0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
119 tayangan13 halaman

Profil dan Sejarah PT Indonesia Power

PT. PLN Indonesia Power adalah anak perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pembangkitan tenaga listrik, didirikan pada 3 Oktober 1995. Perusahaan ini memiliki visi untuk menjadi perusahaan listrik terkemuka dan berkelanjutan di Asia Tenggara, dengan fokus pada solusi energi hijau dan inovatif. Dengan jaringan luas dan berbagai unit bisnis, Indonesia Power berkomitmen untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi operasional sambil menerapkan nilai-nilai budaya kerja AKHLAK.

Diunggah oleh

Dimaz Bagus wijaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
119 tayangan13 halaman

Profil dan Sejarah PT Indonesia Power

PT. PLN Indonesia Power adalah anak perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pembangkitan tenaga listrik, didirikan pada 3 Oktober 1995. Perusahaan ini memiliki visi untuk menjadi perusahaan listrik terkemuka dan berkelanjutan di Asia Tenggara, dengan fokus pada solusi energi hijau dan inovatif. Dengan jaringan luas dan berbagai unit bisnis, Indonesia Power berkomitmen untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi operasional sambil menerapkan nilai-nilai budaya kerja AKHLAK.

Diunggah oleh

Dimaz Bagus wijaya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

PROFIL PERUSAHAAN

2.1 Identitas PT. Indonesia Power


Berikut adalah uraian dari profil perusahaan tempat pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan:
1. Nama Perusahaan: PT. PLN INDONESIA POWER UBP JABAR 2 PELABUHAN
RATU
2. Bidang Usaha: Pembangkitan Tenaga Listrik
3. Status Perusahaan: Anak Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
4. Kepemilikan:
a. PT. PLN (Persero) sebanyak 1 lembar saham seril dan [Link] lembar
Saham Seri 2;
b. Yayasan Pendidikan dan Keseiahteraan PT. PLN (Persero) sebanvak 1 lembar
Saham Seri 2.
5. Tangggal Pendirian: 3 Oktober 1995
6. Dasar Hukum Pendirian:
a. Akte Pendirian PT. PLN Pembangkitan Tenaga Listrik Jawa-Bali I (PT. PLN
PJB I) tanggal 3 Oktober 1995;
b. Akte Perubahan Nama dari PT. PLN PJB I meniadi PT. Indonesia Power tanggal
8 Agustus 2000.
7. Modal Dasar: Rp [Link].000, - (Sepuluh Triliun Rupiah)
8. Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh: Rp [Link].000, - (dua triliun enam
ratus tujuh miliar delapan ratus dua puluh tiga juta delapan ratus ribu rupiah)
9. Jaringan Kantor: 5 anak perusahaan, 2 perusahaan patungan, 1 perusahaan asosiasi, 8
Unit Bisnis Pembangkitan (UBP), 1 Unit Bisnis Pemeliharaan (UBH) dan 4 Unit
Bisnis Operasi dan Pemeliharaan (UBOH).
PT PLN Indonesia Power adalah perusahaan yang bergerak di bidang pembangkitan
tenaga listrik serta menyediakan layanan operasi dan pemeliharaan pembangkit di Indonesia.
Perusahaan ini terbagi menjadi tiga unit utama, yaitu Power Generation Unit (PGU),
Operation and Maintenance Unit (OMU), dan Power and O&M Services (POMU). Hingga
saat ini, PLN Indonesia Power mengelola 4 PGU, 13 OMU, dan 5 POMU yang tersebar di
berbagai wilayah di Indonesia. Mulai 1 Januari 2023, PLTU Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu
yang sebelumnya merupakan unit OMU resmi menjadi bagian dari unit PGU. Pembangkit ini
dibangun pertama kali pada 28 Oktober oleh konsorsium Shanghai Electric Corp Ltd dan
Maxima Infrastruktur, dengan kapasitas terpasang sebesar 3 x 350 MW.
2.2 Sejarah Singkat PT. Indonesia Power

