisitas permintaan terhadap makanan pada umumnya rendah, sebaliknya
elastisitas permintaan terhadap barang bukan makanan umumnya tinggi.

Pengeluaran untuk makanan di Kabupaten Maluku Tenggara mencakup


seluruh jenis makanan termasuk makanan jadi, minuman, tembakau dan sirih.
Sedangkan pengeluaran konsumsi untuk bukan makanan mencakup perumahan,
sandang, biaya kesehatan, sekolah dan lain sebagainya.

Pola pengeluaran penduduk Kabupaten Maluku Tenggara masih didominasi


jenis pengeluaran untuk makanan dibanding konsumsi non makanan. Keadaan ini
ditunjukkan melalui porsi pengeluaran konsumsi pangan perkapita pada tahun 2018
58
sebesar Rp. 50,95 persen dari total pengeluaran konsumsi rumah tangga perkapita
sebesar Rp 774.125. Artinya, pendapatan penduduk Kabupaten Maluku Tenggara
masih terkonsentrasi untuk memenuhi kebutuhan akan makanan sehingga
kebutuhan untuk sandang, papan dan lain-lain masih sangat rendah.

Tabel 2.53
Capaian Indikator Pengeluaran Masyarakat dan
Potensi Pendapatan Daerah Tahun 2020
Baseline 2020
Capaian
No Indikator (Thn Target Realisasi Ket
(%)
2017) (T) (R)
Pengeluaran konsumsi pangan per kapita
1 7.302 7.655 4.556 59,51
(000)
Pengeluaran konsumsi non pangan per
2 7.302 7.655 4.732 61,81
kapita (000)
3 Jumlah Jenis Retribusi Daerah 9.6 7 13 185
4 Jumlah Jenis Pajak Daerah 6 7 8 114
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

2. Pertanian

Bahan pangan utama lokal Kabupaten Maluku Tenggara adalah ketela pohon
(enbal). Produktivitas bahan pangan ini dari waktu ke waktu mengalami peningkatan
seiring kebijakan pemerintah daerah dalam meningkatkan konsumsi pangan lokal
dan enbal sebagai bahan makanan pengganti beras bantuan pangan untuk keluarga
miskin (pangkin). Produktivitas bahan pangan lokal dan kontribusi sektor pertanian
terhadap PDRB dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2.54
Capaian Kinerja Indikator Pertanian
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
Baseline 2020 Capaian
No Indikator Ket
(Thn 2017) Target (T) Realisasi (R) (%)
1 NTP 95.69 99.30 9,30
2 NTUP 104.73 110.22 -
Pertumbuhan Produksi Pertanian
3 1.47 1.95 -
Yang Lahannya Teririgasi
Kontribusi Produksi Kelompok Petani
4 0.16 0.16 -
Terhadap PDRB
Kontribusi Sektor
5 Pertanian/Perkebunan 8.47 8.61 -
Terhadap PDRB
Pertumbuhan PDRB
6 5.66 5.75 -
Sektor Pertanian
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

3. Perikanan

Urusan perikanan merupakan urusan pilihan yang dilaksanakan sesuai


karakteristik dan potensi yang ada di Daerah. Penyelenggaraan urusan perikanan di
Daerah terbagi atas dua sub urusan yakni Perikanan tangkap dan Perikanan
budidaya. Perikanan tangkap di daerah dilaksanakan dengan fokus pemeberdayaan

59
nelayan kecil dan pengelolaan TPI. Perikanan budidaya dilaksanakn dengan fokus
penerbitan IUP di bidang pembudidayaan, pemberdayaan usaha kecil budidaya ikan
dan pengelolaan pembudidayaan ikan. Di Kabupaten Maluku Tenggara urusan
perikanan menjadi salah satu sektor unggulan penggerak ekonomi. Kondisi dan
karakteristik sebagai daerah kepulauan menjadikan Maluku Tenggara kaya akan
potensi perikanan, baik tangkap maupun budidaya. Indikator kinerja
penyelenggaraan urusan perikanan di Kabupaten Maluku Tenggara meliputi :

Tabel 2.55
Capaian Kinerja Indikator Kemampuan Ekonomi Daerah Untuk Perikanan
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
Baseline 2020
Capaian
No Indikator (Thn Target Realisasi Ket
(%)
2017) (T) (R)
1 NTN 96.53 ‘> 100 -
2 NTUN 104.17 108.35 -
3 Pertumbuhan PDRB Sektor Perikanan 4.22 4.44 -
Kontribusi Sektor Perikanan terhadap
4 21.23 21.59 -
PDRB
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

4. Pariwisata

Kabupaten Maluku Tenggara termasuk daerah dengan potensi destinasi


wisata sebanyak ± 75 objek dan destinasi memiliki keindahan dan keunikan yang
layak dikembangkan. Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara sudah menetapkan
sector pariwisata sebagai sector unggulan daerah bersama dengan sector perikanan.
Upaya pengembangan terus dilakukan meliputi: pengembangan infrastruktur,
penyiapan SDM dan penyelenggaraan promosi guna memperkenalkan potensi wisata
di masyarakat luar. Semua upaya tersebut dilakukan dengan tujuan adalah untuk
menarik minat kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Indikator
penyelenggaraan urusan pariwisata adalah:

Tabel 2.56
Capaian Kinerja Indikator Kemampuan Ekonomi Daerah Untuk Pariwisata
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
Baseline 2020
Capaian
No Indikator (Thn Target Realisasi Ket
(%)
2017) (T) (R)
1 Kontribusi Sektor Pariwisata terhadap PDRB 6.33 6.38 5,53
2 Pertumbuhan Pendapatan Sektor Pariwisata 1.52 1.71 -
3 Kontribusi Sektor Pariwisata Terhadap PAD 19 23 -
4 Pertumbuhan Kunjungan Wisatawan 30.88 31.82 -
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

5. Perdagangan

Urusan perdagangan dilaksanakan dalam rangka mendukung kinerja


perekonomian di daerah. Urusan perdagangan diselenggarakan dengan focus pada

60
penanganan sub urusan meliputi perizinan dan pendaftaran perusahan, sarana
distribusi perdagangan, stabilitasi kebutuhan barang dan barang penting,
pengembangan ekspor, serta standarisasi dan perlindungan konsumen. Indikator
kinerja urusan perdagangan du Kabupaten Maluku Tenggara meliputi:

Tabel 2.57
Capaian Kinerja Indikator bidang Perdagangan
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
Baseline 2020
Capaia
No Indikator (Thn Target Realisasi Ket
n (%)
2017) (T) (R)
1 Pertumbuhan Nilai Ekspor Daerah - 2 -
Pertumbuhan PDRB Kategori Lapangan
2 8 8.2 -
Usaha Perdagangan
Kontribusi Kategori Lapangan Usaha
3 Perdagangan Terhadap 12.40 12.65 -
PDRB
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

6. Perindustrian

Urusan perindustruian diselenggarakan di daerah dalam rangka ikut


mendorong kinerja ekonomi daerah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Urusan perindustrian diselenggarakan dengan sub urusan meliputi perencanaan
pembanguan industri, perizinan industri, dan sistem informasi industri. Indikator
kinerja urusan perindustrian di Kabupaten Maluku Tenggara meliputi:

Tabel 2.58
Capaian Kinerja Indikator Kemampuan Ekonomi Daerah Untuk
Perdagangan Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020
Baseline 2020
Capaian
No Indikator (Thn Target Realisasi Ket
(%)
2017) (T) (R)
Perumbuhan PDRB Kategori Lapangan
1 6.38 6.48 -
Usaha Industri Pengolahan
Kontribusi Kategori Lapangan Usaha
2 1.38 1.38 -
Industri Pengolahan Terhadap PDRB
Pertumbuhan Industri Kerajinan
3 2 2 -
Masyarakat
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

7. Fasilitas Wilayah/Infrastruktur

1) Perhubungan

Urusan perhubungan dilaksanakan di daerah sebagai bagian dari


penyelengaraan urusan wajib bukan pelayanan dasar. Urusan perhubungan
sangat berkaitan erat dengan pelaksanaan fungsi pelayanan dasar maupun
perekonomian. Urusan perhubungan di Kabupaten Maluku Tenggara
dilaksanakan guna menjawab permasalahan konektivitas di wilayah kepulauan.
Urusan ini dilaksanakan di kabupaten Maluku tenggara dengan fokus
transportasi perairan, moda transportasi, keamanan dan keselamatan berlalu

61
lintas. Indikator kinerja urusan perhubungan di Kabupaten Maluku Tenggara
meliputi:

Tabel 2.59
Capaian Indikator Bidang Perhubungan Tahun 2020

2020
Baseline Capaian
No Indikator Target Realisasi Ket
(Thn 2017) (%)
(T) (R)
1
Jumlah Orang/Barang Melalui - 1.300 -
ermaga/Bandara/ Terminal Per
Tahun
2 Persentase Kendaraan Angkutan - 85 -
Umum Layak Jalan
3 Persentase Kendaraan Laut - 85 -
Layak Operasi
4 Cakupan Ketersediaan Fasilitas - 85 -
Kebandaraan
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023 dan Dinas Perhubungan

2) Penataan Ruang

Urusan penataan ruang dilaksanakan untuk mengatur pemanfaatan ruang sesuai


peruntukannya. Kabupaten Maluku tenggara yang terdiri dari pulau-pulau kecil
mempunyai resistensi terhadap penataan ruang yang sangat beresiko terhadap
menurunya kualitas, daya dukung dan daya tampung lingkungan. Selain itu
urusan penataan ruang juga di laksanakan untk mengeliminasi kawasan kumuh
dan menata kawasan perkotaan. Indikator kinerja urusan Penataan Ruang di
Kabupaten Maluku Tenggara meliputi :

Tabel 2.60
Capaian Indikator Kemampuan Ekonomi Daerah
Untuk Penataan Ruang Tahun 2020
Baseline 2020
Capaian
No Indikator (Thn Realisasi Ket
Target (T) (%)
2017) (R)
1 Ketaatan terhadap RTRW - 60 49
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

8. Fokus Iklim Berinvestasi

1) Penanaman Modal dan PTSP

Urusan ini dilaksanakan guna mendorong peningkatan kinerja ekonomi daerah.


Penyelenggaraan urusan penanaman modal bertujuan menciptakan iklim
usaha/investasi yang kondusif guna menarik investor. Selain itu penyelenggaran
urusan ini juga memungkinkan lahirnya kebijakan yang mampu mengakomodir
kebutuhan lapangan kerja dalam rangka menurunkan tingkat pengganguran.

Funsi layanan perizinan dilaksanakan dengan tujuan memberikan pelayanan


yang cepat, tepat, efektif, transparan dan terjangkau bagi masyarakat.
Pelayanan perizinan juga dilaksanakan untuk memadukan semua layanan
62
pemerintah pada satu pintu. Indikator kinerja urusan Penanaman Modal dan
PTSP di Kabupaten Maluku Tenggara meliputi :

Tabel 2.61
Capaian Indikator Iklim Berinvestasi Untuk Penanaman
Modal dan PTSP Tahun 2020
2020
Baseline Capaian
No Indikator Realisasi Ket
(Thn 2017) Target (T) (%)
(R)
Rasio Daya Serap Tenaga
1 - 10 -
Kerja
Pertumbuhan Usaha Kecil
2 3.57 4.76 -
Dan Menengah
3 Pertumbuhan Nilai Investasi 12.83 12.92 -
Penerbitan Perijinan Tepat
4 90 90 -
Waktu
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

2) Ketentraman dan Ketertiban Umum

Keamanan, ketertiban dan penanggulangan kriminalitas adalah faktor penting


dalam upaya menciptakan iklim investasi daerah yang kondusif. Angka
kriminalitas yang tertangani adalah penanganan kriminal oleh aparat penegak
hukum (polisi/kejaksaan). Angka kriminalitas yang ditangani merupakan jumlah
tindak kriminal yang ditangani selama 1 tahun terhadap 10.000 penduduk.
Selain angka kriminalitas yang tertangani, ada juga beberapa aspek yang perlu
diperhatikan untuk menjaga iklim investasi yang kondusif yaitu jumlah demo,
lama proses perijinan, serta macam pajak dan retribusi daerah. Capaian kinerja
indikator iklim berinvestasi di Kabupaten Maluku Tenggara disajikan pada tabel
berikut.

Tabel 2.62
Capaian Indikator Iklim Berinvestasi Untuk Ketentraman
dan Ketertiban Umum Tahun 2020
Baseline 2020
Capaian
No Indikator (Thn Target Realisasi Ket
(%)
2017) (T) (R)
1 Angka kasus Kriminal 220 200 -
2 Angka konflik sosial 17 15 -
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

3) Ketenagakerjaan

Urusan ketenagakerjaan merupakan urusan wajib bukan pelayanan dasar


dilaksanakan dengan tujuan menjembatani tenaga kerja dalam hubungan
ketersediaan lapangan kerja, penyelesaian permasalahan tenaga kerja serta
jaminan sosial tenaga ketenagakerjaan dan hal-hal yang berkaitan dengan
peningkatan ketrampilan tenaga kerja. Indikator kinerja urusan Ketenagakerjaan
di Kabupaten Maluku Tenggara meliputi :

Tabel 2.63

63
Capaian Indikator Iklim Berinvestasi Untuk Ketenagakerjaan
Tahun 2020
Baseline 2020
Capaian
No Indikator (Thn Target Realisasi Ket
(%)
2017) (T) (R)
1 Tingkat Pengangguran Terbuka 4.50 4.18 -
2 Rasio Ketergantungan 78.76 76.63 -
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

9. Fokus Sumber Daya Manusia

Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan kunci


keberhasilan pembangunan nasional dan daerah. Hal ini dapat disadari oleh karena
manusia sebagai subyek dan obyek dalam pembangunan. Mengingat hal tersebut,
maka pembangunan SDM diarahkan agar benar-benar mampu dan memiliki etos
kerja yang produktif, terampil, kreatif, disiplin dan profesional. Disamping itu juga
mampu memanfaatkan, mengembangkan dan menguasai ilmu dan teknologi yang
inovatif dalam rangka memacu pelaksanaan pembangunan nasional.

