Contoh RKL RPL
Contoh RKL RPL
Dampak Lingkungan Sumber Indikator Keberhasilan Bentuk Pengelolaan Lokasi Pengelolaan Periode Pengelolaan Institusi Pengelolaan
No
yang Dikelola Dampak Pengelolaan Lingkungan Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
DAMPAK PENTING YANG DIKELOLA (Hasil arahan pengelolaan dari dokumen ANDAL)
1 Tahap Prakonstruksi
1.1. Pengadaan Lahan
1.1.a. Perubahan peluang Pengadaan lahan 100% usaha masyarakat a. Melakukan studi Land Acquistion and Resettlement Plan (LARAP) sebelum Setiap usaha Dilakukan selama Pelaksana:
berusaha yang dibebaskan mendapat pelaksanaan kegiatan pengadaan lahan (pembebasan lahan) masyarakat di dalam kegiatan pengadaan PT SMS
ganti kerugian yang sesuai b. Melaksanakan ganti kerugian usaha masyarakat yang dibebaskan berdasarkan tapak proyek lahan melalui proses
hasil studi Land Acquistion and Resettlement Plan (LARAP) dan kesepakatan pertambangan pasir pembebasan lahan Pengawas:
dengan pemilik usaha kuarsa PT SMS yang Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
c. Memprioritaskan pemilik usaha yang dibebaskan membuka usaha di dibebaskan Kalimantan Selatan
Pertambangan pasir kuarsa PT SMS Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Kabupaten Banjar
Penerima Laporan:
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Kabupaten Banjar
1.1.b. Perubahan Pengadaan lahan Nilai ganti kerugian usaha a. Melaksanakan ganti kerugian usaha masyarakat yang dibebaskan berdasarkan Setiap usaha Dilakukan selama Pelaksana:
pendapatan keluarga masyarakat yang hasil studi Land Acquistion and Resettlement Plan (LARAP) dan kesepakatan masyarakat di dalam kegiatan pengadaan PT SMS
dibebaskan ≥ nilai dengan pemilik usaha tapak proyek lahan melalui proses
pendapatan usaha, b. Memprioritaskan pemilik usaha yang dibebaskan untuk membuka usaha di pertambangan pasir pembebasan lahan Pengawas:
dan/atau pertambangan pasir kuarsa PT SMS kuarsa PT SMS yang Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Pendapatan usaha dibebaskan Kalimantan Selatan
baru/pengganti ≥ nilai Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
pendapatan usaha lama Kabupaten Banjar
Penerima Laporan:
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Kabupaten Banjar
1.1.c. Perubahan persepsi Pengadaan lahan 100% pemilik lahan yang a. Pengadaan lahan untuk pertambangan pasir kuarsa PT SMS dilakukan melalui Setiap pemilik lahan Dilakukan selama Pelaksana:
dan sikap masyarakat dibebaskan menerima proses pembebasan lahan dengan mengacu pada peraturan yang berlaku dan dan/atau usaha di kegiatan pengadaan PT SMS
hasil proses pembebasan mekanisme sbb. : tapak proyek tanah melalui proses
lahan Melakukan konsultasi publik kepada pemilik lahan untuk mencapai pertambangan pasir pembebasan lahan Pengawas:
100% pemilik usaha yang kesepakatan proses pembebasan lahan. Apabila belum mencapai kuarsa PT SMS yang Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
dibebaskan menerima kesepakatan, maka dilakukan konsultasi publik ulang. Apabila masih belum dibebaskan Kalimantan Selatan
hasil proses ganti mencapai kesepakatan, maka dibentuk tim kajian yang bertugas untuk Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
kerugian usaha pada mengidentifikasi isu utama ketidaksepakatan dan memberikan rekomendasi Kabupaten Banjar
lahan yang dibebaskan perbaikan rencana kegiatan dan/atau kompensasi yang lebih adil.
Melakukan musyawarah bersama pemegang hak untuk mencapai kese- Penerima Laporan:
pakatan ganti kerugian dan pelepasan hak atas objek yang dibebaskan. Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Apabila belum mencapai kesepakatan, maka dilakukan upaya mediasi. Kalimantan Selatan
Apabila masih belum mencapai kesepakatan, maka dilakukan upaya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
negosiasi. Apabila hasil negosiasi tidak tercapai kesepakatan, maka Kabupaten Banjar
pemegang hak dapat mengajukan keberatan ke Pengadilan Negeri. Jika
keberatan tidak dikabulkan, maka dilakukan penitipan ganti kerugian lahan
ke Pengadilan Negeri, sedangkan jika keberatan dikabulkan maka dilakukan
ganti kerugian lahan berdasarkan keputusan Pengadilan Negeri.
Pelepasan hak atas objek yang dibebaskan disepakati dalam perjanjian
RKL-RPL 1
Dampak Lingkungan Sumber Indikator Keberhasilan Bentuk Pengelolaan Lokasi Pengelolaan Periode Pengelolaan Institusi Pengelolaan
No
yang Dikelola Dampak Pengelolaan Lingkungan Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
tertulis
b. Ganti kerugian usaha masyarakat pada lahan yang dibebaskan dilakukan
melalui kesepakatan dengan mekanisme sbb. :
Melakukan konsultasi publik kepada pemilik usaha untuk mencapai
kesepakatan proses ganti kerugian usaha pada lahan yang dibebaskan.
Melakukan musyawarah bersama pemilik usaha untuk mencapai kese-
pakatan ganti kerugian usaha Masyarakat pada lahan yang dibebaskan.
Pelepasan hak atas usaha yang dibebaskan disepakati dalam perjanjian
tertulis
c. Melakukan penanganan keluhan masyarakat dengan mekanisme sbb. :
Identifikasi Sumber Keluhan
Pihak yang mungkin menyampaikan keluhan: person (masyarakat),
Desa/Kecamatan dan otoritas pemerintah lainnya
Pos Layanan Pengaduan
Menyediakan Pos Layanan Pengaduan untuk menampung keluhan masyarakat
terhadap pelaksanaan pembangunan dan operasional Pertambangan pasir
kuarsa PT SMS.
