0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
105 tayangan26 halaman

Contoh RKL RPL

Dokumen ini adalah Matriks Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) yang mencakup berbagai dampak lingkungan dari proyek pertambangan pasir kuarsa PT SMS. RKL ini mencakup pengelolaan dampak pada tahap prakonstruksi, konstruksi, dan operasional, dengan fokus pada ganti kerugian masyarakat, kualitas udara, kebisingan, dan kesehatan masyarakat. Setiap tahap melibatkan pelaksana, pengawas, dan penerima laporan dari instansi terkait untuk memastikan keberhasilan pengelolaan lingkungan.

Diunggah oleh

Muhammad Akbar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
105 tayangan26 halaman

Contoh RKL RPL

Dokumen ini adalah Matriks Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) yang mencakup berbagai dampak lingkungan dari proyek pertambangan pasir kuarsa PT SMS. RKL ini mencakup pengelolaan dampak pada tahap prakonstruksi, konstruksi, dan operasional, dengan fokus pada ganti kerugian masyarakat, kualitas udara, kebisingan, dan kesehatan masyarakat. Setiap tahap melibatkan pelaksana, pengawas, dan penerima laporan dari instansi terkait untuk memastikan keberhasilan pengelolaan lingkungan.

Diunggah oleh

Muhammad Akbar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tabel 1.

Matriks Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL)

Dampak Lingkungan Sumber Indikator Keberhasilan Bentuk Pengelolaan Lokasi Pengelolaan Periode Pengelolaan Institusi Pengelolaan
No
yang Dikelola Dampak Pengelolaan Lingkungan Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup

DAMPAK PENTING YANG DIKELOLA (Hasil arahan pengelolaan dari dokumen ANDAL)
1 Tahap Prakonstruksi
1.1. Pengadaan Lahan
1.1.a. Perubahan peluang Pengadaan lahan 100% usaha masyarakat a. Melakukan studi Land Acquistion and Resettlement Plan (LARAP) sebelum Setiap usaha Dilakukan selama Pelaksana:
berusaha yang dibebaskan mendapat pelaksanaan kegiatan pengadaan lahan (pembebasan lahan) masyarakat di dalam kegiatan pengadaan  PT SMS
ganti kerugian yang sesuai b. Melaksanakan ganti kerugian usaha masyarakat yang dibebaskan berdasarkan tapak proyek lahan melalui proses
hasil studi Land Acquistion and Resettlement Plan (LARAP) dan kesepakatan pertambangan pasir pembebasan lahan Pengawas:
dengan pemilik usaha kuarsa PT SMS yang  Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
c. Memprioritaskan pemilik usaha yang dibebaskan membuka usaha di dibebaskan Kalimantan Selatan
Pertambangan pasir kuarsa PT SMS  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Kabupaten Banjar

Penerima Laporan:
 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Kabupaten Banjar
1.1.b. Perubahan Pengadaan lahan  Nilai ganti kerugian usaha a. Melaksanakan ganti kerugian usaha masyarakat yang dibebaskan berdasarkan Setiap usaha Dilakukan selama Pelaksana:
pendapatan keluarga masyarakat yang hasil studi Land Acquistion and Resettlement Plan (LARAP) dan kesepakatan masyarakat di dalam kegiatan pengadaan  PT SMS
dibebaskan ≥ nilai dengan pemilik usaha tapak proyek lahan melalui proses
pendapatan usaha, b. Memprioritaskan pemilik usaha yang dibebaskan untuk membuka usaha di pertambangan pasir pembebasan lahan Pengawas:
dan/atau pertambangan pasir kuarsa PT SMS kuarsa PT SMS yang  Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
 Pendapatan usaha dibebaskan Kalimantan Selatan
baru/pengganti ≥ nilai  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
pendapatan usaha lama Kabupaten Banjar

Penerima Laporan:
 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Kabupaten Banjar
1.1.c. Perubahan persepsi Pengadaan lahan  100% pemilik lahan yang a. Pengadaan lahan untuk pertambangan pasir kuarsa PT SMS dilakukan melalui Setiap pemilik lahan Dilakukan selama Pelaksana:
dan sikap masyarakat dibebaskan menerima proses pembebasan lahan dengan mengacu pada peraturan yang berlaku dan dan/atau usaha di kegiatan pengadaan  PT SMS
hasil proses pembebasan mekanisme sbb. : tapak proyek tanah melalui proses
lahan  Melakukan konsultasi publik kepada pemilik lahan untuk mencapai pertambangan pasir pembebasan lahan Pengawas:
 100% pemilik usaha yang kesepakatan proses pembebasan lahan. Apabila belum mencapai kuarsa PT SMS yang  Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
dibebaskan menerima kesepakatan, maka dilakukan konsultasi publik ulang. Apabila masih belum dibebaskan Kalimantan Selatan
hasil proses ganti mencapai kesepakatan, maka dibentuk tim kajian yang bertugas untuk  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
kerugian usaha pada mengidentifikasi isu utama ketidaksepakatan dan memberikan rekomendasi Kabupaten Banjar
lahan yang dibebaskan perbaikan rencana kegiatan dan/atau kompensasi yang lebih adil.
 Melakukan musyawarah bersama pemegang hak untuk mencapai kese- Penerima Laporan:
pakatan ganti kerugian dan pelepasan hak atas objek yang dibebaskan.  Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Apabila belum mencapai kesepakatan, maka dilakukan upaya mediasi. Kalimantan Selatan
Apabila masih belum mencapai kesepakatan, maka dilakukan upaya  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
negosiasi. Apabila hasil negosiasi tidak tercapai kesepakatan, maka Kabupaten Banjar
pemegang hak dapat mengajukan keberatan ke Pengadilan Negeri. Jika
keberatan tidak dikabulkan, maka dilakukan penitipan ganti kerugian lahan
ke Pengadilan Negeri, sedangkan jika keberatan dikabulkan maka dilakukan
ganti kerugian lahan berdasarkan keputusan Pengadilan Negeri.
 Pelepasan hak atas objek yang dibebaskan disepakati dalam perjanjian

RKL-RPL 1
Dampak Lingkungan Sumber Indikator Keberhasilan Bentuk Pengelolaan Lokasi Pengelolaan Periode Pengelolaan Institusi Pengelolaan
No
yang Dikelola Dampak Pengelolaan Lingkungan Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup

tertulis
b. Ganti kerugian usaha masyarakat pada lahan yang dibebaskan dilakukan
melalui kesepakatan dengan mekanisme sbb. :
 Melakukan konsultasi publik kepada pemilik usaha untuk mencapai
kesepakatan proses ganti kerugian usaha pada lahan yang dibebaskan.
 Melakukan musyawarah bersama pemilik usaha untuk mencapai kese-
pakatan ganti kerugian usaha Masyarakat pada lahan yang dibebaskan.
 Pelepasan hak atas usaha yang dibebaskan disepakati dalam perjanjian
tertulis
c. Melakukan penanganan keluhan masyarakat dengan mekanisme sbb. :
 Identifikasi Sumber Keluhan
Pihak yang mungkin menyampaikan keluhan: person (masyarakat),
Desa/Kecamatan dan otoritas pemerintah lainnya
 Pos Layanan Pengaduan
Menyediakan Pos Layanan Pengaduan untuk menampung keluhan masyarakat
terhadap pelaksanaan pembangunan dan operasional Pertambangan pasir
kuarsa PT SMS.

 Verifikasi Pengaduan
Petugas Pos Layanan Pengaduan memverifikasi status pengaduan yang
diterima:
- Kategori A: Masalah yang dapat diperbaiki dan diselesaikan oleh tim
lapangan dan/atau manajemen perusahaan Pertambangan pasir kuarsa PT
SMS
- Kategori B: Masalah yang harus dikoordinasikan dengan instansi terkait
 Tindak Lanjut Pengaduan
- Kategori A: Ditindaklanjuti oleh manajemen perusahaan Pertambangan
pasir kuarsa PT SMS dalam waktu tertentu berdasarkan kesepakatan dengan
Masyarakat
- Kategori B: Ditindaklanjuti oleh manajemen perusahaan Pertambangan pasir
kuarsa PT SMS dengan berkoordinasi kepada instansi terkait
 Penyelesaian Pengaduan
Proses penyelesaian akan melibatkan pihak yang menyampaikan pengaduan
untuk mendapatkan kesepakatan penyelesaian secara resmi.
2 Tahap Konstruksi
2.2. Mobilisasi Peralatan dan Material
2.2.a. Perubahan kualitas Mobilisasi peralatan Parameter udara ambien : a. Melakukan pengangkutan peralatan dan material menggunakan kendaraan  Sepanjang rute Selama masa Pelaksana:
udara dan material Berdasarkan Lampiran VII PP angkut bertutup dan melalui rute yang sudah ditentukan. pengangkutan konstruksi  PT SMS
Nomor 22 Tahun 2021 b. Mengatur kecepatan kendaraan maksimum 40 Km/jam dengan menempatkan peralatan dan
petugas pengawas. material Pengawas:
c. Membatasi waktu pengangkutan dan menempatkan petugas pengawas:  Lokasi penurunan  Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
- Pagi : 09.00 s/d 16.00 WITA (dropping area) Kalimantan Selatan

RKL-RPL 2
Dampak Lingkungan Sumber Indikator Keberhasilan Bentuk Pengelolaan Lokasi Pengelolaan Periode Pengelolaan Institusi Pengelolaan
No
yang Dikelola Dampak Pengelolaan Lingkungan Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup

- Sore:18.00 s/d 21.00 WITA


d. Menutup lokasi penurunan (dropping area) dengan pagar kerja. Penerima Laporan:
e. Membatasi aktivitas alat berat dan menempatkan petugas pengawas:  Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
- Pagi : 09.00 s/d 16.00 WITA Kalimantan Selatan
- Sore:18.00 s/d 21.00 WITA
2.2.b. Perubahan tingkat Mobilisasi peralatan Tingkat kebisingan di area: a. Mengatur kecepatan kendaraan maksimum 40 Km/jam dengan menempatkan  Sepanjang rute Selama masa Pelaksana:
kebisingan dan material  permukiman ≤ 55 dBA petugas pengawas. pengangkutan konstruksi  PT SMS
 kawasan industri ≤ 70 dBA b. Membatasi waktu pengangkutan dan menempatkan petugas pengawas: peralatan dan
- Pagi : 09.00 s/d 16.00 WITA material Pengawas:
- Sore:18.00 s/d 21.00 WITA  Lokasi penurunan  Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
c. Menutup lokasi penurunan (dropping area) dengan pagar kerja. (dropping area) Kalimantan Selatan
d. Membatasi aktivitas alat berat dan menempatkan petugas pengawas:
- Pagi : 09.00 s/d 16.00 WITA Penerima Laporan:
- Sore:18.00 s/d 21.00 WITA  Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
2.2.c. Perubahan prevalensi Mobilisasi peralatan Prevalensi penyakit : Bekerjasama dengan Puskesmas Astambul dan Puskesmas Mataraman dalam Desa Limamar, Desa Minimal 1 tahun Pelaksana:
penyakit dan material  ISPA 3.89% kegiatan peningkatan daya tahan tubuh masyarakat berupa bantuan makanan Kaliukan, Desa Lok sekali dan menjadi  PT SMS
 Bronkitis akut 1.12% sehat, pengobatan dan vitamin Gabang, Desa bagian program CSR
Pematang PT SMS Pengawas:
Hambawang, Desa  Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Pematang Danau, Desa Kalimantan Selatan
Pasiraman dan Desa  Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan
Bawahan Selan Selatan