Kualitas sumberdaya manusia juga memiliki peranan penting dalam


meningkatkan daya saing daerah dan perkembangan investasi di daerah. Indikator
kualitas sumberdaya manusia dalam rangka peningkatan daya saing daerah dapat
dilihat dari kualitas tenaga kerja dan tingkat ketergantungan penduduk untuk
melihat sejauhmana beban ketergantungan penduduk.

Kualitas tenaga kerja di suatu wilayah sangat ditentukan oleh tingkat


pendidikan. Artinya semakin tinggi tingkat pendidikan yang ditamatkan penduduk
suatu wilayah maka semakin baik kualitas tenaga kerjanya. Kualitas tenaga kerja
pada suatu daerah dapat dilihat dari tingkat pendidikan penduduk yang telah
menyelesaiakan S1, S2 dan S3. Rasio lulusan S1/S2/S3 adalah jumlah lulusan
S1/S2/S3 per 10.000 penduduk.

Rasio penduduk lulusan S1/S2/S3 di Kabupaten Maluku Tenggara terbilang


masih tergolong rendah. Rasio lulusan S1/S2/S3 Kabupaten Maluku Tenggara tahun
2014 sebesar 8,62 persen pada tahun 2014 menunjukkan bahwa setiap 10.000
penduduk terdapat 9 orang lulusan sarjana (S1/S2/S3). Keadaan ini menunjukkan
bahwa daya saing penduduk Kabupaten Maluku Tenggara di pasar tenaga kerja
masih tergolong lemah.

Indikator lain yang penting untuk diketahui yaitu rasio ketergantungan yang
digunakan untuk mengukur besarnya beban yang harus ditanggung oleh setiap
penduduk berusia produktif terhadap penduduk yang tidak produktif.

Penduduk muda berusia dibawah 15 tahun umumnya dianggap sebagai penduduk


yang belum produktif karena secara ekonomis masih tergantung pada orang tua
atau orang lain yang menanggungnya. Selain itu, penduduk berusia diatas 65 tahun
juga dianggap tidak produktif lagi sesudah melewati masa pensiun. Penduduk usia
15-64 tahun, adalah penduduk usia kerja yang dianggap sudah produktif. Atas dasar

64
konsep ini dapat digambarkan berapa besar jumlah penduduk yang tergantung pada
penduduk usia kerja. Meskipun tidak terlalu akurat, rasio ketergantungan semacam
ini memberikan gambaran ekonomis penduduk dari sisi demografi.
Rasio ketergantungan merupakan salah satu indikator demografi yang
penting. Semakin tinggi angka indeks ketergantungan menunjukkan semakin
tingginya beban yang harus ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai
hidup penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi. Capaian kinerja
indikator sumber daya manusia di Kabupaten Maluku Tenggara disajikan pada tabel
berikut.

Tabel 2.64
Capaian Indikator Sumber Daya Manusia Tahun 2020
2020
Baseline Capaian
No Indikator Target Realisasi Ket
(Thn 2017) (%)
(T) (R)
1 IPM 64.94 65.65 -
Rasio lulusan
2 - 30 -
D3/S1/S2/S3
Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

2.2. Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan RKPD sampai dengan


Tahun Berjalan dan Realisasi RPJMD.

2.2.1. Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan RKPD

Pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan di Kabupaten Maluku


Tenggara dalam rangka mengatasi permasalahan pembangunan daerah perlu
dievaluasi. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa besar efektifitas
pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan daerah dalam rangka mencapai
tujuan pembangunan daerah. Evaluasi dilakukan terhadap pelaksanaan program dan
kegiatan RKPD Kabupaten Maluku Tenggara tahun 2020 yang merupakan tahun awal
pelaksanaan RPJMD Kabupaten Maluku Tenggara 2018-2023.

65
Tabel
Evaluasi Program RKPD Sampai dengan Tahun 2020

Program/ Tingkat Capaian


Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
WAJIB YANG BERKAITAN DENGAN PELAYANAN DASAR
PENDIDIKAN
Program Persentase
Pendidikan PAUD Aktif 100 958 - 575.04 100 225.10 - - 0 575.04 60.02
Anak Usia Dini
Program Persentase
Pendidikan anak balita
Kesehatan terdidik 2.2 230 - 34,701.23 100 50.00 - - 0 34,701.23 15,087
Anak Balita
Program Wajib APK SD
100 109 100 - - 0 34,701.23 12,805
Belajar /Sederajat
Pendidikan APM SD/
Dasar 99.6 - - - -
Sederajat 113
Sembilan 271 34,701.23 11,347.52
APK SMP/
Tahun 96 - - - -
Sederajat 123
APM SMP
84 - - - -
/Sederajat 87
Program Rata-Rata
Peningkatan Nilai
Mutu Pendidik Kelulusan
dan Tenaga SD/SMP 63.56 4.679 53.7 1,062.22 100 1,205.16 - - 0 1,062.22 22,702
Kependidikan

Program Persentase
Manajemen SD dan SMP
Pelayanan Menerapkan 100 6.868 190 1,362.83 100 1,655.71 - 2.00 0.12079 1,360.83 19,814
Pendidikan MBS

66
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
Program Angka
Pendidikan Kelulusan
100 - 100 - 35.38 2,674
Non Formal siswa Kejar
dan Informal paket 1.323 35.38 319.04 - 0.12079
Lembaga
Kursus Aktif 30 - - -

Program Jumlah
Pengembanga pengunjung
n Budaya perpustakaan
Gemar
Membaca dan 30 172 - - 100 416.90 - 1,953.16 468.497 (1,953.16) (1,136)
Pembinaan
Perpustakaan

KESEHATAN
Program Obat Penggunaan
dan Obat
Perbekalan Rasional 100 18.008 - 3,004.30 100 229.66 - 25.00 10.8855 2,979.30 16,544
Kesehatan (POR)
Program Angka
Upaya penderita
Kesehatan penyakit 100 35.033 - 25,260.87 100 7,400.74 - 4,554.97 61.5476 20,705.89 59,104
Masyarakat
Program Angka Kasus
Pengawasan Keracunan
Obat dan Obat dan
1 327 - 56.30 100 125.00 - - 0 56.30 17
Makanan Makanan
Indutri
Rumahan
Program Cakupan
Promosi Ohoi Siaga 85 163 - 39.70 100 50.00 - 1.05 2.1 38.65 24
Kesehatan Kategori

67
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
dan Purnama dan
Pemberdayaa Mandiri
n Masyarakat
Program Angka Kasus
Pencegahan penyakit
dan menular dan
Penanggulang tidak menular
an Penyakit 9.9 1.703 - 160.81 100 420.00 - 34.11 8.12143 126.70 7,440
Menular dan
Penyakit Tidak
Menular
Program Jumlah
Standarisasi Puskesmas
Pelayanan Terakreditasi 10 858 5 733.66 100 205.00 - - 0 733.66 86
Kesehatan

Program Cakupan
pelayanan pelayanan
kesehatan kesehatan
100 9.002 - 2,287.07 100 2,365.80 - 1,582.94 66.9093 704.12 7,822
penduduk dasar bagi
miskin masyarakat
miskin
Program Persentase
pengadaan, Gedung
peningkatan Puskesmas
60.053 - 9,982.83 100 100.00 - 2,990.18 2990.18 6,992.65 11,644
dan perbaikan dan Pustu
sarana dan dalam
prasarana Kondisi Baik 62

68
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
puskesmas/ Persentase
puskemas pemenuhan
pembantu dan Peralatan
jaringannya Medis
Puskesmas - - 100 - - - #DIV/0! - #DIV/0!
dan Pustu
sesuai
kebutuhan
58
Program Persentase
peningkatan Kematian Ibu
keselamatan Melahirkan - 334.44 100 372.00 - - 0 334.44 23,241
ibu melahirkan 2
dan anak Persentase 1.439
Kematian - - 100 - - - #DIV/0! - #DIV/0!
Bayi 7
Persentase
Kematian - - 100 - - - #DIV/0! - #DIV/0!
Balita 10
Program Persentase
Perbaikan Gizi Balita Gizi 0 821 0.08 - 100 125.00 - - 0 - -
Masyarakat Buruk
Program Persentase
pengadaan, ketersediaan
peningkatan ruangan
sarana dan pelayanan
prasarana pasien dan
rumah sakit/ peralatan 105.96
70 - 18,486.52 100 105.00 - 233.92 222.783 18,252.59 17,226
rumah sakit medis sesuai 2
jiwa/ rumah kebutuhan
sakit paru-
paru/ rumah
sakit mata
Program Jumlah Desa 100 2.406 - - - - - - #DIV/0! - -

69
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
Pengembanga ODF
n Lingkungan Persentase
Sehat Desa
Melaksanaka
n Sanitasi 100 - - - - - - #DIV/0! - #DIV/0!
Total
Berbasis
masyarakat
Program Persentase
pemeliharaan sarana dan
sarana dan prasarana
prasarana RSUD dalam
rumah sakit/ kondisi baik
rumah sakit 100 414 - 107.85 - 105.00 - - 0 107.85 26
jiwa/ rumah
sakit paru-
paru/ rumah
sakit mata

Program Cakupan
kemitraan pasien
peningkatan rujukan yang 80 93.935 - 16,961.86 100 17,850.00 - 400.00 2.2409 16,561.86 17,631
pelayanan tertangani
kesehatan
Program Standar
Peningkatan Akreditasi
Pelayanan RSU B 82 - 2,597.32 - 2,000.00 - 559.02 27.951 2,038.30 2,486
Rumah Sakit

Program Obat Persentase


dan Pemenuhan
Perbekalan Obat sesuai 100 8.296 - 20.00 100 21.00 - 551.00 2623.82 (531.01) (6,401)
Kesehatan Kebutuhan

70
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
Rumah Sakit
Umum Daerah
Program Akreditasi
Standarisasi RSUD
Pelayanan B 2.406 - 540.19 100 389.00 - - 0 540.19 22,452
Kesehatan

PEKERJAAN
UMUM DAN
PENATAAN
RUANG

Program Panjang
pembangunan jalan/jembata
jalan dan n terbangun 432 262.05 - 15,256.28 - 186,682.00 - 516.90 0.27689 14,739.38 5,625
jembatan
Program Panjang
Peningkatan Jalan 417.97
164,41 - 54,417.35 - 500,620.00 - 2,590.88 0.51753 51,826.47 12,399
Jalan Terhotmix/ 3
Teraspal
Program Panjang jalan
rehabilitasi/pe dan jembatan
meliharaan dalam kondisi 272 28.616 - 5,611.23 - 640.00 - 74.63 11.6602 5,536.60 19,348
jalan dan baik
jembatan
Program Jumlah Titik
pembangunan Genangan Air
Saluran
drainase/goron 1 1.432 - - - 2,820.23 - - 0 - -
g-gorong

71
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
Program Luas areal
Pengembanga pertanian
n dan teririgasi
Pengelolaan
Jaringan 250 129,2 - 13,908.05 - 2,093.88 - 47.79 2.28212 13,860.27 #VALUE!
Irigasi, Rawa
dan Jaringan
Pengairan
lainnya
Program Persentase
Pengembanga rumah tangga
n Kinerja terlayani air 82,53 8.31 - - 100 300.00 - - 0 - -
Pengelolaan bersih
Air Bersih
Program Persentase
pembangunan rumah tangga
Sanitasi Bersanitasi 73,88 25.659 - - 100 536.22 - - 0 - -

Program Persentase
Pengembanga Ohoi Teraliri
n Listrik Listrik 40 4.077 - 3,532.66 100 4,684.57 - - 0 3,532.66 86,648
Perdesaan
Program Persentase
Pembangunan OPD memiliki
Sarana dan Gedung
Prasarana Kantor 100 5.028 - - - - - - #DIV/0! - -
Pemerintahan

Program Persentase
Pengaturan penyelenggar
Jasa Kontruksi a jasa 100 655 - - - - - - #DIV/0! - -
kontruksi

72
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
terstandarisa
si
Program Ketersediaan
Perencanaan Dokumen
Tata Ruang Perencanaan 10 2.627 1 Dok 1,115.19 - 250.00 - - 0 1,115.19 42,451
Tata Ruang

Program Persentase
Pengendalian bangunan
Pemanfaatan baru ber-IMB 100 207 100 39.29 100 525.00 - - 0 39.29 19
Ruang
Program Persentase
Penataan Ketaatan
Ruang Kota Pemanfaatan
Elat Ruang Kota
Elat sesuai
dokumen 100 3.101 - - 100 250.00 - - 0 - -
Rencana
Detil Tata
Ruang Kota
Elat
Program Persentase
Revitalisasi Kawasan
Kawasan Perkotaan 100 1.105 - - 100 350.00 - - 0 - -
Perkotaan Elat Elat yang
direvitalisasi
PERUMAHAN
RAKYAT DAN
KAWASAN
PERMUKIMA
N

73
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
Program Persentase
pengembanga rumah layak
n perumahan huni 98.48 11.826 72,3 3,043.03 100 3,185.47 - 180.87 5.67782 2,862.17 24,202

Program Luasan
lingkungan kawasan
28,58 5.081 - - - - - - #DIV/0! - -
sehat permukiman
perumahan tertata
Program Persentase
Pengembanga kawasan
an Kawasan permukiman 90 7.366 - 1,507.33 100 2,416.00 - 303.46 12.5605 1,203.87 16,344
Permukiman yang layak

