0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan34 halaman

Profil dan Analisis KSPPS Nuri Jatim

tugas

Diunggah oleh

Septian Ar Roziqi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan34 halaman

Profil dan Analisis KSPPS Nuri Jatim

tugas

Diunggah oleh

Septian Ar Roziqi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB IV

DESKRIPSI, PEMBUKTIAN HIPOTESIS, DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data

1. Profil KSPPS Nuri Jatim

a. Sejarah KSPPS Nuri Jatim

Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Nuri Jawa Timur (KSPPS

NURI JATIM) yang sebelumnya dikenal dengan KSN Jatim merupakan salah satu

koperasi syariah berskala Provinsi Jawa Timur yang berpusat di jalan raya Palduding-

Pegantenan, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan Jawa

Timur. Koperasi ini didirikan oleh para tokoh alumni Pondok Pesantren Banyuanyar

pada hari senin tanggal 1 Desember 2008 dan mulai beroperasi pada tanggal 1 Januari

2009 dengan kantor pelayanan yang beralamat di Jalan Raya Palduding, Desa

Plakpak, Kecamatan pegantenan, Kabupaten Pamekasan.

Koperasi ini bergerak dalam bidang usaha simpan pinjam yang beroperasional

berdasarkan legalitas badan hukum dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten

Pamekasan dengan Nomor 02/BH/XVI.19/2010,tertanggal 29 April 2010. Dalam

perkembangan kelembagaan KSPPS Nuri Jatim, pelayanan usaha simpan pinjam

yang diberikan kepada anggota, bukan hanya ada di wilayah Kabupaten Pamekasan

saja, melainkan juga menyebar ke wilayah Kabupaten Sampang dan Kabupaten

Sumenep. Sehingga pada tahun 2014 pengurus mengajukan alih bina kepada Dinas

Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur. Selanjutnya, berdasarkan pengesahan Akta

Perubahan Anggaran Dasar dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur Nomor:


P2T/10/09.02/01/XII/2014, tanggal 11 Desember 2014, secara resmi menjadi binaan

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa

Timur. Pada 2019 resmi beralih status dari KSN Jatim menjadi KSPPS Nuri Jatim.

KSPPS Nuri Jatim melaksanakan kegiatan usaha menghimpun dana dalam

bentuk simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan wajib khusus, simpanan hari

raya, simpanan berjangka, simpanan walimatul ursy, simpanan pendidikan, simpanan

haji dan umrah, simpanan qurban, simpanan rumah tangga dan simpanan suka rela,

serta memberikan pembiayaan untuk anggota atau calon anggota, koperasi lain dan

atau anggotanya antara lain pembiayaan gadai emas, pembelian barang serba guna,

modal usaha, modal pertanian, gadai BPKB syariah, gadai sertifikat tanah, gadai

kendaraan, pembelian mobil dan motor, kebajikan barokah dan pembelian rumah

sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia tentang perkoperasian

dan peraturan pemerintah tentang pelaksanaan kegiatan usaha simpan pinjam oleh

koperasi.

Sebagai salah satu lembaga keuangan non bank, KSPPS Nuri Jatim berperan

sebagai lembaga intermediasi antara potensi yang dimiliki masyarakat berekonomi

kecil, maka pada tahun-tahun berikutnya membuka kantor pelayanan yang hampir di

setiap kecamatan di Madura dan bahkan hampir di setiap kabupaten di tanah jawa

dengan tujuan untuk membangun peradaban ekonomi umat berbasis syariah.

Dalam menjalankan usahanya, KSPPS Nuri Jatim memegang teguh prinsip-

prinsip koperasi dan jati diri koperasi yang diorientasikan untuk dapat membantu

meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial dari anggota KSPPS Nuri Jatim.

Sesuai dengan mottonya, hingga saat ini KSPPS Nuri Jatim memiliki anggota yang
sangat banyak dan tersebar di seluruh Provinsi Jawa Timur. Sebagai salah satu tujuan

dari berdirinya KSPPS Nuri Jatim yang bergerak di bidang usaha simpan pinjam,

diharapkan dapat menjadi solusi untuk terbangunnya ekonomi umat yang berbasis

syariah.1

b. Visi dan Misi KSPPS Nuri Jatim

Visi merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh suatu lembaga. Sedangkan

misi adalah hal-hal yang perlu dilakukan untuk mewujudkan visi. Adapun visi dan

misi KSPPS Nuri Jatim adalah sebagai berikut:

Visi:

Terwujudnya koperasi syariah yang unggul dan kompetitif sebagai pilar

pembangunan ekonomi umat

Misi:

1) Menjadikan KSPPS Nuri Jatim sebagai rujukan Koperasi Syariah.

2) Menciptakan pelayanan dan SDM KSPPS Nuri Jatim yang kompetitif dan

profesional.

3) Meningkatkan pendapatan anggota dan masyarakat.

4) Membangun kesadaran masyarakat akan kehidupan bergotong royong dalam

melakukan aktivitas usahanya.

5) Menciptakan pengusaha muslim yang tangguh di lingkungan masyarakat.

6) Meningkatkan program pemberdayaan ekonomi, khusunya dikalangan

anggota melalui sistem syariah.

