PSYCH INTERVIEW
Identitas: Nama, umur, Alamat, pekerjaan,
Keluhan utama dan riwayat penyakit sekarang: bikin DD
- Rule out riwayat trauma kepala, kejang, demam tinggi disertai penurunan
kesadaran, kelemahan anggota gerak, sakit kepala berulang, muntah
menyempro.
- Riwayat konsumsi alkohol dan zat psikoaktif.
- Riwayat mendengar/melihat sesuatu yang tidak bisa di dengar orang lain.
- Riwayat gembira berlebihan, sangat berenergi dan bersemangat hingga
kebutuhan tidur berkurang selama minimal 1 minggu.
- Riwayat sedih terus menerus selama 2 minggu, penurunan minat, mengatakan
lebih baik mati.
- Sudah pernah berobat kemana? Mekanisme coping nya apa? Yang dilakukan
sendiri oleh pasien
Riwayat penyakit dahulu:
- Gangguan emosi atau mental sebelumnya
- Psikosomatik
- Penyakit medis lainnya
Riwayat Keluarga, ekonomi
- Ada yang punya/pernah punya keluhan yang sama atau tidak
- Deskripsikan anak keberapa, tinggal dengan siapa, hubungan antar keluarga
- Sumber pendapatan keluarga
Riwayat pribadi
- Masa kanak awal + prenatal
- Masa kanak pertengahan, awal sekolah
- Masa kanak akhir, hubungan dengan teman2, emosi
MSE
1. Penampilan: seorang wanita tampak sakit ringan, berambut hitam panjang,
berpakaian rapih, tampak sesuai usia/tidak
2. Sikap terhadap pemeriksa: kooperatif, kontak ada, rapport adekuat/kurang,
roman muka datar/normal, dekorum baik
3. Perilaku dan aktivitas psikomotor: tampak tenang/gelisah, tic, mannerism,
echopraxia, agresivitas motor (-)
4. Bicara: Spontan/tidak, intonasi artikulasi jelas atau tidak, lambat atau cepat,
volume cukup/kurang, emosional, monoton,
5. Mood dan afek: apa yang pasien rasakan akhir2 ini, afek normal, dangkal,
tumpul, terbatas, datar
6. Persepsi: halusinasi/ilusi
7. Pikiran: proses pikir: flight of ideas, neologisme, kaya ide/miskin ide
8. Bentuk pikiran: realistik/autistic, koheren/tidak
9. Isi pikir: waham2, obsesi, kompulsi, ide bunuh diri
Sensorium dan kognisi
1. Kesadaran
2. Orientasi W/T/O
3. Memori immediate, recent, remote
4. Konsentrasi: hitung mundur/spelling mundur
5. Abstrak: kesamaan antara apel dan jeruk
Insight: tahu ga lagi dimana, kenapa dibawa kesini, sakit apa, mau sembuh ga
Judgement:
GAF scale:
- 70-61 gejala ringan, menetap, secara umum masih baik
- 60-51 gejala dan disabilitas sedang, moderate difficulty in social, work, and
school function
- 50-41 gejala disabilitas berat, unable to function socially, work, school, putus
kerja/sekolah
- 40-31 impairment in reality or communication, major impairment in judgement,
thinking,
OBAT-OBATAN
MOOD DISORDER – DEPRESI BERAT
1. FLUOXETINE 10 mg 1x1 pagi hari
- Waktu kerja: Butuh 2–4 minggu untuk mulai terasa efeknya terhadap suasana
hati.
- Durasi pengobatan: Biasanya minimal 6 bulan setelah gejala membaik,
tergantung evaluasi lanjutan.
- Cara Kerja: meningkatkan kadar serotonin di otak, yaitu zat kimia yang
membantu mengatur mood, tidur, dan emosi.
- Efek Samping Umum (biasanya ringan dan sementara): mereda dalam 1–2
minggu.
