JURNAL PEMBELAJARAN MODUL 3
PENGANTAR PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN
KHUSUS
PENDIDIKAN INKLUSIF
Disusun oleh :
Nama : Evrida Nur Anita, [Link]
Nim:
No UKG:
PPG Guru Tertentu Tahap 3
Universitas Negeri Jakarta
Tahun 2024
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan salah satu usaha yang dilakukan untuk
meningkatkan kualitas atau mutu sumber daya manusia, pendidikan
dapat diperoleh dari pendidikan formal maupun pendidikan non formal,
yang termasuk pendidikan formal yaitu sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA
, sekolah adalah tempat atau lembaga pendidikan yang
menyelenggarakan kegiatan proses belajar mengajar sesuai dengan
tingkatan dan kurikulum yang berlaku. Peran sekolah sangatlah penting
karena selain untuk mencari pengetahuan tetapi juga sebagai tempat
untuk memberikan bekal keterampilan yang bermanfaat untuk kehidupan
dimasa yang akan datang. Disekolah tidak hanya bermanfaat bagi anak
normal, tetapi juga bermanfaat bagi anak berkebutuhan khusus yang
memiliki keterbatasan dan kekurangan ketika harus berinteraksi dengan
orang lain.
Selama ini pandangan masyarakat terhadap anak berkebutuhan
khusus adalah sebagai anak yang tidak memiliki ketidakmampuan dan
mempunyai keterbatasan fisik ataupun mental, ini semua disebabkan
karena adanya budaya yang masih melekat pada masyarakat yang
menganggap bahwa anak berkebutuhan khusus adalah anak yang tidak
bisa melakukan apapun dan perlu bantuan orang lain untuk melakukan
aktivitasnya. Sebenarnya ada sekolah khusus yang disediakan untuk anak
berkebutuhan khusus yaitu sekolah inklusi, sekolah inklusi adalah sekolah
regular yang disesuaikan dengan kebutuhan anak yang memiliki
kebutuhan khusus.
PENGERTIAN
PENDIDIKAN INKLUSIF
PENGERTIAN PENDIDIKAN INKLUSIF MENURUT PARA AHLI
pendidikan inklusif adalah
pendekatan pendidikan yang
UNECSO memberikan kesempatan kepada
semua peserta didik
menekankan pendidikan yang
bermakna dan bahwa sistem
SALAMANCA pendidikan harus mampu
mengakomodasi keberagaman
anak-anak termasuk mereka yang
memiliki kebutuhan pendidikan
khusus.
inklusi adalah sebuah pendekatan
untuk membangun lingkungan yang
terbuka untuk siapa saja dengan
PERMENDIKBUD
latar belakang dan kondisi yang
berbeda-beda meliputi kondisi fisik,
karakteristik, kepribadian,
status,suku,budaya dan lain
sebagainya
Dapat disimpulkan pengertian pendidikan inklusif adalah pendidikan yang
memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk belajar
bersama termasuk peserta didik yang berkebutuhan khusus. semua
peserta didik itu mempunyai keunikan., kecerdasan dan kemampuan
berbeda- beda dan tentunya seorang pendidik wajib untuk mengarahkan
peserta didiknya sesuai dengan kemampuannya masing-masing..
TUJUAN PENDIDIKAN INKLUSIF
Memberikan kesempatan kepada semua peserta didik yang
mempunyai kelainan fisik , emosional, mental dan sosial, atau
memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa untuk
mendapatkan pendidikan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan
dan kemampuannya.
Memastikan agar semua peserta didik memperoleh pendidikan yang
sama tanpa membandingakan peserta didik lainnya.
Mengarahkan peserta didik untuk mengembangkan potensi yang
dimiliki peserta didik termasuk peserta didik yang berkebutuhan
khusus.
Mewujudkan pendidikan yang menghargai keanekaragaman bagi
semua peserta didik
MANFAAT PENDIDIKAN INKLUSIF
Dapat menumbuhkan rasa menghargai diri sendiri sekaligus orang
lain yang memiliki perbedaan dengan kita
Menumbuhkan sikap saling menghargai adanya perbedaan budaya
dan tradisi yang ada dilingkungan sekitar.
Membangun rasa empati terhadap diri peserta didik dalam
berinteraksi bersama teman –teman yang memiliki kebutuhan
khusus
Meningkatkan rasa kepercayaan diri, kemandirian pada diri
peserta didik .
Menumbuhkan rasa toleransi terhadap sesama peserta didik yang
berkebutuhan khusus maupun peserta didik pada umumnya
Semua peserta didik dapat mengembangkan potensi yang dimilki
Menciptakan lingkungan pembelajaran yang beragam dan
menyenangkan baik bagi guru maupun peserta didik.