Verifikasi Pengaduan
Petugas Pos Layanan Pengaduan memverifikasi status pengaduan yang
diterima:
- Kategori A: Masalah yang dapat diperbaiki dan diselesaikan oleh tim
lapangan dan/atau manajemen perusahaan Pertambangan pasir kuarsa PT
SMS
- Kategori B: Masalah yang harus dikoordinasikan dengan instansi terkait
Tindak Lanjut Pengaduan
- Kategori A: Ditindaklanjuti oleh manajemen perusahaan Pertambangan
pasir kuarsa PT SMS dalam waktu tertentu berdasarkan kesepakatan dengan
Masyarakat
- Kategori B: Ditindaklanjuti oleh manajemen perusahaan Pertambangan pasir
kuarsa PT SMS dengan berkoordinasi kepada instansi terkait
Penyelesaian Pengaduan
Proses penyelesaian akan melibatkan pihak yang menyampaikan pengaduan
untuk mendapatkan kesepakatan penyelesaian secara resmi.
2 Tahap Konstruksi
2.2. Mobilisasi Peralatan dan Material
2.2.a. Perubahan kualitas Mobilisasi peralatan Parameter udara ambien : a. Melakukan pengangkutan peralatan dan material menggunakan kendaraan Sepanjang rute Selama masa Pelaksana:
udara dan material Berdasarkan Lampiran VII PP angkut bertutup dan melalui rute yang sudah ditentukan. pengangkutan konstruksi PT SMS
Nomor 22 Tahun 2021 b. Mengatur kecepatan kendaraan maksimum 40 Km/jam dengan menempatkan peralatan dan
petugas pengawas. material Pengawas:
c. Membatasi waktu pengangkutan dan menempatkan petugas pengawas: Lokasi penurunan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
- Pagi : 09.00 s/d 16.00 WITA (dropping area) Kalimantan Selatan
RKL-RPL 2
Dampak Lingkungan Sumber Indikator Keberhasilan Bentuk Pengelolaan Lokasi Pengelolaan Periode Pengelolaan Institusi Pengelolaan
No
yang Dikelola Dampak Pengelolaan Lingkungan Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Penerima Laporan:
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan
Selatan
2.3.d. Perubahan persepsi Mobilisasi peralatan 100% masyarakat menerima a. Melakukan komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah (desa dan Desa Limamar, Desa Dilakukan selama Pelaksana:
dan sikap masyarakat dan material adanya aktivitas mobilisasi kecamatan) dan tokoh masyarakat setempat terkait dengan aktivitas Kaliukan, Desa Lok tahap konstruksi PT SMS
peralatan dan material mobilisasi peralatan dan material. Gabang, Desa
b. Membuka komunikasi dengan warga terkait dengan aktivitas mobilisasi Pematang Pengawas:
peralatan dan material. Hambawang, Desa Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
c. Melakukan penanganan keluhan masyarakat dengan mekanisme sbb. : Pematang Danau, Desa Kalimantan Selatan
Pasiraman dan Desa Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Bawahan Selan Kabupaten Banjar
Penerima Laporan:
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Kabupaten Banjar
RKL-RPL 3
Dampak Lingkungan Sumber Indikator Keberhasilan Bentuk Pengelolaan Lokasi Pengelolaan Periode Pengelolaan Institusi Pengelolaan
No
yang Dikelola Dampak Pengelolaan Lingkungan Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
kuarsa PT SMS
Verifikasi Pengaduan
Petugas Pos Layanan Pengaduan memverifikasi status pengaduan yang
diterima:
- Kategori A: Masalah yang dapat diperbaiki dan diselesaikan oleh tim
lapangan dan/atau manajemen perusahaan Pertambangan pasir kuarsa PT
SMS
- Kategori B: Masalah yang harus dikoordinasikan dengan instansi terkait
Tindak Lanjut Pengaduan
- Kategori A: Ditindaklanjuti oleh manajemen perusahaan Pertambangan
pasir kuarsa PT SMS dalam waktu tertentu berdasarkan kesepakatan dengan
Masyarakat
- Kategori B: Ditindaklanjuti oleh manajemen perusahaan Pertambangan pasir
kuarsa PT SMS dengan berkoordinasi kepada instansi terkait
Penyelesaian Pengaduan
Proses penyelesaian akan melibatkan pihak yang menyampaikan pengaduan
untuk mendapatkan kesepakatan penyelesaian secara resmi.