TRANTIBUM
LINMAS

Program Cakupan
peningkatan Lingkungan
keamanan dan yang
kenyamanan masyarakatn 90 3.285 - 664.63 100 140.95 - - 0 664.63 20,232
lingkungan ya hidup
aman dan
nyaman
Program Jumlah Titik
pemeliharaan rawan
kamtrantibmas tindakan
dan krimal 10 7.813 76% 1,512.79 - 425.46 - 162.32 38.1518 1,350.47 17,285
pencegahan teratasi
tindak kriminal

74
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
Program Tingkat
pengembanga Toleransi
n wawasan Umat 100 1.783 100% 479.65 100.00 560.04 - 332.43 59.3589 147.21 8,256
kebangsaan beragama

Program Angka
pendidikan partisipasi 76.30
69 1.079 234.40 - 287.89 - - 0 234.40 21,724
politik pemilih %
masyarakat
Program Jumlah
Pencegahan, Kegiatan
Kesiapsiagaan Peningkatan
dan Mitigasi Penyadaran, 96,84
25 1,027.05 - 2,117.97 - 10.03 0.47333 1,017.02 #DIV/0!
Bencana Kesiapsiagaa %
n dan Mitigasi
Bencana
Program Cakupan
Penyelenggar Rehabilitasi
aan dan
100 - - 100 - - 26.85 #DIV/0! (26.85) #DIV/0!
Rehabilitasi Rekonstruksi
dan
Rekonstruksi
Progran Percentase
Penanganan Korban
Darurat, bencana
Peralatan dan tertangani 100 - - 100 - - 22.50 #DIV/0! (22.50) #DIV/0!
Logistik
Kebencanaan

SOSIAL
Program Persentase
Pelayanan dan PMKS 100 1.58 100 374.81 100 436.00 - 36.76 8.43119 338.05 21,395
rehabilitasi tertangani

75
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
kesejahteraan
sosial
Program Jumlah KPM
Perlindungan 143 13.848
dan Jaminan 100 3.013 994.06 750.00 - 198.56 26.4748 795.49 26,402
Kali KPM
Sosial
Program Persentase
Pemberdayaa orang miskin
n Sosial dan tertangani
Penanganan 16 5.88 723 KK 1,365.90 100 1,507.00 - 149.79 9.93942 1,216.12 20,682
Fakir Miskin

WAJIB YANG TIDAK BERKAITAN DENGAN PELAYANAN DASAR


TENAGA
KERJA
Program Jumlah 72 2,639
Peningkatan Tenaga kerja
Kualitas dan trampil
Produktivitas
Tenaga Kerja - - - 451.79 - - 0 - -
berbasis BLK

Program Persentase 100 638


Pengembanga Perusahaan
n Hubungan menerapkan
Industrial & UMK
Peningkatan - 122.69 - 321.08 - 18.14 5.64806 104.56 16
Jaminan
Sosial Tenaga
Kerja

76
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
Program Besaran 100 514
Perlindungan Kasus yang
Tenaga Kerja diselesaikan
dan Sistem dengan - 63.12 - - - - #DIV/0! 63.12 12
Pengawasan Perjanjian
ketenagakerja Bersama
an (PB)
PEMBERDAY
AAN
PEREMPUAN
DAN
PERLINDUNG
AN ANAK
Program Angka 30 831
peningkatan partisipasi
peran serta perempuan
Perempuan penentu
- 197.17 - 143.80 - - 0 197.17 24
dalam kebijakan
pembangunan tatis di
lembaga
pemerintahan
Program Jumlah 100 802
penguatan Organisasi
pangarusutam Perempuan 64.50 38.60 - 220.00 - 19.88 9.03409 18.73 2
aan gender aktif
Program Cakupan
Peningkatan penanganan
Kualitas Hidup pengaduan
Dan korban
Perlindungan kekerasan
100 539 100 110.95 100 195.00 - 16.64 8.53333 94.31 17
Perempuan terhadap
dan Anak perempuan
dan anak
oleh petugas

77
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
terlatih di
dalam unit
pelayanan
terpadu
Program Cakupan hak 100 1,223
peningkatan Anak
hak anak terpenuhi - - - - - - #DIV/0! - -
dalam
pembangunan
Program Persentase
Peningkatan Perempuan
Peran di Lembaga 30 12 171.23 100 17.76 - 8.53 48.0331 162.71 17
Perempuan di Pemerintaha
Perdesaan n Ohoi
Persentase 950
Keterlibatan
Perempaun
dalam 30 - - - - - - #DIV/0! - #DIV/0!
Musyawarah
Perencanaan
Ohoi
KETAHANAN
PANGAN

Program Jumlah Ohoi 192 3,313


peningkatan Mandiri
pangan Pangan 5 ohoi 435.87 - 300.00 - - 0 435.87 13
Rumah
Tangga

78
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
Program Ohoi akses
pengembanga distribusi 11
n sistem pangan 100 912 kecam 239.05 - 115.00 - - 0 239.05 26
distribusi atan
pangan
Program Pangan di
Peningkatan pasar yang
Keamanan aman - 279.85 - 190.00 - - 0 279.85 24
Pangan konsumsi 100 1,161
PERTANAHA
N
Program Jumlah Persil
Penataan tanah Pemda
penguasaan. tersertifikasi
Pemilikan,
214 29,092 - 7,879.90 5 Persil 8,760.00 - 6,147.09 70.1723 1,732.81 6
Penggunaan
dan
pemanfaatan
tanah
Program Persentase 100 622
Penyelesaian sengketa
konflik-konflik tanah - 147.07 100 150.00 - 42.34 28.2233 104.74 17
pertanahan tertangani
LINGKUNGAN
HIDUP

Program Volume
pengembanga sampah
n kinerja tertangani 76.21
8,810 14,951 3,719.23 - 4,142.85 - 1,670.48 40.322 2,048.75 14
pengelolaan %
persampahan

79
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
Program Indeks
pengendalian Kualitas
pencemaran Lingkungan
dan perusakan Hidup 80.50 830 76.5 79.19 - 120.00 - 4.66 3.87917 74.53 9
lingkungan
hidup

Program Jumlah
Rehabilitasi Sumber Air
dan Pemulihan Bersih yang
Cadangan terjaga 181 1,037 21 Ha 272.80 - - - 192.71 #DIV/0! 80.09 8
Sumber Daya ketersediaan
Alam ya

Program Cakupan
peningkatan Ohoi Akses
kualitas dan Informasi
akses SDA dan
informasi Lingkungan 192 3,881 - 860.87 - 418.00 - - 0 860.87 22
sumberdaya Hidup
alam dan
lingkungan
hidup
Program Luasan RTH
pengembanga Perkotaan
n ruang 5.81 186 7.97% 36.46 16 Titik 112.50 - - 0 36.46 20
terbuka hijau
(RTH)
Program Jumlah
Peningkatan Sekolah
Peran serta Adiwiyata 130
masyarakat 192 55 - 68.97 62.00 - 2.18 3.50968 66.79 121
Sekolah
dalam
pengelolaan

80
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
Lingkungan
Hidup
KEPENDUDU
KAN DAN
PENCATATA
N SIPIL

Program Persentase
Penataan penduduk
Administrasi ber-KTP 100 6,387 100% 485.24 100 553.01 - 250.73 45.3393 234.51 4
Kependuduka (NIK)
n
Program Persentase
Penataan Penduduk
Adminitrasi memiliki Akte 100 722 100% 168.75 100 220.00 - 69.34 31.5186 99.41 14
Pencatatan Kelahiran
Sipil
PEMBERDAY
AAN
MASYARAKA
T DAN DESA
Program Persentase
Peningkatan ohoi yang
Kapasitas mampu
Aparatur menata
Pemerintah administrasi
100 8,941 10 2,691.84 100 147.24 - 133.78 90.8597 2,558.06 29
Ohoi pemerintahan
dan
pembanguna
n ohoi secara
mandiri

81
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
Program Cakupan
Peningkatan Ohoi yang
Kelembagaan memiliki
Pemerintah kelembagaan
Ohoi pemerintahan 100 3,017 70 615.21 100 1,291.50 - 125.22 9.69532 489.99 16
ohoi
berfungsi
dengan baik
Program Angka
peningkatan Partisipasi
peran Perempuan
30 4,306 - 171.23 - 17.76 - 8.53 48.0331 162.71 4
perempuan di dalam
perdesaan pembanguna
n ohoi
Program Persentase
Peningkatan Masayarakat
Partisipasi aktif
Masyarakat 100 695 - 1,062.12 100.00 37.45 - 7.38 19.7057 1,054.74 152
dalam
Membangun
Desa
PENGENDALI
AN
PENDUDUK
DAN
KELUARGA
BERENCANA
Program Jumlah
Keluarga Akseptor KB 11,801 11,801 - 4,730.41 - 620.19 - 662.64 106.845 4,067.76 34
Berencana
Program Jumlah
kesehatan sekolah
reproduksi pembinaan 14 194 - 46.88 - 130.20 - - 0 46.88 24
remaja kesehatan

82
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
reproduksi
remaja
PERHUBUNG
AN
Program Jumlah Arus
peningkatan orang dan
pelayanan barang dalam 150,807 4,859 - 548.52 - 995.00 - 75.40 7.57789 473.12 10
angkutan setahun
Program Jumlah
pembangunan Dermaga
sarana dan Pelabuhan
prasarana Penyeberang 8 46,913 - 8,346.79 - 1,483.31 - 154.10 10.3889 8,192.69 17
perhubungan an

Program Angka Kasus


pengendalian Kecelakaan
dan Lalu Lintas 60 1,037 99.74 343.34 - 1,144.00 - 26.34 2.30201 317.00 31
pengamanan
lalu lintas
Program Jumlah
peningkatan Kendaraan
kelaikan Motor laik
pengoperasian operasi 2,520 572 98.93 136.06 - 258.00 - - 0 136.06 24
kendaraan
bermotor

Program Angka Kasus


Pengawasan Kecelakaan
dan Laut 0 271 98.72 64.56 - 50.00 - - 0 64.56 24
pengendalian
Angkutan laut
KOMUNIKASI

83
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
DAN
INFORMATIK
A
Program Jumlah Ohoi
Pengelolaan Akses
Informasi dan Internet dan 170 2,230 - 535.32 - 677.43 - 7.88 1.16351 527.44 24
Komunikasi Seluler
Publik
Program Jumlah PD
Pengelolaan yang
Aplikasi menyediakan
46 1,000 - - - - - - #DIV/0! - -
Informatika data dan
informasi
berbasis IT
Program Jumlah OPD
Penyelenggar Kabupaten
aan Maluku
pengamanan Tenggara
Informasi yang
Pemerintah menggunaka
Daerah n layanan 8 561 - - - 175.00 - - 0 - -
persandian
dalam rangka
pengamanan
informasi
pemerintah
daerah
KOPERASI
UKM
Program Jumlah
Peningkatan Koperasi
Usaha Mandiri 2 2,387 1 474.90 - 905.34 - - 0 474.90 20
Koperasi

84
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
Program Cakupan
pengembanga Usaha Mikro
n usaha Mikro terfasilitasi 3.602 3,484 - 820.90 - 972.94 - 158.89 16.3314 662.01 19

Program Persentase
peningkatan Koperasi Aktif
kualitas 86.98 1,203 84.62 290.00 100.00 412.03 - 55.80 13.5414 234.20 19
kelembagaan
koperasi
PENANAMAN
MODAL

Program Jumlah
Peningkatan Investor
Promosi dan 13 1,707 - 385.25 - 560.00 - - 0 385.25 23
Kerjasama
Investasi
Program Cakupan
Pengawasan Perusahaan
dan yang diawasi
100 1,075 - 107.47 - 325.00 - 988.00 304 (880.54) (82)
Pengendalian dan
Penanaman dikendalikan
Modal
PEMUDA DAN
OLAH RAGA

Program Jumlah
90 - - - 6.46909 (94.77) (3)
Pelayanan Pemuda
kepemudaan Pelopor (PP) 152
dan Pemuda 3,232 - - 1,465.00 - 94.77 #DIV/0! - #DIV/0!
Kader (PK)
Jumlah
Wirausaha 179 34 - - - #DIV/0! - #DIV/0!