Penerima Laporan:
 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
 Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan
Selatan
2.3.d. Perubahan persepsi Mobilisasi peralatan 100% masyarakat menerima a. Melakukan komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah (desa dan Desa Limamar, Desa Dilakukan selama Pelaksana:
dan sikap masyarakat dan material adanya aktivitas mobilisasi kecamatan) dan tokoh masyarakat setempat terkait dengan aktivitas Kaliukan, Desa Lok tahap konstruksi  PT SMS
peralatan dan material mobilisasi peralatan dan material. Gabang, Desa
b. Membuka komunikasi dengan warga terkait dengan aktivitas mobilisasi Pematang Pengawas:
peralatan dan material. Hambawang, Desa  Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
c. Melakukan penanganan keluhan masyarakat dengan mekanisme sbb. : Pematang Danau, Desa Kalimantan Selatan
Pasiraman dan Desa  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Bawahan Selan Kabupaten Banjar

Penerima Laporan:
 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Kabupaten Banjar

 Identifikasi Sumber Keluhan


Pihak yang mungkin menyampaikan keluhan: person (masyarakat),
Desa/Kecamatan dan otoritas pemerintah lainnya
 Pos Layanan Pengaduan
Menyediakan Pos Layanan Pengaduan untuk menampung keluhan masyarakat
terhadap pelaksanaan pembangunan dan operasional Pertambangan pasir

RKL-RPL 3
Dampak Lingkungan Sumber Indikator Keberhasilan Bentuk Pengelolaan Lokasi Pengelolaan Periode Pengelolaan Institusi Pengelolaan
No
yang Dikelola Dampak Pengelolaan Lingkungan Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup

kuarsa PT SMS
 Verifikasi Pengaduan
Petugas Pos Layanan Pengaduan memverifikasi status pengaduan yang
diterima:
- Kategori A: Masalah yang dapat diperbaiki dan diselesaikan oleh tim
lapangan dan/atau manajemen perusahaan Pertambangan pasir kuarsa PT
SMS
- Kategori B: Masalah yang harus dikoordinasikan dengan instansi terkait
 Tindak Lanjut Pengaduan
- Kategori A: Ditindaklanjuti oleh manajemen perusahaan Pertambangan
pasir kuarsa PT SMS dalam waktu tertentu berdasarkan kesepakatan dengan
Masyarakat
- Kategori B: Ditindaklanjuti oleh manajemen perusahaan Pertambangan pasir
kuarsa PT SMS dengan berkoordinasi kepada instansi terkait
 Penyelesaian Pengaduan
Proses penyelesaian akan melibatkan pihak yang menyampaikan pengaduan
untuk mendapatkan kesepakatan penyelesaian secara resmi.
3 Tahap Operasional
3.4. Penyedotan Pasir Kuarsa
3.4.a. Perubahan tingkat Penyedotan pasir Tingkat kebisingan di a. Melaksanakan penyedotan pasir kuarsa secara bertahap sesuai dengan Lokasi penyedotan Selama tahap Pelaksana:
kebisingan kuarsa kawasan industri ≤ 70 dBA perencanaan dan kemajuan pembangunan Pertambangan pasir kuarsa PT SMS pasir kuarsa di dalam operasional  PT SMS
b. Mempertahankan vegetasi eksisting pada sisi kiri-kanan lokasi penyedotan tapak proyek
pasir kuarsa pertambangan pasir Pengawas:
kuarsa PT SMS  Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan

Penerima Laporan:
 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
3.4.b. Perubahan debit air Penyedotan pasir Debit air larian (run off) a. Mengendalikan debit air larian yang dialirkan dari saluran drainase menuju ke Lokasi penyedotan Selama tahap Pelaksana:
larian (run off) kuarsa tidak menyebabkan settling pond. pasir kuarsa di dalam operasional  PT SMS
genangan lebih dari 24 jam b. Melakukan pengurasan lumpur sedimen yang tertampung dalam kolam tapak proyek
settling pond secara berkala. pertambangan pasir Pengawas:
kuarsa PT SMS  Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan

Penerima Laporan:
 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
3.4.c. Perubahan laju erosi Penyedotan pasir Tingkat laju erosi a. Melaksanakan penyedotan pasir kuarsa secara bertahap sesuai dengan Lokasi penyedotan Selama tahap Pelaksana:
kuarsa  T1 : 0,12 ton/ha/tahun perencanaan dan kemajuan pertambangan pasir kuarsa PT SMS. pasir kuarsa di dalam operasional  PT SMS
 T2 : 0,26 ton/ha/tahun b. Mempertahankan vegetasi eksisting pada sisi kiri-kanan lokasi penyedotan tapak proyek
pasir kuarsa pertambangan pasir Pengawas:
kuarsa PT SMS  Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan

Penerima Laporan:
 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
3.4.d. Perubahan kualitas air Penyedotan pasir Parameter Air Permukaan: a. Mengendalikan debit air larian yang dialirkan dari saluran drainase menuju ke Lokasi penyedotan Selama tahap Pelaksana:
permukaan kuarsa Berdasarkan Lampiran VI PP settling pond. pasir kuarsa di dalam operasional  PT SMS
Nomor 22 Tahun 2021 b. Melakukan pengurasan lumpur sedimen yang tertampung dalam kolam tapak proyek
settling pond secara berkala. pertambangan pasir Pengawas:

RKL-RPL 4
Dampak Lingkungan Sumber Indikator Keberhasilan Bentuk Pengelolaan Lokasi Pengelolaan Periode Pengelolaan Institusi Pengelolaan
No
yang Dikelola Dampak Pengelolaan Lingkungan Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup

kuarsa PT SMS  Dinas Lingkungan Hidup Provinsi


Kalimantan Selatan

Penerima Laporan:
 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
3.4.e. Perubahaan indeks Penyedotan pasir Indeks keanekaragaman a. Melakukan inventarisasi biota air di air permukaan wilayah studi Lokasi penyedotan Selama tahap Pelaksana:
keanekaragaman kuarsa biota air (H’) ≥1 b. Mempertahankan populasi dari biota air, dengan cara yaitu : pasir kuarsa di dalam operasional  PT SMS
biota air  Pemantauan kualitas air permukaan dan populasi biota air tapak proyek
 Memasang rambu/papan larangan membuang sampah langsung ke sungai pertambangan pasir Pengawas:
kuarsa PT SMS  Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan

Penerima Laporan:
 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
3.4.f. Perubahan prevalensi Penyedotan pasir Prevalensi penyakit : Bekerjasama dengan Puskesmas Astambul dan Puskesmas Mataraman dalam Desa Limamar, Desa Selama tahap Pelaksana:
penyakit kuarsa  ISPA 3.89% kegiatan peningkatan daya tahan tubuh masyarakat berupa bantuan makanan Kaliukan, Desa Lok operasional  PT SMS
 Bronkitis akut 1.12% sehat, pengobatan dan vitamin Gabang, Desa
Pematang Pengawas:
Hambawang, Desa  Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Pematang Danau, Desa Kalimantan Selatan
Pasiraman dan Desa  Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan
Bawahan Selan Selatan

Penerima Laporan:
 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
 Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan
Selatan
3.4.g. Perubahan persepsi Penyedotan pasir 100% masyarakat menerima a. Melakukan komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah (kelurahan dan Desa Limamar, Desa Selama tahap Pelaksana:
dan sikap masyarakat kuarsa adanya aktivitas kecamatan) dan tokoh masyarakat setempat terkait dengan aktivitas Kaliukan, Desa Lok operasional  PT SMS
penyedotan pasir kuarsa penyedotan pasir kuarsa pertambangan pasir kuarsa PT SMS. Gabang, Desa
b. Membuka komunikasi dengan warga terkait dengan aktivitas penyedotan Pematang Pengawas:
pasir kuarsa pertambangan pasir kuarsa PT SMS. Hambawang, Desa  Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
c. Melakukan penanganan keluhan masyarakat dengan mekanisme sbb. : Pematang Danau, Desa Kalimantan Selatan
Pasiraman dan Desa  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Bawahan Selan Kabupaten Banjar

Penerima Laporan:
 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Kabupaten Banjar

 Identifikasi Sumber Keluhan


Pihak yang mungkin menyampaikan keluhan: person (masyarakat),
Desa/Kecamatan dan otoritas pemerintah lainnya
 Pos Layanan Pengaduan
Menyediakan Pos Layanan Pengaduan untuk menampung keluhan masyarakat
terhadap pelaksanaan pembangunan dan operasional Pertambangan pasir
kuarsa PT SMS.