PT. Indonesia Power merupakan salah satu anak perusahaan dari PT. PLN (Persero).
Perusahaan ini didirikan pada tanggal 3 Oktober 1995 dengan nama PT. PLN Pembangkitan
Jawa Bali I (PT. PJB I). PT. PJB I kemudian berganti nama menjadi PT. Indonesia Power
pada tanggal 8 Oktober 2000, dan terakhir berubah menjadi PT. PLN Indonesia Power pada
tanggal 21 September 2022 sebagai penegasan atas tujuan perusahaan untuk menjadi
perusahaan pembangkitan tenaga listrik independent yang berorientasi bisnis murni dan juga
sebagai anak Perusahaan PT. PLN (Persero). Berikut merupakan seputar rangkuman
mengenai PT. PLN Indonesia Power:
Tabel 2. 1 Sejarah Singkat Perusahaan

Tahun Keterangan
1995 Pendirian PT. PLN Pembangkitan Jawa-Bali (PT. PJB I)
1996 – 2000 Perubahan nama PT. PJB I menjadi PT. Indonesia Power (3 Agustus
2000)
Pendirian anak perusahaan PT. Artha Daya Coalindo (ADC)(1997)
Pendirian anak perusahaan PT. Cogindo Daya Bersama (CDB)(1998)
Pendirian anak perusahaan PT. Rekadaya Elektrika (RE)(2000)
2001 – 2005 Penajaman misi perusahaan fokus pada bidang pembangkitan tenaga
listrik (2004)
Pendirian anak perusahaan PT. Indo Pusaka Berau (IPB)(2005)
2006 - 2010 Pendirian anak perusahaan PT. Indo Ridlatama Power (IRP)(2007) 6
Pengembangan usaha di bidang penyediaan Jasa Operation &
Maintenance (O&M)(2009)
Pembentukan UJP (Unit Jasa Pembangkitan Banten 2 Labuan (2010)
2011 - 2016 Pembentukan UJP Pangkalan Susu, UPJP Priok,UPJP Kamojang, dan
UPJP Bali (2014)
Pengoperasian PLTDG Pesanggaran (200 MW), Bali (2015)
Pembentukan UJP PLTGU Cilegon (2016)
Sertifikasi ISO 55001, ISO 260000, ISO 50001 (2015-2016)
Pendirian afiliasi anak Perusahaan PT. GCL Indo Tenaga (2016)
2017 – 2020 Pendirian afiliasi anak Perusahaan PT. Indo Raya Tenaga (IRT) dan
[Link] Layanan Niaga Suku Cadang (PLN SC)(2017).
Pencatatan perdana sekuritisasi Efek Beragun Aset (EBA) Danareksa
Indonesia Power PLN1 (2017) Launching IP Academy
COD PLTU Muara Jawa (2X27,5 MW), PLTA Rajamandala (47 MW)
dan PLTD Senayan (101 MW), serta PLTGU Add On Grati
(183 MW)(2018-2020).
Beroperasinya proyek MPP Papua (120 MW) (MPP Biak 2, MPP
Merauke, MPP Sorong, MPP Nabire, dan MPP Manokwari) (2019-
2020)
2021 Sukses mendukung PON XX PAPUA 2021 dengan Mobile Power
Plant (MPP) Papua (120 MW) dan PLTU Holtekamps (24 MW)
COD PLTU Kalbar 1 (2X100 MW)
COD PLTM Gunung Wugul (3 MW) di Jawa Tengah
2022 Perubahan Status Dari Anak Perusahaan Menjadi Subholding PT PLN
(Persero)
2023 Perubahan Nama Menjadi PT PLN Indonesia Power

Sejarah PT. Indonesia Power dimulai sejak abad ke-19, bersamaan dengan perkembangan
kelistrikan di Indonesia. Pada masa itu, sejumlah perusahaan Belanda yang bergerak di sektor
perkebunan, pabrik gula, dan pabrik teh mulai membangun pembangkit listrik untuk
memenuhi kebutuhan operasional mereka sendiri.

Kemudian, sebuah perusahaan gas swasta asal Belanda bernama NV NIGM (Naamloze
Vennootschap Nederlandsche Indische Gas Maatschappij) memperluas layanannya ke bidang
kelistrikan untuk kepentingan umum dan memperoleh konsesi resmi berdasarkan Ordonansi
tahun 1890 No. 190 yang diterbitkan pada 18 September 1890.

Dengan meningkatnya penggunaan listrik oleh masyarakat, pemerintah membentuk


perusahaan listrik negara bernama Lands Waterkracht Bedrijven pada tahun 1927. Perusahaan
ini mengelola sejumlah PLTA seperti Plengan, Lamajan, Bengkok Dago, Ubuk, dan Keracak
yang tersebar di wilayah Jawa Barat. Pembangkit-pembangkit ini kelak dikelola oleh PLN
PJB I mulai tahun 1995, bersama dengan pembangkit lain yang memiliki kapasitas lebih
besar.

