0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan18 halaman

Konfigurasi BIOS untuk Instalasi OS

Dokumen ini adalah tugas kelompok mengenai BIOS yang mencakup komponen, konfigurasi, dan pengujian BIOS. Penjelasan detail tentang cara mengatur BIOS untuk instalasi sistem operasi juga disertakan, termasuk langkah-langkah untuk mengatur booting dan melakukan pengujian hasil konfigurasi. Tugas ini disusun oleh siswa kelas X-TKJ 1 di SMK Negeri 2 Bojonegoro untuk memenuhi tugas semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018.

Diunggah oleh

Maulida
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan18 halaman

Konfigurasi BIOS untuk Instalasi OS

Dokumen ini adalah tugas kelompok mengenai BIOS yang mencakup komponen, konfigurasi, dan pengujian BIOS. Penjelasan detail tentang cara mengatur BIOS untuk instalasi sistem operasi juga disertakan, termasuk langkah-langkah untuk mengatur booting dan melakukan pengujian hasil konfigurasi. Tugas ini disusun oleh siswa kelas X-TKJ 1 di SMK Negeri 2 Bojonegoro untuk memenuhi tugas semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018.

Diunggah oleh

Maulida
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS KELOMPOK

KOMPUTER JARINGAN DASAR


Untuk Memenuhi Tugas
Semester Ganjil
Tahun Pelajaran 2017/2018

Guru Pembimbing :
Defri Prasetyo S, pd.

Penyusun :
1. Adimas Bachrul Alim (01)
2. Andryan Agustin (09)
3. Dzikru Qolbu ()
4. Maulida Rizkia Purwani (34)

Teknik Komputer Jaringan


Kelas X-TKJ 1
SMK NEGERI 2 BOJONEGORO
13 Oktober 2017
TUGAS

1. Buatlah makalah tentang BIOS yang meliputi : (disertai gambar)


a. Komponen BIOS
b. Menentukan konfugurasi BIOS sesuai dengan kebutuhan
c. Melakukan konfigurasi Bios sebagai persyaratan penginstalan sistem operasi
d. Melakukan pengujian hasil konfigurasi BIOS
1. KOMPONEN BIOS

Pengertian BIOS

BIOS memiliki kepanjangan yaitu Basic Input Output System. BIOS adalah suatu perangkat
lunak atau biasa disebut sebagai suatu program yang ditulis menggunakan bahasa
pemrograman assembly. Bios berfungsi untuk mengontrol semua hardware dari suatu
komputer agar dapat bekerja dengan baik dan siap menjalankan sistem operasi. BIOS bekerja
ketika user menyalakan komputer, setelah komputer menyala maka BIOS melakukan
tugasnya mengecek hardware komputer, setelah hardware sudah berjalan dengan baik maka
selanjutnya baru menjalankan Sistem Operasi namun apabila dari Hardware yang telah dicek
oleh BIOS ada kinerja yang kurang baik maka BIOS akan mengirim informasi kesalahan
dalam bentuk Beep maupun tulisan. BIOS menyimpan semua programnya dan konfigurasi
dalam baterai CMOS.

Gambar 1.1 BIOS

Fungsi BIOS
 Menjalankan Perintah Power On Self Test (POST)
 Mengatur Konfigurasi Dasar pada Komputer
 Memberikan Informasi Dasar pada Komputer
 Menunjang proses inisialisasi atau penyalaan komputer
 Pengecekkan sejumlah hardware
 Pengaturan waktu
 Pengaturan media penyimpanan
 Pengaturan proses booting
 Pengaturan Keyboard
 Komponen BIOS
Komponen BIOS dan Fungsi

Agar BIOS dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Maka dibutuhkan beberapa komponen
BIOS antara lain adalah sebagai berikut :

a. Program BIOS Setup

Program BIOS setup berfungsi untuk mengubah konfigurasi komputer seperti tipe hard disk,
disk drive, manajemen daya, kinerja komputer, dan lain-lain sesuai keinginan user.
Umumnya BIOS menyembunyikan detail-detail perangkat yang bisa dibilang cukup rumit,
jadi perlu sedikit keahlian jika kita ingin mengetahui lebih dalam mengenai detail-detail
perangkat tersebut.

Gambar 1.2 Program BIOS Setup

b. Driver
Fungsi driver ini ditujukan untuk perangkat-perangkat keras komputer seperti VGA, input
device, processor dan beberapa perangkat lainnya untuk sistem operasi dasar 16 bit yang
merupakan keluarga dari DOS.

c. Program Bootstraper Utama

Program Bootstraper Utama inilah yang berperan dalam proses booting ke dalam sistem
operasi yang telah kita install sebelumnya.