85
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
pemuda
Pemula
Program Jumlah
Pembinaan Perolehan
dan Medali pada 14 1,721 19 659.21 - 705.00 - - 0 659.21 38
Pemasyarakat Multievent
an Olahraga Olahraga
Persentase
Masyarakat
yang aktif 56 19.9 - 100 - - - #DIV/0! - #DIV/0!
berolaraga
Program Jumlah
Peningkatan sarana
Sarana dan olahraga 14 1,037 2 262.60 - 25.00 - - 0 262.60 25
Prasarana
Olahraga
STATISTIK
Program Data dan
pengembanga Informasi
n Statistik
ada 1,781 - 448.94 Ada 455.62 - 25.07 5.50243 423.87 24
data/informasi/ Daerah
Statistik
daerah
KEBUDAYAA
N
Program Persentase
Pengembanga nilai budaya
n Nilai Budaya terlestarikan 96 818 50 441.59 100 107.42 - - 0 441.59 54

Program Persentase
Pengelolaan situs/ warisan
kekayaan budaya dan 100 1,340 2 Buah 372.10 100 1,122.40 - 122.61 10.9235 249.50 19
budaya cagar budaya

86
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
yang
dilestarikan
Program Jumlah
Penguatan Kegiatan
5 944 - - - 1,246.90 - - 0 - -
Kelembagaan kelembagaan
Adat Adat
Program sadar Jumlah Ohoi
Perikanan Sadar
Lestari Perikanan 42 1,172 - 345.99 5 1,086.27 - - 0 345.99 30
berbasis Lestari
KMHA
PERPUSTAK
AAN
Program Jumlah
Pengembanga Pengunjung
n Budaya perpustakaan
Gemar per tahun
Membaca dan 9,549 689 - 194.98 - 416.90 - 0 194.98 28
Pembinaan
Perpustakaan

KEARSIPAN -
Program Persentase
Perbaikan SKPD yang
sistem telah
administrasi menerapkan 100 515 - 84.25 100 217.25 - 34.51 15.8845 49.74 10
kearsipan Sistem
Pengarsipan
Standar
URUSAN PILIHAN
PARIWISATA

87
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
Program Jumlah
Pengembanga Kunjungan
n Promosi Wisatawan 177.000 12.092 - 2,203.54 - 11,266.00 - - 0 2,203.54 18,223
Pariwisata
Program Cakupan
Pengembanga Pengembang
n Destinasi an Objek 40 74.35 - 4,701.31 - 41,725.00 - - 0 4,701.31 6,323
Pariwisata Wisata
Program Jumlah Mitra
Pengembanga usaha wisata
n Kemitraan 180 1.484 - 266.67 - - - - #DIV/0! 266.67 17,970

Program Jumlah
Pengembanga Operator
n Sumber Pariwisata 115 1.968 - 385.32 - 483.00 - - 0 385.32 19,579
Daya handal
Pariwisata
Program Jumlah anak
Pengembanga muda kreatif
n Ekonomi dibidang
420 269 - 73.37 8 Orang 695.00 - - 0 73.37 27
Kreatif pariwisata
Kepariwisataa
n
Program Jumlah
Pengembanga kunjungan
n Klaster wisatawan di 125 229 - - - 100.00 - - 0 - -
Pariwisata klaster
pariwisata
PERTANIAN

88
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
Program Jumlah
peningkatan Produksi 735,2To
produksi Pertanian 31.000 6.217 2.3681 1,297.97 1,960.26 - 347.88 17.7463 950.09 15,282
n
pertanian
Program Jumlah
Peningkatan Produksi
Produksi Perkebunan 1082,6
70 2.447 168,4 651.68 459.50 - 7.95 1.73014 643.73 26,307
Perkebunan Ton

Program Jumlah
Peningkatan Produksi
Produksi Peternakan 17,9
185 211 - 160.00 401.31 - - 0 160.00 76
Peternakan Ton

Program Persetase
Pengembanga Produksi
n Klaster Pertanian
Pertanian Klaster 55 3.85 - - 100 100.00 - - 0 - -
(disarankan terhadap total
untuk jadi produksi
kegiatan) pertanian
Program Rasio
pemberdayaan Penyuluh Per
penyuluh Desa
pertanian/perk Potensial 1:03 3.974 - 956.38 - 829.31 - - 0 956.38 24,066
ebunan Pertanian
lapangan

ENERGI DAN
SUMBER
DAYA
MINERAL

89
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
Program Jumlah
Pengembanga rumah tangga
n Listrik pengguna 16.317 - - - 0 3,532.66 37,127
Pedesaan / listrik
Perkotaan 9.515 3,533 4,684.57 -
Panjang jalan
perkotaan
terterangi 39 - - - #DIV/0! - #DIV/0!
listrik
PERDAGANG
AN
Program Persentase
Perlindungan Toko/ Kios/
Konsumen warung/
dan restoran/
pengamanan salon yang
100 476 - 508.69 100 530.00 - 98.83 18.6469 409.86 86
perdagangan menjual
barang dan
jasa yang
aman
dikonsumsi
Program Jumlah
Peningkatan bangunan
Efisiensi pasar kondisi
Perdagangan layak pakai 11 26.706 - 5,318.73 - 425.00 - 207.86 48.9082 5,110.87 19,138
Dalam Negeri

Program Jumlah jenis


Peningkatan komoditas
dan ekspor 20 709 - - - 245.00 - 40.37 16.4767 (40.37) (6)
pengembanga
n ekspor
PERINDUSTR

90
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
IAN
Program Jumlah IKM
Pengembanga
n Industri 655 535 - 128.00 - 430.00 - 59.59 13.8586 68.41 13
Mikro, Kecil
dan Menengah
Program Jumlah
Pengembanga Sentra
n sentra- Industri 11
10 5.54 - 719.05 470.00 - - 0 719.05 12,979
sentra industri Potensial Sentra
potensial
PERIKANAN
Program Jumlah
pengembanga Produksi 104.794, 20,417,
n budidaya Perikanan 12.682 (3 ton) 2,480.20 7,866.19 - 81.94 1.04167 2,398.26 18,911
98 04 ton
perikanan Budidaya
Program Jumlah
pengembanga produksi (94.68
477.712, 95.138,
n perikanan perikanan 19.406 2,90 3,573.58 8,552.29 - 69.40 0.81148 3,504.18 18,057
33 68 Ton
tangkap tangkap (ton) ton)
Program Jumlah TPI
Pengelolaan layak pakai 10 2.092 2 492.79 - 4,850.00 - 23.01 0.47443 469.78 22,456
TPI
Program Jumlah Ohoi
Sadar Sadar
Perikanan Perikanan
23 1.53 3 345.99 5 Ohoi 1,086.27 - - 0 345.99 22,614
Lestari Lestari
berbasis
KMHA
Program Persentase
Pengembanga Produksi 10 1.574 - - 100 879.90 - - 0 - -
n Klaster Perikanan

91
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
Perikanan Klaster
Budidaya
terhadap total
produksi
perikanan
URUSAN PEMERINTAHAN FUNGSI PENUNJANG
ADMINISTRA
SI
PEMERINTAH
AN
Program Persentase
Pelayanan Izin yang
Perizinan dikeluarkan 100 2.597 - 883.78 100 458.00 - 11.55 2.52183 872.23 33,586
Daerah tepat waktu
Program Persentase
peningkatan Urusan
pelayanan Kedinasan
kedinasan Bupati dan
kepala Wakil Bupati 100 27.379 100 7,688.26 100 7,051.02 - 1,569.35 22.2571 6,118.91 22,349
daerah/wakil terlayani
kepala daerah

Program Tingkat
Pengendalian Ketepatan
Administrasi Waktu
Pengadaan Pelelangan 100 4.344 - - - - - - #DIV/0! - -
Barang dan
Jasa

Program Jumlah
Penataan Rancangan 10
Peraturan PERDA yang 7 5.87 - 1,481.91 Raperd 1,308.00 - - 0 1,481.91 25,246
Perundang- diajukan dan a

92
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
Undangan Jumlah
peraturan
kepala
daerah yang
ditetapkan
Program Persentase
Pengendalian paket
Administrasi kegiatan fisik
Pembangunan yang 100 4.667 - 1,281.60 100 1,138.89 - 143.69 12.617 1,137.91 24,382
terkendalikan
administrasin
ya
Program Tersedianya
Evaluasi Data dan
Perkembanga Informasi
ada 3.285 12 1,186.66 - 765.50 - 136.79 17.8692 1,049.87 31,959
n Ekonomi Perkembang
Daerah an Ekonomi
Daerah
Program Persentase
Peningkatan OPD yang
Kapasitas efektif dan
Kelembagaan efisien 100 2.837 - 554.92 100 365.40 - 45.54 12.4617 509.39 17,955
Pemerintah
Daerah

Program Persentase
Pelayanan kegiatan
Hubungan Pemerintah
96,5 6.747 - 1,521.86 100 2,618.80 - 218.40 8.33986 1,303.46 19,319
Masyarakat Daerah Yang
tersebarluask
an

93
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
Program Persentase
Peningkatan urusan
Kesejahteraan keagamaan 100 6.75 100 24.99 100 1,698.68 - 160.49 9.44776 (135.50) (2,007)
Rakyat terfasilitasi

Program Persentase
Pengembanga Rapat
n Pemerintah koordinasi.
Daerah rapat teknis. 100 5.228 - 1,280.26 100 1,217.98 - 160.36 13.1661 1,119.90 21,421
rapat kerja
pemerintahan
terfasilitasi
Program Jumlah
peningkatan RANPERDA
kapasitas ditetapkan
lembaga menjadi 23 62.778 - 17,140.32 10 buah 14,472.20 - 6,360.75 43.9515 10,779.57 17,171
perwakilan PERDA
rakyat daerah

PENGAWASA
N
Program Persentase
Peningkatan Temuan hasil
Sistim Pemeriksaan
Pengawasan ditindaklanjuti
Internal dan
Pengendalian 95 6.958 - 1,494.16 100 1,450.95 - - 0 1,494.16 21,474
Pelaksanaan
Keijakan KDH

94
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
Program Persentase
Peningkatan Tenaga
Profesionalism Pemeriksan
e Tenaga yang
Pemeriksa dan berkualifikasi 100 1.417 - 341.67 100 342.04 - - 0 341.67 24,112
Aparatur Auditor dan
Pengawasan P2UPD

PERENCANA
AN
Program Ketersediaan
perencanaan Dokumen
pembangunan Perencanaan 100 21.687 - 264.27 18 Buku 67.78 - 570.82 842.18 (306.55) (1,414)
daerah Daerah

Program Persentase
Peningkatan Program
Koordinasi Pembanguna
Perencanaan n Ekonomi
Pembangunan dan SDA,
Ekonomi dan Sosial dan
SDA, Sosial SDM serta 100 833 - 1,489.08 100 352.09 - 51.95 14.7562 1,437.13 173
dan SDM serta Infrastruktur
Infrastruktur Wilayah
Wilayah terkoordinasi

KEUANGAN

95
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
Program Opini BPK
peningkatan atas Laporan
pengembanga Keuangan
n sistem Daerah
pelaporan WTP 1.137 - 296.56 WTP 288.03 - 59.60 20.6923 236.96 20,841
capaian
kinerja dan
keuangan
Program Persentase
peningkatan Kesesuaian
dan Penatausaha
pengembanga an keuangan 100 11.396 - 2,667.02 100 2,758.10 - 372.54 13.5072 2,294.48 20,134
n pengelolaan Daerah
keuangan dengan SAP
daerah
Program Persentase
pembinaan Pengelolaan
dan fasilitasi keuangan
pengelolaan yang Lancar 100 2.099 - 544.52 100 511.50 - - 0 544.52 25,942
keuangan dan Tepat
kabupaten/kot Waktu
a
Program Persentase
Pengelolaan jenis Aset
Aset Daerah Daerah 100 2.4 - 353.86 100 634.44 - 50.05 7.88886 303.81 12,659
tertata Sesuai
Standar
Progam Pertumbuhan
Peningkatan PAD
Pendapatan 69,19 6.634 - 2,039.32 - 1,700.26 - 42.63 2.50726 1,996.69 30,098
Asli Daerah

KEPEGAWAIA

96
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
N
Program Cakupan
Pembinaan ASN yang
dan mengikuti
31 10.916 31 1,137.39 - 1,344.78 - 598.69 44.5196 538.70 4,935
Pengembanga pendidikan
n Aparatur dan pelatihan
formal
Program Persentase
Perencanaan Pengisian
Dan Mutasi Formasi
Aparatur Jabatan
Tinggi. 100 7,534 19.93 1,855.31 100 1,151.03 - 423.22 36.7684 1,432.10 19
Administrasi.
pengawas
dan
Fungsional
Program Jumlah
fasilitasi Aparatur 125
pindah/purna yang 1.641 805 - 434.43 200.45 - - 0 434.43 54
Orang
tugas PNS Terfasilitasi
Program Sistem
Penataan informasi
Sistim manajemen
ada 393 - 65.23 ada 79.68 - - 0 65.23 17
Informasi kepegawaian
Manajemen berbasis
kepegawaian elektronik
PENELITIAN
DAN
PENGEMBAN
GAN

97
Program/ Tingkat Capaian
Kegiatan Target Kinerja dan Realisasi Capaian Tingkat Capaian Kinerja Realisasi Kinerja dan Kinerja &
Urusan/ Target Akhir Realisasi Capaian Kinerja
Sesuai Indikator Anggaran RKPD Tahun Kinerja dan Anggaran dan Realisasi Anggaran Anggaran RKPD s/d Realisasi
Program/ Kinerja RPJMD RKPD s/d Tahun 2019
Permendagri Kinerja 2020 RKPD 2020 RKPD (%) Tahun n-1 Anggaran RPJMD
Kegiatan s/d Tahun n-1
Nomor 90
Tahun 2019
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
2 3 4 5 6 7 8=7/6x100 9=5-7 10=9/4x100%
Program Persentase
Penelitian dan pemanfaatan 6
Pengembanga hasil Kegiat
n kelitbangan 25 4.157 an/ 757.33 100 1,039.33 - - 0 757.33 18,218
Pembangunan Dokum
Daerah en

98
2.2.2. Realisasi RPJMD 2018-2023

Hasil evaluasi ini merupakan telaah terhadap capaian kinerja program dan
kegiatan menurut bidang urusan pembangunan, meliputi program dan kegiatan
yang tidak memenuhi target kinerja hasil atau keluaran yang direncanakan,
realisasi program atau kegiatan yang telah memenuhi target kinerja hasil atau
keluaran yang direncanakan, serta realisasi program atau kegiatan yang melebihi
target kinerja hasil atau keluaran yang direncanakan. Evaluasi juga mencakup
faktor-faktor penghambat maupun pendorong pencapaian target kinerja program
atau kegiatan serta implikasi yang timbul terhadap target capaian program
RPJMD dan kinerja pembangunan daerah dan kebijakan atau tindakan
perencanaan dan penganggaran yang perlu diambil untuk mengatasi faktor-
faktor penyebab tersebut.

Table 2.65
Tingkat Capaian Indikator Kinerja Ekonomi dan Pembangunan
3.

