JUDUL SOP :
RANGE OF MOTION (ROM)
PROGRAM
STUDI
PENDIDIKAN
PROFESI
KEPERAWATAN
STIKES HANG
TUAH
SURABAYA 2024
NO NO REVISI : HALAMAN :
DOKUMEN : I
PROSEDUR TANGGAL DITETAPKAN OLEH :
TETAP TERBIT :
Ketua Stikes Hang Tuah Surabaya
1. PENGERTIAN Range Of Motion (ROM) adalah
segenap gerakan yang dalam keadaan
normal dapat dilakukan oleh sendi yang
bersangkutan
2. TUJUAN 1. Untuk memelihara fungsi dan
mencegah kemunduran.
2. Untuk memelihara dan
meningkatkan pergerakan sendi.
3. Untuk merangsang sirkulasi darah.
4. Untuk mencegah kelainan bentuk
(deformitas).
5. Untuk memelihara dan
meningkatkan kekuatan otot.
4. PERSIAPAN KLIEN 1. Berikan salam, perkenalkan diri
anda, dan identifikasi klien dengan
memeriksa identitas klien secara
cermat.
2. Jelaskan tentang prosedur tindakan
yang akan dilakukan, berikan
kesempatan kepada klien untuk
bertanya dan jawab seluruh
pertanyaan klien.
3. Minta pengunjung untuk
meninggalkan ruangan, beri privasi
kepada klien
4. Atur posisi klien sehingga
merasakan aman dan nyaman
5. PERSIAPAN ALAT Baki beralas berisi:
1. Handuk kecil
2. Lotion/baby oil
3. Minyak penghangat bila perlu
(mis : minyak telon)
6. CARA BEKERJA :
1. Beri tahu klien bahwa tindakan akan segera dimulai
2. Tinggikan tempat tidur sampai ketingian kerja yang nyaman
3. Periksa alat-alat yang akan digunakan
4. Dekatkan alat-alat ke sisi tempat tidur klien
5. Posisikan klien senyaman mungkin
6. Cuci tangan dan kenakan sarung tangan
A. Fleksi Bahu
1. Tempatkan tangan kiri perawat di atas siku klien, kemudian
tangan kanan memegang tangan klien.
2. Angkat tangan ke atas dari sisi tubuh.
3. Gerakan tangan perlahan-lahan, lemah lembut ke arah kepala
sejauh mungkin.
4. Letakkan tangan di bawah kepala dan tahan untuk mencegah
dorongan fleksi, tekuk tangan dan siku.
5. Angkat kembali lengan ke atas kembali ke posisi semula.
6. Ulangi latihan lebih kurang sampai 3 kali.
B. Abduksi dan Adduksi Bahu
1. Tempatkan tangan kiri perawat di atas siku klien, tangan
kanan memegang tangan klien.
2. Pertahankan posisi tersebut, kemudian gerakkan lengan sejauh
mungkin dari tubuh dalam keadaan lurus.
3. Tekuk dan gerakkan lengan segera perlahan ke atas kepala
sejauh mungkin.
4. Kembalikan pada posisi semula.
5. Ulangi latihan lebih kurang sampai 3 kali.
C. Rotasi Interna dan Eksterna Bahu
1. Tempatkan lengan klien pada titik jauh dari tubuh, bengkokkan
siku. Pegang lengan atas, tempatkan pada bantal.
2. Angkat lengan dan tangan.
3. Gerakkan lengan ke bawah dan tangan secara perlahan-lahan
ke belakang sejauh mungkin.
4. Kembalikan lengan pada posisi semula.
5. Ulangi latihan lebih kurang sampai 3 kali.
D. Penyilangan Adduksi Bahu
1. Tempatkan tangan kiri perawat di bawah siku dan tangan
lain memegang tangan klien.
2. Angkat lengan klien.
3. Posisi lengan setinggi bahu, gerakkan tangan menyilang
kepala sejauh mungkin.