3 Tahap Operasional
3.4. Penyedotan Pasir Kuarsa
3.4.a. Perubahan tingkat Penyedotan pasir Tingkat kebisingan di a. Melaksanakan penyedotan pasir kuarsa secara bertahap sesuai dengan Lokasi penyedotan Selama tahap Pelaksana:
kebisingan kuarsa kawasan industri ≤ 70 dBA perencanaan dan kemajuan pembangunan Pertambangan pasir kuarsa PT SMS pasir kuarsa di dalam operasional PT SMS
b. Mempertahankan vegetasi eksisting pada sisi kiri-kanan lokasi penyedotan tapak proyek
pasir kuarsa pertambangan pasir Pengawas:
kuarsa PT SMS Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
Penerima Laporan:
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
3.4.b. Perubahan debit air Penyedotan pasir Debit air larian (run off) a. Mengendalikan debit air larian yang dialirkan dari saluran drainase menuju ke Lokasi penyedotan Selama tahap Pelaksana:
larian (run off) kuarsa tidak menyebabkan settling pond. pasir kuarsa di dalam operasional PT SMS
genangan lebih dari 24 jam b. Melakukan pengurasan lumpur sedimen yang tertampung dalam kolam tapak proyek
settling pond secara berkala. pertambangan pasir Pengawas:
kuarsa PT SMS Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
Penerima Laporan:
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
3.4.c. Perubahan laju erosi Penyedotan pasir Tingkat laju erosi a. Melaksanakan penyedotan pasir kuarsa secara bertahap sesuai dengan Lokasi penyedotan Selama tahap Pelaksana:
kuarsa T1 : 0,12 ton/ha/tahun perencanaan dan kemajuan pertambangan pasir kuarsa PT SMS. pasir kuarsa di dalam operasional PT SMS
T2 : 0,26 ton/ha/tahun b. Mempertahankan vegetasi eksisting pada sisi kiri-kanan lokasi penyedotan tapak proyek
pasir kuarsa pertambangan pasir Pengawas:
kuarsa PT SMS Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
Penerima Laporan:
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
3.4.d. Perubahan kualitas air Penyedotan pasir Parameter Air Permukaan: a. Mengendalikan debit air larian yang dialirkan dari saluran drainase menuju ke Lokasi penyedotan Selama tahap Pelaksana:
permukaan kuarsa Berdasarkan Lampiran VI PP settling pond. pasir kuarsa di dalam operasional PT SMS
Nomor 22 Tahun 2021 b. Melakukan pengurasan lumpur sedimen yang tertampung dalam kolam tapak proyek
settling pond secara berkala. pertambangan pasir Pengawas:
RKL-RPL 4
Dampak Lingkungan Sumber Indikator Keberhasilan Bentuk Pengelolaan Lokasi Pengelolaan Periode Pengelolaan Institusi Pengelolaan
No
yang Dikelola Dampak Pengelolaan Lingkungan Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Penerima Laporan:
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
3.4.e. Perubahaan indeks Penyedotan pasir Indeks keanekaragaman a. Melakukan inventarisasi biota air di air permukaan wilayah studi Lokasi penyedotan Selama tahap Pelaksana:
keanekaragaman kuarsa biota air (H’) ≥1 b. Mempertahankan populasi dari biota air, dengan cara yaitu : pasir kuarsa di dalam operasional PT SMS
biota air Pemantauan kualitas air permukaan dan populasi biota air tapak proyek
Memasang rambu/papan larangan membuang sampah langsung ke sungai pertambangan pasir Pengawas:
kuarsa PT SMS Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
Penerima Laporan:
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
3.4.f. Perubahan prevalensi Penyedotan pasir Prevalensi penyakit : Bekerjasama dengan Puskesmas Astambul dan Puskesmas Mataraman dalam Desa Limamar, Desa Selama tahap Pelaksana:
penyakit kuarsa ISPA 3.89% kegiatan peningkatan daya tahan tubuh masyarakat berupa bantuan makanan Kaliukan, Desa Lok operasional PT SMS
Bronkitis akut 1.12% sehat, pengobatan dan vitamin Gabang, Desa
Pematang Pengawas:
Hambawang, Desa Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Pematang Danau, Desa Kalimantan Selatan
Pasiraman dan Desa Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan
Bawahan Selan Selatan
Penerima Laporan:
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan
Selatan
3.4.g. Perubahan persepsi Penyedotan pasir 100% masyarakat menerima a. Melakukan komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah (kelurahan dan Desa Limamar, Desa Selama tahap Pelaksana:
dan sikap masyarakat kuarsa adanya aktivitas kecamatan) dan tokoh masyarakat setempat terkait dengan aktivitas Kaliukan, Desa Lok operasional PT SMS
penyedotan pasir kuarsa penyedotan pasir kuarsa pertambangan pasir kuarsa PT SMS. Gabang, Desa
b. Membuka komunikasi dengan warga terkait dengan aktivitas penyedotan Pematang Pengawas:
pasir kuarsa pertambangan pasir kuarsa PT SMS. Hambawang, Desa Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
c. Melakukan penanganan keluhan masyarakat dengan mekanisme sbb. : Pematang Danau, Desa Kalimantan Selatan
Pasiraman dan Desa Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Bawahan Selan Kabupaten Banjar
Penerima Laporan:
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Kabupaten Banjar
RKL-RPL 5
Dampak Lingkungan Sumber Indikator Keberhasilan Bentuk Pengelolaan Lokasi Pengelolaan Periode Pengelolaan Institusi Pengelolaan
No
yang Dikelola Dampak Pengelolaan Lingkungan Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
Verifikasi Pengaduan
Petugas Pos Layanan Pengaduan memverifikasi status pengaduan yang
diterima:
- Kategori A: Masalah yang dapat diperbaiki dan diselesaikan oleh tim
lapangan dan/atau manajemen perusahaan Pertambangan pasir kuarsa PT
SMS
- Kategori B: Masalah yang harus dikoordinasikan dengan instansi terkait
Tindak Lanjut Pengaduan
- Kategori A: Ditindaklanjuti oleh manajemen perusahaan Pertambangan
pasir kuarsa PT SMS dalam waktu tertentu berdasarkan kesepakatan dengan
Masyarakat
- Kategori B: Ditindaklanjuti oleh manajemen perusahaan Pertambangan pasir
kuarsa PT SMS dengan berkoordinasi kepada instansi terkait
Penyelesaian Pengaduan
Proses penyelesaian akan melibatkan pihak yang menyampaikan pengaduan
untuk mendapatkan kesepakatan penyelesaian secara resmi.