Kondisi
Target RPJMD Realisasi Akhir Kondisi Capaian
RPJMD
Baseline
No Indikator Kinerja

Perlu Kerja
(Thn 2017)

Tercapai

Tercapai
Sudah

Keras
2019 2020 2021 2022 2023 2018 2019 2020 2023

1 Indeks Pembangunan
64.94 65.65 66.36 67.06 67.77 68.48 65.35 65.85 66.20 68.48 96.67
Manusia (Metode Baru)
6.10-
2 Pertumbuhan Ekonomi (%) 5.92 5.99 6.03 6.06 6.10 6.13 5.96 5.85 -0,29 -4.75
6.13
Tingkat Pengangguran 3.54-
3 4.50 4.18 4.02 3.86 3.70 3,54 2,56 2,45 4,95 133.78
Terbuka (%) 3.70
2.00-
4 Laju Inflasi Daerah (%) 9,41 3,12 4,20 4,02 3,15 2,95 4,84 2,34 2,06 103
3.50
Pendapatan Perkapita
5 27.7 32.4 34.8 37.1 39.5 41.8 30.04 32.37 26.83 41.8 64.18
Penduduk (Rp.000)
6 Tingkat Kemiskinan 23,87 22,75 22,00 21,25 20,50 19,75 23,27 22,75 22,57 19.75 114.27
Indeks ketimpangan
7 0.30 0.29 0.29 0.28 0.27 0.26 0.30 0,29 0,29 0.26 111.53
Regional (IW)
8 Angka Kriminalitas 220 200 180 160 140 120 115 - - 120 100

Sumber: RPJMD Tahun 2018-2023

Evaluasi Pelaksanaan Misi

Pada bagian ini, akan diuaraikan hasil evaluasi kinerja pembangunan


daerah tahun 2020 berdasarkan pelaksanaan RKPD Tahun 2020 yang merupakan
penjabaran tahun pertama RPJMD 2018-2023. Evaluasi pelaksaan RPJMD juga
dimaksudkan untuk mengukur efektivitas upaya pencapaian Visi dan Misi yang
diukur dari pencapaian indikator kinerja sasaran.

Misi I. Mengoptimalkan Kinerja dan Kapasitas Pemerintah Kabupaten


Maluku Tenggara.

Misi ini bertujuan untuk mewujudkan kinerja dan Kapasitas tatakelola


pemerintahan yang baik bersih dan transparan dengan sasaran terciptanya

99
penyelenggaraan pemerintahan daerah yang berkualitas. Ada 6 (enam) indikator
kinerja strategis daerah yang ditetapkan untuk mengukur efektifitas pelaksanaan
misi dimaksud.

Berdasarkan hasil evaluasi, misi ini berjalan efektif dengan rata-rata


capaian kinerja sebesar 102,2 persen dengan uraian sebagai berikut:

a) Indikator yang capaian kinerjanya melebihi dari target (>100%).


 Indeks Kepuasan Masyarakat dengan capaian kinerja adalah 103.18
persen.
 Indeks Desa Membangun untuk kategori desa maju dengan capaian
kinerja adalah 125 persen, realisasi tahun 2019 adalah sebanyak 5 Desa
yang tersebar di 3 (tiga) Kecamatan yaitu Kecamatan Kei Kecil (Desa
Faan), Kecamatan Manyeuw (Desa Debut, Desa Ngilngof dan Desa
Ohoililir), dan Kecamatan Kei Besar (Desa Ohoiwait). Untukkategori desa
berkembang dengan capaian kinerja adalah 186 persen, realisasi tahun
2019 adalah sebanyak 56 desa yang tersebar di 8 (delapan) Kecamatan
yaitu Kecamatan Kei Kecil (Wearlilir, Sathean, Ngabub, Ibra, Kolser, Loon,
Kelanit, Ohoider Atas, Ohoidertawun, Letman, Dunwahan, Sitniohoi),
Kecamatan Kei Kecil Timur (Wain, Wain Baru, Revav, Rumat, Tenbuk,
Mastur Baru dan Ohoinol), Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan (Ngurwul,
Garara, Elar Let, Elar Lamagorang, Elar Ngursoin, Danar Lumerfar, Danar
Ternate dan Danar Sare), Kecamatan Kei Kecil Barat (Ohoira, Ohoiren,
Somlain, Matwair, Ohoidertutu, Ohoidertom dan Tanimbar Kei), Kecamatan
Manyeuw (Ohoiluk, Rumadian, Selayar, Namar dan Ngayub), Kecamatan
Kei Besar (Elat, Ngefuit, Lerohoilim, Elralang, Ohoiel, Fangamas, Udar,
Daftel, Karkarit, Wermav, Mataholat, Ohoinangan Atas, Yamtel dan
Sirbante), Kecamatan Kei Besar Selatan (Larat dan Kilwat), Kecamatan Kei
Besar Selatan Barat (Ngafan).

b) Indikator yang capaian kinerjanya sesuai target (100%).


 Opini BPK dengan capaian kinerja 100 persen.
 Indeks Desa Membangun kategori desa mandiridengan capaian kinerja
adalah 100 persen, realisasi tahun 2019 adalah sebanyak 1 desa yaitu
desa Langgur Kecamatan Kei Kecil.

c) Indikator yang capaian kinerjanya tidak mencapai target (<100)


 Indeks Reformasi Birokrasi dengan capaian kinerja adalah 0 persen
 Nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dengan capaian kinerja
adalah 96.20 persen
 Nilai LPPD dengan capaian kinerja adalah 99.3 persen

Adapun analisis tingkat capaian kinerja tiap indikator dapat dilihat pada tabel
berikut:

Tabel. 2.3.
Tingkat Capaian Kinerja Tiap Indikator

100
Tingkat Capaian Kinerja (%)
No Indikator
>100 100 <100
1 Indeks Kepuasan Masyarakat  - -
2 Indeks Desa Membangun (IDM), Maju dan Berkembang  - -
3 Opini BPK -  -
4 Indeks Desa Membangun (IDM), Mandiri -  -
511. Indeks Reformasi Birokrasi - - 
62. Nilai Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah - - 
73. Nilai LPPD - - 

Berikut disajikan tabel analisis capaian kinerja sasaran I.

Tabel. 2.4.
Analisis Capaian Kinerja Sasaran I

2020
Tujuan Sasaran Indikator Capaian
Target Realisasi
(%)
Mewujudkan Terciptanya 1) Indeks Reformasi 52 n.a n.a
Kinerja dan penyelenggar Birokrasi (Indeks)
Kapasitas aan 2) Indeks Kepuasan 76 / 78,42/ Baik 103,18
tatakelola pemerintahan Masyarakat Baik
pemerintahan daerah yang (Skor/Kategori)
yang baik bersih berkualitas 3) Opini BPK (Predikat) WTP WTP 100
dan transparan
4) Nilai Akuntabilitas 61 / B 58,68/CC 96,20
Kinerja Instansi
Pemerintah
(Nilai/Predikat)
5) Nilai LPPD 2,85 / 2.83/ Tinggi 99,30
(Nilai/Kategori) Tinggi
6) Indeks Desa 1 1 100
Membangun (IDM)
4 5 125
(Desa Mandiri – Maju –
Berkembang) 30 56 186

Misi II Meningkatkan Pembangunan Sumberdaya Manusia dan


Perlindungan Sosial.

Misi ini bertujuan untuk mewujudkan sumberdaya manusia yang


berkualitas dan perlindungan sosial. Ada 9 (Sembilan) indikator kinerja strategis
daerah yang ditetapkan untuk mengukur efektifitas pelaksanaan misi dimaksud.

Berdasarkan hasil evaluasi, misi ini berjalan belum optimal dengan


capaian kinerja sebesar 98,54 persen. Dari total 9 (Sembilan) indikator kinerja
sasaran, terdapat 6 (enam) indikator yang tidak mencapai target. Berikut
disajikan uraian indikator kinerja dari Misi Meningkatkan Pembangunan
Sumberdaya Manusia dan Perlindungan Sosial.

a) Indikator yang capaian kinerjanya melebihi dari target.


 Pola Pangan Harapan dengan capaian kinerja adalah 105,36 persen.
 Jumlah Wirausaha Muda dengan capaian kinerja adalah 141,66 persen

101
b) Indikator yang capaian kinerjanya sesuai target.
 Tingkat Kemiskinan dengan capaian kinerja adalah 100 persen.

c) Indikator yang capaian kinerjanya tidak mencapai target.


 Rata-rata Lama Sekolah dengan capaian kinerja adalah 98,44 persen
 Harapan Lama Sekolah dengan capaian kinerja adalah 94,89 persen
 Angka UHH dengan capaian kinerja adalah 99.78 persen
 Jumlah Pemuda Pelopor dan Pemuda Kader dengan capaian kinerja adalah
48,56 persen
 Indeks Pembangunan Gender dengan capaian kinerja adalah 0 persen
 Predikat Kabupaten Layak Anak dengan capaian kinerja adalah 99,6
persen

Adapun analisis tingkat capaian kinerja tiap indikator dapat dilihat pada
tabel berikut.

Tabel. 2.5.
Tingkat Capaian Kinerja Tiap Indikator
Tingkat Capaian Kinerja (%)
No Indikator
>100 100 <100
1 Pola Pangan Harapan (PPH)  - -
2 Jumlah Wirausaha Muda  - -
3 Tingkat Kemiskinan - 
44. Rata-rata Lama sekolah - - 
55. Harapan Lama Sekolah - - 
6 Angka UHH - - 
7 Jumlah Pemuda Pelopor dan Pemuda Kader - - 
8 Indeks Pembangunan Gender - - 
9 Predikat Kabupaten Layak Anak - - 

Berikut disajikan tabel analisis capaian kinerja sasaran I.

Tabel. 2.6.
Analisis Capaian Indikator Misi II

2019
Tujuan Sasaran Indikator
Target Realisasi Capaian
Mewujudkan Meningkatnya (1) Rata-rata Lama 9.65 9.,50 98,44
sumberdaya Kualitas dan sekolah (tahun)
manusia yang akses pendidikan
berkualitas dan
perlindungan (2) Harapan Lama 13.31 12,63 94,89
Sosial Sekolah (tahun)
Meningkatnya (1) Angka UHH 65.09 64,95 99,78
Derajat (tahun)
kesehatan
masyarakat
Menurunnya Tingkat Kemiskinan 22,75 22,75 100
Angka (%)
Kemiskinan
Meningkatnya Skor Pola Pangan 76,5 80,6 105,36
102
2019
Tujuan Sasaran Indikator
Target Realisasi Capaian
ketersediaan, Harapan (PPH)
akses, distribusi
dan keamanan
pangan;
Meningkatnya (1) Jumlah Pemuda 313 152 48,56
partisipasi Pelopor dan
pemuda dan Pemuda Kader
perempuan (N)
dalam (2) Jumlah 24 34 141,66
pembangunan Wirausaha Muda
serta pemenuhan (N)
hak-hak anak (3) Indeks 64,78 n.a n.a
Pembangunan
Gender (%)
(4) Predikat 500/ 498/ Inisiasi 99,6
Kabupaten Layak Pratama
Anak (Skor)

Misi III Mengembangkan ekonomi kerakyatan yang berdaya saing.

Misi ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi dan daya saing daerah
secara berkelanjutan. Ada 9 (Sembilan) indikator kinerja strategis daerah yang
ditetapkan untuk mengukur efektifitas pelaksanaan misi ini.

Berdasarkan hasil evaluasi, misi ini berjalan efektif dan evisien,


ditunjukkan dari rata-rata kinerja indikator sebesar 105,06 persen. Dengan uraian
sebagai berikut.

a) Indikator yang capaian kinerjanya melebihi dari target.


 Tingkat Pengangguran Terbuka dengan capaian kinerja adalah 138,28
persen.
 Laju Inflasi dengan capaian kinerja adalah 125,00 persen

b) Indikator yang capaian kinerjanya sesuai target.


 Indeks Williamson dengan capaian kinerja adalah 100 persen.
c) Indikator yang capaian kinerjanya tidak mencapai target.
 Pertumbuhan ekonomi dengan capaian kinerja adalah 97,66 persen
 Pendapatan Perkapita dengan capaian kinerja adalah 99,9 persen
 Indeks Gini dengan capaian kinerja adalah 97,43 persen
 NTN dengan capaian kinerja adalah <100 persen
 NTP dengan capaian kinerja adalah 99,79 persen
 Jumlah Kunjungan Wisata dengan capaian kinerja adalah 88,50 persen

Adapun analisis tingkat capaian kinerja tiap indikator dapat dilihat pada
tabel berikut.

Tabel. 2.7.
Tingkat Capaian Kinerja Tiap Indikator

103
Tingkat Capaian Kinerja (%)
No Indikator
>100 100 <100
1 Pola Pangan Harapan (PPH)  - -
2 Jumlah Wirausaha Muda  - -
3 Tingkat Kemiskinan -  -
46. Pertumbuhan ekonomi - - 
57. Pendapatan Perkapita - - 
6 Indeks Gini - - 
7 NTN - - 
8 NTPIndeks Pembangunan Gender - - 
9 Jumlah Kunjungan Wisata - - 

Tabel. 2.8.
Analisis Capaian Kinerja Misi III

2020
Tujuan Sasaran Indikator
Target Realisasi Capaian
Mewujudkan Meningkatny (1) Pertumbuhan ekonomi (%) 5.99 5,85 97.66
Peningkatan a kinerja
Ekonomi dan ekonomi (2) Tingkat Pengangguran
4,18 2.58 138.28
daya saing daerah Terbuka (%)
daerah secara (3) Laju Inflasi (%) 3,12 2.34 125.00
berkelanjutan (4) Pendapatan Perkapita Rp(jt) 32,4 32.37 99.9
(5) Indeks Gini (Indeks) 0,39 0.38 97.43
(6) Indeks Williamson (indeks) 0,29 0,29 100

(7) NTN (indeks) >100 99.89 <100


(8) NTP (indeks) 99,50 99,30 99,79

(9) Jumlah Kunjungan Wisata 148.520 131.441 88,50

Misi IV Mempercepat pembangunan infrastruktur dalam rangka


konektivitas.