Seiring waktu, PLN terus memperkuat sektor ketenagalistrikan. Tugas pembangkitan dan
penyaluran listrik di wilayah Jawa dan Bali pada saat itu diemban oleh PLN Pembangkitan
dan Penyaluran Jawa Bagian Timur (KJT). Pada tahun 1994, PLN mengalami perubahan
status dari Perusahaan Umum menjadi Perseroan. Perubahan ini diikuti dengan restrukturisasi
pada tahun 1995, yang menandai transformasi PLN P2B menjadi PLN P3B dengan
penambahan tugas di bidang penyaluran listrik. Akibatnya, unit KJB dan KJT difokuskan
hanya pada kegiatan pembangkitan listrik. Kedua unit ini menjadi dasar terbentuknya anak
perusahaan PLN, yaitu Pembangkit Jawa Bali I (PJB I).
PLN PJB I kemudian memiliki struktur organisasi sendiri dengan tanggung jawab
mengelola delapan unit pembangkit, antara lain Suralaya, Saguling, Mrica, Priok, Perak,
Grati, Bali, Semarang, Kamojang, serta satu unit bisnis yang menangani jasa pemeliharaan.

PT. Indonesia Power resmi didirikan pada 3 Oktober 1995 sebagai anak perusahaan dari
PT. PJB I dan bagian dari PT. PLN (Persero) yang fokus pada pembangkitan listrik.
Perubahan nama dan bentuk usaha pada tanggal 3 Oktober 2000 mencerminkan arah
perusahaan yang semakin mengutamakan orientasi bisnis serta kesiapan menghadapi
dinamika pasar yang terus berkembang. Dalam lebih dari satu dekade, Indonesia Power
menunjukkan pertumbuhan yang pesat dan kinerja yang solid di sektor ketenagalistrikan.

Gambar 2. 1 Unit PLTU Pelabuhan Ratu 3 x 350 MW

Indonesia Power mengoperasikan delapan Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) yang terbesar
di UBH lokasi-lokasi strategis Jawa Bali, dan Unit Bisnis Jasa Pemeliharaan, dengan total
kapasitas terpasang sebesar 8.996 MW dari 13-unit pembangkit listriknya. Selanjutnya,
Perseroan mengembangkan sayap dengan pendirian empat anak perusahaan, yaitu PT.
Cogindo Daya Bersama pada tahun 1997 untuk mendukung usaha pembangkitan, outsourcing
dan kajian energi, serta PT. Artha Daya Coalindo (ADC) pada tahun 1998 yang bergerak di
bidang manajemen dan perdaganagan batubara serta bahan bakar lainnya. Sebagai perushaaan
terbesar di bidang pembangkitan tenaga listrik di Indonesia, Indonesia Power siap memasuki
era pertumbuhan baru seiring prospek bisnis yang menjanjikan dan penuh tantangan di masa
depan.

2.3 Logo Perusahaan

PT PLN Indonesia Power memiliki logo atau lambang perusahaan yang berfungsi sebagai
simbol identitas. Tujuan utama dari logo ini adalah agar masyarakat dan konsumen dapat
dengan mudah mengenali serta mengingat perusahaan tersebut. Logo memiliki peranan
penting karena menjadi representasi identitas dari suatu perusahaan. Bentuk dan warna pada
logo PT. PLN Indonesia Power mencerminkan karakter dan bidang usaha yang dijalankan
secara
menyeluruh. Nama "Indonesia Power" dipilih karena memiliki kesan kuat, mencerminkan
posisi perusahaan sebagai Power Utility Company di Indonesia. Di bawah ini dijelaskan
makna dari logo dan esensinya.

Gambar 2. 2 Logo PT. PLN Indonesia Power

Gambar 2 menunjukkan logo PT PLN Indonesia Power. Logo atau lambang perusahaan
ini mengalami perubahan terbaru pada tanggal 21 September 2022, yang juga bertepatan
dengan perubahan nama perusahaan dari sebelumnya PT Indonesia Power menjadi PT PLN
Indonesia Power. Pergantian logo ini telah diresmikan melalui Keputusan Pemegang Saham
dan dimaksudkan sebagai bentuk penguatan semangat Holding PLN dalam bertransformasi
menjadi perusahaan energi berbasis teknologi, inovatif, serta berorientasi ke masa depan
dengan visi “The New PLN Unleashing Energy and Beyond”.