RKL-RPL 5
Dampak Lingkungan Sumber Indikator Keberhasilan Bentuk Pengelolaan Lokasi Pengelolaan Periode Pengelolaan Institusi Pengelolaan
No
yang Dikelola Dampak Pengelolaan Lingkungan Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup

 Verifikasi Pengaduan
Petugas Pos Layanan Pengaduan memverifikasi status pengaduan yang
diterima:
- Kategori A: Masalah yang dapat diperbaiki dan diselesaikan oleh tim
lapangan dan/atau manajemen perusahaan Pertambangan pasir kuarsa PT
SMS
- Kategori B: Masalah yang harus dikoordinasikan dengan instansi terkait
 Tindak Lanjut Pengaduan
- Kategori A: Ditindaklanjuti oleh manajemen perusahaan Pertambangan
pasir kuarsa PT SMS dalam waktu tertentu berdasarkan kesepakatan dengan
Masyarakat
- Kategori B: Ditindaklanjuti oleh manajemen perusahaan Pertambangan pasir
kuarsa PT SMS dengan berkoordinasi kepada instansi terkait
 Penyelesaian Pengaduan
Proses penyelesaian akan melibatkan pihak yang menyampaikan pengaduan
untuk mendapatkan kesepakatan penyelesaian secara resmi.
4 Tahap Pascaoperasi
4.2. Pengelolaan Aset Perusahaan
4.2.a. Perubahan persepsi Pengelolaan aset 100% masyarakat mene- a. Melakukan konsultasi publik kepada masyarakat untuk mencapai kesepakatan Desa Limamar, Desa Dilakukan selama Pelaksana:
dan sikap masyarakat perusahaan rima hasil proses rencana pengelolaan aset perusahaan . Kaliukan, Desa Lok proses pelepasan  PT SMS
pengelolaan aset b. Melakukan komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah (desa dan Gabang, Desa tenaga kerja
perusahaan kecamatan) dan tokoh masyarakat setempat dalam kegiatan pengelolaan aset Pematang Pengawas:
perusahaan Hambawang, Desa  Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
c. Melakukan penanganan keluhan masyarakat dengan mekanisme sbb. : Pematang Danau, Desa Kalimantan Selatan
Pasiraman dan Desa  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Bawahan Selan Kabupaten Banjar

Penerima Laporan:
 Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Kabupaten Banjar

 Identifikasi Sumber Keluhan


Pihak yang mungkin menyampaikan keluhan: person (masyarakat),
Desa/Kecamatan dan otoritas pemerintah lainnya
 Pos Layanan Pengaduan
Menyediakan Pos Layanan Pengaduan untuk menampung keluhan masyarakat
terhadap pelaksanaan pembangunan dan operasional Pertambangan pasir
kuarsa PT SMS.
 Verifikasi Pengaduan
Petugas Pos Layanan Pengaduan memverifikasi status pengaduan yang
diterima:
- Kategori A: Masalah yang dapat diperbaiki dan diselesaikan oleh tim
lapangan dan/atau manajemen perusahaan Pertambangan pasir kuarsa PT
SMS
- Kategori B: Masalah yang harus dikoordinasikan dengan instansi terkait
 Tindak Lanjut Pengaduan
- Kategori A: Ditindaklanjuti oleh manajemen perusahaan Pertambangan
pasir kuarsa PT SMS dalam waktu tertentu berdasarkan kesepakatan dengan
Masyarakat

RKL-RPL 6
Dampak Lingkungan Sumber Indikator Keberhasilan Bentuk Pengelolaan Lokasi Pengelolaan Periode Pengelolaan Institusi Pengelolaan
No
yang Dikelola Dampak Pengelolaan Lingkungan Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup

- Kategori B: Ditindaklanjuti oleh manajemen perusahaan Pertambangan pasir


kuarsa PT SMS dengan berkoordinasi kepada instansi terkait
 Penyelesaian Pengaduan
Proses penyelesaian akan melibatkan pihak yang menyampaikan pengaduan
untuk mendapatkan kesepakatan penyelesaian secara resmi.
DAMPAK LAIN YANG DIKELOLA
3.13. Operasional dan Pemeliharaan Prasarana Penyimpanan Limbah B3
3.13.a. Perubahan sanitasi Limbah B3 dari Limbah B3 dikelola sesuai Melakukan penyimpanan limbah B3 sesuai Permen LHK No. 6 tahun 2021 tentang Tapak proyek Dilakukan selama Pelaksana:
lingkungan operasional dan dengan Peraturan Menteri Tata Cara Persyaratan dan Pengelolaan Limbah B3 dengan ketentuan sebagai operasional dan tahap operasional  PT SMS
pemeliharaan Lingkungan Hidup dan berikut : pemeliharaan
prasarana limbah B3 Kehutanan Nomor 6 Tahun a. Pengemasan limbah B3 prasarana Pengawas:
2021 tentang Tata Cara ● Kontainer plastik (60 L) untuk jenis limbah B3 berupa aki/baterai bekas dan penyimpanan limbah  Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Persyaratan dan kain majun bekas B3 Kalimantan Selatan
Pengelolaan Limbah B3 ● Drum besi (200 L) untuk jenis limbah B3 berupa minyak pelumas bekas
dan/atau perubahannya ● Jumbo bag atau kontainer plastik (100 L) untuk jenis limbah B3 berupa Penerima Laporan:
limbah elektronik dan filter bekas  Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
b. Pemasangan label dan simbol limbah B3 pada masing-masing kemasan limbah Kalimantan Selatan
B3 sesuai dengan karakteristik limbah B3
c. Penyimpanan LB3
● Maksimal lama penyimpanan aki/baterai bekas 180 hari
● Maksimal lama penyimpanan kain majun bekas 365 hari
● Maksimal lama penyimpanan minyak pelumas bekas 365 hari
● Maksimal lama penyimpanan limbah elektronik 365 hari
● Maksimal lama penyimpanan filter bekas 365 hari
d. Tempat penyimpanan sementara limbah B3 (TPS LB3) di lokasi pengelola-an
limbah terpadu Pertambangan pasir kuarsa PT SMS dengan luas 24 m²
(dimensi 6 x 4 x 4 m)
Pengangkutan LB3 setiap 180 hari untuk penanganan lebih lanjut bekerjasama
dengan pihak ketiga yang mempunyai Izin pengangkutan LB3 dari KLHK

RKL-RPL 7
Tabel 2. Matriks Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
A DAMPAK PENTING YANG DIPANTAU (Hasil arahan pengelolaan dari dokumen ANDAL)
1 Tahap Prakonstruksi
1.1. Pengadaan Lahan
1.1.a. Perubahan peluang Pengadaan lahan Jumlah usaha masyarakat Metode Pengumpulan Data: Setiap pemilik usaha di  Pencatatan PT SMS  Dinas Lingkungan  Dinas Lingkungan
berusaha yang dibebaskan dan Melakukan pencatatan jumlah, jenis, lokasi dan pemilik fasilitas tapak proyek dilakukan setiap Hidup Provinsi Hidup Provinsi
mendapat ganti kerugian ekonomi/tempat usaha masyarakat yang dibebaskan serta nilai pertambangan pasir pelaksanaan Kalimantan Kalimantan
yang sesuai ganti kerugian usaha yang diberikan dalam logbook pengadaan kuarsa PT SMS yang Pengadaan lahan Selatan Selatan
lahan. dibebaskan melalui proses  Dinas Tenaga  Dinas Tenaga
pembebasan lahan Kerja dan Kerja dan
Metode Analisis Data:  Rekapitulasi data Transmigrasi Transmigrasi
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil dan pelaporan Kabupaten Banjar Kabupaten Banjar
pendataan nilai ganti kerugian usaha yang diberikan dengan dilakukan setiap 6
indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan. bulan sekali
selama kegiatan
Pengadaan lahan
1.1.b. Perubahan Pengadaan lahan  Nilai ganti kerugian Metode Pengumpulan Data: Setiap pemilik usaha di  Pencatatan PT SMS  Dinas Lingkungan  Dinas Lingkungan
pendapatan keluarga usaha masyarakat yang  Melakukan pencatatan nilai ganti kerugian masing-masing tapak proyek dilakukan setiap Hidup Provinsi Hidup Provinsi
dibebaskan, dan/atau usaha masyarakat yang dibebaskan dalam logbook pertambangan pasir pelaksanaan Kalimantan Kalimantan
 Pendapatan usaha pengadaan lahan. kuarsa PT SMS yang pengadaan lahan Selatan Selatan
baru/pengganti  Melakukan pendataan jumlah, jenis, lokasi/tempat usaha dibebaskan melalui proses  Dinas Tenaga  Dinas Tenaga
baru/pengganti usaha masyarakat yang dibebaskan dalam pembebasan lahan Kerja dan Kerja dan
logbook pengadaan lahan.  Rekapitulasi data Transmigrasi Transmigrasi
 Pengumpulan data nilai ganti kerugian usaha yang diteri-ma dan pelaporan Kabupaten Banjar Kabupaten Banjar
masing-masing pemilik usaha yang dibebaskan dan/atau dilakukan setiap 6
pendapatan usaha baru/pengganti dilakukan dengan bulan sekali
wawancara langsung, pengamatan dan/atau kuisioner kepada selama kegiatan
masing-masing pemilik usaha yang dibebaskan. pengadaan lahan

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pendataan nilai ganti kerugian usaha yang diterima masing-
masing pemilik usaha yang dibebaskan dan/atau pendapatan
usaha baru/pengganti dengan indikator keberhasilan
pengelolaan lingkungan, yaitu pendapatan masyarakat adalah ≥
UMP Kalimantan Selatan 2024
1.1.c. Perubahan persepsi Pengadaan lahan  Persepsi dan sikap Metode Pengumpulan Data: Setiap pemilik lahan Dilakukan setiap 6 PT SMS  Dinas Lingkungan  Dinas Lingkungan
dan sikap masyarakat pemilik lahan terhadap Pengumpulan data persepsi dan sikap : dan/atau usaha di tapak bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
proses pembebasan  pemilik lahan terhadap proses pembebasan lahan dan proyek pertambangan kegiatan pengadaan Kalimantan Kalimantan
lahan  pemilik usaha terhadap proses ganti kerugian usaha pada pasir kuarsa PT SMS yang lahan Selatan Selatan
 Persepsi dan sikap lahan yang dibebaskan dibebaskan  Dinas Tenaga  Dinas Tenaga
pemilik usaha terhadap dilakukan dengan wawancara langsung, pengamatan dan/ atau Kerja dan Kerja dan
proses ganti kerugian kuisioner kepada pemilik lahan dan pemilik usaha yang Transmigrasi Transmigrasi
usaha pada lahan yang dibebaskan. Kabupaten Banjar Kabupaten Banjar
dibebaskan
Metode Analisis Data:
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pendataan persepsi dan sikap :
 pemilik lahan terhadap proses pembebasan lahan dan
 pemilik usaha terhadap proses ganti kerugian usaha pada
lahan yang dibebaskan
dengan indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan yaitu

RKL-RPL 8
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
pendapatan masyarakat adalah ≥ UMP Kalimantan Selatan 2024
2 Tahap Konstruksi
2.2. Mobilisasi peralatan dan material
2.2.a. Perubahan kualitas Mobilisasi Parameter udara ambien : Metode Pengumpulan Data: U1: 114° 56' 06.3"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
udara peralatan dan Berdasarkan Lampiran VII Pengukuran kualitas udara ambien dilakukan sesuai dengan PP 3° 19' 12.0"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
material PP Nomor 22 Tahun 2021 Nomor 22 Tahun 2021 (permukiman) Mobilisasi peralatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
U2: 114° 54' 32.1"E; dan material
Metode Analisis Data: 3° 18' 43.5”S
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil (tapak proyek)
pengukuran dan/atau pengujian dengan indikator U3: 114° 51' 52.2"E;
keberhasilan pengelolaan lingkungan 3° 17'45.7"S
(tapak proyek)
2.2.b. Perubahan tingkat Mobilisasi Tingkat kebisingan Metode Pengumpulan Data: U1: 114° 56' 06.3"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
kebisingan peralatan dan  Pengukuran dilakukan dengan metode sederhana menggu- 3° 19' 12.0"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
material nakan sound level meter biasa. Diukur tingkat tekanan bunyi (permukiman) Mobilisasi peralatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
dB(A) selama 10 (sepuluh) menit untuk tiap pengukuran U2: 114° 54' 32.1"E; dan material
dengan pembacaan dilakukan setiap 5 (lima) detik. 3° 18' 43.5”S
 Waktu pengukuran dilakukan selama aktifitas 24 jam (LSM) (tapak proyek)
dengan cara pada siang hari tingkat aktifitas yang paling tinggi U3: 114° 51' 52.2"E;
selama 16 jam (LS) pada selang waktu 06.00 - 22.00 WITA dan 3° 17'45.7"S
aktivitas dalam hari selama 8 jam (LM) pada selang 22.00 - (tapak proyek)
06.00 WITA.
 Setiap pengukuran harus dapat mewakili selang waktu
tertentu dengan menetapkan paling sedikit 4 waktu
pengukuran pada siang hari dan pada malam hari paling
sedikit 3 waktu pengukuran.
 Perhitungan menggunakan rumus:
LS = 10 log 1/16 {T1.100,1 L1 + ... + T4.100,1 L4} dB(A)
LM = 10 log 1/8 {T5.100,1 L5 + ... + T7.100,1 L7} dB(A).
LSM = 10 log 1/24 {16.100,1 LS + 8.100,1 (LM+5)} dB(A).

