Profil dan Analisis KSPPS Nuri Jatim
Profil dan Analisis KSPPS Nuri Jatim
A. Deskripsi Data
Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah Nuri Jawa Timur (KSPPS
NURI JATIM) yang sebelumnya dikenal dengan KSN Jatim merupakan salah satu
koperasi syariah berskala Provinsi Jawa Timur yang berpusat di jalan raya Palduding-
Timur. Koperasi ini didirikan oleh para tokoh alumni Pondok Pesantren Banyuanyar
pada hari senin tanggal 1 Desember 2008 dan mulai beroperasi pada tanggal 1 Januari
2009 dengan kantor pelayanan yang beralamat di Jalan Raya Palduding, Desa
Koperasi ini bergerak dalam bidang usaha simpan pinjam yang beroperasional
berdasarkan legalitas badan hukum dari Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten
yang diberikan kepada anggota, bukan hanya ada di wilayah Kabupaten Pamekasan
Sumenep. Sehingga pada tahun 2014 pengurus mengajukan alih bina kepada Dinas
Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur. Selanjutnya, berdasarkan pengesahan Akta
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa
Timur. Pada 2019 resmi beralih status dari KSN Jatim menjadi KSPPS Nuri Jatim.
bentuk simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan wajib khusus, simpanan hari
haji dan umrah, simpanan qurban, simpanan rumah tangga dan simpanan suka rela,
serta memberikan pembiayaan untuk anggota atau calon anggota, koperasi lain dan
atau anggotanya antara lain pembiayaan gadai emas, pembelian barang serba guna,
modal usaha, modal pertanian, gadai BPKB syariah, gadai sertifikat tanah, gadai
kendaraan, pembelian mobil dan motor, kebajikan barokah dan pembelian rumah
dan peraturan pemerintah tentang pelaksanaan kegiatan usaha simpan pinjam oleh
koperasi.
Sebagai salah satu lembaga keuangan non bank, KSPPS Nuri Jatim berperan
kecil, maka pada tahun-tahun berikutnya membuka kantor pelayanan yang hampir di
setiap kecamatan di Madura dan bahkan hampir di setiap kabupaten di tanah jawa
prinsip koperasi dan jati diri koperasi yang diorientasikan untuk dapat membantu
meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial dari anggota KSPPS Nuri Jatim.
Sesuai dengan mottonya, hingga saat ini KSPPS Nuri Jatim memiliki anggota yang
sangat banyak dan tersebar di seluruh Provinsi Jawa Timur. Sebagai salah satu tujuan
dari berdirinya KSPPS Nuri Jatim yang bergerak di bidang usaha simpan pinjam,
diharapkan dapat menjadi solusi untuk terbangunnya ekonomi umat yang berbasis
syariah.1
Visi merupakan tujuan yang ingin dicapai oleh suatu lembaga. Sedangkan
misi adalah hal-hal yang perlu dilakukan untuk mewujudkan visi. Adapun visi dan
Visi:
Misi:
2) Menciptakan pelayanan dan SDM KSPPS Nuri Jatim yang kompetitif dan
profesional.
1
KSPPS NURI JATIM, di akses dari [Link] pada tanggal 21 Juni 2021
pukul 21:56
c. Struktur Organisasi KSPPS Nuri Jatim
Adapun struktur yang ada di KSPPS Nuri Jatim dapat dilihat dari gambar dibaawah
ini :
kuesioner kepada anggota KSPPS Nuri Jatim Cabang Kota Pamekasan. Penelitian ini
nonprobability sampling yaitu accidental sampling, artinya unit sampel yang dipilih
berdasarkan ketersediannya. Mereka yang berada di tempat yang tepat dan diwaktu
tepat itulah yang dipilih sebagai sampel pada sebuah penelitian begitupun dengan
penelitian ini.
Keterangan Jumlah
Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa jumlah kuesioner yang disebarkan
sebanyak 60 dan kuesioner yang digunakan berjumlah 60. Bisa disimpulkan bahwa
Berikut ini merupakan rincian jenis kelamin responden dalam penelitian ini:
Laki-laki Perempuan
kelamin anggota di KSPPS Nuri Jatim Cabang Pamekasan Kota diperoleh untuk laki-
laki sebanyak 27 anggota (45%) dan jenis kelamin perempuan sebanyak 33 anggota
(55%). Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden dalam penelitian ini
adalah perempuan.