4. Kembalikan lengan pada posisi semula.
5. Ulangi latihan lebih kurang sampai 3 kali.
E. Supinasi dan Pronasi Lengan
1. Permulaan posisi : pegang tangan klien dengan kedua tangan,
posisi telunjuk pada telapak tangan, kedua ibu jari di punggung
tangan.
2. Tekuk telapak tangan klien menghadap wajah klien.
3. Kemudian tekukkan telapak tangan bagian punggung ke muka
klien.
4. Ulangi latihan lebih kurang sampai 3 kali.
F. Ekstensi dan Fleksi Pergelangan Tangan dan Jari
1. Pegang pergelangan tangan klien dengan satu tangan klien dan
tangan klien bergenggaman dengan tangan perawat.
2. Tekuk punggung tangan ke belakang sambil mempertahankan
posisi jari tetap lurus.
3. Luruskan tangan.
4. Tekuk tangan ke depan sambil jari-jari menutup
kemudian buka tangan.
5. Ulangi latihan lebih kurang sampai 3 kali.
G. Fleksi dan Ekstensi Ibu Jari
1. Pegang tangan klien, tekuk ibu jari ke dalam telapak tangan
klien.
2. Dorong ibu jari ke belakang pada titik terjauh dari telapak
tangan klien. Ulangi lebih kurang sampai 3 kali.
3. Gerakkan ibu jari klien secara memutar/sirkulasi pada satu
lingkaran.
H. Fleksi dan Ekstensi Panggul dan Lutut
1. Tempatkan salah satu tangan perawat di bawah lutut klien,
tangan lain di atas tumit dan menahan kaki klien.
2. Angkat tungkai dan tekukkan pada lutut, gerakkan tungkai ke
belakang sejauh mungkin.
3. Luruskan lutut di atas permukaan kaki, kembalikan pada posisi
semula.
4. Ulangi latihan lebih kurang sampai 3 kali.
I. Rotasi Interna dan Eksterna Panggul
1. Tempatkan satu tangan perawat di bawah lutut klien, tangan
lain di bawah tumit kaki klien.
2. Angkat tungkai dan tekuk membuat sudut yang besar di atas
lutut.
3. Pegang lutut dan kaki klien mendorong ke hadapan perawat.
4. Gerakkan kaki ke posisi semula.
5. Dorong kaki sejauh mungkin dari perawat, gerakkan ke posisi
semula.
6. Ulangi latihan lebih kurang sampai 3 kali.
J. Abduksi dan Adduksi Panggul
1. Tempatkan satu tangan perawat di bawah lutut klien, letakkan
tangan lain di bawah tumit.
2. Pegang tungkai dalam keadaan lurus, kemudian angkat ke atas
setinggi 5 cm dari kasur.
3. Tarik kaki ke arah luar, ke hadapan perawat.
4. Dorong tungkai ke belakang dan kembalikan ke posisi semula.
5. Ulangi latihan lebih kurang sampai 3 kali.
K. Dorso dan Plantar Fleksi Pergelangan Kaki
1. Pegang tumit klien dengan tangan perawat, biarkan istirahat
beberapa saat pada tangan perawat.
2. Tekan lengan perawat pada telapak kaki, gerakkan menghadap
tungkai.
3. Pindahkan tangan perawat pada posisi semula.
4. Pindahkan tangan ke ujung kaki dan bagian bawah kaki, dorong
kaki ke bawah pada titik maksimal secara bersamaan, kemudian
dorong kembali ke atas pada tumit.