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan nilai LSM yang
dihitung dengan indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan
(toleransi + 3 db(A)).
2.2.c. Perubahan prevalensi Mobilisasi Prevalensi penyakit ISPA Metode Pengumpulan Data: Puskesmas Astambul dan Dilakukan setiap 6 PT SMS  Dinas Lingkungan  Dinas Lingkungan
penyakit peralatan dan dan bronkitis akut Melakukan pengumpulan data prevalensi penyakit ISPA dan Puskesmas Mataraman bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
material bronkitis akut pada Puskesmas Astambul dan Puskesmas Mobilisasi peralatan Kalimantan Kalimantan
Mataraman dan material Selatan Selatan
 Dinas Kesehatan  Dinas Kesehatan
Metode Analisis Data: Provinsi Provinsi
Analisis data dilakukan dengan membandingkan data prevalensi Kalimantan Kalimantan
penyakit ISPA dan bronkitis akut dengan indikator keberhasilan Selatan Selatan
pengelolaan lingkungan
2.2.d. Perubahan persepsi Mobilisasi Persepsi dan sikap Metode Pengumpulan Data: Desa Limamar, Desa Dilakukan setiap 6 PT SMS  Dinas Lingkungan  Dinas Lingkungan
dan sikap masyarakat peralatan dan masyarakat terhadap Pengumpulan data persepsi dan sikap masyarakat terhadap Kaliukan, Desa Lok bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
material aktivitas mobilisasi aktivitas mobilisasi peralatan dan material dilakukan dengan Gabang, Desa Pematang Mobilisasi peralatan Kalimantan Kalimantan
peralatan dan material wawancara langsung, pengamatan dan/atau kuisioner kepada Hambawang, Desa dan material Selatan Selatan
masyarakat Desa Limamar, Desa Kaliukan, Desa Lok Gabang, Pematang Danau, Desa  Dinas Tenaga  Dinas Tenaga
Desa Pematang Hambawang, Desa Pematang Danau, Desa Pasiraman dan Desa Kerja dan Kerja dan
Pasiraman dan Desa Bawahan Selan (terutama yang berada di Bawahan Selan (terutama Transmigrasi Transmigrasi
jalur rute Mobilisasi peralatan dan material) pada jalur rute Mobilisasi Kabupaten Banjar Kabupaten Banjar
peralatan dan material)

RKL-RPL 9
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
Metode Analisis Data:
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pendataan persepsi dan sikap masyarakat terhadap aktivitas
mobilisasi peralatan dan material dengan indikator keberhasilan
pengelolaan lingkungan
2.3. Pembangunan dan Operasional Basecamp
2.3.a. Perubahan peluang Pembangunan Jumlah usaha masyarakat Metode Pengumpulan Data: Desa Limamar, Desa Dilakukan setiap 6 PT SMS  Dinas Lingkungan  Dinas Lingkungan
berusaha dan operasional setempat yang menjadi Melakukan pendataan jumlah usaha masyarakat setempat yang Kaliukan, Desa Lok bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
basecamp penyedia kebutuhan diterima dalam penyediaan kebutuhan operasional basecamp, Gabang, Desa Pematang pembangunan dan Kalimantan Kalimantan
pembangunan dan dan menjadi penyedia barang dan jasa bagi penghuni basecamp Hambawang, Desa operasional Selatan Selatan
operasional basecamp Pematang Danau, Desa basecamp  Dinas Tenaga  Dinas Tenaga
Metode Analisis Data: Pasiraman dan Desa Kerja dan Kerja dan
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil Bawahan Selan Transmigrasi Transmigrasi
pendataan dengan indikator keberhasilan pengelolaan Kabupaten Banjar Kabupaten Banjar
lingkungan.
2.3.b. Perubahan Pembangunan Pendapatan usaha Metode Pengumpulan Data: Desa Limamar, Desa Dilakukan setiap 6 PT SMS  Dinas Lingkungan  Dinas Lingkungan
pendapatan keluarga dan operasional masyarakat setempat Pengumpulan data pendapatan keluarga dari usaha masyarakat Kaliukan, Desa Lok bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
basecamp yang menjadi penyedia setempat yang menjadi penyedia kebutuhan pembangunan dan Gabang, Desa Pematang pembangunan dan Kalimantan Kalimantan
kebutuhan pembangunan operasional basecamp dilakukan dengan wawancara langsung, Hambawang, Desa operasional Selatan Selatan
dan operasional pengamatan dan/atau kuisioner terhadap masyarakat pelaku Pematang Danau, Desa basecamp  Dinas Tenaga  Dinas Tenaga
basecamp usaha. Pasiraman dan Desa Kerja dan Kerja dan
Bawahan Selan Transmigrasi Transmigrasi
Metode Analisis Data: Kabupaten Banjar Kabupaten Banjar
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pendataan pendapatan keluarga dari usaha masyarakat
setempat yang menjadi penyedia kebutuhan pembangunan dan
operasional basecamp dengan indikator keberhasilan
pengelolaan lingkungan
2.3.c. Perubahan persepsi Pembangunan  Persepsi dan sikap Metode Pengumpulan Data: Desa Limamar, Desa Dilakukan setiap 6 PT SMS  Dinas Lingkungan  Dinas Lingkungan
dan sikap masyarakat dan operasional masyarakat terha-dap  Pengumpulan data persepsi dan sikap masyarakat terha-dap Kaliukan, Desa Lok bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
basecamp aktivitas tenaga kerja aktivitas tenaga kerja konstruksi dan operasional basecamp Gabang, Desa Pematang pembangunan dan Kalimantan Kalimantan
konstruksi dan dilakukan dengan wawancara langsung, pengamatan Hambawang, Desa operasional Selatan Selatan
operasional base-camp dan/atau kuisioner kepada masyarakat Desa Limamar, Desa Pematang Danau, Desa basecamp  Dinas Tenaga  Dinas Tenaga
 Persepsi dan sikap Kaliukan, Desa Lok Gabang, Desa Pematang Hambawang, Pasiraman dan Desa Kerja dan Kerja dan
pemilik usaha yang Desa Pematang Danau, Desa Pasiraman dan Desa Bawahan Bawahan Selan Transmigrasi Transmigrasi
menjadi penyedia Selan Kabupaten Banjar Kabupaten Banjar
kebutuhan  Pengumpulan data persepsi dan sikap pemilik usaha yang
pembangunan dan menjadi penyedia kebutuhan pembangunan dan operasional
operasional basecamp basecamp terhadap hasil penetapan nilai kerjasama dilakukan
terhadap hasil dengan wawancara langsung, pengamatan dan/atau kuisioner
penetapan nilai kepada pemilik usaha
kerjasama
Metode Analisis Data:
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pendataan persepsi dan sikap :
 masyarakat Desa Limamar, Desa Kaliukan, Desa Lok Gabang,
Desa Pematang Hambawang, Desa Pematang Danau, Desa
Pasiraman dan Desa Bawahan Selan terhadap aktivitas tenaga
kerja konstruksi dan operasional basecamp, dan
 pemilik usaha yang menjadi penyedia kebutuhan
pembangunan dan operasional basecamp terhadap hasil
penetapan nilai kerjasama
dengan indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan.

RKL-RPL 10
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
2.4. Pembangunan Jalan Tambang
2.4.a. Perubahan kualitas Pembangunan Parameter udara ambien : Metode Pengumpulan Data: U1: 114° 56' 06.3"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
udara jalan tambang Berdasarkan Lampiran VII Pengukuran kualitas udara ambien dilakukan sesuai dengan PP 3° 19' 12.0"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
PP Nomor 22 Tahun 2021 Nomor 22 Tahun 2021 (permukiman) pembangunan jalan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
U2: 114° 54' 32.1"E; tambang
Metode Analisis Data: 3° 18' 43.5”S
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil (tapak proyek)
pengukuran dan/atau pengujian dengan indikator keberhasilan U3: 114° 51' 52.2"E;
pengelolaan lingkungan 3° 17'45.7"S
(tapak proyek)
2.4.b. Perubahan tingkat Pembangunan Tingkat kebisingan Metode Pengumpulan Data: U1: 114° 56' 06.3"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
kebisingan jalan tambang  Pengukuran dilakukan dengan metode sederhana menggu- 3° 19' 12.0"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
nakan sound level meter biasa. Diukur tingkat tekanan bunyi (permukiman) pembangunan jalan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
dB(A) selama 10 (sepuluh) menit untuk tiap pengukuran U2: 114° 54' 32.1"E; tambang
dengan pembacaan dilakukan setiap 5 (lima) detik. 3° 18' 43.5”S
 Waktu pengukuran dilakukan selama aktifitas 24 jam (LSM) (tapak proyek)
dengan cara pada siang hari tingkat aktifitas yang paling tinggi U3: 114° 51' 52.2"E;
selama 16 jam (LS) pada selang waktu 06.00 - 22.00 WITA dan 3° 17'45.7"S
aktivitas dalam hari selama 8 jam (LM) pada selang 22.00 - (tapak proyek)
06.00 WITA.
 Setiap pengukuran harus dapat mewakili selang waktu
tertentu dengan menetapkan paling sedikit 4 waktu
pengukuran pada siang hari dan pada malam hari paling
sedikit 3 waktu pengukuran.
 Perhitungan menggunakan rumus:
LS = 10 log 1/16 {T1.100,1 L1 + ... + T4.100,1 L4} dB(A)
LM = 10 log 1/8 {T5.100,1 L5 + ... + T7.100,1 L7} dB(A).
LSM = 10 log 1/24 {16.100,1 LS + 8.100,1 (LM+5)} dB(A).