- Mual
- Sakit kepala
- Gangguan tidur (insomnia atau ngantuk)
- Gelisah ringan di awal
- Penurunan nafsu makan
- Disfungsi seksual (kadang-kadang)
- Waspadai & Segera Hubungi Dokter Bila:
- Pikiran bunuh diri makin kuat
- Gelisah/paranoia yang berat
- Gemetar hebat, berkeringat terus
- Perubahan suasana hati ekstrem (mania)
- “Pak, fluoxetine ini akan membantu menyeimbangkan zat kimia di otak kamu,
tapi butuh waktu sekitar 2–4 minggu sampai mulai terasa. Minum tiap pagi, dan
jangan putus tanpa bilang ke saya dulu ya. Di awal mungkin kamu akan merasa
mual ringan atau agak gelisah, tapi biasanya akan hilang. Kalau kamu ngerasa
gejalanya tambah berat atau muncul pikiran aneh, langsung kabari.
Kontrol 2 minggu lagi.”
Supportive psychotherapy yang tepat adalah fokus pada:
1. Validasi Emosi dan Normalisasi - “Wajar ya, Andi, kalau kamu merasa hancur
setelah kehilangan pekerjaan. Banyak orang yang akan merasa sangat terpukul
dalam situasi seperti itu.”
2. Membangun Harapan (Instilling Hope) - “Kondisi seperti ini bisa diobati, dan
banyak pasien berhasil pulih. Yang penting kita jalani satu per satu, ya.”
3. Mendorong Aktivitas Rutin Ringan (Behavioral Activation sederhana) - “Kalau
kamu bisa bangun pagi, mandi, dan duduk sebentar di luar rumah, itu sudah
langkah bagus. Tidak perlu langsung kerja, yang penting mulai dari kecil.”
4. Penguatan Diri dan Peran - “Kamu pernah kerja dan punya pengalaman.
Sekarang mungkin terasa berat, tapi itu semua belum hilang dari dirimu. Kita
bisa bantu kembalikan pelan-pelan.”
5. Pendekatan Masalah Praktis - “Apa hal kecil yang kira-kira kamu bisa coba
minggu ini? Misalnya bantu ibu belanja, atau telepon teman lama?”
ANTIPSIKOTIK
Risperidone 1 mg BID
- “Obat ini diberikan supaya gejala seperti suara-suara yang mengganggu dan
rasa curiga yang berlebihan bisa berkurang, supaya kamu bisa lebih tenang dan
bisa beraktivitas seperti biasa.”
- Obat tidak langsung bekerja—perlu waktu sekitar 2–4 minggu untuk mulai
terasa manfaatnya penuh. Obat ini tidak membuat “gila” atau “kecanduan”,
justru untuk membantu memulihkan kestabilan pikiran. Walaupun kamu mulai
merasa membaik, obatnya tetap harus diminum sesuai anjuran. Jangan berhenti
tiba-tiba tanpa konsultasi. Kalau ada keluhan setelah minum obat, seperti kaku
otot, gelisah, ngantuk berlebihan, atau gemetar, langsung bilang ke dokter ya,
supaya bisa disesuaikan.”
- Efek samping ringan bisa muncul seperti:
- Mengantuk
- Gemetar halus
- Kaku otot / gerakan melambat
- Mulut kering atau sembelit
- Jika muncul, bisa diberikan obat tambahan (misalnya trihexyphenidyl).
- “Kalau kamu mulai merasa suara-suara itu hilang, atau pikiran jadi lebih tenang,
itu tandanya obat mulai bekerja. Tapi kalau makin berat atau ada hal baru yang
muncul, kabari segera.”
- “Pengobatan ini jangka panjang, biasanya perlu beberapa bulan sampai lebih
dari setahun, tergantung perkembangannya. Tapi kita pantau terus, dan akan
dievaluasi secara berkala.”
- “Keluarga boleh bantu pantau dan ingatkan minum obat, dan mendukung kamu
untuk kontrol rutin.”
- BERHENTI ROKOK!