Misi ini bertujuan untuk percepatan pembangunan serta memelihara


prasarana dasar seperti jalan dan jembatan, telekomunikasi dan informasi, air
bersih, listrik dan prasarana ekonomi lainnya secara merata dan terjangkau di
seluruh wilayah berbasis mitigasi bencana dan sesuai dengan RTRW.

Berdasarkan hasil evaluasi, misi ini berjalan belum optimal dengan


capaian kinerja sebesar 71,66 persen, dari tiga indikator sasaran yang ada,
persentase capaian kinerja tiap indikator tidak mencapai target (<100%) dengan
uraian presentase tiap indikator adalah; 1). Persentase Jalan Kabupaten Dalam
Kondisi Mantap dengan capaian kinerja sebesar 61,95; 2). Jumlah orang/barang
melalui dermaga/bandara/terminal per tahun (000) dengan capaian kinerja
adalah sebesar 74,86 persen; dan 3). Jumlah Ohoi Akses Internet dengan capaian
kinerja adalah sebesar 78,18 persen.

104
Adapun analisis tingkat capaian kinerja tiap indikator dapat dilihat pada
tabel berikut.

Tabel. 2.9.
Tingkat Capaian Kinerja Misi IV
Tingkat Capaian Kinerja (%)
No Indikator
>100 100 <100
1 Persentase Jalan Kabupaten Dalam Kondisi Mantap - - 
2 Jumlah orang/barang melalui dermaga /bandara/ - - 
terminal per tahun (000)
3 Jumlah Ohoi Akses Internet - - 

Tabel. 2.10.
Analisis Capaian Indikator Misi IV
2020
Tujuan Sasaran Indikator Target Realisasi %
Mewujudkan 1. Meningkatnya (1) Persentase 65,00 40,27 61,95
akselerasi Kapasitas Jalan
pembangunan Infrastruktur Kabupaten
Infrastruktur Dasar dalam kondisi
daerah Mantap (%)
(2) Jumlah orang/ 1,104 826 74,86
barang melalui
dermaga/bandar
a/ terminal per
tahun (000)
2. Meningkatnya (1) Jumlah ohoi 110 86 78,18
akses dan akses internet
kualitas layanan (N)
komunikasi dan
informasi

Terhadap capaian tiga indikator pada misi ketiga, yang tidak mencapai
target, maka dapat diuraikan penjelasannya sebagai berikut:

Indikator 1: Persentase Jalan Kabupaten dalam kondisi Mantap. Penetapan


target RPJMD dilakukan dengan mengacu pada Keputusan Kepala
daerah tentang jalan,

Misi V Mengembangkan Pembangunan Berbasis Kewilayahan dengan


Pendekatan Kesejahteraan (Prosperity Aproach) Berbasis
Budaya, Kearfian Lokal dan Masyarakat Hukum Adat.

Misi ini bertujuan untuk mewujudkan pembangunan berbasis kewilayahan,


lingkungan hidup dan mitigasi bencana. Ada 5 (Lima) indikator kinerja yang
ditetapkan untuk mengukur efektivitas misi dimaksud.

Berdasarkan hasil evaluasi, misi ini berjalan efektif dan efisien. Capaian
Misi kelima RPJMD pada tahun 2019 adalah 100,72 persen dengan uraian sebagai
berikut.

a) Indikator yang capaian kinerjanya melebihi dari target.

105
 Indeks Kualitas Lingkungan Hidup dengan capaian kinerja adalah 101,82
persen.
 Indeks Resiko Bencana dengan capaian kinerja adalah 132,80 persen

b) Indikator yang capaian kinerjanya sesuai target.


 Persentase Sengketa Adat Terselesaikan dengan capaian kinerja adalah
100 persen.

c) Indikator yang capaian kinerjanya tidak mencapai target.


 Persentase kesesuaian pemanfaatan ruang dengan capaian kinerja adalah
89,09 persen.

 Indeks pelestarian budaya dengan capaian kinerja adalah 79,85 persen

Tabel. 2.11.
Tingkat Capaian Tiap Indikator
Tingkat Capaian Kinerja (%)
No Indikator
>100 100 <100
1 Indeks Kualitas Lingkungan Hidup  - -
2 Indeks Resiko Bencana  - -
3 Persentase Sengketa Adat Terselesaikan -  -
4 Persentase Kesesuaian Pemanfaatan Ruang - - 
5 Indeks Pelestarian Budaya - - 

Tabel. 2.12.
Analisis Capaian Kinerja Misi V

2020
Tujuan Sasaran Indikator
Target Realisasi %
1. Mewujudkan Meningkatnya (1) Persentase 55 49 89,09
Pembangunan kualitas kesesuaian
Berbasis penataan pemanfaatan
kewilayahan, ruang berbasis ruang (%)
lingkungan hidup lingkungan (2) Indeks Kualitas 75,13 76,50 101,82
dan mitigasi dan mitigasi Lingkungan
bencana bencana Hidup (skor)
(3) Indeks Resiko 173,3 154,87 132,87
Bencana (Indeks)

2. Mewujudkan 1. Maningkatn Persentase Sengketa - 100 100


pembangunan ya peran Adat Terselesaikan
berbasis budaya kelembagaa (%)
n adat
dalam
pembangun
an
2. Terlestariny Indeks pelestarian 20 15,97 79,85
a budaya budaya
Kei (Indeks)

106
2.3. Permasalahan Pembangunan Daerah

2.3.1. Permasalahan Daerah Yang Berhubungan Dengan


Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah

Permasalahan pembangunan daerah yang berkaitan dengan urusan wajib


pelayanan dasar adalah:

1. Permasalahan Bidang Pendidikan

1) Akses Pendidikan
a. Peserta didik PAUD/TK mengalami penurunan di tahun 2020
sebesar 3.805 anak dari tahun 2020 sebesar 4.392 anak atau
menurun 0,13 persen. Adapun jumlah anak usia 3-6 tahun di
Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2020 tercatat sebanyak 7.958
anak, atau dengan kata lain persentase anak yang mengeyam
Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Maluku Tenggara adalah
55,19 persen, artinya masih terdapat 44,81 persen anak usia 3-6
tahun yang belum mengeyam Pendidikan usia dini.

b. Indeks Pemerataan Guru PNS tahun 2020 pada Satuan Pendidikan


SD terhadap guru kelas 0,23 persen dan guru mata pelajaran 0,51
persen dan untuk SMP terhadap guru ujian nasional 0,64 persen
dan guru mata pelajaran 0,71 persen. Artinya bahwa pemerataan
guru semakin mendekati angka 0 maka semakin merata di
Kabupaten Maluku Tenggara. Disamping itu, dalam rangka
pemerataan tenaga pendidik, belum tersedia rumah dinas guru di
wilayah kecamatan, yang berpengaruh pada kenyamanan tenaga
guru dalam melaksanakan tugas.

Angka Partisipasi Kasar (APK) tahun 2019 untuk SD Sederajat,


sebesar 86 persen, SMP sederajat 107,72 persen dan SMA
sederajat 106,50 persen. Sedangkan Angka Partisipasi Kasar (APK)
tahun 2020 untuk SD Sederajat, sebesar 111,78 persen, SMP
sederajat 77,98 persen dan SMA sederajat 98,65 persen Indikator
ini menunjukan tingkat partisipasi penduduk pada kelompok usia
terhadap jenjang Pendidikan SD belum menunjukan daya serap
penduduk belum optimal pada usia sekolah 7-12 tahun. Pada
jenjang SD belum terpenuhi pencapaian target sehingga
diperlukan langkah-langkah strategis yang dapat meningkatkan
angka partisipasi kasar misalnya pemenuhan fasilitas Pendidikan,
ketersediaan dan kemampuan tenaga pendidik serta anggaran
pendidikan di daerah maupun dari pusat.

c. Kondisi Sarana dan Prasarana Pendidikan masih terbatas bahkan


terkesan belum mendapat perhatian serius, hal ini ditunjukan
dengan kondisi ruang kelas pada jenjang SD tahun 2019 yang
mengalami rusak berat 81 ruang atau turun 2,41 persen, rusak

107
sedang 78 ruang atau turun 2,85 persen dan kondisi yang
baik/rusak ringan 731 ruang atau naik 0,55 persen. Pada jenjang
SMP mengalami rusak berat 24 ruang atau turun 8,33 persen,
rusak sedang 14 ruang atau naik 21,43 persen dan kondisi yang
baik/rusak ringan 214 ruang atau turun 1,4 persen dari tahun
2018. Kondisi sarana prasarana Pendidikan secara khusus di
wilayah Pulau Kei Besar perlu menjadi perhatian pemerintah
daerah.

2) Mutu Pendidikan
a. Nilai rata-rata kelulusan jenjang pendidikan dasar Kabupaten Maluku
Tenggara sesuai data Dinas Pendidikan Kab. Malra tahun 2020
sebesar 64,09. Pada jenjang Pendidikan SMP sederajat capaian nilai
kelulusan sebesar 42,85, nilai tersebut masih jauh dibawah standard
nilai kelulusan nasional 52,85 dan Provinsi.
Maluku 53,20. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh standar jumlah
dan kualitas alat peraga penunjang, serta standar jumlah dan
kualitas pendidik dan tenaga kependidikan yang belum tertata
secara baik;

b. Skor Pemetaan Mutu Pendidikan (PMP) berdasarkan capaian Standar


Pendidikan Nasional (SNP) tahun 2018 pada jenjang Pendidikan SD
sebesar 5,48 dan SMP sebesar 5,42 yang berada pada capaian
kategori menuju SNP 4 ditandai dengan bintang 4 pada range 5,07 -
6,66 dari SNP tetinggi 6,67-7. Artinya bahwa mutu Pendidikan di
Kabupaten Maluku Tenggara masih rendah pada standard sarana
prasarana dan standar pendidik dan tenaga kependidikan yang nilai
mutunya masing-masing sebesar 3,12 dan 3,90 pada jenjang SD,
3,92 dan 3,21 pada jenjang SMP.

c. Masih rendahnya kualitas pendidik pada jenjang PAUD, SD dan SMP.


Hal ini disebabkan oleh belum tercukupinya ketersediaan guru yang
memiliki kompetensi mengajar. Baik pada jenjang PAUD, SD maupun
SMP. Kualitas mutu peserta didik terdampak Covid-19 dalam
ketersediaan layanan dan teknologi digital dalam mendukung
pembelajaran virtual.
d. Kekurangan dan Belum meratanya distribusi tenaga guru pada
jenjang pendidikan Dasar (SD dan SMP).

3) Tatakelola
Belum adanya dukungan tenaga kependidikan (tenaga administrasi)
dalam penyelenggaran pendidikan dasar (SD dan SMP), sehingga guru
turut dilibatkan dalam tugas tambahan administratif dalam
mendukung perencanaan dan pengelolaan Pendidikan di sekolah.

4) Partisipasi
108
Masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan
pendidikan.
2. Permasalahan Bidang Kesehatan

Permasalahan kesehatan yang masih perlu mendapat perhatian dalam


pembangunan tahun 2021 adalah :

1) Pandemi Covid-19 dalam penanganan dan pengendalian bencana non alam


masih terbatas, termasuk bencana kesehatan seperti kerentanan terhadap
ancaman pandemic Covid-19, terlebih dikonsentrasikan pada penduduk
perkotaaan dan pusat-pusat pertumbuhan yang memiliki risiko bencana
kesehatan tinggi dalam konteks lemahnya pencegahan (screening test
covid-19, tracing dan tracking, perilaku masyarakat dalam penggunaan
masker dan sosial distancing.

2) Falisitas kesehatan dan farmasi kesehatan tidak siap (lab, manajemen


kasus, kekurangan Alat Pelindung Diri (APD), ruang isolasi dan alat test),
selain itu kapasitas tenaga kesehatan yang terbatas dalam tata laksana
kasus serta keterbatas ruang rawat bagi tenaga kesehatan penanganan
pasien status PDP dan suspek Covid-19.

3) Kesadaran GERMAS dalam penguatan promotif dan preventif terhadap


ancaman Covid-19 melalui ketersediaan air bersih, sanitasi, cuci tangan
pakai sabun, olahraga, kesehatan lingkungan dan kawasan sehat.

4) Tingginya risiko kejadian Stunting di Maluku Tenggara mengalami tren


penurunan , dimana Tahun tahun 2018 sebesar 30,01 dan di tahun 2019
sesuai hasil survey menurun menjadi 27,01 persen anak dan pada tahun
2020 menurun sebesar 5,06 persenmenjadi 22,95 persen kelompok
penderita stunting Maluku Tenggara.

5) Angka Kematian Bayi per 1000 kelahiran hidup adalah 10 kasus kematian
atau 0,08 persen di tahun 2019 dan tahun 2020 meningkat menjadi 15
kasus kematian. kematian neonatal dengan penyebab terbanyak adalah
Asfiksia dengan persentase 44.44 persen. Sedangkan persentase kematian
ibu per 100.000 kelahiran hidup mengalami penurunan dari 283 kasus
menjadi 205 atau 0,33 persen.

6) Masih ditemukannya kasus balita gizi buruk dan kurang gizi, sehingga
penguatan kelembagaan dan fasilitas terhadap instalasi kesehatan pada
tingkat puskesmas dan jaringannya dapat dioptimalkan, serta peningkatan
koordinasi hingga ke pemerintah ohoi dalam penanganan dan pengendalian
balita gizi buruk dan kurang gizi di tingkat ohoi.

7) Angka prevalensi penyakit menular masih merupakan persoalan utama,


disamping terjadinya pergeseran peningkatan prevalensi penyakit tidak
menular (stroke, serangan jantung, diabetes, hipertensi dan lain-lain) yang
kurang terlayani dengan baik.

8) Ketersediaan Rumah Dinas tenaga medis di wilayah kecamatan dan secara

109
khusus di Pulau Kei Besar masih sangat terbatas. Hal ini berpengaruh pada
kenyamanan tenaga medis dalam melaksanakan pelayanan di Puskesmas.