BIOS atau Basic Input Output System merupakan program yang berisi kupulan informasi dan
konfigurasi mengenai perangkat yang terdapat pada sebuah komputer.
Komponen-komponen yang dapat diset melaui BIOS
Komponen PC yang dapat diseting melalui BIOS hanya tertentu saja, dan merupakan
komponen pokok dalam sebuah PC dan komponen yang terintegrasi dengan mainboard
(Onboard). Berikut komponen yang dapat di set melalui BIOS:

 Hard disk
 CD-ROM
 Floppy disk
 RAM
 Processor
 LAN onboard
 Souncard onboard
 VGA onboard

Gambar 1.3 Komponen yang di setting BIOS

2. MENENTUKAN KONFIGURASI BIOS SESUAI DENGAN KEBUTUHAN

Sebelum melakukkan installasi sistem operasi hal yang paling wajib adalah menyeting
BIOS, yaitu untuk menentukan first bootnya saja. FIRST BOOT adalah settingan dimana
kita akan memilih perangkat media manakah yang dijadikan Booting pertama kali. Ada
beberapa media yang dapat dijadikan firs boot, seperti:

1. HARDISK
2. CD ROOM
3. FLOPY DISK
4. USB FLASDISK
5. USB CD ROOM (untuk CD ROOM eksternal)
6. NETWORK

Dan sebagainya tergantung dari jenis biosnya. Untuk keperluan instalasi sistem operasi yang
sering digunakan biasanya menggunakan CD ROOM, USB FLASH, atau CD ROOM
internal. Semua itu tergantung media yang digunakan untuk instalasi sistem operasi.
Yang pertama adalah kita harus masuk ke BIOS. Caranya dengan menghidupkan
komputer saat komputer booting tekan tombol DEL atau F2 tergantung jenis bios.
Mcam-macam tombol yang digunakan untuk masuk bios yaitu, f1, f2, f10, del, untuk yang
paling sering digunakan adalah del.

LANGKAH SETTING FIRST BOOT KE CD ROOM

1. Setelah masuk ke bios maka akan langsung muncul tampilan berikut ini, kemudian
pilih advanced bios featurs.

2. Tekan “enter” pada First Boot device, untuk mengatur First Boot pada komputer.
3. Pilih CD ROOM, karena kita akan menggunakan CD ROOM sebagai first boot
kemudian klik “enter”.

4. Kemudian tekan F10 untuk menyimpan konfigurasi.


5. Tekan “Y” untuk menyetujui perubahan.

6. Konfigurasi selesai komputer akan melakukan booting menggunakan CD. Dan akan
tampil seperti gambar di bawah ini jika menggunakan windows 7 sebagai sistem
operasinya.

Setelah selesai konfigurasi kita langsung bisa untuk melanjutkan instalasi sistem operasi
windows 7.
Sebelum anda instal windows, terlebih dahulu mengatur BIOS ( Basic Input Output Sistem)
adapun cara pengaturan BIOS telah saya buat sedemikian rupa agar anda lebih mudah
mengerti, saya tampilkan gambar agar mempermudah anda dan lebih cepat memahaminya,
silahkan ikuti kk ikuti langkah-langkah BIOS ini :)

Langkah ke 1 : Tekan tombol power pada PC dan monitor untuk menghidupkan komputer
anda. PC akan segera melakukan proses booting.

Langkah ke 2 : Segera menekan tombol (DELETE) pada keyboard untuk masuk kemenu
BIOS/CMOS setup