2) Usia Responden
8
7
13
8
5
9
9
1
0 2 4 6 8 10 12 14
21-25 Tahun 26-30 Tahun 31-35 Tahun 36-40 Tahun
41-45 Tahun 51-55 Tahun2 51-55 Tahun 56-60 Tahun
anggota di KSPPS Nuri Jatim Cabang Pamekasan Kota diperoleh untuk usia 21-25
sebanyak 8 anggota (13.3%), usia 26-30 sebanyak 7 anggota (11.7%), usia 31-35
sebanyak 13 anggota (21.7%), usia 36-40 sebanyak 8 anggota (13.3%), usia 41-45
sebanyak 5 anggota (8.3%), usia 46-50 sebanyak 9 anggota (15%), usia 51-55
sebanyak 9 anggota (15%), dan usia 56-60 sebanyak 1 anggota (1.7%). Dapat
disimpulkan bahwa dalam penelitian ini sebagian besar adalah responden yang
1-5 Tahun
6-10 Tahun 53%
47%
berdasarkan lama menabung anggota di KSPPS Nuri Jatim Cabang Pamekasan Kota
diperoleh untuk rentang 1-5 tahun sebanyak 32 anggota (53.3%) dan rentang 6-10
responden dalam penelitian ini adalah yang menabung berkisar 1-5 tahun.
pelayanan dan bagi hasil terhadap minat anggota menggunakan produk siber
(simpanan berjangka) di kspps nuri jatim cabang kota pamekasan. Sekitar 34 anggota
yang menggunakan produk siber (simpanan berjangka) di kspps nuri jatim cabang
kota pamekasan menjawab kuesioner tertutup yang diberikan sebagai alat penelitian.
ini terdiri dari 4 pernyatan. Ada 14 pernyataan dalam penelitian ini secara
keseluruhan.
60-79% Kuat
36-49% Lemah
pengaruh kualitas pelayanan, persepsi dan bagi hasil terhadap minat menabung
Jatim cabang waru dapat dijelaskan melalui tanggapan responden yang diperoleh dari
hasil angket yang telah disebar, maka untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada
Sikap responden terkait variabel kualitas pelayanan dijelaskan pada tabel dibawah ini
Petanyaan/ SS S KS TS STS
pernyataa 5 4 3 2 1
X1.1 17 31 12 - -
X1.2 14 28 8 - -
X1.3 26 26 8 - -
X1.4 30 18 12 - -
X1.5 36 18 6 - -
setuju 123, responden dengan jawaban setuju sebanyak 121, dan responden dengan
= 742 : 1.500
= 0,82 x 100%
= 82%
Secara kontinue 82% termasuk kategori sangat kuat karena berada di antara
80% - 100%.
Sikap responden terkait variabel bagi hasil dijelaskan pada tabel dibawah ini:
Pertanyaan SS S KS TS STS
/ 5 4 3 2 1
pernyataan
X2.1 32 23 5 - -
X2.2 20 31 9 - -
X2.3 31 23 6 - -
X2.4 13 35 12 - -
X2.5 28 26 6 - -
sangat setuju sebanyak 121, responden dengan jawaban setuju sebanyak 138, dan
= 1.271 : 1.500
= 0,85 x 100%
= 85%
Secara kontinue 85% termasuk kategori sangat kuat karena berada diantara
80-100%.
Sikap responden terkait variabel bagi hasil dijelaskan pada tabel dibawah ini:
Pertanyaan/ SS S KS TS STS
pernyataan 5 4 3 2 1
Y.1 29 29 2 - -
Y.2 21 31 8 - -
Y.3 28 28 3 - -
Y.4 27 28 5 - -
sangat setuju sebanyak 105, responden dengan jawaban setuju sebanyak 116, dan
= 1.043 : 1.200
= 0,87 x 100%
= 87%
Secara kontinue 87% termasuk kategori sangat kuat karena berada di antara
80% - 100%.
Adapun tujuan dari pengujian kualitas data adalah untuk mengetahui apakah
setiap item pertanyaan atau pertanyaan yang digunakan dalam penelitian ini layak
atau tidak layak untuk digunakan. Peneliti mengajukan kuesioner yang berisi 20
1) Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu pertanyaan
person correlation yakni kolerasi antara skor item dengan skor total item (nilai r-
hitung) dibandingkan dengan r-tabel. Jika nilai r-hitung > r-tabel maka item tersebut
dikatakan valid.
