JURNAL PEMBELAJARANKU
MODUL 2
“PEMBELAJARAN SOSIAL DAN EMOSIONAL”
DISUSUN OLEH:
NAMA : NOVA YANTI SIMBOLON
NO. UKG : 201901035270
LPTK : UNIVERSITAS JAMBI
A. PENGALAMAN BERMAKNA
Pengalaman bermakna yang saya miliki setelah mempelajari modul ini adalah bahwa
keberhasilan seseorang, baik siswa, guru sebagai pendidik, tenaga pendidik, bahkan masyarakat
bukan dilihat dari segi akademiknya saja. Tapi juga dengan memperhatikan bagaimana kita bisa
mengelola dan mengendalikan setiap emosi kita, bagaimana kita bisa menjalin hubungan yang
baik dengan orang lain, dan bagaimana kita bisa menjaga kolaborasi disetiap kegiatan-kegiatan
yang diadakan dalam suatu situasi tertentu.
Sebagai seorang guru kelas, saya memiliki pengalaman-pengalaman yang sangat
berkesan dan menurut saya sangat bermakna bagi saya. Dimana saya harus bisa merangkap
sekaligus menjadi seorang konselor bagi siswa-siswa saya. Jadi saya tidak hanya menuntaskan
materi saja, tetapi juga menjadi tempat siswa untuk bisa mencurahkan segala masalah-masalah
yang dihadapinya.
Berkaitan dengan pembelajaran social dan emosional ini, sebagai pendidik yang memiliki
peserta didik yang memiliki latar belakang, perilaku, dan sikap yang berbeda-beda, saya sering
melakukan bimbingan konseling kepada siswa, baik secara individu maupun secara
berkelompok. Bimbingan individu ini sering saya lakukan ketika mengamati atau menemukan
siswa yang terlihat seperti tertekan atau seperti memiliki beban, atau siswa yang kurang percaya
diri, atau bahkan siswa yang lebih sering menyendiri. Maka saya akan memanggil peserta didik
tersebut untuk mencoba bercerita secara intensif tentang masalah-masalah yang dialaminya.
Dalam kegiatan ini, saya memberikan kesempatan kepada siswa untuk menceritakan tentang
penyebab perasaannya terlihat tidak senang pada hari itu.
Selain bimbingan secara individu ini, saya juga sering melakukan bimbingan secara
berkeompok. Kegiatan ini paling sering saya lakukan di kelas dan pada saat sebelum lonceng
masuk kelas. Pada kegiatan ini, saya sering melakukan cerita-cerita yang menceritakan
pengalaman saya semasa anak sekolah seperti mereka. Saya berbagi pengalam saya waktu masih
duduk di bangku Sekolah Dasar seperti mereka. Dengan tujuan, memotivasi mereka untuk bisa
lebih semangat, lebih percaya diri, dan lebih dekat kepada saya. Setelah saya selesai bercerita,
saya memberikan kesempatan kepada siswa saya untuk menceritakan kegiatan-kegiatan mereka
sebelum berangkat sekolah. Hal ini bertujuan untuk membangun komunikasi yang baik antara
siswa dengan guru, antara siswa dengan siswa.
Saya dan rekan sejawat saya juga sering bercanda dengan siswa diluar jam pelajaran
untuk menghilangkan kejenuhan-kejenuhan yang mungkin sedang dialami oleh peserta didik dan
juga guru di sekolah. Melalui bimbingan-bimbingan dan kegiatan-kegiatan sederhana ini,
nantinya kita bisa mengatasi masalah-masalah yang bisa mengganggu perasaan emosi kita
nantinya selama di sekolah.
Di kelas, saya juga sering mengaitkan topic ini dengan proses pembelajaran saya. Baik
secara individu, maupun secara kelompok. Secara individu, saya bisa melakuan pembelajaran
social emosional ini dengan meminta siswa bercerita di depan kelas secara bergiliran tentang hal-
hal yang membuat mereka senang dan juga hal-hal yang sering membuat mereka merasa kesal.
Kalau secara kelompok, saya biasa melakukannya dengan kegiatan diskusi. Dengan
tujuan, untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam berkolaborasi dan berkomunikasi dengan
sesama anggota keompoknya. Saya menyadari dan melihat bahwa dalam kegiatan diskusi ini,
sangat membantu peserta didik untuk mengontrol emosi dan perasaan mereka. Melalui diskusi
ini, siswa menjadi lebih aktif dan terampil mengolah social emosi mereka yang terlihat dari cara
mereka menyampaikan pendapat-pendapat mereka terkait dengan tugas yang saya berikan.
Mereka juga terlihat lebih terampil dalam menanggapi perbedaan-perbedaan pendapat yang
terjadi dalam kelompoknya. Tugas kelompok ini tentunya nanti akan dipresentasikan di depan
kelas. Yang dimana melalui kegiatan presentasi ini, akanmelatih peserta didik lebih percaya diri
lagi untuk tampil di depan temannya. dan lama kelamaan akan terbiasa tampil di depan temannya
dan bahkan di depan banyak orang. Melalui kegiatan sederhana ini, kita bisa membawa peserta
didik pada proses pembelajaran yang bermakna.
Selama kegiatan diskusi, saya selalu memberikan arahan atau panduan-panduan kegiatan.
Dalam kegiatan ini, saya memberikan instruksi kepada peserta didik sambil mereka berdiskusi.