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan nilai LSM
yang dihitung dengan indikator keberhasilan pengelolaan
lingkungan (toleransi + 3 db(A)).
2.4.c. Perubahan debit air Pembangunan Debit air larian (run off) Metode Pengumpulan Data: Lokasi pembangunan jalan Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
larian (run off) jalan tambang  Pengukuran debit air larian (run off) dilakukan secara langsung tambang di dalam tapak bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
menggunakan petak kecil berukuran 2 x 10 m (pada plot yang proyek pertambangan pembangunan jalan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
sama dengan pengukuran laju erosi). pasir kuarsa PT SMS tambang
 Pengukuran dilakukan setiap pagi setelah kejadian hujan
 Perhitungan menggunakan rumus:

 Hasil pengukuran dan perhitungan dicatat pada logbook air


limpasan

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pengukuran dan perhitungan debit air larian (run off) dengan

RKL-RPL 11
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan
2.4.d. Perubahan laju erosi Pembangunan Tingkat laju erosi Metode Pengumpulan Data: Lokasi pembangunan jalan Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
jalan tambang  Pengukuran laju erosi dilakukan secara langsung tambang di dalam tapak bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
menggunakan petak kecil berukuran 2 x 10 m (pada plot yang proyek pertambangan pembangunan jalan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
sama dengan pengukuran air larian). pasir kuarsa PT SMS tambang
 Pengukuran dilakukan setiap pagi setelah kejadian hujan
 Perhitungan menggunakan rumus:

 Hasil pengukuran dan perhitungan dicatat pada logbook erosi

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pengukuran dan perhitungan erosi dengan indikator
keberhasilan pengelolaan lingkungan
2.4.e. Perubahan kualitas Pembangunan Parameter: Metode Pengumpulan Data: T1: 114° 54' 38.1"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
tanah jalan tambang KTK, KB, P2O5, K2O, C-  Pengambilan sampel tanah menggunakan metode 3° 18' 19.3"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
Organik SNI 4148-1:2007 (tapak proyek) pembangunan jalan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
 KTK dipantau menggunakan metode SNI 13-3494-1994 T2: 114° 52' 09,5"E; tambang
 P2O5 dipantau menggunakan metode SNI 02-3769-2005 3° 18' 06.6”S
 K2O dipantau menggunakan metode SNI 19-7030-2004 (tapak proyek)
 C-Organik dipantau menggunakan metode SNI 13-4720-1998

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pengukuran dan/atau pengujian dengan indikator
keberhasilan pengelolaan lingkungan
2.4.f. Perubahan kualitas air Pembangunan Parameter Air Metode Pengumpulan Data: AS1: 114° 55' 22.8"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
permukaan jalan tambang Permukaan: Pengambilan sampel air sungai menggunakan metode 3° 16' 23.0"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
Berdasarkan Lampiran VI SNI 03-7016-2004 (air sungai titik hulu) pembangunan jalan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
PP Nomor 22 Tahun 2021 AS2: 114° 51' 23.8"E; tambang
3° 19' 30.7”S
(air sungai titik hilir)

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pengukuran dan/atau pengujian dengan indikator keberhasilan
pengelolaan lingkungan
2.4.g. Perubahan indeks Pembangunan Indeks keanekaragaman Metode Pengumpulan Data: F1: 114° 54' 37.7"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
keanekaragaman jalan tambang flora Pengumpulan data keanekaragaman flora dilakukan dengan 3° 18' 30.4"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
flora metode perhitungan NDVI. Plot sampling berukuran 20 m x 20 (tapak proyek) pembangunan jalan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
m akan ditempatkan berdasarkan nilai indeks kerapatan F2: 114° 51' 60.0"E; tambang
vegetasinya. Di dalam plot 20 m x 20 m tersebut terdapat plot- 3° 17' 32.1”S
plot yang berukuran lebih kecil untuk mengamati tingkatan (tapak proyek)
hidup tiang (10 m x 10 m), pancang (5 m x 5 m), dan semai (2 m

RKL-RPL 12
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
x 2 m).
Perhitungan indeks keanekaragaman flora:

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pengukuran dan perhitungan dengan indikator keberhasilan
pengelolaan lingkungan
2.4.h. Perubahan indeks Pembangunan Indeks keanekaragaman Metode Pengumpulan Data: F1: 114° 54' 37.7"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
keanekaragaman jalan tambang fauna Pengumpulan data keanekaragaman fauna dilakukan dengan 3° 18' 30.4"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
fauna cara pengamatan langsung di lapangan. Perhitungan indeks (tapak proyek) pembangunan jalan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
keanekaragaman fauna: F2: 114° 51' 60.0"E; tambang
3° 17' 32.1”S
(tapak proyek)

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pengukuran dan perhitungan dengan indikator keberhasilan
pengelolaan lingkungan
2.4.i. Perubahan indeks Pembangunan Indeks keanekaragaman Metode Pengumpulan Data: AS1: 114° 55' 22.8"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
keanekaragaman jalan tambang biota air Pengumpulan data keanekaragaman biota air dilakukan dengan 3° 16' 23.0"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
biota air cara pengambilan sampel dan identifikasi plankton, benthos (air sungai titik hulu) pembangunan jalan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
dan nekton. Perhitungan indeks keanekaragaman biota air: AS2: 114° 51' 23.8"E; tambang
3° 19' 30.7”S
(air sungai titik hilir)

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pengukuran dan perhitungan dengan indikator keberhasilan
pengelolaan lingkungan
2.4.j. Perubahan prevalensi Pembangunan Prevalensi penyakit ISPA Metode Pengumpulan Data: Puskesmas Astambul dan Dilakukan setiap 6 PT SMS  Dinas Lingkungan  Dinas Lingkungan
penyakit jalan tambang dan bronkitis akut Melakukan pengumpulan data prevalensi penyakit ISPA dan Puskesmas Mataraman bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
bronkitis akut pada Puskesmas Astambul dan Puskesmas pembangunan jalan Kalimantan Kalimantan
Mataraman tambang Selatan Selatan
 Dinas Kesehatan  Dinas Kesehatan
Metode Analisis Data: Provinsi Provinsi
Analisis data dilakukan dengan membandingkan data prevalensi Kalimantan Kalimantan
penyakit ISPA dan bronkitis akut dengan indikator keberhasilan Selatan Selatan
pengelolaan lingkungan

2.4.k. Perubahan persepsi Pembangunan Persepsi dan sikap Metode Pengumpulan Data: Desa Limamar, Desa Dilakukan setiap 6 PT SMS  Dinas Lingkungan  Dinas Lingkungan
dan sikap masyarakat jalan tambang masyarakat terhadap Pengumpulan data persepsi dan sikap masyarakat terhadap Kaliukan, Desa Lok bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
aktivitas pembangunan aktivitas pembangunan jalan tambang dilakukan dengan Gabang, Desa Pematang pembangunan jalan Kalimantan Kalimantan
jalan tambang wawancara langsung, pengamatan dan/atau kuisioner kepada Hambawang, Desa tambang Selatan Selatan
masyarakat Desa Limamar, Desa Kaliukan, Desa Lok Gabang, Pematang Danau, Desa  Dinas Tenaga  Dinas Tenaga
Desa Pematang Hambawang, Desa Pematang Danau, Desa Pasiraman dan Desa Kerja dan Kerja dan
Pasiraman dan Desa Bawahan Selan Bawahan Selan Transmigrasi Transmigrasi
Kabupaten Banjar Kabupaten Banjar
Metode Analisis Data:
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil penda-
taan persepsi dan sikap masyarakat terhadap aktivitas

RKL-RPL 13
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
pembangunan jalan tambang dengan indikator keberhasilan
pengelolaan lingkungan
2.5. Pembangunan Jaringan Drainase dan Settling Pond
2.5.a. Perubahan kualitas Pembangunan Parameter udara ambien : Metode Pengumpulan Data: U1: 114° 56' 06.3"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
udara jaringan drainase Berdasarkan Lampiran VII Pengukuran kualitas udara ambien dilakukan sesuai dengan PP 3° 19' 12.0"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
dan settling pond PP Nomor 22 Tahun 2021 Nomor 22 Tahun 2021 (permukiman) Pembangunan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
U2: 114° 54' 32.1"E; jaringan drainase
Metode Analisis Data: 3° 18' 43.5”S dan settling pond
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil (tapak proyek)
pengukuran dan/atau pengujian dengan indikator U3: 114° 51' 52.2"E;
keberhasilan pengelolaan lingkungan 3° 17'45.7"S
(tapak proyek)
2.5.b. Perubahan tingkat Pembangunan Tingkat kebisingan Metode Pengumpulan Data: U1: 114° 56' 06.3"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
kebisingan jaringan drainase  Pengukuran dilakukan dengan metode sederhana menggu- 3° 19' 12.0"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
dan settling pond nakan sound level meter biasa. Diukur tingkat tekanan bunyi (permukiman) Pembangunan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
dB(A) selama 10 (sepuluh) menit untuk tiap pengukuran U2: 114° 54' 32.1"E; jaringan drainase
dengan pembacaan dilakukan setiap 5 (lima) detik. 3° 18' 43.5”S dan settling pond
 Waktu pengukuran dilakukan selama aktifitas 24 jam (LSM) (tapak proyek)
dengan cara pada siang hari tingkat aktifitas yang paling tinggi U3: 114° 51' 52.2"E;
selama 16 jam (LS) pada selang waktu 06.00 - 22.00 WITA dan 3° 17'45.7"S
aktivitas dalam hari selama 8 jam (LM) pada selang 22.00 - (tapak proyek)
06.00 WITA.
 Setiap pengukuran harus dapat mewakili selang waktu
tertentu dengan menetapkan paling sedikit 4 waktu
pengukuran pada siang hari dan pada malam hari paling
sedikit 3 waktu pengukuran.
 Perhitungan menggunakan rumus:
LS = 10 log 1/16 {T1.100,1 L1 + ... + T4.100,1 L4} dB(A)
LM = 10 log 1/8 {T5.100,1 L5 + ... + T7.100,1 L7} dB(A).
LSM = 10 log 1/24 {16.100,1 LS + 8.100,1 (LM+5)} dB(A).