1
KSPPS NURI JATIM, di akses dari [Link] pada tanggal 21 Juni 2021
pukul 21:56
c. Struktur Organisasi KSPPS Nuri Jatim

Adapun struktur yang ada di KSPPS Nuri Jatim dapat dilihat dari gambar dibaawah

ini :

2. Deskripsi Data Penelitian dan Responden

a. Deskripsi Data Penelitian

Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan cara membagikan

kuesioner kepada anggota KSPPS Nuri Jatim Cabang Kota Pamekasan. Penelitian ini

membagikan atau menyebarkan 94 kuesioner kepada anggota KSPPS Nuri Jatim

Cabang Waru Pamekasan. Penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan

nonprobability sampling yaitu accidental sampling, artinya unit sampel yang dipilih

berdasarkan ketersediannya. Mereka yang berada di tempat yang tepat dan diwaktu

tepat itulah yang dipilih sebagai sampel pada sebuah penelitian begitupun dengan

penelitian ini.
Keterangan Jumlah

Kuesioner yang disebarkan 60

Kuesioner yang tidak dikembalikan 0

Kuesioner yang Kembali 60

Kuesioner yang digugurkan 0

Kuesioner yang digunakan 60

Tingkat pengembalian (respon rute) 100%

Tingkat pengembalian yang digunakan (usable respon rute) 100%

Sumber: data diolah tahun 2024

Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa jumlah kuesioner yang disebarkan

sebanyak 60 dan kuesioner yang digunakan berjumlah 60. Bisa disimpulkan bahwa

tingkat pengembalian yang digunakan yaitu 100%.

b. Deskripsi Data Responden

1) Jenis Kelamin Responden

Berikut ini merupakan rincian jenis kelamin responden dalam penelitian ini:

Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin


55% 45%

Laki-laki Perempuan

Sumber: Data diolah tahun 2024

Berdasarkan diagram lingkaran diatas menunjukkan data penelitian berdasarkan jenis

kelamin anggota di KSPPS Nuri Jatim Cabang Pamekasan Kota diperoleh untuk laki-

laki sebanyak 27 anggota (45%) dan jenis kelamin perempuan sebanyak 33 anggota

(55%). Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini

adalah perempuan.
2) Usia Responden

Berikut merupakan rincian usia responden dalam penelitian ini:

Jumlah Responden Berdasarkan Usia

8
7
13
8
5
9
9
1

0 2 4 6 8 10 12 14
21-25 Tahun 26-30 Tahun 31-35 Tahun 36-40 Tahun
41-45 Tahun 51-55 Tahun2 51-55 Tahun 56-60 Tahun

Sumber: Data diolah tahun 2024

Berdasarkan diagram lingkaran diatas menunjukkan data penelitian berdasarkan usia

anggota di KSPPS Nuri Jatim Cabang Pamekasan Kota diperoleh untuk usia 21-25

sebanyak 8 anggota (13.3%), usia 26-30 sebanyak 7 anggota (11.7%), usia 31-35

sebanyak 13 anggota (21.7%), usia 36-40 sebanyak 8 anggota (13.3%), usia 41-45

sebanyak 5 anggota (8.3%), usia 46-50 sebanyak 9 anggota (15%), usia 51-55

sebanyak 9 anggota (15%), dan usia 56-60 sebanyak 1 anggota (1.7%). Dapat

disimpulkan bahwa dalam penelitian ini sebagian besar adalah responden yang

berusia 31-35 tahun.


3) Lama Menabung

Jumlah Responden Berdasarkan Lama Menabung

1-5 Tahun
6-10 Tahun 53%
47%

Sumber: Data diolah tahun 2024

Berdasarkan diagram lingkaran diatas menunjukkan data penelitian

berdasarkan lama menabung anggota di KSPPS Nuri Jatim Cabang Pamekasan Kota

diperoleh untuk rentang 1-5 tahun sebanyak 32 anggota (53.3%) dan rentang 6-10

tahun sebanyak 28 anggota (46.7%). Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar

responden dalam penelitian ini adalah yang menabung berkisar 1-5 tahun.

c. Distribusi Frekuensi Jawaban Responden

Pada penelitian ini untuk memberikan gambaran demografi responden

penelitian dan deskripsi mengenai variabel penelitian tentang pengaruh kualitas

pelayanan dan bagi hasil terhadap minat anggota menggunakan produk siber

(simpanan berjangka) di kspps nuri jatim cabang kota pamekasan. Sekitar 34 anggota

yang menggunakan produk siber (simpanan berjangka) di kspps nuri jatim cabang
kota pamekasan menjawab kuesioner tertutup yang diberikan sebagai alat penelitian.

Variabel X1 dan X2 terdiri dari 5 pernyataan, sementara variabel Y dalam penelitian

ini terdiri dari 4 pernyatan. Ada 14 pernyataan dalam penelitian ini secara

keseluruhan.