Pengaturan BIOS

Langkah ke 1 : Tekan tombol power pada PC dan monitor untuk menghidupkan komputer
anda. PC akan segera melakukan proses booting.
Langkah ke 2 : Segera menekan tombol (DELETE) pada keyboard untuk masuk kemenu
BIOS/CMOS setup
Langkah ke 3. Anda akan masuk BIOS, hal pertama yang harus anda lakukan adalah men-
seetting waktu yang akan digunakan oleh sistem komputer. Aturlah melalui menu
(main).system Time). untuk mengubahnya gunakan tombol (+)(-) dan tombol (Tab)pada
keyboard anda
Langkah ke 4. Selanjutnya dengan cara yang sama, ubahlah tgl pada sistem komputer anda,
melalui system (date).
Langkah ke 5. Setelah men-seetting waktu dan tanggal dari sistem, jika mau anda juga dapat
memasang pasword bios agar agar orang lain tidak dapat mendapat mengubah setelan Bios
yang anda buat, caranya pilih "SUPERVISOR PASWWORD" , lalu tekan tobol(+) pada
keyboard, selanjutnya masukan pasword anda books Enter pasword, lalu klik (Enter).
masukan kembali paswword anda pada boks confirm pasword, kemudian klik kembali enter,
sekarang status opsi supervisor pass word sudah menjadi enabled.
Langkah ke 6. Bila PC anda dipakai beramai-ramai, anda juga bisa men setting user pasword
untuk masing-masing pengguna. manfaatkan saja menu (user pasword). cara pengaturannya
sama saja seperti pengaturan pada supervisor pasword
Langkah 7 sekarang bukalah menu (Advanced)dengan menekan tombol (++)( arah anah
kekanan) pada keyboard anda, lau pilih ( lau pilih [ device konfiguration] kemudian [enter]
Langkah 8 Disini anda dapat menggunakan fitur on board, pada mother board,anda.
misalnya, bila anda menggunakan kartu suara dan modem yang bukan on board, ubahlah opsi
on [on-board AC97 Audio controller] dan [on board AC97] modem controller] menjadi
disabled] dengan menekan tombol [+] pada keyboard anda, selanjutya klick [ESC] untuk
kembali ke menu [advanced]

Langkah 9 Sekarang pilih opsi [OCI Configuration] lau tekan enter, kemudian agar slot
USB anda berfungsi, set opsi [USB function] menjadi [Enabled]. Jika
belum anda bisa mengubahnya dengan menekan tombol [+] jika sudah
kembali ke menu [advanced] dengan menekan tombol [ESC]

Langkah 10 Selanjutnya dengan menu [boot]


Untuk memudahkan sistem penginstalan sistem operasi yang akan dilakukan setelah ini, ubah
pengaturan boot dari PC. Kemudian set CDROOM sebagai boot device pertama, atau jika
anda ingin melakukan penginstalan dari "flasdisk" ganti CDROOM dengan nama flasdisk.

Kemudian Hardisk sebagai boot device ke-2, dan Floopy Boot device ke-3 (Disable jika anda
tidak memilihnya). dengan menggunakan tombol [+] atau [-]. Gunannya agar setiap kali
booting, komputer mencari adanya sistem operasi di CD-ROOM dlu, baru kemudian hardisk
dan Floopy.
Langkah 11 : Masukan CD instalasi windows XP ke cd-room drive, setelah itu pilih menu
[exit],[exit saving change] untuk keluar dari Bios dan menyimpan pengaturan yang anda buat
tadi. Selanjutnya komputer akan restart. dan jika tadi anda mengaktifkan user password,
maka akan muncul user password. isi password tersebut agar komputer dapat melanjutkan
prosees Booting. selesai. untuk cara penginstalan windows7 dan XP akan segera saya share
Langkah ke 3 : Anda akan masuk BIOS, hal pertama yang harus anda lakukan adalah men-
seetting waktu yang akan digunakan oleh sistem komputer. Aturlah melalui menu
(main).system Time). untuk mengubahnya gunakan tombol (+)(-) dan tombol (Tab)pada
keyboard anda

Langkah ke 4 : Selanjutnya dengan cara yang sama, ubahlah tgl pada sistem komputer anda,
melalui system (date).

Langkah ke 5 : Setelah men-seetting waktu dan tanggal dari sistem, jika mau anda juga
dapat memasang pasword bios agar agar orang lain tidak dapat mendapat mengubah setelan
Bios yang anda buat, caranya pilih "SUPERVISOR PASWWORD" , lalu tekan tobol(+) pada
keyboard, selanjutnya masukan pasword anda books Enter pasword, lalu klik (Enter).
masukan kembali paswword anda pada boks confirm pasword, kemudian klik kembali enter,
sekarang status opsi supervisor pass word sudah menjadi enabled.

