Contoh DKA
1. Pendidik telah menciptakan interaksi antara guru dan murid yang setara dan saling menghargai, tampak
memberi perhatian kepada murid yang memerlukan dukungan lebih/khusus, umpan balik yang diberikan
guru yang membangun kepercayaan diri murid bahwa kemampuan dirinya dapat terus berkembang
ketika ia mau berusaha , suasana belajar yang berfokus pada aktivitas belajar, mengelola proses
pembelajaran secara efeektif dan bermakna dan sudah memfasilitasi pembelajaran yang efektif dalam
membangun keimanan, ketakwaan, komitmen kebangsaan, kemampuan bernalar dan memecahkan
masalah, serta karakter dan kompetensi lainnya yang relevan bagi peserta didik
2. Pendidik telah menyusun Kesepakatan kelas dalam menerapkan disiplin positif agar suasana kelas
kondusif dan murid dapat memfokuskan perhatian pada aktivitas. Kesepakatan kelas merujuk pada
keberadaan cara murid berperilaku yang disepakati antara guru dan murid. Guru telah menerapkan
tindakan tidak agresif dalam menerapkan disiplin positif tindakan ini ditemukan saat proses belajar,
guru berhasil menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman bagi [Link] telah
menanamkan motivasi kepada murid untuk dapat menjadi orang yang mereka inginkan dan
menghargai diri sendiri dengan nilai-nilai yang mereka percaya. Guru telah membuat suasana yang
teratur sehingga murid dapat berfokus pada aktivitas belajar, melalui mendengarkan guru,
berdiskusi kelompok, atau mengerjakan tugas secara mandiri , memperhatikan dan mengerjakan
dalam kegiatan pembelajaran .
3. Pendidik mengelola proses pembelajaran secara efektif dan bermakna yang diawali dengan merumuskan
tujuan pembelajaran dengan mengacu pada kurikulum sekolah agar kegiatan pembelajaran yang
berlangsung dapat mencapai tujuan pembelajaran yang dijanjikan sekolah kepada murid dan orang
tua/wali murid. Melakukan asesmen dengan menggunakan cara yang beragam dapat berupa
observasi, tes dan penilaian akan hasil karya murid berupa portofolio. Guru menggunakan hasil
asesmen untuk mendapatkan informasi tentang kebutuhan belajar murid untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran. Yang dapat memberi informasi tentang apa yang murid sudah kuasai, dan
kemampuan apa yang masih perlu pendampingan. Guru telah menggunakan hasil asesmen sebagai
dasar untuk merancang pembelajaran merancang kegiatan pembelajaran selanjutnya yang selaras
dengan tujuan pembelajaran sehingga pembelajaran dapat efektif dalam membangun kemampuan
baru bagi murid . murid dilibatkan dalam penentuan tujuan pembelajaran kegiatan pembelajaran,
asesmen dan penggunaan pendekatan model dan metode pembelajaran yang akan digunakan
4. Pendidik memfasilitasi pembelajaran yang efektif dalam membangun keimanan, ketakwaan, komitmen
kebangsaan, kemampuan bernalar dan memecahkan masalah, serta karakter dan kompetensi lainnya yang
relevan bagi peserta didik melalui penguatan pendidikan karakter dengan : memfasilitasi murid untuk
menguatkan keimanan dan ketakwaan pada Tuhan yang maha Esa, memfasilitasi murid untuk
menguatkan kecintaan terhadap sejarah, kekayaan budaya, alam Indonesia, pemikiran, dan karya
anak bangsa melalui pengalaman belajar yang beragam. memfasilitasi murid untuk mengembangkan
keingintahuan, serta kecintaan akan ilmu pengetahuan melalui pengalaman belajar yang bermakna
dan reflektif. memfasilitasi murid untuk mengembangkan kemampuan bernalar dan memecahkan
masalah melalui strategi pembelajaran yang mendorong murid berani bertanya, mau mencoba, dan
berkarya. memfasilitasi pembelajaran yang mendorong murid melakukan refleksi
keterhubungan pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata untuk dapat berperan dan
memberikan manfaat di lingkungannya.
