CIRI DAN BENTUK KATA SIFAT
Dosen Pengampu:
Muhammad Yakob, [Link].,[Link]
Disusun Oleh :
Kelompok 6
M. Fahrizal (240404050)
Siti Rahma (240404051)
Lulu Nur A’la Diningsih (240404052)
FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
UNIVERSITAS SAMUDRA
2025
i
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji serta syukur atas kehadirat Allah SWT atas rahmat dan izin nya sehingga
kami dapat menyelesaikan tugas kuliah ini dengan mudah guna memenuhi tugas kelompok
untuk mata kuliah Bahasa Daerah Aceh dengan dosen pengampu bapak Muhammad Yakob,
[Link].,[Link].
Shalawat serta salam kami curahkan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW. Terima kasih
kepada anggota kelompok yang sudah berpartisipasi dalam menyusun makalah ini. Kami
berharap semoga makalah ini dapat memberikan hasil yang positif bagi teman-teman .
Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini karena
keterbatasan pengetahuan dan pengalaman kami. Maka dari itu kami sangat mengharapkan
saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Langsa, 2 Maret 2025
DAFTAR ISI
ii
KATA PENGANTAR................................................................................................................ii
DAFTAR ISI............................................................................................................................iii
BAB 1........................................................................................................................................1
PENDAHULUAN.....................................................................................................................1
A. Latar Belakang.................................................................................................................1
B. Rumusan Masalah.............................................................................................................1
C. Tujuan...............................................................................................................................1
BAB 2........................................................................................................................................2
PEMBAHASAN.......................................................................................................................2
1. PENGERTIAN KATA SIFAT............................................................................................2
A. Ciri Kata Sifat...................................................................................................................3
B. Bentuk Kata Sifat.............................................................................................................4
BAB 3........................................................................................................................................4
PENUTUP.................................................................................................................................5
KESIMPULAN.....................................................................................................................5
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................6
iii
iv
BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bahasa Aceh, sebagai salah satu bahasa daerah di Indonesia, memiliki kekayaan
linguistik yang menarik untuk dipelajari. Salah satu aspek penting dalam bahasa adalah kata
sifat (adjektiva), yang berfungsi untuk menjelaskan atau menggambarkan sifat suatu benda
atau keadaan. Pemahaman tentang kata sifat dalam bahasa Aceh tidak hanya memperkaya
pengetahuan linguistik, tetapi juga membantu dalam pelestarian dan pengembangan bahasa
daerah ini.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana ciri-ciri khas kata sifat dalam bahasa Aceh dibandingkan dengan bahasa
Indonesia?
2. Apa saja bentuk-bentuk kata sifat yang ada dalam bahasa Aceh, baik yang dasar
maupun turunan?
3. Bagaimana penggunaan imbuhan dalam pembentukan kata sifat turunan dalam bahasa
Aceh, khususnya awalan meu- dan imbuhan meu-...-eun-?
4. Bagaimana penggunaan kata kata yang mendahului kata sifat dalam bahasa aceh
seperti leubeh, paleng, that?
C. Tujuan
1. Mengidentifikasi dan menjelaskan ciri-ciri kata sifat dalam bahasa Aceh.
2. Mendeskripsikan bentuk-bentuk kata sifat dalam bahasa Aceh, termasuk kata sifat
dasar dan turunan.
3. Menganalisis proses pembentukan kata sifat turunan melalui penggunaan imbuhan
dalam bahasa Aceh.
4. Memberikan contoh penggunaan kata sifat dalam kalimat bahasa Aceh.
1
BAB 2
PEMBAHASAN
1. PENGERTIAN KATA SIFAT
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata sifat atau disebut juga adjektiva
adalah kata yang bisa menerangkan nomina atau kata benda dan secara umum akan bisa
bergabung dengan kata lebih dan sangat.
Sementara pengertian lainnya, kata sifat adalah satuan atau unit terkecil dalam bahasa
yang mengandung makna atau arti tertentu.
Kata-kata yang termasuk kata sifat dapat berfungsi untuk menjelaskan atau
menggambarkan sifat maupun karakteristik khusus yang melekat pada kata benda yang
diikutinya.
Misalnya, kata sifat yang melekat pada objek batu antara lain keras, padat, berat. Atau
kata sifat yang melekat pada objek hewan seperti kuat, buas, liar, ganas, cepat, dan
sebagainya.
Ahli linguistik Indonesia Harimurti Kridalaksana dalam bukunya Kelas Kata dalam
Bahasa Indonesia (1986) menjelaskan bahwa kata sifat atau adjektiva dapat diketahui
berdasarkan tanda-tandanya, seperti:
• Bisa digabung dengan partikel tidak
• Berfungsi untuk mendampingi nomina
• Dapat didampingi partikel seperti lebih, sangat, agak
• Mempunyai ciri-ciri morfologis, seperti -if (contohnya sensitif), -er (contohnya
honorer), -i (contohnya alami), dan
• Dapat diubah bentuk menjadi nomina (kata benda) dengan menambahkan konfiks
kean, contoh: cantik=kecantikan, ragu=keraguan, adil=keadilan, yakin-keyakinan.