Langkah ke 6 : Bila PC anda dipakai beramai-ramai, anda juga bisa men setting user
pasword untuk masing-masing pengguna. manfaatkan saja menu (user pasword). cara
pengaturannya sama saja seperti pengaturan pada supervisor pasword

Langkah ke 7 : sekarang bukalah menu (Advanced)dengan menekan tombol (++)( arah anah
kekanan) pada keyboard anda, lau pilih ( lau pilih [ device konfiguration] kemudian [enter]

Langkah ke 8 : Disini anda dapat menggunakan fitur on board, pada mother board,anda.
misalnya, bila anda menggunakan kartu suara dan modem yang bukan on board, ubahlah opsi
on [on-board AC97 Audio controller] dan [on board AC97] modem controller] menjadi
disabled] dengan menekan tombol [+] pada keyboard anda, selanjutya klick [ESC] untuk
kembali ke menu [advanced]
Langakah ke 9 : Sekarang pilih opsi [OCI Configuration] lau tekan enter, kemudian agar slot
USB anda berfungsi, set opsi [USB function] menjadi [Enabled]. Jika belum anda bisa
mengubahnya dengan menekan tombol [+] jika sudah kembali ke menu [advanced] dengan
menekan tombol [ESC]
Langkah ke 10 : Selanjutnya dengan menu [boot].Untuk memudahkan sistem penginstalan
sistem operasi yang akan dilakukan setelah ini, ubah pengaturan boot dari PC. Kemudian set
CDROOM sebagai boot device pertama, atau jika anda ingin melakukan penginstalan dari
"flasdisk" ganti CDROOM dengan nama flasdisk.

Kemudian Hardisk sebagai boot device ke-2, dan Floopy Boot device ke-3 (Disable jika anda
tidak memilihnya). dengan menggunakan tombol [+] atau [-]. Gunannya agar setiap kali
booting, komputer mencari adanya sistem operasi di CD-ROOM dlu, baru kemudian hardisk
dan Floopy.

Langkah ke : 11 Masukan CD instalasi windows XP ke cd-room drive, setelah itu pilih


menu [exit],[exit saving change] untuk keluar dari Bios dan menyimpan pengaturan yang
anda buat tadi. Selanjutnya komputer akan restart. dan jika tadi anda mengaktifkan user
password, maka akan muncul user password. isi password tersebut agar komputer dapat
melanjutkan prosees Booting. selesai.

3. Melakukan konfigurasi BIOS sebagai persyaratan penginstalan sistem operasi


Tahapan Langkah-langkah Cara Setting BIOS :

1. Pertama hidupkan komputer dengan cara menekan tombol power.

2. Sesaat setelah tampilan pertama muncul dilayar komputer kita, maka segeralah
menekan tombol Delete pada keyboard secara berkelanjutan, hingga kemudian
muncul tampilan konfigurasi BIOS. sangat dimungkinkan tampilan BIOS yang
muncul pada komputer yang satu dengan yang lainnya akan berbeda. namun kita tidak
perlu khawatir karena secara prinsip dasar semuanya sama. dan bahkan kebanyakan
komputer dan laptop terbaru keluaran sekarang untuk masuk ke BIOS kita tidak
diberikan perintah untuk menekan tombol Delete akan tetapi menekan tombol F1,F2,
atau malah mungkin tombol lainnya.
3. Setelah itu, pilihlah bagian kategori menu yang mengatur tentang booting. biasanya
menu tersebut akan ditunjukkan pada bagian menu "BOOT". arahkan dengan
menggunakan tombol navigasi/panah keyboard kekanan sampai kita memilih menu
boot tersebut. maka pada layar monitor akan muncul tampilan seperti gambar dibawah
ini :

4. Kemudian pilihlah sub menu untuk mengatur hardware mana yang akan terlebih
dahulu memulai proses booting. sebagai contoh, biasanya sub menu yang
dimaksudkan adalah " Boot Device Priority".
5. Setelah menemukan sub menu yang dimaksud diatas, maka selanjutnya kita tentukan
bagian hardware mana yang akan menjadi penentu booting. sesuai pilihan pada
umumnya, kita memilih antara hardisk atau CD-ROM. akan tetapi untuk komputer
dan laptop keluaran sekarang sudah support untuk booting dari flashdisk. hal ini
dimaksudkan seandainya kalau kita mau menginstal Operating System menggunakan
media flashdisk. nah..berhubung kita mau menginstal OS menggunakan media CD-
ROM karena master windows kita memakai CD/DVD, maka buatlah first bootnya
menjadi CD-ROM dengan cara menekan tombol navigasi/panah kebawah atau keatas.
akan tetapi tetapi ada juga komputer yang menggunakan penekanan tombol ganda
antara " shift + +" untuk naik keatas dan " shift + +" untuk kebawah.
6. Setelah kita memilih first boot atau booting pertama dari CD-ROM, maka untuk
memastikannya tekanlah tombol ENTER pada keyboard, dan setelah itu simpanlah
konfigurasi pengaturan BIOS yang telah kita buat dengan menekan tombol F10 pada
keyboard kemudian pilih Yes. perintah menekan tombol F10 dimaksudkan kita
menyimpan konfigurasi yang telah kita buat dan setelah itu akan merestart secara
otomatis.