5. Sekolah telah menyusun program pengembangan profesional guru yang tertuang dalam RKT
dan RKAS , Semua Guru telah melakukan refleksi pembelajaran secara rutin dalam berbagai
bentuk antara lain catatan pertemuan, jurnal guru, dan dilanjutkan menyusun rencana
pengembangan diri berdasarkan hasil evaluasi kinerja. Evaluasi kinerja guru dilakukan oleh
Sarjono 1
guru secara berkala dalam 2 tahun terakhir dan didukung oleh jadwal evaluasi kinerja guru dan
tenaga kependidikan dalam Rencana Kegiatan Tahunan serta telah dianggarkan dalam RKT dan
RKAS Sekolah telah menyusun program pengembangan profesional guru yang tertuang dalam
RKT dan RKAS , Semua Guru telah melakukan refleksi pembelajaran secara rutin dalam
berbagai bentuk antara lain catatan pertemuan, jurnal guru, dan dilanjutkan menyusun
rencana pengembangan diri berdasarkan hasil evaluasi kinerja. Evaluasi kinerja guru dilakukan
oleh guru secara berkala dalam 2 tahun terakhir dan didukung oleh jadwal evaluasi kinerja
guru dan tenaga kependidikan dalam Rencana Kegiatan Tahunan serta telah dianggarkan
dalam RKT dan RKAS
6. Kepala sekolah menghadirkan layanan belajar yang partisipatif dan kolaboratif untuk tercapainya visi dan
misi. Kepala sekolah telah memahami visi misi sekolah secara jelas dan termuat dalam RKS/RKAS
dan Kurikulum sekolah, kepala sekolah mampu menerjemahkan visi misi tersebut ke dalam
aktivitas, program, dan kebijakan lain kepala sekolah membangun interaksi antar warga-nya
secara berkala. interaksi dilakukan melalui diseminasi rancangan belajar di dalam kalender
akademik, pemberitahuan berkala, hingga penyelenggaraan kelas orang tua. visi misi tersebut
dapat dirasakan oleh setiap pihak dan mewarnai aktivitas sehari-hari mereka saat berada di
lingkungan belajar.
7. Kepala sekolah mengelola anggaran sekolah dan dilaksanakan sesuai dengan perencanaan untuk
mendukung upaya peningkatan layanan yang sudah disepakati di dalam perencanaan akan lebih
maksimal digunakan untuk hal yang paling berdampak pada [Link] anggaran
melibatkan stake holder sekolah dan diadministrasikan dengan baik dari penyusunan rencana,
pelaksanaan anggaran dan laporan serta evaluasi dan tindak lanjtnya.
8. Kepala sekolah memimpin pengelolaan sarana dan prasarana sesuai dengan kebutuhan pembelajaran
yang berpusat pada peserta didik, melalui :
Kepala sekolah menyusun perencanaan pengadaan sarana dan prasarana berdasar analisis
kebutuhan pembelajaran berdasarkan identikkasi kebutuhan belajar murid dan menyediakan
sarana prasarana sesuai dengan kebutuhan belajar muridnya.
Kepala sekolah memanfaatkan sarana dan prasarana yang dimiliki secara optimal Untuk
memenuhi kebutuhan belajar muridserta mampu memastikan sarana prasarana yang dimiliki relevan
untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran.
Kepala sekolah melakukan kerjasama dalam memenuhi sarana dan prasarana untuk kebutuhan
pembelajaran dalam memanfaatkan potensi kemitraan juga direkognisi sebagai cerminan dari
kepemilikan nilai-nilai asset-based thinking pada diri kepala sekolah sebagai pemimpin
pembelajaran.
Kepala sekolah telah menyusun program pemeliharaan sarana dan prasana sekolah dan telah
melaksanakan program tersebut dengan baik
9. Kepala sekolah mengembangkan kurikulum di tingkat sekolah yang selaras dengan kurikulum nasional
melalui :
melakukan analisis karakteristik sekolah dan evaluasi pelaksanaan kurikulum untuk penyusunan
kurikulum sekolah
mengembangkan kurikulum sekolah yang relevan dengan kebutuhan belajar murid dan
merujuk pada kurikulum nasional
menyusun dan melaksanakan mekanisme evaluasi berkala untuk memastikan kurikulum di
tingkat sekolah relevan dengan kebutuhan belajar murid
penyusunan kurikulum melibatkan semua warga sekolah melalui workshop/IHT.
Sarjono 2
Kurikulum digunakan sebagai pedoman dalam pelksanaan pembelajaran
10. Sekolah memastikan terbangunnya iklim kebinekaan bagi peserta didik, pendidik, dan
tenaga kependidikan melalui :
Sekolah telah membangun sikap positif terhadap keberagaman melalui kebijakan,
pembelajaran dan perilaku guru dan tenaga kependidikan oleh sekolah.
mengenali keberagaman guru, tenaga kependidikan, dan murid dalam
merekognisi keragaman latar belakang warganya dan memfasilitasi keragaman
tersebut dengan berbagai cara.
membangun sikap menghargai kesetaraan gender guru, tenaga kependidikan, dan
murid dalam menumbuhkan nilai-nilai kesetaraan gender yang akan tercermin
dalam materi, tata cara berkegiatan dan perilaku yang berkeadilan terhadap
warganya.