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan nilai LSM yang
dihitung dengan indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan
(toleransi + 3 db(A)).
2.5.c. Perubahan debit air Pembangunan Debit air larian (run off) Metode Pengumpulan Data: Lokasi pembangunan Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
larian (run off) jaringan drainase  Pengukuran debit air larian (run off) dilakukan secara langsung jaringan drainase dan bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
dan settling pond menggunakan petak kecil berukuran 2 x 10 m (pada plot yang settling pond di dalam Pembangunan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
sama dengan pengukuran laju erosi). tapak proyek jaringan drainase
 Pengukuran dilakukan setiap pagi setelah kejadian hujan pertambangan pasir dan settling pond
 Perhitungan menggunakan rumus: kuarsa PT SMS

 Hasil pengukuran dan perhitungan dicatat pada logbook air


limpasan

Metode Analisis Data:

RKL-RPL 14
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pengukuran dan perhitungan debit air larian (run off) dengan
indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan
2.5.d. Perubahan laju erosi Pembangunan Tingkat laju erosi Metode Pengumpulan Data: Lokasi pembangunan Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
jaringan drainase  Pengukuran laju erosi dilakukan secara langsung jaringan drainase dan bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
dan settling pond menggunakan petak kecil berukuran 2 x 10 m (pada plot yang settling pond di dalam Pembangunan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
sama dengan pengukuran air larian). tapak proyek jaringan drainase
 Pengukuran dilakukan setiap pagi setelah kejadian hujan pertambangan pasir dan settling pond
 Perhitungan menggunakan rumus: kuarsa PT SMS

 Hasil pengukuran dan perhitungan dicatat pada logbook erosi

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pengukuran dan perhitungan erosi dengan indikator
keberhasilan pengelolaan lingkungan
2.5.e. Perubahan kualitas Pembangunan Parameter: Metode Pengumpulan Data: T1: 114° 54' 38.1"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
tanah jaringan drainase KTK, KB, P2O5, K2O, C-  Pengambilan sampel tanah menggunakan metode 3° 18' 19.3"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
dan settling pond Organik SNI 4148-1:2007 (tapak proyek) Pembangunan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
 KTK dipantau menggunakan metode SNI 13-3494-1994 T2: 114° 52' 09,5"E; jaringan drainase
 P2O5 dipantau menggunakan metode SNI 02-3769-2005 3° 18' 06.6”S dan settling pond
 K2O dipantau menggunakan metode SNI 19-7030-2004 (tapak proyek)
 C-Organik dipantau menggunakan metode SNI 13-4720-1998

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pengukuran dan/atau pengujian dengan indikator keberhasilan
pengelolaan lingkungan
2.5.f. Penurunan kualitas Pembangunan Parameter Air Metode Pengumpulan Data: AS1: 114° 55' 22.8"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
air permukaan jaringan drainase Permukaan: Pengambilan sampel air sungai menggunakan metode 3° 16' 23.0"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
dan settling pond Berdasarkan Lampiran VI SNI 03-7016-2004 (air sungai titik hulu) Pembangunan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
PP Nomor 22 Tahun 2021 AS2: 114° 51' 23.8"E; jaringan drainase
Metode Analisis Data: 3° 19' 30.7”S dan settling pond
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil (air sungai titik hilir)
pengukuran dan/atau pengujian dengan indikator keberhasilan
pengelolaan lingkungan
2.5.g. Perubahan indeks Pembangunan Indeks keanekaragaman Metode Pengumpulan Data: F1: 114° 54' 37.7"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
keanekaragaman jaringan drainase flora Pengumpulan data keanekaragaman flora dilakukan dengan 3° 18' 30.4"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
flora dan settling pond metode perhitungan NDVI. Plot sampling berukuran 20 m x 20 (tapak proyek) Pembangunan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
m akan ditempatkan berdasarkan nilai indeks kerapatan F2: 114° 51' 60.0"E; jaringan drainase
vegetasinya. Di dalam plot 20 m x 20 m tersebut terdapat plot- 3° 17' 32.1”S dan settling pond
plot yang berukuran lebih kecil untuk mengamati tingkatan (tapak proyek)
hidup tiang (10 m x 10 m), pancang (5 m x 5 m), dan semai (2 m
x 2 m).

RKL-RPL 15
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
Perhitungan indeks keanekaragaman flora:

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pengukuran dan perhitungan dengan indikator keberhasilan
pengelolaan lingkungan
2.5.h. Perubahan indeks Pembangunan Indeks keanekaragaman Metode Pengumpulan Data: F1: 114° 54' 37.7"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
keanekaragaman jaringan drainase fauna Pengumpulan data keanekaragaman fauna dilakukan dengan 3° 18' 30.4"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
fauna dan settling pond cara pengamatan langsung di lapangan. Perhitungan indeks (tapak proyek) Pembangunan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
keanekaragaman fauna: F2: 114° 51' 60.0"E; jaringan drainase
3° 17' 32.1”S dan settling pond
(tapak proyek)

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pengukuran dan perhitungan dengan indikator keberhasilan
pengelolaan lingkungan
2.5.i. Perubahan indeks Pembangunan Indeks keanekaragaman Metode Pengumpulan Data: AS1: 114° 55' 22.8"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
keanekaragaman jaringan drainase biota air Pengumpulan data keanekaragaman biota air dilakukan dengan 3° 16' 23.0"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
biota air dan settling pond cara pengambilan sampel dan identifikasi plankton, benthos (air sungai titik hulu) Pembangunan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
dan nekton. Perhitungan indeks keanekaragaman biota air : AS2: 114° 51' 23.8"E; jaringan drainase
3° 19' 30.7”S dan settling pond
(air sungai titik hilir)

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pengukuran dan perhitungan dengan indikator keberhasilan
pengelolaan lingkungan
2.5.j. Perubahan prevalensi Pembangunan Prevalensi penyakit ISPA Metode Pengumpulan Data: Puskesmas Astambul dan Dilakukan setiap 6 PT SMS  Dinas Lingkungan  Dinas Lingkungan
penyakit jaringan drainase dan bronkitis akut Melakukan pengumpulan data prevalensi penyakit ISPA dan Puskesmas Mataraman bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
dan settling pond bronkitis akut pada Puskesmas Astambul dan Puskesmas Pembangunan Kalimantan Kalimantan
Mataraman jaringan drainase Selatan Selatan
dan settling pond  Dinas Kesehatan  Dinas Kesehatan
Metode Analisis Data: Provinsi Provinsi
Analisis data dilakukan dengan membandingkan data prevalensi Kalimantan Kalimantan
penyakit ISPA dan bronkitis akut dengan indikator keberhasilan Selatan Selatan
pengelolaan lingkungan
3 Tahap Operasional
3.4. Penyedotan Pasir Kuarsa
3.4.a. Perubahan tingkat Penyedotan pasir Tingkat kebisingan Metode Pengumpulan Data: U1: 114° 56' 06.3"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
kebisingan kuarsa  Pengukuran dilakukan dengan metode sederhana menggu- 3° 19' 12.0"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
nakan sound level meter biasa. Diukur tingkat tekanan bunyi (permukiman) penyedotan pasir Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
dB(A) selama 10 (sepuluh) menit untuk tiap pengukuran U2: 114° 54' 32.1"E; kuarsa
dengan pembacaan dilakukan setiap 5 (lima) detik. 3° 18' 43.5”S
 Waktu pengukuran dilakukan selama aktifitas 24 jam (LSM) (tapak proyek)
dengan cara pada siang hari tingkat aktifitas yang paling tinggi U3: 114° 51' 52.2"E;
selama 16 jam (LS) pada selang waktu 06.00 - 22.00 WITA dan 3° 17'45.7"S
aktivitas dalam hari selama 8 jam (LM) pada selang 22.00 - (tapak proyek)
06.00 WITA.
 Setiap pengukuran harus dapat mewakili selang waktu
tertentu dengan menetapkan paling sedikit 4 waktu

RKL-RPL 16
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
pengukuran pada siang hari dan pada malam hari paling
sedikit 3 waktu pengukuran.
 Perhitungan menggunakan rumus:
LS = 10 log 1/16 {T1.100,1 L1 + ... + T4.100,1 L4} dB(A)
LM = 10 log 1/8 {T5.100,1 L5 + ... + T7.100,1 L7} dB(A).
LSM = 10 log 1/24 {16.100,1 LS + 8.100,1 (LM+5)} dB(A).

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan nilai LSM yang
dihitung dengan indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan
(toleransi + 3 db(A)).
3.4.b. Perubahan debit air Penyedotan pasir Debit air larian (run off) Metode Pengumpulan Data: Lokasi penyedotan pasir Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
larian (run off) kuarsa  Pengukuran debit air larian (run off) dilakukan secara langsung kuarsa di dalam tapak bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
menggunakan petak kecil berukuran 2 x 10 m. proyek pertambangan penyedotan pasir Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
 Pengukuran dilakukan setiap pagi setelah kejadian hujan pasir kuarsa PT SMS kuarsa
 Perhitungan menggunakan rumus:

 Hasil pengukuran dan perhitungan dicatat pada logbook air


limpasan

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pengukuran dan perhitungan debit air larian (run off) dengan
indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan
3.4.c. Perubahan laju erosi Penyedotan pasir Tingkat laju erosi Metode Pengumpulan Data: Lokasi penyedotan pasir Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
kuarsa  Pengukuran laju erosi dilakukan secara langsung kuarsa di dalam tapak bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
menggunakan petak kecil berukuran 2 x 10 m (pada plot yang proyek pertambangan penyedotan pasir Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
sama dengan pengukuran air larian). pasir kuarsa PT SMS kuarsa
 Pengukuran dilakukan setiap pagi setelah kejadian hujan
 Perhitungan menggunakan rumus:

 Hasil pengukuran dan perhitungan dicatat pada logbook erosi

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pengukuran dan perhitungan erosi dengan indikator

RKL-RPL 17
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
keberhasilan pengelolaan lingkungan
3.4.d. Perubahan kualitas air Penyedotan pasir Parameter Air Metode Pengumpulan Data: AS1: 114° 55' 22.8"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
permukaan kuarsa Permukaan:  Pengambilan sampel air sungai menggunakan metode 3° 16' 23.0"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
Berdasarkan Lampiran VI SNI 03-7016-2004 (air sungai titik hulu) penyedotan pasir Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
PP Nomor 22 Tahun 2021 AS2: 114° 51' 23.8"E; kuarsa
Metode Analisis Data: 3° 19' 30.7”S
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil (air sungai titik hilir)
pengukuran dan/atau pengujian dengan indikator keberhasilan
pengelolaan lingkungan
3.4.e. Perubahan indeks Penyedotan pasir Indeks keanekaragaman Metode Pengumpulan Data: AS1: 114° 55' 22.8"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
keanekaragaman kuarsa biota air Pengumpulan data keanekaragaman biota air dilakukan dengan 3° 16' 23.0"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
biota air cara pengambilan sampel dan identifikasi plankton, benthos (air sungai titik hulu) penyedotan pasir Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
dan nekton. Perhitungan indeks keanekaragaman biota air: AS2: 114° 51' 23.8"E; kuarsa
3° 19' 30.7”S
(air sungai titik hilir)