4 Tahap Pascaoperasi
4.2. Pengelolaan Aset Perusahaan
4.2.a. Perubahan persepsi Pengelolaan aset 100% masyarakat mene- a. Melakukan konsultasi publik kepada masyarakat untuk mencapai kesepakatan Desa Limamar, Desa Dilakukan selama Pelaksana:
dan sikap masyarakat perusahaan rima hasil proses rencana pengelolaan aset perusahaan . Kaliukan, Desa Lok proses pelepasan PT SMS
pengelolaan aset b. Melakukan komunikasi dan kerja sama dengan pemerintah (desa dan Gabang, Desa tenaga kerja
perusahaan kecamatan) dan tokoh masyarakat setempat dalam kegiatan pengelolaan aset Pematang Pengawas:
perusahaan Hambawang, Desa Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
c. Melakukan penanganan keluhan masyarakat dengan mekanisme sbb. : Pematang Danau, Desa Kalimantan Selatan
Pasiraman dan Desa Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Bawahan Selan Kabupaten Banjar
Penerima Laporan:
Dinas Lingkungan Hidup Provinsi
Kalimantan Selatan
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Kabupaten Banjar
RKL-RPL 6
Dampak Lingkungan Sumber Indikator Keberhasilan Bentuk Pengelolaan Lokasi Pengelolaan Periode Pengelolaan Institusi Pengelolaan
No
yang Dikelola Dampak Pengelolaan Lingkungan Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup Lingkungan Hidup
RKL-RPL 7
Tabel 2. Matriks Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL)
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
A DAMPAK PENTING YANG DIPANTAU (Hasil arahan pengelolaan dari dokumen ANDAL)
1 Tahap Prakonstruksi
1.1. Pengadaan Lahan
1.1.a. Perubahan peluang Pengadaan lahan Jumlah usaha masyarakat Metode Pengumpulan Data: Setiap pemilik usaha di Pencatatan PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
berusaha yang dibebaskan dan Melakukan pencatatan jumlah, jenis, lokasi dan pemilik fasilitas tapak proyek dilakukan setiap Hidup Provinsi Hidup Provinsi
mendapat ganti kerugian ekonomi/tempat usaha masyarakat yang dibebaskan serta nilai pertambangan pasir pelaksanaan Kalimantan Kalimantan
yang sesuai ganti kerugian usaha yang diberikan dalam logbook pengadaan kuarsa PT SMS yang Pengadaan lahan Selatan Selatan
lahan. dibebaskan melalui proses Dinas Tenaga Dinas Tenaga
pembebasan lahan Kerja dan Kerja dan
Metode Analisis Data: Rekapitulasi data Transmigrasi Transmigrasi
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil dan pelaporan Kabupaten Banjar Kabupaten Banjar
pendataan nilai ganti kerugian usaha yang diberikan dengan dilakukan setiap 6
indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan. bulan sekali
selama kegiatan
Pengadaan lahan
1.1.b. Perubahan Pengadaan lahan Nilai ganti kerugian Metode Pengumpulan Data: Setiap pemilik usaha di Pencatatan PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
pendapatan keluarga usaha masyarakat yang Melakukan pencatatan nilai ganti kerugian masing-masing tapak proyek dilakukan setiap Hidup Provinsi Hidup Provinsi
dibebaskan, dan/atau usaha masyarakat yang dibebaskan dalam logbook pertambangan pasir pelaksanaan Kalimantan Kalimantan
Pendapatan usaha pengadaan lahan. kuarsa PT SMS yang pengadaan lahan Selatan Selatan
baru/pengganti Melakukan pendataan jumlah, jenis, lokasi/tempat usaha dibebaskan melalui proses Dinas Tenaga Dinas Tenaga
baru/pengganti usaha masyarakat yang dibebaskan dalam pembebasan lahan Kerja dan Kerja dan
logbook pengadaan lahan. Rekapitulasi data Transmigrasi Transmigrasi
Pengumpulan data nilai ganti kerugian usaha yang diteri-ma dan pelaporan Kabupaten Banjar Kabupaten Banjar
masing-masing pemilik usaha yang dibebaskan dan/atau dilakukan setiap 6
pendapatan usaha baru/pengganti dilakukan dengan bulan sekali
wawancara langsung, pengamatan dan/atau kuisioner kepada selama kegiatan
masing-masing pemilik usaha yang dibebaskan. pengadaan lahan
RKL-RPL 8
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
pendapatan masyarakat adalah ≥ UMP Kalimantan Selatan 2024
2 Tahap Konstruksi
2.2. Mobilisasi peralatan dan material
2.2.a. Perubahan kualitas Mobilisasi Parameter udara ambien : Metode Pengumpulan Data: U1: 114° 56' 06.3"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
udara peralatan dan Berdasarkan Lampiran VII Pengukuran kualitas udara ambien dilakukan sesuai dengan PP 3° 19' 12.0"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
material PP Nomor 22 Tahun 2021 Nomor 22 Tahun 2021 (permukiman) Mobilisasi peralatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
U2: 114° 54' 32.1"E; dan material
Metode Analisis Data: 3° 18' 43.5”S
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil (tapak proyek)
pengukuran dan/atau pengujian dengan indikator U3: 114° 51' 52.2"E;
keberhasilan pengelolaan lingkungan 3° 17'45.7"S
(tapak proyek)
2.2.b. Perubahan tingkat Mobilisasi Tingkat kebisingan Metode Pengumpulan Data: U1: 114° 56' 06.3"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
kebisingan peralatan dan Pengukuran dilakukan dengan metode sederhana menggu- 3° 19' 12.0"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
material nakan sound level meter biasa. Diukur tingkat tekanan bunyi (permukiman) Mobilisasi peralatan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
dB(A) selama 10 (sepuluh) menit untuk tiap pengukuran U2: 114° 54' 32.1"E; dan material
dengan pembacaan dilakukan setiap 5 (lima) detik. 3° 18' 43.5”S
Waktu pengukuran dilakukan selama aktifitas 24 jam (LSM) (tapak proyek)
dengan cara pada siang hari tingkat aktifitas yang paling tinggi U3: 114° 51' 52.2"E;
selama 16 jam (LS) pada selang waktu 06.00 - 22.00 WITA dan 3° 17'45.7"S
aktivitas dalam hari selama 8 jam (LM) pada selang 22.00 - (tapak proyek)
06.00 WITA.
Setiap pengukuran harus dapat mewakili selang waktu
tertentu dengan menetapkan paling sedikit 4 waktu
pengukuran pada siang hari dan pada malam hari paling
sedikit 3 waktu pengukuran.
Perhitungan menggunakan rumus:
LS = 10 log 1/16 {T1.100,1 L1 + ... + T4.100,1 L4} dB(A)
LM = 10 log 1/8 {T5.100,1 L5 + ... + T7.100,1 L7} dB(A).
LSM = 10 log 1/24 {16.100,1 LS + 8.100,1 (LM+5)} dB(A).