Pernyataan Korelasi
Kualitas X1.1 0,756 0,324 Valid
Diperoleh hasil uji validitas pada tabel diatas, menyatakan bahwa nilai
nilai rhitung > rtabel. Maka, dapat disimpulkan bahwa masing-masing item
2) Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk melihat jawaban atau tanggapan dari
responden akan menghasilkan hasil yang sama jika dilakukan pada tempat dan waktu
berbeda. Suatu indikator dikatakan reliabel jika nilai Crombach Alpha > 0,60. Berikut
Diperoleh hasil data uji reliabilitas pada tabel di atas, bahwa masing-masing
variabel yang digunakan dalam penelitian ini memilik nilai Cronbach’s Alpha > 0,60.
Maka, dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas layanan, kualitas produk dan
e. Analisi Deskriptif
Descriptive Statistics
Std.
N Minimum Maximum Mean Deviation
X1 60 15 25 21.12 2.688
X2 60 15 25 21.43 2.733
Y 60 12 20 17.43 2.189
Valid N
60
(listwise)
Sumber: Output SPSS, data primer diolah tahun 2024
bahwa nilai minimum 15, sedangkan nilai maksimum 25, nilai rata-rata
2) Variabel Bagi Hasil (X2), dari data tabel diatas dapat disimpulkan bahwa
nilai minimum 15, sedangkan nilai maksimum 25, nilai rata-rata sebesar
3) Variabel Minat Anggota (Y), dari data tabel diatas dapat disimpulkan
bahwa nilai minimum 12, nilai maksimum 20, nilai rata-rata 17.43 dan
1) Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan
kolerasi antar variabel bebas (independent). Model regresi yang baik seharusnya tidak
terjadi korelasi diantara variabel bebas. Cara untuk mengetahui ada tidaknya
multikolinearitas dengan melihat nilai tolerance dan nilai Variance Inflation factor
(VIF) dan pada model regresi. Tidak terjadi multikolinearitas apabila nilai tolerance
> 0,10 dan nilai VIF < 10. Berikut adalah hasil uji multikolinearitas tiap variabel.
1) Uji Multikolinearitas
kolerasi antar variabel bebas (independent). Model regresi yang baik seharusnya tidak
terjadi korelasi diantara variabel bebas. Cara untuk mengetahui ada tidaknya
multikolinearitas dengan melihat nilai tolerance dan nilai Variance Inflation factor
(VIF) dan pada model regresi. Tidak terjadi multikolinearitas apabila nilai tolerance
> 0,10 dan nilai VIF < 10. Berikut adalah hasil uji multikolinearitas tiap variabel.
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients Collinearity Statistics
Model B Std. Error Beta t Sig. Tolerance VIF
1 (Constant) 2.397 1.472 1.628 .109
X1 .374 .089 .459 4.202 .000 .515 1.943
X2 .333 .088 .416 3.806 .000 .515 1.943
a. Dependent Variable: Y
Sumber: Output SPSS, data primer diolah tahun 2024
Berdasarkan hasil uji multikolinearitas pada table diatas, diperoleh hasil data
tolerance kualitas pelayanan dan bagi hasil sebesar 0,515 > 0,1 atau VIF 1.943 < 10.
2) Uji Heterokedastisitas
regresi yang baik seharusnya tidak terjadi heterokedastisitas, cara mendeteksi ada
probabilitas signifikannya diatas 0,05 maka model regresi tersebut terbebas dari
gejala heterokedastisitas. Adapun hasil dari pengujian pada penelitian ini adalah
sebagai berikut:
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
pelayanan dan bagi hasil yaitu 0,080 dan 0,588. Hal ini menunjukkan bahwa model
regresi pada penelitian ini tidak terjadi gejala heteroskedastisitas karena nilai
Scatterplot pada gambar diatas, menjelaskan bahwa titik-titik pada grafik tidak bisa
membentuk pola tertentu yang teratur dan jelas, dapat dilihat pada gambar grafik
diatas titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka sumbu Y, sehingga grafik
tersebut tidak bisa dibaca dengan jelas. Hal ini menjelaskan bahwa tidak terjadi
heteroskedastisitas.
3) Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model antara variabel
Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi autokorelasi. Metode pengujiannya
menggunakan uji Durbin Watson (DW). Adapun hasil pengujian pada penelitian ini
Model Summaryb
Adjusted R Std. Error of Durbin-
Model R R Square Square the Estimate Watson
1 .806a .650 .638 1.318 2.252
a. Predictors: (Constant), X2, X1
b. Dependent Variable: Y
Sumber: Output SPSS, data primer diolah tahun 2024
Berdasarkan hasil uji autokorelasi pada tabel diperoleh nilai pada Durbin-
Watson (DW) 2.252. Perbandingan nilai DWhitung dengan nilai DWtabel digunakan
Hasil Durbin-Watson
2,252. Nilai dL dan dU diperoleh dari tabel DW dengan nilai signifikasi 5% dan n
(jumlah data) sebanyak 60 dan jumlah variabel independent yang digunakan pada
penelitian ini (k) sebanyal 3 variabel, sehingga didapat nilai dL sebesar 1,480 dan
nilai dU sebesar 1,689. Hal ini berarti bahwa nilai DW sebesar 2,252 berada diantara
nilai dU = 1,480 dan nilai 4-dU = 2,311 (dU < DW < 4-dU = 1,689 < 2,252 < 2,311),
sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi dalam penelitian ini tidak terdapat
gejala autokorelasi.
4) Uji Normalitas
Untuk mendeteksi nilai residual berdistribusi normal atau tidak, maka dapat
penyebaran data pada sumber diagonal pada grafik Normal P-Plot of regression
standardized residual dengan ketentuan jika titik-titik menyebar disekitar garis dan
mengikuti garis diagonal, maka nilai residual tersebut berdistribusi normal. Selain itu
yaitu jika nilai Sig.>α (α: 0,05) maka nilai residual berdistribusi normal. Adapun hasil
dari grafik Normal P-Plot dan hasil uji Kolmogorof-Smirnov dapat dilihat pada
garis normal. Jadi dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal dan model
Hasil dari uji normalitas dengan uji Kolmogoorv-Smirnov dapat dilihat pada
Jadi, berdasarkan tabel hasil uji normalitas menggunakan metode one sample
kolmogorov Smirnov didapatkan hasil sig sebesar 0,783 dimana hasil tersebut > 0,05.
Jadi dapat disimpulkan hasil uji tes pada penelitian ini berdistribusi normal.
B. Pembuktian Hipotesis
Y = α + β1X1 + β2X2 + e
Keterangan:
Y = Kepuasan Anggota
X1 = Kualitas Layanan
X2 = Kualitas Produk
e = error
Hasil dari regresi linier berganda dalam penelitian ini dapat dilihat pada tabel
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 2.397 1.472 1.628 .109
X1 .374 .089 .459 4.202 .000
X2 .333 .088 .416 3.806 .000
a. Dependent Variable: Y
Sumber: Output SPSS, data primer diolah tahun 2024
Dilihat pada tabel coefficients diatas, memperoleh hasil koefisien variabel kualitas
pelayanan 0,374, variabel bagi hasil 0,333 dan konstanta sebesar 2.397. Berdasarkan
hasil pengujian regresi linier berganda diatas, maka memperoleh model persamaan
Y = α + β1X1 + β2X2 + e
bagi hasil bernilai tetap (konstan), maka nilai variabel minat anggota sebesar
2.397 satuan.