5. Ulangi latihan lebih kurang sampai 3 kali.
L. Eversi dan Inversi Kaki
1. Putar kaki satu persatu ke arah luar.
2. Kemudian kembali ke arah dalam.
3. Ulangi latihan lebih kurang sampai 3 kali.
M. Ekstensi dan Fleksi Jari-jari Kaki
1. Mulai dengan menarik ujung jari kaki ke atas.
2. Ujung-ujung jari kaki di dorong ke bawah.
3. Ulangi latihan lebih kurang sampai 3 kali.
7. Rapihkan klien ke posisi semula.
8. Beritahu bahwa tindakan sudah selesai
9. Bereskan alat-alat yang telah digunakan dan melepas sarung tangan
10. Buka kembali tirai atau pintu dan jendela.
11. Kaji respon klien (subyektif dan obyektif)
12. Berikan reinforcement positif pada klien
13. Buat kontrak pertemuan selanjutnya
14. Akhiri kegiatan dengan baik
15. Cuci tangan
7. HASIL :
Dokumentasikan Nama Tindakan/Tanggal/jam tindakan, Hasil Yang
diperoleh, Respon klien selama tindakan, Nama dan paraf perawat
Pelaksana
8. Hal-hal yang perlu diperhatikan :
[Link] ekstremitas pada sendi-sendi seperti : elbow, wrist, knee.
Gerakkan sendi secara perlahan-lahan, selanjutnya teruskan. Jika
tidak nyaman/agak nyeri pada sendi, misalnya : adanya arthritis
dukung ekstremitas pada daerah tersebut.
[Link] setiap sendi melalui ROM lebih kurang 3 kali terus menerus
secara teratur dan [Link] pergerakan yang
berlebihan dari persendian pada saat latihan [Link]
tekanan yang kuat pada saat pergerakan yang kuat.
[Link] pergerakan bila ada nyeri.
[Link] adanya ketidaknyamanan (nyeri, kelelahan), kontraktur /
kekakuan sendi, kekuatan otot dan adanya atrofi otot.
[Link] ada perasaan nyeri akibat kekejangan/spasme otot, gerakkan
sendi secara perlahan-lahan, jangan berlebihan.
[Link] dengan lemah lembut secara bertahap sampai terjadi
relaksasi.
[Link] fungsional untuk menguji lingkup gerak sendi dapat
dilakukan pada klien yang sudah dapat melakukan pergerakan
sendiri tanpa bantuan.
[Link] diuji/diperiksa oleh terapis untuk menentukan adanya
pergerakan daerah sendi. Pergerakan sendi klien sangat
dipengaruhi oleh kondisi fisik, faktor penyakit dan faktor genetik.
Latihan disesuaikan dengan keadaan klinis klien.
[Link] sendi tubuh mempunyai suatu lingkup pergerakan yang normal.
10. Sendi-sendi akan kehilangan lingkup pergerakan sendi yang
normal. Kekakuan akan mengakibatkan suatu keadaan
ketidakmampuan yang menetap. Hal ini sering terjadi pada kondisi
Neuromuskuler (Hemiplegia).
11. Latihan ROM direncanakan dengan individu, lingkup pergerakan
bervariasi sesuai dengan perbedaan tubuh dan kemampuan serta
golongan umur.
12. Latihan ROM dapat dilakukan kapan saja, dimana keadaan fisik
tidak aktif.
JUDUL SOP :
PROSEDUR PERAWATAN LUKA
PROGRAM
STUDI
PENDIDIKAN
PROFESI
KEPERAWATAN
STIKES HANG
TUAH
SURABAYA 2024
NO NO REVISI : HALAMAN :
DOKUMEN : I
PROSEDUR TANGGAL DITETAPKAN OLEH :
TETAP TERBIT :
Ketua Stikes Hang Tuah Surabaya
1. PENGERTIAN Mengidentifikasi dan meningkatkan
penyembuhan luka serta mencegah
terjadinya komplikasi luka
2. TUJUAN Sebagai acuan penerapan langkah-
langkah untuk merawat luka
4. PERSIAPAN KLIEN 1. Berikan salam, perkenalkan diri
anda, dan identifikasi klien dengan
memeriksa identitas klien secara
cermat.
2. Jelaskan tentang prosedur tindakan
yang akan dilakukan, berikan
kesempatan kepada klien untuk
bertanya dan jawab seluruh
pertanyaan klien.