RKL-RPL 9
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
Metode Analisis Data:
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pendataan persepsi dan sikap masyarakat terhadap aktivitas
mobilisasi peralatan dan material dengan indikator keberhasilan
pengelolaan lingkungan
2.3. Pembangunan dan Operasional Basecamp
2.3.a. Perubahan peluang Pembangunan Jumlah usaha masyarakat Metode Pengumpulan Data: Desa Limamar, Desa Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
berusaha dan operasional setempat yang menjadi Melakukan pendataan jumlah usaha masyarakat setempat yang Kaliukan, Desa Lok bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
basecamp penyedia kebutuhan diterima dalam penyediaan kebutuhan operasional basecamp, Gabang, Desa Pematang pembangunan dan Kalimantan Kalimantan
pembangunan dan dan menjadi penyedia barang dan jasa bagi penghuni basecamp Hambawang, Desa operasional Selatan Selatan
operasional basecamp Pematang Danau, Desa basecamp Dinas Tenaga Dinas Tenaga
Metode Analisis Data: Pasiraman dan Desa Kerja dan Kerja dan
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil Bawahan Selan Transmigrasi Transmigrasi
pendataan dengan indikator keberhasilan pengelolaan Kabupaten Banjar Kabupaten Banjar
lingkungan.
2.3.b. Perubahan Pembangunan Pendapatan usaha Metode Pengumpulan Data: Desa Limamar, Desa Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
pendapatan keluarga dan operasional masyarakat setempat Pengumpulan data pendapatan keluarga dari usaha masyarakat Kaliukan, Desa Lok bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
basecamp yang menjadi penyedia setempat yang menjadi penyedia kebutuhan pembangunan dan Gabang, Desa Pematang pembangunan dan Kalimantan Kalimantan
kebutuhan pembangunan operasional basecamp dilakukan dengan wawancara langsung, Hambawang, Desa operasional Selatan Selatan
dan operasional pengamatan dan/atau kuisioner terhadap masyarakat pelaku Pematang Danau, Desa basecamp Dinas Tenaga Dinas Tenaga
basecamp usaha. Pasiraman dan Desa Kerja dan Kerja dan
Bawahan Selan Transmigrasi Transmigrasi
Metode Analisis Data: Kabupaten Banjar Kabupaten Banjar
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pendataan pendapatan keluarga dari usaha masyarakat
setempat yang menjadi penyedia kebutuhan pembangunan dan
operasional basecamp dengan indikator keberhasilan
pengelolaan lingkungan
2.3.c. Perubahan persepsi Pembangunan Persepsi dan sikap Metode Pengumpulan Data: Desa Limamar, Desa Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
dan sikap masyarakat dan operasional masyarakat terha-dap Pengumpulan data persepsi dan sikap masyarakat terha-dap Kaliukan, Desa Lok bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
basecamp aktivitas tenaga kerja aktivitas tenaga kerja konstruksi dan operasional basecamp Gabang, Desa Pematang pembangunan dan Kalimantan Kalimantan
konstruksi dan dilakukan dengan wawancara langsung, pengamatan Hambawang, Desa operasional Selatan Selatan
operasional base-camp dan/atau kuisioner kepada masyarakat Desa Limamar, Desa Pematang Danau, Desa basecamp Dinas Tenaga Dinas Tenaga
Persepsi dan sikap Kaliukan, Desa Lok Gabang, Desa Pematang Hambawang, Pasiraman dan Desa Kerja dan Kerja dan
pemilik usaha yang Desa Pematang Danau, Desa Pasiraman dan Desa Bawahan Bawahan Selan Transmigrasi Transmigrasi
menjadi penyedia Selan Kabupaten Banjar Kabupaten Banjar
kebutuhan Pengumpulan data persepsi dan sikap pemilik usaha yang
pembangunan dan menjadi penyedia kebutuhan pembangunan dan operasional
operasional basecamp basecamp terhadap hasil penetapan nilai kerjasama dilakukan
terhadap hasil dengan wawancara langsung, pengamatan dan/atau kuisioner
penetapan nilai kepada pemilik usaha
kerjasama
Metode Analisis Data:
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pendataan persepsi dan sikap :
masyarakat Desa Limamar, Desa Kaliukan, Desa Lok Gabang,
Desa Pematang Hambawang, Desa Pematang Danau, Desa
Pasiraman dan Desa Bawahan Selan terhadap aktivitas tenaga
kerja konstruksi dan operasional basecamp, dan
pemilik usaha yang menjadi penyedia kebutuhan
pembangunan dan operasional basecamp terhadap hasil
penetapan nilai kerjasama
dengan indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan.
RKL-RPL 10
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
2.4. Pembangunan Jalan Tambang
2.4.a. Perubahan kualitas Pembangunan Parameter udara ambien : Metode Pengumpulan Data: U1: 114° 56' 06.3"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
udara jalan tambang Berdasarkan Lampiran VII Pengukuran kualitas udara ambien dilakukan sesuai dengan PP 3° 19' 12.0"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
PP Nomor 22 Tahun 2021 Nomor 22 Tahun 2021 (permukiman) pembangunan jalan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
U2: 114° 54' 32.1"E; tambang
Metode Analisis Data: 3° 18' 43.5”S
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil (tapak proyek)
pengukuran dan/atau pengujian dengan indikator keberhasilan U3: 114° 51' 52.2"E;
pengelolaan lingkungan 3° 17'45.7"S
(tapak proyek)
2.4.b. Perubahan tingkat Pembangunan Tingkat kebisingan Metode Pengumpulan Data: U1: 114° 56' 06.3"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
kebisingan jalan tambang Pengukuran dilakukan dengan metode sederhana menggu- 3° 19' 12.0"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
nakan sound level meter biasa. Diukur tingkat tekanan bunyi (permukiman) pembangunan jalan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
dB(A) selama 10 (sepuluh) menit untuk tiap pengukuran U2: 114° 54' 32.1"E; tambang
dengan pembacaan dilakukan setiap 5 (lima) detik. 3° 18' 43.5”S
Waktu pengukuran dilakukan selama aktifitas 24 jam (LSM) (tapak proyek)
dengan cara pada siang hari tingkat aktifitas yang paling tinggi U3: 114° 51' 52.2"E;
selama 16 jam (LS) pada selang waktu 06.00 - 22.00 WITA dan 3° 17'45.7"S
aktivitas dalam hari selama 8 jam (LM) pada selang 22.00 - (tapak proyek)
06.00 WITA.
Setiap pengukuran harus dapat mewakili selang waktu
tertentu dengan menetapkan paling sedikit 4 waktu
pengukuran pada siang hari dan pada malam hari paling
sedikit 3 waktu pengukuran.