Contoh dalam bahasa aceh:
Beutôi ‘betul’, göt
‘bagus’,
jeumöt ‘rajin’,
raya ‘besar’,
2
putéh ‘putih, dan
meuh’ai ‘mahal’
A. Ciri Kata Sifat
Kata sifat mempunyai ciri khas yang membedakannya dengan kelas kata lainnya.
Berikut ciri-ciri kata sifat.
1. Kata sifat dapat terbentuk imbuhan ter- yang mengandung makna paling. Contoh:
terbersih, terpandai.
2. Kata sifat dapat didampingi atau didahului dengan partikel lebih, agak, paling, sangat,
cukup. Contoh: agak mahal, sangat disiplin.
3. Sangat mungkin digabung dengan partikel tidak.
Contoh: tidak manis, tidak bahagia.
4. Kata sifat diperluas dengan proses pembentukan se- + pengulangan kata + -nya. Contoh:
Sepandai-pandainya, sebaik-baiknya, seluas-luasnya dan sebagainya.
Contoh dalam bahasa Aceh
(1)dapat didahului oleh kata leubèh ‘lebih'
Beutôi Betul Leubèh beutôi Lebih betul
Jeumöt Rajin Leubèh jeumöt Lebih rajin
Raya Besar Leubèh raya Lebih besar
Ramè Ramai Leubèh ramè Lebih ramai
Itam Hitam Leubèh itam Lebih hitam
(2) dapat didahului oleh kata paléng ‘paling’
Raya Besar Paléng raya Paling besar
Ubeut Kecil Paléng ubeut Paling kecil
Meuh'ai Mahal Paléng meuh’ai Paling mahal
Seungu Sepi Paléng seungu Paling sepi
Putéh Putih Paléng putéh Paling putih
(3) dapat didahului atau diakhiri oleh kata that 'sangat' tanpa disertai oleh suatu objek.
Rugoe Rugi Rugoe that Rugi sekali
Rayek Besar Rayek that Besar sekali
Mirah Merah Mirah that Merah sekali
Dit Sedikit Dit that Sedikit sekali
3
Ubit Kecil That ubit Sangat kecil
Contoh Pemakaian dalam Kalimat:
• Geutanyoe leubèh caröng nibak jih.
'Kita lebih pintar daripada dia.'
• Le kupi nyoe hana mamèh.
‘Air kopi ini tidak manis.’
• Gopnyan bangai that.
‘Beliau bodoh sekali.’
B. Bentuk Kata Sifat
Kata sifat berfungsi untuk menerangkan keadaan, merubah, menjelaskan, atau
menambah arti dari suatu kata benda supaya lebih spesifik.
1. Kata Sifat Dasar
Kata sifat dasar adalah kata sifat yang belum mendapat imbuhan, ulangan, atau majemukan.
Mamèh Manis
Ubeut Kecil
Pijuet Kurus
Trep Lama
Meuh'ai Mahal
Mirah Merah
Contoh dalam kalimat:
Kupi nyoe mamèh that.
‘Kopi ini manis sekali.’
Trép that pirang ujeuen nyoe.
‘Lama sekali reda hujan ini.’
2. Kata Sifat Turunan
• Kata sifat turunan adalah kata sifat yang diturunkan dari jenis kata lain.
4
• Jenis kata yang dapat diturunkan menjadi kata sifat adalah kata benda dan kata kerja.
• Penurunan itu dilakukan dengan menggunakan imbuhan meu-, meu-...-eun-, dan
teu-.
A. Kata Sifat Berawalan meu-
Awalan meu- membentuk kata sifat dari kata benda dan kata kerja.
Kata Benda Kata Sifat Berawalan meu-
Ie Air Meuie Berair
Bulèe Bulu Mubulèe Berbulu
Asap Asap Meuasap Berasap
Putroe Putri Meuputroe Seperti ratu
B. Berimbuhan meu-...-eun-
• Gabungan imbuhan meu-...-eun- juga berfungsi pembentuk kata sifat dari
kata sifat.
• Adakalanya sisipan -eun- digantikan dengan awalan neu Gabuek ‘sibuk’ –
meuneugabuek ‘agak sibuk’
BAB 3
PENUTUP
KESIMPULAN
Kata sifat dalam bahasa Aceh memiliki karakteristik yang unik, baik dalam bentuk
dasar maupun turunannya. Penggunaan imbuhan meu- dan meu-...-eun- memainkan peran
penting dalam pembentukan kata sifat turunan, yang menunjukkan kekayaan morfologi
bahasa Aceh. Selain itu, penggunaan partikel seperti leubèh, paléng, dan that juga
5
memperkaya ekspresi kata sifat dalam kalimat. Pemahaman yang mendalam tentang kata sifat
dalam bahasa Aceh penting untuk pelestarian dan pengembangan bahasa ini, serta untuk
memperkaya kajian linguistik tentang bahasa-bahasa daerah di Indonesia.
Semoga penjelasan ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang kata
sifat dalam bahasa Aceh.
DAFTAR PUSTAKA
Baca artikel CNN Indonesia “Pengertian, Ciri, dan Contoh Kata Sifat dalam Bahasa
Indonesia” selengkapnya di sini:
[Link]
contoh-kata-sifat-dalam-bahasa-indonesia.
[Link]