3. Minta pengunjung untuk
meninggalkan ruangan, beri privasi
kepada klien
4. Atur posisi klien sehingga
merasakan aman dan nyaman
5. PERSIAPAN ALAT a. Sarung tangan bersih
b. Sarung tangan steril
c. Cairan antiseptik
d. Alat cukur rambut, jika perlu
e. Set perawatan luka
6. CARA BEKERJA :
[Link] pasien menggunakan minimal dua identitas (nama
lengkap, tanggal lahir, dan/atau nomor rekam medis)
[Link] tujuan dan langkah-langkah prosedur
[Link] alat dan bahan yang diperlukan:
a. Sarung tangan bersih
[Link] tangan steril
c. Cairan antiseptik
[Link] cukur rambut, jika perlu
e. Set perawatan luka
[Link] kebersihan tangan 6 langkah
[Link] sarung tangan bersih
[Link] karakteristik luka (meliputi drainase, warna, ukuran dan
bau)
[Link] tanda-tanda infeksi
[Link] balutan dan plester secara perlahan
[Link] rambut sekitar daerah luka, jika perlu
10. Lepaskan sarung tangan bersih dan pasang sarung tangan steril
11. Bersihkan luka dengan cairan NaCl atau pembersih nontoxic,
sesuai kebutuhan
12. Bersihkan jaringan nekrotik, jika ada
13. Berikan salep yang sesuai dengan kondisi luka, jika perlu
14. Pasang balutan sesuai jenis luka
15. Ganti balutan sesuai dengan jumlah eksudat dan drainase
16. Jelaskan tanda dan gejala infeksi
17. Anjurkan konsumsi makanan tinggi kalori dan protein
18. Ajarkan prosedur perawatan luka secara mandiri
19. Rapikan pasien dan alat-alat yang digunakan
20. Lepaskan sarung tangan
7. HASIL :
Dokumentasikan Nama Tindakan/Tanggal/jam tindakan, Hasil Yang
diperoleh, Respon klien selama tindakan, Nama dan paraf perawat
Pelaksana
8. Unit Terkait :
a. Kamar Bersalin
b. Instalasi Gawat Darurat
c. Instalasi Rawat Jalan
d. Instalasi Rawat Inap
e. Intensive Care Unit
f. Instalasi Bedah Sentral
JUDUL SOP :
PROSEDUR PENGKAJIAN DAN MANAJEMEN
NYERI
PROGRAM
STUDI
PENDIDIKAN
PROFESI
KEPERAWATAN
STIKES HANG
TUAH
SURABAYA 2024
NO NO REVISI : HALAMAN :
DOKUMEN : I
PROSEDUR TANGGAL DITETAPKAN OLEH :
TETAP TERBIT :
Ketua Stikes Hang Tuah Surabaya
1. PENGERTIAN Asesmen nyeri adalah suatu tindakan
melakukan penilaian rasa sakit / nyeri
pada pasien di RSUD dr. Mohamad
Soewandhie yang terdiri atas asesmen
nyeri awal dan asesmen nyeri ulang.
Asesmen nyeri awal adalah suatu
tindakan melakukan penilaian rasa
sakit / nyeri pada pasien saat pasien
dilayani pertama kali di instalasi atau
unit terkait.
Asesmen nyeri ulang adalah suatu
tindakan melakukan penilaian ulang
rasa sakit / nyeri pada pasien dengan
keluhan nyeri di semua instalasi dan
unit terkait sampai paisen terbebas dari
nyeri.
Pengkajian nyeri merupakan asesmen
yang dilakukan terhadap pasien jika
didapatkan data subyektif dan atau data
obyektif bahwa pasien mengalami
nyeri.
2. TUJUAN Sebagai acuan penerapan langkah-
langkah untuk :
1. Memahami pelayanan tingkatan
nyeri pasien
2. Memilih jenis pelayanan yang
terbaik bagi pasien
4. PERSIAPAN KLIEN 1. Berikan salam, perkenalkan diri
anda, dan identifikasi klien dengan
memeriksa identitas klien secara
cermat.