b. Koefisien regresi kualitas pelayanan sebesar 0,374 yang memiliki arah positif
c. Koefisien regresi kualitas produk sebesar 0,333 yang memiliki arah positif
(searah) antara bagi hasil dengan minat anggota menggunakan produk siber
(simpanan berjangka) di kspps nuri jatim cabang pamekasan kota, yang berarti
bahwa terdapat hubungan antara variabel kualitas pelayanan dan variabel bagi hasil
2) Uji Parsial
Coefficientsa
Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) 2.397 1.472 1.628 .109
X1 .374 .089 .459 4.202 .000
X2 .333 .088 .416 3.806 .000
a. Dependent Variable: Y
Sumber: Output SPSS, data primer diolah tahun 2024
Berdasarkan tabel diatas, maka dapat dijelaskan penyelesaian pengaruh X1,
0 , 05
= ; 60−2
2
= 0,025 ; 58
= 2.001
Berikut adalah penjelesan dari hasil uji t pada variabel kualitas layanan (X1),
memperoleh nilai thitung sebesar 4.202 lebih besar dari ttabel 4.202 >
nilai thitung sebesar 3,985 lebih besar dari ttabel (3.806 > 2.001),
dengan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil α = (0,000 < 0,05), maka
3) Uji F (Simultan)
ANOVAb
Sum of
Model Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 183.737 2 91.869 52.896 .000a
Residual 98.996 57 1.737
Total 282.733 59
a. Predictors: (Constant), X2, X1
b. Dependent Variable: Y
Sumber: Output SPSS, data primer diolah tahun 2024
Fhitung = 52.896
= F (0,05), (p, n - p - 1)
= F (0,05), (2, 60 - 2 - 1)
= 3,16
Berikut penjelasannya:
Berdasarkan tabel hasil uji f memperoleh nilai fhitung sebesar 52.896 lebih besar
dari Ftabel (52.896 > 3,16), dengan nilia signifikansi 0,000 lebih kecil dari α = 0,05
(0,000 < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa variabel X1 (kualitas pelayanan),
variabel X2 (bagi hasil) secara simultas berpengaruh terhadap Y (minat menabung
Model Summary
Adjusted R Std. Error of
Model R R Square Square the Estimate
1 .806a .650 .638 1.318
a. Predictors: (Constant), X2, X1
Berdasarkan tabel hasil uji Koefisien Determinasi pada tabel diatas, diperoleh
nilai Adjusted R Square Sebesar 0,650 (65%). Ini berarti sebesar 65% kemampuan
model regresi pada penelitian ini dalam menerangkan variabel bebas (variabel
kualitas pelayanan dan bagi hasil) mampu menjelaskan variabel terikat (minat
menabung anggota). Sedangkan sisanya 100%- 65% = 35% dipengaruhi oleh variabel
lain.
C. Pembahasan
Kualitas ]elayanan dan Bagi Hasil Terhadap Minat Anggota Dalam Menggunakan
Produk SIBER (Simpanan Berjangka) di KSPPS Nuri Jatim Cabang Kota Pamekasan
Dari hasil uji regresi linear berganda menunjukkan bahwa besaran koefisien
regresi variabel kualitas pelayanan bertanda positif yang berarti kualitas pelayanan
berbanding lurus atau searah terhadap minat anggota Berdasarkan hasil uji t pada
variabel kualitas pelayanan (X1) memperoleh nilai thitung sebesar 4.202 lebih besar
dari ttabel (4.202 > 2.001), dangan nilai signifikansi 0,020 lebih kecil dari α = 0,05
(0,000 < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa “Kualitas pelayanan berpengaruh
positif dan signifikan terhadap minat menabung anggota”, yang berarti bahwa Ha1
diterima atau tolak H01. Artinya variabel kualitas pelayanan berpengaruh signifikan
kualitas pelayanan yang diberikan kepada anggota maka semakin tinggi pula minat
diberikan maka minat anggotapun juga akan semakin rendah. Kualitas pelayanan
yang diberikan oleh KSPPS Nuri Jatim Cabang Pamekasan Kota memanglah sangat
baik, hal ini terbukti dengan respon positif dari anggota yang setuju dengan beberapa
bagi anggota untuk meningkatkan minat menabung. Anggota akan merasa apa yang
mereka harapkan telah terpenuhi sehingga merekapun juga akan memberikan respon
memberikan dampak positif terhadap Lembaga yaitu kepuasan anggota dimana dari
Kembali produk atau dalam hal ini yaitu kualitas pelayanan yang baik akan
pelanggan serta memberikan dorongan kepada pelanggan untuk menjalin ikatan yang
kuat dengan perusahaan.3 Dengan kualitas pelayanan yang baik yang diberikan
kepada anggota maka anggotapun akan merasa puas dan akan menjalin ikatan yang
2
Fandi Tjiptono, Strategi Pemasaran, Edisi pertama (Yogyakarta: ANDI Offset, 2007), 266.
3
Etta Mamang Sangadji dan Sopiah, Perilaku Konsumen (Yogyakarta: CV. ANDI Offset, 2013), 100.