11. Sekolah menyediakan lingkungan belajar yang inklusif untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta
didik yang beragam yang berkualitas karena mencerminkan upaya sekolah dalam memenuhi
hak setiap murid, tanpa terkecuali memiliki kebijakan dan/atau prosedur yang
mengakomodasi lingkungan belajar yang inklusif bagi berbagai kebutuhan belajar murid.
melalui keberadaan kebijakan, visi misi dan atau prosedur yang secara eksplisit menyatakan
niat tersebut, sehingga kemudian menjadi rujukan setiap warga sekolah. melaksanakan
program bagi pendidik, orang tua/wali, dan murid untuk mengakomodasi kebutuhan
belajar murid yang beragam. agar memiliki kesadaran dan keterampilan untuk memfasilitasi
kebutuhan belajar murid yang beragam. melaksanakan kegiatan yang memfasilitasi
pembelajaran untuk murid dengan kebutuhan yang beragam. melalui penggalian informasi
dari murid, guru, orang tua/wali, dokumentasi proses pembelajaran, sarana prasarana dan
lainnya.
Sarjono 3
PANDUAN AKREDITASI UNTUK ASESOR | INSTRUMEN AKREDITASI PENDIDIKAN DASAR DAN PENDIDIKAN MENENGAH
12. Sekolah telah membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), tim telah menyusun program
penanggulangan /tata laksana penanganan perundungan/ kekerasan di sekolah dan telah disosialisasikan kepada orang
tua siswa , orang tua siswa dilibatkan untuk melaksanakan kebijakan dan tata laksana sekolah dalam penanganan
perundungan dan kekerasan di sekolah, misalnya dalam bentuk pertemuan orangtua murid, seminar.
13. Sekolah memastikan keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Sekolah memiliki bangunan yang kokoh, lingkungan belajar dan lingkungan sekitar tidak
dalam kondisi yang membahayakan seluruh warga sekolah; serta seluruh warga sekolah
memiliki kesiapan dalam menghadapi bencana/musibah yang merujuk pada Peraturan Kepala
Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan nomor 048/h/ku 12023 tentang petunjuk
teknis standar sarana dan prasarana pada pendidikan anak usia dini, jenjang pendidikan dasar,
dan jenjang pendidikan menengah. melaksanakan prosedur keselamatan murid melalui
pengawasan dan pemeliharaan terhadap sarana dan prasarana. Yang diawali dengan
menyusun jadwal pemeriksaan dan melakukan tindakan pemeliharaan secara berkala.
melaksanakan prosedur dan perlengkapan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)
untuk menangani keadaan darurat seperti APAR, P3K baik secara individu maupun
kelompok yang memerlukan pertolongan. Sekolah melakukan prosedur mitigasi yang
relevan dengan kondisi dan diketahui semua warga sekolah apa yang harus dilakukan
jika terjadi bencana.
14. Sekolah menjamin lingkungan yang sehat dan memiliki/melaksanakan program yang membangun
kesehatan ksik dan mental pada peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan.
Sekolah yang berkualitas karena mencerminkan pandangan bahwa kemampuan yang
dibangun di sekolah, bukanlah sebatas kemampuan kognitif, melainkan juga kemampuan
murid dan warga sekolah dalam menjaga well-being-nya. Sekolah yang memiliki iklim lingkungan
belajar sehat akan berupaya menghargai dan menjaga kesehatan ksik dan psikis dari warga
[Link] :
melaksanakan program untuk menjaga kebugaran murid, pendidik, dan tenaga kependidikan
setiap minggu
menyediakan layanan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) atau terhubung dengan fasilitas
kesehatan terdekat.
mendorong tersedianya pilihan makanan di lingkungan dan sekitar sekolah yang tidak
mengandung pemanis buatan, gula dan sodium berlebihan, zat pewarna dan pengawet
makanan yang tidak aman.
melaksanakan program untuk membangun kesadaran tentang kesehatan mental pada murid,
pendidik, dan tenaga kependidikan.
memberi kesempatan untuk pemenuhan kebutuhan istirahat dan bergerak aktif bagi murid,
pendidik, dan tenaga kependidikan.
melaksanakan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan pencegahan adiksi. Adiksi dalam hal
ini merujuk pada narkoba, rokok, dan lainnya.