PENERAPAN FLOWCHART DAN PSEUDOCODE DALAM ALGORITMA
Pernahkah kalian membuat resep makanan?
Apa yang kalian lakukan pertama kali?
Tentu kalian akan menyiapkan bahan dan Langkah-langkahnya
Langkah-langkah ini harus berurutan agar makanan yang kamu buat berhasil
Sama seperti dalam dunia pemrograman, kita melakukan hal serupa
Sebelum menulis kode, kita perlu merancang algoritma atau serangkaian langka logis yang
harus diikiti oleh computer,
Sama seperti resep Langkah-langkah ini harus jelas dan terstruktur
2 cara yang paling umum digunakan untuk merancang algoritma Adalah dengan flowchart dan
pseudocode. Keduanya berfungsi sebagai ‘cetak biru’ atau kerangka sebelum kita mulai menulis
baris kode yang sebenarnya.
Mengapa kita perlu merancang Langkah-langkah algoritma sebelum mulai menulis kode
program?
Apa bedanya membuat rencana langka-langkah dengan menggunakan diagram (flowchart)
dengan menggunakan tulisan (pseudocode)?
Menurut kalian mana yang mudah dipahami oleh orang lain, diagram atau tulisan? Mengapa?
Tujuan pembelajaran :
1. Menjelaskan konsep dasar algoritma dan pentingnya perencanaan dalam pemrograman
2. Mengenali dan membedakan penggunaan flowchart dan pseudocode dalam merancang
algoritma
3. Membuat flowchart sederhana untuk memecahkan suatu masalah
4. Menulis pseudocode sederhana untuk memecahkan suatu masalah
5. Menganalisis kelebihan dan kekurangan dari penggunaan flowchart dan pseudocode
flowchart (Diagram Alir)
Diagram yang menggunakan simbol-simbol standart untuk menunjukkan alur proses suatu
algoritma dari awal hingga akhir.
Keunggulan:
Visual: Memudahkan pemahaman alur proses secara visual, terutama bagi
pemula.
Perencanaan: Membantu dalam merencanakan, merancang, dan
mengkomunikasikan logika program.
Debug: Mempermudah identifikasi kesalahan atau ketidakakuratan dalam logika
algoritma.
Simbol Umum:
Lingkaran oval : mulai/selesai
Fungsinya untuk menunjukkan titik awal atau akhir dari proses.
Persegi Panjang (Process): Melambangkan operasi atau pemrosesan.
Fungsinya menunjukkan suatu langkah atau kegiatan yang dilakukan.
Jajar Genjang (Input/Output): Melambangkan data masukan atau keluaran.
Fungsinya memasukkan data dan menghasilkan data
Belah ketupat : kondisi /keputusan
Fungsinya untuk menyatakan kondisi pengambilan keputusan dengan dua atau
lebih kemungkinan jawaban(Ya/tidak, Benar/salah)
Panah (arah/alur)
Fungsinya sebagai penghubung antar simbol untuk menunjukkan arah aliran.
Contoh menentukan bilangan ganjil atau genap
MULAI
MASUKKAN
BILANGAN
BILANGAN TAMPILKAN
HABIS “GANJIL”
DIBAGI 2
TAMPILKAN
“GENAP”
SELESAI
Pseudocode (Kode Semu) Deskripsi informal dari sebuah algoritma yang di tulis dalam bahasa
yang mirip dengan bahasa pemrograman,tetapi tudak terikat pada dsintaks spesifik
Keunggulan:
Fokus Logika: Memungkinkan fokus pada logika dasar algoritma tanpa terikat
pada sintaks bahasa pemrograman tertentu.
Fleksibel: Bisa ditulis dalam bahasa Inggris atau bahasa lain yang sederhana dan
mudah dipahami manusia.
Cepat: Memungkinkan penulisan representasi algoritma dengan cepat.
Contoh Struktur Umum:
Sequence: Perintah-perintah dijalankan secara berurutan.
Selection (Kondisional): Melakukan aksi berdasarkan kondisi benar atau salah (if-
then-else).
Repetition (Perulangan): Mengulangi serangkaian perintah berdasarkan kondisi
tertentu.
Contoh
// Nama Algoritma: CekBilangan
// Deskripsi: Algoritma ini akan menentukan apakah sebuah bilangan ganjil atau
genap.
ALGORITMA CekBilangan:
1. BACA sebuah bilangan, simpan di variabel ‘bilangan’.
2. JIKA ‘bilangan’dibagi 2 memiliki sisa sama dengan 0 MAKA
3. TAMPILKAN”Genap”
4. SELAIN ITU (JIKA sisa tidak 0) MAKA
[Link] “Ganjil”
6. SELESAI
Kapan Menggunakannya?
Gunakan flowchart saat Anda ingin menunjukkan alur proses secara visual dan mudah
dipahami, misalnya untuk menjelaskan proses bisnis atau alur kerja yang kompleks.
Gunakan pseudocode saat Anda ingin fokus pada logika inti algoritma, misalnya sebelum
menerjemahkannya ke dalam kode program tertentu di bahasa pemrograman.