Selain itu, PT PLN Indonesia Power juga menerapkan budaya kerja harian yang disebut
AKHLAK. Berikut ini merupakan penjabaran dari slogan perusahaan tersebut:

Gambar 2. 3 Budaya Perusahaan


a. Amanah
Memegang teguh kepercayaan yang diberikan.
b. Kompeten
Terus belajar dan mengembangkan kapabilitas.
c. Harmonis
Saling peduli dan menghargai perbedaan.
d. Loyal
Berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara.
e. Adaptif
Terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi perubahan
f. Kolaboratif
Membangun Kerjasama yang strategis.

2.4 Visi Misi dan Kompetensi Inti PT. PLN Indonesia Power

PT. PLN Indonesia Power memiliki Visi dan Misi serta Kompetensi Inti dalam
Perusahaan nya. Berikut Visi, Misi dan Komptensi Inti ;
2.4.1 Visi Perusahaan
”To be a leading and sustainable power company in Southeast Asia and beyond”
“Menjadi Perusahaan listrik terkemuka dan berkelanjutan di Kawasan Asia Tenggara
maupun Kawasan lainnya”
2.4.2 Misi Perusahaan
“Delivering Green, Innovative and Affordable Energy Solutions, that Goes Beyond
Customer Expectation”
“Menyediakan Solusi Energi yang Hijau, Inovatif dan Terjangkau yang Melampaui
Harapan Pelanggan”
2.4.3 Kompetesi Inti Perushaan
- End-to-end energy solutions business development
- Engineering & project development
- Digital enabled operations and maintenance excellence
- Energy transition and low carbon operations solution
- Pengembangan bisnis solusi energi yang end- to-end
- Enjiniring dan pengembangan proyek
- O&M excellence berbasis digital
- Solusi transisi energi dan operasi rendah karbon

2.5 Tujuan, Sasaran dan Strategi PT. PLN Indonesia Power


2.5.1 Tujuan Perusahaan
Dalam Menyelenggarakan usaha ketenagalistrikan, Indonesia Power senantiasa
mendorong pelaksanaan kegiatan dilakukan berdasarkan prinsip industri dan
perdagangan yang sehat, serta mengacu pada prinsip – prinsip Perseroan Terbatas dengan
tahapan tahapan berikut:
1. Meningkatkan nilai bagi pelanggan, karyawan dan pemegang saham
2. Menciptakan keuntungan yang mendukung pertumbuhan usaha secara
berkelanjutan
3. Mewujudkan kinerja yang setara dengan perusahaan pembangkit Listrik
bertaraf internasional
4. Menanamkan budaya kerja berdasarkan nilai nilai Amanah, Kompeten,
Harmonis, Loyal, dan Kolabolatif (AKHLAK).
2.5.2 Sasaran Perusahaan

Mempertahankan dan meningkatkan kapasitas dan kinerja jangka Panjang untuk


kelangsungan dan pertumbuhan perusahaan dengan “Landasan yang Kuat”. Dalam
rangka mendukung pencapaian visi dan misi perusahaan, Indonesia Power menggunakan
pendekatan Balance Scorecard, dimana sasaran perusahaan tahun 2012-2017 mencakup
perspektif keungan (financial), pelanggan (costumer), proses bisnis internal (internal
business process), serta pembelajaran dan pertumbuhan (learning and growth).
2.5.3 Strategi Perusahaan
Berikut merupakan penjelasana mengenai strategi utama dan juga tujuan serta target
dari PT. PLN Indonesia Power PLTU Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu :
 (Peningkatan kinerja Pembangkit)
Meningkatkan ketersediaan dan efisiensi termal pembangkit yang dikelola
dan ramah lingkungan yang mengacu kepada pengelolaan biaya dan investasi
yang optimal.
 (Pengembangan Pembangkit)
Melakukan pengembangan pembangkit secara mandiri maupun
melalui skema strategis baik pada lokasi baru maupun lokaasi eisting
dengan prioritas penggunaan teknologi pembangkit yang lebih efisien
dan ramah lingkungan.
 (Jasa OMM & MRO)
Mengembangkan bisnis Jasa OMM, termasuk MRO, di dalam dan
luar PLN.
 (Peningkatan Peran dan Sinergi Anak Perusahaan)
Meningkatkan peran Anak perusahaan sesuai dengan value creation
yang ditetapkan apakah sebagai sumber pendapatan dan atau sebagai
arms length bisnis perusahaan.
 (Pengamanan Energi Primer & Spare Parts)
Meningkatkan keamananan dan jumlah pasokan energi primer non
BBM dan critical parts dengan harga yang kompetitif
 (HCE)
Mencapai Human Capital Excellence
 (Peningkatan Fungsi Enjiniring)
Meningkatkan peran fungsi enjiring sebagai pendukung:
1. Pembangkitan & Jasa Pembangkitan
2. Pengembangan pembangkit
3. Riset, Investasi & Knowledge Management