Skor: ((∑STSx1)+(∑TSx2)+ (∑KSx3)+ (∑Sx4)+ (∑SSx5)) : (N x 5 x ∑X)

Presentase Pencapaian Kriteria

80-100% Sangat Kuat

60-79% Kuat

50-59% Cukup Kuat

36-49% Lemah

0-35% Sangat Lemah

Sumber: Sugiyono (2017:207)

Tanggapan responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini mengenai

pengaruh kualitas pelayanan, persepsi dan bagi hasil terhadap minat menabung

anggota dalam menggunakan produk SIBER (simpanan berjangka) di KSPPS Nuri

Jatim cabang waru dapat dijelaskan melalui tanggapan responden yang diperoleh dari

hasil angket yang telah disebar, maka untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada

distribusi frekuensi variable dibawah ini :


1) Distribusi Frekuensi Variabel Kualitas Pelayanan

Sikap responden terkait variabel kualitas pelayanan dijelaskan pada tabel dibawah ini

Petanyaan/ SS S KS TS STS

pernyataa 5 4 3 2 1

X1.1 17 31 12 - -

X1.2 14 28 8 - -

X1.3 26 26 8 - -

X1.4 30 18 12 - -

X1.5 36 18 6 - -

Jumlah 123 121 46 - -

Sumber: Output SPSS, data primer diolah tahun 2024

Berdasarkan tabel di atas di ketahui bahwa responden memberikan jawaban sangat

setuju 123, responden dengan jawaban setuju sebanyak 121, dan responden dengan

jawaban kurang setuju 46.

Skor: ((∑STSx0)+(∑TSx0)+ (∑KSx46)+ (∑Sx121)+ (∑SSx123)) : (n x 5 x 5)

= ((0 x 1) + (0 x 2) + (46 x 3) + (121 x 4) + (123 x 5)) : (60 x 5 x 5)

= (0 + 0 + 138 + 484 + 615) : 1.500

= 742 : 1.500

= 0,82 x 100%
= 82%

Secara kontinue 82% termasuk kategori sangat kuat karena berada di antara

80% - 100%.

Distribusi Frekuensi Variabel Bagi Hasil

Sikap responden terkait variabel bagi hasil dijelaskan pada tabel dibawah ini:

Distribusi Frekuensi Variabel Bagi Hasil

Pertanyaan SS S KS TS STS

/ 5 4 3 2 1

pernyataan

X2.1 32 23 5 - -

X2.2 20 31 9 - -

X2.3 31 23 6 - -

X2.4 13 35 12 - -

X2.5 28 26 6 - -

Jumlah 121 138 38 - -

Sumber: Output SPSS, data primer diolah tahun 2024

Berdasarkan tabel di atas di ketahui bahwa responden memberikan jawaban

sangat setuju sebanyak 121, responden dengan jawaban setuju sebanyak 138, dan

responden dengan jawaban kurang setuju sebanyak 38.

Skor: ((∑STSx1)+(∑TSx2)+ (∑KSx3)+ (∑Sx4)+ (∑SSx5)) : (n x 5 x 5)

= ((0 x 0) + (0 x 2) + (38 x 3) + (138 x 4) + (121 x 5)) : (60 x 5 x 5)


= (114 + 552 + 605) : 1.500

= 1.271 : 1.500

= 0,85 x 100%

= 85%

Secara kontinue 85% termasuk kategori sangat kuat karena berada diantara

80-100%.

2) Distribusi Frekuensi Variabel Minat Anggota

Sikap responden terkait variabel bagi hasil dijelaskan pada tabel dibawah ini:

Pertanyaan/ SS S KS TS STS

pernyataan 5 4 3 2 1

Y.1 29 29 2 - -

Y.2 21 31 8 - -

Y.3 28 28 3 - -

Y.4 27 28 5 - -

Jumlah 105 116 18 - -

Sumber: Output SPSS, data primer diolah tahun 2024

Berdasarkan tabel di atas di ketahui nahwa responden memberikan jawaban

sangat setuju sebanyak 105, responden dengan jawaban setuju sebanyak 116, dan

responden dengan jawaban kurang setuju sebanyak 18.

Skor: ((∑STSx1)+(∑TSx2)+ (∑KSx3)+ (∑Sx4)+ (∑SSx5)) : (n x 5 x 4)

= ((0 x 1) + (0 x 2) + (18 x 3) + (116 x 4) + (105 x 5)) : (60 x 5 x 4)


= (54 + 464 + 525) : 1.200

= 1.043 : 1.200

= 0,87 x 100%

= 87%

Secara kontinue 87% termasuk kategori sangat kuat karena berada di antara

80% - 100%.

d. Uji Kualitas Data

Adapun tujuan dari pengujian kualitas data adalah untuk mengetahui apakah

setiap item pertanyaan atau pertanyaan yang digunakan dalam penelitian ini layak

atau tidak layak untuk digunakan. Peneliti mengajukan kuesioner yang berisi 20

pertanyaan yang meliputi beberapa variabel diantaranya variabel kualitas pelayanan

(X1), persepsi (X2), bagi hasil (X3) dan Minat (Y).

1) Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu pertanyaan

kuesioner masing-masing variabel atai indicator. Teknik pengujiannya menggunakan

person correlation yakni kolerasi antara skor item dengan skor total item (nilai r-

hitung) dibandingkan dengan r-tabel. Jika nilai r-hitung > r-tabel maka item tersebut

dikatakan valid.