3. Permasalahan urusan Pekerjaan Umum

1) Panjang jalan secara keseluruhan di Kabupaten Maluku Tenggara


adalah 800 Km. Panjang jalan dalam kondisi baik 222,269 Km atau
27,78 persen, jalan dalam kondisi sedang 96,530 Km atau 12,07
persen, Jalan kondisi rusak ringan 30,120 Km atau 3,77 persen dan
Jalan dalam kondisi Rusak berat 451,081 Km tau 56,39 persen sampai
dengan tahun 2020, sedangkan panjang jalan menurut jenis
permukaan yaitu Aspal 222,759 Km atau 27,84 persen, Beton 23,695
atau 2,96 persen, Pentrasi macadam 121,45 Km atau 15, 18 persen,
Kerikil 54,723 Km atau 6,84 persen, Tanah 377,373 Km atau 47,17
persen. secara umum kondisi jalan dalam kondisi baik sebesar 39,85
persen dan kondisi jalan dalam kondisi tidak mantap 60,15 persen.
Presentase konektifitas pelayanan dasar, pusat-pusat produksi, jasa
dan perdagangan sebesar 44,08 persen. Jumlah ohoi yang belum
terhubung jalan kondisi baik sebanyak 25 Ohoi dari total 190 ohoi.
Kondisi ini secara umum terjadi di wilayah Pulau Kei Besar, Kawasan
strategis pengembangan sentra ekonomi dan jalan penghubung Ohoi
ke Ibu Kota Kecamatan. Adapun dalam rangka pemenuhan kebutuhan
jalan untuk menunjang aktivitas masyarakat, pengembangan sektor
potensial, dan pengembangan ekonomi daerah maka diperlukan
penambahan jalan sampai dengan mencapai total Panjang jalan 1000
km, pada tahun 2023.

2) Masih terdapat banyak titik genangan air di kawasan perkotaan. Pada


kawasan kota berpotensi genangan yang terjadi lebih dari 2 kali setiap
tahun, yaitu, 1) Ruas Jalan Jenderal Soedirman, terdapat 5 titik; 2)
Ruas Jalan Langgur-Ngilngof 5 titik, 3) Ruas Jalan Lnggur – Ibra 2 titik ,
4) Ruas Jalan Raya merdeka 2 titik, 5) Ruas Jalan Soekarno hatta 2
titik, 6) Ruas Jalan dalam kota langgur 1 titik, 7) Lapangan Wakatran
Kota Elat, dan 8) Depan BRI Ohoi Depur – Elat.

3) Perluasan cakupan pelayanan sanitasi. Persentase rumah tinggal


bersanitasi tahun 2020, telah mencapai 66,97 persen dari Target
64,88 persen rumah tangga berakses sanitasi, secara umum
permasalahan sanitasi masih menjadi masalah utama di Pulau Kei
Besar, sehingga prioritas 2022 masih fokus pada Kecamatan Kei Besar
Utara Barat, Kecamatan Kei Besar Selatan Barat dan Kecamatan Kei
Besar Selatan.

4) Pengendalian sebaran covid-19 secara preventif melalui ketersediaan


air bersih menjadi salah satu tindakan preventif dalam mencegah
penyebaran penyakit corona di tengah pandemic covid-19. Sesui data

110
dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Persentase penduduk
berakses air bersih mengalami ……….. pada 2019 sebesar 68,33
persen menjadi 70,46 persen dari target 73,53 persen.

Layanan air bersih untuk menjangkau semua masyarakat belum


terpenuhi disebabkan karena keterjangkauan jaringan yang terbatas,
potensi dan sumber air yang tidak tersedia di semua wilayah, selain itu
pemanfaatan teknologi tepat guna pada daerah krisis air guna
pemenuhan air bersih belum diterapkan secara baik oleh karena
sinergitas perencanaan tingkat desa/ohoi hingga kabupaten/kota yang
belum berjalan dengan baik menyebabkan fokus penanganan
pemenuhan air bersih belum optimal.

Kurangnya data cakupan pelayanan air minum perpipaan di Kawasan


perkotaan dan pedesaan, hal ini perlu diperkuat dengan dukungan
system data base air bersih yang belum rampung dan belum berbasis
one map policy.

5) Salah satu kebutuhan mendesak di Kabupaten Maluku Tenggara


adalah Gedung Kantor dan sarana pemerintahan. Hal ini merupakan
akibat dari pemerkaran wilayah Kota Tual pada Tahun 2007, yang
mana sarana dan fasilitas pemerintahan yang terletak di Wilayah Kota
Tual harus diserahkan kepada pemerintah Kota. Diperlukan
pembangunan dan pengembangan Kawasan pemerintahan, mengingat
sampai dengan Tahun 2020 baru sekitar 34 Persen OPD Lingkup
kabupaten Maluku Tenggara yang memiliki gedung kantor sendiri.

6) Sarana dan Prasarana Penerangan jalan di wilayah Kota Langgur dan


Ibukota kecamatan masih terbatas.

4. Permasalahan Bidang Penataan Ruang

1) Dokumen Revisi Rencana Umum Tata Ruang Wilayah (RTRW) belum


rampung, secara khusus dalam hal penetapannya dengan Peraturan
Daerah.

2) Belum tersedia Tata Detil/Rinci Tata Ruang baik untuk struktur


kawasan maupun pola ruang.

3) Masih rendahnya tingkat ketaatan terhadap RTRW, pelaksanaan


pengawasan dan pengendalian pemanfaatan ruang belum optimal,
tergambar melalui pelayanan bangunan ber-IMB yang baru
menjangkau wilayah perkotaan Langgur.

5. Permasalahan Bidang Perumahan dan Kawasan Pemukiman

1) Masih banyaknya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang


menempati Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Tingginya jumlah rumah

111
tidak layak huni yang merupakan salah satu indikator tingkat
kemiskinan. Data Dinas Perumahan dan Permukiman menjelaskan
tentang rumah layak huni sampai dengan 2020 mencapai 73 persen dari
target capaian 79,36 persen atau masih terdapat 27 persen tidak layak
huni.

2) Luas Kawasan permukiman kumuh, di Kabupaten Maluku Tenggara


masih sangat tinggi.

3) Belum tersedia data base yang memadai dalam rangka perencanaan dan
penataan perumahan dan kawasan permukiman.

4) pengembangan kawasan permukiman yang mengacu pada Rencana


Tata Ruang Wilayah Belum optimal.

6. Permasalahan urusan Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan


Masyarakat.

Di dalam penyelenggaraan urusan ini, dilaksanakan tiga sub urusan, yakni


Ketentraman dan Ketertiban Umum, Kebencanaan dan Kebakaran. Pada sub
urusan Ketentraman dan katertiban umum, sampai tahun 2019 potensi konflik di
lingkungan masyarakat masih cukup tinggi, yang dipicu oleh beberapa penyebab
utama seperti persoalan batas kepemilikan tanah, pemerintahan ohoi, persoalan
antar kampung, dan penyakit masyarakat berupa miras. Hal ini tergambar dalam
indikator. Pada sub urusan kebencanan, masalah yang terjadi adalah masih
tingginya Indeks Risiko Bencana Daerah.

Permasalahan urusan Sosial

1) Lemahnya akurasi dan kelengkapan data malalui system pendataan dan


pemutahiran terintegrasi antara Dinas Sosial Daerah, Dinas Catatan Sipil
dan Kependudukan, BPJS dan sektor lainnya.

2) Konsulidasi bantuan dan jaminan sosial terkendala dalam skema identifikasi


dan penetapan penerima manfaat program perlindungan sosial. Penguatan
system perlindungan sosial adaptif yang ditujukan untuk melindungi dari
guncangan ekonomi, guncangan sosial karena bencana alam, kesehatan
(Pandemi Covid-19) dan perubahan iklim.

3) Penduduk dengan status PMKS (Penyandang Permasalahan Sosial) masih


tinggi, namun masih ada penduduk berstatus PMKS yang belum terdata, hal
ini terkendala karena belum dilakukan pemutahiran data yang tentunya
berpengaruh pada intervensi penanganan bagi masyarakat miskin dan
penduduk berstatus PMKS.

7. Permasalahan urusan Tenaga Kerja

1) Tingkat pengangguran di Kabupaten Maluku Tenggara tergolong masih


cukup tinggi. Maluku Tenggara sebagai Kabupaten dan Kota dengan

112
tingkat pengangguran tertinggi, sehingga kebijakan-kebijakan
perluasan lapangan kerja, investasi dan iklim usaha perlu terus
ditingkatkan.

2) Masih rendahnya kesadaran perusahaan-perusahaan dalam


melaporkan lowongan pekerjaan dan kebutuhan keahlian/ketrampilan
karyawan yang diperlukan dalam mengisi kekosongan pada
perusahaan. Hal ini sesuai amanat Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun
1980 Tentang wajib lapor lowongan pekerjaan.

8. Permasalahan urusan Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

1) Masih ditemukannya Angka Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak.


Pada tahun 2019 jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak
sebanyak 12 kasus, turun 41,38 persen dari tahun 2018 sebesar 29
kasus. Dan pada tahun 2020 turun menjadi 10 kasus atau sebesar 83,
3 persen.

2) Partisipasi angkatan kerja perempuan masih rendah.

3) Partisipasi perempuan di bidang politik dan pemerintahan masih


rendah. Ini dilihat dari persentase yang terlibat dalam kepengurusan
partai politik padan tahun 2019 sebesar 25 persen naik menjadi 35
persen pada tahun 2020 sedangkan Persentase perempuan
menduduki jabatan pada instansi pemerintah daerah sebesar 35
persen dari 35 orang. Persentase perempuan yang menduduki jabatan
esalon II di Lingkup Kabupaten Maluku Tenggara, sebanyak 5 orang
atau sebesar 14,28 persen meningkat menjadi 17,14 persen atau 6
orang.

4) Maluku Tenggara belum dikategorikan sebagai Kabupaten Layak Anak.

9. Permasalahan urusan Pangan

1) Persentase ohoi mandiri pangan masih rendah. Dari 192 ohoi, baru
sebanyak 25 ohoi yang masuk kategori ohoi mandiri pangan. Sisanya, masih
membutuhkan pangan tambahan dari ohoi lain atau dari kota.

2) Masih terbatasnya cadangan pangan Rumah tangga dalam mengantisipasi


kerawanan pangan.

3) Kualitas pangan di pedagang pengumpul belum diawasi secara baik.

4) Perlu penguatan dalam kelembagaan ketahanan pangan, koordinasi lintas


PD terkait.

10. Permasalahan urusan Pertanahan

1) Masih terdapat tanah milik daerah yang belum memiliki kepastian batas
dan luas tanah.

113
2) Masih banyak PD belum mampu dalam merencanakan kebutuhan lahan
sebagai baseline dalam perencanaan program dan kegiatan fisik sehingga sering
terjadi hambatan dalam proses pelaksanaan kegiatan.

3) Belum terpetakannya tanah ulayat masyarakat.

11. Permasalahan urusan Lingkungan Hidup

1) Masih rendahnya kualitas lingkungan hidup, Tingkat polusi, perubahan


iklim.

2) Penanganan sampah belum maksimal, hal ini disebabkan karena


fasilitas persampahan sangat terbatas dibanding jumlah produksi
sampah yang terus meningkat di Kota Langgur.

3) Pengrusakan hutan (Deforestasi) yang masif, dengan pembukaan


lahan pertanian dan pengambilan kayu untuk diperdagangkan,
sehingga diperlukan koordinasi dalam upaya pengawasan lingkungan
yang partisipatif.

12. Permasalahan urusan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil

1) Masih banyak penduduk wajib KTP/sudah menikah yang belum memiliki


KTP. Hal ini dipengaruhi oleh sarana prasarana penunjang pelaksanaan
pelayanan langsung ke masyarakat/ohoi.

2) Masih banyak penduduk yang belum memiliki akta pencatatan sipil belum
berjalan dengan baik khususnya pelaporan peristiwa sipil oleh masyarakat
seperti pelaporan kematian, perkawinan dan kelahiran serta status
kependudukan pindah dating penduduk.

13. Permasalahan urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

1) Sampai dengan tahun 2019, dari 192 ohoi, tercatat baru 37 ohoi yang
dipimpin kepala ohoi definitive atau sekitar 35, 42 % dan pada tahun 2020 target
sebesar 40 kepala ohoi defenitif dengan capaian sebesar 85,7% atau sementara
capaian 35 kepala ohoi defenitif sehingga total kepala ohoi defenitif sampai saat
ini menjadi 72 Ohoi.

2) Menurut data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa diketahui


sebanyak 45 ohoi telah menyusun perencanaan pembangunan tahunan ohoi dan
APB Ohoi secara mandiri dari 192 ohoi di Kabupaten Maluku Tenggara.

3) Anggota Badan Permusyawaratan Ohoi masih perlu ditingkatkan


pengetahuannya untuk dapat melaksanakan fungsi legislasi, budget dan
pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan oleh pemerintah ohoi dengan
baik.

4) Badan usaha milik ohoi (BUMO) secara umum belum berjalan efektif.

114
14. Permasalahan urusan Pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana

1) Terbatasnya tenaga Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB)


umum dan medis (kebidanan).

2) Masih rendahnya tingkat partisipasi pria dalam ber-KB khusunya untuk


metode kontrasepsi kondom dan vasektomi (MOP).

3) Tingkat drop out terhadap capaian KB yang masih relative tinggi untuk
jenis alat kontrasepsi jangka pendek (non MKJP) meliputi kondom, suntikan dan
pil.

4) Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi masih rendah.

15. Permasalahan urusan Perhubungan

1) Perkuatan konektivitas wilayah untuk kelancaran akses logistik terutama


pangan dan jaring pengaman sosial menjawab rentang kendali akibat pandemic
Covid-19 melalui layanan keselamatan dan keamanan transportasi.