Maksud saya bukan mau mengganggu konsentrasi mereka. Saya hanya ingin melatih mereka
untuk bisa mendengarkan dan bagaimana sikap kita seharusnya ketika adaborang yang berbicara
dengan kita. Sehingga di kehidupan sehari-hari juga nantinya mereka bisa menghargai juga.
Pembelajaran social emosional ini juga saya lakukan dengan teman kerja saya. Dimana
kami sering melakukan diskusi dan rapat bersama untuk membahas tentang masalah-masalah
yang masih belum terselesaikan dan kemajuan-kemajuan yang sudah terlaksana. Dalam kegiatan
ini, kita bisa sama-sama mencari solusi untuk masalah-masalah kita. Sehingga kita tidak stress
sendiri memikirkannya. Bahkan dengan orang tua murid juga kita selalu menjaga komunikasi
yang baik. Kegiatan ini dilakukan dengan mengundang orang tua murid untuk mengadakan rapat
terkait dengan peningkatan kemajuan sekolah. . dalam kegiatan ini, kita bebas menyampaikan
pendapat kita dan saling bertukar cerita. Bahkan diluar jam sekolah, ketika kita berjumpa
dimanapun, kita saling berbagi tentang kelemahan si anak.
Selain itu, sekolah juga sudah membuat kegiatan rutin yang harus dilaksanakan bersama,
seperti:
Menyambut siswa di gerbang sekolah dengan melakukan 3 S (senyum, sapa,
salam)
Membuat literasi numerasi di depan kelas sebagai tiket masuk ke kelas
Melakukan sarapan bersama di halaman sekolah, dan bercerita singkat tentang
pengalaman-pengalaman yang dianggap penting oleh siswa
Membuat jadwal kreatif day di sekolah secara bergiliran
REFLEKSI
Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang melibatkan dan mengimplementasikan social
emosional anak dengan kegiatan pembelajaran. Pembelajaran yang dilakukan di kelas hendaknya
bisa membawa peserta didik pada pengendalian dan pengolahan sikap social dan emosionalnya.
Keberhasilan siswa dalam mengolah dan mengontrol social emosionalnya, tidak akan terlihat
hanya dengan sekali latihan saja. Tapi kegiatan ini harus dilatih secara terus menerus dan secara
rutin untuk menjadi suatu kebiasaan baik dan bisa dicontoh. Baik di rumah, disekolah, dan juga
dilingkungan masyarakat.
Pembelajaran social emosional ini bukan hanya diterapkan pada peserta didik. Kita juga sebagai
pendidik perlu menerapkan pembelajaran ini. Agar kita bisa menempatkan diri kita sesuai
dengan situasi dan keadaan . kita harus bisa memberikan contoh yang baik kepada peserta didik
kita, bisa menjadi teman curhat bagi siswa dan rekan kerja.
Keberhasilan pembelajaran social emosional bisa terlihat ketika terjalin hubungan yang harmonis
antar sesama warga sekolah,. Interaksi positif yang kita lakukan dengan sesama, akan
meningkatkan dan menumbuhkan jiwa social yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Semakin
banyak kita berkolaborasi dan berinteraksi, maka akan semakin terbiasa dan mahir kita nantinya
mengolah rasa dan raga kita. Kita akan semakin terbiasa mengontrol dan mengendalikan emosi
kita dan bahkan kita akan memiliki jiwa solidaritas yang tinggi.
DOKUMENTASI KEGIATAN DENGAN KEPALA SEKOLAH, REKAN GURU, SIWA,
DAN ORANGTUA MURID
UMPAN BALIK
MARTA SINAGA
Sebenarnya, pembelajaran ini sudah kita lakukan dengan baik di sekolah
ini. Hanya saja kita tidak menyadari hal tersebut. Setelah berdiskusi tentang
PSE ini, baru saya paham dan sadar bahwa saya dan juga teman-teman
sudah membantu siswa untuk mengontrol social dan emosional mereka.
Tapi masih perlu perbaikan lagi.
RUNGGU NAIBAHO
Pembelajaran ini sangat bagus untuk diterapkan dalam setiap kegiatan dan
proses pembelajaran di sekolah. Pembelajaran ini mengajarkan saya bahwa
keberhasilan peserta didik bukan hanya dari segi akademik saja, tetapi juga
ketika siswa bisa mengontrol social dan emosionalnya
SORMADA SIMALANGO
Pembelajaran ini sangat menginsirpirasi saya tentang bagaimana kita bisa
menciptakan suatu suasana belajar yang menarik. Saya jadi lebih paham
bagaimana seharusnya pembelajaran yang kita laksanakan di sekolah itu.
Agar siswa bisa terbantu sekaligus mengendalikan diri mereka.
TIARLIN SINAGA
Pembelajaran ini baik untuk terus diterapkan di setiap aktivitas. Sebagai
pendidik, kita memang harus bisa menjadi teman yang baik bagi siswa kita.
Kita juga harus bisa menjadi solusi untu setiap permasalahan yang dialami
oleh siswa. Kita juga perlu menjalin kolaborasi dalam setiap kegiatan agar
terjalin suatu hubungan yang positif dan sehat. Saya juga menjadi paham dan
menyadari, kalau kita harus bisa menjadi tempat yang nyaman untuk
mencurahkan isi hati dan pendapat kita. Semoga PSE ini bisa terus kita
kembangkan untuk meningkatkan kemajuan sekolah kita ini.