Hasil Uji Validitas

Variabel Item Koefisien rtabel Keterangan

Pernyataan Korelasi
Kualitas X1.1 0,756 0,324 Valid

Layanan X1.2 0,658 0,324 Valid

(X1) X1.3 0,706 0,324 Valid

X1.4 0,824 0,324 Valid

X1.5 0,797 0,324 Valid

Kualitas X2.1 0,844 0,324 Valid

Produk (X2) X2.2 0,809 0,324 Valid

X2.3 0,907 0,324 Valid

X2.4 0,720 0,324 Valid

X2.5 0,846 0,324 Valid

Kepuasan Y.1 0,894 0,324 Valid

Anggota (Y) Y.2 0,888 0,324 Valid

Y.3 0,900 0,324 Valid

Y.4 0,844 0,324 Valid

Sumber: Output SPSS, data primer diolah tahun 2024

Diperoleh hasil uji validitas pada tabel diatas, menyatakan bahwa nilai

Pearson Correlation pada masing-masing item pernyataan tiap variabel memiliki

nilai rhitung > rtabel. Maka, dapat disimpulkan bahwa masing-masing item

pernyataan pada tiap variabel adalah valid.

2) Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk melihat jawaban atau tanggapan dari

responden akan menghasilkan hasil yang sama jika dilakukan pada tempat dan waktu

berbeda. Suatu indikator dikatakan reliabel jika nilai Crombach Alpha > 0,60. Berikut

adalah tabel hasil uji reliabilitas:

Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach Alpha Keterangan

Kualitas Pelayanan (X1) 0,793 Reliabel

Bagi Hasil (X2) 0,883 Reliabel

Minat Anggota (Y) 0,873 Reliabel

Sumber: Output SPSS, data primer diolah tahun 2024

Diperoleh hasil data uji reliabilitas pada tabel di atas, bahwa masing-masing

variabel yang digunakan dalam penelitian ini memilik nilai Cronbach’s Alpha > 0,60.

Maka, dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas layanan, kualitas produk dan

kepuasan anggota dikatakan reliabel.

e. Analisi Deskriptif
Descriptive Statistics

Std.
N Minimum Maximum Mean Deviation
X1 60 15 25 21.12 2.688
X2 60 15 25 21.43 2.733
Y 60 12 20 17.43 2.189
Valid N
60
(listwise)
Sumber: Output SPSS, data primer diolah tahun 2024

Berdasarkan hasil Uji Deskriptif diatas, dapat digambarkan distribusi data

yang didapat oleh peneliti adalah:

1) Variabel Kualitas Pelayanan (X1), dari data tersebut dapat disimpulkan

bahwa nilai minimum 15, sedangkan nilai maksimum 25, nilai rata-rata

sebesar 21.12 dan standar deviation adalah 2.688.

2) Variabel Bagi Hasil (X2), dari data tabel diatas dapat disimpulkan bahwa

nilai minimum 15, sedangkan nilai maksimum 25, nilai rata-rata sebesar

21.43 dan nilai standar deviation sebesar 2.733.

3) Variabel Minat Anggota (Y), dari data tabel diatas dapat disimpulkan

bahwa nilai minimum 12, nilai maksimum 20, nilai rata-rata 17.43 dan

nilai standar deviation 2.189.

f. Uji Asumsi Klasik

1) Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan

kolerasi antar variabel bebas (independent). Model regresi yang baik seharusnya tidak

terjadi korelasi diantara variabel bebas. Cara untuk mengetahui ada tidaknya

multikolinearitas dengan melihat nilai tolerance dan nilai Variance Inflation factor

(VIF) dan pada model regresi. Tidak terjadi multikolinearitas apabila nilai tolerance

> 0,10 dan nilai VIF < 10. Berikut adalah hasil uji multikolinearitas tiap variabel.

1) Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan

kolerasi antar variabel bebas (independent). Model regresi yang baik seharusnya tidak

terjadi korelasi diantara variabel bebas. Cara untuk mengetahui ada tidaknya

multikolinearitas dengan melihat nilai tolerance dan nilai Variance Inflation factor

(VIF) dan pada model regresi. Tidak terjadi multikolinearitas apabila nilai tolerance

> 0,10 dan nilai VIF < 10. Berikut adalah hasil uji multikolinearitas tiap variabel.

Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients Collinearity Statistics
Model B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF
1 (Constant) 2.397 1.472 1.628 .109
X1 .374 .089 .459 4.202 .000 .515 1.943
X2 .333 .088 .416 3.806 .000 .515 1.943
a. Dependent Variable: Y
Sumber: Output SPSS, data primer diolah tahun 2024
Berdasarkan hasil uji multikolinearitas pada table diatas, diperoleh hasil data

tolerance kualitas pelayanan dan bagi hasil sebesar 0,515 > 0,1 atau VIF 1.943 < 10.

Maka dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas dalam regresi ini.

2) Uji Heterokedastisitas

Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam regresi terjadi

ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan kepengamatan lain. Model

regresi yang baik seharusnya tidak terjadi heterokedastisitas, cara mendeteksi ada

tidaknya heterokedastisitas adalah dengan melakukan uji Glejser. Apabila nilai

probabilitas signifikannya diatas 0,05 maka model regresi tersebut terbebas dari

gejala heterokedastisitas. Adapun hasil dari pengujian pada penelitian ini adalah

sebagai berikut:

Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients

B Std. Error Beta t Sig.