Perhitungan menggunakan rumus:
LS = 10 log 1/16 {T1.100,1 L1 + ... + T4.100,1 L4} dB(A)
LM = 10 log 1/8 {T5.100,1 L5 + ... + T7.100,1 L7} dB(A).
LSM = 10 log 1/24 {16.100,1 LS + 8.100,1 (LM+5)} dB(A).
RKL-RPL 11
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan
2.4.d. Perubahan laju erosi Pembangunan Tingkat laju erosi Metode Pengumpulan Data: Lokasi pembangunan jalan Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
jalan tambang Pengukuran laju erosi dilakukan secara langsung tambang di dalam tapak bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
menggunakan petak kecil berukuran 2 x 10 m (pada plot yang proyek pertambangan pembangunan jalan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
sama dengan pengukuran air larian). pasir kuarsa PT SMS tambang
Pengukuran dilakukan setiap pagi setelah kejadian hujan
Perhitungan menggunakan rumus:
RKL-RPL 12
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
x 2 m).
Perhitungan indeks keanekaragaman flora:
2.4.k. Perubahan persepsi Pembangunan Persepsi dan sikap Metode Pengumpulan Data: Desa Limamar, Desa Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
dan sikap masyarakat jalan tambang masyarakat terhadap Pengumpulan data persepsi dan sikap masyarakat terhadap Kaliukan, Desa Lok bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
aktivitas pembangunan aktivitas pembangunan jalan tambang dilakukan dengan Gabang, Desa Pematang pembangunan jalan Kalimantan Kalimantan
jalan tambang wawancara langsung, pengamatan dan/atau kuisioner kepada Hambawang, Desa tambang Selatan Selatan
masyarakat Desa Limamar, Desa Kaliukan, Desa Lok Gabang, Pematang Danau, Desa Dinas Tenaga Dinas Tenaga
Desa Pematang Hambawang, Desa Pematang Danau, Desa Pasiraman dan Desa Kerja dan Kerja dan
Pasiraman dan Desa Bawahan Selan Bawahan Selan Transmigrasi Transmigrasi
Kabupaten Banjar Kabupaten Banjar
Metode Analisis Data:
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil penda-
taan persepsi dan sikap masyarakat terhadap aktivitas
RKL-RPL 13
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
pembangunan jalan tambang dengan indikator keberhasilan
pengelolaan lingkungan
2.5. Pembangunan Jaringan Drainase dan Settling Pond
2.5.a. Perubahan kualitas Pembangunan Parameter udara ambien : Metode Pengumpulan Data: U1: 114° 56' 06.3"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
udara jaringan drainase Berdasarkan Lampiran VII Pengukuran kualitas udara ambien dilakukan sesuai dengan PP 3° 19' 12.0"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
dan settling pond PP Nomor 22 Tahun 2021 Nomor 22 Tahun 2021 (permukiman) Pembangunan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
U2: 114° 54' 32.1"E; jaringan drainase
Metode Analisis Data: 3° 18' 43.5”S dan settling pond
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil (tapak proyek)
pengukuran dan/atau pengujian dengan indikator U3: 114° 51' 52.2"E;
keberhasilan pengelolaan lingkungan 3° 17'45.7"S
(tapak proyek)
2.5.b. Perubahan tingkat Pembangunan Tingkat kebisingan Metode Pengumpulan Data: U1: 114° 56' 06.3"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
kebisingan jaringan drainase Pengukuran dilakukan dengan metode sederhana menggu- 3° 19' 12.0"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
dan settling pond nakan sound level meter biasa. Diukur tingkat tekanan bunyi (permukiman) Pembangunan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
dB(A) selama 10 (sepuluh) menit untuk tiap pengukuran U2: 114° 54' 32.1"E; jaringan drainase
dengan pembacaan dilakukan setiap 5 (lima) detik. 3° 18' 43.5”S dan settling pond
Waktu pengukuran dilakukan selama aktifitas 24 jam (LSM) (tapak proyek)
dengan cara pada siang hari tingkat aktifitas yang paling tinggi U3: 114° 51' 52.2"E;
selama 16 jam (LS) pada selang waktu 06.00 - 22.00 WITA dan 3° 17'45.7"S
aktivitas dalam hari selama 8 jam (LM) pada selang 22.00 - (tapak proyek)
06.00 WITA.
Setiap pengukuran harus dapat mewakili selang waktu
tertentu dengan menetapkan paling sedikit 4 waktu
pengukuran pada siang hari dan pada malam hari paling
sedikit 3 waktu pengukuran.
Perhitungan menggunakan rumus:
LS = 10 log 1/16 {T1.100,1 L1 + ... + T4.100,1 L4} dB(A)
LM = 10 log 1/8 {T5.100,1 L5 + ... + T7.100,1 L7} dB(A).
LSM = 10 log 1/24 {16.100,1 LS + 8.100,1 (LM+5)} dB(A).
