0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan7 halaman

Capaian Pembelajaran Agama Hindu dan Buddha

gg

Diunggah oleh

Moch Anas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan7 halaman

Capaian Pembelajaran Agama Hindu dan Buddha

gg

Diunggah oleh

Moch Anas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Fase E (Umumnya untuk Kelas X SMA/SMK/Program


Paket C)
Pada akhir Fase E, murid memiliki kemampuan sebagai
berikut.
1.1. Kitab Suci Weda
Memahami Dharmasastra.
1.2. Sraddha dan Bhakti
Memahami Karmaphala dan Punarbhawa.
1.3. Susila
Memahami ajaran Catur Warna.
1.4. Acara
Memahami Yadnya dan Ramayana
dan Mahabhrata.
1.5. Sejarah Agama Hindu
Memahami Corak Keagamaan Hindu di dunia.

2. Fase F (Umumnya untuk Kelas XI dan XII


SMA/SMK/Program Paket C)
Pada akhir Fase F, murid memiliki kemampuan sebagai
berikut.
2.1. Kitab Suci Weda
Memahami Kodifikasi Weda dan Ajaran
Upanisad.
2.2. Sraddha dan Bhakti
Memahami Darsana dan Moksa.
2.3. Susila
Memahami konsep Keluarga Sukhinah
dan Karakter Kepemimpinan
Hindu.
2.4. Acara
Memahami Seni Keagamaan Hindu serta
Yogacara dalam Mantra, Yantra, dan Tantra.
2.5. Sejarah Agama Hindu
Memahami Sejarah Organisasi Keagamaan
Hindu di Indonesia.

I.2. CAPAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA DAN


BUDI PEKERTI
A. Rasional
Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti adalah
pendidikan yang mempelajari konsep dan nilai-nilai luhur
agama Buddha. Dalam proses pembelajaran agama
Buddha, kegiatan ini melibatkan murid untuk
mengevaluasi materi agama yang mereka pelajari, baik
secara kelompok maupun individu berdasarkan prinsip
ehipassiko. Mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan
Budi Pekerti merupakan kelompok mata pelajaran umum
yang harus dipelajari oleh murid dalam mengaktualisasi
konsep dan nilai-nilai agama Buddha.

Muatan materi agama Buddha meliputi nilai-nilai yang


terintegrasi dalam ajaran moralitas, meditasi, dan kebijaksanaan
selaras dengan nilai-nilai Pancasila dasar negara.
Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
berpusat pada murid, keteladanan, dan pembiasaan.
Pembelajaran dilakukan berdasarkan pembelajaran ramah
anak serta mencerminkan kehidupan yang moderat.
Penggunaan media untuk murid dapat disesuaikan
berdasarkan kebutuhan masing-masing, seperti media
audio dan audiovisual.

Belajar Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti


bertujuan membentuk kondisi mental yang berkesadaran,
pengamalannya dikaitkan dengan konsep Ketuhanan Yang
Maha Esa, Triratna, bangsa dan negara, diri sendiri, sesama
manusia, makhluk lain dan lingkungan alam. Melalui mata
pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti murid
diharapkan mampu mewujudkan dimensi profil lulusan
dalam kehidupan sehari-hari.

B. Tujuan
Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti bertujuan
mengembangkan kemampuan murid dalam menghayati
nilai-nilai agama Buddha, nilai-nilai Pancasila dasar negara,
dan dimensi profil lulusan yang selaras dengan
penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya.
Secara khusus melalui mata pelajaran Pendidikan Agama
Buddha dan Budi Pekerti, murid dapat:
1. mengembangkan rasa ingin tahu terhadap nilai-nilai agama
Buddha yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila
dasar negara dan dimensi profil lulusan sebagai
fondasi moral sehingga dapat memengaruhi cara hidup
sebagai individu dan anggota masyarakat yang
multikultural;
2. memiliki kesadaran untuk mengembangkan diri,
menjaga moralitas, meditasi, dan kebijaksanaan
selaras dengan nilai-nilai Pancasila dasar negara dalam
kehidupan nyata, sebagai perwujudan keyakinan
kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Triratna, bangsa
dan negara, mencintai diri sendiri, sesama manusia,
makhluk lain, dan lingkungannya;
3. mengembangkan keterampilan belajar inovatif,
berpikir kritis, kreatif, dan mandiri sebagai individu,
anggota masyarakat yang multikultural dan warga negara
yang baik berdasarkan nilai-nilai agama Buddha dan
dimensi profil lulusan dalam upaya meningkatkan
kualitas kehidupan; dan
4. mempraktikkan perilaku luhur berdasarkan nilai-nilai
budi pekerti sesuai dengan ajaran Buddha Sakyamuni
untuk mewujudkan murid yang memiliki nilai moderasi
beragama.