2. Jelaskan tentang prosedur tindakan
yang akan dilakukan, berikan
JUDUL SOP :
PROSEDUR
MENGUKUR
PEMANTAUAN
KEBUTUHAN INTAKE
CAIRAN
DAN
OUTPUT CAIRAN
PROGRAM
STUDI
PENDIDIKAN
PROFESI
KEPERAWATAN
STIKES HANG
TUAH
SURABAYA 2024
NO NO REVISI : HALAMAN :
DOKUMEN : I
PROSEDUR TANGGAL DITETAPKAN OLEH :
TETAP TERBIT :
Ketua Stikes Hang Tuah Surabaya
1. PENGERTIAN Suatu
Mengumpulkan tindakan
dan menganalisismengukur
data
jumlah cairan yang masuk
keseimbangancairan masukdan dengan
keluar
dari tubuh
cairan keluar individu/ pasien
2. TUJUAN Mengetahui
Sebagai acuan keseimbangan
penerapan cairan
langkah-
tubuh
langkah untuk menghitung cairan yang
4. PERSIAPAN KLIEN masuk dan keluar dari
1. Perkenalan diri tubuh
dan pasien
konfirmasi
4. PERSIAPAN KLIEN 1. data pasiensalam, perkenalkan diri
Berikan
2. anda,
Menjelaskan tujuan klien dengan
dan identifikasi
3. memeriksa
Menjelaskanidentitas
langkah klien
/ prosedur
secara
yang akan dilakukan
cermat.
2.4. Meminta
Jelaskan tentang pengunjung/keluarga
prosedur tindakan
meninggalkan
yang akan ruangan dilakukan, berikan
5. PERSIAPAN ALAT kesempatan
1. Alat tulis kepada klien untuk
bertanya
2. Jenis cairan dan jawab seluruh
infus Kristaloid,
pertanyaan
koloid, hipotonikklien.
isotonic, hipertonik
6. CARA BEKERJA : 3. Minta pengunjung untuk
1. Cuci tangan meninggalkan ruangan, beri privasi
2. Pantau kebutuhan cairan sesuai kepada
kasusklien
:
a. dewasa : 4. Atur posisi klien sehingga
- Air 30-35 cc/kgBB kenaikan 10c merasakan
ditambahaman 10-15% dan nyaman
5. PERSIAPAN ALAT 3. Sarung
- Na+: 1,5 mek/kgBB (100 mek/hari atau 5,9gr) tangan
- K+: 1 mek/kgBB (60mek/hari 4. atau
Gelas ukur
4,5gr)
b. Pada anak-anak dan bayi 5. Format pemantauan intake dan
- Air : sesuai dengan berat badanoutput 0-10kgcairan
: 100ml/kgBB,
6. CARA BEKERJA
10-20kg : 1000ml: + 50 ml/kg diatas 10 kg, lebih dari
1. 20kg
Beri tahu
1500klien
+ 20bahwa
ml/kg tindakan
diatas 20 akan
kg segera dimulai
2. -Tinggikan tempat tidur sampai ketingian kerja yang nyaman
Na+: 2 mek/kgBB
3. -Periksa alat-alat yang akan digunakan
K+: 2 mek/kgBB
4. [Link]
Kebutuhan alat-alat
cairanke sisi tempat
untuk tidur klien
pemeliharaan
5. -Posisikan klien senyaman
Dewasa:1,5-2 ml/kg/jam mungkin
6. -Cuci
Anak tangan
anak dan kenakan sarung tangan
2-4 ml/kg/jam
7. -Ukur volume input
Bayi 4-6 ml/kg/jam cairan (meliputi urine, defekasi, muntah, NGT,
-dan drain) 3ml/kg/jam
Neonatus
8. [Link] balancekebutuhan
Menghitung cairan cairan intra operasi - Pengganti cairan
9. puasa
Lepaskan
: sarung tangan
10.•Lakukan kebersihan
1 jam pertama tangan0,5
diberikan 6 langkah
11.•Hitung
2 jam insensible
selanjutnyawater loss (IWL),
diberikan 0,25 Evaporation water loss (EWL)
•jika perlu
3 jam selanjutnya diberikan 0,25
12.-Hitung
Operasibalance
kecil 4cairan sesuai periode waktu yang dibutuhkan (misal
ml/kgBB/jam
-per 8 jam,sedang
Operasi per 12 jam, per 24 jam), jika perlu
6 ml/kgBB/jam