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pengukuran dan perhitungan dengan indikator keberhasilan
pengelolaan lingkungan
3.4.f. Perubahan prevalensi Penyedotan pasir Prevalensi penyakit ISPA Metode Pengumpulan Data: Puskesmas Astambul dan Dilakukan setiap 6 PT SMS  Dinas Lingkungan  Dinas Lingkungan
penyakit kuarsa dan bronkitis akut Melakukan pengumpulan data prevalensi penyakit ISPA dan Puskesmas Mataraman bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
bronkitis akut pada Puskesmas Astambul dan Puskesmas penyedotan pasir Kalimantan Kalimantan
Mataraman kuarsa Selatan Selatan
 Dinas Kesehatan  Dinas Kesehatan
Metode Analisis Data: Provinsi Provinsi
Analisis data dilakukan dengan membandingkan data prevalensi Kalimantan Kalimantan
penyakit ISPA dan bronkitis akut dengan indikator keberhasilan Selatan Selatan
pengelolaan lingkungan
3.4.g. Perubahan persepsi Penyedotan pasir Persepsi dan sikap Metode Pengumpulan Data: Desa Limamar, Desa Dilakukan setiap 6 PT SMS  Dinas Lingkungan  Dinas Lingkungan
dan sikap masyarakat kuarsa masyarakat terhadap Pengumpulan data persepsi dan sikap masyarakat terhadap Kaliukan, Desa Lok bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
aktivitas penyedotan pasir aktivitas penyedotan pasir kuarsa dilakukan dengan wawancara Gabang, Desa Pematang penyedotan pasir Kalimantan Kalimantan
kuarsa langsung, pengamatan dan/atau kuisioner kepada masyarakat Hambawang, Desa kuarsa Selatan Selatan
Desa Limamar, Desa Kaliukan, Desa Lok Gabang, Desa Pematang Pematang Danau, Desa  Dinas Tenaga  Dinas Tenaga
Hambawang, Desa Pematang Danau, Desa Pasiraman dan Desa Pasiraman dan Desa Kerja dan Kerja dan
Bawahan Selan Bawahan Selan Transmigrasi Transmigrasi
Kabupaten Banjar Kabupaten Banjar
Metode Analisis Data:
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil penda-
taan persepsi dan sikap masyarakat terhadap aktivitas
penyedotan pasir kuarsa dengan indikator keberhasilan
pengelolaan lingkungan
3.5. Reklamasi dan Revegetasi Lahan
3.5.a. Perubahan debit air Reklamasi dan Debit air larian (run off) Metode Pengumpulan Data: Lokasi reklamasi dan Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
larian (run off) revegetasi lahan  Pengukuran debit air larian (run off) dilakukan secara langsung revegetasi lahan di dalam bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
menggunakan petak kecil berukuran 2 x 10 m. tapak proyek reklamasi dan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
 Pengukuran dilakukan setiap pagi setelah kejadian hujan pertambangan pasir revegetasi lahan
 Perhitungan menggunakan rumus: kuarsa PT SMS

RKL-RPL 18
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan

 Hasil pengukuran dan perhitungan dicatat pada logbook air


limpasan

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pengukuran dan perhitungan debit air larian (run off) dengan
indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan
3.5.b. Perubahan laju erosi Reklamasi dan Tingkat laju erosi Metode Pengumpulan Data: Lokasi reklamasi dan Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
revegetasi lahan  Pengukuran laju erosi dilakukan secara langsung revegetasi lahan di dalam bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
menggunakan petak kecil berukuran 2 x 10 m (pada plot yang tapak proyek reklamasi dan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
sama dengan pengukuran air larian). pertambangan pasir revegetasi lahan
 Pengukuran dilakukan setiap pagi setelah kejadian hujan kuarsa PT SMS
 Perhitungan menggunakan rumus:

 Hasil pengukuran dan perhitungan dicatat pada logbook erosi

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pengukuran dan perhitungan erosi dengan indikator
keberhasilan pengelolaan lingkungan
3.5.c. Perubahan kualitas Reklamasi dan Parameter: Metode Pengumpulan Data: T1: 114° 54' 38.1"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
tanah revegetasi lahan KTK, KB, P2O5, K2O, C-  Pengambilan sampel tanah menggunakan metode 3° 18' 19.3"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
Organik SNI 4148-1:2007 (tapak proyek) reklamasi dan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
 KTK dipantau menggunakan metode SNI 13-3494-1994 T2: 114° 52' 09,5"E; revegetasi lahan
 P2O5 dipantau menggunakan metode SNI 02-3769-2005 3° 18' 06.6”S
 K2O dipantau menggunakan metode SNI 19-7030-2004 (tapak proyek)
 C-Organik dipantau menggunakan metode SNI 13-4720-1998

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pengukuran dan/atau pengujian dengan indikator keberhasilan

RKL-RPL 19
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
pengelolaan lingkungan
3.5.d. Perubahan kualitas air Reklamasi dan Parameter Air Metode Pengumpulan Data: AS1: 114° 55' 22.8"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
permukaan revegetasi lahan Permukaan:  Pengambilan sampel air sungai menggunakan metode 3° 16' 23.0"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
Berdasarkan Lampiran VI SNI 03-7016-2004 (air sungai titik hulu) reklamasi dan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
PP Nomor 22 Tahun 2021 AS2: 114° 51' 23.8"E; revegetasi lahan
Metode Analisis Data: 3° 19' 30.7”S
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil (air sungai titik hilir)
pengukuran dan/atau pengujian dengan indikator keberhasilan
pengelolaan lingkungan
3.5.e. Perubahan indeks Reklamasi dan Indeks keanekaragaman Metode Pengumpulan Data: F1: 114° 54' 37.7"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
keanekaragaman revegetasi lahan flora Pengumpulan data keanekaragaman flora dilakukan dengan 3° 18' 30.4"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
flora metode perhitungan NDVI. Plot sampling berukuran 20 m x 20 (tapak proyek) reklamasi dan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
m akan ditempatkan berdasarkan nilai indeks kerapatan F2: 114° 51' 60.0"E; revegetasi lahan
vegetasinya. Di dalam plot 20 m x 20 m tersebut terdapat plot- 3° 17' 32.1”S
plot yang berukuran lebih kecil untuk mengamati tingkatan (tapak proyek)
hidup tiang (10 m x 10 m), pancang (5 m x 5 m), dan semai (2 m
x 2 m).
Perhitungan indeks keanekaragaman flora:

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pengukuran dan perhitungan dengan indikator keberhasilan
pengelolaan lingkungan
3.5.f. Perubahan indeks Reklamasi dan Indeks keanekaragaman Metode Pengumpulan Data: F1: 114° 54' 37.7"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
keanekaragaman revegetasi lahan fauna Pengumpulan data keanekaragaman fauna dilakukan dengan 3° 18' 30.4"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
fauna cara pengamatan langsung di lapangan. Perhitungan indeks (tapak proyek) reklamasi dan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
keanekaragaman fauna: F2: 114° 51' 60.0"E; revegetasi lahan
3° 17' 32.1”S
(tapak proyek)

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pengukuran dan perhitungan dengan indikator keberhasilan
pengelolaan lingkungan
3.5.g. Perubahan indeks Reklamasi dan Indeks keanekaragaman Metode Pengumpulan Data: AS1: 114° 55' 22.8"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
keanekaragaman revegetasi lahan biota air Pengumpulan data keanekaragaman biota air dilakukan dengan 3° 16' 23.0"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
biota air cara pengambilan sampel dan identifikasi plankton, benthos (air sungai titik hulu) reklamasi dan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
dan nekton. Perhitungan indeks keanekaragaman biota air: AS2: 114° 51' 23.8"E; revegetasi lahan
3° 19' 30.7”S
(air sungai titik hilir)

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pengukuran dan perhitungan dengan indikator keberhasilan
pengelolaan lingkungan
3.5.h. Perubahan prevalensi Reklamasi dan Prevalensi penyakit ISPA Metode Pengumpulan Data: Puskesmas Astambul dan Dilakukan setiap 6 PT SMS  Dinas Lingkungan  Dinas Lingkungan
penyakit revegetasi lahan dan bronkitis akut Melakukan pengumpulan data prevalensi penyakit ISPA dan Puskesmas Mataraman bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
bronkitis akut pada Puskesmas Astambul dan Puskesmas reklamasi dan Kalimantan Kalimantan
Mataraman revegetasi lahan Selatan Selatan
 Dinas Kesehatan  Dinas Kesehatan
Metode Analisis Data: Provinsi Provinsi
Analisis data dilakukan dengan membandingkan data prevalensi Kalimantan Kalimantan

RKL-RPL 20
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
penyakit ISPA dan bronkitis akut dengan indikator keberhasilan Selatan Selatan
pengelolaan lingkungan
3.5.i. Perubahan persepsi Reklamasi dan Persepsi dan sikap Metode Pengumpulan Data: Desa Limamar, Desa Dilakukan setiap 6 PT SMS  Dinas Lingkungan  Dinas Lingkungan
dan sikap masyarakat revegetasi lahan masyarakat terhadap Pengumpulan data persepsi dan sikap masyarakat terhadap Kaliukan, Desa Lok bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
aktivitas reklamasi dan aktivitas reklamasi dan revegetasi lahan dilakukan dengan Gabang, Desa Pematang reklamasi dan Kalimantan Kalimantan
revegetasi lahan wawancara langsung, pengamatan dan/atau kuisioner kepada Hambawang, Desa revegetasi lahan Selatan Selatan
masyarakat Desa Limamar, Desa Kaliukan, Desa Lok Gabang, Pematang Danau, Desa  Dinas Tenaga  Dinas Tenaga
Desa Pematang Hambawang, Desa Pematang Danau, Desa Pasiraman dan Desa Kerja dan Kerja dan
Pasiraman dan Desa Bawahan Selan Bawahan Selan Transmigrasi Transmigrasi
Kabupaten Banjar Kabupaten Banjar
Metode Analisis Data:
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil penda-
taan persepsi dan sikap masyarakat terhadap aktivitas reklamasi
dan revegetasi lahan dengan indikator keberhasilan pengelolaan
lingkungan
3.6. Operasional dan Pemeliharaan Jaringan Drainase dan Settling Pond
3.6.a. Perubahan debit air Operasional dan Debit air larian (run off) Metode Pengumpulan Data: Lokasi operasional dan Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
larian (run off) pemeliharaan  Pengukuran debit air larian (run off) dilakukan secara langsung pemeliharaan jaringan bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
jaringan drainase menggunakan petak kecil berukuran 2 x 10 m. drainase dan settling pond kegiatan operasional Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
dan settling pond  Pengukuran dilakukan setiap pagi setelah kejadian hujan di dalam tapak proyek
 Perhitungan menggunakan rumus: pertambangan pasir
kuarsa PT SMS