C. Karakteristik
Mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha dan Budi
Pekerti diarahkan pada penerapan esensi nilai, tidak hanya
pada ranah pengetahuan keagamaan. Pelaksanaannya harus
didukung oleh pendidik dan lingkungan yang membudayakan
pengembangan kemoralan, meditasi, dan kebijaksanaan serta
dilakukan melalui tiga tahapan yaitu mempelajari teori
(Pariyatti), mempraktikkan teori (Paṭipatti), dan memperoleh
hasil dari mempraktikkan teori secara terintegrasi
(Paṭivedha). Sebagai Pendidikan nilai dan
karakter, Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti
mengacu kepada empat pengembangan holistik yang
mencakup pengembangan fisik (kāya-bhāvanā),
pengembangan sosial (sīla-bhāvanā), pengembangan
mental (citta-bhāvanā), serta pengembangan pengetahuan
(paññā-bhāvanā). Secara operasional, proses dan tahapan
Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti untuk
mengembangkan dimensi profil lulusan yang dapat dicapai
melalui tiga elemen, yaitu sejarah, ritual, dan etika berikut ini.

Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Pendidikan Agama


Buddha dan Budi Pekerti adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Sejarah Memuat sejarah dan kisah
kehidupan sebagai sarana untuk
menyampaikan nilai-nilai sejarah
Agama Buddha, nilai-nilai
Pancasila dasar negara, dan nilai-
nilai kebudayaan Indonesia.
Pengetahuan pada elemen sejarah
bersumber dari kitab suci Agama
Buddha, kitab komentar, kitab
subkomentar, kronik (catatan
peristiwa menurut urutan waktu
kejadian), biografi, autobiografi,
peninggalan sejarah, peninggalan
budaya, dan sumber sejarah
lainnya.
Ritual Merupakan sarana internalisasi
pengetahuan tentang keragaman
dan nilai-nilai ritual dari berbagai
aliran atau tradisi dalam Agama
Buddha serta keragaman agama
dan kepercayaan di Indonesia.
Etika Merupakan etika Buddhis selaras
dengan nilai- nilai Pancasila
dasar negara minimal
mencakup etika sosial, etika
ekonomi, dan etika alam.
Elemen etika berfungsi
Elemen Deskripsi
sebagai sarana mengembangkan
profil lulusan sebagai pedoman
dalam pengembangan fisik, moral,
sosial, mental, dan pengetahuan
secara holistik. Etika Buddhis
merupakan hasil proses
pencarian makna kehidupan
berdasarkan nilai-nilai hukum
kebenaran mutlak melalui
pembelajaran ramah anak serta
mencerminkan kehidupan yang
moderat.

D. Capaian Pembelajaran
1. Fase A (Umumnya untuk Kelas I dan II
SD/Program Paket A)
Pada akhir Fase A, murid memiliki
kemampuan sebagai berikut:
1.1. Sejarah
Memahami identitas diri dan
keluarganya, serta memiliki
keterbukaan untuk
menghargai perbedaan
identitas dan budaya
teman-temannya di lingkungan
rumah, sekolah, dan rumah
ibadah. murid mengamalkan
sifat-sifat kehidupan para
Bodhisattva, para Buddha,
siswa Buddha atau tokoh
Buddhis inspiratif dalam
menyayangi diri sendiri dengan
menjaga kesehatan fisik dan
batin, membiasakan diri untuk
bersikap hormat dan menjaga
ucapan di lingkungannya sesuai
kisah Jataka.
1.2. Ritual

Anda mungkin juga menyukai