Pada akhir Fase F, murid memiliki kemampuan
sebagai berikut:
1.1. Sejarah Suci
Memahami prinsip moral yang diajarkan Mèngzĭ ( 孟
子 ), kisah Raja Suci Yáo ( 尧 ) dan Shùn ( 舜 ),
kisah Nabi Yī Yĭn ( 伊 尹 ), jabatan yang pernah
diemban oleh Nabi Kŏngzĭ ( 孔子 ) pada zaman
chūnqiū ( 春秋 ), serta kontribusi dan situs sejarah
ajaran Khonghucu di Indonesia dan dunia.
1.2. Kitab Suci
Memahami kitab suci yang pokok (Sìshū 四书), kitab
suci yang mendasari (Wŭjīng 五 经 ), serta ayat
suci mengenai wŭcháng (五常) dan wŭlún (五伦).
1.3. Keimanan
Memahami bahwa manusia sebagai co-creator
yang diciptakan oleh Tiān ( 天 ), makna sikap
hidup zhōngshù ( 忠恕 ) sebagai pedoman hidup di
dunia, Nabi Kŏngzĭ (孔子) sebagai Tiān Zhī Mùduó
( 天之木铎 ), serta teladan para nabi, shénmíng ( 神明 ),
dan leluhur.
1.4. Tata Ibadah
Memahami ritual dan makna persembahyangan
kepada Tiān ( 天 ), nabi, shénmíng ( 神 明 ), leluhur
dan makna agamis hari raya keagamaan,
serta atribut rohaniwan Khonghucu.
1.5. Perilaku Jūnzĭ (君子)
Memahami perilaku bakti (xiào 孝 ) sebagai pokok
kebajikan, perilaku cinta kasih, kebenaran,
semangat belajar, dan konsep kebersamaan
agung (dàtóng 大同).
II CAPAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA
A. Rasional
Pendidikan adalah usaha sadar, terencana, dan sistematis untuk
mewujudkan proses pembelajaran dan suasana belajar
agar murid secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki ilmu tentang agama dan penerapannya di
masyarakat, akhlak mulia, pengendalian diri dan
memahami batasan-batasan, kepribadian, kecerdasan, sopan
santun, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa,
dan negara.
Pancasila dalam kedudukannya sebagai dasar negara,
pandangan hidup bangsa, dan ideologi negara harus
diinternalisasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa
dan bernegara melalui pendidikan untuk membentuk
warga negara yang mencintai bangsa dan negara
Indonesia serta memahami perjuangan mencapai cita-cita
berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pendidikan menumbuhkembangkan kompetensi pengetahuan,
sikap, dan keterampilan murid yang akan diterapkan
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara. Untuk mewujudkan kompetensi tersebut
membutuhkan pembelajaran dan praktik baik yang
menghubungkan antara murid dan lingkungan sekitar
serta perlu mengaitkannya dengan pendekatan
pembelajaran mendalam.
Pendidikan Pancasila adalah mata pelajaran yang berisi
muatan Pendidikan Pancasila dan Pendidikan
Kewarganegaraan yang bertujuan membentuk murid menjadi
warga negara yang cerdas, amanah, jujur, berbudi luhur dan
bertanggung jawab.
Pendidikan Pancasila merupakan salah satu mata
pelajaran yang mewujudkan dimensi profil lulusan,
diaplikasikan melalui praktik belajar kewarganegaraan
berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945, semangat Bhinneka
Tunggal Ika, dan komitmen Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
B. Tujuan
Mata pelajaran Pendidikan Pancasila bertujuan untuk
membentuk murid yang
1. berakhlak mulia dengan didasari keimanan dan
ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui sikap
mencintai sesama manusia, lingkungan, dan negara
untuk mewujudkan persatuan, demokrasi, dan
keadilan sosial dengan menanamkan penyadaran,
keteladanan, dan pembiasaan;
2. memahami makna dan nilai-nilai
Pancasila sebagai dasar negara,
pandangan hidup, dan ideologi negara,
serta mempraktikkan nilai-nilai
Pancasila dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara;
3. mematuhi konstitusi dan norma yang
berlaku serta menyelaraskan perwujudan
hak dan kewajibannya dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara di masyarakat global;
4. memahami jati diri sebagai bagian dari
bangsa Indonesia yang berbhineka dan
berupaya untuk mewujudkan persatuan
dan kesatuan dalam bingkai Bhinneka
Tunggal Ika, serta bersikap adil dan
menghargai perbedaan SARA, status
sosial-ekonomi, jenis kelamin dan
penyandang disabilitas; dan
5. mempertahankan keutuhan Negara
Kesatuan Republik Indonesia dan
berperan aktif dalam menciptakan
perdamaian dunia.
C. Karakteristik
Karakteristik mata pelajaran Pendidikan Pancasila adalah
1. menumbuhkembangkan wawasan
kebangsaan dan karakter ber-Pancasila;
2. menumbuhkan kesadaran untuk
melaksanakan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945
serta menjaga ketertiban dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara;
3. menciptakan keselarasan dengan
sesama, mencegah konflik, dan
mewujudkan persatuan dan kesatuan
dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika;
4. menjaga lingkungan dan
mempertahankan keutuhan wilayah
Negara Kesatuan Republik Indonesia; dan
mengembangkan praktik belajar kewarganegaraan yang