PRINSIP PENDIDIKAN INKLUSIF
1. Hak Untuk Belajar
Semua peserta didik berhak untuk belajar baik dari peserta didik
pada umumnya maupun peserta didik yang berkebutuhan khusus,
mereka semua mempunyai hak yang sama untuk belajar baik
formal maupaun non formal.
2. Keragaman Sebagai Kekuatan
Keragaman adalah hal yang berharga dalam proses pendidikan
karena setiap peserta didik mempunyai keunikan karakteristik yag
berbeda – beda. Dan dengan adanya perbedaan karakteristik yang
unik dapat meningkatkan kekuatan dalam lingkungan belajar,.
3. Keterbukaan dan Akses1
Pendidikan inklusif memberikan keterbukkan dan aksebilitas bagi
semua peserta didik baik peserta didik pada umumnya maupun
peserta didik yang mempunyai kebutuhan khusus.
4. Pendidikan Individual
Setiap peserta didik memiliki kebutuhan dan gaya belajar yang
berbeda. Oleh karea itu pendidikan inklunsif menerapkan
pendekatan yang berbeda dan disesuaikan dengan kebutuhan
individual dari peserta didik.
5. Partisipasi dan Kolaborasi
Pendidikan inklusif mendorong peserta didik untuk aktif
berpartisipasi ketika oproses pembelajaran berlangsung dimana
ada kolaborasi antara guru, peserta didik, dan orang tua untuk
menciptakan lingkungan belajar yang inklusif
6. Penghapusan Diskriminasi
Perlu adanya penghapusan diskrimansi agar semua anak
diperlakukan dengan adil tanpa adanya perbedaan .
7. Pemahaman dan Keterlibatan Masyarakat
Pentingnya pendidikan inklusif melibatkan masyarakat luas untuk
menciptakan lingkungan yang mendukung bagi semua peserta
didik.
8. Evaluasi dan Peningkatan berkelanjutan
Evaluasi dalam menerapkan pendidikan inklusif sangatlah penting
untuk perubahan-perubahan untuk lebih baik lagi dari masa ke
masa .
RANCANGAN PENDIDIKAN INKLUSIF
Melakukan identifikasi karakteristik terhada peserta didik di dalam
kelas
Merancang modul ajar yan dibuat oleh guru
Guru memiliki berbagai macam metode untuk memenuhi
kebutuhan pembelajaran inklusif
kelemahan belajar peserta didik di dalam kelas pada saat proses
pembelajaran berlangsung.
PENDUKUNG PENDIDIKAN INKLUSIF
Peran pemerintah: peran pemerintah sangatlah penting untuk
membentuk dan mendirikan unit layanan disabilitas (ULD).
Peran satuan pendidikan : Kepala Sekolah, guru umum, guru
pembimbing khusus, teman sebaya, dan seluruh elemen sekolah
menyelenggarakan dan mendukung adanya pendidikan inklusif.
Peran masyarakat : memperluas akses pendidikan dan
pekerjaan bagi peserta didik berkubutuhan khusus
Peran oran tua : orang tua terlibat aktif sebagai anggota tim
program pendidikan inklusif
PENERAPAN PENDIDIKAN INKLUSIF
Pendidikan inklusif adalah pendekatan pendidikan yang
memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk belajar
bersama , tanpa memandang latar belakang, kemampuan, atau
keadaan fisik maupun kognitif mereka. Ada beberapa cara
menerapkan pendidikan inklusif disekolah:
Melatih guru agar memiliki sikap positif terhadap anak
berkebutuhan khusus dan keterampilan dalam menangani
keberagaman peseta [Link] dapat mencakup pendekatan
inlkusif, manajemen kelas dan pengelolaan berkebutuhan khusus.
Memenuhi sarana dan prasarana sekolah untuk mendukung
pendidukan inklusif
Memberikan wawasan tentang hak setiap anak dalam belajar
termasuk anak ABK kepada orang tua Maupun masyarakat
Menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman dan
menyenangkan
Melibatkan peran semua komunitas dalam penyelenggaraan
pendidikan inklusif
Menggunakan pendekatan pembelajaran yang tepat
Melakukan kolaborasi yang melibatkan pemerintah, sekolah, orang
tua, dan masyarakat.
TANTANGAN PENDIDIKAN INKLUSIF
Kurangnya pelatihan pada guru tentang pendidikan inklusif
Minimnya pemahaman masyarakat pada pendidikan inklusif
Kurangnya guru pendamping pendidikan inklusif
Minimnya kompetensi guru pada pendidikan inklusif
Kurangnya layanan dan dukungan terhadap pendidikan inklusif
Kurang nya fasilitas pembelajaran
UPAYA MENGATASI PERMASALAHAN PENDIDIKAN INKLUSIF
Memberikan pelatihan kepada guru agar mendukung pembelajaran
inklusif degan cara menumbuhkan sikap positif terhadap anak
berkebutuhan khusus dan keterampilan dalam menangani
keberagaman siswa pelatihan dapat mencakup pendekatan inklusif ,
manajemen kelas, dan pengelolaan kebutuhan khusus.