RKL-RPL 14
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil
pengukuran dan perhitungan debit air larian (run off) dengan
indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan
2.5.d. Perubahan laju erosi Pembangunan Tingkat laju erosi Metode Pengumpulan Data: Lokasi pembangunan Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
jaringan drainase Pengukuran laju erosi dilakukan secara langsung jaringan drainase dan bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
dan settling pond menggunakan petak kecil berukuran 2 x 10 m (pada plot yang settling pond di dalam Pembangunan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
sama dengan pengukuran air larian). tapak proyek jaringan drainase
Pengukuran dilakukan setiap pagi setelah kejadian hujan pertambangan pasir dan settling pond
Perhitungan menggunakan rumus: kuarsa PT SMS
RKL-RPL 15
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
Perhitungan indeks keanekaragaman flora:
RKL-RPL 16
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
pengukuran pada siang hari dan pada malam hari paling
sedikit 3 waktu pengukuran.
Perhitungan menggunakan rumus:
LS = 10 log 1/16 {T1.100,1 L1 + ... + T4.100,1 L4} dB(A)
LM = 10 log 1/8 {T5.100,1 L5 + ... + T7.100,1 L7} dB(A).
LSM = 10 log 1/24 {16.100,1 LS + 8.100,1 (LM+5)} dB(A).
RKL-RPL 17
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
keberhasilan pengelolaan lingkungan
3.4.d. Perubahan kualitas air Penyedotan pasir Parameter Air Metode Pengumpulan Data: AS1: 114° 55' 22.8"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
permukaan kuarsa Permukaan: Pengambilan sampel air sungai menggunakan metode 3° 16' 23.0"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
Berdasarkan Lampiran VI SNI 03-7016-2004 (air sungai titik hulu) penyedotan pasir Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
PP Nomor 22 Tahun 2021 AS2: 114° 51' 23.8"E; kuarsa
Metode Analisis Data: 3° 19' 30.7”S
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil (air sungai titik hilir)
pengukuran dan/atau pengujian dengan indikator keberhasilan
pengelolaan lingkungan
3.4.e. Perubahan indeks Penyedotan pasir Indeks keanekaragaman Metode Pengumpulan Data: AS1: 114° 55' 22.8"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
keanekaragaman kuarsa biota air Pengumpulan data keanekaragaman biota air dilakukan dengan 3° 16' 23.0"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
biota air cara pengambilan sampel dan identifikasi plankton, benthos (air sungai titik hulu) penyedotan pasir Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
dan nekton. Perhitungan indeks keanekaragaman biota air: AS2: 114° 51' 23.8"E; kuarsa
3° 19' 30.7”S
(air sungai titik hilir)
RKL-RPL 18
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
RKL-RPL 19
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
pengelolaan lingkungan
3.5.d. Perubahan kualitas air Reklamasi dan Parameter Air Metode Pengumpulan Data: AS1: 114° 55' 22.8"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
permukaan revegetasi lahan Permukaan: Pengambilan sampel air sungai menggunakan metode 3° 16' 23.0"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
Berdasarkan Lampiran VI SNI 03-7016-2004 (air sungai titik hulu) reklamasi dan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
PP Nomor 22 Tahun 2021 AS2: 114° 51' 23.8"E; revegetasi lahan
Metode Analisis Data: 3° 19' 30.7”S
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil (air sungai titik hilir)
pengukuran dan/atau pengujian dengan indikator keberhasilan
pengelolaan lingkungan
3.5.e. Perubahan indeks Reklamasi dan Indeks keanekaragaman Metode Pengumpulan Data: F1: 114° 54' 37.7"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
keanekaragaman revegetasi lahan flora Pengumpulan data keanekaragaman flora dilakukan dengan 3° 18' 30.4"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
flora metode perhitungan NDVI. Plot sampling berukuran 20 m x 20 (tapak proyek) reklamasi dan Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
m akan ditempatkan berdasarkan nilai indeks kerapatan F2: 114° 51' 60.0"E; revegetasi lahan
vegetasinya. Di dalam plot 20 m x 20 m tersebut terdapat plot- 3° 17' 32.1”S
plot yang berukuran lebih kecil untuk mengamati tingkatan (tapak proyek)
hidup tiang (10 m x 10 m), pancang (5 m x 5 m), dan semai (2 m
x 2 m).
Perhitungan indeks keanekaragaman flora:
RKL-RPL 20
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
penyakit ISPA dan bronkitis akut dengan indikator keberhasilan Selatan Selatan
pengelolaan lingkungan
3.5.i. Perubahan persepsi Reklamasi dan Persepsi dan sikap Metode Pengumpulan Data: Desa Limamar, Desa Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
dan sikap masyarakat revegetasi lahan masyarakat terhadap Pengumpulan data persepsi dan sikap masyarakat terhadap Kaliukan, Desa Lok bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
aktivitas reklamasi dan aktivitas reklamasi dan revegetasi lahan dilakukan dengan Gabang, Desa Pematang reklamasi dan Kalimantan Kalimantan
revegetasi lahan wawancara langsung, pengamatan dan/atau kuisioner kepada Hambawang, Desa revegetasi lahan Selatan Selatan
masyarakat Desa Limamar, Desa Kaliukan, Desa Lok Gabang, Pematang Danau, Desa Dinas Tenaga Dinas Tenaga
Desa Pematang Hambawang, Desa Pematang Danau, Desa Pasiraman dan Desa Kerja dan Kerja dan
Pasiraman dan Desa Bawahan Selan Bawahan Selan Transmigrasi Transmigrasi
Kabupaten Banjar Kabupaten Banjar
Metode Analisis Data:
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil penda-
taan persepsi dan sikap masyarakat terhadap aktivitas reklamasi
dan revegetasi lahan dengan indikator keberhasilan pengelolaan
lingkungan
3.6. Operasional dan Pemeliharaan Jaringan Drainase dan Settling Pond
3.6.a. Perubahan debit air Operasional dan Debit air larian (run off) Metode Pengumpulan Data: Lokasi operasional dan Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
larian (run off) pemeliharaan Pengukuran debit air larian (run off) dilakukan secara langsung pemeliharaan jaringan bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
jaringan drainase menggunakan petak kecil berukuran 2 x 10 m. drainase dan settling pond kegiatan operasional Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
dan settling pond Pengukuran dilakukan setiap pagi setelah kejadian hujan di dalam tapak proyek
Perhitungan menggunakan rumus: pertambangan pasir
kuarsa PT SMS
RKL-RPL 21
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
dan settling pond PP Nomor 22 Tahun 2021 AS2: 114° 51' 23.8"E;
Metode Analisis Data: 3° 19' 30.7”S
Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil (air sungai titik hilir)
pengukuran dan/atau pengujian dengan indikator keberhasilan
pengelolaan lingkungan
3.6.d. Perubahan indeks Operasional dan Indeks keanekaragaman Metode Pengumpulan Data: AS1: 114° 55' 22.8"E; Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
keanekaragaman pemeliharaan biota air Pengumpulan data keanekaragaman biota air dilakukan dengan 3° 16' 23.0"S bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
biota air jaringan drainase cara pengambilan sampel dan identifikasi plankton, benthos (air sungai titik hulu) kegiatan operasional Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
dan settling pond dan nekton. Perhitungan indeks keanekaragaman biota air: AS2: 114° 51' 23.8"E;
3° 19' 30.7”S
(air sungai titik hilir)
RKL-RPL 22
Waktu dan Institusi Pengelolaan Lingkungan Hidup
Jenis Dampak yang Indikator/ Lokasi Pemantauan
No. Sumber Dampak Metode Pengumpulan dan Analisis Data Frekuensi
Timbul Parameter Lingkungan Hidup Pelaksana Pengawas Penerima Laporan
Pemantauan
terhadap proses pengelolaan aset Perusahaan dengan indikator
keberhasilan pengelolaan lingkungan.