- Clonazepam 0.5mg ODHS untuk insomnia lebih preferable compared to
lorazepam, tapi day time sedationnya lebih tinggi karna half life nya lebih
panjang, tapi ini lebih stabil dan lebih ga bikin ketergantungan.
1. Psikoterapi Supportif Individual (Supportive Psychotherapy)
- Tujuan utama:
- Meningkatkan rasa aman dan kepercayaan diri pasien.
- Membantu pasien menoleransi realitas dan gejala yang mengganggu.
- Memperkuat kemampuan bertahan (coping) dan mengurangi distress.
- Meningkatkan motivasi untuk patuh terhadap pengobatan.
- Bentuk teknik yang digunakan:
- Validasi perasaan: “Saya tahu ini pasti membuat kamu cemas dan capek.
Wajar kamu merasa seperti itu.”
- Reality testing ringan (pelan-pelan, tanpa konfrontasi langsung): “Kadang
pikiran kita bisa terasa sangat nyata, walaupun orang lain belum tentu
melihat atau mendengarnya.”
- Membangun hubungan terapeutik stabil → sangat penting untuk mengurangi
ketakutan dan memperbaiki kepercayaan.
- Peningkatan keterampilan komunikasi dan ekspresi emosi (terutama kalau
ada blunting atau withdrawal)
- Psychoeducation secara bertahap: mengenali gejala, tanda relaps, efek
samping obat.
2. Edukasi & Terapi Keluarga
- Tujuan:
- Mengurangi stresor keluarga (high expressed emotion → faktor risiko relaps).
- Meningkatkan pemahaman keluarga akan penyakit, serta cara mendukung
pasien.
- Membantu keluarga mengelola ekspektasi dan konflik.
- Bentuk kegiatan:
- Pendidikan psikoedukatif → menjelaskan bahwa skizofrenia adalah penyakit
medis kronik, bisa membaik dengan terapi.
- Mengajarkan cara komunikasi yang empatik dengan pasien.
- Membantu mengenali tanda relaps, pentingnya kepatuhan obat, dan
dukungan tanpa memaksa.
3. Aktivitas Struktural / Terapi Aktivitas Sosial
- Jika kondisi Dimas sudah lebih stabil:
- Terapi okupasi ringan: melatih rutinitas harian, perawatan diri.
- Intervensi berbasis komunitas: mendorong keterlibatan dalam aktivitas
ringan di lingkungan.
- Pelatihan sosial → role-playing, eye contact, percakapan sederhana.
4. Terapi Psikoedukasi Terstruktur
- Bisa dilakukan dalam format grup jika sudah stabil.
- Topik-topik bisa mencakup:
- Apa itu skizofrenia
- Efek obat dan kenapa penting minum rutin
- Cara mengenali gejala awal relaps
- Cara menghadapi stigma
- Coping stress dan gaya hidup sehat
OCD – high dose SSRI
- First line: Sertraline + CBT-ERP therapy
- Sertraline 50-200 mg/day
- Fluoxetine 30-80 mg/day
Sertraline starting at 50 mg/day OD morning, can increase dose every 50 mg, up
to max 200 mg/day
Pantau efek samping: mual, sakit kepala, gelisah awal, insomnia.
Efek klinis bisa baru terasa setelah 2–4 minggu, dan untuk OCD bisa butuh
sampai 10–12 minggu untuk respons penuh.
1. CBT – Cognitive Behavioral Therapy
Fokus: mengenali dan mengubah cara berpikir dan respon terhadap pikiran
obsesif.
2. ERP – Exposure and Response Prevention
Contoh latihan ERP:
- Eksposur: sentuh tempat2 “kotor” seperti meja dan dinding
- Pencegahan respon: tidak boleh untuk cuci tangan
- Tujuan: belajar bahwa kecemasan akan mereda sendiri tanpa perlu kompulsi
Latihan dilakukan bertahap dari situasi ringan ke yang paling menantang (disebut
hierarki kecemasan).