2) Pengaruh Bagi Hasil Terhadap Minat Anggota Dalam Menggunakan
Pamekasan Kota
Koefisien regresi kualitas produk sebesar 0,328 yang memiliki arah positif
(searah) antara bagi hasil dengan minat anggota menggunakan produk siber
(simpanan berjangka) di kspps nuri jatim cabang pamekasan kota, yang berarti bahwa
anggota sebesar 0,328 satuan. Hasil uji t pada variabel kualitas produk (X2)
memperoleh nilai thitung sebesar 3,985 lebih besar dari ttabel (3.806 > 2.001),
dengan nilai signifikansi 0,000 lebih kecil α = (0,000 < 0,05), maka dapat
disimpulkan bahwa “Bagi hasil berpengarih positif dan signifikan terhadap minat
menabung anggota”, yang berarti bahwa Ha2 diterima atau tolak H02.
Nuri Jatim Cabang Pamekasan Kota. Karena menurut Yulia Khasanah dan Arie Indra
Gunawan dalam mekanisme bagi hasil yang diterapkan lembaga keuangan syariah
saat ini besarnya ditetapkan sesuai jumlah keuntungan usaha yang dijalankan, jika
suatu usaha tersebut merugi maka kerugian akan ditanggung bersama pada kedua
belah pihak. Adapun dalam system bunga tidak ada perhitungan apakah proyek
tersebut untung atau rugi. Dengan semakin ketatnya tingkat persaingan tingkat
persaingan antar lembaga keuangan syariah, maka lembaga keuangan syariah harus
bisa membaca faktor apa saja yang mempengaruhi anggota dalam memilih meyimpan
dananya di lembaga keuangan syariah. Faktor seperti kualitas pelayanan dan bagi
hasil tentunya sedikit banyak akan memberikan pengaruh terhadap tercapainya tujuan
Berdasarkan tabel hasil uji f memperoleh nilai fhitung sebesar 52.896 lebih besar
dari Ftabel (52.896 > 3,16), dengan nilia signifikansi 0,000 lebih kecil dari α = 0,05
(0,000 < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa variabel X1 (kualitas pelayanan),
Dan juga diketahuihasil nilai Koefisien Determinasi 0,650 (65%). Ini berarti
sebesar 65% kemampuan model regresi pada penelitian ini dalam menerangkan
variabel bebas (variabel kualitas pelayanan dan bagi hasil) mampu menjelaskan
variabel terikat (minat menabung anggota). Sedangkan sisanya 100%- 65% = 35%
Penelitian yang dilakukan oleh Taufiq Rizal dan Austin Alexander yang berjudul
“Pengaruh Persepsi Bagi Hasil, Promosi, dan Kualitas Pelayanan Terhadap Minat
Universitas Potensi Utama”, menunjukkan bahwa bagi hasil dan kualitas pelayanan
4
Yulia Khasanah dan Arie Indra Gunawan, “Pengarruh Sistem Bagi Hasil Terhadap Keputusan
Menjadi Anggota Bank Syariah Di Kota Cirebon,” Jurnal Economic, 2, no. 1 (2014) 37-38.
berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat penggunaan jasa perbankan syariah
yang dilakukan oleh Sri Wahyuni yang berjudul “Pengaruh Persepsi Kualitas
Pelayanan dan Bagi Hasil Terhadap Minat Masyarakat Menjadi Anggota Bank
penelitian yang dilakukan oleh Raihanah Daulay yang berjudul “Pengaruh Kualitas
Pelayanan Dan Bagi Hasil Terhadap Keputusan Menabung Anggota Pada Bank
Mandiri Syariah Di Kota Medan”, menyatakan bahwa kualitas pelayanan bagi hasil
kota Medan.7
5
Taufiq Rizal dan Austin Alexander, “Pengaruh Persepsi Bagi Hasil, Promosi, dan Kualitas Pelayanan
Terhadap Minat Penggunaan Jasa Perbankan Syariah Tabungan Mudharabah Pada Mahasiswa
Universitas Potensi Utama”, Jurnal Samudera Economica, 3, No. 2 (2019) 118.
6
Sri Wahyuni, “Pengaruh Persepsi Kualitas Pelayanan dan Bagi Hasil Terhadap Minat Masyarakat
Menjadi Anggota Bank Syariah”. Jurnal At-Tawassuh, 2. No. 2 (2017) 437 – 459.
7
Raihanah Daulay, “Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Bagi Hasil Terhadap Keputusan Menabung
Anggota Pada Bank Mandiri Syariah Di Kota Medan”, Jurnal Riset Akuntasi dan Bisnis, 12, No. 1
(2014) 1 -15.