2.432 .913 2.664 .010

-.099 .055 -.318 -1.785 .080

.030 .054 .097 .544 .588

a. Dependent Variable: RES_2

Sumber: Output SPSS, data primer diolah tahun 2024


Berdasarkan tabel dapat diketahui bahwa nilai signifikasi variabel kualitas

pelayanan dan bagi hasil yaitu 0,080 dan 0,588. Hal ini menunjukkan bahwa model

regresi pada penelitian ini tidak terjadi gejala heteroskedastisitas karena nilai

signifikasi > 0,05.

Sumber: Output SPSS, data primer diolah tahun 2024

Berdasrkan hasil uji heteroskedastisitas dengan menggunakan uji grafik

Scatterplot pada gambar diatas, menjelaskan bahwa titik-titik pada grafik tidak bisa

membentuk pola tertentu yang teratur dan jelas, dapat dilihat pada gambar grafik

diatas titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka sumbu Y, sehingga grafik

tersebut tidak bisa dibaca dengan jelas. Hal ini menjelaskan bahwa tidak terjadi

heteroskedastisitas.

3) Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model antara variabel

pengganggu masing-masing variabel independent (bebas saling mempengaruhi).

Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi autokorelasi. Metode pengujiannya

menggunakan uji Durbin Watson (DW). Adapun hasil pengujian pada penelitian ini

adalah sebagai berikut:

Model Summaryb
Adjusted R Std. Error of Durbin-
Model R R Square Square the Estimate Watson
1 .806a .650 .638 1.318 2.252
a. Predictors: (Constant), X2, X1
b. Dependent Variable: Y
Sumber: Output SPSS, data primer diolah tahun 2024

Berdasarkan hasil uji autokorelasi pada tabel diperoleh nilai pada Durbin-

Watson (DW) 2.252. Perbandingan nilai DWhitung dengan nilai DWtabel digunakan

untuk mengetahui ada tidaknya gejala autokorelasi, maka nilai DWhitung

dibandingkan dengan DWtabel berikut ini:

Hasil Durbin-Watson

N DW dL dU 4-dL 4-dU Keputusan


60 2,252 1,480 1,689 2,520 2,311 Tidak Ada Auto korelasi
Sumber: Data diolah tahun 2024

Berdasarkan tabel hasil Durbin-Watson diatas, diperoleh hasil DW sebesar

2,252. Nilai dL dan dU diperoleh dari tabel DW dengan nilai signifikasi 5% dan n

(jumlah data) sebanyak 60 dan jumlah variabel independent yang digunakan pada

penelitian ini (k) sebanyal 3 variabel, sehingga didapat nilai dL sebesar 1,480 dan
nilai dU sebesar 1,689. Hal ini berarti bahwa nilai DW sebesar 2,252 berada diantara

nilai dU = 1,480 dan nilai 4-dU = 2,311 (dU < DW < 4-dU = 1,689 < 2,252 < 2,311),

sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi dalam penelitian ini tidak terdapat

gejala autokorelasi.

4) Uji Normalitas

Untuk mendeteksi nilai residual berdistribusi normal atau tidak, maka dapat

diketahui dengan melakukan beberapa uji normalitas yaitu dengan melihat

penyebaran data pada sumber diagonal pada grafik Normal P-Plot of regression

standardized residual dengan ketentuan jika titik-titik menyebar disekitar garis dan

mengikuti garis diagonal, maka nilai residual tersebut berdistribusi normal. Selain itu

juga dapat menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov (K-S), dengan kriteria analisis

yaitu jika nilai Sig.>α (α: 0,05) maka nilai residual berdistribusi normal. Adapun hasil

dari grafik Normal P-Plot dan hasil uji Kolmogorof-Smirnov dapat dilihat pada

gambar dan tabel dibawah ini:


Sumber: Output SPSS, data primer 2024

Berdasarkan Grafik diatas dapat dilihat bahwa penyebaran data mengikuti

garis normal. Jadi dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal dan model

regresi telah memenuhi asumsi normalitas.

Hasil dari uji normalitas dengan uji Kolmogoorv-Smirnov dapat dilihat pada

tabel dibawah ini:


Hasil Uji Normalitas dengan Uji Kolmogorov-Smirnov

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Unstandardiz
ed Residual
N 60
Normal Parametersa Mean .0000000
Std. Deviation 1.29533863
Most Extreme Absolute .085
Differences Positive .085
Negative -.044
Kolmogorov-Smirnov Z .656
Asymp. Sig. (2-tailed) .783
a. Test distribution is Normal.
Sumber: Output SPSS, data primer 2024

Jadi, berdasarkan tabel hasil uji normalitas menggunakan metode one sample

kolmogorov Smirnov didapatkan hasil sig sebesar 0,783 dimana hasil tersebut > 0,05.

Jadi dapat disimpulkan hasil uji tes pada penelitian ini berdistribusi normal.