2) Sarana dan prasarana pelabuhan yang belum sepenuhnya dilengkapi


sehingga dapat mempengaruhi aktifitas dan mobilitas penumpang dan barang.
Selain itu angkutan laut yang belum memiliki sarana keselamatan yang memadai
seperti kompas, life jacket, dsb-nya.

3) Biaya transportasi yang masih tinggi karena minimnya angkutan darat


terutama antar ohoi di Pulau Kei Besar. Hal ini disebabkan karena infrastruktur
jalan dan jembatan yang belum memadai.

4) Konektivitas transportasi antar moda masih rendah. Jaringan konektivitas


dari Kei Kecil ke Kei Besar belum ditunjang dengan prasarana dan moda
transportasi publik yang mendukung mobilitas barang dan jasa. Di Pulau Kei
Besar, belum tersedianya jalan dalam kondisi baik dan moda transportasi darat
antar ohoi dan ke dermaga pelabuhan penyeberangan rakyat.

5) Angka kecelakaan lalu lintas angkutan darat yang masih tinggi. Hal ini
disebabkan oleh masih rendahnya kesadaran berlalu lintas, sarana keselamatan
jalan serta rambu-rambu lalu lintas, guardrill atau pengaman jalan dan deliniator
pada ruas jalan rawan kecelakaan belum sepenuhnya terpasang.

16. Permasalahan urusan Komunikasi dan Informatika

1) Penerapan e-government belum optimal dan terintegrasi di lingkungan


pemerintah daerah.

2) Masih terdapat 41 ohoi yang belum terkoneksi telepon seluler.

3) Masih terdapat 44 ohoi yang belum terkoneksi internet.

4) Kurangnya sarana dalam mendukung media centre yang diharapkan


menjadi sentra data dan informasi bagi yang berkepentingan.

5) Prasarana berupa gedung belum tersedia dalam mendukung tugas dan

115
fungsi komunikasi dan informasi karena masih menggunakan pasar langgur
sebagai lokasi kantor untuk pelaksanaan tugas.

17. Permasalahan urusan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah

1) Masih terdapat koperasi tidak berkualitas. Sampai dengan 2019, terdapat


338 unit koperasi di Maluku Tenggara dan teridentifikasi 286 dikategorikan
sebagai koperasi aktif sedangkan Pada tahun 2020 jumlah koperasi 339 unit,
dimana koperasi yang masih aktif sebanyak 286 unit dan tidak aktif 53 sebagai
informasi Izin koperasi setiap 2 tahun harus diperbaharui. Perlu penguatan bagi
koperasi terhadap kelembagaan dan peningkatan manajemen koperasi melalui
prioritas pendampingan koperasi terutama bagi koperasi yang masih aktif.
koperasi dengan kategori sehat 4 koperasi dari 10 koperasi yang ditargetkan,
sementara kategori kualitas 1 koperasi., sehingga perlu dilakukan penguatan
terhadap kelembagaan, pengurus dan peningkatan manajemen koperasi melalui
prioritas pendampingan koperasi. sehat, cukup sehat, dalam pengawasan, dalam
pengawasan khusus.

2) Manejemen usaha mikro masih lemah dan ketegantungan modal usaha


dari pemerintah masih tinggi.

18. Permasalahan Penanaman Modal

1) Masih rendahnya minat investor dan nilai investasi. Hal ini disebabkan
karena ruang kebijakan terhadap kemudahan investor dalam bentuk tax holiday
belum ada regulasi yang mengatur.

2) Rendahnya Promosi terhadap potensi unggulan daerah sebagai bentuk


peluang investasi belum sepenuhnya memberikan hasil yang baik.

19. Permasalahan urusan Kepemudaan Dan Olahraga

1) Minimnya Prestasi Olahraga, disebabkan karena kurangnya profesionalitas


aparatur bidang kepemudaan dan olah raga serta ketersediaan pelatih/wasit
yang memiliki sertifikasi berlesensi pada sebagian besar cabang olah raga
sebagai prasyarat pengembangan prestasi.

2) Masih terbatasnya Sarana dan prasarana olahraga.

3) Belum optimalnya pengembangan kewirausahaan pemuda.

4) Rendahnya Partisipasi Masyarakat dalam berolahraga.

20. Permasalahan urusan Statistik

Data belum tersusun secara baik, diakibatkan integrasi data yang belum
optimal antara unit kerja pemda, swasata dengan BPS.

21. Permasalahan urusan Bidang Persandian

116
Permasalahan urusan persandian adalah belum digunakannya sandi dalam
komunikasi perangkat daerah.

22. Permasalahan Kebudayaan

1) Pemahaman dan penghayatan terhadap adat dan budaya Kei (Evav) yang
masih rendah.

2) Akses Pendidikan nonformal dan informal masih terbatas.

3) Rendahnya Keteladanan dalam pelaksanaan tatanan budaya Kei (Evav).

23. Permasalahan urusan Perpustakaan

1) Masih rendahnya minat baca masyarakat.

2) Masih terbatasnya sarana dan prasarana Perpustakaan Umum Daerah.

24. Permasalahan urusan Kearsipan

1) Masih lemahnya manajemen pengelolaan kearsipan.

2) Sarana dan prasaran kearsipan (depo) yang masih minim dan belum
memadai.

25. Permasalahan urusan Pariwisata

1) Keterbatasan sarana dan prasarana serta promosi pariwisata di tingkat


nasional dan internasional belum optimal yang berakibat pada masih rendahnya
jumlah kunjungan serta lama tinggal wisatawan yang pada tahun 2020 rata-rata
selama 6 hari.

2) Peranan dan kesadaran masyarakat terhadap jasa pelayanan dan tata


kelola objek wisata masih rendah.

26. Permasalahan urusan Kelautan dan Perikanan

1) Masih rendahnya pendapatan masyarakat nelayan dan pembudidaya ikan,


hal ini dapat diukur dengan rasio Nilai Tukar Nelayan (NTN) sebesar 99,89 di
tahun 2019 mengalami penurunan pada tahun 2020 menjadi 90.67.

2) Undang-undang 23 Tahun 2014 membatasi kewenangan Pemerintah


Kabupaten/Kota mengelola wilayah laut. Hal ini berdampak pada rendahnya
pengelolaan perikanan tangkap, pengawasan dan pemeliharaan lingkungan laut.

3) Komuditas unggulan daerah berupa budidaya rumput laut mengalami


degradasi produksi akibat penyakit ice-ice serta ketersediaan bibit.

4) System penataan data base dinas perikanan belum maksimal.

27. Permasalahan urusan Pertanian

Masih rendahnya pendapatan petani yang ditandai dengan rendahnya Nilai

117
Tukar Petani (NTP) yaitu pada tahun 2020 sebesar 95,64 mengalami penurunan
dari tahun 2019 masih sebesar 99,80, hal dipengaruhi oleh:

1) Ketersediaan air dalam mendukung produksi hasil pertanian semakin


berkurang, sehingga pengelolaan lahan pertanian lebih bertumpu pada pola
musim tanam dengan memperhitungkan musim penghujan sebagai
alternatif ketersediaan air.

2) Penyerapan pasar terhadap produksi komuditi unggulan pertanian belum


dapat terakomodir karena over stock yang berakibat pada turunnya harga
jual komuditi. Hal ini disebabkan karena jaringan pasar dalam daerah dan
luar daerah belum terbangun secara sistematis serta penanganan
penyimpanan hasil produksi yang tidak tersedia dalam skala besar bahkan
belum memunuhi kriteria kualitas penyimpanan pada skala kecil.

3) Penyuluhan dan pendampingan yang belum maksimal mengingat sarana


dan prasarana kebutuhan aparatur belum memadai.

28. Permasalahan urusan Perdagangan

Ekspor komoditi lokal masih melalui pintu ekspor luar daerah sehingga tidak
berdampak pada pendapatan daerah.

29. Permasalahan urusan Perindustrian

1) Masih rendahnya kreativitas dan inovasi sektor perindustrian.

2) Komoditi olahan industri lokal masih dalam bentuk bahan mentah dan
bahan setengah jadi.

30. Permasalahan urusan Pemerintahan Umum

Urusan Pemerintahan Umum dilaksanakan dalam rangka mendukung


penyelenggaraan Urusan maupun fungsi penunjang urusan, hal-hal yang
berkaitan dengan kelembagaan, sistem akuntabilitas, serta kualitas pelayanan
publik masih merupakan persoalan yang perlu ditangani. Uraian permasalahan
urusan umum pemerintahan adalah sebagai berikut:

1) Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP) Kabupaten


Maluku Tenggara telah keluar dari kategori CC dengan mendapat predikat B pada
tahun 2020, diharapkan Akuntabilitas kinerja akan semakin meningkat pada
tahun berikutnya Terakhir.

2) Standar pelayanan publik Maluku Tenggara berada pada zona kuning


(kategori tingkat kepatuhan sedang). Hasil evaluasi Ombudsman Republik
Indonesia perwakilan Maluku terhadap standard kepatuhan pelayanan publik
(komponen dalam pelayanan publik) Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2019
dengan nilai 78,42, dengan sasaran 7 PD bergerak naik dari tahun 2020 dengan
nilai 81,11 dengan sasaran PD pada zona merah (kategori tingkat kepatuhan

118
rendah) atau naik sebesar 17,57. Perlu dicatat bahwa faktor yang
mempengaruhi fluktuasinya nilai yaitu penilaian masyarakat tetapi wajib bagi PD
penyelenggara pelayanan publik untuk mendapatkan indeks kepuasan
masyarakat.

31. Permasalahan urusan Perencanaan Pembangunan

1) Konsistensi perencanaan pembangunan daerah, dalam hubungan


keterkaitan level pemerintah daerah, perangkat daerah dan level ohoi masih
perlu ditingkatkan.

2) Ketersediaan, akurasi dan validitas data dan informasi pembangunan


belum optimal.

3) Perubahan aspek regulasi, baik di level pemerintah maupun pemerintah


daerah berdampak pada perlunya dilakukan penyesuaian pada dokumen
perencanaan, termasuk juga penyesuaian dalam hal perencanaan dan
penganggaran yang perlu disosialisasikan secara luas kepada perangkat daerah.

4) Perubahan lingkungan strategis yang terjadi sehubungan dengan


pandemic Covid-19 berakibat perlunya penyesuaian dalam aspek kebijakan
pembangunan.

32. Permasalahan urusan Keuangan Daerah

1) Ketergantungan daerah terhadap anggaran pusat masih cukup tinggi,


persentase PAD dalam struktur pendapatan daerah masih berada pada kisaran 5
(lima) persen.

2) Pandemi Covid-19 berdampak pada rendahnya pendapatan daerah.


sumber-sumber penerimaan PAD tidak berkontribusi karena operasionalnya
terganggu pandemic.

3) Pembinaan pengelolaan keuangan desa masih perlu ditingkatkan.

4) Belum optimalnya pengelolaan barang milik daerah khususnya dalam


rangka mewujudkan tertib administrasi barang milik daerah agar menjadi bagian
dalam upaya mempertahankan opini WTP dari BPK.

33. Permasalahan urusan Kepegawaian

1) Masih terdapat kelangkaan ASN pada jabatan dengan kualifikasi


tertentu.

2) Distribusi ASN tenaga guru dan tenaga medis pada wilayah-wilayah


tertentu belum proporsional. Terjadi penumpukkan di beberapa lokasi
namun masih ada kelangkaan di lokasi lainnya.

3) Pengisian jabatan masih perlu.

34. Permasalahan urusan Penelitian dan Pengembangan

119
Kinerja penelitian dan pengembangan belum optimal. Tergambar dengan
belum digunakannya hasil penelitian dan pengkajian sebagai referensi
penrumusan kebijakan daerah.

35. Permasalahan urusan Pengawasan

1) Implementasi SPIP belum optimal.

2) Persentase tindak lanjut hasil temuan di tahun 2020 meningkat sebesar


91,25 persen, belum memenuhi ekspetasi pengawasan terhadap perbaikan serta
proses tindak lanjut hasil pemeriksaan karena belum ada tindakan tegas
terhadap OPD terhadap rekomendasi PKPT.

2.3.2. Permasalahan Daerah yang berhubungan dengan Prioritas dan


Sasaran Pembangunan Daerah

Dari hasil evaluasi pelaksanaan program kegiatan tahun 2019,


permasalahan daerah yang berhubungan dengan prioritas dan sasaran
pembangunan adalah.

1) Kemampuan pendanaan pembangunan untuk mencapai prioritas program


sangat terbatas.

2) Terlambatnya Juklak dan Juknis kegiatan yang didanai dari Dana Tugas
Perbantuan, Dana Dekonsentrasi dan Dana Alokasi Khusus sehingga realisasi
kegiatan yang didanai dari sumber-sumber dana tersebut sangat rendah.

3) Regulasi pendanaan pusat yang kadang berubah yang turut berpengaruh


pada capaian kinerja pemerintah daerah.

2.3.3. Identifikasi Permasalahan Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan


Daerah

Permasalahan yang masih dihadapi dalam penyelenggaraan urusan


pemerintah daerah adalah.

1) Masih rendahnya kapasitas regulasi daerah.

2) Belum optimalnya pelaksanaan tugas dan fungsi SKPD karena kurangnya


Sumberdaya aparatur yang handal.

3) Prasarana pemerintahan seperti gedung kantor masih minim. Hal ini


mengakibatkan beberapa kantor yang masih menyewa rumah sebagai kantor
dan berdampak pada efektifitas dan kinerja pemerintah daerah.

4) Masih adanya tumpang tindih/kesimpangsiuran kewenangan


antartingkatan pemerintahan yang menyulitkan pelaksanaan urusan
pemerintahan daerah.

5) Masih lemahnya koordinasi antar OPD.

120
121

Anda mungkin juga menyukai