2.6 Letak Geografis PLTU Jabar 2 Palabuhanratu

PT. Indonesia Power UJP Jabar 2 Pelabuhan Ratu berlokasi di Kecamatan Palabuhanratu,
Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) ini
berada di wilayah pesisir selatan Jawa Barat, sekitar 60 kilometer ke arah selatan dari Kota
Sukabumi atau kurang lebih 120 kilometer dari Jakarta. PLTU ini berdiri di atas lahan seluas
81 hektar yang dikelilingi oleh pantai dengan kontur curam, tebing-tebing terjal, serta hutan
lebat yang berfungsi sebagai paru-paru lingkungan. Lokasinya berhadapan langsung dengan
pantai dan perbukitan, serta berjarak sekitar 4 kilometer dari pusat aktivitas masyarakat
setempat.

Gambar 2. 4 Letak Geografis PLTU Palabuhanratu

Dipilihnya daerah Pelabuhan Ratu sebagai lokasi untuk didirikannya Pembangkit listrik
Tenaga Uap (PLTU) ini didasarkan atas beberapa hal, dianataranya adalah:

Gambar 2. 5 Persebaran Pembangkit Jawa - Bali

1. Pelabuhan Ratu merupakan sebuah teluk di Pantai Selatan, sehingga walaupun ombak
Pantai Selatan besar tetapi dengan adanya teluk ini tongkang penyangkut batubara
dapat bersandar dengan aman.
2. Berdekatan dengan laut mempermudah proses distribusi atau pengiriman material dan
alat berat pada saat pembangunan, mempermudah pengiriman fly ash ke pabrik
semen.
3. Saat ini kebutuhan listrik daerah sukabumi dan sekitarnya dipasok dari PLTA Ubrug
untuk membantu memasok dan memperluas jangkauan distribusi maka dibangunlah
PT. PLN Indonesia Power UP PLTU Jabar 2 Pelabuhan Ratu dengan kapasitas Daya 3
X 350 MW.

2.7 Struktur Perusahaan dan Organisasi PT. PLN Indonesia Power

Berikut merupakan struktur grup perusahaan dan struktur organisasi dari PT


PLN Indonesia Power.
2.7.1 Struktur Grup Perusahaan

Gambar 2. 6 Struktur Grup Perusahaan PT. PLN Indonesia Power

Sumber : [Link]

2.7.2 Struktur Organisasi

Gambar 2. 7 Struktur Organisasi PT. PLN Indonesia Power

Sumber : [Link]
Gambar 2. 8 Dewan Direksi PT. PLN Indonesia Power

Sumber : [Link]