B. Pembuktian Hipotesis

1) Analisis Regresi Linear Berganda

Y = α + β1X1 + β2X2 + e

Keterangan:

Y = Kepuasan Anggota

X1 = Kualitas Layanan

X2 = Kualitas Produk

e = error
Hasil dari regresi linier berganda dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel

coefficients sebagai berikut:

Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 2.397 1.472 1.628 .109
X1 .374 .089 .459 4.202 .000
X2 .333 .088 .416 3.806 .000
a. Dependent Variable: Y
Sumber: Output SPSS, data primer diolah tahun 2024

Dilihat pada tabel coefficients diatas, memperoleh hasil koefisien variabel kualitas

pelayanan 0,374, variabel bagi hasil 0,333 dan konstanta sebesar 2.397. Berdasarkan

hasil pengujian regresi linier berganda diatas, maka memperoleh model persamaan

regresi dari penelitian ini yaitu:

Y = α + β1X1 + β2X2 + e

Y = 2.397 + 0,374X1 + 0,333X2 + e

Berdasarkan model regresi tersebut dapat dipahami sebagai berikut:

a. Konstanta sebesar 2.397 menunjukkan bahwa apabila kualitas pelayanan dan

bagi hasil bernilai tetap (konstan), maka nilai variabel minat anggota sebesar

2.397 satuan.

b. Koefisien regresi kualitas pelayanan sebesar 0,374 yang memiliki arah positif

(searah) antara kualitas pelayanan dengan minat anggota menggunakan

produk siber (simpanan berjangka) di kspps nuri jatim cabang pamekasan


kota, yang berarti bahwa setiap peningkatan satu-satuan kualitas pelayanan

menyebabkan peningkatan minat anggota sebesar 0,374 satuan.

c. Koefisien regresi kualitas produk sebesar 0,333 yang memiliki arah positif

(searah) antara bagi hasil dengan minat anggota menggunakan produk siber

(simpanan berjangka) di kspps nuri jatim cabang pamekasan kota, yang berarti

bahwa setiap peningkatan satu-satuan kualitas produk menyebabkan

peningkatan kepuasan anggota sebesar 0,333 satuan.

Berdasarkan penjelasan pada model regresi diatas, maka dapat disimpulkan

bahwa terdapat hubungan antara variabel kualitas pelayanan dan variabel bagi hasil

terhadap minat anggota menggunakan produk siber (simpanan berjangka) di kspps

nuri jatim cabang pamekasan kota.

2) Uji Parsial

Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 2.397 1.472 1.628 .109
X1 .374 .089 .459 4.202 .000
X2 .333 .088 .416 3.806 .000
a. Dependent Variable: Y
Sumber: Output SPSS, data primer diolah tahun 2024
Berdasarkan tabel diatas, maka dapat dijelaskan penyelesaian pengaruh X1,

X2 terhadap Y, antara lain:

Keputusan = Terima Ha, jika thitung > ttabel


thitungX1 = 4.202
thitungX2 = 3.806
a
ttabel = ; n-k
2

0 , 05
= ; 60−2
2

= 0,025 ; 58

= 2.001

Berikut adalah penjelesan dari hasil uji t pada variabel kualitas layanan (X1),

kualitas produk (X2), yaitu:

1. Berdasarkan hasil uji t pada variabel kualitas pelayanan (X1)

memperoleh nilai thitung sebesar 4.202 lebih besar dari ttabel 4.202 >

2.001), deangan nilai signifikansi 0,020 lebih kecil dari α = 0,05

(0,000 < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa “Kualitas pelayanan

berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat menabung

anggota”, yang berarti bahwa Ha1 diterima atau tolak H01.

2. Berdasarkan hasil uji t pada variabel kualitas produk (X2) memperoleh

nilai thitung sebesar 3,985 lebih besar dari ttabel (3.806 > 2.001),

dengan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil α = (0,000 < 0,05), maka

dapat disimpulkan bahwa “Bagi hasil berpengarih positif dan


signifikan terhadap minat menabung anggota”, yang berarti bahwa

Ha2 diterima atau tolak H02

3) Uji F (Simultan)

ANOVAb
Sum of
Model Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 183.737 2 91.869 52.896 .000a
Residual 98.996 57 1.737
Total 282.733 59
a. Predictors: (Constant), X2, X1
b. Dependent Variable: Y
Sumber: Output SPSS, data primer diolah tahun 2024

Keputusan: Terima Ha, Jika nilai Fhitung > Ftabel

Fhitung = 52.896

Ftabel = F (α), (V1, V2)

= F (0,05), (p, n - p - 1)

= F (0,05), (2, 60 - 2 - 1)

= F (0,05), (2, 57)

= 3,16

Berikut penjelasannya:

Berdasarkan tabel hasil uji f memperoleh nilai fhitung sebesar 52.896 lebih besar

dari Ftabel (52.896 > 3,16), dengan nilia signifikansi 0,000 lebih kecil dari α = 0,05

(0,000 < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa variabel X1 (kualitas pelayanan),
variabel X2 (bagi hasil) secara simultas berpengaruh terhadap Y (minat menabung

anggota) pada KSPPS Nuri Jatim Cabang Pamekasan Kota.

4) Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien Determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa jauh variabel

independen mempengaruhi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi ditentukan

dengan melihat nilai Adjusted R Square sebagaimana tabel berikut ini:

Model Summary
Adjusted R Std. Error of
Model R R Square Square the Estimate
1 .806a .650 .638 1.318
a. Predictors: (Constant), X2, X1

Berdasarkan tabel hasil uji Koefisien Determinasi pada tabel diatas, diperoleh

nilai Adjusted R Square Sebesar 0,650 (65%). Ini berarti sebesar 65% kemampuan

model regresi pada penelitian ini dalam menerangkan variabel bebas (variabel

kualitas pelayanan dan bagi hasil) mampu menjelaskan variabel terikat (minat

menabung anggota). Sedangkan sisanya 100%- 65% = 35% dipengaruhi oleh variabel

lain.

C. Pembahasan

Pembahasan ini dilakukan untuk menganalisis hasil “ Pengaruh

Kualitas ]elayanan dan Bagi Hasil Terhadap Minat Anggota Dalam Menggunakan

Produk SIBER (Simpanan Berjangka) di KSPPS Nuri Jatim Cabang Kota Pamekasan

“ secara parsial dan simultan.


1) Pengaruh Kualitas ]elayanan Terhadap Minat Anggota Dalam

Menggunakan Produk SIBER (Simpanan Berjangka) di KSPPS Nuri

Jatim Cabang Kota Pamekasan.

Dari hasil uji regresi linear berganda menunjukkan bahwa besaran koefisien

regresi variabel kualitas pelayanan bertanda positif yang berarti kualitas pelayanan

berbanding lurus atau searah terhadap minat anggota Berdasarkan hasil uji t pada

variabel kualitas pelayanan (X1) memperoleh nilai thitung sebesar 4.202 lebih besar

dari ttabel (4.202 > 2.001), dangan nilai signifikansi 0,020 lebih kecil dari α = 0,05

(0,000 < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa “Kualitas pelayanan berpengaruh

positif dan signifikan terhadap minat menabung anggota”, yang berarti bahwa Ha1

diterima atau tolak H01. Artinya variabel kualitas pelayanan berpengaruh signifikan

terhadap minat anggota. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kualitas pelayanan

berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat anggota dalam menggunakan

produk SIBER di KSPPS Nuri Jatim Cabang Pamekasan Kota.

Berdasarkan uraian penjelasan di atas dapat dimaknai bahwa semakin tinggi

kualitas pelayanan yang diberikan kepada anggota maka semakin tinggi pula minat

menabung anggota. Begitupula sebaliknya, semakin rendah kualitas pelayanan yang

diberikan maka minat anggotapun juga akan semakin rendah. Kualitas pelayanan

yang diberikan oleh KSPPS Nuri Jatim Cabang Pamekasan Kota memanglah sangat

baik, hal ini terbukti dengan respon positif dari anggota yang setuju dengan beberapa

pertanyaan mengenai kualitas pelayanan yang diberikan seperti fasilitas yang

diberikan memadai, kesopanan dalam berpenampilan dan komunikasi yang baik.


Tentunya pelayanan yang sangat berkualitas seperti ini menjadi daya tarik tersendiri

bagi anggota untuk meningkatkan minat menabung. Anggota akan merasa apa yang

mereka harapkan telah terpenuhi sehingga merekapun juga akan memberikan respon

positif dengan meningkatkan minat menabungnya.

Menurut Tjiptono, kualitas produk atau pelayanan berkontribusi besar pada

kepuasan pelanggan, pembelian atau penggunaan ulang, loyalitas pelanggan serta

profitabilitas.2 Sejalan dengan pendapat Tjiptono bahwa kualitas pelayanan mampu

memberikan dampak positif terhadap Lembaga yaitu kepuasan anggota dimana dari

rasa kepuasan yang dirasakan akan meningkatkan minat untuk menggunakan

Kembali produk atau dalam hal ini yaitu kualitas pelayanan yang baik akan

meningkatkan minat menabung anggota. Lebih lanjut Sangadji dan Sopiah

menyatakan bahwa kualitas memiliki hubungan yang erat dengan kepuasan

pelanggan serta memberikan dorongan kepada pelanggan untuk menjalin ikatan yang

kuat dengan perusahaan.3 Dengan kualitas pelayanan yang baik yang diberikan

kepada anggota maka anggotapun akan merasa puas dan akan menjalin ikatan yang

lebih erat dengan meningkatkan minat menabungnya.

2
Fandi Tjiptono, Strategi Pemasaran, Edisi pertama (Yogyakarta: ANDI Offset, 2007), 266.
3
Etta Mamang Sangadji dan Sopiah, Perilaku Konsumen (Yogyakarta: CV. ANDI Offset, 2013), 100.
2) Pengaruh Bagi Hasil Terhadap Minat Anggota Dalam Menggunakan

Produk SIBER (Simpanan Berjangka) Di KSPPS Nuri Jatim Cabang

Pamekasan Kota

Koefisien regresi kualitas produk sebesar 0,328 yang memiliki arah positif

(searah) antara bagi hasil dengan minat anggota menggunakan produk siber

(simpanan berjangka) di kspps nuri jatim cabang pamekasan kota, yang berarti bahwa

setiap peningkatan satu-satuan kualitas produk menyebabkan peningkatan kepuasan

anggota sebesar 0,328 satuan. Hasil uji t pada variabel kualitas produk (X2)

memperoleh nilai thitung sebesar 3,985 lebih besar dari ttabel (3.806 > 2.001),

dengan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil α = (0,000 < 0,05), maka dapat

disimpulkan bahwa “Bagi hasil berpengarih positif dan signifikan terhadap minat

menabung anggota”, yang berarti bahwa Ha2 diterima atau tolak H02.