4. Melakukan pengujian hasil konfigurasi BIOS

da beberapa proses yang dapat dilakukan dalam mengecek hasil perakitan komputer, yang
pertama adalah dengan melakukan pross POST ini adalah proses yang paling wajib karena
jika komputer sudah berhasil melewati proses ini 80 persen hasil perakitan sudah berhasil.
Selain dengan melakukan proses Post kita juga bisa dengan menggunakan beberapa aplikasi
untuk menguji fungsi dari beberapa perangkat apakah berfungsi dengan baik. Untuk lebih
jelasnya sekarang saya akan membasas satu per satu.

Melakukan proses POST (Power On Self Test)

Secara mudah dapat di artikan sebagai mengecek diri sendiri pada saat komputer dinyalakan.
Namun secara teori post dapat diartikan sebagai erangkaian proses test yang dilakukan
komputer pada saat bootig atau kkomputer pertama kali dihidupkan untuk mengetahui
kondisi komponen peragkat keras komputer dan komponen pendukungnya.

Dengan adanya proses POST pengguna komputer akan lebih mudah dalam mengidentifikasi
bila terjadi masalah, sehingga dapat menentukan langkah perbaikan yang paling tepat.

Dengan adanya proses ini sangat membatu pengguna untuk menganalisis letak permsalahan
yang muncul, jika terjadi permasalahan atau troubleshoting komputer akan memberikan kode
kepada pengguna dimana letak kerusakan yang terjadi, berikut bebeapa kode yang akan
diberikan oleh komputer bila terjadi masalah, diantaranya adalah.

1. Kode suara beep


2. Kode angka yang tampil di layar monitor
3. Kode pesan singkat (dalam bahasa inggris)

Kode-kode kesalahan yang diberikan oleh komputer akan berbea-beda tergantung dari jenis
Merek Bios yang digunakan, ada beberapa jenis bios yang sering digunakan yaitu: AMI
BIOS, AWARD BIOS DAN PHONEX BIOS. Tiap bios memiliki kode masig-masing dalam
memberikan informasi keruakan yang ada.

Untuk mengenal BIOS lebih jauh akan dibahas pada artikel selanjutnya.

Tugas utama POST dikendalikan Oleh BIOS. Tugas Bios ini adalah:

1. Memeriksa register-register CPU


2. Memeriksa keberadaan kode BIOS itu sendiri
3. Memeriksa keberadaan komponen-komponen dasar seperti DMA, timer, interrupt
controller
4. Mencari, mengukur dan memeriksa memory utama sistem.
5. Menginisialisasi BIOS
6. Mengidentifikasi, mengordinir dan menyeleksi perangka yang tersedia untuk booting.
7. Mencari, menginisialisasidan membuat katalog semua sistem bus dan perangkat
8. Menyediakan user interface untuk konfigurasi sistem
9. Membangun sistemenvirontmen sesuai target yang diminta sistem operasi.

Beberapa pesan eror yang akan ditampilkan pada saat proses POST:

NNo. Kode Suara Kemungkinan Kerusakan


1. Tanpa beep Power Supply
2. Beeb terus menerus Power Supply
3. Beep pendek berulang-ulang Power Supply
4. 1 beep panjang dan 1 beep pendek Motherboard
5. 1 beep panjang dan 2 beep pendek Video Adapter Card
6. 1 beep pendek dan tidak ada tampilan Kabel Monitor dan atau Tampilan
7. 1 beep pendek dan tidak mau boot Kabel disk, Adapter di

Itu beberapa jenis peringatan yang sering muncul pda proses POST untuk lebih mendalam
akan saya bahas pada postingan berikutnya.

Pengecekan fungsi komponen

Setelah lulus pada proses POST proses selanjutnya adalah kita bisa menggunakan
pengecekan fungsi komponensecara manual seperti :

1. Mengecek keyboard

Kita bisa mengecek fungsi keyboard dengan cara masuk ke aplikasi microsoft office dan kita
bisa mengetik, untuk mengecek apakah keyboard bisa berfungsi dengan baik dan normal.

2. Mengecek speaker aktif

Kita bisa memainkan windows media player atau aplikasi yang lain untuk mengecek speaker
yang kita punya bisa mengeluarkan suara dengan baik.

Anda mungkin juga menyukai