Memenuhi sarana dan prasarana agar mendukung kegiatan
pembelajaran pendidikan inklusif
REFLEKS
I
Pembelajaran dan pengalaman baru yang saya dapatkan
setelah mempelajari pembelajran pendidikan inklusif dengan konsep
berbagai macam keragaman peserta didik adalah setiap peserta
didik menyusun gaya belajar dan tipe kecerdasan yang berbeda
dengan adanya perbedaan –perbedaan ini guru dapat
mengelompokkan mereka kedalam metode pembelajaran yang
sesuai dengan bakat, minat dan kecerdasan mereka. Setiap anak
mempunyai kemampuan dan cara belajar yang unik dan berbeda
oleh karena itu guru seharusnya mengikuti pelatihan – pelatihan
untuk meningkatkan kompetensinya dalam menerapkan
pembelajaran pendidikan inklusif, salah satunya yaitu menerapkan
strategi pembelajaran disetiap proses pembelajaran dan
Dokumentasi Kegiatan
Pembelajaran
Dokumentasi Kegiatan
Pembelajaran
Umpan Balik Peserta
Didik
Aini Nurlia Sari
KELAS : 8F
Saya sangat suka sekali dengan
pembelajaran inklusif karena
pembelajaran ini tidak membeda-
bedakan peserta didik, semuanya
Lautencia angelika
Kela 8F
Pendidikan inklusif menjadikan
saya lebih percaya diri dan
nyaman pada saat pembelajran
karena tidak membedakan agama
karena saya sendiri memeluk
agama Kristen , dan harapan saya
semoga pembelajaran inklunsif ini
terus berlanjut sehingga
pembelajaran terasa nyaman dan
materi bisa tersampikan dengan
baik
Dokumentasi Diskusi
Dengan Rekan Sejawat
Umpan Balik Dari Rekan
Sejawat
Bapak Rudi Susiawan, [Link]
Guru Matematika
Setelah berdiskusi dengan bu
evrida dan teman- teman yang
lain tentang pendidikan inklusif,
Pendidikan tersebut sangat
penting dan wajib diterapkan
dikelas
Ibu Endang
Guru PAI
Pemaparan yang ibu sampaikan
sangat menarik sehingga saya
tertarik untuk menerapkan
pembelajaran inklusif dikelas
saya
Bapak Sutikno, [Link]
Guru BHS Indonesia
Pembelajaran inklunsif ini
sanagt bermanfaat bagi saya,
dari penjelasan bu evrida saya
jadi paham pendidikan inklusif
sangat penting dan bisa buat
acuan saya untuk menerapkan
dikelas
Dokumentasi Pendampingan
Pada Anak Berkebutuhan Khusus
(ABK)
OBSERVASI PADA PESERTA DIDIK
PENDAMPINGAN PADA PESERTA DIDIK
Hasil Obsevasi Pada Anak yang
Berkebutuhan Khusus (ABK)
Nama : Rachmat Endar
Tempat,tgl lahir : JOMBANG,
Jenis kelamin : LAKI-LAKI
Nama Sekolah : SMPN 1 PLOSO
Kelas : 8-F
Alamat rumah : Ds. Pager Tanjung
Alamat sekolah : [Link] [Link] NOMOR 99 PLOSO
Tanggal
Observasi : 4 Oktober 2024
Nama Guru BK : AM
Nama Wali Kelas : EVTRIDA NUR ANITA, [Link]
IDENTIFIKASI HAMBATAN FISIK MOTORIK
PETUNJUK
Ketik angka 1 jika ya dan angka 0 jika tidak pada kolom warna kuning pernyataan sesuai dengan gejala yang tampak/
diperoleh
YA=1,
KATEGORI NO PERTANYAAN BOBOT TEKNIK TIDAK Skor
=0
IDENTIFIKASI 1 Anggota gerak tubuh kaku/lemah/lumpuh 100 1 1 100
HAMBATAN 2 Terdapat bagian anggota gerak yang berbeda dari
FISIK biasa (lebih kecil/besar/panjang/pendek) 100 1 1 100
MOTORIK 3 Terdapat anggota tubuh yang tremor/ bergerak-
gerak terus menerus tidak terkendali 100 1 1 100
4 Gangguan koordinasi gerak 100 1 1 100
5 Kehilangan/ketidaksempuran sebagian anggota
tubuh 100 1 1 100
Skor gejala 500
Tuliskan temuan lain (jika ada) tentang kondisi anak yang berhubungan dengan hambatan fisik motorik di bawah ini:
KESIMPULAN Diduga Tunadaksa