B DAMPAK LAIN YANG DIPANTAU
3 Tahap Operasional
3.13. Operasional dan Pemeliharaan Prasarana Penyimpanan Limbah B3
3.13.a. Perubahan sanitasi Limbah B3 dari Peraturan Menteri Metode Pengumpulan data: Lokasi operasional dan Dilakukan setiap 6 PT SMS Dinas Lingkungan Dinas Lingkungan
lingkungan operasional Lingkungan Hidup dan Melakukan pengamatan lapangan terhadap kesesuaian ke- pemeliharaan prasarana bulan sekali selama Hidup Provinsi Hidup Provinsi
operasional dan Kehutanan Nomor 6 masan limbah B3 dengan jenis dan karakteristik limbah B3 penyimpanan limbah B3 di tahap operasional Kalimantan Selatan Kalimantan Selatan
pemeliharaan Tahun 2021 tentang Tata Melakukan pengamatan lapangan terhadap keberadaan dan dalam tapak proyek
prasarana Cara Persyaratan dan kesesuaian label dan simbol limbah B3 pada kemasan LB3 pertambangan pasir
penyimpanan Pengelolaan Limbah B3 Melakukan pencatatan masuk dan keluarnya limbah B3 di TPS kuarsa PT SMS
limbah B3 dan/atau perubahannya LB3 dalam logbook penyimpanan limbah B3
Melakukan pengamatan lapangan terhadap keberadaan TPS
LB3
Membuat neraca limbah B3 dilengkapi dengan manifest
pengangkutan LB3
RKL-RPL 23
Gambar 1. Peta Lokasi Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup
RKL-RPL 24
Surat Pernyataan
Kami yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama pelaku :
usaha
Alamat kantor :
pelaku usaha
Penanggung jawab :
Jabatan : Direktur utama
1. Dokumen RKL-RPL ini telah disusun dengan memperhatikan pengarahan dari instansi yang
membidangi usaha dan/atau kegiatan yang bersangkutan.
2. Kami berjanji dan bersedia melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan sesuai
yang tercantum di dalam dokumen RKL-RPL serta bersedia dipantau dampaknya oleh
instansi/pihak yang berwenang sesuai peraturan yang berlaku.
3. Bila kami tidak melaksanakan RKL-RPL sebagaimana yang telah disusun, kami bersedia
menghentikan usaha dan/atau kegiatan dan bersedia menanggung semua kerugian serta
segala risiko yang ditimbulkan oleh usaha dan/atau kegiatan.
5. Apabila terjadi perubahan proses produksi dan/atau peningkatan luasan lahan dan/atau
peningkatan proses produksi sehingga tidak sesuai dengan dokumen maka kami akan
segera menyempurnakannya.
Demikian Surat Pernyataan ini kami buat dengan sesungguhnya untuk dapat dipergunakan
sebagaimana mestinya.
RKL-RPL
Daftar Pustaka
Effendi, Sofian dan Tukiran. 2012. Metode Penelitian Survei. LPES. Jakarta.
Fachrul M.F. 2007. Metode Sampling Bioekologi. Bumi Aksara. Jakarta.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
2019. Panduan Identifikasi Jenis Satwa Liar Dilindungi (Mamalia). Jakarta
Indonesia
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
2019. Panduan Identifikasi Jenis Satwa Liar Dilindungi (Aves) Jakarta Indonesia
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
2019. Panduan Identifikasi Jenis Satwa Liar Dilindungi (Herpetofauna). Jakarta
Indonesia
Kepbapedal Nomor124 tahun 1997 Tentang Panduan Kajian Aspek Kesehatan
Masyarakat dalam Penyusunan Dokumen AMDAL.
Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003 tentang
Pedoman Penentuan Status Mutu Air.
Kodoatie, R.J. dan Sugiyanto. 2002. Banjir, Beberapa Penyebab dan Metode
Pengendaliannya dalam Perspektif Lingkungan. Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 053 Tahun 2007 Tentang Baku Mutu
Udara Ambien dan Baku Tingkat Kebisingan.
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.68/MENLHK/
SETJEN/2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik.
Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 6 Tahun 2021 Tentang Tata
Cara dan Persyaratan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan
dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2017 Tentang Keselamatan Lalu Lintas dan
Angkutan Jalan.
SNI 6989.57-2008 Metode Pengambilan Contoh Air Permukaan.
SNI 8014. 2014. Metode Penilaian Jasa Lingkungan Keanekaragaman Hayati
(Biodiversity).
SNI S-04-1993-03 tentang Spesifikasi Timbulan Sampah.
RKL-RPL