Berdasarkan uraian penjelasan diatas dapat diartikan bahwa bagi hasil

berpengaruh terhadap minat anggota dalam menggunakan produk SIBER di KSPPS

Nuri Jatim Cabang Pamekasan Kota. Karena menurut Yulia Khasanah dan Arie Indra

Gunawan dalam mekanisme bagi hasil yang diterapkan lembaga keuangan syariah

saat ini besarnya ditetapkan sesuai jumlah keuntungan usaha yang dijalankan, jika

suatu usaha tersebut merugi maka kerugian akan ditanggung bersama pada kedua

belah pihak. Adapun dalam system bunga tidak ada perhitungan apakah proyek

tersebut untung atau rugi. Dengan semakin ketatnya tingkat persaingan tingkat

persaingan antar lembaga keuangan syariah, maka lembaga keuangan syariah harus

bisa membaca faktor apa saja yang mempengaruhi anggota dalam memilih meyimpan
dananya di lembaga keuangan syariah. Faktor seperti kualitas pelayanan dan bagi

hasil tentunya sedikit banyak akan memberikan pengaruh terhadap tercapainya tujuan

lembaga keuangan syariah yaitu mensejahterakan anggotanya.4

3) Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Bagi Hasil Terhadap Minat Anggota

Dalam Menggunakan Produk SIBER (Simpanan Berjangka) Di KSPPS

Nuri Jatim Cabang Pamekasan Kota

Berdasarkan tabel hasil uji f memperoleh nilai fhitung sebesar 52.896 lebih besar

dari Ftabel (52.896 > 3,16), dengan nilia signifikansi 0,000 lebih kecil dari α = 0,05

(0,000 < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa variabel X1 (kualitas pelayanan),

variabel X2 (bagi hasil) secara simultas berpengaruh terhadap Y (minat menabung

anggota) pada KSPPS Nuri Jatim Cabang Pamekasan Kota.

Dan juga diketahuihasil nilai Koefisien Determinasi 0,650 (65%). Ini berarti

sebesar 65% kemampuan model regresi pada penelitian ini dalam menerangkan

variabel bebas (variabel kualitas pelayanan dan bagi hasil) mampu menjelaskan

variabel terikat (minat menabung anggota). Sedangkan sisanya 100%- 65% = 35%

dipengaruhi oleh variabel lain.

Penelitian yang dilakukan oleh Taufiq Rizal dan Austin Alexander yang berjudul

“Pengaruh Persepsi Bagi Hasil, Promosi, dan Kualitas Pelayanan Terhadap Minat

Penggunaan Jasa Perbankan Syariah Tabungan Mudharabah Pada Mahasiswa

Universitas Potensi Utama”, menunjukkan bahwa bagi hasil dan kualitas pelayanan

4
Yulia Khasanah dan Arie Indra Gunawan, “Pengarruh Sistem Bagi Hasil Terhadap Keputusan
Menjadi Anggota Bank Syariah Di Kota Cirebon,” Jurnal Economic, 2, no. 1 (2014) 37-38.
berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat penggunaan jasa perbankan syariah

tabungan mudharabah pada mahasiswa universitas potensi utama.5 Adapun penelitian

yang dilakukan oleh Sri Wahyuni yang berjudul “Pengaruh Persepsi Kualitas

Pelayanan dan Bagi Hasil Terhadap Minat Masyarakat Menjadi Anggota Bank

Syariah”, menyatakan bahwa kualitas pelayanan dan bagi hasil berpengaruh

signifikan terhadap minat masyarakat menjadi anggota bank syariah. 6 Sedangkan

penelitian yang dilakukan oleh Raihanah Daulay yang berjudul “Pengaruh Kualitas

Pelayanan Dan Bagi Hasil Terhadap Keputusan Menabung Anggota Pada Bank

Mandiri Syariah Di Kota Medan”, menyatakan bahwa kualitas pelayanan bagi hasil

berpengaruh terhadap keputusan menabung nanggota pada bank mandiri syariah di

kota Medan.7

5
Taufiq Rizal dan Austin Alexander, “Pengaruh Persepsi Bagi Hasil, Promosi, dan Kualitas Pelayanan
Terhadap Minat Penggunaan Jasa Perbankan Syariah Tabungan Mudharabah Pada Mahasiswa
Universitas Potensi Utama”, Jurnal Samudera Economica, 3, No. 2 (2019) 118.
6
Sri Wahyuni, “Pengaruh Persepsi Kualitas Pelayanan dan Bagi Hasil Terhadap Minat Masyarakat
Menjadi Anggota Bank Syariah”. Jurnal At-Tawassuh, 2. No. 2 (2017) 437 – 459.
7
Raihanah Daulay, “Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Bagi Hasil Terhadap Keputusan Menabung
Anggota Pada Bank Mandiri Syariah Di Kota Medan”, Jurnal Riset Akuntasi dan Bisnis, 12, No. 1
(2014) 1 -15.

Anda mungkin juga menyukai