2.8 Aktivitas / Bisnis Utama

PT. PLN Indonesia Power PLTU Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu memiliki aktivitas bisnis
utama yaitu tenaga listrik. Dimana hal ini sangat memiliki peranan yang sangat penting dalam
segala aspek kehidupan Masyarakat luas. Hampir seluruh aktivitas ataupun kegiatan yang
dilakukan saat ini membutuhkan aliran listrik atau tenaga listrik untuk keperluan hidup baik
dari segi pekerjaan, kebutuhan keluarga, dan lain-lain. Selain itu PT. PLN Indonesia Power
juga memiliki aktivitas utama sebagai perusahaan yang berfokus untuk penyedia tenaga listrik
melalui pembangkitan tenaga listrik dan juga sebagai penyedia jasa operasi dan pemeliharaan
pembangkit listrik yang mengoperasikan pembangkit yang tersebar di Indonesia [6].
2.8.1 Produk Perusahaan
PT. PLN Indonesia Power PLTU Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu merupakan sebuah
perusahaan yang bergerak dalam bidang layanan publik. Dari nama perusahaannya sendiri
bisa disimpulkan bahwa PT. PLN Indonesia Power PLTU Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu
merupakan perusahaan BUMN yang bergerak dalam bidang jasa layanan publik sebagai
penyedia tenaga listrik di Indonesia. PT. PLN Indonesia Power PLTU Jawa Barat 2
Pelabuhan Ratu berpengalaman dalam menyediakan energi listrik lebih dari 25 tahun melalui
pembangkit tenaga listrik yang tersebar di seluruh Indonesia[6].
Gambar 2. 9 Grafik penjualan Listrik PLN Indonesia Power
Sumber : [Link]

Selain menyediakan tenaga listrik, perusahaan juga memiliki unit usaha Operation
& Maintenance (O&M). Di dalam pengelolaan jasa O&M untuk pembangkit, perusahaan juga
memiliki peran sebagai pihak yang mengoperasikan asset tersebut. PT. PLN Indonesia Power
(PIP) sebagai perusahaan produsen Listrik memberikan pelayanan jasa Operasi dan
Maintenance (O&M) Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas kecil, menengah,
besar dengan berbagai tipe boiler, yaitu Stoker, Circulating Fluidized Bed (CFB), dan
Pulverizer Coal. IP juga memberikan jasa layanan O&M Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap
(PLTGU), dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Selain pembangkit listrik di wilayah
Jawa Bali, PT. Indonesia Power terus fokus untuk memberikan pelayanan jasa O&M
pembangkit listrik diseluruh wilayah Indonesia[6].
Tabel 2. 2 Unit Pembangkitan

Dalam hubungan tersebut terdapat dua kontrak jasa yaitu:


a. Asset Manager Contract (AMC), yaitu kontrak pengelolaan jasa O&M antara PT.
Indonesia Power dengan PT. PLN (Persero) untuk PLTU Suralaya 8, PLTU Lontar,
PLTU Labuan, PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Adipala, PLTGU Cilegon, PLTGU Priok
Blok 3, PLTU
Pangkalan Susu, PLTU Barru, dan PLTU Jeranjang.
b. Kontrak supporting, yaitu sebelum Commercial Operation Date (COD) atau
sebelum pembangkit beroperasi secara komersial dan COD.

2.9 Pengelolaan Lingkungan

PLTU Palabuhanratu, berdasarkan desainnya sudah menerapkan kebijakan Zero


Liquid Discharge. Kebijakan ini sudah mulai marak dikembangkan di pembangkit-
pembangkit luar negeri, yang merupakan proses pengelolaan limbah cair secara
menyeluruh. Segala bentuk limbah cair yang dihasilkan dari proses pembangkitan,
semua diolah di I-WWTP (Industrial Waste Water Treatment). Lalu produk dari I-
WWTP tersebut digunakan kembali untuk sarana: Dedusting Coal, SDCC (Submerge
Drag Chain Conveying), dan Sluicing Water untuk penanganan abu batu bara.
Sementara untuk pengelolaan emisi udara, di masing-masing unit memiliki dua unit
ESP (Electrostatic Precipitatior) sehingga efesiensi ESP PLTU Palabuhanratu
mencapai 99%. Selain itu, juga dilengkapi alat pemantau emisi udara secara otomatis
dan kontinu (CEMS/Continuous Emmisions Monitoring System). Sedangkan usaha untuk
mengurangi beban pencemaran adalah dengan jalan penghijauan. PLTU Palabuhanratu
juga peduli dengan pengelolaan limbah B3. Segala proses pengelolaan limbah B3
dimanfaatkan oleh pihak ke-3 yang memiliki ijin dari KLH (Kementrian Lingkungan
Hidup dan Kehutanan), begitu pula dengan pengangkut limbah B3 tersebut. PLTU
Palabuhanratu sudah memiliki TPS (Tempat Penyimpanan Sementara) limbah B3,
selain itu Ash Silo juga memiliki izin penyimpanan limbah B3 uang dikeluarkan
BLH (Badan Lingkungan Hidup) Kabupaten Sukabumi.

Anda mungkin juga menyukai