 Hasil pengukuran dan perhitungan dicatat pada logbook air


limpasan

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pengukuran dan perhitungan debit air larian (run off) dengan
indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan
3.6.b. Perubahan laju erosi Operasional dan Tingkat laju erosi Metode Pengumpulan Data: Lokasi operasional dan Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
pemeliharaan  Pengukuran laju erosi dilakukan secara langsung pemeliharaan jaringan bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
jaringan drainase menggunakan petak kecil berukuran 2 x 10 m (pada plot yang drainase dan settling pond kegiatan operasional Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
dan settling pond sama dengan pengukuran air larian). di dalam tapak proyek
 Pengukuran dilakukan setiap pagi setelah kejadian hujan pertambangan pasir
 Perhitungan menggunakan rumus: kuarsa PT SMS

 Hasil pengukuran dan perhitungan dicatat pada logbook erosi

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pengukuran dan perhitungan erosi dengan indikator
keberhasilan pengelolaan lingkungan
3.6.c. Perubahan kualitas air Operasional dan Parameter Air Metode Pengumpulan Data: AS1: 114° 55' 22.8"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
permukaan pemeliharaan Permukaan:  Pengambilan sampel air sungai menggunakan metode 3° 16' 23.0"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
jaringan drainase Berdasarkan Lampiran VI SNI 03-7016-2004 (air sungai titik hulu) kegiatan operasional Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan

RKL-RPL 21
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
dan settling pond PP Nomor 22 Tahun 2021 AS2: 114° 51' 23.8"E;
Metode Analisis Data: 3° 19' 30.7”S
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil (air sungai titik hilir)
pengukuran dan/atau pengujian dengan indikator keberhasilan
pengelolaan lingkungan
3.6.d. Perubahan indeks Operasional dan Indeks keanekaragaman Metode Pengumpulan Data: AS1: 114° 55' 22.8"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
keanekaragaman pemeliharaan biota air Pengumpulan data keanekaragaman biota air dilakukan dengan 3° 16' 23.0"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
biota air jaringan drainase cara pengambilan sampel dan identifikasi plankton, benthos (air sungai titik hulu) kegiatan operasional Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
dan settling pond dan nekton. Perhitungan indeks keanekaragaman biota air: AS2: 114° 51' 23.8"E;
3° 19' 30.7”S
(air sungai titik hilir)

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pengukuran dan perhitungan dengan indikator keberhasilan
pengelolaan lingkungan
3.6.e. Perubahan prevalensi Operasional dan Prevalensi penyakit ISPA Metode Pengumpulan Data: Puskesmas Astambul dan Dilakukan setiap 6 PT SMS  Dinas Lingkungan  Dinas Lingkungan
penyakit pemeliharaan dan bronkitis akut Melakukan pengumpulan data prevalensi penyakit ISPA dan Puskesmas Mataraman bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
jaringan drainase bronkitis akut pada Puskesmas Astambul dan Puskesmas kegiatan operasional Kalimantan Kalimantan
dan settling pond Mataraman Selatan Selatan
 Dinas Kesehatan  Dinas Kesehatan
Metode Analisis Data: Provinsi Provinsi
Analisis data dilakukan dengan membandingkan data prevalensi Kalimantan Kalimantan
penyakit ISPA dan bronkitis akut dengan indikator keberhasilan Selatan Selatan
pengelolaan lingkungan
3.6.f. Perubahan persepsi Operasional dan Persepsi dan sikap Metode Pengumpulan Data: Desa Limamar, Desa Dilakukan setiap 6 PT SMS  Dinas Lingkungan  Dinas Lingkungan
dan sikap masyarakat pemeliharaan masyarakat terhadap Pengumpulan data persepsi dan sikap masyarakat terhadap Kaliukan, Desa Lok bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
jaringan drainase aktivitas operasional dan aktivitas operasional dan pemeliharaan jaringan drainase dan Gabang, Desa Pematang kegiatan operasional Kalimantan Kalimantan
dan settling pond pemeliharaan jaringan settling pond dilakukan dengan wawancara langsung, Hambawang, Desa Selatan Selatan
drainase dan settling pengamatan dan/atau kuisioner kepada masyarakat Desa Pematang Danau, Desa  Dinas Tenaga  Dinas Tenaga
pond Limamar, Desa Kaliukan, Desa Lok Gabang, Desa Pematang Pasiraman dan Desa Kerja dan Kerja dan
Hambawang, Desa Pematang Danau, Desa Pasiraman dan Desa Bawahan Selan Transmigrasi Transmigrasi
Bawahan Selan Kabupaten Banjar Kabupaten Banjar

Metode Analisis Data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil penda-
taan persepsi dan sikap masyarakat terhadap aktivitas
operasional dan pemeliharaan jaringan drainase dan settling
pond dengan indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan
4 Tahap Pascaoperasi
4.2. Pengelolaan Aset Perusahaan
4.1.a. Perubahan persepsi Pengelolaan aset Persepsi dan sikap Pengumpulan Data: Masyarakat Desa Dilakukan 1 kali pada PT SMS  Dinas Lingkungan  Dinas Lingkungan
dan sikap masyarakat perusahaan masyarakat terhadap Pengumpulan data persepsi dan sikap masyarakat terhadap Limamar, Desa Kaliukan, tahap pasca operasi Hidup Provinsi Hidup Provinsi
hasil proses pengelola-an proses pengelolaan aset perusahaan dilakukan dengan Desa Lok Gabang, Desa Kalimantan Kalimantan
aset perusahaan wawancara langsung, pengamatan dan/atau kuisioner kepada Pematang Hambawang, Selatan Selatan
masyarakat Desa Limamar, Desa Kaliukan, Desa Lok Gabang, Desa Pematang Danau,  Dinas Tenaga  Dinas Tenaga
Desa Pematang Hambawang, Desa Pematang Danau, Desa Desa Pasiraman dan Desa Kerja dan Kerja dan
Pasiraman dan Desa Bawahan Selan Bawahan Selan Transmigrasi Transmigrasi
Kabupaten Banjar Kabupaten Banjar
Metode Analisis Data:
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pendataan persepsi dan sikap masyarakat Desa Limamar, Desa
Kaliukan, Desa Lok Gabang, Desa Pematang Hambawang, Desa
Pematang Danau, Desa Pasiraman dan Desa Bawahan Selan

RKL-RPL 22
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
terhadap proses pengelolaan aset Perusahaan dengan indikator
keberhasilan pengelolaan lingkungan.
B DAMPAK LAIN YANG DIPANTAU
3 Tahap Operasional
3.13. Operasional dan Pemeliharaan Prasarana Penyimpanan Limbah B3
3.13.a. Perubahan sanitasi Limbah B3 dari Peraturan Menteri Metode Pengumpulan data: Lokasi operasional dan Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
lingkungan operasional Lingkungan Hidup dan  Melakukan pengamatan lapangan terhadap kesesuaian ke- pemeliharaan prasarana bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
operasional dan Kehutanan Nomor 6 masan limbah B3 dengan jenis dan karakteristik limbah B3 penyimpanan limbah B3 di tahap operasional Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
pemeliharaan Tahun 2021 tentang Tata  Melakukan pengamatan lapangan terhadap keberadaan dan dalam tapak proyek
prasarana Cara Persyaratan dan kesesuaian label dan simbol limbah B3 pada kemasan LB3 pertambangan pasir
penyimpanan Pengelolaan Limbah B3  Melakukan pencatatan masuk dan keluarnya limbah B3 di TPS kuarsa PT SMS
limbah B3 dan/atau perubahannya LB3 dalam logbook penyimpanan limbah B3
 Melakukan pengamatan lapangan terhadap keberadaan TPS
LB3
 Membuat neraca limbah B3 dilengkapi dengan manifest
pengangkutan LB3

Metode Analisis data:


Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pencatatan dan pengamatan pelaksanaan pengelolaan limbah
B3 dengan indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan

RKL-RPL 23
Gambar 1. Peta Lokasi Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup

RKL-RPL 24
Surat Pernyataan
Kami yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama pelaku :
usaha
Alamat kantor :
pelaku usaha
Penanggung jawab :
Jabatan : Direktur utama

dengan ini menyatakan:

1. Dokumen RKL-RPL ini telah disusun dengan memperhatikan pengarahan dari instansi yang
membidangi usaha dan/atau kegiatan yang bersangkutan.

2. Kami berjanji dan bersedia melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan sesuai
yang tercantum di dalam dokumen RKL-RPL serta bersedia dipantau dampaknya oleh
instansi/pihak yang berwenang sesuai peraturan yang berlaku.

3. Bila kami tidak melaksanakan RKL-RPL sebagaimana yang telah disusun, kami bersedia
menghentikan usaha dan/atau kegiatan dan bersedia menanggung semua kerugian serta
segala risiko yang ditimbulkan oleh usaha dan/atau kegiatan.

4. Kami bersedia melaporkan pengelolaan dan pemantauan lingkungan terhadap kegiatan


kami kepada Bupati Kabupaten Banjar cq. Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan
Permukiman, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar secara berkala 1 (satu) kali dalam 6
(enam) bulan.

5. Apabila terjadi perubahan proses produksi dan/atau peningkatan luasan lahan dan/atau
peningkatan proses produksi sehingga tidak sesuai dengan dokumen maka kami akan
segera menyempurnakannya.

Demikian Surat Pernyataan ini kami buat dengan sesungguhnya untuk dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.

Banjarbaru, 01 Juli 2024


PT SMS

RKL-RPL
Daftar Pustaka

Effendi, Sofian dan Tukiran. 2012. Metode Penelitian Survei. LPES. Jakarta.
Fachrul M.F. 2007. Metode Sampling Bioekologi. Bumi Aksara. Jakarta.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
2019. Panduan Identifikasi Jenis Satwa Liar Dilindungi (Mamalia). Jakarta
Indonesia
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
2019. Panduan Identifikasi Jenis Satwa Liar Dilindungi (Aves) Jakarta Indonesia
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
2019. Panduan Identifikasi Jenis Satwa Liar Dilindungi (Herpetofauna). Jakarta
Indonesia
Kepbapedal Nomor124 tahun 1997 Tentang Panduan Kajian Aspek Kesehatan
Masyarakat dalam Penyusunan Dokumen AMDAL.
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 tentang
Pedoman Penentuan Status Mutu Air.
Kodoatie, R.J. dan Sugiyanto. 2002. Banjir, Beberapa Penyebab dan Metode
Pengendaliannya dalam Perspektif Lingkungan. Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 053 Tahun 2007 Tentang Baku Mutu
Udara Ambien dan Baku Tingkat Kebisingan.
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.68/MENLHK/
SETJEN/2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik.
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 6 Tahun 2021 Tentang Tata
Cara dan Persyaratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan
dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2017 Tentang Keselamatan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan.
SNI 6989.57-2008 Metode Pengambilan Contoh Air Permukaan.
SNI 8014. 2014. Metode Penilaian Jasa Lingkungan Keanekaragaman Hayati
(Biodiversity).
SNI S-04-1993-03 tentang Spesifikasi Timbulan Sampah.

RKL-RPL

Anda mungkin juga menyukai